Indonesia Conference Directory


<< Back

Abstract Topic: Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Page 3 (data 61 to 81 of 81) | Displayed ini 30 data/page

Penerapan Pendekatan Eco-Tech Arsitektur Pada Fasad Kaca Rumah Sakit di Sleman, Yogyakarta
Figa Nurmala Sari (a), Agus Saladin (b), Mohammad Ali Topan (b)

Show More

Corresponding Author
Figa Nurmala Sari

Institutions
a) Mahasiswa, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
b) Dosen, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Siipil dan Perencanaan, Univeritas Trisakti

Abstract
Eco-tech Arsitektur merupakan pendekatan desain dimana bangunan di desain menggunakan teknologi yang berwawasan lingkungan dengan melihat faktor iklim lingkungan sekitarnya. Penggunaan fasad kaca pada bangunan rumah sakit dapat mengurangi penggunaan energi karena dapat memaksimalkan cahaya alami yang masuk pada bangunan. Fasad kaca juga dapat membuat bangunan rumah sakit menjadi tidak terlalu formal mengingat kebutuhan pasien yang semakin berkembang belakangan ini. Oleh karena itu penggunaan fasad kaca sesuai untuk desain tampak depan bangunan rumah sakit yang mengangkat tema eco-tech arsitektur. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan membandingkan beberapa studi baik literatur maupun preseden kemudian mengambil kesimpulan dari penggunaan fasad kaca pada tampak depan rumah sakit dengan tema eco-tech arsitekur.

Keywords
eco-tech; fasad kaca; rumah sakit

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/EafqDG2CJHMn


PENERAPAN SECONDARY SKIN MOTIF BATIK MELAYU PADA PERANCANGAN HOTEL DI BATAM
Andre Ardiansyah, Hadi Prabowo, Dermawti Ds

Show More

Corresponding Author
Andre Ardiansyah

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Hotel menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kedatangan wisatawan lokal maupun asing serta memberikan pendapatan dan sektor – sektor usaha yang ada di Kota Batam. Kota Batam saat ini sudah menipisnya pelestarian budaya yang dikarenakan faktor perkembangan zaman dari budaya barat yang mempengaruhi pembangunan pada Kota Batam, oleh karena itu dibutuhkannya penerapan aspek budaya pada perancangan hotel di Batam. Salah satu cara untuk melestarikan budaya batam yaitu melalui penerapan motif batik melayu pada Secondary skin. Secondary skin berguna untuk mengurangi paparan sinar matahari yang masuk kedalam ruangan.

Keywords
Hotel, Secondary Skin, Batik Melayu

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/WwENAmD4xGRq


PENERAPAN SIRKULASI PEJALAN KAKI PADA KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT TERHADAP BANGUNAN TRANSIT
Gina Nursafitri(a*), Ir. A. Hadi Prabowo(b), Laksmi Utami, MT(c)

Show More

Corresponding Author
Gina Nursafitri

Institutions
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perancanaan, Universitas Trisakti, Jakarta

Abstract
Kawasan Transit Oriented Development identik dengan konektivitas pengguna pejalan kaki dan sepeda yang memiliki akses yang mudah dicapai pada sekitar bangunan transit dan untuk mencapai antar kawasan dengan berjalan kaki lalu di lanjutkan menggunaka transportasi lainnya yang telah disediakan. Maka di butuhkan Pola pergerakan sirkulasi pejalan kaki pada kawasan Transit Oriented Development terhadap bangunan transit untuk mencapai tujuannya dengan mudah, nyaman dan aman. Pejalan kaki sangat mempengaruhi dalam peletakan jalurnya dan bentuk untuk membedakan dengan jalur lain yang berisifat nyaman. Metode penelitian yang digunakan bersumber dari laporan, jurnal ilmiah , buku dan Analisa pribadi

Keywords
Sirkulasi Pejalan Kaki, Transit Oriented Development, Nyaman, Aman, Mudah

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/Xj6GUVtQWkcK


PENGARUH BENTUKAN ATAP ISLAMIC CENTER TERHADAP KONTEKS LINGKUAN KOTA MALANG
Khansa Izdihar Yudistya,Popi Puspitasari,Endang Marlina

Show More

Corresponding Author
khansa yudistya

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Islamic Center yang di dalamnya memenuhi fungsi, ibadah, pendidikan, serta rekreasi. Memiliki peran yang penting dan berpengaruh besar keberadaannya di Kota Malang. Hal ini juga memicu untuk menekankan bentuk banguan yang berkarakter yang mampu meningkatkan nama Kota Malang. yang dalam hal ini penelitian fokus terhadap bentuk atap, karena merupakan salah satu unsur penting yang mencerminkan fungsi suatu bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan bentuk atap bangunan yang di pengaruhi dua faktor yakni membawa nilai- nilai keislaman serta merespon kondisi lingkungannya. Metode yang di gunakan adalah metode kuantitatif yang mendeskripsikan elemen-elemen pembentuk atap yang di pengaruhi dua factor di atas.

Keywords
kota malang, islamic center, kontekstual, islami.

Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/cYnP8vMqbVpf


Pengaruh Elemen Environmental Features pada Desain Biophilic terhadap Kesehatan Jiwa Pengguna Bangunan
Dyahayu Dwi Gandini Putri, Dr. Ir. Achmad Hadi Prabowo, M.T., Ir. Laksmi Utami, M.S.

Show More

Corresponding Author
Dyahayu Dwi Gandini Putri

Institutions
Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta

Abstract
WHO (2014) menyatakan “kesehatan jiwa merupakan keadaan kesejahteraan di mana setiap individu menyadari potensi dirinya, mampu mengatasi tekanan kehidupan, dan dapat bekerja produktif”. Apabila kesehatan jiwa manusia terganggu, dapat memberi pengaruh terhadap persepsi, cara berpikir, suasana hati dan perilaku. Desain bangunan mampu mencegah dan mengurangi gangguan kesehatan jiwa. Metode yang digunakan salah satunya adalah desain Biophilic, yang menjelaskan bahwa biologis manusia memiliki kecenderungan terhadap alam yang berperan mempengaruhi kesehatan jiwa pengguna bangunan atau ruang. Desain Biophilic adalah cara inovatif merancang bangunan yang bertujuan untuk menciptakan ruang hidup yang sehat dan berpengaruh baik bagi kesehatan jiwa, baik secara langsung, tidak langsung, maupun simbolik terhadap persepsi, cara berpikir, suasana hati dan perilaku pengguna bangunan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh elemen Environmental features pada Desain Biophilic terhadap kesehatan jiwa pengguna bangunan dan berharap dapat diterapkan pada bangunan di Indonesia karena dapat memberikan dampak positif.

Keywords
Biophilic; Karakteristik Alam; Kesehatan Jiwa; Pengguna Bangunan

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/vzgXNumAMRtD


PENGARUH HEALING ENVIROMENT PADA PSIKOLOGI DAN FISIOLOGI MANUSIA DI RUMAH SAKIT PASAR MINGGU
Puteri Michellia Nurannisa, Popi Puspitasari, Rita Walaretina

Show More

Corresponding Author
Puteri Michellia Nurannisa

Institutions
Trisakti University

Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang lingkungan pada Rumah Sakit Pasar Minggu dalam rangka untuk mewujudkan penerapan healing environment, yang bertujuan untuk membuat gambaran secara akurat dan faktual dalam mewujudkan lingkungan rumah sakit yang sehat, nyaman dan aman. Salah satu aspek untuk membantu proses pemulihan pasien adalah aspek psikolgis dan fisiologis. Indera manusia dapat merasakan pengaruh healing enviroment menggunakan penglihatan,pendengaran, dan penciuman walaupun tidak secara langsung melainkan dengan psikologis yaitu rasa nyaman. Konsep awal perancangan rumah sakit umum daerah pasar minggu yaitu green hospital yang diperinci sehingga mendapatkan unsur healing enviroment yang bertujuan mewujudkan rumah sakit yang dapat menyembuhkan tidak hanya melalui obat tetapi melalui lingkungan sekitar dengan menerapkan beberapa aspek yang harus diaplikasikan dalam perancangan Rumah Sakit Umum Pasar Minggu.

Keywords
Green Hospital, Healing Environment, Rumah Sakit Umum

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/xJKjEb8FAtLC


Pengaruh Karakter Regional Kota Semarang pada Fasad Bangunan Terminal Bandar Udara
Karlina Yunilawati (a*), Dedes Nur Gandarum (b), Rita Walaretina (b)

Show More

Corresponding Author
Karlina Yunilawati

Institutions
(a) Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No.1, Tomang, Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11440
*email: karlinayunila[at]yahoo.com
(b) Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No.1, Tomang, Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11440

Abstract
Kota Semarang terletak di provinsi Jawa Tengah yang menyajikan keindahan budaya dan sejarah sebagai daya tarik kotanya. Selain menawarkan kemudahan akses dan efesiensi waktu, moda transporasi udara juga menjadi pintu gerbang penyambut yang kini berlomba lomba menampilkan bentuk fasad modern. Pada prinsipnya, fasad bangunan menjadi penting sebagai elemen pembentuk tampilan visual yang seharusnya mencerminkan identitas budaya daerah setempat. Dengan menggunakan metode literatur dan studi preseden, penelitian ini nantinya akan menghasilkan panduan penerapan karakter regional Semarang dalam wujud fasade bangunan terminal bandara berdasarkan komposisi dan komponen fasad, yaitu: pintu masuk, bukaan, atap, ornamen, warna, material, gubahan, irama, skala dan proporsi.

Keywords
kota Semarang; fasad bangunan; karakter regional; terminal bandar udara

Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/2EMFHnGNDRLY


Pengaruh Karatkter Visual Bangunan Sekitar Terhadap Perancangan Fasad Bangunan Perpustakaan Nasional
Dian Handayani, Nurhikmah Budi h, Jimmy J. Siswanto

Show More

Corresponding Author
Dian handayani

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Perpustakaan Nasional adalah sebuah perpustakaan yang secara khusus didirikan oleh pemerintahan negara demi menyimpan informasi negara dan sebagai perpustakaan deposit yang bertempat di ibukota negara. Pada kawasan ini terdapat bangunan lama dan bangunan baru yang saling berdampingan. Dari fasad kita dapat mengetahui fungsi bangunan, gaya bangunan dan budaya yang berada yang ada. Sebagai Perpustakan Nasional yang mengusung tema kontekstual, karakter visual dari fasad bangunan perlu diperhatikan untuk meningkatkan identitas kawasan. Dengan menggunakan motode tipologi dan deskriptf-analitis pada bangunan sekitar kawasan perpustakaan nasional. Sehingga menghasilkan karakter-karakter bangunan yang dapat digunakan pada fasad bangunan baru Perpustakaan Nasional.

Keywords
perpustakaan nasional, karakter visual, fasad

Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/HwvVZmBLPQnr


Pengaruh Kebudayaan Lokal Dalam Penerapan Desain Interior Ruang Tunggu VIP Pada Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru
M Dhuana Putra Sinuraya (a*), I.Gede Oka Sindhu Pribadi (b), Dwi Rosnarti֗ (c)

Show More

Corresponding Author
dhuana putra sinuraya

Institutions
a), b), c) Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta

Abstract
Bandara udara bukan hanya sekedar fasilitas bagi transportasi udara, tetapi juga sebagai simbol dan gerbang masuk ke suatu kawasan, sehingga bandara udara dapat mencerminkan pesan dan kesan yang baik kepada pengguna bagi daerah yang dikunjungi. Selain itu bandara dapat menjadi sebuah ikon bagi daerah nya, hal tersebut dapat dilihat dari cara bandara tersebut beroperasi melayani penumpang. Desain dan fasilitas yang disediakan juga bukan hanya sekedar menjadi tempat orang datang dan pergi, tetapi ada aktifitas lain didalam nya. Ruang tunggu salah satu bagian dari bandara yang menjadi perhatian khusus, terutama ruang tunggu VIP, karena tidak digunakan untuk kalangan umum dan hanya digunakan untuk kalangan atas baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga bandara menjadi peluang Indonesia untuk membangun citra dan keunikan kebudayaan lokal bagi masyarakat internasional, dengan tujuan dapat meningkatkan perekonomian dan kunjungan wisata.

Keywords
Bandara Udara, Ruang Tunggu, Neo-Vernacular

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/CTvJR4hpm2WQ


PENGARUH PENGGUNAAN ELEMEN WARNA PADA RUANG TERAPI OKUPASI DI RUMAH SAKIT JIWA
Meidera Asmara Hawari, Hadi Prabowo, Oka Sindhu P.

Show More

Corresponding Author
Meidera Asmara Hawari

Institutions
Fakultas Arsitektur Trisakti

Abstract
Rumah sakit jiwa adalah rumah sakit yang untuk perawatan pasien dengan gangguan jiwa. Terapi okupasi merupakan kegiatan rehabilitasi bagi para pasien gangguan jiwa yang di rawat di rumah sakit jiwa untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat. Pengaruh penggunaan elemen warna pada ruang terapi okupasi di rumah sakit jiwa untuk mendukung suasana hatipasien untuk melancarkan proses kegiatan terapi. Metodologi digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilakukan untuk menggambarkan kondisi eksisting. Tujuan dari penelitian ini untuk mencari warna apa yang memberikan pengaruh baik terhadap emosi pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan data kualitatif dari beberapa studi literatur dan metode komperatif untuk membandingkan data eksisting pada ruang terapi okupasi.

Keywords
Rumah sakit jiwa, ruang terapi okupasi, elemen warna

Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/LuPZE4GeDgbv


Pengaruh Persentase Retarder Terhadap Waktu Ikat Beton Geopolimer Berbasis Fly Ash Tipe C
Marsekal Asyhadi, Liana Herlina

Show More

Corresponding Author
Marsekal Asyhadi

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Peningkatan dampak kerusakan pada lingkungan dari pembuatan bahan bangunan seperti semen Portland menjadikan dorongan besar pada beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan pemanfaatan limbah. Maka dibutuhkan bahan pengikat yang menggantikan semen. Beton Geopolimer merupakan beton yang 100% menggantikan semen dengan limbah yang berasal dari pembakaran batu bara PLTU yaitu fly ash. Namun, beton geopolimer mengalami waktu pengikatan beton jauh lebih cepat dibandingkan beton biasa. Natrium hidroksida dan natrium silikat sebagai alkali yang digunakan untuk pembuatan beton geopolimer. Konsentrasi molaritas natrium hidroksida yang dipakai yaitu 10M. Perbandingan alkali natrium hidroksida dengan natrium silikat adalah 1:1,5. Pada penelitian ini zat additive yang digunakan merupakan tipe retarder Plastiment HE P121R dari PT. Sika Indonesia sebanyak 0%, 1%, 1,5%, dan 2% dari berat fly ash. Pengujian yang dilakukan pada beton segar adalah pengujian slump dan waktu ikat beton. Hasil yang didapat dengan menggunakan fly ash tipe C pada penelitian ini dapat dilihat bahwa penambahan zat additive retarder Sika Plastiment HE P12R dapat meningkatkan nilai slump dan waktu ikat beton geopolimer untuk fly ash tipe C. The increased impact of damage to the environment from the manufacture of building materials such as Portland cement has made a big boost in recent years to increase waste utilization. Then we need a binder that replaces cement. Geopolymer concrete is 100% concrete that replaces cement with waste that comes from coal fired coal fired power plants, namely fly ash. However, geopolymer concrete improves the bonding time of concrete much faster than normal concrete. Sodium hydroxide and sodium silicate as alkalis are used for making geopolymer concrete. The molarity concentration of sodium hydroxide used is 10M. The ratio of sodium hydroxide to sodium silicate is 1: 1.5. In this study the additive used was a retarder type Plastiment HE P121R from PT. Sika Indonesia is 0%, 1%, 1.5%, and 2% of the weight of fly ash. Tests carried out on fresh concrete are slump testing and concrete bonding time. The results obtained by using fly ash type C in this study can be seen that the addition of additive retarder Plastiment HE P12R can increase the slump value and the bonding time of geopolymer concrete for fly ash type C.

Keywords
beton geopolimer, alkali, slump, waktu ikat, retarder.

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/pkrAVQtaqeU2


PENGARUH PREDIKAT GEDUNG GREEN BUILDING DI INDONESIA TERHADAP KONSERVASI AIR BERDASARKAN SISTEM SERTIFIKASI EDGE (EXCELLENCE IN DESIGN FOR GREATER EFFICIENCIES)
Rizky Widodo Santoso Putro, Bambang Endro Yuwono

Show More

Corresponding Author
Rizky Widodo Santoso Putro

Institutions
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Abstract
Negara Indonesia mengalami pertumbuhan konsumsi energi yang cukup signifikan. Salah satu cara dalam menangani pertumbuhan konsumsi energi adalah dengan menggunakan konsep green building. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah predikat bangunan green building mempengaruhi penghematan air, setelah diproses menggunakan aplikasi EDGE . (2) mengetahui efisiensi penggunaan air pada bangunan green building di Jakarta. Hasil penelitian pada gedung Asean Secretariat untuk langkah efisiensi air sebesar 75,89%. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem water treatment maupun tipe sanitasi yang digunakan pada bangunan tersebut sangat mempengaruhi dalam penghematan air.

Keywords
green building, efisiensi air, EDGE buildings

Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/bXcreRwxQApD


PENGARUH RASIO LARUTAN ALKALI AKTIFATOR TERHADAP KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH EX PLTU SURALAYA BANTEN
Dimas Putra Swardika (a*), Liana Herlina (b), Ade Laely Fitriyani Kardin (c)

Show More

Corresponding Author
Dimas Putra Swardika

Institutions
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Abstract
Semen merupakan material perekat yang memiliki sifat mampu mengikat bahan-bahan padat menjadi satu kesatuan yang kompak dan kuat seperti sebuah beton. Dalam proses produksi, semen mengeluarkan gas emisi karbondioksida yang menimbulkan efek rumah kaca. Dengan perkembangan disektor konstruksi, para ahli menemukan bahan pengganti semen yaitu fly ash atau abu terbang. Fly ash dapat bereaksi dengan larutan alkali aktifator untuk mengikat material campuran beton. Beton yang menggunakan fly ash biasa disebut dengan beton geopolimer. Penelitian beton geopolimer ini menggunakan variasi perbandingan larutan NaOH dengan Na2SiO3 yaitu 1:1 dan 1,5:1. Molaritas NaOH yang digunakan adalah 8M. Pengujian kuat tekan beton akan dilakukan pada umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari setelah pengecoran. Curing menggunakan oven dengan suhu 60°C. Kuat tekan optimal dicapai oleh beton geopolimer dengan rasio 1:1 sebesar 25,821 N/mm2. Nilai slump pada beton geopolimer 1,5:1 lebih besar dari beton geopolimer 1:1. Berat jenis beton geopolimer dengan rasio 1,5:1 sebesar 2300,955 kg/m3 sedangkan berat jenis beton geopolimer dengan rasio 1:1 sebesar 2285,032 kg/m3.

Keywords
Beton geopolimer; Alkali aktifator; Curing oven; Kuat tekan

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/WKF29bPpaMeB


PENILAIAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL AHMAD YANI SEMARANG DALAM ASPEK HIGH – TECHNOLOGY
Dandy Adrian Fauzy

Show More

Corresponding Author
Dandy Adrian Fauzy

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Bandar udara merupakan salah satu fasilitas Transportasi yang dibutuhkan dalam sebuah pemerintahan. Salah satuukota besar di Indonesiaayaitu kotaaSemarang, Jawa Tengah memiliki bandar udara bersejarah yaitu bandar udara Ahmad Yani. Bandar udara ini dahulu merupakan milik pemerintah / angkatan udara yang diperuntukan untuk kepentingan militer saja. Saat ini permintaan penerbangan sipil terus meningkat dan pada tanggal 1 Oktober 1995 bandar udara Ahmad Yani berpindah tangan ke PT Angkasa Pura. Perkembangan Bandara Ahmad Yani direncanakan menjadi bandara bertaraf internasional tanpa menghilangkan bangunan bandara lama. Bandara bertaraf internasional yang akan dikembangkan dan didesain adalah bandara internasional dengan pendekatan arsitektur High – Tech. Sasaran yang akan dicapai dalam perancangan desain ini adalah keselarasan antara nilai – nilai High – Tech dengan bangunan eksisting. Tulisan ini mencoba melakukan penilaian dengan metode kualitatif dengan penyajian berupa tabel - tabel hasil penelitian.

Keywords
Bandar Udara, Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, High – Tech

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/7F9QYwCuycHr


PERANCANGAN BANGUNAN BAJA UNTUK RUMAH SAKIT
Hendry, Ir. Sugeng Wijanto, Ph., D., M.Eng., Ade Okvianti Irlan, ST., M.Eng.

Show More

Corresponding Author
Hendry Hendry

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Perancangan suatu struktur harus menggunakan peraturan terbaru agar desain struktur tersebut selalu mengikuti perkembangan peraturan yang ada. Saat ini telah terdapat peraturan gempa terbaru yakni RSNI3 1726:201x, sehingga peraturan mengenai gempa harus merujuk kepada peraturan tersebut. Studi ini akan membahas mengenai perancangan struktur rumah sakit 6 (enam) lantai yang mampu menahan beban hidup, beban mati dan beban gempa. Perancangan struktur ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi ETABS dan acuan RSNI3 1726:201x. Hasil yang diperoleh dari perancangan ini: 1) Dimensi kolom Øluar 914,4mm dengan tebal 20mm, 2) Dimensi balok induk WF 588x300, 3) Dimensi balok anak WF 500x200, dan 4) Pelat lantai dua arah dengan ketebalan 155mm..

Keywords
Perancangan, Beban, RSNI3 1729:201X, Kolom, Balok, Pelat lantai

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/HjEGNQB2rCwK


PERANCANGAN BANGUNAN PUSAT PERBELANJAAN DAN RUANG SERBAGUNA DENGAN KONSTRUKSI BAJA DI DKI JAKARTA
Priska Amelia, Hadi Rusjanto, Grace Kurniawati.

Show More

Corresponding Author
Priska Amelia Mamuaya

Institutions
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Abstract
Sehubungan dengan pertumbuhan usaha dan bisnis yang meningkat di Jakarta membuat bertumbuhnya daya beli masyarakat kota Jakarta. Selain itu, kegiatan masyarakat kota Jakarta yang beragam membuat kebutuhan bangunan yang mampu menyediakan berbagai fasilitas. Menyikapi kedua faktor yang telah dijelaskan sebelumnya maka dibutuhkan bangunan pusat perbelanjaan yang digabung dengan ruang serbaguna menggunakan konstruksi baja. Material baja dipilih karena memiliki kekuatan yang tinggi serta beratnya ringan dibanding material beton. Sehingga memungkinkan untuk membuat struktur dengan bentang lebar karena material baja lebih ramping dan ringan dibanding material beton. Untuk itu dilakukan perancangan dengan bantuan aplikasi ETABS dan analisis struktur menurut peraturan yang berlaku yaitu SNI 1729:2015.

Keywords
konstruksi baja, menghitung bangunan

Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/Gv9tgu3hnycE


PERSEPSI PENGAMAT TERHADAP BENTUK BANGUNAN CONVENTION CENTRE YANG KOMUNIKATIF
Febian Agradhita, Enny S. Sardiyarso, Sri Handjajanti

Show More

Corresponding Author
Febian Agradhita

Institutions
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti

Abstract
Bentuk massa yang didasari oleh tanda atau simbol sering digunakan pada karya-karya arsitektur yang ditampilkan secara tersurat sesuai bentuknya, maupun secara tersirat yang diwakili oleh makna tertentu. Bentuk yang di dasari oleh tanda maupun simbol menghasilkan persepsi tersendiri bagi tiap-tiap individu. Komunikasi dalam arsitektur dapat tercipta dengan adanya pengamat dan objek yang diamati. Melalui tanggapannya pengamat memberikan sebuah persepsi yang dilihat dari objek yang diamatinya yaitu bentuk bangunan yang memberikan pesan tertentu. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui fungsi melalui tipologi bentuk bangunan Convention Centre yang sangat familiar bagi pengamat melalui bentuk atap, fasad, dan denah yang bersangkutan. Melalui metode kualitatif diadakan sebuah wawancara kuis terhadap mahasiswa angkatan 2018 yang menjadi pengamatnya. Pengamat diminta untuk memberikan tanggapan terhadap gambar-gambar bangunan Convention Centre yang telah disediakan. Sehingga hasil dari tanggapan tersebut dapat disimpulkan bentuk mana yang paling dianggap sesuai sebagai bangunan Convention Centre. Dari hasil penilaian data responden, dapat disimpulkan pengaruh bentuk massa terhadap persepsi fungsi bangunan berpengaruh untuk pandangan manusia. Sehingga apabila tipologi bentuk dari suatu bangunan diaplikasikan sesuai pada fungsinya, maka akan tercipta sebuah komunikasi antara bangunan dengan manusia.

Keywords
bentuk massa, komunikasi, tipologi bangunan

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/XeNZvQc8KBmb


Pola sirkulasi di bangunan Perpustakaan Nasional. Kasus : Qatar, korea, dan Taiwan
Reza Hijra saputra, Maria Immaculata Ririk Winandari, Sri Tundono

Show More

Corresponding Author
Reza Hijra Saputra

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Perpustakaan merupakan tempat untuk bahan pustaka, yang disusun secara sistematis. Agar perpustakaan dapat melakukan fungsinya sebagai pusat informasi secara umum. Sirkulasi diperlukan untuk permudah pencapaian, perpindahan dari satu ruang ke ruang lainnya dan untuk efesiensi jarak perpindahan. Kasus studi terdiri dari Qatar National Library, National library of korea, dan national library of public information Taiwan. Studi banding dilakukan terhadap ketiga obyek kasus dengan variable hasil menggunakan studi banding pola sirkulasi pengunjung, pola sirkulasi pola irkulasi staff, dan penerimaan buku sehingga hasil menunjukan bahwa bahwa bangunan perpustakaan nasional di 3 kasus studi memiliki pola sirkulasi yang memudahkan pemustaka yang datang, pemustaka akan diarahkan menuju area resepsionis dan ruang loker, kemudian pemustaka baru dibolehkan menuju ke ruang yang dituju. Sirkulasi staff pada 3 kasus studi perpustakaan nasional memiliki akses tersendiri untuk melakukan operasional di dalam gedung perpustakaan nasional. Pada sirkulasi penerimaan buku, buku yang datang akan langsung menuju ruang penyimpanan kemudian akan di cek diruang sortir, prawatan, dan akan menuju ke ruang monograf.

Keywords
Pola, Sirkulasi, zona, perpustakaan Nasional

Topic
Penerapan Konsep Desain Pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/7dyC9Te36WRj


Studi Komparasi Sirkulasi Ruang Gerak Pengguna pada Area Baca di Perpustakaan Universitas Swasta Bandung
Alivia Salsabilla

Show More

Corresponding Author
Alivia Salsabilla

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Perpustakaan merupakan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca dan bukan untuk dijual (Sulistyo, Basuki: 1991). Sebagai fasilitas umum, perpustakaan banyak dikunjungi terutama mahasiswa sehingga menyebabkan banyaknya pengguna perpustakaan yang melakukan aktivitas bersama di dalamnya yang mempengaruhi kenyamanan setiap pengguna. Oleh karena itu dibutuhkan persyaratan yang tepat termasuk tentang sirkulasi ruang gerak/jarak bersih agar mengurangi persinggungan antar pengguna untuk meningkatkan kenyamanan dan konsentrasi saat membaca di area baca. Maka dari itu dilakukan pengamatan untuk mengetahui dan mendalami lebih lanjut sirkulasi ruang gerak pengguna perpustakaan yang baik dan tepat dengan pertimbangan antropometrik dan ergonomi serta dampak dari sirkulasi ruang gerak yang kurang mempertimbangkan standar antropometrik dan ergonomi terhadap pengguna perpustakaan. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi komparatif yaitu mengamati kondisi obyek ilmiah dengan cara membandingkan dan mendeskripsikan data yang didapat melalui observasi dengan data literatur. Hasil pengamatanmenunjukkan bahwa pada aspek jarak sirkulasi ruang gerak area baca perpustakaan Learning Center, Telkom University belum mendekati jarak sirkulasi ruang gerak yang sesuai dengan standar yang mempertimbangkan faktor antropometri dan ergonomic sedangkan untuk aspek sirkulasi ruang gerak pengguna pada area baca dan rak buku pada perpustakaan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) lebih mendekati jarak sirkulasi ruang gerak yang sesuai dengan standar.

Keywords
perpustakaan, sirkulasi, ruang gerak

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/jHyQgh9rtcND


STUDI PENERAPAN BIORETENSI PADA KAWASAN BEKASI TIMUR REGENCY MENGGUNAKAN EPA SWMM 5.1
Andrianto Yohanes Sembiring(a), Dina Paramitha A. H (b)

Show More

Corresponding Author
Andrianto Yohanes Sembiring

Institutions
Universitas Trisakti

Abstract
Perumahan Bekasi Timur Regency merupakan salah satu perumahan di wilayah Kecamatan Mustika Jaya yang Pembangunan perumahannya dengan cara menimbun lahan sehingga mengubah penggunaan lahan dari daerah sawah (tampungan sementara) menjadi daerah limpasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase reduksi debit limpasan hujan pada lokasi penelitian setelah diterapkan bioretensi. Untuk menganalisanya, dilakukan pemodelan limpasan hujan kala ulang 5 tahun menggunakan instrumen Storm Water Management Model dengan membandingkan kondisi jaringan drainase sebelum dan sesudah penerapan bioretensi. Perhitungan intensitas hujan menggunakan metode Mononobe, diperoleh intensitas hujan durasi 1 jam dengan kala ulang 5 tahun sebesar 47.88 mm/jam. Hasil simulasi dengan hujan rancangan kala ulang 5 tahun pada saat kondisi eksisting menghasilkan 7 titik luapan saluran. Setelah dilakukan penerapan bioretensi pada sistem drainase, titik luapan pada saluran berkurang menjadi 3 saluran. Sedangkan reduksi debit puncak pada outlet saluran Perumahan Bekasi Timur Regency mencapai 13.28 % pada outlet 1 dan pada outlet 2 sebesar 6.63 %

Keywords
Bioretensi; saluran; drainase; SWMM

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/RJxEekFbD7dz


The Effect of Sanga Mandala Concept Implementation on Balinese Architecture on The Environment
Marizka Sabrina(a*), Oka Sindhu Pribadi (b), Dwi Rosnarti (c)

Show More

Corresponding Author
Marizka Sabrina

Institutions
Major of Architecture, Faculty of Civil Engineering and Planning, Trisakti University

Abstract
Tri Mandala, Hulu-Teben dan Sanga Mandala adalah contoh konsep yang mengajarkan keselarasan terhadap lingkungan dan juga alam. Konsep-konsep ini teraplikasikan terhadap bagaimana manusia menentukan penataan lingkungan rumah tinggal, pola permukiman, dan juga arsitektur. Konsep Sanga Mandala ini dihasilkan dari perpaduan orientasi kosmologis (Utara-Selatan) dengan orientasi religius (Timur-Barat). Membagi area rumah tinggal menjadi sembilan zona adalah cara dari konsep Sanga Mandala. Dari hasil pembagian zona ini terbagi tiga area diagonal dari arah Tenggara menuju ke arah Barat Laut. Hubungan terhadap ekologi aliran udara ini terdapat pada ruang kosong diagonal dari hasil konsep Sanga Mandala. Dari posisi geografis pulau Bali, aliran udara musim hujan dan juga musim kemarau mereka adalah saling berlawanan, yaitu dari Tenggara menuju Barat Laut dan juga sebaliknya. Dari hal ini, terbukti bahwa masyarakat tradisional Bali sangat memikirkan ekologi. Sanga Mandala juga dapat memberikan pencahayaan dan juga penghawaan ke bangunan.

Keywords
Pola ruang, konsep tradisional, Sanga Mandala

Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun

Link: https://ifory.id/abstract/pDku4vCBbRmt


Page 3 (data 61 to 81 of 81) | Displayed ini 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats