Indonesia Conference Directory


<< Back

Search Abstract

Page 504 (data 15091 to 15120 of 15932) | Displayed in 30 data/page

Penggunaan Gelembung Udara Berukuran Mikro-nanometer Untuk Mencegah Pembusukkan Ikan Segar
Donn Richard Ricky dan Gladys Faransia Djo

Show More

Corresponding Author
Gladys Faransia Djo

Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kol. Masturi No. 288, Prongpong, Bandung Barat 40559
e-mail: faransiagladysdjo[at]gmail.com

Abstract
Di dalam paper ini, pencegahan pembusukkan ikan segar dengan menggunakan gelembung udara berukuran mikro-nanometer akan dijelaskan. Beragam lamanya waktu pemberian gelembung udara berukuran mikro-nanometer yaitu 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4jam, 5 jam, 6 jam, 7 jam, dan 8 jam, digunakan. Variasi lamanya waktu pemberian gelembung dilakukan untuk menurunkan koloni bakteri. Diperoleh bahwa lamanya waktu pemberian gelembung udara berukuran mikro-nanometer yang dapat menurunkan koloni bakteri secara optimum adalah 7 jam. Pembusukkan ikan segar harus diatasi karena kebutuhan masyarakat akan nutrisi dalam ikan segar cukup tinggi dan membantu nelayan untuk menyuplai ikan dalam keadaan segar kepada konsumen.

Keywords
Gelembung Udara Berukuran Mikro-nanometer, Pembusukkan, Ikan segar

Topic
Lain-lain

Link: https://ifory.id/abstract/EcnLUWY8BGad


Pembelajaran Fisika Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Dan Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Kinematika Fluida
Maria Ursula Jawa Mukin

Show More

Corresponding Author
Maria Ursula Jawa Mukin

Institutions
FKIP FISIKA, Universitas Katolik Widya Mandira

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif pan pemahaman konsep siswa yang mendapatkan model pembelajaran berbasis proyek dan model konvensional. Sampel penelitian ini berjumlah 42 siswa kelas XI IPA. Metode penelitian yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experimental. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalis mengunakan N-gain untuk melihat peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan pemahaman konsep siswa. Skor peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan pemahaman konsep pada kelas yang menggunaka pembelajaran berbasis proyek adalah 0,68 dan 0,76 masuk dalam kategori sedang dan tinggi sedangkan peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan pemahaman konsep pada kelas yang menggunakan model konvensional adalah 0,27 dan 0,56 masuk dalam kategori rendah dan sedang. Hasil uji Manova menunjukkan bahwa pembelajaran fisika berbasis proyek dapat mempengaruhi peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan pemahaman konsep siswa dengan p 0,000 < 0,05 pada taraf signifikansi 5 %.

Keywords
Pembelajaran fisika berbasis proyek, keterampilan berpikir kreatif, pemahaman konsep

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/PrA9pgucWHBC


Seleksi Variabel Menggunakan Algoritma Genetika untuk Klasifikasi Data Benchmark
Rizky Kusumawardani*, Irhamah, dan Heri Kuswanto

Show More

Corresponding Author
Rizky Kusumawardani

Institutions
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Abstract
Analisis diskriminan merupakan salah satu metode statistika yang dapat digunakan untuk klasifikasi, metode ini sesuai digunakan untuk klasifikasi ketika variabel dependen yang digunakan bertipe kategorikal dan variabel independennya bertipe kontinu. Data penelitian yang tersedia untuk analisis diskriminan rata-rata memuat banyak variabel independen. Oleh karena itu, analisis diskriminan membutuhkan tahapan seleksi variabel untuk memilih variabel independen yang berkontribusi besar terhadap fungsi diskriminannya. Metode statistika yang sering digunakan untuk seleksi variabel adalah stepwise method. Penggunaan metode ini belum memberikan hasil yang optimal. Metode stepwise terlalu sensitif terhadap perubahan tingkat signifikasi, rentan terhadap kasus multikolinieritas, dan tidak memberikan jaminan kebaikan hasil. Oleh karena itu, diperlukan metode baru yang dapat memperbaiki kekurangan tersebut. Metode yang dapat digunakan adalah algoritma genetika, yang merupakan metode iteratif untuk mendapatkan hasil global optimum. Pada penelitian ini digunakan metode algoritma genetika untuk seleksi variabel pada klasifikasi data benchmark.

Keywords
Analisis Diskriminan, Algoritma Genetika,Benchmark.

Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)

Link: https://ifory.id/abstract/XHG4JQZ7yaWr


Persiapan Portal Data Spektrum dari Pengamatan di Observatorium Bosscha
Evaria Puspitaningrum1), Lucky Puspitarini2), Hakim L. Malasan2), Aprilia2), M. Ikbal Arifyanto2)

Show More

Corresponding Author
Evaria Puspitaningrum

Institutions
1)Program Pascasarjana, Program Studi Astronomi, FMIPA Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung 40132 Indonesia
2)Program Studi Astronomi dan Observatorium Bosscha, FMIPA Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung 40132 Indonesia

Abstract
Astronomi merupakan ilmu alam yang melibatkan pengamatan objek-objek langit. Berbeda dengan ilmu lainnya, objek astronomi tidak dapat atau sukar sekali di-uji coba di laboratorium, namun objek ini dipelajari melalui pengamatan. Tidak semua objek langit dapat diamati di suatu lokasi di Bumi, sehingga perlu adanya usaha untuk berbagi informasi. Untuk memberikan kemudahan akses data dan meningkatkan riset kolaboratif astronomi di Indonesia, maka dilakukan usaha pengumpulan data dari pengamatan di Observatorium Bosscha, pada khususnya yaitu data spektroskopi. Spektrum-spektrum yang dikumpulkan berasal dari pengamatan dengan Bosscha Compact Spectrograph (BCS) dan NEO R-1000. BCS merupakan instrumen spektrograf resolusi menengah (R~8000) dalam rentang panjang gelombang visual, sedangkan NEO R-1000 merupakan spektrograf dengan resolusi yang lebih rendah (R~1000). Saat ini, terdapat lebih dari 170 spektrum bintang telah dikumpulkan dan direduksi secara seksama. Pada paparan ini akan ditunjukkan contoh data dan persiapan portal data (web service) yang diharapkan menjadi cikal bakal virtual observatory Indonesia.

Keywords
astronomi, spektrum, webservice.

Topic
Pendidikan Fisika

Link: https://ifory.id/abstract/3wkn8AhRfW2J


Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit Swasta X Bandung Dengan Menggunakan Gelembung Udara Berukuran Mikro-Nanometer
Horasdia Saragih dan Hennida Hasibuan

Show More

Corresponding Author
Hennida Hasibuan

Institutions
Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong Bandung Barat 40559
hphasibuan[at]gmail.com

Abstract
Didalam paper ini akan dijelaskan mengenai pengolahan limbah cair rumah sakit dengan metode gelembung udara berukuran mikro-nanometer. Beragam lamanya pemberian gelembung udara yaitu 1,3,5,7 jam digunakan untuk menurunkan : Jumlah koloni bakteri dan konsentrasi TSS , serta meningkatkan konsentrasi BOD dan COD. Diperoleh bahwa 7 jam pemberian gelembung udara mikro-nanometer dapat menurunkan Jumlah koloni bakteri dan TSS dan meningkatkan BOD dan COD secara Optimum. Limbah cair rumah sakit perlu diolah agar tidak menimbulkan Penyakit pada manusia dan tidak menimbulkan pencemaran ketika telah dibuang ke lingkungan

Keywords
Limbah Cair, Rumah Sakit, Gelembung Udara Berukuran Mikro-Nanometer.

Topic
Lain-lain

Link: https://ifory.id/abstract/CB8yn9Q3f42G


DESAIN SEDERHANA ALAT PENGINGAT GEMPA BUMI
Rudi Haryadi

Show More

Corresponding Author
Rudi Haryadi

Institutions
Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

*rudiharyadi[at]untirta.ac.id

Abstract
Gempa bumi merupakan fenomena alam yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua, karena seringkali diberitakan adanya suatu wilayah dilanda gempa bumi, baik yang ringan maupun yang sangat dahsyat, menelan banyak korban jiwa dan harta, meruntuhkan bangunan-bangunan dan fasilitas umum lainnya. Gempa bumi dapat terjadi kapan saja, siang hari pada saat kita bekerja ataupun pada saat sedang tidur lelap. Maka pada penelitian ini dibuat alat pengingat gempa bumi dengan rangkaian elektronik yang sederhana. Penelitian ini menelaah seberapa kuat gangguan alami yang dapat ditangkap oleh alat serta jarak antara sumber gangguan dan bahan uji terhadap variasi ring, yang berfungsi sebagai sensitivitas dari alat pengingat gempa bumi ini. Didapatlah hasil bahwa semakin kecil diameter ring yang dibuat, maka alat ini semakin sensitif.

Keywords
Gempa bumi, rangkaian elektronik, ring.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/dQywH6gBx8mT


PENERAPAN BRAIN BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE WEBBED DAN CONNECTED UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROESES SAINS SISWA
Yesi Nofla Meri

Show More

Corresponding Author
Yesi Nofla Meri

Institutions
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Abstract
Pembelajaran IPA dikembangkan sebagai mata pelajaran integrative science dengan mengarahkan pada keterampilan proses dalam kerja ilmiah yang menyenangkan dan menantang kemampuan berpikir peserta didik, diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan bagi siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan cara kerja otak melalui penerapan Brain Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan peningkatan keterampilan proses saisn siswa pada materi pemanasan global dalam pembelajaran IPA Terpadu tipe webbed dan connected berbasis Brain Based Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Only Design terhadap siswa kelas VII SMP N 1 Situjuah Limo Nagari, Sumatra Barat. Teknik pngumpulan data dengan mengunakan tes tertulis soal keterampilan proses sains. Teknik analisis data dengan pengolahan data menggunakan SPSS 22.0 for window. Hasil pengolahn data diperoleh nilai rata-rata pretes, posttest, dan N-gain untuk kelas eksperimen I (kelas IPA Terpadu tipe webbed) 37.37, 80.57, dan 0.69 sedangkan kelas eksperimen II (kelas IPA Terpadu tipe connected) 38.84, 81.67 dan 0.72. dari hasil uji kesamaan rata-rata diperoleh nilai t untuk hasil N-gain sebesar 0.650 dengan nilai signifikansi 0.519. Dengan demikian pembelajaran IPA Terpadu Tipe webbed dan Tipe connected berbasis Brain Based Learning sama baiknya dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa

Keywords
Brain Based Learning , IPA Tepadu tipe webbed dan connected, Keterampilan Proses SainsBrain Based Learning , IPA Tepadu tipe webbed dan connected, Keterampilan Proses Sains

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/8FpPGRdBQM9A


INTELLIGENT GREENHOUSE IN WATERING SYSTEM USING ARDUINO UNO INTERGRATED WITH NODE MCU FOR IOT SYSTEM
Rachman Shaf1,a), Hamidan Irham2,b), Richard Cahyadi3,c) Ardhi Rofi4,d), Mitra Djamal5,e), Maria Evita6,f)

Show More

Corresponding Author
Rachman Shaf

Institutions
Laboratorium Fisika Instrumentasi,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

Abstract

Keywords
Greenhouse, Soil Moisture Sensor, IoT

Topic
Fisika Instrumentasi

Link: https://ifory.id/abstract/yuab4KphnPMz


ANALISIS KEMAMPUAN DAN KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI MODEL TIMSS
Dominikus Arif Budi Prasetyo * , Marcellinus Andy Rudhito

Show More

Corresponding Author
Dominikus Arif Budi Prasetyo

Institutions
Pendidikan Matematika
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sleman
* dominic_abp[at]yahoo.co.id

Abstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan dan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal Geometri model TIMSS. Soal-soal yang dikerjakan merupakan soal pilihan ganda yang telah disusun untuk mendukung pembelajaran Matematika SMP kelas VII Kurikulum 2013. Soal yang diberikan meliputi topik bentuk geometri (6 soal), kesebangunan (1 soal), garis sejajar (1 soal), ukuran geometri (4 soal), ukuran sudut (4 soal), sistem koordinat (2 soal) dan transformasi geometri (3 soal). Sedangkan ranah yang diukur meliputi pengetahuan (6 soal), penerapan (11 soal), dan penalaran (4 soal). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek pada penelitian ini adalah 24 orang siswa kelas VII SMP Kanisius Sleman. Hasil uji coba diperoleh rata-rata hasil tes siswa adalah 44,25 yang tergolong dalam kategori rendah dengan rincian sebanyak 1 siswa (4,2%) tergolong dalam kategori sangat baik, 5 siswa (20,8%) tergolong dalam kategori baik, 4 siswa (16,7%) tergolong dalam kategori sedang, 9 siswa (37,5%) tergolong dalam kategori rendah, dan 5 siswa (20,8%) tergolong dalam kategori sangat rendah. Dalam penelitian ini juga diperoleh bahwa 6 soal (28,6%) dalam kategori sulit, 13 soal (61,9%) dalam kategori sedang, dan 2 soal (9,5%) dalam kategori mudah. Kategori kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal untuk topik bentuk geometri, kesebangunan, garis sejajar dan ukuran geometri tergolong rendah, topik ukuran sudut dan transformasi geometri tergolong sedang, dan topik sistem koordinat tergolong tinggi. Kategori kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pada ranah pengetahuan tergolong sedang dan pada ranah penerapan dan penalaran tergolong rendah. Kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal-soal tersebut antara lain lupa harus menggunakan rumusnya, kurang cermat dalam membaca soal, dan kurang memahami maksud dari soalnya. Sedangkan dari segi materi, siswa kurang memahami titik koordinat, besar sudut, kesebangunan, dan transformasi. Materi transformasi tidak diajarkan lagi di SMP tetapi sudah pernah diajarkan di SD, sedangkan materi keliling dan luas masih ada beberapa yang terbalik konsepnya.

Keywords
Kurikulum 2013, pembelajaran Matematika, soal geometri, TIMSS

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/LkwJuNdRmpCy


MEANDER BESAR "BRANTAS" , TANAH VULKANIK KEDAP AIR MEMBALIKKAN ALIRAN BERKEKUATAN KE UTARA.
Kasiyama Lukitasari (a*), Lilik Hendrajaya(b)

Show More

Corresponding Author
KASIYAMA LUKITASARI

Institutions
(a) Kasiyama Lukitasari*
Mahasiswa S2 Pengajaran Fisika, Departemen Fisika,
Institut Teknologi Bandung
yamasari389[at]gmail.com

(b) Lilik Hendrajaya
Dosen KK Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Departemen Fisika
Institut Teknologi Bandung
lilik.hendrajaya3[at]gmail.com

Abstract
MEANDER BESAR "BRANTAS" , TANAH VULKANIK KEDAP AIR MEMBALIKKAN ALIRAN BERKEKUATAN KE UTARA. Oleh Kasiyama Lukitasari, Lilik Hendrajaya ABSTRAK Aliran sungai Brantas berawal dari lereng curam gunung Arjuna Malang Jawa Timur, melewati sisi timur pegunungan Kawi hingga aliran mengalir keselatan menemui saluran pengumpul sungai-sungai lain yang lebih rendah. Bukit-bukit batuan kristalin (metamorf) dari endapan vulkanik Wilis-Kelud-Kawi dan kapur yang terdapat di tepi selatan provinsi jawa timur menahan aliran sungai ke selatan dalam keadaan debit aliran membesar. Lembah curam antara Wilis-Kelud menjadi arah baru penjelajahan Brantas ke utara untuk mengaliri dataran lembah lebar antara Pegunungan Kapur Utara dan lereng (lebih landai) Kelud-Kawi-Arjuno-Welirang. Brantas membentuk Meander besar berkekuatan besar karena penambahan debit dan pembelokan momentum ketika masih di ketinggian dan tidak menghasilkan erosi dan sedimentasi yang mengganggu kesetimbangan. Delta yang terbentuk menghadapi Laut Jawa dan Selat Madura, sejak jaman purba mengendapkan zat organik yang menghasilkan endapan hidrokarbon (migas). Meander Brantas berbeda dengan meander daerah kontinen didataran yang merupakan meander responsif. Mengikuti aliran Brantas merupakan pembelajaran fisika mekanika fluida: hidrodinamika dan hidrolika. Dari sisi sosial budaya Brantas telah mendukung kemajuan peradaban Jawa Timur dari jaman kerajaan Hindu Kediri, Singosari, Majapahit, Mataram sampai sekarang.

Keywords
Morfologi pegunungan tektonik, pembalikan aliran sungai, pembelajaran fisika.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/McvQx7Gu6zg3


PROFIL LABORATORIUM MADRASAH ALIYAH DAN SEKOLAH MENEGAH ATAS DI JAWA BARAT
Sari*, Yunita

Show More

Corresponding Author
Sari Sobandi

Institutions
Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract
Penelitian ini mengkaji profil laboratorium Madrasah Aliyah dan Sekolah Menegah Atas di Jawa Barat. Dengan permasalahan dalam penelitian ini bagaimana keberadaan laboratorium kimia yang ada di Madrasah Aliyah dan Sekolah Menegah Atas Di Jawa Barat, bagaimanakah pengetahuan alat dan bahan pada Madrasah Aliyah dan Sekolah menegah Atas Di Jawa Barat dan bagaimanakah keselamatan kerja Di laboratorium Madrasah Aliyah dan Sekolah menegah Atas Di jawa barat. Untuk memecahkan permasalahan tersebut digunakan metode penelitian deskriptif. Standar keragaman jenis peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA), laboratorium bahasa, laboratorium komputer, dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia. Standar jumlah peralatan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan perpeserta didik. Laboratorium harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas, sebagus dan selengkap apapun suatu laboratorium tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang oleh manajemen yang baik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan keberadaan laboratorium untuk tingkat SMA sudah cukup memadai karena rata-rata sekolah sudah memiliki laboratorium kimia 73,79%. Berbeda halnya dengan tingkat MA belum cukup memadai karena rata-rata MA memiliki laboratorium kimia 57,17%. Pengetahuan bahan kimia untuk SMA dan MA rata-rata mencapai 47,5% dan 46,1%. SMA dan MA memiliki rak zat padat 60% dan 62,5%, rak zat cair rata-rata untuk SMA dan MA sudah maksimal mencapai 75% dan 70%. Keselamatan kerja di laboratorium merupakan hal yang penting pada waktu melakukan kegiatan di laboratorium. Sebagian SMA telah tersedia saluran pembuangan limbah praktek sebesar 52%, sedangkan di MA rata-rata 32%. Tidak terdapatnya tempat pengolahan limbah praktek, baik di SMA maupun MA. SMA yang memiliki alat pemadam kebakaran rata-rata 30% dan MA 25%.

Keywords
Profil laboratorium, Jawa Barat

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/KuLxeNaBbRPW


Pengaruh Penambahan Gold Nanoparticles (AuNPs) terhadap Perubahan Sifat Optik dan Struktur Kimia PEDOT:PSS sebagai Hole Transport Layer (HTL) untuk Aplikasi Hybrid Solar Cell
Eka Susanti, Priastuti Wulandari*)

Show More

Corresponding Author
Eka Susanti

Institutions
Laboratorium Magnetik dan Fotonik,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

*) Wulan[at]fi.itb.ac.id (corresponding author)

Abstract
Telah dilakukan investigasi terhadap pengaruh penambahan Gold nanoparticles (AuNPs) ke dalam polimer PEDOT:PSS sebagai Hole Transport Layer (HTL) untuk aplikasi hybrid solar cell. Efek plasmon yang ditimbulkan oleh Gold nanoparticles (AuNPs) ternyata cukup kuat untuk meningkatkan daya absorbansi polimer PEDOT:PSS. Hal ini dapat diketahui dari hasil karakterisasi Uv-Vis dimana PEDOT:PSS yang ditambahkan Gold nanoparticles (AuNPs) dengan beberapa variasi konsentrasi menunjukkan daya absorbansi yang lebih tinggi dibandingkan PEDOT:PSS tanpa nanopartikel. Diselidiki lebih dalam, ternyata efek Gold nanoparticles (AuNPs) juga dapat menyebabkan perubahan struktur kimia PEDOT:PSS yang dikonfirmasi dari hasil karakterisasi FTIR. Terdapat perubahan intensitas puncak pada beberapa bilangan gelombang karena adanya ikatan antara citrates yang mendoping gold nanoparticles dengan PEDOT:PSS. Adanya peningkatan daya absorbansi PEDOT:PSS ini merupakan salah satu perubahan sifat optik yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi sel surya.

Keywords
Efek plasmon, Gold nanoparticles (AuNPs), PEDOT:PSS, hybrid solar cell

Topic
Fisika Magnetik dan Fotonik

Link: https://ifory.id/abstract/VAzYgCWT2LaD


Hambatan Epistemologis Peserta Didik Kelas X SMA pada Materi Gerak Lurus Berubah Beraturan pada Arah Horizontal
Wina Fitria Dewi Marieta, Heny Rusnayati, Agus Fany Chandra Wijaya

Show More

Corresponding Author
wina fitria dewi marieta

Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, UPI

Abstract
Hendaknya sebuah pembelajaran tidaklah bersifat imitatif, namun didasarkan pada landasan yang kuat. Salah satunya dengan melihat hambatan yang dialami oleh peserta didik pada materi yang akan diberikan. Peserta didik sering kali tidak menyadari bahwa konsep yang sama dapat diterapkan pada permasalahan lain dalam konteks yang berbeda, hambatan seperti ini disebut hambatan epistemologis. Dengan mengetahui hambatan yang teridentifikasi diharapkan dapat mengantisipasi respon yang muncul juga meminimalisir munculnya hambatan tersebut pada pertemuan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hambatan epistemologis yang dialami oleh peserta didik pada materi gerak lurus berubah beraturan pada arah horizontal. Instrumen pada penilitian ini adalah dua buah soal uraian terbuka yang diberikan pada 139 peserta didik pada sebuah SMA negeri dikota Bandung. Hambatan epistemologis yang dialami peserta didik yaitu tidak dapat memaknai besaran dan tanda matematis secara fisis, tidak memahami bahwa percepatan terjadi ketika kecepatan dan percepatan memiliki tanda sama, serta perlambatan terjadi ketika tanda pada percepatan dan kecepatan berbeda, belum memahami percepatan atau perlamabatan sebagai perubahan kecepatan setiap waktu, tidak dapat menentukan kecepatan awal, kecepatan akhir, waktu awal dan atau waktu akhir, tidak memahami hubunga antara kecepatan akhir, kecepatan awal, percepatan dan perubahan waktu, serta tidak memahami bahwa kecepatan pada hubungan antara perpindahan dan perubahan waktu adalah kecepatan rata-rata.

Keywords
hambatan epistemologis, gerak lurus berubah beraturan pada arah horizontal

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/mRDcYUKbEqG2


Rancang Bangun Alat Eksperimen Untuk Menganalisis Gerak Proyektil yang Memperhitungkan Drag dan Kecepatan Angin
Pradita Adnan Wijaya, Umar Fauzi, Fourier Dzar Eljabbar Latief, Nila Mutia Dewi

Show More

Corresponding Author
Pradita Adnan Wijaya

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Rancang bangun alat eksperimen telah dilakukan untuk menganalisis gerak proyektil yang dipengaruhi oleh hambatan udara (drag) dan kecepatan angin. Penelitian dilakukan melalui simulasi numerik dengan Deret Taylor menggunakan Visual Basic for Applications (VBA) pada Microsoft Excel. Selanjutnya, hasil simulasi akan dibandingkan dengan analisis video melalui software Tracker terhadap luncuran gerak proyektil di laboratorium menggunakan alat eksperimen yang telah dirancang. Diharapkan analisis menggunakan kedua metode ini dapat digunakan untuk mengetahui akurasi atau ketepatan jarak luncur gerak proyektil.

Keywords
Gerak Proyektil, Hambatan Udara, Kecepatan Angin, VBA, Tracker.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/jxPr9HgwVAUX


PENGARUH BESAR MEDAN LISTRIK STATIS HOMOGEN DAN WAKTU PAPARAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI VIGNA RADIATA, DAN ORYZA SATIVA
Dzikri Rahmat Romadhon, S.Pd.; Dr. Siti Nurul Khotimah

Show More

Corresponding Author
Dzikri Rahmat Romadhon

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Medan listrik statis homogen sebesar 2,0 dan 2,4 kV/m dipaparkan pada biji kacang hijau (Vigna radiata) dan padi ciherang (Oryza sativa) dengan variasi waktu 30, 60, 90, 120, dan 150 menit. Sebelum dipaparkan terhadap medan listrik, biji-bijian direndam selama 2 jam dalam air tanah. Medan listrik statis dibangkitkan dengan menyusun dua lempeng plat seng berdiameter 15 cm dan dengan jarak antar lempeng 0,5 cm. Masing-masing lempeng dihubungkan dengan kutub positif dan negatif catu daya arus searah. Setelah biji-bijian terpapar oleh medan listrik, biji-bijian tadi ditempatkan pada cawan yang telah dilapisi kapas yang telah dibasahi. Biji yang telah muncul bakal akar sepanjang 2 mm dianggap telah berkecambah. Pada kacang hijau, semua biji yang terpapar oleh medan listrik sebesar 2,0 kV/m berkecambah lebih banyak daripada kelompok kontrol di akhir pengukuran, 56% lebih banyak dari kontrol untuk kelompok dengan waktu paparan 150 menit. Untuk medan listrik 2,4 kV/m tiga kelompok dengan waktu paparan 90, 120, dan 150 menit berkecambah lebih banyak daripada kelompok kontrol di akhir pengukuran, 70% lebih banyak dari kontrol untuk kelompok dengan waktu paparan 150 menit. Pada padi ciherang, tiga kelompok biji dengan waktu papar 30, 120, dan 150 menit pada medan listrik sebesar 2,0 kV/m berkecambah lebih banyak daripada kelompok kontrol, 17% lebih banyak dari pada kontrol untuk waktu paparan 150 menit. Sedangkan pada paparan medan listrik sebesar 2,4 kV/m hanya kelompok dengan waktu paparan 60 menit yang berkecambah lebih banyak daripada kontrol, 10% lebih banyak.

Keywords
Medan listrik statis, Kacang hijau, Padi, Perkecambahan, Waktu paparan

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/zkUwujXeZEKp


Menentukan Tegangan Permukaan Batuan Sragen Dengan Metode Pengukuran Sudut Kontak Air
Nur Isnaini Romli, Ari Saldi , Agung Aji Nugroho dan Dr. Eng. Bagus Endar Bachtiar Nurhandoko

Show More

Corresponding Author
Ari Saldi

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Pada penelitian ini kami akan mengukur nilai tekanan kapiler dari batuan reservoir air yang berasal dari daerah Sragen. Tekanan kapiler ( Pc ) didefinisikan sebagai perbedaan tekanan yang ada antara permukaan dua fluida yang tidak bercampur ( ca iran-cairan atau gas-cairan ) sebagai akibat dari terjadinya pertemuan permukaan yang memisahkan mereka. Tekanan kapiler pada batuan merupakan kecenderungan rongga pori batuan untuk mengisi setiap pori batuan dengan fluida yang bersifat membasahi atau Wetting fase salah satunya air. Di latarbelakangi oleh penemuan keunikan susunan lapisan batuan di daerah Sragen. Lapisan batuan yang ditemukan dilapangan tampak tersusun menyerupai reflektor yang tegak. Dengan kondisi demikian kemungkinan air tanah hanya bisa terangkat ke permukaan melalui struktur horizontal transverse isotropic fracture. Metode penelitian diawali dengan mengukur sudut kontak dari batuan penyusun reservoir air yang diambil dari daerah Sragen. Dari informasi ini akan diukur tegangan permukaan di batuan tersebut . Sehingga diharapkan mendapat nilai tegangan kapiler dari batuan reservoir air yang berasal dari Sragen dari penelitian ini.

Keywords
batuan, reservoir, kapiler

Topic
Fisika Bumi

Link: https://ifory.id/abstract/xZRK6nrGvWPh


PENGEMBANGAN KEMAMPUAN GURU KIMIA DALAM MERANCANG PRAKTIKUM BERBASIS INKUIRI MELALUI PELATIHAN GURU TIPE SCAFFOLDING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA
Anggi Indra Gumilar ; Yayan Sunarya; Mulyati Arifin

Show More

Corresponding Author
anggi indra gumilar

Institutions
Departemen Pendidikan Kimia Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan guru kimia dalam merancang praktikum berbasis inkuiri melalui pelatihan guru tipe scaffolding. Hasil studi pendahuluan terhadap kemampuan merancang praktikum berbasis inkuiri guru kimia SMA di Kabupaten Sumedang, diperlukan upaya pengembangan. Peneliti memilih pelatihan guru tipe Scaffolding untuk memecahkan masalah. Penelitian dilakukan terhadap 24 orang guru kimia yang terlibat aktif di dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia SMA Kabupaten Sumedang. Instrumen yang digunakan adalah tes awal dan tes akhir mengenai kemampuan merancang praktikum berbasis inkuiri, dan angket tanggapan guru terhadap pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan merancang praktikum berbasis inkuiri meningkat dengan rerata N-gain adalah 0,8 atau berada pada kategori tinggi. Kemampuan mengkaji fenomena kontekstual dan menyusun pertanyaan pengarah memiliki rerata N-gain paling tinggi yaitu 0,9. Tanggapan guru terhadap pelatihan secara umum memberikan respon positif, ditunjukkan dengan kriteria persentase tanggapan guru pada kategori kuat dan sangat kuat. Meskipun pelatihan guru tipe scaffolding baru diterapkan di MGMP Kimia akan tetapi hasilnya mampu mengembangkan kemampuan guru dalam merancang praktikum berbasis inkuiri dan memberikan keyakinan bagi guru untuk mengimplementasikan di kelas.

Keywords
praktikum berbasis inkuiri; pelatihan tipe scaffolding

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/uDnNLPEZVFBf


Analisis Gerak Parabola Menggunakan Teknik Pelacakan Video Digital
Fourier Dzar Eljabbar Latief 1,a), Fauziatul Fitria 2,b), Pipit Yuanastia Heriyanti 3,c), Faridah Ratna Ningsih 4,d), Fenny Febriany Rahmillah 5,e), Nur Ahmad 6,f)

Show More

Corresponding Author
Fauziatul Fitria

Institutions
1 Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

2 Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

3 Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

4 Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

5 Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

6 Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a) fourier[at]fi.itb.ac.id (corresponding author)
b) fauziatulfitria[at]gmail.com
c) pipityuanastia17[at]gmail.com
d) fayfaridahratnaningsih[at]gmail.com
e) fennyrahmillah[at]gmail.com

Abstract
Materi gerak parabola merupakan salah satu materi dalam pelajaran fisika yang sulit difamahi oleh siswa. Hal ini dapat disebabkan karena selama pembelajaran, siswa hanya membayangkan gerak parabola tanpa melihat secara langsung bagaimana gerak tersebut terjadi. Untuk itu, sangat dibutuhkan suatu visual tools yang dapat membantu siswa memahami peristiwa gerak parabola tersebut. Pada paper ini akan membahas tentang alat yang dibuat oleh tim penulis yang memperlihatkan peristiwa gerak parabola untuk kondisi yang divariasikan, antara lain; perubahan sudut dan ada atau tidak gesekan udara. Alat didesain dengan menggunakan pegas sebagai pelempar yang nantinya bola akan diletakkan diatas pegas tersebut. Pegas dimiringkan pada sudut tertentu dan ditarik kemudian dilepaskan. Lintasan bola ketika berada di udara dilihat dengan menggunakan video digital. Bentuk lintasan bola sangat dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi, kecapatan awal, sudut elevasi dan gesekan udara. Pada percobaan ini diperoleh hasil bahwa jarak terjauh yang ditempuh bola terjadi pada sudut 45 derajat.

Keywords
Gerak parabola, lintasan, video digital

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/hTPNw96WvpmK


IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI INDERA PENGLIHATAN DAN ALAT OPTIK
Mirnawati, Dadi Rusdiana

Show More

Corresponding Author
Mirnawati Lamanimpa

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis pada siswa di kelas yang mendapat model pembelajaran Discovery dibandingkan dengan kelas konvensional. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain penelitian The Non Equivalen, Pretest-Postest Design. Sampel penelitian terdiri dari 58 orang siswa kelas VIII dari salah satu SMP N di Kota Palu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan tes kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis data menggunakan uji Normalitas, uji Homogenitas, uji N-Gain, uji t, dan uji Mann Withney dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi Sig (2-Tailed) adalah 0,00 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Diperoleh dari data peningkatan kemampuan berpikir kritis untuk siswa yang menggunakan model pembelajaran Konvensional sebesar 0,44 dengan kategori sedang dan untuk siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning sebesar 0,71 dengan kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Discocery Learning pada materi indera penglihatan dan alat optik.

Keywords
Discovery Learning, Berpikir Kritis, Optik

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/yNd2r3UA8MFx


pengujian gaya lorentz dengan variasi parameter fisis pada eksperimen kereta listrik
habibi Abdillah, Indah Rosidah Maemunah, Rahmat Karim, Suprijadi

Show More

Corresponding Author
Indah Rosidah Maemunah

Institutions
ITB

Abstract
Hans Christian Oesterd (1820) menyadari bahwa arus listrik memiliki medan magnet disekitarnya. Hal tersebut merupakan cikal bakal berkembangnya keilmuan electromagnet. Medan magnet pada penghantar yang dilalui oleh arus DC dapat menghasilkan gaya yang dikenal sebagai gaya Lorentz. Keterkaitan parameter-parameter fisis dalam perumusan gaya Lorentz akan diuji coba dengan melakukan berbagai variasi kondisi, baik dari perbedaan kuat medan magnet yang digunakan, jumlah lilitan kawat pada lintasan, dan arus yang mengalir pada lintasan. Percobaan ini berguna untuk menguji secara eksak kebenaran dari perumusan gaya tersebut dengan menguji hubungan antar variabel-variabel yang berlaku. Menggunakan kaidah tangan kanan adalah metode dalam mengamati fenomena induksi magnet dan gaya Lorentz. Kaidah ini menetapkan arah arus dan gaya, yang mana ketika arus mengalir ke kiri menyebabkan gaya akan berarah ke atas, dan begitu sebaliknya.

Keywords
arus, Lorentz, listrik, magnet

Topic
Fisika Instrumentasi

Link: https://ifory.id/abstract/JKVFRb3NnePh


Rancang Bangun Sistem Pengukur Tekanan Bawah Air Menggunakan Sensor Tekanan Udara BMP180
Muhammad Arief Mustajab (a*), Imam Akbar Ramadhan (a), Dewi Mustikasari (a), Hendro (a)

Show More

Corresponding Author
Muhammad Arief Mustajab

Institutions
a) Program Studi Magister Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*mustajab.arief[at]gmail.com

Abstract
Telah dibuat sistem pengukur tekanan bawah air dengan mengukur perubahan tekanan udara. Alat ukur tekanan bawah air dirancang menggunakan prinsip manometer tertutup, dengan menggunakan sensor tekanan udara BMP180. Tekanan yang diukur oleh sensor diolah menggunakan mikrokontroler Arduino UNO dan hasilnya ditampilkan pada antar muka LabVIEW di komputer. Alat ukur tekanan bawah air mampu mengukur tekanan bawah air hingga 110 kPa atau pada kedalaman 10 m air. Hasil uji pengukuran menunjukkan bahwa alat ukur mampu memberikan hasil pengukuran dengan kesalahan mencapai 0,293 %. Alat ukur tekanan bawah air juga mampu mengukur dinamika perubahan tekanan air dengan resolusi pengukuran mencapai 10 Pa.

Keywords
alat ukur; sensor BMP180; tekanan bawah air

Topic
Instrumentasi

Link: https://ifory.id/abstract/kVyHKrmRbnwg


MEMPERSIAPKAN PEMBELAJARAN FISIKA-MIGAS WARGA DI DAERAH PRODUKSI MIGAS BLOK CEPU (GUNDIH -CEPU - BOJONEGORO - TUBAN - LAMONGAN) YANG BERUMUR PRODUKSI DI ATAS LIMA PULUH TAHUN-AN UNTUK MENGHADAPI PELUANG KERJA-NYA.
Meda Cahya Fitriani, Kasiyama Lukitasari, Liya Kholida, Lilik Hendrajaya

Show More

Corresponding Author
Meda Cahya Fitriani

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Ditemukannya cadangan migas di bawah kedalaman 1000m oleh tim Pertamina-Exxon Mobil di Blok Cepu (Gundih-Cepu-Bojonegoro-Tuban-Lamongan) dengan cadangan besar setara cadangan di Riau (Chevron), adalah merupakan peluang daerah tersebut dalam industri migas. Terkait upaya mencerdaskan warga pada daerah tersebut dapat dilakukan melalui kurikulum pendidikan fisika yang fokus dan kontekstual di bidang migas dari pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi, demikian juga melalui pendidikan luar sekolah, kursus profesi serta kursus terkait pekerjaan (fisika-migas). Seluruh kegiatan industri migas hampir 85% berbasis fisika langsung dan 15% berbasis kimia pada penggunaan zat kimia seperti pada lumpur bor, pencampur pengencer minyak bumi dan pengolahan bahan migas (pengilangan migas dan petrokimia). Disajikan lingkup fisika migas dan bayangan kurikulumnya (dalam mata pelajaran, kursus, ceramah) untuk pendidikan menengah dan program studi pendidikan fisika (penyiap guru fisika).

Keywords
daerah industri migas, persyaratan tenaga kerja migas, fisika-migas

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/3cGBuyKmCk9H


aplikasi metode maximum parsimony untuk identifikasi kekerabatan jenis virus dan penyebaran epidemi ebola melalui pembentukan pohon filogenetik
tri andriani

Show More

Corresponding Author
tri andriani

Institutions
Institut teknologi sepuluh november surabaya

Abstract
penyakit ebola adalah penyakit yang disebabkan oleh sejenis virus dari genus ebolavirus, famili filoviridae. Ebola telah ada sebagai endemik menular sejak tahun 1976 di Afrika Tengah. Virus ebola diklasifikasikan ke dalam lima jenis yaitu zaire ebolavirus, sudan ebolavirus, bundibugyo ebolavirus, tai forest ebolavirus yang juga dikenal sebagai cote dIvoire ebolavirus dan reston ebolavirus adalah satu-satunya virus yang tidak menyerang manusia, namun memyerang monyet Identifikasi kekerabatan jenis virus ebola dan penyebarannya dapat dilakukan dengan menggunakan pohon filogenetik. Pada penelitian ini, pohon filogenetik dibangun dengan metode berbasis fitur yaitu metode maximum parsimony yang didalamnya terdapat multiple alignment, sehingga proses pembentukan pohon filogenetik berlangsung lebih efisien sebab dapat dilakukan penyejajaran keseluruhan sekuens sekaligus.

Keywords
metode maximum parsimony, multiple alignment, pohon filogenetik, virus ebola

Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)

Link: https://ifory.id/abstract/pT2k3EgBQd6V


Menerapkan Gravity Model Untuk Menganalisa Aktivitas Dagang Indonesia
Florentin Anggraini Purnama, Aufa Numan Fadhilah Rudiawan, Ahmad Rizqita, Sparisoma Viridi

Show More

Corresponding Author
Aufa Numan Fadhilah Rudiawan

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Gravity model merupakan salah satu pendekatan dalam ilmu ekonomi untuk mengamati aktivitas dagang suatu negara. Pendekatan ini menganalogikan aktivitas dagang suatu negara dengan persamaan gravitasi dalam ilmu fisika yang digagas oleh Isaac Newton. Dalam penelitian ini, data aktivitas dagang Indonesia diambil dari bank data International Trade Center, International Monetary Fund, dan World Bank. Hasil yang diperoleh dapat menunjukkan aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi laju aktivitas dagang Indonesia dengan negara lain dan dapat menunjukan hubungan dagang yang berpotensi memberikan keuntungan atau yang justru yang tidak menguntungkan.

Keywords
aktivitas dagang, gravity model, Indonesia

Topic
Fisika Sistem Kompleks

Link: https://ifory.id/abstract/BaZyxkX4fTuA


Pola Penyebaran Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Sleman Menggunakan Metode Indeks Morans I dan Gearys C
Vivien Ayuningtyas, Dr. Edy Widodo, M.Si

Show More

Corresponding Author
Vivien Ayuningtyas

Institutions
Universitas Islam Indonesia

Abstract
Demam Berdarah Dengeu (DBD) masih menjadi ancaman di Kabupaten Sleman dan merupakan penyakit endemis di Kabupaten Sleman dan endemis nasional. Munurut Dinas Kesahatan Kabupaten Sleman jumlah kasus DBD sampai bulan Desember 2014 tercatat 538 dan menjadi kabupaten yang paling tinggi jumlah kematian akibat kasus DBD di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Demam Berdarah Dengeu (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dangue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dengan kemampuan terbang nyamuk Aedes aegypti rata-rata 40m dan maksimal 100m. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat penularan penyakit DBD di suatu wilayah dipengaruhi oleh penyakit DBD di wilayah lain yang saling berdekatan karena wilayah yang berdekatan lebih berhubungan dibandingan dengan wilayah yang berjauhan. Dan pola seperti ini dikenal dengan hubungan spasial, untuk mengidentifikasi hubungan spasial digunakan besaran autokorelasi spasial meggunakan metode indeks moran�s I dan Geary�s C. Dari kedua metode tersebut menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif dan adanya pola penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) di Kabupaten Sleman.

Keywords
Demam Berdarah Dengue (DBD), Kabupaten Sleman, Kasus DBD, Morans I, Gearys C

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/36Cqrk8fQtaY


Sistem Sensor Ultrasonik untuk Menentukan Posisi Benda dalam 2 Dimensi dengan Formasi Segitiga
Andrew Imada Samosir, Roni Stiawan, Adhi Kusumadjati

Show More

Corresponding Author
Andrew Imada Samosir

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Sensor Ultrasonik dapat digunakan untuk menentukan jarak suatu benda dengan akurat hingga jarak 4 m dan dengan sudut deteksi sebesar 15 derajat terhadap garis normal sensor. Sensor ultrasonik umumnya digunakan untuk mengukur jarak satu dimensi. Dengan menggunakan tiga Sensor Ultrasonik yang membentuk formasi segitiga, posisi suatu benda di dalam daerah yang terbentuk dari daerah deteksi ketiga sensor tersebut dapat ditentukan. Karena sensor diletakkan sedemikian rupa dan terbatasnya sudut deteksi, maka deteksi sinyal suatu sensor oleh sensor lain dalam formasi dapat dihindari. Selain itu dengan menggunakan data posisi yang diambil tiap satuan waktu, arah pergerakan benda tersebut dapat diketahui. Dengan menggunakan mikrokontroller, sistem akuisisi dan pengolahan data, dengan dasar konsep diatas, posisi dan arah pergerakan benda dapat diukur secara realtime, serta data disimpan dalam komputer.

Keywords
Sensor, Ultrasonik, Posisi

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/zKRFtLAyNrU7


Pendekatan Klasik Reaksi Fusi Deuterium-Tritium Menggunakan Metode Velocity Verlet 2-Dimensi
D. Irawan, S. Viridi, R. Kurniadi, dan A. Waris

Show More

Corresponding Author
Dani Irawan

Institutions
Kelompok Keahlian Nuklir dan Biofisika Institut Teknologi Bandung

Abstract
Pemodelan reaksi fusi melibatkan dua jenis nukleon, yaitu proton dan neutron yang interaksinya dipengaruhi oleh gaya nuklir dan elektrostatik. Pemodelan dilakukan dengan pendekatan klasik di mana molekul-molekul nuklir ini ditumbukkan. Dalam model yang digunakan, beberapa parameter diatur agar dapat dilihat pengaruhnya. Hasil pemodelan di antaranya adalah bisa didapat hasil reaksi berupa Helium-5 dan pasangan neutron-neutron yang secara teoritik tidak stabil karena pengaruh spin inti. Hal ini menunjukkan bahwa dalam model reaksi perlu ditambahkan model untuk gaya dari interaksi spin inti.

Keywords
Dinamika molekuler, Reaksi Fusi, Model Butiran

Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)

Link: https://ifory.id/abstract/t3nMAQYrVpjG


Perbandingan Ketelitian Nilai Percepatan Gravitasi Bumi Dengan Eksperimen Gerak Jatuh Bebas Dan Getaran Zat Cair Di Politeknik Negeri Bandung
Sri Suratmi, Hanifah Zakiya

Show More

Corresponding Author
Sri Suratmi

Institutions
Politeknik Negeri Bandung
Jalan Kampus Polban, Ciwaruga, Parongpong, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559

Abstract
Tujuan penelitian yang direncanakan adalah menganalisis perbandingan ketelitian nilai percepatan gravitasi bumi dengan eksperimen gerak jatuh bebas dan getaran zat cair di Laboratorium Fisika Terapan Politeknik Negeri Bandung. Penelitian telah dilaksanakan mempunyai kompetensi untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memiliki sikap ilmiah untuk menentukan percepatan gravitasi bumi melalui dua macam eksperimen yaitu eksperimen Gerak Jatuh Bebas dan eksperimen Getaran Zat Cair. Metode penelitian yang telah digunakan yaitu metode analisis deskriptif dengan membandingkan nilai percepatan gravitasi dari masing-masing eksperimen. Penelitian ini menggunakan 33 data percepatan gravitasi dari masing-masing eksperimen. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan Uji Mann Whitney ditemukan nilai sinifikansi 0,02, artinya terdapat perbedaan nilai rata-rata percepatan gravitasi bumi yang diperoleh dengan metode Getaran Zat Cair dengan metode Gerak Jatuh Bebas. Percepatan gravitasi dengan menggunakan eksperimen Gerak Jatuh Bebas lebih teliti dibandingkan dengan eksperimen Getaran Zat Cair yakni ketelitian masiang-masing 96 % dan 90%. Sehingga, ekperimen Gerak Jatuh Bebas, menjadi prioritas untuk digunakan oleh mahasiswa pada kegiatan pembelajaran praktikum Fisika Terapan. Namun, alat eksperimen getaran getaran zat cair, masih rekomendasikan oleh peneliti untuk tetap digunakan pada jurusan Teknik Kimia, karena getaran zat cair adalah bagian dari materi yang terdapat dalam silabus Fisika Terapan di Teknik Kimia.

Keywords
percepatan gravitasi, getaran zat cair dan gerak jatuh bebas

Topic
Pendidikan Fisika

Link: https://ifory.id/abstract/vApbMTwxPWBX


PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MODEL ILMIAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA
Zainal Hartoyo (1302536)

Show More

Corresponding Author
Zainal Hartoyo

Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika,
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudhi no. 229 Bandung, Indonesia, 40154
Email: zhartoyo[at]gmail.com

Abstract
Keterampilan proses sains merupakan keterampilan yang harus dikuasai siswa guna tercapainya standar kompetensi lulusan dan tujuan kurikulum 2013. Namun, ternyata pembelajaran fisika pada beberapa sekolah menengah atas di Kota Bandung masih belum memfasilitasi siswa untuk menguasai keterampilan proses sains. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keunggulan pembelajaran berbasis model ilmiah dibangdingkan dengan pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-posttest control group design yang dilaksanakan pada siswa kelas X di salah satu sekolah menengah atas di Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling kelompok (cluster sampling). Pengumpulan data menggunakan tes awal dan tes akhir untuk mengukur keterampilan proses sains siswa, skala sikap untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran berbasis model ilmiah, dan lembar observasi untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t dua sampel independen menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan proses sains siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis model ilmiah secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis model ilmiah lebih unggul dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan pembeajaran dengan model pembelajaran konvensional.

Keywords
model ilmiah, keterampilan proses sains, pembelajaran fisika, dan pembelajaran konvensional.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/rJ7w8EnXNK3u


Pemodelan Anomali Self-Potensial dengan Menggunakan Metode Gradien Numerik dan Least-Square
Marleni Wirmas, Enjang Jaenal Mustopa

Show More

Corresponding Author
Marleni Wimas

Institutions
Departemen Fisika, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Metode Self-Potential (SP) merupakan salah satu metode eksplorasi geofisika untuk mengukur anomali SP berbagai objek yang terdapat di bawah permukaan tanah, seperti aliran fluida dan logam mineral. Metode ini merupakan pengukuran pasif karena tidak menggunakan sumber arus untuk mengukur nilai besaran fisis. Secara umum, karya ilmiah ini membahas fenomena Self Potensial, faktor penyebab terjadinya self potensial, jenis-jenis self potensial beserta besarannya, dan perumusan umum serta solusi untuk menentukan parameter fisis dalam pemodelan SP. Secara khusus, karya ilmiah ini membahas tentang pemodelan anomali SP dua dimensi dalam beberapa bentuk, yaitu silinder vertikal dan horizontal, pelat vertikal dan horizontal, dan pelat dengan kemiringan tertentu. Metode yang digunakan terdiri dari derivatif (gradien) numerik dan pemodelan dengan metode inversi non-linear least square. Dari hasil yang didapat dari metode yang digunakan, didapatkan beberapa besaran fisis terkait dengan interpretasi kuantitatif model anomali SP.

Keywords
Interpretasi DP, inversi, least-square, metode gradien

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/3vndXxp6MwBz


Page 504 (data 15091 to 15120 of 15932) | Displayed in 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats