Indonesia Conference Directory


<< Back

Search Abstract

Page 1 (data 1 to 30 of 15939) | Displayed in 30 data/page

REVITALIZATION OF PATTERNS AND EVENTS TRADITIONAL LIVING HOUSES TO CONSERVE RURAL SETTLEMENT ARCHITECTURE Case Study: Jatiluwih Village - Tabanan Bali
I Wayan Runa, Anak Agung Gede Raka, dan I Nyoman Warnata

Show More

Corresponding Author
Putu GD Wirianta

Institutions
Fakultas Teknik Universitas Warmadewa Denpasar Bali

Abstract
The long-term goal of national strategic research on revitalization of patterns and forms of traditional houses, is to preserve rural residential architecture, with a case study of Jatiluwih Tabanan Village - Bali as a tourist village. This research is expected to solve problems that are relevant to the needs of rural communities in the long term, namely the problem of preserving residential architecture, especially houses, because rural settlements continue to grow in line with the times (culture and technology). The method that will be used in achieving goals is a qualitative method that is very closely related to unique (unique) contextual factors, so that each context is handled in terms of its own context. This research has a lot to do with value systems, concepts, perceptions, diversity, uniqueness, local wisdom and peoples beliefs about something outside themselves. In addition, the research carried out also has a lot to do with transcendental matters or multiple realities that are felt and strongly trusted by the local community, but its existence is difficult to explain. In accordance with the characteristics of the study object (research problem), the paradigm used in this study is phenomenology. In this study, the research unit / observation area was in the form of a whole home setting. The scale research unit of houses in Jatiluwih Village is expected to produce identification or information on values / ideas / ideas about the local wisdom of traditional houses. These values are expected to be developed for the preservation model of residential houses that have the influence of modernization or become tourist attraction objects. "Variables" observed at the village scale are patterns and forms of traditional houses. When researching houses located in the garden, the "variables" observed are continuous parts (core) and changing parts that are related to the socio-cultural and physical activities of the house. In Year 1 this research is expected to produce mandatory outcomes in the form of Publications on Methods or Methods of Preservation of residential architecture that raise local wisdom values, in International Journals After the research is completed, the results of the research will be presented in a national forum. Furthermore, in Year 2 it is expected to produce Publications on Prototypes, policies, how to implement (manual) settlement preservation, and additional output in the form of Textbooks. The benefits of research for stakeholders are as a guideline in revitalizing the patterns and forms of houses as tourist accommodation in line with the establishment of Jatiluwih Village as a tourism village. National strategic research in Jatiluwih Village can be said to be successful if it meets the achievement indicators, namely: the concept of housing development that elevates the values of local wisdom, design and Budget Plan (RAB), maket (prototypes), preservation manuals, and in the community that preserva

Keywords
Revitalization, Achitecture

Topic
Penataan Kawasan DAS

Link: https://ifory.id/abstract/PTQgBwt7fRC3


Eksistensi Kolok Dalam Naskah Prasasti Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng (Perspektif Teologi Hindu)
Pande Wayan Renawati

Show More

Corresponding Author
Putu GD Wirianta

Institutions
Program pascasarjana IHDN Denpasar

Abstract
Bali dikenal dengan pulau dewata dengan sejumlah naskah lontar sebagai peninggalan leluhur masa lampau yang mesti diperhatikan dan dilestarikan keberadaannya. Naskah lontar tersebut meliputi berbagai hal baik itu usada, wariga, juga sebagai prasasti yang telah dijadikan naskah atau telah disalin baik bahasa serta tulisannya untuk memudahkan bagi pecinta naskah dalam membacanya. Naskah lontar itu tersebar di seluruh kabupaten di Bali, dan dilestarikan pula oleh pemerintah khususnya di lingkungan Dinas Kebudayaan Provinsi sampai tingkat Kabupaten. Salah satu kabupaten terletak di bagian utara pulau Bali tepatnya di kabupaten Buleleng utamanya di Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan telah ditemukan prasasti dan dinaskahkan terkait dengan keberadaan desa tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis substansi yang terdapat pada naskah Prasasti Desa Bengkala tersebut serta untuk mengetahui dan menganalisis implementasi terhadap isi naskah prasasti warga kolok di Desa Bengkala tersebut. Penelitian ini dilakukan di desa Bengkala kecamatan Kubutambahan kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan dokumentasi, berupa naskah prasasti warga kolok Desa Bengkala. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang menjadi substansi dari Naskah Prasasti Bengkala adalah ukuran dari Prasasti bengkala, isi Prasasti logam dengan alih bahasanya serta adanya prasasti batu dengan penjelasannya. Selanjutnya, terkait dengan implementasi terhadap warga kolok di Desa Bengkala bahwa adanya kebijaksanaan pemimpin yang turut membantu warga kolok dari masa kerajaan, adanya jabatan pemimpin yang terkait dengan prasasti Bengkala, adanya jenis-jenis pajak, adanya hal yang dilarang dan hal yang dibolehkan.

Keywords
Eksistensi, Warga kolok dan Isi dan Implementasi Prasasti Bengkala.

Topic
Budaya dan Kearifan Lokal

Link: https://ifory.id/abstract/U8FgWh6cPNYX


Faktor Dominan Risiko Investasi Perumahan Di Daerah Perbatasan Kabupaten/Kota Denpasar
Ni Komang Armaeni, I Wayan Jawat, dan I Kadek Merta Wijaya

Show More

Corresponding Author
Putu GD Wirianta

Institutions
Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali

Abstract
Aliran kas proyek suatu investasi di bidang perumahan menarik untuk diamati, sehingga dapat dipilih beberapa alternatif investasi yang paling rasional. Melanjutkan analisis risiko kriteria investasi perumahan di daerah perbatasan Kabupaten/Kota Denpasar, dilakukan analisis untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi risiko investasi perumahan di daerah perbatasan Kabupaten/Kota Denpasar tersebut. Adapun kontrol terhadap penilaian investasi menggunakan NPV (Net Present Value) dan BCR (Benefit Cost Ratio) dengan analisis risikonya menggunakan program @risk menunjukkan bahwa model dengan 30% modal sendiri dan 70% modal pinjaman memiliki nilai NPV > 0 dan BCR > 1, dan hasil simulasi program @risk dengan diagram Distribusi untuk model tersebut memiliki nilai probabilitas NPV > 0 sebesar 76.4% dan probabilitas BCR > 1 sebesar 77.1%. Hal ini berarti bahwa aliran kas model tersebut memiliki peluang besar untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. Untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi risiko investasi tersebut maka dilakukan simulasi dengan diagram Tornado pada program @risk. Hasil simulasi Tornado menunjukkan terdapat dua variabel yang signifikan memberikan korelasi negatif terhadap kriteria penilaian investasi (NPV dan BCR) yaitu luas lahan dan harga lahan per m2. Sedangkan tiga variabel yang memberikan korelasi positif adalah harga rumah tipe 54/100, harga rumah tipe 45/100 dan harga rumah tipe 36/100.

Keywords
Investasi Perumahan, Risiko, Lahan

Topic
Penataan Kawasan DAS

Link: https://ifory.id/abstract/yxdEf6NjLRBq


Tanggungjawab Pemerintah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Berbasis Partisipasi Masyarakat Untuk Pembangunan Daerah Bali
I Nyoman Gede Sugiartha; I Made Minggu Widyantara; Nyoman Sujana

Show More

Corresponding Author
Putu GD Wirianta

Institutions
Fakultas Hukum Universitas Warmadewa Denpasar

Abstract
Lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warganegara Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H UUD RI 1945. Pengelolaan lingkungan yang kurang bijaksana turut memperparah penurunan kwalitas lingkungan hidup karena itu perlu dilakukan peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan merupakan tanggungjawab pemerintah beserta masyarakat. Pertanggungjawaban pemerintah dalam melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup merupakan fungsi pelayanan publik, untuk menjamin seluruh penduduk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat. Maka pemerintah dapat diminta pertanggungjawabannya, baik secara administrative, perdata maupun pidana mana kala pemerintah lalai melaksanakan kewajibannya yang tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup yang tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat dan untuk mengetahui akibat hukum terhadap pemerintah atas keputusan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang tidak sesuai dengan partisipasi masyarakat di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menerapkan beberapa jenis pendekatan yaitu, pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, pendekatan filsafat, pendekatan sejarah, pendekatan perbandingan, pendekatan kasus termasuk pula pendekatan budaya atas dasar kearifan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya mengemban tanggungjawab sangat sulit sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan kwalitas lingkunan hidup makin nyata. Begitu pula dalam hal terjadi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup pelaku dapat diminta pertanggungjawabannya baik secara hukum perdata maupun hukum pidana. Namun demikian penegakan lingkungan partisipatif dengan mengintegrasikan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan adalah suatu bentuk idial untuk melindungi dan melakukan pengelolaan lingkungan hidup secara bijaksana untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Keywords
pertanggungjawaban Pemerintah, aspirasi masyarakat, hukum lingkungan, penegakan hukum.

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/JMUHGjcwa8ep


Hak Asasi Manusia Dan Lingkungan Hidup Global
Flora Pricilla Kalalo

Show More

Corresponding Author
Putu GD Wirianta

Institutions
Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi, Manado

Abstract
Pengaturan mengenai HAM tidak seluruhnya langsung berkaitan dengan perlindungan terhadap lingkungan hidup. Namun demikian bila diperhatikan, ada beberapa pasal dalam beberapa ketentuan tersebut yang dapat digunakan sebagai dasar hukum untuk melakukan berbagai tindakan yang bertujuan untuk melindungi lingkungan. Di lain pihak, pengaturan perlindungan terhadap lingkungan hidup justru sekaligus berarti penghargaan terhadap hak asasi manusia, terutama berkaitan dengan masalah hak untuk hidup, masalah kesehatan, gangguan atas propertinya sampai dengan penghargaan terhadap hak indigenous peoples. Penelitian ini ingin mengkaji korelasi sistem perlindungan yang dibangun terhadap hak asasi manusia dan lingkungan hidup global dan untuk mengetahui efektifitas sistem perlindungan lingkungan hidup yang mengedepankan hak masyarakat untuk menikmati lingkungan yang baik dan sehat sebagai hak asasi manusia. Penelitian ini didesain dengan menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif analisis melalui studi kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan pengumpulan data sekunder. Korelasi perlindungan hak asasi manusia dengan mewujudkan hak atas lingkungan yang baik dan sehat bagi manusia seringkali terabaikan karena kepentingan bisnis, politik dan proyek. Efektivitas perlindungan hak asasi manusia dan lingkugan hidup akan terwujud kalau negara sebagai pemegang otoritas dalam penyelenggaraan pembangunan selalu mengedepankan prinsip kepentingan umum.

Keywords
Sistem Perlindungan, Hak Asasi Manusia, Lingkungan Hidup

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/hNPnvkR6JGwX


Konstruksi Hukum Penguatan Pasar Seni Tradisional Di Kota Denpasar Dalam Mewujudkan Iklim Persaingan Usaha Yang Sehat
Ni Luh Made Mahendrawati, IB Gede Agustya Maha Putra

Show More

Corresponding Author
Wirianta Wirianta

Institutions
Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Abstract
Pengembangan daerah sebagai upaya pengembangan destinasi pariwisata dan persaingan usaha yang sehat, diperlukan pengaturan yang tersistematis dan terintegrasi dengan berbagai bidang yang lain. Guna menciptakan keteraturan dan perlindungan pasar seni tradisional perlu pendekatan hukum bisnis agar aktifitas pariwisata tidak berdampak negatif. Eksistensi pasar seni tradisional menjadi sangat penting mengingat pasar merupakan tempat bertemunya pembeli dan penjual, proses bertemunya pembeli dan penjual ini menjadi indikator tingkat perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi pasar seni tradisional di Kota Denpasar saat ini dan untuk mengetahui konstruksi hukum penguatan pasar seni tradisional di Kota Denpasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan hukum normatif yang meneliti pengaturan dari sudut pandang yuridis, sosiologis maupun filosofis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukannya sebuah konstruksi hukum pengaturan yang tepat pentaan dan pembinaan pasar seni tradisonal agar terjadi persaingan usaha yang sehat. Akses sumber daya ekonomi dalam bidang pariwisata dapat diperoleh secara adil oleh semua pengusaha baik tergolong pengusaha mikro, kecil ataupun besar.

Keywords
konstruksi hukum, pasar seni tradisional, persaingan usaha yang sehat

Topic
Penataan Lingkungan Kawasan Bisnis

Link: https://ifory.id/abstract/Ba7qQCeZrTxJ


Kualitas Kimia Ransum Ayam Boiler Fase Finisher Yang Mengandung Tepung Limbah Tauge Fermentasi
Ni Ketut Mardewi; Ni Ketut Sri Rukmini; I Gst. A. Dewi Seri Rejeki

Show More

Corresponding Author
Wirianta Wirianta

Institutions
Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Abstract
Limbah tauge kacang hijau merupakan limbah dari pembuatan tauge dengan bahan dasar kacang hijau dan limbah dari penjual tauge. Limbah tauge kacang hijau mudah diperoleh dan jumlahnya banyak. Limbah tauge berpotensi sebagai salah satu bahan penyusun ransum ayam broiler dan merupakan sumber protein nabati. Kandungan protein dalam limbah tauge cukup tinggi, akan tetapi kandungan serat kasarnya juga tinggi sehingga perlu dilakukan fermentasi untuk meningkatkan daya cerna dan kualitas nutrisinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara pasti kandungan nutrien ransum ayam broiler fase finisher yang mengandung tepung limbah tauge fermentasi dengan analisis proksimat di laboratorium. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakukan dan 3 ulangan pada masing-masing perlakuan. Perlakuan terdiri dari ransum tanpa tepung limbah tauge fermentasi (TLTF) (P0), ransum dengan 3 % TLTF (P1), ransum dengan 6 % TLTF (P2) dan ransum dengan 9 % TLTF (P3). Varibel yang dianalisis adalah kadar protein kasar, kadar serat kasar, dan kadar lemak kasar ransum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung limbah tauge fermentasi dalam ransum ayam broiler fase finisher berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap variabel kadar protein, kadar serat kasar dan kadar lemak kasar ransum. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan protein kasar dan serat kasar pada ransum ayam broiler yang mengandung tepung limbah tauge fermentasi, dan ransum yang mengandung 6 % tepung limbah tauge fermentasi adalah ransum yang paling mendekati standar kebutuhan untuk ayam broiler fase finisher.

Keywords
Ayam Broiler, Kualitas Kimia, Limbah Tauge

Topic
Manajemen dan Sumber Daya Air

Link: https://ifory.id/abstract/rUYd7HZNVDqz


Pengaruh Integrated Marketing Communication Terhadap Niat Mereservasi Kamar Pada Hotel-Hotel Di Denpasar - Bali
Ni Nyoman Rusmiati, Ida I Dewa Ayu Mas Manik Sastri dan Luh Kade Datrini

Show More

Corresponding Author
Wirianta Wirianta

Institutions
Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali

Abstract
Bali menjadi salah satu pusat pariwisata di Indonesia, baik wisata alam maupun wisata budaya. Kawasan ini menyuguhkan panorama alam yang indah. Denpasar merupakan pusat kota di daerah Bali, sarana pendukung seperti hotel di Denpasar bisa ditemukan dengan mudah, komunikasi merupakan elemen sangat dibutuhkan untuk diperhatikan dalam kegiatan pemasaran, Integrated Marketing Communication (IMC) merupakan konsep dimana suatu perusahaan secara hati-hati mengintegrasikan saluran komunikasinya yang banyak untuk menyampaikan pesan yang jelas, konsisten, dan meyakinkan mengenai perusahaan dan produknya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Advertising(X1), Sales Promotion (X2), Experiences (X3), Public Relation & Publicity (X4), Interactive Marketing (X5), Word Of Mouth (X6) dan Personal Selling (X7) terhadap Niat Mereservasi (Y) pada Hotel – Hotel di Denpasar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian yaitu variabel Advertising (X1) mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Niat Mereservasi Kamar (Y) pada Hotel – Hotel di Denpasar. Sedangkan variabel Sales Promotion (X2), Experiences (X3), Public Relation & Publicity (X4), Interactive Marketing (X5), Word Of Mouth (X6) dan Personal Selling (X7) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Mereservasi Kamar (Y) kamar pada Hotel – Hotel di Denpasar.

Keywords
Integrated Marketing Communication, Advertising, Sales Promotion, Experiences, Public Relation & Publicit, Interactive Marketing, Word Of Mouth dan Personal Selling

Topic
Penataan Lingkungan Kawasan Bisnis

Link: https://ifory.id/abstract/2Z47mV6pxDyT


Pengendalian Intern Kas, Kesesuaian Kompensasi Dan Moralitas Individu Terhadap Kecendrungan Kecurangan Akuntansi (Fraud) Pada Lpd Kecamatan Tabanan
Putu Dian Pradnyanitasari; Ni Made Intan Priliandani; I Ketut Puja Wirya Sanjaya

Show More

Corresponding Author
Wirianta Wirianta

Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengendalian intern kas, kesesuaian kompensasi, dan moralitas individu pada kecendrungan kecurangan akuntansi (fraud) pada LPD Kecamatan Tabanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan 36 responden yang bekerja pada LPD Kabupaten Tabanan. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan kriteria tertentu. Untuk menjawab hipotesis, penelitian ini menggunakan alat analisis yaitu regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian internal kas, kesesuaian kompensasi dan moralitas individu berpengaruh negative terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi (fraud). Oleh karena itu, diharapkan LPD di Kecamatan Tabanan sebaiknya lebih mengatur pengendalian internal agar semakin terkendali. LPD di Kecamatan Tabanan juga sebaiknya memberikan kompensasi yang sesuai dengan hasil kerja karyawan sehingga kecurangan akuntansi semakin menurun. Terakhir LPD di Kecamatan Tabanan sebaiknya menerapkan moralitas kepada seluruh pengelola LPD. Penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel independen lainnya serta memperluas sampel penelitian agar hasil penelitian lebih beragam.

Keywords
Pengendalian Intern Kas, Kesesuaian Kompensasi, Moralitas Individu, Kecendrungan Kecurangan Akuntansi

Topic
Penataan Lingkungan Kawasan Bisnis

Link: https://ifory.id/abstract/74ktgPQcUTCq


Perlindungan Kerja Terhadap Perempuan Dalam Suatu Perusahaan Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
Desak Gde Dwi Arini, A A Sagung Laksmi Dewi dan Ni Made Puspasutari Ujianti

Show More

Corresponding Author
Wirianta Wirianta

Institutions
Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali

Abstract
Perkembangan masyarakat moderen telah memaksa kaum perempuan untuk semakin berperan dalam berbagai macam kegiatan kesibukan dan kerja yang produktif di luar kodrat mendampingi kaum pria. Sehingga penelitian ini dibangun bertujuan untuk mengetahui perlindungan kerja perempuan dalam suatu perusahaan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan kendala-kendala serta hambatan apa saja yang dihadapi pekerja perempuan dalam suatu perusahaan. Adapun metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yaitu mengkaji dan menganalisa peraturan perundang-undangan, mengkaji literatur serta menganalisa peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa perlindungan kerja perempuan dalam suatu perusahaan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dalam prakteknya sudah dapat dikatakan cukup baik berjalan sesuai dengan aturan hukum yang ada. Kendala-kendala dan hambatan yang dihadapi pekerja perempuan dalam suatu perusahaan meliputi hal-hal yang alamiah seperti haid, hamil, dan melahirkan, mendorong diberlakukannya pasal 81 s/d pasal 83 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 yang diwujudkan dalam bentuk cuti.

Keywords
Perlindungan Kerja, Perempuan, Perusahaan, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/HwNhZ9fJkgQ4


Rekontruksi Tradisi Mebuug –Buugan Sebagai Revitalisasi Kearifan Lokal Di Desa Adat Kedonganan Kecamatan Kuta Kabupaten Badung
I Made Sudarsana, Agung Adi, Irawine Rizky Wahyu Kusuma

Show More

Corresponding Author
Kadek Adi Indra Brata

Institutions
Universitas Hindu Indonesia

Abstract
Mebuug –Buugan adalah salah satu tradisi penting dalam perayaan Nyepi yang dimiliki oleh masyarakat Adat Kedonganan. Tetapi seiring waktu, tradisi ini tidak dilaksanakan selama kurang lebih 60 tahun, berdasarkan informasi, Mabuug-Buugan terakhir dilaksanakan tahun 1965. Dalam kurun waktu tersebut hingga tahun 2012, kisah dan praktik Mabuug-Buugan nyaris tak terdengar terlebih dipraktikan. Era tahun 2014, praktik mabuug-buugan direkonstruksi dengan berbagai bentuk wacana sebagai upaya revitalisasi kearifan lokal masyarakat adat Kedonganan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sekaligus eksplanasi tentang sebab-sebab dan implikasi rekonstruksi tradisi Mabuug-Buugan di Desa Adat Kedonganan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, teori sebagai pijakan adalah semiotika. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dengan model interaktif dan triangulasi data. Berdasarkan analisis yang dilakukan, terdapat beberapa penyebab rekonstruksi dilakukan yaitu; a) problem identitas tradisi budaya masyarakat Adat Kedonganan; b) isu lingkungan; c) modernisasi pariwisata. Sedangkan implikasi dari rekonstruksi tradisi Mabuug-Buugan adalah; a) pembaharuan mitos: dari permainan ke teologi dan filosofi Nyepi; b) Terjadinya pemertahanan lingkungan mangrove; c) atraksi pariwisata tahunan. Kesimpulannya, rekonstruksi tradisi Mabuug-Buugan sebagai revitalisasi kearifan lokal Desa Adat kedonganan telah melahirkan implikasi yang berdampak terhadap pengakuan pada tradisi Mabuug-Buugan sebagai aset budaya Desa Adat Kedonganan.

Keywords
Rekontruksi, Tradisi, Mebuug –Buugan, Revitalisasi, Kearifan Lokal.

Topic
Budaya dan Kearifan Lokal

Link: https://ifory.id/abstract/zmeJMcDu3Q9Y


Pendekatan Sosial Sebagai Upaya Kanwil DJP Bali Mengurangi Tax Avoidance
IIDAM Manik Sastri, Luh Kade Datrini, Ni Putu Pertamawati

Show More

Corresponding Author
Kadek Adi Indra Brata

Institutions
Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa

Abstract
Setelah pelaksanaan Tax Amnesty pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui berbagai cara seperti: mengintensifkan sosialisasi, pemeriksaan pajak, meningkatkan pelayanan dan mengusahakan keterbukaan lebaga lain yang berhubungan dengan penyerapan data wajib pajak terutama melalui lembaga keuangan dan non keuangan. Pelaksanaan tax amnesty selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 telah memberikan stimulus bagi pertumbuhan penerimaan negara. Namun dari tahun ke tahun walaupun berbagai upaya yang telah dilaksanakan belum juga mencapai target penerimaan negara. Data menunjukkan prosentase capaian terbaik selama periode berjalan adalah di tahun 2018 yaitu sebesar 91,02%, Kondisi ini mengindikasikan adanya dugaan tindakan tax avoidanve (penghindaran pajak) yang dilakukan oleh wajib pajak di wilayah kanwil DJP Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada Kanwil DJP Bali dalam rangka mengurangi penghindaran pajak yang dilakukan oleh wajib pajak, sehingga Kanwil DJP Bali dapat mencapai target penerimaan yang ditetapkan. Hasil penelitian menemukan bahwa Tax Avoidance bukan satu-satunya penyebab tidak tercapainya target penerimaan DJP Bali, tetapi faktor kesadaran masyarakat merupakan penentu utama untuk tercapainya target penerimaan di DJP Bali

Keywords
Tax Avoidance, Target penerimaan DJP

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/vVKpPCRY6MQy


The Relationships Among Market Orientation, Customer Engagement, And Innovation Performance Of Manufacturing Smes
Ni Made Wahyuni, I Made Sara, Ida Ayu Sri Meitri

Show More

Corresponding Author
Kadek Adi Indra Brata

Institutions
Department of Management, University Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
Faculty of Economic, University Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model kinerja inovasi (innovation performance) berdasarkan pengaruh orientasi pasar (market orientation) dan keterlibatan pelanggan (customer engagement). Praktik orientasi pasar melalui keterlibatan pelanggan memungkinkan perusahaan mencapai kinerja inovasi konteks usaha kecil menengah (UKM) manufaktur Bali. Model konseptual dikembangkan untuk menganalisis peran mediasi keterlibatan pelanggan dalam hubungan orientasi pasar dan kinerja inovasi. Rancangan penelitian adalah cross-sectional. Data kuantitatif dikumpulkan dengan 242 tanggapan yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan pada manajer atau pemilik UKM manufaktur di Bali. Model diuji menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini menemukan bahwa memiliki praktik orientasi pasar yang kuat dan keterlibatan pelanggan yang tinggi sangat penting bagi pencapaian kinerja inovasi. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan hasil yang dapat diperoleh organisasi dengan membangun dan mengelola perilaku berorientasi pasar dan keterlibatan pelanggan. Oleh karena itu, memahami praktik orientasi pasar dan keterlibatan pelanggan penting dalam menciptakan kinerja inovasi yang lebih baik.

Keywords
Orientasi Pasar, Keterlibatan Pelanggan, Kinerja Inovasi

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/WQPXE6B8DzTh


Penerapan Model Pelayanan Publik Berbasis Sewaka Dharma Dalam Mendukung Praktik Good Governance Di Kota Denpasar
I Wayan Gede Suacana, I Wayan Sudana, I Nyoman Wiratmaja

Show More

Corresponding Author
Kadek Adi Indra Brata

Institutions
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Warmadewa

Abstract
Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengkaji model eksistensi dan praktik pelayanan publik berbasis sewaka dharma yang mendukung good governance di Kota Denpasar (2019-2020); 2) merekayasa model/merumuskan kebijakan pelayanan publik berbasis sewaka dharma untuk efisiensi dan efektivitas pelayanan publik di Kota Denpasar (2020-2021); 3) mengembangkan model/rumusan kebijakan pelayanan publik berbasis sewaka dharma untuk efisiensi dan efektivitas pelayanan yang mendukung praktik good governance di Kota Denpasar (2021-2022). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Sumber data penelitian ini meliputi sumber data primer (utama) dan sekunder. Wawancara mendalam (depth interview guide) merupakan instrument yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari tiga kegiatan utama, yakni penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga indikator utama, yakni responsivitas, akuntabilitas dan efisiensi berperanan didalam pelayanan publik yang berbasis kearifan lokal. Dua indikator pertama dianggap krusial karena dua indikator tersebut sejalan dengan perkembangan demokrasi yang menuntut bahwa pemerintah harus responsif dan akuntabel. Responsivitas menunjukkan pemerintah mampu membuat keputusan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Akuntabilitas mengandung makna bahwa semua tindakan pemerintah di negara-negara demokratis harus dapat dipertanggung jawabkan baik secara administratif, hukum, maupun moral. Sedangkan indikator efisiensi menunjukkan pelayanan publik dengan pelayanan yang murah dan membutuhkan waktu yang singkat. Model pelayanan publik yang diterapkan Pemerintah Kota Denpasar dengan tiga indikator utama tersebut serta berbasis sewaka dharma sangat mendukung penyelenggaraan good governance di Kota Denpasar.

Keywords
pelayanan publik, good governance, kearifan lokal

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/MaerqmZGwjtJ


Warisan Budaya Di Desa Pekraman Gelgel: Dari Teks Ke Konteks
I Made Mardika, Anak Agung Gede Raka, I Made Suwitra

Show More

Corresponding Author
Kadek Adi Indra Brata

Institutions
Program Pascasarjana Universitas Warmadewa

Abstract
Pengkajian terhadap laskap warisan budaya dan teks-teks budaya terkait sangat relevan dilakukan untuk menyusun kisah sejarah kebudayaan masa kerajaan Gelgel secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan inventarisasi, identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi warisan budaya yang ada di Desa Pekraman Gelgel, dan mengkonstruksi sejarah kebudayaan masa kerajaan Gelgel yang holistik, dengan bersandar pada beragam teks budaya, analisis kontekstual, sehingga dihasilkan gambaran sejarah yang penuh makna. Untuk mencapai target tersebut, digunakan tiga teori secara ekliktik yaitu teori arkeologi, semiotik dan hermeneutik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian budaya. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan alat bantu berupa pedoman wawancara, kartu pencatat data lapangan, kamera digital, drone dan handphone. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam kepada sejumlah informan, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk warisan budaya dari masa kerajaan Gelgel abad XIV-XVI masehi menunjukan jenis yang kaya dan beragam. Jumlah keragaman bentuk warisan budaya di Desa Pekraman Gelgel dapat dikelompokan menjadi lima jenis, yaitu: prasasti 3 buah, pura sebanyak 45, seni arca yang bercorak tradisi megalitik hingga arca masa klasik, seni pertunjukan sebanyak 5 jenis, seni kerajinan 4 jenis, dan kebudayaan islam 3 jenis. Kontekstualisasi Warisan Budaya di Desa Pekraman Gelgel menjadi basis dalam mengkontruksi sejarah kebudayaan Masa Kerajaan Gelgel menyangkut dimensi struktur kota keraton terkait dengan kehidupan sosio religious. Kesimpulannya, inventori bentuk-bentuk warisan budaya yang diunggah dalam website, dan konstruksi sejarah kebudayaan masa Gelgel yang lengkap, untuk selanjutnya dapat dikemas sebagai daya Tarik wisata (desa wisata).

Keywords
warisan budaya, teks, konteks, desa wisata

Topic
Budaya dan Kearifan Lokal

Link: https://ifory.id/abstract/jxce6N3vmEtR


Analysis Of Financial Statements To Assess The Financial Performance Of The Cooperative Loan In Gianyar Regency
Eka Jayanti

Show More

Corresponding Author
Made Dessy Kristyani

Institutions
Universitas Warmadewa

Abstract
A financial cooperative with regards to the management of the use of funds and management of the resources of the Fund. To find out the extent of the financial performance of cooperation to achieve the goal, then its important to analyze the financial statements. This research aims to know the financial performance of the cooperative loan which is at the service of cooperatives and SMALL MEDIUM ENTERPRISES of Gianyar Regency. Types of data used are secondary data. The number of cooperative loans that became the sample of this research was a cooperative loan respectively make their financial reports to the Department of cooperatives and SMALL MEDIUM ENTERPRISES of Gianyar Regency. Data analysis techniques used in this research is descriptive qualitative analysis techniques, namely by describing the financial performance of cooperatives in financial ratios Liquidity Ratios, which include Solvency, profitability, and the ratio of The activity of the year 2014, 2015 and 2016 with the guided Sweets of cooperatives and SMEs RI No. 06/Per/M-KUKM/V/2006 of Cooperative rating financial performance Standards with financial ratios. The results showed that the performance of cooperative finance seen from the liquidity ratio current ratio, represented for KSP Prapen Mas, KSP KSP Eternity Funds and Sapta Ulakan Sari from the year 2014 to 2016 shows the conditions that less good, judging from the solvency ratio is represented with the Debt to Asset Ratio and the Debt to Equity Ratio to KSP Prapen Mas, from 2014 to 2016 shows good performance, KSP Sapta Funds Amerta well enough while the KSP Ulakan Sari still shows the condition is not good, judging from the ratio of profitability that is represented by the Net Profit Margin, Return On Assets and Return On Equity, show that the financial kineja KSP Prapen Mas votes of NPM is quite good, judged from ROA well and judged from excellent ROE, KSP Sapta Eternity Funds assessed from the NPM, ROA and ROE is good enough while the KSP Ulakan Sari votes of NPM and ROA are quite good and are rated from excellent ROE and judging from the ratio of activities judged from Total Assets Turnover mul AI years up to the year 2014 2016 all cooperatives indicates performance is very less.

Keywords
Financial performance, liquidity ratios, solvency ratio, ratio, the ratio of profittabilitas activity.

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/hjGFfRQ3xdK6


Implementation Of 3r In Tackling The Bad Debt On Lpd In Kintamani Bangli
I Ketut Selamet, Ketut Sudarmini dan Ni Made Tamansari

Show More

Corresponding Author
Made Dessy Kristyani

Institutions
Universitas Warmadewa

Abstract
Channeling credit funds or activities, of course, inseparable from the troubled credit risk arising from the inability of the debtor in paying off the debt to the Creditor. In the case of travel management in Kintamani LPD as a financial institution that is in the neighborhood of the village can not avoid Indigenous cases of cases of bad debt. Judging from the development of the realization of the increase of the credit disbursed on society LPD Sekecamatan Kintamani in the span of 3 years on 2014-2016 in a row as follows: in the year 2014 is Rp. 113,361,623,000.00, the year 2015 rising to Rp. 130,326,919,000.00 and in the year 2016 rose to Rp. 140,465,469,000.00. This followed a rise in the number of clients from year to year for 5 years each; in the year 2014 as many 11,437,000 clients, the year 2015 as much 11,460,000 customer and year 2016 as much as 11,469,000 the customer. From a number of existing clients and credit such as the above that per December 2016 recorded there is 8.20% LPD categories crashes, 21.31% categories are less healthy, 11.48% categories are quite healthy and only 59.02% fall into the categories of healthy with good development and positive. Then it can be raised an issue of how the implementation of the 3R (Rescheduling, Reconditioning, Restructuring) in handling credit problematic on LPD Kintamani. To answer this problem then the researcher using qualitative descriptive analysis to expose the 3R concept implementation in dealing with bad debt. Based on the results of observation and in-depth interview on respondents taken with methods of snowball sampling, then found that: based on the data analysis and discussion of conclusions can be drawn under the 3R principles Implementation in the handling bad debt on the existing indigenous village of LPD Kintamani havent done to its full potential. On the other hand the existence of doubts attitude of managers and supervisors party leniency, in this case, is the leader of the Indigenous Villages in the running of the agreement or the rules based on the customary law had been made in resolving the question of the legal law of LPD. There is a feeling of Ewuh Pakewuh supervisor in carrying out sanctions-sanctions on perpetrators of debtors who are not disciplined. This much is driven by a sense of brotherhood that still dominates in the management of LPD is not yet fully apply the principle of professionalism in doing business.

Keywords
3R Implementation, LPD debtor, village chief, customary law

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/hbUkXBnmaJzC


Tax Compliance Test Before And After It Does Tax Amnesty In Kanwil Djp Bali
Luh Kade Datrini, Ida I Dewa Ayu Mas Manik Sastri, Ni Nyoman Rusmiati

Show More

Corresponding Author
Made Dessy Kristyani

Institutions
Universitas Warmadewa

Abstract
The implementation of the tax amnesty during the period of July 2016 to March 2017 has provided a stimulus for the growth of state revenues. It was noted at the DGT Bali that the number of corporate taxpayers and individuals participating in the tax amnesty were 31,747 Statement of Assets (SPH), with the amount of assets amnesty valued at Rp. 63,219.15 billion. The total amount of ransom received by the Bali DGT Regional Office during the tax amnesty period was Rp. 1,189.58 billion. The purpose of this study is to obtain empirical evidence of differences in taxpayer compliance, before and after the passing of the tax amnesty at the Bali DGT Regional Office. The output of this research is to provide policy guidance to the Regional Office of the Directorate General of Taxes in making efforts to improve taxpayer compliance through increased tax revenues. The results of the study show that there is no significant effect on the number of additional taxpayers and the amount of tax revenue before and after the tax amnesty is implemented

Keywords
Tax Compliance, Tax Amnesty

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/ZGPbE6BAXYrv


Regulatory Model for Structuring of Small Business in Developing Tourism Destination
Ni Luh Made Mahendrawati, Ni Made Jayasenastri, IB Gede Agustya Mahaputra

Show More

Corresponding Author
Made Dessy Kristyani

Institutions
Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Abstract
The development of an area to become a tourism destination inevitably involves many cooperating parties and a systematic and integrated regulation with other sectors. In order to create orderliness there is a need for a business legal approach to be involved so that tourism activities do not bring about unendurable negative impacts. One of the negative impacts in question is the occurrence of unfair business competition, especially between small business actors in tourism destinations. Thus, there is a need of regulatory model for structuring small businesses in the tourist destination. Hence, in the present study we made use of normative study design to explore the regulatory model for structuring small businesses from a juridical, sociological and philosophical perspective. We dealt with discovering an alternative model that is best used in regulating the appropriate structuring of small business so that fair business competition does occur. Access to economic resources in the tourism sector can be obtained fairly by all entrepreneurs both of micro and macro levels.

Keywords
Regulatory Model, Small Business, Tourism Destinations

Topic
Tata Ruang Aspek Kepariwisataan

Link: https://ifory.id/abstract/NanzPvUjAB32


Identification of ground motion prone areas triggering earthquakes based on microtremor data in Jati Agung District, South Lampung Regency, Lampung, Indonesia
Yohana Noradika Maharani (a*), Arif Rianto Budi Nugroho (b), Dzikrina Farah Adiba (a), Iin Sulistiyowati (a)

Show More

Corresponding Author
BIMA PRABAWA DEWA GEDE

Institutions
(a) Institut Teknologi Naisonal Yogyakarta, Jalan Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta (b) Institut Teknologi Sumatera, Ryacudu Bypass, Way Hui, Jati Agung, South Lampung, Indonesia (c) Kwansei Gakuin University, japan
*vico.luthfi[at]fi.itera.ac.id

Abstract
Jati Agung District is an area planned by the Lampung government to become a new city of the central government in Lampung. Aspects of city planning include aesthetics and safety. The geophysical study is conducted as disaster mitigation efforts to make the city have a good level of safety. The purpose of this study is to measure earthquake activities in the research areas that could be developed as data in disaster mitigation. The geophysical study was conducted by measuring the microtremor at 15 points. The microtremor signal is processed by the HVSR method to obtain information on natural frequency and amplitude. Natural frequencies and amplifications were analyzed to obtain the Peak Ground Acceleration (PGA) and Ground Shear Strain values. The results of PGA values and Ground Shear Strains indicate indications of soil fracture-prone areas. The results showed that the PGA value was 12.34638 gal to 22.18974 gal, while the Ground Shear Strain value was 53.34322x10-6 to 729.6847x10-6.

Keywords
Earthquake; geophysics; PGA; Ground Shear Strain; microtremor

Topic
Disaster Management and Environmental Issues

Link: https://ifory.id/abstract/UtTp4bGEx9YK


BANK INCOME STRUCTURE IN INDONESIA: AN ANALYSIS OF THEORY OF STRUCTURE-CONDUCT-PERFORMANCE
Dadang Agus Suryanto

Show More

Corresponding Author
Dadang Agus Suryanto

Institutions
Management Science School of Postgraduates of Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
The aims of this study is to analyze empirically the phenomenon of bank income in the period 2013 – 2017 using the structure-conduct-performance theory. The method used is the panel regression model, The results of the study found that the banks- interest income in Indonesia can be explained by the variable of loan market share, bank efficiency supported by economic growth in a positive direction. Likewise, the banks- non-interest income in Indonesia can be explained by ownership of ATMs, bank efficiency supported by economic growth in a positive direction. The linearity of the influence of the independent variables included in the structural and behavioral aspects of the performance aspects shows that the explanation of changes in interest income and non-interest income can be explained by the structure-conduct-performance theory.

Keywords
Structure of Bank Income, Interest Income, Non-Interest Income, Structure-Conduct-Performance

Topic
Financial Management and Accounting

Link: https://ifory.id/abstract/DUWwqGdZaFzY


BASIC SANITATION, IS IT AN IMPORTANT FACTOR IN DENGUE TRANSMISSION?
T. Respati, A. Raksanagara, R. Wangsaputra

Show More

Corresponding Author
Titik Respati

Institutions
1) Faculty of Medicine, Universitas Islam Bandung, Indonesia
2) Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran, Indonesia
3) Department of Industrial Engineering. Institut Teknologi Bandung

Abstract
The unavailability of basic sanitation facilities, waste management and clean water is one of the essential factors influencing dengue in developing countries. However, this important factors mostly neglected by local government. This paper describe the basic sanitation facilities including clean water, toilet facilities and sewage systems (liquid waste) or household solid waste, and the presence of mosquito breeding places to dengue cases. This a mixed method research with data collected from Health District Office and a survey conducted in 2,036 houses. Results showed that factors that influence the existence of a breeding place in the house is the condition of the house, trash and wastewater disposal facilities. While related to breeding places outside the home are: latitude, two-story houses, and the availability of trash bins and wastewater facilities. In conclusion dengue cases and breeding sites are influenced by land use, especially the formation of unplanned housing; and availability of basic sanitation facilities

Keywords
dengue, breeding places, basic sanitation facilities

Topic
other related topics

Link: https://ifory.id/abstract/ypMJgdxE9uv6


Initial gamification project to increase mental health awareness for Indonesia youth
E. Nurhayati1, T. Respati1, E. Nugroho2, A. Shandriasti2, F.A. Yulianto1, B. Budiman1 & Y. Feriandi1

Show More

Corresponding Author
Eka Nurhayati

Institutions
1Department of Public Health, Faculty of Medicine, Bandung Islamic University
2Kummara, Bandung

Abstract
This paper presents a design and preliminary results of our initiatives to explore gamification approach to in-crease mental health awareness for Indonesian youth. Consider the current knowledge about mental health among youth in Indonesia, mixed method using both qualitative and quantitative approach was proposed as this research method. These approach is believed to be best to understand stigma on people with mental health disorder among youth.

Keywords
gamification approach, mental health awareness, disorder among youth

Topic
Public Health and Occupational Health

Link: https://ifory.id/abstract/hDLCaKpjPZzt


Determinant of Students Who Want to Become Entrepreneurs
Endrianto Ustha; Agus Rahayu; LA Wibowo

Show More

Corresponding Author
Endrianto Ustha

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
The purpose of this study was to analyze the effect of success themselves, would risk tolerance, freedom of work, need for achievement, and the readiness of the instrumentation in Bandung against the student wishes to become entrepreneurial. Types of data used is primary data. Methods the research was survey with inductive analysis approach to look at ways that are generally used in a tested factors influencing students desire to become entrepreneurs. Method of data collection using the questionnaire with the number of respondents as many as 100 people. Sampling techniques used are simple random techniques (Random Sampling Method). The data is processed and analyzed by using SPSS application assistance. Analytical tools used in this study is testing the validity, reliability, and multiple linear regression. The results of this study indicate that the variable Self Success, freedom of work and the need for achievement is dominant in the variables affect the desire of the Students in Bandung to become Entrepreneurs.

Keywords
The Success Of The Self, Will Risk Tolerance, Freedom Of Work, Need For Achievement, The Readiness Of The Instrumentation.

Topic
Strategic Management, Entrepreneurship and Contemporary Issues

Link: https://ifory.id/abstract/NaWvjMV48ABY


Realising Quality Early Childhood Education and Parenting in Indonesia: Pitfalls and Strategies
Harris Iskandar

Show More

Corresponding Author
Harris Iskandar

Institutions
Ministry of Education and Culture, Republic of Indonesia

Abstract
Quality ECCE and parenting education services are noble objectives and aspirations that are desired by everyone, both at the global and national levels. These ideals are further strengthened by the commitments of the world in general and Indonesia in particular that guarantee and promise to be fulfilled by 2030 at the latest. This paper elaborates logical and measurable solutions and strategies that can be implemented in order to realise the commitments.

Keywords
ECCE; Indonesia

Topic
Access, Participation and Quality of Early Childhood Education

Link: https://ifory.id/abstract/WzEpr239TumP


Investing in Quality Early Childhood Education for Quality Indonesian Human Resources
Muhammad Hasbi

Show More

Corresponding Author
Muhammad Hasbi

Institutions
Ministry of Education and Culture

Abstract
Early Childhood Education (ECE) is an important foundation of quality and sustainable human life in Indonesia. The Presidential Decree Number 60/2013 on Holistic and Integrative Early Childhood Education mandates that there are five basic needs that all Indonesian children should have, namely health, nutrition, education, care and protection. In line with it, relevant stakeholders are expected to collaborate and work hand in hand to realise quality ECE. There are at least three important parties to be involved: family or parents, educational units and health institutions. Of these three, it is important to note four things: first, the quality of the teachers, especially in establishing patterns of communication or interaction between teachers and children. Second, curriculum and methods, such as the ability to create and innovate play-based learning methods. Third, it is important to integrate health institutions in ECE units. Finally, parenting plays an essential role to stimulate childrens development.

Keywords
Quality; ECE; Parenting; Holistic Integrative

Topic
Access, Participation and Quality of Early Childhood Education

Link: https://ifory.id/abstract/wtuazT93F7WY


Managing Service Quality Towards Customer Satisfication of PT. Bank Panin Dubai Syariah, Tbk.
Dewi Mayangsari ;Ratih Hurriyati; Disman; LA Wibowo

Show More

Corresponding Author
Dewi Mayangsari

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
This research aimed to analyse the influence of 5 dimensions of service qualities Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy towards customer-s satisfaction. The research subject is a company engaged in sharia banking that has been listed in Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bank Panin Dubai Syariah, Tbk. The research samples were 100 customers of PT Bank Panin Dubai Syariah, Tbk throughout Indonesia. The technique of collecting research samples used simple random sampling. It was due to all customers of PT Bank Panin Dubai Syariah, Tbk had the same opportunity to become samples without any conditions. 5 hypotheses were found in this research. The research concludes that quality service which consists of tangible, reliability, responsiveness, assurance and empathy dimensions have significant influence on level of customer-s satisfaction of PT Bank Panin Dubai Syariah, Tbk.

Keywords
service quality, tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy, customer satisfaction

Topic
Marketing Management

Link: https://ifory.id/abstract/vxnp7XL32GTV


The Effect of Macroeconomics on The Performance of Commercial Banks in Indonesia
Ahmad Fuad; Disman

Show More

Corresponding Author
Ahmad Fuad

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
This paper analyzes the effect of macroeconomic indicators, including Gross Domestic Product (GDP), inflation, Bank Indonesia interest rates (BI rates), Jakartas composite stock index, exchange rates and crude oil prices) on the performance of commercial banks in Indonesia. We use the Vector Error Correction Model (VECM) on monthly banking data from 2012-2018 and obtain several research findings. First, the impulse response function shows the greatest response to the banks efficiency performance which is proxied by the BOPO ratio due to the influence of shocks in the macro economy; The author believes the volatility of this bank efficiency indicator represents the inefficiency of commercial banks in Indonesia. Second, based on the analysis of variance decomposition, ROA and NPL provide the weakest response to macroeconomic shocks. Third, the author believe the application of Bank Indonesia interest rates as an effective monetary instrument according to result of study that Bank Indonesias interest rate shocks generally provide the biggest response from most bank performance indicators.

Keywords
Gross Domestic Product (GDP), BOPO, Impulse Response Function, Vector Error Correction Model (VECM)

Topic
Financial Management and Accounting

Link: https://ifory.id/abstract/WMK4EyUktDZR


COMPETITIVE ADVANTAGES STRATEGY OF RURAL BANKS IN WEST JAVA
Ucu Supriatna; Agus Rahayu; Lili Adi Wibowo; Mochamad Dudih Sugiharto

Show More

Corresponding Author
Ucu Supriatna

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
The goals of this research are to find what factors affecting the rural banks in encountering the bank business competition, reasons why the rural banks in West Java gain difficulties in to possess the competitive advantages, and finding ways of the rural banks can surpass the competition. There are 87 respondents consisting the customers of the public banks and the rural ones. The data is analyzed using the multiple linear regression. The findings if the research show that the human resources total affects the service, the interest rate does not affect the service, the information technology does not affect the service partially and the human resources total, the interest rate and , the information technology affect the service simultaneously. In conclusion, the prominent factor the affects the service in the rural banks is the human resource management.

Keywords
rural banks, human resource management, interest rate and information technology

Topic
Strategic Management, Entrepreneurship and Contemporary Issues

Link: https://ifory.id/abstract/HtkjTCxmAZv6


The Passive and Active Optimal Portfolios
Dwi Fitrizal Salim; Disman; Ikaputera Waspada

Show More

Corresponding Author
Dwi Fitrizal Salim

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
The portfolio was introduced for the first time by Markowitz in 1952, where the journals that are used as a reference for almost all researchers who research about portfolio, portofolio slection. Then the mixing from various types of stocks can be done to eliminate the similar homogeneity. If the mixing practice is done then the risk that will arise from the investment will be accumulated Sharpe (1964). This study uses EVA and MVA ratios to form active and passive portfolios in order to obtain an optimal portfolio. The samples used were 24 stocks which entered consistently in the LQ 45 for 2014-2018 period. The conclusions of this study is to support the previous research by Hendrawan and Salim (2017) which states that the active strategy gives a higher return than the passive strategy. High EVA portfolio gets the highest return of 43.75 in the passive portfolio strategy, then Low EVA gets the highest return on the active portfolio of 45.95%.

Keywords
Active Portfolio,EVA, MVA, Passive Portfolio

Topic
Financial Management and Accounting

Link: https://ifory.id/abstract/mgLbXvUeBhjk


Page 1 (data 1 to 30 of 15939) | Displayed in 30 data/page

Featured Events

AASEC 2020

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats