Indonesia Conference Directory


<< Back

Abstract Topic: Material

Page 1 (data 1 to 18 of 18) | Displayed ini 30 data/page

Analisis Efektivitas Pinus Merkusii sebagai Inhibitor Korosi Biodegradable dalam Aplikasi Boiler Header Tubes
Agus Solehudin(1), Yusep Sukrawan(2), Aditia Rachman(3), Enda Permana(4), Haipan Salam(5)

Show More

Corresponding Author
AGUS SOLEHUDIN

Institutions
Departemen Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154

Abstract
Boiler merupakan salah satu unit penting dalam dunia industri, termasuk di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Kinerja, efisiensi dan umur pakai boiler perlu diperhatikan untuk menghindari potensi kerusakan sehingga dapat meminimalisir potensi kecelakaan kerja. Kerusakan pada boiler umumnya terjadi pada pipa seperti pipa water wall, superheater dan header. Salah satu penyebab kerusakan boiler adalah korosi yang disebabkan oleh oksigen dan karbon dioksida dalam uap yang terkondensasi serta ion-ion korosif yang terkandung dalam air umpan yang masuk melalui pipa-pipa tersebut. Jenis korosi yang menyerang pipa-pipa boiler diantaranya korosi seragam, korosi sumuran dan korosi erosi. Pengendalian korosi tersebut dilakukan dengan penggunaan inhibitor korosi. Saat ini telah dikembangkan jenis inhibitor korosi dari senyawa organik berbahan alam yang mudah diperoleh, ramah lingkungan dan bersifat biodegradable. Dalam penelitian ini, digunakan ekstrak getah Pinus merkusii sebagai inhibitor korosi organik yang mengandung senyawa α-pinena. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas ekstrak getah Pinus merkusii dalam menghambat laju korosi material pipa air boiler. Penelitian eksperimen ini meliputi proses ekstraksi getah Pinus merkusii, pengujian komposisi kimia spesimen pipa air boiler, dan pengujian laju korosi spesimen pipa air boiler dengan metode uji kehilangan berat pada tiga variasi lingkungan korosif (HCl, H2CO3 dan NaCl) dengan variasi konsentrasi inhibitor sebesar 250 ppm dan 500 ppm, dalam waktu pengujian selama 7 hari. Berdasarkan hasil pengujian, spesimen material pipa air boiler teridentifikasi sebagai baja paduan standar ASTM A213/A grade T91, dan ekstrak getah Pinus merkusii terbukti efektif mampu menghambat laju korosi spesimen pada ketiga lingkungan korosif berbeda dengan nilai efisiensi inhibisi rata-rata mencapai 60%.

Keywords
Boiler, pipa air, standar ASTM A213, inhibitor korosi, Pinus merkusii

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/4QBrj6KfcePp


Kajian Pemodelan Kekuatan Tekan Busa Aluminium Berbasis Geometri Fraktal
Sutarno Hartosuwarno dan Kusharjanto

Show More

Corresponding Author
Sutarno Hartosuwarno

Institutions
Jurusan Teknik Metalurgi Universitas Jenderal Ahmad Yani (UNJANI) Bandung Jl. Jenderal Gatot SubrotoPO BOX 807 (PINDAD) Bandungg 40285, Tlp. (022) 7320920

Abstract
Penelitian ini mengevaluasi kekuatan tekan busa aluminium berbasis morfologi rongga pori dengan pendekatan konsep geometri fractal. Busa aluminium ini disintesa menggunakan kalsium karbonat (CaCO3) sebagai agen pembusa dan SiO2 sebagai stabilizer. Morfologi rongga pori busa aluminium bersifat acak, tidak teratur dan stokastik sehingga persoalan dimensi tidak dapat dideskripsikan dengan geometri Euclidean melainkan dengan konsep geometri fraktal. Simulasi kekuatan tekan terhadap porositas berbasis fraktal dengan iterasi menunjukkan bahwa porositas berbanding terbalik dengan dimensi fraktal. Nilai kelengkungan suatu kurva berbanding lurus dengan nilai k pada model Balshin. Dari plot data hasil percobaan diperoleh distribusi kekuatan tekan berbasis porositas fraktal diperoleh Y = 14.80e-3.019X.

Keywords
Rongga pori, stokastik, kekuatan tekan, fraktal

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/j9pR68BgyAf4


Karakterisasi Fisis Larutan Antosianin Ekstraksi Beras Merah dan Kedelai Hitam
Fita Widiyatun (a*), Neng Nenden Mulyaningsih (b), Sudirman (c), Andri Suryana (d)

Show More

Corresponding Author
fita widiyatun

Institutions
a) Program Studi Informatika,
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer,
Universitas Indraprasta PGRI,
Jl. Nangka No. 58C, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
fita.wdy[at]gmail.com

b) Program Studi Pendidikan Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Indraprasta PGRI,
Jl. Nangka No. 58C, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
nenk_nen[at]yahoo.com

c) Program Studi Pendidikan Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Indraprasta PGRI,
Jl. Nangka No. 58C, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
sudirman[at]unindra.ac.id

d) Program Studi Pendidikan Biologi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Indraprasta PGRI,
Jl. Nangka No 58C, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
andrisuryana21[at]gmail.com


Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi fisis larutan antosianin ekstraksi dari beras merah dan kedelai hitam. Karakterisasi fisis tersebut meliputi pengukuran densitas, kekeruhan, viskositas, pH, dan perubahan warna. Setelah memperoleh hasil analisis, kemudian dibandingankan antara keduanya untuk mengetahui sifat fisis dari ekstraksi kedua bahan tersebut.

Keywords
Antosianin, Kacang hitam, Kedelai hitam, sifat fisis

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/x2Tm8gERcdZt


Model Laju Korosi untuk Memprediksi Life Time Tiang Pancang Baja Karbon di Lingkungan Air Laut
Agus Solehudin a*), Yusep Sukrawan a), Dedi Supriawan a), Aulia Fatin a) dan Gunawan Refiadi b)

Show More

Corresponding Author
Agus Solehudin

Institutions
a)Departemen Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung
b)Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Mesin STKIP Sebelas April Sumedang
Jl. Anggrek Situ No. 19 Sumedang
*)Korespondensi e-mail: asolehudin[at]upi.edu

Abstract
Abstrak Tiang pancang pipa baja karbon di lingkungan air laut umumnya berada pada zona dasar laut (seabed), lumpur, air laut (submerged), percikan (tidal) dan atmosfir. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya korosi yang dapat menurunkan kekuatan dan umur pakai (life time) struktur tersebut. Metode dalam penelitian ini dimulai dari pemodelan persamaan matematis laju dengan persamaan sebagai berikut: r1= 0,0018 [H_2 S]^0,85 x exp⁡[12,6 × 〖10〗^(-3) ( (T-373)/T)] (mm/th), untuk temperature dibatasi lebih dari 273 K dan maksimum 373 K , konsentrasi H2S dibatasi lebih dari nol dan maksimum 500 ppm). r2=3,1 × 〖10〗^(-5) 〖 [H^+ ]〗^0,4 x exp⁡[12,6 ( (T-373)/T)] + 1,31 x log [H+] (mm/th). Dimana pH = -log [H+] dan pH dibatasi lebih dari nol dan maksimum 14. r3= 0,082 x 〖10〗^(-6) ω^(1/2 ) mm/t h, untuk aliran dibatasi lebih dari nol dan maksimum 300 rpm. r4 = 0,109 [Cl-]x + 0,319 mm/th, untuk konsentrasi Cl dibatasi lebih dari nol dan maksimum 5,25%. r5 = 8,7 + 9,86 x 10-3 (O2) – 1,48 x 10-7 (O2)2 – 2,37 x 10-3 (H2S)(O2) – 1,11 x 10-3 (O2)(pH) (mm/th, untuk konsentrasi Oksigen dibatasi lebih dari nol dan maksimum 100 ppm. r6 = 4,93 x 10-2 (CO2)(H2S) – 4,82 x 10-5 (CO2)(O2) (mm/th), untuk konsentrasi CO2 dibatasi lebih dari nol dan maksimum 100 ppm. r7 = [Cl-]a1 x [SO4 2-] a2 x [Ca2+ ] a3 (mm/th), untuk konsentrasi Cl-,SO4 2- dan Ca2+ dibatasi lebih dari nol dan maksimum 100 ppm, dan konstanta a1, a2, a3, tergantung dari pH. Sehingga persamaan laju korosi total dipeoleh: r tot = r1 + r2 + r3 + r4 + r5 + r6 + r7 dan persamaan umur pakai tiang pancang adalah: umur pakai = CA/(laju korosi total ) dimana CA adalah corrosion allowance. Model laju korosi yang diperoleh diverifikasi dengan data hasil percobaan secara curve fitting. Hasil penelitian yang diperoleh adalah prediksi umur pakai tiang pancang pipa karbon hasil model simulasi hampir sama dengan hasil percobaan yang memberikan perbedaan sekitar 1,2%.

Keywords
tiang pancang, laju korosi, baja karbon, life time, air laut

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/vyZzFHBNeLA7


PEMANFAATAN CERIUM OXIDE DAN ANALISA EKONOMI USAHA PADA POLISHING KACA MOBIL TEMPERED DAN LAMINATED
Rokhy Markhiyano (a), Himawan Tri Bayu Murti(b), Alva Edy Tontowi(b)

Show More

Corresponding Author
Rokhy Markhiyano

Institutions
a. Magiter Teknik Sistem, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, rocky_ugm[at]yahoo.co.id
b. Departemen Teknik Kimia, Universitas Gadjah Mada, bayu[at]chemeng.ugm.ac.id
c. Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada, alvaedytontowi[at]ugm.ac.id

Abstract
Indonesia memiliki perkembangan yang cukup signifikan pada dunia otomotif. Badan Statistik Nasional mencatat pertumbuhan kendaraan di Indonesia meningkat dengan pesat dari tahun ke tahun. Salah satu kelengkapan mobil antara lain adalah kaca mobil. Kaca mobil yang baik adalah kaca yang menyerap panas dan jelas pada saat berkendara. Salah satu layanan pasca-penjualan dari ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) yang paling penting adalah layanan After Service, namun demikian tidak adanya layanan perbakan kaca yang tergores atau cacat, ATPM secara umum mengganti kaca mobil yang cacat atau tergores sehingga di nilai kurang ekonomis bagi konsumen.Pemanfaatan LTJ Cerium Oxide (CeO²) pada polishing kaca dengan teknik khusus mampu atau bertujuan mengatasi cacat kaca mobil.Teknik yang di uji adalah kemurnian Cerium Oxide,Grid Amplas Abrasive,Rpm,Waktu Pemrosesan dengan ukuran indek kebeningan hasil polishing.Hasil pengujian menunjukan Cerium Oxide pada kemurnian 98%, Grid amplas abrasive kombinasi 240 dan 400, Rpm 1600 mampu menghasilkan indek kebeningan kaca 99.9% pada kaca jenis laminated dan 97% pada kaca Tempered. Dengan demikian menunjukan rekomendasi untuk pengendaraan pasca perbaikan. Selanjutnya di lakukan analisa ekonomi dengan metode penyertaan investasi, pada analisa1) Payback Period (PP), 2) Net Present Value (NPV), 3) Profitability Indeks (PI), 4) Internal Rate of Return ( IRR), 5) Average Rate of Return (ARR), 6) Return of invesment (ROI ) menunjukan teknik pemolesan cacat kaca sebagai altenatif penggantian kaca baru layak untuk di kembangankan sebagai usaha jasa.

Keywords
Pertumbuhan mobil, kaca laminated tempered, Cerium Oxide ( CeO²), Polishing, ekonomi usaha

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/dqLtnZw6PTKz


PENGARUH KONSENTRASI GLISERIN TERHADAP PEMBENTUKAN KALSIUM GLISEROKSIDA
Dian Tantri Simatupang dan Horasdia Saragih

Show More

Corresponding Author
Dian Tantri Simatupang

Institutions
Laboratorium Sains Terapan, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Advent indonesia

Abstract
Penelitian pengaruh konsentrasi gliserin terhadap pembentukan kalsium gliseroksida didasari oleh karena dalam memproduksi biodiesel pada umumnya masih menggunakan katalis homogen. Namun katalis homogen ini memiliki kelemahan yaitu katalis ini susah dipindahkan dari campuran reaksinya dan tinggi biaya produksinya. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan yang saat ini dialami maka dibentuklah kalsium gliseroksida yang nantinya dapat digunakan untuk proses metil ester. Kalsium gliserokside ini disintesis dari CaCo3 + gliserol, CaCo3 ini diperoleh dari cangkang telur yang selama ini masih di jadikan sebagi sampah. Pembentukan kalsium gliseroksida sangatlah sederhana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gliserin pada pembentukan kalsium gliseroksida. Pada penelitian ini parameter yang digunakan adalah konsentrasi jumlah gliserin dalam pembuatan gliseroksida yaitu 16ml, 12ml, 8ml, 4ml yang akan digunakan untuk proses transesterifikasi minyak jarak.

Keywords
Konsentrasi gliserin, kalsium gkiseroksida, cangkang telur

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/qb4cvkaHFK8n


Pengaruh Penambah Ni terhadap Sifat Mekanik dan Katalitik Paduan TiAl
Muhammad Hardian Taufiqurrahman, Aep Patah, Yessi Permana

Show More

Corresponding Author
Muhammad Hardian Taufiqurrahman

Institutions
Kelompok Keilmuan Kimia Anorganik, ITB, Jalan Ganesa no. 10 Bandung

Abstract
Paduan TiAl memiliki beberapa potensi, di antaranya sebagai bahan baku alternatif komponen dalam mesin turbin dan katalis untuk reaksi sintesis senyawa organik. Namun paduan TiAl sebagai bahan baku komponen mesin turbin memiliki kekurangan berupa keuletan yang rendah pada suhu ruang dan ketahanan mulur yang rendah pada suhu tinggi. Pada tugas akhir ini dilakukan sintesis paduan TiAl yang ditambahkan Ni dengan metode pemaduan logam secara mekanik (mechanical alloying). Penambahan Ni pada paduan TiAl ini diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanik seperti kekerasan. Sintesis paduan TiAl dilakukan dengan memvariasikan waktu penggerusan (5, 15, 30 dan 50 jam), suhu sintering (500 C, 700 C dan 900 C) dan waktu sintering (2, 4 dan 6 jam). Pada variasi tersebut diperoleh kondisi terbaik dengan waktu penggerusan 50 jam, suhu sintering 900 0C dan waktu sintering 6 jam. Penambahan Ni (3, 6 dan 9 %) dilakukan setelah mendapat kondisi terbaik (50 jam, 900 C selama 6 jam) pada saat sintesis paduan TiAl. Tahap selanjutnya dilakukan karakterisasi PXRD dan SEM-EDS, uji kekerasan serta uji aktivitas katalitik. Berdasarkan hasil karakterisasi PXRD paduan TiAl dan TiAlNi sudah sesuai dengan referensi yaitu pada difraktogram muncul puncak tertinggi 2θ = 40 dan 2θ = 43,86 secara berturut-turut. Karakterisasi SEM-EDS menunjukkan bahwa paduan TiAl dan TiAlNi telah terbentuk. Pengujian kekerasan untuk paduan TiAl dengan penambahan Ni memperlihatkan peningkatkan nilai kekerasan secara signifikan. Nilai kekerasan paduan TiAl meningkat dari 194 HV ke 440 HV untuk penambahan 9 % Ni. Penambahan Ni pada paduan TiAl juga menyebabkan meningkatnya sifat katalitik. Hal ini terlihat pada reaksi asetalisasi benzaldehida dengan pelarut metanol pada suhu ruang selama 1 jam. Benzaldehida yang terkonversi menjadi produk asetal adalah 36 % dan 67 % berturut-turut untuk katalis paduan TiAl dan TiAlNi.

Keywords
paduan TiAl, paduan TiAlNi, mechanical alloying, sifat mekanik, sifat katalitik

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/QCxGtF7ByvhD


Pengaruh Temperatur Proses Semi-solid Casting pada Paduan Magnesium AZ91D terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro
Kusharjanto*), Sutarno dan R. Henny Mulyani

Show More

Corresponding Author
Kusharjanto Suhirman

Institutions
Jurusan Teknik Metalurgi Universitas Jenderal Ahmad Yani (UNJANI) Bandung

Abstract
Penelitian ini menginvestigasi pengaruh temperatur proses semi-solid casting untuk paduan magnesium AZ91D dalam upaya meningkat sifat mekanik untuk aplikasi struktur ringan. Dalam percobaan proses semi-solid casting ini divariasikan temperatur mulai dari 500, 510, 520, 530 dan 540C. Hasil pengujian kekerasan rata-rata tertinggi diperoleh adalah 64,4 HB pada temperatur 500C lebih tinggi dibanding dengan as-cast (bakalan) yaitu 42,56 HB (atau meningkat 33,9%). Peningkatan kekerasan terjadi karena adanya perubahan struktur mikro dari struktur dendritik menjadi butir yang globular, yang memiliki fasa α-Mg dan �-Mg17Al12. Bentuk butir bulat dan kecil yang tersebar merata dengan ukuran 40,08 �m diperoleh pada temperatur 500C dan ukuran 77,2 �m untuk 540C.

Keywords
paduan magnesium, semi-solid casting, kekerasan, struktur mikro.

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/rD4XpHaNcwWk


Pengaruh Variasi Komposisi SiC dan Perlakuan Annealing Terhadap Nilai Densitas dan Porositas Pada Komposit Al-Cu-Mg/Sic Hasil Metode Stir Casting
Anisa Agustianingsih(a*), Anggara Budi Susila(a), Erfan Handoko(a)

Show More

Corresponding Author
Anisa Agustianingsih

Institutions
(a) Faculty of Mathematics and Sciences, State University of Jakarta

Abstract
Material aluminium banyak diaplikasikan dalam dunia perindustrian, namun kekuatan pada material ini lebih rendah dibandingkan material komersil lainnya. Dengan penambahan unsur-unsur paduan maka kekuatan pada material ini bisa meningkat. Pada penelitian ini dibuat paduan aluminium dengan menambahkan unsur magnesium, tembaga dan SiC. Penelitian ini juga menggunakan metode stir casting untuk membantu pendistribusian unsur Mg, Cu dan SiC pada Aluminium dengan kecepatan 250 rpm selama 10 menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh proses annealing dan variasi komposisi SiC terhadap densitas dan porositas pada komposit Al-Cu-Mg/SiC hasil metode stir casting. Komposisi Cu dan Mg yaitu 4,4 wt % dan 1,2 wt %. Variasi komposisi SiC yaitu 1,5 wt % dan 2 wt %. Suhu annealing yang digunakan yaitu 400oC selama 3 jam. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin besar presentasi komposisi SiC maka semakin besar nilai densitas dan semakin kecil nilai porositas-nya. Setelah dilakukan proses annealing pada paduan komposit ini menunjukan nilai densitas semakin besar dan nilai porositas semakin kecil.

Keywords
densitas, porositas, komposit aluminium, annealing, SiC

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/CyM7qYtrgpH8


Perilaku Mekanik Tembaga Fosfor C1220T-OL Pada Proses Annealing dan Normalizing
R. Henny Mulyani , Ade Angga Bastian

Show More

Corresponding Author
R. HENNY MULYANI

Institutions
University of Jenderal Achmad Yani Bandung

Abstract
Perilaku mekanik tembaga fosfor C1220T-OL dipelajari dengan memvariasikan temperatur dan waktu annealing dan normalizing.Dalam penelitian ini temperatur divariasikan 300�C, 350�C, 400�C dengan waktu penahanan 5, 10, 15 menit.hasil pengujian pada kondisi optimal yaitu temperatur 350�C dan waktu 10 menit, kekuatan tarik 21,92 kgf/mm2 dengan kekerasan 71,64 VHN.

Keywords
Perilaku mekanik Annealing, Normalizing

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/kPVmdbraFDxL


Sintesa Calcium Diglyceroxide: Pengaruh Konsentrasi Glycerine
Horasdia Saragih

Show More

Corresponding Author
Horasdia Saragih

Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kol. Masturi No. 288, Bandung Barat, Indonesia 40559

Abstract
Calcium diglyceroxide dapat digunakan dan sangat attraktif sebagai katalis pada proses transesterifikasi triglycerine untuk menghasilkan fatty acid methyl ester (biodiesel). Oleh karena itu, akhir-akhir ini usaha mensintesa calcium diglyceroxide mendapat banyak perhatian karena tuntutan untuk menghasilkan biodiesel dalam jumlah yang besar dan berharga murah. Calcium diglyceroxide tidak larut ke dalam biodiesel yang dihasilkan setelah transesterifikasi sehingga dengan mudah dapat dipisahkan. Selain itu calcium diglyceroxide dapat digunakan sebagai katalis secara berulang sehingga penggunaannya sangat menguntungkan. Pada penelitian ini calcium diglyceroxide telah disintesa. Proses sintesanya menggunakan calcium acetate dan glycerine. Beragam konsentrasi glycerine telah digunakan. Pengaruh konsentrasi glycerine diinvestigasi terhadap kualitas calcium diglyceroxide yang dihasilkan. Beberapa jenis karakterisasi digunakan untuk menganalisis calcium diglyceroxide yang dihasilkan, seperti: SEM/EDX, FTIR, dan XRD. Dari hasil karakterisasi yang dilakukan diperoleh bahwa calcium diglyceroxide hasil sintesa membentuk material padatan berstruktur kristal. Temperatur penumbuhannya 60oC. Struktur kristalnya sangat dipengaruhi oleh konsentrasi glycerine yang digunakan. Konsentrasi glycerine yang berbeda menghasilkan bidang-bidang kristal yang berbeda. Morfologi butirnya juga sangat dipengaruhi oleh konsentrasi glycerine. Calcium monoglyceride dan calcium triglycerine hadir sebagai pengotor pada kristal, yang jumlahnya sangat bergantung pada konsentrasi glycerine yang digunakan.

Keywords
Calcium Diglyceroxide, Glycerine, Biodiesel

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/9HX7RmxPrYJE


SINTESIS KOLOID NANOPARTIKEL PERAK DAN UJI KINERJA KATALITIKNYA PADA OKSIDASI RHODAMIN B
Diah Fahmawati

Show More

Corresponding Author
Diah Fahmawati

Institutions
Magister Pengajaran Kimia, FMIPA, ITB
Jl. Ganesha 10 Bandung

Abstract
Nanopartikel perak (AgNPs) memiliki keunikan sifat dan memiliki aplikasi yang luas diantaranya dalam bidang sensor, katalis, anti bakteri dan biomedik. Ukuran partikel AgNPs, salah satu faktor yang menentukan sifat fisik dan kimianya, dipengaruhi oleh kondisi reaksi sintesisnya seperti reagen pereduksi, pH dan zat penstabil. AgNPs juga telah dilaporkan dapat meningkatkan laju reaksi oksidasi Rhodamin B (RhdB) oleh persulfat, tetapi sintesisnya perlu waktu lama dan kurang efisien. Pada penelitian ini, sintesis AgNPs dilakukan dengan metode reduksi kimia. Larutan NaBH4 dingin digunakan sebagai pereduksi dan glutathione (GSH) sebagai penstabil. Karakterisasi AgNPs dilakukan dengan spektrofotometri UV/Vis, Particle Size Analyzer (PSA), zeta potensial, FTIR dan HRTEM. Aktivitas katalitik AgNPs termodifikasi diukur dengan membandingkan laju discolorisasi Rhodamin B yang ditambahkan persulfate terhadap laju discolorisasi RhD B yang ditambah persulfat dan AgNPs. Karakterisasi produk degradasi Rhd B dilakukan dengan HPLC dan UPLC-MS. Hasil pengukuran PSA menunjukkan semakin besar rasio mol NaBH4 : AgNO3 semakin kecil ukuran AgNPs. Ukuran partikel AgNPs sebesar 8,4 nm diperoleh pada rasio mol NaBH4 : AgNO3 = 10:3 dan pH = 9. Ukuran partiel AgNPs menjadi lebih kecil (1,7 nm) ketika pH larutan dinaikkan menjadi 10. AgNPs dengan penstabil glutathione memiliki ukuran yang kecil yaitu 1,4 nm daripada ukuran partikel AgNPs dengan penstabil EDTA. Penambahan AgNPs pada oksidasi Rhd B oleh persulfat menyebabkan laju discolorisasi meningkat sekitar 4x. Reaksi oksidasi Rhd B oleh persulfat merupakan reaksi orde satu semu terhadap konsentrasi Rhd B. Analisis HPLC dan UPLC-MS menunjukkan degradasi Rhd B menjadi asam benzoat, trihidroksi benzoat dan isoindoline-1,3-dione.

Keywords
nanopartikel perak, katalis, degradasi Rhodamin B

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/QPafXbzq7yRC


Sintesis Material nanomultiferoic Berbasis Barium Titanat dan Bismuth Ferrite dengan Variasi Temperatur dan Waktu Sintering
Sri Yatmani,1 , Yuli Nurul Maulida,2 dan Dwita Suastiyanti, 3

Show More

Corresponding Author
Sri Yatmani

Institutions
1Program Studi Teknik Elektro, Institut Teknologi Indonesia,
Jl. Raya Puspiptek Serpong Tangsel, Indonesia, 15314

2Program Studi Teknik Kimia, Institut Teknologi Indonesia,
Jl. Raya Puspiptek Serpong Tangsel, Indonesia, 15314

3Program Studi Teknik Mesin, Institut Teknologi Indonesia,
Jl. Raya Puspiptek Serpong Tangsel, Indonesia, 15314

a)sri.yatmani[at]iti.ac.id(corresponding author)
b) yulinurul13[at]gmail.com
c) dwita.suastiyanti[at]iti.ac.id


Abstract
Sintesis material nanomultiferoic dengan kandungan aktif bariumtitanat (BaTiO3)dan bismuth ferrite oksida (BiFeO3) dilakukan menggunakan metode sol gel yang merupakan metode paling sukses dalam mempreparasi material berukuran nano. Material nanomultiferoic yaitu material keramik yang memiliki fungsional khusus (elektrik, optik, magnetik, dll). Sintesis Material nanomultiferoic dilakukan dengan variasi rasio (BaTiO3)dan bismuth ferrite oksida (BiFeO3) dengan perbandingan 1:1 dan temperatur kalsinasi 350°C selama 4 jam, kemudian dilanjutkan proses sintering dengan variasi temperatur 700°C; 750 °C dan 800°C dengan waktu sintering 2 ; 4 dan 6 jam. Hasil sintesis dilakukan pengujian sifat magnet dengan Permagraph, uji sifat listrik menggunakan polarisasi listrik, dan pengujian besar ukuran partikel dilakukan dengan instrumen Beckman Coulter DelsaTM Nano. Hasil uji sifat magnetik diukur dengan nilai tertinggi dari remanen yaitu sebesar 0,456 T, koersivitas 448,2 Ka/m, saturasi 0,59 T, dan energi magnetik (Perkalian Remanen dan Koersivitas) 204,38 yang dimiliki oleh campuran dengan proses sintering pada suhu 750 °C selama 6 jam. Pengujian sifat listrik diukur dengan tingginya nilai remanen polarisasi listrik sebesar 50,12 µC/cm2, medan listrik koersivitas 62,5 V/cm, saturasi polarisasi listrik 60,21 µC/cm2, dan Pr/Ps 0,83. Hasil pengujian ukuran besar partikel terkecil ditunjukkan sebesar 45 nm dengan proses sintering pada suhu 750 °C selama 6 jam.

Keywords
nanomultiferoic, sol gel, material, Barium Titanat, Bismuth Ferrite

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/qRPudNtxaQyT


Sintesis Metal-Organic Frameworks (MOFs) Tipe MIL-53 (Al) Menggunakan Cairan Ionik dengan Metode Elektrosintesis
Muhammad Azka Sabil, Aep Patah, Ph. D

Show More

Corresponding Author
Muhammad Azka Sabil

Institutions
ITB

Abstract
Metal-Organic Framework (MOF) tipe MIL-53 (Al) diketahui memiliki stabilitas termal yang tinggi, dapat digunakan sebagai katalis reaksi alkilasi dan asilasi Friedel-Crafts, material absorben dan pemisahan gas CO2, dan sensor fluorosens 6-merkaptopurin. Metode konvensional dalam sintesis MIL-53 (Al) adalah metode solvotermal. Metode solvotermal dalam prosesnya menggunakan temperatur dan tekanan tinggi serta waktu reaksi yang lama. Metode lain yang dikembangkan adalah metode elektrosintesis. Metode ini diketahui dapat berjalan dalam waktu singkat, relatif mudah, dan tidak menggunakan temperatur serta tekanan tinggi (~25 oC, 1 atm). Pada penelitian ini, disintesis MIL-53 (Al) dengan metode elektrosintesis untuk berbagai variasi beda potensial dan pengaruh temperatur. Selain itu, MIL-53 (Al) hasil sintesis metode elektrosintesis dibandingkan terhadap MIL-53 (Al) hasil sintesis metode solvotermal dan metode stirring. MIL-53 (Al) dikarakterisasi menggunakan teknik analisa FTIR, PXRD, SEM, dan TGA. Seluruh produk MIL-53 (Al) hasil sintesis ketiga metode menunjukkan adanya pergeseran redshift pada serapan 1680 cm-1 ke 1600 cm-1 yang mengindikasikan terkoordinasinya ligan BDC (benzene dicarboxylate) pada logam aluminium. Puncak khas MIL-53 (Al)BP pada 2θ (9,30°; 12,58°; 17,76°; 25,10°; 27,16°) teramati pada difraktogram produk hasil sintesis dengan metode solvotermal dan metode stirring. Kedua produk tersebut memiliki kristalinitas berturut-turut sebesar 54,94% dan 27,77%. Namun, puncak khas MIL-53 (Al) yang berbeda pada 2θ (9,30° dan 17,76°) teramati pada difraktogram produk hasil sintesis dengan metode elektrosintesis. Puncak difraktogram ini bersesuaian dengan MIL-53 (Al)SP dan mempunyai fasa amorf. Citra SEM memperlihatkan MIL-53 (Al)BP memiliki ukuran partikel di antara 2,5-5 μm dan 50-400 nm untuk MIL-53 (Al)SP. Bentuk mirip trapezoid terlihat untuk MIL-53 (Al) hasil sintesis metode solvotermal, sedangkan bentuk granula terlihat untuk MIL-53 (Al) hasil sintesis metode stirring dan elektrosintesis. Karakterisasi TGA menunjukkan MIL-53 (Al) hasil solvotermal memiliki ketahanan termal lebih tinggi dengan temperatur dekomposisi mencapai 650 °C.

Keywords
MIL-53 (Al), Solvotermal, Stirring, Elektrosintesis, Metode Sintesis

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/uRkm2rgKNpQ7


SINTESIS ZEOLIT DARI ABU DASAR BATU BARA TERMODIFIKASI LIGAN DITIZON SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT Fe(II)
Firli Roza Nur Rakhman, Didik krisdiyanto, khamidinal

Show More

Corresponding Author
firli roza nur rakhman

Institutions
Jurusan kimia UIN sunan kalijaga yogyakarta

Abstract
Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batu bara dan modifikasi zeolit sintesis dari ligan ditizon sebagai adsorben logam Fe. Tujuan dari penelitian ini mengetahui karakterisasi zeolit sintesis dan zeolit termodifikasi ditizon, mengetahui kemampuan adsorpsi terhadap logam Fe, mengetahui parameter kinetika, isoterm, dan termodinamika. Zeolit sintesis dilakukan dengan metode hidrotermal, dilakukan pada suhu 1000C selama 12jam. Modifikasi ditizon dilakukan dengan menambahkan 2,56 gram ditizon dan dilarutkan etanol 96% dengan pemanasan 500C. Zeolit sintesis dan zeolit termodifikasi ditizon di karakterisasi menggunakan XRF, FTIR, XRD, dan GSA. Hasil karakterisasi XRF menunjukkan kandungan zeolit sinteis adalah SiO2 dan Al2O3 , sedangkan FTIR menunjukkan adanya vibrasi Si-O/Al-O dan pada XRD zeolit sintesis dan zeolit termodifikasi ditizon merupakan kristal berbentuk faujasit. Hasil dari GSA menunjukan bentuk pori-pori dari zolit sintesis dan zeolit termodifikasi ditizon berbentuk mesopori. Kemampuan adsorpsi zeolit sintesis untuk variasi waktu dan suhu lebih baik dari pada zeolit termodifikasi ditizon. Sedangkan zeolit termodifikasi ditizon mempunyai kemampuan adsorpsi yang baik pada variasi konsentrasi. Sedangkan untuk persamaan kinetika adsorbsi mengikutu orde dua dengan nilai linearitas (R2) 1. Isoterm adsorpsi zeolit sintesis dan zeolit termodifikasi ditizon mengikuti persamaan freundlich dengan nilai Z=0,977 ZD=0,898. Parameter termodinamika meliputi nilai ∆H0 yang negatif Nilai ∆G0 negatif yang berarti reaksi berlangsung secara spontan dan ∆S0 nilai negatif maka reaksi zeolit sintesis dan zeolit termodifikaisi ditizon berlangsung secara spontan.

Keywords
zeolit, abu dasar, adsorpsi, ditizon.

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/UYbKFqXZHcEk


Studi Korosi dan Perancangan Proteksi Katodik Sistem Anoda Korban pada Sheet Pile Dermaga di Lingkungan Air Laut
Agus Solehudin dan Enda Permana

Show More

Corresponding Author
Agus Solehudin

Institutions
Departemen Pendidikan Teknik Mesin, FPTK Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Proteksi katodik adalah salah satu upaya pengendalian korosi yang diterapkan pada sheet pile di Dermaga. Sheet pile adalah konstruksi yang terbuat dari baja yang bertujuan untuk menahan tanah atau urugan agar tidak longsor. Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pH, temperatur, kandungan klorida dan tahanan jenis air laut terhadap korosi sheet pile dermaga, serta melakukan perancangan proteksi katodik sistem anoda korban. Metode yang dilakukan adalah survey lapangan untuk mengukur pH, temperatur, potensial korosi dan ketebalan sheet pile. Uji lab dilakukan untuk mengukur kandungan klorida dan tahanan jenis air laut. Hasil pengujian digunakan untuk perancangan proteksi katodik metode anoda korban. Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan bahwa pH air laut berada pada interval 8,6 � 8,9, temperatur air laut berada pada interval 28,9 -29,9oC, dan potensial korosi sheet pile berada pada interval -0,541 sd -0,580 Volt vs Ag/AgCl. Sedangkan hasil pengukuran di lab menunjukkan bahwa kandungan klorida pada air laut sebesar 2,05% dan tahanan jenis air laut sebesar 20 ohm.m. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa faktor lingkungan seperti pH, temperatur, kandungan klorida dan tahanan jenis air laut sangat berpengaruh terhadap kerusakan sheet pile dermaga. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa sheet pile dermaga tersebut tidak dicoating dan tidak diproteksi katodik. Hasil perancangan proteksi katodik sistem anoda korban menunjukkan bahwa total arus proteksi yang diperlukan sebesar 516,40 Amper. Anoda korban yang digunakan adalah paduan Aluminium type AP 680.

Keywords
Korosi, proteksi katodik, sheet pile, anoda koban, air laut

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/CpyxgbB6eqQa


Studi Pengaruh Perlakuan Annealing Terhadap Nilai Densitas Komposit Logam Al-Cu-Mg/SiC Hasil Stir Casting
Dessy Bekti Utami*), Anggara Budi, Erfan Handoko

Show More

Corresponding Author
dessy bekti utami purnamasari

Institutions
*)Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur 13220

Abstract
Sedang dilakukan penelitian tentang pengaruh perlakuan annealing terhadap nilai densitas komposit logam Al-Cu-Mg/SiC hasil stir casting. Komposit matriks paduan aluminium khususnya Al2024 memiliki potensi yang besar dalam dunia industri dan penelitian karena mempunyai sifat yang ringan dan kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan annealing terhadap densitas komposit logam. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan komposit logam Al-Cu-Mg, menggunakan metode stir casting. Metode stir casting adalah metode pengadukan pada putaran tinggi dengan tujuan agar unsur penguat merata pada semua sisi paduan logam. Komposisi SiC yang digunakan adalah 1.5wt%, dan 2wt%. Proses ini dimulai dengan memanaskan komposit logam Al-Cu-Mg pada suhu 900oC. SiC ditambahkan pada komposit, setelah komposit berubah fasa menjadi liquid. Kemudian komposit diaduk dengan menggunakan stir casting pada 250 rpm selama 10 menit. Paduan yang dihasilkan dicetak kedalam cetakan lalu didinginkan pada suhu kamar. Komposit yang dihasilkan diberi perlakuan annealing, dengan memanaskan kembali komposit pada suhu 300oC selama 2 jam dan didinginkan perlahan. Hasil dari penelitian ini menunjukan Nilai densitas meningkat setelah mengalami perlakuan annealing pada suhu 300oC.

Keywords
Annealing, Stir Cating, Nilai Densitas, Komposit Logam, SiC

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/QUY8THcbPkJe


Studi Simulasi Dinamika Molekul Proses Penumbuhan dan Annealing Film Katalis Logam pada Metode Evaporasi
Rinaldo Marimpul, Ibnu Syuhada, Aulia Fikri Hidayat, Ahmad Rosikhin, Toto Winata

Show More

Corresponding Author
Rinaldo Marimpul

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Studi sistematik mengenai penumbuhan lapisan tipis, dapat memberikan pemahaman terkait mekanismenya pada skala atomik dan juga memberikan informasi parameter pada metode eksperimen. Proses penumbuhan film tembaga pada substrat silikon berdasarkan metode evaporasi termal, telah dilakukan dengan menggunakan metode dinamika molekul. Potensial AlSiMgCuFe meam digunakan untuk mendeskripsikan interaksi Cu-Cu, Si-Si dan Cu-Si. Variasi temperatur annealing 400, 500, 600, 700, 800 & 900 K dianalisis pengaruhnya terhadap struktur kristal film yang terbentuk. Diperoleh informasi bahwa temperatur 700 K merupakan temperatur minimum agar terjadi proses rekristalisasi. Analisis struktur kristal menunjukkan bahwa proses annealing telah memperbaiki struktur kristal film. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa temperatur 700, 800 & 900 K dapat direkomendasikan sebagai parameter temperatur annealing. Selain itu, ditunjukkan bahwa difusi atom, sebagai inisiasi proses rekristalisasi, terjadi dalam orde pikosekon.

Keywords
Molecular dynamic, thin film growth, annealing, diffusion

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/erALZ2RX4xcP


Page 1 (data 1 to 18 of 18) | Displayed ini 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats