Page 7 (data 181 to 210 of 248) | Displayed ini 30 data/page
Corresponding Author
Nita Lestari
Institutions
1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UNJ, 2Dosen Pembimbing 1, 3Dosen Pembimbing 2
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berupa kursus online dalam bentuk video pembelajaran fisika pada pokok bahasan mekanika benda titik. Fokus penelitian adalah mengembangkan media pembelajaran agar dapat digunakan sebagai penunjang dalam pembelajaran mandiri yang diimplementasikan kepada warga belajar program paket C. Metode penelitian yang digunakan adalah metode research and development (R&D) dengan model pengembangan Dick and Carey yang terdiri dari sepuluh tahapan, yaitu: mengidentifikasi tujuan intruksional umum, melakukan analisis intruksional, mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa, menulis tujuan kinerja, mengembangkan butir tes acuan patokan, mengembangkan strategi intruksional, mengembangkan dan memilih bahan instruksional, mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif, merevisi kegiatan instruksional dan mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif. Penilaian produk dilakukan oleh beberapa dosen uji kelayakan media yaitu ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran. Hasil dari penelitian ini adalah website berisi video pembelajaran yang dapat diakses secara gratis oleh siapapun baik warga belajar program paket C maupun siswa SMA.
Keywords
Peneltian Pengembangan, Multimedia Interaktif, MOOCs
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Nanang Priatna
Institutions
1Departemen Pendidikan Matematika, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia, 40154
Abstract
Penilaian dalam proses pendidikan merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dari komponen lainnya khususnya pembelajaran. Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang membutuhkan higher order thinking skills (HOTS). Higher order thinking skills merupakan keterampilan untuk melatih siswa dalam menyelesaikan persoalan yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Dalam mewujudkan visi pendidikan tahun 2025, yaitu menciptakan insan Indonesia cerdas dan kompetitif, diperlukan guru yang profesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Oleh sebab itu, profesi guru harus terus dilakukan dan ditingkatkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Konsekuensi guru sebagai profesi adalah program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
Keywords
Penilaian, Higher Order Thinking Skills, Profesionalisme Guru
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Lidani Arifah Ramadhan
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur 13220
*)lidaniarifah[at]gmail.com , **)fauzi-bakri[at]unj.ac.id
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat e-learning pada mata kuliah Fisika Dasar II. Perangkat yang digunakan dalam pengembangan ini yaitu Chamilo Learning Management System (LMS). Dalam melakukan penelitian digunakan metode Research and Development (R&D) yang mengacu pada pengembangan Dick and Carey. Perangkat e-learning yang dihasilkan dapat menampilkan peta konsep, materi, kuis, dan tes dengan tampilan yang mudah digunakan. Uji validasi dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan ahli keterbacaan dengan menggunakan instrumen berskala likert 5. Hasil validasi menyatakan perangkat e-learning berkategori baik dan dapat dijadikan sebagai perangkat pembelajaran secara elektronik.
Keywords
e-learning, Fisika Dasar II, LMS, R&D
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Maya Rahma Zahara
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Telah dilakukan percobaan Pengembangan Perangkat Eksperimen Kinematika 1 Dimensi dan 2 Dimensi menggunakan Analisis Citra digital dan hasil perekaman dengan Fitur Long Exposure dan Arduino Uno. Percobaan Eksperimen Kinematika 1 Dimensi dilakukan dengan kecepatan motor yang bervariasi yaitu 70 rpm, 120 rpm, 150 rpm dan 200 rpm dengan teknik Falling ball pada bola jatuh bebas. Sedangkan percobaan Eksperimen Kinematika 2 Dimensi dilakukan dengan kecepatan motor yang bervariasi yaitu 100 rpm, 150 rpm, 175 rpm dan 200 rpm dengan bantuan Projectile Launcher pada gerak parabola. Pada percobaan ini didapatkan nilai Gravitasi pada gerak jatuh bebas dan nilai kecepatan sesaat sebelum bola menumbuk lantai pada gerak parabola
Keywords
Long Exposure, Arduino Uno, Kinematika
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Inayati Juwita Sari
Institutions
Pendidikan Fisika, FMIPA
Universitas Negeri Jakarta
inayatijs[at]gmail.com
Abstract
Perangkat lunak tes berbasis komputer (CBT-Software) dapat membantu guru menghemat waktu dalam menilai kemampuan siswa sehingga guru dapat memberikan umpan balik kepada siswa yang memiliki masalah dalam topik tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat lunak tes berbasis komputer untuk mata pelajaran Fisika SMA kelas X Semester 1. Pengembangan dilakukan dengan metode Research and Development (R & D) yang mengacu pada Model Pengembangan Dick & Carey. Perangkat lunak yang dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python. Perangkat lunak CBT yang dihasilkan mampu menampilkan soal secara random, merekam hasil pengerjaan soal oleh siswa, menampilkan statistik siswa, dan guru mampu membuat paket soal berdasarkan bank soal yang telah tersedia. Uji validasi dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan ahli penilaian dengan menggunakan instrumen berskala likert 5. Hasil validasi menyatakan bahwa perangkat lunak tes berbasis komputer untuk fisika SMA kelas X semester 1 memiliki interpretasi sangat baik (85.3%) dan dinyatakan layak sebagai perangkat lunak tes berbasis komputer.
Keywords
tes berbasis komputer, cbt-software, penelitian pengembangan, model R&D, dick & carey
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Cherly Salawane
Institutions
a)Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halmahera
Jalan Raya Wari Ino Tobelo, Halmahera Utara, Indonesia, 97762
dan
Program Studi Pendidikan IPA, Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Jl. Kelud Utara III Semarang, Indonesia 50237
*salawanecherly[at]yahoo.co.id
b)Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Kampus Sekaran Gunungpati Semarang, Indonesia 50229
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan perangkat perkuliahan, mengembangkan perangkat perkuliahan berpendekatan SETS (science, environment, technology, and society) untuk mitigasi bencana debu vulkanik, mengetahui nilai validitas, realibilitas, dan efektivitas dari perangkat perkuliahan. Perangkat perkuliahan yang dikembangkan meliputi RPS (rencana pembelajaran semester), SAP (satuan acara pembelajaran), buku ajar, media pembelajaran, LKM (lembar kerja mahasiswa), panduan simulasi PRB (pengurangan resiko bencana), produk pembelajaran, dan instrumen evaluasi. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan research and development (R&D). Pengembangan perangkat perkuliahan mengadaptasi model penelitian pengembangan 4-D (define, design, develop, and disseminate) seperti yang disarankan oleh Thiagarajan (1974). Subjek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Penelitian ini diharapkan menghasilkan perangkat perkuliahan berpendekatan SETS untuk mitigasi bencana debu vulkanik yang valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam kegiatan perkuliahan sehingga menghasilkan mahasiswa/masyarakat yang tanggap terhadap bencana debu vulkanik, serta menghasilkan perguruan tinggi/universitas siaga bencana di Indonesia.
Keywords
Mitigasi Bencana; Debu Vulkanik; Perangkat Perkuliahan; SETS
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Soeharto Soeharto
Institutions
Universitas Negeri Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran PhyCCTM untuk meningkatkan higher order thinking skills dan karakter mandiri peserta didik, (2) mengetahui hasil peningkatan higher order thinking skills dalam pembelajaran Fisika dengan menggunakan Perangkat Pembelajaran PhyCCTM yang dikembangkan, (3) mengetahui hasil peningkatan karakter mandiri dalam pembelajaran Fisika dengan menggunakan Perangkat Pembelajaran PhyCCTM yang dikembangkan, dan (4) mengetahui perbedaan keefektifan penerapan pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran PhyCCTM pada kelas kontrol dan eksperimen terhadap higher order thinking skills dan karakter mandiri peserta didik.Produk yang dikembangkan adalah perangkat pembelajaran PhyCCTM pada materi impuls dan momentum yang meliputi Silabus, RPP, Materi Ajar, LKPD, Tes Evaluasi HOTS dan Lembar Karakter Mandiri. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mengacu pada langkah langkah model pengembangan yang diadaptasi dari Model Borg & Gall yang meliputi tahap studi pendahuluan dan perencanaan (meliputi studi pendahuluan, studi literatur dan perencanaan), tahap pengembangan (meliputi penyusunan bahan ajar PhyCCTM dan validasi,pre-survey uji coba terbatas dan revisi, uji coba diperluas) dan evaluasi (meliputi penyempurnaan produk, serta diseminasi dengan menyerahkan pereangkat ajar ke sekolah dan melakukan publikasi di journal ilmiah). Validasi produk dilakukan oleh dua dosen ahli dan dua guru Fisika. Uji coba terbatas dilakukan di kelas XI MIPA 7 SMA N 8 Yogyakarta dengan melakukan pembelajaran dan mengujikan perangkat pembelajaran PhyCCTM yang dikemabangkan. Uji coba luas dilaksanakan di SMA N 1 Kasihan dengan kelas XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 6 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Perangkat pembelajaran PhyCCTM yang dikembangkan layak digunakan dengan kategori �Sangat Baik�. (2) Perangkat pembelajaran PhyCCTM dapat meningkatkan higher order thinking peserta didik dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 pada uji terbatas. (3) Perangkat pembelajaran PhyCCTM yang dikembangkan dapat meningkatkan karakter mandiri peserta didik dengan kategori "Baik". (4) Perangkat pembelajaran PhyCCTM yang dikembangkan efektif meningkatkan higher order thinking skills dan karakter mandiri peserta didik dengan nilai nilai Sig. sebesar 0,004 pada uji coba luas.
Keywords
PhyCCTM, higher order thinking skills, karakter mandiri, impuls, momentum
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Fitria Arifiyanti
Institutions
Universitas Negeri Yogyakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kelayakan Physics Comprehensive and Contextual Teaching Material (PhyCCTM) pada materi usaha dan energi di kelas XI IPA, (2) mengetahui hasil peningkatan higher order thinking skills (HOTS) peserta didik dengan mengimplementasikan PhyCCTM pada materi usaha dan energi di kelas XI IPA, (3) mengetahui hasil peningkatan scientific attitude peserta didik dengan mengimplementasikan PhyCCTM pada materi usaha dan energi di kelas XI IPA , dan (4) mengetahui efektivitas PhyCCTM pada materi usaha dan energi di kelas XI IPA untuk meningkatkan HOTS dan scientific attitude peserta didik. Produk yang dikembangkan berupa PhyCCTM yang meliputi Silabus, RPP, Materi Ajar, LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) dan instrumen penilaian. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini terdiri dari enam tahapan yang diadaptasi dari Model Borg & Gall yang meliputi tahap studi pendahuluan, tahap perencanaan, tahap penyusunan draf produk PhyCCTM, tahap validasi produk, tahap revisi dan uji coba produk dan tahap desiminasi. Validasi produk dilakukan oleh dua dosen ahli dan dua guru Fisika. Uji coba terbatas dilaksanakan di kelas XI IPA 2 SMAN 7 Pontianak dengan melakukan pembelajaran dan mengujikan PhyCCTM yang telah dikembangkan. Uji coba luas dilaksanakan di SMAN 7 Pontianak dengan kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa (1) PhyCCTM layak digunakan dengan kategori �Sangat Baik�. (2) PhyCCTM dapat meningkatkan HOTS peserta didik. (3) PhyCCTM dapat meningkatkan scientific attitude peserta didik. (4) PhyCCTM efektif meningkatkan HOTS dan scientific attitude peserta didik.
Keywords
PhyCCTM, usaha, energi, higher order thinking skills, scientific attitude
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Henny Johan
Institutions
Prodi S3 Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana UPI. Universitas Bengkulu
Abstract
Telah dilakukan penelitian untuk mengembangkan program perkuliahan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa berbantuan media visualisasi untuk meningkatkan kemampuan bernalar mahasiswa pada materi litosfer. Penelitian ini menggunakan mixed methods desain embedded experiment yang meliputi empat tahapan kegiatan, yaitu: tahapan studi dan analisis kebutuhan, tahap perancangan program, tahap pembuatan program dan validasi program serta tahap uji implementasi program. Tahap implementasi program dilakukan terhadap 15 orang mahasiswa S1 semester dua pada prodi Pendidikan Fisika FKIP salah satu Universitas di Provinsi Bengkulu. Tahap uji implementasi program dilakukan dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest design. Untuk keperluan pengumpulan data dikembangkan instrumen tes kemampuan bernalar dalam bentuk esai. Analisis data hasil tes kemampuan bernalar dilakukan dengan menggunakan teknik analisis yang dikembangkan oleh Furtak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program perkuliahan IPBA memberikan efek pada peningkatan kemampuan bernalar mahasiswa yang signifikan, hal ini ditunjukkan oleh rata-rata skor N-gain kemampuan bernalar yang mencapai 0,71 yang mengindikasikan peningkatan kemampuan bernalar mahasiswa pada kategori tinggi. Sebelum implementasi program, keadaan penalaran sebagian besar mahasiswa berada pada level 1 yaitu tidak memiliki kemampuan bernalar. Setelah implementasi program, terjadi perubahan, dimana kemampuan bernalar sebagian besar mahasiswa sudah berada pada level 3 yaitu bernalar berdasarkan bukti dan level 4 yaitu bernalar secara induktif-deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program perkuliahan IPBA yang dikembangkan memiliki potensi yang cukup baik dalam membekalkan kemampuan bernalar di kalangan para mahasiswa.
Keywords
Program Perkuliahan IPBA, Media Visualisasi, Kemampuan Bernalar, Litosfer
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Dimas Nurachman
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menghasilkan alat praktikum berupa termometer digital dengan data logger menggunakan microcontroller Arduino Uno sebagai pendukung pembelajaran fisika pada pokok bahasan suhu dan kalor di tingkat SMA kelas X. Pengembangan dilakukkan dengan menggunakan metode Research and Development (R & D) yang mengacu pada Model Pengembangan Dick & Carey yang telah dimodifikasi oleh Atwi Suparman yaitu Model Pengembangan Instruksional (MPI). Pengembangan yang dilakukan akan menghasilkan alat praktikum berupa termometer digital yang berbasis pada microcontroller Arduino Uno dan memiliki sistem logging data agar dapat mengukur dan memonitor perubahan data suhu dengan tingkat ketelitian 0,01�C sekaligus dapat menyimpan data perubahan suhu. Uji validasi dilakukan oleh ahli media, ahli penilaian dan ahli materi yang diolah menggunakan instrumen Likert berskala 5. Dari hasil uji validasi didapatkan bahwa alat praktikum yang dikembangkan memiliki interprestasi sangat baik dan layak digunakan sebagai alat praktikum pendukung pembelajaran fisika pada pokok bahasan suhu dan kalor.
Keywords
Alat Praktikum, Termometer Digital, Data Logger, Arduino Uno, Pembelajaran Fisika, SMA Kelas X
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Yoseph Kristianto Gaspersz
Institutions
1Program Studi Pendidikan Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta,
Jl Pemuda No.10 Rawamangun, Jakarta, Indonesia, 13220
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video klip pada materi termodinamika khususnya efisiensi mesin yang layak digunakan dalam proses pembelajaran fisika untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE. Hasil penelitian ini adalah berupa video klip berisi lagu mengenai efisiensi mesin yang dapat digunakan di dalam kegiatan pembelajaran fisika. Video klip ini akan divalidasi oleh tiga ahli, yakni ahli materi, ahli metodologi, serta ahli media. Hasil validasi dari ahli media 76,92%. Setelah divalidasi oleh para ahli dan dinyatakan layak, video klip diujicoba kepada peserta didik kelas XI IPA.
Keywords
Video Klip, termodinamika, efisiensi mesin
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Faqih Faldiansyah Pratama
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, Kampus A UNJ, Jl. Rawamangun Muka, Jakarta Timur 13220, Indonesia
*aldi.pratama.ff[at]gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran berbasis model problem based learning pada materi listrik dinamis dan mengukur peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan video yang dikembangkan dalam pembelajaran dikelas. Hal yang mendasari penelitian ini ialah kurikulum 2013 revisi yang menekankan pembelajaran yang mandiri, aktif dan kreatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian gabungan (mixed methods), yang terdiri dari penelitian pengembangan dan penelitian eksperimen. Metode penelitian pengembangan mengacu pada model ADDIE (Analys, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen penilaian media menggunakan skala Likert sementara pengukuran hasil belajar siswa dalam ranah kognitif menggunakan uji gain ternormalisasi dengan instrumen pre-test dan post-test. Konten dari video yang dikembangkan terdiri dari penjelasan materi, animasi, dan contoh soal yang akan ditampilkan berdasarkan tahapan model problem based learning. Penggunaan video dalam pembelajaran akan disertakan dengan lembar kerja siswa yang terintegrasi dengan video.
Keywords
video pembelajaran, problem based learning, listrik dinamis, hasil belajar
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Mirzanur Hidayat
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
Jl. Tanah Merdeka, Pasar Rebo, Jakarta, Indonesia, 13830
(a) mirza[at]uhamka.ac.id (corresponding author)
(b) s.arjo[at]uhamka.ac.id
Abstract
Salah satu keahlian yang harus dimiliki bagi mahasiswa jurusan pendidikan fisika adalah keahlian dalam visualisasi saintifik. Keahlian ini berguna baik pada saat mereka menempuh pendidikan selama kuliah maupun saat mereka menjadi guru fisika kelak. Di manuskrip ini disajikan pengenalan visualisasi saintifik bagi mahasiswa pendidikan fisika khususnya mereka yang sedang duduk di bangku kuliah tingkat tahun pertama. Visualisasi saintifik yang dimaksud adalah visualisasi saintifik sederhana yaitu bagaimana cara membuat atau memplot grafik dengan menggunakan komputer. Jenis software yang dipilih adalah yang bersifat free dan/atau open, dalam hal ini dipilih gnuplot sebagai graphing utility dan linux sebagai sistem operasi komputernya. Beberapa plot grafik yang dikenalkan yaitu plot grafik model 2D dan 3D; plot grafik yang didasarkan pada rumus dan pada data numerik; multi-plot dan multi-axis; serta animated plot. Dalam pelaksanaannya, proses pengenalan visualisasi saintifik dilakukan pada saat proses perkuliahan berlangsung (matakuliah TIK dalam pembelajaran fisika) serta dengan diadakannya sebuah workshop.
Keywords
visualisasi saintifik, plot grafik, gnuplot graphing utility, pembelajaran fisika
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Eyus Sudihartinih
Institutions
(a), (b), (c) Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Kemampuan dalam melakukan operasi perkalian adalah penting. Salah satu cara memudahkan siswa melakukan operasi perkalian yaitu menggunakan alat peraga. Pada laboratorium pembelajaran matematika di Departemen Pendidikan Matematika FPMIPA UPI terdapat banyak alat peraga yang telah didesain oleh mahasiswa beserta dosennya. Sehingga pada makalah ini akan dijelaskan penggunaan alat peraga pada konsep perkalian.
Keywords
Konsep perkalian, Alat Peraga, Siswa SMP
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Albi Gifani
Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Prodi Pendidikan Kimia
Abstract
Hasil studi pendahuluan disalahsatu SMAN di Karawang bahwa pada pembelajaran titrasi asam-basa belum sepenuhnya dilakukan praktikum walaupun alat dan bahan sudah cukup tersedia. Hasil belajar siswa sebelumnya pada konsep larutan asam-basa belum optimal dengan memperoleh nilai rata-rata 60. Dibutuhkan pembelajaran yang melakukan praktikum dengan mengoptimalkan penggunaan LKS. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis kemampuan siswa dalam menyelesaikan LKS sesuai tahapan pendekatan saintifik dan menganalisis keterampilan generik sains siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kelas. Subjek penelitian adalah siswa disalahsatu SMAN di Karawang kelas XI IPA 1 yang merupakan siswa/i semester genap tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 40 orang. Hasil LKS pendekatan saintifik pada tahap mengasosiasi memperoleh 89, mengumpulkan data 85, mengkomunikasikan 80, dan menanya 73,3. Nilai keterampilan generik sains pada indikator pemodelan matematika memperoleh 92, bahasa simbolik 90, pengamatan langsung 85, inferensi logika 80, kerangka logika 73,3 dan membangun konsep 76. Pendekatan saintifik dapat mengembangkan keterampilan generik sains siswa pada setiap indikator secara optimal.
Keywords
pendekatan saintifik, keterampilan generik sains, titrasi asam-basa
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Arisat Arisat
Institutions
(1,2) Program Magister Pengajaran Fisika
(3) Departemen Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
a_risat86[at]yahoo.com, engge_yohanes[at]yahoo.com, lilik.hendrajaya2[at]gmail.com
Abstract
Metode Self potensial (potensial diri) merupakan suatu metode dalam survey geofisika yang dapat dimanfaatkan untuk mengeksplorasi sumberdaya alam bawah permukaan. Metode ini didasarkan pada pengukuran potensial diri massa endapan batuan dalam kerak bumi tanpa harus menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah seperti metode geolistrik lainnya. Selain dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi obyek bawah permukaan bumi, metode self potential ini juga dapat dijadikan sebagai laboratorium alam yang dapat menunjang proses pembelajaran, karena pelaksanaanya sangat mudah dan praktis. Tujuan Penelitian ini adalah Mempelajari tahapan-tahapan dalam proses pengambilan data, pengolahan dan pemodelan data dengan metode self potensial, Mengetahui sebaran nilai beda potensial bawah permukaan daerah pengamatan, dan Membuat kontur berdasarkan data hasil pengukuran dengan metode self potensial. Data penelitian yang diperoleh merupakan nilai anomaly potensial daerah bawah permukaan sebanyak 121 titik. Berdasarkan data hasil penelitian sebelum perlakuan penanaman beberapa material diperoleh sebaran anomaly potensial terendah 140 mV dan anomaly potensial tertingi adalah 215,8 mV. Sementara itu, setelah penanaman beberapa material untuk 10 titik pengamatan diperoleh nilai anomaly potensial untuk titik tersebut berubah. Hal ini menunjukan bahwa di daerah tersebut terjadi perubahan nilai anomaly potensial.
Keywords
Self potensial, anomali potensial, laboratorium alam
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Umi Khofifah
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Permasalahan yang teridentifikasi terhadap rendahnya pemahaman fisika siswa di sekolah ialah guru kurang memperhatikan keragaman kesulitan siswa dalam memahami konsep fisika. Untuk mengatasi masalah tersebut, pendekatan multirepresentasi eksternal dalam pembelajaran fisika dapat dijadikan salah satu alternatif untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran fisika. Pemahaman yang dimaksud adalah pemahaman (comprehension) berdasarkan taksonomi Bloom, yaitu kemampuan tranlasi (menerjemahkan), kemampuan interpretasi (menafsirkan) dan kemampuan ekstrapolasi/interpolasi (meramalkan). Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dan untuk mengetahui perbedaan peningkatan pemahaman konsep secara signifikan antara multirepresentasi eksternal dengan pendekatan konvensional. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII I dan VII J salah satu SMP Negeri di Lembang tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 38 orang siswa pada masing-masing kelas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment dengan menggunakan the static group pretest-posttest design. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa meningkat dengan rata-rata gain yang dinormalisai yaitu sebesar 0,50 dan 0,35. Pada pembelajaran dengan pendekatan multirepresentasi eksternal lebih signifikan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan pendekatan konvesional dengan taraf signifikansi 1%.
Keywords
multirepresentasi eksternal, pemahaman konsep
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Umi Khofifah
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Permasalahan yang teridentifikasi terhadap rendahnya pemahaman fisika siswa di sekolah ialah guru kurang memperhatikan keragaman kesulitan siswa dalam memahami konsep fisika. Untuk mengatasi masalah tersebut, pendekatan multirepresentasi eksternal dalam pembelajaran fisika dapat dijadikan salah satu alternatif untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran fisika. Pemahaman yang dimaksud adalah pemahaman (comprehension) berdasarkan taksonomi Bloom, yaitu kemampuan tranlasi (menerjemahkan), kemampuan interpretasi (menafsirkan) dan kemampuan ekstrapolasi/interpolasi (meramalkan). Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dan untuk mengetahui perbedaan peningkatan pemahaman konsep secara signifikan antara multirepresentasi eksternal dengan pendekatan konvensional. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII I dan VII J salah satu SMP Negeri di Lembang tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 38 orang siswa pada masing-masing kelas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment dengan menggunakan the static group pretest-posttest design. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa meningkat dengan rata-rata gain yang dinormalisai yaitu sebesar 0,50 dan 0,35. Pada pembelajaran dengan pendekatan multirepresentasi eksternal lebih signifikan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan pendekatan konvesional dengan taraf signifikansi 1%.
Keywords
multirepresentasi eksternal, pemahaman konsep
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Diah Fahmawati
Institutions
Magister Pengajaran Kimia, FMIPA, ITB
Jl. Ganesha 10 Bandung
Abstract
Pembelajaran sains di abad 21 menuntut adanya pembaruan dan mengikuti perkembangan IPTEKS. Teknologi nanopartikel saat ini telah berkembang pesat karena memiliki keunikan sifat dan aplikasi yang luas diantaranya dalam bidang sensor, katalis, anti bakteri dan biomedik. Pembelajaran kimia dengan mengintegrasikan nanopartikel belum banyak dikembangkan akibat minimnya alat dan bahan laboratorium. Pada penelitian ini dilakukan sintesis nanopartikel perak (AgNPs) untuk mengaktivasi persulfat dan digunakan untuk mendegradasi Rhodamin B (Rhd B). Prosedur degradasi Rhodamin B diadopsi menjadi modul pembelajaran kimia di SMA yang berkaitan dengan pengamatan reaksi secara kolorimetri dengan menggunakan data RGB dan reaksi terkatalisis. Larutan NaBH4 dingin digunakan sebagai pereduksi dan glutathione (GSH) sebagai penstabil. Aktivitas katalitik AgNPs diukur dengan membandingkan laju diskolorasi Rhd B yang ditambahkan persulfat terhadap laju diskolorasi Rhd B yang ditambah persulfat dan AgNPs yang diukur secara spektrofotometri. Foto diskolorasi Rhd B pada kedua sistem saat menit ke-0 sampai ke-80 yang didapatkan diukur nilai RGB dengan aplikasi color grab pada smartphone android dan digunakan sebagai data aktivitas katalitik untuk modul praktikum siswa. Hasil pengukuran dengan spektrofotometri UV/Vis, diskolorasi Rhd B oleh persulfat tanpa penambahan AgNPs sebesar 28,3% dan meningkat menjadi 81,3% pada penambahan AgNPs pada oksidasi Rhd B oleh persulfat. Hasil plot log At/Ao terhadap t menunjukkan reaksi oksidasi Rhd B oleh persulfat merupakan reaksi orde satu semu terhadap konsentrasi Rhd B. Hasil ini memiliki tren yang sama dengan pengukuran laju diskolorasi Rhd B dengan meggunakan data RGB. Nilai Red ( R) foto diskolorasi Rhd B yang dioksidasi persulfat tanpa AgNPs mengalami penurunan 9,46% dan meningkat pada oksidasi Rhd B oleh persulfat dengan penambahan AgNPs sebesar 21,25%. Modul ini dapat menjadi alternatif praktikum reaksi terkatalisis di SMA yang memiliki keterbatasan alat laboratorium seperti spektrofotometer UV/Vis.
Keywords
pembelajaran kinetika, kolorimetri, AgNPs, katalis, degradasi Rhd B
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Yeni Tirtasari
Institutions
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
yn.tirtasari[at]gmail.com*
Abstract
Beberapa praktikum atau percobaan pada topik osilasi harmonik sederhana dan osilasi teredam telah dirancang untuk memudahkan pemahaman konsep tersebut baik untuk mata pelajaran fisika tingkat SMA mupun Perguruan Tinggi. Umumnya percobaan-percobaan tersebut hanya menggunakan metode manual saja, sehingga tidak dapat melihat grafik kurva simpangan terhadap waktu. Salah satu teknik yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk perangkat percobaan yang dapat dengan mudah dikembangkan dan dibuat lebih menarik adalah video tracking dengan menggunakan aplikasi Tracker. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengamatan terhadap gerak osilasi harmonik sederhana dan osilasi teredam pada pegas, melakukan analisis jenis redaman yang dialami sistem berdasarkan variasi fluida sebagai media peredam, dan menghubungkan gaya stokes dengan konstanta redaman untuk memperoleh nilai koefisien viskositas dari suatu fluida. Percobaan penentuan nilai konstanta pegas dilakukan dengan menggunakan varisi pegas A, pegas B dan pegas C, dengan variasi massa beban total (m1= 48 g, m2= 52 g, m3= 60 g, m4= 66 g dan m5= 75 g), dan menggunakan kamera dengan mode kecepatan 120 fps dan 25 fps. Sebagai data pembanding maka dalam pengamatan ini juga digunakan metode manual (pengukuran periode menggunakan stopwatch) dan metode dinamik (pengukuran periode menggunakan teknik video tracking). Pada percobaan penentuan nilai konstanta redaman digunakan pegas A dengan massa beban 30 g, medium peredam berupa fluida yaitu air, gliserin, oli SAE 80W-90, minyak goreng Bimoli dan madu. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat dinyatakan bahwa, penggunan teknik video tracking cukup baik untuk mengamati fenomena osilasi harmonik sederhana dan osilasi teredam. Dari analisis nilai konstanta redaman dari variasi fluida dengan fit builder pada aplikasi Tracker dengan teknik video tracking, penggunaan madu sebagai medium peredam mengasilkan fenomena osilasi redaman kritis (critically damped), sedangkan gliserin, oli SAE 80W-90, minyak goreng Bimoli dan air menghasilkan fenomena osilasi redaman terlalu rendah (underdamped). Berdasarkan nilai konstanta redaman yang dihubungkan dengan gaya Stokes, perolehan nilai koefisien viskositas tersebut ternyata tidak memiliki kesesuaian dengan nilai koefisien viskositas referensi.
Keywords
Osilasi, pegas, konstanta pegas, konstanta redaman, teknik video tracking, koefisien viskositas.
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Bram Yohanes Setiadi
Institutions
Prodi Fisika ITB
Abstract
Material dapat dibedakan berdasarkan karakteristik dan sifat fisisnya baik pada lingkup makro maupun mikro. Salah satu parameter yang mendeskripsikan sifat fisis tersebut adalah kapasitas panas. Kapasitas panas (heat capacity) didefinisikan sebagai jumlah kalor yang dibutuhkan oleh suatu material tertentu guna menaikkan temperatur dirinya sebanyak satu derajat satuan. Gas fermi elektron bebas (atau disingkat gas elektron) merupakan salah satu cara memodelkan kapasitas panas dengan menggunakan tinjauan khusus pada partikel sub-atomik elektron yang terkandung dalam material tertentu. Model ini menggunakan prinsip kuantisasi energi elektron serta prinsip larangan Pauli pada elektron yang melibatkan distribusi Fermi-Dirac. Secara matematis, pemodelan jenis ini menghasilkan nilai kapasitas panas yang bergantung pada temperatur (temperature dependence) yang hubungan keduanya adalah linear. Program menggunakan perangkat lunak MATLAB yang dibuat berdasarkan penghitungan matematis model elektron bebas digunakan untuk menghitung fluktuasi kapasitas panas pada tembaga, kalsium, aluminium dan besi pada rentang suhu 0K hingga 400K. Hasil yang diperoleh, urutan kapasitas panas pada temperatur lebih dari nol bagi keempat bahan ini adalah aluminium (Al)-besi (Fe)-tembaga (Cu)-Kalsium(Ca).
Keywords
Distribusi Fermi, energi Fermi. kapsitas panas, model gas elektron
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Rakhmawati Muliana Putri
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Literasi Saintifik (LS) merupakan pengetahuan dan kompetensi sains yang digunakan untuk memecahkan persoalan dan pengambilan keputusan (OECD, 2013). LS dipandang penting untuk mempersiapkan warga negaranya dalam menghadapai tantangan era globalisasi bagi negara maju dan berkembang. Namun, beberapa riset menunjukkan bahwa LS siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara lain, dan ada dugaan bahwa LS belum terlatihkan secara optimal dalam pembelajaran di sekolah. Penelitian pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest dan menggunakan sampel 31 siswa kelas VII yang diperoleh secara random di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung, bertujuan untuk meningkatkan domain kompetensi LS pada topik pemuaian dengan menggunakan pendekatan saintifik. Pengukuran kompetensi LS menggunakan soal essay berjumlah 9 butir soal, dengan reliabilitas 0,84 dan validitas pada rentang 0,43 � 0,75. Peningkatan domain kompetensi LS melalui gain ternormalisasi diperoleh 0,49 untuk kompetensi menjelaskan fenomena ilmiah, 0,70 untuk kompetensi mengevaluasi dan merancang penelitian ilmiah, dan 0,67 untuk kompetensi menginterpretasikan data dan bukti ilmiah. Ketiganya berada pada kategori peningkatan yang sedang. Pendekatan saintifik yang dipergunakan masih perlu dioptimalkan, terutama pada langkah yang berkaitan dengan kompetensi menjelaskan fenomena ilmiah.
Keywords
Literasi Sains, Domain Kompetensi, Pendekatan Saintifik
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Evi Rohyani
Institutions
SMA Negeri 2 OKU
Abstract
Hasil belajar siswa dikelas XI IPA 3 di SMA Negeri 2 OKU selalu rendah, hasil ulangan dari 35 siswa kelas XI IPA3 ,rata-rata adalah 70,59 sebanyak 15 siswa telah memenuhi KKM sedang 20 siswa di bawah KKM. Hal ini yang menjadi hambatan dalam pembelajaran fisika, berdasarkan hasil survei ini disebabkan kurang dikemasnya pembelajaran fisika dengan metode pembelajaran yang menarik, menantang, dan menyenangkan. Supaya pembelajaran fisika menjadi pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) salah satu caranya yaitu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan tipe Jigsaw. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw menggunakan kelompok kecil siswa yang bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dan mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal, baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok. Model kooperatif tipe Jigsaw ini diimplementasikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Setelah melalui berbagai siklus, ditemukan metode Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas XI IPA3 semester pertama SMA Negeri 2 OKU Tahun Ajaran 2015�2016 pada pokok bahasan Kinematika gerak. Peningkatan persentase aktivitas siswa dari siklus I, II dan III adalah dari 53,85 menjadi 60,5 dan meningkat menjadi 65,5. Peningkatan nilai rata-rata dari siklus I, II dan III adalah dari 58,25 menjadi 72,5 dan meningkat menjadi 80. Berdasarkan dari hasil peneletian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika dengan model kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan kemamapuan literasi saintifik siswa SMA.
Keywords
Model Kooperatif, Jigsaw, Pembelajaran Fisika, Hasil Belajar
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
ADE SUPRIATNA
Institutions
Prodi Pendidikan IPA Sekolah Pasca Sarcana Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada konsep pemanasan global. Sampel penelitian adalah siswa SMP kelas IX (Sembilan) sebanyak 220 siswa (kelompok kontrol sebanyak 70 siswa dan kelompok eksperimen sebanyak 150 siswa), metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian pre test � post test control group design. Data kuantitatif berupa nilai pre test, post test dan N-gain, dianalisis secara statistik menggunakan uji Mann-Whitney. Data kualitatif berupa kuesioner tanggapan siswa dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siwa pada kelas eksperimen dengan rata-rata N-gain (0,41) berbeda signifikan dengan kelas kontrol (0,23). 78,44 % siswa menyatakan PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan 79,88% siswa menyatakan PBL efektif untuk pembelajaran materi pemanasan global. Dengan demikian model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan efektif untuk pembelajaran materi pemanasan global.
Keywords
Kata kunci : Problem Based Learning (PBL), kemampuan berpikir kritis, pemanasan global.
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Muhammad Rizal Hardiansyah
Institutions
* Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
** Departemen Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Studi ini dilakukan untuk mempelajari peningkatan kemampuan inkuiri yang dimiliki siswa setelah melaksanakan model pembelajaran berbasis inkuiri yang dilakukan di SMPN 30 Makassar. Penelitian ini menggunakan metode Mix-Method dengan desain The Static-Group Pretest-Posttest Design. Sejumlah siswa kelas VII (n = 74) terlibat sebagai subjek penelitian yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan inkuiri (pretest dan posttest) dan lembar observasi aktifitas kemampuan inkuiri. Teknik pengolahan data menggunakan uji N-gain dan uji-t. Hasil analisis data uji-t diperoleh nilai Sig. 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak, H1 diterima yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan inkuiri yang signifikan antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri dan pembelajaran konvesional. Hasil perhitungan N-gain menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri memiliki rata-rata N-gain 0,70 (kategori tinggi) yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvesional yang memiliki rata-rata N-gain 0,48 (kategori sedang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan inkuiri yang lebih baik daripada penggunaan model pembelajaran konvensional.
Keywords
Model Pembelajaran Inkuiri, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Inkuiri
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Teti Trinayanti
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai peningkatan kemampuan literasi sains siswa sebagai dampak penerapan levels of inquiry pada materi gerak tumbuhan kelas VIII. Pentingnya literasi sains berhubungan dengan bagaimana siswa mampu menggunakan kemampuan berpikir secara ilmiah dan menggunakan pengetahuan serta proses sains dalam memahami suatu fenomena sehingga mampu mengambil keputusan untuk memecahkan masalah. Literasi sains merupakan hasil belajar kunci bagi semua siswa. Literasi sains dapat dilatihkan melalui penerapan levels of inquiry pada pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah weak experiment dengan desain penelitian pretest-postest control non equevalen design. Subyek penelitian yaitu 68 orang siswa kelas VIII yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol di salah satu SMP berbasis Adiwiyata di Kota Bandung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar keterlaksanaan pembelajaran levels of inquiry dan tes kemampuan literasi sains berbentuk tes tertulis jenis pilihan ganda terkait konsep gerak tumbuhan. Adapun kompetensi literasi sains yang diukur adalah menjelaskan fenomena secara ilmiah , mengevaluasi dan mendesain penyelidikan ilmiah, dan menginterpretasikan data dan fakta secara ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan diperoleh bahwa setelah pembelajaran levels of inquiry kemampuan literasi sains meningkat secara signifikan dibandingkan dengan kelas yang belajar dengan pembelajaran konvensional pada materi gerak tumbuhan kelas VIII.
Keywords
levels of inquiry, literasi sains, inkuiri.
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Meti Tambunan
Institutions
Jl. Kolonel Masturi no.288 Parongpong, Bandung Barat 40559
Unversitas Advent Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP sebagai akibat dari penelitian. Penelitian dengan desain komparatif ini dilakukan dengan menggunakan dua model pembelajaran kooperatif yaitu tipe The Power Of Two (TPOT) dan tipe Think Talk Write (TTW). Sampel dalam penelitian ini dua kelas VII SMPN 3 Lembang, Bandung Barat. Sebagai Kelompok 1 adalah kelas VII B (The Power Of Two) dan sebagai kelompok 2 adalah kelas VII C (THink Talk Write). Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang berupa tes uraian dan angket respon siswa. Hasil dari penelitian ini adalah (1) peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis pada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe The Power Of Two (TPOT) dan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) termasuk dalam kategori sedang,. (2) tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan kemampuan Pemahaman konsep matematis siswa antara siswa yang memperoleh model kooperatif tipe The Power Of Two (TPOT) dan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe Think Talk Write (TTW). (3) Siswa sangat suka dengan model pembelajaran kooperatif The Power Of Two (TPOT) dan siswa biasa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW).
Keywords
Kemampuan Pemahman Konsep Matematis, Pembelajaran Kooperatif, The Power Of Two (TPOT), Think Talk Write (TTW)
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Nadia Amida
Institutions
a) Departemen Pendidikan Kimia, Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung 40154, Jawa Barat
*nadia.amida[at]gmail.com
Abstract
Praktikum biokimia merupakan matakuliah wajib pada program studi kimia jenjang pendidikan S1 di universitas. Inkuiri yang dilakukan pada eksperimen dapat meningkatkan kemampuan kognitif, kemampuan berargumen, pemahaman konsep, keterampilan berpikir dan pembelajaran yang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa melalui eksperimen kinetika enzim berbasis material lokal dengan penerapan inkuiri terbimbing. Keterampilan berpikir kreatif yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), dan kejelasan (elaboration). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan menggunakan desain penelitian randomized control group pretest-posttest design. Berdasarkan hasil uji statistik keterampilan berpikir kreatif mahasiswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan. Hal ini dilihat dari nilai signifikansi yang diperoleh pada masing-masing indikator. Untuk kelancaran (fluency) nilai signifikansi pada uji-t yang diperoleh yaitu 0,000 dengan nilai thitung 4,848 dan ttabel 2,030 ; nilai signifikansi keluwesan (flexibility) pada uji Mann Whitney 0,042; dan nilai signifikansi kejelasan (elaboration) pada uji Mann Whitney 0,019 dengan taraf signifikansi yang digunakan 5%. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa eksperimen kinetika enzim menggunakan model inkuiri terbimbing lebih meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa dibandingkan dengan eksperimen kinetika enzim yang tidak menggunakan model inkuiri terbimbing.
Keywords
Keterampilan Berpikir Kreatif; Inkuiri Terbimbing; Kinetika Enzim
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Amalia Zia Salma
Institutions
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Fasilitas teknologi yang dapat menunjang peningkatan keterampilan berpikir kritis sudah dimiliki mahasiswa namun tidak digunakan secara maksimal dalam pembelajaraan kimia. Keterampilan berpikir kritis mahasiswa sulit ditingkatkan salah satunya pada pembahasan materi koloid karena materi ini sering dianggap materi yang bersifat hafalan saja. Materi koloid merupakan salah satu materi kimia yang sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan memerlukan keterampilan berpikir kritis untuk mempelajarinya. Berdasarkan beberapa permasalahan tersebut maka model pembelajaran flipped classroom dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan kritis mahasiswa pada materi koloid sekaligus memanfaatkan fasilitas teknologi yang ada pada mahasiswa. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa semester II kelas A Program Studi Pendidikan Kimia yang mengontrak mata kuliah kimia dasar II sebanyak 37 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experiment dengan desain one group pretest-posttest design. Data peningkatan keterampilan berpikir kritis mahasiswa diperoleh melalui tes soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis mahasiswa setelah diterapkan model flipped classroom yang dilihat dari hasil uji hipotesis dengan thitung=31.03 lebih besar dari ttabel=2.021 dan kategori peningkatan sedang dengan n-gain 0.69.
Keywords
Flipped classroom, keterampilan berpikir kritis, koloid
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Muhammad Aqmal Nurcahyo
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Technology-Embedded Scientific Inquiry (TESI) untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa SMP pada materi struktur bumi dan bencana. Penelitian ini terdiri dari 4 pertemuan diawali dengan pretest, dua pertemuan pembelajaran menggunakan model pembelajaran TESI, dan diakhiri dengan posttest. Model pembelajaran TESI dipilih sebagai sebuah penerapan model pembelajaran baru yang dapat diterapkan di Indonesia, karena didalam penggunaannya menggunakan teknologi inovatif berbasis multimedia interaktif yang akan dipelajari oleh siswa. Adapun tahapan dari model pembelajaran TESI yaitu: konseptualisasi ilmiah, investigasi ilmiah, dan komunikasi ilmiah. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan one-group pretest-posttest design sebagai desain penelitian. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran IPA pada materi struktur bumi dan bencana dengan menggunakan model pembelajaran TESI dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa SMP dengan perolehan gain yang dinormalisasi sebesar 0,35 dengan kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran TESI dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa SMP pada materi struktur bumi dan bencana.
Keywords
pemecahan masalah, model pembelajaran TESI
Topic
Pembelajaran
Page 7 (data 181 to 210 of 248) | Displayed ini 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats