Indonesia Conference Directory


<< Back

Pemanfaatan Elektroda Pb/PbO2 dari Aki Bekas sebagai Elektroda untuk Menurunkan Kadar Amonia (NH3) pada Limbah Cair Rumah Sakit dengan Metode Elektrolisis
Riyanto*, Sartika Adi Ningrum, Dilla Sasvita, Ega Dwi Sintadani

Prodi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta Indonesia 55584
*e-mail: Riyanto[at]uii.ac.id


Abstract

Rumah sakit merupakan tempat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat yang menjadikannya sebagai salah satu penghasil limbah cair yang berpotensi sebagai pencemar lingkungan karena mengandung berbagai macam senyawa yang berbahaya bagi lingkungan. Salah satu senyawa berbahaya tersebut adalah senyawa amonia. Kadar amonia di lingkungan perairan yang sangat tinggi dapat menjadi racun bagi ikan dan kehidupan akuatik lainnya dan menyebabkan eutrofikasi, sehingga air menjadi keruh dan berbau karena pembusukan lumut-lumut yang mati. Banyak metode yang digunakan untuk menurunkan kadar amonia salah satunya adalah metode elektrolisis. Dalam penelitian dilakukan penurunkan kadar amonia pada limbah cair rumah sakit menggunakan elektrolisis dengan memanfaatkan limbah elektroda Pb dan PbO2 yang diambil dari aki bekas karena Pb/PbO2 yang terdapat dalam aki yang tidak terpakai dapat bersifat racun apabila dibuang ke lingkungan. Proses elektrolisis limbah cair rumah sakit dilakukan dengan variasi tegangan, waktu, dan elektrolit untuk mengetahui kondisi penurunan kadar amonia yang paling optimum. Komposisi unsur dalam elektroda Pb dan PbO2 dianalisis menggunakan SEM-EDS dan hasil elektrolisis dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi elektroda Pb terdiri dari timbal (Pb) 76,52%, oksigen (O) 16,44% dan belerang (S) 7,04%. Komposisi elektroda PbO2 terdiri dari timbal (Pb) 75,64%, oksigen (O) 16,94% dan belerang (S) 7,42%. Setelah dilakukan elektrolisis, didapatkan kondisi tegangan, waktu elektrolisis, dan elektrolit terbaik untuk menurunan kadar amonia masing-masing adalah 15 V, 90 menit, dan NaCl 0,1 N. Persentase penurunan kadar amonia pada limbah cair rumah sakit JIH yang dielektrolisis pada kondisi terbaik sebesar 68,38%.

Keywords: amonia, elektroda Pb/PbO2, elektrolisis, limbah cair rumah sakit

Topic: Lain-lain

Link: https://ifory.id/abstract/NzD2WBxatYmH

Conference: Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains (SNIPS 2018)

Plain Format | Corresponding Author (Sartika Adi Ningrum)

PDF (667 kB)

Featured Events

AASEC 2020

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats