Page 5 (data 121 to 150 of 248) | Displayed ini 30 data/page
Corresponding Author
Widi Ilhami Novili
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung
Abstract
Literasi Saintifik (LS) adalah suatu kemampuan seseorang dalam menggunakan pengetahuan ilmiahnya, tidak hanya memahami konsep tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam mengambil suatu keputusan. LS itu sangat penting, sehingga di negara maju pun telah menjadikan LS sebagai program negara untuk mendongkrak kemampuan siswa dalam sains. Namun diketahui bahwa LS siswa Indonesia masih rendah. Terdapat indikasi bahwa pembelajaran sains yang dilakukan di kelas belum memfasilitasi siswa dalam melatihkan LS. Penelitian quasy-eksperimen dengan desain one group pretest and posttest dilakukan untuk mengetahui hasil LS setelah diterapkan scientific approach pada topik kalor. Penelitian dilakukan di salah satu sekolah di Kota Bandung dengan jumlah sampel 32 siswa melalui random sampling yaitu pengundian terhadap kelas. Instrumen yang digunakan sebanyak 20 soal berupa uraian dengan reliabilitas 0,83. Hasil analisis N-gain menunjukkan bahwa domain kompetensi dan domain pengetahuan mengalami peningkatan dalam kategori sedang. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh scientific approach dalam melatihkan LS, maka dilakukan analisis menggunakan effect size yang hasilnya menunjukkan large effect bagi kedua domain.
Keywords
scientific approach, literasi saintifik, kalor
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Feri Apryandi
Institutions
(a) Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl Dr. Setiabudi 229 Bandung
Abstract
Penelitian yang dilakukan penulis ini bertujuan untuk menyelidiki pemikiran siswa dalam menyelesaikan suatu masalah pada materi Fluida Dinamis. Adapun instrumen yang digunakan yaitu Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berisikan butir-butir soal yang disebut juga sebagai jurnal pemikiran siswa. Disini siswa harus menjawab dengan beberapa alternatif jawaban yaitu dengan jawaban siswa sendiri, kemudian alternatif jawaban yang diperoleh dari web (internet), lalu dilakukan diskusi kelompok dengan menggunakan cooperative learning tipe Student Team Achievement Division (STAD). Pada penelitian ini siswa diberi keluasan dalam menjawab permasalahan yang ada, karena sumber jawaban bagi siswa tidak dibatasi hanya berasal dari buku paket saja, melainkan juga berasal dari sumber-sumber lain seperti web (internet), serta pemikiran siswa lainnya dalam diskusi kelompok. Dalam jurnal pemikiran siswa ini akan ditinjau bagaimana pemikiran siswa tersebut, bagaimanakah metakognisinya. Metakognisi yang dimaksud pada paper ini yaitu suatu kesadaran ataupun kemampuan individu untuk merefleksikan, memahami, dan mengendalikan pikiran mereka sendiri, dalam kegiatan belajar maupun dalam bertindak. Maka dibutuhkanlah suatu strategi metakognisi yang digunakan untuk menuntun siswa, membimbing mereka menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada, menggunakan kemampuan metakognisi mereka. Yang tertuang dalam LKS yang disebut juga jurnal pemikiran siswa. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMAN di kota Bandung, pada kelas XI MIA. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa 72,78 % siswa merubah jawabannya berdasarkan yang mereka peroleh dari web (internet), sehingga dari jawaban mereka yang kurang lengkap menjadi lebih baik dan lengkap, kemudian sebesar 27,22 % tetap sama dengan jawaban awal nya. Lalu di akhir LKS ditanyakan mengenai jawaban terbaik dari siswa, sebesar 16,98 % siswa memilih jawaban sendiri sebagai jawaban terbaik, 37,64 % memilih jawaban dari web sebagai jawaban terbaik, dan 45,38 % memilih jawaban kelompok sebagai jawaban terbaik. Maka terlihat bahwa siswa sadar dengan adanya sumber lain membuat mereka memperbaiki diri, meningkatkan kemampuan metakognisi nya.
Keywords
Metakognisi, Cooperative Learning tipe STAD, Jurnal pemikiran, Fluida Dinamis
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Iqlima Hikmawati
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada materi gerak lurus dengan menggunakan strategi writing to learn dan bagaimana hubungan antara kualitas menulis dengan peningkatan kognitifnya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ialah siswa SMA kelas X-MIA di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Bandung. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan kognitif dan rubrik penilaian kualitas tulisan. Kesimpulan penelitian ini adalah strategi writing to learn dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada materi gerak lurus dengan persentase rata-rata gain yang dinormalisasi berada pada kriteria sedang dengan effect size berada pada kriteria tinggi. Hubungan antara kualitas menulis dengan peningkatan kemampuan kognitif memiliki derajat kedekatan pada kategori tinggi
Keywords
strategi writing to learn, kemampuan kognitif
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Diah Chaerani
Institutions
Program Studi S1 Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran
Jalan Raya Bandung Sumedang KM 21 Jatinangor Sumedang 45363
d.chaerani[at]unpad.ac.id, man.msie[at]gmail.com, stanleypd[at]bdg.centrin.net.id
Abstract
Makalah ini membahas bagaimana penggunaan software aplikasi Maple dalam proses belajar mengajar kelompok keilmuan Riset Operasi dan Optimisasi, khususnya matakuliah Pemrograman Dinamik. Pemrograman Dinamik adalah teknik matematika yang sangat berguna dalam penentuan keputusan secara bertahap. Pemrograman Dinamik memberikan prosedur yang sistematis dalam penentuan kombinasi keputusan. Berbeda dengan Pemrograman Linear, tidak ada formulasi standar dari Pemrograman Dinamik. Secara umum Pemrograman Dinamik merupakan suatu pendekatan umum dari penyelesaian suatu masalah dan secara khusus persaman yang dibangun harus sesuai dengan setiap situsasi. Luaran yang diharapkan adalah tercapainya efektivitas pengajaran matakuliah Pemrograman Dinamik melalui interaksi alat bantu komputer dan software aplikasi untuk menangani kasus dengan ukuran masalah yang besar. Pembahasan mencakup kasus Pemrograman Dinamik Deterministik dan Probabilistik, yang diambil dari jurnal maupun buku teks, setiap contoh soal dilengkapi dengan kode Maple.
Keywords
Pemrograman Dinamik, Pemrograman Linear, Maple, Riset Operasi, Optimisasi
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Ahmad Irfan
Institutions
STKIP Al Hikmah Surabaya
Abstract
ABSTRAK Menurut Hilda Sandrayanti, S.Pd. metode mengajar yang kurang bervariasi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, sehingga pada tahun 2010 Aryanti Nuryana dan Setio Purwanto menggagas sebuah penelitian berjudul �Efektivias Brain Gym� yang bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi pada siswa. Pada penelitian tersebut terbukti bahwa dengan menyisipkan Brain Gym atau yang lebih dikenal dengan istilah Ice Breaking pada proses pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan konsentrasi siswa. Akan tetapi pada penelitian yang digagas oleh Aryanti Nuryana dan Setio Purwanto tersebut belum ditunjukan apakah dengan menyisipkan Ice Breaking pada prosesi pembelajaran berpengaruh terhadap daya serap siswa pada pembelajaran terutama mata pelajaran matematika. Oleh karenanya digagaslah penelitian yang berjudul PENGARUH ICE BREAKING TERHADAP DAYA SERAP SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA oleh penulis yang dilaksanakan di SMA TARUNA SURABAYA. Pada penelitian yang digagas tersebut akan diselidiki seberapa besar pengaruh menyisipkan Ice Breaking pada prosesi pembelajaran terhadap peningkatan daya serap siswa pada pembelajaran matematika di SMA Taruna Surabaya. Tolak ukur yang digunakan untuk mengetahui peningkatan daya serap siswa pada penelitian tersebut adalah nilai hasil test yang diujikan kepada siswa sebelum dan sesudah diberikannya treatment. Adapun rancangan penelitian yang akan digunakan adalah Pretest-Postest kelompok tunggal.
Keywords
Pengaruh, Ice Breaking, Peningkatan, Daya Serap
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Aditya Rakhmawan
Institutions
a) Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten, Indonesia
b) Departemen Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia
c) Departemen Pendidikan Biologi, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang pengaruh kognitif siswa terhadap kemampuan interkoneksi multipel representasi mereka dalam materi kimia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian non eksperimen dalam bentuk survei. Sampel dari survei melibatkan 219 siswa kelas 11 sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam survei ini dalam bentuk tes pilihan ganda sebanyak 7 butir soal yang memuat representasi di level makroskopik, 9 butir soal yang memuat representasi di level simbolik, dan 9 butir soal yang memuat representasi di level submikroskopik. Materi yang diangkat dalam instrumen ini adalah konsep laju reaksi dan kesetimbangan kimia. Berdasarkan hasil temuan yang diuji secara statistik menggunakan uji ANOVA menghasilkan bahwa kemampuan siswa dalam suatu konsep mempengaruhi perbedaan kemampuan di level representasi secara signifikan yang dibuktikan dengan signifikansi (p-value) antar level representasi yang kurang dari 5%.
Keywords
Kemampuan kognitif, tiga level representasi, laju reaksi kimia, kesetimbangan kimia
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Mega Indah Qodrati
Institutions
abc)Prodi Pendidika Fisika FMIPA UNJ Program Magister Pendidikan Fisika, Jl. Pemuda No.10, Jakarta 13220
*)Email: megachan456[at]gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh metode discovery learning dan kemampuan trigonometri terhadap keterampilan proses sains pokok bahasan kinematika kelas XI MIA. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen. Penelitian ini dilakukan di beberapa SMA Negeri di Jakarta. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 3 SMA N 31 Jakarta dan kelas XI MIA1 SMA N 22 Jakarta sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI MIA 4 SMA N 31 Jakarta dan XI MIA 2 SMA N 22 Jakarta sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes. Ujicoba instrumen diberikan kepada 30 responden. Hasil validitas dihitung menggunakan point biserial sedangkan reliabilitas dihitung dengan rumus KR-20. Hipotesis penelitian ini adalah a) metode discovery learning dapat meningkatkan keterampilan proses sains kinematika siswa kelas XI MIA, b) terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran discovery learning dan kemampuan trigonometri terhadap keterampilan proses sains kinematika kelas XI MIA. Hipotesis penelitian diuji menggunakan uji anova.
Keywords
Metode Discovery Learning, Kemampuan Trigonometri, Keterampilan Proses Sains Kinematika Siswa
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Dewi Anugrah Sulistiana
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh praktikum Biokimia yang masih melaksanakan praktikum bersifat verifikasi. Sehingga dalam pelaksanaan praktikum mahasiswa hanya mengikuti langkah kerja seperti resep. Hal ini kurang mengembangkan keterampilan proses sains dan berpikir mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil implementasi model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains mahasiswa menggunakan material lokal. Metode penelitian berupa quasi eksperimen dengan desain randomized control group pretest-posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu Universitas Pendidikan di kota Bandung yang melibatkan mahasiswa Kimia semester 6 dengan materi perkuliahan praktikum Analisa Protein. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal essay, LKM, angket, dan lembar observasi keterampilan proses sains. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji rerata (independent t-test) dengan bantuan program SPSS 20 for windows dan Microsoft excel 2010. Berdasarkan uji perbedaan rerata pada uji keterampilan proses sains mahasiswa antara kelaskontrol dan kelas eksperimen berbeda secara signifikan, hal itu dibuktikan dengan hasil statistik kedua kelas yaitu sig(2-tailed) 0,018 ≤(α) 0,025 maka H0 ditolak artinya terdapat perbedaan keterampilan proses sains yang signifikan pada praktikum model inkuiri terbimbing dengan praktikum bersifat verifikasi Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa praktikum model inkuiri terbimbing lebih meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa dibandingkan praktikum bersifat verifikasi.
Keywords
inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, analisa protein
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Yuan Darmawanti
Institutions
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Program Studi Pendidikan IPA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Pembangkit Argumen (Generate An Argument Instructional Model) terhadap kemampuan berpikir siswa khususnya kemampuan penalaran terkait materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Weak Experiment dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 34 orang siswa SMP kelas VII pada salah satu SMP negeri di Kapubaten Ciamis. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa soal tes kemampuan penalaran berdasarkan kerangka berpikir penalaran menurut Marzano yang terdiri dari delapan indikator yaitu membandingkan, mengklasifikasikan, induksi, deduksi, mengkonstruksi dukungan, menganalisis cara pandang, menganalisis kesalahan, dan abstraksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan penalaran siswa secara umum berdasarkan skor rata-rata posstest yang diperoleh siswa. Peningkatan kemampuan penalaran berdasarkan indikator terbagi menjadi dua kategori yaitu kategori sedang untuk indikator deduksi dan menganalisis kesalahan dengan nilai sama yaitu ˂g˃ = 0,37 serta kategori rendah untuk indikator membandingkan, mengklasifikasikan, induksi, mengkonstruksi dukungan, menganalisi cara pandang, dan abstraksi dengan masing-masing nilai (˂g˃) ˂ 0,3.
Keywords
model pembangkit argumen, kemampuan penalaran, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Kartika A Putri
Institutions
ITB
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mencari Pasangan (MAKE A MATCH) terhadap hasil belajar siswa dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mencari Pasangan (MAKE A MATCH) dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan pembelajaran konvensional. Populasi berupa seluruh siswa kelas XI IA SMA Negeri 1 Stabat sebanyak 4 kelas. Pengambilan sampel penelitian diambil secara purposive sampling yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Masing-masing kelas berjumlah 32 siswa. Pada kelas eksperimen dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Mencari Pasangan (MAKE A MATCH) dan pada kelas kontrol dengan model konvensional. Hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung > ttabel yaitu 7,21 > 2,00 pada taraf signifikasi α = 0,05 dan db = 58. Hal ini berarti Ha diterima yang berarti ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan (MAKE A MATCH) terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem reproduksi di kelas XI SMA negeri 1 Stabat Tahun Pelajaran 2011/2012.
Keywords
Make A Match, Hasil Pembelajaran
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Anik Pujiati
Institutions
Universitas Indraprasta PGRI
Abstract
Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis PBL terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif kimia ditinjau dari gaya kognitif mahasiswa. Eksperimen dilakukan dengan sampel mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika & IPA Universitas Indraprasta PGRI yang terdiri dari 30 mahasiswa dengan model pembelajara PBL dan 30 mahasiswa dengan model membelajaran ekspositori. Pengumpulan data dengan tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif kimia serta pemberian kuesioner gaya kognitif mahasiswa. Analisa data penelitian menggunakan MANOVA dengan desain faktorial 2x2 dangan bantuan program SPSS. Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif terhadap model pembelajaran (sig < 0,05).(2)Tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif terhadap gaya kognitif (sig > 0,05).(3)Tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan gaya kognitif secara bersama-sama terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa (sig > 0,05).
Keywords
Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL), Kemampuan Berpikir Kritis, Kemampuan Berpikir Kreatif, Gaya Kognitif
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Fathimah Salma Mahfuzhah
Institutions
Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (PJBL) terhadap berpikir kreatif siswa pada materi Plantae. Metode yang digunakan adalah desain quasi eksperimen jenis pretest posttest control group design. Prosedur yang dilakukan dengan pemberian pretest, pelaksanaan pembelajaran, pemberian posttes, dan penarikan kesimpulan hasil penelitian. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMAN 74 Jakarta Selatan Tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu random sampling. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas X MIA1 berjumlah 34 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas X MIA 2 berjumlah 34 siswa sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa soal uraian sebanyak 10 soal, lembar observasi siswa dan lembar observasi guru. Berdasarkan pengujian hipotesis statistik dengan uji-t pada taraf signifikan 0,05 didapat hasil thitung lebih besar dari ttabel (2,47>1,99) sehingga H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (PJBL) terhadap berpikir kreatif peserta didik pada materi plantae di SMA Negeri 74 Jakarta Selatan.
Keywords
Berpikir Kreatif, Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL), Plantae
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Fransiska Paulina Kaha
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Tuntutan sumber daya manusia yang berkualitas guna dunia globalisasi saat ini menjadi salah satu faktor yang membuat semua aspek dalam pendidikan wajib berkembang. Salah satunya adalah bahan ajar dalam pembelajaran yang dibuat oleh guru karena yang mengetahui alur saat pembelajaran adalah para guru di kelas. Bahan ajar pada penelitian kali ini berupa modul berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM) yang dibuat untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa. Peneliti memilih modul berbasis STEM dikarenakan tujuan yang sama dengan perkembangan kurikulum 2013 saat ini yang dilakukan terbatas, yaitu mempersiapkan sumber daya manusia yang dapat bersaing pada dunia global saat ini dan di masa mendatang. Keunikan STEM adalah adanya literasi rekayasa (engineering) di mana siswa dituntut merancang teknologi baru atau inovasi pada suatu alat. Modul STEM yang dibuat pada penelitian ini adalah modul Hukum Kedua Newton untuk siswa Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian randomized subjects, pretest-posttest control group design (subjek random desain pretes-postes grup), dengan adanya kelas kontrol dan kelas eksperimen yang masing-masing memiliki jumlah siswa yang sama, yaitu 34. Hasil dari penelitian kali ini adalah data yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara mean kelas kontrol dan eksperimen dengan uji-t sebesar 1,996 dan dengan perolehan gain kelas eksperimen sedang sebesar 0,4. Sehingga modul berbasis STEM dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa.
Keywords
STEM, Penguasaan Konsep, Modul berbasis STEM
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Khoi Khoiriyah
Institutions
Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka RT. 11 / RW. 14, Rawamangun, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Prodi Fisika FMIPA UNJ, Jl. Pemuda No 10, Jakarta 13220
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman konsep siswa fisika dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) pada materi Elastisitas di SMA. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 89 Jakarta pada semester genap. Sampel yang digunakan sebanyak 36 siswa yang mempunyai kondisi yang sama. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 4 sebagai kelas eksperimen (Pembelajaran Berbasis Masalah) dan X MIA 2 sebagai kelas kontrol (Ekspositori). Metode penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment). Pada akhir pembelajaran, kedua kelas sampel diberi tes akhir dengan menggunakan instrumen yang sama yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Instrumen penelitian berbentuk soal pilihan ganda beralasan sebanyak 20 butir soal. Data hasil tes kedua kelas berdistribusi normal dan sampelnya homogen. Pada pembelajaran di kelas siswa mengalami perubahan pada sikap dan aktivitas. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah pada kelas eksperimen dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa.
Keywords
Pembelajaran Berbasis Masalah, Pemahaman Konsep
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
agus jauhari
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi no.229. Bandung- Indonesia
Abstract
Telah diimplementasikan pembelajaran kolaboratif untuk melihat proses perubahan konsepsi mahasiswa dalam perkuliahan Listrik Magnet.Pembelajaran kolaboratif di terapkan dalam perkuliahan listrik Magnet (4 sks) untuk mahasiswa jurusan pendidikan fisika semester 5 sebanyak 24 mahasiswa terbagi menjadi 3 tahap pembelajaran, pembelajaran konsep, pembelajaran problem solving dan pembelajaran proyek. Pada paper ini dibahas pengaruh pembelajaran kolaboratif dalam pembelajaran konsep. Proses perubahan konsepsi mahasiswa diukur menggunakan tes konsep yang harus diisi dalam Jurnal Pemikiran Siswa (JPS). Dari hasil analisis mahasiswa menjawab dengan pemikiran sendiri sebanyak 83% (20 dari 24) mahasiswa menjawab salah. Setelah mereka diberi kesempatan untuk mengklarifikasi jawabannya melalui eksperimen sebanyak 25%(5 dari 20) Mahasiswa yang merubah jawabannya menjadi jawaban yang benar. Setelah mereka diberi kesempatan untuk sharing analisa jawabannya dengan kelompoknya sebanyak 87.5% (21 dari 24) mahasiswa menjawab benar dengan alasan yang tepat. Dari hasil ini dapat disimpulkan pembelajaran kolaboratif secara signifikan dapat mengubah konsepsi mahasiswa
Keywords
Pembelajaran Kolaborasi, perubahan, konsepsi
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
supiana supiana
Institutions
MtsN Biringkanaya Makassar
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh strategi IQRAM dalam proses pengajaran dan pembelajaran pada topik sistem reproduksi manusia dalam meningkatkan karakter pelajar di SMP Negeri di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan ujian pra dan ujian pasca yang melibatkan sampel 184 orang pelajar kelas IX di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan strategi IQRAM yaitu Inquiri (menemukan), Question (bertanya), Repeat (mengulang), Application (aplikasi), dan Moral (moral) (IQRAM) pada topik sistem reproduksi pada manusia. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket karakter dan lembar observasi karakter. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada ujian pasca dibandingkan dengan ujian pra pada topik sistem reproduksi manusia. Penelitian ini memberi implikasi pada peningkatan karakter pelajar di Sekolah Menengah Rendah di kota Makassar provinsi Sulawesi Selatan.
Keywords
IQRAM, karakter, sistem reproduksi
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Hanifah Zakiya
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Kemampuan literasi saintifik adalah salah satu kemampuan yang sangat penting agar siswa dapat mengaplikasikan berbagai konsep fisika melalui berbagai fenomena ilmiah, penyelidikan ilmiah dan menginterpretasikan data hasil penyelidikan. Kemampuan literasi sainstifik siswa Indonesia masih sangat rendah, hal ini terbukti dari rendahnya capaiaan siswa Indonesia dalam kompetisi PISA (Programme for International Student Assessment) baik dalam bidang literasi saintifik, literasi membaca dan literasi matematika. Penelitian ini menggunakan strategi membaca untuk meningkatkan kemampuan literasi saintifik siswa. Literasi membaca sangat berkaitan dengan literasi saintifik, sehingga adanya keselarasan antara literasi membaca dan literasi saintifik. Strategi membaca yang diterapkan dengan berbantuan lembar membaca memberikan ruang kepada siswa untuk memahami bacaan secara mendalam. Lembar membaca dirancang oleh guru yang berisi pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan ide pokok dalam bacaan. Pada lembar membaca dilengkapi dengan kolom pengetahuan siswa sebelum membaca dan setelah membaca. Hal ini dapat melihat perubahan pengeahuan siswa dari sebelum membaca hingga akhir membaca. Siswasiswa dari dua kelas pada salah satu SMA di Selatan djadikan sampel penelitian, terdiri atas 70 siswa SMA, siswa dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang berjumlah 35 orang dan kelompok eksperimen yang berjumlah 34 orang. Dengan menggunakan uji-t pada tingkat signifikansi α = 0.05 diperoleh bahwa kemampuan literasi saintifik siswa yang mendapat pembelajaran dengan strategi membaca lebih baik daripada kemampuan literasi saintifik siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Berdasarkan dari hasil peneletian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran strategi membaca dapat digunakan untuk meningkatkan kemamapuan literasi saintifik siswa SMA.
Keywords
Literasi sainstifik, Strategi membaca, Pembelajaran Fisika
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
YULY HERMAENI
Institutions
a) Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jalan Rawamangun Muka, 13220
*yulyhermaeni[at]gmail.com
Abstract
Hukum kekekalan energi merupakan salah satu submateri dalam bab Usaha dan Energi pada materi Fisika kelas X. Untuk mencapai tujuan pembelajaran pada submateri tersebut, diperlukan sebuah strategi pembelajaran. Pada penelitian ini, strategi pembelajaran yang digunakan adalah Strategi Pembelajaran Langsung dengan menggunakan media pembelajaran PhET simulation berjudul energy skate park. Fase-fase yang akan dilakukan pada penelitian ini diantaranya, menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan, memberikan bimbingan, mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik serta memberikan latihan dan penerapan konsep. Pada makalah ini, kami akan menganalisa apakah terdapat pengaruh Strategi Pembelajaran Langsung dengan menggunakan media pembelajaran PhET simulation berjudul energy skate park terhadap tingkat motivasi belajar dan hasil belajar siswa pada submateri Hukum Kekekalan Energi.
Keywords
Strategi Pembelajaran Langsung; PhET Simulation; Hasil Belajar; Motivasi Belajar; Hukum Kekekalan Energi
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
novrita mulya rosa
Institutions
a) Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indraprasta PGRI,
Jakarta, Indonesia
*muly4ros4[at]gmail.com
b) Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indraprasta PGRI,
Jakarta, Indonesia
Abstract
Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh waktu belajar dan kemampuan awal terhadap pemahaman konsep kimia. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indraprasta PGRI yang mengikuti perkuliahan Kimia Dasar berjumlah 40 orang mahasiswa dengan rincian masing-masing kelompok penelitian 20 orang. Pemilihan kelas sampel menggunakan teknik multistage random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melaksanakan tes kemampuan awal dan tes pemahaman konsep kimia, masing-masing menggunakan tes berbentuk uraian. Analisa data penelitian menggunakan teknik ANKOVA dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rerata pemahaman konsep kimia mahasiswa yang signifikan menurut faktor waktu belajar dengan mengontrol kemampuan awal kimia mahasiswa (F = 6,264 ; p = 0,017). Uji hipotesis satu pihak menggunakan uji t diperoleh nilai t = 2,226 dengan nilai p = 0,032 sehingga disimpulkan bahwa pemahaman konsep kimia mahasiswa yang belajar di pagi hari secara signifikan lebih tinggi dari pada mahasiswa yang belajar di sore hari, setelah mengendalikan kemampuan awal mahasiswa.
Keywords
pemahaman konsep kimia, waktu belajar, kemampuan awal
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
lia kristina sianipar
Institutions
abc) Prodi Pendidikan Fisika FMIPA UNJ Program Magister Pendidikan Fisika, Jl. Pemuda No. 10, Jakarta 13220
*)Email: liakristinas[at]gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yaitu berupa alat peraga gaya Lorentz. Metodologi penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan menggunakan model Borg and Gall yang terdiri dari: Penelitian pendahuluan, Perencanaan pengembangan model, validasi, evaluasi, revisi dan Implementasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes. Hasil validitas dihitung dengan menggunakan rumus Product Moment, sedangkan reliabilitas dihitung dengan rumus KR-20.Media yang dikembangkan telah divalidasi oleh para ahli media dan ahli materi pembelajaran. Hasil validasi tersebut menunjukkan bahwa alat peraga gaya Lorentz layak digunakan sebagai media pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan medan magnetik di kelas XII MIA.
Keywords
alat peraga, gaya Lorentz, model Borg and Gall
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
FAUZIAH ISMATULLAH
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, Jalan Rawamangun Muka Jakarta Timur, Indonesia, 13220
*fauziahismatullah94[at]gmail.com
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat peraga peluncur parabolik yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran fisika pada pokok bahasan gerak parabola pada kelas XI SMA/MA. Menurut hasil survey yang telah dilakukan kepada guru dan siswa dibeberapa sekolah di Jakarta diketahui bahwa dalam pembelajaran gerak parabola, biasanya guru hanya mengajarkan teori semata tanpa adanya praktik, hal ini dikarenakan kebanyakan sekolah SMA/MA belum memiliki alat peraga untuk pratikum gerak parabola tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) mengacu pada teori Borg and Gall yang meliputi tujuh kegiatan yang telah dimodifikasi peneliti tanpa mengurangi esensinya, diantaranya: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan desain produk, (3) pengembangan draft produk, (4) validasi desain, (5) uji coba produk, (6) validasi produk, (7) produk hasil. Data yang diperoleh berasal dari ahli materi, ahli media, dan implementasi pada guru Fisika serta peserta didik. Instrument yang digunakan berupa angket dengan menggunakan teknik analisa berupa skala likert untuk menilai kualitas produk yang telah dikembangkan tersebut. Dari hasil uji yang telah dilakukan dapat dinyatakan bahwa alat peraga peluncur parabolik mendapatkan interpretasi sangat baik yaitu 85,72 % dan layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika pada pokok bahasan gerak parabola
Keywords
Gerak Parabola; Alat Peraga; Peluncur Parabolik; Media Pembelajaran
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Waqidatul Qoiriyah
Institutions
Universitas Negri Jakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan berupa alat peraga dengan menggunakan sensor suhu yang dapat digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran fisika pada materi suhu dan kalor sub bab azas Black kelas X. Penelitian dilakukan pada bulan januari-mei 2016 di Laboratorium Jurusan Fisika FMIPA-UNJ. Penelitian ini memalui beberapa tahapan yaitu Analyze (Analisis), Design (Perencanaan), Implement (implentasi), Evaluate (Evaluasi). Alat peraga yang dikembangkan dilengkapi dengan layar untuk pebacaan data suhu, selain itu alat peraga ini mudah untuk digunakan karena hanya memerlukan sedikit perakitan dan pengukuran lebih presisi dikarenakan berbasis digital. Alat peraga yang dikembangkan telah di validasi oleh ahli materi dan ahli media dengan hasil validasi menunjukkan bahwa alat peraga layak digunakan sebagai media pebelajaran pada pokok bahasan suhu dan kalor yakni untuk mempermudah menjelaskan teori azas Black.
Keywords
Alat peraga, Azas Black, Model ADDIE
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Amatullah Fadhillah Robbani
Institutions
Universitas Negeri Jakarta, Jalan Pemuda No. 10, Jakarta Timur
Abstract
Mobile Learning adalah kegiatan pendidikan yang dapat diterapkan hanya jika teknologi yang digunakan sepenuhnya adalah ponsel dan ketika pengguna teknologi juga berpindah saat mereka belajar. Permainan interaktif adalah media pembelajaran yang didesain melalui simulasi-simulasi tertentu yang dibutuhkan agar pelajar mengikuti permainan yang disajikan melalui simulasi-simulasi tertentu yang dibutuhkan agar pelajar mampu menerapkan semua pengalaman belajarnya dalam menyelesaikan masalah yang dimaksud. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk permainan interaktif yang diintegrasikan pada perangkat smartphone Android pada pokok bahasan Fluida Dinamis. Pengembangan dilakukan dengan metode Research and Development yang mengacu pada Desain Instruksional Dick and Carey. Permainan ini dikembangkan menggunakan software Macromedia Flash CS6 yang kemudian diintegrasikan pada smartphone menggunakan aplikasi Adobe Air. Uji validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media dan ahli penilaian menggunakan instrument penilaian berskala Likert 5. Hasil validasi menyatakan permainan interaktif berbasis Android pada pokok bahasan Fluida Dinamis memiliki interpretasi sangat baik (87.4%) dan dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran.
Keywords
permainan interaktif, android, fluida dinamis, R&D, Dick and Carey
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Aisyah Nurul Hanifah
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Jakarta
Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur 13220, Indonesia
*aisyahnurulhanifah[at]gmail.com
Abstract
Aplikasi handout berbasis android merupakan pengembangan berbasis IPTEK untuk mendukung Kurikulum 2013 dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk sumber belajar sebagai prinsip dasar pembelajaran yang termaktub dalam Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Tujuan pengembangan aplikasi handout berbasis android adalah menghasilkan bahan ajar mandiri materi fisika SMA yang dapat diakses tidak terbatas ruang dan waktu, HANTAM FISIKA, untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran. Penelitian dilakukan dengan metode Research and Development (R&D) yang mengacu pada model pengembangan Dick & Carey. Pengembangan dilakukan menggunakan aplikasi web sumber terbuka, yaitu App Inventor. Sebagai bahan ajar, aplikasi handout berbasis android berisikan pokok materi fisika SMA kelas 10 sampai dengan 12 yang sesuai dengan silabus dan disusun sistematis berdasarkan kompetensi dasar dalam Kurikulum 2013. Uji validasi menggunakan instrumen skala Likert 1-5 dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1) uji validasi keterbacaan oleh peserta didik dalam kelompok kecil; 2) uji validasi oleh ahli materi dan ahli media; 3) uji validasi oleh peserta didik dalam kelompok besar dan tenaga pendidik. Berdasarkan hasil uji validasi keterbacaan, didapat skor 83,06% dengan kriteria interpretasi sangat baik.
Keywords
android; bahan ajar mandiri; handout; Kurikulum 2013
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Tiarawati -
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Saat ini buku pendamping yang berupa buku pintar, kumpulan rumus, kamus pintar, buku saku, dan sejenisnya menjadi hal yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk menunjang pembelajaran di sekolah. Diketahui data bahwa 80% dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang merupakan remaja berusia 15-19 tahun yang merupakan usia siswa yang aktif menggunakan android. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi ringkasan materi dan mind map materi fisika SMA yang dapat digunakan untuk smartphone berbasis android. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development, dengan model pengembangan Dick & Carey. Survey dilakukan terhadap beberapa aplikasi pembelajaran fisika berbasis android di Play Store, diketahui belum tersedia aplikasi mind map materi fisika SMA. Aplikasi yang dikembangkan dapat menunjukkan mind map berdasarkan tingkat kelas, pembagian materi disesuaikan dengan Kompetensi Dasar, serta dilengkapi pula dengan ringkasan materi.
Keywords
mind map, fisika sma, aplikasi android
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Annisa Rahmah
Institutions
Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jalan Rawamangun Muka, Jakrta Timur 13220, Indonesia
Abstract
Indonesia adalah pengguna ponsel pintar nomor satu di dunia dengan waktu pemakaian rata-rata 181 menit per hari dimana survey ini melibatkan lebih dari 12.000 pengguna handphone dalam rentang usia 16 sampai 44 tahun. Banyaknya waktu interaksi dengan smartphone pada rentang usia dimana peserta didik berada menjadi dasar penulis untuk mengembangkan bahan ajar berbasis android pada materi fisika sehingga dapat memotivasi dan mempermudah peserta didik belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development, dan model pengembangan yang digunakan adalah metode Dick & Carey. Penelitian ini menghasilkan aplikasi (software) berbasis smartphone Android. Aplikasi ini dapat menampilkan ringkasan materi dan video yang terkait dengan materi fisika kelas X semester genap. Adapun susunan materinya sebagai berikut: elastisitas, fluida statis, suhu dan kalor, dan alat optik.
Keywords
Bahan Ajar, Fisika Kelas X, Berbasis Android
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
ahmad subhan
Institutions
Program Magister Pendidikan Biologi (S2)
Sekolah Pasca Sarjana
Universitas Pendidikan Indonesia Bandung
Abstract
Penelitian ini bertujuan memberikan alternatif bahan ajar untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan siswa SMP. Penanaman karakter dengan menggali nilai-nilai sains dari kearifan lokal pertanian padi Cirebon. Solusi yang ditawarkan dengan mengembangkan bahan ajar yang dapat menghadirkan pengalaman langsung (kontekstual) dalam pembelajaran Biologi pada materi Ekosistem berbasis kearifan lokal pertanian padi di Cirebon. Desain penelitian yang digunakan Research & Development dari Borg & Gall yang meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan, validasi dan revisi. Uji coba terbatas dilakukan di satu sekolah pada 30 siswa kelas VII. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket dan tes. Untuk mengetahui kualitas bahan ajar dilakukan uji validasi ahli materi, ahli teknologi, pengguna, dan uji keterbacaan. Validasi kelayakan bahan ajar dari aspek materi dan kegrafikan dilakukan dengan tes keterbacaan rumpang (cloze test), sedangkan literasi lingkungan siswa diukur dengan instrumen literasi lingkungan yang dikembangkan dari Survey Middle School Environmental Literacy Survey (MSELS). Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan: (1) kualitas bahan ajar berdasarkan penilaian dari ahli materi dalam kategori layak dengan persentase 61,4%, penilaian ahli teknologi dalam kategori layak dengan persentase 63,0%, dan penilaian guru sebagai pengguna dalam kategori baik dengan persentase 82,4%; (2) hasil uji rumpang menunjukan bahan ajar ekosistem hasil pengembangan memiliki keterbacaan yang sedang. (3) Hasil impelementasi bahan ajar dalam pembelajaran menunjukan bahan ajar dapat meningkatkan kecakapan literasi lingkungan.
Keywords
ekosistem sawah, kearifan lokal pertanian, literasi lingkungan
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Widiya Wiyanti
Institutions
Pendidikan Fisika, FMIPA
Universitas Negeri Jakarta
*widiyawiyanti[at]yahoo.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar pendukung berupa majalah elektronik fisika yang dapat digunakan sebagai pendukung bahan ajar utama yang bersifat mandiri pada materi Pemanasan Global SMA kelas XI. Materi ini adalah materi baru dalam mata pelajaran fisika yang mulai diterapkan pada Kurikulum 2013. Menurut observasi awal yang telah dilakukan kepada guru dan peserta didik di beberapa sekolah di Jakarta, diketahui bahwa peserta didik kurang memahami materi pemanasan global hanya dengan mempelajarinya melalui buku cetak yang menjadi bahan ajar utama. Oleh karena itu, diperlukan bahan ajar pendukung yang dapat dengan mudah dipahami oleh peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada teori Borg dan Gall yang telah dimodifikasi tanpa mengurangi esensinya, dengan langkah-langkah: (1) persiapan dan studi literatur, (2) perencanaan, (3) pengembangan majalah elektronik, (4) validasi, (5) uji coba lapangan, (6) penyempurnaan produk, (7) produk hasil. Hasil dari penelitian ini adalah majalah elektronik fisika yang akan ditindaklanjuti dengan memvalidasi bahan ajar ini kepada ahli materi dan ahli media, serta mengujicoba kepada guru dan peserta didik SMA.
Keywords
bahan ajar pendukung, majalah elektronik fisika, pemanasan global
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Ayu Chintia Dewi
Institutions
Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
*ayuchyntiadewi[at]muslim.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku pengayaan pengetahuan efek rumah kaca sebagai sumber belajar fisika terutama untuk siswa yang mencapai kompetensi K.D 3.9 Kelas XI "Menganalisis gejala pemanasan global, efek rumah kaca, dan perubahan iklim serta dampaknya bagi kehidupan dan lingkungan". Metode yang diterapkan yaitu Research and Development yang mengacu pendapat Dick and Carey. Langkah yang sudah dilakukan yaitu survey di 8 SMA, 2 toko buku terkenal di Jakarta, toko buku online, dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk). Hasil survey menunjukkan sajian buku pengayaan terkait efek rumah kaca yang ada lebih fokus pada dampak yang ditimbulkan sehingga kurang ilmiah dan kurang mendalam karena hanya sebatas dalam satu subbab. Selain itu, survey di Puskurbuk memperoleh informasi tentang standar kualitas dari buku pengayaan pengetahuan yang terdiri dari empat indikator yaitu 1) materi terdiri dari lima sub, 2) penyajian terdiri dari empat sub, 3) bahasa terdiri dari dua sub, dan 4) grafika terdiri dari empat sub. Mengacu pada hasil survey dan standar kualitas buku pengayaan, ditulis draft buku pengayaan pengetahuan "Kajian Fisis Peristiwa Efek Rumah Kaca"yang terdiri dari peristiwa dan konsep fisis terjadinya efek rumah kaca, hingga mitigasi bencana dengan sajian yang lebih kontekstual, berisi ilutrasi, gambar dan menggunakan bahasa yang lebih komunikatif.
Keywords
buku pengayaan pengetahuan, efek rumah kaca, pemanasan global
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
atikah amalia widiantoro
Institutions
a)Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, Jalan Pemuda No.10 Rawamangun, Jakarta Timur
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku pengayaan pengetahuan yang mencakup materi cahaya tampak untuk fenomena gelombang elektromagnetik di kelas XII berdasarkan KD 3.1 yaitu, Menerapkan Konsep dan Prisnsip Gelombang Cahaya dalam Tekhnologi. Metode yang dipakai dalam penelitian ini merupakan Reasearch and Development yang mengacu kepada pendapat Dick and Carey. Penelitian ini sudah diawali dengan studi pendahuluan di beberapa SMA di Jakarta Timur, survey di beberapa toko buku dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Hasil survey yang didapatkan dari PusKurBuk adalah informasi tentang indikator standar mutu buku pengayaan pengetahuan yang telah ditetapkan sebagai acuan, yaitu: kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikkan. Sedangkan hasil survey di toko buku didapatkan ketersediaan buku yang membahas tentang pelangi sudah tersedia di toko buku tetapi dalam bentuk buku ilmu pengetahuan popular. Mengacu pada hasil survey dan standar mutu, penulisan buku pengayaan pengetahuan �Peristiwa Pelangi Menurut Pandangan Fisika� akan ditulis sesuai dengan standar mutu, dengan bahasa yang komunikatif agar dapat memudahkan dalam memahami fenomena gelombang elektromagnetik.
Keywords
Buku Pengayaan Pengetahuan, Gelombang Elektromagnetik, Pelangi
Topic
Pembelajaran
Page 5 (data 121 to 150 of 248) | Displayed ini 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats