Indonesia Conference Directory


<< Back

Abstract Topic: Pendidikan Fisika

Page 2 (data 31 to 34 of 34) | Displayed ini 30 data/page

Studi Awal Penggunaan Sensor pada Smartphone dalam Menentukan Frekuensi dan Faktor Redaman Osilasi Pegas
Nur Afifah Zen, Ila Lailatun Sholihah, Dadang Suhendra dan Ferry Iskandar

Show More

Corresponding Author
Ila Lailatun Sholihah

Institutions
Laboratorium Listrik dan Magnet,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Osilasi sederhana seperti gerak pendulum dan osilasi pegas telah sangat umum dilakukan pada pratikum fisika dasar. Kami telah berhasil mengembangkan praktikum osilasi teredam pada pegas dengan memanfaatkan sensor magnet yang terdapat pada smartphone. Praktikum ini bertujuan untuk mengamati gerak osilasi secara langsung yang ditampilkan melalui grafik dan menentukan frekuensi disertai konstanta redaman. Perhitungan teori dilakukan menggunakan persamaan Lagrange kemudian dibandingkan dengan hasil praktikum. Pegas yang digunakan memiliki konstanta pegas sebesar 3 N/m2. Hasil percobaan menunjukkan bahwa nilai frekuensi pada grafik osilasi memiliki tingkat kesalahan relatif dibawah 10% terhadap perhitungan teori. Sedangkan frekuensi pada osilasi pegas menghasilkan tingkat kesalahan relatif sebesar 17,84 %. Hal tersebut dikarenakan gerakan pegas dipengaruhi oleh elastisitas pegas yang menghasilkan konstanta redaman sebesar 0,73.

Keywords
Smartphone,osilasi pegas, frekuensi, konstanta redaman

Topic
Pendidikan Fisika

Link: https://ifory.id/abstract/XByELYueqJQ4


Studi Awal Pengukuran Laju Benda Menggunakan Sensor Magnet pada Smartphone
Hanifah Harudini Priambudi, Juwansyah Sasmita, Dadang Suhendra, Ferry Iskandar (a*)

Show More

Corresponding Author
Hanifah Harudini Priambudi

Institutions
a) Laboratorium Fisika Listrik dan Magnet,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*ferry[at]fi.itb.ac.id

Abstract
Mekanika dasar seperti gerak benda merupakan salah satu bahan pengajaran dalam praktikum fisika di perguruan tinggi, namun praktikum yang digunakan belum bisa menyajikan data laju benda secara real time dengan menggunakan alat yang relatif murah. Oleh karena itu, kami mengembangkan metode untuk mengukur laju benda bermagnet dengan menggunakan sensor magnet pada smartphone. Dalam percobaan telah didapat persamaan yang menghubungkan laju benda bermagnet dengan medan magnet maksimum dan nilai FWHM (Full Width at Half Maximum) yang terukur oleh sensor magnet pada smartphone, yaitu y=589,2x^{3}-1256x^{2}-618,7x+2075 dan y=0.04403x^{-1.0719}+0,05233. Melalui percobaan gerak bandul sederhana ditunjukkan bahwa nilai laju benda bermagnet yang didapat melalui persamaan tersebut memiliki tingkat kesalahan relatif dibawah 10% terhadap perhitungan teori.

Keywords
FWHM; Laju; Medan magnet maksimum; Smartphone

Topic
Pendidikan Fisika

Link: https://ifory.id/abstract/q2FKkA9CY4mH


Untuk penyadaran ilmu dan cara ilmiah: Jenis energi terbarukan berupa sel listrik Americium-242
Aloysius Rusli

Show More

Corresponding Author
Aloysius Rusli

Institutions
Jurusan Fisika, FTIS, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung 40141, Indonesia

Abstract
Sebagai suatu alternatif tambahan bagi jenis sumber energi terbarukan, makalah ilmiah tahun 2012 dalam jurnal Complexity, oleh Eric Shinn dkk, dari University of Illinois at Urbana-Champaign, dirujuk sebagai gagasan yang menarik, walaupun masih ada sejumlah masalah teknis yang perlu diatasi. Konsep yang digunakan, yang tampaknya agak diilhami oleh penelitian Henry Moseley (1887-1915), fisikawan Inggris yang mengukuhkan konsep “nomor atom”, adalah mengkonversi energi kinetik 5,6 MeV pancaran partikel alfa dari isotop radioaktif sintetis Americium-242, menjadi energi potensial listrik. Hal itu dilakukan dengan melewatkan partikel alfa itu pada susunan seri kapasitor-nano, yang terbuat dari tumpukan 5 ribu lembaran monoatomik grafena, dengan tebal total 2,5 milimeter, yang diberi medan listrik 1 GV/m untuk menghentikan partikel alfa tersebut. Hasilnya adalah bahwa partikel alfa itu mengambil elektron dari grafena, dan menjadi gas atom Helium yang netral. Kekurangan elektron yang terjadi dalam rangkaian listrik berkapasitor-nano itu, lalu dapat menimbulkan arus listrik. Hasil perhitungannya meramalkan dapat dihasilkannya daya listrik 22 mW jika Americiumnya berjumlah 1 curie (= 37 gigabecquerel). Dalam makalah ini hendak ditunjukkan bagaimana gagasan ini dapat dipahami dengan beberapa konsep Fisika Dasar, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ilustrasi yang mengaitkan hasil penelitian dengan materi kuliah Fisika Dasar. Hal ini dipandang bermanfaat untuk lebih mendekatkan dunia penelitian fisika dengan dunia pendidikan fisika dasar, dan membina semangat kreativitas dan sikap memecahkan masalah, kekhasan manusia dalam menangani kecerdasan buatan robotik.

Keywords
energi terbarukan, radioaktivitas, sel listrik

Topic
Pendidikan Fisika

Link: https://ifory.id/abstract/j2mV8CZyATcz


Upaya Peningkatan Minat Belajar Siswa SD pada Materi Tata Surya dengan Memanfaatkan Augmented Reality
Fauzia Puspa Lestari (1), Galih Restu Fardian Suwandi(1), Anggun Arisani (2), Hendro Tri Okta Badrianto (3), Muldani Dwi Badrianto(3)

Show More

Corresponding Author
Fauzia Puspa Lestari

Institutions
1) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
2) Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung
3) Gulali Edukasi Indonesia

Abstract
Literasi sains Indonesia tergolong rendah di dunia. Menurut PISA, tingkat literasi Indonesia berada di urutan ke 64 dari 65 negara pada Tahun 2012. Di sisi lain, anak-anak usia dini justru sudah menggunakan ponsel untuk bermain games atau menonton video. Pada penelitian ini, penulis melihat pengaruh pemanfaatkan teknologi augmented reality pada buku terhadap minat baca anak. Augmented reality adalah adalah teknologi yang menggabungkan benda maya ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut secara real time. Telah dibuat buku mengenai tata surya dengan judul "Jelajah Angkasa" untuk anak usia kelas 4-6 SD dengan aplikasi AR dengan animasi yang menarik. Sehingga anak-anak diharapkan dapat lebih tertarik untuk membaca buku dan memahami konsep fisika dengan mudah. Program ini bekerja sama dengan mitra UMKM penerbit buku anak, yaitu Gulali Edukasi Indonesia. Tim ITB merencanakan konsep buku dan aplikasi, sedangkan tim mitra membantu dalam pembuatan animasi dan ilustrasi. Tim ITB juga melakukan transfer ilmu bagaimana cara membuat aplikasi AR sehingga kedepannya mitra dapat menerapkan teknologi ini. Buku ini kemudian dibagikan kepada siswa kelas 5 di SD Negeri Sukaakur, kemudian dilakukan survey untuk mengetahui minat membaca buku tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa lebih tertarik membaca buku dengan teknologi augmented reality karena animasi yang menarik sehingga lebih mudah dipahami.

Keywords
Augmented reality, tata surya, literasi, siswa

Topic
Pendidikan Fisika

Link: https://ifory.id/abstract/LAFv7hxydXgc


Page 2 (data 31 to 34 of 34) | Displayed ini 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats