Page 528 (data 15811 to 15840 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Taufan Wiguna
Institutions
Technology Center for Marine Survey
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Abstract
Geologi dikenal sebagai sains kebumian yang mempelajari batuan serta tahapan yang terjadi sebelum, saat, dan setelah terbentuknya batuan yang mana tahapan tersebut diikuti oleh proses fisika, kimia, dan biologi. Penelitian geologi mencakup seluruh wilayah di bumi dengan berbagai keanekaragaman topik, dari wilayah ekuator hingga kutub dan dari daratan tertinggi hingga laut terdalam. Melalui serangkaian penelitian geologi yang telah dilakukan di berbagai belahan bumi, makalah ini akan mendiskusikan geologi sebagai (i) holistik sains, (ii) sains dengan perspektif 4 dimensi, (iii) sains yang menghasilkan knowledge-based produk. Geologi merupakan sains lanjutan dari sains lainnya yang kemudian diaplikasikan pada bumi. Oleh sebab itu dikenal beberapa cabang ilmu di geologi berdasarkan keterkaitannya dengan bidang sains lainnya seperti geofisika, geokimia, paleontologi, geomatika, dll. Penerapan sains tersebut dilakukan pada suatu spasial kemudian diinversi melalui pemodelan sehingga penelitian geologi menghasilkan sejarah bumi dalam suatu spasial. Hasil tersebut berupa pencampuran antara informasi yang absolut dan interpretatatif. Di lingkungan industri, hasil penelitian geologi berujung pada rekomendasi untuk pengambilan keputusan atau kebijakan. Geologi telah menjawab tantangan-tantangan atas kebutuhan material sumber daya alam (mineral, batubara, minyak dan gas bumi), mitigasi dan penanggulangan bencana, kajian lingkungan, perencanaan wilayah, pembangunan infrastruktur (jalan, jembatan, gedung).
Keywords
geologi, sains, dimensi
Topic
Kebumian (EPS)
Corresponding Author
Rustan Rustan
Institutions
Institut Teknologi Bandung (ITB)
Abstract
Informasi ketinggian suatu tempat (elevasi) merupakan hal yang sangat penting di dalam analisis geospasial. Data elevasi tersebut umumnya disimpan dalam bentuk Digital Elevation Model (DEM). DEM selanjutnya diintegrasikan dengan data geospasial lainnya di dalam GIS untuk berbagai keperluan. Lembaga formal seperti USGS, NASA, METI secara aktif melakukan pengambilan data DEM melalui teknologi satelit dan menyediakan data DEM secara global dan dapat diperoleh secara online. Namun demikian, umumnya DEM yang tersedia gratis adalah DEM dengan ketelitian piksel 30 m x 30 m atau lebih besar. Khusus untuk wilayah Indonesia, ketersediaan data DEM dengan resolusi yang lebih tinggi masih sangat minimal. Padahal data DEM resolusi tinggi dibutuhkan untuk berbagai macam aplikasi misalnya sebagai data input dalam pemodelan debris flow. Pembuatan DEM dengan resolusi yang lebih tinggi dapat dilakukan melalui interpolasi titik ketinggian. Data digital berupa ketinggian yang didapat dari ASTER GDEM 30 m diekstrak di ArcMap kemudian diubah menjadi data format point sebagai input untuk proses interpolasi. Pada penelitian ini, akan dilakukan pembuatan DEM resolusi 5 m x 5 m menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW). Penelitian ini akan dilakukan pada daerah yang rawan longsor di Jawa Barat.
Keywords
DEM, debris flow, interpolasi, GIS
Topic
Physics
Corresponding Author
Yacobus Yulianto
Institutions
1) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha No. 10 Bandung, Indonesia, 40132
2) Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung,
Jl. A. H. Nasution No. 105, Bandung, Indonesia, 40164
3) Program Studi Teknik Elektromedik, STIKES Mandala Waluya Kendari,
Jl. Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kendari, Indonesia, 93231
a) yacyulianto[at]gmail.com
b) ridwan[at]fst.uinsgd.ac.id
c) sainalxp2[at]gmail.com
d) zakisuud[at]gmail.com
Abstract
Dalam makalah ini, rumusan energi ground state atom Berilium telah diturunkan dengan menggunakan metode variasional. Proses perhitungan pun telah dilakukan dengan menggunakan program Matlab. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode variasional 1 parameter variasi, diperoleh nilai energi sebesar -386,662 eV (3,12 % dari energi referensi). Dengan menggunakan metode variasional 2 parameter variasi, diperoleh nilai energi sebesar -398,614 eV (0,12% dari energi referensi). Dari hasil tersebut terlihat bahwa nilai energi ground state yang diperoleh dengan menggunakan metode variasional cukup mendekati nilai energi referensi.
Keywords
atom Berilium, energi ground state, metode variasional, Nelder-Mead
Topic
Fisika Nuklir
Corresponding Author
Matheus Souisa
Institutions
Earth Physics and Complex System Research Division
Faculty of Mathematics and Natural Sciences,
Bandung Institute of Technology
Abstract
Investigasi longsoran dari tahun ke tahun berkembang pesat dengan menerapkan berbagai metode kajian seiring dengan intensitas kejadian longsoran. Perpaduan data geofisika, geoteknik dan geokimia untuk mengkaji longsoran sehingga dapat menentukan potensi dan mengurangi risiko longsor. Hasil penelitian memberikan lokasi bidang gelincir longsor dicirikan oleh anomali resistivitas dari struktur lapisan bawah permukaan yang rendah hingga sedang dan anomali ini memberikan citra resistivitas jenis batuan lempung dan lanau pasiran, sedangkan anomali geoteknik batuan berdasarkan indeks properti yang sedang memprediksi adanya tanah lempung dan lanau pasiran, kemudian sesuai nilai faktor aman maka lereng dalam keadaan kritis. Dari anomali geokimia pada proses pelapukan menyebabkan terjadinya penghalusan mineral sehingga persentase fraksi ukuran butir lempung menjadi lebih besar dibandingkan di bagian atas dan bawahnya sehingga dengan akumulasi fraksi lempung yang ada di bagian bawah menjadi bidang gelincir yang memicu kejadian longsor. Berdasarkan kompilasi ini, anomali-anomali saling berkorelasi dan tersebar di sekitar sebaran lokasi longsoran, sehingga lokasi potensi longsor Erie masih tetap berada di sekitar sebaran longsoran dan sedikit bergeser ke arah timur dengan jangkauan yang cukup luas.
Keywords
longsoran, geolistrik, geoteknik, geokimia
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Santi Hatmanti
Institutions
1) Program Studi Magister Sains Komputasi FMIPA ITB
2) Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, FMIPA ITB
Abstract
Dinamika fluida mempelajari perilaku zat cair dan gas dalam keadaaan diam dan bergerak dan interaksinya dengan benda lain. Salah satu aspek penting dalam dinamika fluida adalah visualisasi aliran. Visualisasi aliran dapat dilakukan dengan menggunakan metode variabel kompleks. Metode ini menggunakan hasil-hasil teori bilangan kompleks untuk memperoleh solusi dari aliran inkompresibel potensial dua dimensi. Keuntungan metode ini adalah memudahkan dalam mencari solusi aliran inkompresibel dua dimensi karena tidak perlu menyelesaikan persamaan diferensial. Tujuan penelitian ini adalah melakukan visualisasi dua dimensi potensial kompleks aliran fluida air. Parameter yang akan divariasikan adalah fungsi potensial dan fungsi aliran dari beberapa bentuk aliran sederhana. Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang aplikasi metode variabel kompleks dalam mempelajari dinamika fluida, khususnya visualisasi aliran fluida.
Keywords
visualisasi aliran fluida, potensial kompleks, fungsi aliran, bilangan kompleks
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Taufan Wiguna
Institutions
&
Abstract
Keywords
8203;Technology Center for Marine Survey
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Topic
hidroakustik, gelombang, buoy, InaPRIMA
Corresponding Author
anwar dolu
Institutions
Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah
Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat
Abstract
Tanggap dinamis struktur linier maupun non linier merupakan fungsi dari karakteristik sistem dan fungsi pemaksa beban luar yang bekerja. Tanggap dinamis struktur berupa tipe deterministik dan stokastik berkaitan dengan fungsi pemaksa beban luar yang bekerja. Pemodelan struktur non linier dalam hal ini adalah struktur non linier kekakuan tipe persamaan Duffing. Pada model deterministik, gaya luar pada struktur adalah beban tetap dan sinusoidal (tipe deterministik). Tanggap deterministik dalam hal ini adalah perpindahan x (t) dan kecepatan v(t) . Identifikasi sistem dinamis linier dan non linier dengan tanggap deterministik serta gejala chaos (chaotic) berdasarkan tinjauan sejarah waktu (time history), bidang fase (phase plane), pemetaan Poincare(Poincare map), spektrum Fourier dan diagram bifurkasi. Penyelesaian persamaan diferensial nonlinier ini menggunakan metode numerik Runge � Kutta dengan aplikasi software MAPLE. Pada model stokastik, gaya luar pada struktur adalah beban acak tipe derau putih (white noise). Tanggap stokastik dalam hal ini adalah tanggap perpindahan x (t) dan kecepatan yang berupa nilai rata-rata (mean value), standar deviasi (standard deviation) dan fungsi kepadatan probabilitas (PDF). Penyelesaian persamaan diferensial stokastik ini secara analitik dengan aplikasi persamaan Fokker-Planck-Kolmogorov (FPK) dan secara numerik menggunakan simulasi Monte Carlo dan metode linearisasi statistik (statistical linearization) dengan aplikasi software MAPLE dan MATLAB.
Keywords
Persamaan Duffing, deterministik, chaos, stokastik, Runge-Kutta,time history, Poincare map, Fokker-Planck-Kolmogorov, Monte-Carlo, standar deviasi, PDF
Topic
Physics
Corresponding Author
Ayu Lia Pratama
Institutions
Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika
Program Studi Fisika
Institut Teknologi Bandung
Abstract
High Temperature Gas Reactor (HTGR) merupakan reaktor generasi IV yang merupakan reaktor berpendingin gas Helium dan memiliki temperatur operasional yang tinggi. Temperatur yang tinggi ini selain dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, dapat juga digunakan untuk memproduksi hidrogren, memurnikan air laut, memperkaya batu bara, dan berbagai proses indrustri lainnya. Pada penilitian ini dilakukan perhitungan dengan variasi enrichment bahan bakar 1% hingga 20%. Penelitian ini menggunakan metode deterministic untuk menyelesaikan persamaan difusi yang diaplikasikan pada software SRAC 2006 yang dikembangkan oleh Japan Atomic Energy Agency (JAEA) dengan basis data nuklir yang digunakan adalah JENDL4.0. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh enrichment terhadap aspek neutronik pada HTGR yang berbahan bakar UO2 dan ThO2 dengan daya 50 MWt. Parameter-parameter neutronik yang ditinjau pada penelitian ini diantaranya adalah k-inf, conversion ratio (CR), burn-up, pola perubahan densitas material fisil dan fertil, dan spektrum neutron. Kemudian dilakukan juga perbandingan karakteristik neutronik untuk bahan bakar UO2 dan ThO2.
Keywords
HTGR, enrichment, neutronik
Topic
Fisika Nuklir
Corresponding Author
Puji Siswanti
Institutions
Prodi Kimia Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Abstract
Telah dilakukan studi pengaruh co-solvent dietil eter pada sintesis biodiesel dengan katalis heterogen CaO dari minyak limbah cair pabrik kelapa sawit. Metodologi penelitian meliputi; preparasi sampel, esterifikasi, transesterifikasi, pemurnian biodisel, dan karakterisasi biodisel. Proses esterifikasi dilakukan dengan mereaksikan minyak, metanol (1:9), co-solvent dietil eter, dan katalis H2SO4 1%. Reaksi dilakukan selama 120 menit pada temperatur 65 oC dengan variasi penambahan perbandingan co-solvent (CPO:DEE) 1:0,5., 1:1., dan 1:1,5, sedangkan proses transesterifikasi dilakukan dengan mereaksikan fase organik hasil esterifikasi dengan metanol (1:9), co-solvent (CPO:DEE) 1:0,5., 1:1, 1:1,5 dan katalis heterogen CaO dengan variasi 3%, 6%, dan 8% berat reaktan total. Yield biodisel yang diperoleh dibandingkan hasilnya dengan perlakuan tanpa penambahan co-solvent dietil eter. Metil ester hasil sintesis dikarakterisasi dengan spektrofotometer inframerah, GC-MS dan di uji sifat fisik kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi sintesis biodiesel dengan pengaruh co-solvent terhadap variasi katalis dihasilkan yield optimum pada katalis 8% sebesar 59,813%, sedangkan yield biodisel tanpa cosolvent pada konsentrasi yang sama sebesar 42,33%. Pengaruh perbandingan co-solvent dietil eter dihasilkan yield optimum pada perbandingan 1:1,5 dengan katalis 8% sebesar 69,045%. Hasil spektra inframerah menunjukkan adanya serapan gugus fungsi ester. Hal ini didukung dengan data hasil GC-MS yang menunjukkan terbentuknya metil ester. Metil ester tersebut adalah metil palmitat (42,08%), metil oleat (36,27%), metil linoleat (12,78%), dan metil stearat (6,04%). Adapun hasil uji sifat fisis dari biodisel meliputi densitas, viskositas, bilangan asam, kadar air, bilangan iod, angka penyabunan, dan angka setana secara berturut 0,825 g/cm3, 4,792 cSt, 0,8 mgNaOH/g biodisel, 0,598% berat, 28,52 gI2/g biodisel, 147,31 gKOH/g biodisel, dan angka setana sebesar 76,03.
Keywords
Kelapa Sawit, Limbah Cair, Esterifikasi, Transesterifikasi, Co-Solvent, Katalis Heterogen, CaO, Biodisel, GC-MS.
Topic
Energi
Corresponding Author
Titin Riyanti
Institutions
(*) Program Pascasarjana Pendidikan Matematika
Universitas Sriwijaya
Palembang
Jalan Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139
titinriyanti1[at]gmail.com
Abstract
Untuk menghadapi tantangan masa depan dalam persaingan global yang selalu berubah dan tidak pasti seseorang dituntut untuk menggunakan kemampuan berpikir tingkat tingginya (Higher Order Thinking Skills atau HOTS). HOTS tersebut seharusnya ada dan berkembang pada diri siswa di Indonesia sebagai bekal mereka dalam menyonsong era global, kemajuan teknologi dan bangkitnya industri kreatif di masa depan (Kemendikbud, 2013). Menurut Susanti (2014) Pendidikan dan pembelajaran adalah salah satu alternatif yang dapat mengembangkan HOTS siswa, melalui pemberian materi pelajaran berupa bahan ajar. Namun, bahan ajar yang beredar saat ini kurang mengembangkan HOTS siswa. Maka dari itu, makalah ini bertujuan untuk mengkaji literatur yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar pertidaksamaan linear satu variabel berbasis PMRI level HOTS. Hasil kajian tersebut antara lain (1) Buku yang berisikan materi pertidaksamaan linear satu variabel level HOTS, seharusnya pada tujuan pembelajaran siswa diarahkan memberikan alasan dari jawaban (menganalisis), siswa diarahkan menjelaskan ketepatan jawaban melalui pengecekan ulang (mengevaluasi) dan siswa diarahkan merancang permasalahan dan pertanyaan baru (menciptakan); (2)Selain itu, buku tersebut juga memuat karakteristik dan prinsip PMRI yang meliputi berisikan masalah konstektual, memunculkan interaktivitas, melibatkan model, melibatkan konstribusi siswa, teritegrasi dengan topik pembelajaran lain, siswa diberi kesempatan mengungkapkan gagasan, pengenalan topik matematika dan siswa aktif membangun sendiri model matematika.
Keywords
Bahan Ajar, HOTS, PMRI
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Taufan Wiguna
Institutions
&
Abstract
Keywords
8203;&
Topic
8203;Technology Center for Marine Survey
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Corresponding Author
Fatriani Fatriani
Institutions
a) Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132, Indonesia
*hendro[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Telah dilakuan rancang bangun alat penghitung frekuensi kipas angin dengan menggunakan lampu strobo berbasis mikrokontroler atmega. ATMega328 merupakan mikrokontroler keluarga AVR 8 bit, pada penelitian ini mikrokontroler tersebut melalui potensiometer linear digunakan untuk mengatur frekuensi kedipan lampu strobo dengan cara mengarahkan lampu strobo ke kipas angin dan diatur frekuensi kedipannya hingga kipas yang bergerak cepat akan terlihat diam. Sehingga dalam hal ini dapat diindikasikan bahwa frekuensi pada lampu merupakan frekuensi pada kipas angin tersebut.
Keywords
Frekuensi; Mikrokontroler; Strobo.
Topic
Physics
Corresponding Author
Masrifah masrifah
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Pengembangan kompetensi guru abad 21 terkait dengan teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran, yang dikenal dengan Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK) (Koehler & Mishra, 2008). Kerangka kerja TPACK sangat berguna untuk mengidentifikasi pengetahuan apa yang harus dimiliki guru untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan TPACK guru Fisika SMA/MA dengan responden berjumlah 30 orang guru Fisika SMA/MA dari beberapa sekolah di Maluku Utara. Kemampuan TPACK guru Fisika SMA/MA diidentifikasi menggunakan angket survey yang dikembangkan oleh Schmidt (2009) yang terdiri dari 7 komponen dalam bentuk skala likert. Instrumen juga dilengkapi dengan angket terbuka yang berbentuk esai untuk mendukung angket survey. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 4 komponen yang masih dalam kategori kurang, 1 komponen pada kategori cukup dan 2 komponen berada dalam kategori baik. Kemampuan TPACK guru masih terkendala pada komponen yang berkaitan dengan teknologi, sehingga mengindikasikan bahwa kemampuan guru dalam menggunakan dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran masih belum maksimal. Hal itu disebabkan minimnya kemampuan guru dalam menggunakan teknologi dan keterbatasan sarana prasarana sekolah.
Keywords
Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK), TIK, guru Fisika
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
RACHMAD LASAKA
Institutions
SMP NEGERI 2 LUWUK
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa hasil belajar siswa pada materi Bilangan Berpangkat masih sangat rendah. Salah satu alternatif untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Bilangan Berpangkat melalui penggunaan model pembelajaran Discovery Learning. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Luwuk kelas IXA3. Metode pengumpulan data melalui observasi dan tes. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Bilangan Berpangkat.
Keywords
Bilangan Berpangkat, hasil belajar, Discovery Learning
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Henny Dwi Bhakti
Institutions
a) Sains Komputasi, ITB
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ITB
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, 40132
*hennydwibhakti[at]gmail.com
b) Laboratorium Fisika Bumi dan Sistem Kompleks
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ITB
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, 40132
**acep[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Indonesia terletak di lokasi jalur gunung api (ring of fire) sehingga memiliki potensi energi geotermal yang besar. Potensi energi geotermal indonesia diperkirakan 8.000 � 10.000 MW dan merupakan 40% dari cadangan energi geotermal di dunia. Namun, pemanfaatan energi geotermal ini sangat rendah, hanya 4% dari total potensi. Pemanfaatan energi geotermal di indonesia umumnya sebagai pembangkit listrik tenaga. Konsumsi listrik semakin meningkat namun produksi geotermal stagnan, sehingga diperlukan strategi-strategi untuk pengembangan lapangan geotermal. Salah satu strategi yang digunakan untuk pengembangan lapangan adalah memprediksikan kelakuan (behavior) dari sumur geotermal. Hal ini penting untuk penentuan skenario dan kebijakan produksi dari suatu lapangan geotermal tersebut. Parameter-parameter yang digunakan untuk mendeskripsikan potensi dan kelakuan dari sumur geotermal adalah temperatur (T), dan tekanan (P). Sehingga dalam penelitian ini, parameter temperatur dan tekanan tersebut dipredksikan dengan menggunakan artifial neural network (ANN). Parameter inputan yang diapakai adalah letak sumur (x.y), kedalaman sumur (z), laju alir injeksi (Qinj), dan temperatur injeksi (Tinj). Lapangan geotermal yang disimulasikan memiliki enam sumur produksi dan satu sumur injeksi yang membentuk pola inverted seven spot. Hal pertama yang dilakukan adalah pembangkitan model data. Model data yang dipakai adalah model M-1, M-2, dan M-3. Data yang digunakan untuk prediksi adalah data produksi selama setahun. Data-data tersebut terbagi menjadi dua, yaitu data training dan data uji. Data training yang digunakan adalah data produksi selama 11 bulan pertama, sedangkan data uji yang digunakan adalah data produksi bulan ke 12. Hasil prediksi ANN ini kemudian dibandingkan dengan data uji. Korelasi antara data uji dan data hasil prediksi ANN diekspresikan melalui nilai error dan Mean Square Error (MSE). Semakin kecil nilai error dan MSE, maka prediksi semakin akurat. Dari simulasi yang dilakukan, didapatkan nilai error untuk model M-1 adalah 0.0251 untuk prediksi temperatur, dan 0.0303 untuk prediksi tekanan, dengan nilai MSE sebesar 0.0036. Nilai error untuk model M-2 adalah 0.0283 untuk prediksi temperatur, dan 0.0468 untuk prediksi tekanan, dengan nilai MSE sebesar 0.000716. Sedangkan untuk model M-3, didapatkan nilai error 0.0445 untuk temperatur, dan 0.0566 untuk tekanan, dengan nilai MSE sebesar 0.0001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ANN dapat memprediksikan kelakuan sumur geotermal dengan baik dan akurat, hal ini dibuktikan dengan nilai error dan MSE yang sangat kecil.
Keywords
Artificial Neural Network, sumur geotermal, tekanan, temperatur
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Agus Budiyono
Institutions
Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia
Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia
Pendidikan Fisika Universitas Islam Madura
Abstract
Pembelajaran fisika menitikberatkan pada pembelajaran inkuiri, Pembelajaran inkuiri dengan kegiatan praktikum akan melibatkan siswa secara langsung dalam berbagai aktivitas. Selain itu, hal lain yang perlu dikembangkan pada siswa adalah kemampuan argumentasi. tujuan pendidikan sains tidak hanya penguasaan konsep-konsep ilmiah, tetapi juga belajar bagaimana untuk terlibat dalam wacana ilmiah. pembelajaran yang mampu memfasilitasi kedua hal tersebut adalah argument based acience inquiry (ABSI), kompunen utama dalam ABSI yaitu inkuiri dan argumentasi, ABSI mempunyai karakteristik: (1) Pembelajaran praktikum berbasis inkuiri secara berkelompok, (2) Siswa bertukar pemahaman dalam kelompok dalam bentuk beradu argumen berdasarkan data hasil praktikum, (3) Membandingkan ide-ide sains dari hasil diskusi kelompok dengan buku atau sumber lainnya melalui diskusi kelas dan saling beradu argumen antar kelompok.
Keywords
Pembelajaran, Argumentasi, Inkuiri Sains
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Hilman Imadul Umam
Institutions
a) Kelompok Keahlian Fisika Material dan Elektronik, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132 Indonesia
b) National Research Center for Nanotechnology (NRCN)
Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132 Indonesia
*ferry[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Karakterisasi zeolite NaX yang memiliki struktur berpori menyebabkan zeolite NaX tersebut banyak diaplikasikan sebagai katalis. Pada umumnya proses terbentuknya zeolite NaX dengan tipe FAU baik secara alami maupun sintesis membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sehingga pada penelitian ini telah dipelajari penggunaan bantuan energi microwave sebagai metode pemanasan untuk sintesis zeolite yang lebih singkat. Beberapa parameter di variasikan untuk mendapatkan kondisi optimal dari sintesis zeolite NaX yang dilakukan. Pengaruh pemanasan microwave terhadap produk zeolite yang dihasilkan dikarakterisasi dengan menggunakan XRD, BET, dan SEM untuk melihat ukuran kristal, luas permukaan, dan morfologi dari zeolite NaX hasil sintesis. Kemudian dilakukan uji sifat katalitik dari Zeolite NaX pada proses aqua thermolisis dalam menurunkan viskositas minyak berat. Hasil uji sifat katalitik dari zeolite NaX menunjukan kinerja yang baik terhadap penurunan viskositas minyak berat dan peningkatan kualitas dari minyak berat yang dilihat dari pengukuran dengan menggunakan viskometer serta pengujian dengan FT-IR.
Keywords
Microwave; Viskositas; Zeolit
Topic
Physics
Corresponding Author
rita winata sahata sidabutar
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Advent Indonesia.
Abstract
Calcium glyceroxide telah di sintesa menggunakan calcium acetate yang di ekstrak dari cangkang telur. proses sintesa dilakukan dengan cara melarutkan calcium acetate ke dalam glycerine. Beragam konsentrasi glycerine digunakan untuk mendapatkan calcium glyceroxide. karakterisasi XRD, FTIR, TG/DTA dan SEM/EDX dilakukan pada calcium glyceroxide yang dihasilkan. Dari hasil karakterisasi diperoleh bahwa calcium glyceroxide terbentuk dengan dominasi calcium diglyceroxide. Dari hasil karakterisasi XRD calsium diglyceroxide membentuk struktur kristaline. Sementara dari hasil SEM diperoleh bahwa morfologi calcium diglyceroxide membentuk batang persegi. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa calcium glyceroxide dapat di sintesa dari calcium acetate yang di ekstrak dari cakang telur.
Keywords
calcium glyceroxide, calcium acetate, cangkang telur
Topic
Biofisika
Corresponding Author
Ahmad Irfan
Institutions
STKIP Al Hikmah Surabaya
Abstract
ABSTRAK Menurut Hilda Sandrayanti, S.Pd. metode mengajar yang kurang bervariasi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, sehingga pada tahun 2010 Aryanti Nuryana dan Setio Purwanto menggagas sebuah penelitian berjudul �Efektivias Brain Gym� yang bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi pada siswa. Pada penelitian tersebut terbukti bahwa dengan menyisipkan Brain Gym atau yang lebih dikenal dengan istilah Ice Breaking pada proses pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan konsentrasi siswa. Akan tetapi pada penelitian yang digagas oleh Aryanti Nuryana dan Setio Purwanto tersebut belum ditunjukan apakah dengan menyisipkan Ice Breaking pada prosesi pembelajaran berpengaruh terhadap daya serap siswa pada pembelajaran terutama mata pelajaran matematika. Oleh karenanya digagaslah penelitian yang berjudul PENGARUH ICE BREAKING TERHADAP DAYA SERAP SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA oleh penulis yang dilaksanakan di SMA TARUNA SURABAYA. Pada penelitian yang digagas tersebut akan diselidiki seberapa besar pengaruh menyisipkan Ice Breaking pada prosesi pembelajaran terhadap peningkatan daya serap siswa pada pembelajaran matematika di SMA Taruna Surabaya. Tolak ukur yang digunakan untuk mengetahui peningkatan daya serap siswa pada penelitian tersebut adalah nilai hasil test yang diujikan kepada siswa sebelum dan sesudah diberikannya treatment. Adapun rancangan penelitian yang akan digunakan adalah Pretest-Postest kelompok tunggal.
Keywords
Pengaruh, Ice Breaking, Peningkatan, Daya Serap
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Muliady Faisal
Institutions
1Magister Sains Komputasi, FMIPA ITB
2Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, FMIPA ITB
a) muliadyfaisalalmandary[at]gmail.com
b)acep[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Plasma pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuan bernama Langmuir pada tahun 1919. Plasma adalah kondisi khusus dari gas yang terionisasi dimana gas tersebut melepaskan elektronnya, sehingga elektron tersebut tidak lagi mengelilingi inti atom. Teknologi plasma adalah penerapan dari ilmu fisika, khususnya fisika atom dan molekul. Salah satu yang menarik dikaji dari plasma adalah bagaimana bentuk aliran difusinya. Fenomena aliran plasma merupakan hal yang menarik untuk diamati baik secara eksperimen maupun simulasi. Dalam penelitian ini akan diperlihatkan bentuk difusi aliran plasma yang terjadi akibat variasi kecepatan injeksi plasma pada sebuah potensial penghalang dalam posisi melayang pada kasus distribusi kerapatan muatan dan daerah potensial listrik yang diturunkan dari persamaan Poisson. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Particle-In-Cell (PIC). Dalam metode PIC, elektron dan proton merupakan sumber dari plasma. Secara numerik step waktu yang digunakan dalam penelitian yaitu setiap 1 detik dengan periode plasma selama 200 s dan grid yang digunakan yaitu 20 � 20. Adapun potensial penghalangnya berbentuk persegi. Dari variasi kecepatan injeksi berpengaruh terhadap kerapatan muatan sehingga jika kecepatan injeksinya diperbesar maka akan terdapat daerah kosong yang tidak terisi dibelakang potensial penghalang. Sedangkan untuk daerah potensial listrik jika kecepatan injeksi plasmanya diperbesar maka daerah dibelakang potensial penghalang akan terdapat daerah yang berpotensial yang lebih kecil.
Keywords
Plasma, PIC, Potensial penghalang
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Toto Budianto
Institutions
DEPARTEMEN PENDIDIKAN FISIKA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Abstract
Penelitian ini bertujuan menyusun bahan ajar Ilmu Pengetahuan Bumi Antariksa (IPBA) untuk siswa SMP yang dapat mengakomodasi kecerdasan majemuk siswa. Berdasarkan hasil penelitian awal, penulis mendapatkan bahwa siswa yang berada dalam satu kelas memiliki beragam jenis kecerdasan. Beragamnya jenis kecerdasan yang dimaksud adalah seperti dijelaskan Gardner (1983) bahwa siswa mempunyai delapan jenis kecerdasan yaitu kecerdasan linguistik, matematis-logis, visual, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Melalui delapan jenis kecerdasan ini, setiap siswa mengakses informasi yang akan masuk ke dalam dirinya. Penyusunan bahan ajar IPBA yang mengakomodasi kecerdasan majemuk siswa diharapkan dapat membantu seluruh siswa yang memiliki jenis kecerdasan yang berbeda-beda untuk dapat menggali informasi mengenai Bumi dan Antariksa. Bahan ajar IPBA yang mengakomodasi kecerdasan majemuk disusun dengan sejumlah kegiatan siswa di dalamnya. Diantara kegiatan tersebut adalah eksperimen sederhana dan kegiatan diskusi siswa. Dengan melakukan eksperimen sederhana, seperti simulasi gerak rotasi dan revolusi, siswa yang memiliki kecerdasan kinestetik dan musikal diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai materi IPBA. Adapun kegiatan diskusi siswa diperuntukkan untuk siswa yang memiliki jenis kecerdasan linguistik, intrapersonal dan interpersonal. Penjelasan materi dengan memberikan contoh fenomena yang sering dialami siswa menjadikan bahan ajar nyaman dibaca setiap siswa khususnya yang memiliki kecerdasan naturalis dan matematis-logis. Yang terakhir adalah kekayaan bahan ajar akan gambar-gambar dan foto-foto yang menjelaskan berbagai fenomena alam akan menarik minat baca dari siswa khususnya siswa dengan jenis kecerdasan visual. Dengan adanya berbagai kegiatan siswa, penjelasan konsep yang mempuni, dan dukungan gambar/foto yang juga mempuni, diharapkan menjadikan bahan ajar IPBA dapat mengakomodasi delapan jenis kecerdasan yang dimiliki siswa.
Keywords
Bahan Ajar IPBA, Kecerdasan Majemuk, Gerak Benda Langit
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Alifian Mahardhika Maulana
Institutions
a) Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*fiansmamda[at]gmail.com
Abstract
Random Matrix Theory memiliki banyak fungsi, salah satunya dalam pemodelan reaktor nuklir terutama dalam memahami interaksi antar partikel yang terlibat. Metode Random Matrix Theory memiliki kelebihan dalam pengolahan data besar (Big Data), salah satunya adalah kemudahan dalam pengolahan data dan keberhasilan metode Random Matrix Theory dalam menjelaskan Big Data. Pada penelitian kali ini akan dilakukan identifikasi terhadap dua pasar saham yaitu NASDAQ (National Association of Securities Dealers Automated Quotations) dan NYSE (New York Stock Exchange) dengan menggunakan metode Random Matrix Theory, dengan melihat bagaimana korelasi antar saham, probabilitas nilai eigen dan vektor eigen saham-saham pada pasar tersebut. Random Matrix Theory pada awalnya ditemukan untuk memahami bagaimana sifat atau kelakuan partikel-partikel dalam reaksi nuklir, kemudian aplikasi penggunaan Random Matrix Theory berkembang sampai pada bidang keuangan, khususnya pada pemodelan portofolio. Dalam penelitian ini akan dibahas teori dari Random Matrix, cara membentuk matriks, hingga pada pengolahan matriks, setelah matriks terbentuk maka akan dilakukan analisis bagaimana kelakuan dua pasar saham (NASDAQ dan NYSE) tersebut. Kemudian didapatkan bahwa saham-saham pada pasar NASDAQ lebih berkorelasi satu dengan yang lain dibandingkan pada saham-saham pada pasar NYSE.
Keywords
korelasi, nilai eigen, matriks, vektor eigen
Topic
Physics
Corresponding Author
Wahyuni Handayani
Institutions
(a)Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Sekolah Pascasarjana, Universitas
Pendidikan Indonesia
(b)Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Telah dilakukan studi terhadap mahasiswa calon guru fisika untuk mengetahui keterampilan membaca teks sains. Uji keterampilan membaca meliputi keterampilan membaca tingkat literal dan inferensial. Untuk menguji keterampilan membaca tingkat literal mahasiswa diminta membaca sebuah wacana yang tersedia di dalam lembar tes kemudian menjawab soal-soal berbentuk pilihan ganda sedangkan untuk menguji keterampilan membaca tingkat inferensial soal-soal berbentuk benar-salah-tak teridentifikasi. Hasil studi memperlihatkan bahwa keterampilan membaca pada tingkat literal dan inferensial masih rendah. Keterampilan membaca umumnya diajarkan di kelas bahasa, namun berdasarkan observasi terhadap Rencana Program Semester pada mata kuliah Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia, tidak ditemukan adanya kegiatan pembelajaran yang secara khusus mengajarkan keterampilan membaca teks fisika. Demikian pula mata kuliah konten fisika cenderung menekankan aspek pemecahan masalah dan matematis. Hasil studi dapat digunakan sebagai referensi untuk merancang strategi pembelajaran keterampilan membaca teks fisika yang merupakan salah satu aspek keterampilan komunikasi sains.
Keywords
Teks sains;Literal; Inferensial
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Iqlima Hikmawati
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada materi gerak lurus dengan menggunakan strategi writing to learn dan bagaimana hubungan antara kualitas menulis dengan peningkatan kognitifnya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ialah siswa SMA kelas X-MIA di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Bandung. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan kognitif dan rubrik penilaian kualitas tulisan. Kesimpulan penelitian ini adalah strategi writing to learn dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada materi gerak lurus dengan persentase rata-rata gain yang dinormalisasi berada pada kriteria sedang dengan effect size berada pada kriteria tinggi. Hubungan antara kualitas menulis dengan peningkatan kemampuan kognitif memiliki derajat kedekatan pada kategori tinggi
Keywords
strategi writing to learn, kemampuan kognitif
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Dian Fitrasari
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Protein memegang peranan penting dalam metabolisme tubuh. Interaksi kompleks antara protein dan hidrasi akan banyak menghabiskan biaya komputasi khususnya untuk perhitungan all-atom. Metode coarse-grained merupakan salah satu solusi potensial yang dapat menyederhanakan perhitungan dan waktu komputasi. Penelitian ini menggunakan metode coarse-grained untuk menyelidiki pengaruh hidrasi, konformasi dan stabilitas. Penelitian ini, menggunakan protein kompleks azurin karena azurin merupakan salah satu protein yang memiliki stabilitas tinggi sehingga berpotensi dalam pengobatan kanker. Penelitian ini akan menganalisis sistem konformasi free-energy untuk menemukan strukstur stabil yang memungkinkan.
Keywords
Pengaruh hidrasi, protein kompleks azurin, metode coarse-grained, analisis free energy
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
rosita putri rahmi haerani
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas siwa pada saat pembelajaran IPA menggunakan media video game. Game yang digunakan dalam penelitian ini adalah game yang telah dikembangkan peneliti untuk pembelajaran IPA pada konsep Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan, Game ini berjudul �Selamatkan Dunia Digital!�. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan dilaksanakan disalah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung Barat pada kelas VII Tahun ajaran 2015/2016,melibatkan 1 kelas berjumlah 22 siswa yang dipilih secara acak untuk memperoleh gambaran aktivitas siswa saat berinteraksi dan belajar dengan menggunakan video game. Pada penelitian ini digunakan Instrumen berupa Lembar observasi selama pembelajaran berlangsung sebanyak dua kali pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase rata-rata aktivitas siswa dalam pembelajaran menggunakan video game baik pada pertemuan pertama dan kedua adalah sebesar 100%. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pada setiap pertemuan, seluruh aktivitas siswa pada kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran video game IPA dapat terlaksana. Walapun seluruh kegitatan terlaksana, berdasarkan hasil pengamatan terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan pada aktivitas dalam masing-masing kegiatan pembelajaran menggunakan media video game IPA.
Keywords
media pembelajaran, Video game IPA, Aktifitas siswa.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Rudi Haryadi
Institutions
Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang-Banten
Abstract
Pemecahan masalah merupakan salah satu kegiatan fisika yang dianggap penting, baik oleh guru maupun siswa, melalui pembelajaran Active learning ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa serta memberikan kesempatan yang besar kepada siswa untuk belajar secara aktif, sehingga diharapkan adanya peningkatan hasil belajar siswa ke arah yang lebih baik, dan siswa akan terus merasakan manfaatnya. Dengan penggunaan tipe belajar Guided note taking dalam belajar fisika, tentunya diharapkan akan memberikan motivasi pada siswa, bahwa belajar fisika memiliki manfaat dan kegunaan yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan desain kelompok kontrol pretes-postes (pretest-posttest control group design). Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP yang ada di Kota Serang. Sampel akan diambil dua kelas secara acak dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas lainnya sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa tes kemampuan pemecahan masalah. Tes yang digunakan berbentuk uraian, hal ini dimaksudkan agar langkah dan cara berpikir siswa dalam menyelesaikan soal dapat lebih tergambar dengan jelas. Hasil yang diperoleh adalah nilai fisika setelah diterapkan pembelajaran Pendekatan active learning dengan tipe strategi belajar guided note taking rata-ratanya 63,61, sedangkan pada kelas kontrol rata-ratanya 56,75. Berdasarkan uji perbedaan dua rata-rata dengan uji t diperoleh t hitung (2,6220) > ttabel (1,6682) maka H0 ditolak. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan, bahwa pada aspek kognitif hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Sehingga dalam hal ini hipotesis diterima, yaitu dengan menggunakan pembelajaran active learning dengan tipe strategi belajar guided note taking berpengaruh terhadap pemecahan masalah fisika siswa. Oleh sebab itu penggunaan active learning dengan tipe strategi belajar guided note taking ini dapat diterapkan dalam proses belajar dan pembelajaran.
Keywords
Active learning, Guided note taking, Pemecahan Masalah Fisika.
Topic
Physics
Corresponding Author
Juwita Maharani
Institutions
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha No. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Evaluasi terhadap usaha maksimum yang dihasilkan oleh biomassa pertanian merupakan langkah paling penting yang diperlukan oleh berbagai sektor perusahaan yang tertarik pada renewable energy. Eksergi kimia pada berbagai jenis biomassa pertanian merupakan usaha maksimum yang dipengaruhi berbagai faktor. Artificial Neural Network (ANN) dan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) adalah metode yang sering digunakan untuk melakukan prediksi dengan kemampuannya untuk melakukan proses pembelajaran dari informasi yang ada. Dengan demikian, peneitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan akurasi dari kedua metode tersebut dalam memprediksi nilai eksergi kimia biomassa pertanian berdasarkan parameter-parameter yang mempengaruhinya. Pada metode ANN diimplementasi dengan tiga layer, sedangkan ANFIS diimplementasi dengan lima layer yang merupakan struktur standar ANFIS. Pada ANN dapat dilakukan perubahan jumlah node pada hidden layer agar dapat dihasilkan jaringan yang optimal. Sedangkan pada ANFIS digunakan model Takagi Sugeno Kang untuk memperoleh parameter premis dan konsekuen yang digunakan dalam proses pembelajaran. Pelatihan dilakukan pada 40, 35, dan 30 data latih. Sedangkan pengujian dilakukan denga menggunakan 10, 15, dan 20 data uji. Hasil yang akan diperoleh adalah tingkat akurasi hasil uji data dari masing-masing metode. Didapatkan bahwa ANFIS adalah metode yang paling baik dalam memprediksi nilai eksergi kimia biomassa pertanian dengan tingkat akurasi hingga 99.3129%.
Keywords
ANFIS, ANN, Biomassa, Eksergi
Topic
Fisika Sistem Kompleks
Corresponding Author
Sutrisnawati Mehora
Institutions
Prodi Magister Pengajaran Fisika, Fakultas
Matematika dan ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132,
Indonesia
Abstract
Fisika pertambangan merupakan suatu pemelajaran fisika yang mengkaitkan fenomena sumber daya alam pertambangan nikel yang di kelola oleh PT. Antam Tbk. Pomala di kabupaten Kolaka dengan konsep fisika. Proses yang terjadi dalam pertambangan tersebut kemudian dibahas dalam bahasa fisika yang dimulai dari pembahasan fisika tektonik, genesa mineral, eksplorasi, sampai proses pra olahan nikel. Untuk memudahkan pemahaman konsep fisika dalam pertambangan nikel maka disusunlah suatu bahan ajar yang berkaitan dengan pertambangan tersebut yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru kepada masyrakat bagaimana hubungan antara ilmu fisika dengan dunia industri pertambangan.
Keywords
Tektonik sulawesi, Bahasa fisika dalam pertambangan nikel
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Aflah Zaharo
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Gallium Nitride (GaN) merupakan semikonduktor dengan celah pita energi yang lebar dan langsung. Penelitian Rare Earth (RE) dalam GaN sangat menarik terkait dengan pemanfaatannya dalam pengembangan perangkat optoelektronik. Dilakukan perhitungan struktur elektronik doping GaN dengan Er berdasarkan Density Functional Theory (DFT). Digunakan model supersel struktur wurtzite GaN menggunakan paket program PHASE/0. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya kestabilan struktur Er dalam GaN. Penambahan konsentrasi dopan dalam hal ini Er dalam GaN, mengakibatkan penambahan pergeseran batas level energi dan mempersempit celah pita energi. Model yang digunakan mampu mendeskripsikan keadaan impuritas Er dalam GaN. Doping Er dalam GaN diprediksikan mampu mempersempit celah pita energi dan membantu kinerja optik pada GaN. GaN didoping Er berpotensi untuk aplikasi LED dengan berbagai macam warna yang hemat energi dan murah.
Keywords
GaN, Rare Earth, DFT
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Page 528 (data 15811 to 15840 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats