Indonesia Conference Directory


<< Back

Search Abstract

Page 492 (data 14731 to 14760 of 15932) | Displayed in 30 data/page

DETEKSI AKTIVITAS SESAR LOMBOK BERDASARKAN DATA ANOMALI GAYABERAT MIKRO ANTAR WAKTU DAN GEODETIK
Suhayat Minardi, Teguh Ardianto, Alfina Taurida Alaydrus

Show More

Corresponding Author
Suhayat Minardi

Institutions
Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Mataram, Jl. Majapahit No. 62 Mataram 83125

Abstract
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeteksi adanya aktivitas sesar di Pulau Lombok yang membentang dari Lombok Timur hingga Lombok Tengah. Sumber anomaly gayaberat mikro antar waktu berada di permukaan dan di bawah permukaan, sehingga anomaly yang terdeteksi akan mencerminkan aktivitas yang terjadi di permukaan maupun di bawah permukaan. Data yang digunakan adalah data hasil pengukuran pada bulan Agustus 2016 dan April 2018. Pada periode tersebut terdeteksi adanya anomaly gayaberat mikro antar waktu sebesar 77 hingga 475 mikroGal. Hasil tersebut kemudian diverifikasi dengan data pengukuran geodetic (GPS) yang diukur pada periode waktu yang sama, dan hasilnya menunjukkan adanya aktivitas sesar di daerah penelitian.

Keywords
aktivitas sesar, anomaly antar waktu, gayaberat, geodetic

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/gbWnPxmYuzfk


Optimasi Sudut Berkas Penyinaran Pada Radioterapi Menggunakan Metode Simulated Annealing
Rina Ratnasari (a*), Rena Widita, Ph.D. (b)

Show More

Corresponding Author
Rina Ratnasari

Institutions
a) Program Studi Fisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*rinaratnaa[at]gmail.com

b) Laboratorium Biofisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
rena[at]fi.itb.ac.id

Abstract
Radioterapi merupakan salah satu metode pengobatan yang digunakan untuk merusak sel-sel kanker pada tubuh pasien dengan memanfaatkan energi radiasi pengion tanpa merusak struktur normal di sekitarnya. Sebelum dilakukan penyinaran, diperlukan suatu perencanaan terapi radiasi (Radiotherapy Treatment Planning, RTP) yang optimal agar tujuan radioterapi dapat tercapai. Pada saat pasien disinari dengan radiasi terdapat kemungkinan organ beresiko (Organ at Risk, OAR) di sekitar volume target mendapatkan dosis yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan parameter RTP (jumlah dan sudut penyinaran) yang sesuai agar RTP optimal, yaitu maksimum dosis diterima oleh volume target dan OAR di sekitarnya mendapatkan dosis radiasi seminimal mungkin. Pemilihan parameter RTP yang optimal dapat diperoleh melalui proses optimasi. Saat ini telah banyak berkembang metode optimasi, salah satunya yaitu optimasi sudut berkas penyinaran. Pada penelitian kali ini akan dilakukan proses optimasi sudut berkas penyinaran kasus kanker prostat dengan menggunakan metode Simulated Annealing pada perangkat lunak MATLAB untuk 5, 7, dan 9 sudut penyinaran. Berdasarkan proses optimasi yang dilakukan didapat konfigurasi sudut untuk kasus kanker prostat, yaitu (50.3º, 115.7º, 247.6º, 278.1º, 358.2º) untuk RTP 5 sudut penyinaran; (38.0º, 97.1º, 135.1º, 181.5º, 252.6º, 294.8º, 345.0º) untuk RTP 7 sudut penyinaran; dan (2.1º, 75.4º, 118.5º, 168.6º, 229.6º, 244.9º, 271.5º, 283.1º, 305.2º) untuk RTP 9 sudut penyinaran. Setelah didapatkan konfigurasi sudut berkas penyinaran hasil optimasi, kemudian dilakukan analisis melalui tampilan distribusi dosis dengan skala warna (dose color wash) dan kurva Dose Volume Histogram (DVH) kumulatif untuk RTP sebelum dan setelah optimasi. Dapat dilihat bahwa besar dosis yang diterima oleh OAR di sekitar volume target lebih kecil daripada sebelum dilakukan proses optimasi.

Keywords
Dose Volume Histogram, Optimasi, Radiotherapy Treatment Planning, Simulated Annealing, Sudut

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/c4zUaFtyTeDR


Analisis Percepatan Sentripetal dan Kemiringan Sudut pada Sepeda yang Bergerak Melingkar Menggunakan Sensor Ghyroscope dan Accelerometer pada Smartphone
Risky Afandi Putri (1,a), Sitri Wuryanti (1,b), Nela Guspita (1,c) dan Triati Dewi Kencana Wungu (2,d)

Show More

Corresponding Author
Risky Afandi Putri

Institutions
1) Program Magister Pengajaran Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha No. 10 Bandung, Indonesia, 40132

2) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika, Program Studi Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha No. 10 Bandung, Indonesia, 40132

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis percepatan sentripetal sepeda yang melintasi bundaran jalan dan kemiringan sudut antara sepeda dan garis normal. Pengambilan data dilakukan menggunakan sensor Ghyroscope dan sensor Accelerometer pada smartphone yang masing-masing digunakan untuk mengukur percepatan sentripetal dan kemiringan sudut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada lintasan dengan radius lingkaran R diperoleh hasil bahwa semakin besar percepatan sentripetal maka sudut yang dibentuk antara sepeda dan garis normal akan semakin besar. Berdasarkan eksperimen yang dilakukan, nilai percepatan gravitasi bumi yang diperoleh sebesar 9,13 m/s2. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sensor Ghyroscope dan Accelerometer dapat digunakan untuk menganalisis percepatan sentripetal dan kemiringan sudut pada benda yang bergerak melingkar.

Keywords
Smartphone, Ghyroscope, Accelerometer, Sepeda.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/XV42KaEy6Uqx


Perhitungan Optimasi Kendaraan: Kasus 3-Lajur pada Persimpangan Merdeka-Aceh
Mahardika Inra Takaendengan(a*), Melyana Dwitasari(a), Sparisoma Viridi(b)

Show More

Corresponding Author
Mahardika Inra Takaendengan

Institutions
a) Magister Sains Komputasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10, 40132, Indonesia.
b) Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10, 40132, Indonesia.

Abstract
Panjang jalan utama dihitung dari *I* masukan dan *O* keluaran yang adalah persimpangan. Jalan utama memiliki 4 lajur, dimana 3 lajur yang di amati merupakan lajur utama menuju ke persimpangan dan mengabaikan 1 lajur lainya yang mengarah ke arah lain. Perhitungan kendaraan yang dilakukan secara konvensional didasarkan pada waktu pengamatan yang pendek diantara 5 sampai 10 menit dengan cara menyebarkan beberapa iorang ke tiap-tiap sudut persimpangan untuk menghitung kendaraan(mobil, motor dan lainya). Data dari hasil observasi dikumpulkan kemudian diproses sebgai prediksi penjadwalan APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu-Lintas). Prediksi yang dihasilkan tidak akurat dikarenakan metode observasi konvensional dan waktu yang singkat. Pada penelitian ini, observasi dilakukan dengan mengolah data visual. Observasi lebih di khususkan kepada mobil dan mengabaikan jenis kendaraan lainya. Kemudian, penambahan waktu observasi untuk mendapatkan banyak data untuk diolah. Kendaraan terhitung pada saat melintasi *zebra-cross*. Kendaraan yang mendahului juga terhitung dalam persentase pada tiap hentian.Penumpukan pada hentian dihitung sebagai jumlah volume yang bisa tertampung pada jalan utama. Pada penelitian ini, kami mengusulkan cara membuat perhitungan, analisis dan prediksi arus lalu-lintas pada jalan utama.

Keywords
Optimasi; Lalu-lintas; Persimpangan; Kendaraan

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/cYvX7w2Ub9CN


Karakterisasi Berkas Neutron dan Gamma Pada Beamport Reaktor TRIGA 2000
Rasito, S. Permana, dan P. Ilham Yazid

Show More

Corresponding Author
Sidik Permana

Institutions
1Laboratorium Fisika Nuklir
Jurusan Fisika, Fakultas MIPA
Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung

Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan
Badan Tenaga Nuklir Nasional, Jl. Tamansari No. 71 Bandung

Abstract
Telah dilakukan karakterisasi berkas neutron dan gamma di beamport reaktor Triga 2000 dalam rangka persiapan pengembangan fasilitas Prompt Gamma Neutron Activation Analysis (PGNAA). Karakterisasi dilakukan secara simulasi menggunakan metode Monte Carlo dengan program komputer MCNPX dan PHITS. Program MCNPX digunakan untuk mensimulasi fluks dan spektrum neutron-gamma di teras reaktor hasil reaksi fisi sedangkan program PHITS digunakan untuk mensimulasi distribusi fluks neutron-gamma di dalam beamport. Simulasi dilakukan dengan memodelkan geometri dan komposisi material komponen reaktor dan memodelkan sumber radiasi berupa reaksi fisi di teras reaktor. Hasil simulasi akan digunakan untuk memilih satu dari empat beamport yang paling layak untuk fasilitas PGNAA dengan kriteria diantaranya karakteristrik spektrum neutron dan rasio fluks neutron-gamma. Hasilnya mengindikasikan bahwa beamport tangensial memiliki karakteristik spektrum neutron dan rasio neutron-gamma lebih baik sehingga paling layak digunakan untuk fasilitas PGNAA.

Keywords
Berkas neutron-gamma, reaktor TRIGA, Monte Carlo

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/JDyYhMgF9EWn


Literate programming: contoh implementasinya dalam pembelajaran sains
Dasapta Erwin Irawan1*, Cut Novianti Rachmi2, Sandi Herho1

Show More

Corresponding Author
Dasapta Erwin Irawan

Institutions
1. Institut Teknologi Bandung
2. Universitas Padjadjaran

Abstract
Kode sering diajarkan dalam pembelajaran sains. Selain dapat menuntun alur pikir, kode juga melatih ingatan serta kreativitas. Saat menulis laporan, sering kali kita menggabungkan narasi dengan kode dan luarannya menggunakan teknik salin tempel. Cara ini tidak praktis. Literate programming dapat membantu Anda menulis laporan (atau artikel) dengan menggabungkan narasi-kode-luaran secara otomatis. Dalam artikel ini, kami menayangkan aplikasi literate programming menggunakan Bahasa Python dengan Jupyter Notebook untuk melakukan analisis statistik sederhana terhadap data kualitas air tanah di Bandung. Dari hasil yang didapatkan, metode ini dapat digunakan untuk menjelaskan tahapan analisis sejak membuka data, memanipulasi data untuk menyiapkan data, visualisasi, hingga analisisnya secara naratif yang menyatu dengan kode perintah dan luaran prosesnya.

Keywords
literate programming, reproducible research

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/CQJfHx2ev6Mm


Pembelajaran Berbasis Riset pada Kuliah Fisika Dasar ITB dan Pendidikan STEM
Triyanta

Show More

Corresponding Author
Triyanta Triyanta

Institutions
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi, FMIPA-ITB

Abstract
Pembelajaran Berbasis Riset (Research Based Learning-RBL) dikembangkan Jurusan Fisika FMIPA-ITB ketika Jurusan Fisika ITB sedang melaksanakan hibah kompetitif PHK B dan kemudian diimplementasikan sejak tahun 2006 sampai sekarang pada sejumlah matakuliah wajib Program Sarjana Fisika ITB dan pada matakuliah Fisika Dasar 1 dan 2 Program Tahap Persiapan Bersama ITB. RBL dikembangkan dengan maksud untuk mengembangkan “soft skills” mahasiswa dan memperkenalkan kegiatan riset lebih dini kepada mahasiswa. Pelaksanaan RBL bervariasi disesuaikan dengan karakteristik matakuliah. Pada matakuliah Fisika Dasar, RBL dilaksanakan dalam bentuk “hands on activities”. Di lain pihak pada awal tahun 2000-an, hampir bersamaan dengan masa pengembangan RBL, Amerika Serikat memperkenalkan STEM (Science Technology Engineering Mathematics) Education dengan tujuan untuk menarik minat lebih banyak siswa terhadap bidang STEM dan dengan harapan nantinya mereka meniti karir pada bidang STEM. Pendidikan STEM bersifat multidisiplin dan dilaksanakan secara “hands on”. Pada makalah ini akan disampaikan konsep-konsep dasar RBL dan Pendidikan STEM serta perbandingan antara keduanya.

Keywords
Research Based Learning, STEM education, hands on activities.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/VDjKTMQg28CN


Studi Efektifitas Pembakaran Material Fisil Pada High Temperature Gas Reactor (HTGR) tipe Prismatik berdaya 50 MWt
Ayu Lia Pratama dan Dwi irwanto

Show More

Corresponding Author
Ayu Lia Pratama

Institutions
Prodi Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung

Abstract
High Temperature Gas Reactor (HTGR) merupakan salah satu tipe reaktor Generasi IV berpendingin gas Helium yang memiliki luaran temperatur yang tinggi. Temperatur yang tinggi ini selain dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, dapat pula digunakan untuk memproduksi hidrogren, memurnikan air laut, memperkaya batu bara, dan berbagai proses indrustri lainnya. Pada penelitian ini, efek nilai enrichment dan jumlah Coated Fuel Particle (CFP) terhadap efektifitas pembakaran material fisil untuk tiga buah bahan bakar nuklir yang berbeda, UO2, (U-Th)O2 dan (U-Pu)O2, diteliti dan dianalisa. Perhitungan dan analisa dilakukan untuk nilai enrichment antara 1-20% dan jumlah CFP antara 4500 hingga 26850 buah per pellet bahan bakar. Analisa dilakukan pada disain HTGR 50MWt untuk ketiga bahan bakar nuklir tersebut dan menghasilkan nilai enrichment optimal sebesar 10% dengan jumlah CFP sebanyak 11500. Dari analisa yang dilakukan pada level assembly, didapatkan nilai kefektifitasan pembakaran material fisil yang paling tinggi untuk HTGR 50MWt adalah bahan bakar (U-Pu)O2 sebesar lebih dari 92%. Analisa pun dilakukan pada parameter neutronik seperti k-inf, conversion ratio juga perubahan densitas material fisil dan fertil selama dua tahun masa operasi reaktor.

Keywords
HTGR, neutronik, bahan bakar, material fisil

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/VWQbvKymZJEa


Penerapan Problem-Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran Fisika Berbantuan Komputer (CAI) untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Siswa pada Materi Global Warming
Devi Saidulloh (a*), Agus Danawan (b**), dan Amsor (c***)

Show More

Corresponding Author
Devi Saidulloh

Institutions
a) Departemen Pendidikan Fisika,
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia , 40154
*devisaidulloh[at]student.upi.edu
b)Departemen Pendidikan Fisika,
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia , 40154
**ad[at]upi.edu
c) Departemen Pendidikan Fisika,
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia , 40154
***amsor.fisika[at]gmail.com

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan analisis siswa yang mengikuti pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan komputer. Penelitian ini menggunakan satu kelompok sampel dengan diberi perlakuan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan komputer atau Computer Assisted Instruction (CAI). Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain one-group pretest-posttest design. Hasil peningkatan kemampuan analisis menunjukkan nilai dikategorikan sedang dengan nilai 0,40. Perapan PBL berbantuan komputer berpengaruh pada aspek organizing dan differentiating dengan kategori sedang. Namun pada aspek attributing dikategorikan rendah.

Keywords
Kemampuan Analisis, Computer Assisted Instruction (CAI), Problem Based Learning (PBL), Global Warming

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/B3kqhRcw9nLN


Penerapan Model Pembelajaran Focus Explore Reflect and Apply dengan pendekatan Scientific Writing Heuristic (SWH) terhadap Kemampuan Memahami Konsep Siswa
Yanuar Asmara (a*), Didi Teguh Chandra (b), Ida Kaniawati (b)

Show More

Corresponding Author
Yanuar Asmara

Institutions
(a) Program Pendidikan Fisika, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia, 40154
*yanuar.asmara[at]gmail.com
(b) Departemen Pendidikan Fisika,
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia, 40154

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari implementasi model pembelajaran FERA dengan pendekatan SWH terhadap peningkatan kemampuan memahami konsep siswa. Penelitian ini dimotivasi oleh pentingnya kemampuan memahami konsep siswa. Salah satu cara untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan konsep adalah dengan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan alasan mereka. Template SWH untuk siswa terdiri dari: (1) ide awal; (2) tes; (3) pengamatan; (4) klaim; (5) bukti; (6) membaca; dan (7) refleksi. Metode yang digunakan adalah quasy-experiment dengan kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan termasuk tes kemampuan memahami konsep dan lembar observasi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X sains sekolah menengah atas dan ditentukan dengan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model FERA dengan pendekatan SWH berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan memahami konsep siswa.

Keywords
Model Focus Explore Reflect and Apply (FERA), Pendekatan Scientific Writing Heuristic (SWH), Kemampuan Memahami Konsep.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/F4v8m9zHn2ET


Modul Percobaan Fisika Dasar : Analisis Gerak Benda pada Bidang Miring dengan Menggunakan Air Track
Rizky Maiza, Neny Kurniasih

Show More

Corresponding Author
Rizky Maiza

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan nilai percepatan benda, percepatan gravitasi bumi dan menganalisis gaya gesek berdasarkan teorema usaha–energi pada bidang miring. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan air track. Kecepatan benda direkam menggunakan sensor photogate. Dari hasil percobaan didapatkan nilai percepatan benda yang sebanding dengan bertambahnya kemiringan air track. Nilai percepatan gravitasi bumi yang didapatkan dari grafik hubungan percepatan dan sin θ adalah 9,8247(m/s2). Dibandingkan dengan dengan nilai percepatan gravitasi bumi secara teoritis, kesalahan dalam percobaan relatif kecil dengan persentase nilai error sebesar 0,47 %. Hasil analisis gaya gesek yang dihitung berdasarkan teorema usaha-energi juga kecil. Artinya, air track yang digunakan berada dalam kondisi yang cukup baik.

Keywords
Air track, gerak, bidang miring, usaha, energi.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/ZvRq3kfN6J9Y


Pengaruh Penambah Ni terhadap Sifat Mekanik dan Katalitik Paduan TiAl
Muhammad Hardian Taufiqurrahman, Aep Patah, Yessi Permana

Show More

Corresponding Author
Muhammad Hardian Taufiqurrahman

Institutions
Kelompok Keilmuan Kimia Anorganik, ITB, Jalan Ganesa no. 10 Bandung

Abstract
Paduan TiAl memiliki beberapa potensi, di antaranya sebagai bahan baku alternatif komponen dalam mesin turbin dan katalis untuk reaksi sintesis senyawa organik. Namun paduan TiAl sebagai bahan baku komponen mesin turbin memiliki kekurangan berupa keuletan yang rendah pada suhu ruang dan ketahanan mulur yang rendah pada suhu tinggi. Pada tugas akhir ini dilakukan sintesis paduan TiAl yang ditambahkan Ni dengan metode pemaduan logam secara mekanik (mechanical alloying). Penambahan Ni pada paduan TiAl ini diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanik seperti kekerasan. Sintesis paduan TiAl dilakukan dengan memvariasikan waktu penggerusan (5, 15, 30 dan 50 jam), suhu sintering (500 C, 700 C dan 900 C) dan waktu sintering (2, 4 dan 6 jam). Pada variasi tersebut diperoleh kondisi terbaik dengan waktu penggerusan 50 jam, suhu sintering 900 0C dan waktu sintering 6 jam. Penambahan Ni (3, 6 dan 9 %) dilakukan setelah mendapat kondisi terbaik (50 jam, 900 C selama 6 jam) pada saat sintesis paduan TiAl. Tahap selanjutnya dilakukan karakterisasi PXRD dan SEM-EDS, uji kekerasan serta uji aktivitas katalitik. Berdasarkan hasil karakterisasi PXRD paduan TiAl dan TiAlNi sudah sesuai dengan referensi yaitu pada difraktogram muncul puncak tertinggi 2θ = 40 dan 2θ = 43,86 secara berturut-turut. Karakterisasi SEM-EDS menunjukkan bahwa paduan TiAl dan TiAlNi telah terbentuk. Pengujian kekerasan untuk paduan TiAl dengan penambahan Ni memperlihatkan peningkatkan nilai kekerasan secara signifikan. Nilai kekerasan paduan TiAl meningkat dari 194 HV ke 440 HV untuk penambahan 9 % Ni. Penambahan Ni pada paduan TiAl juga menyebabkan meningkatnya sifat katalitik. Hal ini terlihat pada reaksi asetalisasi benzaldehida dengan pelarut metanol pada suhu ruang selama 1 jam. Benzaldehida yang terkonversi menjadi produk asetal adalah 36 % dan 67 % berturut-turut untuk katalis paduan TiAl dan TiAlNi.

Keywords
paduan TiAl, paduan TiAlNi, mechanical alloying, sifat mekanik, sifat katalitik

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/QCxGtF7ByvhD


Sintesis Metal-Organic Frameworks (MOFs) Tipe MIL-53 (Al) Menggunakan Cairan Ionik dengan Metode Elektrosintesis
Muhammad Azka Sabil, Aep Patah, Ph. D

Show More

Corresponding Author
Muhammad Azka Sabil

Institutions
ITB

Abstract
Metal-Organic Framework (MOF) tipe MIL-53 (Al) diketahui memiliki stabilitas termal yang tinggi, dapat digunakan sebagai katalis reaksi alkilasi dan asilasi Friedel-Crafts, material absorben dan pemisahan gas CO2, dan sensor fluorosens 6-merkaptopurin. Metode konvensional dalam sintesis MIL-53 (Al) adalah metode solvotermal. Metode solvotermal dalam prosesnya menggunakan temperatur dan tekanan tinggi serta waktu reaksi yang lama. Metode lain yang dikembangkan adalah metode elektrosintesis. Metode ini diketahui dapat berjalan dalam waktu singkat, relatif mudah, dan tidak menggunakan temperatur serta tekanan tinggi (~25 oC, 1 atm). Pada penelitian ini, disintesis MIL-53 (Al) dengan metode elektrosintesis untuk berbagai variasi beda potensial dan pengaruh temperatur. Selain itu, MIL-53 (Al) hasil sintesis metode elektrosintesis dibandingkan terhadap MIL-53 (Al) hasil sintesis metode solvotermal dan metode stirring. MIL-53 (Al) dikarakterisasi menggunakan teknik analisa FTIR, PXRD, SEM, dan TGA. Seluruh produk MIL-53 (Al) hasil sintesis ketiga metode menunjukkan adanya pergeseran redshift pada serapan 1680 cm-1 ke 1600 cm-1 yang mengindikasikan terkoordinasinya ligan BDC (benzene dicarboxylate) pada logam aluminium. Puncak khas MIL-53 (Al)BP pada 2θ (9,30°; 12,58°; 17,76°; 25,10°; 27,16°) teramati pada difraktogram produk hasil sintesis dengan metode solvotermal dan metode stirring. Kedua produk tersebut memiliki kristalinitas berturut-turut sebesar 54,94% dan 27,77%. Namun, puncak khas MIL-53 (Al) yang berbeda pada 2θ (9,30° dan 17,76°) teramati pada difraktogram produk hasil sintesis dengan metode elektrosintesis. Puncak difraktogram ini bersesuaian dengan MIL-53 (Al)SP dan mempunyai fasa amorf. Citra SEM memperlihatkan MIL-53 (Al)BP memiliki ukuran partikel di antara 2,5-5 μm dan 50-400 nm untuk MIL-53 (Al)SP. Bentuk mirip trapezoid terlihat untuk MIL-53 (Al) hasil sintesis metode solvotermal, sedangkan bentuk granula terlihat untuk MIL-53 (Al) hasil sintesis metode stirring dan elektrosintesis. Karakterisasi TGA menunjukkan MIL-53 (Al) hasil solvotermal memiliki ketahanan termal lebih tinggi dengan temperatur dekomposisi mencapai 650 °C.

Keywords
MIL-53 (Al), Solvotermal, Stirring, Elektrosintesis, Metode Sintesis

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/uRkm2rgKNpQ7


Pusat Belajar Sains Kupang: Program pendidikan STEM untuk NTT
Premana W. Premadi (1), Kiki Vierdayanti (1), Hesti R. T. Wulandari (1), Yatny Yulianty (1), Lucky Puspitarini (1), dan Umbu H. Mala (2)

Show More

Corresponding Author
Premana Premadi

Institutions
(1) KK Astronomi dan Observatorium Bosscha, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
(2) Program Studi Fisika, FST, Universitas Nusa Cendana

Abstract
Untuk mengefektifkan pembelajaran matematika dan IPA di sekolah, penting untuk memberikan pengalaman belajar yang luas,dan berkesinambungan yang mengaitkan materi ajar dengan kehidupan sehari-hari. Untuk keperluan ini, sekaligus sebagai upaya mendekatkan astronomi pada masyarakat, proyek Observatorium Nasional di Timor mendirikan sebuah pusat belajar sains di Kabupaten Kupang. Fasilitas informal ini akan menjadi sumber belajar interaktif dengan dukungan program dan sumber daya manusia yang memadai yang dapat memicu rasa ingin tahu, dan daya pikir rasional, dan kreativitas yang terintegrasi dalam bidang Science Technology Engineering Mathematics pada siswa maupun guru. Upaya konkrit yang banyak dilakukan dengan menghadirkan kesempatan belajar yang istimewa, seperti aktivitas planetarium keliling yang telah menjangkau daerah pelosok, terbukti meningkatkan semangat belajar dan meyakinkan masyarakat akan pentingnya bersekolah dan adanya kesempatan yang sama untuk mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keywords
Pendidikan STEM; astronomi

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/W3ErKCpHX8jv


Simple Automatic Weather Measuring Device
M. Najib Alyasyfi (a*) , Mochamad Irfan(b), Premana W. Premadi(b)

Show More

Corresponding Author
Muhammad Najib Alyasyfi

Institutions
a)Physics Education Departement
Faculty of Mathematic and Natural Science
Indonesia University of Education
Jl. Dr. Setiabudhi no. 229 Bandung, 40154
*)mnajiba[at]student.upi.edu

b)Bosscha Observatory
Faculty of Mathematic and Natural Science
Bandung Institute of Technology
Jl. Peneropongan Bintang No.45, Lembang

Abstract
An automatic device that can measure and record six weather parameters has been built at Bosscha Observatory. Those six parameters: wind direction and velocity, air temperature and humidity, precipitation, and rain gauge and time-keeper, are measured and recorded periodically to a Micro SD card. The device is powered by a battery which is recharged using a mini solar PV panel. In addition to requiring precision and accuracy as normally prioritized in measurement device, our design particularly considers the economic aspect and the transparency of the inner working of the device. For the educational and empowerment perspective, it is important that all the applied scientific principles are comprehensible. Our objective is that this automatic weather measuring device, which is much needed in various open air work areas, can be easily learned and built by young technicians all over Indonesia using simple and easily available materials. We had calibrated our device to a standard commercial one and tested it in a number of places in Lembang. We plan to test this device in other areas to know the device reliability and construction strength against various weather conditions.

Keywords
Weather Measurement, easily to made, reability, educational

Topic
Inovasi

Link: https://ifory.id/abstract/4qPUrXtaBG8F


Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analisis Siswa SMA pada Materi Pemanasan Global
Rivan Sudiarta,a), Iyon Suyana1,b), Duden Saepuzaman1,c)

Show More

Corresponding Author
Rivan Sudiarta

Institutions
Departemen Pendidikan Fisika,
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Setiabudhi no. No. 229, Isola, Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40154

Abstract
Kemampuan berpikir analisis merupakan kemampuan yang perlu dilatihkan dalam pembelajaran fisika. Namun hasil observasi menunjukkan kemampuan ini masih belum secara optimal dibekalkan dalam pembelajaran. Penelitian bertujuan menemukan cara melatihkan kemampuan berpikir analisis melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada topik pemanasan global ini menggunakan Quasi Experiment. Desain penelitian yang diterapkan adalah one-group pre-test post-test. Populasi yang dipilih adalah salah satu SMA Negeri di Kota Cimahi dengan purposive sampel 31 siswa. Instrumen penelitian berupa 7 butir soal essay kemampuan berpikir analisis dengan validitas 0.6 dan reliabilitas 0.6 Hasil penelitian melalui analisis jawaban siswa menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir analisis secara umum dengan nilai gain ternormalisasi berkategori sedang. Peningkatan aspek kemampuan berpikir analisis didapatkan nilai gain ternormalisasi berkategori sedang pada aspek differentiating (= 0,44), dan berkategori rendah pada dua aspek lainnya (= 0,39 aspek attributing; = 0,43 aspek organizing). Penelitian ini telah menemukan cara yang dipandang cukup mampu untuk meningkatkan kemampuan berpikir analisis secara umum, dan kemampuan berpikir analisis aspek differentiating pada materi pemanasan global.

Keywords
model pembelajaran berbasis masalah, kemampuan berpikir analisis, pemanasan global

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/HaygRLfDZ6vk


Perumusan Persamaan Solusi Lengkap pada Metode Controlled Source Audio-frequency Magnetotelluric (CSAMT)
Husnul Hamdi (a*), Doddy Sutarno (a), Wahyu Srigutomo (a), Enjang Jaenal Mustopa(a)

Show More

Corresponding Author
Husnul Hamdi

Institutions
(a) Institut Teknologi Bandung
*husnulhamdi89[at]gmail.com

Abstract
Salah satu metode elektromagnetik yang digunakan pada pencitraan bawah permukaan bumi adalah metode Controlled Source Audio-Frequency Magnetotelluric (CSAMT). Metode CSAMT menggunakan sumber buatan berupa arus yang diinjeksikan kedalam bumi. Keberadaan sumber buatan membuat jarak antara sumber dengan receiver relatif lebih dekat jika dibandingkan dengan sumber telurik alami yang berada pada jarak sangat jauh. Pengukuran CSAMT harus dilakukan pada jarak pengukuran yang ideal pada zona jauh agar memenuhi asumsi gelombang bidang. Pengukuran pada jarak ideal pada zona jauh sulit untuk dipenuhi karena keterbatasan daya pancar dari sumber. Akibatnya data CSAMT pada zona dekat dan transisi perlu dikoreksi dari pengaruh efek sumber. Penerapan asumsi gelombang bidang dengan proses koreksi ini juga mengakibatkan hilangnya sebagian informasi data CSAMT pada zona dekat dan transisi. Dengan demikian diperlukan suatu teknik yang dapat mengatasi kondisi ini. Salah satu teknik yang digunakan adalah menggunakan persamaan solusi lengkap yang mampu mencakup semua zona pengukuran sehingga tidak diperlukan lagi koreksi data. Pada penelitian ini berhasil diperoleh persamaan solusi lengkap untuk menentukan persamaan medan listrik dan medan magnet.

Keywords
CSAMT, solusi lengkap, zona jauh

Topic
Kebumian

Link: https://ifory.id/abstract/bLN49UrA73fa


Sistem Kalendar dan Hari Libur Nasional Indonesia
Moedji Raharto1*, Novi Sopwan2*,Muhamad Irfan Hakim1* and Yayan Sugianto1*

Show More

Corresponding Author
Moedji Raharto

Institutions
1* Astronomy Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Bandung Institute of Technology
CAS building, 6th floor, Ganesha street no 10, Bandung 40132, West Java, Indonesia
e-mail: moedji[at]as.itb.ac.id or mraharto2009[at]gmail.com

2* Program Studi Ilmu Falak, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel jl A. Yani 117 Surabaya 60237, East Java, Indonesia
Email: sopwan[at]uinsby.ac.id

Abstract
Abstrak Penentuan Hari libur Nasional di Indonesia bersumber dari beberapa sistem kalendar. Pada umumnya dapat dikelompokkan dalam kalendar Matahari, kalendar Bulan dan kalendar Luni-Solar. Melalui kombinasi data astronomi dan aturan masing – masing kalendar dalam sistem kalendar Matahari, Bulan dan Luni Solar dapat difahami kerja kalendar. Pemahaman keanekaragaman sistem kalendar tersebut diharapkan akan membuka jalan memprediksi dan menetapkan hari libur nasional beberapa tahun ke depan. Prediksi hari libur nasional tahun 2018 &2019 dipaparkan dalam makalah ini.

Keywords
kalendar, hari libur nasional, kalendar Matahari, kalendar Bulan dan kalendar Luni-Solar

Topic
Lain-lain

Link: https://ifory.id/abstract/EA4RkfGaFC7U


Deteksi Otomatis Kanker Kulit Melanoma Maligna
Putri, N.L.K.(1), Fibriansyah, A.F.(1), Suprijadi(1).

Show More

Corresponding Author
Nindya Lukita Kusdiana Putri

Institutions
1) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia

Abstract
Salah satu kanker kulit yang mematikan adalah Melanoma Maligna, beruntungnya apabila kanker ini terdeteksi diawal maka peluang untuk bisa disembuhkannya masih tergolong besar. Pendeteksian gejala awal Melanoma Maligna sebenarnya bisa diamati dengan memperhatikan fitur ABCDE (asymmetry, irregular borders, multiple colors, diameter, enlarging) pada sebuah lesi atau bercak yang tampak pada kulit. Pada penelitian ini dilakukan pembangunan sistem pendeteksian otomatis kanker kulit Melanoma Maligna dari citra demoskopik berdarkan fitur ABC dan menggunakan algoritma SVM untuk pendeteksian otomatis. Hasil dari uji coba yang telah dilakukan menunjukan bahwa sistem ini memiliki tingkat akurasi sebesar 90%.

Keywords
Kanker Kulit, Image Processing, Melanoma Maligna

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/248NkMCRzmhE


Peningkatan Kompetensi Pemodelan Dinamika Sistem Fisis melalui Integrasi Pendekatan First Principles dan Bond Graph
Estiyanti Ekawati, Eko Mursito Budi, Parsaulian Siregar

Show More

Corresponding Author
Estiyanti Ekawati

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Kemampuan merepresentasikan berbagai fenomena fisis dalam persamaan bentuk persamaan matematis sangat penting dalam pengembangan keahlian bidang instrumentasi dan kontrol di Perguruan Tinggi. Karena itu, dalam lima tahun terahir telah dilaksanakan berbagai pengembangan sistem pembelajaran pada kuliah Dinamika Sistem dan Simulasi pada tingkat sarjana Program Studi Teknik Fisika ITB. Salah satu pengembangan sistem pembelajaran tersebut adalah penggunaan metode Bond Graph untuk memodelkan interaksi fenomena fisis yang berbeda, contohnya sistem elektromekanis, sistem elektrohidraulik dan sejenisnya. Pada penelitian ini dianalisis perkembangan kemampuan mahasiswa dalam pemodelan sistem dinamik dalam kurun waktu empat tahun akademik dan metode pengajaran yang berbeda. Metode yang diperbandingkan adalah penggunaan (1) metode Bond Graph sepenuhnya, (2) metode First Principles sepenuhnya dan (3) metode First Principle dilanjutkan dengan metode Bond Graph. Perbandingan kemampuan mahasiswa dianalisis secara statistik melalui evaluasi langsung terhadap penyelesaian kasus pemodelan yang setara tingkat kesulitannya. Hasilnya juga ditriangulasi dengan kuesioner persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan perkuliahan, juga terhadap kompetensi mahasiswa di kuliah Kontrol Otomatik, yaitu kuliah lanjutan yang menggunakan kemampuan pemodelan dan simulasi.

Keywords
Pemodelan, Dinamika Sistem, First Principles, Bond Graph

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/FxA7VcLbN8ku


Alat Pendeteksi Warna Dengan Menggunakan Sensor TCS230 Berdasarkan Warna Dasar Penyusun RGB
Arwi Rinaldo (a*), Khazali Fahmi (b), Lasmita Sari (c), Hendro (d)

Show More

Corresponding Author
Arwi Rinaldo

Institutions
Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*arwirinaldoo[at]gmail.com

Abstract
Penelitian dirancang dengan prototipe berbasis sensor TCS230 yang memanfaatkan perubahan arus yang besarnya sebanding dengan parameter warna dasar cahaya yang menimpanya dan kemudian arus tersebut dikonversikan menjadi sinyal kotak dengan frekuensi sebanding dengan besarnya arus. Penelitian ini telah berhasil dibuat untuk alat pendeteksi warna menggunakan sensor TCS2300 berbasis mikrokontroler Arduino Uno dengan pemrograman mikrokontroler Arduino Uno. Penelitian ini menggunakan perangkat keras yang terdiri atas Mikrokontroler Arduino dan sensor warna TCS2300 serta perangkat lunak yang menggunakan bahasa pemrograman Arduino Uno. Objek yang diteliti diletakkan pada posisi yang tepat pada alat sehingga warna objek akan tampil di LCD. Penelitian ini telah dapat mengidentifikasi warna merah, kuning, hijau, biru, hitam, dan putih.

Keywords
sensor, warna, TCS230, RGB, gelombang cahaya

Topic
Instrumentasi

Link: https://ifory.id/abstract/GHqWPQDZteJK


Rancang Bangun Alat Perhitungan Indeks Bias Cairan Sistem Prisma Otomatis
Joshua Dwi Prasetyo (a), Rifqi Alfi Muhani (b), Renato Eka Sakti Fauzi (c), Hendro (d)

Show More

Corresponding Author
Joshua Dwi Prasetyo

Institutions
Laboratorium Elektronika, Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung

a) artjo26[at]gmail.com
b) alfi.rifqi[at]gmail.com
c) renato_fauzi[at]gmail.com
d) hendro[at]fi.itb.ac.id

Abstract
Indeks bias adalah suatu definisi dari perbandingan antara kecepatan rambat gelombang cahaya pada keadaan vakum terhadap suatu medium yang dilewatinya tersebut. Pembiasan adalah suatu pembelokan dari gelombang ketika gelombang memasuki medium yang berbeda. Pada penelitian ini, kami merancang bangun suatu alat pengukur indeks bias cairan otomatis yang terdiri dari motor stepper, ldr, wadah berupa prisma, mikrontroler, dan dioda laser. Alat ini digunakan untuk mengukur sudut deviasi pada bahan yang terdapat pada prisma. Kalibrasi alat dilakukan untuk mengetahui hubungan linear antara sudut deviasi dengan indeks bias, kemudian dari persamaan yang didapatkan tersebut, dihitung indeks bias bahan lain. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa hasil eksperimen memiliki nilai lebih dekat dibandingkan pendekatan teoretis yang menggunakan asumsi satu bahan saja. Selain itu, didapatkan kesimpulan bahwa indeks bias berbanding lurus dengan sudut deviasi dan konsentrasi bahan.

Keywords
Indeks bias cairan; Otomatis; Prisma; Sudut deviasi; Konsentrasi bahan

Topic
Instrumentasi

Link: https://ifory.id/abstract/remECgV8JKYa


Perbandingan Hasil Evaluasi Radiobiologi Perencanaan Radioterapi Menggunakan Teknik 3DCRT dan IMRT untuk Kasus Kanker Paru-paru
Nursakinah Annisa Lutfin, Rena Widita

Show More

Corresponding Author
Nursakinah Annisa Lutfin

Institutions
Institute Teknologi Bandung

Abstract
Tujuan utama dari radioterapi adalah menghantarkan dosis semaksimum mungkin pada volume target dan seminimum mungkin pada jaringan sehat di sekitarnya, untuk mencapai tujuan ini banyak metode yang dilakukan salah satunya dengan pengembangan teknik perencanaan radioterapi. Pada penelitian ini dilakukan perencanaan pada TPS Eclipse Varian Medical System dengan menggunakan teknik 3-dimensional conformal radiation therapy (3DCRT) dan intensity modulated radiation therapy (IMRT) pada 6 pasien kanker paru-paru dengan dosis 2Gy/fraksi dan dosis total 50 Gy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil perencanaan teknik 3DCRT dan IMRT dengan evaluasi radiobiologi. Evaluasi radiobiolgi dilakukan dengan menghitung nilai probabilitas sel tumor yang mati atau Tumor Control Probability (TCP) model Zaider Minerbo, probabilitas komplikasi jaringan sehat atau Normal Tissue Control Probability (NTCP) model Lyman-Kutcher-Burman, dan Uncomplicated Tumor Control Probability (UTCP). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh TCP teknik 3DCRT yaitu 94,31±0,72 dan teknik IMRT yaitu 97,48±0,85 (P = 0,23), dan nilai NTCP 2,62±1,90 untuk teknik 3DCRT dan 1,79±0,22 untuk teknik IMRT (P = 0,23). Nilai UTCP 91,62±13,38 untuk 3DCRT dan 95,50±4,09 untuk teknik IMRT (P = 0,36). Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan evaluasi radiobiologi teknik IMRT memberikan kualitas perencanaan terapi radiasi yang lebih baik dibandingkan teknik 3DCRT.

Keywords
Radioterapi, 3DCRT, IMRT, TCP, NTCP, UTCP

Topic
Lain-lain

Link: https://ifory.id/abstract/PmdZ9yMwkbjQ


Rancang Bangun Smart Detector Environment System Pada Penyimpanan Detektor Semikonduktor (HPGe)
Melati Iftacharo(*), Rindi Wulandari, Hendro

Show More

Corresponding Author
Rindi Wulandari

Institutions
Laboratorium Instrumentasi Fisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
melatiiftacharo[at]gmail.com

Abstract
Detektor HPGe merupakan alat yang harus didinginkan ketika digunakan dan dapat dioperasikan pada suhu kamar. Untuk itu perlu dilakukan monitoring suhu dan kelembaban ditempat penyimpanan detektor HPGe guna menghasilkan kinerja yang optimal. Penelitian ini difokuskan guna membuat rancang bangun monitoring dan kontrol otomatis suhu dan kelembaban pada penyimpanan detektor HPGe. Pendeteksian suhu dan kelembaban pada sistem dilakukan dengan menggunakan sensor DHT22 yang dihubungkan ke Arduino Uno dan modul driver motor. Arduino uno memberi perintah “00000011” untuk mendeteksi suhu pada chamber, dan “00000101” untuk memulai deteksi kelembaban pada chamber, kemudian data yang dihasilkan oleh sensor DHT22 akan di tampilkan dan diproses oleh LabVIEW, yang selanjutnya digunakan untuk menggerakan kipas guna mengatur suhu dan kelembaban pada sistem tersebut dengan kondisi lampu pada chamber dibiarkan hidup (manual). Hasil yang diperoleh pada penelitian ini berupa rancang bangun monitoring dan kontrol otomatis suhu dan kelembaban pada penyimpanan detektor HPGe yang suhunya dapat diatur secara otomatis sesuai kebutuhan detektor HPGe.

Keywords
Derektor HPGe; kontrol otomatis suhu; Arduino Uno; Labview

Topic
Instrumentasi

Link: https://ifory.id/abstract/A4MR7Vd8jtBe


Rancang Bangun Alat Pirolisis Sederhana untuk Mengolah Limbah Plastik Polipropilena menjadi Bahan Bakar Cair
Nurhayati (a*), Sparisoma Viridi (b), Anjar Purba Asmara (c), dan Zuhra Aina (d)

Show More

Corresponding Author
Nurhayati Hayati

Institutions
a) Teknik Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia, 23111
*firstnur1708[at]gmailcom
b) Fisika Nuklir dan Biofisika, Institut Teknologi Bandung, ITB, Bandung, Indonesia, 40132
c) Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia, 23111
d) Pendidikan Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia, 23111

Abstract
Telah dilakukan rancang bangun alat pirolisis sederhana. Jenis yang dibuat adalah alat pirolisis manual. Alat tersebut dibuat dari bahan kaleng bekas kue kering kapasitas 900 gram sebagai tabung reaktor yang disambungkan dengan pipa besi bekas sepanjang 1 m yang dibuat menyerupai huruf L. Dengan menggunakan kompor minyak tanah sebagai sumber kalor, reaktor yang telah dirancang mampu menampung sebesar 1000 gram sampah plastik polipropilena yang menghasilkan bahan bakar cair sebesar 645 mL. Alat tersebut mempunyai keuntungan tidak menggunakan daya listrik dan sangat mudah mengoperasikannya.

Keywords
Pirolisis; Reaktor; dan Bahan Bakar Cair

Topic
Inovasi

Link: https://ifory.id/abstract/7BmQpvAqejFT


Analisis Pergeseran Tanah dengan menggunakan Sensor Kelembaban Tanah Berbasis Arduino Uno
Wilson Jefriyanto(a)*, Silka (a), Mitra Djamal (b)

Show More

Corresponding Author
Wilson Jefriyanto

Institutions
(a)Program Studi Pendidikan Fisika,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan,
Universitas Kristen Indonesia Toraja

(b)Program Studi Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
*wjefriyanto[at]ukitoraja.ac.id

Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang analisis pergeseran tanah dengan menggunakan sensor kelembaban tanah tipe YL-69. Sensor dihubungkan dengan mikrokontroler Arduino uno yang kemudian ditampilkan pada laptop. Pada penelitian ini pergeseran tanah diamati selama 6 jam menggunakan sensor LVDT dengan sudut kemiringan tanah 40 derajat. Pergeseran tanah mulai terjadi pada menit ke-35 dengan besar kelembaban tanah 0.19 dan pergeseran tanah 1.31 mm. Kemudian pada menit ke-50 pergeseran tanah terjadi 3.77 mm dan kelembaban tanah 15.09. Selanjutnya pada menit ke-110 kembali terjadi pergeseran tanah 5.85 mm dengan kelembaban tanah 21.89. Hubungan dari pergeseran tanah dan kelembaban ini dapat menjadi acuan untuk analisis tanah yang rawan terjadi longsor.

Keywords
Kelembaman tanah, Mikrokontroler Arduino UNO, Pergeseran tanah, Sensor Kelembaban, Sensor LVDT

Topic
Instrumentasi

Link: https://ifory.id/abstract/qWD8A64BG3TH


Analisis koefisien gesek kinetis berdasarkan luasan permukaan benda yang dilewati udara
Siti Humairo Dhia Hana Mufida Richardo Barry Astro Dessy Amirudin dan Sparisoma Viridi

Show More

Corresponding Author
Siti Humairo

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati nilai koefisien gesek kinetis suatu benda akibat adanya rongga pada benda yang dapat dilewati udara. Secara teori luasan rongga pada benda yang dilewati udara berpengaruh terhadap percepatan benda dan berkaitan dengan hambatan udara. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan ukuran dan bentuk rongga benda, sementara luas permukaan bidang sentuh dan massa benda dibuat konstan. Pergerakan benda pada lintasan miring selanjutnya diamati dan dianalisis menggunakan Tracker sehingga diperoleh data berupa nilai koefisien gesek kinetis. Hasilnya diperkirakan bahwa semakin besar luas rongga udara pada benda, nilai koefisien gesek kinetis yang diperoleh menjadi semakin kecil.

Keywords
rongga udara tracker koefisien gesek

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/j7qtxnLpBbeT


Monitor Gas Radon Untuk Bahan Bangunan
Rasito, Fitria P.K., Nur Fadhilah S., dan Hendro

Show More

Corresponding Author
Rasito Tursinah

Institutions
Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi
Jurusan Fisika, Fakultas MIPA
Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung

Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan
Badan Tenaga Nuklir Nasional, Jl. Tamansari No. 71 Bandung

Abstract
Konsentrasi gas radon di dalam rumah sangat dipengaruhi oleh laju lepasan gas radon dari bahan bangunan yang digunakan. Pemantauan konsentrasi gas radon di udara dalam rumah (indor) dan pengukuran laju lepasan gas radon dari jenis bahan bangunan menjadi penting dilakukan dalam rangka proteksi dan keselamatan. Telah dilakukan rancang bangun monitor gas Radon menggunakan sistem deteksi partikel alfa dengan bahan sintilator ZnS(Ag). Pengukuran dilakukan dengan cara menempatkan bahan bangunan di dalam wadah dan mengalirkan lepasan gas radon ke dalam chamber detektor. Di dalam chamber detektor, gas Radon dideteksi berdasarkan interaksi partikel alfa dengan detektor menghasilkan kelipan cahaya. Detektor yang dilengkapi tabung fotomultiplier mengubah kelipan cahaya menjadi muatan listrik yang kemudian dikonversi menjadi pulsa tegangan dan diperkuat oleh pre amplifier tipe peka muatan. Jumlah pulsa tegangan yang dihasilkan dihitung menggunakan arduino dan ditampilkan secara grafis menggunakan LabView. Konsentrasi gas radon akan sebanding dengan pulsa tegangan yang dihasilkan dikalikan dengan efisiensi chamber detektor. Perangkat monitor yang dibuat telah diuji untuk mengukur konsentrasi gas Radon indoor dan lepasan bahan zirkon berbentuk serbuk.

Keywords
gas radon, bahan bangunan, detektor sintilasi, arduino

Topic
Instrumentasi

Link: https://ifory.id/abstract/hcK7U9QLtHX6


VIDEO PRAKTIKUM SEBAGAI PENILAIAN LAPORAN PADA PRAKTIKUM FISIKA DASAR
Nenni Mona Aruan (a, *)

Show More

Corresponding Author
Nenni Mona Aruan

Institutions
(a) Fakultas Teknologi Informatika dan Elektro, Institut Teknologi Del, Jalan Sisingamangaraja Sitoluama, Laguboti, Tobasa, Sumatera Utara
*nenni.aruan[at]del.ac.id

Abstract
Peningkatan fitur video pada smartphone dalam merekam maupun mengedit kegiatan dalam kehidupan sehari-hari memberikan peluang penerapannya pada kegiatan praktikum di laboratorium. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif pelaporan praktikum yang dilakukan dalam bentuk laporan teori dibandingkan dengan laporan dalam bentuk video praktikum dengan menggunakan smartphone. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh pelaporan praktikum dalam bentuk video terhadap pemahaman konsep mahasiswa. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menyebar kuisioner kepada mahasiswa semester genap tahun ajaran 2017/2018 di Institut Teknologi Del. Diperoleh, pelaporan praktikum dengan menggunakan video praktikum lebih efektif dibandingkan dengan laporan teori. Kemudian penelitian ini juga menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan pada pemahaman konsep dan motivasi belajar mahasiswa.

Keywords
Video Praktikum, Laporan Praktikum, Evaluasi, Fisika Dasar

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/rVFBHxZqTC2d


Analisis Neutronik pada Reaktor Air Bertekanan 200 MWt Berbahan Bakar Thorium Nitrida (Th-U233)N dan Thorium-Plutonium Nitrida (Th-Pu-U233)N
Nurlina Azis (a*), Zaki Suud (a)

Show More

Corresponding Author
Nurlina Azis

Institutions
a) Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*nurlinaphysics[at]gmail.com

Abstract
Analisis neutronik pada reaktor air bertekanan 200 MWt berbahan bakar thorium nitrida (Th-U233)N dan thorium-plutonium nitrida (Th-Pu-U233) telah berhasil dilakukan. Reaktor air bertekanan/Pressurized Water Reactor (PWR) merupakan reaktor yang paling banyak digunakan di dunia saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan karakteristik neutronik dua jenis bahan bakar yaitu thorium nitrida dan campuran thorium-plutonium nitrida. Perhitungan neutronik dilakukan dengan menggunakan kode SRAC yang dikembangkan oleh JAERI dengan memanfaatkan data nuklida JENDL-4.0. Perhitungan sel bahan bakar menggunakan PIJ, kemudian hasil perhitungan sel tersebut digunakan pada perhitungan teras difusi multigrup dengan menggunakan kode CITATION. Hasil perhitungan neutronik menunjukkan bahwa bahan bakar campuran thorium-plutonium nitrida memiliki nilai faktor multiplikasi yang lebih besar dari pada bahan bakar thorium nitrida. Hal ini disebabkan karena adanya penambahan nuklida fisil Pu-239 dan Pu-241. Untuk analisis teras reaktor diperoleh bahwa konfigurasi bahan bakar dengan pengayaan yang lebih tinggi pada region terluar membuat distribusi daya yang dihasilkan menjadi lebih datar dibandingkan dengan konfigurasi teras homogen.

Keywords
PWR; Thorium Nitrida; Plutonium; Distribusi Daya

Topic
Energi

Link: https://ifory.id/abstract/HTQPyjagqd8L


Page 492 (data 14731 to 14760 of 15932) | Displayed in 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats