Page 505 (data 15121 to 15150 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Sparisoma Viridi
Institutions
Prodi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Sejumlah butiran dua dimensi dalam pengaruh dua gaya sentral yang perlahan ditarik menjauh menunjukkan fenomena yang menarik. Untuk selang penarikan yang cukup lambat sehingga semua butiran memiliki waktu untuk menata ulang konfigurasinya, diamati bahwa konfigurasi HCP-2d (two-dimension hexagonal closed-packed)selalu terpenuhi. Untuk itu selang waktu penarikan dipilih 100 kali waktu relaksasi sistem. Bentuk sistem yang dispesifikasi oleh butiran-butiran terluar sistem dilaporkan sebagai fungsi dari posisi awal gaya sentral sebelum terpisah.
Keywords
butiran dua-dimensi, pakcing, gaya sentral
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
richard cahyadi
Institutions
Bandung Institute of Technology
Abstract
Keywords
Node MCU, IoT, Sensor
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Hasby Hasby
Institutions
Mahasiswa Program Studi Magister Pengajaran Kimia ITB
*Dosen Kelompok Keahlian Kimia Fisik Program Studi Kimia ITB
Mahasiswa Program Studi Magister Kimia ITB
Abstract
Reaksi isomerisasi HOCN-HNCO merupakan reaksi yang sederhana, namun reaksi ini memiliki dua jalur reaksi. Kedua jalur reaksi tersebut adalah pergeseran 1,3-H dan dalam pergeserannya terjadi proses yang kompleks. Proses tersebut banyak mengandung informasi fundamental dari aspek struktur dan sifat elektronik, termodinamika, dan kinetika. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari reaksi isomerisasi HOCN-HNCO dilihat dari aspek struktur dan sifat elektronik, termodinamika, dan kinetika melalui studi komputasi ab initio. Hasil pembelajaran reaksi isomerisasi melalui studi komputasi ini kemudian dikembangkan kedalam bentuk modul praktikum. Modul praktikum ini menjelaskan bagaimana tahap-tahap dalam melakukan pemodelan komputasi secara ab initio, sampai dengan analisis dasar untuk mendapatkan parameter termodinamik dan kinetik untuk dibandingkan dengan eksperimen. Modul praktikum ini diharapkan dapat membantu siswa/mahasiswa mengetahui fenomena-fenomena dalam reaksi kimia, yang tidak dapat dijelaskan secara eksperimen. Studi komputasi ab initio ini menggunakan pendekatan teori DFT, fungsional B3LYP, dan basis set 6-31(d). Hasil perhitungan komputasi menunjukkan bahwa struktur HNCO (produk) lebih stabil dibandingkan dengan reaktan. Hal ini sesuai dengan nilai energi bebas Gibbs reaktan dan produk secara berturut-turut -168,611 hartree dan -168,657 hartree yang dihitung basis set B3LYP/6-31G(d). Secara termodinamika dan kinetika jalur reaksi melalui (TS1) lebih disukai dibandingkan jalur reaksi melalui TS2. Energi pengaktifan (Ea) untuk TS1 dan TS2 berturut-turut 248,746 kJ/mol dan 452,002 kJ/mol.
Keywords
isomerisasi, DFT, jalur reaksi, Ab initio
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Niken Sekar Asih
Institutions
Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
Abstract
Energi panas bumi merupakan energi panas yang berasal dari dalam bumi yang ditandai dengan adanya manifestasi permukaan. Metode geofisika mempunyai peranan penting dalam tahapan eksplorasi di daerah yang berpotensi ditemukannya sumber energi panas bumi, yaitu untuk merekontruksikan dimensi dari anomali yang berasosiasi pada daerah penelitian. Daerah penelitian ini berada di daerah Gunung Tangkuban Perahu dan sekitarnya. Salah satu metode geofisika yang digunakan adalah metode gravitasi dengan besaran fisika yang didapatkan adalah harga percepatan gravitasi daerah prospek panas bumi tersebut. Respon gravitasi yang terukur berbeda disetiap titik pengukurannya, hal tersebut disebabkan oleh adanya anomali gravitasi bawah permukaan. Untuk melihat bentuk anomali gaya berat tersebut digunakan pemodelan kedepan. Dalam tulisan ini pemodelan kedepan dilakukan dengan software MATLAB sehingga dapat dilihat struktur bawah permukaan daerah penelitian.
Keywords
Densitas, Energi Panas bumi, Gaya Berat, Pemodelan Kedepan.
Topic
Physics
Corresponding Author
MOHAMAD FAHMI
Institutions
PENDIDIKAN BIOLOGI UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar siswa pada materi keanekaragaman hayati menggunakan metode resitasi dengan pembelajaran konvensional, pengaruh penggunaan metode resitasi dan untuk mendeskripsikan respon siswa pada materi keanekaragaman hayati menggunakan metode resitasi. Hipotesis penelitian ini adalah metode resitasi berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada materi keanekaragaman hayati. Pada penelitian ini digunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di kelas VII SMPN 17 Kota Bandung. Populasi 10 kelas, diambil dua kelas untuk sampel sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah siswa masing-masing kelas 36 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes kognitif sebanyak 20 soal pilihan ganda dan angket. Data penelitian dianalisis dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji t, dan uji Mann-Whitney. Rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran dengan menggunakan metode resitasi sangat baik (87,36), peningkatan hasil belajar (N-Gain) sedang (0,63). Pada kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional sangat baik (82,73), peningkatan hasil belajar (N-Gain) sedang (0,59). Hasil uji t nilai posttest kelas eksperimen dan kontrol diperoleh thitung 2,89 > ttabel 2,36. Hasil uji Mann-Whitney untuk nilai N-Gain diperoleh Zhitung 7,89 > Ztabel 1.65 pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis angket menunjukan respon siswa kuat terhadap pembelajaran dengan metode resitasi (80,34%) dan respon siswa terhadap pembelajaran konvensional kuat (77,03%). Dapat disimpulkan bahwa metode resitasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada materi keanekaragaman hayati.
Keywords
metode resitasi, keanekaragaman hayati, hasil belajar, analisis dan N-Gain.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Ahzab Sandi
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Hidroponik merupakan salah satu metode bercocok tanam yang cukup populer belakang ini sebagai alternatif bercocok tanam dibandingkan metode konvensional. Dengan mengatur kandungan nutrisi pada sistem hidroponik, petani dapat melakukan suatu rekayasa tanaman untuk meningkatkan hasil pertaniannya dimana parameter suhu, derajat keasaman (pH) dan konduktivitas listrik (EC) menjadi tiga faktor penting dalam hal ini. Sayangnya untuk skala perkebunan yang besar, pemantauan ketiga parameter ini cukup memakan waktu dan membutuhkan biaya dalam pelaksanaannya. Sehingga dalam penelitian ini dilakukan suatu rancangan sistem sensor untuk melakukan pemantauan ketiga parameter ini dimana hasil pantauan dapat diakses secara cepat kapanpun dan dimanapun. Dengan mengadopsi sistem Internet of Things (IoT), data hasil pengukuran dapat diakses oleh petani pada suatu website ataupun dikirim langsung ke telepon seluler sehingga didapatkan data real time yang dapat dipantau dari jarak jauh. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sistem sensor yang telah dibuat cukup akurat untuk melakukan pemantauan pada parameter suhu, derajat keasaman (pH), ataupun konduktivitas listrik (EC) pada larutan pupuk hidroponik, sedangkan untuk kondisi lingkungan yang ekstrim, masih dibutukan suatu improvisasi pada sistem ini.
Keywords
Derajat Keasaman (pH), Hidroponik, Internet of Things (IoT), Konduktivitas Listrik (EC), Sistem Sensor, Suhu.
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
Erwin Randjawali
Institutions
a) Universitas Wira Wacana
*erwinrandjawali[at]gmail.com
b) Sekolah Tinggi Teknologi Bandung
robiriu[at]gmail.com
Abstract
Pembelajaran Fisika Dasar akan menjadi lebih menarik apabila tidak hanya disajikan secara teori namun juga disertai dengan simulasi-simulasi yang berkaitan dengan topik yang diajarkan. Salah satu topik yang diajarkan dalam Fisika Dasar adalah gerak benda yang dilepaskan horizontal dan gerak benda yang dijatuhkan secara vertikal dari ketinggian tertentu. Topik ini dapat disimulasikan dengan menggunakan banyak aplikasi, salah satunya adalah aplikasi Microsoft Excel. Program simulasi benda yang dilepas horizontal dan benda yang dijatuhkan vertikal ini dibuat dengan menggunakan VBA yang terdapat pada Microsoft Excel dengan menggunakan metode numerik dan kemudian hasil tersebut dibandingkan dengan hasil yang diperoleh secara analitik. Tujuan pembuatan simulasi ini adalah untuk menunjukkan ramalan Galileo bahwa sebuah benda yang dilepaskan secara horizontal dari ketinggian tertentu akan menyentuh lantai dalam waktu yang sama dengan benda yang jatuh vertikal pada ketinggian yang sama, dan sekaligus menghasilkan sebuah media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran Fisika Dasar.
Keywords
VBA, gerak benda jatuh vertikal, gerak benda dilepas horizontal
Topic
Physics
Corresponding Author
Tika Resti Pratiwi
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian bertujuan meningkatkan sikap ilmiah melalui pembelajaran IPA terpadu tipe integrated. Konsep perubahan dipilih sebagai tema keterpaduan konten IPA Biologi, Fisika, dan Kimia SMP seperti perubahan materi, perubahan suhu, metabolisme, fotosintesis, kalor. Sedangkan sikap ilmiah dipilih sebagai keterpaduan sikap. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen yang menggunakan desain non-equivalent pretest and posttest control group. Subyek penelitian terdiri atas 70 siswa kelas 7 SMP di Kabupaten Cilacap yang terbagi kedalam dua kelas. Pengukuran Sikap ilmiah menggunakan performance checklist selama kegiatan eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain, uji t, dan uji Mann Withney. Analisis data menggunakan program IBM SPSS 22 statistics dan Microsoft Excell. Hasil uji N-Gain menunjukkan adanya peningkatan sikap ilmiah siswa kelas eksperimen sebesar 0,68 dengan kategori sedang dan kelas kontrol sebesar 0,29 dengan kategori rendah. Hasil uji t nilai N-Gain juga menunjukkan signifikansi Sig (2-Taliled) sebesar 0,00 yang berarti penolakan terhadap H0. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran IPA terpadu tipe integrated dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa.
Keywords
IPA terpadu, tipe integrated, sikap ilmiah, perubahan
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Kusharjanto Suhirman
Institutions
Jurusan Teknik Metalurgi Universitas Jenderal Ahmad Yani (UNJANI) Bandung
Abstract
Penelitian ini menginvestigasi pengaruh temperatur proses semi-solid casting untuk paduan magnesium AZ91D dalam upaya meningkat sifat mekanik untuk aplikasi struktur ringan. Dalam percobaan proses semi-solid casting ini divariasikan temperatur mulai dari 500, 510, 520, 530 dan 540C. Hasil pengujian kekerasan rata-rata tertinggi diperoleh adalah 64,4 HB pada temperatur 500C lebih tinggi dibanding dengan as-cast (bakalan) yaitu 42,56 HB (atau meningkat 33,9%). Peningkatan kekerasan terjadi karena adanya perubahan struktur mikro dari struktur dendritik menjadi butir yang globular, yang memiliki fasa α-Mg dan �-Mg17Al12. Bentuk butir bulat dan kecil yang tersebar merata dengan ukuran 40,08 �m diperoleh pada temperatur 500C dan ukuran 77,2 �m untuk 540C.
Keywords
paduan magnesium, semi-solid casting, kekerasan, struktur mikro.
Topic
Material
Corresponding Author
Habibi Abdillah
Institutions
Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Penggunaan air PDAM saat ini dihitung dengan menggunakan flowmeter konvensional yang menggunakan counter. Flowmeter ini hanya bisa memberikan data penggunaan volume air, tidak bisa memberikan data harga penggunaan air secara langsung. Pada studi ini, dirancang sebuah sistem monitoring aliran air menggunakan sensor aliran air elektronik. Data aliran diteruskan ke mikrokontroler dan diolah menjadi harga penggunaan air yang selanjutnya hasilnya ditampilkan di sistem antarmuka. Alat ini diharapkan bisa menjadi alat tambahan yang dapat memberikan informasi penggunaan air PDAM kepada pelanggan secara realtime, sehingga manajemen penggunaan air PDAM bisa lebih baik.
Keywords
Sensor, Aliran, Mikrokontroler
Topic
Physics
Corresponding Author
Mairizwan Mairizwan
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Energi matahari merupakan energi terbarukan yang memiliki prospek pengembangan yang besar. Salah satu pengembangan pada pemenenan energi matahari (cahaya) adalah dengan menggunakan sel surya. Sel surya merupakan suatu devais yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Proses pengubahan energi matahari menjadi energi listrik tergantung intensitas cahaya matahari yang diterima oleh sel surya, semakin besar intensitas matahari yang diterima sel surya maka daya yang dikeluarkan sel surya juga akan semakin besar.Intensitas matahari yang diterima sel surya sangat dipengaruhi oleh posisi sel surya terhadap matahari, daya terbesar sel surya berada pada posisi tegak lurus terhadap matahari. Posisi matahari yang berubah mengakibatkan daya yang dikeluarkan sel surya juga akan selalu berubah. Oleh karena itu, untuk menjaga daya keluaran sel surya selalu selalu pada kondisi maksimum maka dibuat sebuah sistem tracker untuk menggerakkan/ mengubah posisi sel surya agar selalu pada posisi tegak lurus terhadap matahari. Prinsip kerja dari sistem tracker ini adalah dengan mendeteksi posisi matahari menggunakan sensor cahaya photodioda. Informasi posisi matahari dari sensor ini diolah dalam mikrokontroler, sehingga sel surya dapat dikontrol setiap saat dengan posisi tegak lurus terhadap cahaya matahari. Berdasarkan data dan analisisnya maka dapat diketahui dua hasil penting yaitu ; pertama, sistem tracker sel surya ini dapat bekerja dengan baik mengikuti arah gerak matahari setiap saat. kedua, daya yang dihasilkan dari sel surya ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanpa sistem tracker sel surya.
Keywords
sel surya, Tracker, arduino
Topic
Instrumentasi (INS)
Corresponding Author
Topan Setiawan
Institutions
Mahasiswa Program Studi Magister Pengajaran Kimia
*Dosen Kelompok Keahlian Biokimia Program Studi Kimia
Institut Teknologi Bandung
Email Korespondensi: rukman[at]chem.itb.ac.id
Abstract
Mobile learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang melibatkan perangkat bergerak seperti telepon genggam dan tablet PC, dimana pembelajar dapat mengakses materi, arahan dan aplikasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Aplikasi mobile learning berbasis e-book interaktif ini dibuat dengan tujuan sebagai media pembelajaran struktur dan fungsi biomolekul dengan fokus tahap pengembangan awal pada materi struktur dan fungsi asam amino dan protein. Tahapan yang dilakukan dalam pembuatan aplikasi ini meliputi penyusunan materi, desain visualisasi materi, pengkodean, implementasi dan pemeliharaan. Penyusunan dan visualisasi materi didesain lebih menarik dan mudah dipahami oleh pengguna. Tahap pengkodean dilakukan dengan bahasa pemrograman Java dan Android. Konten aplikasi terdiri dari materi, tutorial, kuis dan petunjuk praktikum. Selain itu, aplikasi dilengkapi dengan halaman masuk bersandi, sehingga diperlukan tahap registrasi oleh pengguna untuk mendapatkan kode sandi agar dapat mengakses aplikasi, membaca materi, membaca prinsip dan prosedur dari praktikum yang berkaitan dengan materi, mengerjakan latihan-latihan, dan membaca info mengenai aplikasi. Aplikasi ini dapat digunakan oleh siswa maupun mahasiswa, dengan standar handphone berbasis android. Minimum versi android yang digunakan adalah versi android 2.1. Tampilan aplikasi bersifat user friendly dengan cara kerja yang mudah dan dapat diakses hanya dengan sentuhan jari. Konten materi disajikan dalam bentuk teks, gambar, slide, video animasi dan kuis-kuis sehingga lebih bersifat interaktif dibanding aplikasi e-book pada umumnya.
Keywords
mobile learning, mobile learning interaktif, struktur dan fungsi asam amino dan protein
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Raja Muda Pandapotan M Purba
Institutions
Laboratorium Fisika Bumi
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Momen Inersia adalah konsep teoretik (abstrak) untuk menggambarkan adanya kelembaman pada hukum dinamika Newton pada gerak rotasi. Dengan memilih massa silinder yang menggelinding pada bidang miring, keberadaan momen inersia dapat dibuktikan dan ditentukan besarnya yang dapat dibandingkan dengan rumus teoretiknya.
Keywords
momen inersia, menggelinding pada bidang miring, pengukuran empirik
Topic
Physics
Corresponding Author
Okky Fajar Tri Maryana
Institutions
1)Fisika Magnetik dan Fotonik, Departemen Fisika, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10, Bandung 40132, Jawa Barat
2)Program Profesi Psikologi Pendidikan, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia
Kampus UI, Depok, 16424, Jawa Barat
Abstract
Pemahaman terhadap faktor-faktor pembelajaran aktif mata pelajaran sains semakin diperlukan dunia pendidikan saat ini. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam mencapai penanaman karakter sekaligus transfer pengetahuan mata pelajaran sains kepada peserta didik, khususnya bidang studi fisika. Perihal tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah-sekolah dengan konsep inklusi yang sekarang mulai banyak mendapat perhatian oleh pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Sebuah konsep pendidikan sekolah yang ramah bagi semua anak. Penelitian melalui model pendekatan analogi fisis elektron ber-spin telah dilakukan pada rancangan pembelajaran aktif fisika di kelas inklusi dan telah berhasil didapatkan beberapa informasi penting. Kemudian, dengan menggunakan metode analitik Effective Medium Approximation didapatkan faktor penting lain yang mempermudah munculnya pembelajaran aktif mata pelajaran fisika yaitu berkaitan dengan posisi duduk siswa di kelas.
Keywords
fisika, effective medium approximation, elektron, pembelajaran aktif, sekolah inklusi
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Nia Nurhayati
Institutions
a) Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Pengetahuan mengenai lokasi terjadinya gerakan tanah sangat dibutuhkan dalam kajian mitigasi bencana pergerakan tanah, khususnya pada daerah rawan yang berpotensi terjadinya longsor seperti di daerah Desa Cihideung Kecamatan Parongpong Kab. Bandung Barat yang dapat mengakibatkan jalur transportasi terhambat dikarenakan tertutupi oleh longsoran. Penelitian ini menerapkan metode geofisika Geolistrik Resistivitas konfigurasi Wenner untuk mengidentifikasi penampang bawah permukaan. Pengukuran resistivitas batuan dilakukan dengan tiga lintasan menggunakan alat Naniura NRD 22 S. Berdasarkan kondisi geologis serta hasil pengukuran geolistrik resistivitas yang telah dilakukan, lapisan tanah di wilayah desa Cihideung diinterpretasi sebagai pasir tufaan dan lempung dengan resistivitas berturut turut yaitu 253Ωm - 2776Ωm dan 23,1Ωm-1250Ωm Interpretasi 2D resistivitas pada lintasan 2 menunjukkan adanya bidang gelincir berbentuk cekung dengan kemungkinan bergerak secara rotasi dengan kemiringan bidang 14�. Sesuai dengan penampang 3D yang diperoleh, bidang gelincir berbentuk cekung juga terdapat pada bagian tengah lintasan yang mengarah ke timur. Dengan kondisi tanah, kemiringan serta letak lokasi penelitian yang berada �5m diatas pemukiman dan jalan raya Parongpong, menjadikan wilayah desa Cihideung wilayah yang berpotensi longsor.
Keywords
longsor; bidang gelincir; resistivitas; konfigurasi wenner
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Geby Saputra
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Perpindahan panas pada fluida yang terjadi karena adanya perbedaan densitas fluida, seperti yang terdapat di dalam sistempendingin reaktor nuklir, disebabkan oleh perbedaan temperatur pada fluida, merupakan contoh sistem pendingin secara alami. Untuk mengamati fenomena ini, kami melakukan pemodelan dan eksperimen. Pemodelan dan eksperimen dilakukan untuk mengetahui persebaran temperatur sistem sirkulasi dan untuk mengetahui pengaruh ketinggian dan perbedaan temperatur terhadap kecepatan aliran fluida. Pada sistem sirkulasi terdapat pemanas pada bagian bawah dan pendingin pada bagian atas. Hasil pemodelan berupa gambar distribusi temperatur fluida di dalam sistem sirkulasi, grafik kecepatan fluida terhadap ketinggian sistem sirkulasi, dan grafik kecepatan fluida terhadap perbedaan temperatur pemanas dengan pendingin.
Keywords
Sirkulasi alami, temperatur dan kecepata fluida
Topic
Physics
Corresponding Author
Uswatun Khasanah
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian tentang diagnosis konsep listrik statis dilatarbelakangi oleh banyaknya mahasiswa Pendidikan Fisika yang mengalami miskonsepsi dan tidak paham konsep berdasarkan kajian di dunia internasional dan Indonesia. Untuk mendiagnosis konsepsi mahasiswa calon guru terkait konsep listrik statis menggunakan Tes Konsep Listrik Statis (TKLS) dengan format Tes Pilihan Ganda Respon Terbuka. Sampel penelitian dilakukan terhadap 19 mahasiswa calon guru Fisika. Survey dilaksanakan pada semester Genap Tahun Akademik 2014/2015 di salah satu Program Studi Pendidikan Fisika LPTK di Jawa Barat. Berdasarkan survey tersebut didapatkan data miskonsepsi, konsep benar, dan tidak paham konsep. Reliabilitas TKLS yaitu 0,7 dan validitasnya 0,54. Penelitian survey ini akan menjadi dasar pijakan peneliti atau penelitian pendahuluan bagi peneliti untuk melakukan penelitian lanjut.
Keywords
Konsepsi, Listrik Statis, TKLS, Tes Pilihan Ganda Respon Terbuka
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Ermayanti Ermayanti
Institutions
(a) Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia & Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unsri. Jalan Raya Palembang- Prabumulih Inderalaya, Ogan Ilir 30662
(b) Departemen Pendidikan Biologi FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. Jalan Dr. Setiabudhi No 229 Bandung.
Abstract
Penelitian Research and Development ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan berpikir logis mahasiswa setelah proses pembelajaran anatomi tumbuhan berbasis framing. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Biologi pada sebuah Universitas Negeri di Sumatera Selatan. Subyek penelitian terdiri atas 35 orang mahasiswa semester III, yang mengambil mata kuliah anatomi tumbuhan. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir logis, TOLT (Test of Logical Thinking). Sementara framing yang dikembangkan merupakan hasil judgment pakar. Framing diberikan dalam bentuk pertanyaan, kalimat pengarah dan juga pemberian worked examples. Kemampuan berpikir logis yang diukur dalam penelitian ini meliputi: (1) penalaran proporsional; (2) pengendalian variabel, (3) penalaran probabilitas, (4) penalaran korelasional, dan (5) penalaran kombinatorial. Data yang didapatkan diolah dengan menghitung rata-rata dan persentase (%) pada setiap indikator berpikir logis. Hasil TOLT dikelompokkan ke dalam kategori operasi konkret, transisional dan formal, untuk melihat persentase tingkat kemampuan intelektual mahasiswa sebelum dan setelah proses pembelajaran anatomi tumbuhan berbasis framing. Rata-rata persentase kemampuan penalaran mahasiswa sebelum dan setelah pembelajaran berbasis framing secara berurutan yaitu: 1. penalaran poporsional (0,05) dan (42,86); 2. pengendalian variabel (0,04) dan (32,86), 3. penalaran probabilitas (0,11) dan (27,14), 4. penalaran korelasioal (0,10) dan (45,71), dan 4. penalaran kombinatorial (0,3) dan (41,43). Pembelajaran anatomi tumbuhan berbasis framing meningkatkan perkembangan intelektual mahasiswa dengan persentase tiap kelompok sebelum dan sesudah pembelajaran yaitu: konkret dari 60% menjadi 20%, transisional dari 31% menjadi 40% dan formal dari 9% menjadi 40%. Dapat disimpulkan bahwa framing pada pembelajaran anatomi tumbuhan meningkatkan kemampuan berpikir logis mahasiswa.
Keywords
berpikir logis,framing, anatomi tumbuhan
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Qoniti Amalia
Institutions
ITB
Abstract
Indonesia memiliki penduduk usia produktif mencapai 44,89% dari jumlah total penduduk sehingga berimplikasi pada masalah produktivitas tenaga kerja. Sektor industri pengolahan merupakan salah satu sektor yang banyak menyerap tenaga kerja sehingga informasi distribusi produktivitas tenaga kerja diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai seberapa besar permintaan tenaga kerja untuk meningkatkan hasil produksi. Untuk menganalisis distribusi produktivitas tenaga kerja digunakan konsep temperatur negatif distribusi Boltzmann. Konsep temperatur negatif menjelaskan bahwa lebih banyak partikel yang terdistribusi pada energi yang lebih tinggi dibandingkan partikel yang terdistribusi pada keadaan energi yang lebih rendah. Semakin tinggi tingkat produktivitas tenaga kerja, semakin banyak tenaga kerja yang menempati tingkat produktivitas tersebut. Untuk mengetahui distribusi tenaga kerja Indonesia untuk sektor industri pengolahan digunakan data tenaga kerja dan produktivitas tenaga kerja industri besar dan sedang tahun 2008-2013, industri mikro serta industri kecil tahun 2010-2015. Dengan menerapkan konsep temperatur negatif diperoleh gambaran mengenai seberapa besar tenaga kerja yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas serta informasi mengenai golongan industri yang membutuhkan tenaga kerja yang banyak untuk meningkatkan hasil produksi.
Keywords
industri, produktivitas, tenaga kerja
Topic
Physics
Corresponding Author
Dimas Praja Purwa Aji
Institutions
a) Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*dmspraja2105[at]gmail.com
Abstract
Dalam pengamatan efek kacang brazil dua dimensi (EKB 2-D), untuk membantu menganalisa fenomena yang terjadi adalah dengan mengamati keadaan granular bed dan intruder tiap saatnya. Untuk mengamatinya, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengambil gambar sistem EKB 2-D tiap saatnya. Namun, dari gambar tersebut masih diperlukan pengolahan selanjutnya agar didapat data kuantitatif sehingga bisa didapatkan gambaran fenomena EKB 2-D yang terjadi. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah piranti lunak yang menampilkan data kuantitatif hasil digitasi posisi granular bed maupun intruder EKB 2-D dari gambar percobaan. Tulisan ini dibuat sebagai dokumentasi pengembangan piranti lunak yang telah dibuat dalam digitasi posisi granular bed maupun intruder EKB 2-D. Pengembangan piranti lunak tersebut dimaksudkan untuk memudahkan pengguna yang ingin mencoba menganalisa data gambar hasil percobaan EKB 2-D.
Keywords
Digitasi; Efek Kacang Brazil Dua Dimensi; Piranti Lunak; Posisi; Web Browser
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
Iis Nawati
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang �Konsistensi Konsepsi Siswa Melalui Penerapan Model Interactive Lecture Demonstration Pada Materi Gelombang Mekanik�. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang konsistensi konsepsi sebagai efek dari penerapan model Interactive Lecture Demonstration dalam materi gelombang mekanik. Penelitian ini menggunakan metode pre experimental dengan one group posttest design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII pada salah satu SMA di kota Cimahi dan sebagai sampel penelitian adalah para siswa pada satu kelas yang dipilih secara acak kelas dari enam kelas yang tersedia. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes konsepsi gelombang mekanik yang berbentuk three-tier test dan lembar observasi keterlaksanaan model Interactive Lecture Demonstration. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsistensi konsepsi siswa untuk konsep faktor-faktor yang mempengaruhinya cepat rambat gelombang tali sebesar 0,48 dengan kategori tidak konsisten, konsep periode gelombang tali sebesar 1,16 dengan kategori tidak konsisten, konsep frekuensi gelombang tali sebesar 0,84 dengan kategori tidak konsisten, konsep frekuensi pada dawai sebesar 1,28 dengan kategori cukup konsisten dan konsep panjang gelombang pada dawai sebesar 0,76 dengan kategori tidak konsisten.
Keywords
Model Interactive Lecture Demonstration, Konsistensi Konsepsi
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Dicky Zulfikridin
Institutions
a) Program Studi Pengajaran Fisika, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia
* dicky.zulfikridin[at]gmail.com
b) Kelompok Keahlian Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Pada era ini, perkembangan dan penggunaan alat ukur suhu menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Agar menghasilkan pengukuran yang benar dan tertelusur, maka perlu dilakukan studi mengenai kalibrasi dan pengujian terhadap kebenaran hasil pembacaan alat ukur suhu tersebut. Alat-alat ukur suhu umumnya sudah banyak diketahui dan digunakan, namun tidak banyak yang mengetahui cara kalibrasi alat ukur suhu tersebut. Studi pengujian diperlukan sebagai salah satu usaha awal untuk melindungi kepentingan konsumen dalam hal kebenaran ukuran. Studi ini didasarkan pada pengujian alat ukur suhu yaitu Termokopel tipe�S dengan menganalisis karakteristik statik hubungan antara tegangan dan suhu pada titik pengujian antara titik 10 derajat Celcius sampai dengan 100 derajat Celcius dengan kenaikan setiap 10 derajat Celcius. Pengujian karakteristik standar suhu termokopel tipe-S dilakukan dengan menggunakan konsep kalibrasi termokopel melalui metode Interpolasi. Pengujian dilakukan dengan mengukur nilai GGL tegangan yang timbul pada saat Hot Junction Termokopel tipe-S dimasukkan ke dalam Micro-Bath dengan suhu yang telah diketahui. Perhitungan nilai tegangan pada termokopel tipe-S dilakukan dengan menambahkan nilai tegangan yang terukur pada Hot Junction dan tegangan pada Cold Junction yang merupakan hasil konversi suhu ke tegangan menggunakan interpolasi referensi tabel tegangan. Analisis model matematis menggunakan persamaan orde ketiga yang menghubungkan nilai antara suhu dan tegangan digunakan untuk mengetahui nilai sebenarnya dari termokopel tipe-S sehingga dapat diketahui kelas akurasi dari termokopel tersebut dan mengetahui sejauh mana model matematis dapat digunakan untuk menggambarkan karakteristik termokopel tersebut.
Keywords
Termokopel tipe-S; Kalibrasi; Metode Interpolasi
Topic
Physics
Corresponding Author
Mohamad Amin
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Perubahan wujud zat adalah perubahan dari satu fase benda ke keadaan wujud zat yang lain. Perubahan wujud zat karena peristiwa pelepasan dan penyerapan kalor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen untuk merancang dan membuat sebuah bejana untuk proses perubahan wujud zat, mengetahui lama waktu yang diperlukan untuk meleburkan plastik didalam bejana dengan panas yang konstan, dan mengetahui temperatur maksimum yang diperlukan untuk meleburkan seluruh plastik dalam bejana. Eksperimen ini menggunakan gelas plastik yang dipanaskan didalam bejana proses perubahan wujud dimana untuk tekanan didalam bejana diukur dengan menggunakan manometer dan suhu didalam bejana diukur dengan menggunakan termokopel. Dalam eskperimen ini telah berhasil dibuat satu unit bejana proses perubahan wujud zat. Dengan menggunakan bejana perubahan wujud zat ini diperoleh lama waktu yang diperlukan untuk meleburkan 0,5 Kg plastik didalam bejana dengan panas yang konstan yaitu (pm ) 120 menit, dan temperatur maksimum yang diperlukan untuk meleburkan seluruh plastik dalam bejana (250^0 C ). Hasil dari peleburan ini berupa cairan yang mudah terbakar, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu sumber energi alternatif.
Keywords
Alat Peraga Perubahan Wujud Zat, Energi Alternatif
Topic
Energi (ENG)
Corresponding Author
SIFA ALFIYAH
Institutions
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan set praktikum fluida dinamis sebagai media pembelajaran fisika SMA kelas XI yang mengintegrasikan kegiatan kelas dan laboratorium dalam pencapaian meningkatkan pemahaman materi ajar fluida dinamis kepada siswa. Penelitian dilakukan di SMA N 81 Jakarta, SMA N 89 Jakarta, dan SMA N 115 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan, metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada proses penelitian pengembangan Dick and Carey. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu (1) mengkaji tuntutan standar kurikulum 2013, (2) perancangan media dan pembuatan, uji keterbacaan atau uji skala kecil, pengembangan, dan uji tenaga ahli (3) tahap implementasi, diuji cobakan terhadap guru Fisika dan siswa SMA kelas XI kedalam kegiatan belajar mengajar. Instrumen penilaian menggunakan skala Likert. Hasil pengembangan set praktikum fluida dinamis menghasilkan alat yang terdiri dari tangki besar lubang kecil (TBLK) diameter lingkar dalam 0,8 cm dan 1,6 cm sebanyak lima lubang dengan variasi ketinggian, TBLK diameter lingkar dalam 0,8 cm dengan variasi sudut 20,5o dan 30o sebanyak lima lubang dengan variasi ketinggian, venturimeter dengan manometer yang berisikan fluida minyak, venturimeter tanpa manometer, bak tampung fluida besar, manual book dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Hasil uji set praktikum fluida dinamis terhadap tenaga ahli, guru, dan siswa memperoleh tingkat penilaian yang sangat baik yaitu berada pada rentang interpretasi skor 81-100%. Hasil uji pelaksanaan inkorporasi kegiatan kelas dan laboratorium di dalam pembelajaran menunjukan pengaruh positif terhadap pemahaman siswa.
Keywords
Set Praktikum Fluida Dinamis, Penelitian dan Pengembangan, Pembelajaran Fisika SMA Kelas XI.
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Rizky Maiza
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Kerucut merupakan bentuk unik yang mempunyai sifat istimewa dimana kerucut tersebut dibatasi oleh selubung berkas garis melalui satu titik dengan bidang datar memotong berkas. Sifat ini mudah terlihat pada kerucut dengan alas lingkaran dan proyeksi puncak tepat pada pusat lingkaran. Irisan pada kerucut akan menghasilkan alas bidang yang berbentuk lingkaran, ellips, hiperbola dan parabola. Menghitung volume irisan kerucut dapat menggunakan perumusan integral lipat, untuk mengukur luas selubungnya dengan cara pemakaian kertas milimeter block. Penggunaan model fisik irisan kerucut pada modul ini juga memberikan visualisasi keindahan, sehingga menarik untuk mempelajarinya. Selain menggunakan kalkulus, pengukuran volume kerucut dapat dilakukan berdasarkan hukum Archimedes.
Keywords
integral lipat, koordinat silinder, volume irisan kerucut, hukum Archimedes, luas selubung
Topic
Physics
Corresponding Author
Dini Afriansyah
Institutions
UPI
Abstract
Pentingnya Pendidikan Nilai dalam Pembelajaran Biologi Dini Afriansyah Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan materi Biologi bermuatan nilai untuk meningkatkan prestasi siswa dan sikap dengan menggunakan penelitian eksperimen. Proses pembelajaran ini merupakan bagian dari model pembelajaran sains yang terintegrasi, yang merupakan upaya inovatif dalam pendidikan. Metodologi pembelajaran yang yang menggunakan pendekatan nilai didasarkan pada pemahaman nilai-nilai praktek, sehingga pembelajaran yang memiliki beberapa nilai, yang memberikan penguatan untuk penguasaan konsep, dan nilai-nilai kehidupan lainnya termasuk kognitif, psikomotor, dan afektif. Tujuannya tidak hanya untuk meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga mengubah sikap siswa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran biologi dengan muatan lima nilai dapat meningkatkan penguasaan konsep pada materi Biologi, dan mengubah sikap siswa (kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol). Proses pembelajaran dapat mendukung pelaksanaan KURTILAS dan tujuan pendidikan nasional. Kata-kata kunci: Pembelajaran Sains, Biologi, Nilai, Sikap dan Hasil belajar
Keywords
Pembelajaran Sains, Biologi, Nilai, Sikap dan Hasil belajar
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Tiarawati -
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Saat ini buku pendamping yang berupa buku pintar, kumpulan rumus, kamus pintar, buku saku, dan sejenisnya menjadi hal yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk menunjang pembelajaran di sekolah. Diketahui data bahwa 80% dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang merupakan remaja berusia 15-19 tahun yang merupakan usia siswa yang aktif menggunakan android. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi ringkasan materi dan mind map materi fisika SMA yang dapat digunakan untuk smartphone berbasis android. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development, dengan model pengembangan Dick & Carey. Survey dilakukan terhadap beberapa aplikasi pembelajaran fisika berbasis android di Play Store, diketahui belum tersedia aplikasi mind map materi fisika SMA. Aplikasi yang dikembangkan dapat menunjukkan mind map berdasarkan tingkat kelas, pembagian materi disesuaikan dengan Kompetensi Dasar, serta dilengkapi pula dengan ringkasan materi.
Keywords
mind map, fisika sma, aplikasi android
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Laili Mardiana
Institutions
Program Studi Fisika Universitas Mataram
Abstract
Sungai merupakan salah satu sumber daya alam yang keberadaannya sangat diperlukan oleh masyarakat. Yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan mempermudah aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini bukan lagi dapat dipandang secara positif, karena masyarakat cendrung menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan limbah dan sampah. hal ini sangat kontradiktif dengan kebutuhan masyarakat akan sungai dalam aktifitas sehari-hari yaitu mandi, cuci, kakus. Kondisi lain yaitu peningkatan aktivitas masyarakat yang demikian tidak diikuti oleh proses monitoring yang bergantung waktu. pengukuran kualitas air sungai masih bersifat konvensional, tidak periodik dan informasi masih bersifat diskrit. Oleh sebab itu dibuat sistem alat ukur untuk mengukur daya hantar listrik yang berbasis SMS Gateway. Daya Hantar listrik (DHL)Merupakan salah satu parameter Fisis yang dapat dijadikan indikator kualitas air sungai. sistem alat ukur ini terdiri dari sensor EC Meter sebagai piranti yang mengukur variabel DHL, mikrokontroller Atmega 328 sebagai sistem pengendali, GSM Sheild sebagai pengirim informasi dari hasil pengukuran melalui jaringan GSM dan Datalogger sebagai sistem penyimpan data pada SD card. Dilakukan kalibrasi terhadap sensor yaitu dengan membandingkan dengan EC Meter standar sehingga diperoleh galat relatif rata-rata sebesar +/- 3% dan memiliki selisih koefisien determinasi sebesar 0,002%, sensitivitas sensor sebesar (uS/cm)/mV. sistem pengiriman informasi DHL dapat dikirimkan melalui SMS pada jaringan GSM. dapat disimpulkan bahwa sistem alat ukur DHL dapat bekerja dengan performa baik, sistematis dan periodik.
Keywords
Daya Hantar Listrik, Kualitas Air Sungai, Sistem Alat Ukur, SMS Gateway
Topic
Physics
Corresponding Author
Maryam Musfiroh
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Pendidikan karakter telah menjadi wacana yang hangat dibicarakan oleh para pakar pendidikan. Pasalnya, kasus-kasus moral yang sering terjadi pada beberapa siswa sekolah menengah pertama, khususnya di kota Bandung, disebabkan oleh pendidikan yang hanya menekankan pada aspek kognitif saja dengan mengabaikan penanaman karakter di dalamnya. Penelitian kualitatif dengan metode survey crossectional terhadap 40 siswa SMP kelas 9 di Kota Bandung telah memberikan suatu pola hubungan antara tipe kecerdasan siswa berdasarkan angket identifikasi kecerdasan majemuk yang diadaptasi dari model Howard Gardner dengan karakter siswa yang diukur melalui Tes Dilema Moral pada kasus gunung meletus. Pola tersebut menghasilkan siswa dengan kecerdasan Verbal-Linguistik; Logis-Matematis memiliki karakter tinggi pada Moral-Knowing. Siswa dengan kecerdasan Visual-Spasial; Musikal; dan Intrapersonal memiliki karakter tinggi pada Moral-Feeling. Sedangkan untuk Moral-Action, tingkatan tertinggi dimiliki oleh kelompok siswa dengan kecerdasan Kinestetik; Interpersonal; dan Naturalis.
Keywords
Kecerdasan Majemuk, Karakter, dan Tes Dilema Moral (TDM).
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Diba Efriza Mahanti
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jl. Rawamangun Muka, Jakarta 13220, Indonesia
*dibaefrizamahanti[at]gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Media Belajar Pengayaan Elektronik Berbasis Android dalam Materi Optik sebagai media pembelajaran fisika untuk siswa SMA. Pengembangan media belajar pengayaan elektronik pada materi optik yang berbasis android diperlukan untuk mengatasi kurang aplikatifnya buku teks siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R & D) yang merujuk pada penelitian dan pengembangan ASSURE (Analyze learner; State objective; Select method, media and materials; Utilize media and materials; Required learner participation; Evaluate and revise). Telah dilakukan analisis kebutuhan pada 90 siswa kelas X SMA di Jakarta dengan hasil lebih dari 75% menunjukkan bahwa siswa membutuhkan buku penunjang yang memudahkan mereka untuk belajar melalui smartphone yang mereka akses. Survey yang dilakukan di play store menunjukkan bahwa belum tersedianya media belajar yang berisi materi pengayaan optik untuk SMA. Oleh karena itu, ditetapkan media belajar pengayaan fisika pada materi optik yang ditunjang dengan animasi dan video.
Keywords
media belajar pengayaan, optik, aplikasi android
Topic
Pembelajaran
Page 505 (data 15121 to 15150 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats