Indonesia Conference Directory


<< Back

Search Abstract

Page 521 (data 15601 to 15630 of 15932) | Displayed in 30 data/page

PENGARUH ROTASI TOOL TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, DAN STRUKTUR MIKRO HASIL PENGELASAN FRICTION STIR WELDING PADA ALUMINIUM DISSIMILAR 5083-7075
Maryati 1), Tarmizi 2)

Show More

Corresponding Author
Maryati Maryati

Institutions
1. Universitas Indoensia
2. Balai Besar Logam dan Mesin

Abstract
Aluminium dissimilar 5083-7075 telah berhasil disambung menggunakan metoda friction stir welding (FSW) dengan bentuk sambungan butt joint. Kecepatan putar merupakan salah satu parameter yang penting dalam FSW. Perubahan kecepatan putar akan berpengaruh pada karakteristik sifat mekanik dan struktur mikro. Parameter pengelasan yang digunakan adalah welding speed sebesar 29 mm/min dengan variasi kecepatan putar sebesar 525 rpm, 680 rpm, 910 rpm, dan 1555 rpm. Untuk mengetahui kekuatan mekanik lasan dilakukan pengujian kekuatan tarik dan kekerasan serta untuk melihat mikrostrukturnya akan menggunakan mikroskop optik dan scanning electron microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan kekerasan lebih kecil dibandingkan base materials dan tidak terdapat cacat pada kecepatan putar 680 rpm.

Keywords
FSW, Aluminium 5083-7075, Kekuatan Tarik, Kekerasan, Struktur Mikro

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/8vGWTuDcjFdb


Belajar Fisika dari Sungai Cimanuk
Iman Nurzaman

Show More

Corresponding Author
IMAN NURZAMAN

Institutions
ITB

Abstract
Sungai telah menjadi faktor utama pendukung keberadaan suatu peradaban. Sedangkan perkembangan peradaban berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan. Pemanfaatan sungai untuk pembelajaran selain dapat meningkatkan taraf berpikir dan taraf hidup masyarakat, juga dapat turut menjaga kelestarian sungai itu sendiri. Sungai Cimanuk?yang berhulu di kaki gunung Papandayan Kabupaten Garut dan mengalir hingga muaranya di Indramayu, telah dimanfaatkan oleh lembaga pemerintah maupun lembaga non-pemerintah untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Manfaat ini akan menjadi lebih besar jika dibuat laboratorium alam, yaitu tatanan yang mempergunakan alam sebagai media untuk mempelajari ilmu pengetahuan. Laboratorium alam di sungai Cimanuk dapat dibuat untuk mempelajari banyak hal, namun untuk kajian ini, dibatasi pada penyusunan bahan ajar untuk mempelajari Fisika yang diselaraskan dengan penerapan kurikulum 2013 Revisi, yaitu memadukan materi pembelajaran dalam kegiatan Kepramukaan sehingga pembelajaran dapat lebih bersifat kontekstual dan dilaksanakan melalui hands-on activities. Konten materi yang dibahas dalam bahan ajar adalah: 1) sifat fluida yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah; 2) praktik pengukuran panjang, kedalaman, dan luas penampang sungai; 3) praktik pengukuran debit dan laju aliran fluida; 4) praktik penerapan prinsip Bernoulli, seperti pembuatan venturimeter sederhana; 5) praktik pembuatan hidram. Segmen sungai Cimanuk yang dipilih yang berlokasi di dekat sekolah dari tingkat SD hingga SMA di kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut, dan dijadikan sebagai purwa-rupa paket laboratorium alam dan bahan ajarnya agar dapat diterapkan di sungai lain yang memiliki karakteristik serupa.

Keywords
sungai, cimanuk, fluida, pramuka

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/4cDLTMdPEaHK


PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PERTANIAN PADI DI CIREBON TERHADAP KEPEDULIAN PELESTARIAN LINGKUNGAN SISWA SMP
ahmad subhan

Show More

Corresponding Author
ahmad subhan

Institutions
Program Magister Pendidikan Biologi (S2)
Sekolah Pasca Sarjana
Universitas Pendidikan Indonesia Bandung

Abstract
Penelitian ini bertujuan memberikan alternatif bahan ajar untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan siswa SMP. Penanaman karakter dengan menggali nilai-nilai sains dari kearifan lokal pertanian padi Cirebon. Solusi yang ditawarkan dengan mengembangkan bahan ajar yang dapat menghadirkan pengalaman langsung (kontekstual) dalam pembelajaran Biologi pada materi Ekosistem berbasis kearifan lokal pertanian padi di Cirebon. Desain penelitian yang digunakan Research & Development dari Borg & Gall yang meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan, validasi dan revisi. Uji coba terbatas dilakukan di satu sekolah pada 30 siswa kelas VII. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket dan tes. Untuk mengetahui kualitas bahan ajar dilakukan uji validasi ahli materi, ahli teknologi, pengguna, dan uji keterbacaan. Validasi kelayakan bahan ajar dari aspek materi dan kegrafikan dilakukan dengan tes keterbacaan rumpang (cloze test), sedangkan literasi lingkungan siswa diukur dengan instrumen literasi lingkungan yang dikembangkan dari Survey Middle School Environmental Literacy Survey (MSELS). Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan: (1) kualitas bahan ajar berdasarkan penilaian dari ahli materi dalam kategori layak dengan persentase 61,4%, penilaian ahli teknologi dalam kategori layak dengan persentase 63,0%, dan penilaian guru sebagai pengguna dalam kategori baik dengan persentase 82,4%; (2) hasil uji rumpang menunjukan bahan ajar ekosistem hasil pengembangan memiliki keterbacaan yang sedang. (3) Hasil impelementasi bahan ajar dalam pembelajaran menunjukan bahan ajar dapat meningkatkan kecakapan literasi lingkungan.

Keywords
ekosistem sawah, kearifan lokal pertanian, literasi lingkungan

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/b43PYmBUcCNu


Perbandingan Komposit Serat Alam dan Epoksi Murni melalui Uji Tarik dengan Bahan Serat Jute sebagai Serat Alam
Rahmat Firman Septiyanto, Akbar Hanif Dawam Abdullah

Show More

Corresponding Author
Rahmat Firman Septiyanto

Institutions
Univeristas Sultan Ageng Tirtayasa, LIPI Pusat Penelitian Fisika Bandung

Abstract
Penelitian komposit dengan matriks epoksi berpenguat serat jute dengan penyususnan 3 lapis simetri dan epoksi murni telah dilakukan. Komposit epoksi berpenguat serat jute tersebut dilakukan pengujian tarik untuk mengetahui sifat mekanik. Sifat mekanik tersebut meliputi: kekuatan tarik, pertambahan panjang, dan kekuatan tarik spesifik. Kekuatan tarik komposit epoksi berpenguat serat jute 3 lapis simetri sebesar 45,961%. Pertambahan panjang sebesar 8,9278%. Kekuatan tarik spesifik tertinggi pada komposit epoksi berpenguat serat jute 3 lapis simetri sebesar 42,517 MPa/g.cm-3. Selain itu dibuat epoksi murni sebagai pembanding. Jika dibandingkan komposit epoksi berpenguat serat jute dengan epoksi murni maka kekuatan tarik rata-rata komposit epoksi berpenguat serat jute masih belum bisa menyamai. Dengan adanya gabungan antara serat jute dan epoksi murni (komposit) memberikan manfaat pada sifat mekanik pada material tersebut.

Keywords
epoksi, jute, komposit, uji tarik, kekuatan tarik

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/F3jrZAecfPWD


Pemodelan Pengajaran Fisika melalui Pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Siswa Kelas 8 di Indonesia
Sena Prayoga dan Triyanta

Show More

Corresponding Author
Sena Prayoga

Institutions
Program Studi Pengajaran Fisika, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Tujuan penulisan makalah ini adalah merancang pemodelan pembelajaran fisika untuk siswa kelas 8 di Indonesia menggunakan pembelajaran berbasis inkuiri. Pemodelan pembelajaran ini dapat meningkatkan keinginan belajar dan kualitas hasil belajar peserta didik khususnya untuk mempelajari fisika. Pemodelan ini dapat digunakan oleh guru agar memiliki model praktis pengajaran berbasis inkuiri serta mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pembelajaran berbasis inkuiri digunakan karena pembelajaran berbasis inkuiri bukan hanya sekedar metode pengajaran melainkan bagaimana secara alami sesungguhnya manusia belajar. Para peneliti menemukan bahwa pembelajaran berbasis inkuiri perlu untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis inkuiri melibatkan peserta didik dalam masalah penyelidikan nyata dengan menghadapkan mereka dengan cara penyelidikan, membantu peserta didik mengidentifikasi masalah konseptual atau metodologis dalam wilayah investigasi, dan meminta peserta didik merancang cara mengatasi masalah. Perancangan model pembelajaran disusun sesuai materi pelajaran berdasarkan silabus kurikulum nasional yang digunakan tahun 2015 dengan tetap konsisten terhadap alokasi waktu pembelajaran. Hal tesebut membuat pemilihan jenis tingkatan inkuiri yang tepat untuk setiap materi diperlukan dalam perancangan model pembelajaran. Hasil akhir yang didapatkan adalah sebuah model pembelajaran fisika kelas 8 berbasis inkuiri.

Keywords
pembelajaran berbasis inkuiri

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/4a6teXjNFdck


Perancangan Prototipe Sistem Parkir Cerdas
Azka Zakiyyatuddin (a*), M. Arief Fachrudin (b), Irna Jelita (c) Halmar Priyatma Anggadinata (d)), N.S. Aminah (1,e), M. Djamal (1,f)

Show More

Corresponding Author
Azka Zakiyyatuddin

Institutions
a) Faculty of Physics, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*azkakyokushin[at]gmail.com
b) Faculty of Physics, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
c) Faculty of Physics, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
d) Faculty of Physics, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
e) Faculty of Physics, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
f) Faculty of Physics, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia

Abstract
Salah satu permasalahan sederhana yang ada dekat dengan kita adalah mengenai masalah sistem parkir. Bagi pengendara mobil, lokasi parkir menjadi masalah yang serius dan bisa jadi membuang banyak waktu Pada penelitian ini, telah dirancang sistem parkir cerdas menggunakan sensor ultrasonik pada setiap ruang parkir mobil. Ketika terdapat mobil yang parkir di lokasi tersebut, sensor akan menerima sinyal kemudian mengirimkan informasi tersebut ke mikrokontroler (Arduino UNO).. Ketika terdapat mobil di lokasi parkir tersebut, lampu merah akan menyala, sedangkan bila tidak ada maka lampu hijau akan menyala terus menerus. Sistem ini diharapkan akan menjadi salah satu solusi dari permasalahan sulitnya mencari parkir bagi para pengguna mobil.

Keywords
parkir, Ardiuno UNO, Sensor Ultrasonik

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/jzZM2DXa9RCx


Profil Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran IPA Berbasis STEM
Alfiansah Sandion Prakoso*, Irma Rahma Suwarma, Purwanto

Show More

Corresponding Author
Alfiansah Sandion Prakoso

Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia
*alfisandion[at]outlook.com

Abstract
Saat ini perubahan terjadi dimana-mana. Ilmu pengetahuan berkembang secara eksponensial, dan teknologi terus menerus mengubah bagaimana cara kita hidup dan bekerja. Inovasi menjadi kebutuhan yang mendesak, sedangkan kreativitas menjadi kunci dari lahirnya inovasi. STEM Education menawarkan kesempatan yang luar biasa untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan dan persaingan abad 21 yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran IPA berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pre experimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Profil keterampilan berpikir kreatif yang dimaksud adalah aspek fluency, flexibility, originality, dan abstractness yang diukur menggunakan instrumen Torrance Test of Creative Thinking (TTCT). Rata-rata profil keterampilan berpikir kreatif untuk aspek fluency adalah 83.9%. Sedangkan untuk aspek flexibility, originality, dan abstractness berturut-turut adalah 73.2%, 75.8%, dan 74.7% yang seluruhnya termasuk dalam kategori tinggi.

Keywords
Keterampilan Berpikir Kreatif; STEM Education; TTCT

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/EQnukzdgfrB4


PEMODELAN RESERVOIR PANASBUMI DENGAN MENGGUNAKAN METODE POLIGON TALWANI 2-D
Suka Prayanta Pandia, Alamta Singarimbun

Show More

Corresponding Author
Suka Prayanta Pandia

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk memodelkan reservoir panasbumi dengan menggunakan metode poligon Talwani dua dimensi. Energi panasbumi adalah salah satu energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan manusia terhadap energi. Umumnya energi panasbumi digunakan untuk memutar generator sehingga menghasilkan listrik. Dalam penelitian ini, reservoir panas diasumsikan adalah fluida dengan rapat massa 1000 kg/m3. Untuk menemukan lokasi reservoir, maka digunakan beberapa metode eksplorasi, salah satunya adalah metode gravitasi. Metode gravitasi menggunakan prinsip gaya tarik antar massa, sehingga rapat massa berbeda akan memberikan nilai percepatan terukur yang berbeda. Nilai akhir yang dicari dalam metode ini adalah anomali Bouguer, yang merupakan hasil dari nilai hasil pengukuran yang kemudian dilakukan koreksi � koreksi. Dalam menginterpretasi objek penyebab anomali, maka dalam penelitian ini digunakan metode poligon Talwani. Metode ini mengasumsikan bahwa reservoir panas tersebut dapat dianggap sebagai benda berbanyak sisi. Pemrograman yang digunakan dalam penelitian ini adalah C++ karena bahasa tersebut cepat dalam melakukan eksekusi perintah.

Keywords
Eksplorasi, energi panasbumi, interpretasi, metode gravitasi, poligon Talwani.

Topic
Kebumian (EPS)

Link: https://ifory.id/abstract/Hz76ErJuRfNj


The modeling of yarn movement during weft insertion on the Air Jet Loom machine
Abdurrohman (a*), Irfandhani Fauzi (a), Elly Koesneliawaty (a)

Show More

Corresponding Author
Abdurrohman Abdurrohman

Institutions
a) Politeknik STTT Bandung
Jalan Jakarta No.31 Bandung, Indonesia
*ikhwan10021991[at]gmail.com

Abstract
In the weaving process, weft insertion (picking motion) is a factor of the formation of the fabric. Weft insertion is done by various types of media from shuttle, gripper, water jet, air jet, and the projectile. The use of media types weft insertion affects the speed of fabric production. Air jet is the most popular media in terms of weft insertion, because it has high speed and simple machine construction. In this research it can be shown the modeling of yarn movement during weft insertion on the Air Jet Loom machine from main nozzle until the end of fabric by physics.

Keywords
Air Jet Loom, Weft Insertion, Picking Motion

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/wcV7dHmKq8Uj


Perancangan Sistem Kontrol Pengisian Air Otomatis Menggunakan Mikrokontroller Arduino Uno
Rachman Shaf, Ardhi Rofi Mufdhila, Erlina, Kahfi Nadhika Saifullah, N.S. Aminah, M. Djamal

Show More

Corresponding Author
rachman shaf

Institutions
ITB

Abstract
Pada penelitian ini, telah dirancang sistem kontrol pengisian air otomatis menggunakan mikrokontroller, laser, dan LDR. Mikrokontroller Arduino berperan untuk mengontrol waktu air yang keluar dari pompa elektrik sesuai dengan ukuran wadah. Ukuran wadah air ditentukan oleh Laser sebagai transmitter dan LDR sebagai receiver Saat wadah terpasang, sistem akan mendeteksi ketinggian wadah berdasarkan sinyal yang diperoleh dari pasangan laser-LDR. Waktu pengisian air dihitung berdasarkan debit air yang keluar dan ketinggian yang dideteksi sensor tersebut.

Keywords
Arduino Uno, laser, LDR

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/G6t48AnUcLpk


Kesalahan Penalaran Analogi Siswa Dalam Memecahkan Masalah Nilai Maksimum
I Gede Beni Manuaba, Akbar Sutawidjaja, Hery Susanto

Show More

Corresponding Author
I Gede Beni Manuaba

Institutions
Universitas Negeri Malang

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penalaran analogi siswa dalam memecahkan masalah nilai maksimum. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMA pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah dan wawancara. Tes terdiri dari dua soal penentuan nilai maksimum yaitu masalah sumber dan masalah target yang saling analog. Data dianalisis sesuai dengan tahapan proses penalaran analogi dalam memecahkan masalah. Hasil analisis data menunjukan bahwa kesalahan penalaran analogi siswa terjadi pada proses pemahaman struktur masalah sumber, pada proses identifikasi kesesuaian antara masalah target dengan masalah sumber, dan pada proses adaptasi struktur masalah sumber untuk memecahkan masalah target.

Keywords
kesalahan penalaran analogi, pemecahan masalah, masalah sumber, masalah target

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/FEL3qNtpTWZn


Studi Literatur pada Ujian Nasional Matematika untuk Sekolah Menengah Atas
Novriana Sumarti

Show More

Corresponding Author
Novriana Sumarti

Institutions
KK Matematika Industri dan Keuangan, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Pada artikel ini, Ujian Nasional Matematika untuk Siswa SMA diamati berdasarkan studi dan riset yang ditulis pada prosiding konferensi, skripsi sarjana dan tesis master, dan laporan resmi mengenai hasil ujian ini. Penilaian nasional untuk siswa SMA adalah salah satu tahapan penting dalam pendidikan karena bisa pengukuran kualitas pendidikan nasional di Indonesia. Pertama sejarah ujian penilaian nasional dijelaskan mulai dari 1950. Kompetensi Matematika dalam ujian dijelaskan dengan beberapa indikator. Contoh hasil dari 2013 ujian nasional menunjukkan perbedaan yang signifikan dari skor rata-rata per provinsi dari berprestasi tertinggi dan terendah. Beberapa studi tentang ujian nasional dari 2007 - 2011 menunjukkan bahwa ujian terkandung terutama masalah ditetapkan pada mengetahui dan menerapkan aspek kognitif demand, dan sebagian kecil pada penalaran kreatif.

Keywords
Ujian Nasional Matematika, kognitif

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/A8d3bEcmLruG


Kajian Aliran Fluida Kental Di Antara Pelat Sejajar, Pelat Tidak Sejajar, Dan Percabangannya Menggunakan Piranti Lunak Comsol Multiphysics
Mohamad Rendi Astono Sentosa*, Siti Nurul Khotimah, dan Sparisoma Viridi

Show More

Corresponding Author
Mohamad Rendi Astono Sentosa

Institutions
Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung
*moh.rendi[at]gmail.com

Abstract
Aliran fluida kental di antara pelat sejajar, pelat tidak sejajar, dan percabangannya dikaji dengan simulasi berbasis metode finite element menggunakan piranti lunak COMSOL Multiphysics. Aliran fluida kental dimodelkan secara matematis berdasarkan persamaan Navier-Stokes untuk mencari besar kecepatan alirannya. Fluida kental yang semula diam kemudian diberi beda tekanan di kedua ujung sehingga fluida mengalir. Alirannya semula bersifat turbulen, yaitu profil kecepatannya parabola terpancung, kemudian menjadi laminer, yaitu profil kecepatan parabola. Telah diamati bahwa fluida kental untuk pelat sejajar dengan panjang pelat L1 = 0,01 m, lebar pelat L2 = 0,001 m, beda tekanan di kedua ujung ΔP = 133 Pa dan time step Δt = 0,001 s memiliki aliran bersifat laminer dan mencapai keadaan stasioner pada saat t = 0,142 s dan menghasilkan besar kecepatan maksimum umaks = 0,3071 m/s. Kemudian untuk aliran fluida di antara pelat tidak sejajar dengan ukuran panjang L1 = 0,01 m, lebar di ujung masukan dan keluaran masing-masing adalah sebesar L2 = 0,001 m dan L2 = 0,0012 m, beda tekanan ΔP = 133 Pa, dan time step Δt = 0,01 s diperoleh keberlakuan prinsip kontinuitas dimana besar kecepatan semakin mengecil seiring bertambahnya lebar di antara dua pelat. Lalu, dari hasil simulasi untuk sistem pelat tidak sejajar yang bercabang diperoleh profil kecepatan yang memiliki dua nilai maksimum ketika mendekati percabangan.

Keywords
Aliran laminer, Finite element, Fluida kental, Prinsip kontinuitas, Profil kecepatan

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/DTkeJPRYVmga


Perancangan dan Realisasi Prototipe Sistem Smart Washroom
Perystito, Elsanita Sinaga, M. Siddiq P., Nicola G. S., N. S. Aminah, M. Djamal

Show More

Corresponding Author
Nicola Gianina Suryadi

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Smart washroom adalah sebuah sistem yang dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan mengoptimasi biaya perawatan. Pada penelitian ini, dirancang smart washroom yang dapat menyalakan lampu dan menyemprotkan parfum secara otomatis serta menunjukkan status okupansi toilet. Ketika toilet sedang digunakan, lampu akan menyala dan status okupansi yang dibuat dengan dot matix akan menunjukkan tanda "x", sedangkan ketika toilet sudah digunakan, lampu akan mati dan status okupansi akan menunjukkan tanda "v" yang berarti toilet sudah dapat digunakan kembali. Selain itu, parfum akan menyala secara otomatis untuk menetralkan bau toilet. Rangkaian alat terdiri dari sebuah reed switch, Arduino, dot matrix display, lampu LED, dan penyemprot parfum. Dengan alat ini, penggunaan toilet menyadi lebih nyaman dan penggunaan listrik juga menjadi lebih efisien.

Keywords
smart washroom, Arduino

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/UK7PNa9c4D6G


DIAGNOSIS LEVEL MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI GAYA DAN GERAK MENGGUNAKAN FOUR-TIER TEST
A. A. Akmali*, A. Sutiadi

Show More

Corresponding Author
Ahmad Ahsin Akmali

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Miskonsepsi pada siswa sangat penting untuk diketahui terutama bagi guru sebagai langkah awal penanganan miskonsepsi dan perbaikan serta peningkatan kualitas pembelajaran. Four-tier Test merupakan alat tes yang mampu mengidentifikasi apakah siswa benar-benar memahami tentang suatu konsep dan apakah siswa mengalami miskonsepsi atau mengalami kurang pengetahuan (lack of knowldge). Penelitian ini berfokus pada upaya diagnosis miskonsepsi siswa dalam materi gaya dan gerak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi level miskonsepsi yang terjadi pada siswa SMP pada konsep-konsep dalam materi gaya dan gerak dengan menggunakan instrumen Four-tier Test. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif-eksploratif dan menggunakan pendekatan non-eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah One Shot Design. Subjek pada penelitian ini adalah 321 siswa SMP kelas VIII yang terdiri dari 128 siswa SMP Negeri dan 193 siswa SMP Swasta yang ada di kecamatan Sukasari, Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa SMP mengalami miskonsepsi pada lima (5) konsep esensial dalam materi gaya dan gerak yaitu meliputi konsep perpindahan, jarak, percepatan, percepatan gravitasi, serta kelembaman, yang diantaranya terdapat satu (1) miskonsepsi baru yaitu bahwa benda yang lebih kecil akan jatuh lebih cepat. Miskonsepsi yang dialami siswa secara kualitatif berada dalam level sedang dan miskonsepsi baru yang dialami siswa berada dalam level kuat, sedangkan secara kuantitatif untuk miskonsepsi yang berkaitan dengan konsep perpindahan dan jarak berada dalam kategori sedang sampai tinggi, untuk miskonsepsi yang berkaitan dengan konsep percepatan, gravitasi, dan kelembaman berada dalam kategori sangat tinggi, dan miskonsepsi baru yang teridentifikasi berada dalam kategori sangat rendah. Level miskonsepsi siswa tertinggi secara kuantitatif adalah 60,16 % dengan kategori sedang.

Keywords
Diagnosis, Miskonsepsi, Gaya, Gerak, dan Four-tier Test.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/tfCQNxPkawcX


Pembelajaran Levels Of Inquiry untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMP pada Konteks Energi Alternatif
Agi Dahtiar, S.Pd

Show More

Corresponding Author
agi dahtiar

Institutions
Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Literasi sains merupakan kemampuan yang dipandang penting untuk dilakukan agar memiliki kemampuan dalam menjelaskan dan menerapkan sains yang berkaitan dengan fenomena ilmiah, merancang dan mengevaluasi penelitian ilmiah, serta menginterpretasikan data dan bukti ilmiah. Namun faktanya di lapangan kemampuan ini belum dilatihkan dengan baik. Hal ini didukung oleh hasil tes yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa masih rendah. Pembelajaran inkuiri memberikan sarana untuk melatihkan kemampuan-kemampuan tersebut, namun menurut Wenning (2005) faktanya di lapangan kebanyakan guru masih kebingungan dalam membedakan antara demonstrasi, lesson, dan labs serta aturan dalam menggunakan inkuiri, sehingga penelitian ini menggunakan Levels of Inquiry (LoI) yang terdiri dari discovery learning, demonstrasi interaktif, inquiry lesson,iquiry lab, dan hypothetical inquiry (Wenning, 2005). Penelitian dengan metode weak eksperimen dan desain one-group pretest-posttest design yang melibatkan satu kelas dengan jumlah sampel 23 siswa, bertujuan untuk memberikan gambaran peningkatan literasi sains siswa menggunakan pembelajaran LoI pada konteks energi alternatif. Energi merupakan isu yang menyangkut masalah global pada era ini sehingga dibutuhkan pengenalan yang sangat dini bagi siswa untuk mengetahui permasalahan dan solusinya. Hasil analisis data menggunakan Kruskal Wallis dengan uji t-test (α=0,05), menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan LoI dapat meningkatkan literasi sains siswa karena t berada di daerah penolakan Ho (8,352), begitu pula untuk setiap domain literasi sains PISA (2015) yang terdiri dari domain konteks, kompetensi, pengetahuan, dan sikap siswa.

Keywords
Levels of Inquiry (LoI), literasi sains, energi alternatif

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/3wXnbxWQZYRj


STUDI AWAL PEMBUATAN KOMPOSIT PAPAN SERAT BERBAHAN DASAR AMPAS SAGU
Mitra Rahayu*, Widayani

Show More

Corresponding Author
Mitra Rahayu

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Studi awal pembuatan komposit papan serat berbasis limbah ampas sagu telah dilakukan dengan menggunakan epoxy resin. Sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat Papua dan Maluku. Satu pohon sagu dapat menghasilkan (17 � 25) % pati sagu dan (75 � 83) % ampas sagu. Ampas sagu mengandung 65,7% pati, 21% lignin, dan 20% selulosa. Pada proses pembuatan komposit papan serat dari limbah ampas sagu, resin epoxy yang digunakan sebanyak 20% dari massa ampas sagu yang digunakan. Pembuatan papan dilakukan dengan proses pengempaan panas pada 100 �C dan pengempaan dingin pada temperatur kamar pada campuran ampas sagu kering, epoxy dan sedikit air. Hasil pengujian menunjukkan bahwa papan serat yang dihasilkan memiliki massa jenis 1,0025 gram/cm� (termasuk kelompok High density fiber / HDF /serat dengan kerapatan tinggi). Kualitas papan serat dikaji melalui uji pengembangan tebal, uji kadar air dan uji tarik.

Keywords
komposit, ampas sagu, epoxy, karakterisasi

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/8h7r3Kn6ZxYN


Perkembangan Penggunaan Teknik Hamburan Compton Sinar Gamma pada Aplikasi Sistem Uji Tak-Merusak
Mona Berlian Sari (a*), Kisna Pertiwi (a), Mitra Djamal (a)

Show More

Corresponding Author
Mona Berlian Sari

Institutions
a) Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*na.liansha[at]gmail.com

Abstract
Salah satu mekanisme interaksi yang terjadi pada perpindahan foton sinar gamma menembus suatu material adalah hamburan Compton. Pada hamburan Compton, foton mengalami defleksi dari arah pergerakannya semula dengan sudut hamburan tertentu setelah berinteraksi dengan elektron bahan. Teknik hamburan Compton merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk aplikasi uji tak-merusak. Beberapa aplikasi sistem uji tak-merusak menggunakan teknik hamburan Compton sinar gamma adalah pada pendeteksian rongga, inklusi, retakan, dan ketidakseragaman distribusi bahan. Paper ini mendeskripsikan perkembangan penggunaan metode hamburan Compton pada aplikasi uji tak-merusak selama 5 tahun terakhir untuk menemukan kelebihan dan prospek penelitian menggunakan teknik hamburan Compton di masa depan. Pada umumnya penggunaan teknik hamburan Compton dipilih sebagai alternatif keterbatasan metode transmisi pada pengukuran dimana akses dari dua sisi tidak mungkin dilakukan.

Keywords
Hamburan Compton, sinar gamma, uji tak-merusak

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/FZyRzn4rpvJB


Profil Miskonsepsi Mahasiswa Pendidikan Fisika Berdasarkan Hasil Diagnosis Menggunakan Instrumen Three-Tier Test
Chaerul Rochman*, Herni Yuniarti Suhendi, dan Dindin Nasrudin

Show More

Corresponding Author
Herni Yuniarti Suhendi

Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil miskonsepsi mahasiswa pendidikan fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggunakan instrumen three tier test pada materi perpindahan kalor. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment kepada sampel sebanyak 80 mahasiswa. Teknik pengambilan data dilakukan dengan memberikan tes tertulis berupa soal tes pemahaman konsep taksonomi Bloom Revisi dalam bentuk tes pilihan ganda dengan pola three tier test sebanyak 20 butir soal. Tes disusun melalui tiga fase, yaitu (1) defining the content boundaries; (2) identifying students� misconceptions; dan (3) developing instrument.

Keywords
miskonsepsi, three tier test

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/yY4NbtdenXma


Pengembangan Praktikum IPA Terpadu pada Tema Kesehatan Kulit
Shinta Purnamasari (a*), Hertien K. Surtikanti (a)

Show More

Corresponding Author
Shinta Purnamasari

Institutions
Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam
Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia
*shinta.purnamasari.s.pd[at]student.upi.edu

Abstract
Pembelajaran IPA harus bisa memberikan pengalaman belajar secara langsung pada siswa, sehingga siswa tidak hanya mempelajari konsep-konsep dan teori, tetapi juga dapat mempelajari IPA sebagai proses melalui praktikum. Pada jenjang SMP/MTs, pembelajaran IPA dilakukan secara terpadu agar memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami suatu fenomena dari segala sisi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prosedur praktikum IPA Terpadu pada tema kesehatan kulit yang dapat diterapkan di SMP/MTs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Tahapan yang dilakukan terdiri atas studi pendahuluan dan pengembangan model berupa uji coba terbatas. Pengumpulan data menggunakan angket penilaian dosen ahli, lembar observasi dan pertanyaan pada prosedur praktikum. Prosedur praktikum yang dikembangkan memiliki kualitas sangat baik berdasarkan penilaian dosen ahli dengan persentase rata-rata sebesar 90% yang meliputi, aspek didaktik (90,62%), aspek konstruksi (87,5%), dan aspek teknis (93,75%). Prosedur praktikum juga memiliki tingkat keterbacaan sangat baik (88,89%).

Keywords
pengembangan praktikum, praktikum IPA terpadu, kesehatan kulit, tabir surya.

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/6CKDZ3aNknxt


Pengukran Tingkat Kejernihan Air Akuarium dengan Sensor Cahaya LDR berbasis Mikrokontroler AT Mega 328
Trisha Gustiya, Rouf, Dian Nur Aini, Hendro

Show More

Corresponding Author
Dian Nur Aini

Institutions
ITB

Abstract
Dilakukan kegiatan rancang bangun alat pengukur tingkat kejernihan air akuarium dengan sensor cahaya LDR berbasis mikrokontroler AT Mega 328. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kejernihan air akuarium yang terdapat ikan di dalamnya, sehingga dapat diaplikasikan untuk mengetahui waktu pengurasan air akuarium dan pemberian makan pada ikan secara otomatis. Digunakan sumber cahaya LED yang sudah dilakukan perbandingan tegangan pada setiap LED dengan tingkat kejernihan air tertentu. Sistem ini terdiri dari mikrokontroler AT Mega 328 sebagai pemroses data dalam bahasa C, dengan keluaran berupa sistem pengontrol berupa alarm.

Keywords
intensitas cahaya, mikrokontroler AT Mega 389, sensor LDR

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/gBr46ukAdjbn


Karakterisasi Sensor Kelembaban Tanah (YL-69) Untuk Otomatisasi Penyiraman Tanaman Berbasis Arduino Uno
Geby Saputra, Dina Rahmawati, Fera Herawati dan Hendro

Show More

Corresponding Author
Geby Saputra

Institutions
ITB

Abstract
Telah dilakukan karakterisasi sensor kelembaban tanah YL-69 untuk sistem penyiraman tanaman secara otomatis. Sensor YL-69 merupakan sensor yang mampu mendeteksi kelembaban dalam tanah. Sensor ini banyak digunakan untuk otomatisasi sistem penyiraman tanaman, namun cara penggunaan sensor yang kurang tepat membuat kerja sistem kurang efisien. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakterisasi dari sensor YL-69. Karakterisasi yang dilakukan yaitu mencari hubungan tegangan dan panjang sensor yang di tancapkan terhadap nilai resistivitas. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa sensor YL 69 merupakan probe yang memiliki dua konduktor yang berfungsi untuk membaca kelembaban tanah dalam bentuk nilai resitansi. Hubungan panjang probe dengan nilai tegangan ADC maupun nilai resistivitas diperoleh bahwa semakin dalam probe sensor YL-69 menancap ke tanah maka nilai resistansi akan semakin menurun hal ini mewakili kondisi kelembaban tanah, semakin banyak kontak antara air atau tanah dengan probe sensor maka semakin sensitif sensor tersebut dalam membanca kondisi kelembaban tanah.

Keywords
YL-69, Sensor Kelembaban Tanah, Penyiraman Tanaman

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/7AMcV3xGgBd4


Media Pembelajaran Inovatif
Nani Mardiani(a*), Heru Kuswanto(b)

Show More

Corresponding Author
Nani Mardiani

Institutions
a) Program Studi Pendidikan Fisika Pascasarjana UNY
Jl. Colombo No.1, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
*nanimardiani.n1[at]gmail.com

b) Dosen Program Studi Pendidikan Fisika Pascasarjana UNY

Abstract
Penelitian ini menunjukkan bagaimana integrasi teknologi dalam pembelajaran turut serta menjadi bagian dari perkembangan untuk tercapainya tujuan pendidikan. Pengembangan Physics Interactive Learning sebagai media pembelajaran memfasilitasi bagaimana proses belajar berlangsung dengan cara yang baru, memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan sumber belajar dan mendorong menjadi pebelajar yang lebih aktif. Media Physics Interactive Learning yang berbantuan android dapat digunakan dimana saja dan kapan saja diharapkan dapat membantu peserta didik dalam proses belajar sehingga dapat mereduksi miskonsepsi yang menjadi masalah dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana karakteristik media pembelajaran Physics Interactive Learning yang sesuai dengan tahapan penelitian dan pengembangan; 2) mengetahui kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan; serta 3) mengetahui reduksi miskonsepsi peserta didik yang menggunakan media pembelajaran berbantuan Android yang dikembangkan dengan peserta didik yang tidak menggunakan media pembelajaran berbantuan Android. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan, mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall. Hasil penelitian adalah: (1) software media pembelajaran berbantuan Android (apk) yang mendukung pembelajaran fisika SMA pada materi suhu dan kalor, media menyajikan penjelasan materi, simulasi, contoh soal, latihan soal yang bervariasi, menarik, dan interaktif; 2) media pembelajaran yang dinilai layak digunakan dan memiliki kualitas sangat baik berdasarkan penilaian ahli materi, peer reviewer, dan guru fisika dan memiliki kriteria kualitas baik berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran dan peserta didik; serta 3) terdapat perbedaan reduksi miskonsepsi peserta didik yang menggunakan media pembelajaran berbantuan Android dengan peserta didik yang tidak menggunakan media pembelajaran berbantuan Android.

Keywords
media pembelajaran, interaktif, fisika, miskonsepsi, android, physics interactive learning

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/zR9cTpLnfVGa


Penerapan Model Praktikum Problem Solving Laboratory untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa
Adam Malik(a)*; Wahyuni Handayani(a); Rany Nuraini(a)

Show More

Corresponding Author
ADAM MALIK

Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
Jl. Raya A.H Nasution No. 105, Bandung 40614
adamuin[at]gmail.com

Abstract
Hasil studi pendahuluan di Prodi Pendidikan Fisika pada mata kuliah Laboratorium Fisika Sekolah Lanjutan I menunjukkan mahasiswa saat melaksanakan praktikum bergantung pada modul, belum terampil dalam menggunakan alat praktikum dan mengambil data dengan benar serta masih rendah Keterampilan Proses Sains (KPS)nya. Sebagai upaya meningkatkan KPS mahasiswa, diterapkan model problem solving laboratory. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas peneliti dan mahasiswa pada setiap tahapan model, peningkatan KPS mahasiswa dan tanggapan mahasiswa. Metode penelitiannya pre-experimental, dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilaksanakan di Prodi Pendidikan Fisika, dengan populasi kelas A dan B mahasiswa Pendidikan Fisika angkatan 2012 Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dimana sampel yang terpilih kelas A. Data aktivitas peneliti dan mahasiswa diperoleh melalui lembar observasi, peningkatan KPS mahasiswa dengan tes uraian, dan tanggapan mahasiswa dengan angket. Hasil penelitian menunjukkan persentase rata-rata keterlaksanaan aktivitas peneliti 96% dan aktivitas mahasiswa 86,1%, berarti berlangsung sangat baik. Berdasarkan uji hipotesis (thitung > ttabel) (14.54 > 2.78), artinya Ho ditolak atau terdapat peningkatan KPS mahasiswa setelah diterapkan model praktikum problem solving laboratory dengan nilai rata-rata N-Gain 0,47 berkategori sedang. Mahasiswa memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan praktikum model problem solving laboratory dengan persentase 80,69%. Dengan demikian model problem solving laboratory dapat diterapkan untuk meningkatkan KPS mahasiswa.

Keywords
Problem solving laboratory, science process skills

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/q3A9mxkEdc76


Detektor Sintilasi
Ivan Rizo Putra, Zainul Anwar dan Freddy Haryanto

Show More

Corresponding Author
Ivan Rizo Putra

Institutions
Program Studi Pengajaran Fisika Sekolah Pascasarjana
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung

Abstract
Detektor radiasi merupakan suatu bahan yang peka terhadap radiasi. Detektor sintilasi merupakan salah satu detektor yang digunakan untuk menangkap radiasi yang ditimbulkan oleh bahan-bahan radioaktif kemudian mengubahnya menjadi pulsa listrik. Dengan menggunakan MCA (Multi chanel Analyzer), pulsa lilstrik berbentuk analog dirubah menjadi digital sehingga bisa ditampilkan di layar. Kelebihan detektor ini mampu mencacah jumlah partikel radioaktif dan energinya berdasarkan kualitas dan kuantitas berkas radiasi yang datang.

Keywords
Detektor sintilasi, MCA

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/D6dGBkLhRVtY


Sistem Otomasi Penghitungan Jumlah Penumpang Kendaraan Berbasis Internet of Things (IoT)
Harianto Wibowo (1,a), Husni Ihsudha (1,b), Al Solskjaer (1,c), N.S. Aminah (1,d), M. Djamal (1,e)

Show More

Corresponding Author
Harianto Wibowo

Institutions
1) Laboratorium Elektronika,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a) hariantowb[at]gmail.com
b) husniihsudha[at]yahoo.co.id
c) alsolkajer[at]gmail.com
d) nina[at]fi.itb.ac.id
e) mitra[at]fi.itb.ac.id

Abstract
Pada penelitian ini telah dirancang sistem penghitungan jumlah penumpang kendaraan menggunakan dua buah sensor ultrasonik HC SR04. Dengan menggunakan Internet of Things (IoT), data hasil pengukuran diolah dan dikirim oleh NodeMCU ESP8266 ke ponsel sehingga didapatkan data jumlah penumpang secara real time yang dapat dipantau dari jarak jauh. Data dapat diakses melalui aplikasi Blynk pada ponsel bersistem operasi android.

Keywords
Sensor ultrasonik; Internet of Things; jumlah penumpang

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/uVM4rtnEcTeB


Penerapan Model Inkuiri Abduktif untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Penguasaan Konsep pada Siswa SMA
Silvia Frisca Hartini

Show More

Corresponding Author
Silvia Frisca Hartini

Institutions
Universitas Pemdidikan Indonesia

Abstract
Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep siswa SMA setelah penerapan model inkuiri abduktif pada konsep usaha dan energi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan di sekolah yang sama dengan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasy experiment. Desain penelitian menggunakan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI salah satu SMA di Bandung yang diambil melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui tes keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep. Data uji coba keterampilan berpikir kritis dianalisis menggunakan product moment, sedangkan data uji coba penguasaan konsep dianalisis menggunakan point biserial. Keterampilan berpikir kritis terdiri dari lima aspek yaitu inferensi, evaluasi, analisis, interpretasi, dan eksplanasi. Penguasaan konsep terdiri dari tiga indikator yaitu mengingat, pemahaman,dan analisis. Dari hasil analisis data, diperoleh nilai gain yang sudah ternormalisasi. Nilai gain yang sudah ternormalisasi untuk keterampilan berpikir kritis secara keseluruhan adalah 0,59, termasuk kedalam kategori sedang. Sedangkan, nilai gain yang sudah ternormalisasi untuk penguasaan konsep secara keseluruhan adalah 0,35, termasuk kedalam kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model inkuri abduktif dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep siswa.

Keywords
Inkuiri Abduktif, Berpikir Kritis, Penguasaan Konsep

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/YedBFMz6mwKy


Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu pada Tema Energi dan Lingkungan
Nurul Ashri*, Lilik Hasanah

Show More

Corresponding Author
NURUL ASHRI

Institutions
PRODI IPA SEKOLAH PASCA SARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Abstract
Dari hasil observasi mengenai bahan ajar berupa buku teks IPA yang digunakan di kelas VII SMP, ditemukan bahwa buku teks yang digunakan di sekolah-sekolah berbasis sebuah kurikulum terbaru tersebut memiliki beberapa kekurangan terutama dalam hal konten. Salah satu kekurangannya adalah dalam hal sistematika bahasan materi. Selain itu, tuntutan peraturan pemerintah mengenai pembelajaran IPA yang seharusnya disajikan terpadu juga menjadi kendala dalam menemukan buku ataupun bahan ajar yang benar-benar ideal. Sebuah bahan ajar yang ideal yang sistematikanya sesuai dengan tuntutan pembelajaran terpadu dapat diperoleh dengan cara mengembangkan bahan ajar sendiri, salah satunya menggunakan metode 4 Step Teaching Material Development (4S TMD). Metode pengembangan bahan ajar tersebut terdiri dari empat tahapan yaitu Seleksi, Strukturisasi, Karakterisasi dan Reduksi Didaktik. Tahapan yang kemudian akan dibahas lebih lanjut merupakan tahapan awal penyusunan bahan ajar yang terdiri dari seleksi, strukturisasi dan karakterisasi. Sementara itu, metode penelitian yang digunakan adalah Research dan Development (R&D). Pada tahapan seleksi dilakukan pemilihan segala bentuk informasi yang terkait dengan tema bahan ajar yang telah dipilih yaitu mengenai energi dan lingkungan. Dilanjutkan dengan tahapan strukturisasi yang berkaitan dengan usaha membentuk struktur kognitif siswa melalui komponen-komponen yang terdiri dari peta konsep, struktur makro dan multipel representasi. Hasil strukturisasi digabungkan dengan hasil seleksi kemudian dirunut sehingga menghasilkan sebuah draft bahan ajar yang siap diujicoba. Ujicoba merupakan bagian dari tahapan karakterisasi untuk membedakan antara konsep yang mudah dan sulit. Hasil ujicoba menunjukkan rerata persentasi tiap item soal mencapai 31%. Hal tersebut menunjukkan draft bahan ajar yang disusun masih membutuhkan proses reduksi dedaktik.

Keywords
bahan ajar, 4S TMD

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/pD3tcJC2QXqK


Optimasi Arus Listrik dari Variasi Salinitas Larutan, Luas Plat dan Bahan Elektroda
Aulia Alfa Fithriyah, Siti Nurul Khotimah

Show More

Corresponding Author
Aulia Alfa Fithriyah

Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia

Abstract
Sumber Energi listrik alternatif dapat dihasilkan dari air laut sebagai salah satu sumber daya alam yang melimpah di bumi. Air laut mengandung ion-ion diantaranya 〖Na〗^+ dan 〖Cl〗^- dengan salinitas sekitar 35 g/kg. Sebagai tiruan air laut dibuat Larutan NaCl dengan salinitas 5, 15, 25, 35, dan 45 g/kg. Pencelupan dua elektroda dari bahan yang berbeda ke dalam larutan NaCl menghasilkan medan listrik yang dapat menyebabkan ion 〖Na〗^+ bergerak menuju elektroda dengan potensial negatif dan ion 〖Cl〗^- bergerak menuju elektroda dengan potensial positif. Pergerakan ion-ion ini akan menghasilkan arus listrik yang terukur pada amperemeter. Elektroda yang digunakan terbuat dari bahan tembaga, seng dan aluminium sehingga ada tiga pasang elektroda. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa arus listrik bergantung pada banyak faktor, diantaranya salinitas larutan, luas plat elektroda dan bahan elektroda. Arus listrik terbesar dihasilkan dari pasangan elektroda yang memiliki beda potensial terbesar. Kenaikan nilai salinitas larutan dan luas plat elektroda menghasilkan arus listrik yang semakin besar pula. Namun kondisi ini memiliki batas nilai tertentu, sehingga jika nilai optimalnya dilampaui maka arus listrik yang dihasilkan tidak berubah secara signifikan.

Keywords
Energi listrik; bahan elektroda; ukuran elektroda; salinitas

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/cv6CVAkpTBLX


SYARAT ENERGI LEMAH(WEAK ENERGY CONDITION) PADA MODEL KOSMOLOGI EMPAT DIMENSI DENGAN KOPLING DERIVATIF TAK MINIMAL MEDAN SKALAR
Muhammad Rizka Taufani, Agus Suroso

Show More

Corresponding Author
muhammad rizka Taufani

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Telah dibahas mdoel kosmologi empat dimensi yang berangkat dari metrik Friedmaan-Robertson-Walker (FRW) untuk alam semesta yang homogen dan isotropi. Di pihak lain, medan skalar dalam relativitas umum digunakan untuk menganalisa solusi skenario alam semesta yang terjadi. Dalam tulisan ini dipakai model kopling derivatif tak minimal medan skalar dipakai untuk menentukan solusi dinamika alam semesta dengan cara menganggap medan skalar ini sebagai fluida ideal. Persamaan yang didapatkan digunakan pada satu dari empat syarat energi yang berlaku di alam semesta terkait dengan pemilihan parameter koplingnya. Telah didapatkan hasil bahwa tiap pemilihan parameter kopling tersebut untuk syarat energi lemah(weak energy condition) memberikan skenario pengembangan alam semesta yang berbeda?beda. Hasil tersebut disajikan dalam daerah pada kurva terhadap yang terkait dengan pemilihan parameter kopling yang diapakai.

Keywords
kopling derivatif tak minimal, model standar kosmologi, syarat energi lemah

Topic
Teoretik (THE)

Link: https://ifory.id/abstract/CGqTJaW2mRjM


Page 521 (data 15601 to 15630 of 15932) | Displayed in 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats