Indonesia Conference Directory


<< Back

Abstract Topic: Pembelajaran

Page 2 (data 31 to 60 of 248) | Displayed ini 30 data/page

IMPLEMENTASI BRAIN BASED LEARNING (BBL) DAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP
Teen November Manalu (a*), Sonya Fanny Tauran (b)

Show More

Corresponding Author
Teen November Manalu

Institutions
a) Program Studi Pendidikan Matematika
FKIP Universitas Advent Indonesia
Jl.Kolonel Masturi 288 Parongpong, Bandung Barat

b) Program Studi Pendidikan Matematika
FKIP Universitas Advent Indonesia
Jl.Kolonel Masturi 288 Parongpong, Bandung Barat

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh Brain Based Learning dengan siswa yang memperoleh Contextual Teaching and Learning. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII se- Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan untuk sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-D dan siswa kelas VII-E di SMP Negeri 1 Parongpong. Dari dua kelas tersebut, yang memperoleh Brain Based Learning adalah siswa kelas VII-D dan siswa kelas VII-E memperoleh Contextual Teaching and Learning. Desain dalam penelitian ini menggunakan studi komparatif untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh Brain Based Learning dengan siswa yang memperoleh Contextual Teaching and Learning. Uji statistik yang digunakan adalah Uji beda dua rata-rata yaitu uji t pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian yang diperoleh adalah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh Brain Based Learning dengan siswa yang memperoleh Contextual Teaching and Learning. Respon siswa terhadap Brain Based Learning adalah suka dan respon siswa terhadap Contextual Teaching and Learning adalah sangat suka.

Keywords
: Brain Based Learning, Contextual Teaching and Learning dan Kemampuan Koneksi Matematis.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/G7ZCyLnBrTcV


Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Dan Pendekatan Spiral Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama
Kartini Hutagaol dan Dame Lastri Sianturi

Show More

Corresponding Author
Dame Lastri Sianturi

Institutions
Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kolonel Masturi No.288, Parongpong, Bandung 40559 Indonesia
damelastri123[at]gmail.com

Abstract
Pada makalah ini akan diterangkan Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Dan Pendekatan Spiral Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa adalah salah satu kemampuan dasar pelajaran matematika. Namun kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah. Penelitian ini adalah studi komparatif bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dengan siswa yang memperoleh Pendekatan Pembelajaran Spiral; (2) respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dan Pendekatan Pembelajaran Spiral. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII se- Kabupaten Bandung Barat sedangkan untuk sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-A dan siswa kelas VII-B di SMP Negeri 2 Lembang. Hasil penelitian menunjukkan (1) dari dua kelas tersebut, siswa kelas A memperoleh model Team Assisted Individualization (TAI) sedangkan siswa kelas B memperoleh model Pendekatan Spiral sama-sama mengalami peningkatan dan peningkatannya sama-sama tidak signifikan; (2) bahwa siswa yang memperoleh pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dan Pendekatan Spiral menujukkan respon yang “sangat senang” terhadap model dan pendekatan yang diterapkan.

Keywords
Team Assisted Individualization (TAI), Pendektan Spiral dan Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/mgZ4nP69VXFR


IMPLEMENTASI MODEL SIKLUS BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH CALON GURU FISIKA
Ade Yeti Nuryantini, Ea Cahya Septia Mahen

Show More

Corresponding Author
Ea Cahya Septia Mahen

Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract
Makalah ini berisikan pemaparan hasil penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme calon guru fisika berupa penguasaan konsep pada materi kelistrikan dan sikap ilmiah mahasiswa calon guru Fisika di Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui model siklus belajar. Penelitian dilakukan di dua kelas yaitu kelas yang menggunakan model siklus belajar dibandingkan dengan model nonsiklus belajar (kelompok kontrol). Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara penguasaan konsep dan sikap ilmiah antara kelompok yang menggunakan model siklus belajar dibanding kelompok kontrol. Jika dilihat dari rata-rata penguasaan konsep kelistrikan dan rata-rata sikap ilmiah setelah diterapkan model siklus belajar, kelas yang menggunakan model siklus belajar lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.

Keywords
siklus belajar, pemahaman konsep, sikap ilmiah

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/R2pztTUWJHxh


Implementasi Pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Socioscientific Issues dalam Meningkatkan Kemampuan Pengambilan Keputusan Siswa
Haryanti Putri Rizal (a*), Parsaoran Siahaan (b), Galuh Yuliani (b)

Show More

Corresponding Author
Haryanti Putri Rizal

Institutions
Pendidikan IPA, Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Dr Setiabudi 229, Bandung 40154, Indonesia
*Haryantiputrirz[at]gmail.com

Abstract
Peneltian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran IPA terpadu berbasis Socioscientific Issues (SSI) dalam meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan siswa. Subjek penelitian adalah siswa SMP kelas VII di Kabupaten Sidenreng Rappang yang dipisahkan menjadi dua kelompok berdasarkan gender. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan desain one group pretest-postest. Data dikumpulkan dengan menggunakan soal tes kemampuan pengambilan keputusan mengenai isu pencemaran lingkungan, angket untuk menjaring respon siswa terhadap implementasi pembelajaran IPA berbasis SSI, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran serta pedoman wawancara guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran IPA terpadu berbasis SSI telah sesuai dengan pembelajaran yang direncanakan. Secara umum, kemampuan pengambilan keputusan siswa sebelum dan setelah implementasi pembelajaran IPA berbasis SSI meningkat dengan rata-rata N-gain sebesar 0,47 dengan kategori sedang dan tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pengambilan keputusan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. Guru dan siswa memberikan tanggapan positif terhadap implementasi pembelajaran IPA terpadu berbasis SSI. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA terpadu berbasis SSI dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan siswa.

Keywords
Pembelajaran IPA terpadu, socioscientific issues, pengambilan keputusan

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/89PY7CuZUmyM


IMPLEMENTASI PENDEKATAN ICARE (INTRODUCTION, CONNECTION, APPLICATION, REFLECTION, EXTENSION) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF
Carni, Johar Maknun, dan Parsaoran Siahaan

Show More

Corresponding Author
carni carni

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang peningkatan keterampilan berpikir kreatif pada siswa SMA kelas X sebagai dampak implementasi pendekatan ICARE pada materi listrik dinamis. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental. Desain penelitian one-group-pretest-posttest. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X di salah satu SMA Negeri di Jawa Barat yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan keterampilan berpikir kreatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa impelementasi pendekatan ICARE secara umum meningkat dengan kategori sedang. Hasil ini diindikasikan oleh rata-rata skor gain yang dinormalisasi keterampilan berpikir kreatif meningkat sebesar 0.52 dengan kategori sedang. Peningkatan keterampilan berpikir kreatif ini dikarenakan dilatihkan pada pendekatan ICARE pada tahap application.

Keywords
Pendekatan ICARE, Keterampilan Berpikir Kreatif, Listrik Dinamis

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/bwKYfDzAcjBV


IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE OF MURDER AND LEARNING OPEN-ENDED APPROACH TO IMPROVE STUDENT MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING SKILLS IN SENIOR HIGH SCHOOL
Lilies* dan Dra. Louise Saija

Show More

Corresponding Author
JEANDHIKA WIDI MAMARIMBING

Institutions
ADVENTIST UNIVERSITY OF INDONESIA

Abstract
This study aims to analyze (1) the difference in the improvement of mathematical problem solving ability among students who obtain MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review) cooperative learning model with students who obtain Open-Ended learning approach (2) The students response to the MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review) cooperative learning model and the Open-Ended learning approach. The samples of this study are the high school students of class X Perguruan Advent 1 Jakarta, majoring in social studies and science. The results showed that (1) the students� mathematical problem solving were improved, both in the students who are taught using MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review) cooperative learning model and those who are taught using Open-Ended learning approach, but the improvement difference was not significant (2) students who obtain MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review) cooperative learning model and students who obtain Open-Ended learning approach ended demonstrated an excellent response to the learning strategy they obtained.

Keywords
Mathematical Problem Solving Ability, the MURDER Cooperative Learning Model , The Open-Ended Learning Approach, and Student Response

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/FPzUaMt7TAd8


Inkorporasi Kegiatan Kelas dan Laboratorium Menggunakan Pengembangan Set Praktikum Fluida Dinamis untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa
Sifa Alfiyah*, Fauzi Bakri, dan Raihanati

Show More

Corresponding Author
SIFA ALFIYAH

Institutions
Universitas Negeri Jakarta

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan set praktikum fluida dinamis sebagai media pembelajaran fisika SMA kelas XI yang mengintegrasikan kegiatan kelas dan laboratorium dalam pencapaian meningkatkan pemahaman materi ajar fluida dinamis kepada siswa. Penelitian dilakukan di SMA N 81 Jakarta, SMA N 89 Jakarta, dan SMA N 115 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan, metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada proses penelitian pengembangan Dick and Carey. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu (1) mengkaji tuntutan standar kurikulum 2013, (2) perancangan media dan pembuatan, uji keterbacaan atau uji skala kecil, pengembangan, dan uji tenaga ahli (3) tahap implementasi, diuji cobakan terhadap guru Fisika dan siswa SMA kelas XI kedalam kegiatan belajar mengajar. Instrumen penilaian menggunakan skala Likert. Hasil pengembangan set praktikum fluida dinamis menghasilkan alat yang terdiri dari tangki besar lubang kecil (TBLK) diameter lingkar dalam 0,8 cm dan 1,6 cm sebanyak lima lubang dengan variasi ketinggian, TBLK diameter lingkar dalam 0,8 cm dengan variasi sudut 20,5o dan 30o sebanyak lima lubang dengan variasi ketinggian, venturimeter dengan manometer yang berisikan fluida minyak, venturimeter tanpa manometer, bak tampung fluida besar, manual book dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Hasil uji set praktikum fluida dinamis terhadap tenaga ahli, guru, dan siswa memperoleh tingkat penilaian yang sangat baik yaitu berada pada rentang interpretasi skor 81-100%. Hasil uji pelaksanaan inkorporasi kegiatan kelas dan laboratorium di dalam pembelajaran menunjukan pengaruh positif terhadap pemahaman siswa.

Keywords
Set Praktikum Fluida Dinamis, Penelitian dan Pengembangan, Pembelajaran Fisika SMA Kelas XI.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/bTdMB6u9y2Qf


Inovasi Modul Pembelajaran Kimia dan Penerapan Metode Demonstrasi dengan Media Animasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pengajaran Hidrolisis Garam
Dimas Frananta Simatupang (a*) dan Manihar Situmorang (b)

Show More

Corresponding Author
Dimas Frananta Simatupang

Institutions
a) Jurusan Kimia, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*dimahozeo[at]gmail.com

b) Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Medan
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, Medan 20221, Indonesia

Abstract
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh model perlakuan dengan pengembangan inovasi modul pembelajaran kimia dan metode demonstrasi dengan bantuan media macromedia flash animation untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pengajaran hidrolisis garam. Sampel yang digunakan adalah buku kimia kelas XI, para guru dan dosen FMIPA UNIMED dan siswa/i kelas XI SMAN 1, Methodist 1 dan Santo Thomas 1 Medan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Penelitian diawali dari analisis empat buku kimia bilingual kemudian dikembangkan menjadi inovasi modul pembelajaran yang telah distandarisasi oleh dosen, guru dan siswa kelas internasional SMAN 1 Medan lalu diujicobakan. Instrumen terdiri dari kuesioner dan 20 soal pilihan ganda yang valid dan layak uji. Uji normalitas menunjukkan pada kelas eksperimen X2hitung < X2tabel, 8,53 < 11,07 dan kelas kontrol 6,63 < 11,07 kemudian untuk uji homogenitas Fhitung < Ftabel (1,27 < 1,47) dan disimpulkan bahwa data terdistribusi normal dan homogen. Hasil menunjukkan bahwa model perlakuan ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengamati rataan tes pada kelompok atas dan bawah kelas eksperimen (84,33 dan 78,83) lebih tinggi dari kelas kontrol (70,67 dan 70,67). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa pada kelompok atas thitung > ttabel, 5,36 > 1,32 dan kelompok bawah 4,32 > 1,32. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model perlakuan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Keywords
inovasi modul pembelajaran, metode demonstrasi, hasil belajar, hidrolisis garam

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/MupZULPkDcFT


Integrasi Media Integrated Real-life Video and Animation (IRVA) dalam Pembelajaran Fisika Berbasis Konstruktivis untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep
Silka Abyadati*, Dadi Rusdiana, Enjang A. Juanda

Show More

Corresponding Author
silka abyadati

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Kesan menghafal rumus masih tersirat pada pembelajaran Fisika SMA yang menyebabkan siswa merasa sulit untuk mempelajari konsep Fisika. Timbulnya kesan yang kurang mendukung ini dapat diatasi dengan melakukan pembelajaran Fisika dengan menghadirkan fenomena kehidupan sehari-hari maupun memanfaatkan teknologi komputer yang efektif dan efisien. Proses menunjukkan contoh fenomena sehari-hari akan membantu siswa dalam membangun konsep (konstruksi) materi Fisika yang dipelajari. Penggunaan media Integrated Real-life Video and Animation (IRVA) dalam pembelajaran Fisika berbasis konstruktivis dilakukan untuk membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar penguasaan konsep materi Dinamika Rotasi. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol, dimana media IRVA akan diterapkan di dalam kelas eksperimen. Namun, keduanya belajar dengan tahapan model belajar konstruktivis yang sama yaitu Interpretation Construction (ICON). Dari hasil pretest dan posttest menunjukkan terdapat peningkatan (N-gain) sebesar 0,47 pada kelas eksperimen dan 0,21 pada kelas kontrol. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu tentang media berbantuan komputer yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fisika. Integrasi media IRVA dengan model ICON dapat membantu konstruksi konsep materi Dinamika Rotasi sehingga siswa dapat menguasai konsep Fisika dengan lebih baik.

Keywords
integrated real-life video and animation, konstruktivis, penguasaan konsep

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/x62rTFVhGuaz


INTEGRASI STRATEGI PEER INSTRUCTION KE DALAM MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI AJAR SISWA SMA
Iip Suparna(a*), Agus Setiawan (b), Didi Teguh Chandra (c)

Show More

Corresponding Author
IIP SUPARNA

Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
iipsuparna90[at]gmail.com

Abstract
Pembelajaran sains seperti fisika harus menjadikan pebelajar memiliki kemampuan memahami materi ajar fisika yang sangat diperlukan dalam kemajuan sains di Indonesia. Untuk itu diperlukan inovasi model pembelajaran yang dapat memenuhi tuntunan tersebut, salah satunya adalah model pembelajaran lerning cycle 7E yang diintegrasikan dengan strategi peer instruction. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang peningkatan kemampuan memahami materi ajar pada siswa SMA kelas XI sebagai dampak implementasi learning cycle 7E integrasi peer instruction pada materi fluida statis. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain penelitian control-group-pretest-postest. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Majalengka provinsi Jawa Barat yang dipilih secara acak kelas melalui pengundian. Analisis data dilakukan dengan uji-t, yang didahului dengan uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman materi ajar siswa yang menggunakan pembelajaran learning cycle 7E integrasi peer instruction lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran learning cycle 7E. Hasil ini diindikasikan oleh rata-rata skor gain yang dinormalisasi kemampuan memahami materi ajar meningkat sebesar 0,43 dengan kategori sedang.

Keywords
peer instruction, learning cycle 7E, pemahaman materi ajar, fluida statis

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/n9tw8zANxjeq


Integrasi Student Generated Representations (SGRs) dalam model Learning cycle 5E untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA
Endang Sulastri

Show More

Corresponding Author
Endang Sulastri

Institutions
sekolah pasca sarjana Universitas Pendidikan Indonesia,
jurusan Pendidikan Fisika

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pengintegrasian Student Generated Representations (SGRs) dalam meningkatkan keterampilan proses siswa SMA serta melihat konsistensi strategi yang digunakan pada sampel yang berbeda. Sehingga digunakan suatu desain penelitian yang disebut counter balanced. Pada pembelajaran pertemuan 1 dan pertemuan 2, kelas eksperimen (kelas A) memperoleh skor rata-rata n-gain yang lebih besar dibandingkan kelas kontrol (kelas B). Pada pertemuan selanjutnya yaitu pertemuan 3 dan pertamuan 4, dilakukan pertukaran pembelajaran yang diterapkan. Hasilnya diperoleh bahwa rata-rata n-gain pada kelas eksperimen (kelas B) lebih besar dibandingkan dengan skor rata-rata n-gain pada kelas kontrol (kelas A). Sehingga pengintegrasian strategi SGRs konsiten dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Sedangkan untuk setiap aspek keterampilan proses sains yang diukur secara umum meningkat dengan kategori peningkatan yang berbeda-beda setiap aspek. Rata-rata peningkatan aspek pemahaman konsep adalah 20,6 yang termasuk dalam kategori rendah. Dengan demikian pengintegrasian SGRs dalam Learning Cycle 5E memberikan dampak positif terhadap keterampilan proses sains siswa khususnya pada materi suhu dan kalor meskipun peningkatannya hanya dalam kategori rendah.

Keywords
keterampilan proses sains, SGRs, Learning Cycle 5E

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/fWZ3PQFH4NMV


INVESTIGASI PEMAHAMAN MAKNA FISIS MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA TERHADAP BEBERAPA BESARAN, KONSTANTA DAN KOEFISIEN FISIKA
Andi Suhandi, Yuyu R. Tayubi dan Maulana Achmad

Show More

Corresponding Author
Andi Suhandi

Institutions
Departemen Pendidikan Fisika FPMIPA UPI, Jl. Dr. Setiabudhi 229 Bandung

Abstract
Telah dilakukan penelitian investigatif untuk mendapatkan gambaran tentang pemahaman makna fisis mahasiswa Pendidikan Fisika terhadap beberapa besaran, konstanta dan koefisien fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang dilakukan terhadap para mahasiswa pendidikan fisika baik program strata satu maupun strata dua. Jumlah responden penelitian adalah sebanyak 20 orang mahasiswa S1 dan 15 orang mahasiswa S2 Pendidikan Fisika pada salah satu LPTK di Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik interviu dengan bantuan pedoman interviu. Hasil investigasi menunjukkan bahwa pada umumnya (85%) mahasiswa strata satu dan sebagian besar (67%) mahasiswa strata dua belum memiliki pemahaman makna fisis yang baik terhadap beberapa besaran, konstanta dan koefisien fisika, yang mereka tampilkan masih sebatas ungkapan verbal dari pernyataan matematis terkait besaran, konstanta dan koefisien fisika yang ditinjau. sebagian contoh ketika mereka ditanya makna fisis dari konstanta kalor jenis, kebanyakan diantara responden menyatakan jumlah kalor yang diperlukan untuk meningkatkan suhu zat yang bermassa satu kilogram sebesar satu derajat celcius, dan hanya segelintir mahasiswa yang menyatakan tingkat kesukaran suatu zat untuk meningkat suhunya ketika dipanaskan. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah perlu dilakukan pembenahan dalam proses perkuliahan yang lebih diorientasikan pada penanaman pemahaman konten yang mendalam, karena mereka merupakan calon guru fisika.

Keywords
Investigasi, Pemahaman makna fisis, Besaran fisika, Konstanta fisika, Koefisien fisika

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/QFtxaq7feG89


KAJIAN HASIL PELAKSANAAN PELATIHAN PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI BAGI GURU SD DI KABUPATEN PONOROGO TAHUN 2018
Lintang Ratri Prastika (a*), Lukman Nulhakim (a), dan Lili Indarti (a,b)

Show More

Corresponding Author
Lintang Ratri Prastika

Institutions
a)SEAMEO Regional Cantre for QITEP in Science,
Jl. Diponegoro no. 12 Bandung, Indonesia, 40115
*lintang.seaqis[at]gmail.com
b)Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan IPA,
Jl. Diponegoro no. 12 Bandung, Indonesia, 40115

Abstract
Pada tahun 2018 SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science (SEAQIS) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo melaksanakan Pelatihan Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri bagi guru SD di Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini merupakan salah satu bagian dari proses pengembangan program pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan di SEAQIS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelatihan dan respon peserta terhadap pelatihan yang telah dilaksanakan. Metode penelitian lemah the one-group pretest-post-test design dan pengambilan sampel penelitian secara purposive digunakan dalam penelitian ini. Jumlah sampel adalah 29 orang yang merupakan guru SD peserta pelatihan. Instrument penelitian berupa instrument soal tes untuk mengetahui efektifitas pelatihan, dan kuesioner untuk mengetahui respon guru terhadap pelatihan. Menggunakan analisis data gain ternormalisasi milik Hake, diperoleh nilai efektifitas pelatihan sebesar 0.38 yang berarti pelaksanaan pelatihan cukup efektif untuk meningkatkan pengetahuan peserta terkait materi pelatihan. Sedangkan respon guru diolah secara persentase dan grafik, diperoleh hasil rata-rata 56% peserta menilai sangat baik terhadap proses pelatihan dan rata-rata sebanyak 68% peserta menilai sangat baik pada performa fasilitator selama pelatihan. Berdasarkan hasil tersebut pelatihan yang dilaksanakan sudah dinilai baik oleh para peserta namun perlu dilakukan pengembangan program pelatihan lanjutan sehingga para guru peserta pelatihan berikutnya akan lebih memahami tentang model pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran IPA.

Keywords
Pelatihan Guru, Inkuiri

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/63dNRLMYFPwK


Kajian Literatur Bahan Ajar Pertidaksamaan Linear Satu variabel Berbasis PMRI Level Higher Order Thinking Skills Sekolah Menengah Pertama
Titin Riyanti(*)

Show More

Corresponding Author
Titin Riyanti

Institutions
(*) Program Pascasarjana Pendidikan Matematika
Universitas Sriwijaya
Palembang
Jalan Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139
titinriyanti1[at]gmail.com

Abstract
Untuk menghadapi tantangan masa depan dalam persaingan global yang selalu berubah dan tidak pasti seseorang dituntut untuk menggunakan kemampuan berpikir tingkat tingginya (Higher Order Thinking Skills atau HOTS). HOTS tersebut seharusnya ada dan berkembang pada diri siswa di Indonesia sebagai bekal mereka dalam menyonsong era global, kemajuan teknologi dan bangkitnya industri kreatif di masa depan (Kemendikbud, 2013). Menurut Susanti (2014) Pendidikan dan pembelajaran adalah salah satu alternatif yang dapat mengembangkan HOTS siswa, melalui pemberian materi pelajaran berupa bahan ajar. Namun, bahan ajar yang beredar saat ini kurang mengembangkan HOTS siswa. Maka dari itu, makalah ini bertujuan untuk mengkaji literatur yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar pertidaksamaan linear satu variabel berbasis PMRI level HOTS. Hasil kajian tersebut antara lain (1) Buku yang berisikan materi pertidaksamaan linear satu variabel level HOTS, seharusnya pada tujuan pembelajaran siswa diarahkan memberikan alasan dari jawaban (menganalisis), siswa diarahkan menjelaskan ketepatan jawaban melalui pengecekan ulang (mengevaluasi) dan siswa diarahkan merancang permasalahan dan pertanyaan baru (menciptakan); (2)Selain itu, buku tersebut juga memuat karakteristik dan prinsip PMRI yang meliputi berisikan masalah konstektual, memunculkan interaktivitas, melibatkan model, melibatkan konstribusi siswa, teritegrasi dengan topik pembelajaran lain, siswa diberi kesempatan mengungkapkan gagasan, pengenalan topik matematika dan siswa aktif membangun sendiri model matematika.

Keywords
Bahan Ajar, HOTS, PMRI

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/uP9bypG3FM2A


Kajian Meta-Analisis Penelitian Tindakan Kelas Skripsi Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA UNIMA
Alfonds Andrew Maramis (a,b*)

Show More

Corresponding Author
Alfonds Andrew Maramis

Institutions
a) Jurusan Biologi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Manado (UNIMA),
Kampus UNIMA di Tondano, Minahasa, Indonesia, 95618
*alfondsmaramis[at]unima.ac.id
b) Laboratorium Microteaching,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Manado (UNIMA),
Kampus UNIMA di Tondano, Minahasa, Indonesia, 95618

Abstract
Meta-analisis adalah suatu penelitian tentang hasil-hasil penelitian sejenis, yang mengintegrasikan atau mensintesiskan temuan penelitian. Dalam penelitian ini, kajian meta-analisis dilakukan untuk mengintegrasikan dan/atau mensintesis temuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) skripsi mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, UNIMA. Dari pendokumentasian awal ditemukan cukup banyak penelitian PTK yang telah dihasilkan, sehingga dipandang perlu untuk melakukan sintesis terhadap hasil-hasilnya. Tujuan dari penelitian ini, yaitu: (1) untuk memberikan gambaran umum tentang hasil-hasil PTK skripsi mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA UNIMA; (2) untuk menganalisis ketepatan prosedur PTK yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pengajaran Biologi; dan (3) untuk menganalisis sejauh mana PTK telah menimbulkan peningkatan kualitas pengajaran di sekolah-sekolah yang menjadi tempat penelitian skripsi mahasiswa. Penelitian ini merupakan studi dokumentasi yang menganalisis 29 penelitian PTK skripsi mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNIMA. Prosedur penelitian mengadaptasi metode sintesis kualitatif (meta-analisis kualitatif) dari Gall et al. (2003). Penelitian skripsi PTK telah menghasilkan peningkatan kualitas pengajaran di sekolah-sekolah yang menjadi tempat penelitian skripsi mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, UNIMA. Ini terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa di kelas yang diberi tindakan pembelajaran sesuai langkah-langkah PTK.

Keywords
Sintesis hasil-hasil PTK, meta-analisis kualitatif

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/F2ZXCkDxUf4g


Kajian Meta-Analisis Studi Korelasional Kecerdasan Emosional dan Prestasi Akademik Peserta Didik
Mozes Markus Wullur (a), Alfonds Andrew Maramis (b*)

Show More

Corresponding Author
Alfonds Andrew Maramis

Institutions
a) Program Studi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Manado (UNIMA), Jl. Kampus FIP UNIMA di Kaaten, Matani I, Tomohon, Indonesia, 95445
b) Laboratorium Microteaching, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Manado (UNIMA), Kampus UNIMA di Tondano, Minahasa, Indonesia, 95618
*alfondsmaramis[at]unima.ac.id

Abstract
Kecerdasan intelektual saja tidak memberikan persiapan bagi individu untuk menghadapi gejolak, kesempatan, ataupun kesulitan-kesulitan dalam kehidupan. Pada umumnya, siswa yang prestasi sekolahnya buruk, tidak memiliki satu atau lebih unsur-unsur kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis sejumlah penelitian yang mengkaji keterkaitan antara kecerdasan emosional dengan prestasi akademik peserta didik. Penelitian ini menggunakan teknik meta-analisis. Meta-analisis dilakukan terhadap 13 penelitian tentang kecerdasan emosional dan prestasi akademik peserta didik. Hasil meta-analisis memperkuat pembuktikan oleh masing-masing penelitian, bahwa kecerdasan emosional mempunyai hubungan yang positif dengan prestasi akademik peserta didik.

Keywords
Meta-analisis, kecerdasan emosional, prestasi akademik peserta didik

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/87M4Z9hAVfFW


Karakteristik Program Perkuliahan Fisika Dasar Untuk Mahasiswa Calon Guru Matematika di Salah Satu LPTK Kota Cirebon
Dede Trie Kurniawan*, Andi Suhandi, Ida Kaniawati, Dadi Rusidana

Show More

Corresponding Author
Dede Trie Kurniawan

Institutions
* Mahasiswa S-3 Program Studi Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
dhe3kurniawan[at]gmail.com atau dedetriekurniawan[at]fkip-unswagati.ac.id

Abstract
Pada makalah ini dipaparkan bagaimana seharusnya perkuliahan fisika dasar diberikan untuk calon guru matematika dalam upaya pemenuhan kompetensi literasi matematikanya. Menurut NCTM (National Council Of Teacher Of Mathematics) tahun 2014 Kompetensi calon guru matematika harus memiliki kemampuan pemecahan masalah, komunikasi, penalaran inferensi logika, koneksi dan representasi. Matakuliah Fisika dasar bisa menjadi penyedia untuk pengasahan kompetensi penalaran inferensi logika dan representasi. Sayangnya perkuliahan fisika untuk calon guru matematika selama ini lebih banyak dipandang sebagai bentuk pengetahuan daripada sebagai bentuk cara berpikir atau cara menyelidiki dalam pengasahan literasi matematika. Hal inilah yang menyebabkan hasil perkuliahan fisika belum menunjukan kebermanfatan yang signifikan terhadap kompetensi calon guru matematika. Hal ini terlihat pada hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan pada tahun 2013 terungkap bahwa kemampuan interpretasi data mahasiswa calon guru matematika di perguruan tinggi swasta �x� cirebon berada dalam kategori rendah yaitu sebesar 47.1 Persen. Dari Seluruh mahasiswa tingkat I, Hanya 34.8 Persen mahasiswa yang sudah dapat menyelesaikan soal tingkat C4 untuk keterampilan berpikir Analisis disalah satu konsep fisika yang diujiankan. Untuk itu Perlu suatu pemikiran dan pengembangan mata kuliah fisika yang khusus diberikan kepada mahasiswa calon guru matematika dalam upaya memenuhi literasi matematiknya. Penulisan makalah ini bertujuan untuk mamaparkan upaya mengembangkan dan menganalisis model perkuliahan fisika dasar dalam meningkatkan kemampuan inferensi logika dan representasi matematik calon guru matematika. Hingga saat ini belum adanya pengkajian dan penelitian yang mendalam mengenai perkuliahan fisika dasar untuk calon guru matematika yang terpublikasi luas baik di indonesia maupun internasional. Oleh karena itu, peneliti berminat untuk mengembangkan struktur perkuliahan, bahan ajar digital dan metode perkuliahan yang tepat untuk membekali kemampuan inferensi logika dan representasi matematik mahasiswa calon guru matematika. Hasil Pengembangan ini diharpakan dapat dipakai dan menjadi rujukan bagi LPTK lain yang mempersiapkan calon guru matematika melalui perkuliahan fisika dasar. Makalah ini merupakan hasil studi pendahuluan dan telaah pustaka akan program pengembangan yang akan peneliti lakukan mengenai perkuliahan fisika dasar untuk calon guru matematika di salah satu Lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) kota cirebon.

Keywords
Fisika dasar, Calon guru matematika, LPTK

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/AMTpRUHPvyWc


KEMAMPUAN GURU FISIKA SMA DALAM MENGKONSTRUKSI INSTRUMEN EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN FISIKA: STUDI KASUS PADA HASIL PEMBELAJARAN RANAH KOGNITIF
Wahyudin Arif, Andi Suhandi, Agus Setiawan, Ida Kaniawati

Show More

Corresponding Author
Wahyudin Arif

Institutions
Prodi S3 Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana UPI, Jl. Dr. Setiabudhi 229 Bandung

Abstract
Telah dilakukan penelitian deskriptif untuk mendapatkan gambaran tentang kemampuan guru-guru fisika SMA dalam mengkonstruksi instrumen evaluasi hasil pembelajaran fisika khususnya pada hasil pembelajaran ranah kognitif serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang dilakukan terhadap para guru fisika SMA di salah satu kabupaten di Jawa Barat. Jumlah sampel penelitian sebanyak 32 orang guru dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar serta gender yang berbeda. Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah berupa tes kemampuan mengkonstruksi instrumen tes hasil pembelajaran fisika pada domain kognitif serta angket pengetahuan dan pemahaman guru terhadap berbagai aspek dan indikator domain kognitif serta pembekalan keterampilan mengkonstruksi butir-butir instrumen tes hasil pembelajaran fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak satupun guru yang menjadi sampel penelitian ini (0%) yang berda pada level kemampuan tinggi dalam mengkonstruksi butir instrumen tes hasil pembelajaran, hanya sebagian kecil (18,75%) berada dalam level kemampuan sedang, dan sebagian besar guru (81,25%) berada pada level kemampuan rendah. Rendahnya kemampuan guru dalam mengkonstruksi instrumen tes terkait dengan berbagai faktor. Berdasarkan data angket diperoleh gambaran bahwa sebagian besar responden tidak mengetahui secara utuh aspek dan indikator hasil pembelajaran ranah kognitif, sebagian dari responden tidak memiliki pemahaman yang baik terhadap aspek dan indikator domain kognitif yang diketahuinya. Keadaan ini sangat erat kaitannya dengan kurangnya pembekalan kemampuan mengkonstruksi instrumen tes yang mereka terima baik pada saat mereka menempuh pendidikan formal calon guru maupun pada saat mereka sudah bertugas menjadi guru.

Keywords
Konstruksi Instrumen Tes, domain kognitif, Guru Fisika

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/mcpkyV4hQ2dX


Kemampuan Kognitif Siswa Higher dan Lower dalam Pembelajaran Fisika di SMA dengan Teknik Take Away
Asep Sutiadi

Show More

Corresponding Author
Asep Sutiadi

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Teknik pembelajaran take away dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa dalam melakukan pembelajaran mandiri, baik sebelum maupun setelah pembelajaran di kelas. Teknik take away bukan metode atau model pembelajaran, sehingga pelaksanaannya ditempelkan pada metode atau model pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam penelitian ini, teknik take away dipadukan dengan metode eksperimen. Tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah memperoleh informasi tentang siswa SMA berkemampuan kognitif tinggi (higher) dan siswa berkemampuan kognitif rendah (lower) setelah dikenai perlakuan pembelajaran fisika menggunakan metode eksperimen yang dipadukan dengan teknik take away. Partisipan adalah siswa SMA dari cluster pertama sebanyak 38 orang dan siswa SMA dari cluster ketiga sebanyak 33 orang. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one-group pretest-postest. Data dikumpulkan menggunakan tes uraian, angket, dan observasi. Data diolah menggunakan n-gain dan persentase. Hasil penelitian menginformasikan bahwa (i) peningkatan kemampuan kognitif siswa kelompok higher berada pada katagori sedang dengan n-gain sebesar 0,62; (ii) peningkatan kemampuan kognitif siswa kelompok lower berada pada katagori tinggi dengan n-gain sebesar 0,71; (iii) respon siswa terkait pembelajaran cenderung positif. Kesimpulannya adalah teknik take away lebih bermakna dan bermanfaat digunakan pada kelompok siswa berkemampuan kognitif rendah (lower) seperti saran teori.

Keywords
kemampuan kognitif, teknik take away

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/FTyL73G9mCKh


Kemampuan Pemecahan Masalah pada Konsep Konduktivitas Panas
Nurjannah1,a), Agus Setiawan2,b), Dadi Rusdiana3,c) dan Muslim3,d)

Show More

Corresponding Author
Nurjannah Nurjannah

Institutions
1Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia, 40154

2Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia, 40154


3Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia, 40154

a) nurjannah_hatu[at]student.upi.edu (corresponding author)
b) agus_setiawan[at]upi.edu
c) ) dadirusdiana[at]upi.edu
d) ) muslim[at]upi.edu

Abstract
Kami telah menyelidiki kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pada konsep konduktivitas panas. Kemampuan pemecahan masalah penting untuk diselidiki karena mahasiswa memerlukannya untuk menghadapi masalah fisika di dalam kelas dan menghadapi masalah diluar kelas khususnya terkait aplikasi konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari. Masalah konsep konduktivitas panas telah diberikan kepada 20 mahasiswa calon guru fisika yang terdaftar di matakuliah Fisika Dasar I. Hasil tes dianalisa dengan metode kualitatif. Analisis data secara umum difokuskan pada kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah konsep konduktivitas panas. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pada konsep konduktivitas panas adalah masih pada kategori rendah.

Keywords
Kemampuan Pemecahan Masalah, Konsep Konduktivitas Panas

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/nMrkjuPBdzFv


KEMAMPUAN PENALARAN SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE KELAS XI SMA NEGERI 1 INDERALAYA
Desmauli Pariangan

Show More

Corresponding Author
desmauli pariangan

Institutions
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan penalaran dan aktivitas siswa pada pembelajaran fisika dengan teknik pembelajaran Think-Talk-Write di kelas XI IPA 1 SMA N 1 Inderalaya. Penelitian dilaksanakan dengan enam kali pertemuan dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Inderalaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan observasi. Tes digunakan untuk melihat hasil belajar belajar siswa setelah proses pembelajaran sedangkan observasi untuk mengetahui aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terjadi peningkatan nilai pre-test dan post-test siswa dengan rata-rata nilai pre-test 20,9 dan 78,03 untuk post-test. Perbedaan skor pre-test dan post-test tersebut dikonversikan dalam kategori keefektifan bedasarkan interpretasi nilai gain ternormalisasi dan diperoleh rata-rata nilai gain ternormalisasi dalam kategori tinggi yaitu 0,9. Berdasarkan hasil analisis jawaban siswa 15,625% siswa berada pada tingkat penalaran Near Functional, 81,25% siswa pada tingkat penalaran functional dan 3,125% pada pada tingkat penalaran Expert. Dari hasil observasi aktivitas pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung minat siswa sudah muncul untuk belajar dan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sangat aktif selama proses pembelajaran dengan rata-rata persentase aktivitas siswa yaitu 80,5% dan 19,5% kategori aktif. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini bahwa pembelajaran Fisika menggunakan teknik pembelajaran Think-Talk-Write memberikan peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan disimpulkan rata-rata tingkat penalaran siswa di kelas XI IPA 2 SMA N 1 Inderalaya berada pada tingkat penalaran Functional.

Keywords
Penalaran, Think-Talk-Write

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/zb3B78Yep4Er


Kesalahan Penalaran Analogi Siswa Dalam Memecahkan Masalah Nilai Maksimum
I Gede Beni Manuaba, Akbar Sutawidjaja, Hery Susanto

Show More

Corresponding Author
I Gede Beni Manuaba

Institutions
Universitas Negeri Malang

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penalaran analogi siswa dalam memecahkan masalah nilai maksimum. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMA pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah dan wawancara. Tes terdiri dari dua soal penentuan nilai maksimum yaitu masalah sumber dan masalah target yang saling analog. Data dianalisis sesuai dengan tahapan proses penalaran analogi dalam memecahkan masalah. Hasil analisis data menunjukan bahwa kesalahan penalaran analogi siswa terjadi pada proses pemahaman struktur masalah sumber, pada proses identifikasi kesesuaian antara masalah target dengan masalah sumber, dan pada proses adaptasi struktur masalah sumber untuk memecahkan masalah target.

Keywords
kesalahan penalaran analogi, pemecahan masalah, masalah sumber, masalah target

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/FEL3qNtpTWZn


Keterampilan berpikir kreatif siswa melalui eksperimen berbasis predict observe explain pada pembuatan gel pembersih tangan
Riska Prihatin

Show More

Corresponding Author
Riska Prihatin

Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil keterampilan berpikir kreatif siswa melalui eksperimen berbasis predict observe explain pada pembuatan gel pembersih tangan. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 SMAN 10 Bandung yang berjumlah 37 siswa dan dibagi ke dalam 7 kelompok. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi siswa, lembar observasi guru, lembar observasi presentasi dan lembar kerja siswa. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada indikator lancar mengungkapkan gagasan-gagasannya, rata-rata keterampilan berpikir kreatif siswa berada pada level 1 dengan kategori kurang kreatif. Sedangkan pada indikator mempunyai banyak gagasan mengenai suatu masalah, memiliki cara berpikir lain daripada yang lain, merancang suatu rencana kerja dari gagasan yang tercetus, mempunyai alasan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mencapai suatu keputusan, menentukan pendapat sendiri mengenai suatu hal serta pada indikator menyelesaikan suatu masalah biasanya dengan memikirkan macam-macam cara yang berbeda untuk menyelesaikannya, rata-rata keterampilan berpikir kreatif siswa berada pada level 2 dengan kategori cukup kreatif. Dan pada indikator dapat dengan cepat melihat kesalahan atau kekurangan pada suatu objek atau situasi, rata-rata keterampilan berpikir kreatif siswa berada pada level 3 dengan kategori kreatif.

Keywords
eksperimen, keterampilan berpikir kreatif, predict observe explain

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/6h49YvZtkpeJ


KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA MELALUI MODEL ACTIVITY BASED LEARNING
Adam Malik*, Yudi Dirgantara, dan Anisa Wuri Handayani

Show More

Corresponding Author
Adam Malik

Institutions
Prodi Pendidikan Fisika Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract
Studi pendahuluan yang dilakukan di SMK Negeri 6 Bandung menunjukkan bahwa pembelajaran fisika di kelas dilaksanakan dengan metode ceramah dan terkadang diskusi, kegiatan praktikum hampir tidak pernah dilaksanakan, dengan menempatkan siswa sebagai objek pasif yang perlu diberi pengetahuan, bukan sebagai subjek aktif yang membangun pengetahuannya sendiri. Hal tersebut menyebabkan keterampilan generik sains siswa tidak terlatih. Salah satu upaya untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran sekaligus mengembangkan keterampilan generik sainsnya melalui penerapan model Activity Based Learning. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Activity Based Learning dan peningkatan keterampilan generik sains siswa setelah diterapkan model Activity Based Learning pada materi Fluida Dinamis. Populasi dalam penelitian ini kelas X SMK Negeri 6 Bandung yang berjumlah 24 kelas. Pemilihan sampel dilakukan dengan random sampling dan yang terpilih kelas X TAV 2. Metode penelitian yang digunakan adalah pre experiment dengan desain penelitian one-group pretest-posttest. Keterlaksanaan pembelajaran diukur dengan lembar observasi dan keterampilan generik sains siswa diukur dengan soal pilihan ganda beralasan. Secara keseluruhan, persentase keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa dengan menggunakan model Activity Based Learning untuk ketiga pertemuan adalah 89,6% dengan kategori sangat baik dan terdapat peningkatan keterampilan generik sains siswa dengan N-gain sebesar 0,56 berkategori sedang. Dengan demikian, model Activity Based Learning dapat dijadikan sebagai salah satu model untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa.

Keywords
Keterampilan generik sains, Activity Based Learning

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/f7PkGJ8CwtmW


Keterkaitan antara Strategi Metakognisi Siswa dan Kemampuan Berpikir Kritisnya dalam Pembelajaran Biologi
Dian Anggriani Melinda* dan Ana Ratna Wulan

Show More

Corresponding Author
DIAN ANGGRIANI MELINDA

Institutions
SMAN3 SUMEDANG*
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk menggali keterkaitan antara strategi metakognisi dan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi. Data di dalam penelitian ini digali melalui kuesioner tentang strategi metakognisi yang biasa digunakan oleh siswa dan tes kemampuan berpikir kritis yang dikaitkan dengan materi pembelajaran konsep sistem koordinasi. Penelitian ini melibatkan 135 orang siswa dari 5 SMA/MA yang telah menerapkan kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan salah satu bagian dari penelitian yang mengungkap mengenai peran guru dalam mengembangkan strategi metakognisi siswa dan kaitannya dengan kemampuan berpikir kritis siswanya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan yang kuat antara strategi metakognisi siswa dengan kemampuan berpikir kritisnya di mana semakin terbiasa siswa menggunakan strategi metakognisi maka semakin tinggi pula nilai kemampuan berpikir kritisnya. Hasil penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pengembangan metakognisinya.

Keywords
strategi metakognisi, kemampuan berpikir kritis, pembelajaran biologi, sistem koordinasi

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/UcPgKMYHFtbG


Konsep Fisika dalam Gerak Permainan Roket Air
Fairusy Fitria Haryani, Dian Fitrasari, Rizki Amaliah, Sparisoma Viridi

Show More

Corresponding Author
Fairusy Fitria Haryani

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Roket air merupakan salah satu jenis mainan edukatif yang menarik untuk dikaji. Karena meskipun prinsip dasarnya sederhana, yaitu menggunakan air dan udara sebagai gaya dorong, namun analisis gerak pada tiap fasenya cukup rumit. Perumusan analisis gerak roket air melibatkan kajian termodinamika, fisika mekanika, dan algoritma integrasi numerik Euler. Asumsi utama dalam analisis geraknya yaitu gas bersifat gas ideal dan adiabatis. Berdasarkan hasil data yang didapatkan akan dijelaskan pengaruh variasi input parameter fraksi volume terhadap gerak roket air.

Keywords
Roket Air, fraksi volume,

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/meRTHxVCWjAf


Konsep Garis Singgung pada Kurva
Vita Deviantri (a*), Hendra Gunawan (b)

Show More

Corresponding Author
Vita Deviantri

Institutions
a*) Program Studi Magister Pengajaran Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*deviantoritori[at]gmail.com

b) Kelompok Keahlian Analisis dan Geometri, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia

Abstract
Makalah ini mengkaji sejumlah definisi garis singgung pada kurva untuk mengetahui apakah definisi tersebut telah disusun secara tepat. Definisi-definisi yang akan dikaji terlebih dahulu dikelompokkan ke dalam tiga pendekatan, yakni pendekatan geometri dasar, analisis, dan pendekatan yang lebih umum. Berdasarkan kajian definisi tersebut, makalah ini juga mengusulkan definisi baru garis singgung pada kurva, namun masih dapat dipelajari oleh siswa SMA.

Keywords
Garis Singgung, Kurva, Definisi

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/a4eRJcA6DryE


KONSISTENSI KONSEPSI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL INTERACTIVE LECTURE DEMONSTRATION PADA MATERI GELOMBANG MEKANIKKONSISTENSI KONSEPSI SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL INTERACTIVE LECTURE DEMONSTRATION PADA MATERI GELOMBANG MEKANIK
Iis Nawati ; Dr. Andi Suhandi, M.Si. ; Duden Saepuzaman, M.Pd.

Show More

Corresponding Author
Iis Nawati

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang �Konsistensi Konsepsi Siswa Melalui Penerapan Model Interactive Lecture Demonstration Pada Materi Gelombang Mekanik�. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang konsistensi konsepsi sebagai efek dari penerapan model Interactive Lecture Demonstration dalam materi gelombang mekanik. Penelitian ini menggunakan metode pre experimental dengan one group posttest design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII pada salah satu SMA di kota Cimahi dan sebagai sampel penelitian adalah para siswa pada satu kelas yang dipilih secara acak kelas dari enam kelas yang tersedia. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes konsepsi gelombang mekanik yang berbentuk three-tier test dan lembar observasi keterlaksanaan model Interactive Lecture Demonstration. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsistensi konsepsi siswa untuk konsep faktor-faktor yang mempengaruhinya cepat rambat gelombang tali sebesar 0,48 dengan kategori tidak konsisten, konsep periode gelombang tali sebesar 1,16 dengan kategori tidak konsisten, konsep frekuensi gelombang tali sebesar 0,84 dengan kategori tidak konsisten, konsep frekuensi pada dawai sebesar 1,28 dengan kategori cukup konsisten dan konsep panjang gelombang pada dawai sebesar 0,76 dengan kategori tidak konsisten.

Keywords
Model Interactive Lecture Demonstration, Konsistensi Konsepsi

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/kdhUnXguVqwb


Konstruksi dan Profil Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA dalam Materi Listrik Dinamis
M. Hariri Mustofa*, Ida Kaniawati, dan Muslim

Show More

Corresponding Author
Muhammad Hariri Mustofa

Institutions
Jurusan Pendidikan Fisika SPs UPI Bandung

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengontruksi rancangan tes Keterampilan Berpikir Kreatif dan memperoleh informasi hasil-hasil penerapannya. Tes Keterampilan Berpikir Kreatif dibuat dalam bentuk uraian dalam materi listrik dinamis pada level SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dari hasil tes dan catatan penelitian. Pengujian validitas menggunakan professional judgement, sedangkan pengujian reliabilitas menggunakan teknik test-retest dan diukur menggunakan korelasi product moment pearson. Hasil professional judgment menunjukkan bahwa instrumen yang dibuat sudah sesuai dengan tuntutan kurikulum dan layak digunakan. Reliabilitas berkategori sangat tinggi (0,97). Tingkat kesukaran yang berkategori mudah (38%), sedang (41%), dan sukar (21%). Daya pembeda soal yang berkategori baik (66%), cukup (24%), dan jelek (10%). Profil Keterampilan Berpikir Kreatif yang terukur adalah fluency (79%), flexibility (78%), originality (51%), elaboration (41%), dan evaluation (33%). Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu, pertama konstruksi tes masih perlu perbaikan terutama yang berkaitan dengan aspek originality, elaboration, dan evaluation. Kedua, keterampilan siswa dalam hal mengungkapkan informasi dan menemukan masalah lebih baik dibandingkan dengan keterampilan menemukan solusi dan mengungkapkan evaluasi.

Keywords
keterampilan berpikir kreatif, materi listrik dinamis

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/46J8vRVtuA7r


KONSTRUKSI INSTRUMEN TES KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERKAIT MATERI AJAR GETARAN DAN GELOMBANG
Faizatul Mabruroh (a*), Andi Suhandi (b), A.Rusli (b)

Show More

Corresponding Author
Faizatul Mabruroh

Institutions
(a) Sekolah Pascasarjana Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

(b) Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi instrumen tes yang mengases keterampilan berpikir kritis siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) terintegrasi konten fisika pada materi ajar getaran dan gelombang yang difokuskan pada materi gelombang bunyi. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan desain sequential exploratory yang terdiri atas : 1) tahap studi pendahuluan; 2) tahap perancangan dan penelaahan instrumen tes; dan 3) tahap pengujian instrumen tes. Instrumen tes yang dikonstruksi dalam bentuk essai, terdiri atas 20 soal memuat 5 indikator dan 8 sub indikator keterampilan berpikir kritis yang dikemukakan oleh Ennis, dengan soal-soal yang bersifat kualitatif dan kontekstual. Analisis hasil uji implementasi instrumen tes menggunakan uji hipotesis beda 2 untuk mendapatkan gambaran kemampuan instrumen tes dalam membedakan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mendapatkan proses pembelajaran yang melatihkan keterampilan berpikir kritis dan siswa yang mendapatkan proses pembelajaran yang tidak melatihkan keterampilan berpikir kritis. Uji Anova satu arah dilakukan untuk mendapatkan gambaran kemampuan instrumen tes yang dikonstruksi dalam mengidentifikasi kesamaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mendapatkan proses pembelajaran yang melatihkan keterampilan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran berbasis masalah, model siklus belajar (learning cycle) 5E, dan model pembelajaran inkuiri. Uji korelasi Pearson Product Moment dilakukan untuk mendapatkan hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan penguasaan materi ajar pada siswa uji implementasi instrumen tes yang dikonstruksi.

Keywords
instrumen tes keterampilan berpikir kritis, getaran dan gelombang, gelombang bunyi.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/HeFhfxgA62mV


Page 2 (data 31 to 60 of 248) | Displayed ini 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats