Page 1 (data 1 to 30 of 40) | Displayed ini 30 data/page
Corresponding Author
Yoice Srikandace
Institutions
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Abstract
Keanekaragaman kapang endofitik yang berasal dari organisme laut yang sangat tinggi merupakan salah satu sumber antioksidan yang aktif. Kapang endofitik Aspergillus spp yang berasal dari hewan dan tumbuhan laut sebagai antioksidan belum banyak ditelusuri dan diteliti aktivitasnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh medium fermentasi yang optimal untuk menghasilkan metabolit antioksidan yang aktif dari Aspergillus spp. Kapang endofitik yang berhasil diisolasi dari 3 organisme laut (terumbu karang,cacing laut dan tumbuhan patah tulang) asal laut Pameungpeuk Garut, Jawa Barat adalah Aspergillus spp (SF3, CkF5 dan PtF9). Produksi metabolit antioksidan dari Aspergillus spp menggunakan media fermentasi Potato Dextrose Broth (PDB), Sarbourd Broth (SB) dan Malt Extract Broth (MEB) dengan waktu fermentasi 14 hari pada suhu ruang dengan kecepatan 120 rpm di atas shaker. Hasil fermentasi kapang diekstraksi dengan etil asetat dan etanol serta diuji aktivitasnya dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aspergillus SF3, CkF5 dan PtF9 mampu menghasilkan antioksidan yang aktif. Media fermentasi yang terbaik menghasilkan antioksidan yang tinggi adalah PDB dengan aktivitas tertinggi berasal dari Aspergillus PtF9 (bio.EtOH) yaitu 90,57%. Aspergillus SF3 dan CkF5 memiliki aktivitas tertinggi masing-masing sebesar 83,86% (bio.EtOH) dan 82,61% (EtOH). Pada media SB dan MEB, aktivitas antioksidan yang tertinggi berasal dari ekstrak etil asetat Aspergillus PtF9 sebesar 86,25% dan 83,86%. Pada media SB dan MEB tidak semua kapang mampu menghasilkan antoksidan.Skrining fitokimia menunjukkan bahwa semua ekstrak kapang mengandung alkaloid, fenolik, terpenoid dan tanin.
Keywords
antioksidan, Aspergillus, fitokimia, metode DPPH
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Dian Pravitasari
Institutions
Program Studi Statistika, Universitas Islam Indonesia
*dianpravitasari12[at]gmail.com
Abstract
Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Kabupaten Purworejo menyumbang kasus malaria terbesar di Provinsi Jawa Tengah pada Tahun 2011. Salah satu peran penting epidemiologi dalam penyakit infeksi adalah mempelajari penyebaran penyakit dalam dimensi waktu, tempat dan karakteristik orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelompokkan wilayah endemis penyakit malaria di Kabupaten Purworejo tahun 2015 denga menggunakan cluster K-Means dan mengetahui autokorelasi spasial dalam penyebaran kasus malaria melalui metode Indeks Moran�s dan Moran�s Scatterplot. Hasil dari penelitian ini pengelompokkan dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 1 adalah wilayah endemis sedang, kelompok 2 wilayah endemis rendah dan kelompok 3 adalah wilayah endemis tinggi dengan nilai validasi cluster F-measure sebesar 93,75%. Untuk autokorelasi spasial melalui pengujian secara statistik nilai Zhitung 2,309 yang berarti bahwa kasus malaria tidak terjadi secara random dengan kata lain terdapat pengaruh kedekatan antar lokasi pada banyaknya kasus malaria yang terjadi.
Keywords
Malaria, K-Means, Indeks Moran�s, Morans Scatterplot
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Siti Fauziah Husen
Institutions
Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha No.10, Jawa Barat 40132. Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi aktivitas kelistrikan otak pada studi kasus keadaan rileks dan stress. Subjek pada penelitian ini sebanyak dua orang pria dengan rentang usia 24-28 tahun. Subjek direkam menggunakan Neuroheadset Emotiv Epoc (BCI & Contextual, Scientific EEG) dengan frekuensi sampling 128 rps. Perekaman subjek dilakukan dengan bantuan Psikolog untuk membangkitkan kondisi rileks dan stress selama 20-30 menit. Data yang diperoleh diekstraksi menggunakan Matlab 7.10.0 dan EEGLab dengan teknik centering dan filtering, kemudian dilakukan analisis spektrum berbasis Periodogram Welch (PWelch) untuk mengidentifikasi komponen frekuensi yang terkandung pada sinyal yang terekam. Hasil analisis spektrum PWelch menunjukkan pola yang berbeda pada masing-masing keadaan, pada keadaan rilaks terjadi peningkatan gelombang alfa (7-13 Hz), sedangkan pada kondisi stress terjadi penurunan gelombang alfa (7-13 Hz) dan peningkatan gelombang beta (13-30 Hz).
Keywords
EEG, Rileks, Stress, spektrum, alfa, beta.
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Rino Galang Prabowo
Institutions
Program Studi Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia
Jalan. Kaliurang KM 14,5 Sleman, D.I Yogyakarta
*12611028[at]students.uii.ac.id
Abstract
Dalam dunia industri pengolahan limbah adalah masalah yang krusial. Hal ini dikarenakan limbah industri yang dihasilkan mampu menyebabkan pencemaran pada air, udara dan mengganggu kesehatan makhluk hidup. Berdasarkan hal tersebut pemerintah Jawa Timur mengeluarkan Pergub Jawa Timur No. 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya. Dalam Penelitian ini akan dianalisis pengolahan limbah cair pada PT. X yang merupakan industri pengolahan makanan di Jawa Timur. Variabel yang digunakan adalah BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), dan TSS (Total Suspend Solid). Meode yang digunakan adalah analisis jalur untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh yang dihasilkan dan menggunakan peta kendali Multivariate Hotteling T-Squared Individual untuk melihat proses pengolahan limbah cair. Hasil yang didapatkan adalah COD dan TSS memiliki nilai korelasi dengan BOD masing-masing diatas 50%, serta diketahui juga pengaruh total COD dan TSS terhadap BOD masing-masing adalah 82% dan 1,9%. Berdasarkan peta kendali Multivariate Hotteling TSquared Individual didapatkan bahwa BOD-COD dan BOD-TSS terdapat masing-masing satu subgrup yang berada di luar batas kendali yaitu subgrup ke-23 dan subgrup ke-19. Sehingga, dapat dikatakan terdapat proses yang tidak terkendali secara multivariate, tetapi secara univariate variabel BOD, COD, dan TSS berada dalam spesifikasi (baku mutu) yang telah ditetapkan.
Keywords
Analisis Jalur; Hotteling T-Squared Individual; BOD; COD; TSS
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Ruth Helen Simarmata
Institutions
Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No.10, Bandung;
ruth.helen7[at]gmail.com
Abstract
Pewarnaan modular pada graf diperkenalkan oleh Futaba Okamoto, Ebrahim Salehi dan Ping Zhang pada tahun 2009. Untuk 2, pewarnaan- modular pada graf tanpa titik-titik terisolasi adalah pewarnaan pada titik-titik di dengan unsur-unsur dalam (dimana titik-titik bertetangga boleh diwarnai warna yang sama) mempunyai sifat bahwa untuk setiap dua titik bertetangga pada , jumlah warna dari tetangga-tetangga mereka adalah berbeda dalam . Bilangan kromatik modular pada adalah minimum untuk yang mempunyai pewarnaan- modular. Bilangan kromatik modular pada graf paling sedikit sama dengan bilangan kromatiknya. Pada paper ini ditentukan bilangan kromatik modular pada beberapa serupa roda.
Keywords
Pewarnaan modular, Bilangan kromatik modular, Graf serupa roda
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Novi Sopwan
Institutions
a) Program Studi Ilmu Falak, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya
*sopwan[at]uinsby.ac.id
b) Kelompok Keahlian Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Panjang tahun dalam penanggalan Masehi adalah 365 hari untuk tahun pendek dan 366 hari untuk tahun panjang. Panjang tahun dalam penanggalan Hijriah adalah 354 untuk tahun pendek dan 355 untuk tahun panjang. Selisih panjang tahun antara penanggalan Masehi dan Hijriah adalah 11 hari setiap tahunnya. Perbedaan tersebut menyebabkan awal tahun Hijriah akan bergeser 11 hari lebih cepat setiap tahunnya. Bulan baru merupakan fase Bulan yang menjadi kondisi awal pergantian bulan dalam sistem penanggalan Bulan, khususnya penanggalan Hijriah. Dalam makalah ini diperlihatkan distribusi kejadian Bulan baru dalam penanggalan Masehi dan Hijriah dalam rentang waktu 2500 tahun Masehi. Dengan mengetahui distribusi ini, kita dapat memperoleh gambaran kemungkinan awal bulan Hijriah disepanjang tahun Masehi.
Keywords
Kalender; Masehi; Hijriah; Bulan Baru
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Susanti Sihono
Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Penentuan konstanta dielektrik bahan padatan telah dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan LCR meter dan prinsip kerja kapasitor plat sejajar yaitu dengan cara mengukur kapasitansi yang divariasikan terhadap jarak antara plat yang berisi bahan dielektrik. Ada enam bahan dielektrik yang ditentukan dengan hasil dari yang terkecil sampai yang terbesar berturut-turut yaitu styrofoam (1.09 � 0.74), kain flanel (1.31 � 0.14), triplek (2.07 � 0.11), akrilik (2.89 � 0.16), kertas buram (3.13 � 0.18) dan kaca (4.01 � 0.56). Dengan menggunakan satu nilai jarak antar plat, urutan nilai konstanta dielektrik untuk tiga bahan berikut kain flanel (1.75 � 0.006), akrilik (3.29 � 0.006), kaca (5.58 � 0.006) tetap sama dengan hasil yang menggunakan variasi nilai jarak antar plat.
Keywords
dielektrik, kapasitor plat sejajar, LCR meter
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Fahriza Fawwas Asrory
Institutions
(1)Magister Teknik Sistem, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, riza.asrory[at]gmail.com
(2)Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, aguspras[at]ugm.ac.id
(3)Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, wahyuwilopo[at]ugm.ac.id
Abstract
Gunungkidul sebagian besar kawasan administrasinya tertutup karst, dimana cadangan air tanah yang sangat besar tersimpan di bawah permukaan sebagai sungai bawah tanah. Saat musim kemarau penduduk sulit mengakses sumberdaya air di bawah permukaan tanah, sehingga penduduk menggunakan sumberdaya air permukaan yang ada di telaga atau di dalam goa meskipun jumlahnya terbatas dan kualitasnya belum teruji. Pengolahan air menggunakan filter keramik mampu menjadi solusi. Filter dibuat dengan teknik dan bahan lokal Kasongan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Filter pertama menggunakan komposisi lokal Kasongan yaitu tanah liat dan pasir dan filter kedua dengan komposisi 80% (tanah liat dan pasir) 20% (serbuk kayu) serta pelapisan dengan larutan perak nitrat. Pengujian sampel air menggunakan empat parameter yaitu: kekeruhan, kesadahan, Total Coliform, dan E.coli dan dilakukan di lab BBTKLPP (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit) Yogyakarta dan dilakukan sesuai dengan prosedur/metode uji yang digunakan oleh BBTKLPP. Hasil tak beraturan ditunjukkan kedua filter untuk parameter kekeruhan dan kesadahan dimana terjadi peningkatan kekeruhan dan kesadahan pada air hasil filtrasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa teknologi ini bukan teknologi yang tepat untuk mengurangi kekeruhan dan kesadahan. Terjadi peningkatan kandungan Total Coliform dan E.coli pada air hasil filtrasi untuk filter komposisi kasongan. Hasil berbeda ditunjukkan filter dengan campuran serbuk kayu serta pelapisan perak nitrat dimana dari lima kali pengambilan sampel, filter mampu menurunkan kandungan Total Coliform dan E.coli pada air hasil filtrasi dengan rata-rata 77,9% dan 96,15%.
Keywords
Filter keramik, Kekeruhan, Kesadahan, Total Coliform, dan E.coli.
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Moedji Raharto
Institutions
Institut Teknologi Bandung,
UIN Surabaya
Abstract
Sistem Bumi, Bulan dan Matahari menghasilkan berbagai fenomena langit berulang dan terus menerus dalam jangka waktu yang amat panjang dalam skala kehidupan manusia. Diantara fenomena langit yang berulang tersebut adalah fasa bulan, gerhana Bulan, gerhana Matahari, posisi terbit dan terbenam Matahari, fenomena sabit bulan di equinok, fenomena sabit bulan di solstice/di titik balik utara maupun selatan dsb. Sistem kalendar Bulan dibangun berdasarkan siklus sinodis Bulan, sistem kalendar Matahari dibangun berdasarkan sisklus tropis Matahari dan sistem kalendar Luni – Solar dibangun berdasarkan siklus sinodis Bulan dan sisklus tropis Matahari. Makalah ini akan memaparkan keterkaitan antara fenomena gerhana Bulan dan gerhana Matahari dalam sistem kalendar, keterkaitan karena keduanya karena keduanya merupakan penurunan dari fenomena langit yang dihasilkan oleh sistem Bumi, Bulan dan Matahari.
Keywords
Gerhana Bulan, Gerhana Matahari, Kalendar
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Nike Kusumawati
Institutions
1Prodi Kimia
2Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang KM 14, Yogyakarta 55584
a) 14612216[at]students.uii.ac.id
b) 14612215[at]students.uii.ac.id
c) 14612236[at]students.uii.ac.id
d) rudy.syahputra[at]uii.ac.id (Penulis Korespondensi)
Abstract
Logam berat hasil pembuangan limbah pada badan air dalam konsentrasi tinggi akan menimbulkan pencemaran air dan memberikan pengaruh pada makhluk hidup di sekitarnya. Logam-logam berat tersebut memiliki sifat yang stabil dan sulit untuk didegradasi, sehingga perlu dilakukan tindakan remediasi. Salah satu metode remediasi yang dapat digunakan adalah gabungan proses EAPR (Electro-assisted phytoremediation) dan aerasi dengan tanaman kiambang (Salvinia molesta) sebagai akumulator logam berat dalam limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan tanaman kiambang menyerap logam Cu dan Zn pada media limbah logam berat dengan parameter kualitatif dan kuantitatif yaitu pengamatan perubahan morfologi tanaman dan penurunan konsentrasi logam berat Cu dan Zn. Dalam penelitian ini dilakukan juga perbandingan empat proses yaitu fitoremediasi, fitoremediasi-aerasi, dan EAPR-Aerasi dengan lama waktu pengamatan selama 7 hari dan 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tanaman kiambang yang lebih cepat menyerap logam berat Cu dan Zn adalah pada perlakuan EAPR-Aerasi dengan persentase (49%) pada akar tanaman dan (50%) pada daun; (4,5%) pada akar tanaman dan (20%) pada daun. Sedangkan metode Fitoaerasi sebesar (37%) pada akar dan (35%) pada daun; (4%) pada akar dan (14%) pada daun serta metode Fitoremediasi sebesar (26%) pada akar dan (25%) pada daun; (3%) pada akar dan (10%) pada daun. Hasil analisis konsentrasi klorofil tanaman pada proses EAPR-Aerasi menunjukkan tanaman mengalami tingkat stress lebih rendah dibandingkan dengan proses fitoaerasi mengalami stress paling tinggi. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa metode EAPR-Aerasi mampu meningkatkan remediasi logam Cu dan Zn dengan efektif dan cepat dari kedua metode lainnya.
Keywords
Aerasi, EAPR, EAPR-Aerasi, Fitoremediasi, Kiambang
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Rendi Ermansyah Putra
Institutions
1 Magister Teknik Air Tanah
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
2 Kelompok Keilmuan Geologi terapan
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) rendi.ermansyah[at]gmail.com
b) erwin[at]fitb.itb.ac.id
Abstract
Oksigen terlarut / Dissolve Oxygen (DO) merupakan salah satu parameter yang sangat penting dalam analisis kualitas air permukaan maupun air tanah. Nilai DO menunjukkan jumlah kadar oksigen (O2) yang tersedia di dalam air. Semakin besar nilai DO di dalam air, maka semakin baik pula kualitas air tersebut. Untuk nilai DO yang rendah, biasanya terdapat pada air yang tercemar. Nilai DO juga menunjukan jumlah biota air seperti ikan dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya. Air Sungai Cikapundung pada segmen cihampelas memiliki nilai DO 4,9 – 7,7 mg/l diukur pada satu lokasi secara time series selama 10 hari dari tanggal 9 – 11 Juli 2018 dan 30 Juli 2018 – 5 Agustus 2018 mulai pukul 10.00 – 16.00 WIB. Grafik nilai DO bervariasi setiap hari, secara umum semakin sore semakin menurun. Pada hari Jumat hingga hari Ahad terjadi anomali dari grafik DO yang diukur. Hal ini kemungkinan disebabkan aktivitas manusia yang lebih intensif di Hari Jumat – Ahad mengelontorkan kotoran ke Sungai Cikapundung.
Keywords
DO, Sungai Cikapundung, Time Series
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Afni Nelvi
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Monitoring dinamika kekeringan dan kebasahan menjadi penting dilakukan mengingat dampak signifikan yang dapat ditimbulkannya pada berbagai aspek. Standardized Precipitation Index (SPI) merupakan indeks yang digunakan untuk menentukan besarnya penyimpangan curah hujan terhadap normalnya dalam suatu periode waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dan seterusnya). Nilai curah hujan tiga bulanan pada tahun 2015 akan diproses dengan menggunakan software scopic sehingga didapatkan nilai SPI. Secara umum, berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Padang mengalami kekeringan selama periode tersebut dengan nilai SPI berturut-turut (-1.3,-0.42, -0.72, 0.77, -0.17, 1.3, 0.12,-0.32, -0.55, -1,1). Hasil analisis ini dapat memonitor kejadian kekeringan meteorologis. Informasi kekeringan meteorologis dapat digunakan sebagai indikator tingkat defisit air di suatu wilayah. Selain itu juga dapat dimanfaatkan untuk monitoring kebasahan yaitu kejadian penyimpangan curah hujan diatas normalnya. Kekeringan yang terjadi pada tahun 2015 didukung oleh peristiwa El-Nino yang mengakibatkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami defisit curah hujan.
Keywords
kekeringan dan kebasahan, scopic, SPI, kekeringan meteorologis, El-Nino
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Devi Nurhanivah
Institutions
a) Physics, Faculty of Science and Mathematic, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*devinurhanivah[at]gmail.com
Abstract
Radioterapi masih menjadi cara efektif untuk pengobatan kanker. Tujuan radioterapi yaitu memaksimalkan dosis pada target kanker dan meminimalkan dosis pada organ sehat disekitar target. Terdapat beberapa tahapan dalam proses radioterapi diantaranya pengambilan citra, treatment planning system, simulasi, verifikasi, dan terapi. Dalam ranah fisika medis yang menentukan radioterapi mencapai tujuan tersebut terletak pada sistem perencanaanya atau biasa disebut dengan treatment planning system (TPS). TPS biasanya terdiri dari penentuan distribusi dosis, margin atau volume target, lamanya penyinaran dan homogenitas jaringan. Penentuan distribusi dosis menjadi salah satu yang penting dilakukan untuk verifikasi dosis. Ada kalanya suatu proses TPS tidak sesuai yang diharapkan, dikarenakan adanya suatu penyimpangan baik sistematik maupun penyimpangan acak, seperti pergerakan organ, hal ini dapat menyebabkan pergeseran distribusi dosis. Oleh karena itu, dalam penelitan kali ini akan dibahas mengenai optimasi sudut penyinaran dalam penentuan distribusi dosis menggunakan metode simulated annealing. Dalam metode simulated annealing ini melibatkan suatu fungsi objektif, yang mengevalusi sudut dan dosis agar hasil yang diperoleh optimal yaitu dengan meminimumkan nilai fungsi objektif. Selanjutnya, hasil distribusi dosis tersebut dibandingkan dengan distribusi dosis hasil dari TPS standar yang diperoleh dari percentage depth dose (PDD) dan profile dose (OA). Sehingga, distrbusi dosis yang diperoleh dengan evaluasi metode simulated annealing diharapkan lebih baik dibandingkan dengan TPS standar.
Keywords
Distribusi Dosis, Dosis Profile, Fungsi Objektif, PDD, Simulated Annealing, TPS
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Sartika Adi Ningrum
Institutions
Prodi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta Indonesia 55584
*e-mail: Riyanto[at]uii.ac.id
Abstract
Rumah sakit merupakan tempat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat yang menjadikannya sebagai salah satu penghasil limbah cair yang berpotensi sebagai pencemar lingkungan karena mengandung berbagai macam senyawa yang berbahaya bagi lingkungan. Salah satu senyawa berbahaya tersebut adalah senyawa amonia. Kadar amonia di lingkungan perairan yang sangat tinggi dapat menjadi racun bagi ikan dan kehidupan akuatik lainnya dan menyebabkan eutrofikasi, sehingga air menjadi keruh dan berbau karena pembusukan lumut-lumut yang mati. Banyak metode yang digunakan untuk menurunkan kadar amonia salah satunya adalah metode elektrolisis. Dalam penelitian dilakukan penurunkan kadar amonia pada limbah cair rumah sakit menggunakan elektrolisis dengan memanfaatkan limbah elektroda Pb dan PbO2 yang diambil dari aki bekas karena Pb/PbO2 yang terdapat dalam aki yang tidak terpakai dapat bersifat racun apabila dibuang ke lingkungan. Proses elektrolisis limbah cair rumah sakit dilakukan dengan variasi tegangan, waktu, dan elektrolit untuk mengetahui kondisi penurunan kadar amonia yang paling optimum. Komposisi unsur dalam elektroda Pb dan PbO2 dianalisis menggunakan SEM-EDS dan hasil elektrolisis dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi elektroda Pb terdiri dari timbal (Pb) 76,52%, oksigen (O) 16,44% dan belerang (S) 7,04%. Komposisi elektroda PbO2 terdiri dari timbal (Pb) 75,64%, oksigen (O) 16,94% dan belerang (S) 7,42%. Setelah dilakukan elektrolisis, didapatkan kondisi tegangan, waktu elektrolisis, dan elektrolit terbaik untuk menurunan kadar amonia masing-masing adalah 15 V, 90 menit, dan NaCl 0,1 N. Persentase penurunan kadar amonia pada limbah cair rumah sakit JIH yang dielektrolisis pada kondisi terbaik sebesar 68,38%.
Keywords
amonia, elektroda Pb/PbO2, elektrolisis, limbah cair rumah sakit
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Horasdia Saragih
Institutions
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung
e-mail: horas[at]unai.edu
Abstract
Gelembung udara berukuran mikro-nanometer telah digunakan untuk membasmi bakteri yang terdapat dan tumbuh pada susu sapi perah segar. Gelembung udara yang dikungkung oleh molekul air (H2O) seperti di dalam susu sapi perah segar dapat membangkitkan radikal bebas H2O2. Radikal bebas H2O2 yang dihasilkan di dalam susu akan secara aktif merusak sel mikroorganisme (bakteri) yang terdapat di dalam susu. Susu segar, yang oleh karena kandungan nutrisinya yang tinggi, membuat bakteri sangat mudah berkembang. Bila tidak diberi tindakan, 3-5 jam setelah pemerahan, susu sapi perah segar akan mengalami kebasian (kebusukan). Gelembung udara berukuran mikro-nanometer telah diberikan (dibangkitkan) di dalam susu sapi perah segar untuk menghindari kebasian. Beberapa ragam durasi pemberian gelembung telah dilakukan, yaitu: 1, 2, 3, 4 jam. Ragam hasil pembasmian bakteri diperoleh sebagai hasil dari ragam durasi pemberian gelembung. Semakin lama durasi pemberian gelembung, semakin sedikit bakteri yang ditemukan di dalam susu. Pada paper ini mekanisme dan proses pembangkitan gelembung di dalam susu, dan mekanisme dan proses pembangkitan H2O2 oleh gelembung, serta mekanisme bagaimana H2O2 dapat membasmi sel bakteri, akan diuraikan.
Keywords
Susu sapi perah segar, Gelembung Udara
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Widayani Widayani
Institutions
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Sains, khususnya Ilmu Pengetahuan Alam seperti Fisika, Kimia, dan Biologi; merupakan cabang-cabang ilmu pengetahuan yang tumbuh sejak lama, mengiringi pertumbuhan peradaban manusia. Sains dikembangkan melalui metode ilmiah, perkembangan sains hingga saat ini telah membawa pemahaman struktur sains yang relatif mapan. Meskipun demikian, sains dikembangkan terus menerus oleh para saintis di berbagai belahan dunia hingga pada saatnya kelak akan melengkapi khasanah sains saat ini dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Sains juga diajarkan di sekolah-sekolah di seluruh dunia kepada generasi muda sejak kanak-kanak hingga remaja (usia SD hingga mahasiswa). Perkembangan teknologi dan sosial di masyarakat menuntut adanya perubahan dalam mengajarkan sains. Salah satu cara pembelajaran sains adalah dengan berbasis riset (Research Based Learning /RBL). RBL dikembangkan di beberapa Universitas di dunia dengan skema beragam, RBL di Program Studi Fisika ITB telah dikembangkan sejak 2005, yang dilaksanakan oleh dosen-dosennya yang aktif melakukan riset. Pelaksanaan RBL menuntut komitmen tinggi baik dari dosen maupun mahasiswa. Dengan RBL, selain materi pembelajaran dapat dipahami dengan lebih baik, juga diharapkan sikap-sikap positif peneliti pada umumnya dapat terlatihkan pada mahasiswa.
Keywords
Sains, metode ilmiah, RBL
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Robieth Sohiburoyyan
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Suatu graf G =(V,E) terdiri dari dua himpunan hingga, V adalah himpunan tak kosong yang anggotanya disebut titik dan E adalah himpunan yang anggotanya disebut dengan sisi, yaitu himpunan pasangan tak teurut dari anggota V. Suatu graf memiliki pelabelan jarak ajaib jika terdapat konstanta ajaib k dan pemetaan bijektif l dari himpunan titik ke himpunan {1,2,...,n} sehingga untuk setiap titik x di G berlaku sum_{y in N(x)} l(y) = k. Graf yang memiliki pelabelan jarak ajaib dinamakan graf jarak ajaib. Tesis ini bertujuan untuk mendapatkan pelabelan jarak ajaib pada graf regular dengan orde paling banyak 18. Algoritma simulated annealing digunakan untuk mencari pelabelan jarak ajaib pada graf regular.
Keywords
pelabelan jarak ajaib, simulated annealing
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Sena Prayoga
Institutions
1 Program Magister Pengajaran Fisika-ITB
2 Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Program Studi Fisika-ITB
Jl.Ganesha No.10.Bandung.
3SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science
Jl. Diponegoro 12 Bandung
a) sena.prayoga[at]gmail.com
b) triyanta[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Pendidikan di Taiwan terus mengalami perubahan menuju arah yang lebih baik. Reformasi bidang pendidikan dilaksanakan pada semua jenjang,yakni reformasi di tingkat perguruan tinggi, tingkat pendidikan anak usia dini, tingkat pendidikan dasar dan menengah serta reformasi keguruan. Tujuan penulisan ini adalah memberikan gambaran mengenai kondisi terkini pendidikan di Taiwan, mendeskripsikan sistem pendidikan yang siap menghadapi tantangan era globalisasi dengan program-program pendidikan yang dapat menghadapi tantangan masa kini dan masa depan.
Keywords
sistem pendidikan, reformasi, revisi undang-undang
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Sitti Yani
Institutions
1 Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
2 Akademi Kebidanan Pelita Ibu Kendari
Abstract
Simulasi Monte Carlo (MC) digunakan secara luas untuk mensimulasikan efek radiasi pengion pada beberapa aplikasi fisika medis misalnya radioterapi dan pencitraan sinar-X. Salah satu source code yang memanfaatkan algoritma MC adalah CUDA EGS. CUDA EGS ini dapat mensimulasikan mekanisme transport foton dalam EGSnrc untuk mensimulasikan X-ray hamburan Compton dan Rayleigh yang muncul dalam aplikasi pencitraan. Dalam simulasi ini digunakan phantom inhomogenitas yang berupa silinder air dengan diameter 12 cm dan tinggi 12.8 cm. Di dalam phantom terdapat dua silinder terkecil (diameter 3 cm, panjang 10 cm) yang terdiri atas jaringan tulang dan adipose, dua bulatan teflon dengan diameter 1 cm dan batangan alminium persegi dengan ketebalan yang bervariasi dari 1 mm sampai 4 mm. Sumber sinar-X yang digunakan merupakan sumber titik yang diletakkan 30 cm dari pusat phantom sepanjang sumbu utamanya. Image plane tegak lurus terhadap sumbu pusat phantom dan berada 30 cm di belakang pusat phantom. Image plane (detektor) terdiri dari pixel persegi sebanyak 512�512 pixel dengan panjang sisi 1 mm. Simulasi dilakukan dengan memvariasikan besar energi foton yaitu pada energi 20 keV, 80 keV, 380 keV, 800 keV dan 1 MeV dengan jumlah history sebanyak 109 foton. Sedangkan jumlah history foton yaitu 105, 106, 108, 109 dan 1010 dengan energi foton sebesar 380 keV. Semua citra yang dihasilkan oleh CUDA EGS menunjukkan jumlah dan distribusi dari foton yang sampai pada detektor. Jumlah dan distribusi foton tersebut digambarkan dalam nilai grayscale tiap pixel pada detektor. Semakin tinggi nilai grayscale pada hasil simulasi untuk tiap citra menunjukkan semakin banyak foton yang mampu menembus material dan sampai pada detektor. Waktu simulasi yang dibutuhkan akan semakin lama jika energi foton yang digunakan semakin besar. Dalam simulasi MC untuk transport foton semakin besar history yang digunakan maka hasil yang diperoleh semakin akurat.
Keywords
Monte Carlo, CUDA EGS
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Asril Pramutadi Andi Mustari
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Perkembangan sports science di Indonesia cukup tertinggal bila dibandingkan dengan negara lain. Di lain pihak Indonesia memiliki potensi yang sangat besar terlihat populasi penduduk yang cukup besar. Sports science tidak dapat dipungkiri memberikan kontribusi besar terhadap prestasi olahraga dari suatu bangsa. Oleh sebab itu dikembangkan alat parasut lari yang memberikan manfaat lebih dibanding alat parasut lari tipe lama. Alat tersebut tidak hanya memberikan efek hambatan saat berlari tapi juga menjaga teknik berlari yang tepat. Analisa biomekanik digunakan untuk mengevaluasi teknik yang diberikan alat tersebut.
Keywords
lari, sport science, parasut lari
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Asril Pramutadi Andi Mustari
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Perkembangan sepakbola Indonesia saat ini sangat memprihatinkan khususnya di level dewasa. Hal tersebut tidak terlepas dari perkembangan sepakbola usia dininya, khususnya pada pembinaan teknik bermain yang benar. Namun, masalah lain terkait perkembangan tersebut adalah sulitnya mendapatkan tempat latihan (lapangan) yang memadai. Oleh sebab itu dikembangkan alat sepakbola mandiri yang nantinya akan menjadi solusi masalah tersebut. Alat sepakbola mandiri ini dapat dipergunakan untuk berlatih di space yang terbatas. Alat ini juga memberikan latihan teknik dasar sepakbola yang benar. Analisa biomekanik digunakan untuk mengevaluasi teknik yang diberikan alat tersebut.
Keywords
sepakbola, sport science, pembinaan usia dini
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Gladys Faransia Djo
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kol. Masturi No. 288, Prongpong, Bandung Barat 40559
e-mail: faransiagladysdjo[at]gmail.com
Abstract
Di dalam paper ini, pencegahan pembusukkan ikan segar dengan menggunakan gelembung udara berukuran mikro-nanometer akan dijelaskan. Beragam lamanya waktu pemberian gelembung udara berukuran mikro-nanometer yaitu 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4jam, 5 jam, 6 jam, 7 jam, dan 8 jam, digunakan. Variasi lamanya waktu pemberian gelembung dilakukan untuk menurunkan koloni bakteri. Diperoleh bahwa lamanya waktu pemberian gelembung udara berukuran mikro-nanometer yang dapat menurunkan koloni bakteri secara optimum adalah 7 jam. Pembusukkan ikan segar harus diatasi karena kebutuhan masyarakat akan nutrisi dalam ikan segar cukup tinggi dan membantu nelayan untuk menyuplai ikan dalam keadaan segar kepada konsumen.
Keywords
Gelembung Udara Berukuran Mikro-nanometer, Pembusukkan, Ikan segar
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Hennida Hasibuan
Institutions
Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong Bandung Barat 40559
hphasibuan[at]gmail.com
Abstract
Didalam paper ini akan dijelaskan mengenai pengolahan limbah cair rumah sakit dengan metode gelembung udara berukuran mikro-nanometer. Beragam lamanya pemberian gelembung udara yaitu 1,3,5,7 jam digunakan untuk menurunkan : Jumlah koloni bakteri dan konsentrasi TSS , serta meningkatkan konsentrasi BOD dan COD. Diperoleh bahwa 7 jam pemberian gelembung udara mikro-nanometer dapat menurunkan Jumlah koloni bakteri dan TSS dan meningkatkan BOD dan COD secara Optimum. Limbah cair rumah sakit perlu diolah agar tidak menimbulkan Penyakit pada manusia dan tidak menimbulkan pencemaran ketika telah dibuang ke lingkungan
Keywords
Limbah Cair, Rumah Sakit, Gelembung Udara Berukuran Mikro-Nanometer.
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Aribah Zulfa Hidayah
Institutions
1 Program Studi Kimia,
Laboratorium Penelitian Kimia,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang KM.14,5 Yogyakarta 55584
2 Environmental Remediation Research Group,
Laboratorium Penelitian Kimia,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang KM.14,5 Yogyakarta 55584
a aribahzulfahidayah[at]gmail.com
b elisaputri54.69[at]gmail.com
c sitijumrah12[at]gmail.com
d rudy.syahputra[at]uii.ac.id
Abstract
Telah dilakukan penelitian pengolahan limbah air lindi menggunakan metode Elektro-Bio. Elektro-Bio adalah pengolahan limbah air lindi dengan proses elektroflotasi dengan bantuan koagulan alami. Koagulan alami yang digunakan yaitu Jagung, Kacang Arab dan Biji Asam Jawa dengan variasi dosis sebesar 0,025; 0,05; 0,1; 0,15; 0,2 dan 0,25 g/500 mL. Proses elektroflotasi dilakukan dengan elektroda Stainless Steel sebagai katoda dan Titanium sebagai anoda pada tegangan konstan 40 V DC selama 30 menit. Efektivitas proses Elektro-Bio dievaluasi dengan melihat penurunan angka Total Zat Padat Terlarut (TDS), Konduksi Listrik (EC) dan peningkatan Oksigen Terlarut (DO). Kondisi awal sampel air lindi yang telah diencerkan sebanyak 20 kali memiliki angka TDS, EC dan DO berturut turut sebesar 719 ppm; 1 ms/cm dan 2,3 mg/L. Hasil terbaik yang diperoleh dari Elektro-Bio koagulan Jagung berturut-turut sebesar 603 ppm; 0,84 ms/cm dan 4,0 mg/L dan pada Kacang Arab memiliki nilai berturut-turut sebesar 599 ppm; 0,84 ms/cm dan 3,6 pada dosis optimum yang sama yaitu 0,025 g/500 mL. Sedangkan dosis optimum yang diperoleh pada Elektro-Bio koagulan Biji Asam Jawa yaitu pada 0,05 g/500 mL dengan hasil berturut turut sebesar 584 ppm; 0,85 ms/cm dan 3,8 mg/L. Berdasarkan hasil yang diperoleh, metode Elektro-Bio untuk pengolahan limbah air lindi terbukti mampu menurunkan zat pencemar yang terdapat pada air lindi.
Keywords
Air Lindi, Elektroflotasi, Koagulan Alami
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Eni Yulianti
Institutions
Kimia ITB
Abstract
Salah satu bentuk media yang sesuai dengan materi elektrolisis adalah modul praktikum. Elektrolisis adalah proses penguraian senyawa kimia yang memerlukan energi listrik. Pada penelitian ini, penulis menyusun suatu modul praktikum elektrolisis menggunaka constant current power supplay AR.500 sebagai alat penghasil arus listrik. Sebelum digunakan untuk menyusun modul praktikum, terlebih dahulu diukur efisiensi alat. Elektrolisis dilakukan pada larutan CuSO4.5H2O dalam asam, campuran Na2S2O3.5H2O dan KI, dan larutan NaCl. Elektroda yang digunakan adalah elektroda C-Cu. C sebagai elektroda positif dan Cu sebagai elektroda negatif. Pada elektrolisis larutan CuSO4.5H2O dalam asam diperoleh endapan Cu di katoda dan gas O2 di anoda, pada elektrolisis campuran Na2S2O3.5H2O dan KI dihasilkan I2 di anoda dan gas H2 di katoda, dan pada elektrolisis larutan NaCl dihasilkan OH- di katoda. Efisiensi percobaan menggunakan constant current power supplay AR.500 cukup tinggi. Efisiensi tertinggi pada elektrolisis CuSO4.5H2O dalam asam adalah 99,22%, pada campuran Na2S2O3.5H2O dan KI adalah 94,78 %. Hasil elektrolisis secara umum sudah dapat menggambarkan hukum Faraday 1. Setelah percobaan elektrolisis menggunakan constant current power supplay AR.500, selanjutnya disusun modul praktikum elektrolsis untuk siswa SMA. Modul praktikum diuji cobakan kepada 5 orang siswa SMA. Hasil penilaian siswa dirangkum dalam suatu kuisioner. Dari hasil kuisioner tersebut dapat disimpulkan bahwa tampilan alat menarik, pengoperasian alat cukup mudah dan prosedur percobaan mudah serta layak digunakan untuk praktikum di SMA.
Keywords
Modul praktikum, elektrolisis, efisiensi.
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Aprilla Paskarika Kuswara
Institutions
(a) Program Studi Informatika, Fakultas MIPA
Universitas Sebelas Maret
Jl. Ir. Sutami 36A Kentingan Surakarta 57126
*rini.anggrainingsih[at]staff.uns.ac.id
(b) Teknologi Pendidikan Pascasarjana
Universitas Sebelas Maret
Jl. Ir. Sutami 36A Kentingan Surakarta 57126
Abstract
Pada pengembangan perangkat lunak, kualitas menjadi hal penting untuk diperhatikan. Adapun salah satu faktor kualitas adalah Flexibility. Flexibility menunjukkan mudah atau tidak perangkat lunak beradaptasi dengan perangkat lunak lain dan mudah atau tidak untuk dimodifikasi. Flexibility juga menjadi faktor penting Testability. Learning Management System adalah software yang mendukung implementasi e-learning. Makalah ini membandingkan faktor Flexibility open source LMS. Perbandingan ini bertujuan untuk mengetahui LMS yang memiliki nilai fleksibilitas lebih baik. Open source LMS yang dibandingkan adalah Moodle dan ILIAS. Perbandingan dilakukan dengan mengukur Modularity dan Simplicity menggunakan tools phpmetrics. Modulairty dan Simplicity merupakan sub faktor Flexibility. Dengan mengetahui nilai Modularity dan Simplicity, dapat diketahui Flexibility. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Moodle memiliki Flexiblity yang lebih baik dibandingkan dengan ILIAS. Dimana pada sub faktor Modularity Moodle memiliki Afferent Coupling sebesar 0.54, Efferent Coupling sebesar 1.81, Cohesion sebesar 2.18, dan pada sub faktor Simplicity Moodle memiliki nilai Complexity sebesar 17.26. Sehingga source code pada Moodle lebih mudah untuk dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.
Keywords
Flexibility, ILIAS, LMS, Moodle, Perbandingan LMS
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Nursakinah Annisa Lutfin
Institutions
Institute Teknologi Bandung
Abstract
Tujuan utama dari radioterapi adalah menghantarkan dosis semaksimum mungkin pada volume target dan seminimum mungkin pada jaringan sehat di sekitarnya, untuk mencapai tujuan ini banyak metode yang dilakukan salah satunya dengan pengembangan teknik perencanaan radioterapi. Pada penelitian ini dilakukan perencanaan pada TPS Eclipse Varian Medical System dengan menggunakan teknik 3-dimensional conformal radiation therapy (3DCRT) dan intensity modulated radiation therapy (IMRT) pada 6 pasien kanker paru-paru dengan dosis 2Gy/fraksi dan dosis total 50 Gy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil perencanaan teknik 3DCRT dan IMRT dengan evaluasi radiobiologi. Evaluasi radiobiolgi dilakukan dengan menghitung nilai probabilitas sel tumor yang mati atau Tumor Control Probability (TCP) model Zaider Minerbo, probabilitas komplikasi jaringan sehat atau Normal Tissue Control Probability (NTCP) model Lyman-Kutcher-Burman, dan Uncomplicated Tumor Control Probability (UTCP). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh TCP teknik 3DCRT yaitu 94,31±0,72 dan teknik IMRT yaitu 97,48±0,85 (P = 0,23), dan nilai NTCP 2,62±1,90 untuk teknik 3DCRT dan 1,79±0,22 untuk teknik IMRT (P = 0,23). Nilai UTCP 91,62±13,38 untuk 3DCRT dan 95,50±4,09 untuk teknik IMRT (P = 0,36). Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan evaluasi radiobiologi teknik IMRT memberikan kualitas perencanaan terapi radiasi yang lebih baik dibandingkan teknik 3DCRT.
Keywords
Radioterapi, 3DCRT, IMRT, TCP, NTCP, UTCP
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Novi Sopwan
Institutions
a) Program Studi Ilmu Falak, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Sunan Ampel Surabaya
*sopwan[at]uinsby.ac.id
b) Kelompok Keahlian Astronomi, Faklutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Posisi hilal sebagai penentu awal bulan dalam sistem penanggalan Islam dapat dihitung dan digambarkan secara presisi sebagai panduan posisi dalam pengamatan dan prediksi awal hilal tersebut dapat diamati atau tidak. Dalam makalah ini, dibandingkan sebaran posisi hilal yang meimiliki tinggi positif dan berumur 0-24 jam pada saat Matahari terbenam untuk lokasi Jayapura, Pontianak, Pelabuhan Ratu dan Banda Aceh. Posisi hilal dihitung menggunakan algoritma Meuss. Posisi hilal digambarkan dalam plot tinggi dan elongasi saat Matahari terbenam. Hasil perbandingan didapat bahwa hilal di Kota Pontianak sebarannya lebih sempit jika dibandingkan dengan Jayapura. Sebaran hilal terlebar didapat di Kota Pelabuhan Ratu dan Banda Aceh. Sebaran posisi hilal ini dapat dijadikan acuan dalam penentuan kriteria visibilitas hilal untuk lokasi disekitar ekuator khususnya Indonesia.
Keywords
Hilal; Visibilitas; Penanggalan Islam
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Devi Alfionita Manalu
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kolonel Masturi No. 288 Parongpong, Bandung Barat 40559
e-mail: devyalfionita[at]gmail.com
Abstract
Di dalam paper ini kami akan menjelaskan metode purifikasi air yang terkontaminasi pakan ikan dengan menggunakan gelembung udara berukuran mikro-nanometer. Beragam lamanya pemberian gelembung yaitu 2 jam, 4 jam, 6 jam, dan 8 jam digunakan untuk meningkatkan konsentrasi kandungan oksigen dan menurunkan Total Suspended Solid. Diperoleh bahwa 6 jam pemberian gelembung dapat meningkatkan konsentrasi kandungan oksigen dan menurunkan Total Suspended Solid secara optimum. Air terkontaminasi pakan ikan perlu dipurifikasi agar tidak menimbulkan masalah seperti matinya ikan secara massal dan turunnya kualitas air untuk dijadikan air minum karena air terkontaminasi pakan ikan sering digunakan untuk hal-hal tersebut.
Keywords
Purifikasi, Air Terkontaminasi, Pakan Ikan, Gelembung udara berukuran mikro-nanometer.
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Hilman Imadul Umam
Institutions
Kelompok Keahlian Fisika Material dan Elektronik, Program studi Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Bandung 40132 Indonesia
Abstract
Salah satu metode enhance oil recovery (EOR) yang sering digunakan dalam ekstraksi minyak dari sumur minyak adalah proses aquathermolysis. Proses aquathermolysis merupakan suatu reaksi antara minyak berat dengan air pada temperature dan tekanan tinggi. Dalam skala laboratorium, proses aquathermolysis umumnya dilakukan dengan menggunakan autoclave yang dipanaskan pada suhu tinggi sehingga mensimulasi kondisi di lapangan. Pada penelitian ini telah dikembangkan sebuah reaktor termal yang bisa digunakan dalam proses aquathermolysis. Reaktor termal berkelanjutan atau Continuous Thermal Reactor (CTR) didesain sedemikian rupa sehingga mampu menggantikan proses aquathermolysis dengan menggunakan autoclave yang tidak bisa dimonitor secara real time. Parameter volume glassbead, laju aliran uap air yang masuk ke dalam reaktor, temperature reaktor, serta jenis katalis yang digunakan dalam proses reaksi divariasikan untuk melihat kondisi optimal dari penggunaan reaktor. Hasil penelitian menunjukan dengan penggunaan reaktor termal berkelanjutan proses aquathermolysis bisa berlangsung relatif lebih singkat dengan penurunan viskositas yang hampir sama ketika menggunakan autoclave. Oleh karena itu penggunaan reaktor termal berkelanjutan memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan autoclave pada proses aquathermolysis.
Keywords
Reaktor termal berkelanjutan, aquathermolysis, viskositas, minyak berat
Topic
Lain-lain
Page 1 (data 1 to 30 of 40) | Displayed ini 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats