Page 527 (data 15781 to 15810 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Kamirul Kamirul
Institutions
(a) Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.
Abstract
Timbangan merupakan alat ukur yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengukuran massa biasanya dilakukan secara manual dengan menggunakan timbangan manual. Definisi timbangan itu sendiri adalah sebuah alat ukur untuk mengetahui massa suatu benda dengan menggunakan prinsip perubahan besaran fisis (gaya berat). Dalam pemanfaatannya timbangan digunakan di berbagai bidang namun untuk mendapatkan yang digital diperlukan biaya yang cukup besar. selain itu pada umumnya timbangan digital tidak dapat merekam hasil pembacaan sehingga pengguna harus mencatat sendiri hasilnnya. Berdasarkan dari penjelasan diatas , maka dirancanglah suatu alat timbangan elektronik dengan load sensor. Alat ini dirancang menggunakan satu buah load cell yang berisi pegas (spring) logam mekanik dengan mengaplikasikan beberapa foil metal strain gauges (SG). Pengukuran sinyal yang dihasilkan dari load cell adalah dari perubahan resistansi strain gauge yang linier dengan gaya yang diaplikasikan Bagian mekanik dirancang sedemikian rupa sehingga timbangan dapat mengukur massa dengan optimal. Keluaran sensor berupa sinyal tegangan kemudian diolah di mikrokontroller untuk ditampilkan sebagai hasil pembacaan timbangan dan hasilnya dapat disimpan. Timbangan ini dirancang untuk dapat mengukur massa dengan range sampai 20 Kg.
Keywords
Load cell, timbangan, berat, massa
Topic
Physics
Corresponding Author
Asril Pramutadi Andi Mustari
Institutions
(1) Program Studi Magister Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia
(2) Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, Departemen Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Telah dilakukan simulasi mengenai interaksi air yang dijatuhkan pada ketingian tertentu dari fluida minyak menggunakan metoda Moving Particle Semi-Implicit atau MPS. MPS merupakan metoda komputasi tanpa grid (grid-less method) dan berorientasi pada gerak partikel penyusun sistem. Metoda MPS digunakan sebagai hasil simulasi yang akan divalidasi dengan eksperimen. Sistem yang disimulasikan berupa aliran air dari ketinggian 10 cm, 20 cm dan 30 cm dari permukaan minyak yang berada pada suatu wadah berdimensi 15 cm x 4 cm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa air akan mendesak minyak saat mencapai permukaan atas minyak serta tidak terjadi pencampuran homogen antara air dan minyak. Aspek Fisis yang akan ditinjau berupa tekanan awal partikel air saat dijatuhkan dari wadah, tekanan antar muka fluida saat pertama kali bersentuhan dan saat air telah mendesak semua partikel minyak keluar dari wadah.
Keywords
Air, Minyak, Tekanan, Metoda MPS, Partikel
Topic
Fisika Nuklir
Corresponding Author
Vina Agustina Gultom
Institutions
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Telah dilakukan analisis terowongan angin sirkuit terbuka dengan tiga variasi diameter honeycomb menggunakan simulasi CFD. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil penelitian secara eksperimen yang telah dilakukan di Laboratorium Fisika Energi, Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta dengan hasil secara komputasi. Dengan cara memvariasikan honeycomb ke ukuran diameter sebesar 6 mm, 8.5 mm dan 18 mm bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi diameter honeycomb terhadap laminarisasi Perhitungan analisis dilakukan dengan menggunakan data kecepatan angin ditiap-tiap diameter honeycombnya. Data kecepatan angin yang dihasilkan pada simulasi ini berupa warna, dimana warna-warna tersebut menunjukan besaran, sebesar 7.7x101 - 1.55x103, 7.53x101 - 1.51x103, 3.64x101 - 1.76x103. secara berturut-turut ditiap-tiap diameter honeycomb. Hasil yang diperoleh ini menunjukan bahwa adanya kesamaan fluktuasi kecepatan angin dengan hasil eksperimen.
Keywords
terowongan angin, honeycomb, kecepatan angin, CFD
Topic
Energi
Corresponding Author
ALLEXANDER GUMAWANG
Institutions
a) Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Gedung F Lantai II, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo-Surabaya 60111
*allexander.gumawang[at]gmail.com
b) Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Gedung F Lantai II, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo-Surabaya 60111
Abstract
Yogyakarta adalah kota wisata dan kota pelajar yang membutuhkan mobilitas cukup tinggi. Percepatan pertambahan transportasi pribadi dan perlambatan pembangunan sistem jaringan transportasi publik (angkutan umum dan infrastruktur jalan) menimbulkan masalah. Masalah tersebut adalah kemacetan. Salah satu solusi yang diberikan oleh pemerintah D.I. Yogyakarta pada tahun 2008 adalah dibangunnya sistem jaringan Bus Rapid Transit (BRT), yang dikenal di D.I. Yogyakarta dengan nama Trans Jogja. Selama beroperasi, Trans Jogja mendapat sambutan baik dari masyarakat, namun pelayanan Trans Jogja masih perlu ditingkatkan. Pelayanan Trans Jogja yang perlu ditingkatkan adalah ketepatan waktu, sinkronisasi jadwal antar Trans Jogja, dan keteraturan jadwal operasional Trans Jogja. Pada penelitian ini, peneliti akan mengusulkan sebuah kajian analisis penjadwalan ulang Trans Jogja. Teori dasar yang digunakan untuk analisis adalah aljabar max-plus. Diharapkan dengan teori aljabar max-plus didapatkan jadwal teratur, keberangkatan Trans Jogja di setiap titik pertemuan menunggu kedatangan Trans Jogja lain untuk menjamin penumpang berpindah jalur sesuai dengan tujuan yang diinginkan, dan keberangkatan Trans Jogja di setiap titik pertemuan sesegera mungkin.
Keywords
Aljabar max-plus; Trans Jogja, Penjadwalan; Sinkronisasi
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
siti sachlia
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problematika kehidupan yang dihadapinya. Salah satu aspek penting dari pembelajaran sains adalah pengamatan peristiwa. Maka salah satu yang harus dikedepankan di dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam dipandang sebagai proses adalah mengembangkan keterampilan proses siswa. Namun fakta dilapangan menunjukan bahwa selama proses pembelajaran berlangsung, metode pembelajaran yang digunakan masih menekankan pada aspek pengetahuan saja tanpa melakukan pengamatan langsung terhadap gejala alam yang berkaitan. Sehingga hal ini menyebabkan kurang terfasilitasinya pengembangan keterampilan proses sains pada siswa dan kurang maksimalnya pemahaman siswa terhadap pengamatan langsung sehingga memungkinkan terjadinya kesalahfahaman konsep fisika khususnya pada gerak transisi yang terjadi pada bidang miring dan bidang datar.Tujuan dari penelitian ini adalah mengamati gerak transisi,benda tegar pada dua bidang yaitu bidang miring dan bidang datar dengan mengkaji Konsep dinamika melalui kajian teoritik dan eksperimen melalui alat praktikum gerak bidang datar dan bidang miring sederhana. Data awal yang diuji adalah dengan membandingkan waktu yang diperoleh secara eksperimen dan secara teori, yang didapat dari melewatkan objek penelitian (balok dan silinder kayu) pada papan bidang miring 1.53 meter dengan variasi sudut 30 derajat-50 derajat. Dengan menggunakan persamaan matematis dinamika untuk gerak translasi maka akan diperoleh �k sebesar 0.441 dan kemudian akan diperoleh juga data kesesuaian waktu secara teori dan eksperimen.
Keywords
Gerak transisi, Koefisien Gaya Gesek, Dinamika Gerak.
Topic
Physics
Corresponding Author
Asril Pramutadi Andi Mustari
Institutions
(1) Program Studi Magister Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia
(2) Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, Departemen Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Simulasi model kecelakaan reaktor nuklir, khususnya pelelehan reaktor, dapat dimodelkan dengan menggunakan simulasi sederhana. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memodelkan kasus pelelehan reaktor adalah metode Moving Particle Semi-Implicit (MPS). Dalam penelitian ini, dilakukan pengamatan terhadap proses stratifikasi cairan immiscible melalui simulasi dan diverifikasi melalui eksperimen. Hasil simulasi yang diperoleh menunjukkan bahwa kerapatan cairan berpengaruh signifikan terhadap proses stratifikasi. Selain itu, viskositas kinematika cairan juga berpengaruh pada laju penetrasi cairan dalam membentuk stratifikasi.
Keywords
cairan immiscible, pemodelan stratifikasi cairan, meshless, metode MPS
Topic
Fisika Nuklir
Corresponding Author
Resti Warliani
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E dengan pendekatan TBCT (Technology Based Constructivist Teaching) pada materi gelombang mekanik dalam meningkatkan kemampuan memahami siswa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode quasi eksperiment dengan desain the randomized pretest�posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIA (matematika dan ilmu pengetahuan alam) pada salah satu SMA di kabupaten Garut dengan sampel sebanyak dua kelas yang dipilih dengan metode randomized sampling class. Dua kelas tersebut dibedakan menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran Learning Cycle 7E dengan pendekatan TBCT sedangkan kelompok kontrol mendapatkan pembelajaran Learning Cycle 7E dengan pendekatan CT . Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes kemampuan memahami. Analisis data yang dilakukan dengan menghitung skor rata-rata gain yang dinormalisasi dibantu dengan SPSS Statistic 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning cycle 7E dengan pendekatan TBCT secara signifikan dapat lebih meningkatkan kemampuan memahami siswa daripada penerapan model pembelajaran Learning cycle 7E dengan pendekatan CT pada materi gelombang mekanik.
Keywords
Model pembelajaran learning cycle 7E, TBCT, Kemampuan memahami
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Yudiansyah Akbar
Institutions
Nuclear Physics and Biophysis Research Division
Bandung Institute of Technology
Abstract
Telah dilakukan pemetaan spasial 2D distribusi potensial listrik gelombang EEG pada penderita skizofrenia dan subjek normal. Sampel pada penelitian ini sebanyak 4 orang, terdiri dari 2 penderita skizofrenia dan 2 orang subjek normal sebagai kelompok kontrol. Perekaman data penderita skizofrenia dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, sedangkan perekaman subjek normal dilakukan di Laboratorium Biofisika ITB. Subjek direkam menggunakan Neuroheadset Emotiv Epoc (Brain Computer Interface and Scientific Contextual EEG) dengan menggunakan 14 elektroda, yaitu AF3, F7, F3, FC5, T7, P7, O1, O2, P8, T8, FC6, F4, F8, AF4 dan 2 elektroda referensi. Lama perekaman masing-masing subjek berkisar 4-6 menit pada saat resting state. Durasi pencuplikan data selama 3 menit kemudian diolah dan dianalisis menggunakan centering, filtering kemudian dilakukan pemetaan distribusi potensial listrik menggunakan software Matlab 2010a. Hasil pemetaan distribusi potensial listrik menunjukan penurunan aktivitas lobus frontal pada penderita skizofrenia. Hal ini dapat dilihat dari kontur warna lobus frontal pada subjek normal lebih merah di banding penderita skizofrenia. Hasil kuantifikasi data menunjukkan rata-rata penurunan potensial listrik lobus frontal pada penderita skizofrenia sebesar 54.56 μV.
Keywords
pemetaan distribusi potensial listrik, gelombang otak, EEG, skizofrenia
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Dian Ahmad Hapidin
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Sensor lengkung (bend sensor) banyak digunakan sebagai biomekanik, penelitian ergonomis, pengukuran aliran fluida, dan kontrol industri. Sensor lengkung yang dijual dipasaran hanya memiliki satu axis lengkungan, sehingga tidak dapat digunakan untuk aplikasi yang memerlukan pengukuran kelengkungan ke segala arah. Pada paper ini dibangun sensor lengkung yang dapat dilengkungkan ke segala arah menggunakan LDR dan LED. Sensor lengkung dibuat dari bahan elastis yang memiliki koefisien absorpsi tertentu. Sinar dari LED ditembakkan melewati bahan elastis tersebut menuju LDR. Berdasarkan hukum lambert-beer intensitas sinar akan berkurang sebanding dengan eksponen jarak tempuh dan koefisien atenuasi. Ketika sensor dilengkungkan, maka jarak tempuh lebih jauh. Sehingga intensitas cahaya akhir pun merupakan fungsi dari kelengkungan sensor. Dari hasil kalibrasi, sensor yang dibangun memiliki fungsi transfer yang eksponensial.
Keywords
Lambert-beer law, LDR, LED, Sensor lengkung
Topic
Physics
Corresponding Author
Asril Pramutadi Andi Mustari
Institutions
(1)Program Studi Magister Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia
(2)Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, Departemen Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Gerakan air jatuh dan percikan air merupakan fenomena yang selalu kita dapati di kehidupan sehari-hari. Fenomena ini dapat diaplikasikan hingga pada kasus reaktor nuklir. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bentuk pergerakan air jatuh dan percikannya pada permukaan padat, yang disimulasikan dengan program code MPS berbasis bahasa C. Dilakukan beberapa variasi parameter, yakni jarak sumber air dan permukaan, serta lebar celah sumber air. Variasi ini dilakukan untuk melihat hubungan antara parameter dan gerak jatuh air dan percikannya. Adapun pada simulasi ini, di verifikasi benar tidak nya dengan melakukan eksperimen menggunakan alat sederhana. Didapat hasil pada MPS mendekati keadaan nyata eksperimen.
Keywords
Air, Tekanan, Metoda MPS, Partikel
Topic
Fisika Nuklir
Corresponding Author
Hasan Albanna
Institutions
a) Program Studi Astronomi, Universitas Leiden, Belanda
*hasanalb5[at]gmail.com
b) Program Studi Astronomi, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Abstract
Sebagai salah satu cabang ilmu tertua dunia, astronomi masih kurang mendapatkan perhatian masyarakat Indonesia. Fakta ini sangat disayangkan, mengingat Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara dalam hal pengembangan astronomi. Salah satu faktor utamanya adalah ketidaktersediaan teleskop di daerah. Kami, dengan konsep "OpenTelescope", mencoba menjangkau daerah-daerah tersebut. Pada prinsipnya, "OpenTelescope" adalah pengendalian teleskop jarak jauh melalui koneksi internet dan terbuka bagi umum, sehingga institusi pendidikan tidak harus memiliki teleskop untuk dapat memberikan pengalaman mengamati langit bagi masyarakat sekitarnya. Pengembangan konsep ini diharapkan dapat jauh memudahkan pembelajaran astronomi di Indonesia.
Keywords
Pembelajaran, Teleskop
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Meilin Imelda Tilukay
Institutions
Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura
Combinatorial Mathematics Research Group, Faculty of Mathematics and Natural Sciences,
Institut Teknologi Bandung
Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura
Abstract
Misalkan G = (V,E) adalah suatu graf. Suatu fungsi f : V ∪ E → {1, 2, ⋯, k} dari graf G disebut pelabelan-k total tak teratur total jika untuk setiap dua titik yang berbeda x dan y di V(G) bobot titik x dan titik y berbeda dan untuk setiap dua sisi yang berbeda xy dan uv di E(G), bobot sisi xy dan sisi uv juga berbeda, dimana bobot dari titik x adalah penjumlahan dari label titik x dan label-label semua sisi yang terkait dengan titik x, dan bobot xy dari sisi xy adalah penjumlahan dari label sisi xy, label titik x, dan label titik y. Bilangan bulat positif terkecil k sedemikian sehingga suatu graf G mempunyai pelabelan-k total tak teratur total didefinisikan sebagai nilai ketakteraturan total dari G, dinotasikan dengan ts. Pada makalah ini, ditentukan nilai ketakteraturan total dari t-copy gabungan terpisah dari hasil korona graf lintasan dengan graf lintasan, graf lingkaran, dan graf bintang.
Keywords
hasil hasil korona, lintasan, nilai ketakteraturan total, pelabelan-k total tak teratur total
Topic
Teoretik (THE)
Corresponding Author
CHAIRUL ASPAN SIREGAR
Institutions
a) SMP Negeri 2 Merbau
Jalan Yos Sudarso, Kepulauan Meranti 28752, Indonesia
b) SEAMEO QITEP in Science
Jl. Diponegoro No. 12 Bandung 40115, West Java, Indonesia
P. +62 22 4218739
F. +62 22 4218749
www.qitepscience.org
Abstract
Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran perbedaan peningkatan keterampilan proses sains (KPS) siswa SMP setelah diberikan perlakuan dengan penggunakan inquiry lab dalam pembelajaran Listrik Dinamis. Metode penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain penelitian Non Randomized Control Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah siswa kelas IX semester I pada tahun ajaran 2015/2016 di salah satu SMP di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 52 siswa yang dibagi menjadi dua kelas, 26 siswa pada kelas eksperimen dan 26 siswa pada kelas kontrol. Hasil penelitian diperoleh melalui analisis tes KPS yang dilakukan pada saat sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan Uji-t dengan tingkat kepercayaan atau α = 0,05, disimpulkan penggunaan inquiry lab lebih efektif dalam meningkatkan KPS siswa dibandingkan penggunaan lab verifikasi dalam pembelajaran Listrik Dinamis.
Keywords
keterampilan proses sains, inquiry lab dan lab verifikasi
Topic
Physics
Corresponding Author
Saprudin M.Pd.
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara
Abstract
Artikel ini merupakan bagian dari penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan media video tutorial model discovery learning pada materi tekanan hidrostatis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Pada artikel ini dipaparkan hasil uji kelayakan media video tutorial model discovery learning menurut ahli materi, ahli media pembelajaran, ahli pedagogik dan juga guru-guru fisika sebagai pengguna media. Data uji kelayakan media video dikumpulkan melalui teknik non tes dengan instrumen angket. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil uji kelayakan media menurut ahli materi fisika dikategorikan sangat baik (76,4%), menurut ahli media pembelajaran dikategorikan baik (71,8%), menurut ahli pedagogik dikategorikan baik (72,2%), menurut guru fisika terkait aspek desain media dan keterlaksanaan sintaks model discovery learning dikaterorikan sangat baik dengan besar persentase masing-masing sebesar 81,4% dan 83,5%. Berdasarkan hasil uji validasi disimpulkan bahwa media video tutorial model discovery learning yang dikembangkan telah layak untuk ditindaklanjuti pada uji coba secara terbatas.
Keywords
Media pembelajaran, Video tutorial, Model discovery learning
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Arfian Alimansyah
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Hari ini, saham merupakan sebuah komoditas yang semakin sering ditransaksikan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah saham yang ditransaksikan maupun jumlah trader saham. Dengan alasan ini, maka diperlukan analisis saham yang dapat dipercaya. Salah satu cara untuk melakukan analisis saham adalah dengan melakukan pendekatan secara stokastik kepada dinamika perubahan nilai saham tersebut. Dalam sebuah sistem stokastik, pergerakan data tidak mengikuti sebuah persamaan tertentu sehingga untuk memperkirakan pergerakannya akan digunakan sistem probabilitas. Terdapat beberapa cara untuk memperkirakan pergerakan stokastik dan Hidden Markov Model (HMM) merupakan salah satunya. Pada penelitian ini, akan dilakukan simulasi HMM kepada 10 saham yang ada di indonesia. Dimana akan di bandingkan hasil simulasi 5 saham bluechip dengan 5 saham non-bluechip.
Keywords
Fluctuation Rate, Hidden Markov Model, Return Price, RMSE
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Agung Nugraha
Institutions
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
Abstract
Sifat koligatif larutan merupakan salah satu konsep kimia yang memiliki karakteriristik sebagai konsep abstrak dengan contoh yang konkret. Melalui penelitian kelas dilakukan penggunaan Modul Elektronik (E-Module) pembelajaran pada konsep sifat koligatif larutan untuk mengembangkan kemampuan literasi kimia terhadap Siswa. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa pada pembelajaran sifat koligatif larutan berbantuan E-Module untuk mengembangkan kemapuan literasi kimia di kelas dan menganalisis kemampuan literasi kimia siswa pada pembelajaran sifat koligatif larutan berbantuan E-Module di kelas. Subyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI F 2 SMK Farmasi As-Shifa Ciparay dengan jumlah siswa 39 orang, jumlah laki-laki 5 orang dan jumlah perempuan 34 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar observasi aktivitas siswa dan guru, dan tes kemampuan literasi siswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil observasi aktivitas siswa dan guru dengan interprestasi baik sekali dan kemampuan literasi kimia siswa berdasarkan kelompok tinggi, sedang, dan rendah masuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 77. Proses pembelajaran dengan penggunaan E-Module padakonsep sifat koligatif larutan dapat mengaktifkan siswa dengan baik dan dapat mengembangkan kemampuan literasi kimia siswa pada konsep sifat koligatif larutan.
Keywords
E-Module pembelajaran sifat koligatif larutan, literasi kimia siswa, konsep sifat koligatif larutan.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
L M Sabri
Institutions
Program Studi S-3 Ilmu Teknik Geomatika, Program Pascasarjana Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Abstract
Perataan kuadrat terkecil jaring gayaberat bertujuan untuk menentukan nilai gayaberat absolut definitif titik-titik pengukuran dan konstanta drift gravimeter. Data gayaberat relatif yang digunakan pada penelitian ini merupakan hasil pengukuran dengan Gravimeter Scintrex CG-5 yang memiliki ketelitian 5 microgal. Perataan jaring ini melibatkan data gayaberat di 82 lokasi di Kota Semarang yang diukur pada tahun 2014. Skenario perataan bertahap pada penelitian ini adalah mengolah 62 baseline hasil ukuran 25 September 2014 hingga 28 September 2014 dan mengolah kontribusi 43 baseline hasil ukuran tanggal 29 September 2014 hingga 1 Oktober 2014. Nilai gayaberat absolut hasil perataan secara langsung dan secara bertahap relatif sama. Adapun drift alat yang dihitung dengan perataan kuadrat terkecil secara langsung adalah 0,013 mgal/jam, sementara drift alat secara bertahap secara berturut-turut adalah 0,019 mgal/jam dan 0,004 mgal/jam. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa teknik perataan kuadrat terkecil dengan solusi bertahap memiliki kemampuan untuk mendeteksi perubahan drift alat.
Keywords
perataan kuadrat terkecil, solusi bertahap, gayaberat, drift
Topic
Physics
Corresponding Author
Andrian Wijayono
Institutions
a) Laboratorium Fisika-Mekatronika Tekstil
Jurusan Teknik Tekstil, Politeknik STTT Bandung
Jalan Jakarta No.31, Bandung 40272, Indonesia
*putravgv[at]stttekstil.ac.id
Abstract
Densitas panjang pada benang merupakan salah satu faktor penentu mutu benang sebagai suatu material tekstil. Densitas panjang pada benang secara umum dijabarkan sebagai variabel nomor benang tex. Densitas panjang pada benang dan nomor benang memiliki hubungan (d_{yarn}=0,04sqrt{tex}). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sebuah metode untuk menentukan densitas panjang benang dengan menggunakan diameter benang yang diperoleh dari pengolahan citra digital.
Keywords
Desitas Panjang, Diameter, Pengolahan Citra Digital, Benang, Tex
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Putri Hanifah Liani
Institutions
1. Theoretical High Energy Physics and Instrumentation Group, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
2. Magnetic and Photonics Physics Group, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
3. Institut Teknologi Sumatra, Lampung, Indonesia
Abstract
Pada sensor serat optik berstruktur taper, geometri sensor menjadi parameter utama yang dapat mempengaruhi sensitivitas sensor. Fabrikasi sensor serat optik dengan struktur taper dilakukan dengan pemanasan menggunakan gas LPG dan oksigen sambil ditarik secara perlahan oleh tapering rig. Tapering rig terdiri dari sebuah pengendali motor stepper berbasis controller SMCI35 yang berfungsi untuk mengatur pergerakan stage. Struktur taper berdiameter 100nm dapat dihasilkan. Hasil eksperimen dapat dijelaskan secara kuantitatif menggunakan geometri ruang.
Keywords
sensor serat optik; surface plasmon resonance; tapered
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
Yustiandi yustiandi
Institutions
SMAN CAhaya Madani Banten Boarding School,
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Interpretasi grafik merupakan salah satu bagian yang penting dalam mempelajari sains. Interpretasi grafik merupakan bagian dari representasi yang menunjukkan pemahaman konseptual siswa. Penelitian ini difokuskan pada profil kemampuan interpretasi grafik kinematika siswa SMA kelas X salah satu SMA di Banten. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik survey. Sampel penelitian sejumlah 21 siswa yang telah memperoleh pembelajaran Kinematika gerak lurus. Instrumen tes yang digunakan merujuk pada tes standar Test of Understanding Graphs- Kinematics version 2.6 (Robert J. Beichner ). Hasil penelitian menunjukkan beberapa kesulitan terbanyak siswa diurutkan sebagai berikut. Pertama, mendeskripsikan grafik posisi benda sebagai fungsi waktu untuk benda yang bergerak dengan percepatan tertentu (soal no 9) . Hanya 14 % siswa yang menjawab benar soal. Kedua, Penentuan perubahan posisi benda ketika kecepatan benda setiap saat dideskripsikan dalam grafik ( soal no 4, 19 %). Ketiga, penentuan kecepatan sesaat yang dimiliki benda dari grafik posisi sebagai fungsi waktu ( soal no 3, 29 %).
Keywords
Interpretasi Grafik, Kinematika, SMA
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Lintang Ratri Prastika
Institutions
Jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Dr. Setiabudi No.29, Bandung, Indonesia
*lintang.r.prastika[at]gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian prestasi belajar siswa setelah digunakan I-games dalam pembelajaran, efektifitas pembelajaran menggunakan I-games, serta tanggapan siswa mengenai penggunaan I-games dalam pembelajaran fisika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lemah (weak experimental) dengan desain penelitian the one group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah kelas X-C di salah satu SMA Negeri di kota Bandung. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes prestasi belajar (pretes dan postes), angket, dan observasi. Hasil penelitian yang diperoleh selama tiga pertemuan adalah siswa mengalami peningkatan prestasi belajar sebesar 39,2% untuk pertemuan ke-1; 44,9% untuk pertemuan ke-2; dan 46,8% untuk pertemuan ke-3. Efektifitas pembelajaran pertemuan ke-1 dan ke-2 tergolong sedang, dan pertemuan ke-3 tergolong tinggi. Sebanyak 73,77% siswa memberikan tanggapan yang baik terhadap penggunaan I-games dalam pembelajaran fisika di kelas. Dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan setelah digunakan I-games dalam pembelajaran.
Keywords
instructional games, prestasi belajar, efektivitas
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Irnin Agustina Dwi Astuti
Institutions
Universitas Indraprasta PGRI
Abstract
Telah dilakukan eksperimen penentuan massa jenis air dengan menggunakan metode Microcomputer Based Laboratory (MBL). Eksperiman ini bertujuan untuk menentukan nilai massa jenis air sesuai teori hukum Archimedes. Massa jenis adalah perbandingan massa terhadap volume zat. Massa jenis air secara teori adalah 1000 kg m-3. Alat dan bahan yang digunakan pada eksperimen ini diantaranya yaitu laptop, Software Logger Pro, Apparatus hukum Archimedes, sistem MBL (LabQuest mini interface, force sensor), air (fluida) dan jangka sorong. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah dengan analisis regresi liniear yaitu hubungan antara gaya angkat Fa terhadap Volume benda yang tercelup V. Nilai massa jenis air yang diperoleh dalam eksperimen sebesar (1029�23.01) kg m-3,dengan ralat relatif sebesar 2.9 %. Hal ini tidak sama dengan nilai secara teori dikarenakan pengaruh suhu di dalam ruangan pada saat melakukan eksperimen.
Keywords
archimedes, massa jenis air, MBL
Topic
Physics
Corresponding Author
Mulyanto Mulyanto
Institutions
Laboratorium Fisika Teoretik,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Dalam tulisan ini diperoleh solusi eksak dari gerak menggelinding benda dengan massa berkurang yang diaplikasikan pada gerak ban kendaraan bermotor. Gerak ban yang ditinjau berupa gerak diperlambat saat kendaraan mengalami pengereman hingga berhenti. Metode yang digunakan adalah dengan menyelesaikan persamaan diferensial non linear yang diperoleh dari persamaan Newton untuk gerak rotasi dengan massa yang bergantung waktu. Diperoleh, untuk variasi gaya pengereman konstan antara 0-50 N, waktu dari sejak gaya diberikan hingga benda berhenti relatif singkat sekitar 0.8 detik. Hasil ini diakibatkan asumsi yang digunakan dalam tulisan ini dimana gaya pada mesin kendaraan bermotor dianggap tidak mempengaruhi gerak dari benda saat terjadi pengereman.
Keywords
Ban kendaraan, gaya pengereman
Topic
Fisika Teoretik
Corresponding Author
Diah Chaerani
Institutions
Program Studi S1 Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21 Jatinangor Sumedang 45363
d.chaerani[at]unpad.ac.id, man.msie[at]gmail.com, stanleypd[at]bdg.centrin.net.id
Abstract
Makalah ini membahas bagaimana penggunaan software aplikasi Maple dalam proses belajar mengajar kelompok keilmuan Riset Operasi dan Optimisasi, khususnya matakuliah Pemrograman Dinamik. Pemrograman Dinamik adalah teknik matematika yang sangat berguna dalam penentuan keputusan secara bertahap. Pemrograman Dinamik memberikan prosedur yang sistematis dalam penentuan kombinasi keputusan. Berbeda dengan Pemrograman Linear, tidak ada formulasi standar dari Pemrograman Dinamik. Secara umum Pemrograman Dinamik merupakan suatu pendekatan umum dari penyelesaian suatu masalah dan secara khusus persaman yang dibangun harus sesuai dengan setiap situsasi. Luaran yang diharapkan adalah tercapainya efektivitas pengajaran matakuliah Pemrograman Dinamik melalui interaksi alat bantu komputer dan software aplikasi untuk menangani kasus dengan ukuran masalah yang besar. Pembahasan mencakup kasus Pemrograman Dinamik Deterministik dan Probabilistik, yang diambil dari jurnal maupun buku teks, setiap contoh soal dilengkapi dengan kode Maple.
Keywords
Pemrograman Dinamik, Pemrograman Linear, Maple, Riset Operasi, Optimisasi
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
silka abyadati
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Kesan menghafal rumus masih tersirat pada pembelajaran Fisika SMA yang menyebabkan siswa merasa sulit untuk mempelajari konsep Fisika. Timbulnya kesan yang kurang mendukung ini dapat diatasi dengan melakukan pembelajaran Fisika dengan menghadirkan fenomena kehidupan sehari-hari maupun memanfaatkan teknologi komputer yang efektif dan efisien. Proses menunjukkan contoh fenomena sehari-hari akan membantu siswa dalam membangun konsep (konstruksi) materi Fisika yang dipelajari. Penggunaan media Integrated Real-life Video and Animation (IRVA) dalam pembelajaran Fisika berbasis konstruktivis dilakukan untuk membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar penguasaan konsep materi Dinamika Rotasi. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol, dimana media IRVA akan diterapkan di dalam kelas eksperimen. Namun, keduanya belajar dengan tahapan model belajar konstruktivis yang sama yaitu Interpretation Construction (ICON). Dari hasil pretest dan posttest menunjukkan terdapat peningkatan (N-gain) sebesar 0,47 pada kelas eksperimen dan 0,21 pada kelas kontrol. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu tentang media berbantuan komputer yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fisika. Integrasi media IRVA dengan model ICON dapat membantu konstruksi konsep materi Dinamika Rotasi sehingga siswa dapat menguasai konsep Fisika dengan lebih baik.
Keywords
integrated real-life video and animation, konstruktivis, penguasaan konsep
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Annas Nasrudin
Institutions
a) Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Jalan A. Haji Nasution No.105, Bandung 40614, Indonesia
b) Nuclear Physics and Biophysis Research Division
Institut Teknologi Bandung
dudung[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Model berbasis partikel untuk dinamika fluida skala mesoskopik digunakan untuk mensimulasikan aliran fluida di dalam saluran persegi panjang dua dimensi. Dengan metode Multi-Particle Collision Dynamics (MPCD) pada kasus aliran Hagen-Poiseuille. Partikel berinteraksi didalam sebuah saluran pipa berukuran (x_0 = 0 ) , (x_1 = L ) dan (y_0 = 0 ) , (y_1 = H ). Dimana (L ) dan (H ), berturut turut adalah panjang dan lebar saluran. Interaksi partikel di dalam saluran dibatasi dengan menggunakan syarat batas kontinuitas pada sumbu x dan inversi kecepatan (Gamma = 0 ) untuk interaksi partikel dengan dinding saluran sumbu y. Saluran di dalam pipa diberikan beda tekanan, antara tekanan masuk dan tekanan keluar. Viskositas fluida diperoleh dengan melakukan fitting profil kecepatan yang diperoleh (u_x (y) ) dengan teori. Dari penelitian ini didapat bahwa hubungan interaksi antara viskositas dan suhu berbanding terbalik.
Keywords
aliran Hagen-Poiseulli, suhu, metoda MPCD, saluran persegi panjang
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
saeful nurdin
Institutions
(a)* Balai Diklat Keagamaan Bandung
(b) FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia Bandung
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif dan keterampilan berpikir kreatif siswa yang mendapatkan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) berbantuan exelearning dengan tidak berbantuan exelearning. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 siswa kelas-X IPA di salah satu Madrasah Aliyah Negeri di Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode quasi-experimental. Data hasil penelitian yang didapat melalui analisis N-gain kemampuan kognitif dan keterampilan berpikir kreatif siswa yang mendapatkan PBM berbantuan exelearning terdapat peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan PBM tanpa bantuan exelearning. Hubungan kemampuan kognitif dengan keterampilan berpikir kreatif siswa yang menggunakan PBM bantuan exelearning ditandai dengan indeks korelasi yang signifikan sebesar rxy = 0,55, dan sumbangan antara variabel kemampuan kognitif dengan variabel keterampilan berpikir kreatif sebesar 30,67%. Untuk tanggapan siswa terhadap penggunaan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan exelearning hampir seluruh siswa memberikan sikap setuju dengan taraf signifikansi kuat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) berbantuan exelearning secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan keterampilan berpikir kreatif siswa.
Keywords
Kemampuan Kognitif, Keterampilan Berpikir Kreatif, Pembelajaran Berbasis Masalah, Exelearning.
Topic
Physics
Corresponding Author
Dindin Nasrudin
Institutions
1,2 Prodi Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati, Jl. A.H. Nasution 105 Bandung,
Jawa Barat, Indonesia
3PKPLK Provinsi JABAR, Jl. Dr. Rajiman No.6, Pasir Kaliki, Cicendo, Bandung,
Jawa Barat , Indonesia
4,5 SMA Negeri 1 Cileunyi, Jl. Pendidikan No.6, Cibiru Wetan, Cileunyi, Bandung,
Jawa Barat, Indonesia
Abstract
Visi baru pendidikan UNESCO yang tertuang dalam Sustainable Development Goal 4 (SDG4) adalah menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua. Sebagai negara peserta, Indonesia sudah mulai menerapkan visi tersebut melalui pembukaan beberapa sekolah inklusi. Kebijakan pembukaan sekolah inklusi mengharuskan adanya perubahan pendekatan pembelajaran di kelas, tak terkecuali fisika. Paper ini ingin menguraikan pendekatan pembelajaran fisika untuk sekolah inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Melalui telaah studi literatur, analisis kurikulum, dan Forum Group Discussion (FGD) sesama peneliti, penelitian ini menghasilkan beberapa poin: 1) pentingnya asesmen yang komprehensif, terutama bagi sekolah yang baru untuk menemukan dan memetakan peserta didik dengan kebutuhan khusus (ABK). 2) Perlunya penyesuain pendekatan pembelajaran fisika untuk kelas inklusi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi. 3). Perlunya kerja sama guru kelas (guru fisika) dengan tutor atau Guru Pembimbing Khusus (GPK) dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada beberapa pendekatan dalam membelajarkan fisika di kelas inklusi dengan mempertimbangkan karakteristik ABK hasil asesmen.
Keywords
ABK, asesmen, GPK, pendekatan pembelajaran, sekolah inklusi
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Devi Handaya
Institutions
School of ELectrical Engineering, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*compyuno[at]gmail.com
Abstract
Penelitian berbasis laboratorium ini membangun sebuah sistem simulasi aplikasi mesin cuci yang dapat digunakan pada industri. Parameter simulasi untuk mengendalikan motor DC didasarkan pada tingkat kekotoran pakaian dan massa pakaian. Metoda kendali kecepatan pada motor DC yang dipilih dalam penelitian ini adalah Fuzzy Inference System. Eksperimen dilakukan dalam tiga tahapan yaitu dengan pengujian menggunakan matlab script, matlab tool box dan menggunakan labview 2014. Implementasi metoda kendali pada motor DC memanfaatkan protokol VISA LabView untuk menghubungkan sistem akuisisi data dan komputer. Sistem akuisisi data yang digunakan bebasis mikrokontroller AT91SAM3X8E dengan platform Arduino Due yang dilengkapi dengan sistem data logger. Hasil simulasi pada ke tiga tahapan dibandingkan untuk melihat performansi yang efektif digunakan untuk metoda kendali motor DC menggunakan Fuzzy Inference Systems.
Keywords
simulasi mesin cuci; fuzzy; LabView; interface; arduino due
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
Hertalina Kilay
Institutions
1) Program Studi Magister Sains Komputasi, FMIPA ITB
2) Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, FMIPA ITB
Abstract
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memodelkan penurunan muka airtanah adalah metode Thiem dan metode De Glee. Metode-metode ini digunakan berdasarkan hasil dari uji pemompaan yang menggambarkan sifat dari aquifer berdasarkan jenis alirannya, apakah tunak atau tidak, dan termasuk confined aquifer, unconfined aquifer atau half-confined aquifer. Dalam studi ini pemodelan penurunan muka airtanah dilakukan dengan menggunakan beberapa parameter yang menunjukkan karakteristik hidraulik dari aquifer yang didapat dari hasil uji pemompaan seperti konduktivitas hidraulik, transmisivitas, tebal aquifer, tinggi muka airtanah dan jarak antara piezometer ke sumur pemompaan. Studi ini menghasilkan gambaran tinggi muka airtanah pada masing-masing aquifer setelah dilakukan pemompaan. Berdasarkan hasil yang diperoleh terlihat bahwa semakin besar laju pemompaan yang dilakukan maka akan semakin menurun muka airtanah pada unconfined aquifer dan half-confined aquifer. Hal yang berbeda ditunjukkan pada confined aquifer dimana semakin besar laju pemompaan yang dilakukan maka semakin tinggi muka airtanah. Studi penurunan muka airtanah penting dilakukan untuk mengetahui tingkat kerentanan penurunan muka tanah akibat penggunaan airtanah secara berlebihan.
Keywords
Airtanah, aquifer, metode De Glee, metode Thiem
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Page 527 (data 15781 to 15810 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats