Page 517 (data 15481 to 15510 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Risa Rahmawati Sunarya
Institutions
Prodi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan MIPA
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Telah dilakukan penelitian pembuatan biobaterai dari limbah kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tegangan yang dihasilkan biobaterai dan daya tahan biobaterai dari berbagai varietas pisang. Pisang yang digunakan yaitu pisang raja sere, pisang raja bulu dan pisang ambon. dengan massa masing-masing sampel 5 gram. Pada penelitian ini dilakukan penambahan garam dan kanji pada kulit pisang sebagai pasta biobaterai. Garam yang digunakan yaitu: NaCl, MgCl2 dan KCl dengan massa 0,25, 0,50 dan 0,75 gram. Serta penambahan kanji sebanyak 0,3 gram. Hasil penelitian menunjukan bahwa varietas pisang raja bulu memiliki tegangan dan daya tahan terbaik. Tegangan yang dihasilkan sebesar 1,28 volt dan tegangan dengan penambahan garam yang paling optimum dihasilkan dari penambahan KCl dengan massa 0,75 gram sebesar 1.40 volt. Untuk penambahan kanji menghasilkan tegangan 1.42 volt pada pisang raja bulu. Listrik dapat bertahan mengalir dalam lampu selama 5880 menit.
Keywords
biobaterai, kulit pisang, tegangan, elektrolit.
Topic
Energi (ENG)
Corresponding Author
Herlina Panggabean
Institutions
Institute Teknologi Bandung
Abstract
Gas karbondiokasida (CO2) digunakan sebagai contoh dalam mempelajari sintesis dan reaksi gas pada mata pelajaran kimia di lingkungan sekolah menengah atas (SMA). Di laboratorium, gas CO2 disintesis dari padatan kapur dan asam. Kemudian, gas dialirkan ke dalam larutan barium hidroksida untuk menghasilkan kekeruhan pada larutan, tetapi kekeruhan tersebut seringkali tidak teramati. Ini dikarenakan kelarutan barium hidroksida dalam air. Kondisi tersebut diatasi dengan penambahan zat atau pereaksi. Namun, penambahan zat mengakibatkan bertambahnya limbah di lingkungan yang tidak sejalan dengan konsep Green Chemistry. Oleh karena itu didesaian suatu alat skala kecil untuk sintesis gas. Alat skala kecil tersebut terdiri dari botol plastik sebagai tempat terjadinya reaksi yang dilengkapi alat suntik plastik kecil berisi pereaksi dan alat suntik plastik sebagai penampung gas. Untuk mengetahui kelayakan alat tersebut dilakukan uji coba berupa sintesis gas CO2 dari 0,1 g sampel CaCO3 yang tidak murni. Gas yang dihasilkan dapat mendorong piston pada alat suntik penampung gas hingga mencapai volume 11,5 mL. Berdasarkan hasil percobaan tersebut dapat diketahui kerapatan gas CO2 rata-rata sebesar 1,8 g/L dan kemurnian sampel rata-rata 46%. Hasil lain dari percobaan diperoleh gas CO2 yang dapat menghilangkan warna indikator phenolphthalein dari larutan basa. Dengan demikian, alat sintesis gas skala kecil dapat digunakan untuk mengetahui volume gas CO2, kemurnian sampel, kerapatan gas CO2, dan reaksi gas CO2.
Keywords
Sintesis, Gas CO2, Alat Skala Kecil
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Yuan Darmawanti
Institutions
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Program Studi Pendidikan IPA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Pembangkit Argumen (Generate An Argument Instructional Model) terhadap kemampuan berpikir siswa khususnya kemampuan penalaran terkait materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Weak Experiment dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 34 orang siswa SMP kelas VII pada salah satu SMP negeri di Kapubaten Ciamis. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa soal tes kemampuan penalaran berdasarkan kerangka berpikir penalaran menurut Marzano yang terdiri dari delapan indikator yaitu membandingkan, mengklasifikasikan, induksi, deduksi, mengkonstruksi dukungan, menganalisis cara pandang, menganalisis kesalahan, dan abstraksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan penalaran siswa secara umum berdasarkan skor rata-rata posstest yang diperoleh siswa. Peningkatan kemampuan penalaran berdasarkan indikator terbagi menjadi dua kategori yaitu kategori sedang untuk indikator deduksi dan menganalisis kesalahan dengan nilai sama yaitu ˂g˃ = 0,37 serta kategori rendah untuk indikator membandingkan, mengklasifikasikan, induksi, mengkonstruksi dukungan, menganalisi cara pandang, dan abstraksi dengan masing-masing nilai (˂g˃) ˂ 0,3.
Keywords
model pembangkit argumen, kemampuan penalaran, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Ikeda Sandri
Institutions
Program Studi Fisika
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat tertentu di daerah yang relatif sempit. Cuaca dapat berganti secara tiba-tiba dalam rentang waktu yang relatif singkat. Perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba ini biasanya sulit untuk diprediksi. Oleh karena itu, diperlukan semacam antisipasi untuk menghadapi hujan yang turun secara tiba-tiba, terutama bagi orang yang sedang menjemur pakaiannya di luar rumah dan tidak ada orang yang menghuni rumah tersebut pada saat hujan turun. Salah satu caranya adalah membuat atap otomatis yang menutup ketika terdeteksi butiran air hujan. Selain itu digunakan juga sensor cahaya untuk melakukan tracking matahari sehingga pakaian cepat kering. LDR tersebut juga bisa berfungsi sebagai penanda langit yang mendung sehingga atap bisa dilakukan upaya pencegahan. Ketika malam hari tiba, atap akan menutup secara otomatis untuk mencegah embun malam membasahi jemuran. Komponen utama yang digunakan adalah sensor cahaya menggunakan Light Dependent Resistor (LDR), sensor air hujan, motor, dan mikrokontroler. Mikrokontroler yang digunakan adalah Arduino UNO. Motor akan bergerak pada intensitas cahaya dan kelembapan tertentu. Mikrokontroler akan mengolah data dari sensor dan menentukan apakah atap perlu ditutup atau tidak.
Keywords
Atap otomatis, mikrokontroler, motor, sensor cahaya, sensor kelembapan.
Topic
Physics
Corresponding Author
Khulafaur Rosyidin
Institutions
Agricultural Engineering Department
Agricultural Technology Faculty
Brawijaya University
Abstract
Telah dilakukan pretreatment pada pohon (gedebog) pisang kepok terhadap kandungan selulosa menggunakan bantuan gelombang mikro (microwave) dan pelarut NaOH 0,5 M. Selulosa ini sangat penting dalam dalam proses hidrolisis dan fermentasi untuk biokonversi menjadi bioetanol sebagai sumber karbon (gula). Riset ini membahas potensi penggunaan gelombag microwave dalam proses pretreatment batang pisang yang didapat dari desa Sumberjo Jombang. Metode pretreatment menggunakan microwave-NaOH dinilai lebih baik, karena selain interaksi yang terjadi antara gelombang micro dengan bahan pada saat pretreatment akan menghasilkan efek panas (heating), penambahan NaOH juga membantu dalam reaksi pemecahan lignoselulosa bahan. Rancangan percobaan menggunakan Rangkaian Acak Kelompok (RAK) yang tersusun atas 2 faktor yaitu volume pelarut NaOH dan lama waktu pretreatment . Ukuran serbuk batang pisang yang digunakan yaitu 100 mesh bermassa 40 gram dan besar daya microwave yaitu 950 watt. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan 500 mL dan lama waktu 40 menit, yaitu menghasilkan selulosa sebesar 27,265%, hemiselulosa 17,86% dan lignin 3,26%. Uji SEM menunjukkan kenampakkan sel telah rusak setelah dikenai paparan gelombang mikro (microwave).
Keywords
microwave, NaOH, pohon pisang, pretreatment, selulosa
Topic
Energi (ENG)
Corresponding Author
Novi Sopwan
Institutions
1. Alumnus Program Studi Astronomi ITB
2. Pogram Studi Astronomi ITB
Abstract
Model awal visibilitas hilal Metonik menampilkan rentang minimum, maksimum, dan nilai rata-rata dari beda tinggi Bulan-Matahari dan nilai elongasi untuk setiap varian metonik (ILVn) disekitar Ekuator. Padanan model visibilitas hilal Metonik awal dengan setiap bulan dalam satu tahun penanggalan Masehi memungkin untuk penerapan kriteria visibilitas hilal yang lebih sederhana tanpa mengorbankan kompleksitas sistem Bumi-Bulan-Matahari. Penentuan awal bulan (hilal kemungkinan teramati) dalam penanggalan Hijriah dengan model ini dilakukan dengan melihat batas minimum dari beda tinggi Bulan-Matahari dan nilai elongasi Bulan-Matahari saat Matahari terbenam untuk setiap bulan penanggalan Masehi saat terjadinya Bulan Baru.
Keywords
Hilal, Visibilitas Hilal, Metonik, Kalender Islam
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Teti Trinayanti
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai peningkatan kemampuan literasi sains siswa sebagai dampak penerapan levels of inquiry pada materi gerak tumbuhan kelas VIII. Pentingnya literasi sains berhubungan dengan bagaimana siswa mampu menggunakan kemampuan berpikir secara ilmiah dan menggunakan pengetahuan serta proses sains dalam memahami suatu fenomena sehingga mampu mengambil keputusan untuk memecahkan masalah. Literasi sains merupakan hasil belajar kunci bagi semua siswa. Literasi sains dapat dilatihkan melalui penerapan levels of inquiry pada pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah weak experiment dengan desain penelitian pretest-postest control non equevalen design. Subyek penelitian yaitu 68 orang siswa kelas VIII yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol di salah satu SMP berbasis Adiwiyata di Kota Bandung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar keterlaksanaan pembelajaran levels of inquiry dan tes kemampuan literasi sains berbentuk tes tertulis jenis pilihan ganda terkait konsep gerak tumbuhan. Adapun kompetensi literasi sains yang diukur adalah menjelaskan fenomena secara ilmiah , mengevaluasi dan mendesain penyelidikan ilmiah, dan menginterpretasikan data dan fakta secara ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan diperoleh bahwa setelah pembelajaran levels of inquiry kemampuan literasi sains meningkat secara signifikan dibandingkan dengan kelas yang belajar dengan pembelajaran konvensional pada materi gerak tumbuhan kelas VIII.
Keywords
levels of inquiry, literasi sains, inkuiri.
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Rizki Zakwandi
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika,
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung,
Jl. A.H. Nasution Bandung no. 105, Indonesia
Abstract
Salah satu karakteristik dari fluida zat cair adalah memiliki massa jenis. Metode pengukuran massa jenis fluida zat cair sudah banyak dikembangkan. Dalam penelitian ini dikembangkan metode sederhana pengukuran massa jenis fluida zat cair dengan menggunakan Roberval balance. Objek yang digunakan berupa beberapa zat cair yang memiliki massa jenis lebih kecil dan lebih besar dari massa jenis aquades (ρ ≈ 1 g/mL) yaitu minyak goreng, detergen cair, spirtus, larutan glukosa 30%, dan minyak tanah. Pengumpulan data diperoleh dengan memasukan aquades ke dalam lengan kanan dan zat cair yang akan diukur ke lengan kiri hingga Roberval balance mengalami kesetimbangan atau massa fluida di kedua lengan sama besar. Data volume fluida kedua zat cair diperoleh untuk mendapatkan nilai massa jenis yang kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran massa jenis secara manual. Dari hasil perhitungan dan analisis data diperoleh rata-rata massa jenis minyak goreng sebesar 0,862 g/mL dengan rata-rata eror sebesar 6,12%, detergen cair sebesar 0,970 g/mL dengan rata-rata eror sebesar 5,90%, spirtus sebesar 0,755 g/mL dengan rata-rata eror sebesar 5,36%, glukosa 30% sebesar 1,07 g/mL dengan rata-rata eror sebesar 8,98%, serta minyak tanah sebesar 0,7869 g/mL dengan rata-rata eror sebesar 3,00%.
Keywords
fluida cair, massa jenis, Roberval balance.
Topic
Physics
Corresponding Author
Hera Wati Hera
Institutions
Universita Terbuka
Abstract
Kesalahan konsep (miskonsepsi) merupakan salah satu permasalahan yang sering ditemukan dalam pembelajaran fisika. Dugaan kuat yang menjadi penyebab miskonsepsi adalah tingginya abstraksi konsep pada mata pelajaran fisika. Kesalahan konsep yang sering terjadi pada mata pelajaran fisika adalah pada topik gerak. Makalah ini bermaksud untk mengungkapkan kesalahan konsep yang terjadi pada guru Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengajarkan mata pelajaran fisika khususnya tentang topik gerak peluru. Lebih lanjut, makalah ini menggambarkan bagaimana pengembangan simulasi program pembelajaran dengan bahasa pemrograman web HTML5/CSS3 diharapkan dapat digunakan untuk meminimalisir miskonsepsi gerak peluru dan dapat diakses menggunakan jaringan internet melalui tutorial online dan mobile phone guna mendukung konsep pembelajaran jarak jauh dengan baik. Hasil menunjukkan bahwa miskonsepsi guru tentang topik gerak peluru terjadi pada: 1) definisi gerak peluru; 2) analisis komponen vektor gerak peluru; 3) besaran dan dimensi gerak peluru.
Keywords
Miskonsepsi, gerak peluru, pengembangan simulasi berbasis HTML.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Asri Setyaningrum
Institutions
1,2) Program Studi Magister Pengajaran Fisika
Departemen Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesa No. 10 Bandung, Indonesia 40132
a)setyaningrum.asri[at]gmail.com
b)hendrajaya3[at]gmail.com
Abstract
P.T. Krakatau Posco merupakan salah satu industri baja yang terletak di Cilegon, Banten yang beroperasi menggunakan teknologi Blast Furnace. Blast Furnace adalah suatu teknologi yang menggunakan udara panas dalam proses pembuatan baja. Seluruh bahan baku seperti bijih besi, kokas, dan batu gamping akan mengalami rangkaian proses reduksi, reaksi Boudouard, reaksi pengurangan dan akan diproses lebih lanjut dalam rangkaian proses ironmaking. Prinsip-prinsip yang mendasari proses pembuatan baja seperti larutan padat-padat biner, larutan eutetik, campuran dengan Ti maupun Ni hingga konsep baja nano karbon dikaji melalui studi literatur. Studi lapangan pada P.T Krakatu Posco juga dilakukan untuk mengetahui rangkaian proses termodinamika yang terjadi dalam pembuatan baja produk P.T Krakakatau Posco.
Keywords
Termodinamika, Baja, Krakatau Posco
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Ribka Uli
Institutions
1. Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta, Jl. Pemuda No 10 Rawamangun, Jakarta 13220
2. BMKG, Jl. Angkasa I No.2 Kemayoran, Jakarta Pusat 10720
Abstract
Sebagai daerah yang dilalui oleh 3 lempeng, Indonesia memiliki resiko bencana gempa bumi tektonik yang tinggi. Besar getaran gempa dapat diukur dengan Seismometer. Seismometer yang pengukurannya tepat dan akurat bila nilai sensitivitasnya terselusur ke satuan internasional ataupun nasional, yaitu dengan menjalani kalibrasi berkala. Pada peneltian ini penulis melakukan kalibrasi Seismometer menggunakan meja getar volna karena frekuensi getaran gempanya dapat didefinisikan sehingga nilai keakuratan Seismometer dapat diketahui disetiap test poin frekuensinya. Dalam mengkalibrasi Seismometer tersebut dibutuhkan software akuisisi dan analisa kalibrasi. Karena program akuisisi dan analisa kalibrasi yang ada saat ini belum sempurna yaitu masih banyak parameter-parameter yang belum diketahui, maka peneliti membuat program akuisisi dan analisa kalibrasi dengan berbasis software builder LabVIEW. Hasil kalibrasi yang diperoleh program buatan tersebut pada frekuensi 0,8Hz, 1Hz, 2Hz, dan 5Hz memiliki rata-rata selisih yang cukup kecil ketika dibandingkan dengan nilai sensitivitas Seismometer tersebut yang telah terselusur sebelumnya yaitu sekitar 0,3 s/d 10%. Signal keluaran yang dihasilkan program buatan ini juga lebih smooth ketika dibandingkan dengan program terdahulu yang sudah ada. Artinya program akuisisi dan analisa kalibrasi berbasis software builder LabView ini sudah cukup tepat dan akurat untuk digunakan dalam mengkalibrasi Seismometer pada meja getar volna.
Keywords
kalibrasi seismometer, seismometer short-periode, meja getar volna, LabVIEW
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
Asep Najmurrokhman
Institutions
Jurusan Teknik Elektro Universitas Jenderal Achmad Yani
Jl. Terusan Jenderal Sudirman PO Box 148 Cimahi 40533
Abstract
Balancing robot (robot penyeimbang) beroda dua merupakan suatu mobile robot dengan dua buah roda di sisi kanan dan kirinya yang tidak akan seimbang apabila tidak diberi pengendali selama geraknya. Balancing robot ini merupakan pengembangan dari model bandul terbalik (inverted pendulum) yang diletakkan di atas robot beroda. Proses penyeimbangan selama robot bergerak memerlukan metode kendali yang baik dan handal untuk mempertahankan posisi robot secara tegak lurus terhadap permukaan bumi, tanpa memerlukan gaya dari luar. Makalah ini menguraikan tentang prototipe sebuah auto balancing robot dengan metode kendali PID (proportional integral derivative) untuk menjaga badan robot tetap seimbang dalam posisi tegak lurus terhadap permukaan bumi selama geraknya. Komponen utama dalam implementasi auto balancing robot beroda dua ini menggunakan sensor MPU GY-80. Sensor tersebut digunakan untuk mendeteksi kemiringan dan kecepatan sudut dari badan robot selama bergerak. Proses penyeimbangan dilakukan oleh aktuator berupa motor listrik DC. Hasil pengujian prototipe tersebut menunjukkan bahwa proses penyeimbangan dapat dilakukan dengan baik. Namun diperlukan penelitian lanjutan agar proses penyeimbangan dapat berlangsung dalam durasi yang lama selama robot bergerak.
Keywords
balancing robot, kendali PID, mikrokontroler, sensor MPU GY
Topic
Physics
Corresponding Author
Briandhika Utama
Institutions
Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
Abstract
Beberapa kristal terbentuk oleh ikatan ionik dan strukturnya dapat bersifat stabil, seperti halnya pada garam NaCl. Bentuk struktur kristal dan kestabilannya bergantung pada total energi elektrostatiknya, yang dikenal sebagai energi Madelung. Total energi tersebut diperoleh dengan menghitung energi potensial dari keseluruhan pasangan dua ion bertetangga dalam kristal yang ditinjau, baik yang saling bersebelahan maupun yang tidak bersebelahan secara langsung. Karena sifat perhitungannya itu, perhitungan secara analitik biasanya hanya dapat diperoleh untuk kristal satu dimensi saja, seperti dalam kebanyakan buku teks Zat Padat. Dalam makalah ini kami menunjukkan perhitungan secara numerik dari energi Madelung itu untuk kristal yang kompleks, yakni seperti perovskite metal halida, yang memiliki struktur CH3NH3PbX3. Pemahaman akan energi Madelung dalam kristal ini sangat diperlukan karena kristal ini mudah terbentuk tetapi bersifat tidak stabil. Pada tahap ini, untuk mempermudah, perhitungan energi Madelung dilakukan untuk bidang (100), (110), dan (001) saja. Hasil perhitungan menunjukkan nilai energi Madelung untuk tiap bidang berbeda dan ada hubungan antara energi Madelung dengan jumlah unit sel. Bidang (100) dan (001) memiliki nilai energi Madelung negatif, menandakan struktur bidang ini stabil dan seiring bertambahnya unit sel akan semakin stabil. Sementara bidang (110) memiliki nilai energi Madelung positif, menandakan ketidakstabilan struktur dan semakin bertambahnya unit sel akan menjadi semakin tidak stabil. Kestabilan tertinggi dimiliki oleh bidang (001) karena energi Madelungnya paling negatif.
Keywords
energi Madelung, kristal, perovskite metal halida, zat padat
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Nur Afifah Zen
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Osilasi sederhana seperti gerak pendulum dan osilasi pegas telah sangat umum dilakukan pada pratikum fisika dasar. Kami telah berhasil mengembangkan praktikum osilasi teredam pada pegas dengan memanfaatkan sensor magnet yang terdapat pada smartphone. Praktikum ini bertujuan untuk mengamati gerak osilasi secara langsung yang ditampilkan melalui grafik dan menentukan frekuensi disertai konstanta redaman. Perhitungan teori dilakukan menggunakan persamaan Lagrange kemudian dibandingkan dengan hasil praktikum. Pegas yang digunakan memiliki konstanta pegas sebesar 3 N/m2. Hasil percobaan menunjukkan bahwa nilai frekuensi pada grafik osilasi memiliki tingkat kesalahan relatif dibawah 10% terhadap perhitungan teori. Sedangkan frekuensi pada osilasi pegas menghasilkan tingkat kesalahan relatif sebesar 17,84 %. Hal tersebut dikarenakan gerakan pegas dipengaruhi oleh elastisitas pegas yang menghasilkan konstanta redaman sebesar 0,73.
Keywords
Smartphone, osilasi pegas, frekuensi, konstanta redaman
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Yulida Amri
Institutions
a) Mahasiswa Magister Pengajaran Kimia, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*amri.rumia[at]gmail.com
b) Staf Pengajar FMIPA Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB)
Abstract
Kimia sebagai salah satu bidang sains mengandung banyak konsep yang bersifat abstrak. Oleh karena itu praktikum memainkan peranan penting dalam menjelaskan konsep-konsep kimia kepada peserta didik. Selain itu, keahlian mahasiswa (peserta didik) juga dapat dikembangkan melalui percobaan di laboratorium. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam penyusunan modul praktikum adalah penggunaan bahan-bahan kimia. Para pendidik dituntut mampu menerapkan konsep green chemistry melalui penggunaan bahan-bahan kimia yang mudah diperoleh, murah, tidak volatil, aman dan tidak berbahaya sehingga dapat mengurangi resiko bahaya dalam percobaan. Konsep green chemistry ini dapat diterapkan pada praktikum reaksi kondensasi aldol. Pada penelitian ini polietilen glikol (PEG-400) digunakan sebagai pelarut pada reaksi kondensasi aldol antara benzaldehid dengan asetofenon pada suhu kamar. Reaksi benzaldehid dan asetofenon mengasilkan benzalasetofenon (chalkon) diperoleh dengan rendemen 74,0%. Rekristalisasi produk dengan etanol-air diperoleh kembali sebesar 47,0% dengan titik leleh 55-57 oC. Hasil karakterisasi spektroskopi 1H-NMR memperlihatkan adanya sinyal proton pada geseran kimia 7-8 ppm yang menunjukkan adanya proton yang terikat pada gugus aromatik. Selain itu terdapat sinyal proton pada geseran kimia 7,8 ppm (J=15,7 Hz) dan 7,5 ppm (J=16,25 Hz) menunjukkan adanya dua proton yang terikat pada alkena trans. Pengukuran spektrum MS menghasilkan sinyal [M+H]+ pada m/z 209,0958 sehingga diperoleh m/z dari senyawa chalkon adalah 208,0880. Modul sintesis benzalasetofenon (chalkon) disusun dan diujicobakan kepada mahasiswa S-1 Kimia Institut Teknologi Bandung. Respon positif mahasiswa terhadap modul dan praktikum dengan pendekatan green chemistry adalah sebesar 83,66%.
Keywords
Green Chemistry, kondensasi aldol, modul praktikum, chalkon, PEG-400.
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Syeilendra Pramuditya
Institutions
Fisika ITB
Abstract
Reaktor nuklir dengan bahan bakar pebble fuel adalah salah satu dari 6 desain reaktor generasi ke-4. Reaktor jenis ini menggunakan fluida pendingin gas dan dapat menghasilkan temperatur keluaran (coolant) yang tinggi. Perhitungan dan analisis neutronik teras yang menggunakan pebble fuel telah menjadi tantangan tersendiri karena rumitnya geometri dan susunan pebble di dalam teras. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode untuk menghitung konstanta grup difusi yang cukup akurat untuk teras teras pebble. Hal ini salah satunya karena cukup luasnya penggunaan program berbasis difusi neutron di kalangan periset reaktor nuklir di Indonesia. Perhitungan dilakukan menggunakan spesifikasi teknis teras dan fuel yang diambil dari makalah referensi. Hasil perhitungan berupa data cross section makroskopik kemudian dibandingkan dengan data dari makalah referensi.
Keywords
pebble bed, srac code, cell homogenization, konstanta grup difusi neutron
Topic
Physics
Corresponding Author
Septia Eka Marsha Putra
Institutions
Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
Abstract
Dalam struktur kristal, fonon dapat memiliki pengaruh besar terhadap sifat kapasitas panas dan sifat elektroniknya. Vibrasi fonon berbeda dengan vibrasi dalam suatu molekul, yang biasanya merupakan vibrasi individual dari suatu pasangan atom yang berikatan secara langsung. Fonon adalah vibrasi atom-atom yang terjadi secara kolektif, yang terjadi pada suatu frekuensi karakteristik dan arah perjalaran tertentu bergantung pada struktur kristalnya. Karakteristik vibrasi fonon tersebut dapat diperoleh dengan menyelesaikan persamaan geraknya, yang diturunkan dari Hukum Newton dan Hukum Hooke. Solusi persamaan gerak tersebut menghasilkan suatu kurva dispersi, yang merepresentasikan antara karakteristik vektor penjalaran fonon dan energinya di dalam kristal itu. Sementara solusi analitik untuk kristal berstruktur sederhana dapat diperoleh dengan mudah, tetapi tidak halnya untuk kristal yang kompleks. Dalam makalah ini kami menunjukkan bahwa jika persamaan gerak tersebut dapat diubah ke dalam bentuk persoalan nilai eigen, maka solusi numeriknya dapat diperoleh dengan beberapa fungsi yang tersedia dalam perangkat lunak saintifik, seperti Matlab. Hasil perhitungan dari program yang dibuat menunjukkan bahwa kurva dispersi yang mirip seperti dalam literatur atau buku teks Zat Padat. Kurva dispersi vibrasi fonon monoatomik satu dimensi hanya terdiri dari bagian akustik sedangkan kurva dispersi vibrasi fonon diatomik satu dimensi terdiri dari bagian akustik dan optik.
Keywords
kristal, fonon, persoalan eigen, zat padat
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Anisya Lisdiana
Institutions
1 Program Magister Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
2 Kelompok Keilmuan Kimia Fisik dan Anorganik
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Kompleks nikel(II) berstruktur oktahedral umumnya berwarna dan dapat menyerap sinar tampak dan inframerah dekat sehingga dapat digunakan untuk menentukan kekuatan ligan secara spektrometri. Dari deret spektrokimia diketahui air berperan sebagai ligan lemah dengan energi pembelahan orbital ( extit{d}) ((Delta_o)) sebesar 8518 cm(^{-1}). Sedangkan 2,2( ^{prime} )-bipiridin adalah contoh ligan kuat dengan (Delta_o) sebesar 12660 cm(^{-1}) karena ligan tersebut mengandung dua atom donor nitrogen yang dapat berperan sebagai bidentat dan membentuk kompleks mono inti. Ligan ( extit{1H})-1,2,4-Triazol (Htrz) memiliki tiga atom nitrogen tetapi hanya dua yang menjadi donor pasangan elektron terhadap ion pusat dan kompleks yang terbentuk umumnya berupa kompleks polimerik. Kompleks Ni(Htrz)(_3)Cl(_2).3H(_2)O telah disintesis dari NiCl(_2).6H(_2)O dan Htrz. Kompleks ini berupa padatan berwarna ungu dan bersifat paramagnetik dengan dua elektron tidak berpasangan. Dari data IR diperoleh energi vibrasi torsi cincin triazol pada 634 cm(^{-1}) yang membuktikan bahwa kompleks tersebut memiliki struktur polimerik. Kompleks ini larut sempurna dalam air menghasilkan larutan yang warnanya sama dengan warna padatannya. Spektrum larutan kompleks ini pada daerah tampak dan inframerah dekat menunjukkan tiga puncak khas yang merupakan identitas struktur oktahedral. Dari puncak ketiga pada 929 nm (10764 cm(^{-1})) dapat ditentukan bahwa ligan Htrz memiliki kekuatan menengah.
Keywords
Komples Nikel(II), 1H-1,2,4-Triazol, Oktahedral, Kekuatan Medan Ligan
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Anggita Nuarsya Arzen
Institutions
Universitas Negeri Jakarta, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika,Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Jl. Rawamangun Muka, Jakarta Timur 13220
*tataaagitaa[at]gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan buku pengayaan pengetahuan �Penerapan Konsep Fisis pada Kamera�. Buku ini ditujukan untuk siswa yang tuntas menguasai materi pelajaran fisika khususnya pada kompetensi dasar 3.9 Kelas X yaitu menganalisis cara kerja alat optik menggunakan sifat pencerminan dan pembiasan cahaya oleh cermin dan lensa. Menerapkan metode penelitian pengembangan model Dick&Carey. Berdasarkan hasil survei analisis kebutuhan ke delapan sekolah, belum terdapat buku yang secara khusus membahas kajian fisis pada kamera. Sedangkan dua toko buku terkenal di Jakarta dan Pusat Kuirikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) didapatkan informasi ada buku yang membahas kamera tetapi tidak seluruhnya. Dari hasil survey dapat disimpulkan bahwa buku pengayaan pengetahuan yang membahas tentang kamera belum tersebar merata. Mengacu pada hasil survei dan standar mutu, ditulis draft buku pengayaan pengetahuan yang membahas kamera dan konsep fisika pada kamera. Buku ditulis dengan bahasa komunikatif, gambar menarik, data serta info yang faktual. Berdasarkan hasil uji keterbacaan kepada siswa SMA diperoleh rerata skor komponen materi 83,3%, bahasa 85%, dan penyajian 80,6%. Skor 87,5% menyatakan buku dapat memotivasi siswa belajar dan skor 85% menyatakan buku dapat dijadikan sumber belajar. Keseluruhan hasil uji keterbacaan buku pengayaan pengetahuan �Penerapan Konsep Fisis pada Kamera� memperoleh interpretasi sangat baik.
Keywords
Buku pengayaan pengetahuan, optik, kamera
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Aloysius Rusli
Institutions
Jurusan Fisika, FTIS
Universitas Katolik Parahyangan
Abstract
Literasi sains (Science Literacy) merupakan salah satu kelengkapan peradaban mutakhir, yang makin diwarnai dan dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan keterkaitan dua satuan dasar pertama Sistem Internasional, yaitu detik dan meter, diajukan hasil studi kecil ini. Sebagai picu perhatian, dipilih judul yang menonjolkan "keanehan" bahwa nilai percepatan gravitasi di permukaan Bumi praktis sama dengan nilai kuadrat bilangan yang menunjukkan perbandingan keliling suatu lingkaran dengan garis tengahnya; dua besaran yang sepintas tidak tampak ada hubungan apapun. sehingga bagaimana mungkin nilainya dapat mirip satu dengan lainnya. Ternyata ini terjadi akibat pengaitan satuan detik yang sudah dikenal sejak jaman Sumeria 30 abad yang lalu, dengan satuan meter yang dirintis menjelang Revolusi Perancis akhir abad ke 18, melalui apa yang disebut sebagai "bandul detik". Akhirnya, ternyata satuan meter bukannya dikaitkan dengan satuan detik, melainkan dikaitkan dengan ukuran Bumi, akibat pertimbangan yang dapat disebut pertimbangan politik. Dengan demikian dapat ditunjukkan betapa berbagai pertimbangan dalam komunitas manusia, dapat saling berpengaruh, sehingga literasi sains kiranya perlu disertai pula oleh literasi tentang pergaulan manusia sedunia.
Keywords
Sistem Internasional, meter, detik
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Lintang Ratri Prastika
Institutions
a) Kelompok Keahlian Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
*lintang.r.prastika[at]gmail.com
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model prabolic trough collector (PTC) dalam ukuran kecil, dengan tahap menentukan desain, melakukan perakitan dan uji coba mini PTC sederhana ini. Mini PTC didisain menggunakan persamaan parabola sederhana. Terbuat dari material yang mudah diperoleh dalam ukuran yang kecil. Panjangnya sekitar 1 m dan lebar aperture 0,5 m. Plat seng mengkilat digunakan sebagai reflector dan pipa alumunium digunakan sebagai absorber. Pengujian PTC dilakukan pada lahan terbuka di atap sebuah gedung di Jalan Purbasari Dalam, Cimahi, Jawa Barat, Indonesia. Air dimasukkan ke dalam pipa sebanyak 70% dari volume total pipa, yaitu 63,2 ml. PTC diletakkan dengan orientasi Utara-Selatan. Manual tracking dilakukan untuk membuat PTC tetap mengarah ke matahari. Pengukuran suhu dan tekanan air dalam pipa dilakukan dan dicatat setiap 15 menit sekali dari pukul 9.30�11.00. Hasil pengukuran menunjukkan suhu tertinggi yang dapat dicapai PTC adalah 54oC dan tekanan tertinggi adalah 1,4 bar. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, desain mini PTC ini belum mampu menghasilkan uap bertekanan tinggi. Studi lebih lanjut dapat dilakukan dengan memperbaiki desain dan mengganti material PTC sampai dapat menghasilkan uap air bertekanan tinggi sehingga daat dimanfaatkan untuk memutar mini generator dan menghasilkan listrik.
Keywords
Kolektor surya, parabola, energi surya
Topic
Physics
Corresponding Author
Astri Apriliani
Institutions
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa set praktikum rangkaian listrik arus searah menggunakan mikrokontroler Arduino Uno sebagai data logger. Set praktikum rangkaian listrik arus searah ini digunakan sebagai media pembelajaran Fisika SMA untuk menjelaskan prinsip kerja hukum Ohm, rangkaian hambatan seri dan paralel, hukum Kirchhoff, dan jembatan Wheatstone. Selain data yang tersimpan, alat ini dilengkapi dengan LCD (Liquid Crystal Display) yang akan menampilkan data berupa tabel dan grafik. Data logger akan merekam besar arus dan tegangan secara real time menggunakan sensor kuat arus dan tegangan. Alat praktikum ini dilengkapi dengan buku petunjuk penggunaan alat dan Lembar Kerja Siswa (LKS) agar memudahkan guru dan siswa dalam penggunaan. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian pengembangan (research & development) dengan model desain penelitian ADDIE. Hasil uji coba alat praktikum ini menunjukkan bahwa set praktikum rangkaian listrik arus searah mampu menunjukkan prinsip kerja hukum Ohm, rangkaian hambatan seri dan paralel, hukum Kirchhoff, dan jembatan Wheatstone.
Keywords
Set Praktikum, Rangkaian Listrik Arus Searah, Data Logger, ADDIE
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Yati Hardiyanti
Institutions
Kelompok Kahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, Departemen Fisika
Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Abstract
Dalam radioterapi, proses perencanaan pengobatan diperlukan untuk membuat pengobatan yang efektif. Proses perencanaan pengobatan kanker dikenal dengan Radiation Treatment Planning System (RTPS). Hal yang perlu dikembangkan dalam RTPS adalah penambahan teknik optimasi untuk menemukan rencana pengobatan yang optimal. Pendefinisian volume dilakukan untuk mengatahui perhitungan dosis dan distribusi dosis yang diberikan tepat. Distribusi dosis diberikan semaksimal mungkin untuk daerah Planning Target Volume (PTV) dan seminimal mungkin untuk organ at risk (OAR). Perkembangan RTPS digunakan untuk membuat rencana pengobatan dengan beberapa software yang tersedia. Salah satunya adalah Prism TPS mucul dengan paket dasar dalam perencanaan radioterapi konformal dengan teknik forward planning, sehingga memungkinkan untuk dikembangkan dan dieksplorasi secara maksimal menjadi teknik inverse planning. Dalam penelitian ini, program optimasi akan dilakukan dengan menggunakan metode simulated annealing pada bahasa pemograman common Lisp. Penelitian ini didasarkan pada program acuan dalam bahasa MATLAB. Program ini diuji untuk mengetahui kinerja pada pengoptimalan tiga fungsi matematika yang berbeda dan melihat kinerja bahasa Common Lisp pada program optimasi. Selanjutnya, hasilnya dibandingkan dengan program referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin kompleks suatu fungsi maka jumlah iterasi yang dibutuhkan lebih besar untuk memperoleh hasil yang lebih akurat. Program Common Lisp diperoleh 4-6 kali lebih cepat dari program di MATLAB.
Keywords
Optimasi RTPS, simulated annealing, Common Lisp
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Marati Husna
Institutions
a) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*maratihusna[at]gmail.com
Abstract
Gerak peluru dalam praktikum fisika biasanya hanya digunakan untuk mengamati gerak dua dimensi untuk menentukan percepatan gravitasi atau variabel lain seperti waktu atau jarak jatuhnya benda.. Dengan melibatkan pegas sebagai sumber energi bagi gerak peluru, hukum kekekalan energi dapat diterapkan sehingga konstanta pegas dapat ditentukan dari gerak ini. Melalui Research Based Learning (RBL) ini, didesain suatu media pembelajaran berupa alat praktikum berbasis pegas yang dapat divariasi untuk menentukan konstanta pegas dan konstanta percepatan gravitasi pada gerak peluru yaitu Spring-based Projectile Launcher. Metode yang digunakan adalah menembakkan bola dengan variasi simpangan pegas pada Spring-based Projectile Launcher. Konstanta pegas kemudian dapat ditentukan menggunakan hukum kekekalan energi yang terjadi selama bola mengalami gerak peluru. Diharapkan media ini menjadi alat praktikum yang komprehensif, yaitu dapat mengamati gerak peluru sekaligus menentukan konstanta pegas.
Keywords
Konstanta Pegas; Alat Praktikum; Percepatan Gravitasi; Gerak Peluru
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
moh toifur
Institutions
Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Alamat: Jl. Prof. Soepomo Janturan Umbulharjo Yogyakarta 55164
Email: mtoifur[at]yahoo.com
Abstract
Telah diteliti fenomena self heating pada eksperimen pengukuran suhu rendah berbantuan transduser konfigurasi 2-WCB (Wire Configuration Bridge) dan 3-WCB melalui penentuan nilai Lead Resistance (RL). Sebagai sensor suhu digunakan lapisan Cu panjang 30 cm, tebal 18 m dan lebar divariasi dari 1.0 mm sampai 2.5 mm. Penentuan lead resistance dilakukan dengan menyelesaikan secara numerik sistem persamaan bervariabel RL dan RTD (Resistance Temperature Detector) dengan masukan berupa 3 tahanan pada kedua jenis rangkaian WCB dan tegangan tegangan output sensor. Hasil penelitian menunjukkan adanya self heating dengan nilai RL yang cukup signifikan mempengaruhi nilai RTD. Akibat adanya RL ini maka pada transduser 2-WCB memiliki nilai RTD yang lebih kecil dari transduser 3-WCB besar sehingga tegangan output RTD transduser 2-WCB lebih besar dari tegangan output transduser 3-WCB. Adanya self heating ini juga menyebabkan tegangan sensor tidak menunjukkan pola yang teratur terhadap kenaikan temperatur medium.
Keywords
Self heating, rangkaian konfigurasi 2-WCB, 3-WCB, Resistance temperature detector, lead resistance.
Topic
Physics
Corresponding Author
Eka Yuliani
Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang penting untuk dimiliki siswa. Salah satu konsep kimia yang membutuhkan pengembangan ini adalah konsep asam dan basa. Agar sejalan dengan capaian Kurikulum 2013, maka hal ini dapat diintegrasikan dengan TI. Salah satu bentuk pengintegrasiannya adalah dengan pemanfaatan smartphone dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan untuk membuat desain multimedia yang memanfaatkan smartphone dengan sistem operasi android dalam pembelajaran kimia pada konsep asam dan basa. Desain media ini dibuat sesuai dengan langkah pengembangan yang direkomendasikan oleh Borg & Gall yang terdiri dari 10 langkah pengembangan, yang diadaptasi dengan mengelompokannya ke dalam dua tahap, yaitu pengumpulan informasi dan pembuatan desain. Desain yang dihasilkan terdiri dari menu utama yang berisi kompetensi (meliputi kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator) materi pembelajaran tentang asam dan basa, permainan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, serta dilengkapi profil pembuat multimedia dan pilihan untuk keluar dari multimedia tersebut.
Keywords
Multimedia, Android, Keterampilan Berpikir Kritis, Asam dan Basa
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Tiara Nurhuda
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Bab Teori Kinetik Gas dalam mata pelajaran fisika merupakan materi yang mikroskopik dan sulit diamati namun sangat penting. Pemahaman konsep merupakan hal yang paling mendasar dalam pembelajaran fisika. Pemahaman konsep dapat ditingkatkan melalui model interactive lecture demonstration (ILD), dimana model ILD membutuhkan bahan ajar dalam mendukung bab teori kinetik gas . Maka dibutuhkan berbagai modus visualisasi dalam mengimplementasikan ILD ini sehingga informasi yang disampaikan menjadi memori jangka panjang. Berdasarkan studi literatur, pengembangan bahan ajar teori kinetik gas yang menggunakan multimodus visualidasi untuk implementasi ILD dapat meningkatkan level pemahaman konsep siswa
Keywords
Pemahaman konsep, bahan ajar, interactive lecture demonstration, teori kinetik gas
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Ruswanto Ruswanto
Institutions
Sekolah Indonesia Singapura
20A Siglap Road
Singapore
Abstract
Tujuan pembelajaran metode �Jaga Warung-Komedi Putar� pada materi biologi dilakukan dengan cara membagi kelompok, dan membagi tugas siswa yang menjadi 2 sebagai penjaga warung dan 2 sebagai pembeli. Diskusi kelompok dengan cara berputar (mirip komidi putar). Guru menghadirkan komedi putar. Seluruh modalitas belajar siswa (visual, audio, dan kinestetik) tercakup di dalam metode �Jaga Warung-Komedi Putar�. Keterlibatan berbagai indera di dalam proses ini pun cukup tinggi, artinya melalui metode ini siswa akan menguasai hasil belajar dengan optimal. Berdasarkan data, dari 17 siswa yang memiliki nilai ≤ 75 maka dinyatakan bahwa 100% siswa berhasil dalam pembelajaran konsep Mendeskripsikan Vertebrata. Keuntungan dan keunggulan pembelajaran Biologi dengan menggunakan metode �Komedi Putar-Jaga Warung, Konsep PAIKEM terciptakan. Nilai-nilai Karakter dapat terimplementasi melalui metode ini. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dapat tergali melalui: Olah Hati (Spiritual and emotional development) , Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development), dan Olah Rasa dan Karsa ( Affective and Creativity development).
Keywords
�Jaga Warung-Komedi Putar �, Jiwa Entreprenaur, Hasil Belajar Biologi
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Taufan Wiguna
Institutions
Balai Teknologi Survei Kelautan
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Gedung 1 BPPT, Lantai 18, Jl. M.H. Thamrin No. 8, Jakarta 10340
*Email: taufan.wiguna[at]bppt.go.id
Abstract
Perkembangan geologi kelautan tidak luput dari kemajuan teknologi-teknologi yang menerapkan konsep fisika, salah satunya gelombang akustik. Berbagai riset geologi kelautan mulai dari pantai hingga laut dalam, maupun dari permukaan dasar laut hingga kilometer dalamnya dari dasar laut akan selalu menerapkan teknologi gelombang akustik dengan tujuan memperoleh informasi geologi pada lapisan kerak bumi. Teknologi tersebut antara lain: multibeam echosounder (MBES), side scan sonar (SSS), sub-bottom profiler (SBP), dan seismic multi channel (MCS). Masing-masing teknologi memiliki parameter gelombang akustik yang khas sehingga mempengaruhi tipe dan kualitas data. Makalah ini memaparkan hasil-hasil riset geologi kelautan dari penerapan gelombang akustik pada sebuah paket teknologi dan dapat menjadi acuan bagi para peneliti dan perekayasa dalam inovasi teknologi agar kebutuhan teknologi maju untuk riset geologi kelautan dan industri maritim dapat terpenuhi.
Keywords
gelombang akustik, geologi kelautan, teknologi, geofisika
Topic
Physics
Corresponding Author
YANASARI YANASARI
Institutions
a)Akamigas Balongan Indramayu
*yanasari.1912[at]gmail.com
b) Fakultas MIPA ITB
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Pemboran minyak dan gas bumi ada kebutuhan pengukuran dan pengendalian tekanan di setiap kedalaman, untuk itu digunakan media cure dimasukkan ke pipa bor dan keluaran melalui tepi lubang bor sambal membawa serpih atau hasil pahatan mata bor. Media lain di sebut lumpur bor yang di buat dengan komponen dasar bentonite ( sejenis lumpur lempung ). Tekanan dari kedalaman bor terukur secara hidrostatik dan hidrodinamik. Gangguan masukkan gas alam kedalam lubang bor akan terdeteksi dari selisih nilai tekanan hidrostatik lumpur dan tekanan gas yang masuk. Pengelolaan dan pengendalian ini diperlukan agar tidak terjadi blowout atau semburan liar. Banyak aspek hidrostatik, hidrodinamik dan hidrolika terlibat dalam memperkirakan kebutuhan daya tekanan pompa yang menginjeksikan lumpur kedalam lubang bor.
Keywords
tekanan lumpur, tekanan hidrostatik, blowout, hidrolika
Topic
Kebumian (EPS)
Page 517 (data 15481 to 15510 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats