Page 9 (data 241 to 248 of 248) | Displayed ini 30 data/page
Corresponding Author
Hanifah Zakiya
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Telah dikembangkan sebuah buku menggunakan multimodus representasi untuk pembelajaran fisika siswa SMA. Pengembangan buku ini berdasarkan Kurikulum Nasional dan kerangka kerja PISA 2015. Buku ini dirancang untuk memberi pembekalan kemampuan literasi sains siswa SMA. Sebagai proses akhir dari tahap pengembangan buku ajar ini, penulis perlu mengetahui tanggapan siswa terhadap buku ajar yang telah dikembangkan. Maka dilakukan penelitian dengan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap buku ajar fisika yang berorientasi pada pembekalan kemampuan literasi sains siswa SMA. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 siswa SMA Kelas XI di Sumatera Selatan. Komponen utama yang dimasukkan dalam lembar tanggapan adalah berkaitan dengan komponen kompetensi literasi sains, komponen penyajian buku ajar, komponen pemahaman konsep, penulisan dan tata bahasa, komponen multimodus representasi dan komponen motivasi belajar. Berdasarkan lembar tanggapan diperoleh tanggapan persetujuan yaitu 83,8 % siswa menyetujui adanya komponen literasi sains dalam buku , 82,7% menyatakan penyajian materi dalam buku menarik, 82 % menyatakan aturan penulisan dan tata bahasa sudah sesuai, 81,8% menyatakan buku dapat memotivasi siswa belajar, 81,2 % menyatakan kesesuaian modus representasi yang digunakan dan 79% menyatakan dapat meningkatkan pemahaman konsep. Maka berdasarkan hasil analisis tanggapan siswa, dapat disimpulkan sebagian besar siswa menyatakan buku ajar yang dikembangkan menarik dan sesuai dengan komponen literasi sains. Sehingga buku dapat dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa dalam pembelajaran fisika.
Keywords
Buku Ajar, Literasi sains, Multimodus Representasi, Pembelajaran Fisika, Tanggapan Siswa
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Khairil Anwar
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Salah satu alat musik tradisional etnik Mbojo adalah �Gambo�. Masyarakat etnis Mbojo-NTB memanfaatkan alat musik tradisional sebagai hiburan, upacara adat, untuk keperluan medis, juga memberikan nilai-nilai pendidikan dan religi. Namun penggunaan sebagai media pembelajaran sains belum pernah dilakukan karena belum adanya informasi yang dapat menjadi referensi untuk dijadikan sebagai bahan pembelajaran. Oleh karena itu, telah dilakukan telaah alat musik tradisional �Gambo� sebagai penunjang materi pembelajaran fisika yang praktis, efisien, dan teruji. Metode pengumpulan data adalah studi pustaka dan studi kasus pada fenomena bunyi gambo dengan memanfaatkan teknologi applikasi smartphone dan komputer untuk mengkaji karakteristik akustiknya yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi filosofis dari penciptaan alat musik Gambo adalah dari segi religi yang terkait dengan rukun iman dan Islam serta nilai pendidikan. Sementara itu informasi fisis dan matematis rata-rata pelarasan nada pada alat musik gambo adalah pada nada G, C, F atau dengan bunyi nada sol, do, fa (untuk nada dasar do = C), dengan frekuensi dasar yang diperoleh sesuai dengan nilai frekuensi dari sistem tangga nada dalam teori musik internasional yaitu G4; C4; F3.
Keywords
Kata kunci : Gambo, karakteristik akustik, pembelajaran sains,
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
dian nurmala wulansari
Institutions
Universitas Islam Negeri Syarif HIdayatullah Jakarta
Abstract
Problem Based Instruction (PBI) and Creative Problem Solving (CPS) are kinds of Learning Based Problem Models that expose students to solve the problems and issues associated with their daily life. The students’ ability to solve problems will develop well, because students are encouraged divergent and convergent thinking in facing and solving the problem they usually face in everyday life. This research aims at determining the differences of students’ problem solving taught by using Problem Based Instruction (PBI) and Creative Problem Solving (CPS) on the concept of biodiversity. This research was quasi experiment with nonequivalent control group design. The population of this research is all students at MAN 3 Tangerang academic year 2016/2017. The sampling of this research was taken through random sampling technique which consisting two classes: X MIA 1 with 36 students as experimental class II (class with CPS model) and X MIA 2 with 38 students as experimental class I (class with PBI model). The instruments of this research were an essay test consists of 13 questions, student observation sheet, and teacher observation sheet. The result from the calculation of t-test at the 0.05 significance level obtained result that tcalculate was less than ttable (1,31<1,99), so the null hypothesis (H0) is accepted. This suggests that there were no differences significant of students’ problem solving ability taught by using Problem Based Instruction (PBI) and Creative Problem Solving (CPS) learning model on the concept of biodiversity.
Keywords
Problem Solving Skill, Problem Based Instruction (PBI), Creative Problem Solving (CPS).
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Aloysius Rusli
Institutions
Jurusan Fisika, Universitas Katolik Parahyangan, Ciumbuleuit 94, Bandung 40141, Indonesia
Abstract
Biasanya Hukum Kedua Termodinamika diperkenalkan dalam kuliah Termodinamika, sebagai suatu pernyataan dari Rudolf Clausius dan Lord Kelvin serta Max Planck, dan kemudian konsep Entropi diperkenalkan secara tersendiri melalui hipotesis atau teorema Clausius berupa suatu integral melingkar. Suatu cara yang lebih tampak sinambung adalah dengan langsung memperkenalkan konsep Entropi berdasarkan analisis pernyataan Clausius tersebut. Manfaatnya adalah, bahwa konsep efisiensi maksimum bagi siklus mesin kalor dan siklus mesin pendinginan lalu langsung dapat diperoleh dengan sederhana. Selanjutnya interpretasi molekular dan statistik Ludwig Boltzmann dapat diperkenalkan sebagai suatu upaya memahami keterarahan perkembangan entropi total suatu sistem terisolasi. Ada baiknya kemudian perkenalan Hukum Kedua Termodinamika ini ditutup dengan suatu catatan yang bersifat asumsi yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah-terukur / metafisika, agar pertanyaan “mengapa begitu?” dapat memicu rasa ingin tahu mahasiswa tentang ada tidaknya suatu tujuan, dalam jagad raya ini.
Keywords
Entropi; Efisiensi; Interpretasi
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Aloysius Rusli
Institutions
Jurusan Fisika, FTIS, Universitas Katolik Parahyangan, jl Ciumbuleuit 94, Bandung 40141, Indonesia
Abstract
Penyadaran tentang ilmu dan cara ilmiah penting pada era kini, karena dampaknya kuat dan luas. Pada kesempatan ini, didalami kesadaran tentang dua segi yang tersirat dalam "hukum" Hubble v = H r, yang dilaporkan astronom Edwin Hubble pada tahun 1929. Yang pertama adalah bahwa istilah "Ledakan Besar (Big Bang)" lebih tepat disebut "Pemuaian semi-tetap Jagad Raya". Yang kedua, bahwa mengecilnya nilai koefisien Hubble yang disimpulkan, ketika kemampuan teleskop makin peka, artinya dapat melihat berlipat kali lebih jauh, yang berarti melihat ke keadaan jagad makin jauh ke masa lalu, sudah mulai menyiratkan bahwa laju muai jagad dahulu lebih kecil daripada laju muainya masa kini. Hal ini konsisten dengan kesimpulan tahun 1998 & 1999 oleh Riess, Schmidt, dan Perlmutter beserta kelompok penelitiannya, bahwa laju muai jagad raya makin mencepat. Selain itu, juga dapat disadari pula betapa alam raya ini seperti berangsur dapat dikenali perilakunya, asalkan cara ilmiah (mengamati dengan pengukuran teliti, berpikir dengan sekritis mungkin, mengokohkannya dengan perhitungan yang konsisten, menguji setiap asumsi dan kesimpulan yang dicapai) dijalankan secara sadar di tiap langkah berhitung dan berpikirnya. Akhirnya dapatlah disadari juga adanya dua kesimpulan metafisika, yang sulit atau belum tampak cara mengukurnya, yaitu bahwa berdasarkan hukum Hubble dapat pula disimpulkan secara metafisis, bahwa jagad raya dapat disebut sebagai tak lagi berpusat, dan bahwa pemuaian jagad raya yang mencepat dapat dipandang sebagai petunjuk bahwa jagad raya ini hanya satu kali ini saja terjadi, bukannya suatu jagad raya yang berosilasi-berulang-tanpa-henti, yang dapat saja menimbulkan kesimpulan bahwa jagad raya ini tidak pernah diciptakan.
Keywords
penyadaran ilmu, cara ilmiah, metafisika
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Pipin Dana Pelita
Institutions
SMAN Tanjungsari
Abstract
Berawal dari temuan penulis dalam melaksanakan pembelajaran fisika, kemampuan aplikasi siswa kelas XI IA-3 selalu lebih rendah dibandingkan dengan kelas paralel lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur yang tepat untuk dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan aplikasi konsep fisika siswa, serta untuk mengetahui hasil yang diperoleh atas tindakan yang dilakukan. Dari beberapa sumbang saran melalui diskusi yang melibatkan penulis selaku guru kelas XI IA-3, kepala sekolah, dan guru-guru fisika kelas lainnya, disarankan untuk mengadakan tindakan yang bersifat memperbaiki pembelajaran, yaitu melalui penerapan model Problem Based Instruction (PBI). Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian tindakan dengan subjek guru fisika serta siswa-siswi kelas XI IA-3 yang beranggotakan 29 orang, dengan alat pengumpul data berupa tes, LKS dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prosedur paling tepat untuk dilakukan guru dalam menerapkan model PBI, adalah dengan langkah-langkah berupa: tahap orientasi siswa kepada masalah, mengorganisasi siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan menganalisis serta mengevaluasi proses pemecahan masalah; (2) kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah sehari-hari, meningkat sehingga mencapai IPK 91% dengan kategori sangat tinggi; (3) kemampuan siswa dalam membandingkan, meningkat dan mencapai 89% dengan kategori sangat tinggi, (4) kemampuan siswa dalam menganalisis, meningkat dan mencapai 69% dengan kategori sedang; dan (5) kemampuan siswa dalam mengenal pola, meningkat dan mencapai 67% dengan kategori sedang. Berdasarkan temuan di atas disarankan perlunya guru untuk lebih sering berbagi pengalaman dalam memperbaiki proses dan hasil pembelajaran, serta perlu dipikirkan lebih lanjut agar kemampuan siswa pada pembelajaran berikutnya bisa lebih baik lagi.
Keywords
Aplikasi Konsep, PBI
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
isgiandini S.Pd
Institutions
(a*) Mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah Pascasarjana Universias Pendidikan Indonesia
(b) Staf Pengajar Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Studi ini dilakukan untuk mengkaji penerapan pembelajaran melalui Problem Based Learning dan Pendekatan Saintifik dalam meningkatkan kemampuan penalaran siswa pada topik pencemaran lingkungan yang dilakukan pada sebuah SMP di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain the static group pretest- posttest. Sejumlah siswa kelas VII (N = 50) terlibat sebagai subjek penelitian yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan penalaran. Teknik pengolahan data dilakukan melalui uji normalitas dan homogenitas, perhitungan N-gain, dan uji-t dua pihak. Hasil analisis data menunjukan bahwa kemampuan penalaran siswa yang belajar melalui model PBL dan Pendekatan Saintifik mengalami peningkatan akan tetapi peningkatannya berbeda. Hasil dari analisis data kemampuan penalaran menunjukkan bahwa kelas yang belajar dengan model Problem Based Learning (PBL) mengalami peningkatan kemampuan penalaran yang lebih tinggi dari pada kelas yang belajar melalui Pendekatan Saintifik.
Keywords
PROBLEM BASED LEARNING, PENDEKATAN SAINTIFIK, KEMAMPUAN PENALARAN
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Nenni Mona Aruan
Institutions
(a) Fakultas Teknologi Informatika dan Elektro, Institut Teknologi Del, Jalan Sisingamangaraja Sitoluama, Laguboti, Tobasa, Sumatera Utara
*nenni.aruan[at]del.ac.id
Abstract
Peningkatan fitur video pada smartphone dalam merekam maupun mengedit kegiatan dalam kehidupan sehari-hari memberikan peluang penerapannya pada kegiatan praktikum di laboratorium. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif pelaporan praktikum yang dilakukan dalam bentuk laporan teori dibandingkan dengan laporan dalam bentuk video praktikum dengan menggunakan smartphone. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh pelaporan praktikum dalam bentuk video terhadap pemahaman konsep mahasiswa. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menyebar kuisioner kepada mahasiswa semester genap tahun ajaran 2017/2018 di Institut Teknologi Del. Diperoleh, pelaporan praktikum dengan menggunakan video praktikum lebih efektif dibandingkan dengan laporan teori. Kemudian penelitian ini juga menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan pada pemahaman konsep dan motivasi belajar mahasiswa.
Keywords
Video Praktikum, Laporan Praktikum, Evaluasi, Fisika Dasar
Topic
Pembelajaran
Page 9 (data 241 to 248 of 248) | Displayed ini 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats