Page 520 (data 15571 to 15600 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Merta Simbolon
Institutions
UPI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penguasaan konsep dengan keterampilan berargumentasi siswa SMA. Penguasaan konsep merupakan kemampuan siswa dalam memahami konsep Suhu dan Kalor, baik konsep secara teori maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penguasaan konsep mempengaruhi bagaimana siswa menerapkan konsep yang sudah dipelajarinya ke dalam masalah serta menjadi dasar dalam mengungkapkan argumentasi. Hasil observasi di lapangan membuktikan proses pembelajaran di sekolah belum melatihkan penguasaan konsep dan keterampilan berargumentasi secara optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dan data diperoleh dengan melakukan tes penguasaan konsep dan keterampilan berargumentasi siswa berdasarkan framework Toulmin. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara penguasaan konsep dengan keterampilan berargumentasi. Dengan memahami konsep, siswa lebih mudah mengungkapkan argumentasinya karena memiliki dasar tentang materi yang dipelajari.
Keywords
penguasaan konsep, keterampilan berargumentasi, suhu dan kalor
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
AHMAT RIFAN MAULANA
Institutions
Department of Mathematics
Faculty of Mathematics and Natural Sciences
Sepuluh Nopember Institute of Technology
Surabaya
Abstract
Kurva bentuk-telur H�gelschaffer adalah kurva bentuk-telur yang dikonstruksi dari dua buah lingkaran tak-sepusat menggunakan transformasi Newton yang diketahui sebagai hyperbolism. Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi persamaan permukaan bentuk-telur yang diperoleh dari kurva bentuk-telur H�gelschaffer yang diputar pada sumbu-x, sumbu-y dan sumbu-z, dan untuk mendapatkan rumus volume dan luas permukaan bentuk-telur, serta memvisualisasikan persamaan permukaan bentuk-telur menggunakan software GeoGebra. Kurva bentuk-telur H�gelschaffer dipilih karena persamaannya sederhana dan kurva tersebut dapat berlaku untuk empat jenis bentuk-telur, yaitu oval, pyriform, circular dan elliptical. Proses pengonstruksian persamaan permukaan bentuk-telur dilakukan dengan cara membuat sketsa kurva pada bidang-xy dan bidang-xz, kemudian kurva diputar pada sumbu-sumbu koordinat. Sedangkan, untuk mendapatkan rumus volume bangun ruang bentuk-telur digunakan integral-volume metode cakram. Luas permukaan bentuk-telur dicari menggunakan integral-luas permukaan. Visualisasi persamaan permukaan bentuk-telur dilakukan dengan memilih berbagai nilai parameter persamaan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh nilai parameter tersebut terhadap bentuk bangun ruang yang dihasilkan. Berdasarkan pembahasan, diperoleh hasil, yaitu: (i) persamaan permukaan bentuk-telur pada masing-masing sumbu putar dimana titik tengah sumbu mayor terletak di titik O(0,0,0) dan Q(p,q,r); (ii) rumus untuk menghitung volume bangun ruang bentuk-telur; (iii) luas permukaan bentuk-telur dihitung menggunakan integral luas permukaan yang diselesaikan secara numerik menggunakan integrasi numerik metode adaptive quadrature; (iv) pengaruh pemilihan nilai parameter persamaan terhadap hasil visualisasi persamaan permukaan bentuk-telur dapat menghasilkan bangun ruang bentuk bola, ellipsoid, permukaan bentuk-telur oval dan permukaan bentuk telur pyriform.
Keywords
persamaan kurva bentuk-telur H�gelschaffer, persamaan permukaan bentuk-telur
Topic
Teoretik (THE)
Corresponding Author
imanul jihad
Institutions
1 Program Studi Astronomi, FMIPA ITB, Indonesia
2 Observatorium Bosscha, FMIPA, ITB, Indonesia
3 Koyama Astronomical Observatory, Kyoto Sangyo University, Japan
Abstract
Dalam tahun 2015, Institut Teknologi Bandung (ITB) menandatangani Memorandum of Understanding dengan Kyoto Sangyou University (KSU). Salah satu perwujudan kolaborasi ITB dan KSU ini adalah dalam pengamatan Novae menggunakan spektrograf kompak NEO-R1000 (Novae and Emission line Objects with Resolution of 1000) yang dipasang pada teleskop TPOA Celestron C-11 (D=28 cm, F/10.0) didukung oleh penyangga ekuatorial Losmandy G11 di dalam gedung atap geser GAO-ITB, Observatorium Bosscha, Lembang. Spektrograf ini mengunakan slit panjang, kisi transmisi dan kamera CCD SBIG ST-8 XME. Konfigurasi unik optik dalam spektrograf ini adalah cermin kolimator dan lensa kamera yang perbandingan panjang fokusnya (3:1) menjadikannya memiliki karakteristik laju tinggi. Dengan lebar slit 65 m (4.7) dipadu dengan kisi transmisi permanen 600 baris/mm dan dilengkapi kamera CCD ST-8 XME (9 mikron per piksel, 15301024 piksel), maka diperoleh resolusi, R=/=1000 pada panjang gelombang 580 nm dengan liputan spektrum 400-800 nm. Spektrogaf NEO-R1000 memiliki alat tambahan berupa hollow cathode tube Fe-Ne-Ar yang digunakan sebagai lampu pembanding. Plastik susu (acrylic) dan lampu halogen digunakan untuk membuat spektrum flatfield sebagai kalibrator. Tujuan utama spektrograf ini adalah digunakan untuk mengamati Novae di langit selatan sebagai bagian dari jejaring spektroskopi novae KSU-ITB. Selain itu spektrograf ini dapat digunakan untuk mengamati objek-objek emisi lainnya seperti Planetary Nebulae, Komet, bintang-bintang tipe P Cygni, bintang Be dan lainnya. Spektrograf ini sukses digunakan untuk mengamati Nova Sgr2015 no 2 dalam bulan Juni 2015. Pengembangan berikutnya spektrograf tersebut dapat dipasang pada rotator untuk pengamatan optimum dari obyek-obyek membentang. Untuk mengatasi beban berlebih pada teleskop dapat dikembangkan serat optik.
Keywords
obsevational, astronomical, spectrograph
Topic
Physics
Corresponding Author
Erna Wati
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, Gd. Dewi Sartika Lt.6 Kampus A UNJ, Jl. Rawamangun Muka No. 1, Jakarta Timur 13220
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sistem pembelajaran e-learning berbasis moodle dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah pada pokok bahasan Usaha & Energi untuk Fisika SMA. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Prosedur pengembangan ADDIE memuat lima tahapan, yaitu analisis, desain, pengembangan produk, implementasi produk, dan evaluasi produk. E-learning merupakan aplikasi internet yang dapat menghubungkan antara pendidik dan peserta didik dalam sebuah ruang belajar online. E-learning tercipta untuk mengatasi keterbatasan antara pendidik dan peserta didik, terutama dalam hal waktu, ruang, kondisi dan keadaan. E-learning berbasis moodle yang disajikan menampilkan fitur seperti pembelajaran, materi, buku, latihan dan kuis yang dikemas sesuai dengan model pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran yang diterapkan dalam e-learning sesuai dengan tahapan pembelajaran berbasis massalah yaitu mengorientasikan siswa kepada masalah, mengorganisaikan siswa untuk meneliti, membimbing penyelidikan, mengembangkan dan menyajikan hasil karya serta mengevaluasi hasil. Dalam E-Learning ini menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar berpikir kritis.
Keywords
E-Learning; Pembelajaran Berbasis Masalah; Usaha dan Energi
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Jesi Pebralia
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Radiasi latar belakang gelombang mikro menunjukkan adanya distribusi temperatur foton yang tidak seragam. Ketidakhomogenan temperatur foton tersebut dapat dipandang sebagai suatu gangguan medan gravitasi yang mempengaruhi distribusi partikel-partikel penyusun alam semesta. Jenis gangguan yang dibahas dalam penelitian ini adalah gangguan skala. Persamaan gerak gangguan skalar diturunkan dari aksi skalar-tensor menggunakan perturbasi fungsi lapse dan shift vector sampai aksi orde kedua. Sifat-sifat gangguan skalar dapat diketahui dengan cara mencari power spectrum dari masing-masing gangguan tersebut. Dalam penelitian ini power spectrum masing-masing gangguan dihitung pada masa inflasi kosmik.
Keywords
Gangguan skalar, aksi skalar-tensor, power spectrum, inflasi kosmik.
Topic
Teoretik
Corresponding Author
Yulia -
Institutions
a)Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*li.yu2[at]gmail.com
b)Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Telah dilakukan penelitian mengenai perancangan dan pembuatan alat untuk pengamatan gerak partikel granular dalam drum pseudo-dua dimensi yang berputar vertikal . Alat ini mengahasilkan gerakan partikel bed yang sama dengan gerakan partikel butiran pada rotary kiln. Alat ini terdiri dari dua bagian utama yaitu penyampur material dan sensor kecepatan rotasi. Pencampur material terdiri dari motor DC, wadah pemutar, dan tiang penyanggah. Sedangkan sonsor kecepatan rotasi berupa optocoupler yang diprogram dengan mikrokontroler. Optocopler bekerja berdasarkan cahaya yang diterima. Data masukan dari sensor ini diproses oleh mikrokontroler sehingga menghasilkan kecepatan rotasi per menit (RPM) yang ditampilkan pada LCD. Untuk menghasilkan gerakan partikel yang berbeda, tegangan masukan motor dan divariasikan. Kecepatan rotasi pada bentuk gerakan tertentu ditampilkan pada LCD. Kecepatan rotasi yang berbeda menghasilkan gerakan partikel bed yang berbeda.
Keywords
Gerakan partikel granular, rotating drum, sensor kecepatan rotasi
Topic
Instrumentasi (INS)
Corresponding Author
Handika Dany Rahmayanti
Institutions
Jurusan Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Rancang bangun otomatisasi polarimeter berbasis mikrokontroler arduino telah dibuat. Studi ini didasarkan pada gelombang cahaya yang dapat mengalami polarisasi. Polarimeter merupakan alat yang digunakan untuk praktikum polarisasi. Praktikum polarisasi selama ini dilakukan dengan bantuan solar cell untuk menangkap intensitas cahaya yang melewati analisator. Tegangan yang dihasilkan solar cell sebanding dengan intensitas cahaya. Pemutaran analisator dan pencatatan data dilakukan secara manual. Pada penelitian ini dilakukan otomatisasi dengan mengontrol putaran analisator agar membentuk berbagai sudut terhadap orientasi polarisator melalui mikrokontroler Arduino Uno ATMEGA328. Alat ini kemudian dikomunikasikan dengan komputer untuk menampilkan grafis data pengukurannya. Penelitian ini menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan mata dalam mengamati intensitas cahaya pada praktikum polarisasi cahaya.
Keywords
Polarisasi, Arduino, Polarisator dan Analisator
Topic
Physics
Corresponding Author
Fajri Illahi
Institutions
ITB
Abstract
Penelitian ini mempelajari pengaruh suhu terhadap proses rekombinasi dari eksiton dan cacat pada nanopartikel ZnO di atas substrat silikon. Nanopartikel ZnO telah berhasil difabrikasi menggunakan metode spray sederhana. Disini, proses rekombinasi eksiton dan cacat struktur pada nanopartikel ZnO dipelajari melalui evolusi struktur dan karakteristik optik nanopartikel ZnO pada variasi suhu annealing pada rentang 300oC ? 800oC. Karakterisasi X-ray diffraction (XRD) dan photoluminescence (PL) digunakan untuk mengamati deformasi struktur dan emisi optik pada nanopartikel ZnO. Karakterisasi XRD menunjukkan panjang ikatan antar atom pada suhu annealing 300oC dan 600oC cenderung sama ( = 0,19774nm ? 0,19786nm), sedangkan pada annealing 800oC menunjukkan perubahan panjang ikatan. Hasil PL menunjukkan bahwa pengontrolan suhu annealing menyebabkan sampel memiliki tiga jenis emisi pada panjang gelombang ~380nm, ~520nm dan ~670.88nm yang berturut-turut berasal dari transisi elektron, kontribusi interstisial Zn dan vakansi O. Pengaturan rekombinasi eksiton dan jenis cacat pada nanopartikel ZnO bermanfaat dalam mendesain divais berbasis optoelektronik, khususnya laser dan LED.
Keywords
Nanopartikel zinc oxide, spray, annealing, cacat struktur, rekombinasi eksiton
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Waridatun Nida
Institutions
a) Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka Raya, Jakarta Timur, 13220.
*waridatunnida13[at]gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan majalah elektronik dengan model Contextual Teaching And Learning (CTL) untuk SMA kelas X pada materi pokok Suhu dan Kalor yang memenuhi kriteria baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan desain Borg and Gall. Komponen dari Model Contextual Teaching And Learning (Kontruktivisme, Inquiry, Questioning, Learning Comunity, Modelling, Reflection, Authentic Assesment). Langkah-langkah dalam mengembangkan majalah elektronik fisika adalah studi literatur , analisis kebutuhan, mendesain majalah, uji validasi, revisi, penyempurnaan. Berdasarkan hasil observasi ke lapangan denggan menggunakan kuisioner di SMA Bekasi dan Jakarta dengan responden 50 siswa(100%), diketahui 78%(39 siswa) mendukung ide mengenai pengembangan majalah elektronik fisika berbasis CTL dan 92%(46 siswa) belum pernah menggunakan majalah elektronik fisika sebagai media pembelajaran. Malajah elektronik ini disimpan dengan format exe dalam CD, flashdisk dan micro sd, sehingga dapat digunakan melalui komputer, laptop dan netbook. Pengambilan data validasi menggunakan intrumen berupa kuisioner kepada ahli materi, ahli media dan guru. Sehingga dapat disimpulkan dari analisis kebutuhan adalah pengembangan majalah elektronik berbasis Contextual Teaching And Learning dapat dijadikan media pembelajaran fisika pada materi suhu dan kalor.
Keywords
Pengembangan Majalah Elektronik, Contextual Teaching And Learning
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Agus Solehudin
Institutions
Abstract
Pada penelitian ini telah dipelajari pengaruh konsentrasi hidrogen sulfida dan temperatur terhadap laju korosi baja karbon yang direndam selama 24 jam dalam larutan 3,5% natrium klorida dengan pH 4 menggunakan metode Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Variasi konsetrasi hidrogen sulfida sebesar 50, 150, 300, 500, dan 750 ppm dan temperatur sebesar 30, 50 dan 70 oC. Analisis data hasil percobaan mengunakan metode regresi linier. Nilai konstanta β dan Q yang diperoleh adalah 0,85 dan 39,085 KJ/mol secara berurutan. Jenis korosi sumuran teridentifikasi pada permukaan spesimen dengan uji Scanning Electron Microscope (SEM).
Keywords
model, konstanta, EIS, laju korosi, baja karbon
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Dewanto Kamas Utomo
Institutions
ITB
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain pemanas sampel in situ untuk eksperimen pemantulan internal total. Penelitian ini menggunakan alat pemanas yang dibuat dari resistor batang keramik daya 20 watt. Resistor batang keramik didesain dengan melubangi bagian resistor hingga terlihat lilitan kawat bagian dalam. Resistor batang keramik dihubungkan catu daya DC sehingga pada bagian lilitan kawat akan meradiasikan panas jika dialiri arus. Sistem pengukuran panas menggunakan sensor LM35. Alat kontrol yang digunakan yaitu mikrokontroller Arduino Uno R3. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu suatu rancangan alat pemanas berbasis labview dan diketahui posisi sampel terbaik dari pemanas ke sampel untuk eksperimen pemantulan internal total.
Keywords
Resistor, LM35, Arduino
Topic
Physics
Corresponding Author
Puspita Wahyu Kirlani
Institutions
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa video pembelajaran interaktif fisika pada materi teori kinetik gas sebagai bahan ajar untuk SMA kelas XI. Video interaktif yang dikembangkangkan disusun berdasarkan tahapan model Problem Based Learning dilengkapi dengan lembar kerja siswa (LKS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan langkah-langkah dengan langkah-langkah : (1) studi literatur, (2) analisis kebutuhan, (3) desain video pembelajaran, (4) pengembangan video pembelajaran, (5) validasi, (6) uji coba produk, (7) revisi produk. Proses pembuatan media video pembelajaran terdapat tiga proses yaitu proses persiapan, tahap produksi dan pasca produksi. Penelitian ini memperoleh data dari angket analisis kebutuhan lapangan, uji validasi (ahli materi, ahli media, ahli pembelajaran) dan uji kelayakan produk menggunakan skala likert. Uji validasi dilakukan oleh dosen ahli pada masing-masing bidang, sedangkan uji kelayakan produk dilakukan terhadap peserta didik kelas XI. Penelitian ini menghasilkan video pembelajaran interaktif yang layak digunakan sebagai media pembelajaran dikelas.
Keywords
Research and Development, Video pembelajaran inteaktif, Teori kinetik gas
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
JEANDHIKA WIDI MAMARIMBING
Institutions
ADVENTIST UNIVERSITY OF INDONESIA
Abstract
This study aims to analyze (1) the difference in the improvement of mathematical problem solving ability among students who obtain MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review) cooperative learning model with students who obtain Open-Ended learning approach (2) The students response to the MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review) cooperative learning model and the Open-Ended learning approach. The samples of this study are the high school students of class X Perguruan Advent 1 Jakarta, majoring in social studies and science. The results showed that (1) the students� mathematical problem solving were improved, both in the students who are taught using MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review) cooperative learning model and those who are taught using Open-Ended learning approach, but the improvement difference was not significant (2) students who obtain MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review) cooperative learning model and students who obtain Open-Ended learning approach ended demonstrated an excellent response to the learning strategy they obtained.
Keywords
Mathematical Problem Solving Ability, the MURDER Cooperative Learning Model , The Open-Ended Learning Approach, and Student Response
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
WHISNU TRIE SENO AJIE
Institutions
a) Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Dr. Setiabudi 229, Bandung 40154, Indonesia
*whisnusenoajie[at]yahoo.com
b) Departemen Pendidikan Fisika FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Dr. Setiabudi 229, Bandung 40154, Indonesia
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak model pembelajaran Group Investigation (GI) dengan Science Literacy Circles (SLC) terhadap peningkatan literasi sains mahasiswa pendidikan Fisika pada materi Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA). Pelaksanaan perkuliahan dengan menggunakan metode SLC yang disertakan ke dalam model pembelajaran GI memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa Pendidikan Fisika tentang alternatif solusi penerapan metode dan model pembelajaran yang berfokus meningkatkan literasi sains. Ketika calon guru memiliki literasi sains yang baik, maka dengan mudah ia memberikan pembelajaran yang sesuai dalam meningkatkan literasi sains siswa. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain Non-Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan adalah tes literasi sains berdasarkan indikator literasi sains yang mengacu framework PISA 2015 meliputi knowledge (procedural, content dan epistemic), contexts (personal, local/national dan global) serta competencies (Explain phenomena scientifically, Evaluate and design scientific enquiry dan Interpret data and evidence scientifically). Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan Fisika salah satu LPTK di Kota Bandung yang ditentukan dengan teknik accidental sampling.
Keywords
Group Investigation; Science Literacy Circles; Literasi Sains
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Andri Surya
Institutions
1. Universitas Indonesia
2. Balai Besar Logam dan Mesin
Abstract
Studi penelitian ini membandingkan hasil pengelasan ulang (welding repair) antara metode Friction Stir Welding (FSW) dengan Gas Tungsten Arc Welding pada sambungan las Aluminium 5083. Lima pasang sampel Aluminium dilas dengan metode FSW menggunakan mesin frais dengan kecepatan las 29 mm/menit, kecepatan rotasi 1555 rpm dan panjang pin tool 5,0 mm berbentuk silinder berulir. Dua sampel dari hasil pengelasan tersebut dilas ulang dengan metode FSW, dengan satu sampel posisi terbalik. Dua sampel lainnya dilas ulang dengan metode GTAW sebagian dan seluruhnya. Dari identifikasi menunjukkan bahwa kekuatan tarik, kekerasan dan struktur mikro hasil pengelasan FSW lebih baik dari proses GTAW. Hal ini dikarenakan temperatur proses pengelasan FSW lebih kecil dari GTAW sehingga Heat Affective Zone (HAZ) FSW lebih kecil dari GTAW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode FSW dapat menghasilkan sifat mekanik yang baik pada sambungan las.
Keywords
Aluminum Seri 5083, Friction Stir Welding(FSW), Gas Tungsten Arc Welding (GTAW), ujian tarik, uji kekerasan, struktur mikro
Topic
Physics
Corresponding Author
ERNITA -
Institutions
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa buku pengayaan pembelajaran tentang konsep fisika pada sepeda. Metode penelitian yang digunakan yaitu research and development (R&D). Buku pengayaan yang dikembangkan berisi konsep fisika yang terdapat pada sepeda dalam bentuk buku cetak. Melalui produk yang dikembangkan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada konsep fisika secara nyata.
Keywords
Buku Pengayaan, Research and Development (R&D), Fisika
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Ayu Chintia Dewi
Institutions
Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
*ayuchyntiadewi[at]muslim.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku pengayaan pengetahuan efek rumah kaca sebagai sumber belajar fisika terutama untuk siswa yang mencapai kompetensi K.D 3.9 Kelas XI "Menganalisis gejala pemanasan global, efek rumah kaca, dan perubahan iklim serta dampaknya bagi kehidupan dan lingkungan". Metode yang diterapkan yaitu Research and Development yang mengacu pendapat Dick and Carey. Langkah yang sudah dilakukan yaitu survey di 8 SMA, 2 toko buku terkenal di Jakarta, toko buku online, dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk). Hasil survey menunjukkan sajian buku pengayaan terkait efek rumah kaca yang ada lebih fokus pada dampak yang ditimbulkan sehingga kurang ilmiah dan kurang mendalam karena hanya sebatas dalam satu subbab. Selain itu, survey di Puskurbuk memperoleh informasi tentang standar kualitas dari buku pengayaan pengetahuan yang terdiri dari empat indikator yaitu 1) materi terdiri dari lima sub, 2) penyajian terdiri dari empat sub, 3) bahasa terdiri dari dua sub, dan 4) grafika terdiri dari empat sub. Mengacu pada hasil survey dan standar kualitas buku pengayaan, ditulis draft buku pengayaan pengetahuan "Kajian Fisis Peristiwa Efek Rumah Kaca"yang terdiri dari peristiwa dan konsep fisis terjadinya efek rumah kaca, hingga mitigasi bencana dengan sajian yang lebih kontekstual, berisi ilutrasi, gambar dan menggunakan bahasa yang lebih komunikatif.
Keywords
buku pengayaan pengetahuan, efek rumah kaca, pemanasan global
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Abdul Latip
Institutions
(a*) Mahasiswa Program Magister Program Studi Pendidikan IPA SPs UPI
a_latip12[at]yahoo.com
(b) Dosen Departemen Pendidikan Kimia FPMIPA UPI
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia pembelajaran berbasis literasi sains untuk siswa SMP pada tema teknologi. Pengembangan ini didasarkan pada peran multimedia dalam pembelajaran sains yang dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna agar visi literasi sains yaitu membekali siswa dengan pengetahuan konsep sains yang benar serta mampu menerapkan konsep sains pada fenomena kehidupan sehari-hari dapat tercapai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan desain ADDIE (Analysis, Design, Developement, Implementation, Evaluation), tahap analysis, design, dan development merupakan tahap pengembangan multimedia pembelajaran berbasis literasi sains. Sementara tahap implementation dan evaluation merupakan tahap penerapan multimedia pembelajaran berbasis literasi sains pada pembelajaran di kelas di salah satu sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran berbasis literasi sains terhadap peningkatan capaian literasi sains siswa SMP pada domain konteks sebesar 83,34%, domain pengetahuan sains sebesar 57,02%, domain kompetensi sains sebesar 62,35% dan domain sikap sains sebesar 60,12%. Nilai efektifitas tersebut menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran berbasis literasi sains memiliki peranan dalam meningkatkan capaian literasi sains siswa SMP pada materi IPA dengan tema teknologi.
Keywords
Multimedia Pembelajaran, Literasi Sains, Sains dan Teknologi, IPA Terpadu
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Bayu Adi Nugraha Putra
Institutions
Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi
Program Studi Fisika
Institut Teknologi Bandung, 40132
*bay.adi[at]hotmail.com
Abstract
Standard Model merupakan salah satu model yang dapat menjelaskan dinamika partikel elementer dan interaksinya dengan baik. Namun pada energi tinggi ditemukan pengamatan yang tidak sesuai dengan Standard Model. Salah satu yang menarik adalah peristiwa electroweak symmetry breaking, dimana simetri electroweak break down menjadi simetri elektromagnetik, yang merusak sifat unitary dari Standard model. Untuk memulihkan sifat unitary tersebut, digunakan koreksi radiatif yang menyebabkan keberadaan massa Higgs ringan tidak terlihat natural. Untuk itu dikembangkan model composite Higgs di mana Higgs berupa composite dari Goldstone boson yang muncul karena peristiwa symmetry break down. Dalam pembahasan digunakan perhitungan dari symmetry break down SO(4)→SO(3). Dengan demikian diharapkan agar didapatkan sifat Higgs pada energi tinggi yang sesuai dengan data percobaan.
Keywords
Model Composite Higgs; Standard model; Symmetry break down
Topic
Physics
Corresponding Author
Ika Rahayu
Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Penelitian deskriptif ini bertujuan menganalisis konten teks konsep hidrokarbon berdasarkan struktur makro dan representasi kimia gambar pada buku teks kimia SMA/MA menggunakan kriteria keterhubungan representasi kimia GKitzia. Hasil analisis konten buku A dibandingkan dengan buku standar pada konsep kunci kimia organik, hidrokarbon, alkana dan sikloalkana, alkena dan alkuna, hidrokarbon aromatik, penamaan hidrokarbon, berturut-turut adalah: 50%, 100%, 31,8%, 47,8%, 12,5%, 59,1%. Sedangkan hasil analisis konten buku B dibandingkan dengan buku standar dengan konsep yang sama berturut-turut adalah: 50%, 83,3%, 59,1%, 52,2%, 12,5%, 59,1%; buku A dan B tidak membahas konsep turunan senyawa hidrokarbon. Hasil analisis representasi gambar menunjukkan kriteria C1 yang paling banyak pada ketiga buku adalah simbolik, dan paling dominan pada buku A sebanyak 77,4%; kriteria C2 pada buku standar dan buku A yang paling banyak adalah implisit, dan paling dominan pada buku A sebanyak 75,8%, sedangkan yang paling banyak pada buku B yaitu eksplisit sebanyak 70,2%; kriteria C3 yang paling banyak pada ketiga buku adalah sepenuhnya terkait dan terhubung, dan paling dominan pada buku standar sebanyak 83,9%; kriteria C4 yang paling banyak pada ketiga buku adalah memiliki caption yang sesuai, dan paling dominan pada buku standar sebanyak 62,9%; serta kriteria C5 pada buku standar dan buku A yang paling banyak adalah kurang terhubung, dan paling dominan pada buku A sebanyak 100%, sedangkan yang paling banyak pada buku B yaitu cukup terhubung sebanyak 69%.
Keywords
Buku Teks, Hidrokarbon, Kriteria Keterhubungan Representasi Kimia
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Anwar Dolu
Institutions
1). Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah, email: anwardolu[at]yahoo.com
2). Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat.
email: ancedin[at]bdg.centrin.net.id
3). Jurusan Teknik Penerbangan, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat
4). Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat
Abstract
Perkembangan rekayasa struktur saat ini banyak menerapkan tipe struktur dengan model langsing dan fleksibel atau dikenal dengan nama struktur fleksibel tinggi (highly flexible structures, HFS), sebagai konsekwensi minimasi ukuran struktur, reduksi berat struktur, efisiensi maupun desain aerodinamis. Terapan HFS diberbagai bidang, seperti olahraga untuk tongkat loncat galah (pole-vaulting pole), papan loncat indah, tangkai pancing (fishing rod), struktur sayap pesawat terbang dan ruang angkasa, antena dan kincir angin, struktur lepas pantai (offshore), sistem perpipaan (pipelines) dan riser, struktur kabel jembatan dan kabel tambatan (mooring) dan lain sebagainya. Dalam kerangka analisis statis, maka model struktur fleksibel tinggi, akan mengalami perpindahan yang besar (large deformations), yang mengacu pada teori hubungan �momen kelengkungan non linier (moment curvature nonlinearity)�. Penyelesaian persamaan diferensial struktur nonlinier menggunakan integrasi elliptik dan integrasi numerik. Tanggap struktur yang diperoleh berupa perpindahan, gaya-gaya dalam dan tegangan. Hasil analisis berdasarkan hubungan beban dan perpindahan yang merupakan tipe hardening stiffness, dimana tanggap sistem berdasar teori nonlinier (perpindahan dan gaya dalam) lebih kecil dibandingkan tanggap sistem teori linier. Pada beban yang kecil maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara teori linier dan nonlinier, perbedaan signifikan terjadi apabila beban semakin meningkat.
Keywords
Analisis nonlinier, HFS, moment-curvature, integral elliptik, integrasi numerik, hardening stiffness
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Asep Simbolon
Institutions
Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Advent Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara siswa yang memperoleh model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) dengan soal umum dan siswa yang memperoleh model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) dengan domain soal. Penelitian ini dilakukan di SMP N 1 Cisarua Bandung Barat dengan disain penelitian adalah studi komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP N 1 Cisarua Bandung Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-A yang memperoleh model pembelajaran ATI dengan soal umum dan kelas VIII-B yang memperoleh model pembelajaran ATI dengan domain soal. Hipotesis penelitian akan diuji dengan uji-t dengan taraf signifikansi 0.05. Hasil penelitian yang diperoleh adalah terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara siswa yang memperoleh model pembelajaran ATI dengan soal umum dan siswa yang memperoleh model pembelajaran ATI dengan domain soal. Dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran ATI dengan domain soal lebih baik dari pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran ATI dengan soal umum. Model pembelajaran ATI dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Keywords
Model Pembelajaran ATI, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Domain Soal
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
JEFFRI PARRANGAN
Institutions
Program Studi Fisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Email: jeffri7pr[at]gmail.com
Abstract
Antena adalah salah satu bagian dalam sistem komunikasi yang berfungsi sebagai pemancar dan penerima suatu sinyal komunikasi berupa sinyal EM. Pada penelitian ini dilakukan simulasi antena microstrip berbentuk segi empat dengan bahan FR4 dimana ketebalan substratnya 1.6 mm dan er = 4.6. Simulasi dilakukan dengan memberikan kombinasi slot vertikal dan slot horisontal pada bidang ground dan melihat pengaruhnya terhadap parameter returnloss antena tanpa mengubah dimensi patch radiator dari antena. Hasil simulasi dari penambahan kombinasi slot ini menunjukkan nilai return loss menjadi semakin baik yaitu sebesar -32.564 dB.
Keywords
Antena Microstrip, Return Loss, FR4
Topic
Physics
Corresponding Author
Anwar Dolu
Institutions
1. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah
2. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL),
Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat.
3. Jurusan Teknik Penerbangan, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD),
Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat
4.Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL),
Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat
Abstract
Dalam kajian ini, struktur yang ditinjau adalah bangunan lepas pantai (offshore), dengan model beban stokastik sesuai spektrum gelombang Pierson-Moskowitz (P-M). Tanggap struktur dalam hal ini adalah tanggap statistik perpindahan dalam bentuk tanggapvarians, standar deviasidan fungsi kepadatan probabilitas (probability density functions). Metode penyelesaian tanggap statistik berdasarkan teori getaran acak dengan penyelesaian rata-rata kuadrat (mean square) dengan aplikasi integral konvolusi dan transformasi Fourier serta aplikasi metode analitik sesuai persamaanFokker-Planck-Kolmogorov dan metode numerik berdasarkan simulasi Monte Carlo. Dari hasil analisis untuk model SDOF pada bangunan lepas pantai, dengan eksitasi spektrum P-M, maka diperoleh standar deviasi perpindahan txx=0,145 m . Dengan probabilitas melampaui 3.txx adalah 0.26%, maka diperoleh perpindahan x = 0.434 m. Sesuai pendekatan spektrum gelombang Pierson-Moskowitz (P-M) dengan idealisasi derau putih (white noise), maka diperoleh standar deviasi perpindahan txx=0.703m . Berdasarkan metode Fokker-Planck-Kolmogorov diperoleh standar deviasi perpindahan txx=0.703m, dan sesuai simulasi Monte Carlo diperoleh txx=0.686m.
Keywords
Tanggap stokastik, Spektrum P-M, white noise, Monte-Carlo, FPK, standard deviation, PDF.
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
Dewanto Kamas Utomo
Institutions
ITB
Abstract
Berdasarkan kebutuhan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu terhadap sampel yang diamati pada eksperimen surface plasmon resonance maka diperlukan suatu rancangan alat pemanas. Salah satu cara untuk membuat alat pemanas yang terbaik adalah menganalisa bahan isolator terbaik agar panas dari bahan konduktor dapat terfokus pada sampel. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur suhu pada dua bidang isolator yang berbeda pada pemanas 5V DC untuk mendapatkan bagian bidang isolator terbaik. Pemanas ini terbuat dari resistor batang keramik dengan resistansi 1 ohm dan daya 20 watt. Resistor batang keramik ini terdiri dari sisi yang berbeda yaitu sisi material yang terbuat dari keramik dan sisi material yang terbuat dari semen rapuh (diasumsikan seperti gypsum). Alat pengukuran suhu pada penelitian ini menggunakan sensor LM35. Alat kontrol yang digunakan pada penelitian ini adalah mikrokontroller arduino, Pengukuran ini dilakukan dengan mengukur suhu pada dua bidang yaitu bidang keramik dan bidang semen yang terdapat pada alat pemanas. Tampilan hasil pengukuran pada penelitian ini menggunakan perangkat lunak LabVIEW. Pengukuran suhu dilakukan pada masing sisi material keramik dan sisi material semen rapuh hingga suhu mencapai titik jenuh. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah suatu hasil analisa isolator terbaik untuk rancangan alat pemanas yang akan digunakan pada eksperimen surface plasmon resonance.
Keywords
suhu, isolator, resistor
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
Rini Shoffa Aulia
Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Pengukuran dosis absolut energi 6 MeV (elektron) dilakukan untuk mendapatkan besarnya dosis serap energi elektron pada kedalaman maksimum (Dmax) menggunakan ionization chamber dengan energi nominal 6 MeV dari pesawat Linac. Dosis serap dari pesawat Linac yang dipancarkan diatur untuk 200 mU. Pengukuran dosimetri absolut dilakukan dengan menggunakan detektor ionisasi jenis plat parallel (Marcus Chamber). Pengukuran dosis serap dilakukan di dalam water phantom di kedalaman maksimum pada jarak sumber radiasi ke permukaan phantom 100 cm dengan lapangan radiasi yang dibentuk oleh aplikator yang berukuran 10 cm x 10 cm. Detektor diletakkan di dalam water phantom dengan temperatur 23�C dan tekanan udara selama pengukuran adalah 101,3 kPa dengan NDwq= 1.396 Gy/nc, lalu R50 = 2.425 g/cm� dan Rel.humidity = 50%. Perhitungan hasil pengukuran dilakukan dengan mengacu pada protokol IAEA, yang terdapat pada TRS 398. Hasil yang diperoleh menunjukkan dosis serap kedalaman referensi yaitu 0,582166 nc/mU, dan dosis serap Dmax sebesar 1,788 cGy/200mU.
Keywords
Linac, water phantom, dosis, TRS 398
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Fatimah Fatimah
Institutions
Magister Fisika, FMIPA ITB
Abstract
Kebisingan merupakan salah satu masalah yang umum dialami oleh masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan yang identik dengan berbagai macam aktivitas masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mereduksi kebisingan pada suatu ruangan yaitu dengan menggunakan bahan-bahan penyerap suara yang harganya sangat mahal. Oleh karena itu dibuat suatu papan komposit penyerap bunyi dari limbah kulit pinang dengan menggunakan matriks epoxy sebagai perekat. Papan komposit dibuat dengan fraksi perekat 10%, 15%, 20% dan 25% dan selanjutnya sampel papan komposit diuji koefisien serap bunyinya. Dari hasil pengujian sampel diperoleh kesimpulan bahwa papan komposit serat kulit pinang dapat menyerap bunyi. Hal ini terlihat dari koefisien serap rata-rata papan komposit diperoleh 0,11 untuk fraksi perekat 10%, 0,06 untuk fraksi perekat 15%, 0,05 untuk fraksi perekat 20% dan 0,11 untuk fraksi perekat 25%. Hal ini sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh ISO 10534-2:1998 (GB/T 18696.2-2002) bahwa suatu material dapat menyerap bunyi jika memiliki koefisien serap bunyi lebih besar dari 0,05. Selain itu, diperoleh bahwa kerapatan suatu papan dapat mempengaruhi besar koefisien serap bunyi papan tersebut. Dari fraksi perekat 10%, 15%, dan 20% terlihat bahwa koefisien serap bunyi berkurang seiring dengan bertambahnya fraksi perekat atau bertambahnya tingkat kerapatan papan.
Keywords
Kulit pinang, koefisien serap bunyi
Topic
Physics
Corresponding Author
Kasiyama Lukitasari
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Sepanjang Sungai Brantas padat dengan pengetahuan mekanika fluida sederhana yang bermanfaat bagi kehidupan. Sungai yang berawal dari lereng curam Gunung Arjuna Malang Jawa Timur, melewati sisi timur Gunung Kawi dan mengitari Gunung Kelud ini memiliki karakteristik menarik dimana aliran awal sungai menuju ke selatan namun tidak bermuara di pantai selatan, sebaliknya bermuara di pantai utara. Fenomena ini menarik ditelaah lebih dalam sehingga menjadi sumber pengetahuan yang kontekstual. Sungai Brantas yang merupakan sungai terbesar di Jawa Timur ini menjadi tulang punggung bagi kehidupan Jawa Timur. Debit dan aliran Sungai Brantas dimanfaatkan untuk PLTA, irigasi, PDAM, air indutri dan lain-lain.. Penulis menginisiasi sebuah paper yang bertujuan untuk a) menganalisis bagaimana proses terbentuknya fenomena meanders besar aliran Sungai Brantas di Jawa Timur, b) memahami manfaat Brantas secara fisika di bidang PLTA, Irigasi, PDAM, dan Industri, c) mengembangkan paket pembelajaran kontekstual di beberapa titik Brantas. Pelaksanaan yang dilaksanakan untuk mecapai tujuan adalah survei tinjau lapangan (sepanjang Sungai Brantas dari mata air hingga ke hulu) dan melakukan percobaan sederhana di beberapa titik Sungai Brantas. Meander besar Brantas dipengaruhi oleh morfologi pegunungan tektonik dan gunung api yang masih aktif di wilayah Malang sehingga memanaskan batuan kapur selatan menjadi batuan marmer yang bersifat kedap air. Adanya marmer di selatan jawa timur ini yang membelokkan sungai ke utara. Aliran Sungai Brantas banyak digunakan dalam berbagai kebutuhan hidup, diantaranya: energi aliran sungai untuk PLTA, massa air untuk air bersih dan air minum, aliran untuk irigasi. Proses pemanfaatan air Brantas ini menggunakan beberapa konsep fisika yang bisa dijadikan sebagai pembelajaran kontektual. Selain itu, paket fisika berupa percobaan sederhana seperti pengukuran debit, kecepatan aliran, penentuan tinggi muka air dikembangkan lebih dalam untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang mekanika fluida sederhana.
Keywords
meander, morfologi pegunungan tektonik, pembelajaran fisika kontekstual
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
naim naim
Institutions
institut teknologi bandung
Abstract
Konsep pusat massa yang ada dalam ilmu fisika bisa diselesaikan dengan menggunakan integral. Secara sederhana pusat massa suatu benda yang memiliki sumbu simetri maka pusat massanya akan terletak di pusat simetrinya. Hal ini terbukti dengan menyelesaikan menggunakan integral. Dengan menggunakan integral pusat massa bola terletak di pusat jari-jarinya begitu juga kubus terletak pada seperdua panjang sisi-sisinya. Boneka pusat massa merupakan suatu benda yang memiliki bentuk yang sembarang namun bila di teliti makan boneka ini terdiri dari beberapa bentuk yang teratur yang tersusun secara teratur. Untuk mengatur boneka pusat massa ini agar bisa tetap berdiri dengan sendirinya walaupun di baringkan makan diatur agar pusat massa boneka ini terletak di bagian bawah. Kalkulus merupakan alat perhitungan yang digunakan dalam memecahkan masalah-masalah fisika. Dalam memecahkan masalah fisika ini selain mengerti rumus-rumus yang digunakan juga harus mengerti penerapan konsep fisika dalam rumus dan proses operasinya. Pemecahan masalah dalam fisika akan lebih mudah bila dibuatkan model atau praktikum sederhana.
Keywords
Kalkulus, Integral, Fisika, Pusat massa
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
DYNA PURNAMA ALAM
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - Indonesia
Telp. 022-2013163 Fax. 022-2013651
Abstract
Kemajuan era globalisasi di dunia sains yang begitu pesat sehingga kehidupan masyarakat harus siap untuk bekerja keras. Salah satu untuk menyesuaikan diri dalam kemajuan era globalisasi yaitu dibutuhkannya masyarakat yang berliterasi sains. Literasi sains merupakan pemahaman konsep maupun penerapan dari sains untuk menyelesaikan permasalahan secara efektif dan bertanggung jawab. Namun kemampuan ini belum optimal dilatihkan oleh proses pembelajaran sains. Peneliti mencoba untuk menemukan cara melatih literasi sains melalui rekonstruksi pembelajaran sains berdasarkan profil analisis literasi sains. Penelitian yang akan dilakukan yaitu merekonstruksi rancangan rencana pelaksanaan pembelajaran sains melalui analisis kesulitan literasi sains siswa SMP kelas VII pada topik gerak lurus. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif jenis survei dengan analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung dengan jumlah sampel sebanyak 124 orang siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung menggunakan pengambilan sampel acak. Dari hasil penelitian persentase profil literasi sains siswa pada domain kompetensi diperoleh 46,64% aspek menjelaskan fenomena ilmiah, 65,93% aspek mengevaluasi dan merancang penelitian ilmiah dan 48,66% aspek menginterpretasikan data dan bukti ilmiah. Sedangkan pada domain pengetahuan diperoleh 55,91% aspek konten, 62,09% aspek prosedural dan 38,84% aspek epistemik. Berdasarkan hal di atas, maka rekonstruksi menekankan pada aspek domain yang paling rendah diantara kedua aspek domain yang lainnya. Aspek menjelaskan fenomena ilmiah dari domain kompetensi dan aspek epistemik dari domain pengetahuan akan dijadikan acuan untuk merekonstruksi rencana pembelajaran sains yang melatihkan literasi sains.
Keywords
Rekonstruksi, Profil Literasi Sains, Domain Kompetensi, Domain Pengetahuan
Topic
Pembelajaran (EDU)
Page 520 (data 15571 to 15600 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats