Indonesia Conference Directory


<< Back

Abstract Topic: Pembelajaran

Page 3 (data 61 to 90 of 248) | Displayed ini 30 data/page

Konstruksi Soal Keterampilan Berpikir Kritis pada Materi Alat Optik untuk Siswa SMA/ MA Kelas X
Fanni Zulaiha (a*) Parlindungan Sinaga (b) Aloysius Rusli (b)

Show More

Corresponding Author
Fanni Zulaiha

Institutions
a) Mahasiswa Departemen Pendidikan Fisika Sekolah Pascasarjana UPI
*fannizulaiha[at]student.upi.edu
b) Dosen Departemen Pendidikan Fisika Sekolah Pascasarjana UPI

Abstract
Salah satu tujuan penyelenggaraan pembelajaran fisika di SMA/ MA adalah siswa memiliki keterampilan berpikir kritis. Oleh karena itu, dibutuhkan instrumen yang tepat untuk dapat mengukur keterampilan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini yaitu menyusun soal keterampilan berpikir kritis pada materi alat optik untuk siswa SMA/ MA kelas X yang dikembangkan berdasarkan aspek-aspek keterampilan berpikir kritis menurut Ennis. Soal yang dikembangkan berbentuk essay dengan jumlah 10 soal. Metode penelitian yang digunakan dalma penelitian ini adalah metode deskriptif yang mendeskripsikan data kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data dilakukan melalui teknik tes dan telaah kualitatif oleh ahli (expert judgement). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70 % item soal tes esay diterima, 30% tes direvisi, dan tidak ada item tes yang ditolak.

Keywords
Keterampilan Berpikir Kritis, Instrumen Tes Esay, Alat Optik

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/8nr3zfNyJHt4


KORELASI ANTARA KEMAMPUAN PENGUASAAN KONSEP DENGAN KETERAMPILAN BERARGUMENTASI SISWA SMA PADA MATERI SUHU DAN KALOR
Merta Simbolon, Setya Utari

Show More

Corresponding Author
Merta Simbolon

Institutions
UPI

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penguasaan konsep dengan keterampilan berargumentasi siswa SMA. Penguasaan konsep merupakan kemampuan siswa dalam memahami konsep Suhu dan Kalor, baik konsep secara teori maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penguasaan konsep mempengaruhi bagaimana siswa menerapkan konsep yang sudah dipelajarinya ke dalam masalah serta menjadi dasar dalam mengungkapkan argumentasi. Hasil observasi di lapangan membuktikan proses pembelajaran di sekolah belum melatihkan penguasaan konsep dan keterampilan berargumentasi secara optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dan data diperoleh dengan melakukan tes penguasaan konsep dan keterampilan berargumentasi siswa berdasarkan framework Toulmin. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara penguasaan konsep dengan keterampilan berargumentasi. Dengan memahami konsep, siswa lebih mudah mengungkapkan argumentasinya karena memiliki dasar tentang materi yang dipelajari.

Keywords
penguasaan konsep, keterampilan berargumentasi, suhu dan kalor

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/eCwTUMfJVKjL


Materi Pembelajaran Garis dan Sudut untuk siswa SMP/MTs dengan pendekatan Matematika Realistik
Kamaruddin dan Prof Dr M Salman AN

Show More

Corresponding Author
Kamaruddin Muh Kaddas

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Setiap warga negara Indonesia dimanapun berada berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas, sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang dasar 1945. Namun pada kenyataannya, kemajuan pendidikan di Indonesia masih belum merata, hal ini dapat di lihat dari seringnya siswa-siswi indonesia menjuarai ajang olimpiade internasional baik di bidang sains maupun dibidang pelajaran matematika, hal ini menggambarkan bahwa anak-anak indonesia mampu bersaing diajang olimpiade internasional secara individual. Akan tetapi apabila kita melihat prestasi siswa indonesia di ajang PISA (Programme for International Student Assessment) pada bidang matematika siswa indonesia berada di bawah rata-rata internasional. Dengan kata lain, secara umum kemampuan siswa indonesia untuk mengidentifikasi, memahami, serta menggunakan dasar-dasar matematika dalam menghadapi permasalahan matematika pada kehidupan sehari-hari masih sangat jauh dibawah standar Internasional, sehingga penulis berinisiatif untuk memberikan sumbansi yang nyata dalam peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan di indonesia dengan jalan penyusunan buku ajar matematika Sekolah Menengah Pertama (SMP) /Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas 7 semester 2 dengan pendekatan realistik. Penyusunan buku ajar matematika dengan pendekatan pendidikan matematika realistik diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk permasalahan tersebut di atas. Penyusun materi ajar berupa buku untuk mengembangkan pemahaman konsep, kelancaran prosedur, kompetensi strategis, penalaran adaptif, disposisi produktif dan karakter siswa serta menanamkan nilai-nilai keagamaan pada materi matematika di kelas 7 semester 2 yaitu materi garis dan sudut. Penyajian materi dikemas dengan pendekatan pendidikan matematika realistik serta dengan prinsip penemuan terbimbingi dengan tujuan agar sifat dan rumus-rumus matematika tidak mudah dilupakan siswa.

Keywords
pissa, buku pelajaran matematika, pendekatan realistik,

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/ZzTVaPXkwH2F


Materi tentang Bilangan Bulat dan Pecahan untuk Siswa SMP/MTs dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik
Sugama Maskar S.Pd, Prof.M.Salman A.N.

Show More

Corresponding Author
Sugama Maskar

Institutions
Program Magister Pengajaran Matematika
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Hasil skor literasi PISA (Programme for International Student Assessment) pada bidang matematika siswa Indonesia pada tahun 2000, 2003, 2006, 2009, dan 2012 berturut-turut adalah 367, 360, 391, 371, dan 375. Berdasarkan data tersebut, dengan rata-rata skor literasi internasional adalah 500, dapat disimpulkan bahwa hasil literasi matematika siswa Indonesia signifikan dibawah rata-rata internasional. Dengan kata lain, kemampuan siswa Indonesia untuk mengidentifikasi, memahamai, serta menggunakan dasar-dasar matematika dalam menghadapi kehidupan sehari-hari masih jauh dibawah standar Internasional. Pendekatan pendidikan matematika realistik merupakan salah satu solusi yang baik untuk permasalahan tersebut. Oleh karena itu, disusun materi tentang bilangan bulat dan pecahan untuk siswa SMP/MTs dengan pendekatan pendidikan matematika realistik. Penyajian materi tersebut diawali dengan contoh atau ilustrasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan penjelasan materi dikemas dengan prinsip penemuan kembali. Selain itu, soal-soal yang disajikan pada materi tersebut mayoritas adalah soal-soal bermakna yang menyangkut kehidupan sehari-hari. Tampilan penyajian materi tersebut juga dibuat menarik agar dapat menambah semangat siswa dalam belajar. Lebih lanjut, untuk membentuk karakter siswa, materi ajar tesebut dibuat dengan bahasa yang baik, sopan, dan mendidik. Disamping itu, materi ajar matematika tersebut juga disusun agar siswa dapat lebih dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Keywords
bilangan bulat, bilangan pecahan, pendidikan matematika realistik

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/Hz9PkyWFAR7U


Materi tentang Pola Konfigurasi Objek dan Bilangan untuk Siswa SMP/MTs dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik
Fandy Gustiara S.Pd., Prof. M. Salman A.N.

Show More

Corresponding Author
Fandy Gustiara

Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Matematika
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Permasalahan yang sangat mencolok pada pembelajaran matematika di sekolah sampai saat ini yaitu terdapat jurang pemisah antara pembelajaran matematika yang dipelajari di sekolah dengan penerapan pada kehidupan nyata. Permasalahan inilah yang selalu menjadikan matematika dianggap sulit dan tidak menyenangkan. Hasil studi PISA (Programme for International Student Assessment) untuk kemampuan literasi matematika siswa Indonesia termasuk ke dalam kategori yang rendah. Dengan skor rata-rata Internasional untuk literasi matematika adalah 500, Indonesia hanya memperoleh skor 367, 360, 391, 371, dan 375 pada tahun 2000, 2003, 2006, 2009, dan 2012. Pendidikan matematika realistik merupakan salah satu solusi nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan demikian, dibuatlah materi pola konfigurasi objek dan bilangan untuk siswa SMP/MTs dengan pendekatan pendidikan matematika realistik. Materi tersebut disusun dengan memperhatikan beberapa aspek berikut: (1) tampilan dan ilustrasi yang menarik; (2) penyampaian materi menggunakan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari dengan prinsip penemuan; (3) latihan soal, kegiatan, dan diskusi dikemas berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga akan lebih bermakna bagi siswa; (4) menggunakan bahasa yang mudah dipahami sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa yang baik dan mempertimbangkan kearifan lokal; dan (5) memberikan kesan akrab pada siswa pada saat membaca, memberikan gambaran tentang karakter, mental, dan akhlak yang baik, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan.

Keywords
pola konfigurasi objek, pola bilangan, matematika realistik

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/JpLDKrfCm6E2


MATERI TEOREMA PYTHAGORAS UNTUK SISWA SMP/MTs DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN REALISTIK UNTUK MENGEMBANGKAN KECAKAPAN MATEMATIKA SISWA
Ronawan, A.N.M. Salman

Show More

Corresponding Author
Ronawan -

Institutions
Kelompok Keahlian Matematika Kombinatorika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
email: Rona.menawan[at]gmail.com, msalman[at]math.itb.ac.id

Abstract
Pengembangan kecakapan matematika merupakan tujuan yang harus dicapai dalam belajar matematika. Kecakapan matematika meliputi pemahaman konsep, kelancaran prosedur, kompetensi strategis, penalaran adaptif, dan disposisi produktif. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan berbagai sarana yang mendukung, salah satunya adalah buku pelajaran matematika. Buku pelajaran matematika memiliki peranan penting dalam menunjang kesuksesan belajar matematika. Dengan demikian, buku pelajaran matematika yang digunakan harus disusun menggunakan pendekatan yang menghantarkan siswa untuk mengembangkan kecakapan matematikanya. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kecakapan matematika tersebut adalah pendekatan pendidikan matematika realistik. Terdapat enam prinsip dalam pendidikan matematika realistik yaitu prinsip aktivitas, realitas, level, keterkaitan, interaksi, dan bimbingan. Teorema Pythagoras merupakan salah satu materi yang sangat baru bagi siswa SMP/MTs Kelas 8. Sebelumnya siswa sama sekali belum terlibat dan mempelajari materi tersebut. Untuk menguasai materi Pythagoras dibutuhkan penguasaan beberapa materi sebelumnya antara lain segitiga dan bilangan kuadrat. Pada makalah ini dituliskan pengalaman penulis dalam menyusun materi teorema Pythagoras yang dipandang mampu mengembangkan kecakapan matematika dengan menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik. Di samping itu, materi ini disusun dengan memperhatikan keseimbangan antara kemampuan otak kanan dan kiri. Berdasarkan pendekatan tersebut, materi teorema Pythagoras yang disusun tersebut disajikan dengan menggunakan ilustrasi, gambar, atau masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari (realistik). Media-media tersebut digunakan untuk mengeksplor apa yang sudah diketahui siswa dan apa yang dipikirkan siswa tentang materi yang disajikan. Selanjutnya disajikan sebuah kegiatan, diskusi, dan projek yang melibatkan siswa secara aktif. Melalui berbagai media tersebut, diharapkan siswa dapat mengkonstruksi pengetahuannya, melatih kemampuan berstrategi, melatih daya nalar sehingga diharapkan siswa menjadi mudah dalam memahami konsep yang sedang dikaji. Selain itu, melalui kegiatan diharapkan suasana pembelajaran menjadi menyenangkan sehingga sikap siswa terhadap matematika menjadi positif. Dengan demikian, diharapkan siswa bisa menguasai materi matematika, khususnya teorema Pythagoras ,dan prestasi siswa dalam matematika bisa meningkat.

Keywords
teorema Pythagoras, kecakapan matematika, matematikas SMP/MTs

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/A3UXp7k8HWqw


Media Pembelajaran Berbasis Video dan Software Tracker Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Gerak Melingkar Hubungan Roda-roda Di SMA
Yogi Ginanjar*, Vina Serevina, dan Bambang Heru Iswanto

Show More

Corresponding Author
Yogi Ginanjar

Institutions
Prodi Magister Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Jakarta
Jalan Pemuda No.10, Jakarta 13220, Indonesia
*yogebrader[at]gmail.com

Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi dari temuan dilapangan, bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam praktikum gerak melingkar pada hubungan roda-roda dirasa masih belum memenuhi kebutuhan proses pembelajaran. Sejalan dengan latar belakang tersebut tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan media pembelajaran berbasis video dan software tracker pada materi gerak melingkar hubungan roda-roda untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa di Sekolah Menengah Atas. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dan kajian pustaka. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Borg and Gall dimana terdiri dari: Penelitian pendahuluan, Perencanaan pengembangan model, validasi, evaluasi, revisi dan Implementasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dan test hasil belajar. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan media. Hasil validitas dihitung dengan menggunakan rumus Product Moment, sedangkan reliabilitas dihitung dengan rumus KR-20.

Keywords
Media Pembelajaran, Pemahaman konsep, Hubungan roda-roda

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/CRzKAcMJ7hB9


Media Pembelajaran Inovatif
Nani Mardiani(a*), Heru Kuswanto(b)

Show More

Corresponding Author
Nani Mardiani

Institutions
a) Program Studi Pendidikan Fisika Pascasarjana UNY
Jl. Colombo No.1, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
*nanimardiani.n1[at]gmail.com

b) Dosen Program Studi Pendidikan Fisika Pascasarjana UNY

Abstract
Penelitian ini menunjukkan bagaimana integrasi teknologi dalam pembelajaran turut serta menjadi bagian dari perkembangan untuk tercapainya tujuan pendidikan. Pengembangan Physics Interactive Learning sebagai media pembelajaran memfasilitasi bagaimana proses belajar berlangsung dengan cara yang baru, memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan sumber belajar dan mendorong menjadi pebelajar yang lebih aktif. Media Physics Interactive Learning yang berbantuan android dapat digunakan dimana saja dan kapan saja diharapkan dapat membantu peserta didik dalam proses belajar sehingga dapat mereduksi miskonsepsi yang menjadi masalah dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana karakteristik media pembelajaran Physics Interactive Learning yang sesuai dengan tahapan penelitian dan pengembangan; 2) mengetahui kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan; serta 3) mengetahui reduksi miskonsepsi peserta didik yang menggunakan media pembelajaran berbantuan Android yang dikembangkan dengan peserta didik yang tidak menggunakan media pembelajaran berbantuan Android. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan, mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall. Hasil penelitian adalah: (1) software media pembelajaran berbantuan Android (apk) yang mendukung pembelajaran fisika SMA pada materi suhu dan kalor, media menyajikan penjelasan materi, simulasi, contoh soal, latihan soal yang bervariasi, menarik, dan interaktif; 2) media pembelajaran yang dinilai layak digunakan dan memiliki kualitas sangat baik berdasarkan penilaian ahli materi, peer reviewer, dan guru fisika dan memiliki kriteria kualitas baik berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran dan peserta didik; serta 3) terdapat perbedaan reduksi miskonsepsi peserta didik yang menggunakan media pembelajaran berbantuan Android dengan peserta didik yang tidak menggunakan media pembelajaran berbantuan Android.

Keywords
media pembelajaran, interaktif, fisika, miskonsepsi, android, physics interactive learning

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/zR9cTpLnfVGa


Media Pembelajaran Inovatif "Physics Interactive Learning" Berbantuan Android Untuk Mereduksi Miskonsepsi Fisika Peserta Didik SMA
Nani Mardiani(a*), Heru Kuswanto(b)

Show More

Corresponding Author
Nani Mardiani

Institutions
a) Program Studi Pendidikan Fisika Pascasarjana UNY
Jl. Colombo No.1, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
*nanimardiani.n1[at]gmail.com

b) Dosen Program Studi Pendidikan Fisika Pascasarjana UNY

Abstract
Penelitian ini menunjukkan bagaimana integrasi teknologi dalam pembelajaran turut serta menjadi bagian dari perkembangan untuk tercapainya tujuan pendidikan. Pengembangan Physics Interactive Learning sebagai media pembelajaran memfasilitasi bagaimana proses belajar berlangsung dengan cara yang baru, memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan sumber belajar dan mendorong menjadi pebelajar yang lebih aktif. Media Physics Interactive Learning yang berbantuan android dapat digunakan dimana saja dan kapan saja diharapkan dapat membantu peserta didik dalam proses belajar sehingga dapat mereduksi miskonsepsi yang menjadi masalah dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana karakteristik media pembelajaran Physics Interactive Learning yang sesuai dengan tahapan penelitian dan pengembangan; 2) mengetahui kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan; serta 3) mengetahui reduksi miskonsepsi peserta didik yang menggunakan media pembelajaran berbantuan Android yang dikembangkan dengan peserta didik yang tidak menggunakan media pembelajaran berbantuan Android. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan, mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall. Hasil penelitian adalah: (1) software media pembelajaran berbantuan Android (apk) yang mendukung pembelajaran fisika SMA pada materi suhu dan kalor, media menyajikan penjelasan materi, simulasi, contoh soal, latihan soal yang bervariasi, menarik, dan interaktif; 2) media pembelajaran yang dinilai layak digunakan dan memiliki kualitas sangat baik berdasarkan penilaian ahli materi, peer reviewer, dan guru fisika dan memiliki kriteria kualitas baik berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran dan peserta didik; serta 3) terdapat perbedaan reduksi miskonsepsi peserta didik yang menggunakan media pembelajaran berbantuan Android dengan peserta didik yang tidak menggunakan media pembelajaran berbantuan Android.

Keywords
media pembelajaran, interaktif, fisika, miskonsepsi, android, physics interactive learning

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/Yne2c7LajQpy


Media Pembelajaran Prototipe Pompa Swashplate Pada Materi Fluida Dinamis SMA
Teguh Tarsito

Show More

Corresponding Author
Teguh Tarsito

Institutions
Universitas Negeri Jakarta

Abstract
Pembelajaran fisika yang bersifat abstrak yang disampaikan oleh guru dapat diselingi dengan media pembelajaran berupa alat peraga agar pembelajaran tersebut lebih bersifat konkret sebab siswa dapat melihat dan berinteraksi langsung dengan alat peraga tersebut. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dalam penyampaian pesan dan isi pelajaran saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman konsep fisika yang diajarkan. Berdasarkan hasil angket studi pendahuluan yang diberikan kepada beberapa guru fisika SMA di Jakarta dan sekitarnya yang sedang menjalankan studi S2 pendidikan fisika di Universitas Negeri Jakarta yaitu sebanyak 41 orang. Dari hasil angket tersebut didapat bahwa 21,95 % para guru di sekolahnya terdapat media pembelajaran untuk materi fluida dinamis, 4,8% menyatakan bahwa di sekolahnya terdapat media pembelajaran prototipe pompa untuk materi fluida dinamis, 100% menyatakan bahwa di sekolahnya tidak terdapat media pembelajaran prototipe pompa swashplate yang bagian dalam pompa terlihat sehingga prinsip kerja dapat diamati. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran fisika yang berupa alat peraga yang lebih sederhana, yaitu alat peraga prototipe pompa swashplate. Dimensi-dimensi prototipe pompa ini : Ukuran casing pompa :46x25x25 cm, Diameter piringan swashplate:11,5 cm, Sudut piringan dengan sumbu : 400, Debit rata-rata air untuk satu katup (variasi bola besar-besar) : 0,83 ml/s, Periode rata-rata 1 piston :1,42 /s.

Keywords
Prototipe pompa swashplate, fluida dinamis, media pembelajaran

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/KucjfLbMHPw6


Mekanika Jalan Raya di Sepanjang jalan Teluk Ambon
Nirmala Efruan (a*) Lilik Hendrajaya (b)

Show More

Corresponding Author
Nirmala Efruan

Institutions
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*malaefruan[at]gmail.com

Abstract
Ambon merupakan ibukota Propinsi Maluku yang merupakan sebuah propinsi yang masih berkembang, termasuk dalam pengembangan ruas jalan raya khususnya ruas jalan raya disepanjang teluk Ambon. Jalan raya di sepanjang teluk Ambon digolongkan sebagai jalan arteri primer atau jalan yang secara efisien menghubungkan antar pusat kegiatan nasional atau antar pusat kegiatan nasional dengan pusat kegiatan wilayah. Dengan adanya berbagai hal yang terjadi seperti ruas jalan yang sempit dan rusak, serta peraturan lalu lintas yang tidak dipatuhi sehingga mengakibatkan kemacetan sampai dengan rawan kecelakaan. Proses fisika yang muncul atau terlibat dalam sarana fisik jalan raya dan perilaku lalu lintas penggunanya dianalisis dengan menggunakan bahasa fisika. Kemudian praktikum Fisika Alam seperti berikut dapat dikembangkan salah satunya adalah mekanika atau kinematika jalan raya.

Keywords
konstruksi jalan raya;peraturan lalu lintas;perilaku pengguna jalan;kinematika jalan raya

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/HfGzyQKtcNJ7


MEMBANGUN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI LESSON STUDY: SEBUAH PERSPEKTIF
Didi Suhaedi

Show More

Corresponding Author
Didi Suhaedi

Institutions
Program Studi Matematika
Universitas Islam Bandung

Abstract
Komunikasi matematis, sebagai bagian dari daya matematis, merupakan suatu kemampuan yang harus dipelajari dan dikuasai oleh siswa dalam mempelajari materi-materi matematika. Tumbuh kembangnya komunikasi matematis siswa sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif siswa secara kolaboratif dalam proses pembelajaran matematika. Lesson study sebagai pembelajaran yang berorientasi pada siswa (student center) memberikan ruang yang cukup bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Diskusi kelompok dan kelas dapat menjadi wahana bagi siswa untuk melalukan peer colaboration dalam rangka mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa dan menguasai materi matematika. Makalah ini mendiskusikan tentang kontruksi kemampuan komunikasi matematis siswa melalui Lesson Study.

Keywords
komunikasi matematis, lesson study

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/2LyE3rTRvgVb


Membangun Kemampuan Representasi Visual Siswa SMP untuk Memahami Materi Aljabar Sekolah
Didi Suhaedi

Show More

Corresponding Author
Didi Suhaedi

Institutions
Program Studi Matematika, Universitas Islam Bandung

Abstract
Salah satu karakteristik dalam mempelajari materi matematika adalah adanya tuntutan berfikir deduksi dan abstrak, khususnya dalam mempelajari materi aljabar sekolah. Mengacu pada teori perkembangan mental anak dari Piaget, siswa kelas delapan SMP, cenderung tengah berada dalam transisi berpikir kongkrit menuju level berfikir abstrak. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak mudah bagi siswa kelas delapan untuk menggapai kemampuan kognitif di level berpikir formal ini. Hasil diskusi dengan beberapa guru matematika kelas delapan, terungkap bahwa siswa sering mengalami kesulitan dalam mempelajari materi persamaan garis lurus. Materi ini menuntut siswa untuk mampu berfikir abstrak dan relasional (antar variabel). Sebagai upaya untuk menjembatani kesulitan tersebut maka terlebih dahulu perlu dibangun kemampuan representasi visual siswa, yang merupakan bagian anak tangga menuju level berpikir deduksi, abstrak, dan relasional. Makalah ini menyajikan diskusi tentang desain pembelajaran untuk membangun kemampuan representasi visual siswa SMP pada materi persamaan garis lurus, sebagai sebuah upaya untuk mengkontruksi model matematis siswa yang menjadi triger bagi siswa dalam mengembangkan kemempuan berpikir deduksi, abstrak, dan relasional.

Keywords
berpikir abstrak, representasi visual, model matematis

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/A7amnLEd38VP


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BILANGAN BERPANGKAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS IXA3 SMP NEGERI 2 LUWUK
RACHMAD LASAKA

Show More

Corresponding Author
RACHMAD LASAKA

Institutions
SMP NEGERI 2 LUWUK

Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa hasil belajar siswa pada materi Bilangan Berpangkat masih sangat rendah. Salah satu alternatif untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Bilangan Berpangkat melalui penggunaan model pembelajaran Discovery Learning. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Luwuk kelas IXA3. Metode pengumpulan data melalui observasi dan tes. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Bilangan Berpangkat.

Keywords
Bilangan Berpangkat, hasil belajar, Discovery Learning

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/xXnEVUJaCDRH


MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE DAN MODEL PROBLEM CENTERED LEARNING
Mangadar Simbolon, Nia Marito Pakpahan

Show More

Corresponding Author
Nia Marito Pakpahan

Institutions
Pendidikan Matematika FKIP Universitas Advent Indonesia
Jl. Kolonel Masturi No. 288, Parongpong, Bandung

Abstract
Model pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS) dan model Problem Centered Learning (PCL) adalah model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian terhadap kedua model ini. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII F dan VIII G di SMPN 3 Lembang. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa yang menggunakan model SSCS berada pada kategori tinggi, sedangkan model PCL berada pada ketegori sedang. Terdapat perbedaan yang signifikan antara peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis antara siswa yang memperoleh model SSCS dan siswa yang memperoleh model PCL.

Keywords
Berpikir Kreatif Matematis, Model Pembelajaran Search, Solve, Create and Share, Model Problem Centered Learning.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/9w8nmeNpuA6f


Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis dengan Pembelajaran Anatomi Tumbuhan Berbasis Framing
Ermayanti (a*), Nuryani Y. Rustaman (b), Adi Rahmat (b)

Show More

Corresponding Author
Ermayanti Ermayanti

Institutions
(a) Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia & Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unsri. Jalan Raya Palembang- Prabumulih Inderalaya, Ogan Ilir 30662

(b) Departemen Pendidikan Biologi FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. Jalan Dr. Setiabudhi No 229 Bandung.

Abstract
Penelitian Research and Development ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan berpikir logis mahasiswa setelah proses pembelajaran anatomi tumbuhan berbasis framing. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Biologi pada sebuah Universitas Negeri di Sumatera Selatan. Subyek penelitian terdiri atas 35 orang mahasiswa semester III, yang mengambil mata kuliah anatomi tumbuhan. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir logis, TOLT (Test of Logical Thinking). Sementara framing yang dikembangkan merupakan hasil judgment pakar. Framing diberikan dalam bentuk pertanyaan, kalimat pengarah dan juga pemberian worked examples. Kemampuan berpikir logis yang diukur dalam penelitian ini meliputi: (1) penalaran proporsional; (2) pengendalian variabel, (3) penalaran probabilitas, (4) penalaran korelasional, dan (5) penalaran kombinatorial. Data yang didapatkan diolah dengan menghitung rata-rata dan persentase (%) pada setiap indikator berpikir logis. Hasil TOLT dikelompokkan ke dalam kategori operasi konkret, transisional dan formal, untuk melihat persentase tingkat kemampuan intelektual mahasiswa sebelum dan setelah proses pembelajaran anatomi tumbuhan berbasis framing. Rata-rata persentase kemampuan penalaran mahasiswa sebelum dan setelah pembelajaran berbasis framing secara berurutan yaitu: 1. penalaran poporsional (0,05) dan (42,86); 2. pengendalian variabel (0,04) dan (32,86), 3. penalaran probabilitas (0,11) dan (27,14), 4. penalaran korelasioal (0,10) dan (45,71), dan 4. penalaran kombinatorial (0,3) dan (41,43). Pembelajaran anatomi tumbuhan berbasis framing meningkatkan perkembangan intelektual mahasiswa dengan persentase tiap kelompok sebelum dan sesudah pembelajaran yaitu: konkret dari 60% menjadi 20%, transisional dari 31% menjadi 40% dan formal dari 9% menjadi 40%. Dapat disimpulkan bahwa framing pada pembelajaran anatomi tumbuhan meningkatkan kemampuan berpikir logis mahasiswa.

Keywords
berpikir logis,framing, anatomi tumbuhan

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/KjDUc2rTXJPh


Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMA melalui Metode Missouri Mathematics Project dan Metode Experiential Learning
Aldwin Urian, Horasdia Saragih

Show More

Corresponding Author
Aldwin Urian

Institutions
Universitas Advent Indonesia

Abstract
Metode Missouri Mathematics Project (MMP) dan metode Experiential Learning (EL) adalah metode pembelajaran alternatif yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Oleh karena itu pada penelitian ini kedua metode ini, diinvestigasi. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI IIS 1 dan siswa kelas XI IIS 2 SMA Pasundan 8 Bandung. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes yang mengukur hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh metode pembelajaran MMP berada pada kategori sedang. Sedangkan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh metode EL berada pada kategori rendah. Terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang memperoleh metode pembelajaran MMP dan siswa yang memperoleh metode EL.

Keywords
Penalaran Matematis, Metode Missouri Mathematics Project, Metode Experiential Learning

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/Zxz4Uk2G78DW


Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Pendekatan Explicit-Reflective
Husnul Khatimah (a*), Parsaoran Siahaan (b), Agus Setiabudi(b)

Show More

Corresponding Author
Husnul Khatimah

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Dr.Setiabudhi No.229, Bandung 40154, Indonesia
sps.upi.edu

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa SMP dalam pembelajaran IPA menggunakan pendekatan explicit reflective. Metode peneltian yang digunakan adalah weak experiment dengan one-group pretest-posttest design. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari 1 kelas dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang siswa kelas VII SMP. Data hasil penelitian diperoleh dari tes keterampilan berpikir kreatif jenis uraian. Tes ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum pembelajaran (pretest) dan sesudah pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan (posttest). Pendekatan explicit-reflective dilakukakan melalui 4 tahapan yaitu black box, tracky tracks, puzzle solving activity, dan reflection. Data hasil tes dianilisis dengan menggunakan uji paired sample t-tes untuk mengetahui apakah data pretest dan posttest mengalami peningkatan secara signifikan atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan berpikir kreatif siswa dapat ditingkatkan melalui pembelajaran dengan menggunakan pendekatan explicit-reflective. Peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa khususnya terlihat pada indaktor fluency, elaboration,flexibility, dan evaluation.

Keywords
Keterampilan Berpikir Kreatif; Pendekatan pembelajaran; pendekatan Explicit-reflective

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/8vNpGLPKXErZ


MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA MELALUI BAHAN AJAR IPA TERPADU DENGAN TEMA HALO PADA TOPIK KALOR
Rahmah Evita Putri, Hayat Sholihin, Riandi

Show More

Corresponding Author
Rahmah Evita Putri

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian yang dilaksanakan adalah penggunaan bahan ajar IPA terpadu dengan tema Halo untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa. Bahan ajar yang telah layak sesuai dengan kriteria BNSP, kemudian digunakan dalam proses pembelajaran. Terdapat empat konsep yang diukur, yakni perubahan wujud, kalor, lapisan bumi dan optik. Jenis penelitian adalah eksperimen semu (quasy experiment).Adapun Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa pada dua kelas VII, di salah satu SMP di kota Padang. Teknik pengambilan sampel menggunakan �cluster random sampling�, data yang di ambil sebanyak 64 orang dijadikan sampel, dengan sampel sebanyak dua kelas, yakni kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data penelitian adalah peningkatan kemampuan penguasaan konsep siswa. Teknik analisis data menggunakan uji kesamaan dua rata-rata yakni uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan penguasaan konsep siswa pada kelas eksperimen dengan nilai sig. 0,002 < (0,05) disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas sampel dengan gain sebesar 0,63 (sedang). Penguasaan konsep siswa pada setiap konsepnya yakni konsep perubahan wujud, kalor, lapisan bumi dan optik. Pada konsep perubahan wujud, siswa memperoleh rata-rata 90,63 dan gain sebesar 0,71 (tinggi), konsep kalor siswa mendapatkan rata-rata 85,16 dengan gain sebesar 0,65 (sedang), pada konsep lapisan bumi siswa pada kelas eksperimen mendapatkan nilai rata-rata sebesar 86,46 dengan gain 0,65 (sedang) dan pada konsep optik siswa mendapatkan nilai rata-rata sebesar 90,63 dengan gain sebesar 0,66 (sedang).

Keywords
bahan ajar IPA terpadu, peningkatan penguasaan konsep, dan tema Halo

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/Ybu8mx9RFUQn


Metode Inquiry Learning dalam Pembelajaran Eksperimen Fisika, sebagai Upaya Pengenalan Cara Kerja Ilmuwan kepada Mahasiswa
Toni Kus Indratno (*), Ishafit

Show More

Corresponding Author
Toni Kus Indratno

Institutions
Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan

Abstract
Telah dilakukan penelitian terkait penerapan model pembelajaran Inquiry Learning dalam mata kuliah Eksperimen Fisika di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada mahasiswa terkait cara kerja seorang scientist (ilmuwan). Dalam kegiatan praktikum, biasanya telah disediakan buku petunjuk lengkap dengan cara kerjanya, mahasiswa hanya cukup mengikuti langkah demi langkah pengambilan data sampai dengan analisis data. Namun dalam Eksperimen Fisika ini mahasiswa hanya disediakan aparatus eksperimen dan ditunjukan gejala fisikanya saja. Setelah itu mahasiswa merumuskan sendiri tujuan eksperimennya. Tujuan eksperimen ini di-breakdown dari pertanyaan ilmiah yang mereka susun sebelumnya terkait gejala fisika yang ditunjukan. Mahasiswa juga menyusun hipotesis, rencana eksperimen dan prediksi hasil eksperimen sebelum mereka melakukan eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eksperimen Fisika dengan metode Inquiry Learning:(1) dapat meningkatkan cara berfikir kritis mahasiswa. Hal ini ditunjukan dengan beragamnya pertanyaan ilmiah dan tujuan eksperimen walau dengan satu apparatus saja. (2) mendapat persepsi yang baik dari mahasiswa. Hal ini terlihat pada hasil angket persepsi yang termasuk dalam kategori baik.

Keywords
Eksperimen Fisika; Inquiry Learning

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/xPKq3Xndt8zb


MITIGASI BENCANA GUNUNG MERAPI BERBASIS ETHNOSCIENCE
Cherly Salawane (1,a), Supriyadi (2,b), Ani Rusilowati (2,c), Dyah Rini Indriyanti (2,d) dan Putut Marwoto (2,e)

Show More

Corresponding Author
Cherly Salawane

Institutions
1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halmahera Jalan Raya Wari Ino Tobelo, Halmahera Utara, Indonesia, 97762
Dan
Program Studi Pendidikan IPA, Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Jl. Kelud Utara III Semarang, Indonesia 50237

2.Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Kampus Sekaran Gunungpati Semarang, Indonesia 50229

a)salawanecherly[at]yahoo.co.id
b)supriyadi[at]gmail.unnes.ac.id
c)rusilowati[at]yahoo.com
d)dyahrini36[at]gmail.com
e)pmarwoto[at]yahoo.com

Abstract
Ethnoscience sebagai sistem pengetahuan dan kognisi yang khas sebagai pemberian dari sebuah kebudayaan. Ethnoscience mengkaji perilaku manusia terhadap lingkungan berupa benda yang dipandang melalui aspek budaya dan persepsi masyarakat lokal. Bagi masyarakat yang hidup disekitar lereng Gunung Merapi, bahaya letusan Merapi bukan merupakan suatu ancaman serius yang harus dikhawatirkan malahan letusan Merapi dianggap sebagai suatu anugerah. Sampai saat ini masyarakat masih percaya dengan mitos Gunung Merapi. Pendekatan ethnoscience digunakan untuk mitigasi bencana sebagai langkah dalam meminimalkan resiko, akibat dari aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sains lokal dan sains ilmiah masyarakat terhadap bahaya Gunung Merapi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara dengan masyarakat yang berada di lereng Gunung Merapi. Kepercayaan terhadap penunggu Merapi masih sangat tinggi, dimana masyarakat masih melakukan upacara-upacara ritual setiap tahun sebagai bentuk penyembahan terhadap penguasa Gunung Merapi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ehtnoscience atau sains asli masyarakat memiliki dampak yang lebih besar dalam memitigasi bencana jika dibandingkan dengan sains ilmiah.

Keywords
Ethnoscience, Gunung Merapi, Mitigasi

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/bVJ7HREgp4ZD


Model Countenance Stake dalam Evaluasi Implementasi Kurikulum Fisika
Etty Jaskarty(a), Gunawan Refiadi(a*)

Show More

Corresponding Author
Etty Jaskarty

Institutions
a) Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Mesin
STKIP Sebelas April Sumedang,
Jl. Anggrek Situ no. 19 Sumedang, Indonesia, 45323
* g4refiadi[at]gmail.com

Abstract
Abstrak Kinerja guru Fisika SMA yang merupakan alumni dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK-IPA) telah dievaluasi implementasi kurikulumnya pada kelas X di SMA Negeri 1 Bandung dan SMA Negeri 2 Bandung. Penggunaan Model Countenance Stake lebih dikenal dengan matriks descriptive dan judgment sebagai instrumen untuk mengorganisasi data hasil evaluasi. Sementara istilah Contingency-Congruence dipergunakan untuk menganalisis data. Penelitian ini menggunakan metoda descriptive inquiry non-experiment dengan kriteria evaluasi meliputi: Struktur belajar Fisika bersifat hierarki, Teknik penulisan matriks, Teknik visualisasi matriks, dan Binary Square Symetric Similarity (BSSS) Matrix, dengan konversi data qualitatif-quantitatif pada kerangka stake matrix. Hasil analisis matriks observasi secara Empirical Contingency menggambarkan variabilitas pola guru mengajar. Sedangkan hasil analisis matriks Intended secara Congruence menunjukan implementasi kurikulum secara riilnya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa pola guru mengajar merupakan kualitas proses implementasi kurikulum. Sedangkan organisasi bahan ajar merupakan kualitas perencanaan implementasi kurikulum.

Keywords
Countenance, Contingency-Congruence, Stake Matrix, BSSS Matrix

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/XaTpyfjNPZMe


Model Siklus Belajar 5E Berbasis Konflik Kognitif dengan Metode Eksperimen pada Materi Suhu dan Kalor untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Siswa
Dindin Nasrudin (a}*, Herni Yuniarti Suhendi (a), Ida Hamidah (b), Lilik Hasanah (b)

Show More

Corresponding Author
Dindin Nasrudin

Institutions
(a) Prodi Pendidikan Fisika
UIN Sunan Gunung Djati Bandung


(b) Prodi Pendidikan IPA
Sekolah Pascasarjana UPI Bandung

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran peningkatan penguasaan konsep siswa SMA pada materi Suhu dan Kalor setelah mendapatkan pembelajaran dengan model siklus belajar 5E berbasis konflik kognitif melalui metode eksperimen. Penelitian ini dilatar belakangi hasil studi pendahuluan pada salah satu SMA Negeri di Kabupaten Bekasi yang menyatakan bahwa penguasaan konsep Fisika masih rendah. Rendahnya penguasaan konsep siswa disebabkan karena pembelajaran yang masih berpusat pada guru yang menyebabkan kurangnya pengalaman belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X.9 di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Bekasi yang diperoleh melalui teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model siklus belajar 5E berbasis konflik kognitif dengan metode eksperimen dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa SMA. Hal ini terlihat pada perolehan nilai rata-rata N-Gain penguasaan konsep sebesar 0,57 (kategori sedang).

Keywords
model siklus belajar 5E, konflik kognitif, metode eksperimen, penguasaan konsep

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/uce62WdfEZ4F


Modul Percobaan Fisika Dasar : Analisis Gerak Benda pada Bidang Miring dengan Menggunakan Air Track
Rizky Maiza, Neny Kurniasih

Show More

Corresponding Author
Rizky Maiza

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan nilai percepatan benda, percepatan gravitasi bumi dan menganalisis gaya gesek berdasarkan teorema usaha–energi pada bidang miring. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan air track. Kecepatan benda direkam menggunakan sensor photogate. Dari hasil percobaan didapatkan nilai percepatan benda yang sebanding dengan bertambahnya kemiringan air track. Nilai percepatan gravitasi bumi yang didapatkan dari grafik hubungan percepatan dan sin θ adalah 9,8247(m/s2). Dibandingkan dengan dengan nilai percepatan gravitasi bumi secara teoritis, kesalahan dalam percobaan relatif kecil dengan persentase nilai error sebesar 0,47 %. Hasil analisis gaya gesek yang dihitung berdasarkan teorema usaha-energi juga kecil. Artinya, air track yang digunakan berada dalam kondisi yang cukup baik.

Keywords
Air track, gerak, bidang miring, usaha, energi.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/ZvRq3kfN6J9Y


Pemahaman Interaksi Elektromagnetik melalui Pendekatan Inkuiri
Triyanta

Show More

Corresponding Author
Triyanta Triyanta

Institutions
1SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science,
Jl. Diponegoro no. 12 Bandung, Indonesia, 40132

2Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a) triyanta[at]fi.itb.ac.id (corresponding author)
b) director[at]qitepinscience.org

Abstract
Pembelajaran sains berbasis inkuiri merupakan salah satu pendekatan pembelajaran sains di antara sejumlah pendekatan atau metode pembelajaran sains yang dikenal. Di dalam pembelajaran sains berbasis inkuiri, pembelajar membangun sebuah pengetahuan seperti yang dilakukan para ilmuwan dalam memahami alam semesta. Keuntungan dari pendekatan ini adalah, selain membangun pengetahuan, pembelajar sekaligus juga membangun sikap ilmiah dan kemampuan berproses ilmiah. Keberhasilan penerapan pendekatan inkuiri di dalam kelas sangat bergantung pada kemampuan guru berinkuiri dan keseriusan guru dalam mempersiapkan rencana kegiatan inkuiri siswa. Tulisan ini akan menyajikan uraian singkat tentang pembelajaran berbasis inkuiri, kegiatan peningkatan profesional guru sains yang berkaitan dengan inkuiri oleh Regional Centre for QITEP in Science, dan menyajikan satu contoh usaha pemahaman interaksi elektromagnetik yang lebih dalam melalui pendekatan inkuiri. Contoh ini berguna bagi guru dan dosen pembelajar, dalam bidang fisika.

Keywords
inkuiri, guru pembelajar, interaksi elektromagnetik

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/uKa4rzY9e6VE


PEMANFAATAN FLEXIBLE LEARNING DIPADUKAN DENGAN APLIKASI MINDMAPLE-LITE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI, DAYA RETENSI DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA
Risya Pramana Situmorang

Show More

Corresponding Author
Risya Pramana Situmorang

Institutions
Universitas Kristen Satya Wacana

Abstract
Penelititan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfataatan Flexible learning dipadukan dengan aplikasi mindmaple-lite untuk meningkatkan motivasi, daya retensi dan hasil belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pretest-postest with nonequivalent group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa peserta mata kuliah Psikologi Pendidikan. Sampel yang digunakan sebanyak 1 kelas eksperimen. Teknik analisis data yang dilakukan adalah uji ANAVA satu jalur dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pemanfataatan Flexible learning dipadukan dengan aplikasi mindmaple-lite untuk meningkatkan (1) motivasi (2) daya retensi dan (3) hasil belajar mahasiswa

Keywords
Flexible learning, mindmaple-lite, motivasi, daya retensi, hasil belajar mahasiswa

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/2xBZrnXtwPEu


Pemanfaatan Material Lokal sebagai Inovasi Bahan Praktikum Kinetika Enzim untuk Meningkatkan Ketrampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa Calon Guru Kimia
Diah Kartika Sari*), Anna Permanasari **), FM. Titin Supriyanti **)

Show More

Corresponding Author
diah kartika sari

Institutions
*) mahasiswa pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, FKIP Unsri
**) Dosen PPs Pendidikan IPA UPI

Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan material lokal sebagai inovasi bahan praktikum kinetika enzim untuk meningkatkan ketrampilan berpikir kreatif mahasiswa calon guru kimia. Implementasi penelitian dengan metode deskriptif dan desain one group pre-test post test diikuti oleh 33 orang mahasiswa calon guru kimia. Instrumen penelitian berupa soal pre tes dan post tes yang menggunakan tes ketrampilan berpikir kreatif dalam bentuk uraian serta angket mahasiswa. Analisis dilakukan berdasarkan nilai N-Gain dan persentase mahasiswa yang setuju terhadap pemanfaatan material lokal dalam praktikum. Hasil penelitian menunjukkan ketrampilan berpikir kreatif mahasiswa meningkat dengan kategori sedang (Ngain : 0,37) dan terdapat sebanyak 70,97% mahasiswa menyatakan setuju bahwa pemanfaatan material lokal membuat mereka lebih kreatif dalam melaksanakan praktikum kinetika enzim.

Keywords
material lokal, praktikum kinetika enzim, ketrampilan berpikir kreatif

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/DFwudT37xQUJ


Pembelajaran Astronomi dengan Konsep "OpenTelescope"
Hasan Albanna (a*), Dwi Stany Oktaviani (b)

Show More

Corresponding Author
Hasan Albanna

Institutions
a) Program Studi Astronomi, Universitas Leiden, Belanda
*hasanalb5[at]gmail.com
b) Program Studi Astronomi, Institut Teknologi Bandung, Indonesia

Abstract
Sebagai salah satu cabang ilmu tertua dunia, astronomi masih kurang mendapatkan perhatian masyarakat Indonesia. Fakta ini sangat disayangkan, mengingat Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara dalam hal pengembangan astronomi. Salah satu faktor utamanya adalah ketidaktersediaan teleskop di daerah. Kami, dengan konsep "OpenTelescope", mencoba menjangkau daerah-daerah tersebut. Pada prinsipnya, "OpenTelescope" adalah pengendalian teleskop jarak jauh melalui koneksi internet dan terbuka bagi umum, sehingga institusi pendidikan tidak harus memiliki teleskop untuk dapat memberikan pengalaman mengamati langit bagi masyarakat sekitarnya. Pengembangan konsep ini diharapkan dapat jauh memudahkan pembelajaran astronomi di Indonesia.

Keywords
Pembelajaran, Teleskop

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/qy8Rvagt7pr4


Pembelajaran Berbasis Riset pada Kuliah Fisika Dasar ITB dan Pendidikan STEM
Triyanta

Show More

Corresponding Author
Triyanta Triyanta

Institutions
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi, FMIPA-ITB

Abstract
Pembelajaran Berbasis Riset (Research Based Learning-RBL) dikembangkan Jurusan Fisika FMIPA-ITB ketika Jurusan Fisika ITB sedang melaksanakan hibah kompetitif PHK B dan kemudian diimplementasikan sejak tahun 2006 sampai sekarang pada sejumlah matakuliah wajib Program Sarjana Fisika ITB dan pada matakuliah Fisika Dasar 1 dan 2 Program Tahap Persiapan Bersama ITB. RBL dikembangkan dengan maksud untuk mengembangkan “soft skills” mahasiswa dan memperkenalkan kegiatan riset lebih dini kepada mahasiswa. Pelaksanaan RBL bervariasi disesuaikan dengan karakteristik matakuliah. Pada matakuliah Fisika Dasar, RBL dilaksanakan dalam bentuk “hands on activities”. Di lain pihak pada awal tahun 2000-an, hampir bersamaan dengan masa pengembangan RBL, Amerika Serikat memperkenalkan STEM (Science Technology Engineering Mathematics) Education dengan tujuan untuk menarik minat lebih banyak siswa terhadap bidang STEM dan dengan harapan nantinya mereka meniti karir pada bidang STEM. Pendidikan STEM bersifat multidisiplin dan dilaksanakan secara “hands on”. Pada makalah ini akan disampaikan konsep-konsep dasar RBL dan Pendidikan STEM serta perbandingan antara keduanya.

Keywords
Research Based Learning, STEM education, hands on activities.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/VDjKTMQg28CN


PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MULTIREPRESENTASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG
Mariny Rilen Simamora

Show More

Corresponding Author
Mariny Rilen Simamora

Institutions
Physics Education Department
Mathematics and Science Education Faculty
Indonesia University of Education (UPI), Bandung

Abstract
Pembelajaran Fisika Menggunakan Multirepresentasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Smp Pokok Bahasan Getaran Dan Gelombang Simamora Mariny Rilen Abstrak Multirepresentasi adalah mempresentasi ulang konsep yang sama dengan format yang berbeda diantaranya secara verbal, gambar, grafik dan matematika (Prain & Waldrip, 2007). Penelitian yang dilakukan merupakan pembelajaran fisika menggunakan multirepresentasi untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan kemampuan pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pre experiment, dan desain penelitian menggunakan one group pretest-posttest design ,yang dilakukan selama tiga kali pertemuan. Sampel dalam penelitian ini adalah 26 siswa kelas VIII pada salah satu SMP di Kota Bandung. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tes kemampuan kognitif dan kemampuan pemecahan masalah yang dilakukan sebelum dan sesudah treatment . Dari hasil penelitian, diperoleh skor N-gain untuk kemampuan kognitif adalah 0,70 dengan kategori tinggi, kemampuan pemecahan masalah adalah 0,69 dengan kategori sedang, dan skor rata-rata yang didapat dari hasil respon siswa adalah 3,123 dengan kategori baik, serta keterlaksanaan pembelajaran pertemuan pertama adalah 88,88% dan pertemuan kedua adalah 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisika menggunakan pendekatan multirepresentasi dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan kemampuan pemecahan masalah siswa ditunjukkan dengan skor N-gain yang cukup tinggi, baik pada kemampuan kognitif maupun kemampuan pemecahan masalah serta hasil skor rata-rata menunjukkan respon yang positif terhadap Pembelajaran dengan menggunakan multirepresentasi. Kata kunci: Multirepresentasi, Kemampuan Kognitif , Kemampuan Pemecahan Masalah

Keywords
Multirepresentasi, Kemampuan Kognitif dan Kemampuan Pemecahan Masalah

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/wKy74YP2jMzA


Page 3 (data 61 to 90 of 248) | Displayed ini 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats