Page 503 (data 15061 to 15090 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Linda Marlinda
Institutions
AMIK BSI Jakarta
Abstract
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur � unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Proses belajar sangatlah penting dimana proses belajar bagi para siswa SMU IPA merupakan inti proses pendidikan dan pembelajaran ke tingkat dewasa. Kendala yang dialami oleh para siswa dalam mempelajari mata pelajaran fisika, matematika, kimia adalah banyak rumus yang harus dipelajari sehingga menyebabkan turunnya minat dan prestasi siswa untuk memahami pelajaran ini sangat besar. Dewasa ini perkembangan penggunaan CD education dan animasi berbasis android sangatlah pesat diberbagai bidang ilmu, begitu juga dalam dunia pendidikan. Prestasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam diri siswa yaitu kemampuan, minat, bakat, motivasi. Sedang yang berasal dari luar diri siswa seperti keluarga, lingkungan luar, sekolah seperti metode pengajaran, konsep pengajaran, media pembelajaran atau alat bantu, sifat guru, bakat, kondisi sosial dan ekonomi. Model analisa data yang digunakan untuk menggambarkan pengaruh penggunaan CD education dan Animasi berbasis android sebagai salah satu alat bantu untuk meningkatkan minat belajar siswa SMU IPA menggunakan SPSS
Keywords
CD education, Animasi berbasis Android, Minat Belajar Siswa SMU IPA
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Ea Cahya Septia Mahen
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan MIPA,
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Email:
1ea.cahya[at]gmail.com
2adeyetin[at]gmail.com
Abstract
Salah satu substansi penting dari semua bidang profesi dan disiplin akademis adalah berpikir kritis. Untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kami menggunakan model pembelajaran creative problem solving (CPS) dalam proses pembelajaran di kelas. Desain penelitian one group pre-test posttest telah dipilih dalam penelitian ini untuk mencari data efektivitas metode CPS dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Sampel penelitian adalah 34 siswa kelas VIII MTsN Talaga di Majalengka. Deskripsi dan interpretasi statistik digunakan untuk analisis data. Dari data hasil penelitian menunjukkan bahwa 56 % siswa mengalami peningkatan keterampilan berpikir kritis yang tinggi dan sisanya menunjukkan peningkatan keterampilan kritis dengan kategori cukup. Rata-rata indeks gain ternormalisasi adalah 0,71 yang termasuk dalam kategori tinggi. Sehingga, CPS memiliki peluang yang baik untuk digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran fisika.
Keywords
Model Pembelajaran CPS, Keterampilan Berpikir Kritis, Quasi Eksperimen.
Topic
Physics
Corresponding Author
Rizki Fahmi Sumaryono
Institutions
UPI
Abstract
Keywords
kualitas citra ,derajat anisotropis, trabecular thickness, trabecular separation
Topic
Fisika Bumi
Corresponding Author
Annisa Rahmah
Institutions
Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jalan Rawamangun Muka, Jakrta Timur 13220, Indonesia
Abstract
Indonesia adalah pengguna ponsel pintar nomor satu di dunia dengan waktu pemakaian rata-rata 181 menit per hari dimana survey ini melibatkan lebih dari 12.000 pengguna handphone dalam rentang usia 16 sampai 44 tahun. Banyaknya waktu interaksi dengan smartphone pada rentang usia dimana peserta didik berada menjadi dasar penulis untuk mengembangkan bahan ajar berbasis android pada materi fisika sehingga dapat memotivasi dan mempermudah peserta didik belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development, dan model pengembangan yang digunakan adalah metode Dick & Carey. Penelitian ini menghasilkan aplikasi (software) berbasis smartphone Android. Aplikasi ini dapat menampilkan ringkasan materi dan video yang terkait dengan materi fisika kelas X semester genap. Adapun susunan materinya sebagai berikut: elastisitas, fluida statis, suhu dan kalor, dan alat optik.
Keywords
Bahan Ajar, Fisika Kelas X, Berbasis Android
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Asril Pramutadi Andi Mustari
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Perkembangan sports science di Indonesia cukup tertinggal bila dibandingkan dengan negara lain. Di lain pihak Indonesia memiliki potensi yang sangat besar terlihat populasi penduduk yang cukup besar. Sports science tidak dapat dipungkiri memberikan kontribusi besar terhadap prestasi olahraga dari suatu bangsa. Oleh sebab itu dikembangkan alat parasut lari yang memberikan manfaat lebih dibanding alat parasut lari tipe lama. Alat tersebut tidak hanya memberikan efek hambatan saat berlari tapi juga menjaga teknik berlari yang tepat. Analisa biomekanik digunakan untuk mengevaluasi teknik yang diberikan alat tersebut.
Keywords
lari, sport science, parasut lari
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Aprina Defianti
Institutions
Sekolah Pascasarjana UPI
Abstract
Praktikum merupakan metode yang efektif dalam membelajarkan IPA ke siswa. Melalui praktikum, siswa lebih dapat memahami konsep IPA dari pada sekadar mendengar atau membaca penjelasan konsep, terutama pada konsep IPA yang tidak dapat teramati langsung oleh mata. Dalam Kurikulum 2013, pembelajaran IPA harus dapat mengintegrasikan berbagai konsep sehingga siswa memiliki pemahaman yang menyeluruh terhadap suatu fenomena. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat praktikum IPA yang mengintegrasikan konsep Fisika dan Biologi dalam satu set alat. Penggunaan alat praktikum tersebut membantu siswa mengeksplorasi konsep gelombang, jenis-jenis gelombang mekanik, sifat gelombang, gelombang bunyi, mekanisme proses mendengar dan bagian-bagian indra pendengaran. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan yang terdiri dari tahap define, design, dan develop. Pada tahap define, dilakukan studi terhadap standar isi kurikulum 2013 pada pelajaran IPA SMP guna menentukan alat praktikum yang akan dikembangkan. Sedangkan pada tahap design, dilakukan proses mendesain dan membuat alat menggunakan bahan-bahan yang aman dan mudah diperoleh sehingga dapat direplikasi dan digunakan pada pembelajaran di sekolah. Selanjutnya untuk tahap develop, dilakukan kajian empirik, uji coba dan expert judgment oleh pakar pendidikan.
Keywords
pengembangan, alat praktikum, integrasi, gelombang, indra pendengaran
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Dindin Nasrudin
Institutions
1)Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung
*email:horenasrudin[at]gmail.com
2)Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan Fisika
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Pengalaman belajar siswa dalam proses pembelajaran yang tidak utuh menjadi salah satu penyebab rendahnya pemahaman konsep siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dapat dijadikan salah satu solusi untuk diterapkan, karena dalam model pembelajaran ini siswa dituntut untuk menjalani setiap proses pembelajaran dengan masalah sebagai starting point-nya. Berdasarkan pengalaman belajar tersebut diharapkan pemahaman konsep siswa akan menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah. Pemahaman yang dimaksud adalah pemahaman (comprehension) berdasarkan taxonomi Bloom yang meliputi kemampuan translasi (menterjemahkan), interpretasi (menafsirkan), dan ekstrapolasi (meramalkan). Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest posttest time series design. Sampel penelitian adalah 32 siswa kelas VIII C salah satu SMP swasta di kota Bandung. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep. Hasil rerata indeks gain ternormalisasi pada seri I = 0.42, seri II = 0.47, dan seri III = 0,65. Hal ini menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah secara efektif dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa.
Keywords
Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Pemahaman Konsep
Topic
Physics
Corresponding Author
Muhammad Farish Mutaaffif
Institutions
1Laboratorium Fisika Instrumentasi,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
2Laboratorium Fisika Nuklir,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) farish.astrof[at]gmail.com
b) mujtahid.saya[at]gmail.com
c) bilalelbari[at]gmail.com
d) maria[at]fi.itb.ac.id
e) mitra[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Peternakan merupakan satu bidang yang sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Dengan adanya penerapan aspek teknologi berupa internet of things, para peternak dapat memonitoring dan mengontrol peternakan meskipun terpaut jarak yang sangat jauh sekalipun hanya dengan berbekal smartphone. Sehingga peternak yang berada di rumahnya dapat melakukan monitoring dan kontrol parameter kadar pakan dan air minum. Dengan adanya sistem ini maka kuantitas konsumsi ternak terhadap pakan dan air minum dapat dikontrol sehingga dapat lebih efisien dan efektif. Pengontrolan ini juga menjadikan hewan ternak lebih sehat sehingga pertumbuhannya semakin cepat dan berbobot sesuai dengan harapan. Harapannya sistem ini nantinya dapat diaplikasikan di dunia peternakan, sehingga banyak orang yang berminat untuk beternak dan peternakan di Indonesia pun dapat mendominasi dan menyuplai konsumsi hewan ternak sendiri bahkan bisa ekspor ke luar negeri.
Keywords
Internet of Things, Kontrol, Monitoring, Peternakan
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Yanne Irene
Institutions
Program studi Matematika,Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (a)
Program studi Matematika,Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (b)
Abstract
Suatu pelabelan (a,d) - C_3 -antiajaib adalah suatu fungsi bijektif yang memetakan himpunan titik dan sisi pada graf ke bilangan positif (g∶V(G)∪E(G)→{1,2,�,|V(G) |+|E(G) | } yang memenuhi suatu barisan aritmetika a,a+d,a+2d,�,a+(t-1) untuk dua bilangan bulat positif a dan d tertentu serta t adalah banyaknya subgraf C_3 di G. Penelitian ini membahas tentang pelabelan total (a,d)-C_3 -antiajaib super pada graf kincir Wn untuk n≥3 . Penelitian ini menghasilkan teorema-teorema yang menyatakan pelabelan total (a,d)-C_3-antiajaib super pada graf kincir Wn dengan d=1, 3, 5, 7, dan 9.
Keywords
Pelabelan Total (a,d)-C_3-Antiajaib, Selimut-C_3, Antiajaib Super, Graf Kincir
Topic
Teoretik
Corresponding Author
Triyanta Triyanta
Institutions
1SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science,
Jl. Diponegoro no. 12 Bandung, Indonesia, 40132
2Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) triyanta[at]fi.itb.ac.id (corresponding author)
b) director[at]qitepinscience.org
Abstract
Pembelajaran sains berbasis inkuiri merupakan salah satu pendekatan pembelajaran sains di antara sejumlah pendekatan atau metode pembelajaran sains yang dikenal. Di dalam pembelajaran sains berbasis inkuiri, pembelajar membangun sebuah pengetahuan seperti yang dilakukan para ilmuwan dalam memahami alam semesta. Keuntungan dari pendekatan ini adalah, selain membangun pengetahuan, pembelajar sekaligus juga membangun sikap ilmiah dan kemampuan berproses ilmiah. Keberhasilan penerapan pendekatan inkuiri di dalam kelas sangat bergantung pada kemampuan guru berinkuiri dan keseriusan guru dalam mempersiapkan rencana kegiatan inkuiri siswa. Tulisan ini akan menyajikan uraian singkat tentang pembelajaran berbasis inkuiri, kegiatan peningkatan profesional guru sains yang berkaitan dengan inkuiri oleh Regional Centre for QITEP in Science, dan menyajikan satu contoh usaha pemahaman interaksi elektromagnetik yang lebih dalam melalui pendekatan inkuiri. Contoh ini berguna bagi guru dan dosen pembelajar, dalam bidang fisika.
Keywords
inkuiri, guru pembelajar, interaksi elektromagnetik
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Amelia Herlina
Institutions
Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Pembelajaran terpadu merupakan suatu model memadukan beberapa pokok bahasan atau bidang studi atau berbagai materi dalam satu sajian pembelajaran. Pembelajaran terpadu tipe shared adalah bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya overlapping konsep atau kemampuan pada dua mata pelajaran. Pembelajaran IPA terpadu tipe shared ini akan menghubungkan materi pelajaran pada pelajaran IPA khususnya biologi dan kimia SMP pada topik teknologi sehingga siswa dapat melihat keterhubungan konsepnya. Pembelajaran akan disampaikan melalui model cooperative learning yang mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Penyusunan makalah ini dilakukan berdasarkan hasil review dari kajian pustaka dan penelitian. Dari penelitian ini diharapkan pembelajaran IPA terpadu tipe shared yang dilaksanakan melalui model cooperative learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep siswa pada topik teknologi.
Keywords
Integrasi Pembelajaran Tipe Shared, Cooperative Learning, Keterampilan Berpikir Kritis
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Sparisoma Viridi
Institutions
Fisika ITB
Abstract
Suatu sistem yang terdiri dari dua buah butiran dan satu pegas diusulkan untuk memodelkan gerak mikororganisme sederhana. Panjang pegas dapat berubah secara internal mirip dengan kontraksi otot. Saat panjang pegas berkontraksi secara sinusoidal konstanta kekasaran kedua butiran juga harus diubah sehingga resultan gaya gesek fluida pada sistem dapat membuat sistem bergerak ke satu arah. Sinergisasi antara kontraksi otot dan perubahan konstanta kekasaran menentukan jenis gerak sistem. Terdapat mode di mana sistem hanya berosilasi di tempat dan juga mode di mana sistem dapat bertranslasi.
Keywords
model butiran, dinamika molekuler, gerakan mikroorganisme
Topic
Physics
Corresponding Author
Bilal El Bari
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Pada penelitian ini telah dirancang sistem sensor yang digunakan dalam kegiatan peternakan ayam pada umur ayam yang telah lebih dari lima belas hari. Produksi ayam pedaging sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, dengan menggunakan sistem pengatur suhu, pemberi pakan dan minum yang automatis, kita dapat membuat kondisi kandang ayam sesuai dengan kondisi ideal. Dengan menggunakan sistem IoT (Internet of Things) kita dapat memonitoring keadaan kandang jika sewaktu-waktu keadaan kandang sudah tidak dapat dikontrol atau melebihi keadaan normal maka user yang memonitoring dapat mengkontrol lebih lanjut. Pada sistem sensor alat penelitian kali ini akan terdiri dari tiga bagian sensor, saya ditugaskan pada bagian sensor suhu.
Keywords
Automatisasi, Ayam Pedaging, IoT, Peternakan Ayam, Suhu.
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
INTAN DILLIA NURHADI
Institutions
Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
JL. A.H. Nasution 105, Bandung - Indonesia 40614
*Intandillia_nurhadi[at]yahoo.com
Abstract
Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh perubahan jarak sumber radiasi ke permukaan medium atau Source to Surface Distance (SSD) dan luas lapangan penyinaran (Field Size) terhadap distribusi dosis pada pesawat Linear Accelerator (LINAC) menggunakan metode Monte Carlo � EGSnrc. Simulasi Monte Carlo digunakan untuk pemodelan dan simulasi head linac pada BEAMnrc, model virtual linac dibuat berdasarkan data karakteristik pada pesawat Linac Varian Clinac iX yang kemudian output-nya diperoleh informasi karakteristik foton beam menggunakan BEAMDP, sementara pemodelan dan simulasi water phantom dikerjakan pada DOSXYZnrc ukuran phantom (40�40�40) (cm^3), menggunakan berkas foton 6 MV, pengujian variasi SSD (80 cm, 90 cm, 100,1 cm, 110 cm, 120 cm) dan variasi field size (6�6 cm^2), (10�10 cm^2), (20�20 cm^2) untuk memperoleh kurva Percentage Depth Dose (PDD) dan Profile Dose. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin dekat jarak sumber radisi ke permukaan medium (SSD), semakin besar sebaran dosis yang diserap oleh water phantom. Semakin besar luas lapangan (field size), semakin besar sebaran dosis yang diserap oleh water phantom. Pada variasi SSD dan Field Size, dosis radiasi akan terus naik mulai dari permukaan medium 0 cm sampai pada kedalaman Dmax, kemudian dosis turun setelah melewati kedalaman Dmax.
Keywords
Monte Carlo � EGSnrc, Linear Accelerator (LINAC), Source to Surface Distance (SSD) , field size, photon beam, Percentage Depth Dose (PDD) dan Profile Dose.
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Saprudin Saprudin
Institutions
(1) Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Khairun
(2) Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Khairun
(3) Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Khairun
(4) Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP Universitas Khairun
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan media video tutorial model discovery learning pada materi tekanan hidrostatis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Pada artikel ini dipaparkan hasil uji kelayakan media video tutorial menurut ahli materi, ahli media pembelajaran, ahli pedagogik dan juga guru-guru fisika sebagai pengguna media. Data uji kelayakan media video dikumpulkan melalui teknik non tes dengan instrumen angket yang ditujukan untuk ahli materi fisika, ahli media pembelajaran, ahli pedagogik dan juga guru-guru fisika sebagai pengguna media. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil uji kelayakan media menurut ahli materi fisika dikategorikan sangat baik (76,4%), menurut ahli media pembelajaran dikategorikan baik (71,8%), menurut ahli pedagogik dikategorikan baik (73%), menurut guru fisika terkait aspek desain media dan keterlaksanaan sintaks model discovery learning dikaterorikan sangat baik dengan besar persentase masing-masing sebesar 82% dan 83,5%. Berdasarkan hasil uji validasi disimpulkan bahwa media video tutorial model discovery learning yang dikembangkan telah layak untuk ditindaklanjuti pada uji coba secara terbatas.
Keywords
Media, Video tutorial, Model discovery learning
Topic
Physics
Corresponding Author
Meldawati Meldawati
Institutions
ITB
Abstract
Pengenalan metode Self Potential(SP) dapat diberikan kepada siswa SMA sebagai materi pengayaan pada topik kelistrikan yang bertujuan untuk menambah wawasan siswa akan aplikasi fisika dalam bidang Geofisika. Pemberian materi melingkupi pengenalan alat, praktek pengukuran pada bak pasir serta pengolahan data. Profil anomali SP dari hasil pengukuran dicocokkan dengan program simulasi forward SP yang dibuat menggunakan VBA excel untuk mengetahui nilai parameter anomali yaitu ; sudut polarisasi, momen dipol magnetik dan faktor geometri.
Keywords
Self Potential,Profil Anomali SP, VBA excel, Parameter anomali
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Chaerul Rochman
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Penerapan pendekatan saintifik dalam praktek pembelajaran di kelas merupakan langkah yang penting dalam pengembangan kependidikan sains. Penelitian ini merupakan penerapan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik model 5M pada pembelajaran fisika di sekolah menengah pertama dan dikaitkan dengan kemampuan literarasi sains. keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik model 5M dengan rata-rata keterlaksanaan pembelajaran sebesar 83,25% dengan interpretasi sangat baik. Kemampuan literasi sains peserta didik dalam pembelajaran pada materi kalor dan penerapannya rata-rata sebesar 73,08 dan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,84 katagori tinggi. Jawaban peserta didik berdasarkan katagori literasi sains bervariasi dan bersifat dinamis.
Keywords
Pendekatan saintifik model 5M, literasi sains, Katagori jawaban literasi
Topic
Physics
Corresponding Author
Harianto Wibowo
Institutions
1Laboratorium Elektronika,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) hariantowb[at]gmail.com
b) azkazakiyyatuddin[at]s.itb.ac.id
c) kartika.deni[at]gmail.com
d) maria[at]fi.itb.ac.id
e) mitra[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Pada penelitian ini telah dirancang sistem pencacah kendaraan menggunakan empat sensor ultrasonik HC SR04 dan satu mikrokontroler NodeMCU ESP 8266. Sistem pencacah ini dapat menghitung jumlah kendaraan dan mengklasifikasikan ke dalam dua jenis kendaraan, yaitu mobil dan bus/truk. Kendaraan diklasifikasikan berdasarkan ketinggian. Sensor ultrasonik diletakkan dengan ketinggian 4 m dari dasar jalan dan setiap sensor ultrasonik diberi jarak 1 m-1,4 m. Data hasil pengukuran diolah oleh mikrokontroler dan dikirim ke smartphone pengguna, sehingga data dapat diakses secara real time. Sistem diuji dalam skala lab dan data langsung dari lapangan. Keunggulan sistem ini adalah data yang dihasilkan tidak terlalu besar dan instalasi alat yang tidak terlalu rumit.
Keywords
Ketinggian kendaraan, Mikrokontroler, Sensor ultrasonik.
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Arisat Arisat
Institutions
(1,2) Program Magister Pengajaran Fisika
(3) Departemen Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
a_risat86[at]yahoo.com, engge_yohanes[at]yahoo.com, lilik.hendrajaya2[at]gmail.com
Abstract
Metode Self potensial (potensial diri) merupakan suatu metode dalam survey geofisika yang dapat dimanfaatkan untuk mengeksplorasi sumberdaya alam bawah permukaan. Metode ini didasarkan pada pengukuran potensial diri massa endapan batuan dalam kerak bumi tanpa harus menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah seperti metode geolistrik lainnya. Selain dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi obyek bawah permukaan bumi, metode self potential ini juga dapat dijadikan sebagai laboratorium alam yang dapat menunjang proses pembelajaran, karena pelaksanaanya sangat mudah dan praktis. Tujuan Penelitian ini adalah Mempelajari tahapan-tahapan dalam proses pengambilan data, pengolahan dan pemodelan data dengan metode self potensial, Mengetahui sebaran nilai beda potensial bawah permukaan daerah pengamatan, dan Membuat kontur berdasarkan data hasil pengukuran dengan metode self potensial. Data penelitian yang diperoleh merupakan nilai anomaly potensial daerah bawah permukaan sebanyak 121 titik. Berdasarkan data hasil penelitian sebelum perlakuan penanaman beberapa material diperoleh sebaran anomaly potensial terendah 140 mV dan anomaly potensial tertingi adalah 215,8 mV. Sementara itu, setelah penanaman beberapa material untuk 10 titik pengamatan diperoleh nilai anomaly potensial untuk titik tersebut berubah. Hal ini menunjukan bahwa di daerah tersebut terjadi perubahan nilai anomaly potensial.
Keywords
Self potensial, anomali potensial, laboratorium alam
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Rahadi Wirawan
Institutions
1Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram, Jl. Majapahit 62 Mataram 83125
email: desiarisandi537[at]ymail.com, rwirawan[at]yahoo.co.id
Abstract
Tanah longsor merupakan salah satu fenomena alam yang dapat menimbulkan kerusakan yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Salah satu upaya penanggulangan bencana tanah longsor adalah membangun suatu sistem pendeteksian dini yang meliputi pembuatan alat pendeteksi dan monitoring pergerakan tanah serta sistem informasi deteksi dini bahaya tanah longsor. Dalam tulisan ini, ditampilkan prototipe alat pendeteksi pergerakan tanah sederhana. Alat ini tersusun atas 4 pegas paralel, sensor ultrasonik SRF08 sebagai alat pendeteksi jarak dan soil moisture sensor FC-28 untuk mengukur kandungan air sebagai parameter pemicu terjadinya pergerakan tanah serta mikrokontroler Atmega328 sebagai pengontrol kerja alat. Prototipe ini telah diujicoba dalam pendeteksian pergerakan sampel pasir untuk ukuran butir 850 m dan >850 m dengan massa yang berbeda. Hasil yang diperoleh menunjukkan sensitivitas masing-masing sensor adalah 2 cm/kg untuk sensor ultrasonik dan 5,21 %/ml hingga 8,33 %/ml untuk sensor kandungan air. Potensi pergerakan material pasir dipengaruhi oleh kandungan air dalam sampel pasir dimana pergerakan material pasir mencapai titik maksimum pada jarak 54 cm dengan kandungan air sebesar 99%.
Keywords
Longsor, deteksi dini, sensor, ultrasonik, kandungan air
Topic
Physics
Corresponding Author
Muhammad Zakaria
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Perancangan sensor lingkungan berbasis pemandu gelombang Microring Resonator ini telah banyak di lakukan. Material yang digunakan adalah bahan polimer jenis polymide loss free, yang divariasikan dengan SiO2. Desain dilakukan dengan cara mensketsa dan mensimulasikan struktur Microring resonator di program Computer Simulation Technology (CST) dengan memvariasikan diameter pada Microring Resonator sebesar 8 μm, 10 μm, dan 12 μm sehingga akan terdeteksi perubahan puncak transmitasi setiap diameternya dengan lebar sensing waveguide dibuat tetap 1 μm.
Keywords
CST, Microring Resonator, waveguide.
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
Khayima Arnisti
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Abstrak Pada penelitian ini, telah dirancang sistem pendeteksi posisi perpindahan gerak granular setiap pemberian frekuensi tertentu melalui sistem image processing. Pada sistem Image Processing sistem sensor dilakukan oleh komponen laser dan sensor LDR (Light Dependent Resistor).Prinsip kerja dari sensor tersebut, apabla sensor mendeteksi granular maka resistansi sensor akan membesar. Melalui Arduino UNO sinyal kemudian diproses menjadi 2 macam output:LED dan koordinat posisi granular.
Keywords
Arduino, Image processing, Laser, Sensor LDR
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Yulianto Agung Rezeki
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Sensor ultrasonik digunakan sebagai pengukur jarak sebuah benda. Prinsip dasar dari sensor ultrasonik adalah menggunakan gelombang bunyi yang merambat melalui medium udara. Sensor memancarkan gelombang ke arah benda yang diukur kemudian gelombang tersebut dipantulkan kembali oleh benda dan diterima oleh transduser sensor. Akurasi pengukuran sensor ultrasonik dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah suhu. Suhu berpengaruh terhadap kecepatan rambat bunyi di udara sehingga diprediksi akan menyebabkan gangguan pada laju gelombang elektromagnetik yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap pengukuran jarak dan merancang simulasi untuk mengoreksi pengaruh suhu dalam pengukuran jarak untuk hasil pengukuran yang lebih akurat. Rangkaian alat yang digunakan dalam penelitian terdiri dari: (1) Sensor Ultrasonik PING))) Parallax sebagai sensor pengukur jarak, (2) Sensor Suhu LM35 sebagai sensor pengukur suhu, (3) Arduino Uno sebagai unit pemroses, dan (4) PC/Laptop dengan program LabView sebagai unit keluaran. Sensor diletakkan di dalam oven listrik yang digunakan sebagai pengubah suhu. Suhu divariasikan dari 30 oC sampai dengan 50 oC. Pada penelitian ini menyebutkan bahwa adanya suhu mempengaruhi akurasi Sensor Ultrasonik PING))) Parallax dalam pengukuran jarak, dibuktikan dengan hasil pengukuran yang memiliki error yang cukup besar. Perlu adanya faktor koreksi suhu untuk memberikan hasil pengukuran jarak yang lebih akurat. Dengan melibatkan faktor koreksi suhu pada program dihasilkan error yang lebih kecil dibandingkan dengan tidak melibatkan faktor koreksi suhu. Pengaruh suhu pada sensor ultrasonik menentukan arah baru dalam penelitian terkait perhitungan analitik dan skema aplikasi pengukuran jarak.
Keywords
Arduino Uno, LabView, perubahan suhu, Sensor Ultrasonik PING))) Parallax
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
liya kholida
Institutions
a) Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
liyaholida92[at]gmail.com
b)Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
lilik.hendrajaya3[at]gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan mengukur momen inersia silinder dengan mendisain 4 buah silinder berlapis. Bahan silinder berupa tiga jenis kayu dengan massa jenis rho 1 > rho2 > rho3. Silinder pertama dan kedua mengunakan bahan rho 1 dan rho 3, dengan massa kedua silinder sama namun lapisan nya berbeda. Silinder ketiga dan keempat merupakan silinder berlapis tiga dengan menggunkan bahan rho 1, rho 2 dan rho 3. Silinder ke tiga dan ke empat didisain massanya sama namun memiliki urutan lapisan yang berbeda. Keempat silinder tersebut diglindingkan pada papan peluncur. Hasilnya diperoleh setiap silinder memiliki kecepatan yang berbeda-beda karena pengaruh momen inersia tiap silinder berbeda-beda.
Keywords
Momen inersia slinder pejal berlapis, cara desain, cara membuat
Topic
Physics
Corresponding Author
NUR INAYAH SYAR
Institutions
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Abstract
Interaksi antar peserta didik, pendidik dan sumber belajar adalah tiga hal yang membangun proses belajar mengajar. Sumber belajar yang dimaksud dalam hal ini adalah bahan ajar, baik yang digunakan oleh guru untuk mengajar maupun digunakan oleh siswa untuk belajar mandiri. Bahan ajar merupakan pokok-pokok materi yang berasal dari perumusan kompetensi dasar dan indikator yang nantinya akan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada dua jenis bahan ajar yang dapat dikembangkan dalam rangka mencapai hal-hal yang disebutkan di atas, yaitu bahan ajar untuk guru dan bahan ajar untuk siswa. Penulis akan mengambangkan bahan ajar guru dengan menggunakan metode 4 Step Teaching Material Development (4S TMD) sebagai pedoman dalam pengembangan bahan ajar. 4S TMD memiliki empat tahap pengembangan bahan ajar yaitu seleksi, strukturisasi karakterisasi dan reduksi didaktik yang merupakan kelebihan yang tak dimiliki pengembangan bahan ajar lainnya. Tahap seleksi berupa tahap pengumpulan materi yang kemudian disesuaikan dengan standar kompetensi, indikator dan nilai-nilai yang terkait IPA terpadu yang terdapat dalam bahan ajar. Tahap strukturisasi merupakan tahap pembuatan peta konsep, struktur makro dan multipel representasi. Tahap Karakterisasi yaitu tahap pengembangan instrumen untuk mengidentifikasi konsep-konsep yang beradda dalam kategori abstrak, kompleks dan rumit. Sedangkan yang terakhir yaitu tahap reduksi didaktik, merupakan tahap dimana konsep direduksi agar layak menjadi bahan ajar untuk tingkatan kelas dan jenjang pendidikan bahan ajar tersebut. Penilaian bahan ajar terdiri dari beberapa aspek yaitu penilaian kesesuaian isi dengan kurikulum, grafika, ide pokok dan keterbacaan, penyajian materi untuk menguji kelayakan bahan ajar yang telah dibuat. Bahan ajar akan berfokus pada tema cuaca yang akan mencakup materi IPA terpadu, yaitu fisika, kimia dan biologi.
Keywords
Bahan ajar, Cuaca, IPA Terpadu, 4S TMD
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Muhammad Muztahid
Institutions
1Laboratorium Fisika Teoretik (Afiliasi Penulis Pertama),
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
2Laboratorium Fisika Bumi (Afiliasi Penulis Kedua),
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
3Laboratorium Fisika Nuklir (Afiliasi Penulis Ketiga),
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) mujtahid.saya[at]gmail.com
b) farish.astrof[at]gmail.com
c) bilalelbari[at]s.itb.ac.id
d) maria[at]fi.itb.ac.id
e) mitra[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Peternakan merupakan satu bidang yang sangat banyak dijadikan profesi baik utama maupun sampingan. Dengan berkembangnya teknologi IoT (Internet of Things), peternak dapat melakukan pemantauan dari jarak yang jauh. Hal ini memudahkan peternak dalam pengawasan beternak dan mengetahui kondisi secara real time. Ada beberapa manfaat dalam melakukan pemantauan secara visual dari jarak yang jauh antara lain menambah Efisiensi dan efektivitas dalam beternak. dengan bertambahnya efisiensi dan efektivitas dalam beternak, harapannya masyarakat indoneia dapat memenuhi maupun mengekspor komoditas ini.
Keywords
Efisiensi, Efektivitas, IoT, Real time
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Devi Alfionita Manalu
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kolonel Masturi No. 288 Parongpong, Bandung Barat 40559
e-mail: devyalfionita[at]gmail.com
Abstract
Di dalam paper ini kami akan menjelaskan metode purifikasi air yang terkontaminasi pakan ikan dengan menggunakan gelembung udara berukuran mikro-nanometer. Beragam lamanya pemberian gelembung yaitu 2 jam, 4 jam, 6 jam, dan 8 jam digunakan untuk meningkatkan konsentrasi kandungan oksigen dan menurunkan Total Suspended Solid. Diperoleh bahwa 6 jam pemberian gelembung dapat meningkatkan konsentrasi kandungan oksigen dan menurunkan Total Suspended Solid secara optimum. Air terkontaminasi pakan ikan perlu dipurifikasi agar tidak menimbulkan masalah seperti matinya ikan secara massal dan turunnya kualitas air untuk dijadikan air minum karena air terkontaminasi pakan ikan sering digunakan untuk hal-hal tersebut.
Keywords
Purifikasi, Air Terkontaminasi, Pakan Ikan, Gelembung udara berukuran mikro-nanometer.
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Claudia Mariska Mardikawati Maing
Institutions
FKIP Fisika, Universitas Katolik Widya Mandira
Abstract
Investigasi kelompok merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Dalam investigasi kelompok, pendidik berperan sebagai fasilitator, peserta didik yang dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil didorong dan didukung agar mampu mengelola tugasnya. Model pembelajaran ini merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan aktivitas siswa di kelas, agar siswa berperan aktif dalam menemukan, menganalisis dan mengevaluasi tugas yang diberikan kepadanya Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari Model pembelajaran investigasi kelompok terhadap hasil belajar peserta didik pada materi pokok elastisitas bahan dan gerak harmonic sederhana dengan sampel berjumlah 33 peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain one grup pretest posttest design. Data hasil belajar tes awal dan tes akhir dianalisis menggunakan analisis N-gain untuk melihat peningkatan hasil belajar, diperoleh hasil analisisnya berada dalam kategori tinggi dengan nilai gain 0,78. Hasil ini dijadikan sebagai acuan untuk analisis lanjutan melihat apakah ada pengaruh dari model pembelajaran investigasi kelompok yang digunakan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik tersebut. Untuk melihat pengaruh ini, digunakan uji Mann Whitney dan didapatkan hasil bahwa ada pengaruh dari model investigasi kelompok terhadap hasil belajar yang ditandai dengan nilai sig lebih keci dari 0,05 yakni 0,000. Hasil ini mengungkapkan bahwa model pembelajaran investigasi kelompok secara signifikan mempengaruhi hasil belajar peserta didik.
Keywords
investigasi kelompok, analisis N-gain, mann Whitney
Topic
Physics
Corresponding Author
Elis Yudianingsih
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia
*elis_yudia[at]yahoo.com
Abstract
Penelitian dilatarbelakangi oleh munculnya permasalahan pembentukan karakter siswa di sekolah yang cenderung mengabaikan nilai-nilai moral. Untuk mengungkap permasalahan tersebut, penelitian dimulai dengan merancang soal penalaran moral berbasis isu-isu sains. Dengan mengacu pada rubrik Lickona, diharapkan instrument tersebut dapat mengukur moral feeling, moral knowing, dan moral behavior siswa. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian survey crosssectional. Subjek penelitiannya adalah siswa SMP dari berbagai strata yang ada di wilayah Bandung. Sebagai pembanding tingkat penalaran moral siswa mengenai isu-isu sains, digunakanlah instrument standar Defining Issue Test (DIT) yang merupakan adaptasi dari James Rest. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki moral feeling, moral knowing, dan moral behavior sepenuhnya, serta penalaran moralnya masih berada dalam tahap konvensional. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan pembelajaran berbasis karakter khususnya dalam ilmu sains, sehingga pendidikan tidak hanya menekankan pada aspek kognitif saja, tetapi juga pada aspek afektif dan psikomotor.
Keywords
Penalaran moral, Karakter, Isu-isu sains, Defining issue test
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Malinda Sabrina
Institutions
BPPT
Abstract
Keywords
Hemi - anechoic chamber, ketidakpastian, reference sound source, tingkat daya bunyi
Topic
Fisika Instrumentasi
Page 503 (data 15061 to 15090 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats