Indonesia Conference Directory


<< Back

Abstract Topic: Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Page 1 (data 1 to 30 of 81) | Displayed ini 30 data/page

Analisa Kolam Tampungan pada Polder Ciketing Udik
Arryka Febianti Putri (a*), Sih Andajani(b)

Show More

Corresponding Author
Arryka Febianti Putri

Institutions
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perancanaan, Universitas Trisakti.

Abstract
Perkembangan di Indonesia memicu pembangunan di beberapa kawasan di Indonesia, salah satunya di kawasan Ciketing Udik. Dampak dari pembangunan tersebut yaitu masalah banjir yang diakibatkan ketidakmampuan saluran untuk menampung dan mengalirkan air di dalamnya serta berkurangnya daerah resapan air sehingga diperlukan upaya untuk penangann banjir tersebut. Tujuan analisa ini yaitu untuk mengetahui kapasitas maksimum kolam dan kedalaman kolam tampungan akibat penerapan drainase berwawasan lingkungan dengan konsep zero runoff sebagai upaya penanggulangan banjir di Ciketing Udik berdasarkan aspek hidrologi dan hidraulika. Berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan metode water balance, diperoleh hasil rancangan kolam tampungan seluas 5,5 ha dengan kedalaman maksimum 4 m dan kapasitas maksimum kolam tampungan yaitu 227.710 m3.

Keywords
Kolam Tampungan,Polder, Water Balance

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/dbnu68ARfqhe


Analisa Kuat Tarik Belah Bubuk Terak Nikel Magnesium Tinggi Sebagai Substitusi Semen Untuk Beton Mutu Tinggi
Bunga Yubi Nabiilah (a*), L-Oksri Nelfia (b), Sotya Astutiningsih (c)

Show More

Corresponding Author
Bunga Yubi Nabiilah

Institutions
a),b) Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti
Jalan Kyai Tapa No. 1, Jakarta 11440, Indonesia
*bungayubi[at]gmail.com
c) Jurusan Metalurgi, Universitas Indonesia
Jalan Margonda Raya, Depok 16424, Indonesia

Abstract
Kebutuhan beton semakin meningkat seiring dengan pembangunan infrastruktur yang sedang marak di Indonesia ini. Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi beton memungkinkan penggunaan limbah sebagai bahan pembentuk beton. Di kota Sulawesi Tenggara, memiliki potensi sumber daya nikel cukup besar, yaitu sebesar 97.4 miliar ton yang tersebar seluas 480 ribu Ha (Prasetyo et al., 2015). Tujuan dari penelitian ini adalah analis kekuatan tarik beton dengan menggunakan bubuk terak nikel (NSP) sebagai bahan substitusi parsial semen untuk beton mutu tinggi. Benda uji dibuat dengan faktor air semen (FAS) 0.31 dan dibandingkan dengan beton 100% semen OPC Tipe 1 (Reference). Substitusi NSP terhadap semen sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% dengan umur beton 3 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Karakteristik fisik meliputi bubuk terak nikel dan semen dengan menggunakan metode Le Chatelier. Karakteristik mekanik meliputi kemudahan pekerjaan di lapangan (workability) dan kuat tarik belah. Beton menggunakan admixture jenis superplasticizer Sika Viscocrete 8015. Hasil pengujian kuat tarik belah untuk beton substitusi NSP umur 28 hari mencapai 5% dari nilai kuat tekan.

Keywords
Beton mutu tinggi; Bubuk terak nikel; Substitusi parsial semen; Kuat tarik belah

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/QVY2KfMa8Cp4


ANALISA MATERIAL NON-FERROUS PADA BETON GEOPOLIMER SEBAGAI BETON RAMAH LINGKUNGAN
Mutia Rahmawati (a*), L.Oksri-Nelfia (b), Sotya Astutiningsih (c)

Show More

Corresponding Author
Mutia Rahmawati

Institutions
a), b) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat
*mutia.mutmut.mr[at]gmail.com
c) Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat

Abstract
Bubuk terak nikel merupakan limbah dari produksi peleburan bijih nikel yang sudah dikelola oleh PT. INDOFERRO, dengan kadar Fe yang terbilang kecil. Laporan Kemenperin 2018 mendapati bahwa dari total 40 ton produksi nikel per tahun, 30 ton akan menjadi limbah atau terak. Sehingga penumpukan limbah terak nikel terjadi di Sulawesi Tenggara, limbah yang dibiarkan menumpuk akan berbahaya bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik dari material non-ferrous pada beton geopolimer. Beton geopolimer merupakan inovasi beton yang ramah lingkungan dan dapat dikategorikan sebagai green concrete, karena tidak menggunakan semen sama sekali sehingga emisi CO₂ akibat pembuatan semen dapat dikurangi. Bahan-bahan seperti abu terbang dan terak diketahui memiliki sifat pozzolanic, namun diperlukan prekursor yang dapat mengaktifkan ikatan Si-O-Al sehingga reaksi ikatan terjadi, prekursor tersebut ditemukan di dalam campuran NaOH dengan Na₂SiO₃. Pada penelitian ini bubuk terak nikel akan diuji secara fisik dengan botol Le Chatelier Standard dan pengujian kimia XRF. Beton geopolimer dengan komposisi 50% abu tebang 50% bubuk terak nikel akan diamati, dengan kadar molaritas 6 M dan 12 M dan rasio Na₂SiO₃ : NaOH adalah 2,5 : 1. Benda uji akan melalui proses rest period selama 24 jam kemudian proses curing dengan cara steam dengan suhu 60°C selama 24 jam. Kuat tekan diumur 28 hari pada beton geopolimer didapatkan sebesar 55,97 MPa dengan molaritas 12 M, sedangkan pada kadar molaritas 6 M sebesar 49,97 Mpa, hal ini terjadi akibat kadar alkalinitas dalam larutan alkali.

Keywords
Beton Geopolimer, Bubuk Terak Nikel, Abu Terbang

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/DVCmtTpBFz8q


ANALISA PEMANFAATAN AIR HUJAN UNTUK KEBUTUHAN TOILET DAN PERTAMANAN PADA GEDUNG INDONESIA ONE
Aldio Andara

Show More

Corresponding Author
Aldio Andara

Institutions
Universitas Trisakti, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Jurusan Teknik Sipil

Abstract
Air Hujan dapat dimanfaatkan dengan cara dipanen untuk keperluan toilet dan pertamanan pada Gedung Indonesia One pada musim kemarau. Digunakan air hujan dengan harapan dapat menghemat penggunaan air bersih, menghemat biaya penggunaan air, dan mencegah terjadinya banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan rainwater tank eksisting pada Gedung Indonesia One dalam memenuhi kebutuhan air yang diperlukan berdasarkan keseimbangan antara suplai dan kebutuhan air. Analisis dari penelitian ini diperlukan data analisis potensi suplai air hujan yang di dapat dari data luas atap dan data hujan harian, bulanan, tahunan yang akan dihitung dengan analisis kebutuhan air toilet dan pertamanan pada gedung. Data tersebut untuk mendapatkan hasil perhitungan water balance dan perhitungan perubahan tampungan tangki RWT (Rainwater Tank). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa desain tangki RWT eksisting yang dihitung sebesar 234,72 m3 dengan potensi air hujan yang dapat ditampung sebesar 4591,29 m3/tahun dan kebutuhan air toilet dan pertamanan 276,77 m3/bulan dinilai kurang efisien dalam pemanfaatannya karena hanya dapat menampung 38% dari total potensi suplai air yang dapat ditampung.Dengan meningkatkan kapasitas tangki RWT menjadi 500 m3, tangki dapat menampung 88% dari total potensi suplai air.

Keywords
Rainwater harvesting, water balance, Indonesia One

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/QA6Kq3ux4w2C


Analisa Uji Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbasis Fly Ash dengan Variasi Molaritas dan Curing suhu 120C
Ade Laely Fitriyani Kardin(a*), Liana Herlina (b)

Show More

Corresponding Author
Ade laely fitriyani Kardin

Institutions
(a),(b) Jurusan Teknik Sipil, Unversitas Trisakti
Jalan Kyai Tapa No.1, Jakarta 11440, Indonesia
*adelakardin[at]gmail.com

Abstract
Beton merupakan salah satu bahan konsruksi yang sangat penting. Dengan adanya perkembangan konstruksi yang cepat sehingga mengakibatkan produksi semen juga meningkat. Akan tetapi, industri semen merupakan salah satu penyumbang polutan yang cukup besar pada pencemaran udara maka diperlukan alternative bahan lain sebagai pengganti semen. Salah satu bahan konstruksi yang digunakan untuk menggantikan semen adalah fly ash. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai kuat tekan pada beton geopolimer yang dipengaruhi oleh variasi molaritas. Pada penelitian ini variasi molaritas yang digunakan yaitu 6M, 8M, dan 10M dengan perbandingan alkali natrium hidroksida dan natrium silikat adalah 1:1. Pengujian beton dilakukan pada umur beton 3 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari dengan curing suhu oven 120 ºC. Nilai kuat tekan beton geopolimer pada umur 28 hari dengan molaritas 6M dan 8M memiliki nilai kuat tekan yang sama yaitu 12,58 N/mm2. Nilai kuat tekan beton geopolimer dengan molaritas 10M memiliki nilai kuat tekan yaitu 11,26 N/mm2. Berat jenis beton geopolimer 8M lebih ringan dibandingkan dengan berat jenis beton geopolimer 6M dan 10M.

Keywords
geopolimer, fly ash, alkali, molaritas dan kuat tekan

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/qKyZLmkR23CY


ANALISIS BENDUNGAN KERING (DRY DAM) CIAWI SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN BANJIR DKI JAKARTA
Isma Fajar, Teddy W. Sudinda

Show More

Corresponding Author
Isma Fajar

Institutions
Universitas Trisakti, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Abstract
Pembangunan Bendungan Kering (dry dam) Ciawi bertujuan sebagai upaya pengendalian banjir DKI Jakarta yang diakibatkan luapan air Sungai Ciliwung. Bendungan kering adalah bangunan bendung yang dibangun untuk mengkontrol banjir dengan membiarkan aliran sungai mengalir dengan bebas selama kondisi normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui reduksi banjir Sungai Ciliwung Hulu akibat dibangunnya Bendungan Kering Ciawi, dengan melakukan analisis hidrograf satuan sintetik (HSS) untuk mendapatkan hidrograf banjir rancangan dengan periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun, setelah itu dilakukan analisis penelusuran banjir lewat waduk untuk mendapatkan reduksi banjir Sungai Ciliwung. Hasil perhitungan didapatkan Bendungan Ciawi dapat mereduksi banjir Sungai Ciliwung Hulu sebesar Q2 = 1,24%, Q5 = 14,12%, Q10 = 20,08%, Q25 = 26,81%, Q50 = 31,27%, dan Q100 = 35,33%. Hasil ini membuktikan dengan dibangunnya Bendungan Kering Ciawi dapat mereduksi banjir Sungai Ciliwung Hulu, sehingga diharapkan dapat mereduksi banjir di wilayah DKI Jakarta.

Keywords
Hidrograf Satuan Sintetik; Penelusuran Banjir

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/Ev9UkKTLJ7Mc


ANALISIS DESAIN FLUID VISCOUS DAMPER PADA BANGUNAN STRUKTUR BAJA ENAM LANTAI
Ferry Surya dan Mr. Sugeng Wijanto

Show More

Corresponding Author
Ferry Surya

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
.

Keywords
Fluid Viscous Damper, Struktur Bangunan Baja, Analisa gempa linear.

Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/taTkD7BeVRZ3


Analisis Hidrologi dan Hidrolika Sungai Ciliwung Menggunakan Program HEC-RAS
Huriyah Nada Kamilia (a*), Teddy W. Sudinda (b)

Show More

Corresponding Author
Huriyah Nada Kamilia

Institutions
Universitas Trisakti, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Abstract
Banjir yang menggenangi pemukiman warga di wilayah DKI Jakarta salah satunya terjadi karena meluapnya Sungai Ciliwung. Luapan ini terjadi karena penampang sungai yang tidak dapat menampung besarnya debit banjir. Tujuan penelitian ini agar dapat mengetahui penampang yang mengalami luapan dengan melakukan analisis hidrologi dan analisis hidrolika dengan menggunakan bantuan program HEC-RAS. Tahap perhitungan dilakukan dengan menghitung data curah hujan menggunakan rata-rata aljabar, analisis distribusi frekuensi, uji distribusi frekuensi, perhitungan aliran dasar dan perhitungan debit banjir rencana kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun dengan metode HSS Nakayasu. Untuk analisis hidrologi, perhitungan debit menggunakan Distribusi Log Normal dengan besar debit banjir kala ulang Q2Tahun = 265.26 m³/detik, Q5Tahun = 305.93 m³/detik, Q10Tahun = 329.77 m³/detik, Q25Tahun = 354.93 m³/detik, Q50Tahun = 376.22 m³/detik dan Q100Tahun = 394.74 m³/detik. Hasil perhitungan debit banjir rencana digunakan untuk analisis hidrolika menggunakan program HEC-RAS sehingga diperoleh beberapa penampang yang terdapat luapan banjir melebihi ketinggian tebing sungai.

Keywords
Banjir; HEC-RAS; Penampang

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/zRgkG9KWYbc6


ANALISIS KOLAM TAMPUNGAN SEBAGAI UPAYA PENANGANAN BAJIR KAWASAN CIDAWOLONG
Syarifah Turahmah (a*), Sih Andajani (b)

Show More

Corresponding Author
Syarifah Turahmah

Institutions
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti.

Abstract
Banjir yang terjadi di Kawasan Cidawolong telah menjadi permasalahan berkesinambungan. Frekuensi banjir mencapai 10 kali/tahun dengan luas genangan lebih kurang 12 ha dan tinggi genangan berkisar 0,3 sampai 1,5 m. Upaya yang dilakukan untuk meminimalisir banjir yang terjadi digunakan sistem polder yaitu dengan mendesain kolam tampungan dikawasan tersebut. Analisa kolam tampungan dengan meperhitungkan keseimbangan air pada kolam atau water balance. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh debit banjir rencana yang akan masuk kedalam kolam tampungan dengan kala ulang 5 tahun adalah 21,477 m3/detik. Kapasitas maksimum kolam tampungan dan pompa dengan luas kolam polder 49744 m2 diperoleh kapasitas tampungan 104369,044 m3, dan kedalaman air kolam polder 2,098 m.

Keywords
Kolam tampungan, Sistem polder, Water balance

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/MzjbHQ7vEFx6


ANALISIS PENGARUH GREEN ROOF PADA BANGUNAN TERHADAP EFISIENSI ENERGI DAN LINGKUNGAN
Muhammad Fauzaan, Hardi Utomo, Moh. Ali Topan

Show More

Corresponding Author
Muhammad Fauzaan

Institutions
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan energi dan air pada bangunan yang menerapkan system green roof. Pengambilan data penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan perbandingan terhadap bangunan konvensional. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai green roof dan manfaatnya sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam membuat bangunan yang ramah lingkungan. Karena selain ramah lingkungan faktor lain yang sangat diperhatikan dalam pembuatan bangunan dengan system green roof adalah faktor ekonomi, karena dapat menghemat biaya pada penggunaan listrik dan air.

Keywords
: Atap Hijau, Bangunan Hijau, Hemat Energi, Kualitas Air, Perpustakaan UI

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/CyMNYpK9DGAa


ANALISIS PERBAIKAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD)
Tubagus Muhamad Ramadhani Aradea1, Christy Anandha Putri2

Show More

Corresponding Author
Tubagus Muhamad Ramadhani Aradea

Institutions
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universtias Trisakti, Jakarta

Abstract
ABSTRAK Pembangunan konstruksi diatas tanah lunak merupakan suatu permasalahan yang cukup besar di bidang geoteknik dikarenakan daya dukung tanah yang rendah serta tanah lunak umumnya terdiri dari tanah yang sebagian besar adalah butir-butir sangat kecil serta mempunyai kerapatan rongga yang rendah, hal ini mengakibatkan air pori yang ada di dalam tanah terperangkap dan memerlukan waktu yang lama untuk dapat keluar seluruhnya sehingga penurunan tanah lunak terjadi pada waktu yang lama. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan perbaikan pada tanah lunak sebelum dilakukan konstruksi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode prefabricated vertical drain (PVD), metode ini dapat mempercepat proses keluarnya air pori pada tanah dikarenakan nilai permebilitasnya yang besar sehingga proses penurunan akan terjadi lebih cepat. Kecepatan penurunan tanah lunak dipengaruhi oleh nilai koefisien konsolidasi arah radial (C_h), jarak pemasangan PVD, serta konfigurasi pemasangan. Semakin kecil nilai konsolidasi arah radial maka semakin lama penurunan terjadi, semakin kecil jarak pemasangan PVD maka semakin cepat penurunan terjadi, dan penurunan yang terjadi akibat konfigurasi segitiga lebih cepat dibandingkan konfigurasi persegi. ABSTRACT Construction on soft soils is a big problem in the geotechnical field because the bearing capacity of the soil is low and soft soils generally consist of soil which is mostly very small grains and has a low cavity density, this results in existing pore water trapped in the soil and requires a long time to dissipate entirely so that the settlement in soft soil occurs in a long time. To overcome this, it is necessary to do improvement on soft soil before construction. The method used in this study is the method of Prefabricated Vertical Drain (PVD), this method can accelerate the process of pore water discharge in the soil due to the large permeability value so that the process of settlement will occur more quickly. Soft soil settlement rate is affected by the value of the radial consolidation coefficient (C_h), the distance of the PVD installation, and the configuration of the installation. The smaller the consolidation value of the radial direction, the longer the settlement occurs, the smaller the distance of the PVD installation, the faster the settlement occurs, and the decrease that occurs due to the triangle configuration is faster than the square configuration

Keywords
Tanah lunak, penurunan, prefabricated vertical drain (PVD).

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/23BUKfNhAgDL


ANALISIS POTENSI ENERGI TERHADAP PENGURANGAN EMISI GAS KARBONDIOKSIDA PADA GEDUNG ALAMANDA TOWER
Adhitya Putra Pratama (a), Bambang Endro Yuwono (b)

Show More

Corresponding Author
Adhitya Putra Pratama

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Negara Indonesia mengalami perkembangan secara pesat di berbagai sektor, khususnya di sektor industri. Maka dengan itu sangat dibutuhkan sarana dan prasarana sebagai penunjang aktivitas tersebut. Sehingga banyak terjadinya pembangunan di berbagai daerah, hal ini memberikan berbagai dampak salah satunya dampak negatif. Salah satu cara dalam menangani masalah tersebut dengan cara menerapkan konsep bangunan yang ramah lingkungan (green building). Konsep green building berupaya melakukan efisiensi dan konservasi energi agar mengurangi penggunaan energi yang berlebih. Sekaligus mengurangi emisi yang dihasilkan dari penggunaan energi tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi energi terhadap pengurangan emisi karbon pada gedung Alamanda Tower. Pada penelitian ini, penulis menggunakan data dari observasi pada gedung Alamanda Tower serta menggunakan SNI 03-6389:2011 dan Panduan Pengguna Bangunan Gedung Hijau Jakarta berdasarkan Peraturan Gubernur No.38 Tahun 2012. Hasil penelitian ini adalah nilai OTTV sebesar 66.48 Watt/m2 melebihi nilai yang telah ditentukan sebesar 45 Watt/m2. Nilai tersebut dapat mempengaruhi beban pendinginan dan konsumsi energi.

Keywords
Emisi; Konservasi Energi; OTTV

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/yMDNPehV7CXL


ANALISIS POTENSI PENINGKATAN SERTIFIKASI GREEN BUILDING TERHADAP KONSERVASI AIR GEDUNG WASKITA
Calvin Idhar1, Bambang Endro Yuwono2

Show More

Corresponding Author
Calvin Idhar

Institutions
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti, Jakarta

Abstract
ABSTRAK Air bersih di kota Jakarta merupakan aspek yang harus ditingkatkan baik dari kuantitas maupun kualitasnya. Dengan penduduknya yang padat serta aktivitasnya menyebabkan kebutuhan air bersih di kota Jakarta sangat tinggi. Strategi ketersediaan air bersih di Jakarta merupakan hal yang harus diperhatikan guna mendukung pembangunan yang pesat serta keberlangsungan kehidupan dan kegiatan di kota Jakarta. Salah satu upaya dan strateginya adalah dengan menerapkan konsep bangunan hijau atau green building. Dalam menerapkan konsep green building terdapat aspek Konservasi Air yang tujuannya adalah menghemat dan menjamin ketersediaan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang hasil dari upaya peningkatan Konservasi Air pada bangunan green building. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang dilakukan terhadap gedung Waskita, dengan observasi secara langsung terhadap objek yang ditinjau, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian “Analisis Potensi Peningkatan Sertifikasi Green Building Terhadap Konservasi Air Gedung Waskita” dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan upaya untuk meningkatkan sertifikasi green building memberikan dampak yang sangat besar terhadap konservasi air gedung Waskita. ABSTRACT Fresh water in the city of Jakarta is an aspect that must be improved in terms of both quantity and quality. With its dense population and activities causing the need for fresh water in the city of Jakarta is very high. The strategy of the availability of clean water in Jakarta is something that must be considered in order to support rapid development and the continuation of life and activities in the city of Jakarta. One of the efforts and strategies is to apply the concept of green buildings. In applying the concept of green buildings there are aspects of Water Conservation whose purpose is to save and guarantee the availability of clean water.This study aims to provide an overview of the results of efforts to improve Water Conservation in green buildings. This study uses a descriptive approach to the Waskita building, with direct observation of the object being reviewed, interviews and documentation to get the data needed. Based on the result of “Analysis Of Potential For Increasing Green Buiding Certification On Water Conservation Waskita Building” can be concluded that making efforts to improve green building certification has a very large impact on the water conservation of Waskita buildings.

Keywords
Green Building, Konservasi Air, Gedung Waskita

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/B8DkyvZetWaX


ANALISIS TINGKAT EFISIENSI ENERGI DALAM PENERAPAN SOLAR PANEL PADA ATAP RUMAH TINGGAL
Eka Sulistiawati, Dr. Ir. Bambang Endro Yuwono, MS.

Show More

Corresponding Author
Eka Sulistiawati

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Energi adalah kebutuhan pokok setiap manusia yang sebagian besar terpenuhi oleh energi yang bersumber dari bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara dan gas alam. Namun, keberadaan bahan bakar fosil yang digunakan pada kebanyakan pembangkit listrik semakin lama semakin menipis dan menghasilkan emisi karbondioksida. Pengembangan pembangunan berkelanjutan dengan konsep green building menciptakan bangunan yang ramah lingkungan dan hemat energi dapat membantu menyelamatkan krisis energi. Salah satu energi terbarukan yang memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai sumber energi listrik di Indonesia adalah sel surya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui solusi yang efektif dalam penerapan panel surya pada 2 tipe rumah yang berbeda, dilihat dari aspek ekonomi, efisiensi energi, dan usaha mengurangi CO2 dengan menggunakan panel surya. Hasil dari analisis yang dilakukan dalam 25 tahun kedepan dengan cara membandingkan antara penggunakan listrik panel surya dengan penggunaan listrik PLN pada rumah tipe 62 m2 dapat menghemat biaya sebesar Rp 172.813.581,13 dan dapat mengurangi emisi CO2 hingga 64,23%. dan untuk tipe rumah 86 m2 dapat menghemat biaya sebesar Rp. 255.134.657,60 dan dapat mengurangi emisi CO2 hingga 79,69%

Keywords
Analisis Energi, Emisi Gas CO2, Green Building, Panel Surya

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/XbEh9MKQuZp4


ANALISIS TINGKAT KEMUDAHAN PEMBANGUNAN PADA KATEGORI TEPAT GUNA LAHAN (APPROPRIATE SITE DEVELOPMENT) PADA GREEN BUILDING MENURUT SUDUT PANDANG DEVELOPER
Muhammad Ismail Bawazir

Show More

Corresponding Author
Muhammad Ismail Bawazir

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Berkurangnya ruang terbuka hijau, meningkatnya polusi udara, air dan tanah merupakan dampak yang timbul dari pembangunan jika tidak memperhatikan faktor lingkungan. Konsep Green Building hadir dan menjadi suatu kebutuhan di tengah fenomena global warming yang sedang melanda bumi. Green Building didefinisikan sebagai sebuah perencanaan dan perancangan bangunan melalui sebuah proses yang memeperhatikan lingkungan dan menggunakansumber daya secara efisien pada seluruh siklus hidup bangunan dari mulai perancangan, pembangunan, pemeliharaan dan renovasi. Pada penelitian kali ini penulis ingin menganalisa seberapa besar tingkat kemudahan dalam pembangunan yang terdapat dalam kategori tepatgunalahan pada green building dari sudut pandang developer yang dimana belum dibahas dalam penelitian sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penyebaran kuesioner kepada developer yang sudah pernah terlibat dalam proses pembangunan green building, lalu akan dihitung dan dipresentasikan dalam bentuk diagram kartesius Importance-Performance Analysis. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor1 merupakan yang memiliki nilai Mudah dalam kemudahan pembangunan dan Sangat Bermanfaat dalam pemanfaatan pada masa operasional.

Keywords
green building, Importance-Performance Analysis

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/yAu6JeKZRvCp


ANALYSIS OF RETAINING WALL FAILURES IN PROJECT X IN SURABAYA
IRFANDI ZULMI

Show More

Corresponding Author
Irfandi Zulmi

Institutions
UNIVERSITAS TRISAKTI

Abstract
The retaining wall used in this project is a contiguous pile type with a reinforcement system ground anchor. At the time of excavation work in progress, there was a failure on the retaining wall in one side close to the road in the city of Surabaya. Because it needs to be analyzed regarding the cause of the case. The program that will be used to analyze is BMCOLPY/G from which program we can find deflection, moment, shear and anchor force that occurs during excavation. From the calculation results, the anchor on layer 1 exceeds the ultimate limit of the pressure cable, thereby causing damage or losing the strength to hold the retaining wall. By knowing the cause of the case, the designers will pay more attention in designing the retaining wall.

Keywords
contiguous pile, failure, anchor

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/aA4eBJxN7fZ8


APPLICATION OF INTELLIGENT BUILDING SYSTEM IN "THE EDGE", AMSTERDAM AND "GLUMAC”, SHANGHAI.
Muhammad Hendrananta, Ady Rizalsyah Thahir, Julindiani Iskandar

Show More

Corresponding Author
Muhammad Hendrananta

Institutions
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Abstract
The limitation of energy sources, especially non-renewable energy sources or the world energy crisis and the emergence of environmental problems due to energy use in buildings are the negative impacts caused by the building sector. Therefore, energy efficiency in buildings is a must. Intelligent building systems can make a building use less energy when compared to buildings that do not use this system. Energy reduction also has an impact on reducing environmental damage caused by energy. Smart building systems are a harmonious blend of automation, communication and environmental planning to create truly good buildings. This study will compare two buildings using smart building systems. The comparable variables are energy, lighting, monitoring, charging electric cars, water use, and air regulation. Through comparison, it can be seen how the implementation of the above variables into the form of building design. All design and system solutions that are used, are for one purpose, energy efficiency.

Keywords
Smart Building, Energy efficiency, Technology.

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/76tFzjwHvmAZ


ARSITEKTUR BIOKLIMATIK DAN KEARIFAN LOKAL (Studi Kasus : Desain Pusat Riset dan Teknologi Energi Terbarukan di Bali)
Noviani Rahmadiah(a), Popi Puspitasari(b), Khatijah Lahji(b)

Show More

Corresponding Author
Noviani Rahmadiah

Institutions
(a)Mahasiswa Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta
(b)Dosen Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta

Abstract
Untuk menanggapi isu terkini, yang mempertimbangkan bahwa pelestarian kearifan lokal dan keperluan akan solusi dampak global warming menjadi penting dalam perancangan bangunan, maka dibutuhkan pendekatan tertentu yang sesuai. Sehubungan dengan hal tersebut, penggabungan pendekatan arsitektur Bioklimatik dan arsitektur tradisional Bali pada tulisan ini mungkin dapat menjadi alternatif solusi. Integrasi kedua pendekatan tersebut dipertimbangkan sesuai dalam kasus perancangan proyek Pusat Riset dan Teknologi Energi Terbarukan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah merumuskan konsep pola bangunan dan ruang berdasarkan prinsip – prinsip dari kedua pendekatan tersebut. Metode yang digunakan untuk merumuskan integrasi konsep tersebut adalah melalui survei lapangan dan studi pustaka. Rumusan konsep sebagai hasil studi mengadopsi unsur arsitektur bioklimatik dalam aspek kenyaman termal (pencahayaan alami, penghawaan dan material bangunan) yang digabungkan dengan aspek kearifan lokal dalam hal tata letak bangunan, zonasi dan material

Keywords
Pusat Riset, Bioklimatik, Arsitektur Bali.

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/68wrc97mZVMj


ARSITEKTUR ISLAM PADA BANGUNAN MASJID DI KUDUS, YOGYA DAN ACEH
Muhammad Rifqi Salim, Ady Rizalsyah Thahir, Julindiani Iskandar

Show More

Corresponding Author
Muhammad Rifqi Salim

Institutions
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Abstract
Pada saat ini, arsitektur Islam dikaitkan dengan atap lengkung serta kemegahan, seperti bentuk kubah pada masjid. Namun menurut Prof K Cresswell, bentuk atap kubah pada masjid bukanlah berasal dari Islam dan tidak menjelaskan makna arsitektur yang berdasarkan ajaran Islam. Tulisan ini akan membahas penggunaan arsitektur Islam pada perancangan masjid menggunakan tiga studi banding. Untuk mengetahui bagaimana penerepan konsep arsitektur Islam pada masjid, unsur fisik masjid menjadi bahan pembahasan. Komparasi menjadi metode penelitian yang digunakan, dengan membandingkan tiga bangunan masjid yang menggunakan konsep arsitektur Islam. Unsur fisik yang diteliti terdiri dari bentuk bangunan, bentuk atap, menara, serambi, ruang shalat, dan mihrab.

Keywords
Arsitektur Islam, Masjid, Unsur Fisik.

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/xvNpH9aZUjMz


ASPEK ESTETIKA PADA BANGUNAN CONVENTION CENTRE DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN FUTURISTIK DI SURAKARTA
Floretta Feny Ramadhani, Dedes Nur Gandarum, Rita Walaretina

Show More

Corresponding Author
Floretta Feny

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Pariwisata saat ini merupakan salah satu sektor penghasil devisa terbesar di Indonesia. Wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) menjadi salah satu pariwisata yang sedang berkembang. Pariwisata MICE ini sendiri membutuhkan sebuah tempat yang sanggup mewadahi segala aktifitas yang berkaitan dengan pertemuan, insentif, konvensi, dan juga pameran. Oleh karena itu, sebuah gedung pusat konvensi sangat dibutuhkan untuk dibangun di kota-kota besar yang sedang berkembang di bidang pariwisatanya, termasuk Kota Surakarta. Gedung konvensi di Kota Surakarta ini, nantinya akan menjadi sebuah bangunan yang menjadi pusat kegiatan pariwisata di Surakarta. Sehingga, perlu adanya bangunan yang menarik dari segi fungsi, bentuk dan estetika. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui konsep programatik untuk bangunan pusat konvensi di Kota Surakarta yang mungkin terbangun dari segi aspek estetika. Aspek estetika ini menghasilkan sebuah konsep yang baik dari segi proporsi, irama, keseimbangan, aksen, warna, dan skala dengan pertimbangan pendekatan modern futuristik yang maju dan berorientasi terhadap perubahan di masa mendatang serta memunculkan ciri khas dinamis sebagai karakteristik di Kota Surakarta

Keywords
Convention Centre, Estetika, Modern, Surakarta

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/crwPG74xN3Ud


DESAIN STRUKTUR BAJA BANGUNAN PERKANTORAN DENGAN METODE LRFD
Aqila Sindriatama, Ir. Sugeng Wijanto, Ph.D., M.Eng, Ade Okvianti Irlan, ST., MT

Show More

Corresponding Author
Aqila Sindriatama Adhiono

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Pembangunan gedung bertingkat merupakan solusi alternatif yang dapat dilakukan untuk masalah keterbatasan ketersediaan lahan. Dengan pembangunan gedung bertingkat dapat meningkatkan kapasitas ruang perkantoran, sehingga kebutuhan perkantoran akan terpenuhi. Untuk menyikapi hal tersebut maka pada Tugas Akhir ini akan dibahas bagaimana cara mendesain bangunan perkantoran yang menggunakan struktur baja. Tujuan dari perancangan struktur ini adalah dapat mengasilkan struktur baja pada bangunan perkantoran yang tahan terhadap gempa. Perancangan ini mengacu pada peraturan “Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung” (RSNI3 1726:201X) dan “Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung” (SNI 1729:2015) serta menggunakan metode LRFD. Bangunan perkantoran ini direncanakan terdiri dari 6 lantai. Sistem penahan gempa untuk bangunan perkantoran ini adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK).

Keywords
LRFD, Perkantoran, SRPMK, Struktur Baja.

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/rPKT4ZVUYtdB


EKSPRESI STRUKTUR DAN PENGOLAHAN CAHAYA PADA PERANCANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT
Ghassani Nur Syamsi(a*), Popi Puspitasari(b), Endang Marlina(c)

Show More

Corresponding Author
Ghassani Nur Syamsi

Institutions
a)b)c) Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta

Abstract
Rancangan Bandar Udara Internasional Jawa Barat diharapkan menjadi sebuah landmark kawasan Kertajati. Selain sebagai sebuah landmark, diharapkan desain bandara tersebut dapat menjawab persoalan – persoalan ekologis lingkungan yang menjadi perhatian penting pada saat ini. Atas dasar pertimbangan tersebut, tulisan ini akan membahas tentang konsep eko teknologi dan alternatif penerapannya di dalam desain. Ekspresi struktur terhadap bangunan merupakan salah satu prinsip eko teknologi yang digunakan dalam perancangan ini. Kaitan antara pengekspresian struktur di bangunan terhadap penerapan konsep eko teknologi. Bagaimana penerapan konsep eko teknologi yaitu ekspresi struktur yang menghasilkan pengolahan cahaya pada bandara tercipta, sehingga menjadikan salah satu identitas dari bangunan terminal penumpang bandara tersebut. Metode yang digunakan adalah survey lapangan didukung dengan studi pustaka dan praktik desain studio arsitektur. Untuk sampai pada alternatif rancangan, maka dirumuskan terlebih dahulu kriteria perancangan dengan memperhatikan prinsip – prinsip eko teknologi terutama prinsip ekspresi struktur. Kriteria perancangan diperoleh melalui studi tipologi, studi preseden dan studi konteks.

Keywords
terminal penumpang, bandar udara, eko teknologi, ekspresi struktur

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/4qEgmdHw3tBD


IMPLEMENTASI PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOMIMIKRI MELALUI PENGGUNAAN SELF-CLEANING CONCRETE PADA PERANCANGAN MARINE RESEARCH CENTRE DAN OCEANARIUM
Shafina Fatima Almatisha¹, Dr. Ir. Dermawati D.S. , Dr. Retna Ayu Puspatarini3

Show More

Corresponding Author
Shafina Fatima Almatisha

Institutions
(1,2,3) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta

Abstract
Biomimikri atau biomimesis merupakan istilah yang dipakai untuk mendeskripsikan mekanisme, material, atau sistem yang dibuat oleh manusia dengan meniru desain makhluk hidup yang ada di alam. Terminologi ini diciptakan atas kesadaran bahwa alam telah ada selama milyaran tahun dan mampu bertahan melewati berbagai masalah yang muncul selama kurun waktu tersebut. Degradasi alam akibat pembangunan manusia kini menjadi masalah yang harus diatasi. Arsitek dituntut untuk merancang bangunan yang berkelanjutan. Material beton self-cleaning adalah produk yang diciptakan sebagai upaya arsitek dalam mengurangi polusi pembangunan. Metode penelitian serta pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teori-teori yang dijabarkan secara kualitatif. Analisis dilakukan dengan mengumpulkan beberapa teori dari sumber literatur lalu menarik benang merah dan menafsirkan maknanya. Hasil implementasi beton self-cleaning pada Perancangan Marine Research Centre dan Oceanarium merupakan wujud pendekatan Arsitektur Biomimikri dalam tingkat interaksi organisme. Penerapan Arsitektur Biomimikri terletak pada interaksi bangunan dengan lingkungan sekitarnya.

Keywords
Arsitektur Biomimikri, Beton, Self-cleaning

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/AWDnLz27wfJ4


IMPLEMENTASI POLA SIRKULASI YANG EFISIEN PADA BANDAR UDARA KERTAJATI
Punto Larassakti*1, Agus Saladin*2, Mohammad Ali Topan*3

Show More

Corresponding Author
Punto Larassakti

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Bandara Udara Internasional Kertajati Majalengka dibangun untuk menggantikan fungsi moda transportasi udara lama yang sangat padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pola sirkulasi yang baik pada bangunan bandar udara. Metode yang digunakan pada tulisan ini merupakan metode kualitatif dengan penyajian tulisan secara deskriptif. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan cara Deskriptif, yaitu dengan cara memberikan gambaran beserta penjelasan pada penelitian.

Keywords
Bandar Udara, Sirkulasi, Efisiensi

Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/thHpBDWVPmgk


INOVASI DESAIN PENEDUH UNTUK BANGUNAN KANTOR BERTIPOLOGI HIGH RISE DI JAKARTA
M. Nurul Imam , Dedes Nur Gandarum, Khotijah Lahji

Show More

Corresponding Author
M. NURUL IMAM

Institutions
UNIVERSITAS TRISAKTI

Abstract
Elemen bangunan yang terkena langsung oleh radiasi matahari adalah fasad. Upaya yang dilakukan adalah dengan cara menerapkan sebuah pembayangan yang mengurangi koefisien panas radiasi matahari atau biasanya disebut dengan perangkat peneduh (shading devices). Penggunaan perangkat peneduh pada bangunan kantor dengan tipologi highrise di jakarta menggunakan perangkat peneduh konvensional dan perlu sebuah inovasi perangkat peneduh baru yang lebih optimal dan efisien dalam memblokir sinar panas radiasi matahari yang mengenai bangunan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif yang ditujukan untuk mengungkap kebenaran atau fakta, fenomena, keadaan dan variabel perangkat peneduh saat penelitian dilakukan dengan menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi. inovasi perangkat peneduh yang dikaji adalah peneduh berbentuk sirip yang dimana dapat secara optimal dan efisisen menghalau sinar radiasi matahari yang dipengaruhi beberapa faktor yaitu orientasi peletakan bangunan, bentuk bangunan dan peneduh sebagai estetika bangunan.

Keywords
Peneduh, Fasad Bangunan, Pencahayaan Alami, Radiasi Matahari, Orientasi Bangunan

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/8rYmfLncW7dh


KAJIAN PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI CILIWUNG MT.HARYONO–P.A MANGGARAI DENGAN MENGGUNAKAN HEC-RAS 4.0
Indira Novia Putri, Dina Paramitha A. H.

Show More

Corresponding Author
Indira Novia Putri

Institutions
Teknik Sipil, Universitas Trisakti

Abstract
Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai yang melintasi kota DKI Jakarta. Pada tahun 2012 DKI Jakarta mengalami banjir akibat luapan sungai Ciliwung. Maka dari itu, dijalankan proyek normalisasi sungai Ciliwung yang berlangsung pada tahun 2013 dan sudah berjalan 60% hingga saat ini. Namun pada akhir tahun 2018, daerah sekitar Ciliwung mengalami banjir. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi tinggi tanggul sungai Ciliwung yang sudah di normalisasi terhadap tinggi muka air banjir rencana serta upaya penanggulangannya. Dengan menggunakan metode analisis probabilitas frekuensi dengan distribusi Log Normal dapat diketahui debit rencana dan local inflow di beberapa titik pada daerah sungai yang di tinjau. Menggunakan Program Hec-Ras dengan aliran steady flow dapat diketahui bahwa terdapat 110 titik banjir dengan ketinggian maksimum 5.040m. Upaya penanggulangan banjir yang dilakukan terdapat 2 metode. Metode yang pertama yaitu membuat tanggul pada sungai asli dan meninggikan tanggul pada sungai yang sudah di normalisasi. Dari metode pertama titik banjir dapat terreduksi menjadi 51 titik banjir dengan ketinggian maksimum banjir menjadi 2.190 m. Sedangkan metode kedua yaitu dengan melebarkan sungai Ciliwung pada sungai asli. Dari metode kedua titik banjir dapat terreduksi menjadi 22 titik dengan ketinggian banjir maksimum menjadi 1.190 m.

Keywords
Banjir; Hec-Ras; Steady flow; Sungai Ciliwung.

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/GUhjDzFR8pLB


KENYAMANAN VISUAL PADA ORIENTASI BANGUNAN DAN DESAIN FASADE APARTEMEN, JAKARTA (STUDI KASUS : APARTEMEN SEASON CITY,JAKARTA BARAT)
Nur Arashy Agustina, Dedes Nur Gandarum, Khotijah Lahji

Show More

Corresponding Author
Nur Arashy Agustina

Institutions
Nur Arashy Agustina¹, Dedes Nur Gandarum², Khotijah Lahji³
¹Mahasiswa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan,Universitas Trisakti
²Guru Besar,Dosen Jurusan Arsitektur,Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan, Universitas Trisakti
³Dosen Jurusan Arsitektur,Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan, Universitas Trisakti
Jl. Kyai Tapa No.1, RT.6/RW.16, Tomang, Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11440
Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta
Email : arashy7395[at]gmail.com ,

Abstract
Perkembangan penduduk khususnya diKota Jakarta semakin hari semakin berkembang pesat, sehingga kebutuhan rumah juga terus meningkat. Namun, penyediaan lahan yang semakin sedikit mendorong adanya inovasi dalam penyediaan rumah landed menjadi apartemen. Apartemen diharapkan mampu memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat. Apartemen merupakan sebuah unit hunian atau tempat tinggal bagi seseorang atau satu keluarga, sehingga kenyamanan menjadi hal yang sangat penting diperhatikan dalam perancangan desain apartemen. Ada beberapa aspek yang menjadi standar kenyamanan dalam unit apartemen antara lain kenyamanan thermal, kenyamanan visual, dan kenyamanan akustik. Studi kasus apartemen yang menjadi objek penelitian ini adalah apartemen Season City. Aspek kenyamanan yang menjadi evaluasi pada penelitian ini adalah kenyamanan visual, bertujuan untuk mengetahui penerapan kenyamanan visual pada bangunan apartemen yang ditinjau dari orientasi bangunan yang berpengaruh terhadap kuat penerangan alami yang diterima oleh unit apartemen dan desain fasade apartemen yang dikategorikan menjadi desain fasade additif dan desain fasade subtraktif. Metode yang digunakan adalah deskriptif penilitian yang dilakukan dengan menghitung iluminasi secara manual pada ruang-ruang didalam unit apartemen dan mengindentifikasi desain fasad baik desain fasade yang additif maupun subtraktif, sehingga pada tahap selanjutnya dapat diberi rekomendasi pencapaian kenyamanan visual pada bangunan apartemen pada orientasi apartemen dan desain fasade apartemen.

Keywords
kenyamanan visual, orientasi bangunan, desain fasad , apartemen.

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/cVpU4vXjfK2Q


KOMPARASI JENIS KONSEP METAFORA PADA BANGUNAN OCEANARIUM
Nabila Amalina , Ady Rizalsyah Thahir , Sri Tundono

Show More

Corresponding Author
Nabila Amalina

Institutions
Trisakti University

Abstract
The metaphore architecture approach is an architectural approach that originated from the idea of connecting architecture with the language of parables. Its application is often used in public buildings, one of which is the Oceanarium building. The purpose of this research is to find out what type of metaphor used in oceanarium buildings that are in the study object, to then be a reference for the application of the metaphor approach in designing oceanariums. The research method uses qualitative methods, by analyzing the variables of form and meaning in the three study objects, then conclude the building metaphor type. Then compared through the table so that it can be concluded that the metaphor in the oceanarium has a variety of types, but has the same metaphorical object theme which is marine.

Keywords
Comparison, Metaphor, Oceanarium

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/ApWmzXTuMeg8


KOMPARASI KENYAMANAN VIEW-VISUAL DARI RUMAH SUSUN PASAR RUMPUT
Aisha Michaella, Enny S. Sardiyarso, Julindiani Iskandar

Show More

Corresponding Author
Aisha Michaella

Institutions
Jurusan Arsitektur - FTSP, Universitas Trisakti, Indonesia

Abstract
Rumah susun adalah bangunan bertingkat yang difungsikan sebagai hunian bagi manusia juga sebagai tempat beraktifitas bagi manusia. Rumah susun dituntut untuk dapat menunjang segala kebutuhan manusia sebagai penggunanya. Untuk itu maka rumah susun harus memiliki faktor yang menimbulkan kenyamanan fisiologi terhadap manusia sebagai penggunanya. Kenyamanan fisiologi berkaitan dengan kenyamanan yang dirasakan oleh panca indra. Salah satu unsur kenyamanan fisiologi adalah kenyamanan view-visual. Kenyamanan view-visual berkaitan dengan penglihatan. Ini terkait dengan view atau pemandangan bentang ruang buatan maupun alamiah yang berada disekitar pengamat. Pendapat arsitek dan pembimbing yang lebih disebut dengan etik dan bisa berbeda dengan pendapat dengan pengguna atau emik. Salah satu cara untuk menentukan aspek kenyamanan view-visual menurut pengguna adalah dengan melakukan penelitian terhadap pengamat yang dapat menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian komparatif atas beberapa pemandangan bentang ruang buatan maupun alamiah dari sisi utara, selatan, timur dan barat pada rumah susun. Responden penelitian adalah 10 orang penghuni bantaran kali ciliwung yang dipumpuni akan mendiami rumah susun Pasar Rumput. Dari data yang didapat ditemukannya perbedaan pendapat antara etik dan emik. Menurut etik pemandangan terbaik berada di sisi utara-selatan, sedangkan menurut emik pemandangan terbaik berada di sisi timur-barat.

Keywords
Rumah susun, kenyamanan view-visual, komparasi

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/VbaU8MDfNwFk


KOMPARASI KONSEP ESTETIKA PADA FASAD BANGUNAN CONVENTION CENTER
Gina Aprilia

Show More

Corresponding Author
Gina Aprilia

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Estetika adalah salah satu aspek yang dibutuhkan dalam sebuah proses desain perancangan. Estetika merupakan suatu aspek yang dipertimbangkan dalam merencanakan konsep pada fasad sebuah bangunan. Fasad merupakan suatu elemen yang terlihat dan dapat mengekspresikan makna bangunan itu sendiri. Pada jurnal ini, akan dilakukan komparasi yang akan menilai fasad convention center antara lain bangunan ICE BSD, Auditorio de Tenerife, dan Shijiazhuang Internasional. Dari analisa ketiga bangunan tersebut mendapatkan kesimpulan mengenai karakter fasad yang dimiliki bangunan – bangunan convention center dengan acuan aspek – aspek bentuk, organisasi, proporsi dan skala yang diperoleh dari buku D.K. Ching sehingga fasad memiliki nilai estetika. Analisa diperoleh dengan cara mengumpulkan data – data baik dari internet, buku elektronik, ataupun mengamati langsung objek bila memungkinkan. Berdasarkan hasil komparasi dari ketiga bangunan tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor terbesar yang mempengaruhi bentuk fasad dari segi bentuk, organisasi, skala, dan proporsi yaitu fungsi kegiatan dari bangunan itu sendiri.

Keywords
fasad, estetika, ICE BSD, Auditorio de Tenerife, Shijiazhuang Internasional

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/GnhvjHK9kZAx


Page 1 (data 1 to 30 of 81) | Displayed ini 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats