Page 500 (data 14971 to 15000 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Rd. Risma Farissa Nurasiah
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
Abstract
Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang perlu dimiliki setiap siswa supaya tidak tertinggal dalam persaingan dunia yang semakin ketat. Berbagai upaya untuk melatihkan dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa perlu diimbangi dengan alat ukur tes yang sesuai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menyusun dan mengkaji karakteristik instrumen tes keterampilan berpikir kritis pada materi alat optik untuk siswa SMP. Tes disusun dari lima indikator yang dikembangkan berdasarkan keterampilan berpikir kritis menurut Ennis (1985) pada aspek ability. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang mendeskripsikan data kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data dilakukan melalui teknik tes dan telaah kualitatif oleh beberapa ahli (expert judgement). Data kuantitatif diperoleh dari pola jawaban siswa pada tes sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil judgement instrumen oleh ahli materi dan ahli evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tes keterampilan berpikir kritis yang disusun layak digunakan sebagai instrumen tes untuk mengidentifikasi keterampilan berpikir kritis siswa SMP pada materi alat optik, yaitu pada sub materi mata, kamera, dan lup.
Keywords
instrumen tes, keterampilan berpikir kritis, alat optik
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Astuti Rini Puji
Institutions
ITB
Abstract
Penelitian ini menggunakan Lock-In Amplifier SR830 yang dihubungkan ke PC melalui interface komunikasi serial. Lock-in amplifier SR830 dapat digumakan untuk mengukur sinyal lemah yang teredam dalam noise dengan ketelitian mencapai nanoVolts. Hasil pengukuran dari Lock-In Amplifier SR830 dibaca dan ditampilkan menggunakan software LabVIEW. Laboratory Virtual Instrument Engineering Workbench (LabVIEW) merupakan software yang khusus digunakan untuk pemrosesan dan visualisasi data, kendali dan instrumentasi, serta otomatisasi industri. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu desain program pembacaan data pengukuran menggunakan Lock-In Amplifier SR830 berbasis LabVIEW.
Keywords
lock-in amplifier, labview, interface
Topic
Physics
Corresponding Author
Richardo Barry Astro
Institutions
1Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 401322
2Laboratorium Fisika Nuklir,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) richardobarryastro[at]gmail.com
b) amirudin.dessy[at]gmail.com
c) dhiahanaaa[at]gmail.com
d) sitihumairo.z[at]gmail.com
e) dudung[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koefisien gesek statik (mu_{s}) dan kinetik (mu_{k}) berbagai permukaan benda seperti kayu, kaca, dan aluminium. Penelitian dikaji melalui eksperimen gerak benda pada bidang miring. Sistem utama yang digunakan dalam eksperimen meliputi benda berbentuk balok dengan tiga jenis permukaan berbeda. Massa dan luas permukaan ketiga benda serta panjang bidang luncuran dibuat konstan, dengan sudut kemiringan bidang yang dapat diatur. Eksperimen untuk menentukan mu_{s} dilakukan dengan mencari sudut kemiringan bidang ketika benda tepat akan bergerak. Sedangkan untuk menentukan mu_{k} dengan cara mengamati luncuran benda dari puncak bidang miring yang kemudian didokumentasikan dalam bentuk video. Selanjutnya dilakukan analisa menggunakan aplikasi video tracker untuk memperoleh grafik kecepatan benda terhadap waktu dengan berbagai variasi sudut. Hasilnya diperoleh bahwa mu_{s} dan mu_{k} pasangan balok kayu < kaca < aluminium.
Keywords
Koefisien gesek statik, koefisien gesek kinetik, video tracker
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
R. HENNY MULYANI
Institutions
University of Jenderal Achmad Yani Bandung
Abstract
Perilaku mekanik tembaga fosfor C1220T-OL dipelajari dengan memvariasikan temperatur dan waktu annealing dan normalizing.Dalam penelitian ini temperatur divariasikan 300�C, 350�C, 400�C dengan waktu penahanan 5, 10, 15 menit.hasil pengujian pada kondisi optimal yaitu temperatur 350�C dan waktu 10 menit, kekuatan tarik 21,92 kgf/mm2 dengan kekerasan 71,64 VHN.
Keywords
Perilaku mekanik Annealing, Normalizing
Topic
Material
Corresponding Author
hardi hamzah
Institutions
a) Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Metode self-potential (SP) merupakan metode pengukuran pasif dalam survei geofisika. Metode SP digunakan untuk mengetahui struktur fisis bawah permukaan. Metode ini banyak digunakan karena sangat mudah dilakukan di lapangan. Akan tetapi, metode SP masih memiliki tantangan dalam interpretasi data lapangan. Optimisasi lokal Levenberg-Marquardt (LM) dan optimisasi global very fast simulated-annealing (VFSA) dipilih dalam interpretasi data SP. Dalam studi ini, dilakukan identifikasi parameter fisis SP yang meliputi bentuk objek, kedalaman, sudut polarisasi, dan momen dipol. Kedua pendekatan di atas diuji dengan menggunakan data sintetik (teoritik) terlebih dahulu sehingga diperoleh parameter model dari hasil data sintetik tersebut. Data lapangan yang diperoleh dari pengukuran SP benda berbentuk silinder yang dikubur di dalam tanah pada kedalaman tertentu digunakan untuk analisis lebih lanjut. Hasil dari kedua pendekatan di atas dibandingkan nilai standar error, robust, dan itersinya
Keywords
Self-potential, Levenberg-Marquardt, Very Fast Simulated-Annealing
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Ajeng Suryani
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung
Abstract
Keterampilan proses sains merupakan salah satu keterampilan yang perlu dilatihkan pada siswa untuk mengimbangi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad 21 ini. Saat ini intrumen evaluasi keterampilan proses sains hanya berupa lembar observasi yang kadangkala memberikan celah untuk guru menilai siswa secara subjektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan intrumen tes untuk keterampilan proses sains siswa SMP pada materi gerak. Indikator yang digunakan pada intrumen ini terdiri dari enam indikator sesuai yang dikemukaan oleh Dewi (2008), sedangkan metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Research and Development (R & D). Tahapan pengembangan instrumen tes ini adalah membuat indikator soal, membuat soal, judgement oleh ahli materi dan ahli evaluasi, revisi soal, uji coba, dan mengimplementasikan soal di sekolah, yaitu di SMP Negeri 12 Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intrumen tes yang dikembangkan telah layak untuk digunakan sebagai intrumen tes keterampilan proses sains siswa SMP pada materi gerak.
Keywords
intrumen tes, keterampilan proses sains, gerak
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Nikmatul Husna
Institutions
1Kelompok Keahlian Fisika Magnetik dan Fotonik, Institut Teknologi Bandung, Bandung
2Kelompok Keahlian Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung
3Jurusan Fisika Institut Teknologi Sumatera
Abstract
Biosensor optik berdasarkan surface plasmon resonance (SPR) menunjukkan potensi untuk deteksi cepat dan sensitif kontaminan kimia dan biologi di lingkungan. Untuk menghasilkan fenomena SPR, lapisan logam yang sangat tipis dideposisikan di atas permukaan prisma sehingga terjadi resonansi osilasi antara gelombang cahaya datang dengan elektron-elektron bebas pada logam menghasilkan gelombang plasmon pada bidang batas logam/dielektrik. Namun, pada riset ini mikrokanal yang dibuat dari polimer hibrid akan menggantikan prisma. Hal ini dilakukan agar mendapatkan sebuah sistem SPR portable dengan biaya murah. Penelitian ini menitikberatkan pada fabrikasi mikrokanal polimer hibrid. Polimer hibrid terbuat dari TMSPMA dan difabrikasi dengan metode sol gel dan fotopolimerisasi. Pola mikrokanal yang terbentuk dilapisi dengan metal dan bahan dielekrik lain agar dapat menghasilkan fenomena surface plasmon. Jika sampel antigen yang diletakkan di atas lapisan dielektrik berikatan dengan antibodi, maka sinyal output yang dihasilkan akan menghasilkan pergeseran dip. Sejauh ini solusi yang sudah ditemukan adalah pembuatan mikrokanal polimer hibrid dengan metode sol gel dan fotopolimerisasi.
Keywords
mikrokanal, polimer hibrid, surface plasmon resonance
Topic
Physics
Corresponding Author
Fauziatul Fitria
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada siswa sejak mereka menempuh sekolah menengah. Bahkan siswa sudah mulai diperkenalkan tentang fenomena gejala alam sejak sekolah dasar. Namun, pada kenyataannya sebagian besar siswa memiliki perspektif negatif tentang fisika. Hal ini karena mereka tidak dapat memperoleh nilai yang baik meskipun mereka telah melakukan berbagai usaha. Berbagai penelitian juga telah banyak dilakukan untuk menemukan metode belajar yang tepat untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika. Namun, hingga saat ini fisika masih menjadi salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. Dari fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kesulitan yang dialami oleh siswa, yaitu dengan mendiagnostik adanya miskonsepsi yang terjadi selama pembalajaran fisika berlangsung. Tes diagnostik yang diberikan yaitu berupa beberapa gambar benda/sistem dan siswa diminta untuk menggambarkan diagram gaya dari benda/sistem tersebut. Hasil diagram gaya yang digambarkan oleh siswa nantinya akan dianalisis untuk setiap masing-masing benda/sistem.
Keywords
Miskonsepsi, fisika, diagnostik,metode, belajar
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Annas Nasrudin
Institutions
ITB
Abstract
Pada kali ini kami menghadirkan gabungan metode Multi-Particle Collision Dynamics (MPCD) dan Molecular Dynamics (MD) untuk melakukan simulasi aliran fluida 2-dimensi pada larutan bermuatan. Fluida di representasikan dalam berbentuk partikel bulat yang dihitung menggunakan metode multi particle collision dynamics, dan untuk interaksi muatan partikel di hitung dengan menggunakan metode molecular dynamics. Fluida mengalir dalam pipa searah sumbu x, dengan ditambahkannya pipa adalah untuk melihat interaksi tumbukan antar partikel dengan menambahkan syarat batas dan daerah batas interaksi partikel. Aliran poiseuille yang ditentukan pada awal dari simulasi adalah untuk melihat interaksi fluida terhadap muatan partikel yang berbeda. Sifat sistem yang telah disimulasikan dalam selang waktu 50 kali tahap simulasi yang akan menunjukan perbedaan ketika anion dan kation terpisah dari sistem.
Keywords
aliran fluida, MPCD, MD, ionik
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Raka Firman Baskara
Institutions
Prodi Fisika ITB
Abstract
Model struktur pita energi pada bahan semikonduktor menunjukkan adanya kehadiran celah energi yang memisahkan pita valensi dan pita konduksinya. Model awal yang dapat menjelaskan kehadiran celah energi itu misalnya adalah model Kronig-Penney. Daerah celah tersebut tidak dapat ditempati oleh elektron. Kurva dispersi, yang menjelaskan hubungan E vs. k, dalam model Kronig-Penney diselesaikan dengan menggunakan fungsi gelombang yang dibangun dari hasil kali antara gelombang bidang dengan periodisitas kisi kristalnya. Untuk mendapatkan bentuk kurva dispersi itu biasanya diterapkan beberapa aproksimasi agar bisa diselesaikan secara analitik. Dalam tulisan ini akan dipaparkan perhitungan komputasi dengan Matlab untuk menghitung kurva dispersi dan celah energi itu tanpa menggunakan aproksimasi. Untuk menguji program komputasi yang telah dibuat, dilakukan variasi terhadap konstanta a, b, dan U0.
Keywords
celah energi, kurva dispersi, model Kronig-Penney, pita energi, vektor gelombang
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Nur Arifah
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Telah dilakukan penerapan Learning Cycle 7E untuk meningkatkan konisten ilmiah dan prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre-experimental design dengan desain penelitian one group pretest posttest design. Sampel pada penelitian ini yaitu siswa kelas X MIA 3 di salah satu SMA Negeri di Bandung dengan sampel sebanyak 33 siswa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu soal dalam bentuk Three Tier Test berbasis multirepresentasi untuk melihat peningkatan konsisten ilmiah siswa dan soal pilihan ganda untuk melihat peningkatan prestasi belajar siswa,penelitian ini di terapkan pada materi Suhu dan Kalor. Hasil penelitian yang diperoleh setelah penerapan model, peningkatan prestasi belajar menurut kategori Hake dalam kategori sedang (0,69), dan untuk peningkatan konsisten ilmiah masuk kedalam kategori sedang (0,59). Selain itu jika ditinjau dari jumlah siswa yang konsistensi ilmiah pada materi ini secara keseluruhan setiap sub konsep mengalami peningkatan. Peningkatan yang paling signifikan terdapat pada sub konsep pemuaian volume yaitu tadinya hanya 4 siswa yang konsisten ilmiah menjadi 27 siswa, peningkatan yang paling rendah yaitu pada sub konsep suhu. Ini termasuk peningkatan yang signifikan mengingat siwa dikatan konsisten ilmiah itu apabila siswa mampu menjawab ketiga soal dalam bentuk representasi yang berbeda dengan kriteria paham konsep three tier test yaitu jawaban benar, alasan benar dan keyakinan jawaban.
Keywords
LearningCycle 7E, Konsistens Ilmiah, Prestasi Belajar
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Rifaatul Maulidah
Institutions
a) Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Institut Teknologi Bandung
*rmaulidah[at]gmail.com
b) Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Pembahasan siklus kerja dan efisiensi kerja pada materi termodinamika di tingkat SMA selama ini dipahami siswa sebagai perumusan matematis saja. Padahal banyak informasi yang dapat digali lebih jauh mengenai kerja sebuah mesin dan pemahaman mengenai aplikasinya. Mesin stirling sebagai contoh aplikasi mesin dengan pembakaran luar, memiliki prinsip kerja yang dapat menjelaskan konsep dan hukum-hukum termodinamika. Bahkan pembuatan alat mesin stirling selisih suhu rendah dapat dipraktekkan dengan mudah menggunakan barang bekas dan bahan yang mudah didapat. Sebuah media pembelajaran bertema mesin stirling dapat menjadi alternatif solusi untuk membantu guru menyampaikan materi termodinamika khususnya pembahasan siklus kerja dan efisiensi kerja mesin kepada siswa. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan langkah menentukan tema dan keterpaduannya dengan sub materi yang hendak disampaikan dalam pembelajaran, membuat lesson map mengenai konsep termodinamika yang dapat dipelajari melalui kerja mesin stirling, merumuskan aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan di dalam kelas, dan menentukan tujuan akhir yang hendak dicapai dari penggunaan media pembelajaran. Berdasarkan kajian tersebut dapat dikemukakan hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran berupa presentasi materi dan video bertema mesin stirling pada materi termodinamika serta evaluasi pembelajarannya.
Keywords
media pembelajaran, siklus kerja dan efisiensi kerja, mesin stirling.
Topic
Physics
Corresponding Author
Muhammad Fadhlika
Institutions
a) Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung
*fadhlika[at]gmail.com
Abstract
Telah dibuat rancangan robot berbaris IoT yang berfungsi untuk melakukan pengukuran jarak jauh. Pada robot ini digunakan sensor suhu, kelembaban dan kamera. Data yang diperoleh akan dikirim ke internet melalui Wi-Fi untuk direkam dan dipantau sehingga dapat diproses lebih lanjut. Pengguna juga dapat mengendalikan dan memantau gerakan robot dari jarak jauh menggunakan smartphone dan browser melalui jaringan internet. Sistem diharapkan dapat melakukan pengukuran dengan efektif dan efisien untuk lokasi yang sulit dijangkau oleh manusia.
Keywords
Internet of Things; Pengukuran Jarak Jauh; Robot
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
dieni asma mardiyah
Institutions
Program Pendidikan Biologi, SPS Universitas Pendidikan Indonesia
jalan Dr. Setiabudi 229 Bandung 40154
*dieni.latahzan[at]gmail.com
Abstract
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN Dieni Asma Mardiyah*, Riandi, dan Wahyu Abstrak Penelitian ini bertujuan bagaimana mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk komik biologi pada konsep pencemaran lingkungan untuk siswa kelas VII dan mengetahui kualitas media komik sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Four D Models dengan melalui pendefenisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Validasi penelitian ini melibatkan dosen ahli materi, dosen ahli media dan guru biologi. Hasil uji ahli menunjukan media komik dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada konsep pencemaran lingkungan dengan nilai sebesar 83,2%. Hasil uji coba terbatas siswa terhadap media komik menujukan media komik dalam kategori baik dengan nilai respon sebesar 87.6% dan 84.7%. Berdasarkan hasil uji ahli dan uji coba terbatas, media komik pada konsep pencemaran lingkungan dalam kategori baik dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran.
Keywords
Komik Biologi, Pengembangan Media, Pencemaran Lingkungan
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Nurlaida Ida
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
ABSTRAK Senyawa organohalogen telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti industri, pertanian, dan farmasi. Namun dibalik pemanfaatannya yang begitu meluas, jenis senyawa ini memiliki karakteristik negatif yaitu beracun dan tidak mudah terurai yang mengakibatkan penumpukan senyawa tersebut di lingkungan sebagai polutan. Berbagai jenis mikroorganisme telah diketahui memiliki kemampuan untuk mengurai senyawa organohalogen dan mengubahnya menjadi senyawa yang tidak beracun dan aman bagi lingkungan. Kemampuan berbagai mikroorganisme dalam mendegradasi organohalogen dikarenakan mikroorganisme tersebut dapat menghasilkan suatu enzim yang dinamakan dehalogenase. Dehalogenase merupakan enzim yang mengkatalisis pemutusan ikatan antara atom halogen dari senyawa induknya. Penelitian sebelumnya telah memberikan data bahwa Pseudomonas aeruginosa strain lokal dari Indonesia memiliki kemampuan dalam mendegradasi asam monokloroasetat. Gen tersebut dinamakan paed-d dan memiliki ukuran sebesar 702 bp. Gen paed-d telah berhasil diklon ke vektor pGEM-T dalam sel inang E. coli TOP10. Penelitian ini difokuskan pada tahap subkloning gen paed-d ke vektor ekspresi pET-30a(+) dalam E. coli BL21 (DE3). Primer maju dengan sisi pengenalan restriksi EcoRI, GAATTC, dengan ururtan lengkap adalah 5�-GAATTCATGCGCGCGATCCTGTTCGA-3�, dan primer mundur dengan sisi pengenalan restriksi HindIII, AAGCTT, dengan ururtan lengkap adalah 5�-AAGCTTTCAGGCCGAGGCCGCCAGTT-3�. Kedua primer ini digunakan pada proses PCR untuk menghasilkan fragmen yang akan disubklon dengan orientasi ekspresi yang benar. Amplikon yang diperoleh diklon ke pGEM-T, ditransformasi ke E. coli TOP10, dikonfirmasi melalui rePCR dan anlisis restriksi, disubklon ke pET-30a(+), dan ditransformasi ke E. coli BL21 (DE3). Re-PCR dari plasmid rekombinan pET-30a(+)/paed-d telah berhasil memberikan amplikon berukuran ~750 bp dan dikonfirmasi melalui analisis restriksi. Amplikon ini telah berhasil disubklon ke vektor ekspresi pET-30a(+) dalam E. coli BL21 (DE3). Hasil penjajaran antara gen paed-d hasil subkloning dengan gen paed-d penelitian sebelumnya menunjukkan kesamaan 100%.
Keywords
haloacid dehalogenase, PCR, Pseudomonas aeruginosa, subkloning
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Bardan Bulaka
Institutions
a) Program Studi Pengajaran Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
bardanbul[at]gmail.com
b) Program Studi Pengajaran Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
c) Jurusan Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Lengan barat dan utara Sulawesi adalah bagian dari pinggiran Eurasia. Lengan timur (tenggara dan timur) berasal dari Lempeng Pasifik yang terlipat ke atas (buckling) karena tertahan oleh kaki benua Eurasia. Bergabungnya menjadi Sulawesi ditandai batas aktif oleh sistem sesar Palu-Koro. Lengan timur kaya mineral ultramafik yang mengandung logam transisi Mg, Fe, Co, Ni. Inilah sebab mengapa Sulawesi Tenggara kaya akan Nikel. Proses eksplorasi dan penambangan tidaklah sulit, karena Nikel dalam bentuk laterit. Aneka Tambang telah mempunyai sistem pengolahan laterit Nikel menjadi senyawa Nikel dengan nilai ekonomi lebih tinggi dalam ukuran sedang Sedang dipersiapkan sistem pengolahan oleh industri swasta dalam ukuran besar. Fisika kontekstual akan menunjukkan peran fisika pada rekayasa dan teknologi dari tahap eksplorasi sampai pengolahan, disamping peran kuantum dari Nikel sebagai material magnetik dan pengikat elektron, pelindung oksidasi/karat dari logam utamanya.
Keywords
tektonik lengan timur , kandungan Nikel, fisika kontekstual.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Niken Rara Galih Amithya Parastuti
Institutions
Departemen Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Tatasurya kita terdiri atas sebuah bintang sebagai pusat dengan delapan planet, dan banyak benda kecil seperti satelit, komet, dan asteroid. Dinamika orbit benda kecil adalah masalah n-benda yang tidak bisa diselesaikan secara analitik, sehingga harus diselesaikan dengan menggunakan integrasi numerik. Tulisan ini mengetengahkan dinamika orbit Asteroid 1566 Icarus di bawah kendali efek gravitasi Newtonian secara klasik (classical Newtonian) maupun dengan mengikutsertakan efek termal, yaitu efek Yarkovsky. Efek Yarkovsky adalah gaya yang disebabkan adanya rentang waktu sebuah benda kecil untuk menerima panas dari Matahari dan kemudian meradiasikannya kembali. Efek Yarkovsky bekerja maksimal untuk benda-benda berdiameter 10 cm hingga 10 km. Efek ini dicobakan pada Asteroid 1566 Icarus yang berdiameter 1,3 km, dan merupakan kelompok Apollo dan juga sebagai earth crosser. Asteroid ini disebut earth crosser karena orbitnya memotong orbit Bumi. Selain itu dengan a=1.07802 au dan e=0.82677, Asteroid 1566 Icarus memiliki jarak perihelion q=0,18674 au atau kurang dari jarak perihelion planet Merkurius. Karena alasan itu, dicobakan efek Yarkovsky pada telaah dinamika orbit asteroid 1566 Icarus. Intergasi numerik n-benda sangat peka terhadap input data, oleh sebab itu, dibuat 99 tiruan data awal sebagai masukan pada proses integrasi numerik. Dengan demikian akan diperoleh 100 tiruan (clone) Asteroid 1566 Icarus. Proses cloning dibuat dengan menggunakan random number dari data elemen orbit Asteroid 1566 Icarus pada epoch 2456800.5 (23 Mei 2014)terhadap standard deviasi σ. Integrasi kemudian dilakukan dalam rentang 105 tahun dari epoch tersebut. Hasil integrasi memperlihatkan bahwa dengan efek Yarkovsky, dinamika orbit 1566 Icarus masih berada pada daerah rentang 100 buah clone Asteroid 1566 Icarus. Dengan demikian, dalam jangka waktu 100.000 tahun, efek Yarkovsky tidak mengubah dinamika orbit Asteroid 1566 Icarus kecuali pada rentang-rentang peristiwa papasan dekat yang ditunjukkan oleh lompatan-lompatan elemen orbit.
Keywords
asteroid, 1566 Icarus, efek Yarkovsky, classical Newtonian
Topic
Physics
Corresponding Author
Wildan Syahrun Nahar
Institutions
ITB
Abstract
Dalam penelitian ini telah dilakukan perancangan simulasi visual lock-in amplifier dua fase berbasis LabVIEW. Lock-In Amplifier merupakan sebuah perangkat elektronik yang berfungsi mengukur sinyal yang tenggelam dalam noise. Simulasi ini menggunakan perangkat lunak program LabVIEW yang menyediakan banyak fitur dan operasi matematis guna menjalankan fungsi sebagaimana lock-in amplifier. Pengujian dilakukan dengan menggunakan sinyal masukan dan sinyal rujukan yang berasal dari program LabVIEW. Hasil yang didapat cukup akurat dimana persentase keberhasilan program dengan perangkat yang sebenarnya mencapai 98%.
Keywords
labview, lock-in amplifier, simulasi, instrumentasi
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
desmauli pariangan
Institutions
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan penalaran dan aktivitas siswa pada pembelajaran fisika dengan teknik pembelajaran Think-Talk-Write di kelas XI IPA 1 SMA N 1 Inderalaya. Penelitian dilaksanakan dengan enam kali pertemuan dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Inderalaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan observasi. Tes digunakan untuk melihat hasil belajar belajar siswa setelah proses pembelajaran sedangkan observasi untuk mengetahui aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terjadi peningkatan nilai pre-test dan post-test siswa dengan rata-rata nilai pre-test 20,9 dan 78,03 untuk post-test. Perbedaan skor pre-test dan post-test tersebut dikonversikan dalam kategori keefektifan bedasarkan interpretasi nilai gain ternormalisasi dan diperoleh rata-rata nilai gain ternormalisasi dalam kategori tinggi yaitu 0,9. Berdasarkan hasil analisis jawaban siswa 15,625% siswa berada pada tingkat penalaran Near Functional, 81,25% siswa pada tingkat penalaran functional dan 3,125% pada pada tingkat penalaran Expert. Dari hasil observasi aktivitas pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung minat siswa sudah muncul untuk belajar dan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sangat aktif selama proses pembelajaran dengan rata-rata persentase aktivitas siswa yaitu 80,5% dan 19,5% kategori aktif. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini bahwa pembelajaran Fisika menggunakan teknik pembelajaran Think-Talk-Write memberikan peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan disimpulkan rata-rata tingkat penalaran siswa di kelas XI IPA 2 SMA N 1 Inderalaya berada pada tingkat penalaran Functional.
Keywords
Penalaran, Think-Talk-Write
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Dessy Rofica Wulandari
Institutions
Universitas Islam Indonesia
Abstract
Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia jika dilihat dari Human Development Indonesia (HDI) jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Untuk kondisi sumber daya kesehatan sendiri Indonesia masih menghadapi berbagai masalah terutama masalah jumlah, jenis, distribusi, dan mutu sumber daya kesehatan yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pembangunan dan pelayanan kesehatan. Jawa Tengah yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia dimana provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan kepadatan penduduk terbanyak, untuk itu perlu dilakukannya pemetaan wilayah provinsi Jawa tengah menggunakan fuzzy c-means berdasarkan jumlah Sumber Daya kesehatan di setiap kota/kabupatennya. Jumlah sumber daya kesehatan per kota/kabupaten di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 inilah yang nantinya akan dijadikan acuan pengelompokan kedalam 3 cluster. Dimana didapatkan hasil pengelompokannya adalah yang tergolong dalam cluster 1 sebanyak 10 kota/ kabupaten, cluster 2 sebanyak 18 kota/ kabupaten, dan cluster 3 sebanyak 7 kota/kabupaten.
Keywords
Sumber Daya kesehatan, Indonesia, cluster, Fuzzy C-Means, Provinsi Jawa Tengah
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Syinta Khefrianti
Institutions
1) Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Kimia Universitas Jambi, Jambi Email: siin_taa[at]yahoo.com, 085266614442
2) Dosen Program Studi Magister Pendidikan Kimia Universitas Jambi, Jambi
Abstract
Artikel ini melaporkan hasil dari pengembangan sebuah poster. Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil wawancara yang dikumpulkan dari beberapa guru kimia di kota Jambi yang menunjukkan bahwa proses pembelajaan kimia seperti sistem periodik unsur sering dilaksanakan menggunakan pendekatan berpusat pada guru. Oleh karena itu, pengembangan perangkat pembelajaran seperti poster penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Poster ini dikembangkan menggunakan model pengembangan Kemp karena model ini memberikan fleksibilitas bagi peneliti dalam proses pengembangan produk. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa poster dapat dikembangkan menggunakan model Kemp melalui tujuh tahap. Diharapkan dengan menggunakan produk pengembangan ini akan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran kimia.
Keywords
Pembelajaran Aktif, Pengembangan Media Poster
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Widya Liana Aji
Institutions
Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
widyalianaaji[at]gmail.com
Abstract
Temperatur negatif adalah fenomena yang sulit diamati namun menarik untuk dikaji. Untuk menjelaskan temperatur negatif ini diilustrasikan sekelompok partikel yang terdistribusi pada bukit dan lembah energi dimana ketinggian bukit menyatakan besarnya energi yang dimiliki oleh partikel. Dari ilustrasi tersebut, distribusi Boltzmann pada temperatur negatif menjadi terbalik ketika lebih banyak partikel yang menempati keadaan energi tinggi dibandingkan dengan partikel yang menempati keadaan energi rendah. Dalam hal ini perubahan entropi terhadap perubahan energi bernilai negatif. Sistem temperatur negatif mempunyai lebih banyak energi dengan energi maksimum yang dimilikinya daripada sistem temperatur positif. Dalam makalah ini akan dibahas juga beberapa penerapan sistem temperatur negatif, misalnya pada sistem spin, eksperimen oleh Braun et.al. mengenai temperatur negatif pada sistem partikel bergerak untuk pertama kalinya, dan perilaku sistem dalam bidang ekonofisika.
Keywords
Tempuratur negatif; energi; entropi
Topic
Physics
Corresponding Author
Deni Kartika
Institutions
1Laboratorium Elektronika,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) kartika.deni[at]gmail.com
b) hariantowb[at]gmail.com
c) azkakyokushin[at]gmail.com
d) mitra[at]fi.itb.ac.id
e) maria[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Sistem Pencacah Kendaraan Berbasis Internet of Things (IoT) adalah sebuah alat yang digunakan untuk menghitung jumlah mobil yang lewat dan mengelompokkannya berdasarkan ketinggian mobil. Sistem bekerja menggunakan sensor ultrasonik untuk mendeteksi mobil yang lewat beserta tinggi mobil. Untuk mengelola input dan output dalam sistem, digunakan NodeMCU ESP 8266. Output dari hasil pencacah dari sistem akan dikirim otomatis melalui aplikasi MQTT dari android, hingga dapat diketahui jumlah mobil yang lewat beserta klarifikasinya secara real-time. Penelitian akan difokuskan pada optimasi peletakkan sensor hingga Sistem Pencacah Kendaraan Berbasis Internet of Things (IoT) dapat bekerja secara efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah trial-error semua kondisi yang cocok untuk penempatan sensor dan mencari hasil maksimal dari hasil tersebut. Dari hasil penelitian, sensor paling efektif diletakkan tepat diatas satu ruas mobil dan mengarah lurus ke jalan.
Keywords
IoT, NodeMCU ESP 8266, Optimasi, Pencacah Kendaraan, Sensor Ultrasonik
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Annisa Nadia Mariska
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini merupakan pre eksperimental dengan desain one group pre-test-post-test yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran penerapan pendekatan saintifik untuk melatihkan kemampuan literasi saintifik pada domain kompetensi. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Bandung dengan sampel 1 kelas yang diambil menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa tes literasi saintifik berbentuk uraian sebanyak 20 soal dan lembar observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran. Hasil analisis menggunakan gain ternormalisasi menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan literasi saintifik siswa pada domain kompetensi dalam ketegori sedang. Peningkatan aspek K1 (menjelaskan fenomena ilmiah) sebesar 0,82 dengan kategori tinggi, peningkatan aspek K2 (mengevaluasi dan merancang penelitian ilmiah) sebesar 0,46 dengan kategori sedang, dan peningkatan pada aspek K3 (menginterpretasikan data dan bukti ilmah) sebesar 0,15 dengan kategori rendah. Peningkatan pada setiap aspek tersebut menunjukan bahwa kegiatan pembelajaran dengan penerapan pendekatan saintifik yang digunakan sudah efektif dalam melatihkan literasi saintifik dalam aspek K1 dan K2. Namun, masih kurang efektif dalam melatihkan aspek K3.
Keywords
pendekatan saintifik, literasi saintifik, tekanan
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Amatullah Fadhillah Robbani
Institutions
Universitas Negeri Jakarta, Jalan Pemuda No. 10, Jakarta Timur
Abstract
Mobile Learning adalah kegiatan pendidikan yang dapat diterapkan hanya jika teknologi yang digunakan sepenuhnya adalah ponsel dan ketika pengguna teknologi juga berpindah saat mereka belajar. Permainan interaktif adalah media pembelajaran yang didesain melalui simulasi-simulasi tertentu yang dibutuhkan agar pelajar mengikuti permainan yang disajikan melalui simulasi-simulasi tertentu yang dibutuhkan agar pelajar mampu menerapkan semua pengalaman belajarnya dalam menyelesaikan masalah yang dimaksud. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk permainan interaktif yang diintegrasikan pada perangkat smartphone Android pada pokok bahasan Fluida Dinamis. Pengembangan dilakukan dengan metode Research and Development yang mengacu pada Desain Instruksional Dick and Carey. Permainan ini dikembangkan menggunakan software Macromedia Flash CS6 yang kemudian diintegrasikan pada smartphone menggunakan aplikasi Adobe Air. Uji validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media dan ahli penilaian menggunakan instrument penilaian berskala Likert 5. Hasil validasi menyatakan permainan interaktif berbasis Android pada pokok bahasan Fluida Dinamis memiliki interpretasi sangat baik (87.4%) dan dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran.
Keywords
permainan interaktif, android, fluida dinamis, R&D, Dick and Carey
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Hanni Shofiah
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rancangan pembelajaran IPA pada materi energi yang dapat memfasilitasi literasi sains siswa. Rancangan pembelajaran tersebut direkonstruksi dari hasil observasi proses pembelajaran di salah satu sekolah dan dibangun berdasarkan profil literasi sains siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan desain cross-secsional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 91 orang di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes literasi sains berdasarkan karakteristik framework PISA 2015, pedoman wawancara, dan observasi. Hasil penelitian yang diperoleh selama dua pertemuan adalah pembelajaran IPA di sekolah kurang memfasilitasi literasi sains siswa. Profil literasi sains siswa diperoleh dengan menggunakan teknik pesentase pada setiap aspek domain kompetensi dan pengetahuan. Pada domain kompetensi, ketercapaian siswa sebesar 57,94% untuk aspek menjelaskan fenomena ilmiah (K1); 37,91% mengevaluasi dan merancang penelitian ilmiah (K2); serta 57,91% untuk menginterpretasikan data dan bukti ilmiah (K3). Sedangkan pada domain pengetahuan, ketercapaian siswa sebesar 60,16% untuk konten; 60,99% prosedural; dan 29,95% untuk epistemik. Maka dapat disimpulkan bahwa ketercapaian literasi sains siswa cukup rendah terutama pada kompetensi K2 dan pengetahuan epistemik. Sehingga diperlukan rancangan pembelajaran yang dapat memfasilitasi literasi sains siswa.
Keywords
Literasi sains, framework PISA 2015, cross-secsional
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Sanny Suryanty Silaban
Institutions
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Telah dilakukan penelitian pengembangan media simulasi virtual pada pembelajaranfisika, guna meremediasi miskonsepsi pada konsep Perubahan Wujud Zat. Media simulasi virtual dapat digunakan untuk memvisualisasikan fenomena Perubahan Wujud Zat yang bersifat mikroskopis dan tidak dapat dilihat dengan pengamatan langsung. Pada penelitian ini, media simulasi virtual diaplikasikan pada model pembelajaran ECIRR (Elicit, Confront, Identify, Resolve, Reinforce). Media simulasi virtual digunakan pada tahapan Resolve untuk meremediasi miskonsepsi siswa. Penelitian ini dilakukan pada salah satu SMA di Bandung Barat dengan metode campuran (mix method) kualitatif-kuantitatif. Sampel penelitian ditentukan dengan purposive sampling, dengan kriteria yang dijadikan sebagai sampel adalah siswa yang mengalami miskonsepsi pada materi Perubahan Wujud Zat. Dari perbandingan rata-rata N-Gain yang dinormalisasi dan kuantitas miskonsepsi sebelum dan sesudah penggunaan media simulasi virtual pada siswa yang mengalami miskonsepsi, dapat disimpulkan bahwa pengembangan media simulasi virtual dapat meremediasi miskonsepsi siswa pada materi PerubahanWujud Zat.
Keywords
Pengembangan, Media Simulasi Virtual, Pengubahan Konsepsi, Perubahan Wujud Zat
Topic
Physics
Corresponding Author
Wahyuni Andariwulan
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Salah satu pemanfaatan Efek Kacang Brazil (EKB) yang terkenal adalah pemisahan butiran atau segregasi pada campuran yang terdiri dari dua jenis karakteristik butiran. Perbedaan karakteristik tersebut dapat berupa perbedaan massa, massa jenis, ukuran, dan bentuk. Percobaan yang dilakukan oleh Stephan Ulrich, et al menggunakan dua jenis butiran yang berbeda ukuran sim 1.7/1.0 menunjukkan bahwa saat diberi getaran luar, butiran yang diameternya lebih besar dapat bergerak ke atas saat melalui tengah-tengah wadah. Sedangkan di dekat dinding wadah, terjadi pergerakan butiran kecil menuju ke bawah. Eksperimen yang kami lakukan bertujuan untuk menganalisis interaksi antar butiran yang berbeda ukuran melalui penyusunan butiran pada kondisi awal. Telah dilakukan penyusunan kondisi awal sebelum sistem digetarkan arah vertikal. Pertama membentuk dua lapisan dengan butiran besar di bawah, yang kedua lapisan butiran besar-kecil-besar-kecil. Kedua kondisi ini diaplikasikan dalam arah vertikal dan horizontal sehingga totalnya menjadi empat jenis kondisi awal. Terlihat bahwa saat digetarkan, butiran kecil seolah-olah mengitari butiran besar terlebih dahulu sebelum kondensasi di dasar wadah.
Keywords
efek kacang brazil, segregasi
Topic
Fisika Sistem Kompleks
Corresponding Author
Kartika A Putri
Institutions
ITB
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mencari Pasangan (MAKE A MATCH) terhadap hasil belajar siswa dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mencari Pasangan (MAKE A MATCH) dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan pembelajaran konvensional. Populasi berupa seluruh siswa kelas XI IA SMA Negeri 1 Stabat sebanyak 4 kelas. Pengambilan sampel penelitian diambil secara purposive sampling yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Masing-masing kelas berjumlah 32 siswa. Pada kelas eksperimen dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Mencari Pasangan (MAKE A MATCH) dan pada kelas kontrol dengan model konvensional. Hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung > ttabel yaitu 7,21 > 2,00 pada taraf signifikasi α = 0,05 dan db = 58. Hal ini berarti Ha diterima yang berarti ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan (MAKE A MATCH) terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan sistem reproduksi di kelas XI SMA negeri 1 Stabat Tahun Pelajaran 2011/2012.
Keywords
Make A Match, Hasil Pembelajaran
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Gouwanda Aji Wandana
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Dewasa ini, kebanyakan penelitian hanya fokus pada media, metode, dan model pembelajaran, namun kurang memperhatikan konten dari materi yang akan diajarkan. Sehingga, kurang memperhatikan kesulitan-kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran. Konsep hukum kekekalan momentum sudut merupakan materi fisika yang dianggap sulit oleh siswa karena mereka tidak mampu memahami konsep, memasukkan variabel kedalam persamaan, melakukan perhitungan matematis, dan memberikan analisis pemanfaatan hukum kekekalan momentum sudut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari desain didaktis terbaik untuk konsep hukum kekekalan momentum bagi siswa SMA kelas XI berdasarkan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa. Desain didaktis awal disusun berdasarkan hasil TKR (Tes Kemampuan Responden) pada kelas XII dan implementasi desain dilakukan di kelas XI. Penelitian dilakukan pada sekolah yang sama, dengan asumsi bahwa siswa-siswi setiap tingkatan kelas dalam sekolah tersebut memiliki kemampuan belajar yang relatif sama. Setelah dilakukan dua kali implementasi desain dan tiga kali revisi desain, hasil menunjukkan adanya penurunan kesulitan-kesulitan belajar siswa dan didapatlah desain didaktis akhir yang dapat digunakan oleh para guru sebagai pedoman ataupun referensi dalam pembelajaran konsep hukum kekekalan momentum sudut di kelas.
Keywords
Kesulitan Belajar, Hukum Kekekalan Momentum Sudut, Desain Didaktis.
Topic
Pembelajaran
Page 500 (data 14971 to 15000 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats