PENGARUH RASIO LARUTAN ALKALI AKTIFATOR TERHADAP KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH EX PLTU SURALAYA BANTEN Dimas Putra Swardika (a*), Liana Herlina (b), Ade Laely Fitriyani Kardin (c)
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
Abstract
Semen merupakan material perekat yang memiliki sifat mampu mengikat bahan-bahan padat menjadi satu kesatuan yang kompak dan kuat seperti sebuah beton. Dalam proses produksi, semen mengeluarkan gas emisi karbondioksida yang menimbulkan efek rumah kaca. Dengan perkembangan disektor konstruksi, para ahli menemukan bahan pengganti semen yaitu fly ash atau abu terbang. Fly ash dapat bereaksi dengan larutan alkali aktifator untuk mengikat material campuran beton. Beton yang menggunakan fly ash biasa disebut dengan beton geopolimer. Penelitian beton geopolimer ini menggunakan variasi perbandingan larutan NaOH dengan Na2SiO3 yaitu 1:1 dan 1,5:1. Molaritas NaOH yang digunakan adalah 8M. Pengujian kuat tekan beton akan dilakukan pada umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari setelah pengecoran. Curing menggunakan oven dengan suhu 60°C. Kuat tekan optimal dicapai oleh beton geopolimer dengan rasio 1:1 sebesar 25,821 N/mm2. Nilai slump pada beton geopolimer 1,5:1 lebih besar dari beton geopolimer 1:1. Berat jenis beton geopolimer dengan rasio 1,5:1 sebesar 2300,955 kg/m3 sedangkan berat jenis beton geopolimer dengan rasio 1:1 sebesar 2285,032 kg/m3.
Keywords: Beton geopolimer; Alkali aktifator; Curing oven; Kuat tekan
Topic: Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website.
Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):