Page 3 (data 61 to 90 of 213) | Displayed ini 30 data/page
Corresponding Author
Dinar Maftukh Fajar
Institutions
ITB
Abstract
Secara teori, sebuah mesin panas yang bekerja mengaplikasikan siklus Carnot dapat diciptakan dengan memanfaatkan perubahan koordinat termodinamika yang analog dengan sistem hidrostatik. Salah satunya adalah sistem bahan paramagnetik. Hal ini telah dilakukan percobaan pengujian memagnetisasi logam alumunium (Al) di dalam suatu solenoida berarus searah dan dipanaskan (dibakar) mencapai suhu sekitar 300oC. Namun hasil yang diperoleh adalah tidak teramatinya perubahan medan magnet total pada alumunium. Dengan demikian, mesin panas dengan bahan alumunium tidak dapat diciptakan. Hal ini diprediksi karena alumunium merupakan bahan paramagnetik Pauli yang magnetisasinya tidak berubah terhadap suhu seperti bahan paramagnetik yang mematuhi hukum Curie. Percobaan yang sama dilakukan dengan bahan nikrom (NiCr) dan besi (Fe). Hasil yang diperoleh adalah teramatinya perubahan magnetisasi nikrom pada suhu sekitar 300oC dan besi pada suhu sekitar 800oC, atau yang disebut suhu Curie dimana sifat feromagnetiknya berubah menjadi paramagnetik. Pada bagian akhir, berhasil didemonstrasikan secara sederhana mesin panas magnetik menggunakan bahan nikrom dan besi.
Keywords
mesin Carnot, bahan magnetik, suhu Curie
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Disah Nur Afifah
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Pendidikan Indonesia
*disahnurafifah[at]yahoo.co.id
Abstract
Pada umumnya dalam pembelajaran Fisika SMA nilai percepatan gravitasi Bumi telah ditentukan sebesar 9,8 m/s^2 tanpa dibuktikan kebenarannya. Salah satu metode sederhana untuk menentukan nilai percepatan gravitasi Bumi dalam pembelajaran Fisika SMA yaitu melalui gerak parabola suatu objek Dalam penelitian ini digunakan aplikasi Tracker untuk menganalisis pergerakan parabola suatu objek. Penelitian dilakukan dengan cara merekam gerak objek yang dilontarkan menggunakan pegas dengan sudut elevasi berbeda-beda, video rekaman dianalisis menggunakan aplikasi Tracker untuk menentukan nilai percepatan gravitasi Bumi. Hasil pengolahan aplikasi tracker menunjukan nilai rata-rata percepatan gravitasi bumi di daerah Bandung adalah sebesar 9,676 m/s^2. Hasil yang diperoleh menunjukan nilai percepatan gravitasi yang mendekati nilai literatur. Dengan demikian, terlihat bahwa aplikasi tracker ini dapat dijadikan sebagai salah satu metode alternatif untuk memperoleh nilai percepatan gravitasi bumi dalam pembelajaran fisika SMA.
Keywords
percepatan gravitasi Bumi, aplikasi Tracker, gerak parabola
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Novi Sopwan
Institutions
1. Alumnus Program Studi Astronomi ITB
2. Pogram Studi Astronomi ITB
Abstract
Model awal visibilitas hilal Metonik menampilkan rentang minimum, maksimum, dan nilai rata-rata dari beda tinggi Bulan-Matahari dan nilai elongasi untuk setiap varian metonik (ILVn) disekitar Ekuator. Padanan model visibilitas hilal Metonik awal dengan setiap bulan dalam satu tahun penanggalan Masehi memungkin untuk penerapan kriteria visibilitas hilal yang lebih sederhana tanpa mengorbankan kompleksitas sistem Bumi-Bulan-Matahari. Penentuan awal bulan (hilal kemungkinan teramati) dalam penanggalan Hijriah dengan model ini dilakukan dengan melihat batas minimum dari beda tinggi Bulan-Matahari dan nilai elongasi Bulan-Matahari saat Matahari terbenam untuk setiap bulan penanggalan Masehi saat terjadinya Bulan Baru.
Keywords
Hilal, Visibilitas Hilal, Metonik, Kalender Islam
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Isti Fuji Lestari
Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran Experiential Kolb pada materi fluida statis. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan desain one shoot pretest-posttest group. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dengan cara mengambil satu kelas secara acak (random class) pada tingkat kelas XI Ilmu Alam di salah satu SMA Negeri di kabupaten Garut. Data keterampilan berpikir kritis siswa diperoleh dari hasil tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) keterampilan berpikir kritis siswa yang berbentuk soal uraian materi fluida statis. Hasil penelitian yang diperoleh setelah penerapan model pembelajaran Experiential Kolb yaitu peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa berdasarkan nilai N-Gain sebesar 0,61 dengan kategori sedang. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Experiential Kolb dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi fluida statis.
Keywords
Experiential Kolb, Keterampilan Berpikir Kritis, Fluida Statis
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
noer hardianty
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Memahami Nature of Science (NoS) merupakan bagian penting dari literasi sains dan banyak dokumen dalam pendidikan sains menekankan peran penting meningkatkan pemahaman aspek NoS siswa. Aspek pemahaman NoS mencakup pemahaman bahwa ilmu pengetahuan adalah tentatif, empiris, subjektif, imajinasi dan kreatifitas, sosial budaya, metode penelitian beragam serta hubungan antara teori dan hukum ilmiah. NoS dapat diajarkan dengan dua pendekatan yaitu pendektan implisit dan pendekatan eksplisit. Instrumen yang umumnya digunakan untuk menilai pemahaman NoS siswa adalah kuesioner yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan open-ended yang mengarahkan siswa untuk mengeksplorasi pemahaman NoS.
Keywords
Nature of Science
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Nur Isnaini Romli
Institutions
Institute Teknologi Bandung
Abstract
Pada penelitian ini telah dilakukan pengamatan proses pelelehan lilin dan parafin menggunakan kamera Handphone dan aplikasi inskape. Pengamatan dilakukan dengan merekam proses pelelehan kemudian dilakukan perhitungan luas lilin dan parafin setiap detik menggunakan aplikasi inskape yang akan dijabarkan dalam makalah ini. Kemudian didapat kurva karakteristik dari lilin dan parafin selama proses pelelehan
Keywords
pelelehan, inkscape, kurva
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
dewi ranti
Institutions
SMK Negeri 5 Kota Bekasi
Abstract
Matematika sebagai ratu ilmu pengetahuan memegang peranan penting dalam semua bidang termasuk dalam bidang pendidikan. Di sisi lain, matematika termasuk mata pelajaran yang dihindari oleh banyak peserta didik. Hal ini terjadi karena berbagai macam faktor, salah satunya adalah kemasan dari penyajian yang kurang menarik. Konsep bilangan merupakan dasar pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika saat ini hanya menitikberatkan pada hasil dan tidak bertumpu pada proses. Sehingga matematika lebih bersifat hafalan. Pada makalah ini dikemukakan suatu teknik untuk menyajikan materi yang lebih menarik tentang pembuktian sifat perkalian bilangan. Materi disampaikan dengan menggunakan alat bantu post it. Post it dipilih, karena menurut teori otak kiri dan otak kanan, warna dan bentuk bersifat long term memory (memori jangka panjang). Teknik ini juga bisa diterapkan untuk mengajarkan berbagai bahasan dalam matematika.
Keywords
Bilangan , post it, Perkalian Bilangan.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Diah Chaerani
Institutions
Program Studi S1 Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21 Jatinangor Sumedang 45363
Abstract
Dalam makalah ini dipaparkan mengenai pemanfaatan software aplikasi dalam pengajaran rumpun matakuliah Matematika Industri di Program Studi Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran khususnya untuk matakuliah Optimisasi dengan sub topik Pemrograman Linear Integer. Secara khusus penggunaan Microsoft Excel, Maple dan Matlab dibahas untuk mempermudah tingkat pemahaman mahasiswa dalam pencarian solusi optimal dari masalah Pemrograman Linear Integer. Terdapat dua permasalahan penting dalam pembahasan pemanfaatan software aplikasi ini, yang pertama adalah bagaimana menguasai semua software aplikasi yang dianjurkan untuk digunakan dan kedua bagaimana menggunakan semua software aplikasi tersebut dalam penentuan solusi dari kasus-kasus yang diberikan di kelas. Dalam makalah ini diberikan pembahasan penggunaan praktis dan interaktif software aplikasi tersebut dalam pengajaran di kelas, serta pembahasan aspek pedagogik mengenai penggunaan software aplikasi tersebut. Di Laboratorium Matematika Terapan dan Pemodelan Simulasi Departemen Matematika FMIPA Unpad, telah diperkenalkan secara terus menerus penggunaan ketiga software aplikasi tersebut di atas dalam penyelesaian berbagai masalah dan kasus pemodelan riset operasi dan optimisasi. Pengalaman mengampu rumpun matakuliah Matematika Industri selama tujuh tahun yang meliputi matakuliah Pemrograman Linear, Pemrograman Nonlinear, Pemgrograman Dinamik dan Optimisasi (yang secara khusus membahas Pemrograman Linear Integer) menunjukkan perlunya pengembangan dan peningkatan keterampilan mahasiswa untuk menguasai dan menggunakan software aplikasi Excel, Maple dan Matlab. Hasil pengamatan pada tugas mandiri maupun kelompok, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kedalaman penyelesaian masalah dengan menggunakan bantuan software aplikasi ini.
Keywords
Optimisasi, Pengajaran, Software aplikasi, Excel, Maple, Matlab, Pemrograman linear integer.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Liya Kholida
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Tracker merupakan salah satu perangkat lunak untuk Video Based Laboratory (VBL) yang mempunyai keistimewaan mampu menampilkan gejala fisika secara nyata beserta representasinya baik berupa data kuantitatif, grafik dan juga terdapat fitur melakukan pencocokan kurva. Dinamika, usaha dan energi merupakan topik menarik yang dapat dikembangkan menggunakan Tracker. Manfaatnya adalah untuk membuat media pembelajaran berbasis VBL guna memudahkan siswa dalam memahami konsep dengan melihat secara langsung fenomena gerak benda dan memahami analisis grafik kecepatan dan posisi terhadap waktu. Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu manfaatkan perangkat lunak Tracker pada topik dinamika, usaha, dan energi dengan menggunakan air track sebagai media pembelajaran berbasis VBL. Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam percobaan tersebut, maka dilakukan dua cara pengambilan data, yaitu data percobaan dari analisis video tracker dan data percobaan menggunakan sensor. Hasil dari penelitian ini dijadikan dasar pembuatan modul percobaan pada topik dinamika, usaha, dan energi berbasis VBL.
Keywords
Perangkat lunak Tracker, Video Based Laboratory (VBL) , Dinamika, usaha, dan energi.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Agus Budiyono
Institutions
Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia
Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia
Pendidikan Fisika Universitas Islam Madura
Abstract
Pembelajaran fisika menitikberatkan pada pembelajaran inkuiri, Pembelajaran inkuiri dengan kegiatan praktikum akan melibatkan siswa secara langsung dalam berbagai aktivitas. Selain itu, hal lain yang perlu dikembangkan pada siswa adalah kemampuan argumentasi. tujuan pendidikan sains tidak hanya penguasaan konsep-konsep ilmiah, tetapi juga belajar bagaimana untuk terlibat dalam wacana ilmiah. pembelajaran yang mampu memfasilitasi kedua hal tersebut adalah argument based acience inquiry (ABSI), kompunen utama dalam ABSI yaitu inkuiri dan argumentasi, ABSI mempunyai karakteristik: (1) Pembelajaran praktikum berbasis inkuiri secara berkelompok, (2) Siswa bertukar pemahaman dalam kelompok dalam bentuk beradu argumen berdasarkan data hasil praktikum, (3) Membandingkan ide-ide sains dari hasil diskusi kelompok dengan buku atau sumber lainnya melalui diskusi kelas dan saling beradu argumen antar kelompok.
Keywords
Pembelajaran, Argumentasi, Inkuiri Sains
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Rahmiati Darwis
Institutions
Pendidikan IPA SPs Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
Abstract
Studi ini dilakukan untuk menemukan perbedaan peningkatan penguasaan konsep antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran latihan inkuiri yang dilakukan di sebuah SMPN di Bone. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain the static group pretest- posttest. Sejumlah siswa kelas VII (n = 42) terlibat sebagai subjek penelitian yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes penguasaan konsep (pretest dan posttest). Teknik pengolahan data melalui validitas, reliabilitas, uji normalitas dan homogenitas, uji N-gain, serta uji-t dua pihak dengan bantuan program Anatest V.4 for Windows, IBM SPSS Statistics 22, dan Microsoft office excel. Hasil analisis data penguasaan konsep menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan penguasaan konsep yang signifikan antara siswa yang belajar melalui model inkuiri terbimbing dan model latihan inkuiri, dengan nilai Sig. 0,032 < 0,05 yang berarti H�0 ditolak, H1 diterima. Hasil perhitungan N-gain menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui model inkuiri terbimbing memiliki rata-rata N-gain 0,73 yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar melalui model latihan inkuiri yang memiliki rata-rata N-gain 0,63. Sehingga, penggunaan model inkuiri terbimbing dapat membantu siswa meningkatkan penguasaan konsep yang lebih baik daripada penggunaan model latihan inkuiri.
Keywords
Inkuiri Terbimbing, Latihan Inkuiri, Penguasaan Konsep
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Ria Izahyanti
Institutions
Department of physics, FMIPA, ITB
Abstract
Batuan reservoir merupakan wadah berpori yang diisi oleh minyak dan gas bumi. Pori pada batuan reservoir akan menampung migrasi fluida reservoir dari batuan sumber. Cebakan pada batuan reservoir akan memenuhi syarat jika cebakan menempatkan minyak dan gas bumi mengapung di atas air yang mengalir dibawahnya. Hidrokarbon terbentuk karena proses termodinamika tekanan, temperatur dan kondisi reduksi. Volumetris reservoir menentukan besarnya cadangan minyak dan gas bumi disuatu lapangan. Yang sangat penting dalam reservoir adalah terjadi prinsip neraca material yang mengaitkan adanya minyak dan gas bumi yang diambil dan adanya sisa minyak dan gas bumi yang ditinggalkan tetap dalam cebakan. Konteks reservoir ini merupakan fenomena yang tidak dapat dilihat secara langsung. Oleh karena itu perlunya media pembelajaran yang representatif untuk menunjukkan fenomena berkaiatan dengan sumber daya yang sangat melimpah berupa minyak dan gas bumi. Diharapkan dengan adanya pembelajaran ini dapat membantu siswa dalam mengerti dan memahami bagaimana mengolah sumber daya yang ada diwilayahnya khususnya untuk potensi alam berupa minyak dan gas bumi.
Keywords
batuan reservoir, karakteristik cebakan, neraca material, pembelajaran
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Bardan Bulaka
Institutions
a) Program Studi Pengajaran Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
bardanbul[at]gmail.com
b) Program Studi Pengajaran Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
c) Jurusan Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Lengan barat dan utara Sulawesi adalah bagian dari pinggiran Eurasia. Lengan timur (tenggara dan timur) berasal dari Lempeng Pasifik yang terlipat ke atas (buckling) karena tertahan oleh kaki benua Eurasia. Bergabungnya menjadi Sulawesi ditandai batas aktif oleh sistem sesar Palu-Koro. Lengan timur kaya mineral ultramafik yang mengandung logam transisi Mg, Fe, Co, Ni. Inilah sebab mengapa Sulawesi Tenggara kaya akan Nikel. Proses eksplorasi dan penambangan tidaklah sulit, karena Nikel dalam bentuk laterit. Aneka Tambang telah mempunyai sistem pengolahan laterit Nikel menjadi senyawa Nikel dengan nilai ekonomi lebih tinggi dalam ukuran sedang Sedang dipersiapkan sistem pengolahan oleh industri swasta dalam ukuran besar. Fisika kontekstual akan menunjukkan peran fisika pada rekayasa dan teknologi dari tahap eksplorasi sampai pengolahan, disamping peran kuantum dari Nikel sebagai material magnetik dan pengikat elektron, pelindung oksidasi/karat dari logam utamanya.
Keywords
tektonik lengan timur , kandungan Nikel, fisika kontekstual.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Tika Resti Pratiwi
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian bertujuan meningkatkan sikap ilmiah melalui pembelajaran IPA terpadu tipe integrated. Konsep perubahan dipilih sebagai tema keterpaduan konten IPA Biologi, Fisika, dan Kimia SMP seperti perubahan materi, perubahan suhu, metabolisme, fotosintesis, kalor. Sedangkan sikap ilmiah dipilih sebagai keterpaduan sikap. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen yang menggunakan desain non-equivalent pretest and posttest control group. Subyek penelitian terdiri atas 70 siswa kelas 7 SMP di Kabupaten Cilacap yang terbagi kedalam dua kelas. Pengukuran Sikap ilmiah menggunakan performance checklist selama kegiatan eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain, uji t, dan uji Mann Withney. Analisis data menggunakan program IBM SPSS 22 statistics dan Microsoft Excell. Hasil uji N-Gain menunjukkan adanya peningkatan sikap ilmiah siswa kelas eksperimen sebesar 0,68 dengan kategori sedang dan kelas kontrol sebesar 0,29 dengan kategori rendah. Hasil uji t nilai N-Gain juga menunjukkan signifikansi Sig (2-Taliled) sebesar 0,00 yang berarti penolakan terhadap H0. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran IPA terpadu tipe integrated dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa.
Keywords
IPA terpadu, tipe integrated, sikap ilmiah, perubahan
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Amelia Herlina
Institutions
Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Pembelajaran terpadu merupakan suatu model memadukan beberapa pokok bahasan atau bidang studi atau berbagai materi dalam satu sajian pembelajaran. Pembelajaran terpadu tipe shared adalah bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya overlapping konsep atau kemampuan pada dua mata pelajaran. Pembelajaran IPA terpadu tipe shared ini akan menghubungkan materi pelajaran pada pelajaran IPA khususnya biologi dan kimia SMP pada topik teknologi sehingga siswa dapat melihat keterhubungan konsepnya. Pembelajaran akan disampaikan melalui model cooperative learning yang mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Penyusunan makalah ini dilakukan berdasarkan hasil review dari kajian pustaka dan penelitian. Dari penelitian ini diharapkan pembelajaran IPA terpadu tipe shared yang dilaksanakan melalui model cooperative learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep siswa pada topik teknologi.
Keywords
Integrasi Pembelajaran Tipe Shared, Cooperative Learning, Keterampilan Berpikir Kritis
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Aurista Miftahatul Ilmah
Institutions
a) Fisika Bumi, Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
jalan Ganesa 10, Bandung 40132, Indonesia
*aurista.ilmah[at]students.itb.ac.id
b) Fisika Bumi, Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
jalan Ganesa 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Dunia perminyakan mengambil peran yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi hal itu tidak diimbangi dengan Sumber Daya Manusia yang merata disetiap daerah penghasil minyak ,hal ini menjadi tugas rumah yang besar bagi perguruan tinggi daerah untuk memperluas pengetahuan dalam bidang tersebut. Dalam mempelajari produksi minyak dan gas bumi (migas) salah satu yang terpenting adalah menganalisis aliran migas dari reservoir ke permukaan. Berawal dari aliran migas dari reservoir kedalam sumur adalah aliran darcy yang laminer, sedangkan ke permukaan adalah aliran turbulen dari pipa vertikal. Untuk menghubungkannya dilakukan pendekatan analisis di masing- masing segmen dan secara empirik di bagian bawah sumur tempat penampungan aliran dari dinding sumur (formasi produksi). Dalam menentukan formasi produksi dari migas diperlukan pengujian sumur, pengujian ini bertujuan untuk mengetahui tekanan reservoir, permeabilitas formasi serta batas-batas reservoir, karena pada pengangkatan minyak bumi ke permukaan tentunya akan menimbulkan kerusakan formasi produksi yang dapat mengakibatkan penurunan tekanan sumur, sehingga akan mengakibatkan jumlah produksi minyak dari sumur tersebut akan menurun pula. dan salah satu penyebab dari kerusakan formasi tersebut dapat ditinjau dari sifat fisik dari reservoir seperti nilai permeabilitas, skin effect.
Keywords
aliran darcy, aliran turbulen vertikal,formasi produksi, permeabilitas formasi, tekanan reservoir
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
agi dahtiar
Institutions
Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Literasi sains merupakan kemampuan yang dipandang penting untuk dilakukan agar memiliki kemampuan dalam menjelaskan dan menerapkan sains yang berkaitan dengan fenomena ilmiah, merancang dan mengevaluasi penelitian ilmiah, serta menginterpretasikan data dan bukti ilmiah. Namun faktanya di lapangan kemampuan ini belum dilatihkan dengan baik. Hal ini didukung oleh hasil tes yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa masih rendah. Pembelajaran inkuiri memberikan sarana untuk melatihkan kemampuan-kemampuan tersebut, namun menurut Wenning (2005) faktanya di lapangan kebanyakan guru masih kebingungan dalam membedakan antara demonstrasi, lesson, dan labs serta aturan dalam menggunakan inkuiri, sehingga penelitian ini menggunakan Levels of Inquiry (LoI) yang terdiri dari discovery learning, demonstrasi interaktif, inquiry lesson,iquiry lab, dan hypothetical inquiry (Wenning, 2005). Penelitian dengan metode weak eksperimen dan desain one-group pretest-posttest design yang melibatkan satu kelas dengan jumlah sampel 23 siswa, bertujuan untuk memberikan gambaran peningkatan literasi sains siswa menggunakan pembelajaran LoI pada konteks energi alternatif. Energi merupakan isu yang menyangkut masalah global pada era ini sehingga dibutuhkan pengenalan yang sangat dini bagi siswa untuk mengetahui permasalahan dan solusinya. Hasil analisis data menggunakan Kruskal Wallis dengan uji t-test (α=0,05), menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan LoI dapat meningkatkan literasi sains siswa karena t berada di daerah penolakan Ho (8,352), begitu pula untuk setiap domain literasi sains PISA (2015) yang terdiri dari domain konteks, kompetensi, pengetahuan, dan sikap siswa.
Keywords
Levels of Inquiry (LoI), literasi sains, energi alternatif
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
FUADA S
Institutions
(1) Mikroelektronika, Institut Teknologi Bandung
(2) Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang
Abstract
Oscilator adalah sebuah rangkaian atau alat yang digunakan untuk membangkitkan keluaran berbentuk gelombang dengan bentuk dan frekuensi tertentu. Aplikasinya dalam sistem elektronika sangat luas misalnya saja pada radio, televisi, perangkat nirkabel, radar yang kesemuanya membutuhkan pembangkitan sinyal. Untuk membantu mahasiswa belajar tentang oscillator dibutuhkan media pembelajaran yang berupa alat praktikum. Peneliti telah menghasilkan 5 (lima) jenis oscilator dalam bentuk alat peraga, salah satu diantaranya adalah jenis Astable Multivibrator. Makalah ini menerangkan tentang proses pembuatan dan pengujian teknis untuk Astable Multivibrator. Teknik pengujiannya adalah dengan cara membandingkan persamaan teoritik dengan hasil pengukuran frekuensi oleh osciloskop dan Frequency Counter. Alat peraga ini dikembangkan di jurusan teknik elektro universitas negeri malang dan telah digunakan dalam praktikum pada mata kuliah workshop instrumentasi industri.
Keywords
Alat peraga Astable Multivibrator, Osciloskop, Frequency Counter, Universitas Negeri Malang
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Agustina Nur Herawati
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Agar dapat menghasilkan bahan ajar yang dapat mengidentifikasi dan memperbaiki miskonsepsi pada siswa salah satu cara yang telah terbukti berhasil adalah dengan mengembangkan bahan ajar dengan Teks Perubahan Konseptual (TPK). TPK adalah teks saintifik yang secara spesifik didisain untuk menunjukan dan memperbaiki miskonsepsi pada siswa. TPK telah terbukti efektif untuk mengkoreksi miskonsepsi pada siswa dalam semua pelajaran sains. Beberapa siswa menunjukan TPK lebih efektif dari instruksi standar untuk memperbaiki miskonsepsi dalam berbagai topik sains. Namun, dalam penelitian-penelitian tersebut tidak dijelaskan bagaimana cara peneliti menghasilkan bahan ajar yang dengan dasar TPK, setiap penulis memiliki gaya yang berbeda-beda dalam membuat TPK. Salah satu cara untuk mengembangkan bahan ajar adalah dengan metode Empat tahap pengembangan bahan ajar/ Four Steps Teaching Material Development (4S TMD). 4S TMD merupakan salah satu metode pengembangan abahan ajar yang dapat membantu guru agar menyajikan materi pembelajaran dengan optimal sesuai dengan kurikulum dan ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Penelitian yang berjudul "Pembuatan Teks Perubahan Konseptual dengan Menggunakan Metode 4S TMD pada pokok bahasan Pencemaran Air" dirancang untuk menghasilkan satu bahan ajar IPA terpadu yang tersusun secara sistematis dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, namun juga dapat dapat meminimalisir miskonsepsi pada siswa. Pengembangan bahan ajar dengan metode 4S TMD memiliki empat tahapan pengembangan, diantaranya seleksi, strukturisasi, karakterisasi dan reduksi didaktik. Keempat tahapan dilakukan peneliti dengan memadukannya dengan tahapan pembuatan teks perubahan konseptual. Topik Pencemaran Air merupakan salah satu bagian dari pokok bahasan pencemaran lingkungan. Topik ini sangat penting karena sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari.
Keywords
Teks Perubahan Konseptual, Pengembangan Bahan Ajar, 4S TMD
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Novia Wirawan
Institutions
1 Mahasiswa S2 Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
2 Dosen Pendidikan Fisika Universitas Tadulako, Palu
Abstract
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kemampuan memecahkan masalah fisika antara penalaran kausal dan penalaran analogi berbasis etnosains. Penelitian ini menggunakan � The non equivalent pretest-posttest design�. Analisis data tes dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak untuk melihat perbedaan rerata skor tes awal dan rerata N-gain berdasarkan data hasil kemampuan memecahkan masalah fisika kedua kelas eksperimen. Rerata N-gain dengan taraf nyata α = 0,05 diperoleh thitung = 2,20 dan ttabel = 2,00, kriteria penerimaan Ho dimana �t (1 � 0,5α) < t < t (1 � 0,5α) tidak terpenuhi, Ho ditolak dan H1 diterima artinya terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah fisika yang signifikan antara kedua kelas eksperimen. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah fisika yang signifikan antara model penalaran kausal dan model penalaran analogi berbasis etnosains. Kata Kunci : Kemampuan Memecahkan Masalah fisika, Penalaran Kausal, Penalaran Analogi, Etnosains ABSTRACT The aim of the research was to know the difference of physics problem solving skills between causal reasoning and analogy reasoning based on ethnoscience. The research design was used� The non equivalent pretest-posttest design�. Sampling method was purposive sampling. Data analysis was done by using t-test statistic (two-sample test-related) to know the difference of pretest and N-gain scores average based on the result of physics problem solving skills significantly on two experiment classes. Based on N-gain scores average with a real level α = 0.05 was obtained tcounted = 2,20 and ttable = 2,00, so the acceptance criteria Ho with �t (1 � 0,5α) < t < t (1 � 0,5α) can not completed, Ho was rejected and H1 was accepted. It mean that there was the difference of physics problem solving skills significantly between causal reasoning and analogy reasoning based on ethnoscience. Key words : Physics Problem Solving Skills, Causal Reasoningl, Analogy Reasoning , Ethnoscience
Keywords
Key words : Physics Problem Solving Skills, Causal Reasoning Model, Analogy Reasoning Model, Ethnoscience
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Muhamad Himni Muhaemin
Institutions
1 Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia
2 Program Studi PGSD, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia
3 SMA Negeri 12 Bandung, Indonesia
Abstract
Pendekatan adalah salah satu hal penting untuk menunjang keberlangsungan proses pembelajaran fisika di kelas, terutama pada materi suhu dan kalor. Oleh karena itu, peneliti menerapkan simulasi Pendekatan Science Writing Heuristic dalam proses pembelajaran yang disajikan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk siswa. Pendekatan Science Writing Heuristic berguna untuk meningkatkan kognitif siswa dalam pembelajaran. Proses pembelajran diukur melalui kuisioner yang diisi oleh siswa. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X SMA yang belum mendapatkan materi suhu dan kalor sebelumnya. Instrumen tes yang digunakan ialah soal keterampilan proses sains sejumlah 18 butir berbentuk pilihan ganda yang telah di-judgment oleh para ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkaatan signifikan sebesar 50% berdasarkan skor pretest dan posttest pada kategori sedang setelah diberi perlakuan Pendekatan Science Writing Heuristic.
Keywords
Pendekatan Science Writing Heuristic; Lembar Kegiatan Siswa berbasis Science Writing Heuristic; keterampilan proses sains siswa; suhu dan kalor; kuisioner
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Arief Muttaqiin
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kegiatan membaca bacaan sains dan penguasaan konsep sains siswa, dimana kegiatan membaca ini disisipkan dalam pembelajaran tentang energi dalam sistem kehidupan di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional (deskriptif). Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 8 Cimahi dengan sampel penelitian 31 siswa kelas VII L tahun pelajaran 2014-2015. Data kegiatan membaca bacaan sains dijaring oleh jawaban siswa melalui pertanyaan dalam bacaan yang dikaitkan dengan materi yang sedang dipelajari, sedangkan penguasaan konsep sains siswa dijaring dengan tes pilihan ganda. Kedua data tersebut dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kegiatan membaca dan penguasaan konsep siswa pada α=0,05 (sig. 0,921) dengan r=0,019. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan membaca di kelas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan penguasaan konsep siswa. Terbatasnya waktu belajar di kelas dan latar belakang kebiasaan membaca siswa memiliki andil terhadap hasil penelitian ini. Walau demikian, kegiatan membaca ini dapat diterapkan untuk memberikan informasi tambahan kepada siswa dalam rangka mendukung proses pembelajaran sains di sekolah.
Keywords
Membaca, Penguasaan Konsep, Energi
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Stefanus Kurnia Wijaya
Institutions
Laboratorium Listrik dan Magnet,
Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Kami mengembangkan modul eksperimen untuk mahasiswa tingkat sarjana di Fisika terkait dengan pengukuran momen magnet dari suatu lilitan. Sebuah lilitan kawat berarus yang diberi medan magnet seragam akan menghasilkan suatu gerak periodik yang kemudian diukur dengan menggunakan aplikasi magnetometer pada smartphone. Dalam penelitian ini, pengukuran dilakukan dengan memvariasikan jumlah dan luas pada lilitan kawat berarus. Hasil momen magnet yang didapatkan dari pengukuran gerak periodik lilitan kawat berarus ini berkisar antara 0,284-0,68 A.m2 dan memiliki selisih nilai kurang dari 7% dari hasil secara teori. Dapat disimpulkan bahwa smartphone dapat digunakan untuk menentukan momen magnet pada lilitan kawat yang diberi arus listrik dalam eksperimen Fisika.
Keywords
Lilitan, momen magnet, magnetometer, smartphone
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Fitri Marliani
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Pendidikan Indonesia
*fitrimarlianifm[at]gmail.com
Abstract
Saat ini banyak cara dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi komputer.Teknologi komputer tersebut digunakan untuk menganalisis suatu materi pembelajaran yang kompleks menjadi lebih sederhana. Salah satu media teknologi komputer yang dapat digunakan dalam pembelajaran Fisika SMA ialah aplikasi Tracker. Dalam penelitian ini aplikasi Tracker digunakan untuk menentukan nilai koefisien viskositas fluida statis. Penelitian dilakukan dengan merekam gerak objek berbentuk bola yang dijatuhkan kedalam tabung berisi oli yang akan ditentukan viskositasnya. Dengan analisis software tracker pada video rekaman, kecepatan terminal bola dalam oli dapat diperoleh yang kemudian dapat digunakan untuk menentukan nilai viskositas oli melalui persamaan stokes yang umumnya diberikan dalam pembelajaran Fisika SMA. Eksperimen viskositas melalui analisis video tracker dilakukan dengan cara yang sederhana serta menggunakan teknik pengolahan data yang tidak terlalu rumit, sehingga metode ini dapat dijadikan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menetukan viskositas fluida statis dalam pembelajaran Fisika SMA.
Keywords
Viskositas, Analisis Video Tracker, pembelajaran Fisika SMA
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Yesi Nofla Meri
Institutions
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Abstract
Pembelajaran IPA dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science dengan mengarahkan pada keterampilan proses dalam kerja ilmiah yang menyenangkan dan menantang kemampuan berpikir peserta didik, diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan bagi siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan cara kerja otak melalui penerapan Brain Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan peningkatan keterampilan proses saisn siswa pada materi pemanasan global dalam pembelajaran IPA Terpadu tipe webbed dan connected berbasis Brain Based Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Only Design terhadap siswa kelas VII SMP N 1 Situjuah Limo Nagari, Sumatra Barat. Teknik pngumpulan data dengan mengunakan tes tertulis soal keterampilan proses sains. Teknik analisis data dengan pengolahan data menggunakan SPSS 22.0 for window. Hasil pengolahn data diperoleh nilai rata-rata pretes, posttest, dan N-gain untuk kelas eksperimen I (kelas IPA Terpadu tipe webbed) 37.37, 80.57, dan 0.69 sedangkan kelas eksperimen II (kelas IPA Terpadu tipe connected) 38.84, 81.67 dan 0.72. dari hasil uji kesamaan rata-rata diperoleh nilai t untuk hasil N-gain sebesar 0.650 dengan nilai signifikansi 0.519. Dengan demikian pembelajaran IPA Terpadu Tipe webbed dan Tipe connected berbasis Brain Based Learning sama baiknya dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa
Keywords
Brain Based Learning , IPA Tepadu tipe webbed dan connected, Keterampilan Proses SainsBrain Based Learning , IPA Tepadu tipe webbed dan connected, Keterampilan Proses Sains
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Maftuhah Maftuhah
Institutions
Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Pembelajaran yang menekankan siswa untuk mengkonstruk pemahaman sendiri, merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep. Salah satu model pembelajaran konstruktivisme adalah learning cycle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran learning cycle 5E untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa SMA XI pada pembelajaran biologi konsep sistem koordinasi pada subkonsep sistem saraf. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah weak eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel dengan teknik purvosive sampling, siswa kelas XI di Sukabumi pada semester genap tahun pelajaran 2014-2015 sebanyak 30 siswa dengan bentuk tes penguasaan konsep berbentuk multiple choice. Peningkatan penguasaan konsep dihitung dengan siswa. Penguasaan konsep sebelum dan sesudah treatment diukur dengan menggunakan tes penguasaan rumus N-gain berdasarkan tes penguasaan konsep. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penguasaan konsep pada 29,75 (pretest), 62,5 (posttest) dan N-gain 0,46 (kategori sedang). Hasil uji-t satu pihak data N-gain diperoleh hasil 0,00 dengan tingkat kepercayaan α = 0,05, p-value < α maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model learning cycle dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa.
Keywords
learning cycle 5E, penguasaan konsep, sistem koordinasi.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
salehuddin Ale
Institutions
Univrsitas Muhammadiyah Makassar
Abstract
Penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen yang bertujuan untuk: (1) mengetahui hasil belajar fisika sebelum diajar menggunakan media tutorial berbasis web, (2) mengetahui hasil belajar fisika setelah diajar menggunakan media tutorial berbasis web, (3) mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar fisika setelah diajar menggunakan media tutorial berbasis web. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar fisika yang dikembangkan oleh peneliti dalam bentuk pilihan ganda dengan empat alternatif pilihan jawaban yang terdiri dari 25 item soal. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA 12 SMA Negeri 1 Sungguminasa Tahun Ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 45 peserta didik. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar fisika sebelum diajar menggunakan media tutorial berbasis web sebesar 10,20, dengan standar deviasinya 1,77, dan setelah diajar diperoleh 16,31, dengan standar deviasinya 2,52. Dari hasil analisis N gain diperoleh N=0,42 yang menunjukkan peningkatan hasil belajar fisika dalam kategori sedang.
Keywords
Media tutorial berbasis web, hasil belajar fisika
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Nur Arifah
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Telah dilakukan penerapan Learning Cycle 7E untuk meningkatkan konisten ilmiah dan prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-experimental design dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Sampel pada penelitian ini yaitu siswa kelas X MIA 3 di salah satu SMA Negeri di Bandung dengan sampel sebanyak 33 siswa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu soal dalam bentuk Three Tier Test berbasis multirepresentasi untuk melihat peningkatan konsisten ilmiah siswa dan soal pilihan ganda untuk melihat peningkatan prestasi belajar siswa,penelitian ini di terapkan pada materi Suhu dan Kalor. Hasil penelitian yang diperoleh setelah penerapan model, peningkatan prestasi belajar menurut kategori Hake dalam kategori sedang (0,69), dan untuk peningkatan konsisten ilmiah masuk kedalam kategori sedang (0,59). Selain itu jika ditinjau dari jumlah siswa yang konsistensi ilmiah pada materi ini secara keseluruhan setiap sub konsep mengalami peningkatan. Peningkatan yang paling signifikan terdapat pada sub konsep pemuaian volume yaitu tadinya hanya 4 siswa yang konsisten ilmiah menjadi 27 siswa, peningkatan yang paling rendah yaitu pada sub konsep suhu. Ini termasuk peningkatan yang signifikan mengingat siwa dikatan konsisten ilmiah itu apabila siswa mampu menjawab ketiga soal dalam bentuk representasi yang berbeda dengan kriteria paham konsep three tier test yaitu jawaban benar, alasan benar dan keyakinan jawaban.
Keywords
LearningCycle 7E, Konsistens Ilmiah, Prestasi Belajar
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Reni Fathiyah Azkiani
Institutions
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan model pembelajaran 3C3R pada konsep larutan penyangga serta mengetahui keterampilan proses sains (KPS) siswa setelah pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model 3C3R pada konsep larutan penyangga. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kelas, adapun subjek penelitiannya siswa kelas XI MIA 5 SMAN 26 Bandung. Instrumen yang digunakan berupa LKS dan tes evaluasi KPS. Hasil penelitian ini meliputi kemampuan siswa pada tiap tahapan model pembelajaran 3C3R, diperoleh nilai rata-rata setiap tahapan sebagai berikut: tahapan Researching Context memliki nilai rata-rata 88, Researching Content 88,89, Researching Connection 86,67, Reasoning Context 86,67, Reasoning Content 70,59, Reasoning Connection 93,33, Reflecting Context 90, Reflecting Content 76, dan Reflecting Connection 93,33. Adapun pengembangan keterampilan proses sains dilihat dari hasil tes evaluasi diperoleh nilai rata-rata setiap indikator, diantaranya nilai kemampuan mengelompokkan sebesar 89,25, mengkomunikasikan sebesar 79,33, meramalkan sebesar 84,75, merencanakan percobaan sebesar 85,83, menafsirkan sebesar 70,89, dan mengajukan pertanyaan sebesar 91. Maka diperoleh rata-rata nilai keseluruhan indikator sebesar 83,51 dengan kategori sangat baik.
Keywords
3C3R, Keterampilan proses sains, Larutan penyangga.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
WHISNU TRIE SENO AJIE
Institutions
a) Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Dr. Setiabudi 229, Bandung 40154, Indonesia
*whisnusenoajie[at]yahoo.com
b) Departemen Pendidikan Fisika FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Dr. Setiabudi 229, Bandung 40154, Indonesia
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak model pembelajaran Group Investigation (GI) dengan Science Literacy Circles (SLC) terhadap peningkatan literasi sains mahasiswa pendidikan Fisika pada materi Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA). Pelaksanaan perkuliahan dengan menggunakan metode SLC yang disertakan ke dalam model pembelajaran GI memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa Pendidikan Fisika tentang alternatif solusi penerapan metode dan model pembelajaran yang berfokus meningkatkan literasi sains. Ketika calon guru memiliki literasi sains yang baik, maka dengan mudah ia memberikan pembelajaran yang sesuai dalam meningkatkan literasi sains siswa. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain Non-Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan adalah tes literasi sains berdasarkan indikator literasi sains yang mengacu framework PISA 2015 meliputi knowledge (procedural, content dan epistemic), contexts (personal, local/national dan global) serta competencies (Explain phenomena scientifically, Evaluate and design scientific enquiry dan Interpret data and evidence scientifically). Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan Fisika salah satu LPTK di Kota Bandung yang ditentukan dengan teknik accidental sampling.
Keywords
Group Investigation; Science Literacy Circles; Literasi Sains
Topic
Pembelajaran (EDU)
Page 3 (data 61 to 90 of 213) | Displayed ini 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats