Page 523 (data 15661 to 15690 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Mona Berlian Sari
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Rancang bangun alat monitoring pengukuran arus pada kawat konduktor berarus dengan data tersimpan telah dibuat. Selama ini pengukuran arus dilakukan melalui konfigurasi rangkaian elektronik serta dengan cara destruktif. Dibandingkan pengukuran tegangan, pengukuran arus lebih sering mengalami berbagai kendala dan bahaya, terutama pada pengukuran arus AC. Penelitian ini merupakan studi awal otomatisasi monitoring pengukuran arus listrik. Alat ini menggunakan sensor magnetik hall sebagai pengindera medan magnet yang ditimbulkan akibat arus yang dialirkan pada kawat konduktor. Efek Hall merupakan peristiwa berbeloknya aliran listrik (elektron) dalam pelat konduktor karena pengaruh medan magnet. Sensor magnetik hall dapat mengukur arus AC dan DC pada konduktor. Keluaran sensor adalah tegangan yang berubah berdasarkan perubahan medan magnet yang timbul akibat aliran arus pada kawat. Tegangan ini diolah di mikrokontroler ATMega328. Data hasil pengukuran di tampilkan pada PC secara real time untuk memonitor pengukuran arus. Data disimpan dalam format *.xls. Tampilan PC dibuat menggunakan software Borland Delphi 7. Penelitian ini dapat meningkatkan efisiensi serta mengatasi berbagai kendala pada pengukuran arus.
Keywords
sensor magnetic hall, arus, kawat konduktor
Topic
Physics
Corresponding Author
Dimas Syafindra
Institutions
Program Studi Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jl.Rawamangun Muka, Jakarta Timur, 13220
Abstract
Pengujian secara elektrokimia memerlukan suatu perangkat khusus yang dinamakan potensiostat. Potensiostat berfungsi untuk mengatur potensial listrik antara elektroda kerja (working electrode) dan elektroda pembanding (reference electrode) serta mengukur arus listrik antara elektroda kerja dan elektroda bantu (counter electrode) didalam sel elektrokimia. Potensiostat dapat diaplikasikan dalam berbagai keperluan seperti monitoring lingkungan, mengontrol kualitas makanan dan obat-obatan, biosensor, sensor kimia, pelapisan material, analisis korosi, dan analisis sifat-sifat material. Namun, potensiostat yang beredar saat ini memiliki ukuran besar dan harga mahal. Pada penelitian ini dikembangkan suatu potensiostat dengan rangkaian sistem yang lebih sederhana sehingga mengurangi biaya pembuatan yang dikeluarkan, menggunakan LM324 sebagai Op-Amp dan mikrokontroler ATXMEGA32D4AU sebagai pengontrol sistem. Rentang pengaturan potensial listrik yang dapat diberikan antara -1500mV dan +1500mV dengan rentang pembacaan arus listrik antara -3mA dan 3mA dan memiliki kesalahan (error) maksimum sebesar 2.92%.
Keywords
mikrokontroler ATXMEGA32D4, potensiostat
Topic
Instrumentasi (INS)
Corresponding Author
nani rina suryani
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Abstrak Sampah merupakan sisa kegiatan manusia. Sampah tersebut akan menjadi masalah jika dibiarkan menumpuk dan tidak terkelola dengan baik. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh sampah yaitu pencemaran tanah, air, dan udara. Pemecahan masalah sampah dalam mencegah pencemaran bukan hanya tugas pemerintah tetapi seluruh masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran yaitu dengan melakukan pemilahan sampah dan daur ulang sampah sesuai dengan jenisnya. Kemampuan pemecahan masalah lingkungan juga menjadi salah satu tuntutan yang terdapat dalam kompetensi dasar bagi siswa sekolah menengah atas, sehingga siswa dapat bersikap dan berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis sikap siswa sma terhadap lingkungan dan kemampuan pemecahan masalah pencemaran melalui pembelajaran berbasis proyek. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen lemah dengan desain pretest-posttest group design. Penelitian dilakukan di kelas X di salah satu SMA di purwakarta dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Pemilihan sampel dilakukan secara acak berkelompok (cluster random sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes skala sikap, soal pemecahan masalah dan wawancara. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji t terhadap nilai N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada sikap dan kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran berbasis proyek. Kemampuan pemecahan masalah menunjukkan peningkatan dan berada pada kategori sedang, dan interpretasi sikap siswa terhadap lingkungan dalam melaksanakan proyek daur ulang sampah tergolong dalam kategori positif.
Keywords
pembelajaran berbasis proyek, sikap terhadap lingkungan, kemampuan memecahkan masalah
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Itan Yustiani Syaban
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Senyawa porfirin banyak dikembangkan untuk berbagai aplikasi, antara lain sebagai agen fotodinamik terapi untuk kanker dan bahan pemeka pada sel surya. Pada penelitian ini dilakukan sintesis senyawa tetrafenilporfirin (TPP) menggunakan autoclave dengan memvariasikan oksidator yang digunakan. Dengan autoclave, sintesis dilakukan pada suhu dan tekanan tinggi dalam kondisi tertutup dan aman. Sintesis tetrafenilporfirin melalui dua tahap reaksi yaitu kondensasi dan oksidasi. Oksidator yang digunakan pada penelitian ini adalah gas oksigen dan p-chloranil. Hasil sintesis dengan oksidator oksigen dan p-chloranil menghasilkan produk yang sama dan menunjukkan karakteristik senyawa tetrafenilporfirin Hasil kromatografi lapis tipis (KLT) dengan eluen n-heksana : etil asetat = 7 : 1 (v/v) menunjukkan kedua hasil sintesis memiliki spot yang sama dengan nilai Rf sebesar 0,74. Spektrum UV-sinar tampak kedua senyawa hasil sintesis menunjukkan fitur serapan yang sama dan sesuai dengan karakteristik fitur serapan senyawa tetrafenilporfirin, memiliki satu pita Soret pada panjang gelombang 418 nm dan empat pita Q pada panjang gelombang 514; 550; 589 dan 647 nm. Spektrum serapan infra merah senyawa hasil sintesis memperlihatkan adanya serapan pada bilangan gelombang 3318-3320 cm-1 yang menunjukkan vibrasi N-H; 3130-3132 cm-1, 3108 cm-1, dan 3075-3078 cm-1 yang menunjukkan vibrasi C�H pada pirol, dan serapan pada bilangan gelombang 3054 cm-1 dan 3021-3024 cm-1 yang menunjukkan adanya vibrasi fenil. Ketiga jenis vibrasi tersebut merupakan jenis vibrasi yang khas pada tetrafenilporfirin. Spektrum 1H NMR dari senyawa hasil sintesis juga menunjukkan adanya hidrogen pirol pada geseran kimia 8,8 ppm, hidrogen fenil pada geseran kimia 8,2 ppm dan 7,7 ppm, serta hidrogen N-H pirol pada geseran kimia -2,7 ppm. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa kedua senyawa hasil sintesis merupakan senyawa tetrafenilporfirin telah berhasil disintesis menggunakan oksidator oksigen dan p-chloranil dengan rendemen berturut-turut sebesar 24,6% dan 25%. Rendemen hasil sintesis dengan menggunakan oksidator oksigen dan p-chloranil hampir sama, namun bentuk kristalin TPP yang dihasilkan p-chloranil memiliki ukuran lebih besar.
Keywords
sintesis tetrafenilporfirin, autoclave, oksidator oksigen, oksidator p-chloranil
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
YUNUS PEBRIYANTO
Institutions
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Abstract
Teknik resistivitas menggunakan elektroda sabuk/cincin digunakan untuk mendapatkan diagnostik memanjang batang pisang. Dengan memodelkan variasi resistivitas memanjang dari batang sebagai satu rangkaian resistor seri, dilakukan pengukuran dengan pola Wenner. Dengan menganggap bahwa setiap pengukuran, sifat resistivitas memanjang batang selalu konstan, akan diperoleh sifat resistivitas penggal demi penggal sepanjang batang. Dari variasi resistivitas ini, dapat disimpulkan posisi anomali secara memanjang di dalam batang pisang.
Keywords
Resistivitas. Batang Pisang, Elektroda Cincin, dan Konfigurasi Wenner.
Topic
Physics
Corresponding Author
Bram Yohanes Setiadi
Institutions
Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung
*email: bramyohanes.94[at]gmail.com
Abstract
Gerak granular (objek berupa butiran) dapat digunakan untuk mepresentasikan ulang berbagai fenomena fisis dalam kehidupan sehari-hari. Aliran fluida, distribusi objek tertentu, bahkan interaksi sosial dapat dianalogikan sebagai respon gerak dari granular. Butiran bergerak dari tempat dengan potensi energi yang lebih tinggi menuju yang lebih rendah. Penelitian ini menggunakan medan magnet sebagai sumber energi (gangguan) yang menyebabkan granular berbahan logam merespon dengan gerakan. Medan magnet dihasilkan menggunakan solenoid yang terkuantisasi. Lempeng-lempeng logam diberikan pada bagian tengah solenoid untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan. Variasi nilai kuat arus (I) timbul sebagai respon dari variasi beda potensial (V) input, yang dimonitor menggunakan mikrokontroler. Arah arus listrik juga menjadi variabel terikat yang dikendalikan secara manual menggunakan saklar Double Pole Double Throw (DPDT). Hasil rancang bangun berupa sistem kontrol kuat medan magnet eksternal dan arah polarisasinya, serta respon gerakan granular logam berdipol magnet secara translasi (sliding) dan rotasi.
Keywords
granular, medan magnet, mikrokontroler, solenoid
Topic
Instrumentasi (INS)
Corresponding Author
Muhammad Havid
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika
FPMIPA
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Dalam standar proses dikatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Agar tujuan tersebut dapat tercapai salah satu caranya melalui penelitian yang berorientasi pada penyusunan rencana pembelajaran dengan mempertimbangkan respon dari peserta didik. Praktek dilapangan menyatakan bahwa saat proses pembelajaran ditemukan banyak respon dari peserta didik yang tidak terdapat dalam rencana pembelajaran, ketika respon tersebut tidak diantisipasi dengan baik, maka hal tersebut dapat menjadi hambatan untuk peserta didik. Maka dari itu pendidik selaku komponen dalam pembelajaran dan pengedali dalam sebuah kelas harus mampu menyusun desain didaktis untuk mengantisipasi munculnya hambatan tersebut. Hambatan yang muncul bisa saja terjadi karena keterbatasan konsep peserta didik ataupun akibat kesalahan dalam proses pembelajaran. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk membuat desain didaktis berdasarkan hasil implementasi baik hambatan epistimologis (berdasarkan hasil tes kemampuan responden) ataupun hambatan didaktis (berdasarkan berlangsungnya proses pembelajaran) pada materi torsi dan momen inersia sehingga diharapkan dapat mengatasi hambatan belajar peserta didik. Pada proses peneletianya desain ini diimplementasikan pada dua kelas yang berbeda namun dengan kemampuan peserta didik yang relatif sama. Desain penelitian berupa Didactical Design Research dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini berupa desain didaktis pada materi torsi dan momen inersia dengan urutan konsep hubungan torsi dengan lengan gaya dan gaya, hubungan antara torsi dan momen inersia, dan hubungan momen inersia dengan massa dan jarak ke sumbu rotasi.
Keywords
desain didaktis, hambatan belajar, torsi, momen inersia
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Alamsyah Rizki Isroi
Institutions
a) Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*rizkiisroi[at]live.com
b) Pertamina Geothermal Energy, Menara Cakrawala lt 11, Jl. MH. Thamrin No.9, Jakarta 10340
Abstract
Indonesia merupakan negara dengan potensi panas bumi terbesar dengan jumlah sekitar 25.875 MW atau � 40% dari cadangan dunia. Indonesia terletak pada area Ring of Fire yang mencakup wilayah sepanjang 40.000 km membentang mengelilingi samudera Pasifik, akibatnya Indonesia memiliki 127 gunungapi. Di samping itu, secara geografis Indonesia berada pertemuan antara tiga lempeng besar, yaitu lempeng Eurasia, lempeng pasifik, dan lempeng Indo-Australia yang berperan aktif dalam pembentukan zona subduksi dan gunungapi Indonesia. Kondisi geologi ini memberikan kontribusi ketersediaan energi panas bumi Indonesia. Energi geothermal adalah energi yang tersimpan di dalam kerak bumi. Sumber panas bumi didefenisikan sebagai suatu reservoir di mana energi panas bumi dapat diekstraksi secara ekonomis dan dimanfaatkan untuk keperluan industri, pertanian atau keperluan-keperluan lain yang sesuai. Eksplorasi panas bumi dapat dilakukan dengan metode geofisika, salah satunya yaitu metode microseismic dengan penentuan hiposenter gempa menggunakan metode single event determination (SED) yang digunakan untuk mengidentifikasi gempa-gempa kecil berkekuatan ≤ 3 SR yang umumnya disebabkan oleh simulasi hidrolik, kegiatan produksi atau injeksi dan pengeboran. Metode ini menunjukkan sebaran zona-zona kejadian gempa melalui letak hiposenter dan episenter. Hiposenter adalah lokasi fisik dari sumber gempa, biasanya diberikan dalam longitude (x0), latitude (y0), kedalaman di bawah permukaan (z0), dan juga waktu terjadinya gempa (t0). Saat hiposenter dan waktu asal ditentukan oleh waktu kedatangan fase seismik dimulai oleh gempa pertama, lokasi akan dihitung sesuai dengan titik di mana gempa dimulai. Dimulai dari t adalah waktu tiba pertama (first arrival time) gelombang seismik di setiap stasiun pengamatan (seismometer) ke-i (x i , y i , z i ) dari hiposenter (x 0 , y 0 , z 0 ), t Cal adalah waktu tempuh kalkulasi berdasarkan model kecepatan satu dimensi bawah permukaan dan t 0 adalah waktu asal (origin time).
Keywords
geothermal, hiposenter, micro seismik, SED
Topic
Kebumian (EPS)
Corresponding Author
Iful Amri
Institutions
(a) Kelompok Keahlian Fisika Teori Energi Tinggi dan Instrumentasi (FTETI)
Program Studi Magister Fisika, Institut teknologi Bandung
*iful.amri[at]yahoo.com
**m0210056[at]gmail.com
Abstract
Alat pengocok bahan kimia otomatis (Automatic Chemical Shaker) diperlukan dalam eksperimen agar waktu eksperimen efisien namun dengan tetap memperhatikan faktor ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk merancang alat pengocok kimia otomatis berbasis Mikrokontroler ATMega16 dengan bahasa pemrograman C. Shaker dirancang sedemikian rupa sehingga arah geraknya vertikal dengan menambahkan instrument pegas. Rancangan ini memungkinkan pengaturan lama waktu pengocokan. Dengan memanfaatkan ATMega16, kontrol jeda waktu pengocokan dapat dilakukan. Selain itu rancangan ini memungkinkan pengaturan kecepatan kocok secara otomatis. Tampilan LCD menunjukkan parameter waktu dan kecepatan kocok. Sedangkan jeda waktu kocok diindikasikan dengan menyalanya LED.
Keywords
shaker, ATMega16, bahasa C, kecepatan, LCD
Topic
Physics
Corresponding Author
Wilson Jefriyanto
Institutions
a) Laboratorium Elektronika,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*wilsonjefriyanto[at]gmail.com
Abstract
Telah dilakukan analisis kolorimetri menggunakan alat kolorimeter berbasis mikrokontroler. Kolorimetri merupakan metode perbandingan menggunakan perbedaan warna, sehingga dapat menentukan kadar ion logam dalam sampel padatan maupun cairan. Pada umumnya analisis kolorimetri menggunakan Spektrometer UV-Vis. Namun, untuk analisis alat ini alat ini tergolong mahal, sehingga sangat jarang digunakan dalam kegiatan praktikum. Pada penelitian ini, telah dirancang sebuah kolorimeter yang dapat mengukur frekuensi dari sebuah spektrum warna yang dideteksi oleh sensor TCS 3200 dan Arduino UNO sebagai mikrokontroler. Sampel yang digunakan untuk pengamatan yaitu larutan Benedict berwarna biru dengan variasi konsentrasi larutan 100%, 50%, 33%, 25%, 20% dan 17%. Dari data hasil pengukuran, didapatkan semakin rendah konsentrasi dari benedict, maka semakin rendah frekuensinya. Nilai frekuensi ini, berbanding lurus dengan intensitas cahaya. Data absorbansi memperlihatkan bahwa larutan benedict menyerap lebih banyak spektrum warna merah.
Keywords
Kolorimetri ; kolorimeter ; Mikrokontroler Arduino UNO ; Spektrometer UV-Vis ; Sensor TCS 3200
Topic
Instrumentasi (INS)
Corresponding Author
Ria Amora
Institutions
Universitas Islam Indonesia
Abstract
Pada awal tahun 2016 wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia memang tengah memuncak, penyakit tersebut disebabkan oleh virus dengue dan menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Berdasarkan data tahun 2015 di RSUD R. Syamsudin SH, didapatkan bahwa DBD memasuki 10 besar penyakit yang banyak terjadi selama tahun 2015 dan menjadi urutan ketiga setelah penyakit Gastro Enteritis dan Congestive Heart Failure. Seiring dengan banyaknya pasien kasus DBD akan memungkinkan data dengan jumlah skala yang sangat besar dapat terakumulasi, dengan memanfaatkan data tersebut penulis ingin menerapkan salah satu teknik data mining dengan perhitungan statistika dalam melakukan diagnosis penyakit Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue. Metode yang digunakan adalah Na�ve Bayes dengan menggunakan sebanyak 73 data pasien kasus DBD dan suspect DBD yang di rawat inap di RSUD R. Syamsudin, SH periode 01 Januari - 06 Februari 2016. Hasil analisis menunjukan bahwa gejala demam, sakit kepala, mialga, artalgia, ruam, leukopenia, manifestasi perdarahan, trombosit dan hematokrit menunjukan adanya perbedaan antara pasien kasus DD dan DBD, sehingga atribut-atribut tersebut bisa menjadi indikator untuk mendiagnosis penyakit DD dan DBD. Sedangkan gejala nyeri retro-orbital tidak menunjukan perbedaan antara pasien kasus DD dan DBD, maka gejala nyeri retro-orbital tidak bisa dijadikan sebagai indikator untuk mendiagnosis penyakit kasus DD dan DBD. Hasil analisis juga menunjukan bahwa ketepatan klasifikasi pasien kasus DD dan DBD menggunakan model Na�ve Bayes pada penelitian ini adalah sebesar 93% atau memiliki nilai error sebesar 7%.
Keywords
Demam Dengue, Demam Berdarah Dengue, Data Mining, Na�ve Bayes
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
valentinus galih vidia putra
Institutions
Universitas Gadjah Mada
Politeknik STTT
Abstract
Proses pembentukan benang dalam industri tekstil di Indonesia umumnya menggunakan mesin ring spinning. Benang yang diproduksi menggunakan mesin ring spinning memiliki suatu tekstur yang berbeda dengan benang yang diproduksi dengan jenis mesin yang lain seperti mesin OE, mesin Air jet dsb. Pada penelitian ini dikaji bentuk pergerakan serat-benang dalam tampang lintang yang mendekati bentuk struktur benang Ring Spinning menggunakan persamaan geodesik yang menggunakan prinsip mekanika analitik
Keywords
Benang pintal,Ring spinning,Persamaan geodesik
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Al Barra Harahap
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Peta topografi adalah jenis peta yang ditandai dengan skala besar dan detail, biasanya menggunakan garis kontur dalam pemetaan modern. Sebuah peta topografi biasanya terdiri dari dua atau lebih peta yang tergabung untuk membentuk keseluruhan peta. Sebuah garis kontur merupakan kombinasi dari dua segmen garis yang berhubungan namun tidak berpotongan, ini merupakan titik elevasi pada peta topografi. Dalam pembuatan peta topografi umum dilakukan dengan melakukan pengukuran titik dengan menggunakan teodolit. Proses pengukuran dengan menggunakan alat ini membutuhkan waktu relatif lebih lama karena harus dilakukan pada setiap titik dan alat yang digunakan relatif mahal. Namun, dengan menggunakan sensor IMU 10 DOF (Degree of Freedom) proses pengukuran akan lebih sederhana yaitu dengan menggerakkan alat yang dipasangi oleh sensor sepanjang garis topografi yang akan diukur dan proses pengambilan data dapat lebih akurat karena titik data yang diambil lebih banyak.
Keywords
Arduino, IMU, Peta, Sensor 10 DOF, Topografi
Topic
Physics
Corresponding Author
Bagus Andrianto
Institutions
(a) Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Jl. Rawamangun Muka, Jakarta 13220, Indonesia
*bagusanto9999[at]gmail.com
Abstract
Aquarium merupakan salah satu benda yang sering dijumpai. Namun, pengoperasiannya masih menggunakan energi listrik sehingga memerlukan biaya yang besar dalam pengoperasiannya. Untuk mengatasi tingginya biaya operasional aquarium, diperlukan sumber energi alternatif yang sesuai dengan kondisi di Indonesia, salah satunya adalah energi angin. Pemerintah melalui silabus mata pelajaran Fisika kelas XII telah menuangkan pokok bahasan mengenai energi alternatif agar siswa mampu mengembangkan energi alternatif di masa mendatang. Namun berdasarkan hasil observasi di sejumlah sekolah di Jakarta, keberadaan media pembelajaran energi alternatif masih terbatas. Berdasarkan data tersebut, maka perlu dikembangkan Turbin Angin untuk Sumber Energi Aquarium Mandiri Energi yang layak dijadikan sebagai media pembelajaran. Data uji coba yang dilakukan dengan kecepatan angin 2 m/s - 5 m/s menunjukkan turbin angin mampu menghasilkan output antara 6V - 10 V dan 1mA - 3 mA. Output tersebut kemudian akan digunakan sebagai sumber energi untuk pengoperasian aquarium. Sedangkan hasil uji kelayakan oleh ahli media menunjukkan bagwa media memiliki kriteria yang sangat baik dengan presentase skor sebesar 89%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Turbin Angin untuk Feeder Energi Aquarium Mandiri Energi layak dijadikan sebagai media pembelajaran.
Keywords
Turbin Angin, Aquarium Mandiri Energi, Media Pembelajaran
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Kharisma Mujahid Akbar
Institutions
Universitas Islam Indonesia
Abstract
Online Shop merupakan kegiatan menawarkan barang kepada konsumen melalui media Internet. adanya online shop sangat membantu dan mempermudah kosumen mendapat barang yang diinginkannya tanpa harus datang bertatap muka dengan penjual. hal ini menjadi daya tarik tersendiri dari online shop. analisis chi-square merupakan salah satu metode dalam duani statistic yang merupakan analisis tabel kontignen baik 2 arah maupun multidimensi. analisis chi-square berguna untuk melihat independesi antara satu faktor dan faktor lainnnya., dalam hal ini faktor yang akan dianalisisi adalah Tempat, Alasan, dan jenis kelamin. Peneliti ingin memastikan apakah antara tempat dan gender saling independen, alasan dan gender saling independen dan alasan dan tempat saling independen untuk semua jenis kelamin. Data yang digunakan adalah data 60 responden yang berasal dari mahasiswa UII melalui pembagian kuisioner by paper dan by computer. pengujin dengan statistic chi-square person menunjukan bahwa konsumen laki-laki dan perempuan berbeda cara pemilihan tempatm belanja online, dengant kata lain Faktor Tempat belanja dan gender tidak saling independen (berhubungan). sedangkan alasan transaksi belanja online dan pemilihan belanja online saling independen baik itu terhadap laki-laki maupun perempuan. Dengan kata lain Faktor Alasan dan Tempat belanja online mahasiswa UII saling independen untuk semua jenis kelamin.
Keywords
Online Shop, Internet, Mahasiswa, Chi-Square
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
parlindungan sinaga
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika FPMIPA UPI
Abstract
Mahasiswa yang masuk perguruan tinggi negri memiliki kualitas yang baik sebab mereka telah berhasil melewati tes saringan masuk yang cukup ketat. Namun setelah mereka menjadi mahasiswa perguruan tinggi banyak yang tidak sukses dalam mengikuti program perkuliahan. Masalah yang teridentifikasi ialah mahasiswa belum memiliki strategi dan self regulated untuk belajar di perguruan tinggi. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini ialah bagaimanakah meningkatkan pemahaman konseptual mahasiswa melalui pendekatan pembelajaran yang membantu menumbuhkan strategi dan self-regulated mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan ialah quasi eksperimen dengan pre-test post-test control group design. Subjek penelitian ialah mahasiswa program pendidikan fisika dan mahasiswa program fisika yang menjadi peserta perkuliahan fisika modern pada tahun 2014. Instrumen yang digunakan ialah tes pemahaman konsep, four rating scale questionner learning strategy dan pedoman interview semi-structure Data penelitian diolah secara kuantitatif dan kualiatif. Kesimpulan yang diperoleh ialah pendekatan pembelajaran untuk membantu menumbuhkan strategi dan self-regulated mahasiswa yang disisipkan pada perkuliahan fisika modern dapat meningkatkan pemahaman konseptual pada pokok bahasan dualisme gelombang partikel dengan persentase rata-rata gain yang dinormalisasin pada kriteria sedang dan efect size dengan kriteria tinggi. Pendekatan pembelajaran yang dirancang juga dapat meningkatkan strategi dan self-regulated mahasiswa dengan persentase rata-rata gain yang dinormalisasi termasuk pada kriteria sedang.
Keywords
self regulated, strategi pembelajaran, peningkatan pemahaman konseptual
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Miftahul Husnah
Institutions
a) Kelompok Keahlian Fisika Material dan Elektronik, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132, Indonesia
b) National Research Center for Nanotechnology (NRCN)
Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132, Indonesia
*ferry[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Grafena merupakan alotrop karbon yang berbentuk lembaran datar tipis di mana setiap atom karbon memiliki ikatan sp2 dan dikemas dalam bentuk kisi kristal seperti sarang lebah, yang mempunyai ketebalan satu atom. Grafena menjadi pusat perhatian dunia dalam beberapa tahun ini karena sifatnya yang luar biasa dan memiliki potensi besar untuk aplikasi nanoelektronik material serta aplikasi lain diberbagai bidang. Salahsatu metode sintesis grafena yang digunakan yaitu proses sintesis kimiawi dengan cara mereduksi oksida grafena, namun dalam proses sintesis ini memerlukan waktu yang cukup lama serta penggunaan asam berbahaya yang banyak, sehingga perlu dilakukan perlakuan sintesis yang dapat menghasilkan grafena (rGO) dengan waktu yang lebih singkat dan proses sintesis yang aman serta kulaitas yang lebih baik. Pada penelitian ini grafena di sintesis dengan bantuan microwave, dengan metode yang proses sintesisnya cepat, mudah dan safety. Karakterisasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu XRD, FT-IR, SEM dan 4 point probe. Dari hasil XRD dan FT-IR menunjukkan rGO telah berhasil disintesis, dan hasil Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan morfologi rGO berbentuk lembaran-lembaran tipis dengan nilai konduktivitas listrik yang baik yaitu 1,9 S/cm.
Keywords
Grafena; Konduktivitas listrik; Reduced graphene oxide
Topic
Physics
Corresponding Author
Sapto Hermawan
Institutions
1Guru Mata Pelajaran Fisika,
Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Cisarua Bandung Barat,
Jl. Kolonel Masturi No. 64 Cisarua, Bandung Barat, Indonesia, 40551
2Departemen Pendidikan Fisika,
Prodi Pendidikan Fisika,
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia, 40154
a) mutiahindayantis[at]gmail.com (corresponding author)
b) sapto.hermawan[at]student.upi.edu (corresponding author)
Abstract
Pembelajaran Fisika pada materi Hukum Newton tentang Gerak merupakan proses belajar dan mengajar yang membahas hukum I Newton (Inersia), hukum II Newton (gerak benda) dan hukum III Newton (aksi-reaksi). Proses ini dilakukan oleh guru bidang studi Fisika menggunakan berbagai modus representasi yang terdisipliner. Selanjutnya dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan pemecahan masalah siswa SMA khususnya yang telah diterapkanya kurikulum 2013 revisi.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek untuk penelitian ini berjumlah 33 siswa SMA kelas X pada salah satu sekolah di Bandung Barat. Adapun Intrumen yang digunakan berupa soal-soal essay yang berbasiskan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Pengukuran kemampuan pemecahan masalah dilakukan secara pre-test dan post-test yang mengukur indikator Multiple-ways of Rosengrant yang terdiri dari; menggambarkan dan menerjemahkan, menyederhanakan, menunjukan secara fisis (free body-diagram), penggunaan persamaan matematis, dan penyelesaian masalah. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif persentase. Hasil dari penelitian diperoleh nilai persentase jumlah siswa yang konsisten dalam menggunakan setiap indikator yaitu kategori siswa pada indikator menggambarkan dan menerjemahkan 48,48%, menyederhanakan 27,28%, menggunakan free-body diagram 30,30%, menggunakan persamaan matematis 84,85%, dan penyelesaian masalah 84,85% dari jumlah seluruh subjek penelitian. Hasil ini termasuk dalam kategori peningkatan sedang menurut kriteria N-gain ternormalisasi dengan skor
Keywords
kemampuan pemecahan masalah, multiple ways of Rosengrant dan Hukum Newton Gerak Lurus
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Kharisma Mujahid Akbar
Institutions
Universitas Islam Indonesia
Abstract
Online Shop merupakan kegiatan menawarkan barang kepada konsumen melalui media Internet. adanya online shop sangat membantu dan mempermudah kosumen mendapat barang yang diinginkannya tanpa harus datang bertatap muka dengan penjual. hal ini menjadi daya tarik tersendiri dari online shop. analisis chi-square merupakan salah satu metode dalam duani statistic yang merupakan analisis tabel kontignen baik 2 arah maupun multidimensi. analisis chi-square berguna untuk melihat independesi antara satu faktor dan faktor lainnnya., dalam hal ini faktor yang akan dianalisisi adalah Tempat, Alasan, dan jenis kelamin. Peneliti ingin memastikan apakah antara tempat dan gender saling independen, alasan dan gender saling independen dan alasan dan tempat saling independen untuk semua jenis kelamin. Data yang digunakan adalah data 60 responden yang berasal dari mahasiswa UII melalui pembagian kuisioner by paper dan by computer. pengujin dengan statistic chi-square person menunjukan bahwa konsumen laki-laki dan perempuan berbeda cara pemilihan tempatm belanja online, dengant kata lain Faktor Tempat belanja dan gender tidak saling independen (berhubungan). sedangkan alasan transaksi belanja online dan pemilihan belanja online saling independen baik itu terhadap laki-laki maupun perempuan. Dengan kata lain Faktor Alasan dan Tempat belanja online mahasiswa UII saling independen untuk semua jenis kelamin.
Keywords
Online Shop, Internet, Mahasiswa, Chi-Square
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Sanny Suryanty Silaban
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis didaktik berdasarkan profil penguasaan konsep siswa pada Suhu dan Kalor. Penguasaan konsep merupakan kemampuan siswa dalam memahami konsep Suhu dan Kalor, baik konsep secara teori maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penguasaan konsep mempengaruhi bagaimana siswa menerapkan konsep yang sudah dipelajarinya ke dalam masalah Fisika maupun peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Hasil observasi di lapangan membuktikan proses pembelajaran di sekolah belum melatihkan penguasaan konsep secara optimal. Maka penelitian ini dilakukan untuk menemukan cara-cara dalam mengajarkan materi Suhu dan Kalor yang dapat melatihkan kemampuan penguasaan konsep siswa secara optimal. Metode penelitian ini adalah deskriptif, Untuk mendapatkan profil penguasaan konsep siswa, penelitian dilakukan pada 40 orang siswa di salah satu SMA di kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan profil penguasaan konsep siswa masih rendah. Kelemahan siswa dalam menjawab soal materi Suhu dan Kalor adalah: kesalahan dalam memahami konsep, kesalahan menghitung, dan kesalahan pada penerapan materi suhu dan kalor dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan profil penguasaan konsep siswa, maka dilakukan analisis didaktik dan hasilnya digunakan untuk perancangan proses pembelajaran yang dapat melatihkan kemampuan penguasaan konsep siswa pada materi Suhu dan Kalor
Keywords
Analisis didaktik, Penguasaan Konsep, Suhu dan Kalor
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Elisabeth Dian Atmajati
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Rancang bangun neraca pegas digital berbasis ATmega8535 telah berhasil dibuat. Neraca pegas biasanya menampilkan hasil pengukuran dengan skala. Metode pembacaan pengukuran pada skala ini memiliki tingkat eror yang cukup besar. Pada penelitian ini dibuatlah rangcang bangun neraca pegas digital. Pembacaan gaya yang terukur ditampilkan pada layar LCD 16x2. Digitalisasi alat dilakukan dengan microcontroller ATmega8535. Pada ujung-ujung pegas dipasang LED dan LDR. Perubahan jarak LED terhadap LDR, yang diakibatkan oleh perubahan panjang pegas, akan mempengaruhi nilai resistansi pada LDR. Kalibrasi alat dilakukan melalui perbandingan hasil pengukuran dengan neraca pegas pabrikan. Alat ini dapat diaplikasikan sebagai neraca pegas biasa atau digunakan dalam praktikum fisika dasar yang memerlukan pengukuran gaya. Data praktikum dapat ditampilkan di PC sehingga lebih mudah dalam pengolahan data.
Keywords
neraca pegas digital, LDR, ATmega8535
Topic
Physics
Corresponding Author
Sapto Hermawan
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika,
Program Studi Pendidikan Fisika,
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia, 40154
a) sapto.hermawan[at]student.upi.edu (corresponding author)
b) psinaga[at]upi.edu
c) hikmat[at]upi.edu
Abstract
Representasi Eksternal merupakan sebuah teknik pembelajaran yang diterapkan ketika menyampaikan pokok materi ajar kepada peserta didik dengan menggunakan berbagai modus representasi. Modus representasi tersebut terdiri dari, representasi verbal, gambar, diagram, grafik, dan matematis. Penggunaanya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan indikator capaian, serta berpedoman pada kompetensi dasar materi Hukum Newton tentang gerak. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk melatih dan meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik pada ranah C1 (mengingat), C2 (memahami), C3 (menerapkan), dan C4 (menganalisis) dalam pembelajaran Fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan desain non equivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X di salah satu SMA kabupaten Bandung Barat sebanyak 30 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol. Pengukuran kemampuan kognitif menggunakan intrumen pilihan ganda pada pre-test dan post-test. Analisis untuk melihat peningkatan kemampuan kognitif peserta didik menggunakan analisis gain ternormalisasi. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa peserta didik kelas eksperimen telah mengalami peningkatan dalam kategori sedang dengan nilai
Keywords
Kata-kata kunci: Profil kemampuan kognitif, teknik representasi eksternal, hukum newton gerak lurus
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Kharisma Mujahid Akbar
Institutions
Universitas Islam Indonesia
Abstract
Online Shop merupakan kegiatan menawarkan barang kepada konsumen melalui media Internet. adanya online shop sangat membantu dan mempermudah kosumen mendapat barang yang diinginkannya tanpa harus datang bertatap muka dengan penjual. hal ini menjadi daya tarik tersendiri dari online shop. analisis chi-square merupakan salah satu metode dalam duani statistic yang merupakan analisis tabel kontignen baik 2 arah maupun multidimensi. analisis chi-square berguna untuk melihat independesi antara satu faktor dan faktor lainnnya., dalam hal ini faktor yang akan dianalisisi adalah Tempat, Alasan, dan jenis kelamin. Peneliti ingin memastikan apakah antara tempat dan gender saling independen, alasan dan gender saling independen dan alasan dan tempat saling independen untuk semua jenis kelamin. Data yang digunakan adalah data 60 responden yang berasal dari mahasiswa UII melalui pembagian kuisioner by paper dan by computer. pengujin dengan statistic chi-square person menunjukan bahwa konsumen laki-laki dan perempuan berbeda cara pemilihan tempatm belanja online, dengant kata lain Faktor Tempat belanja dan gender tidak saling independen (berhubungan). sedangkan alasan transaksi belanja online dan pemilihan belanja online saling independen baik itu terhadap laki-laki maupun perempuan. Dengan kata lain Faktor Alasan dan Tempat belanja online mahasiswa UII saling independen untuk semua jenis kelamin.
Keywords
Online Shop, Internet, Mahasiswa, Chi-Square
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Siti Nurdianti Muhajir
Institutions
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
Jl. A.H. Nasution No. 105 Cibiru Bandung
Abstract
Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa untuk menghadapi era industrialisasi dan globalisasi adalah kemampuan literasi sains. Untuk meningkatkan kemampuan literasi sains mahasiswa maka dalam penelitian ini kami menggunakan model problem solving laboratory (PSL) dalam proses pembelajaran Fisika Dasar II. Problem solving laboratory adalah model pembelajaran yang menyajikan permasalahan di dalam kelas sedang penyelasainnya dilakukan dengan kegiatan di laboratorium. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental, dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian ini adalah 15 mahasiswa semester II Prodi Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan menggunakan teknik random sampling. Data peningkatan kemampuan literasi sains mahasiswa didapatkan melalui tes soal uraian. Berdasarkan uji hipotesis statistik menggunakan uji t menyatakan bahwa terdapat peningkatan kemampuan literasi sains mahasiswa yang signifikan dengan menerapkan model problem solving laboratory dengan nilai N-Gain rata-rata 0,55 yang termasuk kategori sedang. Dengan demikian model problem solving laboratory dapat diterapkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi sains mahasiswa
Keywords
Problem solving laboratory, kemampuan literasi sains
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Widyaningrum Indrasari
Institutions
1)Program Studi Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Jakarta
2)Departemen Fisika, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Sensor fluxgate merupakan sensor vektor magnetik yang mempunyai sensitivitas tinggi dan dapat mengukur medan magnet DC maupun AC pada rentangan 100 pT � 0,5 mT. Sensor fluxgate banyak digunakan untuk menentukan medan magnetik bumi, navigasi, dan mendeteksi material berdasarkan sifat magnetiknya. Dalam paper ini, akan dipaparkan karakterisasi sensor fluxgate dalam mendeteksi medan magnetik lemah dari sumber medan AC, dengan variasi kuat arus sumber medan magnetik serta variasi material magnetik pengganggu. Sumber medan yang digunakan terdiri dari pembangkit sinyal sinusoida, penguat daya, dan solenoida. Sementara itu sensor yang digunakan mempunyai sensitivitas 34 mV/μT dan 755 mV/μT. Sensor dapat mengukur perubahan medan magnet AC lemah hingga 0,5 �T. Hasil pengukuran sensor kemudian dibandingkan dengan perhitungan secara teori berdasarkan Hukum Hukum Biot-Savart serta menggunakan alat ukur standar berupa fluxmeter.
Keywords
fluxgate, medan magnet AC, material magnetik pengganggu, fluxmeter
Topic
Physics
Corresponding Author
Thos S
Institutions
Earth Physics and Complex System Research Division
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Bandung Institute of Technology
Abstract
Telah digunakan banyak metode untuk mengkaji permasalahan longsoran dari sudut pandangan pendekatan satu-disiplin, interdisiplin maupun multidisiplin. Beberapa metode sedang dikembangkan untuk dipadukan dalam investigasi longsoran selama dekade terakhir ini, fokus studi diarahkan menggunakan pendekatan investigasi multidisiplin seperti survei geolistrik, geoteknik dan geokimia untuk menentukan potensi longsor sehingga dapat memberikan mitigasi bencana longsor. Hasil penelitian memberikan bidang gelincir longsor Erie terletak pada kelompok resistivitas menengah dengan jenis pasir atau pasir lempungan yang menindih kelompok resistivitas tinggi yang berupa batulempung keras (bedrock). Berdasarkan nilai faktor keamanan lereng, bidang gelincir ini berada pada keadaan kurang stabil. Dari segi mineralogi batuan dijumpai fraksi ukuran butir lempung menjadi lebih besar jika dibandingkan di bagian atas dan bawahnya maka akumulasi fraksi lempung yang ada di bagian bawah menjadi bidang gelincir yang memicu longsor. Berdasarkan perpaduan ini, daerah longsor masih tetap berada di sekitar lokasi longsor dan sedikit bergerak ke arah timur laut dengan jangkauan yang sedikit meluas.
Keywords
Bidang gelincir, multidisiplin, geolistrik, geoteknik, geokimia
Topic
Kebumian (EPS)
Corresponding Author
Aloysius Rusli
Institutions
Jurusan Fisika, FTIS, Universitas Katolik Parahyangan
Ciumbuleuit 94
Bandung 40141
Indonesia
Abstract
Literasi ilmu (science literacy) dapat diartikan sebagai kemampuan-memahami-ilmu-sebagai-hasil-karya-manusia, sedangkan literasi cara ilmiah (scientific literacy) dapat dibedakan dari itu dari segi perhatian-lebihnya pada segi proses ilmiahnya. Kedua literasi ini tampak makin dibutuhkan masyarakat masa kini, akibat melimpahnya hasil ilmu, sehingga perlu dikuasai cara menyaring keabsahan berbagai informasi melimpah itu, ditambah pula dengan cara menyarikan makna-makna yang tak terukur (metafisis) tetapi yang mulai makin diperlukan pada masa kini, agar manusia dapat tetap bertahan sebagai pengendali ilmu dan teknologi. Salah satu cara menumbuhkan literasi ilmu dan cara ilmiah ini adalah dengan menelusuri sejarah berkembangnya konsep �atom�, karena dapat menunjukkan bagaimana sikap dan perilaku manusia dalam memaknai apa yang diamatinya dalam alam raya ini. Dari penelusuran ini, ingin ditunjukkan bahwa inovasi pembelajaran tentang ini perlu makin dikembangkan.
Keywords
Literasi ilmu, literasi cara ilmiah, atom, metafisika
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Lina Purwanti
Institutions
a) Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Kimia Universitas Jambi, Jambi
*purwantilina29[at]yahoo.com
b) Dosen Program Studi Magister Pendidikan Kimia Universitas Jambi, Jambi
Abstract
Artikel ini melaporkan hasil penelitian terkait persepsi guru terhadap kegiatan pembelajaran menggunakan model kooperatif di Kerinci Jambi. Kegiatan pembelajaran dan kendala-kendala yang dihadapi guru juga akan dilaporkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari tiga responden yang memilki kualifikasi pendikan berbeda. Data dikumpulkan menggunakan wawancara. Metode kualitatif Miles dan Huberman digunakan dalam menganalisis data. Berdasarkan hasil analisis diperoleh informasi bahwa semua responden setuju jika diterapkan model pembelajaran kooperatif di kelas karena menurut responden pembelajaran tersebut akan memberikan manfaat yang positif bagi siswa termasuk meningkatkan aktivitas pembelajaran. Namun seorang responden menyatakan belum pernah menerapkan model pembelajaran kooperatif. Sementara dua orang responden telah menggunakan model kooperatif dengan frekuensi minimal. Guru melaporkan bahwa sebagian besar siswa belum siap dalam melaksanakan pembelajaran kooperatif. Fasilitas yang kurang dan waktu yang terbatas juga ikut berkontribusi terhadap minimnya penerapan model kooperatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif belum dilaksanakan secara optimal di Kerinci Jambi. Temuan ini merekomendasikan pentingnya pelaksanaan penelitian lanjutan dalam usaha mengoptimalkan penerapan model kooperatif bagi guru kimia di daerah pedesaan seperti Kerinci Jambi.
Keywords
Persepsi Guru, Kegiatan Pembelajaran, Kendala, Model Pembelajaran Kooperatif
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Diva Addini Maghribi Muyassiroh
Institutions
a) Kelompok Keahlian Fisika Material dan Elektronik, Program Studi Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132, Indonesia
b) Research Center for Nanoscience and Nanotechnology, Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132, Indonesia
*Email : ferry[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Sel surya perovskite organik-inorganik (CH3NH3PbI3-xClx) merupakan salah satu jenis sel surya yang menarik perhatian para peneliti karena biaya fabrikasi yang murah dan efisiensi konversi energi yang terus meningkat.Perovskite CH3NH3PbI3-xClxdisintesis dari CH3NH3I dan PbCl2 yang dilarutkan pada DMF (Anhydrous N,N-Dhymetilformamide). Pada penelitian ini, PbCl2 disintesis dari kawat solder melalui metode pemanasan. Keterbentukan PbCl2 hasil sintesis dilihat menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD).Perovskite berbasis kawat solder kemudian diaplikasikan pada divais sel surya FTO/compact-TiO2/mesoporous-TiO2/CH3NH3PbI3-xClx/Spiro-OMeTAD/Ag. Namun, sifat hidroskopik dari perovskite menyebabkan lifetime dari sel surya ini sangat singkat. Oleh karena itu, dilakukan optimasi sel surya perovskite dengan cara mengontrol kelembaban lingkungan untuk mencegah degradasi lapisan perovskite karena uap air di udara. Selain itu, perak digunakan sebagai elektroda pengganti grafit untuk memperbaiki performa divais sel surya.
Keywords
Efisiensi; Kawat solder; Perovskite.
Topic
Physics
Corresponding Author
Wawan Andriana
Institutions
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Penelitian Quasi Eksperimen ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar kelompok siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Bekasi yang menggunakan metode eksperimen dengan simulasi PhET dan metode eksperimen dengan kit praktikum. Sampel penelitian adalah kelas XI IPA 5 sebagai kelas eksperimen 1 dan XI IPA 6 sebagai kelas eksperimen 2. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan tes tertulis dan dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t sebagai uji hipotesis. Setelah melalui uji hipotesis terhadap data, didapat hasil t-hitung (3,052) lebih besar dari t-tabel (1,668) dengan &
Keywords
hasil belajar, kit praktikum, metode eksperimen, simulasi PhET
Topic
Pembelajaran (EDU)
Page 523 (data 15661 to 15690 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats