Indonesia Conference Directory


<< Back

Abstract Topic: Keberlanjutan Lingkungan Terbangun

Page 1 (data 1 to 9 of 9) | Displayed ini 30 data/page

ANALISIS KAPASITAS RESERVOAR DAN SALURAN TRANSMISI DESA LAANG TANDUK
Reinaldy Lagha, Dr.Ir.Trihono Kadri,MS

Show More

Corresponding Author
Reinaldy Lagha

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Penyediaan air bersih belum sepenuhnya merata di Indonesia. Masyarakat di beberapa daerah khususnya pedesaan harus mencari sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Itulah yang dialami masyarakat desa laang tanduk yang bermukim di dataran tinggi dengan sumber air yang tidak terjamin kebersihannya. Maka dari itu, pemerintah merencanakan reservoar dan jaringan distribusi yang dinilai mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Namun, perlu untuk menganalisa kembali perencanaan yang ada untuk memastikan kebutuhan masyarakat telah tercukupi dan karena sifatnya yang tidak hanya melihat kualitas dan kuantitas melainkan kontiniuitas, melihat penduduk yang terus bertambah sehingga dipertimbangkan kebutuhan masyarakat di tahun mendatang. Hasil analisa menyatakan, pada tahun 2017 kebutuhan air sebesar 5,103 lt/dt di jam puncak dengan kapasitas reservoar 50 m³ dan terdiri dari pipa berdimensi 2,5-8 inci. Adanya pertumbuhan penduduk menyatakan kebutuhan air meningkat menjadi 9,548 lt/dt dengan kapasitas tampungan 95 m³ dan pipa berdimensi 3-12 inci. Akibat perbedaan elevasi dan terdapat kehilangan energi yang signifikan, menyebabkan penggunaan pompa di 2 titik. Dengan ini, disimpulkan bahwa perencanaan yang ada telah memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih namun di tahun mendatang pada tahun 2030, baik kapasitas reservoar maupun sistem transmisi yang diwadahi oleh pipa tidak relevan lagi untuk digunakan sehingga kapasitas reservoar dan saluran transmisi harus diperbesar.

Keywords
Kebutuhan air bersih, kapasitas reservoar, saluran transmisi, pompa

Topic
Keberlanjutan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/teUM6ZJpHjr2


ANALISIS PEMILIHAN MATERIAL RAMAH LINGKUNGAN BERDASARKAM JEJAK KARBON
Agung Subekti Nurcahyono, Bambang Endro Yuwono

Show More

Corresponding Author
Agung Subekti Nurcahyono

Institutions
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti, Jakarta

Abstract
Selain memenuhi unsur 3 R, pemilihan material ramah lingkungan juga didasarkan pada jarak angkut yang nantinya akan mempengaruhi besar kecilnya emisi karbondioksida yang dihasilkan. Hasil penelitian ini adalah mendapatkan total emisi karbondioksida dari setiap penyuplai karpet sebelum dan setelah diasumsikan. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data primer maupun data sekunder dari proyek maupun masing-masing penyuplai. Hasil dari perhitungan didapat bahwa pada kendaraan angkut oleh PT PCA mengalami peningkatan emisi karbon terbesar sebesar 40,67% dan mengalami penurunan emisi karbon sebesar 57,23%. PT TFI mengalami peningkatan emisi karbon terbesar sebesar 3,85% dan mengalami penurunan emisi karbon sebesar 39,19%.

Keywords
material ramah lingkungan; emisi karbondioksida; penyuplai; produktivitas truck

Topic
Keberlanjutan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/MWcuNqzr8Rg7


ANALISIS PENINGKATAN PERINGKAT SERTIFIKASI GREEN BUILDING TERHADAP EFISIENSI DAN KONSERVASI ENERGI GEDUNG ALAMANDA TOWER
Fathan Rizaldy, Dr. Ir. Bambang Endro Yuwono., MS

Show More

Corresponding Author
Fathan Rizaldy

Institutions
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Abstract
Pembangunan infrastruktur yang terus berlangsung di kota Jakarta sangat berpengaruh terhadap kelestarian dan energi dalam bangunan. Upaya yang dapat dilakukan menerapkan konsep Green Building. Sayang nya di Jakarta belum banyak bangunan yang menerapkan konsep Green Building. karena itu perlu adanya Analisis Peningkatan Peringkat Sertifikasi Green Building Terhadap Efisiensi dan Konservasi Energi Gedung. Analysis menggunakan pendekatan deskriptif yang dilakukan terhadap Gedung Alamanda Tower, yang dengan langsung terhadap objek yang ditinjau. Berdasarkan Analisis dapat disimpulkan bahwa Efisiensi dari gedung alamanda sudah cukup baik karna sudah mencapai poin yang di tentukan, dan sudah mencapai standarisasi bangunan Green Building untuk penggunaan Konsumsi Listrik.

Keywords
Green Building, Efisiensi dan Konservasi Energi, Gedung Alamanda Tower

Topic
Keberlanjutan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/jG63unTedcFb


Identification Of Outpatient Unit Room In Class “A” General Hospital In Jakarta
Hendrawan Junianto R(a*) , Enny S. Sardiyarso (b), Sri Handjajanti (c)

Show More

Corresponding Author
Hendrawan Junianto Roslie

Institutions
School of Architecture, Faculty of Civil Engineering and Planning, Trisakti University, Jl. Kyai Tapa no. 1, Jakarta 11450, Indonesia

Abstract
The hospital is an organization consisting of professional medical personnel whose function is to provide health services. To make it easier to provide services to patients, the hospital is divided into several units, one of which is the outpatient unit. Outpatient care unit is a unit that can provide diagnostic services and provide treatment to patients quickly and precisely in accordance with Ministry of Health Regulation standard no. 56 of 2014. The object of study from this research is Tarakan Hospital, Jakarta, Friendship Hospital & RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo which is a class A hospital located in Jakarta that will be examined whether it meets applicable standards. The research method used is the comparison method that compares outpatient care facilities. The purpose of this study is to find out that class A public hospitals in Jakarta have complete outpatient facilities and comply with applicable standards. Based on the results of the study, the hospital service unit has met applicable standards but Dr. RSUPN Cipto Mangunkusumo has the highest number of services. Based on the capacity and the amount of space, Tarakan Regional Hospital has the most appropriate amount in accordance with applicable standards. The average capacity of Tarakan District Hospital is 28 people with an average space of 5.75m² / person.

Keywords
Comparative, Hospital, Outpatient

Topic
Keberlanjutan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/zgBvUeLEydhD


KARAKTERISTIK MATERIAL HIJAU BAGI DESAIN FASAD APARTEMEN
Nurheriyati Lusiana (a), Dr. Ir. Nurhikmah Budi Hartanti, MT (b), Jimmy S Juwana, MSAE (c)

Show More

Corresponding Author
nurheriyati lusiana

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Apartemen memiliki elemen-elemen yang berperan dalam mendukung fungsinya sebagai hunian, serta menjadi faktor yang dipertimbangkan penghuni dalam memiliki apartemen. Salah satu elemen bagian yang paling mudah dinilai orang awam adalah fasadnya. Fasad dapat diciptakan oleh beberapa elemen, seperti permukaan dinding, tipe dan jenis struktur, pengaturan tata letak bukaan, serta penggunaan ornamen dan dapat direncanakan sesuai dengan kebutuhan ruang dalam. Salah satu konsep bangunan hijau adalah penggunaan material konstruksi yang ramah lingkungan. Dimana material tersebut diproduksi, digunakan, dan dirawat dengan seminimal mungkin untuk tidak merusak lingkungan. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif dengan membandingkan persamaan dan perbedaan dari beberapa fasad bangunan apartemen yang telah menggunakan material hijau. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk merumuskan karakteristik material hijau yang cocok untuk fasad bangunan apartemen. Kesimpulannya adalah penggunaan material hijau pada apartemen umumnya menggunakan material dari bahan kaca, alumunium, beton, dan kayu.

Keywords
fasad bangunan, material hijau, apartemen

Topic
Keberlanjutan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/Wa8hwz4PLnDf


PENERAPAN KONSEP HEALING ENVIRONMENT DI RUANG REHABILITASI MEDIK DAN HEALING GARDEN PADA RUMAH SAKIT ORTHOPEDI
Siti Marpuah, Oka Shindu Pribadi, Ratih Budiarti

Show More

Corresponding Author
Siti Marpuah

Institutions
Architecture of Trisakti University

Abstract
Keberadaan ruang rehabilitasi medik di rumah sakit orthopedi memiliki peran penting dalam proses penyembuhan pasien orthopedi. Sayangnya kondisi ruang rehabilitasi medik kurang diperhatikan dengan baik, oleh karena itu diperlukan sebuah konsep yang memberikan efek positif terhadap pengguna, dan mempercepat proses penyembuhan yakni dengan menerapkan pendekatan desain healing environment. Metode pengolahan data yang dilakukan dalam perumusan laporan penelitian ini menggunakan metode deduktif sedangkan metode yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan studi literatur dan studi lapangan. Hasil akhir dari penelitian ini berupa usulan rancangan penerapan konsep healing environment di ruang rehabilitasi medik dan healing garden pada rumah sakit orthopedi.

Keywords
Healing Environment, Rumah Sakit Orthopedi, Rehabilitasi Medik

Topic
Keberlanjutan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/LjMmtTceN9Kp


PENERAPAN MATERIAL TERBARUKAN PADA RUANG KONFERENSI
Irwansyah Sulistio S, Martinus Bambang Susetyarto, Endang Marlina

Show More

Corresponding Author
irwansyah sulistio irwan

Institutions
UNIVERSITAS TRISAKTI

Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembangunan yang menghasilkan dampak negatif yang berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan. Sementara material ramah lingkungan sebagai salah satu cara yang dapat diaplikasikan pada bangunan sebagai gerakan sustainable construction. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip-prinsip green (sustainable, earthfriendly, high performence building) pada ruang conference dan mengidentifikasi elemen-elemen material ramah lingkungan dari sudut pandang desain. Teori greenship sebagai tolak ukur dalam penilaiannya. Material ramah lingkungan sebagai bahan material merupakan satu langkah yang layak dipilih dalam merancang ruang yang sehat dan nyaman serta sebagai suatu upaya untuk menyelamatkan lingkungan akibat efek negatif dari material yang biasa digunakan pada bangunan.

Keywords
Ruang Conference, Material Terbarukan

Topic
Keberlanjutan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/fXYbwtZveJ7W


Pengaruh sertifikasi green building terhadap tingkat kenyamanan pengguna pada gedung wijaya karya jakarta
Deny Arkan Agusta

Show More

Corresponding Author
Deny arkan Agusta

Institutions
Trisakti University

Abstract
Green Building dirancang dan dikembangkan, serta dijalankan dengan mempertimbangkan unsur-unsur seperti udara dalam ruangan, penggunaan sumber daya yang berkualitas dan efisien. Untuk membangun gedung yang mempunyai predikat layak disebut sebagai green building maka harus memenuhi kriteria yang telah dibuat oleh lembaga sertifikasi, green building council indonesia melalui sistem rating greenshipnya adalah lembaga sertifikasi yang telah diakui diindonesia. Namun sayang masih sedikit bangunan yang tersertifikasi green building dari GBCI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat kenyamanan pengguna gedung tersertifikasi green building. Data didapatkan dari penyebaran kuisioner yang kemudia diolah dengan SPSS dan hasilnya responden merasa lebih nyaman berada digedung Wijaya Karya yang telah tersertifikasi green building

Keywords
Green building, GBCI, gedung wijaya karya

Topic
Keberlanjutan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/zF8rAEpqmLc7


PENGGUNAAN KEMBALI BUBUK TERAK NIKEL SEBAGAI SUBSITUSI SEMEN DALAM PEMBUATAN BETON RAMAH LINGKUNGAN
Reynaldi Akbar; Dr. Lisa Oksri Nelfia,ST.,MT.,Msc.; Dr. Ir. Sotya Astutiningsih,M.Eng.

Show More

Corresponding Author
Reynaldi Akbar

Institutions
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Abstract
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya, mulai dari minyak bumi, batu bara, nikel dan sebagainya. Berdasarkan data laporan tahunan (Antam, 2013) jumlah terak nikel kian hari kian menumpuk, karena setiap proses pemurnian satu ton produk nikel dengan umpan pengelolahan biji nikel antara 1.8 % - 2 %. 5% emisi CO2 di atsmosfir disebabkan oleh produksi semen (Azeez Bahedh and Saleh Jaafar, 2018) (Hendriks et al., 2000)(Mahasenan and Humphreys, 2002), sehingga penggunaan semen dalam bidang konstruksi perlu direduksi dengan mensubsitusi dengan material yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan bubuk terak nikel menjadi substitusi parsial semen. Karakterisasi fisik dan mineral dilakukan sebelum material ini digunakan dalam campuran beton. Pengujian sifat mekanik dari beton dengan campuran bubuk terak nikel ini meliputi kuat tekan dan kemudahan pengerjaan di lapangan (workability), kemudian dibandingkan dengan beton yang menggunakan 100% semen (OPC tipe 1) sebagai reference. Dalam pengujian ini, beton ditargetkan dapat mencapai kuat tekan rata-rata 30 MPa umur 28 hari tanpa menggunakan chemical admixture. Dari hasil pengujian Blaine didapatkan bahwa bubuk terak nikel memiliki kehalusan partikel yang lebih tinggi dari semen senilai 4360 cm2/gr. Dilihat dari sifat mekanik beton, bubuk terak nikel secara umum dapat mensubsitusikan semen hingga 20%.

Keywords
limbah, bubuk terak nikel, subsitusi parsial semen, material ramah lingkungan

Topic
Keberlanjutan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/8dq6M2hWETUK


Page 1 (data 1 to 9 of 9) | Displayed ini 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats