Page 2 (data 31 to 60 of 81) | Displayed ini 30 data/page
Corresponding Author
Aryoputro Adhiguno
Institutions
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
Abstract
Permasalahan perkotaan di Indonesia yang timbul akibat urbanisasi salah satunya adalah kepadatan kota yang tinggi. Kepadatan kota yang tinggi ditambah permasalahan lain seperti kurangnya ruang terbuka hijau turut menjadikan banyak kota di Indonesia cenderung panas untuk bermukim dan beraktivitas sehari-hari. Kurangnya RTH pada perkotaan dapat menyebabkan tingginya temperatur suatu perkotaan (Urban Heat Island). Salah satu pemberdayaan ruang hijau yang tepat ditengah tingginya pembangunan dan kurangnya lahan dapat menyusupkan ruang hijau pada atap-atap gedung bertingkat (green roof). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsep green roof pada bangunan yang menggunakan green roof, dengan lokasi yang memiliki karakter iklim cenderung sesuai dengan perkotaan di Indonesia. Metode yang digunakan pada penulisan adalah metode komparatif dengan membandingkan atau menguji hubungan pengaruh sebab akibat dari data-data yang tersedia. Dengan adanya penerapan green roof pada bangunan kota di Indonesia , menjadi solusi atas permasalahan kurangnya RTH. Selain itu juga berdampak positif diantaranya penurunan suhu ruangan dan memberi kenyamanan termal terhadap pengguna dalam bangunan.
Keywords
green roof; ruang terbuka hijau; pengguna bangunan; masalah perkotaan;
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Erfan Hasyim Musthofa
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Kepadatan kota yang cukup tinggi dan kurangnya ruang terbuka hijau menjadikan banyak kota besar cenderung panas untuk beraktivitas sehari-hari. Maraknya pembangunan dan kurangnya RTH menyebabkan temperatur kota menjadi tinggi. Konsep taman vertikal pada gedung dapat mempengaruhi kondisi suhu permukaan dinding bangunan menjadi menurun. Dalam penerapan tanaman vertikal dibutukan sistem khusus dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bangunan yang menggunakan konsep taman vertikal, dengan lokasi yang memiliki karakter iklim tropis. Penulisan ini menggunakan Metode komparatif dengan membandingkan hubungan pengaruh sebab akibat dari data-data yang tersedia. Terdapat tiga variabel yang akan dibahas, yaitu kategori, prinsip komponen dan dampak. Hasil dari penerapan taman vertikal pada bangunan diperkotaan menjadi solusi atas permasalahan kurangnya RTH. Selain itu juga berdampak positif diantaranya kenyamanan termal terhadap pengguna dalam bangunan dan meningkatkan kualitas udara.
Keywords
taman vertikal, ruang terbuka hijau, masalah perkotaan
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Sarash Ayu Hulaevah Suha
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Ruang pamer museum tentunya memiliki fasilitas khusus agar kualitas material benda koleksi terjamin keamanannya. Kenyamanan termal dapat dipengaruhi oleh kualitas material selubung bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elemen-elemen arsitektur yang mempengaruhi kondisi termal ruang pamer Museum Nasional Indonesia. Hasil pengukuran dianalisis dengan program aplikasi pengolah angka dan menggunakan tabel data untuk menunjukkan kondisi kenyamanan termal di ruang pamer. Karena faktor kenyamanan termal ruang adalah bagian dari aspek terpenting dari kenyamanan fisik pengudaraan ruang pamer museum maka perlu ditingkatkan kembali pada konfigurasi elemen ruang arsitektur dengan cara memilih material bangunan lokal agar kenyamanan ruang pamer mendapatkan dampak positif.
Keywords
Elemen arsitektur, Kelembaban udara, Kenyamanan termal, Museum, Suhu udara
Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Albertus Sanjayya Luru
Institutions
UNIVERSITAS TRISAKTI
Abstract
Salah satu dari sekian banyak kebutuhan manusia yang terkadang perlu dipenuhi itu adalah berwisata. Sehingga diharapkan dapat memberikan suasana baru sebagai penyegar pikiran akan rutinitas dalam pekerjaan sehari-hari yang sangat melelahkan,apalagi bila sarana tersebut ditunjang dengan adanya sebuah penginapan dengan fasilitas yang mmemadai. Pulau Bali merupakan salah satu daerah destinasi wisata dan juga sangat terkenal dengan arsitektur tradisionalnya yang unik dan eksotis. Sehingga penerapan konsep-konsep Neo vernakular pada desain-desain hotel yang ada diyakini dapat menciptakan citra arsitektur tradisional Bali. Metode penelitian yang dilakukan dengan study kepustakaan dari berbagai literature yang dideskritifkan secara menyeluruh.
Keywords
Neo Vernakular, Hotel Resort, Bali
Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Kemal Prawiraputra
Institutions
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
Abstract
Sentul international circuit yang berlokasi di kota Bogor, Sirkuit adalah suatu arena yang berada di area tertutup, jauh dari aktifitas publik. Lintasan sirkuit selalu memiliki start dan finish pada satu titik yang sama, dengan demikian sirkuit dapat dikatakan tidak berujung, pembangunan sirkuit juga disesuaikan secarakhusus baik untuk balap motor maupun mobil. Area tersebut juga merupakan tempat untuk acara international seperti F1 dan motoGP. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mendapatkani isu-isu penting arsitektur regionalime pada bangunan di Kawasan Sentul international circuit, dimana arsitektur regionalisme merupakan peleburan atau penyatuan antara arsitektur masa lampau dengan arsitektur masa kini karena lokasi Sentul internasional circuit berada di bogor, jawa barat, maka aspek yang akan di gunakan aadalah aspek – aspek tradisonal yang ada di jawa barat. Seperti, ornament, rumah adat, orientasi, bentuk serta makna dan alas an dari bentuk – bentuk tersebut. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat umum, fleksibel, berkembang dan muncul dalam proses penelitian dan mengedepankan kosntruksi dan teori daripada pengujian teori dengan metode tersebut yang digunakan dalam penelitian deskriptif untuk menggambarkan fenomena yang ada. Hasil dari penulisan ini untuk mengetahui konsep desain pada arsitektur regionalisme khususnya pada bangunan di Sentul international circuit.
Keywords
Sirkuit, Arsitektur Regionalisme, Arsitektur Jawa Barat
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Muhammad Yoga Prabowo
Institutions
1) Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti
2) 3) Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti
Jl. Kyai Tapa No.1 Jakarta Barat 11440
E-mail : 1) Prabowoyoga20[at]gmail.com, 2)mi.ririk[at]trisakti.ac.id, 3) sri.t[at]trisakti.co.id
Abstract
Konsep integrated saat ini sering digunakan pada bangunan-bangunan berkonsep Transit Oriented Development untuk memberikan kemudahan mengakses moda transportasi dan bangunan terdekat. Hal ini juga harus didukung oleh kenyamanan agar masyarakat mau untuk menggunakan transportasi umum. Faktanya konsep integrated tidak hanya sekedar membangun jembatan penghubung dan memberikan akses menuju dua tempat. Tulisan ini menggunakan metode komparatif terhadap pembanding beberapa mixed-use di kawasan Blok M Plaza, BSD City dan PGC. Variabel yang diamati terdiri dari fungsi jembatan, peneduh, fasilitas, posisi moda transportasi dan integrasi antar bangunan. Hasil menunjukkan bahwa kriteria konsep integrasi bangunan memperhatikan Jembatan penghubung yang memiliki peneduhan untuk menghindari hujan dan panas, bangunan yang berorientasi pada moda transportasi, pembatas jalan yang ramah disabilitas dan menggunakan tanaman sebagai pagar alami.
Keywords
Jembatan Penyeberangan Orang; Transportasi; Integrasi antar bangunan.
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Ryggie Phillip
Institutions
Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur, Jurusan Arsitektur, Jakarta
Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta
Abstract
Arsitektur merupakan bagian yang dominan dalam membentuk identitas suatu kota. Batam merupakan kota yang terletak di Kepulauan Riau yang memiliki akar budaya melayu. Pengaplikasian langgam pada bangunan hotel resort dan cottage di kota Batam merupakan salah satu bentuk dalam menjadikan identitas kawasan sebagai daerah berkebudayaan Melayu. Penerapan langgam pada bangunan dipresentasikan sesuai dengan pemahaman arsitektur dengan melihat arti dan nilai dari langgam itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan langgam arsitektur melayu terhadap desain hotel resort dan cottage di kota Batam sebagai identitas suatu kawasan.
Keywords
Langgam, Elemen, Identitas, Arsitektur Melayu
Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Rafi Alfian Panjaitan
Institutions
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan teknik Sipil, Universitas Trisakti Kampus A Jalan Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta Barat
Abstract
Salah satu yang dibahas di sini adalah akses jalan menuju tol di daerah Bekasi. Terdapat simpang tak bersinyal dengan bentuk geometri yang tidak beraturan yang berada di Jalan Caman Raya. Simpang tersebut memiliki 5 lengan. Studi kasus di simpang tersebut untuk mendapatkan kinerja pada simpang tersebut. Studi kasus pada simpang tersebut, didapatkan DS = 1.2 pada data eksisting simpang tersebut, melebihi dari 0.85. Ada 2 solusi yang direncanakan, alternative yang pertama adalah dengan perubahan rute lalu lintas dan yang ke dua adalah dengan melakukan alternative pertama ditambah dengan melakukan pelebaran jalan pada salah satu lengan yang ada pada simpang.
Keywords
simpang tak bersinyal, manajemen lalu lintas, rekayasa lalu lintas
Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
exel adiguna putra
Institutions
universitas trisakti
Abstract
Keywords
high tech architecture
Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Indira Saraswati
Institutions
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perancangan
Universitas Trisakti
Abstract
Semiotika merupakan suatu konsep desain yang memerlukan metode tertentu dalam proses pengaplikasian pada bangunan/kawasan yang akan dibangun. Saat ini tidak banyak penulis yang membuat metode pemilihan konsep terlebih pada konsep semiotika. Dalam semiotika arsitektur pesan yang terkadung (signified) dalam obyek terbentuk dari hubungan antara pemberi tanda (signifier) dan fungsi nyata atau sifat benda. Indeks merupakan sesuatu yang mempunyai hubungan menyatu dan bersebab-akibat antara signifier dan signified. Penulisan Metode pemilihan konsep semiotika pada desain Kawasan Pusat Kegiatan Seni dan Budaya di Jimbaran Bali ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data observasif, wawancara, dan dokumentasi, lalu ada pembahasan yang akan membahas penentuan konsep terbagi menjadi dua yaitu, cara dan langkah penentuan konsep. Berdasarkan metode dan pembahasan yang telah di tetapkan, maka di formulasikan metode penentuan konsep yang spesifik dalam mendesain Kawasan pusat seni dan budaya.
Keywords
Semiotika, Pusat Kegiatan Seni Dan Budaya, Jimbaran Bali
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
emir fauzan
Institutions
UNIVERSITAS TRISAKTI
Abstract
Bangunan yang ramah lingkungan adalah bangunan yang dapat merespon alam. Bentuk fasad bangunan yang masif akan memakai pencahayaan pasif yang akan memakan banyak sekali energi. Bandara merupakan bangunan yang cukup luas dan memerlukan banyak cahaya. Pada sebagian bandara banyak yang masih memerlukan cahaya karena memakan energy yang sangat banyak tidak menjadi ramah lingkungan. Maka dari itu pemanfaatan cahaya alami harus dipotimalkan dengan fasad yang terbuka yang dapat menerima pencahayaan optimal. Pencahayaan pasif dapat menimbulkan kerugian pada lingkungan sekitarnya, oleh sebab itu pengolahan cahaya dan panas matahari melalui fasad bangunan. Untuk menghemat pemakaian energi listrik.
Keywords
Pencahayaan Alami,Bandara, Bandara Mali Alor, Fasad Bangunan
Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
dwiky ferly prawira
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Kota Surakarta saat ini memerlukan gedung convention center sebagai wadah kegiatan MICE karena memiliki potensi untuk mengembangkan bisnis MICE. Bertumbuhnya populasi penduduk menjadi masalah yang berpengaruh dalam perancangan ruang convention, Konsep arsitektur futuristik memiliki aspek yang dapat mendukung terciptanya ruang yang fleksibel untuk menyelesaikan masalah tersebut. Untuk mengetahui peran arsitektur futuristik untuk menciptakan ruang yang fleksibel dilakukan dengan menganalisis studi preseden yang telah disesuaikan dengan tinjauan pustaka dan diimplementasikan ke dalam studi kasus. Teknologi gala system adalah teknologi yang paling fleksibel di antara teknologi lainnya yang memungkinkan terciptanya beberapa alternatif layout ruang sesuai kebutuhan ruang convention center di kota Surakarta.
Keywords
Convention center, Fleksibilitas, Arsitektur futuristik
Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Wahyu Gita Ozi Sadevi
Institutions
1Mahasiswa Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
2,3Dosen Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta
Abstract
Bali ditetapkan sebagai Kawasan Nasional Pengembangan Energi Bersih (KNEB), pada Global Environment Forum ke-11 di Nusa Dua tahun 2010, yang berkaitan dengan pengembangan sumber energi baru dan terbarukan. Sehingga dibutuhkan infrastruktur yang dapat mewadahi kegiatan penelitian dan pengembangan yang sesuai kondisi lokal. Potensi alam dan iklim yang dimiliki daerah Jembrana, Bali sangat menunjang untuk kegiatan penelitian. Menyikapi potensi tersebut, maka dibutuhkan suatu pemecahan desain fasad yang dapat menyesuaikan iklim lokal. Pendekatan Arsitektur Bioklimatik digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut sehingga didapatkan kenyamanan ruang yang baik di dalam bangunan. Metode penelitian dan pengumpulan data dilakukan dengan melihat kondisi tapak dan penggunaan teori yang dipaparkan secara kualitatif. Analisis dilakukan dengan metode programatik sedangkan konsep bioklimatik dikembangkan melalui metode pragmatik. Komparasi menggunakan bangunan dengan penerapan parameter bioklimatik yang dicetuskan oleh Ken Yeang. Hasil kajian yang didapatkan adalah fasad yang dapat meningkatkan kemampuan insulasi fasad sehingga dapat menurunkan suhu pada ruang-ruang di bangunan penelitian.
Keywords
Bali, penelitian, bioklimatik
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Fanny Salwa Fairuzy
Institutions
Trisakti University
Abstract
Elemen fasad pada bangunan stasiun harus dapat mencirikan dan merepresentasikan tema dengan memperhatikan karakteristik dan prinsip-prinsip arsitektur high-tech. Penggunaan material yang transparan menjadi karakter bangunan high-tech namun untuk di iklim tropis harus dapat disiasati untuk mengurangi panas cahaya matahari tanpa mengurangi citra karateristik bangunan high tech. Elemen fasad juga tetap memperhatikan prinsip-prinsip estetika fasad yaitu proporsi, skala, irama, urutan, keseimbangan dan kesatuan karena penggunaan material yang transparan, secara tidak langsung juga memperlihatkan ruang dalam bangunan stasiun . Tujuan penulisan ilmiah ini adalah untuk menganalisis penerapan high-tech yang dapat dilakukan di stasiun MRT dlebak bulus.
Keywords
arsitektur high-tech, stasiun MRT, Jakarta, fasad
Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Ilham Alamanda Nugraha Putra
Institutions
a) Mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta
*ilhamalamanda25[at]gmail.com
b) Dosen Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta
*rth.budiarti[at]yahoo.com
c) Dosen Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta
*retna.ap[at]trisakti.ac.id
Abstract
Perancangan pusat seni dan budaya di Jawa Barat dilatar belakangi oleh kekayaan seni budaya yang unik dan beragam di Provinsi Jawa Barat sebagai hasil dari kreativitas masyarakatnya. Hal ini membuktikan bahwa dibutuhkanya suatu tempat (bangunan) yang dapat menampung kegiatan seni dan budaya masyarakat Jawa Barat. Adapun beberapa prinsip yang dapat dijadikan dasar pemikiran dalam perancangan pusat seni dan budaya Jawa Barat ialah dengan mengangkat gagasan lokal Jawa Barat yang mendalam menyangkut filosofi dalam ruang, massa, dan bentuk, serta mencerminkan wujud antara tradisional dan modern pada bangunan. Dengan demikian desain tidak hanya memperlihatkan gagasan modern saat kini namun juga semangat kearifan lokal, sehingga tercipta kesinambungan antara pastpresent-future. Perancangan ini juga diharapkan dapat mempresentasikan identitas atau karakter tempat itu sendiri. Maka dari itu penelitian ini dibuat untuk mengetahui penerapan arsitektur Kontemporer pada bangunan WJACC (West Java Art and Cultural Centre) dan ditulis dengan metode penelitian kualitatif dengan penyajian tulisan secara deskriptif. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung dasar pemikiran perancangan, dengan menciptakan bangunan yang dapat menggambarkan semangat perkembangan zaman dengan bentuk desain yang inovatif, kreatif dan juga futuristik namun tetap memperhatikan filosofi lokal Jawa Barat seperti pola pemukiman sunda yang terdapat unsur lemah (tanah) dan juga cai (air) serta penerapan unsur bambu yang dapat menjadi ikon ataupun landmark kebanggaan masyarakat Jawa Barat.
Keywords
Pusat seni budaya; kontemporer; kearifan lokal
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Enrico Cleonardo Kiputra Budiman
Institutions
(a) Penulis
(b) Dosen Pembimbing Utama Tugas Akhir, Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti
֗(c) Dosen Pembimbing Pendamping Tugas Akhir, Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti
Abstract
Desain ruang baca pada perpustakaan yang kaku dan monoton seringkali membuat pengguna merasa tidak nyaman karena suasana yang terkesan membosankan. Kesan yang timbul dari suasana ruang baca berpengaruh terhadap psikologis dan kondisi fisik pengguna. Pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk selalu berhubungan dengan alam yang dapat memberi banyak dampak positif bagi psikologis maupun fisik manusia yang disebut sebagai biophilia. Hal ini menyebabkan munculnya pendekatan biophilic design. Terdapat 6 komponen biophilic design untuk menciptakan desain dengan sentuhan alam. Penerapan 6 komponen biophilic design pada ruang baca diharapkan dapat membantu menciptakan healing environment, yang berguna untuk meningkatkan minat baca dan proses penyembuhan psikologis pada pengguna
Keywords
biophilic design, ruang baca, perpustakaan, alam
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Maysika Widyani Yusica
Institutions
JURUSAN ARSITEKTUR-FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN, UNIVERSITAS TRISAKTI
Abstract
Cottage merupakan salah satu penunjang kebutuhan penginapan di hotel resor. Dengan adanya cottage yang menarik pada hotel resor dapat membuat minat wisatawan yang datang semakin tinggi. Cottage di Bata, kurang mengalami perkembangan yang baik, dan tidak memiliki perbedaan yang jauh antar cottage di resort lainnya, sehingga kurang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Arsitektur organik adalah filosofi arsitektur yang mempromosikan harmoni antara tempat tinggal manusia dan dunia alam yang dikenalkan oleh seorang arsitek, Frank Lloyd Wright pada tahun 1908. Pemilihan konsep arsitektur organik bertujuan agar dapat memberikan keunikan pada bentuk fasad bangunan yang seirama dengan alam. Permasalahan pada penelitian adalah bagaimana menerapkan prinsip-prinsip arsitektur organik dan bagaimana penerapan material agar bentuk fasad menggambarkan keindahan cottage pada hotel resor. Metode yang digunakan dengan membandingkan elemen fisik dan non-fisik pada beberapa fasad bangunan berdasarkan prinsip-prinsip arsitekur organik yang didapat dari studi preseden. Hasil dari penelitian ini untuk menghasilkan bentuk fasad Cottage pada bangunan Hotel Resor Batam yaitu penggunaan atap yang berkelanjutan dan merespon alam, menggunakan bahan yang ramah lingkungan pada bagian jendela dan pintu, menggunakan material dari alam pada bagian dinding dan penggunaan struktur sebagai ornamen bangunan cottage.
Keywords
Cottage, Arsitektur Organik, Fasad
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Fajar Kurniawan
Institutions
Program Studi Arsitektur, Jakarta
Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta
Abstract
Penggunaan energi paling besar bagi manusia adalah suatu pemenuhan kebutuhan pencahayaan dan penghawaan. Cara yang dapat digunakan untuk menekan penggunaan energi tersebut yaitu dengan memanfaatkan energi alami melalui peran selubung bangunan dengan eco-technology. Menurut Moloney (2011), Modular kinetic architecture adalah konsep bangunan di desain agar bagian dari bangunan dapat bergerak tanpa mengurangi kesatuan sistem struktur. Gerakan tersebut disesuaikan dengan iklim yang ada. Fungsi fasad dapat lebih baik jika fasad melindungi dari cuaca luar, dan tetap membiarkan bangunan untuk dapat memasukkan panas matahari tetapi juga dapat menolak pada waktu tertentu. Penggunaan selubung bangunan yang dapat berpengaruh pada konsumsi energi di sebuah bangunan, bentuk dengan repetisi bunga andong dapat dijadikan sebagai modul untuk menjadi kinetic fasad Masjid Islamic Center Kota Malang.
Keywords
eco-technology, kinetic, fasad masjid
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Jefri Jefri
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
ABSTRAK Arsitektur Kontekstual merupakan konsep arsitektur yang difokuskan terhadap lingkungan sekitar bangunan.Proses penerapan konsep arsitektur kontekstual dapat diterapkan ke semua tipologi bangunan termasuk rumah sakit.Rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang difasilitasi dengan petugas serta peralatan medis untuk melayani kesehatan publik.Kenyataannya masih sedikit dijumpai bangunan rumah sakit dengan konsep arsitektur kontekstual.Proses analisa tentang elemen serta penerapan arsitektur kontekstual dan dilakukan pengamatan di lapangan dihasilkan pemikiran bahwa tidak seluruh elemen harus diaplikasikan ke bangunan rumah sakit.Bangunan rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan publik akan menjadi lebih menarik jika mampu memberikan tampilan konsep yang menyatu dengan keadaan sekitarnya.
Keywords
arsitektur,kontekstual,rumah sakit
Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Laudza Az Zahra
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR NARATIF PADA OBJEK JEWISH MUSEUM DI BERLIN APPLICATION OF THE NARATIVE ARCHITECTURAL CONCEPT IN THE JEWISH MUSEUM OBJECT IN BERLIN Laudza Az Zahra*1, Ady R. Thahir*2, Sri Tundono*3 *ˡ Mahasiswa Program Studi Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta *² Dosen Program Studi Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta *e-mail : ˡ arch.laudza@gmail.com, sri.t@trisakti.ac.id, Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta Barat ABSTRAK Manusia dapat mempersepsikan bangunan melalui berbagai macam pendekatan. Salah satu konsep pendekatan yang cukup umum diterapkan pada konstruksi museum adalah konsep arsitektur naratif. Penerapan konsep arsitektur naratif pada museum dapat membantu museum menarasikan makna dari museum tersebut terhadap pengunjung museum. Objek yang akan digunakan sebagai studi kasus pada jurnal ini adalah Jewish Museum yang terletak di Berlin. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif, dengan cara mengambil satu preseden dan menganalisa unsur arsitektur naratif yang terdapat pada museum tersebut dengan menggunakan literatur Narrative Architecture yang ditulis oleh Nigel Coates. Fokus paper ini adalah untuk mengidentifikasi unsur arsitektur naratif pada Jewish Museum di Berlin, dan memberikan kesimpulan apakah Jewish Museum Berlin layak dikategorikan sebagai museum yang menerapkan konsep arsitektur naratif atau tidak. Kata Kunci: Museum, Persepsi, Naratif, Konsep, Karakter
Keywords
Museum, Persepsi, Naratif, Konsep, Karakter
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Zavira Audia Farandina
Institutions
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti
Abstract
Gedung Pusat Seni dan Budaya merupakan wadah untuk menampung kegiatan promosi, pertunjukan, pelestarian, penelitian, dan edukasi yang berhubungan dengan seni dan budaya. Arsitektur Neo Vernakular adalah konsep arsitektur yang muncul dari perpaduan arsitektur tradisional dan arsitektur modern. Penerapan konsep arsitektur Neo-Vernakular pada gedung Pusat Seni dan Budaya Jawa Barat bertujuan agar dapat memberikan keunikan masa kini pada bentuk fasad bangunan namun tetap sejalan dengan nilai-nilai budaya Jawa Barat. Permasalahan pada penelitian adalah bagaimana menerapkan prinsip-prinsip Arsitektur Neo-Vernakular ke dalam bentuk fasad bangunan dan juga penerapan dalam pemilihan materialnya agar bentuk fasad dapat menggambarkan fungsi sekaligus kebudayaan dari Gedung Pusat Seni dan Budaya Jawa Barat. Metode yang digunakan dengan membandingkan elemen fisik dan non-fisik budaya lokal pada beberapa fasad bangunan berdasarkan prinsip-prinsip Neo-Vernakular melalui studi preseden. Serta, menganalisis bentuk dan makna filosofis arsitektur lokal Jawa Barat berdasarkan data literatur.
Keywords
Jawa Barat, Gedung Pusat Seni dan Budaya, Neo-Vernakular, Fasad
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
FACHMI HIDAYAT
Institutions
UNIVERSITAS TRISAKTI
Abstract
Pusat Seni dan Budaya merupakan tempat berkumpul, tatap muka antara warga asli dengan wisatawan. Bali merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan seni, utamanya dalam menarik wisatawan dunia. Arsitektur tradisional Bali salah satu wujud fisik budaya Bali yang bertumpu pada adat istiadat dan kepercayaan masyarakat Bali menjadi sangat unik dan menarik untuk dikaji. Bali memiliki aturan-aturan dalam menerapkan ruang bentuk, penerapan karakteristik arsitektur bali dalam penyesuaian dengan karakter dari fungsi bangunan sesuai dengan aturan dan pertaturan budaya bali. Dalam pembangunan Pusat Seni Budaya diperlukan pendekatan fungsi untuk menerapkan filosofi dan nilai kearifan lokal yaitu konsep sanga mandala dengan pendekatan arsitektur neo-vernakular.
Keywords
Tempat Berkumpul, Tradisinonal
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Rafika Rachmawati
Institutions
a)b)c) Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta
Abstract
Rumah Sakit Ortopedi merupakan rumah sakit khusus tulang yang memberikan perawatan dan pengobatan medis, diperuntukkan bagi masyarakat dalam menjalani proses penyembuhan. Bangunan rumah sakit terkadang membawa kesan yang menyeramkan bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan. Lingkungan rumah sakit yang tidak memperhatikan elemen- elemen tertentu dapat menambahkan tingkat stress bagi psikologi pasien, khususnya bangunan rawat inap yang merupakan suatu pusat pemulihan bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan. Rumah sakit Ortopedi memerlukan lingkungan yang mendukung dalam proses pemulihan, sehingga dapat memberikan semangat pada diri pasien dalam mempercepat proses penyembuhan oleh terapi- terapi tertentu. Tulisan ini menawarkan pemecahan masalah melalui penerapan Healing Environment dalam desain arsitektur dengan aspek yang teapat di dalamnya yaitu, alam, indera, dan psikologi. Healing Environment dapat diterapkan melalui :(1)penerapan unsur alam dalam bangunan, (2)Penerapan unsur indera penglihatan pada pencahayaan bangunan rawat inap, (3) pengaruh bentuk bangunan terkait psikologi pasien rawat inap. Pada tulisan ini, tulisan peneliti lain dikaitkan dalam pemecahan masalah terkait penerapan Healing Environment. Tulisan ini dibuat berdasarkan studi pustaka, yang hasilnya kemudian diterapkan dalam Tugas Akhir Sarjana Arsitektur. Hasil akhir tulisan adalah model penerapan dan sejumlah catatan penting yang perlu diperhatikan untuk merancang bagunan rawat inap yang diharapkan dapat membantu proses pemulihan bagi pasien yang sedang menjalani proses penyembuhan berbasis penerapan konsep Healing Environment
Keywords
Healing Environment, Rumah Sakit, Rawat Inap
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Rizki Sukma Haykhal widiyanto
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Tulisan ini di buat bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga citra dari kawasan tertentu melalui fasad suatu bangunan. Arsitektur Regionalisme merupakan arsitektur yang dapat menyesuaikan daerah di sekitarnya. Dalam konteks Kota Jakarta dengan keunikan nilai budayanya, regionalisme dalam arsitektur menjadi fenomena yang menarik untuk diamati. Secara khusus, hal ini juga dapat dilihat pada bangunan Perpustakaan Nasional yang merupakan perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian, dan pusat jejaring perpustakaan. Penerapan konsep Regionalisme pada fasad bangunan Perpustakaan Nasional bertujuan untuk merefleksikan karakter bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya tetapi juga tidak melupakan bangunan modern yang menjadi cirikhas ibu kota Jakarta sendiri. Permasalahan yang di dapatkan dalam penelitian adalah menerapkan elemen-elemen Arsitektur Regionalisme ke dalam fasad bangunan agar fasad bangunan perpustakaan dapat menggambarkan fungsi dan area yang di sekitarnya. Metode yang digunakan yaitu dengan menganalisis pola fasad bangunan yang ada di sekitar Jl.medan merdeka berdasarkan prinsip-prinsip Arsitektur Regionalisme. Selain itu, menganalisa kembali elemen-elemen yang dapat di gunakan di bangunan Perpustakaan Nasional agar dapat mencerminkan fungsinya dan mewakili karakteristik bangunan yang ada di sekitarnya.
Keywords
Arsitektur Regionalisme, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Elemen fasad, Jl. Medan merdeka selatan
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Andi Widya Natari Syam
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Penelitian ini menjelaskan penerapan konsep Sanga Mandala pada Bangunan di Kuta Bali. Konsep Sanga Mandala merupakan acuan lay out untuk melakukan peletakan bangunan pada tapak. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mengkaji literatur setelah itu mengkomparasi studi literaturyang sudah didapatkan sebelumnya. Hasil dari kajian tersebut, penerapan konsep Sanga Mandala pada bangunan di Kuta Bali ini menghasilkan peletakan massa utama mandala (untuk bangunan seperti tempat pemujaan), madya mandala (untuk bangunan rumah tinggal) dan nistaning mandala (untuk bangunansepertidapurdankandanghewan).
Keywords
Hotel Resort, SangaManda, Bali
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Ahmad Zakiah
Institutions
a) Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Trisakti
b) Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti.
c) Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti.
d) Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti.
Abstract
Kota Surakarta mempunyai potensi dalam sektor bisnis, perdagangan dan potensi seni budaya lokal. Kota Surakarta juga dikenal dengan budaya Jawa yang kental, penerapan konsep kosmologi pada keraton dapat menjadikan sebuah ikon baru pada perancangan bangunan ekshibisi dan dapat memperkuat Identitas Kota. Konsep Kosmologi dalam Jawa Kuno yang masih dipengaruhi agama Hindu dan Budha, menegaskan dalam struktur kosmos terdapat Jambudvipa yang merupakan inti struktur, dikelilingi oleh tujuh lapisan Samudra (segara) dan tujuh lapisan daratan. Dengan keunikan kosmologi keraton yang dapat kita pelajari untuk kehidupan, juga dapat diterapkan pada perancangan pusat ekshibisi di Surakarta. Dengan upaya meningkatkan pasar wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition) yang merupakan jenis kegiatan dalam industri pariwisata sehingga dapat menjadi identitas Kota yang dapat di pelajari banyak orang.
Keywords
Kosmologi; Ekshibisi; MICE
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Adhisti Alfira Rasyid
Institutions
Universitas Trisakti, Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta
*adhistiarsyd[at]gmail.com
Abstract
ABSTRAK Rumah Sakit Ortopedi Traumatologi Prof. Dr. R. Soeharso di Surakarta adalah rumah sakit khusus dibidang pelayanan yang berfokus dalam menangani masalah otot dan tulang pada manusia. Penerapan arsitektur hijau pada rumah sakit adalah untuk mewujudkan Green Hospital agar dapat menghasilkan suatu rancangan yang mempunyai kualitas lingkungan dan kehidupan lebih baik serta berkelanjutan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kriteria material hijau yang dapat diterapkan pada fasad Rumah Sakit. Metode yang diguanakan adalah dengan penelusuran literatur dan analisis deskriptif tentang karakteristik fasad rumah sakit, kriteria arsitektur hijau dan material fasad. Maka diperoleh, dinding akan menggunakan batu bata dan pada jendela akan menggunakan material low e-glass dan kusen uPVC.
Keywords
Arsitektur hijau, Rumah sakit, Material, Green hospital
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Beril Ahmad Syahmi Hulaimi
Institutions
Architecture Trisakti Universuty
Abstract
Museum adalah sebuah bangunan yang monumental yang berfungsi sebagai wadah untuk merawat, mengumpulakan, dan menyajikan serta melestarikan warisan budaya masyarakat untuk tujuan studi, penelitian dan kesenangan serta hiburan. Oleh karena itu penggunaan ornamen bangunana adat di darah museum itu dibangun sangat penting untuk di aplikasiakan pada bangunan museum agar dapat mencerminkan ciri khas dari tempat museum dibangun. Ornamen yang akan di aplikasiakan dapat berupa ukiran di dinding, atap, pintu, dan jendela pada bangunan. Selaian itu pengapikasian ornamen terhadap bangunana museum diharapkan dapat lebih melestarikan peninggalan leluhur yang harus di jaga dan dilestarikan.
Keywords
Museum, Ornamens, Kalimatan Barat
Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
muhammad adnan anggi prasetyo
Institutions
universitas trisakti
Abstract
Dalam konteks kota Surakarta dengan keunikan nilai budaya dan pariwisata memiliki presentase yang cukup diminati oleh turis lokal maupun mancanegara sebagai destinasi yang memiliki nilai kearifan lokal yang masih lekat. di era globalisasi kegiatan MICE sangat dibutuhkan untuk meningkatkan perekonomian dan pariwisata di Surakarta. sesuai peraturan daerah kota Surakarta tentang bangunan gedung dimana bangunan publik harus memiliki paling sedikit 20% menggunakan fasad atau ornament yang mencirikan kearifan lokal arsitektur jawa tengah. Tujuan penelitian adalah mengedintifikasi adanya penerapan nilai kearifan lokal dalam arsitektur. metode ini menggunakan metode kualitatif sehingga dapat di terapkan ornament dengan pola batik kawung dan lung lungan pada fasad bangunan agar tetap menjadikan bangunan dengan kegiatan internasional tanpa meninggalkan identitas kawasan. Hasil penelitian telah mengidentifikasikan adanya penerapan fasad bangunan amatan, yang masih menunjukan kecenderungan pada arsitektur jawa tengah dan lokal kota Surakarta. Manfaat dari penelitian ini untuk menambah wawasan tentang kesadaran akan arsitektur tradisional jawa tengah dan membantu pemahaman penulis dalam proses perancangan.
Keywords
kearifan lokal, fasad, konvensi, eksibisi
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Ganis Septian Andayani
Institutions
Program Studi Arsitektur, Universitas Trisakti
Abstract
Pendekatan Arsitektur Ikonik dapat berfungsi sebagai penanda sebuah tempat maupun penanda sebuah zaman dikarenakan mempunyai karakter tersendiri yang berbeda dari yang ada disekitarnya serta menjadi ciri dari sebuah objek. Tujuan dilakukannya penelitian yaitu untuk mengembalikan karakter kawasan pasar Johar dan mengaplikasikan prinsip Pendekatan Arsitektur Ikonik pada fasad bangunan. Pada bangunan Kawasan Pasar Johar yang memiliki kesan kolonial dan historis yang kuat, karakter fasad bangunan diperlihatkan untuk memperkuat pendekatan arsitektur ikonik pada bangunan. Penyusunan pola berulang pada bukaan fasad bangunan dan komponen fasad, serta bentuk atap banguan dapat menjadi beberapa upaya untuk memperkuat kesan ikonik pada bangunan.
Keywords
Arsitektur Ikonik, Fasad, Karakter
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Page 2 (data 31 to 60 of 81) | Displayed ini 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats