MIKROENKAPSULASI EKSTRAK BROTOWALI (TINOSPORA CRISPA. L) DENGAN POLIMER KITOSAN SEBAGAI BAHAN PENYALUT UNTUK MENUTUPI RASA PAHIT
Siti Sadiah1,2, Erni Rustiani3, Linda Dwi Riyanti3
1Divisi Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Bogor
2Pusat Studi Biofarmaka Tropika, LPPM IPB University, Bogor
3Program Studi Farmasi, FMIPA Universitas Pakuan, Bogor
Abstract
ABSTRAK Brotowali adalah tanaman obat yang secara empirik digunakan sebagai “paitan” dalam sediaan Jamu karena rasanya yang sangat pahit. Rasa pahit batang brotowali karena kandungan alkaloid dan glukosida diantaranya kolombin, tinosporine, tinosproridine, pricroretine dan berberin. Manfaat brotowali secara empirik digunakan sebagai anti diabetes dan antihipertensi. Hasil penilitian secara in vivo, brotowali terbukti dapat menurunkan deman, antiinflamasi dan juga antioksidan. Meskipun manfaatnya banyak namun karena rasa pahitnya yang kuat sering tanaman obat ini tidak disukai sebagian besar penderita. Penelitian ini dilakukan untuk mengupayakan penutupan rasa pahit dari ekstrak brotowali dengan teknik mikroencapsulasi menggunakan alat semprot beku (frezee drying). Penyalut yang digunakan adalah polimer kitosan dengan variasi kitosan sambung silang. Hasilnya diperoleh komposisi yang secara signifikan dapat menutupi rasa pahit dibandingkan terhadap ekstrak dan serbuk brotowali dengan karakteristik mikrokapsul yang baik.
Keywords: Brotowali, Tinospora crispa, kitosan, mikroencapsulasi, pahit
Topic: Teknologi Formulasi Sediaan Bahan Alam