Indonesia Conference Directory


<< Back

Abstract Topic: Energi

Page 1 (data 1 to 22 of 22) | Displayed ini 30 data/page

Analisis Neutronik pada Reaktor Air Bertekanan 200 MWt Berbahan Bakar Thorium Nitrida (Th-U233)N dan Thorium-Plutonium Nitrida (Th-Pu-U233)N
Nurlina Azis (a*), Zaki Suud (a)

Show More

Corresponding Author
Nurlina Azis

Institutions
a) Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*nurlinaphysics[at]gmail.com

Abstract
Analisis neutronik pada reaktor air bertekanan 200 MWt berbahan bakar thorium nitrida (Th-U233)N dan thorium-plutonium nitrida (Th-Pu-U233) telah berhasil dilakukan. Reaktor air bertekanan/Pressurized Water Reactor (PWR) merupakan reaktor yang paling banyak digunakan di dunia saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan karakteristik neutronik dua jenis bahan bakar yaitu thorium nitrida dan campuran thorium-plutonium nitrida. Perhitungan neutronik dilakukan dengan menggunakan kode SRAC yang dikembangkan oleh JAERI dengan memanfaatkan data nuklida JENDL-4.0. Perhitungan sel bahan bakar menggunakan PIJ, kemudian hasil perhitungan sel tersebut digunakan pada perhitungan teras difusi multigrup dengan menggunakan kode CITATION. Hasil perhitungan neutronik menunjukkan bahwa bahan bakar campuran thorium-plutonium nitrida memiliki nilai faktor multiplikasi yang lebih besar dari pada bahan bakar thorium nitrida. Hal ini disebabkan karena adanya penambahan nuklida fisil Pu-239 dan Pu-241. Untuk analisis teras reaktor diperoleh bahwa konfigurasi bahan bakar dengan pengayaan yang lebih tinggi pada region terluar membuat distribusi daya yang dihasilkan menjadi lebih datar dibandingkan dengan konfigurasi teras homogen.

Keywords
PWR; Thorium Nitrida; Plutonium; Distribusi Daya

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/HTQPyjagqd8L


ANALISIS TEROWONGAN ANGIN SIRKUIT TERBUKA DENGAN TIGA VARIASI DIAMETER HONEYCOMB MENGGUNAKAN SOFTWARE BERBASIS COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD)
Vina Agustina Gultom *, Cecep E. Rustana, Esmar Budi

Show More

Corresponding Author
Vina Agustina Gultom

Institutions
Universitas Negeri Jakarta

Abstract
Telah dilakukan analisis terowongan angin sirkuit terbuka dengan tiga variasi diameter honeycomb menggunakan simulasi CFD. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil penelitian secara eksperimen yang telah dilakukan di Laboratorium Fisika Energi, Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta dengan hasil secara komputasi. Dengan cara memvariasikan honeycomb ke ukuran diameter sebesar 6 mm, 8.5 mm dan 18 mm bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi diameter honeycomb terhadap laminarisasi Perhitungan analisis dilakukan dengan menggunakan data kecepatan angin ditiap-tiap diameter honeycombnya. Data kecepatan angin yang dihasilkan pada simulasi ini berupa warna, dimana warna-warna tersebut menunjukan besaran, sebesar 7.7x101 - 1.55x103, 7.53x101 - 1.51x103, 3.64x101 - 1.76x103. secara berturut-turut ditiap-tiap diameter honeycomb. Hasil yang diperoleh ini menunjukan bahwa adanya kesamaan fluktuasi kecepatan angin dengan hasil eksperimen.

Keywords
terowongan angin, honeycomb, kecepatan angin, CFD

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/3DdN2A4pxGEh


Aspek Fisika Tentang Model Penurunan Produksi Studi Kasus Lapangan Gas Subang
Dhaniel Boi Tamado

Show More

Corresponding Author
Dhaniel Boi Tamado

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Gejala penurunan produksi merupakan hal yang umum terjadi pada suatu lapangan gas oleh karena penipisan cadangan dan berkurangnya tekanan reservoir, penurunan produksi juga disebabkan oleh faktor ekonomis (biaya produksi dan permintaan) sehingga ketika semua faktor tersebut tercapai maka perlu dilakukan penutupan atau pembiaran sumur. Analisis penurunan produksi merupakan metoda pemodelan yang bertujuan untuk memprediksi besar cadangan reservoir dan umur produksi yang tersisa berdasarkan data produksi historis dan data perubahan tekanan dasar sumur (bottom hole pressure) sehingga dapat memprediksi performa produksi di masa depan.

Keywords
Analisa penurunan produksi, pemodelan produksi, besar cadangan, umur produks

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/JGT9d4ZrhRwj


EKO - BIO : Solusi Sintesis Biodiesel dengan Metode Elektrolisis Menggunakan Elektroda Grafit Untuk Mewujudkan Energi Ramah Lingkungan
Aulia Agustia Yuniar (a*), Meri Dwi Cahyati (b*), Imam Al Maksur (c*) dan Rudy Syah Putra, S.Si., M.Si., Ph.D (d*)

Show More

Corresponding Author
Aulia Agustia Yuniar

Institutions
a) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta 55584, Indonesia
*14612104[at]students.uii.ac.id
b) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta 55584, Indonesia
*14612219[at]students.uii.ac.id
c) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta 55584, Indonesia
*16611064[at]students.uii.ac.id
d) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta 55584, Indonesia
*rudy.syahputra[at]uii.ac.id

Abstract
Energi merupakan salah satu kebutuhan primer yang tidak dapat dipisahkan dalam aspek kehidupan manusia. Namun, tingkat permintaan energi yang tinggi tersebut tidak sebanding dengan tingkat produksi energi. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan diversifikasi energi guna mendapatkan bahan bakar alternatif yang bersifat ramah lingkungan. Salah satu bahan bakar alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah biodiesel. Sintesis biodiesel telah banyak dilakukan oleh peneliti sebelumnya, diantaranya Allioux et. Al (2017), akan tetapi metode yang digunakan masih menggunakan energi panas dalam proses sintesisnya sehingga dirasa kurang efisien. Kemudian, penelitian selanjutnya dilakukan oleh Guan dan Kusakabe (2009), Akan tetapi pada metode ini masih menggunakan bantuan katalis NaOH cair dan co-solvent sehingga hasil yang didapatkan tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan proses inovasi sintesis biodiesel dari minyak jarak pagar dan minyak jelantah dengan metode elektrolisis tanpa menggunakan energi panas, tambahan katalis dan co-solvent, sehingga proses sintesis biodisel hanya mengandalkan mekanisme reaksi elektrolisis air yang menghasilkan H+ dan OH- sebagai sumber katalis reaksi esterifikasi dan transesterifikasi. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa pembuatan biodiesel dari minyak jarak pagar dan minyak jelantah dengan variasi elekroda carbon-titanium dan carbon-stainless menyatakan bahwa hasil optimal pada sampel minyak jelantah di dapat pada variasi elektroda carbon- titanium menghasilkan arus sebesar 0,088 A sedangkan pada sampel minyak jarak pagar didapatkan hasil optimal pada penggunaan elektroda carbon-stainless steel menghasilkan arus sebesar 0,42 A.

Keywords
Biodiesel, Elektrolisis, Energi

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/zbdAGLZBjU3N


Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Energi dan Sektor Limbah PLTU Paiton Probolinggo
Himmatus Syarifah

Show More

Corresponding Author
Himmatus Syarifah

Institutions
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Abstract
PLTU Paiton merupakan kawasan pembangkit listrik yang memiliki 8 unit pembangkit yang terletak di kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. PLTU Paiton memanfaatkan bahan bakar fosil batubara sebagai bahan bakar utamanya serta PLTU yang menggunakan batubara terbesar kedua. Total batubara yang dibutuhkan untuk memproduksi listrik yang dapat melayani Jawa, Madura dan Bali adalah sebesar 12,144 juta ton per tahun. Oleh karena itu, emisi yang dihasilkan juga sangat besar. Aktivitas produksi listrik dari PLTU tersebut juga menghasilkan hasil samping berupa limbah padat, cair dan gas yang berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca. Gas rumah kaca yang dihasilkan antara lain CO2 dan CH4. Inventarisasi emisi gas rumah kaca merupakan salah satu cara untuk mendapatkan informasi mengenai tingkat emisi maupun status emisi GRK pada periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi emisi yang dihasilkan dari aktivitas produksi PLTU Paiton Probolinggo. Sumber emisi yang diinventarisasi yaitu sektor energi meliputi konsumsi pemakaian batubara dan konsumsi energi transportasi serta sektor limbah. Jenis-jenis polutan yang diinventarisir adalah CO2 dan CH4. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui survei data dan observasi lapangan. Penelitian ini mengacu pada IPCC Guideline tahun 2006 dengan metode Tier 1 dan Tier 2. Estimasi nilai beban emisi yang dihasilkan diperoleh dari pendekatan persamaan data aktivitas dikalikan dengan faktor emisi. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh bahwa emisi CO2 terbesar dihasilkan dari sektor energi. Pada penggunaan bahan bakar batubara sumber stasioner mengeluarkan emisi sebesar 4.949,63 kTonCO2/tahun unit 1&2. Sedangkan unit 5&6 mengeluarkan emisi sebesar 7.423,73 kTonCO2/tahun. Begitupula emisi CH4 terbesar dihasilkan dari sektor penggunaan bahan bakar batubara sumber stasioner unit 1&2 yaitu 0,05 kTonCH4/tahun. Serta 0,07 kTonCH4/tahun untuk unit 5&6.

Keywords
energi, inventarisasi emisi GRK, IPCC 2006, limbah, PLTU

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/JxvF4MkEfwg6


Konversi Langsung Limbah Kayu Sengon dan Kayu Jati Menjadi Bioelectric Menggunakan Metode Oksidasi Biomassa
Atik Muryati(a), Zaina Rohayati(a), Afifah Elok Fitriati(a), Rudy Syah Putra(a,b*)

Show More

Corresponding Author
Atik Muryati

Institutions
a)Prodi Kimia dan b)New and Renewable Energy Research Group
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km 14,5 Yogyakarta 55584
*Email: rudy.syahputra[at]uii.ac.id

Abstract
Abstrak Biomassa merupakan sumber energi terbarukan untuk produksi energi listrik. Kandungan selulosa yang relatif tinggi dalam kayu sengon dan jati berpotensi sebagai bahan baku produksi energi listrik yang baik. Meskipun pendekatan termokimia (pirolisis dan gasifikasi) telah praktis digunakan untuk menghasilkan energi listrik, namun proses ini membutuhkan suhu tinggi (600-1.000 °C) dan katalis yang mahal. Sedangkan proses biologis yang dapat mengubah biomasa menjadi listrik dapat bekerja pada suhu rendah, namun energi yang dihasilkan rendah, kondisi reaksi yang spesifik dan membutuhkan waktu yang lama. Metode oksidasi biomasa dapat digunakan secara langsung untuk mengoksidasi biomassa menghasilkan arus listrik pada suhu rendah (<100 °C) dengan penambahan katalis asam. Pada penelitian ini serbuk gergaji kayu sengon dan jati dioksidasi dengan FeCl3.6H2O (0,1790 mol) melalui proses refluks pada suhu 95-98 °C selama 0, 2, 5 dan 10 jam serta penambahan HCl sebagai katalisator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu refluks tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap densitas daya yang dihasilkan. Nilai densitas daya biomassa sengon dan jati masing-masing sebesar 0,5935 mW/cm2 dan 0,5905 mW/cm2 dengan waktu optimum proses refluks selama 2 jam. Pengukuran konsentrasi sisa oksidator FeCl3 menunjukkan kecenderungan menurun seiring dengan bertambahnya waktu refluks. Persentase penguraian biomassa serbuk kayu sengon berbanding lurus dengan peningkatan waktu proses refluks, sedangkan hasil yang berbeda ditunjukkan pada penguraian biomassa serbuk kayu jati.

Keywords
Oksidasi Biomassa; FeCl3; Listrik; Jati; Sengon

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/g7uRwCctjMDb


Pengaruh Komposisi Medium pada Tahap Solventogenik dalam Produksi Biobutanol dari Fermentasi Glukosa menggunakan Clostridium acetobutylicum B530
Elvi Restiawaty (a*) , Dita Grinanda (b)

Show More

Corresponding Author
Dita Grinanda

Institutions
a)Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi ITB, Jl. Ganesa 10 Bandung 40132 Indonesia
*erestiawaty[at]sith.itb.ac.id

b) Program Studi S1 Rekayasa Hayati, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati,
Institut Teknologi Bandung (ITB)
Jl. Let. Jen. Purn. Dr. (HC) Mashudi, No.1 Sumedang-Jawa Barat, Indonesia

Abstract
Proses produksi biobutanol dapat dilakukan melalui proses fermentasi gula oleh Clostridium sp. Pada proses industri, aplikasi fermentasi ini sering mengalami kendala karena perolehan butanol yang rendah dan biaya nutrisi untuk pertumbuhan agen hayati yang cukup tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan kendala-kendala tersebut adalah dengan menggunakan medium fermentasi yang dimodifikasi. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi berupa penambahan FeSO4.7H2O dan peniadaan komponen ekstrak daging sapi dalam medium fermentasi reinforced clostridial media (RCM). Penambahan ion besi dengan konsentrasi tertentu dapat mempengaruhi pembentukan asetil ko-A yang diperlukan dalam proses sintesis produk-produk fermentasi. Peniadaan komponen ekstrak daging sapi dalam medium fermentasi dilakukan karena memiliki harga relatif mahal, perlakuan ini menyebabkan fase lag bakteri menjadi lebih lama dari kontrol, namun tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap laju pertumbuhan spesifik, yaitu 0,369 jam-1(kontrol) dan 0,255 jam-1(modifikasi). Pada penelitian ini, diperoleh produk solventogenik berupa etanol dengan konsentrasi 0,452 g/L dan 0,317 g/L masing-masing pada medium fermentasi kontrol dan modifikasi. Produk butanol belum terdeteksi, diduga karena konsentrasi asam butirat dan tekanan parsial gas di dalam sistem fermentasi belum mencukupi untuk pembentukan butanol.

Keywords
Clostridium acetobutylicum, solventogenik, glukosa, ion besi, asam butirat

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/nGLacB79uQpw


PENGARUH VARIASI ELEKTRODA (C-C; C-SS; C-Ti; Ti-SS) PADA PROSES ELEKTROLISIS UNTUK SINTESIS BIODIESEL TANPA KATALIS
Ardika Lathif Marcharis, Akbar Haditya, Rachmania Aurel Yulianty, dan Rudy Syah Putra

Show More

Corresponding Author
Ardika Lathif Marcharis

Institutions
Program Studi Kimia dan New and Renewable Energy Research Group
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia
Jln. Kaliurang KM. 14,5 Yogyakarta 55584

Abstract
Telah dilakukan eksperimen pengaruh konsentrasi NaCl, tegangan dan jenis elektroda dalam proses elektrolisis air terhadap nilai pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produksi ion H+ dan OH- dalam proses elektrolisis air sebagai katalis alami dalam sistem. Eksperimen dilakukan dengan elektrolisis aquades 100 mL yang ditambahkan elektrolit NaCl dengan variasi konsentrasi 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,6; dan 0,8 M pada variasi tegangan DC 5; 7,5; 10; 12,5; 15; dan 20 V. Elektroda yang digunakan berupa grafit, stainless steel dan Titanium beserta gabungannya. Pengukuran berupa pH, konduktivitas listrik dan arus setiap 5 menit selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukan, nilai pH meningkat secara signifikan sebesar 5,6 hingga >9 pada kondisi konsentrasi elektrolit yang tinggi dan atau tegangan yang tinggi menggunakan elektroda grafit. Konsentrasi NaCl rendah (4x10-4 M) menggunakan elektroda C(And)-SS(Ktd) dan C(And)-Ti(Ktd) pada tegangan 10V menghasilkan nilai pH yang tinggi yaitu 5,6-10 pada 5 menit pertama dan selanjutnya. Alkalinitias dan asiditas yang terbentuk membantu proses laju reaksi transesterifikasi dan esterifikasi metil ester. Maka dengan terproduksinya ion H+ dan OH- pada permukaan elektroda akan mempengaruhi tingkat asiditas alkalinitas sistem yang menunjang proses laju reaksi sehingga elektrosintesis biodiesel dapat dilakukan tanpa menggunakan katalis tambahan.

Keywords
Biodiesel, Elektrolisis, pH, Elektrolit, Elektroda

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/mqhpfUDJz8Yd


Pengembangan Awal Alat Peraga Mesin Pendingin Termoakustik sebagai Sarana Edukasi
Kevin Yapri, Sofyan Fajar Hidayat, I Made Astina

Show More

Corresponding Author
Kevin Yapri

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Untuk meningkatkan ketertarikan dan pemahaman pelajar mengenai teknologi, pembelajaran secara teoretik dari buku tidaklah cukup. Oleh karena itu, penggunaan alat peraga diperlukan untuk mendemonstrasikan fenomena ilmiah dalam kehidupan nyata, khususnya untuk fenomena ilmiah yang terbilang baru yang tidak banyak dikenal oleh masyarakat. Pengembangan dan penggunaan alat peraga ini diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan dan pemahaman secara signifikan terhadap dunia ilmu pengetahuan. Saat ini teknik pendinginan terbaru yang dinamakan pendinginan termoakustik sedang dikembangkan. Mesin pendingin termoakustik adalah jenis mesin yang memanfaatkan fenomena akustik untuk menciptakan efek pendinginan yang timbul dari interaksi termodinamika antara partikel gas yang berosilasi dengan dinding padatan, sehingga gradien temperatur dihasilkan. Mesin pendingin termoakustik menggunakan gas-gas inert sebagai fluida kerja sehingga tidak menyebabkan pemanasan global dan penipisan lapisan ozon. Mesin pendingin termoakustik ini terdiri dari empat komponen dasar, yaitu penggerak akustik, tabung resonator, komponen penukar panas, dan stack. Perbedaan mendasar mesin pendingin termoakustik dibandingkan dengan mesin pendingin konvensional adalah tidak menggunakan kompresor mekanikal ataupun termal dan tidak ada aliran refrigeran, tetapi gas refrigeran bergetar dan tidak mengalir serta kerja kompresor digantikan oleh penggerak akustik (loudspeaker). Kinerja mesin pendingin ini dapat dihitung dengan mengukur perbedaan temperatur gas refrigeran antara sisi dingin dengan sisi panas pada stack yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian dari pengembangan awal ini, mesin pendingin termoakustik gelombang tegak yang dibuat mampu menghasilkan beda temperatur sebesar 25,99oC, dengan kenaikan temperatur sisi panas sebesar 18,97oC dan penurunan temperatur sisi dingin sebesar 7,02oC. Hasil tersebut diperoleh dengan menggunakan tabung resonator sepanjang 100 cm, stack dengan panjang 10 cm, dan frekuensi suara 100 Hz.

Keywords
Alat peraga, mesin pendingin, gelombang tegak, termoakustik

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/zWgGFDnEP3cj


Pengembangan Program Komputer Montecarlo 2D sebagai Sarana Pembelajaran Interaksi Partikel: Kasus Reaksi Hamburan Elastik
Syeilendra Pramuditya dan Dwi Irwanto

Show More

Corresponding Author
Syeilendra Pramuditya

Institutions
Fisika ITB

Abstract
Telah dikembangkan sebuah program komputer dengan tujuan sebagai sarana pembelajaran interaksi partikel. Dari banyak jenis interaksi partikel, untuk tahap awal ini dipilih jenis hamburan elastik karena jenis ini adalah salah satu yang paling sederhana sehingga diharapkan mudah untuk dipelajari. Digunakan metode simulasi Montecarlo 2D, dimana setiap partikel dimodelkan bergerak secara acak tetapi masih mengikuti hukum-hukum fisika. Besaran-besaran fisis yang digunakan, seperti mean free path, target mass number, dan energi awal partikel, diambil nilai-nilai yang mendekati kondisi sebenarnya. Pengurangan energi partikel akibat tumbukan dihitung menggunakan prinsip konservasi energi dan momentum linear. Keluaran program berupa data tabular yang cukup besar, dimana program telah berhasil di-run dengan menggunakan input 1 juta partikel. Data yang didapat dari simulasi antara lain, traveling path partikel sampel, deposisi energi sebagai fungsi ruang, distribusi penurunan energi partikel per tumbukan, dan beberapa data lainnya. Hasil simulasi menunjukkan data-data yang cukup realistis untuk kasus hamburan elastik.

Keywords
simulasi montecarlo, interaksi partikel, hamburan elastik

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/6uPF8QBWgVmG


Pengembangan Reaktor Daya Kecil untuk Keperluan Eksperimen Bertipe Pebble Bed Ditinjau dari Aspek Kekritisan
Dwi Irwanto, Syeilendra Pramuditya

Show More

Corresponding Author
Dwi Irwanto

Institutions
Fisika ITB

Abstract
Pembangunan reaktor penghasil daya di Indonesia merupakan hal yang tidak bisa dihindari seiring pesatnya peningkatan kebutuhan energi. Di sisi lain, penguasaan teknologi reaktor daya ini akan sulit dilakukan tanpa adanya fasilitas yang memadai, oleh karena itu pembangunan experimental power reactor perlu dilakukan dan tengah menjadi program pemerintah saat ini. Dengan berbagai kelebihan terutama dari sisi keselataman dan sisi ekonomis, dipilihlah reaktor tipe pebble bed untuk dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan reaktor daya kecil bertipe pebble bed dengan memfokuskan pada tinjauan aspek kekritisan reaktor. Beberapa parameter seperti komposisi bahan bakar, dimensi teras aktif dan daya keluaran merupakan parameter penting dalam penelitian ini.

Keywords
reaktor daya eksperimental, pebble bed reactor, keff, neutronic

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/pzgGKEH3mRjC


Perhitungan Head Losses Pada Pipa Penstoks Turbin Propeller
Henny Sudibyo dan Anjar Susatyo

Show More

Corresponding Author
Henny Sudibyo

Institutions
Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik - LIPI
Komplek LIPI Gedung 20, Jalan Sangkuriang, Bandung, Indonesia,40135

Abstract
Penelitian tentang potensi pembangkit listrik tenaga air telah dilakukan di Jorong Buah Dama, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Propinsi Sumatera Barat. Pada penelitian tersebut telah dihasilkan pengukuran potensi debit air 1,1m3/kg dan ketinggian air yang didapatkan yaitu sebesar 110.65m. Dari data tersebut dilakukan perhitungan dan diperoleh daya sebesar 985kW. Untuk membawa air dari bak penenang ke turbin diperlukan pipa yang mampu menahan tekanan yang cukup tinggi, pipa ini disebut pipa pesat atau penstock. Dasar perancangan pipa pesat ini adalah sama dengan perencanaan tangki dan vessel (bejana tekan). Kehilangan energi di penstock yang disebut head loss disebabkan faktor-faktor, seperti kekasaran permukaan pipa, tikungan, kerugian gesekan pada penstock, adanya percabangan dan sebagainya. Dari perhitungan di peroleh nilai- nilai head loss pada pipa penstock sebesar 0.05 m (entrance losses), 1.626m (pipe friction loses), 0.057m (losses of bends), 0.039m (losses of branches), 0.0495m (losses of branch pipe to gate valve), 0.05838m (losses of bend on branch, 0.053m losses of valve, 0.046m (losses of reducer),0.016m (losses of drafttube, jika dijumlahkan total head loss sbesar 2,33m. Sehingga net head sebesar 108,32m.

Keywords
head losses, penstock, pembangkit listrik, turbin

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/kHhDWt8PLYz6


PRODUKSI BIOBUTANOL DARI TETES TEBU MENGGUNAKAN Clostridium acetobutylicum B530 DALAM REAKTOR BATCH YANG TERHUBUNG UNIT PELUCUT GAS
Elvi Restiawaty (a*), Aswin Hindami Zaradini (b)

Show More

Corresponding Author
Aswin Hindami Zaradini

Institutions
a) Laboratorium Biokonversi, Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi ITB, Jalan Ganesha 10 Bandung, 40132
*erestiawaty[at]sith.itb.ac.id

b) Program studi Rekayasa Hayati, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung
Laboratorium Instruksional II, Jalan Let. Jend. Purn. Dr. (HC) Mashudi, Nomor 1, Sumedang-Jawa Barat
aswin.hindami[at]students.itb.ac.id

Abstract
Sistem fermentasi yang dilengkapi dengan pelucut gas digunakan pada penelitian ini. Pelucut gas tersebut diyakini dapat memulihkan perolehan produk fermentasi yang bersifat volatil. Adapun sistem fermentasi yang digunakan pada penelitian ini adalah sistem fermentasi dengan substrat tetes tebu menggunakan agen hayati Clostridium acetobutylicum B530 untuk produksi senyawa aseton, butanol, dan etanol. Fermentor batch dengan sistem gas-stripping menggunakan botol Erlenmeyer berukuran 1000 mL sebagai reaktor berisi medium Reinforce Clostridia Medium yang dimodifikasi dan dihubungkan pada kondensor dan sistem sirkulasi gas dilengkapi pompa peristaltik dua putaran. Rancangan fermentor dilakukan pada siklus fermentasi pada suhu inkubasi 35oC selama 95 jam dengan empat jenis perlakuan yaitu medium RCM dengan konsentrasi gula total 5 g/L, 62 g/L, dan tetes tebu 6% (w/v) dan penambahan FeSO4.7H2O 30 ppm dengan konsentrasi inokulum 0,23 g/L (OD600 0,58), serta tetes tebu 6% (w/v) dengan penambahan FeSO4.7H2O 30 ppm dan asam butirat 2% (v/v) dan konsentrasi inokulum 1,375 g/L (OD600 3,5). Analisis kurva pertumbuhan C. acetobutylicum B530 pada empat variasi medium berdasarkan laju pertumbuhan spesifik dan waktu pengandaan bakteri. Fenomena acid crash terjadi pada variasi medium RCM modifikasi dengan tetes tebu 6 % (w/v) dengan penambahan larutan FeSO4.7H2O sebesar 30 ppm dan asam butirat sebesar 2% (v/v).

Keywords
Tetes tebu, butanol, acid crash, C. acetobutylicum B530, Sistem pelucut gas

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/BdRX6CbDr82F


Produksi Gas H2 Ramah Lingkungan Dari Konversi Biomasa Jerami Padi Mennggunakan Metode Biomass Electrolysis
Siti Aminah (1), Mega Maghfirotul Fajrin (1), Abdurrahman Hanif (1), Rudy Syah Putra (1,2*)

Show More

Corresponding Author
siti aminah

Institutions
1) Prodi kimia dan 2) New and Renewable Energy Reaserch Group, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia, Jl.kaliurang km 14,5 Yogyakarta 55584
*rudy.syahputra[at]uii.ac.id

Abstract
Telah dilakukan penelitian produksi gas H2 menggunakan metode biomass electroyisis. Biomass electrolysis adalah proses penguraian biomassa dengan proses oksidasi sehingga menghasilkan filtrat yang dielektrolisis untuk memproduksi H2. proses ini berjalan dengan menggunakan oksidator FeCl3.6H2O (0,179 mol) dan 5 mL HCl (37%) sebagai katalisator yang direfluks pada suhu 95-97 °C. Pada penelitian ini digunakan 0,5 g ; 5,0 g dan 10 g biomasa dengan waktu refluks selama 2 jam dan filtrat yang diperoleh dianalisis dengan spektroskopi UV-vis untuk mengetahui sisa konsentrasi Fe2+. Filtrat kemudian dicampur dengan aquadest pada perbandingan rasio volume 1:5, 1:10, dan 1:15 sebelum dielektrolisis dengan tegangan DC sebesar 15 V menggunakan elektroda titanium pada anoda dan stainles steel pada katoda. Volume gas H2 yang terbentuk dihitung dengan menggunakan prinsip pemindahan massa gas dalam bejana mengikuti asas Bernouli. Perubahan arus yang terbentuk akibat pembentukan gas H2 selanjutnya digunakan untuk menghitung volume gas H2 yang diperoleh secara teoritik mengikuti hukum Faraday. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar rasio campuran tidak berpengaruh secara signifikan terhadap volume gas H2 yang dihasilkan, akan tetapi berpengaruh positif terhadap waktu yang dibutuhkan dalam pembentukan gas H2. Pengukuran langsung volume gas H2 melalui percobaan yang dibandingkan dengan perhitungan teoritik menggunakan persamaan Faraday yaitu sebesar 12%. Gas H2 yang dihasilkan dapat digunakan pada pembangkit listrik dengan proses fuel cell.

Keywords
Biomass electrolysis, fuel cell, gas H2, Jerami padi

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/nHkPfM6KrY4b


PRODUKSI LISTRIK DARI KONVERSI LANGSUNG BIOMASSA DENGAN GABUNGAN PASANGAN REAKSI REDOKS
Rudy Syah Putra(a,b*), Annisa Khafiya Saba(a), Resti Yunia Amri(a), Asrina Asfarina(a)

Show More

Corresponding Author
Resti Yunia Amri

Institutions
a) Jurusan Kimia dan b) New and Renewable Energy Research Group , Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang km. 14, Yogyakarta, 55584 Indonesia
*rudy.syahputra[at]uii.ac.id

Abstract
Ketersediaan sumber daya untuk produksi energi listrik saat ini kian menipis. Oleh karena itu dibutuhkan sumber daya terbarukan yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Biomassa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan residu pertanian yang berpotensi untuk produksi energi listrik. Penelitian ini mengkonversi TKKS menjadi energi listrik melalui metode konversi langsung menggunakan media pasangan reaksi redoks pada temperatur rendah (80-100 ºC) dan tekanan atmosfer. Biomassa dan oksidator FeCl3.6H2O direfluks dan kemudian filtrat yang dihasilkan dari filtrasi digunakan sebagai reduktor dalam kompartemen anoda pada pengukuran densitas arus listrik menggunakan multimeter yang menghubungkan larutan elektrolit KMnO4 sebagai oksidator dalam kompartemen katoda dengan jembatan garam (7,45 gram KCl dan 4 gram agar). Potensi densitas arus listrik yang dihasilkan dievaluasi dengan menggunakan perbedaan konsentrasi oksidator FeCl3.6H2O (0,1; 0,2; 0,3 dan 0,4 mol) dan jenis elektroda (grafit dan Pt/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas arus listrik yang diperoleh dari penggunaan elektroda Pt/C lebih tinggi dibandingkan dengan elektroda grafit. Pengukuran densitas arus menggunakan elektroda Pt/C dengan konsentrasi 0,2 dan 0,4 mol oksidator menghasilkan arus yang stabil selama 24 jam pengukuran dibandingkan dengan konsentrasi 0,1 dan 0,3 mol oksidator, sedangkan pada densitas arus yang stabil pada penggunaan elektroda grafit dihasilkan pada konsentrasi 0,1 dan 0,4 mol oksidator dibandingkan dengan konsentrasi 0,2 dan 0,3 mol oksidator. Densitas arus listrik mula-mula tertinggi yang dihasilkan pada penggunaan elektroda Pt/C yaitu pada konsentrasi 0,1 mol oksidator sebesar 7,97 mA sedangkan pada penggunaan elektroda grafit pada konsentrasi 0,1 mol oksidator yaitu sebesar 3,43 mA.

Keywords
produksi listrik, biomassa, tandan kosong kelapa sawit, reaksi redoks

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/BLAbuXperPna


Sintesa Kalsium Gliseroksida dari Cangkang Telur dan Penggunaannya Sebagai Katalis pada Pembuatan Biodiesel
Sindy Oktava dan Horasdia Saragih

Show More

Corresponding Author
Sindy Oktava

Institutions
Universitas Advent Indonesia

Abstract
Kalsium gliseroksida telah disintesa dari cangkang telur dan telah digunakan sebagai katalis pada pembuatan biodiesel. Bahan dasar pembuatan biodiesel yang diguakan adalah minyak kelapa. Minyak kelapa ditransesterifikasi menggunakan metanol. Transesterifikasi minyak kelapa berbantuan katalis kalsium gliseroksida didasari oleh karena pengembangan biodiesel saat ini masih menggunakan katalis basa homogen seperti KOH. Katalis basa homogen memerlukan proses yang panjang dan biaya yang sangat besar. Selain itu katalis ini memiliki potensi untuk bereaksi kembali dengan biodiesel yang dihasilkan. Untuk menjawab permasalahan ini kalsium gliseroksida digunakan sebagai katalis pengganti. Kalsium gliseroksida disintesa dari CaCO3 dan gliserin. Pada penelitian ini parameter yang digunakan adalah perbandingan jumlah gliserin dalam pembuatan kalsium gliseroksida yang digunakan untuk proses transesterifikasi minyak kelapa. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa larutan gliserin sebanyak 20 ml dapat menghasilkan kalsium gliseroksida yang optimum sebagai katalis untuk proses transesteifikasi biodiesel. Konversi persentase biodiesel yang dihasilkan mencapai ± 90%.

Keywords
Kalsium gliseroksida, cangkang telur, biodiesel

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/c3pLkWBGfhzx


Studi Desain Reaktor Cepat Berpendingin Helium Berukuran Kecil Menggunakan Strategi Burnup CANDLE Modifikasi
Dora Andris (a*), Zaki Suud (a)

Show More

Corresponding Author
Dora Andris

Institutions
a) Institut Teknologi Bandung
Bandung, Indonesia
*doraandris18.93[at]gmail.com

Abstract
Dalam studi ini dilakukan kajian terhadap reaktor cepat berpendingin helium berukuran kecil menggunakan teras silinder seimbang dua dimensi R-Z. Studi ini difokuskan terhadap aspek neutronik reaktor untuk variasi fraksi bahan bakar 50%-70% dengan interval 2.5%. Aspek neutronik yang ditinjau dalam studi ini meliputi level burnup, faktor multiplikasi tak hingga dan faktor multiplikasi efektif. Studi ini menggunakan strategi burnup CANDLE (Constant Axial shape of Neutron flux, nuclide densities and power shape During Life of Energy producing reactor) yang dimodifikasi dalam arah radial. Penggunaan strategi ini dimaksudkan agar reaktor dapat beroperasi menggunakan bahan bakar uranium alam. Dalam strategi ini, teras reaktor dibagi menjadi beberapa region dengan volume yang sama dalam arah radial. Perhitungan neutronik dilakukan menggunakan simulasi komputasi sistem kode SRAC (Standard thermal Reactor Analysis Code system) versi 2002 dengan data pustaka JENDL-4.0 dan program FI-ITB CH1. Hasil perhitungan neutronik menunjukkan bahwa fraksi bahan bakar mempengaruhi kinerja neutronik reaktor. Fraksi bahan bakar yang lebih tinggi memberikan level burnup yang lebih rendah dan fraksi bahan bakar yang lebih rendah menghasilkan level burnup yang lebih tinggi. Fraksi bahan bakar 60% memberikan nilai kekritisan dan kestabilan reaktor yang lebih baik.

Keywords
neutronik; CANDLE modifikasi; fraksi bahan bakar

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/UQaJ7FgmKejL


Studi Efektifitas Pembakaran Material Fisil Pada High Temperature Gas Reactor (HTGR) tipe Prismatik berdaya 50 MWt
Ayu Lia Pratama dan Dwi irwanto

Show More

Corresponding Author
Ayu Lia Pratama

Institutions
Prodi Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung

Abstract
High Temperature Gas Reactor (HTGR) merupakan salah satu tipe reaktor Generasi IV berpendingin gas Helium yang memiliki luaran temperatur yang tinggi. Temperatur yang tinggi ini selain dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, dapat pula digunakan untuk memproduksi hidrogren, memurnikan air laut, memperkaya batu bara, dan berbagai proses indrustri lainnya. Pada penelitian ini, efek nilai enrichment dan jumlah Coated Fuel Particle (CFP) terhadap efektifitas pembakaran material fisil untuk tiga buah bahan bakar nuklir yang berbeda, UO2, (U-Th)O2 dan (U-Pu)O2, diteliti dan dianalisa. Perhitungan dan analisa dilakukan untuk nilai enrichment antara 1-20% dan jumlah CFP antara 4500 hingga 26850 buah per pellet bahan bakar. Analisa dilakukan pada disain HTGR 50MWt untuk ketiga bahan bakar nuklir tersebut dan menghasilkan nilai enrichment optimal sebesar 10% dengan jumlah CFP sebanyak 11500. Dari analisa yang dilakukan pada level assembly, didapatkan nilai kefektifitasan pembakaran material fisil yang paling tinggi untuk HTGR 50MWt adalah bahan bakar (U-Pu)O2 sebesar lebih dari 92%. Analisa pun dilakukan pada parameter neutronik seperti k-inf, conversion ratio juga perubahan densitas material fisil dan fertil selama dua tahun masa operasi reaktor.

Keywords
HTGR, neutronik, bahan bakar, material fisil

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/VWQbvKymZJEa


Studi Pengaruh Co-solvent Dietil Eter pada Sintesis Biodisel dengan Katalis Heterogen CaO dari Minyak Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit
Puji siswanti, S.Si, Pedy Artsanti, M.Sc

Show More

Corresponding Author
Puji Siswanti

Institutions
Prodi Kimia Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Abstract
Telah dilakukan studi pengaruh co-solvent dietil eter pada sintesis biodiesel dengan katalis heterogen CaO dari minyak limbah cair pabrik kelapa sawit. Metodologi penelitian meliputi; preparasi sampel, esterifikasi, transesterifikasi, pemurnian biodisel, dan karakterisasi biodisel. Proses esterifikasi dilakukan dengan mereaksikan minyak, metanol (1:9), co-solvent dietil eter, dan katalis H2SO4 1%. Reaksi dilakukan selama 120 menit pada temperatur 65 oC dengan variasi penambahan perbandingan co-solvent (CPO:DEE) 1:0,5., 1:1., dan 1:1,5, sedangkan proses transesterifikasi dilakukan dengan mereaksikan fase organik hasil esterifikasi dengan metanol (1:9), co-solvent (CPO:DEE) 1:0,5., 1:1, 1:1,5 dan katalis heterogen CaO dengan variasi 3%, 6%, dan 8% berat reaktan total. Yield biodisel yang diperoleh dibandingkan hasilnya dengan perlakuan tanpa penambahan co-solvent dietil eter. Metil ester hasil sintesis dikarakterisasi dengan spektrofotometer inframerah, GC-MS dan di uji sifat fisik kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi sintesis biodiesel dengan pengaruh co-solvent terhadap variasi katalis dihasilkan yield optimum pada katalis 8% sebesar 59,813%, sedangkan yield biodisel tanpa cosolvent pada konsentrasi yang sama sebesar 42,33%. Pengaruh perbandingan co-solvent dietil eter dihasilkan yield optimum pada perbandingan 1:1,5 dengan katalis 8% sebesar 69,045%. Hasil spektra inframerah menunjukkan adanya serapan gugus fungsi ester. Hal ini didukung dengan data hasil GC-MS yang menunjukkan terbentuknya metil ester. Metil ester tersebut adalah metil palmitat (42,08%), metil oleat (36,27%), metil linoleat (12,78%), dan metil stearat (6,04%). Adapun hasil uji sifat fisis dari biodisel meliputi densitas, viskositas, bilangan asam, kadar air, bilangan iod, angka penyabunan, dan angka setana secara berturut 0,825 g/cm3, 4,792 cSt, 0,8 mgNaOH/g biodisel, 0,598% berat, 28,52 gI2/g biodisel, 147,31 gKOH/g biodisel, dan angka setana sebesar 76,03.

Keywords
Kelapa Sawit, Limbah Cair, Esterifikasi, Transesterifikasi, Co-Solvent, Katalis Heterogen, CaO, Biodisel, GC-MS.

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/rQ9hXbRWktcM


STUDI SIFAT LISTRIK PADA DYE-SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAKSI KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum)
Intan Khaerani, Cecep E. Rustana, I Made Astra

Show More

Corresponding Author
Intan Khaerani

Institutions
Jurusan Fisika FMIPA
Universitas Negeri Jakarta
Jl. Pemuda Rawamangun No. 10 Jakarta Timur, 13220.

Abstract
Telah dilakukan penelitian pembuatan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan memanfaatkan ekstraksi kulit buah rambutan sebagai dye alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat listrik yang dimiliki DSSC tersebut. Struktur DSSC berbentuk sandwich yang terdiri dari kaca Indium Tin Oxide (ITO) sebagai substrat, Titanium Dioxide (TiO2) sebagai bahan semikonduktor, dye alami sebagai donor elektron dan larutan elektrolit sebagai transfer elektron. Pada penelitian ini digunakan pasta TiO2 yang dilapiskan pada kaca konduktif dengan metode doctor blade dan dye dari antosianin ekstrak kulit buah rambutan. Pengujian sifat listrik dilakukan dengan menggunakan lampu halogen sebagai sumber cahaya dengan mengukur arus dan tegangan pada berbagai variasi jarak terhadap sel DSSC. Hasil menunjukkan bahwa jarak menentukan intensitas, arus dan tegangan yang diterima. Semakin jauh jarak lampu halogen terhadap sel, maka nilai arus, tegangan dan intensitas yang didapat semakin kecil.

Keywords
DSSC, Kulit Rambutan, Antosianin, Sifat Listrik

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/N2dcxgPvCtq4


Studi Sifat Optik pada Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan Menggunakan Ekstraksi Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum)
Hanifah Widya Putri *, Cecep E. Rustana, Sunaryo

Show More

Corresponding Author
Hanifah Widya Putri

Institutions
Prodi Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta
Pemuda No. 10 Rawamangun, Jakarta 13320

Abstract
Krisis energi mendorong kepada pengembangan sumber energi alternatif seperti panel surya. Salah satu jenis panel surya adalah DSSC. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kulit buah rambutan (Nephelium Lappaceum) sebagai fotosensitizer dalam Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) serta mengetahui sifat optik DSSC. Berbeda dengan fotosensitizer lainnya, pigmen merah pada kulit rambutan ini secara alami menghasilkan pelebaran absorbsivitas. Struktur DSSC berbentuk sandwich yang terdiri dari kaca konduktif sebagai substrat, TiO2 sebagai bahan semikonduktor, dye alami sebagai donor elektron dan elektrolit sebagai transfer electron. Pendahuluan hasil X-Ray Diffraction lapisan tipis TiO2 menunjukkan intensitas relatif tinggi,dengan pola difraksi anatase. Sistem kristal berbentuk tetragonal dengan FWHM berada pada rentang 0.134-0.21. Karakterisasi spektroskopi UV-Vis digunakan untuk mengevaluasi sifat optik dalam sel surya. Hasil penelitian menunjukan bahwa fotosensitizer menghasilkan absorpsi gelombang pada panjang gelombang 469nm, 491nm, dan 501 nm, dengan absorbsi sebesar 3.49; 3.61; serta 4.00 secara berturut-turut

Keywords
Sel Surya, DSSC, Ekstraksi Kulit Rambutan, Sifat Optik

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/9tNh7RqJkuHn


VARIASI WAKTU TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN KATALIS KALSIUM GLISEROKSIDA
horasdia saragih dan rita winata sahata sidabutar

Show More

Corresponding Author
Rita Winata Sahata Sidabutar

Institutions
universitas advent indonesia

Abstract
Pada penelitian ini transesterifikasi minyak kelapa sawit menggunakan metanol berbantuan katalis heterogen kalsium gliseroksida, dilakukan. Pengaruh waktu lamanya proses transesterifikasi terhadap kuantitas biodiesel yang dihassilkan, diinvestigasi. Reaksi transesterifikasii menggunakan variasi waktu 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Katalis kalsium gliseroksida yang disintesa pada penelitian ini dikarakterisasikan menggunakan SEM dan XRD. Sedangkan reaksi tranesterifikasi dianalisa secara kualitatif menggunakan GC-MS. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa variasi waktu transesterifikasi 1 jam, 3 jam dan 4 jam menghasilkan biodiesel masing-masing 82,43%; 94,64%; 98.84 %. Oleh karna itu lama waktu transesterifikasi 4 jam menghasilkan jumlah biodiesel yang paling tinggi.

Keywords
Transesterifikasi, katalis gliseroksida,minyak kelapa sawit,

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/vF9g8Y6tdHZP


Page 1 (data 1 to 22 of 22) | Displayed ini 30 data/page

Featured Events

AASEC 2020

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats