Page 495 (data 14821 to 14850 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Dora Andris
Institutions
a) Institut Teknologi Bandung
Bandung, Indonesia
*doraandris18.93[at]gmail.com
Abstract
Dalam studi ini dilakukan kajian terhadap reaktor cepat berpendingin helium berukuran kecil menggunakan teras silinder seimbang dua dimensi R-Z. Studi ini difokuskan terhadap aspek neutronik reaktor untuk variasi fraksi bahan bakar 50%-70% dengan interval 2.5%. Aspek neutronik yang ditinjau dalam studi ini meliputi level burnup, faktor multiplikasi tak hingga dan faktor multiplikasi efektif. Studi ini menggunakan strategi burnup CANDLE (Constant Axial shape of Neutron flux, nuclide densities and power shape During Life of Energy producing reactor) yang dimodifikasi dalam arah radial. Penggunaan strategi ini dimaksudkan agar reaktor dapat beroperasi menggunakan bahan bakar uranium alam. Dalam strategi ini, teras reaktor dibagi menjadi beberapa region dengan volume yang sama dalam arah radial. Perhitungan neutronik dilakukan menggunakan simulasi komputasi sistem kode SRAC (Standard thermal Reactor Analysis Code system) versi 2002 dengan data pustaka JENDL-4.0 dan program FI-ITB CH1. Hasil perhitungan neutronik menunjukkan bahwa fraksi bahan bakar mempengaruhi kinerja neutronik reaktor. Fraksi bahan bakar yang lebih tinggi memberikan level burnup yang lebih rendah dan fraksi bahan bakar yang lebih rendah menghasilkan level burnup yang lebih tinggi. Fraksi bahan bakar 60% memberikan nilai kekritisan dan kestabilan reaktor yang lebih baik.
Keywords
neutronik; CANDLE modifikasi; fraksi bahan bakar
Topic
Energi
Corresponding Author
Riky Tri Hartagung
Institutions
a) Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas MIPA UNJ
Jl. Pemuda No.10, Jakarta 13220
rikytri10[at]gmail.com
b) Program Studi Fisika, Fakultas MIPA UNJ, Jl. Pemuda No.10, Jakarta 13220
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan pengetahuan mengenai gelombang dan gravitasi Einstein yang layak digunakan sebagai bahan ajar fisika siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dan mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Kelayakan pengembangan buku pengayaan pengetahuan diukur berdasarkan indikator yang telah ditetapkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk). Buku yang dikembangkan ditulis dengan menggunakan bahasa yang komunikatif, dilengkapi dengan ilustrasi dan gambar yang memperjelas isi materi. Instrumen penelitian terdiri dari empat aspek yaitu materi, penyajian, bahasa, dan grafika. Berdasarkan uji keterbacaan diperoleh hasil presentase skor rerata sebesar 83,9% dengan rincian 87,4% pada komponen materi, 82,4% pada komponen penyajian, dan 82% pada komponen bahasa.
Keywords
buku pengayaan pengetahuan, gelombang gravitasi, evolusi bintang
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Yusni Puspha Lestari
Institutions
[1]Program Magister Sains Komputasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
[2]Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Program Studi Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
[3]Kelompok Keilmuan Fisika Teori Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Program Studi Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Perubahan iklim, misalnya seperti perubahan pola curah hujan, menyebabkan pengetahuan petani lokal terhadap pola cuaca menjadi tidak dapat diandalkan untuk kepentingan bercocok tanam. Untuk membantu kebutuhan petani tersebut maka pada penelitian ini dibuat suatu sistem ramalan hujan yang dapat memperkirakan curah hujan di masa yang akan datang dengan menggunakan sistem Evolving Fuzzy. Sistem Evolving Fuzzy ini menggunakan meode Fuzzy Logic yang dioptimasi dengan Genetic Algorithm yang diaplikasikan sebagai jalan untuk memprediksi curah hujan di hari berikutnya dengan mempertimbangkan aspek data temperatur, kelembapan, lama penyinaran, kecepatan angin, dan curah hujan pada hari ini. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa akurasi prediksi curah hujan dengan metode Evolving Fuzzy dengan Algorima Genetika sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai parameternya
Keywords
Evolving Fuzzy, Fuzzy Logic, Algoritma Genetika, Perkiraan curah hujan
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Ryna Aulia Falamy
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat visualisasi dari osilasi pegas teredam menggunakan Visual Basic for Application(VBA). Metode numerik yang dilakukan pada pengembangan visualisasi ini adalah metode euler. Visualiasasi yang dibuat pada osilasi pegas teredam dimana amplitudo, massa pegas dan konstanta pegas dapat divariasikan untuk mengetahui nilai simpangan, kecepatan dan percepatan terhadap waktu dengan metode numerik dan analitik. Hasil kesalahan relatif antara analitik dan numerik didapat pada nilai simpangan sebesar 6.046%, kecepatan sebesar 21.86 % dan percepatan sebesar 36, 47%.
Keywords
osilasi, pegas, teredam, visual basic for application
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Faqih Faldiansyah Pratama
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, Kampus A UNJ, Jl. Rawamangun Muka, Jakarta Timur 13220, Indonesia
*aldi.pratama.ff[at]gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran berbasis model problem based learning pada materi listrik dinamis dan mengukur peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan video yang dikembangkan dalam pembelajaran dikelas. Hal yang mendasari penelitian ini ialah kurikulum 2013 revisi yang menekankan pembelajaran yang mandiri, aktif dan kreatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian gabungan (mixed methods), yang terdiri dari penelitian pengembangan dan penelitian eksperimen. Metode penelitian pengembangan mengacu pada model ADDIE (Analys, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen penilaian media menggunakan skala Likert sementara pengukuran hasil belajar siswa dalam ranah kognitif menggunakan uji gain ternormalisasi dengan instrumen pre-test dan post-test. Konten dari video yang dikembangkan terdiri dari penjelasan materi, animasi, dan contoh soal yang akan ditampilkan berdasarkan tahapan model problem based learning. Penggunaan video dalam pembelajaran akan disertakan dengan lembar kerja siswa yang terintegrasi dengan video.
Keywords
video pembelajaran, problem based learning, listrik dinamis, hasil belajar
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Miranti andhita Scantya
Institutions
Bandung institute of technology
Abstract
Steganography adalah pendekatan proteksi data yang prosesnya adalah dengan menyembunyikan pesan atau informasi dalam suatu media tanpa merusak kualitas media tersebut. Dengan teknik steganography ini proses transaksi informasi diharapkan akan menjadi lebih aman dan terlindungi dari pihak-pihak yang tidak berhak mengaksesnya. Media yang digunakan dalam steganography bisa berupa citra digital, teks, audio, maupun video tanpa menunjukan perubahan yang nyata dalam kualitas media yang digunakan. Pada paper ini pesan atau informasi yang disisipkan pada citra adalah file berbentuk teks. Untuk menyisipkan pesan digunakan teknik algoritma genetika. Teknik ini digunakan untuk membandingkan Kualitas citra saat disisipi pesan dengan Algoritma Genetika dan tanpa teknik apapun. Kualitas Cira setelah proses steganography selesai akan diukur menggunakan PSNR (Peak Signal to Noise Ratio) dan MSE (Mean Square Error). Hasil akhir pada pengujian ini menunjukkan bahwa Teknik steganography dengan algoritma genetika, dilihat dari hasil PSNR, lebih baik dibandingkan teknik steganography dengan metode yang digunakkan pada paper pembanding. Hasil PSNR terbesar dari pengujian adalah 66.79.
Keywords
Steganography, Algoritma Genetika, Peak Signal to Ratio
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Ikhsan Mochammad Noor
Institutions
a) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Komputasi,
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri SunanGunungDjati Bandung,
Jl. A.H Nasution no. 105 Bandung, Indonesia, 40614
*ikhsanmnoor[at]gmail.com
b) Laboratorium Fisika Nuklir dan Biofisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Penelitian ini membandingkan efektivitas visualisasi gerak gelombang antara Visual Basic Application (excel) dan javascript (web browser). Dibutuhkannya sebuah visualisasi sederhana mengenai gerak gelombang dengan tersedia dan akrab dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan, membandingkan secara langsung antara proses pembuatan dan penggunaan sehingga didapat analisis tingkat kesulitannya. Dengan demikian didapatkan hasil program yang lebih effektif digunakan dan dibuat untuk simulasi gelombang.
Keywords
visualisasi, VBA , javascipt, gerak gelombang , efektivitas
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Putri Mustika Widartiningsih
Institutions
a) Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*asnin.nursalamah[at]gmail.com
Abstract
Formalin sebagai zat berbahaya kerap disalahgunakan untuk pengawet makanan. Agar terhindar dari bahaya, diperlukan metode yang optimal untuk menghilangkan kandungan formalin dalam makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman larutan garam terhadap laju pelepasan formalin dari sampel tahu yang mengandung formalin. Penelitian dilakukan melalui perendaman tahu berformalin dalam larutan garam dengan konsentrasi yang berbeda selama 90 menit. Untuk mengetahui laju pelepasan formalin dilakukan pemanasan tahu dimana pengukuran menggunakan sensor HCHO untuk mendeteksi penurunan kadar atau konsentrasi formalin, serta sensor LM35 untuk mengamati perubahan suhu. Dari pengukuran diperoleh hubungan eksponensial dari perubahan suhu terhadap perubahan konsentrasi formalin, serta pengaruh konsentrasi larutan garam terhadap laju pelepasan formalin. Dari hasil penelitian akan diketahui konsentrasi larutan garam yang paling tepat untuk menghilangkan formalin berdasarkan laju pelepasan formalin yang paling besar. Untuk menentukan bahwa perendaman pada larutan garam dengan konsentrasi tertentu adalah metode yang optimal untuk menghilangkan formalin dalam tahu, maka digunakan larutan gula dan air sebagai pembanding.
Keywords
Formalin, Tahu, Larutan garam, Konsentrasi, Laju pelepasan
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
Ikhsan Mochammad Noor
Institutions
(a)Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Komputasi,
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri SunanGunungDjati Bandung,
Jl. A.H Nasution no. 105 Bandung, Indonesia, 40614
*ikhsanmnoor[at]gmail.com
(b)Laboratorium Fisika Nuklir dan Biofisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Penelitian ini mengembangkan program untuk melakukan simulasi dan visualisasi praktikum viskositas fluida dengan menggunakan javascript. Metode pembelajaran menggunakan program ini diharapkan membantu untuk memahami analisis viskositas fluida. Tingkat ketelitian dan error pada saat praktikum disimulasikan dalam ketepatan menekan tombol yang serupa dengan perhitungan waktu saat melakukan praktikum sebenarnya. Dengan program berbasis web dapat mempresentasikannya dengan lebih sederhana dan dapat membantu peserta praktikum untuk memahami sumber-sumber kesalahan pengambilan data
Keywords
simulasi , viskositas , ketelitian, error, praktikum
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Djoko Untoro Suwarno
Institutions
Program Studi Teknik Elektro
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
Abstract
Kemajuan di bidang komponen elektronika menghasilkan berbagai modul sensor dan modul mikrokontroler yang siap dipakai. Melalui board Arduino dapat dengan mudah dilakukan interfacing dengan banyak modul sensor. Hal ini dapat sebagai pendorong untuk pemanfaatan teknologi dalam pendidikan sains. Pengukuran konstanta waktu suatu sistem memerlukan peralatan yang dapat mengukur dengan waktu sampling yang cepat. Dahulu diperlukan peralatan yang besar seperti osciloskop atau DAQ menggunakan komputer. Pengukuran parameter yang berubah terhadap waktu dapat dilakukan dengan mudah menggunakan bantuan mikrokontroler. Pada penelitian ini telah dirancang dan diuji coba modul untuk pengukuran konstanta waktu sistem RC yang dapat terhubung dengan komputer sebagai media penyimpan dan penampil secara grafis. Peralatan yang dibangun sendiri dapat menangkap sinyal masukan berupa tegangan analog untuk 15 kanal. Resolusi untuk setiap kanal sebesar 12 bit. Peralatan yang dibuat sendiri membutuhkan biaya yang relatif murah dengan kemampuan yang tidak kalah dengan pabrikan.
Keywords
Pengukuran konstanta waktu RC, mikrokontroler, peralatan buatan sendiri, ADC
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
Ike Fitriyaningsih
Institutions
(a*)Fakultas Teknik Informatika dan Elektro, Institut Teknologi Del, Jl. Sisingamangaraja, Laguboti, Sumatera Utara, ike.fitriyaningsih[at]gmail.com
(b)Fakultas Teknik Informatika dan Elektro, Institut Teknologi Del, Jl. Sisingamangaraja, Laguboti, Sumatera Utara
Abstract
Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara. Pesona keindahan Danau Toba menjadikan daerah di kawasan tersebut layak menjadi tujuan wisata. Potensi kawasan Danau Toba sebagai obyek wisata telah diakui secara nasional. Namun, pengunjung Danau Toba mengalami pasang surut sejak adanya asap yang mengganggu lalu lintas udara dan krisis moneter pada tahun 1998. Taman Eden, Museum TB Silalahi Center dan Pulau Samosir adalah tiga destinasi wisata yang menarik di kawasan Danau Toba. Pemodelan jumlah wisatawan yang mendatangi ketiga daerah tersebut dapat dilakukan secara serentak menggunakan GSTAR (Generalized Space Time Autoregressive). GSTAR merupakan model data deret waktu yang mempertimbangkan aspek lokasi. Lokasi tempat wisata Taman Eden, Museum TB Silalahi Center dan Pulau Samosir berdekatan dan telah dihitung matriks bobonya menggunakan metode invers jarak (Fitriyaningsih, 2016) menggunakan data jumlah wisatawan bulanan selama tahun 2011-2015. Selama tiga tahun tersebut, pengunjung pulau samosir adalah yang terbanyak disusul kemudian TB Silalahi Center baru setelahnya Taman Eden. Struktur model GSTAR (3,1,0)12 yang akan digunakan untuk memodelkan jumlah wisatawan tiga tempat wisata tersebut adalah sebagai berikut: egin{bmatrix}Z1 \Z2\Z3 end{bmatrix}=egin{bmatrix} heta_1 & 0&0 \0 & heta_2&0\0&0& heta_3 end{bmatrix}+egin{bmatrix}0 & w_1&w_2 \w_3 & 0&w_4\w_5&w_6&0 end{bmatrix}egin{bmatrix}Z1_t \Z2_t\Z3_t end{bmatrix} Pendugaan parameter dapat menggunakan software R yang bersifat open source. Model GSTAR tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk meramalkan berapa jumlah wisatawan yang akan mengunjungi ketiga tempat wisata tersebut secara serentak.
Keywords
wisatawan, danau toba, peramalan, GSTAR, invers jarak.
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Teguh Tarsito
Institutions
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Pembelajaran fisika yang bersifat abstrak yang disampaikan oleh guru dapat diselingi dengan media pembelajaran berupa alat peraga agar pembelajaran tersebut lebih bersifat konkret sebab siswa dapat melihat dan berinteraksi langsung dengan alat peraga tersebut. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dalam penyampaian pesan dan isi pelajaran saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman konsep fisika yang diajarkan. Berdasarkan hasil angket studi pendahuluan yang diberikan kepada beberapa guru fisika SMA di Jakarta dan sekitarnya yang sedang menjalankan studi S2 pendidikan fisika di Universitas Negeri Jakarta yaitu sebanyak 41 orang. Dari hasil angket tersebut didapat bahwa 21,95 % para guru di sekolahnya terdapat media pembelajaran untuk materi fluida dinamis, 4,8% menyatakan bahwa di sekolahnya terdapat media pembelajaran prototipe pompa untuk materi fluida dinamis, 100% menyatakan bahwa di sekolahnya tidak terdapat media pembelajaran prototipe pompa swashplate yang bagian dalam pompa terlihat sehingga prinsip kerja dapat diamati. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran fisika yang berupa alat peraga yang lebih sederhana, yaitu alat peraga prototipe pompa swashplate. Dimensi-dimensi prototipe pompa ini : Ukuran casing pompa :46x25x25 cm, Diameter piringan swashplate:11,5 cm, Sudut piringan dengan sumbu : 400, Debit rata-rata air untuk satu katup (variasi bola besar-besar) : 0,83 ml/s, Periode rata-rata 1 piston :1,42 /s.
Keywords
Prototipe pompa swashplate, fluida dinamis, media pembelajaran
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Dinda Ravi Algifari
Institutions
a) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Komputasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Jalan A.H. Nasution No. 105, Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614
*dinda.ravi.algifari[at]gmail.com
b) Laboratorium Fisika Nuklir dan Biofisika, Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha No.10, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Abstract
Simulasi ini merupakan pengembangan dari praktikum koefisien gesek menggunakan bidang miring, yang menggambarkan jalannya praktikum dalam bentul visual dengan berbantuan Javascript. Simulasi ini diharapkan dapat mengatasi kurangnya sumber daya terkait peralatan praktikum yang ada di sekolah-sekolah dan dapat menjadikan pendekatan alternatif dari pembelajaran koefisien gesek. Metode simulasinya cukup sederhana sehingga mudah digunakan, cukup dengan hanya memasukan beberapa nilai parameter sudut 30, 45, 60, kecepatan awal v0, dan posisi awal x0. Data yang didapat berupa nilai percepatan a, gaya F yang dapat diolah lebih lanjut untuk mendapatkan nilai koefisien gesekan, baik statik maupun kinetik.
Keywords
Simulasi; Javascript; Koefisien Gesek Statis dan Kinetis;
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Prabu Aditya S.
Institutions
a)Mahasiswa Program Studi Diploma IV Meteorologi, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), Jl. Perhubungan I No. 5, Komplek Meteo DEPHUB, Pondok Betung, Tangerang Selatan – 15221
*prabuadityasugianto[at]gmail.com
Abstract
Telah terjadi kembali letusan Gunung Sinabung pada tanggal 19 Januari 2018, letusan Gunung Sinabung tersebut mengeluarkan debu vulkanik yang membahayakan kesehatan masyarakat sekitar maupun membahayakan keselamatan penerbangan. Untuk itu diperlukan penelitian tentang penyebaran debu vulkanik Gunung Sinabung guna melihat pergerakan debu vulkanik yang terjadi. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai bahan evaluasi zona pengungsian jika pada tahun yang akan datang kembali terjadi kejadian debu vulkanik .
Keywords
debu vulkanik, Himawari 8, Gunung Sinabung
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Mohammad Hamdan
Institutions
Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB)
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*mohammadhamdan2128[at]gmail.com
Abstract
Kelembaban tanah merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan dalam bidang pertanian. Oleh karena itu, pembuatan sistem otomatisasi untuk pengontrolan kelembaban tanah tersebut telah banyak dikembangkan. Namun dalam pembuatan sistem otomatisasi tersebut, konfigurasi penempatan sensor yang optimal untuk membangun sistem yang dapat menjaga kelembaban tanah secara merata menjadi permasalahan yang seringkali muncul. Maka analisis pola perambatan air dalam tanah dari sumbernya perlu dilakukan. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisa pola perambatan air dalam tanah dengan mengukur kelembaban tanah tersebut menggunakan sensor YL69 dan mikrokontroler ATMega 328. Empat buah sensor YL69 ditempatkan pada interval jarak tertentu dari sumber air dan pengukuran dilakukan untuk berbagai kedalaman sensor serta volume air yang berbeda-beda. Hasil penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pola perambatan air dalam tanah, mengetahui jarak penempatan sensor yang maksimum dari sumber air dengan volume tertentu, dan mengetahui kedalaman yang optimal untuk penancapan sensor tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar optimasi sistem otomatisasi kontrol kelembaban tanah baik terkait penempatan sensor maupun penempatan sumber air yang digunakan.
Keywords
Distribusi perambatan air, Sensor YL69, mikrokontroler ATMega 328
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
Nike Kusumawati
Institutions
1Prodi Kimia
2Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang KM 14, Yogyakarta 55584
a) 14612216[at]students.uii.ac.id
b) 14612215[at]students.uii.ac.id
c) 14612236[at]students.uii.ac.id
d) rudy.syahputra[at]uii.ac.id (Penulis Korespondensi)
Abstract
Logam berat hasil pembuangan limbah pada badan air dalam konsentrasi tinggi akan menimbulkan pencemaran air dan memberikan pengaruh pada makhluk hidup di sekitarnya. Logam-logam berat tersebut memiliki sifat yang stabil dan sulit untuk didegradasi, sehingga perlu dilakukan tindakan remediasi. Salah satu metode remediasi yang dapat digunakan adalah gabungan proses EAPR (Electro-assisted phytoremediation) dan aerasi dengan tanaman kiambang (Salvinia molesta) sebagai akumulator logam berat dalam limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan tanaman kiambang menyerap logam Cu dan Zn pada media limbah logam berat dengan parameter kualitatif dan kuantitatif yaitu pengamatan perubahan morfologi tanaman dan penurunan konsentrasi logam berat Cu dan Zn. Dalam penelitian ini dilakukan juga perbandingan empat proses yaitu fitoremediasi, fitoremediasi-aerasi, dan EAPR-Aerasi dengan lama waktu pengamatan selama 7 hari dan 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tanaman kiambang yang lebih cepat menyerap logam berat Cu dan Zn adalah pada perlakuan EAPR-Aerasi dengan persentase (49%) pada akar tanaman dan (50%) pada daun; (4,5%) pada akar tanaman dan (20%) pada daun. Sedangkan metode Fitoaerasi sebesar (37%) pada akar dan (35%) pada daun; (4%) pada akar dan (14%) pada daun serta metode Fitoremediasi sebesar (26%) pada akar dan (25%) pada daun; (3%) pada akar dan (10%) pada daun. Hasil analisis konsentrasi klorofil tanaman pada proses EAPR-Aerasi menunjukkan tanaman mengalami tingkat stress lebih rendah dibandingkan dengan proses fitoaerasi mengalami stress paling tinggi. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa metode EAPR-Aerasi mampu meningkatkan remediasi logam Cu dan Zn dengan efektif dan cepat dari kedua metode lainnya.
Keywords
Aerasi, EAPR, EAPR-Aerasi, Fitoremediasi, Kiambang
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Saefuddin Yusuf
Institutions
(a) Dosen Prodi Teknik Informatika FT Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu Kendari
Email: saefuddin[at]uho.ac.id
(b) Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo
(c) Dosen Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo
Abstract
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui penggunaan dan kemampuan penguasaan TIK guru IPA pada tiga kabupaten tertinggal di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang valid mengenai aplikasi komputer yang biasa digunakan oleh guru dan tingkat penguasaannya. Metode penelitian adalah survei, tes praktek dan validasi statistik. Diperoleh hasil bahwa aplikasi komputer yang pernah digunakan dan dikuasai oleh rata-rata lebih dari 50% guru adalah pengolah kata, pengolah presentasi, spreadsheet, email, internet dan navigasi dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengolah kata adalah aplikasi yang paling populer dan dikuasai oleh lebih dari 70% guru dalam ketiga kabupaten tersebut; menggunakan kolom dan section, memeriksa ejaan (spell check) dan mengatur tampilan (style) halaman adalah keterampilan dalam aplikasi ini yang tingkat penguasaannya paling rendah, masing-masing 56%, 60% dan 60%. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan profesional mengenai TIK perlu secara efektif dan berkelanjutan diberikan; terus memperbaiki infrastruktur TIK di sekolah akan berdampak positif terhadap penggunaan TIK oleh guru; sikap guru secara keseluruhan sangat positif untuk mengembangkan diri.
Keywords
TIK, aplikasi office, guru IPA, daerah tertinggal, Sulawesi Tenggara
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Fajar Mukharom Darozat
Institutions
PT Multidaya Teknologi Nusantara (eFishery)
Abstract
Dalam budidaya perikanan, biaya yang dihabiskan pembudidaya untuk penyediaan pakan ikan mencapai 70% dari total pengeluaran. Karena itu pemborosan pakan akibat overfeeding perlu dicegah sebisa mungkin. Diperlukan sistem yang dapat mengontrol pemberian pakan secara efektif. Sistem kontrol yang tersedia di pasaran saat ini relatif mahal dan tidak terjangkau oleh pembudidaya kelas menengah dan kecil. Pada penelitian ini, kami merancang sensor kekenyangan ikan berbasis akselerometer yang dapat dimanfaatkan sebagai sistem kontrol pemberian pakan ikan yang murah namun efektif. Sensor ini menggabungkan akeseloremer ADXL345, mikrokontroler ESP8266, sensor temperatur DS18B20, dan microSD sebagai media penyimpanan data yang direkam akselerometer dan sensor temperatur. Sistem diletakkan di dalam wadah berbentuk bola dengan diameter luar 74 mm. Sensor akan diapungkan di kolam, lalu akselerometer akan merekam percepatan sistem akibat riak air yang dihasilkan oleh aktivitas ikan saat makan dengan frekuensi 26 sampling/s. Setiap 4 detik, sensor akan mengekstrak tujuh fitur statistik yang akan dijadikan sebagai landasan pengambilan keputusan mengenai tingkat kekenyangan ikan. Sensor sukses bekerja ketika diuji pada kolam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus). Hasil ini akan menjadi landasan penelitian selanjutnya berupa pengintegrasian sensor dengan mesin pemberi pakan otomatis.
Keywords
Accelerometer; Akselerometer; Akuakultur; Aquaculture; Oreochromis niloticus; Smart feeding; Tilapia
Topic
Inovasi
Corresponding Author
Richardo Barry Astro
Institutions
1Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
2Kelompok Keilmuan Fisika Material Elektronik,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
3Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a)richardobarryastro[at]gmail.com
b)fayfaridahratnaningsih[at]gmail.com
c)rina.asmarani16[at]gmail.com
d)akfiny[at]fi.itb.ac.id
e)neny[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Pengukuran parameter gerak benda pada eksperimen pesawat Atwood umumnya dilakukan secara manual. Pengukuran jarak tempuh menggunakan mistar atau meteran sedangkan pengukuran waktu tempuh benda dengan menggunakan stopwatch. Kedua proses pengukuran ini sangat rentan akan kesalahan, baik kesalahan dari faktor alat ukur ataupun kesalahan pada waktu pengambilan data. Salah satu solusi untuk mengurangi kesalahan pengukuran adalah dengan menggunakan aplikasi †Trackerâ€.†Tracker†merupakan perangkat lunak untuk menganalisis gerak benda melalui video. Selanjutnya dengan aplikasi†Trackerâ€, video dipecah menjadi kumpulan â€frame†sehingga dihasilkan parameter pengukuran yang lebih akurat. Data yang diperoleh dari eksperimen pesawat Atwood ini kemudian digunakan untuk menentukan momen inersia katrol yang digunakan. Momen inersia katrol yang diperoleh dari eksperimen pesawat Atwood dengan metode video tracking ini memberikan hasil sebesar 10,854 x10-5 kg.m2.
Keywords
Pesawat Atwood, â€Video Trackerâ€, Momen inersia katrol
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Mega Sofiana
Institutions
a) Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun Muka No.1 Rawamangun, Jakarta Timur 13220, Indonesia *megasofiana47[at]gmail.com
b) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul elektronik dengan model discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar soal-soal higher order thinking skill (HOTS) pada siswa SMA Kelas X materi getaran harmonis. Modul elektronik yang dikembangkan disusun berdasarkan tahapan pembelajaran discovery learning yaitu ; stimulus, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan generaliasi. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan dengan menyebar angket kepada 35 siswa kelas X SMAN 72 Jakarta. Sebesar 74,3% menyatakan bahwa penyebab kesulitan belajar fisika adalah karena buku yang digunakan saat ini tidak memuat banyak ilustrasi dan 94% menyatakan buku yang digunakan belum melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengembangan Media Jurusan Fisika Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode Reseacrh and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate). Berdasarkan hasil analisis uji keterbacaan sementara didapatkan hasil persentase kajian materi yang disajikan dalam modul berada dalam kategori baik yaitu sebesar 62,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dapat menghasilkan modul elektronik yang layak digunakan sebagai media dan sumber belajar dikelas, serta dapat meningkatkan hasil belajar soal-soal higher order thinking skill (HOTS) pada materi getaran harmonis.
Keywords
Modul elektronik; Discovery learning; Higher order thinking skill (HOTS); Getaran harmonis
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Hadyan Luthfan Prihadi
Institutions
Laboratorium Fisika Teoretik
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Boson komposit merupakan partikel yang dibentuk oleh dua fermion atau dua boson. Sedangkan, keadaan koheren merupakan keadaan yang memberikan ketidakpastian minimum. Keadaan koheren khususnya pada boson komposit memiliki peran yang cukup penting, dengan salah satu contohnya adalah aplikasi pada fisika optik kuantum. Sebelumnya sudah diteliti mengenai keadaan koheren pada boson komposit oleh Su-Yong Lee (Phys. Rev. A 88, 063602 (2013)) dengan aplikasinya yaitu untuk menentukan jumlah okupasi maksimum. Dalam tulisan kali ini, akan dibahas bagaimana keadaan koheren pada boson komposit ditranslasikan bagian ruang dan momentumnya menggunakan Operator Heisenberg tanpa mengubah nilai ketidakpastian posisi dan momentumnya.
Keywords
Boson Komposit; Keadaan Koheren; Operator Heisenberg
Topic
Teoretik
Corresponding Author
Yoseph Kristianto Gaspersz
Institutions
1Program Studi Pendidikan Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta,
Jl Pemuda No.10 Rawamangun, Jakarta, Indonesia, 13220
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video klip pada materi termodinamika khususnya efisiensi mesin yang layak digunakan dalam proses pembelajaran fisika untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE. Hasil penelitian ini adalah berupa video klip berisi lagu mengenai efisiensi mesin yang dapat digunakan di dalam kegiatan pembelajaran fisika. Video klip ini akan divalidasi oleh tiga ahli, yakni ahli materi, ahli metodologi, serta ahli media. Hasil validasi dari ahli media 76,92%. Setelah divalidasi oleh para ahli dan dinyatakan layak, video klip diujicoba kepada peserta didik kelas XI IPA.
Keywords
Video Klip, termodinamika, efisiensi mesin
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Resti Yunia Amri
Institutions
a) Jurusan Kimia dan b) New and Renewable Energy Research Group , Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang km. 14, Yogyakarta, 55584 Indonesia
*rudy.syahputra[at]uii.ac.id
Abstract
Ketersediaan sumber daya untuk produksi energi listrik saat ini kian menipis. Oleh karena itu dibutuhkan sumber daya terbarukan yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Biomassa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan residu pertanian yang berpotensi untuk produksi energi listrik. Penelitian ini mengkonversi TKKS menjadi energi listrik melalui metode konversi langsung menggunakan media pasangan reaksi redoks pada temperatur rendah (80-100 ºC) dan tekanan atmosfer. Biomassa dan oksidator FeCl3.6H2O direfluks dan kemudian filtrat yang dihasilkan dari filtrasi digunakan sebagai reduktor dalam kompartemen anoda pada pengukuran densitas arus listrik menggunakan multimeter yang menghubungkan larutan elektrolit KMnO4 sebagai oksidator dalam kompartemen katoda dengan jembatan garam (7,45 gram KCl dan 4 gram agar). Potensi densitas arus listrik yang dihasilkan dievaluasi dengan menggunakan perbedaan konsentrasi oksidator FeCl3.6H2O (0,1; 0,2; 0,3 dan 0,4 mol) dan jenis elektroda (grafit dan Pt/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas arus listrik yang diperoleh dari penggunaan elektroda Pt/C lebih tinggi dibandingkan dengan elektroda grafit. Pengukuran densitas arus menggunakan elektroda Pt/C dengan konsentrasi 0,2 dan 0,4 mol oksidator menghasilkan arus yang stabil selama 24 jam pengukuran dibandingkan dengan konsentrasi 0,1 dan 0,3 mol oksidator, sedangkan pada densitas arus yang stabil pada penggunaan elektroda grafit dihasilkan pada konsentrasi 0,1 dan 0,4 mol oksidator dibandingkan dengan konsentrasi 0,2 dan 0,3 mol oksidator. Densitas arus listrik mula-mula tertinggi yang dihasilkan pada penggunaan elektroda Pt/C yaitu pada konsentrasi 0,1 mol oksidator sebesar 7,97 mA sedangkan pada penggunaan elektroda grafit pada konsentrasi 0,1 mol oksidator yaitu sebesar 3,43 mA.
Keywords
produksi listrik, biomassa, tandan kosong kelapa sawit, reaksi redoks
Topic
Energi
Corresponding Author
Agus Solehudin
Institutions
a)Departemen Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung
b)Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Mesin STKIP Sebelas April Sumedang
Jl. Anggrek Situ No. 19 Sumedang
*)Korespondensi e-mail: asolehudin[at]upi.edu
Abstract
Abstrak Tiang pancang pipa baja karbon di lingkungan air laut umumnya berada pada zona dasar laut (seabed), lumpur, air laut (submerged), percikan (tidal) dan atmosfir. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya korosi yang dapat menurunkan kekuatan dan umur pakai (life time) struktur tersebut. Metode dalam penelitian ini dimulai dari pemodelan persamaan matematis laju dengan persamaan sebagai berikut: r1= 0,0018 [H_2 S]^0,85 x expâ¡[12,6 × 〖10〗^(-3) ( (T-373)/T)] (mm/th), untuk temperature dibatasi lebih dari 273 K dan maksimum 373 K , konsentrasi H2S dibatasi lebih dari nol dan maksimum 500 ppm). r2=3,1 × 〖10〗^(-5) 〖 [H^+ ]〗^0,4 x expâ¡[12,6 ( (T-373)/T)] + 1,31 x log [H+] (mm/th). Dimana pH = -log [H+] dan pH dibatasi lebih dari nol dan maksimum 14. r3= 0,082 x 〖10〗^(-6) ω^(1/2 ) mm/t h, untuk aliran dibatasi lebih dari nol dan maksimum 300 rpm. r4 = 0,109 [Cl-]x + 0,319 mm/th, untuk konsentrasi Cl dibatasi lebih dari nol dan maksimum 5,25%. r5 = 8,7 + 9,86 x 10-3 (O2) – 1,48 x 10-7 (O2)2 – 2,37 x 10-3 (H2S)(O2) – 1,11 x 10-3 (O2)(pH) (mm/th, untuk konsentrasi Oksigen dibatasi lebih dari nol dan maksimum 100 ppm. r6 = 4,93 x 10-2 (CO2)(H2S) – 4,82 x 10-5 (CO2)(O2) (mm/th), untuk konsentrasi CO2 dibatasi lebih dari nol dan maksimum 100 ppm. r7 = [Cl-]a1 x [SO4 2-] a2 x [Ca2+ ] a3 (mm/th), untuk konsentrasi Cl-,SO4 2- dan Ca2+ dibatasi lebih dari nol dan maksimum 100 ppm, dan konstanta a1, a2, a3, tergantung dari pH. Sehingga persamaan laju korosi total dipeoleh: r tot = r1 + r2 + r3 + r4 + r5 + r6 + r7 dan persamaan umur pakai tiang pancang adalah: umur pakai = CA/(laju korosi total ) dimana CA adalah corrosion allowance. Model laju korosi yang diperoleh diverifikasi dengan data hasil percobaan secara curve fitting. Hasil penelitian yang diperoleh adalah prediksi umur pakai tiang pancang pipa karbon hasil model simulasi hampir sama dengan hasil percobaan yang memberikan perbedaan sekitar 1,2%.
Keywords
tiang pancang, laju korosi, baja karbon, life time, air laut
Topic
Material
Corresponding Author
Yunita Nurul Khoiriah
Institutions
1) Pendidikan Fisika, Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UNJ, Jl. Rawamangun Muka No. 1, Jakarta 13220
Email: a) yunitanurulkhoiriah[at]gmail.com, b) esmarbudi[at]unj.ac.id
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan pengetahuan mengenai hujan yang layak digunakan sebagai bahan ajar fisika siswa SMA. Buku pengayaan pengetahuan memuat penerapan konsep tekanan, kelembaban udara, suhu dan perpindahan kalor, serta hukum 1 termodinamika. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dan mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Pengembangan buku pengayaan pengetahuan mengacu pada pedoman yang diterbitkan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku pengayaan pengetahuan ditulis dengan menggunakan bahasa yang komunikatif, dilengkapi dengan ilustrasi dan gambar, serta memberikan informasi yang menarik mengenai hujan. Instrumen penelitian terdiri dari empat aspek yaitu materi, penyajian, bahasa, dan grafika. Berdasarkan dari uji keterbacaan, diperoleh hasil persentase yaitu aspek materi 87,21%, aspek penyajian 85,32%, aspek bahasa 84,87%, dan aspek grafika 85,33% dengan interpretasi sangat baik. Selanjutnya akan dilakukan uji validasi kepada ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran, serta uji coba kepada siswa SMA untuk mengetahui tingkat kelayakan buku yang sedang dikembangkan.
Keywords
buku pengayaan pengetahuan; kajian fisika; hujan
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Devi Nurhanivah
Institutions
a) Physics, Faculty of Science and Mathematic, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*devinurhanivah[at]gmail.com
Abstract
Radioterapi masih menjadi cara efektif untuk pengobatan kanker. Tujuan radioterapi yaitu memaksimalkan dosis pada target kanker dan meminimalkan dosis pada organ sehat disekitar target. Terdapat beberapa tahapan dalam proses radioterapi diantaranya pengambilan citra, treatment planning system, simulasi, verifikasi, dan terapi. Dalam ranah fisika medis yang menentukan radioterapi mencapai tujuan tersebut terletak pada sistem perencanaanya atau biasa disebut dengan treatment planning system (TPS). TPS biasanya terdiri dari penentuan distribusi dosis, margin atau volume target, lamanya penyinaran dan homogenitas jaringan. Penentuan distribusi dosis menjadi salah satu yang penting dilakukan untuk verifikasi dosis. Ada kalanya suatu proses TPS tidak sesuai yang diharapkan, dikarenakan adanya suatu penyimpangan baik sistematik maupun penyimpangan acak, seperti pergerakan organ, hal ini dapat menyebabkan pergeseran distribusi dosis. Oleh karena itu, dalam penelitan kali ini akan dibahas mengenai optimasi sudut penyinaran dalam penentuan distribusi dosis menggunakan metode simulated annealing. Dalam metode simulated annealing ini melibatkan suatu fungsi objektif, yang mengevalusi sudut dan dosis agar hasil yang diperoleh optimal yaitu dengan meminimumkan nilai fungsi objektif. Selanjutnya, hasil distribusi dosis tersebut dibandingkan dengan distribusi dosis hasil dari TPS standar yang diperoleh dari percentage depth dose (PDD) dan profile dose (OA). Sehingga, distrbusi dosis yang diperoleh dengan evaluasi metode simulated annealing diharapkan lebih baik dibandingkan dengan TPS standar.
Keywords
Distribusi Dosis, Dosis Profile, Fungsi Objektif, PDD, Simulated Annealing, TPS
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Hani Kurniawati
Institutions
a) Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*fahrizal.afrianto[at]students.itb.ac.id
b) Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
c) Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
d) Laboratorium Fisika Material Elektronik,
Kelompok Keilmuan Fisika Material Elektroni,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*akfiny[at]fi.itb.ac.id
e) Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi energi pada lintasan loop the loop pada roller coaster. Penelitian dikaji menggunakan beberapa persamaan yang telah diturunkan dan dengan mengubah beberapa perubahan variabel seperti ketinggian awal peluncuran, jari-jari serta kecepatan yang dibutuhkan untuk mencapai titik tertinggi. Hasilnya diperoleh bahwa lintasan berbentuk clothoid membutuhkan lebih sedikit energi daripada loop berbentuk melingkar. Dalam kajian ini kereta roller coaster dianggap sebagai sebuah bola pejal yang menghasilkan ketinggian awal 2,47R pada loop berbentuk clothoid, sementara loop berbentuk lingkaran membutuhkan ketinggian awal lebih besar yaitu 2,7R. Pada lintasan clothoid juga memungkinkan kita untuk mengatur batas percepatan dan g-force yang dialami pengendara, sehingga lebih aman tanpa mengurangi sensasi ketegangan dalam menaiki roller coaster.
Keywords
roller coaster, kekekalan energi, loop the loop
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Kevin Yapri
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Untuk meningkatkan ketertarikan dan pemahaman pelajar mengenai teknologi, pembelajaran secara teoretik dari buku tidaklah cukup. Oleh karena itu, penggunaan alat peraga diperlukan untuk mendemonstrasikan fenomena ilmiah dalam kehidupan nyata, khususnya untuk fenomena ilmiah yang terbilang baru yang tidak banyak dikenal oleh masyarakat. Pengembangan dan penggunaan alat peraga ini diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan dan pemahaman secara signifikan terhadap dunia ilmu pengetahuan. Saat ini teknik pendinginan terbaru yang dinamakan pendinginan termoakustik sedang dikembangkan. Mesin pendingin termoakustik adalah jenis mesin yang memanfaatkan fenomena akustik untuk menciptakan efek pendinginan yang timbul dari interaksi termodinamika antara partikel gas yang berosilasi dengan dinding padatan, sehingga gradien temperatur dihasilkan. Mesin pendingin termoakustik menggunakan gas-gas inert sebagai fluida kerja sehingga tidak menyebabkan pemanasan global dan penipisan lapisan ozon. Mesin pendingin termoakustik ini terdiri dari empat komponen dasar, yaitu penggerak akustik, tabung resonator, komponen penukar panas, dan stack. Perbedaan mendasar mesin pendingin termoakustik dibandingkan dengan mesin pendingin konvensional adalah tidak menggunakan kompresor mekanikal ataupun termal dan tidak ada aliran refrigeran, tetapi gas refrigeran bergetar dan tidak mengalir serta kerja kompresor digantikan oleh penggerak akustik (loudspeaker). Kinerja mesin pendingin ini dapat dihitung dengan mengukur perbedaan temperatur gas refrigeran antara sisi dingin dengan sisi panas pada stack yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian dari pengembangan awal ini, mesin pendingin termoakustik gelombang tegak yang dibuat mampu menghasilkan beda temperatur sebesar 25,99oC, dengan kenaikan temperatur sisi panas sebesar 18,97oC dan penurunan temperatur sisi dingin sebesar 7,02oC. Hasil tersebut diperoleh dengan menggunakan tabung resonator sepanjang 100 cm, stack dengan panjang 10 cm, dan frekuensi suara 100 Hz.
Keywords
Alat peraga, mesin pendingin, gelombang tegak, termoakustik
Topic
Energi
Corresponding Author
Aldwin Urian
Institutions
Universitas Advent Indonesia
Abstract
Metode Missouri Mathematics Project (MMP) dan metode Experiential Learning (EL) adalah metode pembelajaran alternatif yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Oleh karena itu pada penelitian ini kedua metode ini, diinvestigasi. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI IIS 1 dan siswa kelas XI IIS 2 SMA Pasundan 8 Bandung. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes yang mengukur hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh metode pembelajaran MMP berada pada kategori sedang. Sedangkan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh metode EL berada pada kategori rendah. Terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang memperoleh metode pembelajaran MMP dan siswa yang memperoleh metode EL.
Keywords
Penalaran Matematis, Metode Missouri Mathematics Project, Metode Experiential Learning
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
BANUARA NADEAK
Institutions
1Universitas singaperbangsa karawang
2 Geophysics Dept., FMIPA Universitas Padjadjaran, KM 21 Jatinangor Sumedang, Indonesia
3 Ilmu Ekonomi Pertanian,FAPERTA Universitas Padjadjaran, KM 21 Jatinangor Sumedang, Indonesia
Abstract
Kecamatan Teluk Jambe Barat khususnya Desa Karangligar merupakan daerah dengan kerentanan tertinggi akan bencana banjir dan penurunan kontur tanah di wilayah Karawang barat. Hal tersebut terjadi karena kurangnya resapan air di daerah tersebut yang terjadi akibat dari pembangunan yang semakin pesat dan pengurangan lahan pertanian sebagai daerah resapan air. Pada daerah penelitian terdapat Endapan kuarter (Q) yang merupakan satuan tanah atau batuan yang berumur paling muda dan belum terkonsolidasi. Ketebalan endapan kuarter di Desa Karangligar dan sekitarnya sekitar 30 m. Pola aliran sungai pada daerah penelitian adalah pola meander. Hasil pengukuran sampel tanah, nilai koefisien permeabilitas didapatkan (k):0,000012cm/detik, dari hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai permeabilitas kecil yang menyebabkan air sukar masuk kedalam tanah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyusun alternatif solusi dan rekomendasi dengan antisipasi terhadap fenomena penurunan kontur tanah di Desa Karangligar, Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang. Kegiatan ini akan meninjau dari kondisi geologi daerah tersebut dengan melihat geomorfologi, satuan geologi teknik dan kondisi hidrogeologi umum. Metode yang digunakan dalam analisis ini yaitu dengan analisa peta topografi, analisis citra Shuttle Radar Topography Mission (SRTM), uji laboratorium sampel tanah dan pengamatan di lapangan. Data yang didapatkan berupa nilai koefisien permeabilitas, koefisien pemampatan, pola kerapatan kontur, pola aliran sungai, litologi dan struktur geologi. Kemudian data tersebut dianalisis untuk menentukan satuan geomorfologinya berdasarkan kondisi bentuk muka bumi (landform).
Keywords
Geologi tanah, Geomorfologi, Hidrogeologi, Permeabilitas, Shuttle Radar Topography Mission (SRTM)
Topic
Kebumian
Page 495 (data 14821 to 14850 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats