Indonesia Conference Directory


<< Back

Search Abstract

Page 510 (data 15271 to 15300 of 15932) | Displayed in 30 data/page

PENERAPAN MODEL TASK BASED LEARNING UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI KIMIA PADA PEMBUATAN BIO-BATERAI
Amalia Nurmala, Cucu Zenab Subarkah, Citra Deliana Dewi Sundari

Show More

Corresponding Author
Amalia Nurmala

Institutions
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Abstract
Bio-baterai merupakan salah satu aplikasi Sel Volta dalam kehidupan sehari-hari sehingga pembelajarannya harus mencakup konten, konteks, proses sains dan sikap sains. Dalam pembelajaran berkelompok, mahasiswa cenderung mengandalkan salah satu anggota kelompoknya untuk mengerjakan tugas. Oleh karena itu, diterapkan model Task Based Learning (TBL) yang berbasis tugas peran dimulai dengan pemberian masalah, hipotesis, pembagian tugas peran (perencana, pengumpul informasi, pengorganisir data, penyiap percobaan, pendesain skema, dan presenter), melakukan percobaan, presentasi dan evaluasi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kemampuan literasi kimia mahasiswa melalui model TBL pada pembuatan bio-baterai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kelas untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Subjek penelitian terdiri dari 49 orang mahasiswa Kimia Dasar 2. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, Lembar Kerja yang berbasis literasi kimia. Pengolahan data dilakukan dengan mengidentifikasi lembar observasi beserta tugas peran dalam Lembar Kerja dan menghitung rata-rata nilai Lembar Kerja dalam setiap indikator literasi kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata mahasiswa dalam menyelesaikan LK pada proses mengkomunikasikan yaitu 86,3. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penerapan model TBL dapat mengembangkan literasi kimia dalam proses berkomunikasi.

Keywords
Model Task Bask Learning, Pembuatan Bio-baterai, Literasi Kimia, Komunikasi

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/BXyZTvUAHQDe


Penggunaan Smartphone dalam Eksperimen Magnetostatik: Pengukuran Medan Magnet 3 Sumbu dari Kawat Berarus
Bramianto Setiawan, Ricky D. Septianto, Dadang Suhendra, Ferry Iskandar

Show More

Corresponding Author
Bramianto Setiawan

Institutions
Laboratorium Listrik Dan Magnet
Departemen Fisika, Fakultas Matematika Dan Pengetahuan Alam
Insititut Teknologi Bandung
Jalan Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia

Abstract
Smartphone merupakan telepon pintar yang memiliki kemampuan layaknya komputer dan memiliki berbagai sensor yang terpasang didalamnya. Dalam penelitian ini membahas tentang penggunaan smartphone untuk eksperimen magnetostatik khususnya pengukuran medan magnet 3 sumbu dari kawat berarus. Penggunaan smartphone pada eksperimen dapat menggantikan telsa meter yang harganya relatif mahal. Media yang digunakan adalah smartphone berbasis android yang telah terpasang aplikasi Gauss meter. Untuk mendapatkan posisi sensor magnet pada smartphone, dilakukan pemetaan pada smartphone dengan menggunakan magnet permanen. Dalam penelitian ini, eksperimen magnetostatik dilakukan dengan mengukur 3-sumbu medan magnet (x,y,z) yang dihasilkan oleh arus yang mengalir pada kawat yang berbentuk lurus dan melingkar. Variabel yang digunakan untuk menguji kemampuan smartphone sebagai alat ukur adalah jarak antara kawat dengan smartphone, arus, dan diameter kawat melingkar. Untuk menguji hasil eksperimen, dilakukan perbandingan antara hasil eksperimen dengan teori. Menurut hasil penelitian, terdapat kecocokan antara data hasil penelitian dan teori. Dapat disimpulkan bahwa smartphone dapat digunakan sebagai media eksperimen magnetostatik khususnya pengukuran medan magnet pada 3 sumbu menggunakan kawat lurus dan melingkar.

Keywords
Gauss meter, sensor magnet, magnetostatik, 3-sumbu, smartphone

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/PmJebv6x7kQy


Studi Pengaruh Co-solvent Dietil Eter pada Sintesis Biodisel dengan Katalis Heterogen CaO dari Minyak Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit
Puji siswanti, Pedy Artsanti

Show More

Corresponding Author
Puji Siswanti

Institutions
Prodi Kimia Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstract
Telah dilakukan studi pengaruh co-solvent dietil eter pada sintesis biodiesel dengan katalis heterogen CaO dari minyak limbah cair pabrik kelapa sawit. Metodologi penelitian meliputi; preparasi sampel, esterifikasi, transesterifikasi, pemurnian biodisel, dan karakterisasi biodisel. Proses esterifikasi dilakukan dengan mereaksikan minyak, metanol (1:9), co-solvent dietil eter, dan katalis H2SO4 1%. Reaksi dilakukan selama 120 menit pada temperatur 65 oC dengan variasi penambahan perbandingan co-solvent (CPO:DEE) 1:0,5., 1:1., dan 1:1,5, sedangkan proses transesterifikasi dilakukan dengan mereaksikan fase organik hasil esterifikasi dengan metanol (1:9), co-solvent (CPO:DEE) 1:0,5., 1:1, 1:1,5 dan katalis heterogen CaO dengan variasi 3%, 6%, dan 8% berat reaktan total. Yield biodisel yang diperoleh dibandingkan hasilnya dengan perlakuan tanpa penambahan co-solvent dietil eter. Metil ester hasil sintesis dikarakterisasi dengan spektrofotometer inframerah, GC-MS dan di uji sifat fisik kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi sintesis biodiesel dengan pengaruh co-solvent terhadap variasi katalis dihasilkan yield optimum pada katalis 8% sebesar 59,813%, sedangkan yield biodisel tanpa cosolvent pada konsentrasi yang sama sebesar 42,33%. Pengaruh perbandingan co-solvent dietil eter dihasilkan yield optimum pada perbandingan 1:1,5 dengan katalis 8% sebesar 69,045%. Hasil spektra inframerah menunjukkan adanya serapan gugus fungsi ester. Hal ini didukung dengan data hasil GC-MS yang menunjukkan terbentuknya metil ester. Metil ester tersebut adalah metil palmitat (42,08%), metil oleat (36,27%), metil linoleat (12,78%), dan metil stearat (6,04%). Adapun hasil uji sifat fisis dari biodisel meliputi densitas, viskositas, bilangan asam, kadar air, bilangan iod, angka penyabunan, dan angka setana secara berturut 0,825 g/cm3, 4,792 cSt, 0,8 mgNaOH/g biodisel, 0,598% berat, 28,52 gI2/g biodisel, 147,31 gKOH/g biodisel, dan angka setana sebesar 76,03.

Keywords
Kelapa Sawit, Limbah Cair, Esterifikasi, Transesterifikasi, Co-Solvent, Katalis Heterogen, CaO, Biodisel, GC-MS.

Topic
Energi (ENG)

Link: https://ifory.id/abstract/aTgzQytJ7knu


Penetuan ABPI (Ankle-Brachial Pressure Index) pada Posisi Berbaring, Duduk, dan Berdiri dalam Keadaan Relax dan Pengaruh Exercise pada Pulse Rate Jantung
Puspa Monalisa, Siti Nurul Khotimah

Show More

Corresponding Author
Puspa Monalisa

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
PAD (Peripheral Artery Disease) sebagai salah satu penyakit kardiovaskular dapat dideteksi keberadaannya dengan menggunakan teknik ABPI. Perbandingan tekanan darah sistole pada ankle dan brachial dapat menunjukkan adanya penyempitan pada pembuluh arteri. Sistem peredaran darah manusia pada arteri dapat dianalisa dengan menggunakan pendekatan persamaan Bernoulli karena darah dapat diasumsikan sebagai fluida ideal. Selain tekanan, pemompaan darah ke seluruh tubuh juga dipengaruhi oleh kontraksi ventrikel jantung (denyut jantung). Jumlah denyut jantung setiap menit (pulse rate) setiap orang tidak sama. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep fluida pada pengukuran tekanan darah pada posisi berbaring, duduk, dan berdiri, mengetahui pengaruh exercise terhadap hasil pengukuran pulse jantung dan mengetahui peran ABPI sebagai informasi awal adanya PAD. Alat yang digunakan untuk pengambilan data berupa 1 set tensimeter digital merk OMRON tipe JPN-1 dengan menggunakan metode osilometri. Hasil penelitian sementara yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa pada posisi duduk dan berdiri hasil pengukuran pada ankle jauh lebih besar daripada brachial karena terdapat perbedaan ketinggian antara ankle dan brachial. Pulse rate jantung setelah melakukan exercise lebih tinggi daripada saat beristirahat. Hasil ABPI pada 2 subjek yang diukur menunjukkan subjek 2 lebih beresiko mengalami PAD.

Keywords
ABPI, PAD, pulse rate, tekanan darah, exercise

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/byBMAEVcQznH


PEMBUATAN KIT PRAKTIKUM KIMIA SKALA-KECIL UNTUK PEMBELAJARAN REAKSI KIMIA
Sri Haryati dan Djulia Onggo*

Show More

Corresponding Author
SRI HARYATI

Institutions
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Abstract
Telah dibuat tiga jenis kit untuk pembelajaran reaksi kimia. Kit set 1 terdiri atas 6 jenis larutan asam basa yang jernih tak berwarna. Kit set 2 terdiri atas 5 jenis larutan yang sebagian larutannya berwarna, difokuskan untuk mempelajari reaksi pengendapan dan reaksi yang menghasilkan gas. Sementara itu, kit set 3 dibuat dengan tujuan sebagai kit uji yang bahan kimianya merupakan campuran dari kit set 1 dan kit set 2. Konsentrasi semua bahan kimia yang digunakan dalam kit sekitar 0,25 M � 0,3 M. Perangkat kit yang dibuat diujikan pada siswa kelas XI SMA dengan kurun waktu satu jam. Sebagai panduan untuk pelaksanaan praktikum menggunakan kit set 1 dan set 2, telah dibuat juga Lembar Kerja Siswa (LKS). Saat melakukan eksperimen, siswa mencoba menemukan ciri khas dari produk reaksi yang merupakan petunjuk bagi siswa untuk menemukan senyawa apa yang dicampurkan. Dari hasil uji coba kit set 1 kepada 30 kelompok siswa yang tersebar di 3 kelas, didapatkan 53 % kelompok dapat menemukan semua senyawa secara sempurna dan hanya 10 % yang tidak mampu menemukan senyawa yang merupakan bahan kimia kit tersebut. Uji coba terhadap kit set 2 diterapkan pada siswa yang sudah mencoba kit set 1. Ternyata, semua kelompok siswa dapat menjawab dengan sempurna. Tetapi uji coba untuk kit set 3 di kelas yang sama dengan kit set 2, diperoleh hasil 91% kelompok siswa dapat menjawab dengan sempurna dan sisanya masing-masing hanya 2% kelompok siswa yang dapat menemukan 5, 4, 3, dan 2 senyawa dari 6 senyawa yang diberikan. Hasil angket yang dibagikan pada semua siswa menunjukkan bahwa menggunakan kit berskala kecil dapat dijadikan sebagai metode pembelajaran reaksi kimia yang lebih efisien.

Keywords
Kit, Praktikum Skala-kecil, Reaksi Kimia

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/f7Bn8tj3LwRb


Pengujian Karakteristik dan Kualitas Bambu Temen Hitam (Gigantochloa Atter) Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Majalengka sebagai Bahan Baku Angklung
Eko Mursito Budi 1, Estiyanti Ekawati 1, Joko Sarwono 1, Angga Dwiartama 1 Handiman Diratmasasmita 2, Megarini Hersaputri 1, Ely Aprilia 1, Ivan Stefanus 1 Listyani Rahayu

Show More

Corresponding Author
Megarini Hersaputri

Institutions
1 Institut Teknologi Bandung
2 Bale Angklung Bandung

Abstract
Berbagai usaha pelestarian strategis dan sinergis dilakukan seiring penetapan angklung Indonesia pada Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia oleh UNESCO. Untuk mendukung hal tersebut, dilakukan beragam langkah yaitu dengan melakukan penelitian pelestarian angklung baik dari segi peningkatan kualitas bahan baku angklung, metoda pembuatan angklung, serta penyusunan panduan bermain angklung dengan baik dan benar. Berdasarkan informasi dan data dari para seniman angklung, kualitas bahan baku angklung terbaik adalah bambu jenis temen hitam (Gigantochloa Atter) yang berasal dari dua kawasan di Provinsi Jawa Barat yaitu Desa Tenjolayar, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka dan Kecamatan Sagaranten, kabupaten Sukabumi. Makalah ilmiah ini memaparkan perbandingan kualitas bambu dari kedua daerah tersebut melalui ekperimen akustik. Sampel bambu dari kedua daerah divariasikan antara waktu pemotongan (musim hujan/kemarau) dan posisi ruas pada batang (pangkal/ujung). Setiap sampel dibentuk menjadi tabung suara angklung yang baik, dengan nada tertentu. Masing-masing tabung kemudian direkam suaranya, dan dianalisis spektrum frekuensinya. Dengan membandingkan spektrum frekuensinya, kualitas suara masing-masing tabung dapat diprediksi.

Keywords
Angklung, Bambu Temen Hitam, Eksperimen Akustik, Spektrum Suara.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/DakAUBMG4xfK


Dinamika Longsoran dan Penentuan Kondisi Kristisnya Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas di Desa Negeri Lima Ambon
Matheus Souisa, Lilik Hendrajaya, Gunawan Handayani

Show More

Corresponding Author
Matheus Souisa

Institutions
Jurusan Fisika FMIPA ITB

Abstract
Pulau Ambon merupakan pulau busur vulkanis dan termasuk berada dalam wilayah kepulauan pulau-pulau kecil yang berhubungan dengan zona penunjaman sehingga mempunyai tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana alam, seperti erosi dan tanah longsor pada kondisi kelerengan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika longsoran bawah permukaan di daerah longsor dan menentukan posisi bidang gelincirnya. Lokasi penelitian di pegunungan Ulak Hatu Negeri Lima Ambon. Penelitian menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger dan metode geomekanik. Hasil interprestasi geolistrik dikorelasikan dengan data bor sehingga diperoleh bidang longsor terletak pada kedalaman sekitar 5 m � 20 m dan litologi didominasi oleh nilai resistivitas rendah dengan struktur lapisan berupa lapisan lempung yang bercampur dengan batuan lapuk dan lapisan lempung dengan jenuh air. Kedua lapisan tersebut saling kontak dan membentuk kemiringan terhadap permukaan tanah sehingga menyebabkan adanya potensi kritis gelincir diatasnya dan memungkinkan terjadinya longsor susulan. Lokasi kritis longsor searah dengan kemiringan bidang longsoran yaitu menuju tebing dan geometri longsoran tipe runtuhan batuan dan aliran debris. Pendugaan longsor terjadi selain kondisi geologi setempat, namun sangat dipengaruhi oleh curah hujan > 200 mm ditambah dengan kemiringan lereng 49.970. Longsoran ini bergerak dengan kecepatan bisa mencapai 134.53 km/jam dengan koefisien gesek 0.88 dan membawa energi gerak yang besar.

Keywords
Longsoran, kondisi kritis, konfigurasi Wenner-Schulmberger

Topic
Kebumian (EPS)

Link: https://ifory.id/abstract/4uNGPKTZctb3


Distribusi Kekayaan dengan Sistem Pajak Menggunakan Distribusi Maxwell-Boltzmann Non-Ekuilibrium
Rosikhuna Fikri Assafari (a*)

Show More

Corresponding Author
Rosikhuna Fikri Assafari

Institutions
a) Program Studi Magister Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha no. 10, Bandung 40132, Indonesia
*rosikhuna[at]yahoo.co.id

Abstract
Distribusi uang dapat digambarkan seperti distribusi Maxwell-Boltzmann. Pada makalah ini akan dilakukan simulasi distribusi kekayaan dengan analogi pada pertukaran energi partikel gas berdasarkan model Dragulescu dan Yakovenko dengan menambahkan sistem pajak serta model transaksi dengan resiko rendah. Transaksi terjadi secara acak. Uang dianalogikan sebagai energi yang nilainya kekal dan non-negatif. Transaksi antar dua agen melibatkan nilai ( riangle m) yang besarnya tergantung pada model yang dipilih. Pada makalah ini dibahas 3 variasi model ( riangle m) yaitu konstan, rata-rata dari kekayaan agen yang berinteraksi, dan nilai acak dengan jumlah maksimal adalah kekayaan agen. Model terakhir menunjukkan investasi resiko rendah. Pada sistem tanpa pajak akan mengakibatkan distribusi kekayaan menuju bentuk distribusi Maxwell-Boltzmann. Sedangkan penggunaan sistem pajak mengakibatkan distribusi kekayaan tidak persis sama dengan distribusi Maxwell-Boltzmann. Distribusi ini mirip dengan distribusi Maxwell-Boltzmann non-ekuilibrium dengan tambahan gaya luar.

Keywords
Distribusi kekayaan, ekonofisika, Maxwell-Boltzmann, model Dragulescu-Yakovenko

Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)

Link: https://ifory.id/abstract/vKrtD3eq49NP


KENDALI TERMODINAMIKA PADA PROSES METALURGI EKSTRAKTIF MANGAN
Regina Seran(a*), Lilik Hendrajaya(b)

Show More

Corresponding Author
Regina Seran

Institutions
a) Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*reginaseran[at]gmail.com
b) Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia

Abstract
Mineral mangan merupakan bahan galian tambang yang sangat besar potensinya di Indonesia. Mangan banyak digunakan dalam industri besi dan baja serta baterai. Pengolahan mangan diproses dengan beberapa cara, salah satunya metalurgi ekstraksi. Dalam metalurgi ekstraksi terbagi atas tiga cara yaitu secara pirometalurgi, hidrometalurgi dan elektrometalurgi. Dalam proses metalurgi ini ada aspek-aspek termodinamika yang mempengaruhi. Termodinamika kesetimbangan dari suatu reaksi kimia (potensial gibbs) diperlukan untuk melihat variabel termodinamika apa saja yang perlu dikendalikan dalam proses tersebut. Energi bebas gibbs (ΔG) bergantung temperatur (T). Data termodinamika di plot dalam bentuk diagram yaitu diagram perubahan Energi Bebas Gibbs (ΔG) terhadap temperatur. ΔG yang bernilai negatif menunjukkan bahwa reaksi dapat terjadi secara spontan tanpa energi dari luar. Sementara itu reaksi yang memiliki ΔG positif menunjukkan reaksi tidak akan terjadi secara spontan.

Keywords
mangan, metalurgi ekstraktif, termodinamika

Topic
Kebumian

Link: https://ifory.id/abstract/FC7ht64nqKXr


Sistem Perkebunan Hidroponik Cerdas Berbasis Internet of Things
Rai Raksa Muhamad (a), Estiyanti Ekawati (a*), Yundi Supriadani (a), Irvan Budiawan (a) dan Elfi Yulia (b)

Show More

Corresponding Author
Rai Raksa Muhamad

Institutions
a) Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha No. 10, Bandung 40132
*corresponding author
b) Instrumentasi dan Kontrol, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha No. 10, Bandung 40132

Abstract
Hidroponik merupakan salah satu metode bercocok tanam yang dapat menjadi solusi bagi keterbatasan lahan pertanian. Pada metode ini, tanaman yang tumbuh memperoleh nutrisi, oksigen dan air melalui sirkulasi air yang dalam dosis dan debit yang dikontrol agar mampu mengoptimalkan perkembangan tanaman. Kadar nutrisi tersebut dinyatakan dalam kadar ion hidrogen (pH) dan konduktifitas elektrik (EC). Keduanya menjadi variabel penting yang nilainya perlu dikontrol secara terus-menerus. Penelitian ini membahas implementasi Smart Farming System pada perkebunan hidroponik yang memanfaatkan komunikasi data jarak jauh melalui internet. Pada perkebunan hidroponik, algoritma kontrol diprogramkan pada micro controller Arduino Uno dengan pH Meter dan EC Meter sebagai variabel pengukuran, serta laju debit air yang dipompakan serta dosis pupuk sebagai variabel kontrolnya. Untuk memantau seluruh kondisi pengontrolan, sebuah sistem informasi berbasis website dikembangkan dengan framework bahasa pemrograman PHP yaitu CodeIgniter dan MySQL sebagai basis data. Web server ini dapat diakses oleh operator yang berada jauh dari perkebunan untuk memantau variabel proses dan mengubah set point. Web server ini direalisasikan berdasarkan konsep Internet of Things, dan menggunakan modul komunikasi SIM900 dan protokol komunikasi Hypertext Transfer Protocol (HTTP). Efektivitas komunikasi data dianalisis dan dikuantifikasi untuk menghasilkan rekomendasi pengembangan lanjut sistem Internet of Things di bidang kontrol proses, khususnya untuk meningkatan kualitas pertanian hidroponik.

Keywords
Smart Farming System; Hidroponik; Internet of Things; Sistem Kebun Cerdas

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/47p2FafuNkxL


Eksperimen Vibrasi Horisontal Silinder Tunggal untuk Observasi Rolling Friction Material Butiran Dua-Dimensi
Yopy Mardiansyah*, Yulia, Mairizwan, Siti Nurul Khotimah, Suprijadi, Sparisoma Viridi

Show More

Corresponding Author
Yopy Mardiansyah

Institutions
Jurusan Fisika
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Dinamika material butiran dua-dimensi dalam bentuk silinder di atas alas mendatar yang digetarkan secara horisontal dilaporkan dalam tulisan ini. Sumber vibrasi adalah motor DC yang dapat diatur kecepatannya sehingga frekuensi vibrasi f dan amplitudo vibrasi A dapat ditentukan dengan bantuan sensor optocoupler yang diakuisisi menggunakan perangkat keras komputer papan tunggal Arduino Uno. Percepatan tak-berdimensi (Γ = 4π2f2A/g), yang telah umum dalam bidang material butiran, digunakan untuk mengamati transisi dari keadaan silinder stabil, berotasi tanpa slip, dan berotasi dengan slip. Kekasaran permukaan, baik silinder ataupun alas yang bervibrasi horizontal, serta kelunakan permukaan keduanya, menentukan transisi dalam ruang Γ dan f.

Keywords
vibrasi horisontal, butiran dua-dimensi, rolling friction, parameter vibrasi

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/BQNWAr2ejTkK


Prinsip Massa Berkurang pada Solusi Persamaan Gerak Ban Kendaraan Akibat Gesekan Lintasan
Mulyanto

Show More

Corresponding Author
Mulyanto Mulyanto

Institutions
Laboratorium Fisika Teoretik,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

Abstract
Dalam tulisan ini diperoleh solusi eksak dari gerak menggelinding benda dengan massa berkurang yang diaplikasikan pada gerak ban kendaraan bermotor. Gerak ban yang ditinjau berupa gerak diperlambat saat kendaraan mengalami pengereman hingga berhenti. Metode yang digunakan adalah dengan menyelesaikan persamaan diferensial non linear yang diperoleh dari persamaan Newton untuk gerak rotasi dengan massa yang bergantung waktu. Diperoleh, untuk variasi gaya pengereman konstan antara 0-50 N, waktu dari sejak gaya diberikan hingga benda berhenti relatif singkat. Hasil ini diakibatkan asumsi yang digunakan dalam tulisan ini dimana gaya pada mesin kendaraan bermotor dianggap tidak mempengaruhi gerak dari benda saat terjadi pengereman.

Keywords
Ban kendaraan, gaya pengereman

Topic
Teoretik (THE)

Link: https://ifory.id/abstract/ukZArWNwb7Bg


Pengembangan Media Pembelajaran Ensiklopedia Fisika dengan Pendekatan Saintifik pada Materi Fluida
Wira Nirma L. Parapat (*)

Show More

Corresponding Author
Wira Nirma L. Parapat

Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jalan Rawamangun Muka, Jakarta 13220, Indonesia
*wira_parapat[at]yahoo.co.id

Abstract
Diberlakukannya Kurikulum 2013 di beberapa sekolah menuntut tenaga pendidik khususnya guru agar mampu menciptakan berbagai solusi dari masalah belajar yang dialami peserta didik. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi, peserta didik, dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa ensiklopedia dengan pendekatan saintifik yang dapat digunakan dalam pembelajaran fisika pada materi fluida. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 65 dan 81A tentang implementasi Kurikulum 2013 menyatakan tuntutan yang harus dipenuhi guru dan peserta didik dalam pembelajaran proses dengan pendekatan saintifik. Adapun tahapan pembelajaran pendekatan saintifik yaitu: mengamati (observing), menanya (questioning), mengumpulkan informasi (collecting data/ experimenting), mengasosiasi (associating), dan mengkomunikasikan (communicating). Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil diskusi dengan guru dan peserta didik, data awal berupa angket analisis kebutuhan yang diisi oleh siswa dan pengamatan di kelas tentang kurangnya pemanfaatan media pembelajaran khususnya untuk materi fluida. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 22 Jakarta, SMA Negeri 30 Jakarta, dan SMA Negeri 103 Jakarta pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan desain model Borg & Gall. Langkah-langkah penelitian dilakukan sampai tahap perbaikan/revisi produk (operational product revition) setelah uji coba produk. Hasil dari penelitian adalah ensiklopedia fisika dengan pendekatan saintifik yang telah divalidasi dengan mengacu pada skala Likert. Hasil uji kelayakan media pembelajaran yang dilakukan oleh ahli media dinilai sangat baik dengan skor rerata 78.20% dan pada ahli materi dinilai sangat baik dengan skor rerata 82.33%. Dari hasil penelitian diharapkan media pembelajaran ensiklopedia fisika layak digunakan sebagai sumber belajar fisika peserta didik.

Keywords
media pembelajaran, ensiklopedia fisika, pendekatan saintifik, fluida.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/DPfC6LEwJqgH


Simulasi Interaksi Elektron Dengan Bahan Berbasis Single Scattering Model
Robi Dany Riupassa (a) dan Khairul Basar (b)

Show More

Corresponding Author
Robi Dany Riupassa

Institutions
a) Sekolah Tinggi Teknologi Bandung
b) Institut Teknologi Bandung

Abstract
Interaksi berkas elektron dengan bahan merupakan hal yang cukup kompleks untuk ditinjau. Hamburan elektron oleh inti atom bahan terjadi berkali-kali sampai elektron mencapai energi minimumnya. Informasi tentang kemungkinan keberadaan elektron pada energi minimum tersebut seringkali penting dalam studi tentang bahan, fisika medis, sel surya, dan baterai nuklir (betavoltaic). Beberapa pendekatan atau model telah dikembangkan untuk merekam jejak elektron selama berinteraksi dengan bahan. Salah satu model yang paling sederhana yaitu single scattering model yang didalamnya memanfaatkan metode simulasi monte carlo. Pada penelitian ini dilakukan simulasi lintasan elektron dalam bahan yang keluarannya berupa posisi elektron saat mencapai energi minimumnya. Single scattering model disini diselesaikan dengan menggunakan Visual Basic Application pada Microsoft Excel.

Keywords
lintasan elektron, single scattering model, metode monte carlo, VBA

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/CbYTw84fGLgZ


Profil Pengetahuan Awal, Miskonsepsi dan Penguasaan Konsep Dalam Pembelajaran Ekosistem Dengan Menggunakan Peta Konsep
Dede Akhmad Junaedi

Show More

Corresponding Author
Dede Akhmad Junaedi

Institutions
Indonesia University of Education

Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil pengetahuan awal, miskonsepsi, dan penguasaan konsep siswa pada materi ekosistem dengan menggunakan peta konsep. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII MTs Negeri Purwakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan rubrik penilaian pengetahuan awal, rubrik penilaian miskonsepsi, tes penguasaan konsep, lembar angket, format wawancara, dan catatan lapangan. Kegiatan penelitian dibagi menjadi tahap pengenalan dan pembiasaan pembelajaran dengan peta konsep, dan tahap pelaksanaan pembelajaran dengan peta konsep. Tahap pengenalan dan pembiasaan peta konsep meliputi perangkat peta konsep, dan Instrumen peta konsep. Tahap pelaksanaan peta konsep meliputi tahap penjaringan pengetahuan awal dan penggunaan peta konsep dalam menilai miskonsepsi dan penguasaan konsep siswa pada materi ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta konsep memuat aspek-aspek yang dapat mengungkap pengetahuan awal, miskonsepsi dan penguasaan konsep. Peta konsep dapat menjaring pengetahuan awal siswa terkait materi ekosistem pada kategori baik (33%), sedangkan pernyataan konsep dimana siswa mengalami miskonsepsi, peta konsep dapat mengungkap sekitar 23% pada kategori cukup, dan peta konsep dapat mengungkap penguasaan konsep siswa pada kategori cukup (49%). Guru dan siswa menanggapi positif terhadap penggunaan peta konsep dalam pembelajaran, serta peta konsep yang digunakan memiliki keunggulan dan keterbatasan dalam pelaksanaannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peta konsep dapat mengungkap pengetahuan awal, miskonsepsi dan penguasaan konsep siswa.

Keywords
pengetahuan awal, miskonsepsi, penguasaan konsep, peta konsep, ekosistem

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/tHjJpBa94Rqh


PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA MATERI KALOR
Sherly Yulidarti (a*), Setya Utari (b), Duden Saepuzaman (b)

Show More

Corresponding Author
sherly yulidarti

Institutions
Departmen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan setiabudi no.229, Isola, Sukasari, Bandung 40154

Abstract
Keterampilan Proses Sains (KPS) merupakan keterampilan yang sangat penting bagi seseorang untuk mempelajari sains secara ilmiah. Meskipun keterampilan ini dipandang penting namun hasil observasi menunjukkan bahwa keterampilan ini masih belum dilatihkan secara optimal dalam proses pembelajaran sains. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif-eksploratif yang bertujuan untuk mendapatkan perkembangan KPS pada materi kalor melalui pembelajaran dengan menggunakan pendekatan KPS. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 34 siswa di salah satu SMP di Kabupaten Bandung Barat. Perkembangan KPS diperoleh melalui asesmen portofolio menggunakan rubrik penilaian LKS. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan KPS mampu mengembangkan KPS siswa dari kategori rendah ke kategori baik. Aspek KPS yang dapat berkembang dengan optimal adalah keterampilan observasi, memprediksi, mengajukan hipotesis dan merencanakan eksperimen, sedangkan aspek KPS yang belum berkembang dengan optimal adalah keterampilan melaksanakan eksperimen.

Keywords
Pendekatan Keterampilan Proses Sains, Keterampilan Proses Sains, dan Kalor

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/AdrXUcuFRwm2


Pengaruh Variasi Komposisi SiC dan Perlakuan Annealing Terhadap Nilai Densitas dan Porositas Pada Komposit Al-Cu-Mg/Sic Hasil Metode Stir Casting
Anisa Agustianingsih(a*), Anggara Budi Susila(a), Erfan Handoko(a)

Show More

Corresponding Author
Anisa Agustianingsih

Institutions
(a) Faculty of Mathematics and Sciences, State University of Jakarta

Abstract
Material aluminium banyak diaplikasikan dalam dunia perindustrian, namun kekuatan pada material ini lebih rendah dibandingkan material komersil lainnya. Dengan penambahan unsur-unsur paduan maka kekuatan pada material ini bisa meningkat. Pada penelitian ini dibuat paduan aluminium dengan menambahkan unsur magnesium, tembaga dan SiC. Penelitian ini juga menggunakan metode stir casting untuk membantu pendistribusian unsur Mg, Cu dan SiC pada Aluminium dengan kecepatan 250 rpm selama 10 menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh proses annealing dan variasi komposisi SiC terhadap densitas dan porositas pada komposit Al-Cu-Mg/SiC hasil metode stir casting. Komposisi Cu dan Mg yaitu 4,4 wt % dan 1,2 wt %. Variasi komposisi SiC yaitu 1,5 wt % dan 2 wt %. Suhu annealing yang digunakan yaitu 400oC selama 3 jam. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin besar presentasi komposisi SiC maka semakin besar nilai densitas dan semakin kecil nilai porositas-nya. Setelah dilakukan proses annealing pada paduan komposit ini menunjukan nilai densitas semakin besar dan nilai porositas semakin kecil.

Keywords
densitas, porositas, komposit aluminium, annealing, SiC

Topic
Material

Link: https://ifory.id/abstract/CyM7qYtrgpH8


Pengolahan bahan bakar minyak dan gas
yanasari, lilik hendrajaya

Show More

Corresponding Author
YANASARI YANASARI

Institutions
Prodi Pengajaran Fisika, FMIPA ITB

Abstract
Hidrokarbon adalah sebutan kimia minyak (dan gas) bumi terdiri dari berbagai senyawa dari rantai Alkana, Alkena , Alkuna dan senyawa aromatik . Masing-masing senyawa mempunyai sifat fisika sendiri dalam campurannya membentuk sifat gabungan. Pirolisis dan destilasi adalah proses utama pengolahan hidrokarbon dengan pengaturan tekanan , suhu dan katalisator menghasilkan BBM ( bahan bakar minyak) dan pelumas: premium, pertamax, pertalite, minyak diesel, minyak pelumas. Untuk gas bumi terutama dilakukan pengaturan tekanan hasilkan Elpiji (liquified petroleum gas) , LNG ( liquified natural gas) dan CNG ( compressed natural gas). Dalam proses yang lebih melibatkan zat kimia adalah proses membentuk zat petrokimia seperti pupuk urea dan polimer plastik.

Keywords
hidrokarbon, destilasi, pengaturan PVT, bahan bakar, pelumas, pupuk

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/gM8N2BkATvrQ


Rantai Kompleks, U-Kompleks, dan (U,U′)- pemetaan dari Zn
Utih Amartiwi

Show More

Corresponding Author
Utih Amartiwi

Institutions
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Abstract
Suatu rantai R-modul dan R-homorfisma � →C_(n+1) □(→┬d_(n+1) C_n ) →┬〖 d〗_(n ) C_(n-1) →┬d_(n-1) C_(n-2) →┬� disebut barisan eksak jika Im(d_(n+1) )=ker⁡(d_n). Rantai ini disebut juga rantai kompleks jika d_n d_(n+1) (C_(n+1) )={0}. Davvaz dan Parnian memperkenalkan generalisasi konsep barisan eksak dengan menggantikan {0} dengan Un-1 suatu submodul dari Cn-1 yang disebut dengan U-eksak. Kemudian, Davvaz dan Shabani mengembangkan konsep ini dengan mendefinisikan konsep rantai U-kompleks, U-homologi, rantai (U,U′)- pemetaan, rantai (U,U′)- homotopi, dan U-fungtor. Zn adalah himpunan bilangan bulat modulo n, dimana n∈ Z. Zn merupakan modul atas Z dengan operasi penjumlahan dan perkalian skalar. Sehingga, Zn dapat dikatakan Z-modul. Dalam makalah ini, penulis membuat bentuk umum dari rantai kompleks, U-kompleks, dan (U, U�)-pemetaan dari Zn dengan memanfaatkan sifat-sifat di aritmetika modulo.

Keywords
rantai kompleks, rantai U-kompleks, rantai (U,U′)- pemetaan, aritmetika modulo

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/WURgvD2ntKLa


UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMP PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS
Hilda Foricma, Setiya Utari, dan Endi Suhendi

Show More

Corresponding Author
Hilda Foricma

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada materi pesawat sederhana melalui pembelajaran dengan menggunakan pendekatan KPS. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, menggunakan populasi siswa kelas VIII yang berada di bawah pengajaran guru yang sama di salah satu SMPN di Kabupaten Bandung dan sampling 35 orang yang diperoleh secara random. Pengukuran kemampuan kognitif dalam penelitian ini menggunakan tes essay yang berjumlah 19 soal dan dibatasi pada ranah kognitif C2 (Memahami), C3 (Menerapkan), dan C4 (Menganalisis), dengan reliabilitas soal 0,84. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan KPS dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa dengan nilai gain ternormalisasi 0,66 (kategori sedang). Untuk kemampuan kognitif ranah C2 mengalami peningkatan 0,64 dalam kategori sedang, ranah C3 mengalami peningkatan 0,33 dalam kategori sedang, dan ranah C4 mengalami peningkatan 0,18 dalam kategori rendah.

Keywords
Kemampuan Kognitif , Pendekatan KPS

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/7ndAEut4DHZx


Pembasmian Bakteri pada Susu Sapi Perah Segar dengan Menggunakan Gelembung Udara
Horasdia Saragih

Show More

Corresponding Author
Horasdia Saragih

Institutions
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung
e-mail: horas[at]unai.edu

Abstract
Gelembung udara berukuran mikro-nanometer telah digunakan untuk membasmi bakteri yang terdapat dan tumbuh pada susu sapi perah segar. Gelembung udara yang dikungkung oleh molekul air (H2O) seperti di dalam susu sapi perah segar dapat membangkitkan radikal bebas H2O2. Radikal bebas H2O2 yang dihasilkan di dalam susu akan secara aktif merusak sel mikroorganisme (bakteri) yang terdapat di dalam susu. Susu segar, yang oleh karena kandungan nutrisinya yang tinggi, membuat bakteri sangat mudah berkembang. Bila tidak diberi tindakan, 3-5 jam setelah pemerahan, susu sapi perah segar akan mengalami kebasian (kebusukan). Gelembung udara berukuran mikro-nanometer telah diberikan (dibangkitkan) di dalam susu sapi perah segar untuk menghindari kebasian. Beberapa ragam durasi pemberian gelembung telah dilakukan, yaitu: 1, 2, 3, 4 jam. Ragam hasil pembasmian bakteri diperoleh sebagai hasil dari ragam durasi pemberian gelembung. Semakin lama durasi pemberian gelembung, semakin sedikit bakteri yang ditemukan di dalam susu. Pada paper ini mekanisme dan proses pembangkitan gelembung di dalam susu, dan mekanisme dan proses pembangkitan H2O2 oleh gelembung, serta mekanisme bagaimana H2O2 dapat membasmi sel bakteri, akan diuraikan.

Keywords
Susu sapi perah segar, Gelembung Udara

Topic
Lain-lain

Link: https://ifory.id/abstract/3nXZmNbUtfcR


Alat Peraga Penerangan Sangkil Sebagai Media Sosialisasi Polusi Cahaya
Fera Gustina Purwati, Novia Ekawanti, Endang Soegiartini

Show More

Corresponding Author
Fera Gustina Purwati

Institutions
Departemen Astronomi, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Tingkat aktivitas yang cukup banyak di malam hari membutuhkan penerangan agar dapat menunjang aktivitas tersebut, ditambah lagi berita mengenai kriminalitas yang semakin marak terjadi di malam hari, mendorong pemangku kebijakan untuk menata kawasan yang aman dan nyaman. Namun, isu pencahayaan ini haruslah disikapi dengan bijak, paradigma tempat yang terang berarti aman, serta isu polusi cahaya harus disosialisasikan dengan baik pada semua golongan, termasuk pada anak-anak. Salah satu wujud sosialisasi adalah dibentuknya suatu paket edukasi yang dapat dibuat dan dipraktekan langsung secara mudah. Kami membuat suatu alat peraga sederhana yang terdiri dari bahan-bahan yang mudah ditemukan seperti kardus, lampu kecil, dan kertas karton. Sosialisasi perlu dilakukan terus menerus karena isu polusi cahaya mencakup berbagai aspek pada multi disiplin ilmu.

Keywords
Peraga, Penerangan, Polusi Cahaya

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/ckBTyr2EY3VD


Studi Pemanfaatan Self-Siphon pada Pemurnian Bioetanol Menggunakan Teknik Distilasi dan Dehidrasi dengan Zeolit
Nurhayati, Anjar Purba Asmara, dan Sparisoma Viridi

Show More

Corresponding Author
Nur Hayati

Institutions
UIN Ar-Raniry Banda Aceh
ITB Bandung

Abstract
Salah satu kendala dalam proses produksi bioetanol adalah teknik pemurniannya. Teknik pemurnian dilakukan dengan cara distilasi. Teknik distilasi biasa hanya mampu menghasilkan etanol dengan kemurnian tidak lebih dari 95,6 % sehingga belum memenuhi fuel grade etanol yaitu 99%. Pada konsentrasi tersebut, air dan alkohol akan membentuk azeotrop yang sulit dipisahkan sehingga diperlukan teknik dehidrasi menggunakan adsorben. Adsorben dilakukan menggunakan zeolit yang ditanam pada alat distilasi. Zeolit digunakan untuk menyerap uap air (H2O). Kedua proses pemurnian tersebut memerlukan waktu yang cukup lama. Pada skala industri, kedua teknik ini memakan biaya yang besar. Self Siphon adalah alat yang dapat mengalirkan fluida dari potensial rendah ke potensial tinggi dengan hanya memanfaatkan perbedaan tekanan udara pada ujung-ujung pipanya. Dengan memasang Self Siphon pada labu distilasi, diduga dapat membantu mempercepat proses pemurnian etanol dengan memanfaatkan tekanan udara luar sehingga memperbesar gaya dorong yang akan mempercepat proses penjerapan molekul H2O di permukaan zeolit. Ujung utama Self Siphon dihubungkan dengan bagian atas labu distilasi dan ujung akhir dihubungkan ke pipa sebelum pendingin Leipzig. Zeolit ditanam pada dinding bagian dalam Self Siphon pada segmen pertama untuk meningkatkan tekanan udara agar penjerapan H2O meningkat di permukaan zeolit dan etanol yang dihasilkan dapat mencapai kadar 99%. Pemasangan ini dilakukan untuk meningkatkan laju alir uap distilat sehingga gaya tekan molekul H2O ke dalam pori-pori zeolit meningkat. Dengan perlakuan ini, proses adsorpsi uap air akan berlangsung secara maksimal dan proses pemurnian bioetanol akan berjalan lebih efektif dan efisien dengan satu tahap pemurnian yang menggabungkan distilasi dan dehidrasi.

Keywords
Self-Siphon, Bioetanol, Distilasi, Dehidrasi, dan Tekanan Udara

Topic
Inovasi (INV)

Link: https://ifory.id/abstract/FKAJygCdPMEW


Analisis Geokimia untuk Pemetaan Geologi Skala 1 : 50.000 Lembar Kandangan Bagian Selatan, Kalimantan Selatan
Asep Rohiman*, M. Luthfi Faturrakhman, Sonia Rijani, Kusdji D. Kusumah dan Purnama Sendjaja

Show More

Corresponding Author
Asep Rohiman, S.Si., M.Si.

Institutions
Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia
Jln. Diponegoro No. 57 Bandung 40122
* E-mail: asep.rohiman[at]esdm.go.id

Abstract
Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya sumber daya geologi yang meliputi sumber daya mineral, minyak, dan gas. Sayangnya, potensi sumber daya geologi tersebut belum dipetakan dalam skala 1 :50.000. Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merupakan satu-satunya institusi pemerintah yang mempunyai wewenang untuk melaksanakan pemetaan geologi sistematik di seluruh Kepulauan Indonesia. Daerah Kandangan Bagian Selatan termasuk kedalam nomor lembar Peta 1713-32, secara geologi merupakan daerah penting di Jalur Meratus yang menginformasikan variasi litologi mulai dari endapan Kuarter sampai dengan himpunan batuan berumur pra-Tersier. Kegiatan pemetaan geologi ini dimaksudkan untuk menginventarisasi variasi data primer, jenis litologi, petrologi, struktur geologi, kandungan fosil, gejala mineralisasi, sumberdaya mineral dan energi, bentang alam, tataguna lahan, dan lain-lain. Adapun tujuan analisis geokimia adalah untuk dijadikan sebagai dasar dalam mengklasifikasikan jenis batuan secara kuantitatif dan objektif sehingga dalam menentukan batas kontak satuan batuan di dalam peta mempunyai tingkat keyakinan geologi yang lebih tinggi. Pada penelitian ini analisis geokimia dilakukan terhadap sampel batuan plutonik dan vulkanik dari Formasi Granit Belawayan (Kgr) dan Kelompok Haruyan (Kvh) dengan menggunakan X-Ray Flourescence (XRF) ARL 9900 untuk unsur-unsur utama dan jejak sedangkan ICP-MS untuk unsur-unsur tanah jarang. Berdasarkan hasil analisis geokimia batuan pada kedua formasi tersebut, diusulkan batas litologi satuan batuan Formasi Granit Belawayan dengan Formasi Kelompok Haruyan untuk direvisi.

Keywords
geokimia, pemetaan, XRF, geologi, granit belawayan, dan formasi haruyan

Topic
Kebumian (EPS)

Link: https://ifory.id/abstract/KWzkpPdDEUhN


Pengembangan Perangkat E-Learning dengan Learning Management System untuk Mata Kuliah Fisika Dasar II
Lidani Arifah R*), Fauzi Bakri**), Dewi Muliyati

Show More

Corresponding Author
Lidani Arifah Ramadhan

Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur 13220

*)lidaniarifah[at]gmail.com , **)fauzi-bakri[at]unj.ac.id

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat e-learning pada mata kuliah Fisika Dasar II. Perangkat yang digunakan dalam pengembangan ini yaitu Chamilo Learning Management System (LMS). Dalam melakukan penelitian digunakan metode Research and Development (R&D) yang mengacu pada pengembangan Dick and Carey. Perangkat e-learning yang dihasilkan dapat menampilkan peta konsep, materi, kuis, dan tes dengan tampilan yang mudah digunakan. Uji validasi dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan ahli keterbacaan dengan menggunakan instrumen berskala likert 5. Hasil validasi menyatakan perangkat e-learning berkategori baik dan dapat dijadikan sebagai perangkat pembelajaran secara elektronik.

Keywords
e-learning, Fisika Dasar II, LMS, R&D

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/e9GgvkwUNmbu


Perbandingan Karakteristik Sinyal EEG pada Tingkat Konsentrasi Pengguna Aktif Napza dan Bukan Pengguna Aktif Napza
Dwi Esti Kusumandari, Artha I S, M. Faizal Amri, M. Ilham R, M. Agung Suhendra

Show More

Corresponding Author
Dwi Esti Kusumandari

Institutions
UPT Balai Pengembangan Instrumentasi - LIPI

Abstract
Napza merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. Penyalahgunaan napza cenderung akan menyebabkan penurunan pada kognitif seperti emosi, motivasi, konsentrasi, memori, sistem pembelajaran, dan pengambilan keputusan. Berdasarkan informasi tersebut, maka dapat dipastikan bahwa napza mempengaruhi fungsi kerja otak. Dalam penelitian ini telah dilakukan pengukuran tingkat konsentrasi antara pengguna napza aktif dan non pengguna. Dengan menggunakan sistem EEG, sinyal otak pengguna dan bukan pengguna napza akan direkam dan diproses. Pengambilan data telah dilakukan di RS Hasan Sadikin Bandung dengan 26 subyek, terdiri dari 9 orang pengguna aktif napza, 10 orang dalam masa rehabilitasi, dan 7 orang bukan pengguna. Perekaman sinyal EEG menggunakan system 10/20 dengan menggunakan 7 channel, yaitu T3, T4, T5, P3, Pz, P4, T6. Stimulus yang digunakan berupa angka yang akan dijumlahkan dengan kemunculan angka selanjutnya, dengan waktu blank 1detik dan kemunculan angka 1 detik. Lamanya waktu pengambilan data untuk setiap subyek 20 detik. Pengolahan data dengan Fast Fourier Transform memberikan hasil bahwa amplitudo rata-rata sinyal EEG pengguna napza untuk setiap stimulus lebih tinggi dibandingkan dengan amplitudo bukan pengguna. Hal ini menunjukkan aktivitas otak pengguna napza lebih aktif jika dibandingkan dengan bukan pengguna. Sedangkan amplitudo rata-rata untuk setiap channel paling tinggi dihasilkan oleh subyek rehabilitasi dengan ampitudo pada channel P3 yang paling tinggi.

Keywords
EEG, konsentrasi, napza, amplitudo

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/HyZukMP2UAqG


Pemodelan Aliran Tunak 2-D Untuk Fluida Ideal Dalam Medium Berpori Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga
Hairil Anwar, dan Wahyu Srigutomo Ph.D

Show More

Corresponding Author
Hairil Anwar

Institutions
Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Fluida ideal adalah fluida yang tidak termapatkan dan tidak memiliki vikositas. Aliran tunak fluida ideal dalam medium berpori dapat dimodelkan dengan menggunakan metode elemen hingga. Metode elemen hingga adalah salah metode numerik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan syarat batas yang diatur oleh persamaan diferensial dan suatu syarat batas. Ide utama dalam metode elemen hingga adalah membagi geomerti domain dari permasalahan menjadi sub-sub domain yang lebih kecil atau sering disebut sebagai elemen hingga. Dalam pemodelan ini, sistem persamaan matriks global diturunkan dengan menggunakan pendekatan Galerkin untuk elemen segitiga linier. Model yang digunakan berupa variasi distribusi permeabilitas medium pada domain pemodelan. Solusi yang diperoleh dari pemodelan ini berupa distribusi fluid head dan kecepatan aliran fluida di sepanjang domain pemodelan.

Keywords
aliran tunak, fluida ideal, metode elemen hingga, metode Galerkin, permeabilitas

Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)

Link: https://ifory.id/abstract/3wEMferBn8KP


Sistem Monitoring Sedimentasi Layang Sungai Cikapundung Bandung Berbasis Wireless System Menggunakan Spektroskopi Infrared
Ahmad Suaif (a*), Dian Syah Maulana (a), Lia Yuliantini (a), Nina Siti Aminah (a) Mitra Djamal (a, b)

Show More

Corresponding Author
Ahmad Suaif

Institutions
a) Laboratorium Elektronika,
Kelompok Keilmuan Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*ahmadsuaif[at]s.itb.ac.id

b) Departemen Fisika ,
Institut Teknologi Sumatera,
Jl. Terusan Ryacudu, Lampung 35365, Indonesia

Abstract
Pengukuran sedimentasi layang dikembangkan secara luas dengan menerapkan beragam metode spektroskopi. Pada paper ini, telah dikembangkan Sistem Pengukuran Sedimentasi Layang Sungai Cikapundung Bandung dengan menggunakan Spektroskopi Infrared. Selain digunakan pasangan transmiter dan receiver berupa LED dan fotodioda, dikembangkan pula sistem monitoring yang wireless dengan tujuan mengirimkan informasi secara kontinu yang dapat dipantau kapan saja dan dimana saja. Pada pengukuran ini, pengambilan data dilakukan pada Pintu Air Teras Cikapundung Bandung. Sejumlah air yang masuk ke sensor membawa informasi tegangan yang lantas kemudian diterjemahkan untuk mendapatkan informasi sedimentasi layang air Sungai Cikapundung Bandung. Berdasarkan pengukuran, diperoleh nilai laju sedimentasi layang sebesar 0.058701553 g/mL, dengan nilai transmitansi terukur sebesar 84.65% dan nilai absorbansi 15,35%

Keywords
Sungai Cikapundung Bandung, sedimentasi layang, wireless system

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/cmNAXpDw3M4d


Pengembangan e-Learning Menggunakan LMS (Learning Management System) Moodle Sebagai Media Pembelajaran Fisika Dasar
Karlina Ayu Efrita*, Fauzi Bakri, dan Dewi Muliyati

Show More

Corresponding Author
Karlina Ayu Efrita

Institutions
Universitas Negeri Jakarta

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran e-learning secara interaktif. E-learning merupakan salah satu media yang dapat menghubungkan antara dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran terpisah baik dari segi tempat maupun waktu. Model Penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian pengembangan (development research) yang dirancang oleh Walter Dick dan Lou Carey dengan sepuluh tahap pengembangan. Perangkat e-learning ini sudah melalui tahap uji validasi oleh ahli materi, ahli media dan ahli pembelajaran dengan menggunakan instrumen berskala likerts 5. Hasil validasi berkategori baik (82,3%). Setelah direvisi, e-learning ini dilakukan uji keterbacaan dengan skala kecil. Dengan demikian dapat disimpulkan e-learning menggunakan LMS Moodle ini layak sebagai media pembelajaran fisika dasar.

Keywords
E-learning, Learning Management System, Moodle, Fisika

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/aAjFVJG3t89n


Analisis Dosis Keluaran Berkas Foton dan Elektron Energi Tinggi Pesawat Linac Elekta Precise 5991 Berdasarkan Code of Practice IAEA TRS 398
Hendra Setiawan (a*), Rena Widita (a)

Show More

Corresponding Author
Hendra Setiawan

Institutions
a) Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*hendrasetiawan[at]s.itb.ac.id

Abstract
Radioterapi adalah tindakan pengobatan yang memanfaatkan radiasi pengion untuk mematikan sel kanker pada pasien disertai upaya meminimalkan kerusakan jaringan sehat. Perencanaan terapi dan pemberian dosis yang tepat akan menentukan keberhasilan radioterapi. AAPM (American Association of Physicists in Medicine) merekomendasikan bahwa dosis keluaran berkas oleh mesin berada pada jangkauan ketidakakuratan �2-3%. Dengan demikian diperlukan suatu jaminan mutu dan kendali mutu berkas radiasi secara berkala guna mencapai keberhasilan pengobatan secara maksimal. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk menganalisis nilai dosis keluaran berkas foton dan elektron pesawat Linac Electa Precise 5991 milik Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung berdasarkan Code of Practice IAEA TRS 398. Dosis keluaran berkas foton energi 6 MV dan 10 MV, diperoleh masing-masing 1.0018 cGy/MU dan 1.0030 cGy/MU dengan deviasi masing-masing adalah 0.18% dan 0.30%. Sedangkan untuk berkas elektron energi 6 MeV, 8 MeV, 10 MeV, 12 MeV, dan 15 MeV, diperoleh nilai masing-masing 0.9994 cGy/MU, 0.9987 cGy/MU, 1.0003 cGy/MU, 1.0010 cGy/MU, dan 0.9987 cGy/MU dengan deviasi masing-masing adalah 0.06 %, 0.13%, 0.03%, 0.19%, dan 0.13%. Deviasi yang terjadi telah memenuhi batas toleransi yang direkomendasikan AAPM.

Keywords
dosis keluaran, berkas foton, berkas elektron, Linac, TRS 398

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/62hZzw3nrXVF


Page 510 (data 15271 to 15300 of 15932) | Displayed in 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats