Page 522 (data 15631 to 15660 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
agus jauhari
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi no.229. Bandung- Indonesia
Abstract
Telah diimplementasikan pembelajaran kolaboratif untuk melihat proses perubahan konsepsi mahasiswa dalam perkuliahan Listrik Magnet.Pembelajaran kolaboratif di terapkan dalam perkuliahan listrik Magnet (4 sks) untuk mahasiswa jurusan pendidikan fisika semester 5 sebanyak 24 mahasiswa terbagi menjadi 3 tahap pembelajaran, pembelajaran konsep, pembelajaran problem solving dan pembelajaran proyek. Pada paper ini dibahas pengaruh pembelajaran kolaboratif dalam pembelajaran konsep. Proses perubahan konsepsi mahasiswa diukur menggunakan tes konsep yang harus diisi dalam Jurnal Pemikiran Siswa (JPS). Dari hasil analisis mahasiswa menjawab dengan pemikiran sendiri sebanyak 83% (20 dari 24) mahasiswa menjawab salah. Setelah mereka diberi kesempatan untuk mengklarifikasi jawabannya melalui eksperimen sebanyak 25%(5 dari 20) Mahasiswa yang merubah jawabannya menjadi jawaban yang benar. Setelah mereka diberi kesempatan untuk sharing analisa jawabannya dengan kelompoknya sebanyak 87.5% (21 dari 24) mahasiswa menjawab benar dengan alasan yang tepat. Dari hasil ini dapat disimpulkan pembelajaran kolaboratif secara signifikan dapat mengubah konsepsi mahasiswa
Keywords
Pembelajaran Kolaborasi, perubahan, konsepsi
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Gusti Yuni Shinta Lestari
Institutions
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Abstract
Influenza virus (H1N1-p and H5N1) are a dangerous viruses. Interaction or contact between individuals is the virus transmission medium. The virus transmition to other individuals is so easly may be due to a new strain that occurs as a result of pre-coalition between the two viruses. The indicated of pre-coalition by the relationship between stability (R_0) the existence of both viruses in the system. This paper will be analysis of both viral persistence in the space (L^2) and its association with (R_0) value in the model.
Keywords
-coalition virus, Stability, Pesistence in (L^2) space
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
nanang wahyudi a.h.
Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Fisika
Fakultas MIPA Institut Teknologi Bandung
Abstract
Materi fisika kadang sulit dipahami dan kurang menarik jika tidak dikaitkan dengan konteksnya. Perkembangan game android yang banyak diminati memberikan peluang untuk menjadi salah satu solusinya. Untuk itu dibuat game simulasi edukasi 3D pada materi gerak parabola dengan platform android menggunakan Unity 5 edisi personal. Perangkat lunak pendukung yang digunakan yaitu Blender, Monodevelop dan Gimp. Selain itu digunakan data citra satelit Aster GDEM Pegunungan Bromo untuk pembuatan terrain. Genre game tersebut memadukan unsur simulasi, edukasi dan First Person Shooter (FPS). Scene utama terdiri dari simulasi gerak parabola, profil alutsista, dan permainan FPS tank. Ketrampilan berpikir dilatih dengan memanfaatkan hierarki inquiry dan variabel fisis pada gerak parabola berupa impuls, kecepatan awal, sudut global, massa peluru, grafitasi, jarak dan selisih tinggi posisi awal dan target. Lokasi Pegunungan Bromo dan kutipan pada Loading Scene digunakan untuk mengintegrasikan dengan disiplin ilmu lain meliputi materi Geografi, Sejarah dan Kewarganegaraan.
Keywords
gerak parabola, game android, simulasi, edukasi, unity 5
Topic
Physics
Corresponding Author
RAKOTOVAO Lovanantenaina Omega
Institutions
a) University of Antananarivo
Ankatso Antananarivo 101 Madagascar
b) Divisi Fisika Bumi dan Sumber Daya Alam dan Mineral Departemen Fisika Institut Teknology Bandung Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Formerly, the world rift separated two large supercontinents including Laurasia and Gondwana. Planetary accretion, differentiation into crust, mantle, and core, ongoing processing by magmatism, dynamics and thermal evolution, and the generation of magnetic fields, are all processes controlled by the physical properties and phase equilibria of planetary materials. Here we review a method, based on new developments in thermodynamic theory for plates tectonics. Madagascar, one of the largest islands in the world, has been the focus of several studies to unravel the history of amalgamation of the Gondwana supercontinent and related tectonic process. The island of Madagascar, situated between the coasts of East Africa and the Indian Ocean and became individualized, and found its predominant metamorphic and magmatic base, Phanerozoic sedimentary rocks and volcanic rocks, where it currently stands. Due to Madagascars basement optimization has been subdivided into six domain as: Domain of Antongil- Masora compartmentalized in subdomain Antongil and subdomain Masora, the block of Antananarivo, the Tsaratanana Thrust Sheet, Itremo sheet, Domaine of Bemarivo, and southern Madagascar.
Keywords
Global tectonics, supercontinents, Gondwana, thermal process, mineral and fossils energy, Madagascars basement
Topic
Kebumian (EPS)
Corresponding Author
Ruth Helen Simarmata
Institutions
Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No.10, Bandung;
ruth.helen7[at]gmail.com
Abstract
Metakognisi adalah kesadaran berpikir seseorang tentang proses berpikirnya sendiri. Metakognisi memiliki dua komponen, yaitu: (1) pengetahuan metakognitif dan (2) keterampilan metakognitif. Pemecahan masalah matematika berkaitan dengan memori, dan komponen metakognisi untuk mendukung proses pemecahan masalah. Metakognisi dirancang melatih siswa untuk merancang strategi terbaik dalam memilih, mengingat, mengorganisasi informasi yang dihadapinya dalam menyelesaikan masalah. Metakognisi berperan penting mengatur dan mengontrol proses-proses kognitif seseorang dalam belajar dan berpikir, sehingga dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Kemampuan pemecahan masalah ini berkaitan erat dengan komponen pemahaman siswa dalam bermatematika. Tahapan pertama dalam memecahkan masalah matematika adalah memahami masalah matematika itu sendiri. Kaitan antara kemampuan pemahaman dengan pemecahan masalah yaitu, jika seseorang telah memiliki kemampuan pemahaman terhadap konsep-konsep matematika, maka ia mampu menggunakannya untuk memecahkan masalah.
Keywords
Metakognisi, Pemahaman, Pemecahan masalah
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
A. F. C. Wijaya
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika
FPMIPA UPI
Abstract
Memahami kesulitan belajar siswa memiliki andil yang cukup signifikan dalam kondisi kemampuan guru mempersiapkan perencanaan pembelajaran yang belum maksimal. HLT adalah suatu bentuk lintasan belajar yang dipersiapkan guru dengan didasari atas pemikiran untuk memilih desain pembelajaran khusus, dengan demikian hasil belajar terbaik akan lebih mungkin dapat dicapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenali kemampuan menganalisis respon siswa melalui HLT yang disediakan guru dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajarannya sebagai bentuk instrumen pembelajaran dan pengembangan beragam kemampuan siswa. Penelitian deskriptif kualitatif dipilih dalam mengumpulkan, mengolah, menginterpretasikan, dan merepresentasikan data yang digali dari sampel penelitian calon-calon guru fisika di tingkat sekolah menengah. Dalam proses pengolahannya, data diolah melalui dua jenis analisis, yaitu: analisis kualitatif respon siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan prediksi respon yang telah disediakan, dan analisis skor tes beragam kemampuan siswa baik selama maupun setelah proses pembelajaran berlangsung sebagai hasil pengembangan kemampuan siswa yang terjadi. Hasil yang diperoleh menunjukan proses pembelajaran fisika yang disusun berorientasi HLT telah dapat mendorong calon guru dapat menyajikan pembelajaran yang efektif bagi siswa yang mengalami masalah belajar di kelas menurut kriteria Heward. Sedangkan dalam capaian pembelajaran berdasarkan kemampuan belajar siswa yang diperoleh menunjukan kemampuan siswa berkembang secara umum dalam kategori baik, dimana keterampilan proses sains yang berkembang diatas kategori cukup terampil dan aktivitas siswa yang berada pada kategori baik.
Keywords
Hypothetical Learning Trajectory (HLT), Kemampuan Siswa, Kriteria Heward
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Djoko Suwarno
Institutions
Program Studi Teknik Elektro
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Kampus Paingan, Maguwoharjo Sleman 55284
Indonesia
Abstract
Telah dilakukan percobaan untuk melihat fenomena getaran osilasi teredam dengan menggunakan batang kayu yang diberi magnet dan batang aluminium. Magnet dan aluminium berfungsi sebagai peredam dengan fungsi jarak. Magnet yang bergerak menimbulkan efek arus eddy pada batang aluminium dan berakibat memperlambat osilasi pada batang kayu. Variasi jarak antara batang kayu yang diberi bandul magnet dengan batang aluminium mulai dari 20 mm sampai 0 mm. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tracker video. Hasil yang diperoleh yaitu terjadi getaran osilasi yang teredam kritis pada jarak 2mm. Jarak lebih dari 2mm akan mengakibatkan osilasi kurang teredam, sedangkan jarak kurang dari 2 mm berakibat osilasi teredam lebih.
Keywords
getaran osilasi; pendulum; teredam kritis; tracker video
Topic
Physics
Corresponding Author
Annisa Dwi Cahyani
Institutions
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan pengetahuan dalam bentuk e-book interaktif mengenai aplikasi fisika dalam sepakbola yang layak digunakan untuk siswa SMA. Buku pengayaan ini diperuntukkan untuk program pengayaan bagi siswa yang telah memenuhi kriteria minimum disekolah. Dalam melakukan penelitian ini digunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Dick & Carey. Perancangan buku pengayaan dilakukan menggunakan Microsoft Word, Adobe Flash Professional CS6, Adobe Premier Pro CS6, Movie Maker, Ispring Suite 8 dan 3D Page Professional. Penyajian materi/isi buku pengayaan tidak hanya disajikan melalui tulisan dan gambar, tetapi juga disajikan melalui video dan animasi sehingga buku bersifat interaktif dan menarik. Penilaian kualitas buku pengayaan akan dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan ahli grafika menggunakan skala Likert. Instrumen penilaian disesuaikan dengan instumen penilaian yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan (PUSKURBUK).
Keywords
Aplikasi Fisika; Buku Pengayaan; Interaktif; Sepak Bola
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Risya Pramana Situmorang
Institutions
Universitas Kristen Satya Wacana
Abstract
Penelititan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfataatan Flexible learning dipadukan dengan aplikasi mindmaple-lite untuk meningkatkan motivasi, daya retensi dan hasil belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pretest-postest with nonequivalent group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa peserta mata kuliah Psikologi Pendidikan. Sampel yang digunakan sebanyak 1 kelas eksperimen. Teknik analisis data yang dilakukan adalah uji ANAVA satu jalur dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pemanfataatan Flexible learning dipadukan dengan aplikasi mindmaple-lite untuk meningkatkan (1) motivasi (2) daya retensi dan (3) hasil belajar mahasiswa
Keywords
Flexible learning, mindmaple-lite, motivasi, daya retensi, hasil belajar mahasiswa
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Widya Arisya Putri
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Masyarakat Indonesia masih memiliki ketergantungan yang tinggi pada energi yang bersumber dari fosil, namun perkembangan energi baru dan terbarukan masih belum signifikan. Indonesia kaya akan sumber daya alam. Banyak dari sumber daya alam ini yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Salah satunya adalah minyak kelapa. Minyak kelapa dengan rumus kimia CH3(CH2)2n. COOH memiliki sifat-sifat fisis yang dapat digunakan sebagai bahan baku pengaplikasian penyimpan energi termal yang dalam skala besar dapat menggantikan fungsi kerja air conditioner sehingga dapat menurunkan konsumsi energi listrik di Indonesia. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghitung persentase kalor yang dilepas selama proses solidifikasi. Perhitungan kalor dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan luasan grafik dan dengan menggunakan persamaan kalor untuk fase sensibel cair (fase I), fase transisi cair-padat (fase II), dan fase sensibel padat (fase III) pada 3 buah termometer etanol. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan persentase menggunakan perhitungan luasan grafik pada termometer I, termometer II, dan termometer III untuk masing-masing fase I, fase II, dan fase III berturut-turut adalah 19,86%, 63,64%, 16,50% ; 13,93%, 62,52%, 23,55% ; dan 15,89%, 67,86%, 16,25%. Sedangkan persentase menggunakan persamaan kalor pada termometer I, termometer II, dan termometer III untuk masing-masing fase I, fase II, dan fase III berturut-turut adalah 7,17%, 88,35%, 4,48% ; 3,55%, 87,57%, 8,88% ; dan 4,44%, 87,57%, 7,99%. Dari data tersebut tampak bahwa minyak kelapa memiliki potensi penyimpan kalor paling besar pada fase laten.
Keywords
sistem penyimpan energi termal, kalor sensibel, kalor laten, minyak kelapa
Topic
Energi (ENG)
Corresponding Author
Ajeng Purnama Sari
Institutions
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Jl. A.H Nasution No.146 Bandung 40614
Abstract
Pembuatan fosfor CaAl2O4 dilakukan dengan metode reaksi kimia. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat fosfor CaAl2O4 yang akan menghasilkan pendaran. Pembuatan fosfor CaAl2O4 dengan doping Mn (0 % ; 0,2 % ; 0,5 % ; 1 % ; 3 % ; 5 %) menggunakan bahan dasar Al(NO3)3.9H2O, Ca(NO3)2.4H2O dan MnSO4(H2O). Campuran bahan tersebut di panaskan pada suhu 100 derajat celcius selama 4 jam 20 menit serta dilakukan proses microwave selama 30 detik. Untuk mengamati sifat dan karakteristik pendaran fosfor dilakukan variasi konsentrasi pada masing-masing bahan dasar yang digunakan. Karakterisasi pendaran fosfor (afterglow) menggunakan PL (photoluminescence). Hasil uji photoluminescence menunjukan bahwa semakin besar konsentrasi doping mangan semakin kecil intensitasnya.
Keywords
CaAl2O4, Mn, afterglow, fosfor, photoluminescence,
Topic
Physics
Corresponding Author
Siti Humairo
Institutions
a)Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
* sitihumairo.z[at]gmail.com
b)Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Pengukuran sifat listrik pada dinding sumur bor dapat menetukan peluang suatu reservoir untuk dikembangkan karena adanya informasi mengenai kandungan hidrokarbon dan potensi produksi yang dapat dihasilkan. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui metode logging menggunakan logging tool (log). Logging listrik memanfaatkan prinsip fisika berupa resistivitas dan konduktivitas batuan yang terdapat dalam formasi. Dalam logging listrik salah satu peralatan (log) yang umum digunakan adalah log resistivitas. Pada makalah ini prinsip pengukuran listrik dinding sumur bor diukur dengan log elektroda dan log induksi. Melalui persamaan Archie nilai faktor sementasi dapat dihitung.
Keywords
Pengukuran listrik; Logging Resistivitas;
Topic
Kebumian (EPS)
Corresponding Author
Ruth Helen Simarmata
Institutions
Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No.10, Bandung;
ruth.helen7[at]gmail.com
Abstract
Pewarnaan modular pada graf diperkenalkan oleh Futaba Okamoto, Ebrahim Salehi dan Ping Zhang pada tahun 2009. Untuk 2, pewarnaan- modular pada graf tanpa titik-titik terisolasi adalah pewarnaan pada titik-titik di dengan unsur-unsur dalam (dimana titik-titik bertetangga boleh diwarnai warna yang sama) mempunyai sifat bahwa untuk setiap dua titik bertetangga pada , jumlah warna dari tetangga-tetangga mereka adalah berbeda dalam . Bilangan kromatik modular pada adalah minimum untuk yang mempunyai pewarnaan- modular. Bilangan kromatik modular pada graf paling sedikit sama dengan bilangan kromatiknya. Pada paper ini ditentukan bilangan kromatik modular pada beberapa serupa roda.
Keywords
Pewarnaan modular, Bilangan kromatik modular, Graf serupa roda
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Gia Juniar Nur Wahidah
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar IPA SMP pada tema �Energi dalam Tubuh� dengan menggunakan metode 4S TMD (Four Steps Teaching Material Development). Tema energi dalam tubuh dipilih karena konsep ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Konsep ini pun sesuai dengan standar isi pada kurikulum IPA tingkat SMP. Materi disajikan secara terpadu sehingga memacu siswa untuk berpikir secara holistik dan kontekstual.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Dalam penelitian dan pengembangan yang ini, digunakan metode 4S TMD(Four Steps Teaching Material Development). Metode 4S TMD sendiri merupakan metode pengembangan bahan ajar yang dikembangkan oleh Dr. Sjaeful Anwar, M.Sc. Terdapat empat tahap yang dilakukan pada pengembangan bahan ajar yang dilakukan, yakni tahap seleksi, tahap strukturisasi, tahap karakterisasi, dan tahap reduksi didaktik. Tahap seleksi meliputi pemilihan indikator yang sesuai dengan tuntutan kurikulum yang kemudian dikembangkan dengan pemilihan konsep dan nilai yang diintegrasikan dengan konsep IPA. Tahap strukturisasi meliputi pembuatan struktur makro, peta konsep, dan multipel representasi dari materi. Tahap karakterisasi meliputi penyusunan instrumen karakterisasi, kemudian uji coba kepada siswa SMP untuk mengidentifikasi konsep sulit. Tahap terakhir, yaitu reduksi didaktik konsep terhadap konsep sulit.
Keywords
bahan ajar,energi, 4S TMD
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Frans Willy
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Kecelakaan lalu lintas akibat penerangan jalan yang kurang, sering terjadi di jalan raya yang mengakibatkan korban harta dan jiwa. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu alat yang dapat mengontrol cahaya lampu di jalan raya supaya penerangannya tetap terjaga. Pada penelitian ini, sistem yang dibuat menggunakan dua buah sensor LDR yang dapat mendeteksi intensitas cahaya matahari dan lampu. Light Dependent Resistor (LDR) adalah jenis resistor yang nilai hambatannya berubah seiring intensitas cahaya yang diterima. Ketika intensitas cahaya yang diterima LDR bertambah maka hambatanya akan berkurang. Pada sistem ini, ketika LDR1 mendeteksi intensitas cahaya matahari dibawah ambang batas maka lampu penerangan jalan akan menyala dan LDR2 mulai bekerja untuk memantau lampu. Jika lampu mengalami kerusakan maka LDR2 akan mendeteksinya. Kemudian mengirimkan informasi ke PC. Sebaliknya bila LDR1 mendeteksi intensitas cahaya matahari diatas ambang batas maka lampu akan dipadamkan. Untuk akuisisi data digunakan interface DAQ dengan bantuan software LabVIEW. Sebelum digunakan sensor dikarakterisasi terlebih dahulu untuk menentukan nilai ambang batas intensitas cahaya matahri dan lampu.
Keywords
Sensor, LDR, intensitas cahaya matahari, intensitas cahaya lampu
Topic
Physics
Corresponding Author
Tisa Istiqomah Ariani
Institutions
Kelompok Keilmuan Fisika Material Elektronik, Program Studi Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) tistiqomahariani[at]gmail.com
b) fatimah[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Pada makalah ini telah dihitung transmitansi elektron bergantung spin pada semikonduktor heterostruktur berpenghalang tunggal dengan menggunakan metode analitik dan numerik. Pendekatan fungsi gelombang eksponensial dan fungsi gelombang Airy digunakan sebagai metode analitik. Dan metode transfer matriks, digunakan sebagai metode numerik untuk mengetahui metode analitik terbaik dalam menghitung transmitansi. Dalam makalah ini, perhitungan transmitansi elektron dilakukan dalam dua kondisi, yaitu tanpa pemberian tegangan bias (potensial kotak) dan saat diberi tegangan (potensial trapezoid). Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa transmitansi yang dihitung dengan menggunakan pendekatan fungsi gelombang Airy cocok dengan yang dihitung dengan metode transfer matriks. Hal ini menunjukan bahwa pendekatan fungsi gelombang Airy adalah metode analitik terbaik untuk menghitung transmitansi elektron bergantung spin pada heterostruktur.
Keywords
Airy; Eksponensial; Heterostruktur; Matriks transfer; Spin elektron; Transmitansi
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Yeti Kurniawati
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika Sekolah Pascasarjana Program Magister UPI Bandung
Abstract
Kemampuan memahami konsep fisika diperlukan siswa untuk dapat memahami arti/makna dari sebuah konsep, situasi serta fakta yang diketahui, serta dapat menjelaskan dengan menggunakan kata-kata sendiri sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya dengan tidak mengubah artinya. Kemampuan ini dapat dimiliki apabila didalam pembelajaran fisika, siswa difasilitasi untuk menemukan konsep tersebut. Model Just in Time Teaching (JiTT) merupakan model pembelajaran berbasis inkuiri yang memanfaatkan penggunaan internet dan umpan balik siswa dan guru, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Model ini terdiri dari tiga tahapan yaitu warm up, adjusting concept, dan applying concept. Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengguna Facebook terbanyak keempat di dunia, dimana sebagian besar (94 persen) dari 82 juta pengguna Facebook di Indonesia mengakses jejaring sosial tersebut dari perangkat mobile. Hasil analisis berbagai literatur mengungkapkan penerapan model JiTT menggunakan media facebook, dapat menumbuhkan minat siswa terhadap fisika, siswa juga difasilitasi untuk menemukan konsep melalui pembelajaran bermakna, sehingga siswa mampu memamahami sebuah konsep secara utuh dan maksimal.
Keywords
Just In Time Teaching, Facebook, Kemampuan memahami
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Elita De Ovira
Institutions
a) Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154, Indonesia
*elitadeovira25[at]yahoo.co.id
b) Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Padang
Jalan Prof. Dr. Hamka Air Tawar Padang, Indonesia
Abstract
Strategi Questions Students Have (QSH) merupakan salah satu tipe pembelajaran aktif yang meminta siswa untuk bertanya melalui selembar kartu dan dibahas bersama-sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan apakah penggunaan strategi pembelajaran aktif tipe Questions Students Have dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia siswa pada materi Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia di kelas X SMAN 7 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian Randomized Control Group Only Design. Kelas sampel diambil secara random sampling dan diperoleh kelas X7 sebagai kelas eksperimen dan X10 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 62,5 dan kelas kontrol adalah 54,12. Kedua kelas sampel terdistribusi normal dan homogen, maka uji hipotesis yang digunakan adalah uji t pada taraf signifikansi alpha = 0,05. Setelah dilakukan uji-t diperoleh t hitung sebesar 2,646 sedangkan t tabel sebesar 2,00, artinya t hitung > t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Questions Students Have dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa lebih tinggi secara signifikan daripada pembelajaran konvensional pada materi Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia di Kelas X SMAN 7 Padang.
Keywords
QSH, pembelajaran aktif, Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi Kimia
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Triapani Mukti Gilang Anugrah
Institutions
Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Jl. A.H. Nasution No.146 Bandung 40614
Abstract
Tembaga Nano kawat (copper nanowire, CuNWs) merupakan material nanopartikel yang memiliki sifat konduktif yang baik. CuNWs diharapkan mampu menjadi material pendukung dari material konduktif seperti halnya ZnO. CuNWs disintesis dengan menggunakan bahan dasar berupa tembaga(II) nitrat (Cu(NO3)2) dan kalium hidroksida (KOH) sebagai stabilizzer serta Ethylenediamine (EDA,C2H4(NH2)2) sebagai capping agent. Material CuNWs telah berhasil disintesis menggunakan reaksi pemanasan suhu rendah (80 �C) dan KOH 15M pada beberapa waktu sintesis. Karakterisasi SEM dilakukan untuk mengetahui morfologi struktur dan ukuran dari nanopartikel CuNWs. Hasil karakterisasi menunjukan bahwa CuNWs memiliki bentuk seperti kawat dengan diameter dan panjang partikel sebesar 350nm dan 6μm.
Keywords
Tembaga nano kawat, Copper Nanowires (CNWs), Kalium Hidroksida (KOH), Pemanasan Suhu Rendah
Topic
Physics
Corresponding Author
Fakhri Rahadian Budi
Institutions
Bandung Institute of Technology
Abstract
Pada penelitian ini, telah dirancang sistem yang dapat mendeteksi kantuk pada pengendara berdasarkan frekuensi detak jantung (BPM) yang dideteksi oleh Pulse Sensor Arduino Module. Sinyal lalu diproses menjadi 3 macam output: menghidupkan komponen motor getar yang kontak dengan bagian tubuh pengendara, menghidupkan buzzer, dan menghidupkan lampu penanda kantuk di bagian luar mobil untuk memperingati pengendara lain.
Keywords
Arduino, Peringatan Dini, Pulse Sensor
Topic
Instrumentasi (INS)
Corresponding Author
Nani Mardiani
Institutions
a) Program Studi Pendidikan Fisika Pascasarjana UNY
Jl. Colombo No.1, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
*nanimardiani.n1[at]gmail.com
b) Dosen Program Studi Pendidikan Fisika Pascasarjana UNY
Abstract
Penelitian ini menunjukkan bagaimana integrasi teknologi dalam pembelajaran turut serta menjadi bagian dari perkembangan untuk tercapainya tujuan pendidikan. Pengembangan Physics Interactive Learning sebagai media pembelajaran memfasilitasi bagaimana proses belajar berlangsung dengan cara yang baru, memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan sumber belajar dan mendorong menjadi pebelajar yang lebih aktif. Media Physics Interactive Learning yang berbantuan android dapat digunakan dimana saja dan kapan saja diharapkan dapat membantu peserta didik dalam proses belajar sehingga dapat mereduksi miskonsepsi yang menjadi masalah dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana karakteristik media pembelajaran Physics Interactive Learning yang sesuai dengan tahapan penelitian dan pengembangan; 2) mengetahui kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan; serta 3) mengetahui reduksi miskonsepsi peserta didik yang menggunakan media pembelajaran berbantuan Android yang dikembangkan dengan peserta didik yang tidak menggunakan media pembelajaran berbantuan Android. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan, mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall. Hasil penelitian adalah: (1) software media pembelajaran berbantuan Android (apk) yang mendukung pembelajaran fisika SMA pada materi suhu dan kalor, media menyajikan penjelasan materi, simulasi, contoh soal, latihan soal yang bervariasi, menarik, dan interaktif; 2) media pembelajaran yang dinilai layak digunakan dan memiliki kualitas sangat baik berdasarkan penilaian ahli materi, peer reviewer, dan guru fisika dan memiliki kriteria kualitas baik berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran dan peserta didik; serta 3) terdapat perbedaan reduksi miskonsepsi peserta didik yang menggunakan media pembelajaran berbantuan Android dengan peserta didik yang tidak menggunakan media pembelajaran berbantuan Android.
Keywords
media pembelajaran, interaktif, fisika, miskonsepsi, android, physics interactive learning
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
ASWANA -
Institutions
Universitas Jambi
Abstract
Pengajaran sains di MTS di Kabupaten Bungo Jambi masih berpusat pada guru, sehingga keterlibatan siswa pada proses pembelajaran menjadi terbatas. Dalam proses pembelajaran guru menggunakan model pengajaran langsung seperti deduktif-induktif dan pembelajarannya berpusat pada guru. Pada proses pembelajaran tersebut, guru memberikan penjelasan kepada siswa sehingga menyebabkan siswa tidak aktif. Guru sains perlu didorong untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Makalah ini melaporkan studi pendahuluan tentang persepsi guru sains terhadap implementasi pembelajaran kooperatif tipe Number heat together (NHT) dalam pembelajaran sains di kelas. Guru merasa sulit mengimplemetasikan kedua tipe tersebut dalam kelas yang sebenarnya. Perlu studi yang lebih lanjut guna mendalami persepsi guru sains tentang pembelajaran Kooperatif.
Keywords
Persepsi guru, Model Number Heat Together(NHT), Guru Sains
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
valentinus galih vidia putra
Institutions
[1]Mahasiswa Politeknik STTT, Bandung
[2]Dosen Fisika Politeknik STTT, Bandung
[3]Dosen Teknik Tekstil Politeknik STTT, Bandung
Abstract
Dalam industri tekstil, Uji diameter benang adalah salah satu hal yang terpenting dalam menentukan kualitas benang seperti besar kekuatan benang dan jumlah bulu benang. Pada penelitian ini telah dibuat prototype alat uji diameter benang dengan menggunakan prinsip optic dan dimensi fractal. Hasil sampel uji menunjukkan prototype ini cukup baik dalam menguji diameter benang.
Keywords
Uji diameter benang, Matlab, Fractal
Topic
Physics
Corresponding Author
Sarinah Sarinah
Institutions
Sate Universitas of Jakarta, Jalan rawamangun muka, Jakarta Timur
Abstract
Penelitan ini bertujuan mengembangkan Komik Edukasi Fisika untuk sistem operasi Android. Komik Edukasi merupakan sebuah komik berbasis pendidikan karakter dengan menekankan nilai-nilai pendidikan karakter pada penokohan dan amanat yang terkandung dalam komik. Materi pembelajaran sekolah yang dijadikan cerita komik adalah Pencemaran Lingkungan. Metode pengembangan yang diterapkan adalah model pengembangan ADDIE. Komik Edukasi Fisika yang sudah melalui tahap validasi diimplementasikan di sekolah dan untuk umum. Hasil Penelitian ini berupa Komik Edukasi Fisika dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan pada gadget dengan sistem operasi android.
Keywords
Komik Edukasi, Lingkungan, Android, Pendidikan Karakter.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Unang Purwana
Institutions
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penalaran (reasoning) merupakan salah satu bagian dari berpikir yang aplikasinya dalam proses inkuiri ilmiah dikenal sebagai penalaran ilmiah (scientific reasoning). Kompetensi bernalar ilmiah selayaknya dimiliki oleh mahasiswa calon guru di LPTK agar dapat menjadi pemikir yang kritis dan pemecah masalah yang efektif. Penelitian awal ini merupakan rangkaian penelitian yang secara umum bertujuan mengembangkan model pembelajaran inovatif sebagai wahana melatihkan dan mengembangkan kompetensi bernalar ilmiah mahasiswa pada matakuliah Fisika Sekolah. Penelitian awal ini bertujuan mengukur kondisi awal (base-line) mahasiswa peserta matakuliah tersebut sebanyak 20 orang pada tahun akademik 2015/2016 dengan menggunakan instrumen Lawsons Classroom Test of Scientific Reasoning � LCTSR (Lawson, 2000), yang mencakup aspek kemampuan: konservasi siswa (students� conservation) , berpikir proporsional (proportional thinking), identifikasi dan kontrol variabel (identification and control of variables), berpikir probabilistik (probabilistic thinking), berpikir korelatif (correlative thinking), dan berpikir hipotetik deduktif (hypothetic-deductive thinking ability). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi awal mahasiswa dalam bernalar ilmiah pada aspek proporsional dan probabilitas berada pada kategori cukup, pada aspek konservasi dan kontrol variabel berada pada kategori kurang, sedangkan pada aspek korelasi dan hipotesis deduktif berada pada kategori kurang sekali. Hasil pengukuran tersebut kemudian dikaji relevansinya dengan tahap perkembangan berpikir mahasiswa sehingga menghasilkan rancangan model pembelajaran hypothesis-based inkuiri untuk meningkatkan kompetensi bernalar ilmiah mahasiswa calon guru fisika.
Keywords
penalaran, penalaran ilmiah, dan model pembelajaran hypothesis-based inkuiri
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Awanda Nur Hotimah
Institutions
Universitas Jambi
Abstract
Pengajaran kimia saat ini di SMA di Kabupaten Sarolangun Jambi masih berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam pembelajaran menjadi terbatas. Bagaimanapun, guru merasa nyaman dengan pendekatan tradisional yang mereka gunakan selama ini. Guru kimia perlu didorong untuk menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Makalah ini melaporkan studi pendahuluan tentang persepsi guru kimia terhadap implementasi pembelajaran kooperatif type TPS yang dikombinasikan dengan multimedia dalam pembelajaran kimia di kelas. Dua belas guru dengan pengalaman mengajar yang berbeda diwawancarai tentang implementasi TPS dan multimedia dalam pembelajaran kimia. Pada umumnya guru mempersepsikan kooperatif type TPS tidakmudah untuk diimplementasikan dalam kelas yang sebenarnya. Guru juga memandang mereka tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk membuat dan memanfaatkan multimedia dalam pembelajaran secara efektif. Perlu studi yang lebih luas untuk mendalami persepsi guru kimia tentang pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dikombinasikan dengan multimedia ini.
Keywords
Pembelajaran Kimia, TPS, Persepsi Guru, Multimedia
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Asna Lutfa
Institutions
Magister Pengajaran Fisika, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Metode geolistrik adalah salah satu metode geofisika yang bertujuan untuk mendeteksi sifat kelistrikan bawah permukaan bumi. Metode ini diterapkan dengan menginjeksikan arus ke dalam tanah melalui dua elektroda arus, kemudian mengukur beda tegangan di antara dua elektroda potensial yang diterima di permukaan. Berdasarkan data pengukuran arus dan beda potensial, maka nilai resistivitas masing-masing lapisan dapat dihitung. Nilai resistivitas yang diperoleh merupakan nilai resistivitas semu, bukan nilai resistivitas sebenarnya. Untuk memperoleh nilai resistivitas sebenarnya, maka dilakukan pemodelan dan inversi. Berdasarkan pemodelan dan inversi yang dilakukan, diperoleh penampang litologi, nilai resistivitas dan ketebalan dari masing-masing lapisan. Dalam paper ini dibuatlah suatu model lapisan bumi untuk memahami metode geolistrik. Model lapisan bumi tersebut dibuat pada suatu bak dengan ukuran panjang 150 cm, lebar 75 cm, serta tinggi 100 cm, dan terdiri dari tiga lapis medium, yaitu pasir pasang, pasir beton, dan tanah liat. Masing-masing lapisan memiliki ketebalan 20 cm. Metode geolistrik yang diterapkan menggunakan konfigurasi Schlumberger.
Keywords
geolistrik, schlumberger, resistivitas, ketebalan
Topic
Physics
Corresponding Author
Sparisoma Viridi
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Sistem granular satu dimensi yang hanya memiliki gravitasi diri ditelaah dalam tulisan ini. Setiap dua butiran yang berdekatan dapat saling ditukar posisinya melalui suatu operator tukar yang bekerja secara acak dengan syarat energi potensial sistem setelah kedua butiran ditukar harus lebih rendah dari sebelumnya. Butiran dapat berbeda massa, ukuran, ataupun kerapatan. Dua buah intruder diletakkan agak terpisah sebagai syarat awalnya. Teramati adanya kompetisi antara efek volume dan massa yang membuat kedua intruder saling mendekat atau menjauh. Rasio massa (m_A/m_B > 1) dan (D_A/D_B = 1) membuat intruder saling mendekat, sedangkan (D_A/D_B > 1) dan (m_A/m_B = 1) sama membuat kedua intruder saling menjauh. Hal ini mirip dengan efek kacang Brasil yang atraktif antar sesamanya, yang dialamatkan dengan adanya gaya Casimir.
Keywords
Efek kacang Brasil, gravitasi diri, satu-dimensi, gaya Casimir
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
Yuni Warty
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Urolithiasis adalah penyakit yang umum ditemukan di bidang urology. Penyakit ini terjadi karena adanya pembentukan batu atau kristalisasi zat berupa garam, urea, oksalat, potassium, dan magnesium pada ginjal atau ureter. Mekanisme terbentuknya batu tersebut belum dapat diketahui secara pasti sehingga analisis pada struktur kristal, senyawa kimia, dan morfologi sangat diperlukan. Karakterisasi struktur dan morfologi batu ginjal dapat digunakan X-ray diffraction (XRD), Fourier transform (FT)-IR, FT-Raman, scanning electron microscopy (SEM), energy dispersive X-ray (EDX), dan thermogravimetric analysis (TGA). Sesuai dengan spesifikasi masing masing alat tersebut, beberapa batu ginjal yang telah dikarakterisasi adalah kalsium oksalat monohidrat (CaC2O4�H2O), kalsium oksalat dehidrat (CaC2O4�2H2O), kalsium pospat atau apatite {Ca10(PO4,CO3)6(OH,CO3)}, kalsium hidrogen pospat dehidrat atau brushite (CaHPO4�2H2O), magnesium amonium pospat hexahidrat atau struvite (MgNH4 PO4�H2O) and uric acid (C5H4N4O3).
Keywords
Spektroskopi Infrared, Batu Ginjal
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Inayatus Sholichah
Institutions
Statistika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Abstract
Iklim ekstrim seringkali memberikan dampak negatif bagi kehidupan. Sehingga mengetahui pola perubahannya dapat mengurangi resiko dampak yang ditimbulkan iklim ekstrim. Mencari nilai estimasi yang tepat dari data lama yang berjumlah besar bisa dijadikan acuan untuk mengetahui keadaan iklim yang akan datang. Motede analisis data ekstrim yang biasa digunakan kalangan hidrologi adalah Exterme Value Theory (EVT) dengan pendekatan Linier Moments (L-Moments) dan Maximum Likelihood Estimation (MLE). Pada penelitian ini dilakukan pengambilan sampel dengan Block Maxima mengikuti distribusi Generalized Extreme Value. Perbandingan performa metode pendekatan estimasi parameter dengan dilakukan studi simulasi. Hasil penelitian ini yaitu hasil estimasi parameter dengan metode MLE mendapatkan fungsi yang tidak close form sedangkan metode L-Moments mendapatkan fungsi yang close form. GEV,MLE,L-Moments.
Keywords
GEV,MLE,L-Moments.
Topic
Teoretik (THE)
Page 522 (data 15631 to 15660 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats