Indonesia Conference Directory


<< Back

Search Abstract

Page 516 (data 15451 to 15480 of 15932) | Displayed in 30 data/page

Penentuan Formulasi Adjustable Robust Counterpart untuk Masalah Transportasi dengan Diskon dan Pembelian dari Sumber Eksternal
Rufaida Nurnaini, Diah Chaerani, Sukono

Show More

Corresponding Author
Rufaida Nurnaini

Institutions
Departemen Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21 Jatinangor, Sumedang 45363

Abstract
Dalam paper ini dibahas permasalahan transportasi dengan faktor diskon dan pembelian dari sumber eksternal. Terdapat ketidaktentuan pada jumlah permintaan konsumen sehingga menyebabkan pembelian dari sumber eksternal yang sulit di prediksi. Selain itu, terdapat jumlah kendaraan yang harus disewa dan jumlah kendaraan yang akan digunakan untuk mendapatkan potongan harga (discount) yang sesuai pada setiap pengiriman. Penyelesaian masalah tersebut diatas dilakukan dengan Adjustable Robust Counterpart. Model awal dalam bentuk masalah transportasi yang dapat diselesaikan dengan Pemrograman Linear, diubah menjadi bentuk Robust. Sehingga, bedasarkan hasil eksperimen numerik dapat disimpulkan bahwa model yang diimplementasikan dapat menyelesaikan permasalahan ini. Biaya transportasi yang dihasilkan dari model ini tergantung kepada banyaknya pembelian dari sumber ekternal dan besar diskon yang didapatkan. Semakin kecil selisih antara kendaraan yang dipakai dan kendaraan yang dipesan pada setiap perjalanan, maka semakin optimum biaya transportasi yang dihasilkan.

Keywords
Masalah Transportasi; Optimisasi Robust; Pemrograman Linear; Adjustable Robust Counterpart

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/qH4vgjV6UTJY


Pengukuran kecerahan langit malam arah zenith untuk penentuan awal waktu fajar
Dhani Herdiwijaya

Show More

Corresponding Author
Dhani Herdiwijaya

Institutions
ITB

Abstract
Cahaya dari Matahari akan berinteraksi dengan lapisan-lapisan atmosfer, sehingga muncul fase peralihan dari malam menuju siang, dan sebaliknya. Fenomena peralihan yang relatif singkat, yaitu orde satu jam, sangat penting bagi kehidupan, baik manusia, flora, dan fauna. Berbagai upaya untuk telaah fisis optika atmosfer, serta dampak bagi kehidupan masih sangat relevan dilakukan, untuk pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Salah satu cara untuk mengkuantisasi fase peralihan malam menuju siang adalah mengukur kecerahan langit dengan alat sederhana pengukur intensitas cahaya yang disebut fotometer. Makalah ini menyajikan hasil pengukuran kecerahan langit dengan fotometer saku pada arah zenith untuk hari tertentu yang dipilih dengan kriteria yang ditentukan, yaitu cuaca cerah, minimal awan, dan tidak ada sabit Bulan. Hasil pengukuran kecerahan langit untuk empat lokasi, yaitu Observatorium Bosscha, Cimahi, Yogyakarta, dan Kupang memperlihatkan bahwa langit tergelap malam hari terjadi di Kupang. Tetapi cahaya Zodiak (fajar semu) tidak diamati di Kupang. Sedangkan Cimahi mempunyai tingkat polusi cahaya paling tinggi. Polusi cahaya sangat berpengaruh terhadap nilai kegelapan malam hari. Efek malam semu ditemukan dalam studi ini, yaitu kondisi dimana perubahan kecerahan langit yang kecil sampai sudut elevasi -11 derajat, akibat dari cahaya Matahari yang terserap oleh partikel-partikel polutan di atmosfer rendah. Cahaya Matahari berinteraksi dengan lapisan atas atmosfer Bumi mulai terjadi pada sudut elevasi -17 derajat atau sekitar 65 menit sebelum Matahari terbit, sehingga sudut ini dapat menjadi awal dari waktu salat Shubuh. Makalah ini juga memperkirakan ketinggian atmosfer dimana cahaya Matahari mulai dihamburkan oleh atmosfer.

Keywords
kecerahan langit, waktu fajar

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/nNBW8p9RAaE2


penggunaan simulasi virtual dalam pembelajaran fisika di sekolah
Habibi, ahmad Busyairi

Show More

Corresponding Author
habibi esha

Institutions
Sekolah PascaSarjana -UPI

Abstract
Pembelajaran sains pada hakikatnya harus mencantumkan dua komponen penting, yaitu produk sains dan proses sains. Produk sains merupakan akumulasi antara hasil aktivitas empiris dan analisis para ilmuwan. Produk sains dihasilkan melalui proses penyelidikan ilmiah yang melibatkan sikap ilmiah dan proses sains. Sedangkan sains sebagai proses mencakup keterampilan-keterampilan dan sikap-sikap yang dimiliki oleh para ilmuan ketika melakukan penyelidikan fenomena-fenomena alam untuk menghasilkan produk sains. Fisika merupakan salah satu cabang dari ilmu sains. Oleh karena itu, proses pembelajaran fisika seharusnya tidak cukup hanya melalui pemaparan fakta-fakta ilmiah, prinsip-prinsip, hukum-hukum, maupun teori, tetapi juga menyangkut proses bagaimana pengetahuan itu diperoleh. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan eksperimen. Melalui kegiatan eksperimen, memungkinkan siswa untuk mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, membuat prediksi, menggunakan alat-alat untuk mengumpulkan dan menganalisis data, membuat kesimpulan, membangun argumen, mengkomunikasikan temuan dan menggunakan strategi penalaran luas yang melibatkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kausal dan berpikir logis Namun yang menjadi kendala dalam menerapkan metode eksperimen dalam pembelajaran adalah karena keterbatasan waktu dan kurangnya sarana laboratorium. Selain itu, pada prakteknya tidak semua materi sesuai apabila diterangkan dengan hanya menggunakan metode eksperimen seperti misalnya pada materi fisika yang bersifat abstrak, berbahaya dan objeknya sulit dibawa (ditampilkan) di ruang laboratorium. Ketika mempelajari konsep fisika yang bersifat abstrak dengan hanya menggunakan metode eksperimen, dikhawatirkan akan timbul miskonsepsi dalam pikiran siswa yang disebabkan karena siswa hanya bisa mengamati fenomena umum tanpa mengerti proses yang terjadi di dalamnya. Dengan demikian, dibutuhkan teknologi yang mampu memvisualisasikan materi fisika yang bersifat abstrak menjadi tampilan yang lebih nyata.

Keywords
simulasi virtual,pembelajaran,fisika

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/kVxeQrL4DT6z


Penentuan Momen Magnet dari Lilitan Kawat Berarus Listrik Menggunakan Aplikasi Magnetometer pada Smartphone
Stefanus K. Wijaya., Fauziah A., Dadang Suhendra dan Ferry Iskandar

Show More

Corresponding Author
Stefanus Kurnia Wijaya

Institutions
Laboratorium Listrik dan Magnet,
Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

Abstract
Kami mengembangkan modul eksperimen untuk mahasiswa tingkat sarjana di Fisika terkait dengan pengukuran momen magnet dari suatu lilitan. Sebuah lilitan kawat berarus yang diberi medan magnet seragam akan menghasilkan suatu gerak periodik yang kemudian diukur dengan menggunakan aplikasi magnetometer pada smartphone. Dalam penelitian ini, pengukuran dilakukan dengan memvariasikan jumlah dan luas pada lilitan kawat berarus. Hasil momen magnet yang didapatkan dari pengukuran gerak periodik lilitan kawat berarus ini berkisar antara 0,284-0,68 A.m2 dan memiliki selisih nilai kurang dari 7% dari hasil secara teori. Dapat disimpulkan bahwa smartphone dapat digunakan untuk menentukan momen magnet pada lilitan kawat yang diberi arus listrik dalam eksperimen Fisika.

Keywords
Lilitan, momen magnet, magnetometer, smartphone

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/yDgzPMT2LcKQ


DESAIN PEMBELAJARAN KOMPOSISI DUA FUNGSI MENGGUNAKAN REKENING LISTRIK
Rinni Artiyani, Zulkardi, Yusuf Hartono

Show More

Corresponding Author
RINNI ARTIYANI

Institutions
Universitas Sriwijaya

Abstract
Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dengan pokok permasalahan kesulitan siswa dalam memahami dua fungsi atau lebih dapat dikomposisikan. Salah satu pokok permasalahan yang penting adalah siswa kurang memahami syarat dua fungsi atau lebih dapat dikomposisikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkontruksi hypothetical learning trajectory yang dapat membantu siswa memahami syarat dua fungsi atau lebih dapat dikomposisikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian design research yang terdiri dari tahap preliminary design, teaching experiment, restrospective analysis. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Palembang pada tanggal 15 Februari sampai dengan 15 April 2016. Subyek penelitian ini adalah kelas XI TPM yang berjumlah 35 orang terdiri dari 33 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi, pre test, post-test, lembar aktivitas siswa, video pembelajaran, wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian pada tahap pilot experiment adalah dari 6 orang siswa sebagai kelas small group. Selanjutnya penelitian dilanjutkan pada teaching experiment, siswa telah menunjukkan sikap ilmiah dengan mampu menganalisis setiap butir soal sehingga penelitian dilanjutkan pada tahap kegiatan aktivitas menganalisis tagihan rekening listrik untuk lembar aktivitas siswa yang terdiri dari tiga LAS. Dari tiga aktivitas tersebut diperoleh hasil bahwa siswa dapat memahami syarat dua fungsi atau lebih dapat dikomposisikan. Keberhasilan ini di dukung oleh kesiapan guru dalam merancang aktivitas yang berkenaan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Tetapi masih ada factor yang menghambat yaitu masih ada siswa yang belum bisa mengkomunikasikan pemahamannya baik secara lisan maupun tulisan.

Keywords
desain riset, komposisi dua fungsi, rekening listrik

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/YdmhKcLfVGMa


Fisika reaktor dan material reaktor temperatur tinggi
Ferhat Aziz dan Abu Khalid Rivai

Show More

Corresponding Author
Ferhat Aziz

Institutions
PSTBM-BATAN

Abstract
Indonesia saat ini sedang mengembangkan desain reaktor daya eksperimental (RDE) jenis reaktor berpendingin gas temperatur tinggi (RGTT) yang merupakan salah satu desain reaktor nuklir Generasi IV. Pengembangan RDE ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengetahuan iptek energi nuklir sekaligus meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap energi nuklir. Reaktor daya eksperimental yang akan dibangun ini beroperasi pada temperatur tinggi di atas 500 ˚C. Hal ini tentunya membutuhkan penelitian dan pengembangan material temperatur tinggi yang dapat digunakan pada temperatur tersebut yang salah satunya untuk memastikan keselamatan pengoperasian reaktor. Makalah ini mengupas hal yang terkait dengan peranan perhitungan fisika reaktor dalam pengembangan material struktur RGTT dan bahan fungsional lainnya sehingga diperoleh parameter yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Dari uraian ini diketahui beberapa aspek perhitungan fisika reaktor yang perlu dikembangkan dalam rangka pembangunan dan pengoperasian RGTT di masa yang akan datang.

Keywords
fisika, reaktor, nuklir, RDE, RGTT

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/zUMPxDLCj8eV


Synthesis and Characterization of Zirconia Nanocrystalline and Thin-Film from ZrCl4 through Sol-Gel Method
Ahlul Hafizan Resha, Aep Patah

Show More

Corresponding Author
Ahlul Hafizan Resha

Institutions
Departemnt of Chemistry, ITB

Abstract
Nano-zirconia has been succesfully synthesized with ZrCl4 as precursor through sol-gel method. Effects of temperature, solvent composition, pH hydrolysis, and calcination temperature of the nano-zirconia phase was observed. According to TGA and XRD results, the formation of pure tetragonal phase could be conducted through not-chilled precursors, the volume ratio of ethanol : water = 5 : 1, pH hydrolysis is 9, and calcination temperature at 400 �C. Calcination at 600 �C exhibited higher crystallinity with emergence of monoclinic phase. Zirconia thin film has been fabricated through spin coating deposition technique by performing a variation of the sol concentration, spinning speed, and spinning duration. Solid zirconia films obtained from the sol with a concentration of 0.02 M were spinned at a speed of 1200 rpm for 30 seconds. Nano-zirconia has a wide band gap at 5.10 to 5.17 eV with photoluminescence properties could be observed at λemission 362 nm and 420 nm, excited by λexcitation 265-325 nm. Broad peak and high intensity at λemission 440 nm, excited by λexcitation 354 nm. Zirconia thin film has a wide band gap at 3.4 eV and 4.6 eV with photoluminescence properties observed at λemission 362 nm, excited by λexcitation 265-340 nm, was measured by UV-Vis spectrophotometry DRS and photoluminescence. Therefore, thin film zirconia nanocrystal and has potential as an optoelectronic material.

Keywords
Sol-Gel, Spin Coating, Nano-ZrO2, Thin Film ZrO2, ZrCl4, Optoelectronic

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/6BuCtbeQVqZP


Pengaruh Energi dan Sudut Datang Elektron pada Transmittansi dan Polarisasi Spin Elektron dalam Heterostruktur Semikonduktor Berpenghalang Tunggal
Hantika Mardianti, Tisa A. Istiqomah, Fatimah A. Noor, Khairurrijal

Show More

Corresponding Author
Hantika Mardianti

Institutions
ITB

Abstract
Pada paper ini akan dianalisis pengaruh energi elektron dan sudut datang elektron terhadap transmitansi dan polarisasi spin elektron pada heterostruktur semikonduktor berpenghalang trapezoid. Polarisasi spin elektron terjadi karena efek bulk inversion asymmetry (BIA) pada penghalang potensial yang memiliki struktur zinc-blende. Pembahasan dimulai dengan menghitung transmitansi elektron dan kemudian menghitung polarisasi untuk masing-masing keadaan spin. Perhitungan transmitansi elektron dilakukan dengan perhitungan berbasis fungsi airy. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa transmitansi elektron terhadap energi datang untuk masing-masing keadaan spin berbeda. Untuk energi yang lebih kecil dari tinggi penghalang, nilai transmitansi meningkat sedangkan untuk nilai transmitansi lebih besar dari tinggi penghalang nilai transmitansi berosilasi. Hasil perhitungan transmitansi terhadap sudut datang menunjukkan bahwa transmitansi tidak simetrik terhadap sudut datang, namun bersifat kuasi simetris. Di sisi lain, hasil perhitungan polarisasi menunjukkan bahwa dominasi keadaan spin berada pada selang energi tertentu dan bergantian antara spin up dan down. Didapat pula bahwa polarisasi bernilai negatif pada sudut datang negatif, begitu pula sebaliknya.

Keywords
Bulk inversion asymmetry, Dresselhaus, Polarisasi, Spin, Transmitansi

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/47Ca9nJTjXfy


Penyelesaian Model Optimisasi Spasial untuk Masalah Alokasi Persediaan Air Menggunakan General Algebraic Modeling System (GAMS) untuk Studi Kasus Daerah Irigasi Waduk Jatiluhur
Ahmad Dinu Haq, Diah Chaerani, Isah Aisah

Show More

Corresponding Author
Ahmad Dinu Haq

Institutions
Universitas Padjadjaran

Abstract
Defisit air di berbagai wilayah telah menjadi permasalahan yang serius terkait keberlangsungan hidup makhluk hidup. Perubahan iklim menjadi salah satu faktor permasalahan ini terjadi. Namun, secara matematis, masalah ini telah diselesaikan oleh Murray et al (2012) melalui rancangan Model Optimisasi Spasial untuk Masalah Alokasi Persediaan Air (MOSMAPA) berbentuk Pemrograman Linear dan telah menyelesaikan masalah defisit air di wilayah Phoenix Amerika Serikat. Model ini menjelaskan bahwa permasalahan mengenai defisit air di suatu wilayah dapat diselesaikan dengan mengalokasikan persediaan air dari wilayah yang mengalami surplus air ke wilayah yang mengalami defisit air. Tujuan utama dari model optimisasi ini adalah meminimumkan defisit air yang terjadi di suatu wilayah pada periode tertentu. Paper ini menjelaskan penggunaan MOSMAPA dalam menyelesaikan pengalokasian pemenuhan kebutuhan air di daerah irigasi Waduk Jatiluhur untuk Wilayah Tarum Barat, Tarum Utara, dan Tarum Timur. Perangkat lunak General Algebraic Modeling System (GAMS) digunakan dalam menyelesaikan MOSMAPA pada studi kasus yang dipilih. GAMS merupakan perangkat lunak yang dirancang khusus untuk menyelesaikan masalah optimisasi linear, nonlinear, dan optimisasi mixed integer. Hasil yang diperoleh adalah GAMS menghasilkan solusi optimal alokasi persediaan air untuk setiap eksperimen numerik yang dibahas. Solusi optimal yang diperoleh dapat dijadikan dasar kebijakan alokasi persediaan air di daerah irigasi Waduk Jatiluhur.

Keywords
defisit air, MOSMAPA, Pemrograman Linear, dan GAMS.

Topic
Komputasi dan Pemodelan

Link: https://ifory.id/abstract/zTxZWVvPk368


Lokalisasi medan skalar pada model Randall-Sundrum termodifikasi
Davit Sipayung, Triyanta

Show More

Corresponding Author
Davit Sipayung

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Model braneword lima dimensi populer adalah model Randall-Sundrum. Kita mengajukan sebuah modifikasi model Randall-Sundrum asli dengan cara menambahkan suku perturbasi pada komponen metrik dimensi eksta Randall-Sundrum. Kita mengkaji persamaan dan perbedaan antara model Randall-Sundrum termodifikasi dan model Randall-Sundrum asli. Kita fokus pada lokalisasi medan skalar. Kita menemukan bahwa sifat lokalisasi model brane yang diajukan memperbaiki sifat lokalisasi brane Randall-Sundrum asli. Medan skalar tidak bermassa dan bermassa, baik konstan maupun tidak konstan, terlokalisasi secara bersamaan pada brane yang diajukan.

Keywords
brane, model Randall-Sundrum, lokalisasi , medan skalar

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/a6PwDQZhKNBY


Alat Ukur Nilai Transmisi dan Absorpsi Cahaya Pada Suatu Material (Mika dan Cairan) dengan Memanfaatkan Hukum Lambert-Beer Berbasis Arduino dan Labview
Wenny Wahyuni*, Nanda Novita, Fajriani dan Hendro

Show More

Corresponding Author
Wenny Wahyuni

Institutions
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Besarnya cahaya yang ditransmisi dan di absorpsikan dapat dianalisa dengan menggunakan hukum Lambert-Beer. Transmisi dan absorpsi dari material dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya warna, konsentrasi dan ketebalan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu alat yang dapat menghitung transmisi dan absorpsi yang berbasis arduino dan labview. Alat ukur yang digunakan menggunakan sensor photodioda dengan dua sumber cahaya yang berbeda, yaitu laser dan super bright. Arduino berfungsi sebagai perangkat elektronika yang menggunakan IC Atmega, dimana arduino ini juga dibutuhkan untuk memberi tegangan input pada alat ukur selain itu arduino juga dapat membaca sinyal output dari alat ukur tersebut dan dalam penampilan data digunakan labview. Labview disini dapat menampilkan data output yang dikirim dari arduino, tampilan Labview tersebut dapat berupa data digital, analog dan grafik. Dari percobaan yang telah dilakukan, untuk absorpsi oleh sumber cahaya super bright hasil yang paling besar ditunjukkan oleh mika dengan warna merah, sedangkan absorbsi yang terkeecil diperlihatkan oleh mika yang berwarna putih hal ini juga terjadi pada cairan, sedangkan untuk sumber cahaya laser absorpsi terbesar dihasilkan oleh mika yang berwarna biru dan yang paling rendah oleh warna putih. Sedangkan untuk trasmisi terbesar cahaya super bright diberikan oleh mika berwarna putih dan terkecil oleh mika merah, untuk sumber cahaya laser transmisi terbesar oleh mika putih dan transmisi terkecil pada mika biru. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan panjang gelombang dari masing-masing sumber cahaya.

Keywords
hukum Lambert-Beer, LED super bright, laser, arduino, Labview

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/bPm3XNQhpnDa


Fisika Gunungapi: Meletusnya Gunung Talang Berdasarkan Perspektif Al Quran dan Sains-fisika
Ari Yuneldi1,a), dan Lilik Hendrajaya2,b)

Show More

Corresponding Author
Ari Yuneldi

Institutions
1Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

2Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a)Ariyuneldi1202[at]gmail.com (corresponding author)
b)Lilik.hendrajaya3[at]gmail.com

Abstract
Aktivitas Gunung Talang Sumatera Barat sangat menarik untuk dipelajari karena dipengaruhi struktur geologi daerah zona depresi Sesar Sumatera, lebih menarik lagi apabila dikaji dari dua perspektif yang berbeda yaitu Al Quran dan Sains-fisika. Gunung Talang merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia yang terletak di Pulau Sumatera yang geografi sumatera sendiri didominasi oleh jajaran pegunungan yang bernama Bukit Barisan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif berdasarkan sumber pengamatan dari vulkanologi dan penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisa meletusnya Gunung Talang diawali pengaruh gaya luar yang menyebabkan meningkatnya aktivitas gunung dan pergerakan lempeng yang menyebabkan perbedaan tekanan. Apabila tekanan di bawah kantong magma lebih besar maka magma akan terdorong keluar dan dikeluarkan dalam bentuk debu dan pasir sebagaimana dijelaskan Al Quran. Gunung Talang banyak mengandung silika yaitu material yang dapat menyuburkan tanah sehingga cocok untuk pertanian dengan kadar SiO2 pada debu vulkanis sebanyak 63.45% (634500 ppm), CaO 4.40% (44000 ppm), dan MgO 1.40% (14000 ppm).

Keywords
Gunung Talang, Fisika gunungapi, gunungapi perspektif Al Quran dan Sains-fisika

Topic
Kebumian (EPS)

Link: https://ifory.id/abstract/cWt3mjRUKwrF


Pengaruh Jumlah dan Energi Foton terhadap Kualitas Citra pada CUDA EGS
Sitti Yani1,2, Freddy Haryanto1, Idam Arif1

Show More

Corresponding Author
Sitti Yani

Institutions
1 Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
2 Akademi Kebidanan Pelita Ibu Kendari

Abstract
Simulasi Monte Carlo (MC) digunakan secara luas untuk mensimulasikan efek radiasi pengion pada beberapa aplikasi fisika medis misalnya radioterapi dan pencitraan sinar-X. Salah satu source code yang memanfaatkan algoritma MC adalah CUDA EGS. CUDA EGS ini dapat mensimulasikan mekanisme transport foton dalam EGSnrc untuk mensimulasikan X-ray hamburan Compton dan Rayleigh yang muncul dalam aplikasi pencitraan. Dalam simulasi ini digunakan phantom inhomogenitas yang berupa silinder air dengan diameter 12 cm dan tinggi 12.8 cm. Di dalam phantom terdapat dua silinder terkecil (diameter 3 cm, panjang 10 cm) yang terdiri atas jaringan tulang dan adipose, dua bulatan teflon dengan diameter 1 cm dan batangan alminium persegi dengan ketebalan yang bervariasi dari 1 mm sampai 4 mm. Sumber sinar-X yang digunakan merupakan sumber titik yang diletakkan 30 cm dari pusat phantom sepanjang sumbu utamanya. Image plane tegak lurus terhadap sumbu pusat phantom dan berada 30 cm di belakang pusat phantom. Image plane (detektor) terdiri dari pixel persegi sebanyak 512�512 pixel dengan panjang sisi 1 mm. Simulasi dilakukan dengan memvariasikan besar energi foton yaitu pada energi 20 keV, 80 keV, 380 keV, 800 keV dan 1 MeV dengan jumlah history sebanyak 109 foton. Sedangkan jumlah history foton yaitu 105, 106, 108, 109 dan 1010 dengan energi foton sebesar 380 keV. Semua citra yang dihasilkan oleh CUDA EGS menunjukkan jumlah dan distribusi dari foton yang sampai pada detektor. Jumlah dan distribusi foton tersebut digambarkan dalam nilai grayscale tiap pixel pada detektor. Semakin tinggi nilai grayscale pada hasil simulasi untuk tiap citra menunjukkan semakin banyak foton yang mampu menembus material dan sampai pada detektor. Waktu simulasi yang dibutuhkan akan semakin lama jika energi foton yang digunakan semakin besar. Dalam simulasi MC untuk transport foton semakin besar history yang digunakan maka hasil yang diperoleh semakin akurat.

Keywords
Monte Carlo, CUDA EGS

Topic
Lain-lain

Link: https://ifory.id/abstract/xCd7QMZnkagT


Aplikasi Fisika Dalam Bidang Farmasi
Aulia Fikri Hidayat

Show More

Corresponding Author
Aulia Fikri Hidayat

Institutions
Universitas Islam Bandung (UNISBA)

Abstract
Tak dapat dipungkiri bahwa pada masa modern sekarang ini keterpisahan berbagai disiplin ilmu dalam sebuah produk dan inovasi teknologi menjadi semakin samar. Teknologi masa kini seringkali merupakan sebuah hasil karya dari berbagai disiplin ilmu (multidiscipline) yang saling bekerjasama. Fisika dan farmasi secara tradisional memang merupakan dua disiplin ilmu yang sukar dicari titik temunya. Namun dengan sedikit penyelidikan akan dapat diketahui bahwa fisika memiliki keterkaitan dengan farmasi dalam beberapa aspek. Makalah ini akan berusaha memberikan ulasan umum mengenai aplikasi ilmu dan teknologi fisika dalam bidang farmasi. Secara garis besar makalah ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama yaitu mengenai aplikasi teori dan konsep fisika dalam bidang farmasi. Dan kedua yaitu mengenai aplikasi teknologi fisika dalam bidang farmasi.

Keywords
aplikasi, fisika, farmasi

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/CMGxka6Ng983


DEVELOPING TOOL KIT OF BIPOLAR MOTOR STEPPER CONTROLER
Cahyaning Nur Karimah, Syifaul Fuada, Dyah Lestari

Show More

Corresponding Author
FUADA S

Institutions
Electronic and Photonic Universitas Indonesia
Microelectronic, Institut Teknologi Bandung
Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang

Abstract
Abstract� Motor stepper is one an example electromagnetic device that change electric energy to mechanic energy, now motor stepper is implemented on every industrial activity in this technology era, we are know that Selecting the best motor for your application depends on a few key design criteria for your system including cost, positional accuracy requirements, torque requirements, drive power availability, and acceleration requirements. Seeing a lot of applied science on the stepper motor, so the trainer of Stepper Motor controlling is required to developed for understanding of students both from theory and practice very easy. Through this project, hopes to materialize a learning media that caters to the learning process at Vocational High School. This project contains material about: (1) Stepper motors principle, and (2) Shaft drive control, (3) Controller and driver wiring, (4) Control of the number of pulses, and (5) Sequential control. This paper described how to develop motor stepper controlling focus on bipolar motor and controlling CW and CW. With the trainer allows the learners to be able to learn with easy, fun and achievable goals as expected. Accordingly, an educator is required to be able to improve the effectiveness of learning so that the learning can be useful..

Keywords
Trainer of Motor Stepper controlling, Make easy learning, CW and CCW controlling, Vocational High School applied, development

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/mK6REuYb9TJU


Fisika Energi Panas Bumi Pulau Flores
Richardo Barry Astro 1,a) dan Lilik Hendrajaya 2,b)

Show More

Corresponding Author
Richardo Barry Astro

Institutions
1Magister Pengajaran Fisika,
Departemen Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

2Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a) richardobarryastro[at]gmail.com
b) lilik[at]fi.itb.ac.id

Abstract
Fisika energi panas bumi Flores merupakan kajian mengenai proses terbentuknya pulau Flores serta kandungan energi dan sumber daya mineral, khususnya energi panas bumi dalam tinjauan fisika. Penelitian ini dikaji melalui studi literatur dari berbagai penelitian, jurnal, peta geologi lembar Ende dan Ruteng, serta artikel-artikel terkait lainnya. Hasilnya ditemukan bahwa Flores adalah sebuah pulau muda yang kemungkinan terbentuk pada masa kenozoikum dan merupakan bagian dalam busur gunungapi Banda, serta terbentuk akibat subduksi kerak samudera India-Australia ke arah utara. Flores termasuk salah satu pulau dengan gunungapi terbanyak di Indonesia. Sebagai pulau vulkanik, Flores memiliki beragam potensi energi dan sumber daya mineral, yang dapat dimaksimalkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Banyaknya gunungapi di pulau Flores menandakan terdapat intrusi magma, dan berarti memiliki potensi energi panas bumi yang sangat besar. Potensi energi ini dapat dimanfaatkan terutama sebagai sumber pembangkit listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di daratan Flores. Fenomena alam dan kandungan energi serta sumber daya mineral pulau Flores tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memahami fisika secara kontekstual.

Keywords
Flores, Tektonik, Energi panas bumi, Fisika kontekstual

Topic
Kebumian (EPS)

Link: https://ifory.id/abstract/kh9uGzK6PYje


ANALISIS HASIL TES FISIKA BERBASIS PENALARAN YANG BERORIENTASI KERANGKA TIMSS
Taofik Fadillah*, Asep Sutiadi, Muslim

Show More

Corresponding Author
Taofik Fadillah

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran adalah penilaian. Aspek kognitif yang dinilai salah satunya adalah penalaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tes fisika berbasis penalaran yang berorientasi kerangka TIMSS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di beberapa SMA di Kota Bandung dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA berjumlah 93 siswa. Siswa diberikan tes berbasis penalaran dengan jumlah 22 soal yang terdiri dari 6 soal materi elastisitas, 8 soal materi fluida satis, 5 soal materi kalor, dan 3 soal materi optik. Hasil analisis menunjukan nilai rata-rata siswa kelas atas dan kelas rendah untuk masing-masing materi yaitu; 4,92 dan 2,28 untuk materi elastisitas, 7,08 dan 2,76 untuk materi fluida statis, 4,76 dan 1,84 untuk materi kalor, serta 1,92 dan 0,16 pada materi optik.

Keywords
Tes fisika, Penalaran, TIMSS.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/CKvXpxjhAFQu


Profil Computer Supported Conceptual Change Text (CSCCT) terhadap Miskonsepsi Siswa SMA pada Topik Listrik dan Magnet
Kamilah Kurnia Nurlaeli*, Muslim** and Andi Suhandi*

Show More

Corresponding Author
Kamilah Kurnia Nurlaeli

Institutions
* Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
** Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
* kamilahnurlaeli[at]gmail.com

Abstract
Fisika adalah ilmu dasar yang dikembangkan berdasarkan pengamatan fenomena fisik di alam yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pada prinsipnya belajar fisika adalah untuk belajar tentang alam yang dapat diamati secara langsung atau tidak langsung, dari konsep sederhana untuk yang lebih kompleks. Proses pembelajaran berlangsung dalam konsepsi siswa yang ada dan pengalaman siswa sebelumnya. Dalam belajar fisika kesalahpahaman atau miskonsepsi yang dapat diartikan sebagai kesalahan pemahaman dalam menghubungkan konsep dengan konsep lainnya, konsep baru dengan konsep lama yang sudah ada di benak siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil Computer Supported Conceptual Change Text (CSCCT) terhadap kesalahpahaman siswa pada topik listrik dan magnet. Computer Supported Conceptual Change Text (CSCCT) digunakan sebagai salah satu strategi untuk mengatasi kesalahpahaman siswa dengan mendorong siswa untuk mengambil inisiatif dan secara aktif terlibat dalam kegiatan belajar sehingga siswa dapat membentuk atau membangun pengetahuan mereka sendiri. Computer Supported Conceptual Change Text (CSCCT) dapat membantu siswa untuk mengubah kesalahpahaman mereka dengan konsep ilmiah sehingga siswa menyadari bahwa konsep yang dimiliki berguna dalam memecahkan masalah menghadapi siswa.

Keywords
Computer Supported Conceptual Change Text (CSCCT), kesalahpahaman, topik listrik dan magnet

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/8Y2Lm7JbQ6eq


PENURUNAN KADAR ION Fe2+ DENGAN VARIASI KONSENTRASI ZEOLIT ZSM-5 DAN LAMA PERENDAMAN
Lutfi Ulinuha1, Ana Hidayati Mukaromah2, Diah Heti S.3

Show More

Corresponding Author
Ana Hidayati Mukaromah

Institutions
S3 Chemistry ITB

Abstract
Besi (Fe) adalah logam dalam susunan unsur berkala termasuk logam golongan VIII B, dengan berat atom 55,85 g.mol-1, nomor atom 26, berat jenis 7.86 g.cm-3 dan mempunyai valensi 2 dan 3 (selain 1, 4, 6). Kadar besi dalam air tidak boleh melebihi 1,0 mg/L, karena dapat menimbulkan rasa, bau, menyebabkan air berwarna kekuningan, menimbulkan noda pada pakaian dan tempat berkembangbiaknya bakteri Creonothrinx. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penurunan kadar Fe2+ menggunakan variasi konsentrasi Zeolit ZSM-5 dan lama waktu perendaman. Penelitian dilakukan di Laoratorium Kimia Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang. Waktu penelitian dilaksanakan pada Bulan Januari � Mei 2015. Sampel penelitian menggunakan larutan baku Fe2+ dengan konsentrasi 50 ppm kemudian dilakukan perendaman menggunakan Zeolit ZSM-5 dengan variasi konsentrasi (0,25% b/v, 0,50% b/v, 0,75% b/v, 1,00% b/v) dan waktu perendaman (30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit). Hasil penelitian diketahui waktu optimum menurunkan kadar Fe2+ adalah 60 menit pada konsentrasi zeolit ZSM-5 (0,25% b/v, 0,50% b/v, 0,75% b/v, 1,00% b/v ) berturut-turut dapat menurunkan kadar Fe2+ sebanyak 11,79%, 16,17%, 10,50% dan 22,28%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah variasi konsentrasi dan lama perendaman Zeolit ZSM-5 paling optimum dalam menurunkan kadar Fe2+ adalah 1,00% b/v selama 60 menit dapat menurunkan kadar Fe2+ sebanyak 22,28%.

Keywords
Fe2+, zeolit ZSM-5, Variasi Koncentrasi, Waktu Perendaman

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/JCW7bQFjGY2H


FISIKA PULAU SUMBA
Nikodemus Umbu Janga Hauwali1,a), Lilik Hendrajaya 2,b)

Show More

Corresponding Author
Nikodemus Umbu Janga Hauwali

Institutions
1)Program Studi Magister Fisika
Departemen Fisika
Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung

2)Laboratorium Fisika Bumi
Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung

a) nico.hauwali[at]gmail.com
b) lilik[at]fi.itb.ac.id

Abstract
Indonesia merupakan salah satu kawasan yang terletak pada jalur pertemuan tiga lempeng besar dunia (triple junction convergen) yaitu lempeng Eurasia yang bergerak relatif ke arah selatan, lempeng Indo-Australia yang bergerak aktif ke utara, serta lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat daya. Pulau Sumba adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan berada di Lempeng Eurasia. Posisi Sumba persis terletak di sebelah utara sambungan (junction) antara kerak samudera Hindia di sebelah barat dan kerak benua Australia di sebelah timur. Sejarah tektonik pulau Sumba masih menjadi misteri di kalangan peneliti. Terdapat enam hipotesa yang menjelaskan mengenai sejarah tektonik pulau Sumba, namun dari keenam hipotesa ini belum ada kesimpulan mengenai hipotesa mana yang paling akurat untuk menjelaskan sejarah tektonik pulau Sumba. Diusulkan suatu model untuk menjelaskan sejarah tektonik Sumba dengan menggunakan konsep Fisika.

Keywords
Sumba, Tektonik, Fisika.

Topic
Kebumian (EPS)

Link: https://ifory.id/abstract/9pcDAVWZ4dXQ


Pengembangan LKS berbasis POE (Predict Observe Explain) pada Pokok Bahasan Suhu dan Kalor Fisika SMA kelas X
Ulfanie Wiyatama*, Vina Serevina, Betty Zelda Siahaan

Show More

Corresponding Author
Ulfanie Wiyatama

Institutions
Universitas Negeri Jakarta, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta, Jl. Pemuda No.10, Jakarta 13220
*ulfanie.wiyatama[at]gmail.com

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS yang berbasis dengan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) pada pokok bahasan Suhu dan Kalor untuk SMA kelas X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). LKS yang dikembangkan berisi: 1) cover LKS, 2) daftar isi, 3) pendahuluan, 4) petunjuk penggunaan LKS, 5) tata tertib praktikum didalam kelas, 6) langkah-langkah dari model Predict Observe Explain (POE) . Langkah-langkah dalam mengembangkan LKS adalah analisis, mendesain LKS, pembuatan, revisi dan penyempurnaan. Hasil analisis kebutuhan yang dilakukan di beberapa sekolah SMA di Jakarta dengan jumlah responden 50 siswa menunjukkan hasil sebesar 64% siswa tidak pernah menggunakan LKS saat belajar fisika materi suhu dan kalor dan sebanyak 78% siswa menginginkan adanya sebuah pengembangkan LKS yang dapat membantu mereka dalam belajar fisika di kelas. Sedangkan berdasarkan hasil uji keterbacaan kepada beberapa siswa SMA diperoleh sebanyak 70% menyatakan sangat setuju bahwa LKS dapat mempermudah siswa dalam melakukan percobaan fisika dan 70% menyatakan sangat setuju bahwa LKS jelas dan mudah dipahami. Keseluruhan hasil uji keterbacaan LKS memperoleh interpretasi sangat baik Hasil penelitian pengembangan LKS diharapkan dapat dijadikan bahan ajar pendukung pembelajaran fisika pada materi suhu dan kalor.

Keywords
LKS, Predict Observe Explain, ADDIE, Suhu dan Kalor.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/fUpe8bzkPZnK


Rancang Bangun Drybox Pengatur Kelembapan dengan menggunakan Microcontroller berbasis AtMega 328
Diva Alwi Tama, Muhammad Fauzi Aditya, Bintang Pradana, Retno Dewi P, Abdul Rajak dan Mitra Djamal

Show More

Corresponding Author
Diva Alwi Tama

Institutions
Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Kelembapan merupakan konsentrasi uap air yang terdapat di udara. Menjaga kelembapan suatu ruang menjadi suatu hal yang sangat penting untuk menyimpan suatu material yang cukup sensitif terhadap kelembapan disekitarnya, oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat memberikan kestabilan kelembapan tersebut pada keadaan tertentu, yaitu drybox. Drybox menggunakan sensor dht22 untuk membaca kelembapan pada ruang tersebut. Kelembapan ruang yang cenderung untuk terus meningkat dapat dijaga dengan memberikan respon berupa sirkulasi udara dimana pada bagian sirkulasi udara yang memasuki ruang akan diberikan silica gel yang dapat menyerap uap-uap air sebelum memasuki ruang. pembacaan nilai oleh sensor dan pemberian feedback oleh kipas untuk sirkulasi dapat diatur dengan menggunakan Arduino Atmega328 sebagai bagian mikrokontroller.

Keywords
Kelembapan, mikrokontroller, DHT22

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/GXQDPjFUmhxN


PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT PERAGA OSCILLATOR ASTABLE MULTIVIBRATOR UNTUK PEMBELAJARAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI INDUSTRI
(1) Syifaul Fuada, (2)Hakkun Elmunsyah, (2)Suwasono

Show More

Corresponding Author
FUADA S

Institutions
(1) Mikroelektronika, Institut Teknologi Bandung
(2) Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang

Abstract
Oscilator adalah sebuah rangkaian atau alat yang digunakan untuk membangkitkan keluaran berbentuk gelombang dengan bentuk dan frekuensi tertentu. Aplikasinya dalam sistem elektronika sangat luas misalnya saja pada radio, televisi, perangkat nirkabel, radar yang kesemuanya membutuhkan pembangkitan sinyal. Untuk membantu mahasiswa belajar tentang oscillator dibutuhkan media pembelajaran yang berupa alat praktikum. Peneliti telah menghasilkan 5 (lima) jenis oscilator dalam bentuk alat peraga, salah satu diantaranya adalah jenis Astable Multivibrator. Makalah ini menerangkan tentang proses pembuatan dan pengujian teknis untuk Astable Multivibrator. Teknik pengujiannya adalah dengan cara membandingkan persamaan teoritik dengan hasil pengukuran frekuensi oleh osciloskop dan Frequency Counter. Alat peraga ini dikembangkan di jurusan teknik elektro universitas negeri malang dan telah digunakan dalam praktikum pada mata kuliah workshop instrumentasi industri.

Keywords
Alat peraga Astable Multivibrator, Osciloskop, Frequency Counter, Universitas Negeri Malang

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/d6B9Dh2g4jAW


PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING LABORATORY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN
Suharyadi, Ida Farida, Sari

Show More

Corresponding Author
Suhar Yadi

Institutions
Program Studi Pedidikan Kimia, Jurusan Pendidikan MIPA,
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan,
UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
suharyadi948[at]gmail.com

Abstract
Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMAN 1 Cileunyi pada mata pelajaran kimia kelas XI MIPA menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan belum baik. Hal tersebut terbukti dari nilai ulangan harian siswa pada konsep tersebut. Sebagai upaya untuk meningkatkan hasil beajar siswa maka digunakan model problem solving laboratory. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas siswa pada setiap tahapan model dan peningkatan hasil belajar siswa. Metode penelitiannya pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dimana sampel yang terpilih yaitu siswa kelas XI MIPA 1 angkatan 2017. Data aktivitas siswa diperoleh melalui lembar observasi dan data peningkatan hasil belajar melalui tes berupa soal uraian. Hasil penelitian selama dua kali pertemuan menunjukkan bahwa siswa mengikuti setiap tahapan model dengan baik dan terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan model problem solving laboratory dengan nilai rata-rata N-Gain 0,654 berkategori sedang. Dengan demikian, model problem solving laboratory dapat diterapkan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Keywords
problem solving laboratory, hasil belajar, kelarutan dan hasil kali kelarutan

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/XbCJjNDz9HvL


Membangun Kemampuan Representasi Visual Siswa SMP untuk Memahami Materi Aljabar Sekolah
Didi Suhaedi

Show More

Corresponding Author
Didi Suhaedi

Institutions
Program Studi Matematika, Universitas Islam Bandung

Abstract
Salah satu karakteristik dalam mempelajari materi matematika adalah adanya tuntutan berfikir deduksi dan abstrak, khususnya dalam mempelajari materi aljabar sekolah. Mengacu pada teori perkembangan mental anak dari Piaget, siswa kelas delapan SMP, cenderung tengah berada dalam transisi berpikir kongkrit menuju level berfikir abstrak. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak mudah bagi siswa kelas delapan untuk menggapai kemampuan kognitif di level berpikir formal ini. Hasil diskusi dengan beberapa guru matematika kelas delapan, terungkap bahwa siswa sering mengalami kesulitan dalam mempelajari materi persamaan garis lurus. Materi ini menuntut siswa untuk mampu berfikir abstrak dan relasional (antar variabel). Sebagai upaya untuk menjembatani kesulitan tersebut maka terlebih dahulu perlu dibangun kemampuan representasi visual siswa, yang merupakan bagian anak tangga menuju level berpikir deduksi, abstrak, dan relasional. Makalah ini menyajikan diskusi tentang desain pembelajaran untuk membangun kemampuan representasi visual siswa SMP pada materi persamaan garis lurus, sebagai sebuah upaya untuk mengkontruksi model matematis siswa yang menjadi triger bagi siswa dalam mengembangkan kemempuan berpikir deduksi, abstrak, dan relasional.

Keywords
berpikir abstrak, representasi visual, model matematis

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/A7amnLEd38VP


Optimalisasi Pertumbuhan Tanaman Menggunakan Konsep Smart Green House
Rangga Taufiqurahman, Joshua Dwi Prasetyo, Rafi Ichwan, Jennifer Kiem, Abdul Rajak dan Mitra Djamal

Show More

Corresponding Author
Rangga Taufiqurahman

Institutions
Program Studi Fisika, FMIPA
Program Studi Biologi, SITH
Institut Teknologi Bandung

Abstract
Tanaman akan memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang optimal ketika ditempatkan pada suatu lingkugan yang tepat. Lingkungan yang tepat supaya tanaman bertumbuh dan berkembang optimal memiliki beberapa parameter, beberapa di antaranya adalah temperatur, kondisi pengairan, dan kelembaban. Dengan mempertimbangkan hal seperti itu, dibuatlah miniatur green house yang memanfaatkan sistem sensor temperatur, kelembaban, dan pengairan yang diatur secara otomatis. Miniatur green house ini menggunakan IC HDC 1010 dan Arduino dalam sistem sensor, sistem pemanas yang digunakan untuk mengatur temperatur, dan sistem pengairan secara otomatis. HDC 1010 yang dipasang pada suatu rangkaian listrik akan menghasilkan suatu tegangan listrik berdasarkan temperatur dan kelembaban tanah. Besarnya tegangan akan mengatur sistem pemanas dan/atau pengairan akan berjalan sehingga suhu dan kelembaban tanah akan terjaga. Arduino digunakan sebagai menampilkan data mengenai suhu dan kelembaban serta mengatur temperatur dan kelembaban yang diinginkan.

Keywords
Green House, HDC 1010, Arduino

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/3EcQVa9qtrWx


A REVIEW PAPER: Nano-Electro-Mechanical System(NEMS) Based Memory
Syifaul Fuada

Show More

Corresponding Author
FUADA S

Institutions
Microelectronic, Institut Teknologi Bandung

Abstract
NEMS (Nano Electromechanical Systems) comes from needs of an integrated system able to characterize the electro-mechanical systems at nanoscale.This paper reviews and discusses recent progress in nano-electro-mechanical system (NEMS) based memory devices and their main figures of basic knowledge, advatages-disadvatages, opportunities and challenges.

Keywords
NEMS, Memory

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/BCuNE3aqtPQX


Pengukuran Medan Magnet dari Kumparan Kawat Berarus Menggunakan Sensor Magnetik pada Smartphone
Melda Taspika, Lely Nuraeni, Dadang Suhendra dan Ferry Iskandar

Show More

Corresponding Author
Melda Taspika

Institutions
Laboratorium Listrik Magnet
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

Abstract
Pengukuran medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan kawat berarus dilakukan menggunakan sensor magnet pada smartphone sebagai pengganti sensor magnetik yang relatif mahal. Mapping dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui posisi sensor magnetik di dalam smartphone agar pengukuran lebih akurat. Pengukuran besar medan magnet dilakukan dengan memvariasikan jarak terhadap dua kumparan yang disusun dengan jarak pisah tertentu. Eksperimen ini dilakukan menggunakan kumparan berjari-jari 8 cm dengan jumlah lilitan 30, serta dialiri arus 0,3 A. Hasil eksperimen dievaluasi dengan membandingkan nilai medan magnet yang terukur dan nilai teoritis yang diperoleh secara analitik dan pendekatan numerik, dihasilkan nilai selisih hasil pengukuran dengan nilai teoritis di bawah 3%. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sensor magnetik pada smartphone bisa digunakan untuk mengukur kuat medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan kawat berarus dalam eksperimen Fisika.

Keywords
Kumparan berarus, Gauss Meter, Sensor magnetik, Smartphone

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/f94ycTCQPR3m


Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kinematika Gerak Kelas XI IPA 3 Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw di SMAN 2 OKU
Evi Rohyani, Sugianto

Show More

Corresponding Author
Evi Rohyani

Institutions
SMA Negeri 2 OKU

Abstract
Hasil belajar siswa dikelas XI IPA 3 di SMA Negeri 2 OKU selalu rendah, hasil ulangan dari 35 siswa kelas XI IPA3 ,rata-rata adalah 70,59 sebanyak 15 siswa telah memenuhi KKM sedang 20 siswa di bawah KKM. Hal ini yang menjadi hambatan dalam pembelajaran fisika, berdasarkan hasil survei ini disebabkan kurang dikemasnya pembelajaran fisika dengan metode pembelajaran yang menarik, menantang, dan menyenangkan. Supaya pembelajaran fisika menjadi pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM) salah satu caranya yaitu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dengan tipe Jigsaw. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw menggunakan kelompok kecil siswa yang bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dan mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal, baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok. Model kooperatif tipe Jigsaw ini diimplementasikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Setelah melalui berbagai siklus, ditemukan metode Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas XI IPA3 semester pertama SMA Negeri 2 OKU Tahun Ajaran 2015�2016 pada pokok bahasan Kinematika gerak. Peningkatan persentase aktivitas siswa dari siklus I, II dan III adalah dari 53,85 menjadi 60,5 dan meningkat menjadi 65,5. Peningkatan nilai rata-rata dari siklus I, II dan III adalah dari 58,25 menjadi 72,5 dan meningkat menjadi 80. Berdasarkan dari hasil peneletian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika dengan model kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan kemamapuan literasi saintifik siswa SMA.

Keywords
Model Kooperatif, Jigsaw, Pembelajaran Fisika, Hasil Belajar

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/HMqj8kfW2GyV


Aplikasi Prinsip Gyroscopeuntuk Mempertahankan Kesetimbangan Sebuah Sistem Sederhana
Liya Kholida (a*), Risqa Sitorus (b), Alfian Inza Fusiari (c), Nurrohman Saccadipura (d) dan Dwi Irwanto (e)

Show More

Corresponding Author
liya kholida

Institutions

a) Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
liyaholida92[at]gmail.com

b) Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
rizqasitorus[at]gmail.com

c) Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
alfian.inza[at]gmail.com

d) Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
nurrohmanbdg[at]gmail.com

e)Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
dirwanto[at]fi.itb.ac.id



Abstract
Gyroscopeadalah sebuah alat yang bertumpu pada konsep kekekalan momentum sudut, torsi dan momen inersia yang penggunaanya dapat ditemui pada berbagai aplikasi seperti pada helikopter, robot, smartphone, dan lain-lain. Dalam sebuah sistem gyroscope sederhana, apabila rotor berputar, maka sistem ini akan cenderung mempertahankan keadaannya atau mempertahankan sikap konstan selama tidak ada pengaruh gaya dari luar. Dalam makalah ini, akan dipelajari bagaimana prinsip gyroscope dapat digunakan untuk mempertahankan kesetimbangan sebuah sistem. Studi kasus yang diambil adalah bagaimana menjaga kesetimbangan sekeping CD sehingga ia tetap berada pada posisi berdiri dan tidak jatuh. Prinsip kerja gyroscope diterapkan dalam kasus ini dengan memperhatikan dan menyelidiki beberapa parameter yang memiliki pengaruh signifikan terhadap sistem ini, seperti momen inersia rotor yang ditentukan oleh massa dan jarak terhadap sumbu putarnya. Dengan proses pembuatan dan pengamatan yang dilakukan dapat dipahami prinsip kerja gyroscope, konsep rotasi benda tegar, momentum sudut dan torsi.

Keywords
Gyroscope, keseimbangan, kekekalan momentum sudut, torsi, presisi.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/Rh9BuHvfxQVE


Page 516 (data 15451 to 15480 of 15932) | Displayed in 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats