Indonesia Conference Directory


<< Back

Search Abstract

Page 524 (data 15691 to 15720 of 15932) | Displayed in 30 data/page

Studi Korosi dan Perancangan Proteksi Katodik Sistem Anoda Korban pada Sheet Pile Dermaga di Lingkungan Air Laut
Agus Solehudin dan Enda Permana

Show More

Corresponding Author
Agus Solehudin

Institutions
Departemen Pendidikan Teknik Mesin, FPTK Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Proteksi katodik adalah salah satu upaya pengendalian korosi yang diterapkan pada sheet pile di Dermaga. Sheet pile adalah konstruksi yang terbuat dari baja yang bertujuan untuk menahan tanah atau urugan agar tidak longsor. Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pH, temperatur, kandungan klorida dan tahanan jenis air laut terhadap korosi sheet pile dermaga, serta melakukan perancangan proteksi katodik sistem anoda korban. Metode yang dilakukan adalah survey lapangan untuk mengukur pH, temperatur, potensial korosi dan ketebalan sheet pile. Uji lab dilakukan untuk mengukur kandungan klorida dan tahanan jenis air laut. Hasil pengujian digunakan untuk perancangan proteksi katodik metode anoda korban. Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan bahwa pH air laut berada pada interval 8,6 � 8,9, temperatur air laut berada pada interval 28,9 -29,9oC, dan potensial korosi sheet pile berada pada interval -0,541 sd -0,580 Volt vs Ag/AgCl. Sedangkan hasil pengukuran di lab menunjukkan bahwa kandungan klorida pada air laut sebesar 2,05% dan tahanan jenis air laut sebesar 20 ohm.m. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa faktor lingkungan seperti pH, temperatur, kandungan klorida dan tahanan jenis air laut sangat berpengaruh terhadap kerusakan sheet pile dermaga. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa sheet pile dermaga tersebut tidak dicoating dan tidak diproteksi katodik. Hasil perancangan proteksi katodik sistem anoda korban menunjukkan bahwa total arus proteksi yang diperlukan sebesar 516,40 Amper. Anoda korban yang digunakan adalah paduan Aluminium type AP 680.

Keywords
Korosi, proteksi katodik, sheet pile, anoda koban, air laut

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/CpyxgbB6eqQa


STUDI AWAL PERSEPSI GURU TERHADAP PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DAN KENDALA DALAM PELAKSANAAN KEGITAN �PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA DI MTsN SEMERAH KERINCI JAMBI
Lina Purwanti (a*), Asrial (b)

Show More

Corresponding Author
Lina Purwanti

Institutions

Abstract
Artikel ini melaporkan hasil penelitian terkait studi awal persepsi guru terhadap penerapan model kooperatif tipe TGT di MTsN Semerah Kerinci Jambi. Kegiatan pembelajaran dan kendala-kendala yang dihadapi guru juga akan dilaporkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. �Sumber data berasal dari responden yang merupakan guru mata pelajaran IPA terpadu kelas VII MTsN Semerah Data dikumpulkan menggunakan wawancara. � Berdasarkan hasil analisis diperoleh informasi bahwa pengajaran IPA di MTsN Semerah Kerinci Jambi masih berpusat pada guru. Keadaan ini menyebabkan peserta didik �kurang aktif. Pada proses pembelajaran, banyak peserta didik yang tidak berani mengemukakan pendapat. Fasilitas yang kurang dan waktu yang terbatas juga ikut berkontribusi terhadap rendahnya aktiviitas peserta didik dalam pembelajaran. Permasalahan yang ditemukan mendorong kreatifitas guru dalam pemilihan metode atau model pembelajaran yang mampu meningkatkan aktivitas pembelajaran dan memotivasi peseta didik. Model yang dimaksud seperti pembelajaran kooperatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif belum dilaksanakan secara optimal di MTsN Semerah Kerinci Jambi . Temuan ini merekomendasikan pentingnya pelaksanaan penelitian lanjutan dalam usaha mengoptimalkan penerapan model kooperatif bagi guru �IPA di daerah pedesaan seperti Kerinci Jambi.

Keywords
Persepsi Guru, �Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Kendala

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/jnKRDAHGTeV2


Aplikasi Metode Controlled Source Audio Magnetotelluric (CSAMT) pada Lapangan Panas Bumi Kamojang
susilawati dan Enjang Jaenal Mustopa

Show More

Corresponding Author
Susilawati Sobur

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Metode Controlled Source Audio Magnetotelluric (CSAMT) yaitu metode magnetotelurik yang memanfaatkan sumber buatan untuk mendapatkan sinyal yang stabil dengan cara menginjeksikan arus dari transmitter dan diterima oleh receiver dengan frekuensi 0.1 Hz-10 KHz. Metode CSAMT telah diterapkan pada lapangan panas bumi Kamojang untuk memetakan resistivitas pada reservoar geothermal. Telah dilakuakn koreksi efek sumber terhadap data CSAMT dan selanjutnya dilakukan inversi terhadap data CSAMT yang terkoreksi efek sumber. Hasilnya menunjukan bahwa terdapat struktur resistivitas yang diinterpretasi bahwa lapisan tersebut adalah caprock yang memiliki resistivitas rendah yaitu 3-10 Ω.m dan diduga sebagai zona alterasi hidrotermal.

Keywords
CSAMT, koreksi efek sumber, resistivitas.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/wRvt6jCNmudc


PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS PHP DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK PEMBELAJARAN FLUIDA DINAMIS KELAS XI SMA
Cahya Darmanto (a*), Siswoyo (a), Andreas Handjoko Permana (a)

Show More

Corresponding Author
Cahya Darmanto

Institutions
a) Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jl. Rawamangun Muka, Jakarta 13220, Indonesia
*cahya.darmanto7797[at]gmail.com

Abstract
Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran e-learning berbasis website menggunakan Personal Home Page dengan model pembelajaran berbasis masalah untuk materi fluida dinamis kelas 11 Sekolah Menengah Atas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengacu pada model lima tahap ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Website dilengkapi dengan materi berupa video berbasis masalah yang ada di kehidupan sehari-hari peserta didik, simulasi dengan panduan lembar kerja, serta kuis untuk menguji pemahaman peserta didik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, website yang dikembangkan menghasilkan pemahaman siswa dalam menghubungkan pemahaman teori fluida dinamis dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Keywords
Media Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Masalah, Fluida Dinamis

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/3jYELNt89wdZ


Aplikasi Metode Elektromagnetik Untuk Identifikasi Intrusi Air Laut di Pantai Kura-Kura, Tanjung Gundul, Bengkayang
Joko Sampurno

Show More

Corresponding Author
Joko Sampurno

Institutions
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura

Abstract
Telah diidentifikasi sebaran intrusi air laut di Pantai Kura-Kura, Tanjung Gundul, Bengkayang berdasarkan nilai konduktivitas bawah permukaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode konduktivitas elektromagnetik (EM-conductivity). Kedalaman pengukuran bervariasi dari 3 meter hingga 6 meter dari permukaan tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi nilai konduktivitas berkisar 0 mS/m hingga 170 mS/m. Zona intrusi air laut dinterpretasikan sebagai zona yang memiliki nilai konduktivitas lebih dari 130 mS/m. Berdasarkan nilai tersebut diduga bahwa pada kedalaman 3 meter di bawah permukaan terjadi intrusi air laut sejauh 10m dari bibir pantai.

Keywords
Metode Elektromagnetik, Intrusi Air Laut, Konduktivitas Batuan

Topic
Kebumian

Link: https://ifory.id/abstract/JkH97qPbh3XM


PERBANDINGAN AKTIFITAS SISWA DAN GURU DALAM PEMBELAJARAN ARGUMENT DRIVEN INQUIRY DAN INQUIRY TERBIMBING PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU KELAS VII
Yuli Andriani*(1) Riandi(2)

Show More

Corresponding Author
Yuli Andriani

Institutions
(1)Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Indonesia (2)Dosen Program Studi Pendidikan IPA, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Indonesia

Abstract
Keaktifan siswa dalam pembelajaran di kelas merupakan salah satu hal yang penting, karena siswa diharuskan untuk lebih aktif dibandingkan guru. Siswa diharapkan dapat menjadi subjek dalam proses pembelajaran, bukan menjadi objek yang hanya menerima pengetahuan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang ingin menggambarkan bagaimana aktifitas siswa dan keterlaksaan tahapan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran inquiry terbimbing yang biasa mereka lakukan saat kegiatan praktikum pada pembelajaran IPA sehari-hari dengan aktifitas siswa dengan pembelajaran Argument Driven Inquiry yang secara khusus dirancang untuk melatihkan siswa dalam membuat argumen dan memiliki waktu yang lebih untuk kegiatan refleksi dibandingkan kegiatan inquiry biasa. Penelitian ini dilakukan pada siswa SMP kelas VII di salah satu SMP Negeri di kabupaten Garut dengan jumlah sampel 66 orang yang dibagi kedalam dua kelas yang menggunakan dua pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan lembar observasi, wawancara dan catatan lapangan sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktifitas siswa dalam pembelajaran Argument Driven Inquiry lebih tinggi jika dibandingkan aktifitas siswa pada pembelajaran Inquiry terbimbing. Dari lembar observasi diperoleh rata-rata aktifitas siswa pada pembelajaran Argument Driven Inquiry selama empat pertemuan besar 94% sedangkan pada pembelajaran Inquiry terbimbing rata-rata aktifitas siswa selama empat pertemuan hanya 83% dan untuk keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru untuk pembelajaran Argument Driven Inquiry selama empat pertemuan adalah 97% dan untuk pembelajaran Inquiry terbimbing adalah 95%. Sedangkan dari wawancara dan catatan lapangan diperoleh kekurangan dan kelebihan masing-masing kegiatan pembelajaran diantaranya salah satu kelebihan pembelajaran Argument Driven Inquiry adalah adanya sesi argumentasi dengan menggunakan teknik Round Robin.

Keywords
Aktifitas siswa, Aktifitas Guru, Argument Driven Inquiry,Inquiry terbimbing

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/PDcV2MBGhf48


Studi Awal Sintesis Partikel Gadolinium Karbonat (Gd2(CO3)3@PEG) dan Gadolinium Oksida (Gd2O3@PEG) Menggunakan Metode Solvotermal dan Kalsinasi
Erika L. Y. Nasution (a), Atika Ahab (a) , dan Ferry Iskandar (a,b,*)

Show More

Corresponding Author
Erika Linda Yani Nasution

Institutions
a) Kelompok Keahlian Fisika Material dan Elektronik, Program Studi Fisika
FMIPA, Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132 Indonesia
b) Research Center for Nanoscience and Nanotechnology
Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132 Indonesia

*E-mail: ferry[at]fi.itb.ac.id

Abstract
Partikel gadolinium karbonat (Gd2(CO3)3@PEG) dan gadolinium oksida (Gd2O3@PEG) telah berhasil disintesis dengan metode solvotermal dan kalsinasi. Prekursor gadolinium asetat hidrat (Gd(CH3CO2)3.XH2O) didekomposisi dalam medium PEG-1000 cair pada suhu 180oC. Hasil dekomposisi solvotermal tersebut menghasilkan partikel bubuk Gd2(CO3)3@PEG yang selanjutkan dikalsinasi untuk menghasilkan bubuk Gd2O3@PEG. Analisis ukuran, morfologi, dan komposisi kimia partikel dilakukan dengan menggunakan Fourier Transform Infrared spectroscopy (FTIR), X-Ray Diffractometer (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), dan Electron Dispersive Spectrometry (EDS). Spektrum XRD sampel produk solvotermal menunjukkan bahwa produk sintesis adalah Gd2(CO3)3 dan memiliki simetri heksagonal (JCPDS No 37-0559). Dari data SEM diperoleh partikel Gd2(CO3)3@PEG beraglomerasi berukuran mikro sementara pada Gd2O3@PEG menunjukkan partikel berukuran nano. Karakterisasi FTIR pada sampel Gd2(CO3)3@PEG menunjukkan bahwa PEG terikat pada permukaan partikel magnetik sebagai gugus karbonil dan hidroksil sementara pada sampel hasil kalsinasi Gd2(CO3)3@PEG menjadi Gd2O3@PEG, PEG terikat pada permukaan nanopartikel sebagai gugus karbonil. Dengan demikian pada sintesis ini kami telah berhasil mentransfer sifat hidrofilik PEG sehingga partikel berbasis gadolinium yang dihasilkan dapat difungsionalkan.

Keywords
Gadolinium karbonat; Gadolinium oksida; Metode solvotermal; PEG

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/LgpYcWUxG6ME


Pemintalan Elektrik Berbahan Aktif madu : Teknik Modern Berbahan Tradisional untuk Aplikasi Penutup Luka
Dhewa Edikresnha, Ida Sriyanti

Show More

Corresponding Author
DHEWA EDIKRESNHA

Institutions
Institut Teknologi Bandung
Pendidikan Fisika Universitas Sriwijaya

Abstract
Madu merupakan obat-obatan tradisional dan sering digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan luka luar seperti luka bakar, luka bekas operasi, ataupun tukak (ulcer). Madu juga terbukti memiliki sifat anti mikroba yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba pada luka dan juga mampu menghasilkan lingkungan yang lembab pada daerah sekitar luka. Dalam beberapa riset terbaru, madu dapat dijadikan bahan aktif dalam serat nano komposit yang dihasilkan melalui proses pemintalan elektrik. Serat nano yang digunakan sebagai pembalut memiliki beberapa kelebihan seperti mampu menghalangi masuknya debu dan bakteri dari luar, kapasitas absorpsi air dan eksudat luka (wound exudates) yang baik, tingginya laju masuk udara (air permeation). Tingginya rasio luas permukaan terhadap volume pada serat nano dapat merangsang cell attachment pada serat, memudahkan terbawanya obat (drug loading), dan juga sifat trasnfer massa. Beberapa polimer yang telah mampu dipintal, dengan madu sebagai bahan aktif, menggunakan apparatus pemintal elektrik adalah Polyethylene Terephthalate (PET), Chitosan, Polyvinylalcohol (PVA).

Keywords
Pemintalan elektrik (Electrospinning), serat nano komposit, madu

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/PmCMxDEda3NU


Tanggapan Siswa Terhadap Pengembangan Buku Ajar Mengunakan Multimodus Representasi Untuk Pembelajaran Fisika yang Berorientasi Pada Pembekalan Kemampuan Literasi Sains Siswa SMA
Hanifah Zakiya, Parlindungan Sinaga

Show More

Corresponding Author
Hanifah Zakiya

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Telah dikembangkan sebuah buku menggunakan multimodus representasi untuk pembelajaran fisika siswa SMA. Pengembangan buku ini berdasarkan Kurikulum Nasional dan kerangka kerja PISA 2015. Buku ini dirancang untuk memberi pembekalan kemampuan literasi sains siswa SMA. Sebagai proses akhir dari tahap pengembangan buku ajar ini, penulis perlu mengetahui tanggapan siswa terhadap buku ajar yang telah dikembangkan. Maka dilakukan penelitian dengan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap buku ajar fisika yang berorientasi pada pembekalan kemampuan literasi sains siswa SMA. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 siswa SMA Kelas XI di Sumatera Selatan. Komponen utama yang dimasukkan dalam lembar tanggapan adalah berkaitan dengan komponen kompetensi literasi sains, komponen penyajian buku ajar, komponen pemahaman konsep, penulisan dan tata bahasa, komponen multimodus representasi dan komponen motivasi belajar. Berdasarkan lembar tanggapan diperoleh tanggapan persetujuan yaitu 83,8 % siswa menyetujui adanya komponen literasi sains dalam buku , 82,7% menyatakan penyajian materi dalam buku menarik, 82 % menyatakan aturan penulisan dan tata bahasa sudah sesuai, 81,8% menyatakan buku dapat memotivasi siswa belajar, 81,2 % menyatakan kesesuaian modus representasi yang digunakan dan 79% menyatakan dapat meningkatkan pemahaman konsep. Maka berdasarkan hasil analisis tanggapan siswa, dapat disimpulkan sebagian besar siswa menyatakan buku ajar yang dikembangkan menarik dan sesuai dengan komponen literasi sains. Sehingga buku dapat dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa dalam pembelajaran fisika.

Keywords
Buku Ajar, Literasi sains, Multimodus Representasi, Pembelajaran Fisika, Tanggapan Siswa

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/nzBDFhNHQv3P


IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP PROSES AKTIVITAS GURU DAN SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU
Pramita Sylvia Dewi*(1) Diana Rochintaniawati(2)

Show More

Corresponding Author
Pramita Sylvia Dewi

Institutions
(1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung Indonesia
(2) Dosen Program Studi Pendidikan IPA, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung Indonesia

Abstract
Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan pendekatan saintifik terhadap proses aktivitas guru dan siswa pada pembelajaran IPA Terpadu. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri Kota Bandar Lampung. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi, angket, dan format wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dengan pendekatan saintifik pada aktivitas guru dan siswa sudah terlaksana dengan cukup baik, dimana keterlaksanaan kegiatan pendekatan saintifik memiliki rata-rata skor sebesar 3,18. Karakteristik pembelajaran IPA Terpadu yang di implementasikan meliputi: 1). mengamati, dimana siswa menjadikan suatu objek menjadi nyata, dan tentunya siswa menjadi senang dan tertantang. 2). menanya dimana guru mengajukan pertanyaan kepada siswa yang mengarahkan siswa pada materi yang akan disampaikan. Guru juga menyampaikan suatu permasalahan dalam fenomena sains kepada siswa. 3). mengumpulkan informasi, untuk memperoleh hasil belajar yang nyata atau otentik, siswa harus melakukan kegiatan eksperimen pada substansi materi yang sesuai dengan pembelajaran IPA Terpadu yang dibelajarkan. 4). mengolah informasi, proses pemaknaan informasi yang melibatkan penggunaan pengetahuan dari beberapa sumber harus dikaji untuk menambah keluasan dan kedalaman suatu infomasi yang diteliti. 5). mengkomunikasikan, memiliki peran dalam andil memberikan pengetahuan yang didapat siswa melaui presentasi baik kepada siswa-siswa lainnya, dimana kemampuan ini dapat secara lisan maupun tulisan dalam penyajiannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses aktivitas guru dan siswa pada pembelajaran IPA Terpadu dapat di implementasikan melalui pendekatan saintifik.

Keywords
pendekatan saintifik, pembelajaran IPA Terpadu, aktivitas guru dan siswa

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/7k94TrqNa2h8


Animated Video (Video Teranimasi) sebagai Media Pembelajaran Fisika SMA Materi Fluida
Silka Abyadati* , Sentot Kusairi, Sumarjono

Show More

Corresponding Author
Silka Abyadati

Institutions
Universitas Negeri Malang
*silkaabyadati[at]yahoo.com

Abstract
Animated Video (Video Teranimasi) digunakan sebagai media pembelajaran Fisika yang membantu penjelasan konsep abstrak dari materi Fluida. Produk Animated Video merupakan tayangan video kehidupan sehari-hari yang dilengkapi dengan animasi, teks dan narasi suara berbahasa Indonesia. Pengembangan produk dilakukan melalui proses: 1) Studi pendahuluan; 2) Perancangan draft produk pengembangan; 3) Pengembangan produk; 4) Uji coba terbatas; dan 5) Revisi produk akhir. Pengembangan produk Animated Video memanfaatkan software komputer Camtasia, SwishMax, dan Adobe Flash. Dari hasil validasi media didapatkan data kuantitatif 3,3 dan validasi materi didapatkan data kuantitatif 3,8. Hal ini menunjukkan bahwa Animated Video termasuk dalam kategori baik dan layak. Berdasarkan data kualitatif, produk telah direvisi berdasar saran dan komentar ahli. Selain didasarkan pada saran dari para ahli, revisi produk juga dilakukan atas inisiatif peneliti dan hasil uji coba terbatas berupa keterbacaan media oleh siswa SMA kelas XI. Penelitian lebih lanjut berupa uji coba berulang diperlukan untuk mengetahui keefektifitasan Animated Video sebagai media pembelajaran Fisika materi Fluida.

Keywords
media pembelajaran, video teranimasi, fluida

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/ME6XH9n8Nz4m


Kondisi Pelaksanaan Praktikum IPA Sekolah Menengah Pertama di Kota Jayapura dan Kabupaten Gowa
Lintang Ratri Prastika(a*), Adella Anfidina Putri (a), Reza Setiawan (a,b), Triyanta (a,c)

Show More

Corresponding Author
Lintang Ratri Prastika

Institutions
a)SEAMEO QITEP in Science, Jalan Diponegoro 12 Bandung
*lintang.r.prastika[at]gmail.com
b)PPPPTK IPA, Jalan Diponegoro 12 Bandung
c)Kelompok Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, FMIPA-ITB, Jalan ganesha 10 Bandung

Abstract
Melalui kerjasama antara SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science, Dinas Pendidikan Kota Jayapura dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa pelatihan guru-guru calon kepala laboratorium IPA SMP dengan metode in-on-in dilakukan pada tahun 2017. Sebanyak 42 guru SMP Kota Jayapura dan 29 guru SMP Kabupaten Gowa mengikuti kegiatan tersebut. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk melakukan sebuah penelitian terhadap pelaksanaan praktikum IPA di kedua daerah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum pelaksanaan pembelajaran IPA di Kota Jayapura dan Kabupaten Gowa sebagai representasi dari wilayah Indonesia Bagian Timur. Menggunakan metode penelitian survei deskriptif berbasis kuisioner diperoleh data tentang keterlaksanaan pembelajaran praktikum, variasi jenis praktikum, kendala yang dialami untuk melaksanakan praktikum serta saran dari guru mata pelajaran IPA demi perbaikan pelaksanaan pembelajaran praktikum. Hasil pengolahan data secara deskriptif menunjukan bahwa 48.89% responden guru IPA di Kota Jayapura dan 50.00% responden guru IPA di Kota Gowa melaksanakan praktikum 4-6 kali/ tahun dengan kombinasi jenis praktikum beragam yang didominasi oleh praktikum terkait bidang Biologi serta Fisika. Responden guru dari kedua lokasi menunjukkan data bahwa kendala terbesar dalam pelaksanaan praktikum adalah manajemen waktu yang sulit menyesuaikan dengan waktu KBM sekolah (68.29% Kota Jayapura, 55.17% Kab. Gowa), kesulitan mengoperasikan alat-alat praktikum (69.05% Kota Jayapura, 62.70% Kab. Gowa) serta kesulitan untuk merancang panduan kegiatan praktikum (64.10% Kota Jayapura, 51.58% Kab. Gowa). Berdasarkan kendala tersebut, responden guru dari kedua wilayah memberikan beberapa masukan terutama mengenai penyediaan tenaga laboran serta penyelenggaraan kegiatan pemantapan terkait cara menggunakan alat dan bahan serta menyusun panduan praktikum, yang dapat difasilitasi melalui diskusi antar guru (MGMP) maupun melalui pelatihan/diklat.

Keywords
praktikum, IPA, SMP, survei

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/Q4UxMpzJkEG9


Pengembangan Digital Sistem Periodik unsur Berbasis Multimedia Interaktif dengan Menggunakan Adobe Flash Professional CS5
Ragil Astuti

Show More

Corresponding Author
RAGIL ASTUTI

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia Digital Sistem Periodik Unsur dengan menggunakan Adobe Flash Professional CS5 sehingga menghasilkan sebuah produk multimedia interaktif yang dapat digunakan oleh siswa untuk belajar kimia mandiri di rumah. Salah satu keterampilan abad ke-21 menuntut terjadinya perubahan evolusi berpikir. Setiap siswa di abad ini, diharapkan memiliki keterampilan berpikir kritis high order thingking skill atau yang lebih dikenal dengan nama HOTS, mencari solisi, kreatif, berinovasi, komunikasi, kolaborasi, serta memiliki keterampilan informasi dan media (ICT literacy). Sebagian besar materi pembelajaran kimia bersifat absrak sehingga memerlukan penyajian animasi untuk menjelaskannya. Salah satu contohnya adalah Sistem Periodik Unsur (SPU). Dengan adanya multimedia interaktif diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep materi Sistem Periodik Unsur. Penelitian ini menggunakan model ASSURE yang dikembangkan oleh Robert Hanich, James Russell dan Michael Molenda. Multimedia yang berisi materi sistem periodik unsur ini terdiri dari animasi, gambar, teks serta evaluasi. Hasil validasi dari ahli materi didapat 83,33% dengan kategori sangat baik dan hasil validasi dari ahli media didapat 75% dengan kategori baik, sehingga layak untuk di ujicobakan pada siswa SMA. Hasil respon siswa terhadap multimedia ini adalah sebesar 81,16% dengan kategori baik/menarik.

Keywords
Digital Sistem Periodik Unsur, Multimedia Pembelajaran Interaktif , Adobe Flash Proffesional CS5

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/G23wnW7UDBZv


PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN OPEN INQUIRY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA SMP PADA TEMA SUHU DAN PERUBAHAN
Dwi Indah Suryani, Fransisca Sudargo

Show More

Corresponding Author
DWI INDAH SURYANI

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan penguasaan konsep antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry pada tema suhu dan perubahan. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Matching Only Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 56 orang siswa kelas VII dari salah satu SMP N di Kota Palembang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan tes penguasaan konsep. Teknik analisis data menggunakan uji Normalitas, uji Homogenitas, uji N-Gain, uji t, dan uji Mann Withney dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi Sig (2-Tailed) adalah 0,02 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Diperoleh dari data peningkatan penguasaan konsep untuk siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry sebesar 0,69 dengan kategori sedang dan untuk siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry sebesar 0,73 dengan kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry pada tema suhu dan perubahan.

Keywords
Open Inquiry, Guided Inquiry, Penguasaan Konsep

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/b4MEaJk63Xfn


Rancang Bangun Alat Ukur Gaya pada Benda Bertumbukan Menggunakan Sensor IMU 10 DOF (Degree of Freedom) Berbasis Arduino
Al Barra Harahap, Putri Hanifah Liani, Rahmat Hidayat dan Hendro

Show More

Corresponding Author
Putri Hanifah Liani

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Inertial Measurement Units (IMU) merupakan suatu unit dalam modul elektronik yang mengumpulkan data kecepatan angular dan akselerasi linear untuk mendapatkan data keberadaan dan pergerakan suatu benda. Selain itu, beberapa IMU juga mampu mengumpulkan data magnetisasi bahan dan tekanan udara. IMU jenis ini terdiri dari kombinasi accelerometer, gyroscope, magnetometer dan barometer. Accelerometer digunakan untuk mengukur percepatan suatu benda, hal ini terkait dengan fenomena berat yang dialami oleh massa uji pada kerangka acuan perangkat. Dengan memanfaatkan dampak fenomena tersebut maka, dapat diperoleh data efek dari tumbukan antara benda. Data respon ini kemudian dapat digunakan untuk mendefenisikan kembali penyebab efek tersebut yang tidak lain adalah gaya yang bekerja ketika peristiwa itu terjadi.

Keywords
Arduino, Gaya, IMU, Sensor 10 DOF, Tumbukan.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/rb9xPc2DKMhd


Pengunaan Conceptual Change Approach dalam Modus Teks Untuk Remediasi Miskonsepsi
Andi Suhandi

Show More

Corresponding Author
Andi Suhandi

Institutions
Departemen Pendidikan Fisika,
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudhi no. 229 Bandung, Indonesia, 40154

Abstract
Abstrak Dalam pengertian yang paling sederhana, miskonsepsi diartikan sebagai keadaan konsepsi yang tidak sesuai dengan konsepsi ilmiah yang kita pemahaman saat ini. Dalam literatur pendidikan sains banyak istilah lain yang telah digunakan untuk keadaan miskonsepsi, seperti misalnya ?naive beliefs (keyakinan naif)?, ?pre-conceptions (konsepsi awal)?, ?private versions of science (versi sains pribadi)?, ?personal models of reality (model realitas pribadi)?, ?pre-instructional ideas (gagasan pra instruksional)?, unfounded beliefs (keyakinan tak berdasar)? and bahkan ?kekeliruan konsepsi?. Miskonsepsi merupakan persoalan klasik dan mendasar yang dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, dan level pendidikan. Beberapa sumber yang dapat menjadi penyebab munculnya miskonsepsi pada diri seseorang adalah pengetahuan sebelumnya (prior knowledge), pengalaman dalam keseharian (daily life experiences), bahasa (language), kultur (culture), guru (teacher), buku teks (textbook), and proses pembelajaran (teaching). Miskonsepsi memiliki dampak iringan yang berantai dal luas, mula-mula akan menghambat seseorang untuk dapat memahami suatu konten sains secara utuh yang akan berlanjut pada ketidak mampuan mengaplikasikan pengetahuan dalam proses problem solving dan lain-lain. Miskonsepsi dapat diremediasi dengan menggunakan pendekatan pengubahan konsepsi (conceptual change). Pendekatan ini dapat diterapkan pada modus teks interaktif. Dalam artikel ini akan dibahas tentang jenis-jenis modus teks pengubahan konsepsi yang bisa dikembangkan, struktur untuk setiap modus teks, format-format yang dapat digunakan, termasuk yang dipadukan dengan teknologi, serta contoh-contohnya. Gambaran hasil penelitian terkait penggunaan teks pengubahan konsepsi dalam proses pengajaran remedial juga dipaparkan dalam artikel ini.

Keywords
Miskonsepsi, Conceptual change approach, Modus teks

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/M8BhqUEVGvm2


PENDIDIKAN DI TAIWAN DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MASA KINI DAN MASA DEPAN
Sena Prayoga1,a) dan Triyanta2,3b)

Show More

Corresponding Author
Sena Prayoga

Institutions
1 Program Magister Pengajaran Fisika-ITB
2 Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Program Studi Fisika-ITB
Jl.Ganesha No.10.Bandung.
3SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science
Jl. Diponegoro 12 Bandung

a) sena.prayoga[at]gmail.com
b) triyanta[at]fi.itb.ac.id

Abstract
Pendidikan di Taiwan terus mengalami perubahan menuju arah yang lebih baik. Reformasi bidang pendidikan dilaksanakan pada semua jenjang,yakni reformasi di tingkat perguruan tinggi, tingkat pendidikan anak usia dini, tingkat pendidikan dasar dan menengah serta reformasi keguruan. Tujuan penulisan ini adalah memberikan gambaran mengenai kondisi terkini pendidikan di Taiwan, mendeskripsikan sistem pendidikan yang siap menghadapi tantangan era globalisasi dengan program-program pendidikan yang dapat menghadapi tantangan masa kini dan masa depan.

Keywords
sistem pendidikan, reformasi, revisi undang-undang

Topic
Lain-lain

Link: https://ifory.id/abstract/7hgbdwUHfzG9


Pengaruh Metode Praktikum Berbasis PBL Terhadap Penguasaan Konsep Siswa pada Materi Interaksi Mahluk Hidup dengan Lingkungannya
Enda Amelia Tarigan , Diana Rochintaniawati

Show More

Corresponding Author
ENDA AMELIA TARIGAN

Institutions
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh implementasi metode praktikum berbasis Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran IPA Terpadu untuk meningkatkan pengetahuan konsep sains siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain peneliti The Non-Equivalen Pretest-Postest Design. Sampel penelitian terdiri dari 61 orang siswa kelas VII dari salah satu SMPN di Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan tes penguasaan konsep terhadap implementasi metode berbasil PBL. Teknik analisis data menggunakan uji Normalitas, uji N-Gain, dan Uji Mann Withney yang diuji menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 and Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig 2-Tailed Mann-Whitney sebesar 0,006 < α (0,05) maka Ho ditolak dan H1 diterima. Hasil ini diperoleh dari data peningkatan penguasaan konsep untuk siswa yang menggunakan praktikum berbasis PBL sebesar 0,19 dengan kategori rendah dan untuk siswa yang menggunakan metode praktikum verifikasi sebesar 0,14 dengan kategori rendah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari implementasi praktikum berbasis PBL pada pembelajaran IPA Terpadu untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa.

Keywords
praktikum berbasis PBL, praktikum verifikasi, penguasaan konsep

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/LYMzBhVZn2D6


Inversi Resistivitas 3-D menggunakan Metode Elemen Hingga dan Adjoint State
M. Februarianto, A.D. Garnadi, H. Grandis, S. Nurdiati

Show More

Corresponding Author
Mochamad Februarianto

Institutions
ITB

Abstract
Metode Resistivitas merupakan salah satu metode eksplorasi geofisika yang memanfaatkan suatu rangkaian elektroda dengan satu pasang elektroda yang menginjeksikan arus ke bumi dan memanfaatkan sepasang atau lebih elektroda lainnya untuk mengukur beda potensial listrik. Beda potensial yang terjadi merupakan fungsi tak-linear dari distribusi resistivitas bawah permukaan yang dinyatakan oleh persamaan differensial parsial (PDP) eliptik jenis Poisson. Inversi dari potensial terukur adalah mendapatkan distribusi resistivitas bawah permukaan yang dinyatakan oleh koefisien PDP. Escript adalah sebuah solver berbasis Metode Elemen Hingga (MEH) dengan lingkungan pemrograman berbasis Python yang user friendly. Dengan menggunakan MEH bangun struktur geologi dan topografi yang tak beraturan dengan mudah terakomodasi. Untuk masalah resistivitas, Escript mengimplementasikan pendekatan potensial sekunder, dimana PDP di dekomposisi menjadi potensial primer yang diakibatkan oleh sumber arus dan potensial sekunder yang diakibatkan oleh perubahan akibat adanya distribusi resistivitas. Potensial primer dihitung secara analitik, dan masalah syarat batas untuk potensial sekunder dicari solusinya menggunakan MEH nodal. Pendekatan ini menghapuskan singularitas yang diakibatkan oleh sumber arus, dan memberikan model resistivitas 3D yang lebih akurat. Untuk menyelesaikan masalah inversi, Escript menggunakan strategi first optimize then discretize menggunakan skema quasi-Newwton dalam bentuk metode limited-memory Broyden-Fletcher-Goldfarb-Shanno (L-BFGS). Evaluasi cost-function memerlukan PDP sekunder untuk setiap pasang arus sumber dan solusi dari PDP adjoint-state yang terkait dengan gradien cost-function terhadap resistivitas bawah permukaan. Hessian dari suku regularisasi digunakan sebagai pre-conditioner, yang memerlukan solusi PDP tambahan untuk setiap langkah iterasi. Solusi PDP tambahan ini ternyata dengan natural dapat dirumuskan dengan mudah dalam kerangka MEH. Akan diperlihatkan beberapa contoh numerik berasal dari survey geolistrik skema Schlumberger secara sintetis, dan apabila ada waktu dari data survey yang dikumpulkan dari lapangan.

Keywords
Resistivitas DC, Geofisika, Escript, Metode Elemen Hingga, Python

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/LHFt49QAak6n


Pengembangan Metoda Estimasi Frekuensi dari Digitized Waveform berdasarkan Metode Zero Crossing
Eko Satria, Mitra Djamal

Show More

Corresponding Author
Eko Satria

Institutions
Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Sistem estimasi frekuensi berdasarkan metode zero crossing telah dikembangkan untuk mengestimasi frekuensi dari suatu digitized waveform. Metode estimasi frekuensi yang sering digunakan secara konvensional untuk mengestimasi frekuensi dari suatu digitized waveform adalah metode Fast Fourier Transform (FFT) dan metode Instant Zero Crossing. Namun untuk keperluan pengukuran yang membutuhkan akurasi dan ketahanan yang tinggi terhadap noise, seperti pengukuran dengan menggunakan sistem interferometer optik, metode ini tidak memadai, sehingga dibutuhkan suatu metode untuk mengestimasi frekuensi dari suatu digitized waveform dengan akurasi tinggi meski dengan adanya noise pada waveform tersebut. Dalam penelitian ini, pengembangan sistem estimasi frekuensi berdasarkan zero crossing telah dilakukan dan keunggulannya dibandingkan dengan metode FFT dan Instant Zero Crossing akan ditunjukkan.

Keywords
digitized waveform, estimasi frekuensi, fast fourier transform, zero crossing

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/CMuzH2Z7nbaN


Metode Penentuan Diameter Gelembung Nano dengan Menggunakan Metode Dynamic Light Scattering berdasarkan Gerak Brownian Partikel
Irana E Putri; dan Grace G Redhyka

Show More

Corresponding Author
Irana Eka Putri

Institutions
Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Instrumentasi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Abstract
Telah dilakukan studi awal metode pengujian berupa teknologi pengukuran untuk menentukan diameter gelembung berukuran nanometer (gelembung nano) dengan menggunakan metode dynamic light scattering (DLS). Gelembung nano memiliki karakteristik yang unik dibandingkan gelembung makroskopik pada umumnya, yaitu lifetime apung dalam medium cari yang lebih lama. Pada paper ini, digunakan metode berupa pendekatan secara numerik dengan menggunakan persamaan gerak Brownian untuk mensimulasikan skema pengujian gelembung nano. Gerak Brownian merupakan satu metode yang umum digunakan untuk menentukan diameter partikel akibat adanya gerak translasi dan rotasi suatu partikel yang konstan dalam suatu medium. Dari hasil pendekatan secara matematika, pengukuran diameter gelembung dapat dilakukan dengan adanya pengaruh koefisien difusi (D), panjang gelombang laser yang digunakan harus sekitar 60 nm (laser He-Ne), dan penurunan persamaan Stokes-Einstein. Dengan menggunakan hasil tersebut, pegukuran diameter gelembung juga dapat dilakukan secara real time (fungsi waktu) terhadap domain frekuensi. Berdasarkan hasil tersebut digunakan untuk menyusun skema aparatus percobaan pengukuran ukuran partikel yang terstandarisasi.

Keywords
Dynamic light scattering, gelembung nano, diameter gelembung, gerak Brownian, persamaan Stokes-Einstein.

Topic
Teoretik

Link: https://ifory.id/abstract/LxPgZrNbYCy6


PENINGKATAN EFIKASI DIRI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN KIMIA SMA MELALUI TEKNIK JIGSAW II
WAWAN WAHYU

Show More

Corresponding Author
WAWAN WAHYU

Institutions
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA (UPI) BANDUNG

Abstract
Efikasi diri peserta didik perlu dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran. Efikasi diri merupakan prasyarat mutlak bagi peserta didik agar dapat menumbuhkan aktivitas dan kreativitasnya sehingga sangat penting untuk dikaji dan perlu mendapatkan perhatian serius. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan efikasi diri peserta didik melalui penerapan Teknik Jigsaw II dalam kegiatan pembelajaran kimia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Subyek penelitian sebanyak 79 peserta didik kelas XI IPA tahun pelajaran 2013/2014 di salah satu SMAN kota Padang, terdiri dari kelas eksperimen (n=40) dan kelas kontrol (n=39). Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari 3 jenis, yakni kuesioner efikasi diri (KED), pedoman wawancara (PW), dan lembar observasi (LO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri peserta didik kelas eksperimen (N-gain rata-rata =0,61) lebih tinggi daripada kelas kontrol (N-gain rata-rata =0,41). Hasil wawancara menunjukkan bahwa peserta didik dan pendidik memberikan tanggapan yang positif terhadap penerapan Teknik Jigsaw II dalam pembelajaran kimia. Hasil observasi menunjukkan bahwa antusiasme belajar peserta didik cukup baik (rata-rata aktivitas=72,38). Oleh karena itu, disarankan bahwa efikasi diri peserta didik perlu dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan pembelajaran IPA pada topik dan jenjang yang berbeda.

Keywords
efikasi diri peserta didik, pembelajaran kimia, Teknik Jigsaw II

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/L2uPJpQAGMxj


Sintesis Nanokomposit Besi Oksida/Zeolit FAU Sintesis sebagai Katalis pada Proses Aquatermolisis Menggunakan Reaktor Termal Berkelanjutan
Siska Fatimah(a), Hilman Immadul Umam(a), Akfiny Hasdi Aimon(a), dan Ferry Iskandar(a,b,*)

Show More

Corresponding Author
Siska Fatimah

Institutions
a)Kelompok Keahlian Fisika Material dan Elektronik, Program Studi Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132, Indonesia
b)Research Center for Nanoscience and Nanotechnology, Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132, Indonesia
*Email : ferry[at]fi.itb.ac.id

Abstract
Data post peak living (2010) menunjukkan bahwa cadangan minyak mulai tahun 2000 sampai tahun-tahun mendatang akan mengalami penurunan. Menurunnya cadangan minyak konvensional ini berbanding terbalik dengan kebutuhan energi berbahan bakar minyak yang terus meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan suatu metode ekstraksi minyak non-konvensional yang jumlahnya melimpah menjadi minyak konvensional yang dapat digunakan sebagai bahan bakar energi. Pada penelitian ini dilakukan sintesis nanokomposit besi oksida/zeolit FAU sintesis, kemudian dilakukan evaluasi penurunan viskositasnya menggunakan reaktor termal berkelanjutan melalui proses aquatermolisis. Prekursor yang digunakan dalam sintesis besi oksida adalah FeCl3.6H2O dan NaOH. Zeolit FAU yang digunakan dalam komposit ini adalah zeolit FAU sintesis. Proses sintesis nanokomposit besi oksida/zeolit FAU sintesis diberi perlakukan termal dengan pemanasan oleh gelombang mikro dan dikalsinasi pada suhu 350oC selama 30 menit. Proses aquatermolisis dilakukan menggunakan reaktor termal berkelanjutan pada suhu 200oC. Suhu pada reaktor termal berkelanjutan mensimulasi keadaan di dalam sumur. Hasil sintesis nanokomposit besi oksida/zeolit FAU sintesis kemudian dikarakterisasi menggunakan XRD (Xray Diffraction) dan SEM (Scanning Electron Microscope) untuk memastikan nanokomposit besi oksida/zeolit FAU sintesis berhasil disintesis.

Keywords
Besi Oksida/Zeolit FAU Sintesis; Minyak; Reaktor.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/jeJcgfrX9PCW


Pembuatan Sensor Pendeteksi Aliran Gas Berbasis Ultrasound
Melany Febrina, Mitra Djamal

Show More

Corresponding Author
Melany Febrina

Institutions
Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Istitut Teknologi Bandung

Abstract
Pada penelitian ini dibangun sebuah sensor gas yang dapat mendeteksi perubahan aliran gas. Sensor gas ini terdiri dari satu buah speaker sebagai transmitter gelombang ultrasound, dan 3 buah mikrofon sebagai receiver dari gelombang ultrasound tersebut. Sensor ini dapat mendeteksi perubahan aliran dari gas berdasarkan beda fasa antara gelombang suara yang ditangkap oleh mikrofon yang berada dikiri speaker dengan gelombang suara yang ditangkap oleh mikrofon yang berada dikanan speaker. Adanya perbedaan aliran gas yang melewati sensor akan mempengaruhi pada nilai beda fasa yang dihasilkan oleh kedua mikrofon tersebut. Sensor ini telah diuji pada campuran gas CO2 dan N2. Dari hasil pengujian, sensor ini sudah cukup baik dalam mendeteksi perubahan aliran gas yang melewati sensor tersebut. Hasil pengujian telah dibandingkan dengan hasil perhitungan berdasarkan model matematika yang telah dikembangkan oleh peneliti.

Keywords
sensor gas, aliran gas, ultrasound

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/FWgzyvV8h3Dw


IMPLEMENTASI BRAIN BASED LEARNING (BBL) DAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP
Teen November Manalu (a*), Sonya Fanny Tauran (b)

Show More

Corresponding Author
Teen November Manalu

Institutions
a) Program Studi Pendidikan Matematika
FKIP Universitas Advent Indonesia
Jl.Kolonel Masturi 288 Parongpong, Bandung Barat

b) Program Studi Pendidikan Matematika
FKIP Universitas Advent Indonesia
Jl.Kolonel Masturi 288 Parongpong, Bandung Barat

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh Brain Based Learning dengan siswa yang memperoleh Contextual Teaching and Learning. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII se- Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan untuk sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-D dan siswa kelas VII-E di SMP Negeri 1 Parongpong. Dari dua kelas tersebut, yang memperoleh Brain Based Learning adalah siswa kelas VII-D dan siswa kelas VII-E memperoleh Contextual Teaching and Learning. Desain dalam penelitian ini menggunakan studi komparatif untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh Brain Based Learning dengan siswa yang memperoleh Contextual Teaching and Learning. Uji statistik yang digunakan adalah Uji beda dua rata-rata yaitu uji t pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian yang diperoleh adalah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh Brain Based Learning dengan siswa yang memperoleh Contextual Teaching and Learning. Respon siswa terhadap Brain Based Learning adalah suka dan respon siswa terhadap Contextual Teaching and Learning adalah sangat suka.

Keywords
: Brain Based Learning, Contextual Teaching and Learning dan Kemampuan Koneksi Matematis.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/G7ZCyLnBrTcV


Pemodelan Spatial Ekstrem dengan Proses Max-Stable Pada Data Curah Hujan Ekstrem di Kabupaten Lamongan
Rosna Malika (a*), Sutikno (a), Wahyu Wibowo (a)

Show More

Corresponding Author
Rosna Malika

Institutions
a) Jurusan Statistika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Kampus ITS Sukolilo Surabaya, Jawa Timur 60111
*rosna23[at]gmail.com

Abstract
Kejadian cuaca dan iklim ekstrem merupakan sesuatu yang langka dan sulit untuk dihindari serta memberikan dampak yang seringkali merugikan terhadap berbagai segi kehidupan. Berdasarkan data observasi yang ada dan perkembangan ilmu pengetahuan berkaitan dengan model iklim menunjukkan bahwa kejadian bencana alam akan semakin meningkat di masa mendatang. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan pengetahuan untuk mempelajari kejadian-kejadian ekstrem, khususnya secara spasial. Pada kasus Extreme Value Theory (EVT) univariat, data ekstrem hanya diukur dan dianalisis pada satu titik atau lokasi, namun kejadian alam seperti suhu, curah hujan, dan angin terjadi karena proses alamiah serta dipengaruhi oleh kondisi suatu tempat (unsur spasial). Spatial extremes modeling berawal dari pemodelan nilai ekstrem dengan distribusi nilai ekstrem multivariat sehingga data ekstrem pada beberapa titik lokasi observasi dipandang sebagai variabel multivariat. Kesulitan utama dalam mempelajari metode spatial extreme adalah kurangnya model yang fleksibel dan metode inferensial yang sesuai. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan lain salah satunya dengan menggunakan proses max-stable. Proses max-stable analog dengan nilai ekstrem multivariat yang mempunyai pendekatan distribusi Generalized Extreme Value (GEV). Konsep dasar proses max-stable adalah memperluas distribusi nilai ekstrem multivariat ke dimensi yang tak terbatas yaitu konteks spasial. Pada penelitian ini akan dilakukan pemodelan spatial extreme di Indonesia dengan proses max-stable model Schlather pada studi kasus data curah hujan ekstrem di Kabupaten Lamongan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat mengidentifikasi dependensi spasial curah hujan ekstrem dengan ekstremal koefisien dan madogram yang merupakan pendekatan dari variogram. Selain itu juga dapat menentukan nilai estimasi parameter distribusi Generalized Extreme Value (GEV).

Keywords
Curah hujan ekstrem, Spatial extreme modeling, Proses Max-stable, Distribusi Generalized Extreme Value (GEV)

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/DexLWFEQd43b


Efek Waktu Pemanasan Gelombang Mikro Terhadap Sifat Fotoluminensensi Carbon Nanodots
Prasiwi Handari Jati (a), Fitriyanti Nakul (a), Fitri Aulia Permatasari (a), Akfiny Hasdi Aimon (a), dan Ferry Iskandar (a, b*)

Show More

Corresponding Author
Prasiwi Handari Jati

Institutions
(a) Kelompok Keahlian Fisika Material dan Elektronik, Program Studi Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132, Indonesia

(b) Research Center for Nanoscience and Nanotechnology, Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132, Indonesia
*ferry[at]fi.itb.ac.id

Abstract
Carbon nanodots (CNDs) merupakan material yang menarik untuk diteliti karena memiliki sifat fotoluminensensi yang dapat dikontrol dan biocompatibility yang baik. Pada penelitian ini, CNDs disintesis melalui metode pemanasan gelombang mikro dari larutan asam sitrat (C6H8O7) dan urea [(NH2)2CO]. Waktu pemanasan gelombang mikro divariasikan untuk mengetahui pengaruh lamanya interaksi gelombang mikro dengan sampel terhadap sifat fotoluminesensi yang dihasilkan. Serbuk CNDs dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR) untuk mengamati ikatan molekul yang terbentuk dan Spectroflourophotometer untuk mengamati spektrum pendaran. Selain itu, serbuk CNDs dikarakterisasi menggunakan UV-Vis Spectroscopy untuk mengetahui transisi optik yang terjadi pada sampel.

Keywords
CNDs; Fotoluminensensi; Gelombang Mikro.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/UwLKrTadp8Wu


PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU DENGAN 4 STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT PADA TOPIK BINTANG
Nadia Nur Imania*, Dadi Rusdiana, Momo Rusbiono

Show More

Corresponding Author
Nadia Nur Imania

Institutions
Sekolah Pascasarjana
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Materi pelajaran ilmu antariksa merupakan salah satu materi yang dimasukan ke dalam kurikulum IPA SMP. Dilengkapi dengan fasilitas yang menunjang, ilmu antariksa akan semakin menarik untuk dipelajari. Buku teks merupakan salah satu bahan ajar yang digunakan untuk memfasilitasi siswa dalam mempelajari ilmu antariksa ini. Oleh karena itu, buku teks atau teks materi yang disusun secara lengkap, sistematis, serta sesuai dengan perkembangan kognitif maupun mental siswa sangat diperlukan. Salah satu teknik pengembangan bahan ajar yang dapat digunakan adalah 4 Steps Teaching Material Development (4S TMD). Teknik ini memiliki 4 tahap, yaitu seleksi, strukturisasi, karakterisasi, dan reduksi didaktik. Proses seleksi merupakan proses pemilihan informasi yang benar-benar diperlukan dan berhubungan langsung dengan bahan ajar yang dikembangkan. Pada proses seleksi informasi dan materi yang telah terkumpul akan disesuaikan dengan kompetensi pada kurikulum yang berlaku. Pada tahap selanjutnya, informasi yang telah terkumpul harus melalui tahap strukturisasi secara didaktis, sesuai dengan karakteristik bahan ajar. Tahap strukturisasi dimaksudkan agar ketika siswa menggunakan bahan ajar tersebut, mereka akan mendapatkan ilmu yang terintegrasi. Pada tahap karakterisasi bahan ajar yang memiliki karakteristik sulit akan dikemas menjadi lebih ringan dan sederhana dengan strategi pemblajaran tertentu. Tahapan terakhir adalah reduksi, yaitu pengurangan tingkat kesulitan bahan ajar. Pengurangan ini perlu disesuaikan dengan kemampuan siswa agar siswa dapat memahaminya dengan mudah.

Keywords
Bahan ajar, 4SMTD, IPA terpadu

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/HNGFX6yEwbtc


IMPLEMENTASI MODEL SIKLUS BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH CALON GURU FISIKA
Ade Yeti Nuryantini, Ea Cahya Septia Mahen

Show More

Corresponding Author
Ea Cahya Septia Mahen

Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract
Makalah ini berisikan pemaparan hasil penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme calon guru fisika berupa penguasaan konsep pada materi kelistrikan dan sikap ilmiah mahasiswa calon guru Fisika di Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui model siklus belajar. Penelitian dilakukan di dua kelas yaitu kelas yang menggunakan model siklus belajar dibandingkan dengan model nonsiklus belajar (kelompok kontrol). Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara penguasaan konsep dan sikap ilmiah antara kelompok yang menggunakan model siklus belajar dibanding kelompok kontrol. Jika dilihat dari rata-rata penguasaan konsep kelistrikan dan rata-rata sikap ilmiah setelah diterapkan model siklus belajar, kelas yang menggunakan model siklus belajar lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.

Keywords
siklus belajar, pemahaman konsep, sikap ilmiah

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/R2pztTUWJHxh


DESAIN PENELITIAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU TEMA CAHAYA DAN WARNA UNTUK PEMBELAJARAN IPA SMP
Uzi Fauziah

Show More

Corresponding Author
Uzi Fauziah

Institutions
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain penelitian pengembangan bahan ajar IPA Terpadu Tema Cahaya dan Warna. Bahan ajar merupakan komponen yang sangat penting untuk menunjang tercapainya Proses Belajar Mengajar (PBM) yang optimal, sehingga perlu mendapatkan perhatian yang khusus, sebab masih banyak bahan ajar yang keluasan dan kedalamannya belum sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar juga terkait dengan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru seperti yang tercantum dalam lampiran Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007, bahwa guru sebagai pendidik profesional diharapkan memiliki kemampuan mengembangkan bahan ajar sesuai mekanisme yang ada dengan memperhatikan karakteristik dan lingkungan sosial peserta didik. Kurikulum 2013 menuntut adanya keterpaduan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sehingga diperlukan pengintegrasian keterampilan, tema, konsep, serta topik. Penyajian konsep-konsep IPA pada bahan ajar IPA Terpadu diawali dengan fenomena yang ada di sekitar siswa dan membahasnya dengan tinjauan dari empat bidang kajian, yakni Fisika, Kimia, Biologi, dan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA). Salah satu fenomena yang dekat dengan siswa adalah fenomena cahaya dan warna. Cahaya dan Warna penting serta menarik untuk dipelajari karena fenomena ini dialami siswa setiap saat, dan berkaitan dengan semua benda/objek dalam kehidupan sehari-hari khususnya objek yang dipelajari dalam IPA.

Keywords
Bahan Ajar, IPA, IPA Terpadu

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/GvUfkWFqzQ8H


Page 524 (data 15691 to 15720 of 15932) | Displayed in 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats