Page 1 (data 1 to 30 of 34) | Displayed ini 30 data/page
Corresponding Author
Fourier Dzar Eljabbar Latief
Institutions
a) Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*fourier[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Pada penelitian ini dikembangkan metode dan perangkat yang dapat digunakan dalam melakukan analisis kuantitatif fenomena tumbukan dua dimensi yang terjadi pada permainan karambol, yaitu dengan menggunakan analisis citra digital yang diambil dengan teknik long exposure. Long exposure merupakan teknik pengambilan gambar pada kamera yang mampu merekam seluruh jejak benda, khususnya benda yang memancarkan cahaya dan bergerak pada suatu waktu tertentu. Agar jejak gerak benda dapat dianalisis, maka jejak gerak benda yang bersifat garis kontinu harus diubah menjadi jejak yang diskrit. Perangkat kamera yang telah dilengkapi fitur long exposure harus diletakan di depan sebuah piringan berlubang yang berputar. Piringan ini berfungsi sebagai pencacah (chopper), yaitu celah bagi kamera untuk menangkap lintasan dari biji karambol dan mengubahnya menjadi jejak-jejak diskrit. Analisis sebagai validasi awal dilakukan dengan membandingkan deteksi kecepatan awal biji karambol yang dilepaskan oleh pelontar. Hasil pengukuran kecepatan dibandingkan dengan acuan yang diambil dari data yang diperoleh dengan analisis video digtital, yang selama ini sudah banyak digunakan dalam berbagai percobaan mekanika. Dari data yang dihasilkan, dapat disimpulkan bahwa data kecepatan awal lontaran biji karambol yang diperoleh dengan analisis citra digital yang diambil dengan teknik long exposure pada chopper dengan 4 lubang dan berputar dengan kecepatan putar ±1540 rpm tidak jauh berbeda dengan hasil kecepatan awal referensi. Dari data di atas dapat diperoleh standar deviasi (SD) dan standar deviasi relatif (SDR) masing-masing sebesar 0,045 dan 1,01%. Adapun galat relatif kecepatan awal antara data hasil analisis citra digital dengan data hasil analisis video digital adalah 1,13%, nilai ini masih berada pada batasan yang dapat diterima dan menunjukkan bahwa perobaan ini memiliki nilai akurasi yang cukup baik. Berdasarkan hal ini dapat disimpulkan bahwa metode analisis citra digital dengan teknik long exposure sudah cukup akurat dalam mengukur kecepatan awal biji karambol dan dapat digunakan untuk analisis fenomena tumbukan yang lebih lanjut.
Keywords
eksperimen Fisika; tumbukan; kecepatan awal; long exposure
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
E Emiliannur
Institutions
1Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia
2Departemen Pendidikan Teknik Elektro, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia
3Profesor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia
4Departemen Pendidikan Biologi, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia
a)E-mail: emiliannur_sy[at]student.upi.edu
Abstract
Banyak penelitian belakangan ini mengkaji tentang keterampilan berpikir kritis, namun masih sedikit yang mengetahui tentang kecenderungan (disposisi) siswa untuk menggunakan keterampilan tersebut. Disposisi berpikir kritis merupakan satu bentuk kecenderungan seseorang untuk kritis dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan disposisi berpikir kritis Fisika siswa melalui penerapan model asesmen kinerja. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 68 siswa kelas XI IPA di salah satu Sekolah Menengah Atas di Sumatera Barat, Indonesia. Sampel kemudian dibagi menjadi kelas eksperimen kelompok 1 (32 orang) dan kelas eksperimen kelompok 2 (36 orang). Desain penelitian yang digunakan yaitu one group pretest-posttest design. Data dikumpulkan melalui tes esai dan kuisioner DBK. Hasil penelitian ini adalah terdapat peningkatan disposisi berpikir kritis siswa dengan N-gain sebesar 0.55 pada kelas eksperimen kelompok 1, dan sebesar 0.32 pada kelas eksperimen kelompok 2.
Keywords
asesmen kinerja, disposisi berpikir kritis, respon disposisi berpikir kritis siswa
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Juwansyah Sasmita
Institutions
Laboratorium Fisika Listrik dan Magnet,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Keywords
Fenomena Arus Eddy, Smartphone, koefisien redaman magnetik
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Triati Dewi Kencana Wungu
Institutions
a) Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*dhiahanaaa[at]gmail.com
b) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132
c) Kelompok Keilmuan Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik gerak harmonik sederhana pada sistem pegas yang bermassa. Karakteristiknya meliputi posisi, percepatan, konstanta pegas, dan energi benda. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data melalui perekaman video yang kemudian dianalisis pada video tracker. Hasil analisis dipresentasikan dalam bentuk data dan grafik. Pada eksperimen gerak harmonik diperoleh karakteristik percepatan benda yang bergerak osilasi sebanding dengan posisi benda namun dengan arah yang berlawanan. Perhitungan konstanta pegas berdasarkan massa dan frekuensi benda. Grafik energi terhadap posisi menunjukkan bahwa energi mekanik sebanding dengan kuadrat amplitudo gerak benda. Kemudian untuk eksperimen perambatan gelombang stasioner diperoleh cepat rambat gelombang berdiri yang dipengaruhi tegangan tali. Hasil penelitian yang diperoleh dapat diimplementasikan sebagai media pembelajaran fisika pada materi Gelombang
Keywords
Gerak Harmonik Sederhana, Gelombang Stasioner, Video Tracker
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Richardo Barry Astro
Institutions
1Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 401322
2Laboratorium Fisika Nuklir,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) richardobarryastro[at]gmail.com
b) amirudin.dessy[at]gmail.com
c) dhiahanaaa[at]gmail.com
d) sitihumairo.z[at]gmail.com
e) dudung[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koefisien gesek statik (mu_{s}) dan kinetik (mu_{k}) berbagai permukaan benda seperti kayu, kaca, dan aluminium. Penelitian dikaji melalui eksperimen gerak benda pada bidang miring. Sistem utama yang digunakan dalam eksperimen meliputi benda berbentuk balok dengan tiga jenis permukaan berbeda. Massa dan luas permukaan ketiga benda serta panjang bidang luncuran dibuat konstan, dengan sudut kemiringan bidang yang dapat diatur. Eksperimen untuk menentukan mu_{s} dilakukan dengan mencari sudut kemiringan bidang ketika benda tepat akan bergerak. Sedangkan untuk menentukan mu_{k} dengan cara mengamati luncuran benda dari puncak bidang miring yang kemudian didokumentasikan dalam bentuk video. Selanjutnya dilakukan analisa menggunakan aplikasi video tracker untuk memperoleh grafik kecepatan benda terhadap waktu dengan berbagai variasi sudut. Hasilnya diperoleh bahwa mu_{s} dan mu_{k} pasangan balok kayu < kaca < aluminium.
Keywords
Koefisien gesek statik, koefisien gesek kinetik, video tracker
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Emma Amalia Sholihah
Institutions
a) MA PUI Putri Talaga
Jl. Jend. Ahmad Yani 41 Talaga Majalengka 45463, Indonesia
*emmaamalia28[at]gmail.com
b) Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Proses pembuatan kue merupakan salah satu proses fisika yang melibatkan konsep aliran panas. Secara matematis, konsep aliran panas dapat dimodelkan dengan menggunakan persamaan diferensial yang disebut sebagai persamaan difusi. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk menentukan waktu pemanggangan optimum dengan meninjau hubungan temperature pemanggangan sebagai fungsi waktu, suhu awal adonan kue, dan struktur geometri permukaan kue. Persamaan difusi dipandang sebagai masalah syarat batas awal yang dapat diselesaikan dengan menggunakan metode separasi variabel. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa struktur permukaan atas kue merupakan faktor dominan untuk menentukan waktu optimum pemanggangan tersebut.
Keywords
Aliran Panas; Persamaan Difusi; Separasi Variabel
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Yunita Riztyana
Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Pengukuran besaran-besaran fisis pada sistem benda-pegas vertikal yang bergerak harmonis, yakni periode getaran dan konstanta gaya pegas umumnya masih dilakukan pada eksperimen Fisika di tingkat sekolah menengah atau tingkat dasar perguruan tinggi. Besaran ini dapat diukur dalam 2 keadaan, yakni keadaan sistem yang sedang diam (disebut keadaan statik, pengukurannya disebut pengukuran statik) dan keadaan sistem yang sedang bergerak (disebut keadaan dinamik, pengukurannya disebut pengukuran dinamik). Pada tingkat sekolah menengah, pada umumnya digunakan stopwatch untuk mengukur periode getaran pegas. Sebagai alternatif, pengukuran periode pegas dapat dilakukan dengan menganalisis rekaman video digital dari gerak osilasi benda dengan piranti lunak Tracker (free-open source software). Dengan metode alternatif ini, posisi benda ketika berosilasi dapat ditampilkan melalui kurva posisi terhadap waktu. Dari kurva ini siswa terbantu untuk memvisualisasikan dan memahami persamaan simpangan pada gerak harmonik sederhana. Dalam penelitian ini, telah dilakukan pengukuran periode osilasi benda yang digantung pada sebuah pegas vertikal (T_{A}), periode osilasi benda yang tergantung pada 2 buah pegas vertikal yang tersusun seri (T_{B}), dan periode osilasi benda yang tergantung pada 2 buah pegas vertikal yang tersusun paralel (T_{C}). Gerak osilasi mula-mula direkam dengan menggunakan kamera dengan laju pengambilan video 59 fps. Video kemudian dianalisis dengan Tracker dan ditampilkan kurva posisi vs waktu dari benda. Dari data kurva ini, seseorang dengan mudah dapat menentukan periode getaran pegas dengan menghitung waktu puncak-puncak yang menunjukkan bahwa keadaan gerak benda telah kembali pada keadaan semula atau benda telah menempuh 1 getaran. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan simulasi perhitungan periode getaran pegas yang sama menggunakan data konstanta gaya pegas yang diperoleh lewat keadaan statik. Dengan kondisi statik, konstanta 2 buah pegas yang digunakan ialah (k_{1}=(9.58pm5.19 imes10^{-3}) N/m) dan (k_{2}=(9.95pm8.87 imes10^{-3}) N/m). Hasil yang diperoleh pada keadaan dinamik ialah sebagai berikut: (T_{A}=(7.29 imes10^{-1}pm9.63 imes10^{-3}) s); (T_{B}=(9.76 imes10^{-1}pm2.11 imes10^{-2}) s); (T_{C}=(7.05 imes10^{-1}pm1.82 imes10^{-2}) s). Sementara itu, simulasi perhitungan yang dilakukan berdasarkan konstanta gaya pegas yang diperoleh dari pengukuran keadaan statik ialah sebagai berikut: (T_{A}=(7.04 imes10^{-1}pm2.40 imes10^{-4}) s); (T_{B}=(1.27pm7.60 imes10^{-4}) s); (T_{C}=(6.80 imes10^{-1}pm1.94 imes10^{-4}) s). Hasil pengukuran pada keadaan dinamik lebih akurat dalam menentukan periode getaran karena dianalisis langsung dari rekaman benda yang bergetar, sementara hasil yang diperoleh dari perhitungan masih bersifat teoritis. Analisis lebih jauh dapat dilakukan untuk menentukan pendekatan keadaan mana yang lebih akurat dalam menentukan konstanta gaya pegas: statik atau dinamik.
Keywords
osilasi harmonik sederhana, periode, pengukuran statik, pengukuran dinamik, Tracker, analisis video digital
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Yuri Yogaswara
Institutions
1SMA Negeri 3 Bintan,
Dinas Pendidikan Provinsi Kepualau Riau
Jl. Tok Sadek No.3 Tembeling, Teluk Bintan, Kab. Bintan, Provinsi Kepualau Riau, Indonesia 29132
2Laboratorium Fisika Bumi
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) yogaswarayuri[at]gmail.com
b) fourier[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Telah dilakukan penelitian difraksi fraunhofer celah tunggal persegi melalui eksperimen. Pengambilan data jarak pola difrkasi dilakukan seperti percobaan difraksi biasa secara manual dengan menggunakan kertas milimeter blok dan data intensitas-jarak pola terang gelap terhadap terang pusat yang terjadi pada layar dilakukan dengan pengambilan citra pola difraksi yang terbentuk pada layar dengan menggunakan kamera ditigal. Pengolahan data dilakukan secara analitik dan komputasi menggunakan program Matlab. Analisis citra pola difraksi dimaksudkan untuk memperoleh data intensitas cahaya terhadap jarak pola terang gelap dalam grafik I-y menggunakan software Image-J. Pemrosesan yang dilakukan diantaranya akusisi citra, ditigalisasi citra (digitalisasi spasial dan intensitas), plot grafik dan normalisasi (transformasi gray level, translasi geomteri, dan analisis puncak). Proses akusisi citra dan ditigalisasi citra dilakukan pada software Image-J sedangan plot grafik dan proses normalisasi dilakukan pada program matlab. Hasil penelitian terjadi perbedaan cukup besar nilai intensitas pada puncak pola terang dianalsis dari grafik I-y antara data hasil analitik dan hasil ekperimen proses citra digital dengan software Image-J dengan perbandingan rata-rata 1 : 37, sedangkan nilai jarak pola terang/gelap yang dihasilkan dari eksperimen hampir persis sama dengan nilai hasil analitik perbedaannya relatif sangat kecil, dengan angka pembulatan nilai perbandingannya 1 : 1. Dari ketiga metoda yaitu analitik menggunakan persamaan, analisis citra digital menggunakan software Imagej, dan analisis manual menggunakan milimeter blok yang digunakan dalam memperoleh data jarak pola yang terjadi metoda analsis citra digital lebih akurat dibandingkan dua metoda yang lain. Validasi menggunakan data jarak pola terang/gelap tersebut untuk menghitung lebar celah dan panjang gelombang sinar yang digunakan. Diperoleh lebar celah 8.020494x10-5 m dengan galat 0.26% dan panjang gelombang sinar 6.317223x10-7 m dengan galat 0.17%. Sedangkan data referensi untuk lebar celah 8.00000 x10-5 m dan panjang gelombang sinar yang digunakan 6.32800x10-7 m.
Keywords
difraksi fraunhofer, pemerosesan citra digital
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Moedji Raharto Raharto
Institutions
1 Program Studi Astronomi, Institut Teknologi Bandung, Gd. CAS Lt.6 Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
2 Program Studi Ilmu Falak, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Jl. A. Yani 117 Surabaya 60237, Indonesia
Abstract
Gambaran umum hubungan aspek fisis, astronomi dan kalendar Gregorian di presentasikan dalam makalah ini. Makalah ini bertujuan mencari data yang konsisten antara realitas periode rata – rata orbit Bumi mengelilingi Matahari dan periode rata – rata orbit Bumi mengelilingi Matahari yang diturunkan dari kalendar Matahari.
Keywords
kalendar Matahari, siklus sinods, siklus tropis
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Etty Jaskarti
Institutions
Prodi Pendidikan Teknik Mesin STKIP 11 April Sumedang
Abstract
The purpose of this evaluation was to assess the implementation of KTSP on the performance of SMA Physics teachers whom graduated from PPPPTK-IPA training periode July 2007, the evaluation was done at July to October 2011 in grade X teachers at SMAN 1 and SMAN 2 Bandung. Includes material: physical quantities, measurement, vector and motion. The use of the Countenance Stake Model was known for its descriptive matrix and judgment matrix as an instrument for organizing evaluation data, while the Contingency-Congruence term was used to analyze data. Method : Evaluation of Countenance Stake model based on qualitative research with descriptive non experiment method. The curriculum evaluation methodology consists of five components; (1) curricular phenomenon, (2) collecting information data from the lesson preparation plan document, and observation (3) organizing data on the matrix framewok, (4) data analysis process , (5) decision-making. Result: Observation Matrix Analysis was done by Empirical Contingency, depicting the diversity of teacher teaching pattern, Intended Matrix Analysis was done by Logical Contingency shows the reality of curriculum implementation. Conclusion: Teacher teaching pattern was the quality of the curriculum implementation process, and the teaching material organization was the quality of curriculum implementation planning.
Keywords
Countenance Stake Evaluation Model, descriptive matrix, judgement matrix Contingency-Congruence, Logical Contingency, Empirical Contingency
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Fauziatul Fitria
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada siswa sejak mereka menempuh sekolah menengah. Bahkan siswa sudah mulai diperkenalkan tentang fenomena gejala alam sejak sekolah dasar. Namun, pada kenyataannya sebagian besar siswa memiliki perspektif negatif tentang fisika. Hal ini karena mereka tidak dapat memperoleh nilai yang baik meskipun mereka telah melakukan berbagai usaha. Berbagai penelitian juga telah banyak dilakukan untuk menemukan metode belajar yang tepat untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika. Namun, hingga saat ini fisika masih menjadi salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. Dari fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kesulitan yang dialami oleh siswa, yaitu dengan mendiagnostik adanya miskonsepsi yang terjadi selama pembalajaran fisika berlangsung. Tes diagnostik yang diberikan yaitu berupa beberapa gambar benda/sistem dan siswa diminta untuk menggambarkan diagram gaya dari benda/sistem tersebut. Hasil diagram gaya yang digambarkan oleh siswa nantinya akan dianalisis untuk setiap masing-masing benda/sistem.
Keywords
Miskonsepsi, fisika, diagnostik,metode, belajar
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Mirda Prisma Wijayanto
Institutions
a) Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
*mirda.prisma.wijayanto[at]students.itb.ac.id
b) Departemen Teknik Mesin, Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. H. Soedarto S.H. Tembalang Semarang 50275, Indonesia
Abstract
Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap dinamika gerak menggelinding pada lintasan Roller Coaster. Lintasan Roller Coaster secara sederhana dapat dimodelkan sebagai dua lintasan setengah lingkaran dengan radius berbeda R dan R- yang saling terhubung. Diasumsikan pada saat awal partikel berada pada ujung lintasan pertama dengan radius R. Sebagai langkah pertama adalah perhitungan analitik untuk menentukan syarat ketinggian awal agar partikel tidak terlempar dari lintasan setelah melewati lintasan pertama. Selanjutnya adalah menentukan persamaan posisi dan kecepatan sebagai fungsi waktu dengan menggunakan persamaan Lagrange. Terakhir dilakukan perhitungan numerik untuk mendapatkan plot grafik hubungan posisi terhadap waktu, kecepatan terhadap waktu, serta energi mekanik terhadap waktu dengan menggunakan program Python.
Keywords
Gerak Menggelinding; Roller Coaster; Python
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Maya Rahma Zahara
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Eksperimen ini dilakukan untuk mengamati fenomena fluida statis dan dinamis pada sebuah bejana berhubungan yang memiliki empat tabung dengan bentuk dan diameter yang berbeda. Pada ekperimen fluida statis, pengamatan dilakukan dengan mengukur ketinggian air pada setiap tabung. Variasi dilakukan dengan menutup salah satu permukaan dan/atau beberapa tabung. Pada eksperimen fluida dinamis, pengamatan dilakukan dengan membuka salah satu/ beberapa keran dan melihat kelajuan penurunan fluida pada setiap tabung. Pengamatan menggunakaan rekaman video sehingga dapat dilakukan analisis lebih lanjut. Eksperimen ini dapat digunakan sebagai pembelajaran fluida bagi peserta didik pada tingkat SMP maupun SMA.
Keywords
Fluida Statis, Fluida Dinamis
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Henny Johan
Institutions
Universitas Bengkulu
Abstract
Berbagai konsep sains cabang fisika berkaitan dengan berbagai fenomena alam. Fenomena alam yang terjadi dalam kehidupan merupakan cerminan keagungan Pencipta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai spiritual dalam pembelajaran konsep sains cabang fisika khususnya ilmu kebumian dan mendeskripsikan respon mahasiswa terkait eksplorasi nilai spiritual dalam pembelajaran sains. Penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan desain pretest-posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. 23 orang mahasiswa terlibat dalam kegiatan penelitian ini.instrumen yang digunakan berupa angket open endeed yang kemudian dianalsis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai konsep sains khususnya ilmu kebumian dapat diarahkan untuk menanamkan nilai spiritual. Mahasiswa mengklaim bahwa dengan mengaitkan konsep ilmu kebumian dengan berbagai fenomena dalam kegiatan pembelajaran dapat menanamkan nilai spiritual. Secara deskriptif mahasiswa dapat memberikan contoh keterkaitan konsep sains dengan nilai spiritual. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa konsep sains berkaitan dengan nilai termasuk nilai spiritual dan eksplorasi nilai spiritual dalam pembelajaran sains dapat menanamkan nilai spiritual pada mahasiswa.
Keywords
konsep sains, ilmu kebumian, fenomena alam, nilai spiritual
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Regina Lichteria Panjaitan
Institutions
1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Kampus Sumedang, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Mayor Abdurrahman 211, Sumedang, Indonesia, 45322
2) Kelompok Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha 10 Bandung, Indonesia, 40132
3) SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science, Jalan Diponegoro 12, Bandung, Indonesia, 40115
Abstract
Dalam pembelajaran pemuaian volume di sekolah menengah atas, lazim ditemui soal-soal perhitungan tentang volume zat cair yang tumpah dari suatu wadah gelas berbentuk silinder jika dipanaskan pada suhu tertentu. Kalkulasi yang biasa dilakukan untuk soal-soal seperti ini adalah dengan menghitung berapa besar volume akhir zat cair setelah pemanasan, kemudian dicari selisihnya dengan volume wadah gelas setelah pemanasan. Umumnya volume gelas setelah pemanasan yang digunakan dalam perhitungan adalah volume gelas yang berbentuk silinder padat/pejal (dengan bahan gelas di tengahnya, seakan-akan tidak berongga, umumnya tanpa ada penjelasan yang komprehensif tentang ini), sementara pada kenyataannya gelas yang digunakan adalah gelas berongga. Secara logis, terdapat perbedaan perhitungan perubahan volume gelas hasil pemuaian untuk gelas berbentuk silinder pejal dengan gelas berongga. Dalam artikel ini, dipaparkan pendekatan-pendekatan matematis yang dilakukan sehingga perhitungan volume zat cair yang tumpah dari gelas silinder berongga setelah dipanaskan dapat tetap dikalkulasi dengan cara menghitung selisih volume akhir zat cair dengan volume akhir silinder pejal (dengan bahan gelas di tengahnya).
Keywords
pemuaian volume, pemuaian zat cair dalam gelas, koreksi perhitungan pemuaian
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Masrifah masrifah
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Pengembangan kompetensi guru abad 21 terkait dengan teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran, yang dikenal dengan Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK) (Koehler & Mishra, 2008). Kerangka kerja TPACK sangat berguna untuk mengidentifikasi pengetahuan apa yang harus dimiliki guru untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan TPACK guru Fisika SMA/MA dengan responden berjumlah 30 orang guru Fisika SMA/MA dari beberapa sekolah di Maluku Utara. Kemampuan TPACK guru Fisika SMA/MA diidentifikasi menggunakan angket survey yang dikembangkan oleh Schmidt (2009) yang terdiri dari 7 komponen dalam bentuk skala likert. Instrumen juga dilengkapi dengan angket terbuka yang berbentuk esai untuk mendukung angket survey. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 4 komponen yang masih dalam kategori kurang, 1 komponen pada kategori cukup dan 2 komponen berada dalam kategori baik. Kemampuan TPACK guru masih terkendala pada komponen yang berkaitan dengan teknologi, sehingga mengindikasikan bahwa kemampuan guru dalam menggunakan dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran masih belum maksimal. Hal itu disebabkan minimnya kemampuan guru dalam menggunakan teknologi dan keterbatasan sarana prasarana sekolah.
Keywords
Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK), TIK, guru Fisika
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Wahyuni Handayani
Institutions
(a)Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Sekolah Pascasarjana, Universitas
Pendidikan Indonesia
(b)Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Telah dilakukan studi terhadap mahasiswa calon guru fisika untuk mengetahui keterampilan membaca teks sains. Uji keterampilan membaca meliputi keterampilan membaca tingkat literal dan inferensial. Untuk menguji keterampilan membaca tingkat literal mahasiswa diminta membaca sebuah wacana yang tersedia di dalam lembar tes kemudian menjawab soal-soal berbentuk pilihan ganda sedangkan untuk menguji keterampilan membaca tingkat inferensial soal-soal berbentuk benar-salah-tak teridentifikasi. Hasil studi memperlihatkan bahwa keterampilan membaca pada tingkat literal dan inferensial masih rendah. Keterampilan membaca umumnya diajarkan di kelas bahasa, namun berdasarkan observasi terhadap Rencana Program Semester pada mata kuliah Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia, tidak ditemukan adanya kegiatan pembelajaran yang secara khusus mengajarkan keterampilan membaca teks fisika. Demikian pula mata kuliah konten fisika cenderung menekankan aspek pemecahan masalah dan matematis. Hasil studi dapat digunakan sebagai referensi untuk merancang strategi pembelajaran keterampilan membaca teks fisika yang merupakan salah satu aspek keterampilan komunikasi sains.
Keywords
Teks sains;Literal; Inferensial
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Fauziah A.
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Pada suatu kawat melingkar yang diberi medan magnet homogen pada suatu luasan tertentu akan menghasilkan suatu torsi magnetik. Torsi tersebut dihasilkan dari hasil cross product antara momen magnet terhadap medan magnet yang menembus suatu luasan tertentu. Adapun torsi yang dihasilkan dari peristiwa ini, menyebabkan terjadinya gerak periodik pada kumparan kawat. Pada percobaan ini digunakan sensor magnetometer pada android sebagai pengganti dari sensor magnet yang digunakan untuk menghitung periode osilasi dari lilitan. Diperoleh hasil secara teori dan eksperimen dimana masing-masing memiliki nilai selisih error antara 0,5-7%.
Keywords
momen magnet, torsi, magnetometer, android
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Dindin Nasrudin
Institutions
1,2 Prodi Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati, Jl. A.H. Nasution 105 Bandung,
Jawa Barat, Indonesia
3PKPLK Provinsi JABAR, Jl. Dr. Rajiman No.6, Pasir Kaliki, Cicendo, Bandung,
Jawa Barat , Indonesia
4,5 SMA Negeri 1 Cileunyi, Jl. Pendidikan No.6, Cibiru Wetan, Cileunyi, Bandung,
Jawa Barat, Indonesia
Abstract
Visi baru pendidikan UNESCO yang tertuang dalam Sustainable Development Goal 4 (SDG4) adalah menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua. Sebagai negara peserta, Indonesia sudah mulai menerapkan visi tersebut melalui pembukaan beberapa sekolah inklusi. Kebijakan pembukaan sekolah inklusi mengharuskan adanya perubahan pendekatan pembelajaran di kelas, tak terkecuali fisika. Paper ini ingin menguraikan pendekatan pembelajaran fisika untuk sekolah inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Melalui telaah studi literatur, analisis kurikulum, dan Forum Group Discussion (FGD) sesama peneliti, penelitian ini menghasilkan beberapa poin: 1) pentingnya asesmen yang komprehensif, terutama bagi sekolah yang baru untuk menemukan dan memetakan peserta didik dengan kebutuhan khusus (ABK). 2) Perlunya penyesuain pendekatan pembelajaran fisika untuk kelas inklusi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi. 3). Perlunya kerja sama guru kelas (guru fisika) dengan tutor atau Guru Pembimbing Khusus (GPK) dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada beberapa pendekatan dalam membelajarkan fisika di kelas inklusi dengan mempertimbangkan karakteristik ABK hasil asesmen.
Keywords
ABK, asesmen, GPK, pendekatan pembelajaran, sekolah inklusi
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Triati Dewi Kencana Wungu
Institutions
a) Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132
*estrieser53[at]gmail.com
b) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132
c) Kelompok Keilmuan Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132
Abstract
Eksperimen ini dilakukan untuk menentukan cepat rambat gelombang air dengan memvariasikan massa sumber getar (m) dan mengamati pola interferensi gelombang air pada tangki riak dengan variasi jarak antar celah. Ukuran massa yang divariasikan adalah 4,2 gram, 5,7 gram, dan 23,0 gram sedangkan jarak antar celah (d) yang divariasikan yaitu 2 cm, 4 cm, dan 8 cm. Hasil yang diperoleh dari percobaan pertama berupa hubungan massa dengan cepat rambat gelombang. Nilai cepat rambat gelombang untuk massa sumber getar dengan m = 4,2 gram adalah 29,14 cm/s, sumber getar m = 5,7 gram adalah 30,67 cm/s, dan sumber getar m = 23,0 gram adalah 32,86 cm/s. Semakin besar massa sumber getar maka semakin besar nilai cepat rambat gelombangnya. Pada percobaan kedua diperoleh hubungan jarak antar celah dengan jarak rata-rata pola interferensi. Jarak pola maksimum yang berdekatan (y) dengan d = 2 cm adalah 5,5 cm, jarak antar celah d = 4 cm adalah 2,0 cm, dan jarak antar celah 8 cm adalah 1,0 cm. Semakin besar jarak antar celah maka semakin kecil jarak rata-rata pola interferensi maksimum yang berdekatan.
Keywords
Tangki Riak, Cepat Rambat Gelombang, Pola Interferensi
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Pipit Yuanastia Heriyanti
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Penggunaan media pembelajaran memiliki peranan penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Kajian ini dilakukan untuk membuat media pembelajaran pada konsep fluida yang digunakan oleh siswa di sekolah. Kit percobaan fluida didesain untuk mengaplikasikan prinsip Pascal, terbuat dari pyrex glass yang dapat dibongkar pasang untuk kepentingan percobaan lainnya. Percobaan dilakukan dengan menyusun alat yang terdiri dari tabung gelas dengan diameter berbada, dua buah piston yang sesuai dengan diameter tabung, minyak, serta berbagai ukuran beban. Hasil percobaan penggunaan alat menunjukan nilai yang mendekati nilai teoretik.
Keywords
Prinsip Pascal, Kit percobaan fluida, Media pembelajaran, Alat peraga
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Triati Dewi Kencana Wungu
Institutions
a) Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
*elvidasafitry[at]gmail.com
b) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
c) Kelompok Keilmuan Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tinggi bangunan menggunakan konsep mekanika, yaitu gerak jatuh bebas dan koefisien restitusi tumbukan. Penelitian dilakukan di Gedung Laboratorium Teknologi 8 Institut Teknologi Bandung. Tinggi bangunan didapatkan dengan perhitungan waktu tempuh (t) dan tinggi pantulan bola (y) yang dijatuhkan dari gedung. Hasil tinggi bangunan sebesar 4,32 m dengan perhitungan konsep gerak jatuh bebas, 4,5 m dengan konsep restitusi tumbukan, dan 4,40 m dengan menggunakan video tracker. Energi mekanik bola sebelum tumbukan pada ketinggian 1,603 m adalah 1,850 Joule lebih besar dari energi mekanik sesudah tumbukan pada ketinggian 1,510 m yaitu 0,821 Joule. Jenis tumbukan yang terjadi adalah tumbukan lenting sebagian dengan mengabaikan hambatan udara.
Keywords
Gerak Jatuh Bebas, Koefisien Restitusi Bola
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Rahmawati Rahmawati
Institutions
a) Program Studi Pendidikan IPA, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154, Indonesia
b) Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar
Jalan Sultan Alauddin No. 259 Makassar 90221, Indonesia
*rahmawatisyam[at]unismuh.ac.id
Abstract
Keterampilan pemecahan masalah merupakan salah satu dari tujuh keterampilan berpikir yang penting di kehidupan abad 21. Proser pembekalan keterampilan pemecahan masalah dapat dilakukan melalui pembelajaran dan asesmen. Peran asesmen dalam melatihkan keterampilan pemecahan masalah dapat dilakukan dengan mengembangkan instrumen penilaian yang baik dan dapat mengukur keterampilan pemecahan masalah, khususnya dalam fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes keterampilan pemecahan masalah pada materi kelistrikan dan kemagnetan. Instrumen tes disusun berdasarkan kerangka kerja indikator pemecahan masalah model IDEAL oleh Bransford & Stein yaitu identifikasi masalah, penentuan tujuan, representasi masalah, eksplor strategi, jalankan stategi, dan melihat serta mempelajari kembali solusi pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan model pengembangan instrumen tes Oriondo & Antonio yang terdiri dari lima tahap, yaitu planning, developing preliminary of product, preliminary field testing, dan main field testing. Sebanyak tiga puluh enam butir soal dikembangkan berdasarkan enam indikator keterampilan pemecahan masalah yang dikelompokkan menjadi enam pokok soal terkait materi hukum Ohm, energi dan daya penghantar arus listrik, hukum Kirchhoff, rangkaian RC tentang pengisian dan pengosongan kapasitor, medan magnet, dan gaya magnet. Validasi isi ditentukan berdasarkan penilaian para ahli dan dianalisis untuk menentukan nilai koefisien CVR dan I-CVI. Validasi empirik bertujuan untuk menentukan validitas dan reliabilitas instrumen tes yang dianalisis menggunakan pemodelan Rash berbantukan aplikasi program Winsteps version 3. 68. 2. Hasil pengembangan menunjukkan secara keseluruhan butir soal bersifat valid dengan tingkat reliabilitas tinggi (nilai Alpha Cronbach = 0,92). Berdasarkan penilaian para ahli dan ujicoba pada beberapa sampel maka disimpulkan bahwa instrumen tes keterampilan pemecahan masalah topik kelistrikan dan kemagnetan dapat digunakan.
Keywords
instrumen tes keterampilan pemecahan masalah. Koefisien CVR dan I-CVI, model Rasch, program Winsteps, materi kelistrikan dan kemagnetan
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Saprudin M.Pd.
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara
Abstract
Artikel ini merupakan bagian dari penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan media video tutorial model discovery learning pada materi tekanan hidrostatis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Pada artikel ini dipaparkan hasil uji kelayakan media video tutorial model discovery learning menurut ahli materi, ahli media pembelajaran, ahli pedagogik dan juga guru-guru fisika sebagai pengguna media. Data uji kelayakan media video dikumpulkan melalui teknik non tes dengan instrumen angket. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil uji kelayakan media menurut ahli materi fisika dikategorikan sangat baik (76,4%), menurut ahli media pembelajaran dikategorikan baik (71,8%), menurut ahli pedagogik dikategorikan baik (72,2%), menurut guru fisika terkait aspek desain media dan keterlaksanaan sintaks model discovery learning dikaterorikan sangat baik dengan besar persentase masing-masing sebesar 81,4% dan 83,5%. Berdasarkan hasil uji validasi disimpulkan bahwa media video tutorial model discovery learning yang dikembangkan telah layak untuk ditindaklanjuti pada uji coba secara terbatas.
Keywords
Media pembelajaran, Video tutorial, Model discovery learning
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Cherly Salawane
Institutions
a) Program Studi Pendidikan IPA, Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Jl. Kelud Utara III Semarang, Indonesia 50237
*salawaneeinar[at]gmail.com
b,c,d) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang
Kampus Sekaran Gunungpati Semarang, Indonesia 50229
e) Program Studi Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang
Jln. Lontar No.1 Semarang, Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan model perkuliahan sains kebencanaan debu vulkanik berpendekatan LiTMas (lingkungan, teknologi, dan masyarakat) yang dikembangkan untuk mitigasi bencana debu vulkanik. Perangkat perkuliahan sebagai penunjang pengembangan model sains kebencanaan berpendekatan LiTMas meliputi buku panduan model, RPS (rencana pembelajaran semester), SAP (satuan acara perkuliahan), buku referensi, media perkuliahan, panduan praktikum, panduan simulasi bencana (PSB), produk perkuliahan, dan instrumen evaluasi mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode research and development (R&D). Subjek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Penelitian ini diharapkan menghasilkan model perkuliahan sains kebencanaan berpendekatan LiTMas yang valid, praktis, dan efektif untuk mitigasi bencana debu vulkanik akibat dari aktivitas vulkanik gunung api.
Keywords
Model perkuliahan, debu vulkanik, LiTMas
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Septian Ulan Dini
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika,
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro no. 1 Bandarlampung, Indonesia, 35145
*septianulandini[at]gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bangaimana karakteristik dan kelayakan produk hasil pengembangan berupa video pembelajaran flipped classroom pada materi dinamika rotasi berbasis STEM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development). Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Bandarlampung. Model pengembangan penelitian ini mengacu pada prosedur Borg & Gall yang disederhanakan oleh Tim Puslitjaknov. Data uji kelayakan media video dikumpulkan melalui teknik non tes dengan instrumen angket yang ditujukan untuk ahli materi fisika, ahli media pembelajaran dan siswa. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pengembangan ini berupa: 1) dihasilkannya video pembelajaran flipped classroom pada materi dinamika rotasi berbasis STEM yang memiliki karakteristik dan struktur sesuai ciri-ciri STEM seperti Science and Engineering Practice, Mathematical Practice dan Technology Practice yang terintegrasi dalam siklus Problem Based Learning yaitu video sebagai penampil masalah dan pemicu siswa memecahkan masalah, video sebagai sumber informasi dan video sebagai media penjelasan dan penyelesaian masalah, 2) video pembelajaran yang telah tervalidasi oleh ahli materi dengan kategori layak (81,25%) dan ahli media dengan kategori layak (100%), maka video pembelajaran ini dinyatakan layak untuk diujikan ke lapangan. Uji coba lapangan skala kecil hasilnya adalah 83,3%, yang menyatakan video pembelajaran flipped classroom pada materi dinamika rotasi berbasis STEM sangat layak untuk digunakan pada skala yang lebih luas.
Keywords
Video Pembelajaran; Flipped Classsroom; STEM; Dinamika Rotasi; Pengembangan
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Sri Suratmi
Institutions
Politeknik Negeri Bandung
Jalan Kampus Polban, Ciwaruga, Parongpong, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Abstract
Tujuan penelitian yang direncanakan adalah menganalisis perbandingan ketelitian nilai percepatan gravitasi bumi dengan eksperimen gerak jatuh bebas dan getaran zat cair di Laboratorium Fisika Terapan Politeknik Negeri Bandung. Penelitian telah dilaksanakan mempunyai kompetensi untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memiliki sikap ilmiah untuk menentukan percepatan gravitasi bumi melalui dua macam eksperimen yaitu eksperimen Gerak Jatuh Bebas dan eksperimen Getaran Zat Cair. Metode penelitian yang telah digunakan yaitu metode analisis deskriptif dengan membandingkan nilai percepatan gravitasi dari masing-masing eksperimen. Penelitian ini menggunakan 33 data percepatan gravitasi dari masing-masing eksperimen. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan Uji Mann Whitney ditemukan nilai sinifikansi 0,02, artinya terdapat perbedaan nilai rata-rata percepatan gravitasi bumi yang diperoleh dengan metode Getaran Zat Cair dengan metode Gerak Jatuh Bebas. Percepatan gravitasi dengan menggunakan eksperimen Gerak Jatuh Bebas lebih teliti dibandingkan dengan eksperimen Getaran Zat Cair yakni ketelitian masiang-masing 96 % dan 90%. Sehingga, ekperimen Gerak Jatuh Bebas, menjadi prioritas untuk digunakan oleh mahasiswa pada kegiatan pembelajaran praktikum Fisika Terapan. Namun, alat eksperimen getaran getaran zat cair, masih rekomendasikan oleh peneliti untuk tetap digunakan pada jurusan Teknik Kimia, karena getaran zat cair adalah bagian dari materi yang terdapat dalam silabus Fisika Terapan di Teknik Kimia.
Keywords
percepatan gravitasi, getaran zat cair dan gerak jatuh bebas
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Evaria Puspitaningrum
Institutions
1)Program Pascasarjana, Program Studi Astronomi, FMIPA Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung 40132 Indonesia
2)Program Studi Astronomi dan Observatorium Bosscha, FMIPA Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung 40132 Indonesia
Abstract
Astronomi merupakan ilmu alam yang melibatkan pengamatan objek-objek langit. Berbeda dengan ilmu lainnya, objek astronomi tidak dapat atau sukar sekali di-uji coba di laboratorium, namun objek ini dipelajari melalui pengamatan. Tidak semua objek langit dapat diamati di suatu lokasi di Bumi, sehingga perlu adanya usaha untuk berbagi informasi. Untuk memberikan kemudahan akses data dan meningkatkan riset kolaboratif astronomi di Indonesia, maka dilakukan usaha pengumpulan data dari pengamatan di Observatorium Bosscha, pada khususnya yaitu data spektroskopi. Spektrum-spektrum yang dikumpulkan berasal dari pengamatan dengan Bosscha Compact Spectrograph (BCS) dan NEO R-1000. BCS merupakan instrumen spektrograf resolusi menengah (R~8000) dalam rentang panjang gelombang visual, sedangkan NEO R-1000 merupakan spektrograf dengan resolusi yang lebih rendah (R~1000). Saat ini, terdapat lebih dari 170 spektrum bintang telah dikumpulkan dan direduksi secara seksama. Pada paparan ini akan ditunjukkan contoh data dan persiapan portal data (web service) yang diharapkan menjadi cikal bakal virtual observatory Indonesia.
Keywords
astronomi, spektrum, webservice.
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Dela Maratul Kamilah
Institutions
a) MA PUI Putri Talaga
Jl. Jend. Ahmad Yani 41 Talaga Majalengka 45463, Indonesia
*maratulkamilahdela[at]gmail.com
b) Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Gerak parabola merupakan salah satu sub topik pembelajaran fisika tingkat sekolah menengah atas. Gerak parabola merupakan gerakan partikel dengan kecepatan awal dan sudut elevasi tertentu akibat pengaruh gaya gravitasi dimana lintasan partikel berbentuk parabola. Pada umumnya, pembelajaran pada pokok bahasan gerak parabola hanya terbatas untuk kasus 2-dimensi. Dalam penelitian ini persamaan – persamaan gerak parabola akan digeneralisasi untuk kasus 3-dimensi dengan mempertimbangkan adanya pengaruh gesekan udara (kecepatan angin). Hasil yang didapatkan kemudian disimulasikan dengan menggunakan Matlab. Input yang diberikan berupa data kecepatan awal, kecepatan angin, posisi awal, sudut elevasi, percepatan gravitasi, dan waktu. Output yang diperoleh adalah kecepatan akhir, posisi akhir pada koordinat sumbu x, y, z, jarak dan tinggi maksimal yang dicapai partikel sebelum berhenti, serta visualisasi gerak partikel yang dijalankan menggunakan program GUI (Graphical User Interface).
Keywords
Gerak Parabola 3-dimensi; Matlab; Graphical User Interface
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Ai Asri Fauziah
Institutions
a) MA PUI Putri Talaga
Jl. Jend. Ahmad Yani 41 Talaga Majalengka 45463, Indonesia
*asrifauziah2001[at]gmail.com
b) Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Tumbukan merupakan salah satu sub topik pembelajaran fisika tingkat sekolah menengah atas. Pada umumnya, pembelajaran pada pokok bahasan tumbukan hanya terbatas untuk interaksi dua partikel dengan sekali tumbukan. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis peristiwa dinamika tumbukan bola pantul dimana tumbukan berlangsung sebanyak $n-$kali. Tumbukan bola dengan lantai diasumsikan bersifat elastis sehingga pola nilai tinggi pemantulan dapat dianggap sebagai suatu deret geometri. Sebagai langkah pertama adalah membentuk persamaan tinggi pantulan bola ke-$n$, kecepatan bola saat turun dan naik, serta menentukan waktu tempuh untuk setiap ketinggian yang diperoleh secara analitik. Hasil yang diperoleh kemudian disimulasikan dengan menggunakan Matlab. Input yang diberikan berupa data jari - jari bola, percepatan gravitasi, ketinggian dan kecepatan awal. Output yang dihasilkan berupa simulasi gerak dan plot lintasan bola yang dijalan dengan menggunakan program GUI (Graphical User Interface)
Keywords
Tumbukan Bola Pantul; Matlab; Graphical User Interface
Topic
Pendidikan Fisika
Page 1 (data 1 to 30 of 34) | Displayed ini 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats