Page 3 (data 61 to 90 of 138) | Displayed ini 30 data/page
Corresponding Author
Reza Widhar Pahlevi
Institutions
Universitas Islam Indonesia
Abstract
UMKM mengalami permasalahan terkait keterlambatan dalam pengembangan usaha yang disebabkan oleh berbagai masalah klasik yang tidak terselesaikan secara komprehensif, antara lain masalah terkait kapasitas SDM, pembiayaan, pemasaran, dan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan usaha, sehingga sulit bersaing dengan perusahaan besar. Diperlukan upaya-upaya strategis untuk meningkatkan pertumbuhan usaha dan keunggulan bersaing UMKM, diantaranya dengan meningkatkan pengetahuan (literasi) keuangan dan memberikan pelatihan sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan usaha menuju keunggulan bersaing. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu pelaku UMKM di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengambilan data pada tahap awal melalui kuesioner mandiri, untuk menganalisis kondisi pemetaan UMKM khususnya berkaitan dengan strategi penerapan literasi keuangan dan pelatihan menuju keunggulan bersaing melalui pertumbuhan usaha. Analisis data menggunakan model Path Analysis SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan pelatihan mempengaruhi pertumbuhan usaha dan keunggulan bersaing. Kecuali literasi keuangan tidak signifikan terhadap keunggulan bersaing. Pertumbuhan usaha dapat memediasi pengaruh literasi keuangan dan pelatihan terhadap keunggulan bersaing UMKM di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keywords
Literasi Keuangan, Pelatihan, Pertumbuhan Usaha, Keunggulan Bersaing dan UMKM
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Sofia Ulfa Eka Hadiyanti
Institutions
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel Dana Pihak Ketiga, Biaya Operasional Pendapatan Operasional, Financing to Deposit Ratio, Non Performing Financing, Capital Adequacy Ratio terhadap Profitabilitas. Profitabilitas digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian yang dihasilkan dari pinjaman dan investasi. Rasio profitabilitas yang penting bagi bank adalah Return On Asset. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 11 bank umum syariah yang menyajikan laporan keuangan periode tahun 2012-2016. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis asumsi klasik, analisis regresi berganda, dan uji hipotesis dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis dengan menggunakan regresi berganda menunjukkan bahwa: Dana Pihak Ketiga, Biaya Operasional Pendapatan Operasional, Non Performing Financing dan Financing to Deposit Ratio berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah, sedangkan Capital Adequency Ratio berpengaruh positif terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah.
Keywords
profitabilitas, bank syariah
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Mohamad Nur Utomo
Institutions
Fakultas Ekonomi, Universitas Borneo Tarakan
Abstract
Studi ini bertujuan menguji pengaruh kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan lingkungan sebagai variabel mediasi. Sampel dalam studi ini adalah perusahaan non keuangan di Bursa Efek Indonesia yang mengikuti program penilaian kinerja lingkungan (PROPER) dari kementerian lingkungan hidup dan kehutanan. Metode analisis data menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPlS 6.0. Hasil penelitian menunjukkan kinerja lingkungan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan pengungkapan lingkungan. Sementara pengungkapan lingkungan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan tidak berperan sebagai mediasi pengaruh kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan. Secara keseluruhan hasil studi mendukung teori teori stakeholder dan teori RBV. Perusahaan yang berkomitmen ramah terhadap lingkungan dapat menjadi strategi dalam menciptakan nilai perusahaan yang lebih tinggi.
Keywords
kinerja lingkungan, pengungkapan lingkungan, nilai perusahaan, SEM-PLS.
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Dr. Gregorius Nasiansenus Masdjojo, MKom, MSi
Institutions
Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang
Abstract
Penelitian ini memfokuskan perhatian pada penerapan prinsip akuntabilitas dalam penggunaan Dana Desa. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan pada Desa Puro dan Desa Kedungwaduk Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen Propinsi Jawa Tengah. Desa Puro dipilih karena menjadi pilot project penerapan Sistem Informasi Keuangan Desa (SISKEUDES) di Jawa Tengah dan Desa Kedungwaduk sebagai pembanding karena memperoleh distribusi terbesar ADD di Kecamatan Karangmalang. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan metode semi mixed method dalam pengumpulan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi akuntabilitas penggunaan dana desa di kedua Desa sudah efektif sesuai PMK Nomor 49/PMK.07/2016, meskipun kurang maksimal. Hal ini disebabkan adanya perbedaan di kedua desa sejak proses perencanaan hingga pertanggungjawaban pada pelaksana kegiatannya. Di Desa Puro dilihat dari aspek akuntabiltas kinerja lebih baik daripada di Desa Kedungwaduk karena dilakukan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), sementara di Desa Kedungwaduk aspek akuntabilitas proses lebih baik daripada Desa Puro karena dilaksanakan oleh masyarakat. Adapun faktor-faktor pendukung terjadinya akuntabilitas adalah terdapat koordinasi perencanaan, laporan pencapaian hasil, media akuntabilitas sebagai sarana pemberian informasi dan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Desa. Sedangkan faktor-faktor penghambat tercapainya akuntabilitas Dana Desa adalah perbedaan pemahaman terkait regulasi dan teknis pelaksanaan kegiatan, kurang informasi tentang rancangan pelaksanaan kegiatan, kurang informasi tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan, kurang fokus pada standar kinerja, lemahnya pemeriksaaan standar kinerja.
Keywords
Alokasi Dana Desa, Komparasi Akuntabilitas, Good Governance, Mixed Method
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Rifki Khoirudin
Institutions
a) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Ahmad Dahlan
Jalan Kapas No.9, Yogyakarta 55166, Indonesia
*rifki.khoirudin[at]ep.uad.ac.id
b) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Ahmad Dahlan
Jalan Kapas No.9, Yogyakarta 55166, Indonesia
Abstract
The property sector which experienced an increase can be seen from the number of construction, housing, apartments, hotels, houses, shops (shop houses), shopping centers, and office centers. This large amount of development indicates that there is a considerable market opportunity for the property sector in Indonesia. This information also has implications for investors positive reactions to stock prices in property sector companies on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The average stock (stock) has increased due to positive sentiment from investors to the companys performance expectations of the property sector issuers to obtain company profits. The higher profit obtained by the company will result in an increase in the companys stock price so that the higher the stock return is obtained (Jafar, 2012). The formulation in this study is how the influence of financial ratios on stock prices of property sector companies. From the results of the study, the results of Current Ratio (CR) Variables, Total Asset Turnover (TATO) Variables, Debt To Asset Ratio (DAR) variables have a significant positive effect on stock prices. While the Variables of Return On Assets (ROA) and Variables Earning per Share (EPS) do not have a significant positive effect on stock prices.
Keywords
Stocks, Financial Ratios, Price.
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Jacobus Widiatmoko
Institutions
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang
Abstract
ABSTRACT This study aims to examine the effect of earnings management and audit quality on the cost of equity capital using leverage and firm size as control variables. Earnings management is proxied using accrual specifics, audit quality is proxied by a dummy variable that is value 1 for Big Four KAP and value 0 for Non Big Four KAP, and cost of equity capital is estimated by Ohlsons model. The population in this study are manufacturing companies in the consumer goods industry sector which were listed on the Indonesia Stock Exchange during 2014-2016. The research sample was obtained by purposive sampling technique and analyzed using multiple linear regression. The results showed that earnings management had a positive effect on the cost of equity capital. Meanwhile, audit quality does not affect the cost of equity capital.
Keywords
earnings management, audit quality, cost of equity capital, leverage, firm size.
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
ANA KADARNINGSIH
Institutions
Universitas Dian Nuswantoro - Indonesia
University of Swabi-KP Pakistan
Abstract
This research formulates the objective to know the determinants factors from intellectual capital and good corporate governance that can increase company value with financial performance as mediating variable. Intellectual capital factors used in this study are capital employed (VACA), human capital (VAHU), and structural capital (STVA). Good Corporate Governance factors used in this study are independent commissioner and audit committee. While financial performance shown by ROA ( Return on Asset ) and company value shown by PBV (Price to Book Value). The sample of this study is 23 banks from the population of Conventional Commercial Banks listed on Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2014-2018. The results of the multiple linear regression analysis test are audit committee the fastest to improve company value with ROA as mediating variable. The second fastest in improving company value is direct influence of audit committee on company value. The third fastest order to improve company value is direct influence of intellectual capital on company value. Independent commissioner has no influence on financial performance (ROA) and company value.
Keywords
Intellectual Capital, Good Corporate Governance, ROA, PBV, Conventional Banks
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Yohannes Supriyanto
Institutions
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta
Abstract
Capital rationing is a situation where a constraint (budget ceiling) is placed on the total size of capital expenditures during a particular period. It is one of some potential difficulties faced by a firm to determine all possible combination of the projects. The firm should choose some projects subject to available budget that can increase the highest value, i.e. net present value, which is the difference between the discounted cash inflows and cash outflow(s). Practically, from the perspective of maximizing firm-s value, the highest NPV may frequently be the decision makers- actual goal. Two commonly used approaches to maximize organization value are profitability index (PI) and net present value (NPV). Although the two approaches are based on the concepts of linear programming, they do not always produce an optimum solution. This is an interest argument to evaluate performance of them, whether they can be applied to all cases faced by a firm. This study used nine cases to test and evaluate the performance of two approaches. Capital rationing menunjukkan situasi penentuan sejumlah proyek investasi independen dengan sejumlah anggaran yang tersedia. Decision maker harus menentukan dan memilih beberapa proyek, yang mampu memaksimumkan jumlah nilai tertinggi tanpa melanggar sejumlah anggaran yang tersedia. Net present value (NPV) menjadi parameter untuk mengukur besarnya penciptaan nilai proyek (creation of value). NPV inilah yang menjadi tujuan aktual para pengambil keputusan investasi. Artinya, jumlah NPV semakin besar menjadi prioritas bagi para pengambil keputusan. Dua pendekatan yang umum digunakan untuk memaksimalkan nilai perusahaan adalah profitability index (PI) dan net present value (NPV). Meskipun kedua pendekatan tersebut didasarkan pada konsep pemrograman linier, namun kedua konsep tersebut tidak selalu menghasilkan solusi optimal yang sama. Ini adalah argumen yang menarik bagi peneliti untuk mengevaluasi konsistensi kinerja kedua pendekatan, yaitu apakah keduanya dapat diterapkan pada semua kasus yang dihadapi oleh perusahaan. Penelitian ini menggunakan sembilan kasus untuk menguji konsistensi dan mengevaluasi kinerja dua pendekatan.
Keywords
Kata-kata kunci: capital rationing; net present value; profitability index.
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Arif Singapurwoko
Institutions
Universitas Islam Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja keuangan perbankan setelah krisis global dengan menggunakan tiga faktor pembeda, yaitu kepemilikan, intervensi asing, dan modal inti bank. Penelitian ini menggunakan bank-bank di Indonesia sebagai obyek penelitian. Periode pengamatan yang digunakan pada penelitian ini adalah 2009-2017. Penelitian ini menggunakan metode CAMEL untuk menentukan kinerja keuangan perbankan, diantaranya CAR, NPL, BOPO, ROA, dan LDR. Pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test dan Analysis of Variance. Hasil penelitian menunjukkan kinerja keuangan antara Bank Buku 1, Buku 2, Buku 3, dan Buku 4 memiliki perbedaan yang signifikan. Sementara hasil lainnya, baik bank milik pemerintah maupun milik swasta dan bank dengan ada intervensi asing maupun tanpa intervensi menunjukkan tidak ada perbedaan nilai CAR, NPL, BOPO, dan LDR yang signifikan. Perbedaan yang signifikan terjadi pada nilai ROA baik antara bank milik pemerintah dengan swasta serta bank dengan intervensi asing dan tanpa intervensi asing.
Keywords
CAMEL, Kinerja Perbankan, Krisis Global 2008
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Amin Kadafi
Institutions
Manajemen, FEB, Universitas Mulawarman
Abstract
The food and beverage industry in Indonesia has an important role in Indonesias economic growth. The important role of the food and beverage industry can be seen from the large contribution to the gross domestic product (GDP) of the countrys non-oil and gas industry. One important decision in financial management with company operations is the funding decision. A good funding decision in a company can be seen from the capital structure. The optimal capital structure of the company will be able to minimize the cost of capital that must be borne by the company. The purpose of this study was to determine the effect of intellectual capital and firm size and leverage on the cost of equity capital in food and beverage sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange.
Keywords
intellectual capital, firm size, leverage, cost of equity capital, food and beverage companies
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
DIAN PRAWITASARI
Institutions
Universitas Dian Nuswantoro
Jl. Nakula I No. 11-15
Semarang
Abstract
ABSTRACT The objective of research was using Single Index Model to make decision for optimal stock investment. The samples consist the elimination of shares in LQ-45 companies totaling 33 (thirty three) shares from 2017 until 2018. The data analysis method use Microsoft Excel with twelve steps to analyze this research. The results of the research are 15 (fifteen) shares forming companies optimizing the stock portfolio. The proportion of funds to get an optimal stock portfolio are ASII with a proportion of 29.70%, KLBF with a proportion of 34.17% and PGAS with a proportion of 36.13%. Expected Return Portfolio formed was 1346.36%, portfolio variance formed was 0.019% and portfolio risk was 0.063%. The result also present that the Single Index Model was able to provide information to investors and prospective investors to get optimal stock investment. The Single Index Model can provide information about funding amount from each stock, expected returns and risks for investors and potential investors. Key word : stock portofolio, LQ-45, single index model, investment risk
Keywords
stock portofolio, LQ-45, single index model, investment risk
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
jeni susyanti
Institutions
Universitas Islam Malang
Abstract
Ekonomi kreatif menjadi penting karena pembangunan saat ini dihadapkan pada kemampuan pemerintah dalam mengatur sumber daya yang dimiliki oleh daerah untuk menciptakan sebuah nilai tambah.Tujuan penelitian ini adalah melakukan cluster problematik pelaku bisnis ekonomi kreatif; mengetahui model pendampingan bisnis integrative berkelanjutan pada pelaku bisnis ekonomi kreatif; mengetahui action integrative berkelanjutan untuk kepatuhan wajib pajak. Data diperoleh dengan wawancara mendalam serta dokumentasi. Penentuan sumber data menggunakan random sampling. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model analisis data menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian yang diperoleh cluster problemematic pelaku bisnis ekonomi kreatif terbagi menjadi jasa kuliner dan barangh kuliner. Diperlukannya model pendampingan bisnis integrative berkelanjutan pada pelaku bisnis ekonomi kreatif yang melibatkan intelektual, bisnis, komunitas ekonomi kreatif, pemerintah dan media massa-media sosial. Action ekspansi pelatihan perpajakan, untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Keywords
Model Integrative Berkelanjutan, ekonomi kreatif, kepatuhan pajak
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Musdalifah Azis
Institutions
FEB Unmul
Abstract
This research aims to determine the effect moderation of Systematic Risk on book to market toward to foreign ownership of Variable in Mining Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2012-2016 Period. The population in this research were 43 mining companies selected by using purposive sampling method and getting a sample of 21 companies. Result of hypothesis testing indicate that book to market have a negative and significant effect on foreign ownership, systematic risk has a negative and significant effect and systematic risk weakens the influence of book to market on foreign ownership.
Keywords
Book to Market, Systematic Risk, Foreign Ownership
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
M Sienly Veronica
Institutions
Manajemen, Universitas Kristen Maranatha
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah membentuk model prediksi kesulitan keuangan berdasarkan modal intelektual pada perusahaan yang bergerak di sub sektor hotel, restoran dan pariwisata. Penelitian ini dilakukan untuk menghindarkan perusahaan-perusahaan tersebut dari kebangkrutan karena pada saat ini sektor pariwisata sedang mengalami perlambatan pertumbuhan bisnisnya. Dalam penelitian ini variabel independen yang digunakan adalah modal intelektual yang terdiri dari human capital efficiency (VAHU), capital employed efficiency (VACA) dan structural capital efficiency (STVA) dengan variabel dependen yang digunakan adalah kondisi perusahaan yang dibagi dua yaitu perusahaan yang tidak kesulitan keuangan dan perusahaan yang kesulitan keuangan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probabilitas sampel dengan menggunakan purposive sampling sehingga sampel yang digunakan sebanyak 19 perusahaan yang bergerak pada sub sektor hotel, restoran dan pariwisata yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan periode pengamatan dari 2012-2018. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi logistik, hasil dari regresi logistik menunjukkan bahwa hanya variabel structural capital efficiency (STVA) yang dapat digunakan dalam pembentukan model prediksi kesulitan keuangan untuk perusahaan yang bergerak pada sub sektor hotel, restoran dan pariwisata. Berdasarkan hasil penelitian maka perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan sistem operasional prosedur, menggunakan teknologi yang mudah digunakan karyawan dalam memberikan pelayanan kepada konsumen dan membangun budaya kerja yang lebih baik sehingga perusahaan terhindar dari kesulitan keuangan.
Keywords
modal intelektual, kesulitan keuangan dan regresi logistik.
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Surya Darmawan
Institutions
1)2)Prodi Manajemen Fakultas Bisnis, Psikologi dan Komunikasi UTY
Abstract
This research aims to analyze portfolio selection using Data Envelopment Analysis (DEA) method and then compare its returns with single index method. The data used in this research is data of monthly stock closing price in the list of LQ 45 published by BEI in the period of February 2014 until July 2018, Jakarta Composite Index (JCI) and interest rate level Indonesian Bank Certificate (SBI). This research used two models of DEA, which are DEA CCR and DEA BCC. The establishment of optimal portfolio DEA model is by measuring efficiency value and transforming it into portfolio based on certain decision-making criteria. The results of this research show that portfolio formed by using DEA CCR model generates higher return than single index portfolio. Then, portfolio formed by using DEA BCC model generates lower return than single index portfolio. But, there is no significance difference in returns between DEA portfolio and single index portfolio. The conclusion in this research is that DEA CCR method can used as an alternative tool to arrange optimal portfolio.
Keywords
Portfolio, DEA Method, Single Index Method
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Erric Wijaya
Institutions
STIE Indonesia Banking School Jakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan CAPM (Capital Asset Pricing Model) dalam pemilihan saham untuk melakukan investasi. Investasi di pasar modal umumnya memiliki tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi di pasar uang. Investor terkadang kesulitan menentukan saham mana yang akan menghasilkan return yang besar dengan risiko yang kecil. Mendeskripsikan penerapan CAPM dengan cara mengelompokan saham-saham sektor perbankan yang efisien dan tidak efisien berdasarkan metode CAPM. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model CAPM yaitu untuk melihat return dan risiko yang relevan, serta untuk mencari estimasi tingkat keuntungan yang diharapkan oleh investor (expected return) pada setiap aset apabila pasar modal dalam keadaan seimbang. Metode dalam pemilihan sample adalah purposive sample method dan menghasilkan 40 perusahaan sektor perbankan terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode Agustus 2016- Juli 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 31 saham efisien dari 40 saham sektor perbankan. Saham yang efisien adalah saham-saham dengan tingkat pengembalian individu lebih besar dari tingkat pengembalian yang diharapkan. Dapat diketahui bahwa terdapat 31 saham perbankan dengan tingkat pengembalian rata-rata positif dan 9 saham perbankan dengan tingkat pengembalian rata-rata negatif.
Keywords
CAPM, Beta, Expected Return
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Th Diah Widiastuti
Institutions
Business and Economic Faculty, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Jalan Babarsari 43-44, Yogyakarta, Indonesia
Abstract
This study aims to determine the effect of agency conflict on dividend policy on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2013-2017. This study uses secondary data with a sample of all manufacturing sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2013-2017. The method used in the selection of this sample is the purposive sampling method. Samples collected in this study amounted to 6 (six) manufacturing companies in Indonesia including Astra International Tbk, Intan Wijaya International Tbk, Kalbe Farna Tbk, Selamat Sempurna Tbk, Mandom Indonesia Tbk and Pan Brother Tbk. This study uses multiple regression analysis tools with SPSS Version 23. The results of this study indicate that leverage and size have an effect on dividend policy. Institutional ownership, public ownership, foreign ownership, insider ownership and profit have no effect on dividend policy. This study proves that the five independent variables with three control variables can explain the effect of agency conflict on dividend policy. The five independent variables include leverage, insider ownership, institution ownership, public ownership, foreign ownership. Control variables which include size, profit, and growth.
Keywords
Agency Cost, Agency Conflict, Deviden Payout Ratio , Deviden Policy
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Nurlia Nurlia
Institutions
Universitas Balikpapan
Abstract
Pengaruh CR, DAR, DER dan TATO Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, didapatkan sebelas sampel perusahaan dari delapan belas perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2014-2018. Data diolah dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil koefisien korelasi keempat variabel bebas mempunyai hubungan yang sedang terhadap profitabilitas pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hasil analisis secara simultan diperoleh Current Ratio, Debt to Assets Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Total Assets Turnover mempunyai pengaruh terhadap Profitabilitas pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan secara parsial Debt to Equity Ratio mempunyai pengaruh dominan terhadap Profitabilitas pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Keywords
Current Ratio, Debt to Assets Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Assets Turnover, dan Profitabilitas.
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
ali sadikin
Institutions
Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Indonesia.
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh DER, firm size, dan kepemilikan manajerial terhadap return saham pada perusahaan industri logam yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012 – 2016. Jenis penelitian adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik. Jumlah populasi sebanyak 10 perusahaan, dimana pemilihan sampel menggunakan sensus sampling sehingga sampelnya 10 perusahaan manufaktur sektor industri logam yang terdaftar di BEI periode 2012-2016. Sumber data penelitian menggunakan data sekunder yaitu www.idx.co.id. Analisis data penelitian adalah dengan menggunakan uji regresi linier berganda dengan asumsi klasik. Dari hasil koefisiensi regresi yang dihasilkan dapat disimpulkan hanya DER (X1) dan kepemilikan manajerial (X3) saja yang mempengaruhi secara signifikan terhadap return saham (Y) dengan arah positif, sedangkan firm size (X2) tidak berpengaruh terhadap return saham (Y), dengan arah positif. Implikasinya adalah rasio DER merupakan bagian struktur modal perusahaan dalam rangka untuk meningkatkan modal kerja dan pendanaan perusahaan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan value of the firm dibandingkan perusahaan yang tidak menggunakan utang dalam pendanaan perusahaan oleh karena itu perlunya Struktur modal yang optimal. Peningkatan firm size bisa meningkatkan resiko perusahaan, semakin tinggi risiko suatu investasi semakin besar pula tingkat pengembalian investasi yang diharapkan. Adanya kepemilikan saham Manajerial dalam perusahaan, dapat mempengaruhi kinerja keuangan dan return saham perusahaan tersebut.
Keywords
DER, Firm Size, Kepemilikan Manajerial,Return saham
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
D. Agus Harjito
Institutions
Prodi Manajemen
Universitas Islam Indonesia
Abstract
ABSTRAK Secara umum, kegiatan perusahaan diawali dengan rintisan usaha bisnis tunggal dan melayani pasar tertentu. Perusahaan terpacu mendesain strategi pengembangan agar mampu bertahan dan bersaing di pasar dengan lebih leluasa memasarkan produknya. Strategi pengembangan salah satunya diversifikasi. Penerapan diversifikasi korporat diharapkan berdampak positif bagi perusahaan, terutama dalam meningkatkan kinerja. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh diversifikasi dan jenis diversifikasi terhadap kinerja perusahaan. Diversifikasi diukur dengan indeks Herfindahl sedangkan kinerja perusahaan diukur menggunakan ROI (Return On Investment) dan Tobin-s Q. Penelitian ini melibatkan variabel kontrol yaitu leverage, ukuran perusahaan, dan usia perusahaan. Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub-sektor industri barang konsumsi dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2017. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel diversifikasi korporat tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan yang diukur dengan ROI dan Tobin-s Q. Sedangkan jenis diversifikasi, leverage, ukuran perusahaan, dan usia perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan yang diukur dengan ROI dan Tobin-s Q. *) corresponding author ABSTRACT In general, company activities start with a single business venture and serve a specific market. Companies are encouraged to design development strategies to be able to survive and compete in the market by more freely marketing their products. One of the development strategies is diversification. The implementation of corporate diversification is expected to have a positive impact on the company, especially in improving performance. Therefore this study aims to analyze the effect of diversification and type of diversification on company performance. Diversification is measured by the Herfindahl index while company performance is measured using ROI (Return On Investment) and Tobins Q. This study involves control variables namely leverage, firm size, and age of the company. The sample in this study was a manufacturing company sub-sector of the consumer goods industry and was listed on the Indonesia Stock Exchange in 2013-2017. Data analysis uses multiple linear regression analysis. The results of the study prove that corporate diversification does not affect the companys performance as measured by ROI and Tobins Q. While the type of diversification, leverage, company size, and age of the company have a significant positive effect on company performance as measured by ROI and Tobins Q. company *) corresponding author
Keywords
Keywords: diversification, company performance, leverage, company size, age
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Musdalifah Azis
Institutions
Universitas Mulawarman
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bukti empiris apakah ada pengaruh signifikan antara Diversifikasi Pendapatan Perbankan serta Risiko eksternal terhadap Kinerja Perbankan yang kemudian bagaimana Kinerja ini akan mempengaruhi harga saham pada perusahaan perbankan yang go publik di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Diversifikasi Pendapatan memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Keuangan serta berpengaruh signifikan terhadap variabel Harga Saham sehingga perubahan pada variabel Diversifikasi Pendapatan akan memberikan pengaruh pada variabel Harga Saham. Variabel Risiko Eksternal tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Keuangan serta juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Harga Saham sehingga perubahan pada variabel Risiko Eksternal tidak akan memberikan pengaruh pada Variabel Kinerja Keuangan dan Harga Saham.
Keywords
Diversifikasi Pendapatan, Resiko External, Kinerja Bank dan Harga Saham Perbankan
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Devi Apriani
Institutions
Universitas Mulawarman
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bukti empiris apakah ada pengaruh signifikan antara Diversifikasi Pendapatan Perbankan yaitu Pendapatan Kredit dan Fee Based Income serta Risiko eksternal yaitu Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia, Nilai Tukar dan Tingkat Inflasi terhadap Kinerja Perbankan yang diprosikan dengan LDR, CAR dan BOPO yang kemudian bagaimana Kinerja ini akan mempengaruhi harga saham pada perusahaan perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia. Dengan harapan penelitian ini dapat menjadi masukan untuk para investor dalam mempertimbangkan investasinya terutama di industri perbankan. Dalam rangka menguji analisis hipotesis penulis menggunakan alat analisis Struktural Equation Modelling dengan PLS. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2013 sampai 2017. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling, dimana sampel yang dipilih dengan cermat, hingga relevan dengan kriteria populasinya. periode tahun 2013 sampai 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Diversifikasi Pendapatan dengan indikator Credit Income (CI) dan Fee Based Income (FBI) memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Keuangan dengan indikator LDR, CAR dan BOPO serta berpengaruh signifikan terhadap variabel Harga Saham dengan indikator Closing Price (CP) dan Return Saham (RIT) sehingga perubahan pada variabel Diversifikasi Pendapatan akan memberikan pengaruh pada variabel Harga Saham. Variabel Risiko Eksternal dengan indikator SBI, Nilai Kurs dan Tingkat Inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Keuangan dengan indikator LDR, CAR dan BOPO serta juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Harga Saham dengan indikator Closing Price (CP) dan Return Saham (RIT) sehingga perubahan pada variabel Risiko Eksternal tidak akan memberikan pengaruh pada Variabel Kinerja Keuangan dan Harga Saham.
Keywords
Diversifikasi Pendapatan, Resiko Eksternal, Kinerja Keuangan, Harga Saham.
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Marisya Mahdia Khoirina
Institutions
Universitas Internasional Semen Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh antara variabel earning management dan mekanisme good corporate governance yang diproksikan dengan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan publik, komite audit, ukuran dewan komisaris, dan proporsi dewan komisaris terhadap terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Pengungkapan corporate social responsibility dihitung menggunakan corporate social responsibility disclosure index yang didasarkan pada standar laporan Global Reporting Initiative (GRI) versi G4 yang diungkapakan perusahaan melalui laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan statistik deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2017. Total sampel ada 12 perusahaan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisa yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel earning management, kepemilikan manajerial, kepemilikan pulblik, dan proporsi dewan komisaris tidak berpengaruh secara signifikan, sedangkan komite audit dan ukuran dewan komisaris berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility
Keywords
Earning Management, Pengungkapan Corporate Social Responsibility, Mekanisme Good Corporate Governance.
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Dian Primanita Oktasari
Institutions
Universitas Mercubuana
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh earning per share, debt to equity ratio,dan total asset turn over, terhadap return on asset pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sub sektor hotel, restoran dan pariwisata tahun 2013-2017. Variabel independen dalam penelitian ini adalah earning per share, debt to equity ratio,dan total asset turn over, sedangkan variabel dependen nya adalah return on asset. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sample jenuh dan di dapatkan 7 perusahaan sebagai sample. Data penelitian diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dan didaptkan bahwa model yang lebih tepat digunakan adalah common effect. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa earning per share dan debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan, terhadap return on asset dan total asset turnover berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return on assets.
Keywords
Earning Per Share, Debt To Equity Ratio, Total Asset Turn Over, Return On Asset.
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
ZAENAL ARIFIN
Institutions
Universitas Islam Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi risiko kredit. Penelitian ini menggunakan sampel bank umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 – 2017. Pengujian pengaruh faktor internal terhadap risiko kredit menggunakan data tahunan, sementara pengujian pengaruh faktor eksternal terhadap risiko kredit menggunakan data bulanan. Unit analisis untuk faktor internal adalah risiko kredit tiap-tiap bank pada tahun tertentu, sementara untuk analisis faktor eksternal menggunakan unit analisis rata-rata risiko kredit seluruh bank pada bulan tertentu. Penelitian ini menemukan bahwa faktor internal risiko likuiditas berpengaruh positif terhadap risiko kredit. Sementara itu faktor internal profitabilitas berpengaruh negatif terhadap risiko kredit. Faktor eksternal tingkat inflasi tidak terbukti berpengaruh terhadap risiko kredit tetapi suku bunga berpengaruh negatif terhadap risiko kredit. Temuan bahwa suku bunga berpengaruh negatif terhadap risiko kredit merupakan temuan yang tidak kami duga karena kami menghipotesiskan bahwa suku bunga berpengaruh positif terhadap risiko kredit. Data suku bunga pasar yang relatif rendah pada periode penelitian dan adanya dugaan bahwa suku bunga pinjaman tidak elastis terhadap perubahan suku bunga pasar bisa jadi menjadi faktor yang mempengaruhi temuan tersebut. Sementara tidak ditemukannya pengaruh inflasi terhadap risiko kredit juga diduga karena tingkat inflasi pada periode penelitian relatif rendah dan stabil.
Keywords
risiko kredit, risiko likuiditas, profitabilitas, inflasi, suku bunga
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Agus Zainul Arifin
Institutions
Universitas Tarumanagara
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Financial Literacy, Overconvidence, Locus Of Control, dan Financial Self Efficacy terhadap Investment Decision. Objek penelitian adalah investor pada surat berharga saham, obligasi, reksadana, asuransi non BPJS, dan dana pension mandiri. Data yang digunakan adalah data primer. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada subjek. Kuesioner dibuat melalui aplikasi Google Form yang kemudian disebarkan secara daring melalui aplikasi. Data diolah dengan SEM yang menggunakan software PLS Versi3,0 Pro. Hasil penelitian membuktikan bahwa Financial Literacy, Overconvidence, dan Locus Of Control, berpengaruh positif terhadap Investment Decision. Adapun Financial Self Efficacy tidak berpengaruh terhadap Investment Decision.
Keywords
Investment Decision, Financial Literacy, Overconvidence, Locus Of Control, Financial Self Efficacy
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Ardi Paminto
Institutions
Universitas Mulawarman
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh corporate social reponsibility dan good corporate governance terhadap kinerja kuangan dan nilai perusahaan sektor pertambangan yang tercatat di bursa efek Indonesia. Objek penelitian adalah perusahaan pertambangan yang tercatat di bursa efek Indonesia dengan periode penelitian dari tahun 2014 sampai dengan 2017. Pengambilan sampel digunakan dengen metode purposive sampling, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 26 perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEM-PLS). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Good Corporate Governance, Corporate Social Responsibility, Kinerja Keuangan dan Nilai Perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Variabel good corporate governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. (2) Variabel good corporate governance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. (3) Variabel corporate Social responsibility berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan.(4) Variabel corporate Social responsibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. (5) Variabel Kinerja Keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
Keywords
Good Corporate Governance, Corporate Social Reponsibility, Kinerja Kuangan, dan Nilai Perusahaan
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
D. Agus Harjito
Institutions
Magister Akuntansi Universitas Gadjah Mada
Magister Manajemen Universitas Islam Indonesia
Abstract
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Insider Ownership (INSD), Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) terhadap Dividend Payout Ratio (Y) pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2012 sampai 2016. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dimana sampel yang digunakan berdasarkan beberapa kriteria yang telah ditentukan sehingga diperoleh 20 perusahaan. Jenis data yang digunakan adalah jenis data cross section dari tahun 2012 sampai 2016. Penelitian ini menggunakan program IBM SPSS Statistics 23 untuk melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda, tetapi sebelum pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Insider Ownership (INSD) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR). Hal tersebut menunjukkan bahwa insider ownership tidak dapat digunakan untuk mengestimasi besarnya dividend payout ratio pada perusahaan manufaktur di BEI pada tahun 2012 sampai 2016. Kemudian, Debt to Equity Ratio (DER) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) sehingga debt to equity ratio dapat digunakan oleh para investor sebagai acuan dalam menganalisis kemampuan perusahaan manufaktur dalam membagikan dividen khususnya pada perusahaan manufaktur di BEI pada tahun 2012 sampai 2016. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa Return on Equity (ROE) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR). Sama seperti insider ownership, return on equity juga tidak dapat digunakan oleh para investor untuk mengestimasi besarnya dividend payout ratio pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2012 sampai 2016. Kata Kunci: Insider Ownership (INSD), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Equity (ROE), Dividend Payout Ratio (DPR)
Keywords
Insider Ownership, Debt to Equity Ratio, Return On Equity, Dividend Payout Ratio
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Maryam Nadir
Institutions
FEB Universitas Mulawarman
Abstract
Penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh Intellectual Capital (IC) terhadap kinerja keuangan perbankan syariah di Indonesia. Dalam penelitian ini metode pengukuran IC yang digunakan adalah metode Value Added Intellectual Capital (VAIC) yang dikembangkan oleh Pulic (1998). Penelitian ini menguji hubungan antara VAIC beserta komponen utamanya yaitu Human Capital Efficiency (HCE), Structural Capital Efficiency (SCE) dan Capital Employed Efficiency (CEE) dengan Return on Equity (ROE) sebagai rasio yang mengukur kinerja keuangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder, yaitu laporan keuangan perusahaan perbankan syariah di Indonesia periode 2012-2016 yang dipublikasikan pada website masing-masing bank. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh Bank Umum Syariah (BUS) yang terdaftar pada Bank Indonesia dengan total populasi 13 perbankan syariah. Berdasarkan teknik purposive sampling ditemukan 11 perusahaan perbankan yang memenuhi syarat menjadi sampel pada penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) HCE memiliki pengaruh positif signifkan terhadap kinerja keuangan perbankan syariah. (2) SCE berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan syariah. (3) CEE memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan syariah. (4) Variabel HCE, SCE dan CEE secara bersama-sama atau simultan memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap ROE sebagai rasio yang mengukur kinerja keuangan perbankan syariah yang ada di Indonesia.
Keywords
Intellectual Capital (IC), Value Added Intellectual Capital (VAIC), Human Capital Efficiency (HCE), Structural Capital Efficiency (SCE), Capital Employed Efficiency (CEE), Return on Equity (ROE).
Topic
Manajemen Keuangan
Corresponding Author
Nurfauziah Nurfauziah
Institutions
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi
Universitas Islam Indonesia
Ringroad selatan, Condongcatur, Depok Sleman
Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital, rate of growth of intellectual capital (ROGIC) dan pengungkapannya terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diproksikan dengan return on asset (ROA). Metode yang digunakan untuk mengukur intellectual capital yaitu value added intellectual coefficient (VAIC™). Penelitian ini juga menguji pengaruh dari ketiga komponen intellectual capital (VAIC) yaitu physical capital (value added capital employed – VACA), human capital (value added human capital – VAHU) dan structural capital (value added structural capital – STVA) terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penentuan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 250 perusahaan jasa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intellectual capital (VAIC), VACA dan VAHU berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sedangkan STVA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Serta ROGIC dan ICD tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Keywords
Intellectual Capital (VAIC), Return on Asset (ROA).
Topic
Manajemen Keuangan
Page 3 (data 61 to 90 of 138) | Displayed ini 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats