Page 526 (data 15751 to 15780 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Nailis Saadah
Institutions
*Magister Sains Komputasi, FMIPA ITB
Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, FMIPA ITB
Abstract
Deteksi tepi merupakan salah satu metode pengolahan citra yang dapat digunakan untuk mendeteksi kanker. Deteksi tepi citra kanker menjadi bagian penting dalam bioimaging karena proses ini merupakan langkah awal pemisahan jaringan sehat dan jaringan sakit (kanker), sehingga dapat dilakukan analisis dan diagnosa lebih lanjut kondisi penyakit pasien tanpa harus melakukan pembedahan. Pada studi ini dilakukan pemrosesan citra dengan Metode Tepi Canny dan Ant Colony Optimization. Metode Canny merupakan salah satu algoritma deteksi tepi modern yang memiliki kriteria unggul dengan pendeteksi tepian paling optimum yang dapat mendeteksi dengan baik (kriteria deteksi), melokalisasi dengan baik (kriteria lokalisasi), dan respon yang jelas (kriteria respon). Pemilihan parameter deteksi tepi Canny sangat mempengaruhi hasil dari tepian yang dihasilkan. Dalam hal pendeteksiannya, diberikan angka yang menunjukkan intensitas, dimana nilai dari setiap lokasi menunjukkan efek dari sinar X yang mendasari jaringan. Metode Canny berjalan dengan 5 proses, yaitu, smoothing, finding gradient, non-maksimum-suppresion, double thresholding, dan Edge Tracking by hysteresis. Metode ini akan menunjukkan tepi yang terdeteksi gambar yang disoroti di mana ada perubahan signifikan pada nilai intensitasnya. Metode Ant Colony Optimization (ACO) merupakan Metode Optimasi yang diadopsi dari perilaku koloni semut . ACO menggunakan pendekatan probabilistik untuk masalah graf yang dapat digunakan untuk mendeteksi tepi citra, yaitu untuk mengekstrak informasi tepi dari gambar. Informasi ini digunakan untuk membangun sebuah matriks feromon, yang memberikan informasi tepi gambar. Adapun data yang digunakan adalah data citra kanker payudara Mammogam dan data MRI. Dari hasil deteksi tepi terlihat, deteksi tepi dengan Metode Canny mampu mendeteksi lebih baik bila dibandingkan dengan Metode ACO. Pada Metode Canny, tepi terlihat dengan jelas. Selain itu, bentuk dan lokasi kanker dapat terlihat dengan menambahkan proses binerasasi
Keywords
Deteksi tepi, Metode Canny, Metode Ant Colony Optimization
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Said Ali Akbar
Institutions
(a) Mahasiswa Magister FMIPA Kimia, Institut Teknologi Bandung, aligitudeh[at]gmail.com
(b) Staf Pengajar FMIPA Kimia, Institut Teknologi Bandung, vsuendo[at]chem.itb.ac.id
(c) Staf Pengajar FMIPA Kimia, Institut Teknologi Bandung, achmad[at]itb.ac.id
Abstract
Perkembangan teknologi membuat segala perangkat elektronik yang mudah dibawa (portable) bergantung pada baterai untuk dapat beroperasi. Penelitian yang dilakukan pada polianilina (PANI) sebagai katoda pada baterai sekunder (rechargeable) PANI/Zn telah banyak dilakukan. Hal ini disebabkan oleh kemudahan dalam preparasi PANI, harga material yang murah, serta kemudahan dalam fabrikasi. Selain itu, baterai PANI/Zn menunjukkan kinerja yang mirip dengan baterai Nickel-Metal Hydride (Ni-MH) yang banyak digunakan pada perangkat elektronik berkinerja menengah. Meskipun demikian, sejauh ini belum ditemukan kajian mengenai struktur kimia dari elektroda PANI sebelum dan sesudah penggunaan dalam baterai. Pada studi ini, disintesis PANI dengan metoda elektropolimerisasi pada permukaan graphite sheet (GS). Selanjutnya, hasil polimerisasi dalam bentuk film garam emeraldin dikarakterisasi menggunakan spektroskopi FT-IR dan serapan UV-Vis. Kinerja dari baterai PANI/Zn diuji melalui proses pengisian-pengosongan selama 60 siklus dengan menggunakan arus tetap sebesar 10 mA. Konfigurasi sistem baterai yang dibuat terdiri dari GS|PANI|ZnX(elektolit)|Zn. Berdasarkan hasil pengisian-pengosongan, baterai PANI/Zn menunjukkan kapasitas spesifik sebesar 59,49 mAh g-1 pada siklus pertama, dan 55,4 mAh g-1 pada siklus ke 60, dimana kehilangan kapasitas hingga siklus ke 60 adalah 6,87%. Hasil analisis Raman pada elektroda PANI sebelum dan sesudah digunakan dalam baterai, menunjukkan kenaikan intensitas pada pergeseran Raman 1491 cm-1. Nilai pergeseran ini merupakan mode stretching dari ikatan C=N. Hal ini mengindikasikan terbentuknya basa emeraldin yang disebabkan konsumsi proton oleh logam Zn selama proses pengisian. Regenerasi elektroda PANI menggunakan HCl, menunjukkan penurunan intensitas puncak hamburan Raman pada pergeseran 1491 cm-1. Hal ini membuktikan bahwa konsumsi proton terjadi pada proses pengisian, sehingga terjadi penurunan intensitas puncak pada pergeseran Raman 1491 cm-1 setelah regenerasi.
Keywords
PANI, elektropolimerisasi, spektroskopi Raman, baterai rechargeable, kapasitas spesifik, pengisian-pengosongan
Topic
Energi (ENG)
Corresponding Author
Mega silvia lestari
Institutions
(a)Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132 Indonesia
*)E-mail: dudung[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Kekuatan bahan menjadi salah satu faktor penting dalam merancang konstruksi suatu sistem bangunan. Kekuatan bahan berkaitan erat dengan kemampuan menahan gaya luar yang bekerja dan mempertahankan ikatan antar partikel dalam material tersebut, yang secara luas dikenal sebagai nilai modulus Young material. Jika dilihat secara mikroskopik, kekuatan bahan menandakan kekuatan antar ikatan partikel dari material. Pada penelitian ini, penentuaan besar kekuatan bahan dimodelkan dan disimulasikan dengan metode numerik menggunakan metode Euler. Sistem dimodelkan sebagai gerak statis sistem partikel-pegas, sistem ditinjau dengan pendekatan bahwa ikatan antar partikel didekati sebagai dua buah massa yang dihubungkan dengan pegas. Sistem diberi perlakuan berupa variasi gaya luar, pola struktur posisi pegas dan beban yang dimodifikasi sehingga nilai modulus Young dapat ditentukan melalui kurva hubungan antara perubahan panjang dan gaya yang diberikan. Analisis lebih lanjut terkait kekuatan mekanik bahan dihubungkan dengan besarnya gaya maksimal yang mampu diterima bahan.
Keywords
Kekuatan Bahan, Modulus Young, Metode Euler
Topic
Physics
Corresponding Author
Yuyu Wahyudin
Institutions
1) Pendidikan IPA, Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Setiabudhi no. 229 Bandung, Indonesia, 40154
2) Pendidikan IPA S2 dan Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Setiabudhi no. 229 Bandung, Indonesia, 40154
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengembangan buku IPA Terpadu SMP pada tema hujan dengan menggunakan model proses menulis materi ajar (MPM2A), 2. Mengetahui peningkatan kemampuan literasi sains siswa. Desain peneltian ini adalah menggunakan metode penelitian research and development (R&D) yang dikolaborasikan dengan model pengembangan bahan ajar MPM2A. MPM2A adalah model pengembangan bahan ajar yang dikembangkan oleh Parlindungan Sinaga. Sampel penelitian adalah siswa SMP Negeri di salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Bandung. Objek penelitian ini adalah buku IPA Terpadu yang berorientasi pada kemampuan literasi sains siswa. literasi sains merupakan kemampuan seseorang untuk membedakan fakta-fakta sains dari bermacam-macam informasi, mengenal dan menganalisis penggunaan metode penyelidikan saintifik serta kemampuan untuk mengorganisasi, menganalisis, menginterpretasikan data kuantitatif dan informasi sains. Pada tahap implementasi buku IPA yang dikembangkan terhadap siswa SMP kelas VII menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata hasil pretest dan postest dengan capaian gainyang ternormalisasi sebesar 0,3 berada pada kategori sedang.
Keywords
MPM2A, literasi sains, R&D
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Taufan Wiguna
Institutions
a) Balai Teknologi Survei Kelautan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Jl. M.H. Thamrin No.8, Jakarta 10340, Indonesia
*taufan.wiguna[at]bppt.go.id
b) Program Studi Fisika, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jl. Ir. H. Djuanda No. 95, Ciputat, Tangerang Selatan 15412, Indonesia
Abstract
Interpretasi fasies seismik refleksi merupakan bagian dari analisis seismik stratigrafi. Interpretasi ini bertujuan untuk menentukan unit pengendapan (sikuen stratigrafi), jenis batuan dan hubungan fasies internalnya, menentukan lingkungan pengendapan dan paleobatimetri dari sikuen, menentukan tatanan struktur dan evolusi tektonik daerah penelitian, serta memprediksi jebakan stratigrafi dan struktur. Pengambilan data seismik refleksi dilakukan di Cekungan Jawa Timur menggunakan K.R. Baruna Jaya II pada tahun 2009, selanjutnya dilakukan pengolahan data seismik hingga post stack time migration (PSTM), interpretasi dilakukan pada profil seismik PSTM berdasarkan parameter seismik fasies (koefisien refleksi, kemenerusan refleksi, amplitudo refleksi, bentuk eksternal dan asosiasi daerah). Reflektor pada profil seismik di daerah penelitian menunjukkan batas lapisan berupa onlap, parallel, sub-parallel, dan wavy. Kemenerusan reflektor bervariasi dengan amplitudo kuat dan lemah. Pengendapan sedimen terjadi di area slope pada tepi cekungan. Struktur geologi di daerah penelitian di dominasi oleh sesar normal dan antiklin yang dapat menjadi jalur migrasi dan jebakan migas.
Keywords
seismik refleksi, fasies seismik, Cekungan Jawa Timur, Baruna Jaya II
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Ria Izahyanti
Institutions
Department of Physics, FMIPA, ITB
Abstract
Telah dilakukan simulasi aliran fluida 2-dimensi pada medium pipa berpori menggunakan metode Lattice Boltzman model BGK D2Q9. Penghalang diasumsikan berbentuk lingkaran yang diletakkan di bagian tengah pipa. Diasumsikan bahwa fluida dianggap tak mampu mampat serta fluida mengalir secara horizontal dari kiri ke kanan. Dari simulasi yang dilakukan diketahui bahwa kecepatan aliran fluida yang diberi penghalang secara kuantitatif mengalami perubahan kecepatan aliran saat fluida melewati penghalang berbentuk lingkaran. Terlihat bahwa fluida yang mengalir dibagian tengah saat melewati penghalang memiliki kecepatan aliran yang lebih tinggi dibandingkan dengan fluida yang mengalir dibagian tepi. Aliran fluida dibagian tepi yang bersentuhan langsung dengan penghalang silinder nilai kecepatannya mendekati 0.02 m/s. Perbedaan kuantitas kecepatan pada aliran fluida terjadi karena tumbukan antara molekul fluida dibagian tengah hanya antar partikel fluida saja sedangkan aliran fluida di bagian tepi selain bertumbukan dengan anatar partikel fluida juga mengalami tumbukan dengan dinding medium.
Keywords
simulasi, fluida, penghalang, kecepatan fluida
Topic
Kebumian (EPS)
Corresponding Author
Wenny Wahyuni
Institutions
(a) Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*wenny.wahyuni.zahda[at]gmail.com
(b) Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Wall of death adalah suatu wahana bermain di mana si pengendara sepeda motor mengelilingi tong yang berbentuk silinder tanpa terjatuh. Kebanyakan masyarakat awam mengira atraksi tersebut terjadi karena adanya magik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena ini secara fisika melalui pemodelan secara tiga dimensi yang menggunakan metode Euler. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa atraksi ini dipengaruhi oleh kecepatan sepeda motor, di mana semakin besar jari-jari dari tong maka kecepatan sepeda motor harus semakin besar juga, semakin besar kecepatan sepeda motor saat mengelilingi tong (silinder) maka energi yang dibutuhkan juga semakin besar. Apabila dinding silinder memiliki sudut vertikal sebesar 90o (Ɵ=90o) maka apabila kecepatan sepeda motor diperlambat, sepeda motor tersebut akan jatuh ke bawah tetapi jika kecepatan terus bertambah maka sepeda motor akan tetap pada lintasannya.
Keywords
Gaya Sentripetal, Pemodelan, Wall of Death
Topic
Physics
Corresponding Author
RACHMAD LASAKA
Institutions
Guru Matematika SMP Negeri 2 Luwuk,
Kabupaten Banggai, Propinsi Sulawesi Tengah,
Jln. R.A Kartini No. 4 Luwuk, Indonesia 94715
rachmadlasaka[at]yahoo.co.id
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menggambar dan menentukan koordinat objek geometri pada bidang Kartesius. Salah satu alternatif untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan menggunakan aplikasi GeoGebra sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menggambar dan menentukan koordinat objek geometri pada bidang Kartesius melalui penggunaan aplikasi GeoGebra. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Luwuk kelas IXA4 yang berjumlah 33 orang, terdiri dari 16 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Metode pengumpulan data melalui observasi dan tes. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, yaitu dari 21 orang pada siklus 1 menjadi 29 orang pada siklus 2. Sebaliknya, jumlah siswa yang tidak tuntas menurun dari 12 orang pada siklus 1 menjadi 4 orang pada siklus 2. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan aplikasi GeoGebra terjadi peningkatan ketuntasan belajar, yaitu dari 63,63% pada siklus 1 menjadi 87,87% pada siklus 2. Ini berarti bahwa penggunaaan aplikasi GeoGebra dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menggambar dan menentukan koordinat objek geometri pada bidang Kartesius.
Keywords
Bidang Kartesius, kemampuan siswa, aplikasi GeoGebra
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Taufan Wiguna
Institutions
Balai Teknologi Survei Kelautan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Jl. M.H. Thamrin No.8, Jakarta 10340, Indonesia
*taufan.wiguna[at]bppt.go.id
Abstract
Dalam riset geologi kelautan, pengukuran karakter fisik (suhu dan salinitas) kolom air dibutuhkan untuk mendukung sebuah interpretasi dan analisis. Pengukuran tersebut dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan akurat dengan menggunakan teknologi gelombang akustik atau yang lebih dikenal sebagai instrumen CTD (Conductivity-Temperature-Depth). CTD dimasukkan ke air hingga kedalaman tertentu untuk mengambil data suhu, konduktivitas, dan tekanan secara realtime di tiap kedalaman. Nilai salinitas diperoleh dari konversi nilai konduktivitas sedangkan nilai kedalaman dikonversi dari nilai tekanan. Salah satu penerapan CTD yang pernah dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk riset geologi kelautan adalah penyelidikan gunung bawah laut (seamount) di sebelah barat Bengkulu. Data CTD menunjukkan tidak terjadi perubahan suhu pada kolom air. Data CTD mendukung analisis geologi dalam menyimpulkan kondisi gunung bawah laut tersebut.
Keywords
Conductivity Temperature Depth (CTD), geologi kelautan, Bengkulu Seamount
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Ria Izahyanti
Institutions
Department of physics, FMIPA, ITB
Abstract
Batuan reservoir merupakan wadah berpori yang diisi oleh minyak dan gas bumi. Pori pada batuan reservoir akan menampung migrasi fluida reservoir dari batuan sumber. Cebakan pada batuan reservoir akan memenuhi syarat jika cebakan menempatkan minyak dan gas bumi mengapung di atas air yang mengalir dibawahnya. Hidrokarbon terbentuk karena proses termodinamika tekanan, temperatur dan kondisi reduksi. Volumetris reservoir menentukan besarnya cadangan minyak dan gas bumi disuatu lapangan. Yang sangat penting dalam reservoir adalah terjadi prinsip neraca material yang mengaitkan adanya minyak dan gas bumi yang diambil dan adanya sisa minyak dan gas bumi yang ditinggalkan tetap dalam cebakan. Konteks reservoir ini merupakan fenomena yang tidak dapat dilihat secara langsung. Oleh karena itu perlunya media pembelajaran yang representatif untuk menunjukkan fenomena berkaiatan dengan sumber daya yang sangat melimpah berupa minyak dan gas bumi. Diharapkan dengan adanya pembelajaran ini dapat membantu siswa dalam mengerti dan memahami bagaimana mengolah sumber daya yang ada diwilayahnya khususnya untuk potensi alam berupa minyak dan gas bumi.
Keywords
batuan reservoir, karakteristik cebakan, neraca material, pembelajaran
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
HARDIYANTO -
Institutions
a,b)Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Dalam penggolongan minyak bumi diperlukan informasi oAPI (derajat API) untuk menentukan minyak bumi tersebut diklasifikasikan dalam heavy oil, medium oil atau light oil. Salah satu hal yang harus dilakukan untuk mengetahui oAPI adalah melakukan uji specific gravity pada minyak bumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan fiber optik yang dikelupas cladding-nya. Prinsip kerjanya adalah pemanfaatan dari perubahan medan evanescent apabila dilakukan penggantian cladding serat optik oleh oil. Tegangan keluaran serat optik sebelum dan sesudah diberikan minyak diukur menggunakan bantuan Arduino Uno, dan tegangan yang dihasilkan nantinya akan dikonversi menjadi nilai specific gravity kemudian ditampilkan di layar lcd setelah dikonversikan dalam oAPI.
Keywords
Arduino, oAPI , fiber optik, specific gravity
Topic
Physics
Corresponding Author
Dwi Irwanto
Institutions
Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Pebble Bed Reactor (PBR) adalah sumber energi nuklir yang memiliki prospek sangat menjanjikan karena berbagai keunggulan dari sisi neutronik, ekonomi dan keselamatan. Selain dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, PBR dapat digunakan untuk aplikasi ko-generasi seperti untuk pemurnian air laut, peningkatan kualitas batu bara, produksi hidrogen, dan proses industri lainnya. Indonesia saat ini tengah berupaya untuk membangun reaktor daya eksperimen bertipe PBR, sehingga penguasaan teknologi PBR dari berbagai aspek menjadi hal penting dan mendesak, diantaranya adalah diperlukannya kode komputer modern untuk dapat menganalisa tipe reaktor ini dari berbagai aspek. Program komputer untuk menganalisa aspek neutronik dan termalhidrolik harus dikembangkan secara terkopel untuk mendapatkan analisa yang lengkap dan menyeluruh. Kedua aspek ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena keduanya akan saling erat mempengaruhi. Parameter output dari aspek neutronik akan mempengaruhi keadaan termalhidrolik sistem reaktor, demikian juga sebaliknya. Perkembangan pembuatan kode terkopel aspek neutronik dan termalhidraulik pada PBR akan dilaporkan pada penelitian ini.
Keywords
Pebble Bed Reactor, Kode komputer, Neutronik, Termalhidraulik,
Topic
Energi (ENG)
Corresponding Author
Arka Yanitama
Institutions
a) Program Studi Sains Komputasi, FMIPA, ITB
Jalan Ganesha no. 10, 40132, Bandung
*) email : yanitama.arka[at]gmail.com
b) Fisika Nuklir dan Biofisika, FMIPA, ITB
Abstract
Gerak satu dimensi dari sistem partikel granular telah disimulasikan dengan memvariasikan nilai frekuensi dan amplitudo. Simulasi dilakukan untuk nilai frekuensi 1.0 sampai 2.6 dengan Δf = 0.1 Hertz dan nilai amplitudo 0.001 sampai 0.15 dengan ΔA = 0.001 meter. N Partikel bebas bergerak hanya pada arah y dengan partikel dasar yang di induksi gerak vibrasi sinusoidal. Interaksi antar partikel melibatkan kontak mekanik, gaya normal, dan gravitasi. Metode yang digunakan adalah metode soft-sphere molecular dynamics dengan melibatkan overlap sebagai definisi dari deformasi partikel. Hasil dari simulasi didapatkan diagram ruang parameter dan ditentukan empat kondisi untuk gerak partikel paling atas. empat kondisi tersebut adalah steady, unsteady, one two peak, dan failed. Tiga kondisi yang digunakan menunjukkan bahwa pada kondisi steady memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu di atas 0.8 meter, kondisi unsteady memiliki distribusi yang merata pada seluruh rentang amplitudo dan frekuensi, dan kondisi one two peak hanya muncul pada nilai frekuensi rendah. Rata-rata posisi partikel satu sampai lima pada sistem menunjukkan kompaksi dimana menunjukkan sistem dalam fase solid-liquid.
Keywords
material butiran, simulasi gerak, molecular dynamics
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
DIAN ANGGRIANI MELINDA
Institutions
master student of UPI
Abstract
Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menggali strategi metakognisi yang biasa digunakan guru mata pelajaran biologi kelas XI SMA di wilayah Kabupaten Sumedang. Data di dalam penelitian ini digali melalui observasi kelas, wawancara dan analisis RPP kelas XI. Penelitian ini melibatkan 5 orang guru sampel yang dipilih dari sekolah yang telah menerapkan kurikulum 2013 di Kabupaten Sumedang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa semua guru sampel telah menerapkan strategi metakognisi pada tahap Planning dan secara tidak langsung pada tahap Monitoring namun belum untuk tahap Evaluating. Tahap planning yang dilakukan guru memiliki perbedaan terutama dalam jenis pertanyaan yang diajukan guru, penyampaian kegiatan, dan strategi pembentukan kelompok. Hasil penelitian ini menggambarkan kondisi nyata di lapangan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan profesionalisme guru terutama dalam kemampuan menggunakan strategi metakognisi sehingga meningkatkan output siswa.
Keywords
strategi metakognisi,planning,monitoring,evaluating,biologi
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Rd. Risma Farissa Nurasiah
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran fisika berbasis komputer dalam pembelajaran alat optik. Materi alat optik yang dikembangkan dalam multimedia komputer ini meliputi sub pokok bahasan mata, kacamata, kamera, dan lup untuk jenjang sekolah menengah pertama. Metode pengembangan multimedia yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle yang terdiri dari enam tahap, yaitu concept (pengonsepan), design (perancangan), material collecting (pengumpulan materi), assembly (pembuatan), testing (pengujian), dan distribution (pendistribusian). Dalam multimedia komputer ini, tersedia beberapa menu yang dapat dipilih yaitu petunjuk, kompetensi, peta konsep, e-book, simulasi, latihan, dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Dilakukan penyebaran angket kepada 35 orang siswa yang telah mengikuti pembelajaran alat optik dengan menggunakan multimedia komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap penggunaan multimedia komputer alat optik yang dikembangkan.
Keywords
Multimedia komputer, alat optik
Topic
Physics
Corresponding Author
Triati Dewi Kencana Wungu
Institutions
a) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132 Indonesia
*triati[at]fi.itb.ac.id
b) Kelompok Keilmuan Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132 Indonesia
Abstract
Pengaruh exchange cation, dalam hal ini adalah kalsium (Ca), pada proses penyerapan logam berat (Cd) oleh material lempung berbasis montmorillonite telah dilakukan dengan menggunakan metode density functional theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadirnya Ca menghambat prose penyerapan Cd pada permukaan montmorillonite. Hal ini dapat dilihat dari energi adsorpsi Cd pada Ca-montmorillonte lebih rendah dibanding dengan tanpa Ca.
Keywords
density functional theory, montmorillonite
Topic
Fisika Komputasi
Corresponding Author
Nur Amalia Afiyanti
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Calkon merupakan salah satu produk alam yang berlimpah yang terdapat dalam berbagai bahan alam seperti buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, teh dan bahan makanan lainnya. Salah satu jenis senyawa calkon yang ditemukan terdapat di kulit batang tumbuhan Cryptocarya costata. Senyawa isolat yang berhasil diperoleh dari tanaman ini adalah senyawa 2,4-dihidroksi-3,5,6-trimetoksi calkon. Struktur senyawa 2,4-dihidroksi 3,5,6-trimetoksi calkon memiliki isomer geometri cis dan trans. Energi dari masing masing struktur isomer senyawa tersebut belum diketahui dan diteliti, sehingga menarik untuk dikaji. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji isometri geometri dari senyawa tersebut dari segi termodinamikanya. Metode untuk mengkaji isomer geometri dapat dilakukan dengan menggunakan metode kimia komputasi. Metode komputasi yang digunakan adalah teori kerapatan fungsional. Perhitungan energi setiap isomer geometri dilakukan dengan menggunakan software Gaussian 09. Metode yang digunakan adalah metode B3LYP (Becke-style 3-Lee Yang Parr), sedangkan basic set yang diujikan adalah 6-311G. Dari struktur senyawa tersebut, dapat dikaji tiga torsi perputaran sudut. Dari ketiga torsi perputaran struktur senyawa tersebut dikaji pula struktur dalam keadaan singlet dan triplet. Dari hasil perhitungan dengan metode komputasi DFT/B3LYP/6-311G dengan keadaan struktur singlet, torsi 1 memiliki energi barrier adalah 9,537 kcal/mol. Torsi 2 dan 3 berturut turut energi barriernya adalah 3,150 kcal/mol dan 7,8777 kcal/mol. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa senyawa 2,4-dihidroksi-3,5,6-trimetoksi calkon membutuhkan energi yang lebih tinggi untuk berisomerisasi dengan torsi perputaran yang pertama dibandingkan dengn torsi perputaran kedua dan ketiga. Selanjutnya akan diteliti dan dikaji struktur senyawa dalam keaadaan triplet.
Keywords
Calkon, Isomer geometri, Cryptocarya costata, Gaussian, Kimia komputasi, DFT
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Lilik Hendrajaya
Institutions
Department of Physics, FMIPA, ITB
Abstract
Pembelajaran fisika berbasis buku teks di negara maju masih menitikberatkan pada teori yang hanya memberikan sedikit contoh - contoh mengenai fenomena yang tersedia di alam. Banyak sekali fenomena alam yang sangat jelas karakteristik fisikanya seperti pemanfaatan dan pengolahan sumberdaya alam yang seringkali terabaikan dari perhatian pengajar fisika untuk dibahas sebagai contoh penerapan fisika secara nyata. Membangun Laboratorium Fisika Alam tidak membutuhkan biaya yang mahal dan dapat diaplikasikan pada beberapa bidang praktikum. Dengan demikian, program studi fisika dan pendidikan atau pengajaran fisika dapat didirikan di banyak perguruan tinggi. Modul-modul praktikum berikut dapat menjadi modul dasar diantaranya, volume dan luas permukaan benda dengan bentuk geometri tertentu, penentuan tinggi suatu tempat dari dua tempat yang diketahui secara ilmu ukur segitiga, kinematika dan mekanika jalan raya, pengukuran dinamika aliran sungai, fisika longsoran dengan peninjauan bidang miring, menggeser, runtuh, menggelinding dan mengalir, percepatan gravitasi: bandul matematika, pengukuran potensial dari muka bumi (deteksi benda terpendam), gaya lorentz sebagai dasar kereta super cepat, angin dan umbul-umbul magnet (generasi listrik), dan fisika batumulia/akik. Laboratorium Fisika Alam dapat digunakan untuk mengelola sumber daya alam dan juga menghasilkan pembelajaran fisika kontekstual sumberdaya alam yang akan membuat fisika mudah dipahami. Dalam fisika generik, bukunya yang pinter dan dalam fisika kontekstual, pengajarnya yang pinter. Marilah kita awali sejarah baru untuk hasilkan bangsa yang lebih pandai.
Keywords
pembelajaran, modul, kontekstual
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Tanti Dewinggih
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Fakultas Teknik Mesin dan Kedirgantaraan, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Diawali oleh publikasi oleh Snaith dan Gratzel secara terpisah yang melaporkan penggunaan perovskait metal halida hibrida sebagai bahan aktif sel surya, bahan ini banyak dikaji secara intensif. Meski telah terbukti dapat menghasilkan efisiensi konversi yang tinggi, bahan ini masih perlu kajian sifat fisis yang lebih dalam. Perovskite anorganik telah banyak dikaji terkait dengan sifat kemagnetan bahan dan transpor listriknya, seperti magnetisasi bahan, ferroelektrisitas dan superkonduktvitas. Perovskait metal halida hibrida belum banyak dikaji sifat kelistrikannya apalagi sifat optiknya. Sayangnya, kajian itu tidak mudah karena perovskite ini dibentuk oleh ikatan Coulomb saja sehingga struktur kristal yang terbenuk sangat bergantung pada parameter pembuatan, seperti konsentrasi, suhu dan bahkan cara pelapisannya. Dalam presentasi ini, kami akan menunjukkan hasil preparasi lapisan kristal perovskite hibrida methylammonium lead iodide (CH3NH3PbI3) dan menunjukkan bagaimana karakteristik kurva J-V dari sel surya yang dibentuknya berubah terhadap suhu. Perubahan tersebut kemudian ditafsirkan sebagai perubahan struktur kristal yang kemudian mengubah karakteristik persambungan dengan lapisan transpor.
Keywords
perovskite, sel surya
Topic
Physics
Corresponding Author
Plato Martuani Siregar
Institutions
1Program Studi Meteorologi,
Kelompok Sains Atmosfer,
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Tanaman nilam merupakan salah satu tanaman yang berprospek tinggi di Indonesia karena memiliki berbagai keunggulan antara lain adalah nilai jual tinggi. Pada kesempatan ini akan dilakukan pemetaan terhadap zona potensial tanaman nilam di Kabupaten Garut yang dilakukan berdasarkan kesesuaian agroklimat. Sedangkan penentuan masa tanam efektif menggunakan perhitungan onset monsun dan nilai produktivitas tanaman nilam dihitung berdasarkan beberapa unsur meteorologi. Salah satu metoda penentuan masa tanam efektif berdasarkan perhitungan onset monsun adalah menggunakan kriteria Australian Monsoon Rainfall Index (AMRI) DELTA-2, dimana kejadian onset monsun terjadi ketika nilai running mean lima-harian curah hujan melebihi 150% dari Mean Annual Cycle (MAC) curah hujan harian, dan perbedaan antara 150% MAC dengan MAC lebih dari 1 mm. Sehingga dihasilkan peta zonasi potensial dan waktu budidaya efektif bagi tanaman nilam. Iklim Kabupaten Garut termasuk dalam iklim B menurut Schmidt-Ferguson, merupakan iklim yang cocok untuk dilakukan budidaya tanaman nilam. Analisis kesesuaian agroklimat menunjukkan di Kabupaten Garut terdapat lahan yang sesuai (S2) untuk budidaya tanaman nilam sebanyak 19 kecamatan dengan luasan sebesar 602,89 km2 yang tersebar di 4 kawasan zonasi potensial. Menurut perhitungan dengan menggunakan AMRI DELTA-2, persiapan penanaman yang cocok dapat dimulai di pertengahan bulan September setiap tahunya. Produktivitas tanaman nilam pada tahun 1999-2013 mengalami fluktuasi dan dipengaruhi oleh fenomena dinamika atmosfer seperti El Nino South Oscillation (ENSO) dan Madden Julian Oscillation (MJO). Di tahun kejadian El Nino, jumlah produksi menurun. Sedangkan pada tahun kejadian La Nina, jumlah produksi cenderung mengalami peningkatan.
Keywords
AMRI-DELTA 2,ENSO, kesesuaian lahan dan iklim,nilam,onset monsun
Topic
Fisika Bumi
Corresponding Author
Dwima Rindy Atika
Institutions
Program Studi Statistika, Universitas Islam Indonesia
*dwimarindy[at]gmail.com
Abstract
Erupsi gunung berapi merupakan bencana alam yang sangat berbahaya. Letusan gunung berapi merupakan salah satu bencana alam yang banyak menimbulkan berbagai kerusakan dengan total kerugian yang besar karena dapat menghancurkan areal pemukiman dan pertanian penduduk, dampak lainnya seperti pencemaran udara oleh gas beracun serta memicu penyebab banjir lahar dingin yang dapat merusak infrastruktur umum. Banyaknya gunung berapi yang masih aktif di Indonesia sampai saat ini adalah sebanyak 129 gunung berapi. Penelitian ini mencoba meneliti keterkaitan antara kejadian gunung berapi dengan posisi bulan, mengingat banyak kejadian erupsi pada saat bulan purnama. Pada penelitian ini, dilakukan pendekatan statistika untuk melihat perbedaan pada fase bulan dan jarak bulan ke bumi pada kejadian erupsi gunung berapi. Pendekatan statistika yang digunakan adalah uji Kruskal Wallis. Dari hasil pengujian, diperoleh bahwa terdapat perbedaan pada setiap fase bulan dengan kejadian erupsi gunung berapi di Indonesia.
Keywords
Erupsi Gunung Berapi, Fase Bulan, Jarak Bulan ke Bumi, Uji Kruskal Wallis
Topic
Kebumian
Corresponding Author
IRPAN MAULANA
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Abstract
Konsistensi konsepsi merupakan keajegan siswa dalam menggunakan konsepsi yang benar dalam memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan atau persoalan yang memuat konsep yang sama. Konsistensi konsepsi ini sangat penting karena dapat menggambarkan seberapa kuat dan mendalam pemahaman siswa akan suatu konsep. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang tingkat konsistensi konsepsi siswa pada materi tekanan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes tertulis. Instrumen tes yang digunakan berupa tes objektif dalam bentuk pilihan ganda yang sebelumnya telah mengalami tahapan validasi (judgement expert) dan ujicoba. Terdapat 32 butir soal yang mengukur sepuluh konsep yang termuat dalam materi tekanan. Siswa dapat dianggap konsisten apabila mampu menjawab secara benar tiga atau lebih pertanyaan yang menguji konsep yang sama, sekalipun disajikan dalam konteks yang berbeda. Subjek penelitian terdiri dari 44 orang siswa kelas 8 salah satu SMP Negeri di Kabupaten Tasikmalaya yang sudah pernah mempelajari konsep tekanan. Berdasarkan tes konsistensi konsepsi yang dilakukan, diperoleh gambaran bahwa mayoritas siswa (57%) berada pada level tidak konsisten.
Keywords
Konsistensi konsepsi, Tekanan
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Muhammad Ikhsan Alturisa
Institutions
Fakultas Teknik Mesin dan Kedirgantaraan, Institut Teknologi Bandung
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Dipandang dari mekanisme reaksinya, sintesis perovskite metal halida hibrida, seperti methylammonium lead iodide (CH3NH3PbI3), terlihat sederhana. Reaksi berlangsung mengikuti kaidah stoikometri secara umum. Akan tetapi, struktur tersebut tidak dibentuk oleh ikatan kovalen maupun ikatan ionik. melainkan sepertinya dibentuk oleh interaksi lemah seperti gaya Coulomb pada yang bekerja pada dua muatan berlawanan. Dari hasil penelitan yang telah dilakukan, tampak bahwa derajad konversi dipengaruhi oleh konsentrasi PbI2 dan metilamin yag digunakan. Spektrum XRD menunjukkan adanya sisa kristal PbI2 pada sampel yang dibuat dengan konsentrasi kurang dari 1 molar. Hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa interaksi dalam keadaan larutan, yang dimediasikan oleh pelarut yang digunakan, ikut menentukan proses terbentuknya kristal perovskite hibrida ini. Selanjutnya, dari hasil karakterisasi kurva J-V, tampak bahwa kehadiran PbI2 yang tidak terkonversi tersebut membuat karakteristik kerjanya menurun.
Keywords
kristal perovskite hibrida, kristalisasi, sel surya
Topic
Physics
Corresponding Author
Arini Qurrata Ayun
Institutions
Universitas Hasanuddin
Abstract
Karbon dot (C-dots) merupakan nanopartikel karbon dengan sifat berpendar dan dapat disintesis dari berbagai sumber karbon. Tantangan sintesis C-Dots adalah memanfaatkan sumber daya alam sebagai bahan bakunya. Dalam penelitian ini, sintesis C-Dots dari daun mangga kering dan daun mangga segar telah berhasil dilakukan. C-Dots yang dihasilkan dari kedua bahan ini berbentuk koloid. Sintesis C-Dots dengan metode buttom up dengan cara radiasi microwave selama 30 menit. Sifat fisis warna C-Dots daun mangga kering menunjukkan warna cokelat gelap, sedangkan sifat fisis warna C-Dots daun mangga segar menunjukkan warna kuning terang. C-Dots daun mangga kering memiliki spektrum absorbansi cahaya pada panjang gelombang 276-441 nm dengan intensitas tertinggi terukur pada panjang gelombang 302 nm. Sedangkan, untuk C-Dots daun mangga segar memiliki spektrum absorbansi cahaya pada panjang gelombang 347-563 nm dengan intensitas tertinggi terukur pada panjang gelombang 433 nm. Spektrum emisi C-Dots juga memperlihatkan perbedaan antara C-Dots dari daun mangga segar dan daun mangga kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C-Dots dari daun mangga kering lebih baik dan dapat diaplikasikan lebih lanjut.
Keywords
C-Dots, Daun Mangga, Band Gap
Topic
Fisika Material Elektronik
Corresponding Author
Srie Soedewi
Institutions
Institute of Technology Bandung
Abstract
Keberlimpahan sumber daya alam, khususnya komoditas pertambangan di Indonesia, membuat sektor pertambangan menjadi pilihan investasi saham yang menarik perhatian para pemodal. Dinamika stokastik dalam pergerakan harga saham, menarik perhatian fisikawan untuk melakukan simulasi maupun analisis terhadap data saham. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi Geometric Brownian Motion (GBM) untuk memprediksi pergerakan harga saham dari delapan perusahaan sector pertambangan yang terdaftar dalam BEI, yaitu PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Antam (Persero) Tbk (ANTM), PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Golden Eagle Energy (d.h Setiamandiri Mitratama Tbk) Tbk (SMMT) dan PT Timah Tbk (TINS). Kemudian dilakukan analisis terhadap delapan saham tersebut dengan menggunakan metode ARCH-GARCH. Metode ARCH-GARCH digunakan untuk mengestimasi keberadaan residual yang tidak konstan (heteroskedastisitas) dalam sebuah data. Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa pergerakan harga saham di masa mendatang dengan simulasi GBM fluktuatif. Saham ANTM dan TINS tidak bersifat heteroskedastisitas. Model volatilitas yang diperoleh ADRO, INCO, MEDC, PTRO dan SMMT adalah model GARCH (1,1) dan ARTI memiliki model ARCH (2). Saham ARTI dan SMMT memiliki potensi dan resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan keempat saham lainnya.
Keywords
Kata Kunci : ARCH, GARCH, Heteroskedastisitas, Geometric Brownian Motion, Saham, Volatilitas
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Khairil Anwar
Institutions
*Program Pascasarjana Pendidikan IPA Fisika,
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
dan
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Bunyi alat musik gitar merupakan salah satu gejala fisika yang menarik untuk dikaji, karena menghasilkan nada kompleks yang merupakan superposisi dari banyak nada murni (harmonik). Kualitas bunyi, warna bunyi, dan karakteristik akustik berbagai alat musik gitar berbeda-beda, salah satu nya bergantung pada kandungan frekuensi harmonik sebagai akibat dari kualitas dawai dan resonator gitar. Salah satu cara untuk mengetahui kualitas bunyi gitar adalah menganalisis kandungan harmonik bunyi nada dan akord. Akord merupakan prinsip utama dalam memainkan alat musik gitar, salah satunya akord Dmayor yang dapat dibentuk dengan berbagai konfigurasi senar pada suatu fret, misalnya akord Dmayor pola-1, pola-2, dst. merupakan superposisi berbagai nada. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui kandungan frekuensi harmonik nada-nada penyusun akord dan akord Dmayor sendiri. Data sinyal gelombang bunyi dianalisis dengan teknik FFT (Fast Fourier Transform) berbantuan software MacScope II dan Matlab untuk memperoleh frekuensi harmonik. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa akord Dmayor pola-1 tersusun oleh nada-nada D3IV, l = 0,651 m, f0 = 147,81 Hz, A3III, l = 0,569 m, f0 = 221,66 Hz, D4II, l = 0,528 m, f0 = 292,73 Hz; dan F4
Keywords
Tangga Nada, akord Dmayor, Fast Fourier Trasform.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Christian Fredy Naa
Institutions
Universitas Katolik Parahyangan, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Rumah kaca didesain dengan tujuan agar tumbuhan yang ditanam memperoleh kondisi optimal dalam pertumbuhannya. Selain itu, kondisi tanaman dan lingkungannya harus termonitor dengan baik. Untuk mencapai tujuan tersebut, dalam artikel ini didesain sebuah prototype sistem monitoring dan otomasi dalam rumah kaca. Sistem Arduino terhubung dengan 4 (empat) macam sensor, yakni sensor suhu, cahaya, kelembaban dan CO2. Keempat sensor tersebut mengukur parameter fisis yang terkait dengan lingkungan di sekitar tanaman. Arduino juga terhubung dengan aktuator bukaan atap serta sistem irigasi. Aktuator bukaan atap berfungsi mengontrol suhu di dalam rumah kaca sementara sistem irigasi berfungsi untuk mengairi tanaman. Akhirnya sistem terhubung dengan web, sehingga parameter fisis tersebut dapat senantiasa dimonitor oleh pengguna. Selain itu terdapat alert system berupa SMS yang berfungsi ketika keadaan darurat terjadi.
Keywords
Rumah kaca, Arduino, Monitoring, Otomasi
Topic
Physics
Corresponding Author
Fauziah A.
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Pada suatu kawat melingkar yang diberi medan magnet homogen pada suatu luasan tertentu akan menghasilkan suatu torsi magnetik. Torsi tersebut dihasilkan dari hasil cross product antara momen magnet terhadap medan magnet yang menembus suatu luasan tertentu. Adapun torsi yang dihasilkan dari peristiwa ini, menyebabkan terjadinya gerak periodik pada kumparan kawat. Pada percobaan ini digunakan sensor magnetometer pada android sebagai pengganti dari sensor magnet yang digunakan untuk menghitung periode osilasi dari lilitan. Diperoleh hasil secara teori dan eksperimen dimana masing-masing memiliki nilai selisih error antara 0,5-7%.
Keywords
momen magnet, torsi, magnetometer, android
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Herawati Herawati
Institutions
Universitas Terbuka
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis miskonsepsi yang terjadi pada siswa dalam topik gerak peluru. Analisis dilakukan pada 255 siswa dari 4 sekolah di wilayah Jakarta. Sebanyak 14 pertanyaan pilihan ganda tentang gerak peluru diberikan kepada siswa dan hasil jawaban siswa dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Sebanyak 24% dari total siswa yang telah menjawab pertanyaan pilihan ganda diwawancara dengan maksud untuk mengetahui lebih lanjut pemahaman konsep siswa tentang gerak peluru dan permasalahan siswa dalam mempelajari konsep gerak peluru. Hasil wawancara dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa tentang gerak peluru terjadi pada konsep: 1) vektor posisi dan kecepatan gerak peluru; 2) lintasan gerak peluru; 3) analisis vektor gerak peluru; 4) arah dan sudut gerak peluru; 5) jangkauan gerak peluru; dan ketinggian maksimum gerak peluru. Dalam analisis kuantitatif dilakukan validitas dan reliabilitas soal dengan menggunakan statistik Spearman Brown. Hasil validitas menunjukkan bahwa dari N= 255 diperoleh validitas 0,122 dan reliabilitas 0,75, sehingga dapat disimpulkan bahwa soal yang digunakan sebagai instrumen miskonsepsi dapat diterima.
Keywords
Miskonsepsi, gerak peluru, pendidikan fisika.
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Sahri Ramdan
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa sebagai dampak penerapan levels of inquiry pada pembelajaran IPA Terpadu. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Subyek penelitian yaitu 34 orang siswa kelas VIII di salah satu SMP berbasis pondok pesantren modern di Kabupaten Tangerang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar keterlaksanaan pembelajaran dan tes keterampilan berpikir kritis berbentuk tes tertulis jenis pilihan ganda beralasan terkait konsep pembiasan cahaya dan alat indera penglihatan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa setelah pembelajaran levels of inquiry sebagian besar keterampilan berpikir kritis secara umum meningkat dengan kategori peningkatan sedang. Peningkatan tersebut diindikasikan oleh rata-rata skor gain yang dinormalisasi keterampilan berpikir kritis sebesar 0,52. Peningkatan tertinggi rata-rata skor gain yang dinormalisasi terjadi pada sub indikator menentukan suatu tindakan sebesar 0,74 dengan kategori tinggi, sub indikator mempertimbangkan kredibilitas suatu sumber sebesar 0,59 dengan kategori sedang, sub indikator membuat keputusan sebesar 0,56 dengan kategori sedang, sub indikator mendefinisikan istilah sebesar 0,41 dengan kategori sedang, dan sub indikator memfokuskan pertanyaan sebesar 0,29 dengan kategori rendah. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa penerapan levels of inquiry dalam pembelajaran IPA Terpadu dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Keywords
Levels of inquiry, berpikir kritis
Topic
Pembelajaran (EDU)
Page 526 (data 15751 to 15780 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats