Indonesia Conference Directory


<< Back

Aplikasi Remote Sensing untuk Deteksi Keberadaan Lokasi Ladang Nanas ( Studi Kasus di Wilayah Kab. Subang , Jawa Barat)
Dr. Plato Martuani Siregar (a*) ,Musa Ali.M (b) Ni Putu N.D (b) Sujeki R.Y(b)

a*) KK Sains Atmosfer, Fakulty of earth science and Technology,Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
paltirajass[at]gmail.com

b) Meteorology Study Programme, Fakulty of earth science and Technology,Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia


Abstract

Buah nanas (Ananas comosus) adalah salah satu komoditi andalan Kabupaten Subang. Produksi buah nanas di Kabupaten Subang pada 2016 sebesar 95.266 ton, menempati peringkat ke dua setelah buah pisang sebesar 2.274.779 ton. Produksi buah nanas yang dihasil berasal dari lahan kebun seluas 2.103 hektar dengan luas kebun yang dipanen seluas 42 hektar,wilayah kebun nanas in sebagian besar berada di Kecamatan Cagak, tentunya hal ini masih dikatakan kecil bila dibanding dengan luas potensi tanah di Kabupaten Subang. Kecamatan Cagak berada pada ketingggian 517 m dan pH tanah sebesar 4,3-6,0. Kondisi ini tentunya merepakan kondsi yang optimal untuk pertumbuhan pohon nanas. Selain kondisi fisik tanah,faktor iklim juga memberikan sumbangan yang signifikan terhadap pertumbuhan dan produktivitas pohon nanas. Maka untuk meningkatkan produksi nanas secara optimal di Kabupaten Subang maka perlu dilalukan studi secara spasial dan temporal untuk optimalisasi pemanfaat lahan untuk pohon nanas yang ada di Subang. Metoda yang terbaik untuk studi ini adalah dengan menggunakan teknologi remote sensing dan survai langsung kondisi kebun nanas,karena dengan metoda ini akan didapatkan gambaran spasial kondisi tataguna lahan daerah kajian secara detil dan bias di gabungkan scara spasial dengan unsur iklimnya. Data satelit yang digunakan dalam studi ini adalah data satelit lansat 8, yang beresolusi 30mx30m. Data diambil dari LAPAN dengan data yang dipilih merupakan data terbaru yang tidak ada halangan awan. Dengan bantuan software pengolah citra, dibuat peta indek hijau tanaman (NDVI) dan peta rupa Bumi, peta jenis tanah dibuat analisa peta kesesuaian tanah untuk pohon nanas. Dari tiga peta tersebut kemudian dioverlay untuk menghasilkan klasifikasi peta kesesuaian lahan untuk pohon nanas. Survey lapangan di beberapa nanas dilakukan untuk memverikasi kecocokan hasil pengolahan data dengan kenyataan yang ada. Dari pengolahan data didapatkan bahwa daerah yang paling cocok untuk perkebunan nanas terpusat pada kecematan Cagak dengan luas 50 % luas totalnya. Kondisi Iklim dengan curah hujan rata-rata 4000mm/tahun, hari hujan 17 hari serta pada level 517 dpl merupakan kondisi terbaik untuk pertumbuhan nanas.

Keywords: nanas,ndvi,landsat,hujan,citra

Topic: Physics

Link: https://ifory.id/abstract/8Zm3YhpUP4Mj

Conference: Seminar Kontribusi Fisika (SKF 2018)

Plain Format | Corresponding Author (Plato Martuani Siregar)

PDF (1,057 kB)

Featured Events

AASEC 2020

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats