Indonesia Conference Directory


<< Back

Search Abstract

Page 509 (data 15241 to 15270 of 15932) | Displayed in 30 data/page

Konstruksi Self-Assessment yang Berorientasi Pemahaman Konsep Teori Marzano dalam Pembelajaran Fisika
Asep Sutiadi dan Mabrudi

Show More

Corresponding Author
ASEP SUTIADI

Institutions
Departemen Pendidikan Fisika FPMIPA UPI

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi rancangan self-assessment yang dapat digunakan untuk mengungkap pemahaman konsep siswa yang berorientasi pada Teori Marzano. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI di salah satu Madrasah Aliyah Negeri di Kota Bandung. Konstruksi self-assessment didasari pada Teori Falchikov. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui lembar self-assessment yang berorientasi pada tes pemahaman konsep bentuk pilihan ganda, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menginformasikan bahwa: (1) Rancangan self-assessment memiliki empat fase yaitu persiapan, implementasi, evaluasi dan follow up serta replikasi yang harus dilakukan secara berkesinambungan dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan indikator tes pemahaman konsep yang telah disusun. (2) Kelebihan rancangan self-assessment adalah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kebermaknaan proses penilaian, mengembangkan sikap-sikap positif siswa dalam kegiatan penilaian, dan menghasilkan profil self-assessment yang dapat diamati setiap bagian sesuai dengan indikator tes pemahaman konsep. (3) Kekurangan rancangan self-assessment adalah membutuhkan persiapan yang panjang. (4) Tingkat akurasi lembar self-assessment yang berorientasi pemahaman konsep teori Marzano cenderung meningkat.

Keywords
Self Assessment berorientasi Pemahaman Konsep Teori Marzano

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/pTzdXMH9WPuB


Phantom Virtual Penampang Melintang Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Berbasis Konsep Rangkaian Resistor pada Tomografi Elektrik untuk Non Destructive Imaging Buah Tropik
Amanatulhay Pribadi, A.D. Garnadi, M.N. Indro, MT Julianto

Show More

Corresponding Author
Amanatulhay Pribadi

Institutions
Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung
Departemen Matematika, Institut Pertanian Bogor
Departemen Fisika, Institut Pertanian Bogor

Abstract
Tomografi elektrik berguna untuk mencitrakan distribusi impedansi pada suatu benda. Tomografi dapat diaplikasikan ke berbagai bidang, salah satunya untuk bidang pasca panen maupun kwalitas penjaminan mutu sebagai peranti pencitraan bagian dalam buah secara utuh tanpa merusak. Buah manggis sebagai salah satu jenis buah tropis yang eksotis memiliki resistansi yang beragam bergantung pada material jaringan yang menyusunnya. Penampang buah manggis dimodelkan dalam bentuk phantom resistor model yang merepresentasikan tiga objek dengan resistansi berbeda, yaitu kulit luar, daging buah, dan biji. Dengan menggunakan boundary data simulator (BDS) berbasis rangkaian listrik dengan menggunakan pola arus tetanggan, dibangkitkan data set untuk phantom yang merepresentasikan jaringan melintang buah manggis. Data set yang dibangkitkan akan menjadi input inversi untuk memperoleh citra Non Destructive Imaging dengan menggunakan software rekonstruksi semisal EIDORS (electrical impedance tomography and diffuse optical tomography recosntrustion software), sebagai kalibrasi rekonstruksi.

Keywords
Manggis, EIT, BDS, Non Destruktif, EIDORS

Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)

Link: https://ifory.id/abstract/yUZ6bMrTjBP8


ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION UNTUK MENENTUKAN KONSTANTA PADA MINIMAL MODEL TERMODIFIKAS
Heriyanto Syafutra1), Agus Kartono2) , Hanna Afida3)

Show More

Corresponding Author
Heriyanto Syafutra

Institutions
Heriyanto Syafutra1), Agus Kartono2) , Hanna Afida3)
1Fakultas MIPA, Institut Pertanian Bogor
email: hsyafutra[at]apps.ipb.ac.id
2Fakultas MIPA, Institut Pertanian Bogor
email: hsyafutra[at]apps.ipb.ac.id
3Fakultas MIPA, Institut Pertanian Bogor (Mahasiswa Program Sarjana Fisika)

Abstract
Abstract Algoritma particle swarm optimization (PSO) pertama kali dikenalkan oleh Dr. Eberhart and Dr. Kennedy pada tahun 1995. Algoritma ini meniru perilaku interaksi kawanan burung atau serangga ketika menemukan lokasi sumber makanan. Kawanan ini memiliki kecerdasan individu dan kecerdasan kelompok yang memungkinkan mereka dapat menentukan posisi sumber makanan dengan cepat dan tepat. Pada penelitian ini, posisi sumber makanan adalah konstanta � konstanta pada minimal model termodifikasi. Sedangkan kriteria posisi terbaik sumber makanan adalah nilai error kuadrad antara hasil simulasi dan data eksperimen Intravenous Glucose Tolerance Test (IVGTT). Untuk mengetahui sejauh mana hubungan linier hasil simulasi dengan data eksperiman digunakan nilai koefisien korelasi (R2), dengan nilai R2 yang besar maka bisa dikatakan hasil simulasi telah dapat mendekati data eksperimen dengan baik. Konstanta sensitivitas glukosa (Sg) dan sensitivitas insulin (Si) pada model metabolisme glukosa dalam darah (model meminimal model termodifikasi) dapat dijadikan dasar penentuan apakah seseorang terkena diabetes atas tidak. Hasil yang didapatkan, algoritma particle swarm optimization dapat memprediksi konstanta pada model minimal model termodifikasi dengan baik sehingga mampu memberikan nilai R2 di atas 80% pada untuk setiap data eksperimen.

Keywords
PSO, diabetes, minimal model termodifikasi, sensitivitas glukosa, sensitvitas insulin

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/pUnRgYExCWHV


PEMISAHAN SINYAL NOISE PADA PENGOLAHAN DATA MEDAN MAGNET BUMI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET
Setyanto Cahyo Pranoto

Show More

Corresponding Author
Setyanto Cahyo Pranoto

Institutions
Pussainsa-LAPAN

Abstract
Pengamatan terhadap aktifitas medan magnet Bumi dapat dilakukan dengan menggunakan magnetometer landas Bumi. Intensitas medan magnet Bumi yang terekam pada magnetometer merupakan superposisi dari beberapa sumber sinyal termasuk diantaranya noise akibat interferensi sinyal dari sumber lain baik internal maupun eksternal. Adanya noise ini tentu dapat menyebabkan kesalahan pada saat proses pengolahan dan interpresasi data. Beberapa metode pemisahan noise sudah pernah dilakukan diantara dengan menggunakan filterisasi dan moving average. Namun metode ini biasanya hanya berlaku untuk noise yang sifatnya periodik. Metode lain yang biasa digunakan yaitu dengan menghitung batas differansiasi dari data variasi medan magnet Bumi kurang dari 0.8 nT. Dalam makalah ini digunakan transformasi wavelet (Continuous Wavelet Transform) untuk memisahkan noise pada data variasi medan magnet Bumi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode ini dapat mereduksi noise baik yang bersifat periodik maupun acak berupa sinyal transien atau spike.

Keywords
wavelet, noise , magnetometer

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/dXqYebN3WA26


Analisis dan Kontribusi Kemampuan Konsep Dasar Fisika, Literasi Kurikulum Pembelajaran dan Psikologi Pembelajaran Terhadap Kemampuan Penyusunan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Mahasiswa Pendidikan Fisika
Chaerul Rochman

Show More

Corresponding Author
Chaerul Rochman, M.Pd

Institutions
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya gambaran yang memadai dan komprehensif tentang katakteristik dan kontribusi kemampuan mahasiswa calon guru fisika dalam menguasai materi subyek (literasi konsep dasar fisika) (Norris & Phillips, 2003; Fensham, 2002; Uus, 2013), literasi pedagogi/kurikulum dan pembelajaran (Chaerul, 2013; Hobson, 2008; Soobard & Rannikmae, 2011), literasi psikologi pembelajaran (Farida dkk, 2014; Post, 2011), serta kemampuan dalam menyusun lembar kegiatan peseta didik (LKPD) pada jenjang persekolahan. Untuk itu dilakukan penelitian yang menitik beratkan kepada bagaimana analisis literasi konsep dasar fisika, literasi kurikulum pembelajaran, literasi prikologi pembelajaran serta bagaimana kemampuan dalam menyusun LKPD para mahasiswa program studi Fisika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis kolaboratif menggunakan metode kombinasi/mixed methods (Creswell, 2012; Trowbridge, 1996; ) yang menggunakan data kuantitatif dan kualitatif secara terintegrasi baik sekuensi maupun konten. Data diperoleh dari 75 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika yang sedang dan telah mengikuti mata kuliah Fisika Dasar, Kurikulum dan Pembelajaran, Belajar dan Pembelajaran serta mereka yang sudah melakukan praktik penyusunan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD). Teknik pengumpulan data menggunakan data ujian semester, pertanyaan terbuka, kuesioner pernyataan serta portofolio penyusunan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) (. Analisis data yang digunakan adalah analisis konstruk dari keempat data dan analisis korelasional sederhana dari seluruh variabel penelitian serta analisis katagorisasi literasi dari jawaban sampel. Berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa: (1) adanya profil literasi konsep dasar fisika, literasi kurikulum pembelajaran, literasi psikologi pembelajaran serta kemampuan dalam menyusun LKPD para mahasiswa program studi Fisika yang bervariasi, (2) Adanya kecenderungan jawaban literasi konsep dasar fisika mahasiswa berturut-turut berkatagori nominal, procedural/konsepsional, fungsional dan multidimensional; (3) Adanya korelasi pada katagori sedang antara masing-masing variabel; (4) Kontribusi yang paling besar terhadap Kemampuan mahasiswa dalam penyusunan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) adalah literasi Kurikulum dan Pembelajaran dibanding dengan kedua variabel lainnya.

Keywords
Kemampuan konsep dasar fisika, literasi kurikulum dan pembelajaran, literasi psikologi pembelajaran, dan kemampuan penyusunan lembar kegiatan peserta didik (LKPD)

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/YRTyXW63LcVK


Dinamika kuantum adiabatik dipercepat pada sistem 2 spin
Iwan Setiawan, Bobby Eka Gunara, Katsuhiro Nakamura

Show More

Corresponding Author
Iwan Setiawan

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Penelitian tentang konsep dinamika kuantum adiabatik yang dipercepat pada sistem 2 spin telah dilakukan. Penelitian ini merupakan aplikasi dari konsep fast-forward yang telah diteliti sebelumnya oleh Masuda-Nakamura (e.g., Proc. R. Soc. A 466, 1135 (2010)). Konsep mempercepat ini dilakukan dengan menggunakan kombinasi antara dua ide yang berlawanan yaitu faktor pengali waktu yang menuju tak hingga, serta faktor waktu adiabatik yang sangat kecil dan menuju nol. Dinamika yang dipercepat ini dihasilkan dengan menghitung Hamiltonian penggerak melalui persamaan Schrodinger. Aplikasi pada sistem 2 spin : Model Ising dan Model XY telah mendapatkan Hamiltonian penggerak yang menjamin dinamika sistem 2 spin tersebut dapat dipercepat.

Keywords
Dinamika kuantum dipercepat, sistem 2 spin

Topic
Teoretik (THE)

Link: https://ifory.id/abstract/a2jFL6XdE3CT


DESAIN DAN ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN SUDUT GANTRI BERKAS PHOTON 4 MV TERHADAP DISTRBUSI DOSIS MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO EGSnrc CODE SYSTEM
Uum Yuliani, Ridwan Ramdani M.Si, DR yudha Satya Perkasa M.Si, dan Mada Sanjaya WS Ph.d

Show More

Corresponding Author
Uum Yuliani

Institutions
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract
Telah dilakukan pemodelan pesawat Linac Varian untuk memperoleh Percentage Depth Dose dan profil menggunakan variasi gantry 0�,15�, 30�, 45� pada sumbu vertikal terhadap permukaan, luas lapangan 10x10cm2 , berkas foton 4 MV dan simulasi Monte Carlo. Percentage Depth Dose dan profil ini menggambarkan distribusi dosis dalam suatu phantom air berukuran 40x40x40 cm3, perubahan gantry ini merupakan salah satu factor yang menentukan distribusi dosis sampai ke pasien Hasil penelitian menunjukan perubahan Dmax pada Percentage Depth Dose yang dipengaruhi oleh perubahan sudut gantry mengakibatkan penambahan luas daerah build up sehingga dapat dipakai untuk terapi pada daerah yang dalam. Dan hasil grafik profil yang diperoleh menunjukan ketidak simetrisan pada daerah kuadran positif memiliki distribusi dosis yang lebih sedikit dibanding kuadran negatif serta adanya kemiringan permukaan sehingga hal ini dapat dimanfaatkan untuk beberapa kasus terapi yang memerlukan kedalaman dan kemiringan tertentu, perhitungan dosis lebih akurat dan dapat meminimalisir efek samping.

Keywords
Pesawat Linac Varian, Percentage Depth Dose, Profil, Gantry, dan Monte Carlo.

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/YbCDGZ6Pfujm


Identifikasi Sumber Pencahayaan di Kawasan Kampus ITB
Novia Ekawanti (a*), Fera Gustina Purwati (b), Endang Soegiartini (c)

Show More

Corresponding Author
Novia Ekawanti

Institutions
a) Program Studi Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*noviafis8[at]gmail.com
b) Program Studi Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
c) Program Studi Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia

Abstract
Pencahayaan merupakan komponen yang penting untuk memenuhi segala aktivitas, khususnya di malam hari, tetapi pencahayaan yang kurang tepat justru dapat menyebabkan hal buruk terjadi. Pencahayaan yang keliru menyebabkan polusi cahaya. Saat ini, kita masih sering mengabaikan sumber pencahayaan yang ada di lingkungan sekitar, salah satu faktor penyebabnya adalah masih minimnya pengetahuan mengenai sumber pencahayaan yang tepat guna. Kami menemukan banyak penggunaan sumber pencahayaan (lampu) yang kurang tepat di sekitar kampus ITB, oleh karena itu, kami coba mengidentifikasi sumber pencahayaan pada area tersebut dan mencari solusinya. Cara sederhana yang kami gunakan adalah dengan memberikan perlakuan sumber pencahayaan itu secara berbeda, yaitu dengan dan tanpa memberi tudung lampu serta menutup beberapa lampu yang dianggap memberi penerangan berlebih. Dengan demikian, kami berharap dapat mengurangi polusi cahaya di kawasan kampus ITB, kemudian kami dapat menyosialisasikannya kepada masyarakat sehingga kita dapat tinggal di area tersebut dengan nyaman. Hal ini sangatlah bermanfaat, bukan hanya untuk kita sendiri yang meninggali kawasan tersebut tetapi juga dapat bermanfaat untuk kelangsungan hidup bersama di lingkungan sekitar.

Keywords
Sumber Pencahayaan, Polusi Cahaya, ITB

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/VCube7NgAQED


Studi Awal karakteristik Batu Ginjal Menggunakan Micro CT Skyscan 1173
Leni Aziyus Fitri, Vepy Asyana, Taufiq Ridwan, Fourier D. E. Latief, Freddy Haryanto

Show More

Corresponding Author
Leni Aziyus Fitri

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik awal batu ginjal menggunakan micro-CT Skyscan 1173. Sebuah batu ginjal dari Rumah Sakit Hasan Sadikin dengan diameter 1 cm dipindai dengan menggunakan micro-CT Skyscan 1173 resolusi tinggi. Parameter pemindaian terkait sumber yakni 80 kV, arus 100 �A, dan lama paparan 1000 ms serta ukuran piksel 14,9 �m. Citra proyeksi hasil pemindaian dengan sudut rotasi 0,2� direkonstruksi dengan perangkat lunak NRecon yang kemudian akan menghasilkan citra rekonstruksi. Citra rekonstruksi ini berupa kumpulan citra 2D skala-abu (grayscale) yang kemudian dapat ditampilkan dalam 2D dan 3D. Ketebalan irisan citra rekonstruksi adalah 0,015 mm. Dari citra yang dihasilkan ini kemudian dapat dilakukan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk ROI tertentu. Analisis kualitatif menggambarkan perbedaan densitas material penyusun batu ginjal berdasarkan perbedaan warna piksel pada citra. Warna piksel yang lebih terang menggambarkan densitas yang tinggi dan sebaliknya. Sedangkan analisis kuantitatif memberikan informasi respon perbedaan material terhadap energi sinar-X dalam derajat keabuan. Derajat keabuan yang tinggi memberikan informasi bahwa material penyusun mengatenuasi sinar-X lebih besar. Nilai derajat keabuan batu ginjal diambil pada irisan 1016 dengan luas daerah pengamatan 161 piksel dan berbentuk lingkaran. Derajat keabuan yang memiliki skala 0-255 pada beberapa daerah pengamatan pada irisan yang sama kemudian dihitung. Dari analisis yang dilakukan, diperoleh 3 nilai derajat keabuan yang berbeda, yaitu 82,646, 124,894, dan 251,354. Perbedaan derajat keabuan pada irisan yang sama menginformasikan karakteristik penyusun batu, yaitu nilai derajat keabuan yang tinggi berkaitan dengan material yang memiliki massa jenis lebih tinggi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa batu ginjal tersebut merupakan batu ginjal campuran (heterogen).

Keywords
batu ginjal, micro CT Skyscan 1173

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/CfXAxMyLEUVv


Manajemen Pembelajaran Islam Berbasis TIK dan Pemanfaatan E-learning Hubungannya dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa di Madrasah Aliyah Nusantara Arjawinangun
Nugro Wicokro

Show More

Corresponding Author
Nugro Wicokro

Institutions
SMA Negeri 1 Plumbon Kabupaten Cirebon
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat

Abstract
Abstrak Adanya penurunan prestasi belajar mata pelajaran matematika walaupun guru telah menggunakan berbagai media. Akan dibuktikan hubungan manajemen pembelajaran islam berbasis TIK dan pemanfaatan e-learning terhadap prestasi belajar matematika siswa, menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan responden 56 orang siswa, teknik penelitian deskriptif. Hasil penelitian terdapat hubungan yang posistif antara manajemen pembelajaran Islam berbasis TIK dan pemanfaatan e-learning dengan prestasi belajar matematika siswa cukup kuat, hal tersebut ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (rx1y) sebesar 0,72 pada &

Keywords
Kata-kata kunci: prestasi belajar, manajemen pembelajaran islam

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/W9XbwhyL2GYg


Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa Melalui Penerapan Model Inkuiri Terbimbing pada Eksperimen Kinetika Enzim
Nadia Amida (a*), F.M. Titin Supriyanti (a), Liliasari (a)

Show More

Corresponding Author
Nadia Amida

Institutions
a) Departemen Pendidikan Kimia, Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung 40154, Jawa Barat
*nadia.amida[at]gmail.com

Abstract
Praktikum biokimia merupakan matakuliah wajib pada program studi kimia jenjang pendidikan S1 di universitas. Inkuiri yang dilakukan pada eksperimen dapat meningkatkan kemampuan kognitif, kemampuan berargumen, pemahaman konsep, keterampilan berpikir dan pembelajaran yang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa melalui eksperimen kinetika enzim berbasis material lokal dengan penerapan inkuiri terbimbing. Keterampilan berpikir kreatif yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), dan kejelasan (elaboration). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan menggunakan desain penelitian randomized control group pretest-posttest design. Berdasarkan hasil uji statistik keterampilan berpikir kreatif mahasiswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan. Hal ini dilihat dari nilai signifikansi yang diperoleh pada masing-masing indikator. Untuk kelancaran (fluency) nilai signifikansi pada uji-t yang diperoleh yaitu 0,000 dengan nilai thitung 4,848 dan ttabel 2,030 ; nilai signifikansi keluwesan (flexibility) pada uji Mann Whitney 0,042; dan nilai signifikansi kejelasan (elaboration) pada uji Mann Whitney 0,019 dengan taraf signifikansi yang digunakan 5%. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa eksperimen kinetika enzim menggunakan model inkuiri terbimbing lebih meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa dibandingkan dengan eksperimen kinetika enzim yang tidak menggunakan model inkuiri terbimbing.

Keywords
Keterampilan Berpikir Kreatif; Inkuiri Terbimbing; Kinetika Enzim

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/Kn9zpqEPk2vX


Profil Keterampilan Argumentasi Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika dengan Bantuan ICT
Siti Nurdianti Muhajir(a*), Vita Oktaviani (b), Endah Kurnia Yuningsih (b) dan Diah Mulhayatiah (c)

Show More

Corresponding Author
Siti Nurdianti Muhajir

Institutions
a) Program Studi Magister Pendidikan Fisika, Sekolah Pascasarjana UPI,
Jl. Dr. Setiabudi 229 Bandung 40154, Indonesia
*sitinurdiantimuhajir[at]student.upi.edu
b) Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan MIPA, UIN Sunan Gunung Djati,
Jl. A.H Nasution 105 Bandung 40614, Indonesia
c) Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah, Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Tangerang 15412 Indonesia

Abstract
Keterampilan berargumentasi adalah bagian dari keterampilan berkomunikasi yang harus dimiliki oleh peserta didik dan mahasiswa di era informasi dan teknologi digital abad 21. Lemahnya argumentasi ilmiah peserta didik telah menjadi perhatian. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan berargumentasi ilmiah mahasiswa dengan bantuan media ICT yaitu aplikasi whatsApp pada isu-isu yang berhubungan dengan konsep fisika modern. Penilaian Argumentasi mengacu pada Toulmin�s Argumentation Pattern (TAP) yang memuat komponen claim, evidence, reasoning, dan rebuttal. Hasil Penelitian menunjukan keterampilan berargumentasi ilmiah mahasiswa pendidikan fisika masih tergolong rendah, dibuktikan dengan skor rerata claim 43%, evidence 25%, reasoning 20%, dan rebuttal 11%. Temuan ini akan dijadikan dasar bagi penelitian lanjutan mengenai model dan strategi pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan keterampilan berargumentasi ilmiah mahasiswa pendidikan fisika.

Keywords
keterampilan argumentasi ilmiah; ICT; profil argumentasi

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/xfTVAy2zaKQZ


Demi Penyadaran Ilmu dan Literasi Sains: Mengapa Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi Bernilai Sama Dengan Kuadrat Bilangan Pi?
Aloysius Rusli

Show More

Corresponding Author
Aloysius Rusli

Institutions
Jurusan Fisika, FTIS, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung 40141, Indonesia

Abstract
Literasi sains (Science Literacy) merupakan salah satu kelengkapan penting seorang manusia di peradaban mutakhir ini, yang makin diwarnai dan dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Literasi biasanya didahului oleh kesadaran akan sains dan manfaatnya. Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan keterkaitan dua satuan dasar pertama Sistem Internasional, yaitu detik dan meter, diajukan hasil studi kecil ini. Sebagai picu perhatian, dipilih judul yang menonjolkan "keanehan" bahwa nilai percepatan gravitasi di permukaan Bumi praktis sama dengan nilai kuadrat bilangan yang menunjukkan perbandingan keliling suatu lingkaran dengan garis tengahnya; dua besaran yang sepintas tidak tampak memiliki hubungan apapun. Maka bagaimana mungkin nilainya dapat amat, atau cukup mirip satu dengan lainnya. Ternyata ini terjadi akibat pengaitan satuan detik yang sudah dikenal sejak jaman Sumeria 30 abad yang lalu, dengan satuan meter yang dirintis menjelang Revolusi Perancis 2+ abad yang lalu, melalui apa yang disebut sebagai "bandul detik". Akhirnya, ternyata satuan meter bukannya dikaitkan dengan satuan detik, melainkan dikaitkan dengan ukuran Bumi, akibat pertimbangan yang dapat disebut pertimbangan politik. Dengan demikian dapat ditunjukkan betapa berbagai pertimbangan dalam komunitas manusia, dapat saling berpengaruh, sehingga literasi sains kiranya perlu disertai pula oleh literasi tentang pergaulan manusia sedunia.

Keywords
science literacy, science awareness, time unit, distance unit

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/fzXMAg9nPKyc


Memahami Fisika Magnetic Levitation (Maglev)
Nur Ahmad, Lilik Hendrajaya

Show More

Corresponding Author
Nur Ahmad

Institutions
Institut Teknologi Bandung (ITB)

Abstract
Maglev (Magnetically Levitated Train) berarti kereta yang mengambang secara magnetis. Kereta ini bekerja berdasarkan prinsip gaya angkat magnetis berupa Kumparan magnet berjalan di sepanjang trek, disebut guideway, repels magnet besar di bawah kereta, yang memungkinkan kereta untuk melayang antara 0,39 dan 3,93 inci di atas relnya. Gaya dorong kereta ini dihasilkan oleh interaksi antara motor induksi raksasa di dalam kereta dengan rel magnetisnya, yang otomatis menghasilkan gaya dorong yang luar biasa kuatnya. Arus listrik yang dipasok ke kumparan di dinding guideway terus bolak-balik mengubah polaritas kumparan magnet. Perubahan polaritas menyebabkan medan magnet di depan kereta untuk menarik kendaraan ke depan, sementara medan magnet di belakang kereta menambahkan dorongan lebih maju hingga mampu melaju dengan kecepatan sampai 650 km/jam. Kelebihan utama dari kereta ini adalah kemampuannya yang bisa melayang di atas rel, sehingga tidak menimbulkan gesekan. Kekurangannya adalah kebisingan (suara) yang ditimbulkan disaat kereta ini bergerak hampir sama dengan sebuah pesawat jet dan mahalnya investasi terutama pengadaan relnya. Metode penelitian berupa penelusuran pustaka melalui literatur buku, jurnal dan peragaan model gaya angkat magnetis. Studi ini mempelajari aspek fisika tentang Maglev dan dikemas untuk pembelajaran di sekolah. Aspek fisika nya adalah hukum Biot Savart pada kawat melingkar dan solenoid. Hasilnya berupa alat peraga yang menunjukkan sifat levitasi magnet dan bahan ajar.

Keywords
maglev, magnet, kereta cepat

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/HeG4LqvxAwnX


Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa pada Materi Koloid Melalui Model Pembelajaran Flipped Classroom
Amalia Zia Salma*, Cucu Zenab Subarkah, dan Riri Aisyah

Show More

Corresponding Author
Amalia Zia Salma

Institutions
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract
Fasilitas teknologi yang dapat menunjang peningkatan keterampilan berpikir kritis sudah dimiliki mahasiswa namun tidak digunakan secara maksimal dalam pembelajaraan kimia. Keterampilan berpikir kritis mahasiswa sulit ditingkatkan salah satunya pada pembahasan materi koloid karena materi ini sering dianggap materi yang bersifat hafalan saja. Materi koloid merupakan salah satu materi kimia yang sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan memerlukan keterampilan berpikir kritis untuk mempelajarinya. Berdasarkan beberapa permasalahan tersebut maka model pembelajaran flipped classroom dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan kritis mahasiswa pada materi koloid sekaligus memanfaatkan fasilitas teknologi yang ada pada mahasiswa. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa semester II kelas A Program Studi Pendidikan Kimia yang mengontrak mata kuliah kimia dasar II sebanyak 37 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experiment dengan desain one group pretest-posttest design. Data peningkatan keterampilan berpikir kritis mahasiswa diperoleh melalui tes soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis mahasiswa setelah diterapkan model flipped classroom yang dilihat dari hasil uji hipotesis dengan thitung=31.03 lebih besar dari ttabel=2.021 dan kategori peningkatan sedang dengan n-gain 0.69.

Keywords
Flipped classroom, keterampilan berpikir kritis, koloid

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/hGmNJHjTDu4W


Identifikasi Badai Geomagnet berdasarkan Indeks Dst Kaitannya dengan Siklus Matahri ke 23
Newton B. S. Jefons, Eko Khoirunnas Priyadi, Wendi Cahya Setiadi

Show More

Corresponding Author
Newton Bernoully Sailendra Jefons

Institutions
a), b), c), Prodi Astronomi ITB
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
newtonsailendrajefons[at]yahoo.com

Abstract
Aktivitas matahari dapat memengaruhi kehidupan manusia di Bumi. Aktivitas matahari ditandai dengan beberapa hal, misalnya perubahan jumlah bintik Matahari sepanjang siklus Matahari 11 tahunan, munculnya lubang korona, munculnya flare, dan adanya lontaran massa korona (CME), kejadian-kejadian ini dapat mempengaruhi cuaca antariksa dan berdampak juga untuk Bumi. Jika lubang korona, flare maupun CME sedang mengarah ke-Bumi, maka cepat atau lambat Bumi akan mendapat pengaruhnya. Variasi energi elektromagnetik dan pancaran plasma di ruang antar planet kemudian berinteraksi dengan atmosfer Bumi (magnetosfer, ionosfer, dan troposfer) dan berdampak pada aspek-aspek kehidupan manusia. Salah satu dampak dari cuaca antariksa adalah badai geomagnet. Indeks yang menyatakan kuatnya badai geomagnet adalah indeks Kp dan indeks Dst. Indeks Kp adalah indeks geomagnet pada daerah kutub dan indeks Dst adalah indeks geomagnet untuk daerah ekuatorial. Dengan identikfikasi indeks Dst selama siklus Matahari ke 23, kita dapat mengetahui seberapa banyak kejadian badai geomagnetik yang terjadi di daerah ekuatorial dan hubungan antara aktivitas matahari dengan indeks Dst, selain itu bagaimana mitigasi dan antisipasi dari kejadian badai geomagnet yang mungkin akan terjadi nanti.

Keywords
Cuaca antariksa, indeks dst, badai geomagnet

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/UkQvXMHzeaL6


Pengaruh Kuantitas Pelarut DMAC Pada Performa Lembaran Elektroda Negatif Baterai Ion Lithium Berbasis Graphitized Mesocarbon Microbeads (MCMB)
Fadli Rohman(a*), Kartika Sari(b), Achmad Subhan(a), Bambang Prihandoko(a)

Show More

Corresponding Author
Fadli Rohman

Institutions
a) Pusat Penelitian Fisika - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
b) Dept. Fisika - Universitas SUmatera Utara

Abstract
Proses pembuatan elektroda untuk komponen baterai ion lithium merupakan salah satu proses yang sangat berpengaruh terhadap kualitas baterai yang dibuat. Beberapa faktor seperti perekat terhadap substrat current collector (baik Cu-foil maupun Al-foil), bahan aktif yang kuat (tidak mudah rontok) serta ketebalan bahan menjadi parameter penting pada proses tersebut. Pada paper ini menjelaskan mengenai proses pembuatan elektroda negatif untuk baterai ion litium dari MCMB yang digrafitisasi dengan meninjau faktor ketebalan bahan yang dihasilkan pada substrat berupa Cu-foil. Bahan komersil MCMB dari produsen LinyiTM disinter pada suhu 500⁰C selama lima jam. Bahan tersebut kemudian dibuat slurry atau adonan dengan komposisi bahannya MCMB : Acetylene Black : PVDF yaitu 85 : 5 : 10. Slurry ini kemudian dibuat menjadi lembaran dengan melapisi slurry tersebut di atas substrat Cu-foil dengan ketebalan 200 �m. Setelah pengeringan, reduksi ketebalan terjadi akibat jumlah DMAC yang berbeda pada tiap komposisi. Assembling baterai dilakukan dengan model pouch cell dengan LiCoO2 sebagai katoda, PE sebagai separator dan LiPF6 sebagai elektrolit. Penamaan sampel baterai berdasarkan perbedaan ketebalan lembaran elektroda negatif (anoda) sebagai berikut baterai A (40 �m), baterai B (60 �m) dan baterai C (80 �m). Dari hasil uji performa baterai, terlihat perbedaan kapasitas yang dihasilkan akibat dari perbedaan ketebalan bahan. Pada hasil cyclic voltammetry, terlihat proses reduksi-oksidasi yang terjadi pada sel baterai. Hal ini berarti terjadi proses interkalasi dan deinterkalasi lithium pada sel baterai. Pada uji charge discharge cycle kedua, baterai A memiliki kapasitas discharge 1 mAh sedangkan sampel yang lebih tebal (baterai C) memiliki kapsitas discharge 1,2 mAh. Baterai B memiliki kapasitas lebih tinggi dibandingkan dengan sampel A dan C yaitu 1,4 mAHr. Jadi, pada hasil uji charge-discharge, hubungan kapasitas bahan tidak linear terhadap ketebalan. Artinya, lembaran yang dibuat tidak boleh terlalu tebal dan tipis.

Keywords
Graphitized Carbon, Mesocarbon Microbeads (MCMB), Elektroda Negatif, Baterai Ion Lithium

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/WV3jpN47PHJ8


Model Pembelajaran Experiential Kolb untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Fluida Statis
Isti Fuji Lestari*, Chaerul Rochman, Heni Rusnayati

Show More

Corresponding Author
Isti Fuji Lestari

Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran Experiential Kolb pada materi fluida statis. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan desain one shoot pretest-posttest group. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dengan cara mengambil satu kelas secara acak (random class) pada tingkat kelas XI Ilmu Alam di salah satu SMA Negeri di kabupaten Garut. Data keterampilan berpikir kritis siswa diperoleh dari hasil tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) keterampilan berpikir kritis siswa yang berbentuk soal uraian materi fluida statis. Hasil penelitian yang diperoleh setelah penerapan model pembelajaran Experiential Kolb yaitu peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa berdasarkan nilai N-Gain sebesar 0,61 dengan kategori sedang. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Experiential Kolb dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi fluida statis.

Keywords
Experiential Kolb, Keterampilan Berpikir Kritis, Fluida Statis

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/yBKbRD4dQGhw


PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA PRAKTIKUM ANALISA PROTEIN TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA
Dewi Anugrah Sulistiana1*, F. M Titin Supriyanti2, dan Hayat Sholihin3

Show More

Corresponding Author
Dewi Anugrah Sulistiana

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh praktikum Biokimia yang masih melaksanakan praktikum bersifat verifikasi. Sehingga dalam pelaksanaan praktikum mahasiswa hanya mengikuti langkah kerja seperti resep. Hal ini kurang mengembangkan keterampilan proses sains dan berpikir mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil implementasi model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains mahasiswa menggunakan material lokal. Metode penelitian berupa quasi eksperimen dengan desain randomized control group pretest-posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu Universitas Pendidikan di kota Bandung yang melibatkan mahasiswa Kimia semester 6 dengan materi perkuliahan praktikum Analisa Protein. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal essay, LKM, angket, dan lembar observasi keterampilan proses sains. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji rerata (independent t-test) dengan bantuan program SPSS 20 for windows dan Microsoft excel 2010. Berdasarkan uji perbedaan rerata pada uji keterampilan proses sains mahasiswa antara kelaskontrol dan kelas eksperimen berbeda secara signifikan, hal itu dibuktikan dengan hasil statistik kedua kelas yaitu sig(2-tailed) 0,018 ≤(α) 0,025 maka H0 ditolak artinya terdapat perbedaan keterampilan proses sains yang signifikan pada praktikum model inkuiri terbimbing dengan praktikum bersifat verifikasi Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa praktikum model inkuiri terbimbing lebih meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa dibandingkan praktikum bersifat verifikasi.

Keywords
inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, analisa protein

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/hn4czKr2BRxA


Sebaran Jenis Patahan Di Sekitar Gunungapi Merapi Berdasarkan Data Gempabumi Tektonik Tahun 1977 � 2010
Fitri Puspasari , Wahyudi

Show More

Corresponding Author
Fitri Puspasari

Institutions
Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis patahan yang terbentuk oleh gempabumi tektonik di sekitar Gunungapi Merapi tahun 1977 - 2010. Manfaat dari penentuan jenis patahan ini dapat digunakan sebagai besaran fisis yang harus dipantau dan dilakukan analisis lanjutan dalam mengantisipasi peningkatan aktivitas Gunungapi Merapi paska gempabumi tektonik disekitarnya. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah penentuan mekanisme fokal. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data kegempaan tektonik yang diperoleh dari katalog Global CMT (Centroit Moment Tensor) antara tahun 1977 - 2010. Dari hasil pengolahan data, mekanisme fokal menunjukkan bahwa daerah sekitar Gunungapi Merapi bagian selatan didominasi oleh jenis patahan naik dengan sedikit pergeseran dengan kekuatan gempa lebih dari 5 Mw pada kedalaman dangkal yaitu antara 20 � 90 km.

Keywords
Gunungapi Merapi, gempabumi tektonik, patahan, mekanisme fokal

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/HEdT4ALhm6Y3


Analisis Kinerja Mengajar Calon Guru Biologi Pada Kegiatan Pembelajaran Biologi
Popong Nurasiah*, Bambang Supriatno

Show More

Corresponding Author
Popong Nurasiah

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Telah dilakukan penelitian deskriptif tentang kinerja calon guru Biologi sebagai agen pembelajaran Biologi di sekolah. Penelitian ini bertujuan menggali informasi tentang kualitas kinerja mahasiswa calon guru Biologi dalam pembelajaran Biologi pada saat kegiatan Program Latihan Profesi (PLP). Kinerja disini adalah kemampuan calon guru Biologi dalam merencanakan, melaksanakan, dan melakukan penilaian pembelajaran Biologi. Populasi adalah seluruh kinerja mahasiswa calon guru Biologi UPI yang sedang melaksanakan kegiatan PLP di SMA Negeri Kota Bandung semester genap tahun ajaran 2014/2015. Sampel adalah 8 kinerja calon guru Biologi yang diambil dengan teknik sampel acak. Instrumen yang digunakan adalah rubrik penilaian menggunakan rating scale. Data yang didapat berasal dari data hasil analisis rencana pelaksanaan pembelajaran, data observasi proses pembelajaran, dan data penilaian pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kinerja calon guru Biologi dalam merencanakan pembelajaran adalah 78,04% (baik), sementara kinerja dalam melaksanakan pembelajaran di kelas adalah 70,68% (cukup), dan kegiatan penilaian pembelajaran adalah 59,75% (cukup).

Keywords
Kata-kata kunci: kinerja, mahasiswa calon guru Biologi, pembelajaran Biologi, PLP

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/g9nNJGtH4ke3


Pengukuran Konsentrasi Garam Dalam Larutan Menggunakan Sistem Sensor Berbasis Pengolahan Gambar
Habibi Abdillah, Toto Budianto, Mitra Djamal

Show More

Corresponding Author
Habibi Abdillah

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Perkembangan teknologi pengolahan gambar saat ini, menjadikan kamera lebih cerdas dan penggunaannya tidak hanya sebatas untuk menggambil gambar. Dukungan library pemrograman untuk pengolahan gambar, seperti openCV, menjadikan pengolahan gambar lebih mudah dipelajari dan diaplikasikan. Pada penelitian ini telah dirancang sebuah sistem sensor untuk mengukur konsentrasi zat dalam larutan dengan cara mengukur intensitas cahaya menggunakan kamera. Nilai logaritmik dari perbandingan intensitas cahaya yang melalui larutan berisi zat yang akan diukur dengan intensitas cahaya yang melalui refrensi menjadi dasar penentuan konsentrasi zat dalam larutan. Sistem sensor ini telah diuji untuk mengukur perubaahan konsentrasi garam dalam larutan.Hasil pengukuran yang didapat terbilang akurat dengan error sebesar 0,2 % dibandingkan dengan metode pengukuran konsentrasi manual. Sistem sensor ini secara akurat mampu mengukur perubahan konsentrasi garam pada skala perubahan 0,024 gr/ml atau 0,43M.

Keywords
Pengolahan gambar, openCV, konsentrasi garam, intensitas cahaya

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/QD3crPEZbY9G


PENGEMBANGAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS MAHASISWA PADA PENENTUAN KADAR KLORIDA AIR MINERAL KEMASAN BERBASIS INKUIRI LABORATORIUM TERBIMBING
Dinar Hadiswara, Cucu Zenab Subarkah, Yulia Sukmawardani

Show More

Corresponding Author
Dinar Hadiswara

Institutions
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan generik sains mahasiswa pada penentuan kadar klorida air mineral kemasan melalui pembelajaran Inkuiri Laboratorium Terbimbing (ILT). ILT mengadospsi tahapan pembelajaran Learning Cycle yang terdiri dari Orientasi, Eksplorasi, Penemuan Konsep, Aplikasi dan Penutup. Setiap tahapan yang dilakukan menitik beratkan pada proses kognitif dan keterampilan generik sains mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Kimia Analitik 2 semester IV Prodi Pendidikan Kimia sebanyak 57 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kelas. Instrumen penelitian terdiri dari lembar penilaian psikomotor, lembar kerja, lembar penilaian laporan dan presentasi yang menitik beratkan terhadap penilaian keterampilan generik sains. Pengolahan data dilakukan dengan merata-ratakan nilai setiap indikator keterampilan generik sains yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan generik sains yang dikembangkan melalui pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 88,1. Indikator membangun konsep memperoleh nilai rata-rata 95,1, inferensi logika 85,8, kerangka logika 87,7, pemodelan matematik 85,9, hukum sebab akibat 89,1, abstraksi 86,5, bahasa simbolik 76,6 pengamatan 92,8 dan kesadaran skala 93,1.

Keywords
Inkuiri Laboratorium Terbimbing (ILT), Keterampilan Generik Sains, Kadar Klorida.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/7VMKh4HxCwpX


Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Perubahan Wujud Zat Padat Menjadi Cair Menggunakan Limbah Gelas Plastik Pada Pelajaran Fisika Kelas X Terhadap Prestasi Siswa
Mohamad Amin, Euis Sustini

Show More

Corresponding Author
mohamad amin

Institutions
Politeknik Negeri Balikpapan, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh penggunaan alat peraga perubahan wujud zat padat menjadi cair menggunakan limbah gelas plastik menjadi bahan bakar cair dalam pelajaran fisika kelas X pada pokok bahasan perubahan wujud zat terhadap prestasi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan pada sekolah menengah kejuruan tahun pelajaran 2015/2016. Subyek penelitian terdiri dari dua kelas dengan jumlah sampel sebanyak 46 siswa. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat efektifitas pembelajaran dengan menggunakan alat peraga bejana perubahan wujud zat padat menjadi cair sebesar 8,533% dengan Harga t dari hasil perhitungan sebesar 4,412 hasil ini lebih besar dari harga t pada tabel sebesar 2,377 sehingga ada pengaruh penggunaan bejana perubahan wujud zat dalam pembelajaran fisika bahasan perubahan wujud zat terhadap prestasi siswa.

Keywords
Pengaruh Alat Peraga Perubahan Wujud Zat, Pengaruh Alat peraga terhadap Prestasi siswa, Efektifitas Pembelajaran dengan Alat Peraga

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/VJUPKYWTEqhM


IMPLEMENTASI MODEL INKUIRI BERBASIS LABORATORIUM TERHADAP PERUBAHAN KONSEPTUAL SISWA SMA PADA KONSEP FOTOSINTESIS
Neneng Maryam Jamaliah Nurul janah

Show More

Corresponding Author
neneng maryam jamaliah nurul janah

Institutions
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian ini berjudul pengaruh implementasi model inkuiri berbasis laboratorium terhadap perubahan konseptual siswa SMA pada konsep fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi model inkuiri berbasis laboratorium terhadap perubahan konseptual siswa SMA pada konsep fotosintesis. Metode penelitian yang digunakan adalah Weak Experimental dengan desain The One Group Pretest-postest Design dengan perluasan. Prosedur penelitian yang dilakukan secara garis besar adalah: (1) studi pendahuluan penjaringan konsepsi siswa pada konsep fotosintesis; (2) pelaksanaan pembelajaran penelitian dan penjaringan data; (3) analisis dan pembahasan. Hasil analisis perubahan konseptual menunjukkan terjadi perubahan konseptual yang signifikan, dengan berbagai tipe perubahan konseptual. Kesimpulan yang dapat diambil adalah model inkuiri berbasis laboratorium berpengaruh terhadap perubahan konseptual siswa SMA pada konsep fotosintesis.

Keywords
model inkuiri berbasis laboratorium, perubahan konseptual, fotosintesis

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/qyJkfx8r3RWg


Co-solvent Diethyl Ether Effect in Biodiesel Synthesis using CaO as a Heterogeneous Catalyst from Palm Oil Mill Effluent
Puji Siswanti (a*), Pedy Artsanti (b)

Show More

Corresponding Author
Puji Siswanti

Institutions
a) Nano Center Indonesia
Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Indonesia 15313
*pujisiswanti[at]nano.or.id

b) Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Abstract
Biodiesel is a domestically produced renewable fuel that can be manufactured from vegetable oils, such as palm oil, for use in diesel vehicles.. In this research, the biodiesel was synthesized from palm oil mill effluent using co-solvent diethyl ether to observe its effect on decreasing the yield of biodiesel. In other hand, it was synthesized using calcium oxide (CaO) as a heterogeneous catalyst. Biodiesel has been made systematically by reacted oil, methanol, co-solvent diethyl ether, and sulfuric acid as catalyst in esterification process, calcium oxide on transesterification. Each reaction using various of co-solvent ratio : triglyceride (palm oil mill effluent) (CPO:DEE) 1:0,5., 1:1., dan 1:1,5 b/v, and catalyst ratio are CaO 3%, 6%, dan 8% b/b. The optimum transesterification conditions to obtain the 59,82% yield of biodiesel are as follows: CPO/DEE 1:0,5 b/v and 8 wt.% catalyst , with biodiesel yields of 59,82%. The highest yield of the effect ratio co-solvent diethyl ether on 1:1,5 b/v, 8 wt.% catalyst was 69,045%. The infrared spectra showed the absorption of ester functional groups. It was supported by GC-MS data that showed the formation of methyl ester: methyl palmitate (42,08%), methyl oleate (36,27%), methyl linoleate (12,78%), dan methyl stearate (6,04%). The physical characteristics of biodiesel are density, viscosity, Free Fatty Acid value, moisture content, iodine value, saponification number, and cetane number,: 0,825 g/cm3, 4,792 cSt, 0,8 mgNaOH/g biodiesel, 0,598% weight, 28,52 gI2/g biodiesel, 147,31 gKOH/g biodiesel, and 76,03 for cetane number, respectively.

Keywords
Keyword: Biodiesel, co-solvent method, heterogeneous catalyst, palm oil mill effluent

Topic
Energi (ENG)

Link: https://ifory.id/abstract/3VvDxfajhq6E


Peningkatan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa SMP Menggunakan Model Pembelajaran Technology-Embedded Scientific Inquiry (TESI)
Muhammad Aqmal Nurcahyo*, Parsaoran Siahaan, dan Wawan Setiawan

Show More

Corresponding Author
Muhammad Aqmal Nurcahyo

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Technology-Embedded Scientific Inquiry (TESI) untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa SMP pada materi struktur bumi dan bencana. Penelitian ini terdiri dari 4 pertemuan diawali dengan pretest, dua pertemuan pembelajaran menggunakan model pembelajaran TESI, dan diakhiri dengan posttest. Model pembelajaran TESI dipilih sebagai sebuah penerapan model pembelajaran baru yang dapat diterapkan di Indonesia, karena didalam penggunaannya menggunakan teknologi inovatif berbasis multimedia interaktif yang akan dipelajari oleh siswa. Adapun tahapan dari model pembelajaran TESI yaitu: konseptualisasi ilmiah, investigasi ilmiah, dan komunikasi ilmiah. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan one-group pretest-posttest design sebagai desain penelitian. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran IPA pada materi struktur bumi dan bencana dengan menggunakan model pembelajaran TESI dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa SMP dengan perolehan gain yang dinormalisasi sebesar 0,35 dengan kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran TESI dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa SMP pada materi struktur bumi dan bencana.

Keywords
pemecahan masalah, model pembelajaran TESI

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/RfPey26Eptkw


Analisis Struktural Seng Oksida (ZnO) dari Limbah Dross Galvanisasi
Rizqy Novid* (1), Amalia Sholehah (1), M. Ikhlasul Amal (2)

Show More

Corresponding Author
Rizqy Novid

Institutions
1. Jurusan Teknik Metalurgi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon-Banten, Indonesia
*novid.sudrajat[at]gmail.com
2. Pusat Penelitian Metalurgi dan Material, Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI), Tangerang-Banten

Abstract
Seng oksida (ZnO) memiliki sifat yang unik dan memiliki aplikasi yang luas. Namun, keadaan ekonomi global membuat harga jual ZnO cenderung fluktuatif. Hal tersebut mendorong dilakukan penelitian untuk mencari cara lain mendapatkan ZnO, salah satunya dengan daur ulang limbah. Pada penelitian ini, ZnO akan disintesis dari limbah galvanisasi (dross) dengan menggunakan metode French Process. Sintesis ZnO ini menggunakan dua proses pemanasan.Sintesis dilakukan pada 2 variasi temperature, yaitu 850oC dan 900oC (selama 3 dan 6 jam). Proses selanjutnya adalah pemanasan pada temperatur 700oC selama 1 jam dengan pemberian oksigen 1 dan 2 bar (untuk setiap hasil pemanasan pertama). Analisis XRD, SEM, dan Spektrofotometri UV-VIS (mode DRS) diterapkan untuk melihat karakterisasi ZnO yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukan ZnO terbentuk pada semua sampel pemanasan dengan memiliki struktur morfologi yang beragam, yang disebabkan karena dross memiliki luas permukaan beragam saat dilakukan pemanasan. Nilai energi celah pita (Eg) yang didapat menunjukkan semakin besar temperatur akan menurunkan nilai Eg. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pemanasan pasca-anil hasil pemanasan 900oC selama 6 jam yang dipanaskan pada temperatur 700oC selama 1 jam dengan oksigen sebanyak 2 bar merupakan hasil terbaik dengan ukuran kristalit (konstan) sebesar 80,45 nm, dan nilai Eg sebesar 3,03 eV.

Keywords
Seng Oksida (ZnO), Dross Galvanisasi, French Process.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/W9TLunvQdUbw


Analisis Kemampuan Interpretasi Grafik Kinematika pada Mahasiswa Calon Guru Fisika
Bambang Subali (a*,b), Dadi Rusdiana (b), Ida Kaniawati (b), Harry Firman (b)

Show More

Corresponding Author
Bambang Subali

Institutions
a) Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Semarang
Jl. Raya Sekaran Gunungpati, Semarang, Indonesia.

b) Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia.
Jl. Raya Setiabudi 229 Bandung, Indonesia.

Abstract
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kemampuan membaca grafik kinematika pada mahasiswa pendidikan fisika. Metode penelitian yang dipergunakan ini adalah metode penelitian campuran (Mixed Method Research) dengan desain Exploratory Design : Instrumen Development Model (QUAN Emphasized). Sampel penelitian ini adalah 58 mahasiswa terdiri atas 38 mahasiswa sebagai kelompok eksperimen dan 20 mahasiswa sebagai kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kemampuan interpretasi grafik mahasiswa calon guru fisika untuk kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol, yaitu pada kelas eksperimen sebesar 84 % mampu menginterpretasi grafik kinematika sedangkan kelas kontrol sebesar 82 %. Hasil analisis kemampuan interpretasi grafik mahasiswa calon guru fisika diperoleh bahwa 1) mahasiswa masih kesulitan dalam menempatkan sumbu koordinat sebagai varibel penelitian, 2) dalam penelitian ini ditemukan bahwa mahasiswa yang hanya membaca trend garis pada grafik kinematika tanpa mengkaitkan dengan arti fisisnya, 3) Mahasiswa masih kesulitan dalam merumuskan persamaan matematik dari grafik yang telah dibuat, sehingga membuat interpretasi menjadi tidak tajam, serta 4) kemampuan interpretasi mahasiswa berkait dengan kemampuan pemahaman konsep, oleh karena itu untuk meningkatkan kemampuan interpretasi yang baik, maka perlu dibangun kemampuan konsep kinematika pada mahasiswa calon guru fisika.

Keywords
Kemampuab grafik, Kinematika, Calon guru fisika

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/actDqnE8Lej2


Pemodelan Sistem Sirkulasi Alami pada Reaktor nuklir dengan Variasi Ukuran Diameter
Geby Saputra, Habibi Abdillah, Sidik Permana dan Novitrian

Show More

Corresponding Author
Geby Saputra

Institutions
ITB

Abstract
Perpindahan panas pada fluida yang terjadi karena adanya perbedaan densitas fluida, seperti yang terdapat di dalam sistem pendingin reaktor nuklir, disebabkan oleh perbedaan temperatur fluida, merupakan contoh sistem pendingin secara alami. Proses pendinginan ini dipengaruhi waktu yang dibutuhkan untuk pendistribusian panas melalui fluida. Pendistribusian di dalam sistem sirkulasi dipengaruhi oleh kecepatan aliran fluida. Kecepatan aliran fluida selain dipengaruhi oleh ketinggian dari sistem sirkulasi alami, boleh jadi dapat dipengaruhi oleh diameter pipa yang digunakan dalam sistem sirkulasi alami. Untuk mengamati fenomena yang timbul dengan variasi ini kami melakukan pemodelan. Hasil dari pemodelan berupa data kecepatan fluida terhadap diameter pipa dan distribusi temperatur fluida di dalam sistem.

Keywords
diameter, kecepatan fluida, sirkulasi alami, temperatur

Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)

Link: https://ifory.id/abstract/ZKHtNv26z3GW


Page 509 (data 15241 to 15270 of 15932) | Displayed in 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats