KRITERIA INTEGRATED DI BANGUNAN MIXED-USE
Muhammad Yoga Prabowo1) Maria Immaculata Ririk Winandari2) Sri Tundono3)
1) Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti
2) 3) Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti
Jl. Kyai Tapa No.1 Jakarta Barat 11440
E-mail : 1) Prabowoyoga20[at]gmail.com, 2)mi.ririk[at]trisakti.ac.id, 3) sri.t[at]trisakti.co.id
Abstract
Konsep integrated saat ini sering digunakan pada bangunan-bangunan berkonsep Transit Oriented Development untuk memberikan kemudahan mengakses moda transportasi dan bangunan terdekat. Hal ini juga harus didukung oleh kenyamanan agar masyarakat mau untuk menggunakan transportasi umum. Faktanya konsep integrated tidak hanya sekedar membangun jembatan penghubung dan memberikan akses menuju dua tempat. Tulisan ini menggunakan metode komparatif terhadap pembanding beberapa mixed-use di kawasan Blok M Plaza, BSD City dan PGC. Variabel yang diamati terdiri dari fungsi jembatan, peneduh, fasilitas, posisi moda transportasi dan integrasi antar bangunan. Hasil menunjukkan bahwa kriteria konsep integrasi bangunan memperhatikan Jembatan penghubung yang memiliki peneduhan untuk menghindari hujan dan panas, bangunan yang berorientasi pada moda transportasi, pembatas jalan yang ramah disabilitas dan menggunakan tanaman sebagai pagar alami.
Keywords: Jembatan Penyeberangan Orang; Transportasi; Integrasi antar bangunan.
Topic: Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun