Page 529 (data 15841 to 15870 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Shelly Efwinda
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Masalah Tema Hujan Asam berbantuan mind map diimplementasikan untuk memperoleh gambaran aktifitas siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif dan dilaksanakan di salah satu SMP Negeri di Bandung Barat kelas VII semester 2 tahun ajaran 2015/2016. Melibatkan 2 kelas yang memiliki karakteristik yang sama dan dipilih secara acak sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen terdiri dari 39 siswa menggunakan pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Masalah Tema Hujan Asam berbantuan mind map sedangkan kelas kontrol terdiri dari 37 siswa menggunakan pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Masalah Tema Hujan Asam tanpa bantuan mind map. Pada penelitian ini digunakan lembar observasi selama pembelajaran berlangsung sebanyak dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) persentase rata-rata aktifitas siswa dalam pembelajaran pada kelas eksperimen sebesar 94% 2) persentase rata-rata aktifitas siswa dalam pembelajaran pada kelas kontrol sebesar 91%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran IPA Terpadu berbasis masalah tema Hujan Asam dengan bantuan mind map hampir seluruh tahapan pembelajarannya dapat terlaksana. Berdasarkan hasil pengamatan terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan pada masing-masing model pembelajaran yang diimplementasikan di kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Keywords
aktifitas siswa, pembelajaran berbasis masalah, hujan asam, mind map
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Heni Pujiastuti
Institutions
(1) Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang-Banten
(2) Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang-Banten
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan matematis terhadap hasil belajar fisika. Penelitian ini mengunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dapat diartikan sebagai penelitian deskriptif yang bersifat asosiatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan matematis, hal ini dilakukan untuk memperoleh data kemampuan matematis mahasiswa. Sedangkan Instrumen yang digunakan untuk memperoleh gambaran tentang hasil belajar fisika, yaitu memberikan soal-soal yang berbentuk hitungan dalam bentuk uraian. Hasil yang didapat menunjukan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar fisika khususnya dalam penyelesaian soal-soal hitungan fisika, mahasiswa harus dapat meningkatkan kemampuan dasar matematematis dengan cara memahami konsep matematika dengan baik dan memperbanyak latihan menyelesaikan soal-soal dasar matematika.
Keywords
kemampuan matematis, hasil belajar fisika
Topic
Physics
Corresponding Author
Satriana Roguna
Institutions
(a) Prodi Meteorologi,
Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Jl. Perhubungan I no. 5, Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten 15221
*satriana.roguna[at]stmkg.ac.id
Abstract
Bencana alam tanah longsor semakin kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya telah menimpa wilayah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Curah hujan observasi yang tercatat pada beberapa pos hujan yang terdekat dari wilayah longsor mengalami kenaikan intensitas pada hari kejadian dibandingkan pada hari sebelumnya. Faktor terjadinya peningkatan yang signifikan ini perlu dikaji dengan berbagai cara antara lain melihat faktor global dan media penginderaan jauh seperti satelit. Analisis data global seperti SOI, OLR, SST menunjukkan hasil yang mendukung peningkatan aktivitas konveksi sedangkan indeks IOD, NINO 3.4, MJO menunjukkan hasil yang berbanding terbalik. Angin gradien yang memperlihatkan adanya Shear (belokan tajam) dari arah barat Sumatera Utara pada hari sebelumnya dan adanya konvergensi menuju wilayah Sumatera Utara pada hari kejadian turut mendorong ketidakstabilan kondisi atmosfer pada kejadian ini. Hasil citra satelit memperlihatkan daerah tutupan awan konvektif yang luas terjadi sejak pagi hari dan awan Cumulonimbus mulai menunjukkan perkembangannya sejak pukul 13.00 WIB serta siginifikan dari pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Keywords
Data Global, Cumulonimbus, Aktivitas Konveksi, Hujan Lebat
Topic
Fisika Bumi
Corresponding Author
Estiyanti Ekawati
Institutions
Program Studi Teknik Fisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Penguasaan terhadap prinsip dan aplikasi desain kerekayasaan merupakan salah satu capaian pembelajaran pendidikan tinggi sarjana bidang rekayasa. Hal ini telah digariskan, baik pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia yang mendasari penyusunan kurikulum pendidikan di Indonesia, maupun pada kriteria capaian pembelajaran berbagai lembaga akreditasi internasional, seperti ABET, ASIIN e.v. dan JABEE. Di Institut Teknologi Bandung (ITB), upaya mencapai penguasaan prinsip dan aplikasi kerekayasaan dirintis sejak dini melalui kuliah KU1101 Pengenalan Rekayasa dan Desain I (PRD I) dan KU1201 Pengenalan Rekayasa Desain II (PRD II) yang merupakan mata kuliah wajib untuk seluruh mahasiswa ITB pada tahun pertama sejak berlakunya Kurikulum ITB 2013. Pelaksanaan kedua kuliah ini diorganisasikan dalam enam kluster Fakultas dan Sekolah di ITB. Dalam struktur tersebut, jumlah mahasiswa yang besar, jenis fakultas dan sekolah serta jenis keahlian dosen yang beragam pada satu kluster merupakan aset yang perlu dikelola dengan baik agar mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal. Paper ini fokus pada pelaksanaan pembelajaran prinsip dan aplikasi instrumentasi dan kontrol, yang merupakan bagian dari topik mata kuliah KU1101 PRD I di kluster II di ITB. Pada Semester I Tahun Akademik 2015-2016, kluster II melibatkan 702 orang mahasiswa dan 10 dosen dari berbagai program studi dari Fakultas Teknologi Industri, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati dan Sekolah Farmasi. Untuk dapat memahami tantangan pengelolaan mahasiswa dan dosen pada kuliah ini, perlu dikenali lebih dahulu tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Mata kuliah KU1101 PRD I pada semester I tahun pertama studi di ITB mempersiapkan mahasiswa untuk mengenal dan memahami karakter profesi dan dasar ilmu kerekayasaan dalam bentuk kuliah tatap muka yang dikombinasikan dengan diskusi maupun studi kasus singkat. Topik yang disampaikan meliputi pengenalan identitas dan pengembangan profesi ahli rekayasa, yang meliputi : jenis-jenis profesi kerekayasaan, etika profesi kerekayasaan, organisasi profesi kerekayasaan. Selanjutnya, mahasiswa diingatkan kembali pada konsep yang mendasari seluruh ilmu kerekayasaan, yaitu gaya dan energi. Kemudian disampaikan pengembangan wawasan terhadap berbagai ilmu kerekayasaan, antara lain ilmu rekayasa mekanikal, rekayasa proses, rekayasa biologi, serta bidang rekayasa kembangannya, termasuk konsep dan aplikasi instrumentasi dan kontrol. Akhirnya mahasiswa dikenalkan dengan tahapan kerja dalam desain kerekayasaan. Pembekalan ini dilanjutkan pada mata kuliah KU1201 PRD II di semester II yang membimbing mahasiswa melaksanakan tahapan desain kerekayasaan dalam bentuk studi kasus kerekayasaan yang dilaksanakan secara berkelompok. Pada tahun akademik 2013-2014 serta 2014-2015, mahasiswa dikelompokkan berdasarkan Fakultas/ Sekolah, sehingga pad kluster II terdapat enam kelas yang berisi mahasiswa FIT, dan empat kelas yang berisi kombinasi mahasiswa SITH/SF. Seluruh dosen PRD I
Keywords
Pembelajaran, Instrumentasi dan Kontrol
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
Ratu Dewi Sri Lestari
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ,
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes fisika SMA bentuk pilihan ganda berdasarkan taksonomi Bloom revisi pada materi momentum dan impuls. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompetensi inti pengetahuan untuk SMA pada kurikulum 2013 yang menyatakan bahwa siswa diharapkan memiliki kemampuan memahami, menerapkan, dan menganalisis kemampuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif. Namun, pada kenyataannya instrumen yang digunakan untuk menjaring informasi siswa belum optimal dan belum sepenuhnya menguji kemampuan yang diharapkan oleh kurikulum 2013. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa SMA Negeri di Kota Bandung dengan subjek penelitian yaitu sebanyak 136 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah model research and development (R&D) dengan pendekatan pengembangan model 4D (four-D model). Pengembangan instrumen tes ini dianalisis menggunakan software Anates V4. Hasil penelitian diperoleh nilai validitas tes 0,68 dengan interpretasi tinggi dan reliabilitas tes 0,81 dengan interpretasi sangat tinggi. Serta untuk profil penguasaan kompetensi pengetahuan siswa diperoleh hasil sebesar 61,09% dengan kriteria penguasaan kompetensi pengetahuan tinggi. Sehingga, diperoleh hasil bahwa instrumen tes fisika SMA bentuk pilihan ganda berdasarkan taksonomi Bloom revisi pada materi momentum dan impuls yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kualitas butir soal yang baik dan sudah dapat digunakan untuk sebagai alat untuk mengukur kompetensi pengetahuan siswa.
Keywords
Pengembangan instrumen tes, Taksonomi Bloom revisi, Momentum dan impuls
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Novitasari -
Institutions
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Abstract
Kemampuan memahami konsep fisika diperlukan untuk menjelaskan berbagai fenomena baik fenomena yang berasal dari alam atau buatan. Penting untuk peserta didik mengetahui komponen-komponen apa saja yang terlibat dalam fenomena tersebut sehingga peserta didik dapat menjelaskannya dengan konsep-konsep fisika yang ia pahami. Studi pendahuluan mengungkapkan bahwa beberapa fenomena tidak dapat dihadirkan di kelas dalam bentuk eksperimen dan beberapa fenomena lainnya memiliki konsep yang masih abstrak. Oleh karena itu, perlu disisipkan media yang dapat mengakomodir fenomena yang memiliki karakteristik tersebut. Solusinya adalah penggunaan Interactive multimedia related to real life. Interactive multimedia related to real life merupakan suatu media yang menggabungkan animasi, narasi, dan suara yang kemudian ditampilkan dalam bentuk kartun bertemakan kehidupan sehari-hari. Tampilannya menyerupai kondisi yang ada di dalam kehidupan nyata. Media ini membantu peserta didik mengaitkan fenomena dengan konsep-konsep fisika yang didapatkan setelah pembelajaran. Hasil analisis berbagai literatur yang setema mengungkapkan bahwa pembelajaran fisika berbantuan multimedia interaktif dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep fisika. Selain itu, penggunaan Interactive multimedia related to real life dapat meningkatkan kebiasaan siswa dalam menganalisis fenomena kehidupan nyata dan meninggalkan ingatan jangka panjang pada peserta didik setelah pembelajaran.
Keywords
Kemampuan memahami, pembelajaran fisika, Interactive multimedia related to real life.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Rahadian Nopriantoko
Institutions
1) Departemen Fisika, Universitas Indonesia. Depok 16424, Indonesia.
*RNFisika[at]gmail.com
2) Metal Industries Development Center. Bandung 40135, Indonesia.
Abstract
Friction Stir Welding merupakan sebuah metode pengelasan ramah lingkungan yang telah diaplikasikan di banyak industri. AA 5083 secara luas digunakan dalam berbagai aplikasi yang memanfaatkan kelebihan tahan korosi dengan kekuatan yang sangat baik setelah penyambungan. Kami menyambungkan AA 5083 dalam proses FSW dengan mengorientasikan arah las sejajar dan tegak lurus rol. Analisis hasil pada zona las (zona stir, TMAZ, HAZ, dan logam dasar) menunjukkan perbedaan sifat mekanis dan struktur mikro yang sangat menarik pada perubahan orientasi arah pengelasan dan pengerolan benda kerja.
Keywords
Friction Stir Welding, Sifat Mekanis, Struktur Mikro, AA 5083, Arah Las, Orientasi Pengerolan
Topic
Physics
Corresponding Author
Suhayat Minardi
Institutions
Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram
Jl. Majapahit No. 62 Mataram, 83125 NTB-Indonesia
Abstract
Telah dilakukan penelitian untuk memodelkan lapisan endapan vulkanik dari Gunung Samalas 1257 AD. Data yang digunakan adalah data kecepatan gelombang permukaan yang diukur dengan metode MASW (multichannel analysis of surface wave). Metode MASW diterapkan pada enam lokasi di sebelah selatan sumber letusan dan dari hasil pengukuran dibuat model dengan arah selatan serta arah tenggara. Pengelompokan jenis endapan didasarkan pada IBC 2003 (ICC, 2003), TSC, 1998 (Ministry of Public Works and Settlement Government of Republic of Turkey, 1998). Hasil pemodelan diverifikasi dengan data singkapan yang dijumpai di lokasi pengukuran. Kelompok lapisan endapan vulkanik di bagian selatan terdiri atas endapan tipe C, D, dan E, yang mempunyai kecepatan rambat kurang dari 400 m/detik dengan ketebalan kurang dari 50 m. Endapan vulkanik tersusun atas pasir, kerikil, lempung, butiran batupung, debu vulkanik, dan alluvial. Semua jenis batuan tersebut ditemukan di semua lokasi penelitian dengan komposisi dan ketebalan yang berbeda-beda.
Keywords
kecepatan, kelompok endapan vulkanik, MASW, model
Topic
Fisika Bumi
Corresponding Author
Yoice Srikandace
Institutions
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Abstract
Keanekaragaman kapang endofitik yang berasal dari organisme laut yang sangat tinggi merupakan salah satu sumber antioksidan yang aktif. Kapang endofitik Aspergillus spp yang berasal dari hewan dan tumbuhan laut sebagai antioksidan belum banyak ditelusuri dan diteliti aktivitasnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh medium fermentasi yang optimal untuk menghasilkan metabolit antioksidan yang aktif dari Aspergillus spp. Kapang endofitik yang berhasil diisolasi dari 3 organisme laut (terumbu karang,cacing laut dan tumbuhan patah tulang) asal laut Pameungpeuk Garut, Jawa Barat adalah Aspergillus spp (SF3, CkF5 dan PtF9). Produksi metabolit antioksidan dari Aspergillus spp menggunakan media fermentasi Potato Dextrose Broth (PDB), Sarbourd Broth (SB) dan Malt Extract Broth (MEB) dengan waktu fermentasi 14 hari pada suhu ruang dengan kecepatan 120 rpm di atas shaker. Hasil fermentasi kapang diekstraksi dengan etil asetat dan etanol serta diuji aktivitasnya dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aspergillus SF3, CkF5 dan PtF9 mampu menghasilkan antioksidan yang aktif. Media fermentasi yang terbaik menghasilkan antioksidan yang tinggi adalah PDB dengan aktivitas tertinggi berasal dari Aspergillus PtF9 (bio.EtOH) yaitu 90,57%. Aspergillus SF3 dan CkF5 memiliki aktivitas tertinggi masing-masing sebesar 83,86% (bio.EtOH) dan 82,61% (EtOH). Pada media SB dan MEB, aktivitas antioksidan yang tertinggi berasal dari ekstrak etil asetat Aspergillus PtF9 sebesar 86,25% dan 83,86%. Pada media SB dan MEB tidak semua kapang mampu menghasilkan antoksidan.Skrining fitokimia menunjukkan bahwa semua ekstrak kapang mengandung alkaloid, fenolik, terpenoid dan tanin.
Keywords
antioksidan, Aspergillus, fitokimia, metode DPPH
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
sayahdin Alfat
Institutions
(a) Magister Sains Komputasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
(b) Fisika Kebumian dan Sistem Kompleks, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bansung 40132, Indonesia
Abstract
Pemodelan transfer panas dan massa sudah dikembangkan untuk mensimulasikan proses pengeringan biji kopi. Penelitian ini menggunakan persamaan Luikov untuk menganalisis aliran panas dan massa pada suatu media kapiler berpori dan pada penelitian ini juga melibatkan variabel tekanan. Selain menganalisis pengaruh tekanan, tujuan utama dari penelitian ini juga melihat pengaruh variasi variabel-variabel thermo-physic suatu produk. Studi ini sudah menggunakan koordinat kartesian dalam 2 dimensi dan secara umum asumsi yang digunakan pada studi kali ini adalah produk bersifat isotropik dan homogen, proses konveksi panas dan difusi air melalui seluruh permukaan bahan. Sistem persamaan Luikov sudah diselesaikan menggunakan metode elemen hingga (MEH) dengan P2-element yang tersedia pada software FreeFEM++.
Keywords
2D, Transfer Panas, Transfer Massa, Persamaan Luikov, Methode Elemen Hingga
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Aldino Adry Baskoro
Institutions
a) sekolahalam minangkabau
Jalan Ujung Pandang No 11, Padang 25135, Indonesia
*aldino.a.baskoro[at]gmail.com
b) langitselatan
Bandung
Abstract
Pada makalah ini dibahas tentang pemanfaatan media roket air di Sekolah Alam Bandung (SAB) dan sekolahalam minangkabau (SAM) dalam pembelajaran sains (IPA) di tingkat pendidikan dasar. Peluncur roket air yang digunakan adalah peluncur hasil desain peneliti yang telah dikembangkan sejak tahun 2008. Pembelajaran dengan media roket air disajikan secara interaktif yang disampaikan melalui metode eksperimen dan problem solving. Kaitan materi-materi pembelajaran disesuaikan dengan tingkatan kelas sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar di dalam kurikulum. Dari hasil kegiatan roket air yang diperkenalkan mulai dari kelas 4 di SAB maupun di kelas 6 di SAM ditemukan bahwa para siswa sangat menyenangi kegiatan ini. Berdasarkan hal tersebut, beberapa model pembelajaran berbasis aktivitas roket air dikembangkan tidak hanya sebatas pembuatan dan peluncuran roket standar berbahan botol minuman soda volume 600 ml dan 1,5 liter. Adapun pengembangan aktivitas yang memanfaatkan media roket air antara lain pembuatan dan peluncuran roket panjang, roket berparasut, roket berkamera, simulasi pendaratan rover, proyek pembuatan peluncur mandiri, dan roket air dua tingkat. Hasil dari berbagai kegiatan roket air yang telah dilakukan di SAB dan di SAM disusun dalam urutan kegiatan yang berjenjang mulai dari kelas IV, V, dan VI.
Keywords
roket air, interaktif, eksperimen
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Marati Husna
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Hasil produk pertanian Indonesia sangat berlimpah, namun salah satu kendala besarnya adalah proses pengawetan. Salah satu jenis pengawetan adalah dengan teknologi pengeringan beku. Teknologi pengeringan beku ini sangat berperan penting tidak hanya pada jenis produk olahan namun juga pada pengembangan dan produksi berbagai jenis produk inovatif lainnya seperti vaksin, enzim, dan ekspedisi luar angkasa. Secara industri, teknik pengeringan beku memerlukan peralatan yang modern sehingga biaya operasionalnya mahal. Metode pengeringan beku merupakan proses sublimasi yang meliputi pembekuan, pengeringan primer, dan pengeringan sekunder. Agar efisien, proses yang sangat penting untuk dikontrol adalah pengeringan primer. Optimasi proses pengeringan primer ada pada penentuan suhu permukaan produk, tekanan ruang dan waktu pengeringan primer. Analisa tersebut dilakukan dengan model simulasi proses sublimasi menggunakan persamaan perpindahan panas dan massa yang diselesaikan dengan metode elemen hingga. Dari model matematik yang dikembangkan, dapat diprediksi profil temperature, tekanan, dan proses sublimasi serta kebutuhan energi dari proses pengeringan beku. Sehingga, didapatkan waktu pengeringan primer yang optimal yang berperan penting untuk menaikkan efisiensi pada proses pengeringan beku secara komersil.
Keywords
simulasi, pengeringan beku, sublimasi, persamaan perpindahan panas dan massa, metode elemen hingga
Topic
Physics
Corresponding Author
Pipit Yuanastia Heriyanti
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Penggunaan media pembelajaran memiliki peranan penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Kajian ini dilakukan untuk membuat media pembelajaran pada konsep fluida yang digunakan oleh siswa di sekolah. Kit percobaan fluida didesain untuk mengaplikasikan prinsip Pascal, terbuat dari pyrex glass yang dapat dibongkar pasang untuk kepentingan percobaan lainnya. Percobaan dilakukan dengan menyusun alat yang terdiri dari tabung gelas dengan diameter berbada, dua buah piston yang sesuai dengan diameter tabung, minyak, serta berbagai ukuran beban. Hasil percobaan penggunaan alat menunjukan nilai yang mendekati nilai teoretik.
Keywords
Prinsip Pascal, Kit percobaan fluida, Media pembelajaran, Alat peraga
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Umi Khofifah
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Permasalahan yang teridentifikasi terhadap rendahnya pemahaman fisika siswa di sekolah ialah guru kurang memperhatikan keragaman kesulitan siswa dalam memahami konsep fisika. Untuk mengatasi masalah tersebut, pendekatan multirepresentasi eksternal dalam pembelajaran fisika dapat dijadikan salah satu alternatif untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran fisika. Pemahaman yang dimaksud adalah pemahaman (comprehension) berdasarkan taksonomi Bloom, yaitu kemampuan tranlasi (menerjemahkan), kemampuan interpretasi (menafsirkan) dan kemampuan ekstrapolasi/interpolasi (meramalkan). Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dan untuk mengetahui perbedaan peningkatan pemahaman konsep secara signifikan antara multirepresentasi eksternal dengan pendekatan konvensional. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII I dan VII J salah satu SMP Negeri di Lembang tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 38 orang siswa pada masing-masing kelas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment dengan menggunakan the static group pretest-posttest design. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa meningkat dengan rata-rata gain yang dinormalisai yaitu sebesar 0,50 dan 0,35. Pada pembelajaran dengan pendekatan multirepresentasi eksternal lebih signifikan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan pendekatan konvesional dengan taraf signifikansi 1%.
Keywords
multirepresentasi eksternal, pemahaman konsep
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Aris Alfan
Institutions
(a) Mathematics Department, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia, Intitute Teknologi Bandung.
arisalfan[at]gmail.com
(b) Mathematics Department, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia, Intitute Teknologi Bandung.
nuning[at]math.itb.ac.id
Abstract
Jati merupakan jenis kayu yang sangat dibutuhkan didalam kehidupan sehari-hari karena selain keindahan seratnya, kekuatan kayu ini paling bagus dibandingkan jenis kayu lain sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Layaknya barang berharga lainnya, pohon jati juga rawan dicuri. Dengan pembiayaan yang tetap tetapi terjadi pengurangan volume kayu akibat pencurian pasti menyebabkan berkurangnya besar keuntungan dan dapat mempengaruhi hasil periode pemanenan yang optimal. Dalam makalah ini dijelaskan secara matematis bagaimana tingkat pencurian di area KPH Ngawi berpengaruh terhadap nilai Soil Expectation Value (SEV) yang selanjutnya juga mempengaruhi periode pemanenan optimal. Dari pembahasan diperoleh nilai SEV optimal KPH Ngawi tanpa pencurian dicapai saat periode pemanenan 42 tahun. Dengan memasukkan faktor pencurian 0.375896 per sepuluh tahun yang diperoleh dari data KPH Ngawi, SEV optimal turun sebesar 21% yang terjadi saat periode pemanenan 38 tahun. Sesuai dengan hasil diskusi diperoleh kesimpulan semakin tinggi tingkat pencurian pohon akan menurunkan nilai SEV dan mempersingkat periode pemanenan optimal.
Keywords
periode pemanenan optimal, SEV, tingkat pencurian pohon
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Meliyani Hasanah
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini berfokus pada upaya penggunaan simulasi komputer pada pembelajaran konsep suhu dan kalor menggunakan model pembelajaran Predict, Observe, Explain (POE). Pengembangan simulasi komputer berbasis POE bertujuan untuk membantu siswa SMA dalam mempelajari konsep suhu dan kalor dengan lebih mudah. Simulasi ini juga dapat digunakan untuk uji praktikum secara dinamis yaitu tidak hanya di dalam kelas dan laboratorium. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Subjek penelitian ini berjumlah 39 siswa kelas X di salah satu SMA di kota Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan simulasi komputer dalam pembelajaran suhu dan kalor berbasis POE membuat siswa menjadi lebih antusias dan lebih mudah menjawab pertanyaan yang diajukan terkait konsep tersebut. Selain itu, penelitian ini juga dapat mengidentifikasi konsep esensial pada suhu dan kalor yang masih belum dipahami oleh siswa.
Keywords
simulasi komputer, POE, suhu, kalor
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Ely Rismawati
Institutions
1. Program Studi Magister Pengajaran Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
2. Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Perilaku partikel dalam aliran udara tergantung pada sifat aerodinamika suatu partikel tersebut. Gaya aerodinamika yang ada selama gerak relatif antara udara dan bahan berbeda setiap partikel yang berbeda. Sifat aerodinamika dipengaruhi oleh kadar air. Biji-bijian memiliki kemampuan untuk menyerap air yang disebut dengan imbibisi. Syarat terjadinya imbibisi yaitu perbedaan tekanan antara biji dengan air, dimana tekanan air lebih kecil dari pada tekanan biji, ada daya tarik-menarik yang spesifik antara air dan biji. Penambahan volume dalam peristiwa imbibisi adalah lebih kecil dari pada penjumlahan volume zat mula-mula, dengan zat yang diimbibisikan apabila dalam keadaan bebas. Perbedaan ini diduga karena zat atau molekul yang diimbibisikan harus menempati ruang diantara moleku-molekul zat yang mengimbibisi sehingga volume zat yang diimbibisikan tertekan lebih kecil dari pada bila dalam keadaan bebas. Banyaknya air yang diserap selama proses imbibisi umumnya kecil dan cepat. Penelitian ini mengkaji bagaimana pengaruh efek termal dan kadar air terhadap sifat dan aerodinamika biji-bijian. Metode ini memanfaatkan microwave. Biji-bijian diberi 3 perlakuan, yaitu perendaman, perendaman dan pemanasan, serta pengeringan. Analisa pada penelitian ini diantaranya yaitu hubungan antara daya serap biji-bijian terhadap waktu, hubungan antara daya serap biji-bijian terhadap temperatur, dan hubungan antara kadar air terhadap faktor koreksi aerodinamika. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui daya serap biji-bijian ketika di rendam, diberi efek panas dan dikeringkan serta mengkaitkannya terhadap sifat dan aerodinamika biji-bijian.
Keywords
efek termal, kadar air, daya serap, aerodinamika
Topic
Physics
Corresponding Author
Helen Raflis
Institutions
Jurusan Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Data pasang surut air laut sangat diperlukan pada kegiatan manusia yang berhubungan dengan dunia kelautan. Rancang bangun perangkat pemantau ketinggian dan kecepatan air laut digunakan untuk mengukur ketinggian dan kecepatan arus air laut pada keadaan pasang dan surut. Pengukuran dilakukan menggunakan sensor ultrasonic dan sensor laju alir (water flow sensor). Pada penelitian ini digunakan Arduino Uno untuk mengolah data ketinggian dan kecepatan arus air laut yang terbaca pada sensor. Data digital pada Arduino Uno melalui komunikasi serial akan dikirimkan ke server Blynk yang kemudian dapat diakses menggunakan aplikasi Blynk pada smartphone. Antarmuka pada aplikasi Blynk akan menyajikan data dalam bentuk grafik, level dan kecepatan arus secara real time. Rancang bangun disajikan dalam blok diagram yang terdiri dari tiga blok utama yaitu blok input, proses, dan output. Blok input terdiri dari sensor ultrasonic HC-SR05 dan water flow sensor, blok proses terdiri dari Arduino Uno, laptop/PC, dan program pemantauan yang dimodifikasi dapat dibaca dalam aplikasi Blynk, dan blok output berupa smartphone Android yang terinstall aplikasi Blynk dan jaringan internet yang menghubungkan ke data server Blynk. Aplikasi Blynk akan menampilkan ketinggian dalam bentuk widget level vertical, widget LED yang digunakan untuk indicator ketinggian yang ditentukan prasyarat kondisinya dan kecepatan arus air laut. Dari hasil pengujian diketahui bahwa perangkat ini akan menyajikan data ketinggian dan kecepatan air laut pada keadaan pasang dan surut dengan menggunakan aplikasi Blynk secara real time (Internet of Things) dan dapat diakses dimana saja dan oleh siapapun selama memiliki otorisasi.
Keywords
ketinggian, kecepatan arus, arduino, blynk, internet of things
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Umi Khofifah
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Permasalahan yang teridentifikasi terhadap rendahnya pemahaman fisika siswa di sekolah ialah guru kurang memperhatikan keragaman kesulitan siswa dalam memahami konsep fisika. Untuk mengatasi masalah tersebut, pendekatan multirepresentasi eksternal dalam pembelajaran fisika dapat dijadikan salah satu alternatif untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran fisika. Pemahaman yang dimaksud adalah pemahaman (comprehension) berdasarkan taksonomi Bloom, yaitu kemampuan tranlasi (menerjemahkan), kemampuan interpretasi (menafsirkan) dan kemampuan ekstrapolasi/interpolasi (meramalkan). Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dan untuk mengetahui perbedaan peningkatan pemahaman konsep secara signifikan antara multirepresentasi eksternal dengan pendekatan konvensional. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII I dan VII J salah satu SMP Negeri di Lembang tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 38 orang siswa pada masing-masing kelas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment dengan menggunakan the static group pretest-posttest design. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa meningkat dengan rata-rata gain yang dinormalisai yaitu sebesar 0,50 dan 0,35. Pada pembelajaran dengan pendekatan multirepresentasi eksternal lebih signifikan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan pendekatan konvesional dengan taraf signifikansi 1%.
Keywords
multirepresentasi eksternal, pemahaman konsep
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Dedi Gojali
Institutions
departemen pendidikan fisika, fakultas pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan alam, universitas pendidikan indonesia
Abstract
Dalam setiap proses pembelajaran diperlukan penilain hasil belajar untuk mengetahui keberhasilan dari pembelajaran tersebut. Instrumen yang digunakan dalam penilaian hasil belajar harus bisa membuat penalaran siswa jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen tes yang berbasis TIMSS sehingga dapat digunakan untuk megukur kemampuan penalaran siswa. Pengembangan instrumen tes ini mengacu pada penalaran Trends in International Mathematics and Science Studies (TIMSS). Pengembangan instrumen tes menggunakan metode Research & Development (R&D) dengan model 4D. Pengembangan instrumen tes melalui empat tahap, tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (desain), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Pengembangan instrumen tes dimulai dengan menganalisis kurikulum, membuat kisi-kisi, membuat butir soal, melakukan telaah instrumen, melakukan ujicoba, menganalisis hasil ujicoba, dan merevisi butir soal. Butir soal yang digunakan dala pengembangan instrumen berupa butir soal pilihan ganda sejumlah 20 butir soal. Instrumen diujicobakan pada siswa SMA kelas XI. Soal hasil ujicoba dihitung validitasnya menggunakan korelasi product moment, dengan nilai 0,41. Hasil menunjukan beberapa butir soal harus di revisi dan tidak ada butir soal yang ditolak. Berdasarkan perhitungan Spearman-Brown, didapat reliabilitas 0,72 dengan kriteria tinggi. Instrumen diujicobakan kembali dengan jumlah sampel yang lebih banyak. Kemudian hasilnya dianalisis dan didapatkan niali validitas 0,42 Dan reliabilitas 0,83. Dari hasil ananlisis semua butir soal yang digunaan diterima sebagai instrumen tes berbasis TIMSS yang baik untuk mengukur penalaran siswa.
Keywords
pengembangan instrumen tes, TIMSS, penalaran, kinematika gerak lurus
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Aurista Miftahatul Ilmah
Institutions
a) Fisika Bumi, Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
jalan Ganesa 10, Bandung 40132, Indonesia
*aurista.ilmah[at]students.itb.ac.id
b) Fisika Bumi, Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
jalan Ganesa 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Dunia perminyakan mengambil peran yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi hal itu tidak diimbangi dengan Sumber Daya Manusia yang merata disetiap daerah penghasil minyak ,hal ini menjadi tugas rumah yang besar bagi perguruan tinggi daerah untuk memperluas pengetahuan dalam bidang tersebut. Dalam mempelajari produksi minyak dan gas bumi (migas) salah satu yang terpenting adalah menganalisis aliran migas dari reservoir ke permukaan. Berawal dari aliran migas dari reservoir kedalam sumur adalah aliran darcy yang laminer, sedangkan ke permukaan adalah aliran turbulen dari pipa vertikal. Untuk menghubungkannya dilakukan pendekatan analisis di masing- masing segmen dan secara empirik di bagian bawah sumur tempat penampungan aliran dari dinding sumur (formasi produksi). Dalam menentukan formasi produksi dari migas diperlukan pengujian sumur, pengujian ini bertujuan untuk mengetahui tekanan reservoir, permeabilitas formasi serta batas-batas reservoir, karena pada pengangkatan minyak bumi ke permukaan tentunya akan menimbulkan kerusakan formasi produksi yang dapat mengakibatkan penurunan tekanan sumur, sehingga akan mengakibatkan jumlah produksi minyak dari sumur tersebut akan menurun pula. dan salah satu penyebab dari kerusakan formasi tersebut dapat ditinjau dari sifat fisik dari reservoir seperti nilai permeabilitas, skin effect.
Keywords
aliran darcy, aliran turbulen vertikal,formasi produksi, permeabilitas formasi, tekanan reservoir
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Pradipto Pradipto
Institutions
Bandung Institute of Technology
Abstract
Phase-transition pada ferromagnet, terjadi pada temperatur curie(Tc ), pada temperatur ini bahan ferromagnet secara spontan mengalami transisi menjadi paramagnet atau kehilangan sifat magnetnya. Fenomena ini dapat dijelaskan dengan Ising Model 2 Dimensi, dalam Ising Model, magnetisasi dihasilkan oleh konfigurasi biner spin magnetik (+1 atau -1). Fenomena Phase-Transition pada ferromagnet dijelaskan dengan Ising Model 2 Dimensi secera komputasi dengan metode Monte-Carlo dan Algoritma Metropolis. Solusi analitik untuk permasalahan ini telah diselesaikan sebelumnya oleh Onsager[2]. Algoritma metropolis merupakan modifikasi dari metode monte-carlo untuk simulasi sampel yang banyak, dengan memberikan bobot tertentu pada setiap konfigurasi dan transisi setiap iterasi. Pendekatan secara simulasi ini dinilai lebih efisien dibandingkan dengan solusi secara analitik, terutama untuk jumlah kisi yang banyak. Kami melanjutkan penelitian [5] dengan menambahkan perbandingan nilai magnetisasi terhadap temperatur. Kami menggunakan nilai konstanta boltzmann dan kuat interaksi (k=J=1) agar simulasi menjadi dimensionless. Simulasi akan dilakukan sebanyak 12000 kali iterasi monte-carlo dan 1000 kali iterasi tiap nilai temperatur untuk meminimalisir kondisi �metastable�. Parameter teramati yang diidentifikasi adalah magnetisasi dan energi tiap kisi terhadap nilai temperatur. Nilai magnetisasi hasil simulasi akan dibandingkan dengan hasil analitik. Pada solusi analitik phase-transition terjadi pada temperature curie(Tc = 2.669185J/k A/m). Hasil simulasi berhasil menunjukkan phase-transition pada nilai Tc yang medekati solusi analitik.
Keywords
Phase-transition,Ising Model, Ferromagnet, Monte-Carlo, Metropolis, Magnetisasi.
Topic
Physics
Corresponding Author
Septian Ulan Dini
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika,
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro no. 1 Bandarlampung, Indonesia, 35145
*septianulandini[at]gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bangaimana karakteristik dan kelayakan produk hasil pengembangan berupa video pembelajaran flipped classroom pada materi dinamika rotasi berbasis STEM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development). Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Bandarlampung. Model pengembangan penelitian ini mengacu pada prosedur Borg & Gall yang disederhanakan oleh Tim Puslitjaknov. Data uji kelayakan media video dikumpulkan melalui teknik non tes dengan instrumen angket yang ditujukan untuk ahli materi fisika, ahli media pembelajaran dan siswa. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pengembangan ini berupa: 1) dihasilkannya video pembelajaran flipped classroom pada materi dinamika rotasi berbasis STEM yang memiliki karakteristik dan struktur sesuai ciri-ciri STEM seperti Science and Engineering Practice, Mathematical Practice dan Technology Practice yang terintegrasi dalam siklus Problem Based Learning yaitu video sebagai penampil masalah dan pemicu siswa memecahkan masalah, video sebagai sumber informasi dan video sebagai media penjelasan dan penyelesaian masalah, 2) video pembelajaran yang telah tervalidasi oleh ahli materi dengan kategori layak (81,25%) dan ahli media dengan kategori layak (100%), maka video pembelajaran ini dinyatakan layak untuk diujikan ke lapangan. Uji coba lapangan skala kecil hasilnya adalah 83,3%, yang menyatakan video pembelajaran flipped classroom pada materi dinamika rotasi berbasis STEM sangat layak untuk digunakan pada skala yang lebih luas.
Keywords
Video Pembelajaran; Flipped Classsroom; STEM; Dinamika Rotasi; Pengembangan
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
firli roza nur rakhman
Institutions
Jurusan kimia UIN sunan kalijaga yogyakarta
Abstract
Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batu bara dan modifikasi zeolit sintesis dari ligan ditizon sebagai adsorben logam Fe. Tujuan dari penelitian ini mengetahui karakterisasi zeolit sintesis dan zeolit termodifikasi ditizon, mengetahui kemampuan adsorpsi terhadap logam Fe, mengetahui parameter kinetika, isoterm, dan termodinamika. Zeolit sintesis dilakukan dengan metode hidrotermal, dilakukan pada suhu 1000C selama 12jam. Modifikasi ditizon dilakukan dengan menambahkan 2,56 gram ditizon dan dilarutkan etanol 96% dengan pemanasan 500C. Zeolit sintesis dan zeolit termodifikasi ditizon di karakterisasi menggunakan XRF, FTIR, XRD, dan GSA. Hasil karakterisasi XRF menunjukkan kandungan zeolit sinteis adalah SiO2 dan Al2O3 , sedangkan FTIR menunjukkan adanya vibrasi Si-O/Al-O dan pada XRD zeolit sintesis dan zeolit termodifikasi ditizon merupakan kristal berbentuk faujasit. Hasil dari GSA menunjukan bentuk pori-pori dari zolit sintesis dan zeolit termodifikasi ditizon berbentuk mesopori. Kemampuan adsorpsi zeolit sintesis untuk variasi waktu dan suhu lebih baik dari pada zeolit termodifikasi ditizon. Sedangkan zeolit termodifikasi ditizon mempunyai kemampuan adsorpsi yang baik pada variasi konsentrasi. Sedangkan untuk persamaan kinetika adsorbsi mengikutu orde dua dengan nilai linearitas (R2) 1. Isoterm adsorpsi zeolit sintesis dan zeolit termodifikasi ditizon mengikuti persamaan freundlich dengan nilai Z=0,977 ZD=0,898. Parameter termodinamika meliputi nilai ∆H0 yang negatif Nilai ∆G0 negatif yang berarti reaksi berlangsung secara spontan dan ∆S0 nilai negatif maka reaksi zeolit sintesis dan zeolit termodifikaisi ditizon berlangsung secara spontan.
Keywords
zeolit, abu dasar, adsorpsi, ditizon.
Topic
Material
Corresponding Author
atikah amalia widiantoro
Institutions
a)Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, Jalan Pemuda No.10 Rawamangun, Jakarta Timur
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan pengetahuan yang mencakup materi cahaya tampak untuk fenomena gelombang elektromagnetik di kelas XII berdasarkan KD 3.1 yaitu, Menerapkan Konsep dan Prisnsip Gelombang Cahaya dalam Tekhnologi. Metode yang dipakai dalam penelitian ini merupakan Reasearch and Development yang mengacu kepada pendapat Dick and Carey. Penelitian ini sudah diawali dengan studi pendahuluan di beberapa SMA di Jakarta Timur, survey di beberapa toko buku dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Hasil survey yang didapatkan dari PusKurBuk adalah informasi tentang indikator standar mutu buku pengayaan pengetahuan yang telah ditetapkan sebagai acuan, yaitu: kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikkan. Sedangkan hasil survey di toko buku didapatkan ketersediaan buku yang membahas tentang pelangi sudah tersedia di toko buku tetapi dalam bentuk buku ilmu pengetahuan popular. Mengacu pada hasil survey dan standar mutu, penulisan buku pengayaan pengetahuan �Peristiwa Pelangi Menurut Pandangan Fisika� akan ditulis sesuai dengan standar mutu, dengan bahasa yang komunikatif agar dapat memudahkan dalam memahami fenomena gelombang elektromagnetik.
Keywords
Buku Pengayaan Pengetahuan, Gelombang Elektromagnetik, Pelangi
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Nurul Huda
Institutions
*Departemen Pendidikan Fisika FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr Setiabudi No. 229, Bandung, 40154
Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikas-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jl. Cisitu/Sangkuriang, Bandung, 40135
Abstract
Optimasi Mach Zehnder Interferometer (MZI) optic dengan variasi panjang sensor dan indeks bias efektif dilakukan untuk aplikasi sensor lingkungan. Pada struktur MZI tersebut, bahan Polymide loss free digunakan sebagai inti dari pemandu gelombang dan silicon dioskida digunakan sebagai substrate dari pemandu gelombang optik tersebut. Optimasi dari struktur MZI optik dilakukan menggunakan program Computer Simulation Technology (CST) dengan menvariasikan nilai dari panjang sensor dan indeks bias efektif dari MZI tersebut, dimana nilai sudut persimpangan dibuat tetap. Dengan perubahan nilai panjang sensor dan indeks bias efektif pada MZI optik, maka terjadi pergeseran besar panjang gelombang optik pada keluaran MZI tersebut. Panjang sensor sebesar 4 dan 6 m dan indeks bias efektif sebesar 1,01 ; 1,1 ; dan 1,2 telah dianalisa dan dioptimasi serta didiskusikan pada makalah ini dimana nilai dari sudut persimpangan ditetapkan tidak berubah sebesar 8 derajat. MZI optik ini sangat menjanjikan digunakan untuk aplikasi pada sensor lingkungan pada suatu limbah cair dengan mendeteksi zat-zat tertentu.
Keywords
Mach Zehnder Interferometer optik, panjang sensor, indeks bias, pemandu gelombang optik
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
Afni Kumala Wardani
Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Institut Teknologi Bandung
Email: wardani.k.afni[at]gmail.com
Abstract
Keterbatasan fasilitas alat praktikum untuk menyelidiki konduktivtas termal menjadi kendala dan kesenjangan bagi siswa dalam memahami karaktersitik termal suatu bahan. Sehingga dibutuhkan inovasi dalam pengembangan media pembelajaran pada materi suhu, kalor dan perpindahan kalor khususnya pada bahasan konduktivitas termal. Video merupakan salah satu media alternatif yang praktis dan effektif sebagai media pembelajaran bagi siswa baik secara terbimbing maupun mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi suhu, kalor dan perpindahan kalor melalui video percobaan konduktivitas termal logam menggunakan sensor dual probe. Video percobaan untuk menyelidiki konduktivitas termal logam menggunakan sensor dual probe dirangkai menjadi sebuah video pembelajaran interaktif yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa dan mendapatkan respons yang baik pada materi kalor. Video pembelajaran ini dilengkapi dengan perangkat pembelajaran berupa silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Melalui video pembelajaran ini siswa dibimbing untuk menyelidiki konduktivitas termal logam melalui video penggunaan sensor dual probe yang telah teruji keakuratannya. Adapun instrument penelitian berupa test uraian untuk mengukur peningkatan pemahaman konsep dan angket respons siswa mengenai video pembelajaran. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif yaitu dengan menghitung signifikansi perbedaan rata-rata dan normalized gain serta analisis kualitatif yaitu melalui analisa respons siswa. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman siswa pada bahasan konduktivitas termal logam.
Keywords
konduktivitas termal logam, media pembelajaran
Topic
Physics
Corresponding Author
Yuri Yogaswara
Institutions
1SMA Negeri 3 Bintan,
Dinas Pendidikan Provinsi Kepualau Riau
Jl. Tok Sadek No.3 Tembeling, Teluk Bintan, Kab. Bintan, Provinsi Kepualau Riau, Indonesia 29132
2Laboratorium Fisika Bumi
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) yogaswarayuri[at]gmail.com
b) fourier[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Telah dilakukan penelitian difraksi fraunhofer celah tunggal persegi melalui eksperimen. Pengambilan data jarak pola difrkasi dilakukan seperti percobaan difraksi biasa secara manual dengan menggunakan kertas milimeter blok dan data intensitas-jarak pola terang gelap terhadap terang pusat yang terjadi pada layar dilakukan dengan pengambilan citra pola difraksi yang terbentuk pada layar dengan menggunakan kamera ditigal. Pengolahan data dilakukan secara analitik dan komputasi menggunakan program Matlab. Analisis citra pola difraksi dimaksudkan untuk memperoleh data intensitas cahaya terhadap jarak pola terang gelap dalam grafik I-y menggunakan software Image-J. Pemrosesan yang dilakukan diantaranya akusisi citra, ditigalisasi citra (digitalisasi spasial dan intensitas), plot grafik dan normalisasi (transformasi gray level, translasi geomteri, dan analisis puncak). Proses akusisi citra dan ditigalisasi citra dilakukan pada software Image-J sedangan plot grafik dan proses normalisasi dilakukan pada program matlab. Hasil penelitian terjadi perbedaan cukup besar nilai intensitas pada puncak pola terang dianalsis dari grafik I-y antara data hasil analitik dan hasil ekperimen proses citra digital dengan software Image-J dengan perbandingan rata-rata 1 : 37, sedangkan nilai jarak pola terang/gelap yang dihasilkan dari eksperimen hampir persis sama dengan nilai hasil analitik perbedaannya relatif sangat kecil, dengan angka pembulatan nilai perbandingannya 1 : 1. Dari ketiga metoda yaitu analitik menggunakan persamaan, analisis citra digital menggunakan software Imagej, dan analisis manual menggunakan milimeter blok yang digunakan dalam memperoleh data jarak pola yang terjadi metoda analsis citra digital lebih akurat dibandingkan dua metoda yang lain. Validasi menggunakan data jarak pola terang/gelap tersebut untuk menghitung lebar celah dan panjang gelombang sinar yang digunakan. Diperoleh lebar celah 8.020494x10-5 m dengan galat 0.26% dan panjang gelombang sinar 6.317223x10-7 m dengan galat 0.17%. Sedangkan data referensi untuk lebar celah 8.00000 x10-5 m dan panjang gelombang sinar yang digunakan 6.32800x10-7 m.
Keywords
difraksi fraunhofer, pemerosesan citra digital
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
diah kartika sari
Institutions
*) mahasiswa pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, FKIP Unsri
**) Dosen PPs Pendidikan IPA UPI
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan material lokal sebagai inovasi bahan praktikum kinetika enzim untuk meningkatkan ketrampilan berpikir kreatif mahasiswa calon guru kimia. Implementasi penelitian dengan metode deskriptif dan desain one group pre-test post test diikuti oleh 33 orang mahasiswa calon guru kimia. Instrumen penelitian berupa soal pre tes dan post tes yang menggunakan tes ketrampilan berpikir kreatif dalam bentuk uraian serta angket mahasiswa. Analisis dilakukan berdasarkan nilai N-Gain dan persentase mahasiswa yang setuju terhadap pemanfaatan material lokal dalam praktikum. Hasil penelitian menunjukkan ketrampilan berpikir kreatif mahasiswa meningkat dengan kategori sedang (Ngain : 0,37) dan terdapat sebanyak 70,97% mahasiswa menyatakan setuju bahwa pemanfaatan material lokal membuat mereka lebih kreatif dalam melaksanakan praktikum kinetika enzim.
Keywords
material lokal, praktikum kinetika enzim, ketrampilan berpikir kreatif
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Ria Trisnia Naufalina
Institutions
Pendidikan Fisika FPMIPA UPI, Jl. Dr. Setiabudhi No.229, Bandung, 40154
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang bagaimana hasil belajar siswa pada materi momentum dan impuls setelah diterapkan metode pembelajaran demonstrasi yang dipadukan dengan teknik pembelajaran "Take-Away". Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Penelitian ini melibatkan siswa SMA kelas XI di salah satu SMA di kota Tasikmalaya yang berjumlah 33 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal pilihan ganda, soal essai dan rubrik penilaian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan kognitif siswa berada pada kategori tinggi dengan nilai N-Gain sebesar 0,71. Kemampuan afektif siswa meningkat pada aspek kejujuran namun mengalami penurunan pada aspek tanggung jawab. Aspek menanggapi pernyataan dan mengajukan pertanyaan yang termasuk kedalam kemampuan psikomotor juga mengalami peningkatan. Hal ini sesuai dengan respon positif siswa terhadap teknik pembelajaran "Take-Away". Dengan demikian, teknik pembelajaran "Take-Away" mempengaruhi hasil belajar siswa pada materi momentum dan impuls.
Keywords
Teknik pembelajaran "Take-Away", hasil belajar
Topic
Pembelajaran
Page 529 (data 15841 to 15870 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats