Page 148 (data 4411 to 4440 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Gumgum Gumelar
Institutions
Faculty of Psychology
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
This research aims to determine the effect of disaster risk perception on disaster preparedness for families on the coast of Sumur district, Pandeglang, Banten. Participants in this research are families who live in coastal area consisting of father or mother in each family. Total respondents were 174 people, all of whom were victims of Banten tsunami. The measuring tool used in this research is the disaster risk perception that will be measured using the Risk Perception Belief for Disaster measurement tool that was used in the National Health Survey Risk Perception (NSHRP) in 2012 and further developed by Yong (2017). Disaster preparedness will be measured using instruments based on the grievances that have been put forward by Indonesian Institute of Sciences (LIPI) and Unesco regarding disaster preparedness. This research approach is a quantitative approach using the test of influence. The results found that there is positive influence between disaster risk perception on disaster preparedness on families in the coastal Sumur district (F = 28.23; p = 0.000 <0.05). The effect of Disaster Risk Perception on Disaster Preparedness is 14.1%. There is a significant influence between the disaster risk perception to disaster preparedness on the family in the coast of Sumur District, Pandeglang. If the disaster risk perception is high, the disaster preparedness will also increase. The implications of the results of this research are research subjects who have a high disaster risk perception, meaning that the community has the value of trust that the place they live has a risk of natural disasters and finally feels they have high responsibility, control, acceptance and response to disaster risk, so that this will encourage the community to be able to carry out disaster preparedness.
Keywords
Disaster Preparedness, Risk Perception, Tsunamy, Banten
Topic
Urban Development and Resilient Community
Corresponding Author
Patrickson Christian Sianturi
Institutions
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti
Abstract
Pada masa ini dunia teknik sipil masih terus berkembang, seiring dengan berjalannya waktu maka akan muncul solusi-solusi baru untuk berbagai permasalahan di dunia teknik sipil. Fondasi salah satunya, fondasi merupakan sebuah komponen utama dari struktur bangunan. Pembuatan fondasi dengan tiang bor memerlukan proses perhitungan yang akurat untuk mendapatkan daya dukung ultimit dari tiang tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pembagian proporsi dari daya dukung friksi dan ujung tiang bor dengan menggunakan analisis statis yaitu dengan metode t-z yang didasari oleh metode Reese & Wright yang nantinya akan menghasilkan nilai penurunan yang terjadi pada sebuah tiang dengan beban tertentu berdasarkan beban maksimum dan diameter tiang, kemudian dari hasil tersebut akan dapat ditentukan pembagian proporsi friksi dan ujung tiangnya.
Keywords
Gaya friksi; Gaya ujung; Uji beban statik
Topic
Evaluasi Kualitas Komponen Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Dimas Putra Swardika
Institutions
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
Abstract
Semen merupakan material perekat yang memiliki sifat mampu mengikat bahan-bahan padat menjadi satu kesatuan yang kompak dan kuat seperti sebuah beton. Dalam proses produksi, semen mengeluarkan gas emisi karbondioksida yang menimbulkan efek rumah kaca. Dengan perkembangan disektor konstruksi, para ahli menemukan bahan pengganti semen yaitu fly ash atau abu terbang. Fly ash dapat bereaksi dengan larutan alkali aktifator untuk mengikat material campuran beton. Beton yang menggunakan fly ash biasa disebut dengan beton geopolimer. Penelitian beton geopolimer ini menggunakan variasi perbandingan larutan NaOH dengan Na2SiO3 yaitu 1:1 dan 1,5:1. Molaritas NaOH yang digunakan adalah 8M. Pengujian kuat tekan beton akan dilakukan pada umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari setelah pengecoran. Curing menggunakan oven dengan suhu 60°C. Kuat tekan optimal dicapai oleh beton geopolimer dengan rasio 1:1 sebesar 25,821 N/mm2. Nilai slump pada beton geopolimer 1,5:1 lebih besar dari beton geopolimer 1:1. Berat jenis beton geopolimer dengan rasio 1,5:1 sebesar 2300,955 kg/m3 sedangkan berat jenis beton geopolimer dengan rasio 1:1 sebesar 2285,032 kg/m3.
Keywords
Beton geopolimer; Alkali aktifator; Curing oven; Kuat tekan
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Ridwan Iskandar
Institutions
Politeknik Negeri Jember
Abstract
The Indonesian plantation sector is being spurred to produce quality products, among them Robusta coffee with good prospects. One of Robusta coffee suppliers in Indonesia is Jember Regency, however, the main problem faced by Robusta coffee exports from Indonesia is often considered to be of poor quality. The quality of Indonesian robusta coffee has the opportunity to be improved, through efforts to improve the quality of the production process, so that in the end it will improve product quality and market share. The most important effort in improving the quality of the production process is the application of a system that has certainty and is recognized by many countries, namely ISO 9001: 2015. The implementation of ISO ensures consistency in quality and standardizes best practice. The purpose of this study is to determine the extent to which the ISO 9001: 2015 clause has been applied, then make improvements so that the ISO 9001: 2015 clause can be applied, and set priorities for the application of the ISO 9001: 2015 clause in robusta coffee processing. The selected respondents were managers of the Coffee and Cocoa Research Center, PTPN XII Renteng, and Koperasi Serba Usaha (KSU) Buah Ketakasi Sidomulyo. The method used was a survey and interview method using a questionnaire. The sampling technique used was purposive sampling technique. Data analysis to determine the priority of the implementation of the ISO 9001: 2015 quality management system in the Robusta Coffee Processing Unit in Jember Regency uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The analysis shows that the Robusta Coffee Processing Unit of Jember Regency already has many clauses in the Strong category, which is 3 clauses from 7 existing clauses. However, there are still important parts of the agribusiness quality system that do not meet ISO standards or even none at all. This can be overcome by applying improvements to elements that are still weak under the guidance and services of ISO 9001: 2015 training specialists and consultants. ISO 9001: 2015 clauses prioritized to be applied are Leadership clauses with a weighting value of 0.259, then successive Organizational Contexts (0.244), Supporters (0.178), Operations (0.122), Planning (0.095), Increases (0.095), Increases (0.095) 0.053) and Performance Evaluation (0.049). Continual improvement is needed for clauses that have low priority.
Keywords
Robusta Coffee; Processing Unit; ISO 9001:2015; Strong category; Analytical Hierarchy Process
Topic
Agroindustry and Agribusiness
Corresponding Author
Ahmad Zakiah
Institutions
a) Mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Trisakti
b) Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti.
c) Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti.
d) Dosen Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti.
Abstract
Kota Surakarta mempunyai potensi dalam sektor bisnis, perdagangan dan potensi seni budaya lokal. Kota Surakarta juga dikenal dengan budaya Jawa yang kental, penerapan konsep kosmologi pada keraton dapat menjadikan sebuah ikon baru pada perancangan bangunan ekshibisi dan dapat memperkuat Identitas Kota. Konsep Kosmologi dalam Jawa Kuno yang masih dipengaruhi agama Hindu dan Budha, menegaskan dalam struktur kosmos terdapat Jambudvipa yang merupakan inti struktur, dikelilingi oleh tujuh lapisan Samudra (segara) dan tujuh lapisan daratan. Dengan keunikan kosmologi keraton yang dapat kita pelajari untuk kehidupan, juga dapat diterapkan pada perancangan pusat ekshibisi di Surakarta. Dengan upaya meningkatkan pasar wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition) yang merupakan jenis kegiatan dalam industri pariwisata sehingga dapat menjadi identitas Kota yang dapat di pelajari banyak orang.
Keywords
Kosmologi; Ekshibisi; MICE
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Nabila Amalina
Institutions
Trisakti University
Abstract
The metaphore architecture approach is an architectural approach that originated from the idea of connecting architecture with the language of parables. Its application is often used in public buildings, one of which is the Oceanarium building. The purpose of this research is to find out what type of metaphor used in oceanarium buildings that are in the study object, to then be a reference for the application of the metaphor approach in designing oceanariums. The research method uses qualitative methods, by analyzing the variables of form and meaning in the three study objects, then conclude the building metaphor type. Then compared through the table so that it can be concluded that the metaphor in the oceanarium has a variety of types, but has the same metaphorical object theme which is marine.
Keywords
Comparison, Metaphor, Oceanarium
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
cintya puput zulaida
Institutions
Universitas Trisakti fakultas teknik sipil dan perencanaan
Abstract
Limbah konstruksi menjadi masalah utama dalam sebuah proyek konstruksi karena hal ini berdampak pada lingkungan sekitar proyek. Untuk itu perlu dilakukannya manajemen terhadap limbah konstruksi. Analisis dan pengelolaan limbah konstruksi dengan metode lean construction ini dilakukan untuk mengetahui penyebab limbah konstruksi,berapa wastage material terbesar pada proyek konstruksi dan bagaimana cara pengelolaan limbah konstruksi. Teknik analisa data dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya wawancara dengan narasumber dan menghitung material terpasang, menghitung material sisa terbesar dan Analisa waste level. Dari hasil wawancara dan perhitungan material yang ditinjau adalah penyebab terjadinya limbah yaitu karena adanya defect (cacat produk ), over production ( produk yang berlebih ) dan over inventory (kelebihan stok barang), jenis-jenis limbah konstruksi yang dihasilkan adalah semen, bata merah, batu makadam dan kayu yang sudah keropos, sisa material terbesar yang dihasilkan dalam proyek yang diteliti adalah sisa material besi D8 sebesar 6510.31 dan wastage level terbesar yang dihasilkan dalam proyek ini adalah material D10 yaitu sebesar 11.874%. Pengelolaan limbah konstruksi dalam proyek ini adalah dengan cara menghilangkan barang sisa yaitu dengan metode reuse dan recycle, kemudian dengan menentukan depan tepat pendapat material menurut pendapat konsumen yaitu dengan cara melakukan pemesanan sesuai schedule yang sedang dikerjakan, dan yang terakhir dengan menjaga sisa material.
Keywords
Limbah konstruksi, lean construction, wastage level
Topic
Evaluasi Kualitas Komponen Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Andrianto Yohanes Sembiring
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Perumahan Bekasi Timur Regency merupakan salah satu perumahan di wilayah Kecamatan Mustika Jaya yang Pembangunan perumahannya dengan cara menimbun lahan sehingga mengubah penggunaan lahan dari daerah sawah (tampungan sementara) menjadi daerah limpasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase reduksi debit limpasan hujan pada lokasi penelitian setelah diterapkan bioretensi. Untuk menganalisanya, dilakukan pemodelan limpasan hujan kala ulang 5 tahun menggunakan instrumen Storm Water Management Model dengan membandingkan kondisi jaringan drainase sebelum dan sesudah penerapan bioretensi. Perhitungan intensitas hujan menggunakan metode Mononobe, diperoleh intensitas hujan durasi 1 jam dengan kala ulang 5 tahun sebesar 47.88 mm/jam. Hasil simulasi dengan hujan rancangan kala ulang 5 tahun pada saat kondisi eksisting menghasilkan 7 titik luapan saluran. Setelah dilakukan penerapan bioretensi pada sistem drainase, titik luapan pada saluran berkurang menjadi 3 saluran. Sedangkan reduksi debit puncak pada outlet saluran Perumahan Bekasi Timur Regency mencapai 13.28 % pada outlet 1 dan pada outlet 2 sebesar 6.63 %
Keywords
Bioretensi; saluran; drainase; SWMM
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Michel Davis Siregar
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Industri konstruksi sekarang ini memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga sebagai sarana untuk tujuan pembangunan nasional.Manajer proyek adalah orang yang memiliki peranan penting dalam mengendalikan pelaksanan proyek konstruksi. Pada masa sekarang ini dibutuhkan manajer proyek yang memiliki kompetensi yang baik guna memenuhi tuntutan dari persaingan yang semakin ketat. Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner pada 3 perusahaan jasa konstruksi dalam negeri dan 3 perusahaan jasa konstruksi asing. Penyebaran kuesioner terdiri dari indikator pertanyaan yang diharapkan mampu menjawab pertanyaan pengaruh kompetensi terhadap kepuasan tim dalam sebuah kegiatan proyek konstruksi. Data sekunder yang di gunakan diperoleh dari tinjauan pustaka dari jurnal jurnal yang digunakan sebagai referensi. Penelitian dianalisis dengan analisis linear berganda, yang dimana variabel bebas lebih dari 1 mempengaruhi variabel terikat. Pengolahan data menggunakan bantuan software SPSS. Hasil dari penelitian kali ini, perusahaan jasa konstruksi dalam negeri variabel kompetensi berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan tim dan pengaruh kompetensi manajer proyek terhadap kepuasan tim sebesar 30.6% sehingga 69.4% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Pada perusahaan jasa konstruksi asing kompetensi manajer proyek berpengaruh signifikan terhadap kepuasan tim. Kompetensi manajer proyek berpengaruh 41.9% terhadap kepuasan tim, yang dimana 58.1% kepuasan tim dipengaruhi variabel lain diluar penelitian.
Keywords
Kompetensi, Manajer Proyek, Kepuasan Tim
Topic
Produktifitas dan Efektifitas Kinerja Komponen Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Michael Jonathan
Institutions
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti, Kampus A, Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta
Abstract
Sumber daya manusia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam suatu pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dimana sebuah pekerjaan konstruksi dapat berjalan baik apabila sumber daya manusia yang ada memiliki kinerja yang baik juga. Dalam hal faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang motivasi. Faktor motivasi ini bila diabaikan dapat menimbulkan sutau konflik, serta produktifitas yang rendah bahkan terkadang menimbulkan kesalahan total dalam menafsirkan suatu pekerjaan sehingga menyebabkan kegagalan yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek konstruksi. Dari permasalahan diatas peneliti ingin meneliti lebih lajut untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi pegawai terhadap keberhasilan proyek kontruksi. Penelitian ini menggunakan Analisa regresi linier berganda, terdapat pengaruh negatif dan secara simultan tidak signifikan terhadap keberhasilan proyek dan nilai koefisien determinasi sebesar 11.1% sedangkan 88.9% merupakan variebl lain yang tidak tercantum
Keywords
berpengaruh negatif, tidak signifikan
Topic
Produktifitas dan Efektifitas Kinerja Komponen Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Alivia Salsabilla
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Perpustakaan merupakan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca dan bukan untuk dijual (Sulistyo, Basuki: 1991). Sebagai fasilitas umum, perpustakaan banyak dikunjungi terutama mahasiswa sehingga menyebabkan banyaknya pengguna perpustakaan yang melakukan aktivitas bersama di dalamnya yang mempengaruhi kenyamanan setiap pengguna. Oleh karena itu dibutuhkan persyaratan yang tepat termasuk tentang sirkulasi ruang gerak/jarak bersih agar mengurangi persinggungan antar pengguna untuk meningkatkan kenyamanan dan konsentrasi saat membaca di area baca. Maka dari itu dilakukan pengamatan untuk mengetahui dan mendalami lebih lanjut sirkulasi ruang gerak pengguna perpustakaan yang baik dan tepat dengan pertimbangan antropometrik dan ergonomi serta dampak dari sirkulasi ruang gerak yang kurang mempertimbangkan standar antropometrik dan ergonomi terhadap pengguna perpustakaan. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi komparatif yaitu mengamati kondisi obyek ilmiah dengan cara membandingkan dan mendeskripsikan data yang didapat melalui observasi dengan data literatur. Hasil pengamatanmenunjukkan bahwa pada aspek jarak sirkulasi ruang gerak area baca perpustakaan Learning Center, Telkom University belum mendekati jarak sirkulasi ruang gerak yang sesuai dengan standar yang mempertimbangkan faktor antropometri dan ergonomic sedangkan untuk aspek sirkulasi ruang gerak pengguna pada area baca dan rak buku pada perpustakaan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) lebih mendekati jarak sirkulasi ruang gerak yang sesuai dengan standar.
Keywords
perpustakaan, sirkulasi, ruang gerak
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Indira Saraswati
Institutions
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perancangan
Universitas Trisakti
Abstract
Semiotika merupakan suatu konsep desain yang memerlukan metode tertentu dalam proses pengaplikasian pada bangunan/kawasan yang akan dibangun. Saat ini tidak banyak penulis yang membuat metode pemilihan konsep terlebih pada konsep semiotika. Dalam semiotika arsitektur pesan yang terkadung (signified) dalam obyek terbentuk dari hubungan antara pemberi tanda (signifier) dan fungsi nyata atau sifat benda. Indeks merupakan sesuatu yang mempunyai hubungan menyatu dan bersebab-akibat antara signifier dan signified. Penulisan Metode pemilihan konsep semiotika pada desain Kawasan Pusat Kegiatan Seni dan Budaya di Jimbaran Bali ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data observasif, wawancara, dan dokumentasi, lalu ada pembahasan yang akan membahas penentuan konsep terbagi menjadi dua yaitu, cara dan langkah penentuan konsep. Berdasarkan metode dan pembahasan yang telah di tetapkan, maka di formulasikan metode penentuan konsep yang spesifik dalam mendesain Kawasan pusat seni dan budaya.
Keywords
Semiotika, Pusat Kegiatan Seni Dan Budaya, Jimbaran Bali
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Astri Gandhi Wibowo
Institutions
universitas trisakti fakultas teknik sipil dan perencanaan
Abstract
Pelintasan KA sebidang adalah perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan. Angka kecelakaan lalu lintas pada pelintasan KA sebidang yang tidak dijaga cukup tinggi. Pelintasan sebidang yang terdapat di Stasiun Cakung mempunyai permasalahan kemacetan yang parah. Frekuensi kereta yang lewat sebanyak 347 kereta api selama 24 jam. Hal itu membuat kemacetan yang parah pada saat jam sibuk. Antrean pengguna jalan raya pada sore hari bisa mencapai 2 km hingga stasiun Klender Baru. Oleh karena itu pada tanggal 10 mei perlintasan sebidang di stasiun Cakung resmi ditutup. Setelah pintu pelintasan kereta ditutup warga harus memutar untuk mencapai jalan stasiun Cakung, warga bisa menggunakan rute stasiun Cakung – Buaran atau Kranji – stasiun Cakung. Sebelum pelintasan kereta api ditutup volume lalu lintas yang melewati pelintasan sebidang Cakung pada jam sibuk yaitu jam 17:00 hingga 19:00 total kendaraan yang lewat sebanyal 10.973 kendaraan dengan waktu perjalanan selama 41 menit dengan kecepatan 5 km/jam. Pada saat pelintasan ditutup volume lalu lintas yang melewati pelintasan tersebut sebanyak 711 kendaraan dengan waktu perjalanan dengan rute Kranji – stasiun Cakng selama 7 menit dan untuk rute stasiun Cakung – Buaran selama 5 menit dengan kecepatan untuk rute Kranji – stasiun Cakung 20 km/jam sedangkan untuk rute stasiun Cakung – Buaran 50 km/jam. Dengan ditutupnya pelintasan sebidang di Cakung maka volume lalu lintas yang sebelumnya tinggi dapat berkurang
Keywords
pelintasan sebidang, waktu perjalanan, kecepatan
Topic
Evaluasi Kualitas Komponen Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Andi Widya Natari Syam
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Penelitian ini menjelaskan penerapan konsep Sanga Mandala pada Bangunan di Kuta Bali. Konsep Sanga Mandala merupakan acuan lay out untuk melakukan peletakan bangunan pada tapak. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mengkaji literatur setelah itu mengkomparasi studi literaturyang sudah didapatkan sebelumnya. Hasil dari kajian tersebut, penerapan konsep Sanga Mandala pada bangunan di Kuta Bali ini menghasilkan peletakan massa utama mandala (untuk bangunan seperti tempat pemujaan), madya mandala (untuk bangunan rumah tinggal) dan nistaning mandala (untuk bangunansepertidapurdankandanghewan).
Keywords
Hotel Resort, SangaManda, Bali
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Dimas Rae Prasstowo
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Pemerintah Daerah Jakarta mulai melakukan renovasi atau merevitalisasi fasilitas umum di berbagai Kota di Jakarta tak terkecuali JPO.Jembatan penyeberangan yang sudah tua akan di renovasi dan menjadi lebih baik.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan pengguna JPO di Bundaran Senayan dengan bantuan software,pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan survei terhadap pengguna JPO dengan menggunakan kuisioner.Perhitungan dan analisis data dengan aplikasi SPSS menggunakan analisis indeks mean,Hasil perhitungan data dari hasil analisis indeks mean di ranking dari 1-10 mendapat hasil nilai kepuasan paling tinggi atas kondisi JPO adalah kemudahan untuk membawa barang,beroda(A2) mean 4.0,bentuk kayu (A17) mean 4.0 ,lantai licin (A24) mean 3.94,tinggi jembatan(A22) mean 3.92,panjang ramp (A26) mean 3.88,lampu penerangan(A20) mean 3.82,kondisi cat (A12) mean 3.82,kondisi railing ramp (A6) mean 3.80,kondisi baja (A9) mean 3.74,dan kemudahan untuk disabilitas (A16) mean 3.74.
Keywords
jembatan penyeberangan orang,pejalan kaki,Bundaran Senayan
Topic
Evaluasi Kualitas Komponen Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Aldio Andara
Institutions
Universitas Trisakti, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Jurusan Teknik Sipil
Abstract
Air Hujan dapat dimanfaatkan dengan cara dipanen untuk keperluan toilet dan pertamanan pada Gedung Indonesia One pada musim kemarau. Digunakan air hujan dengan harapan dapat menghemat penggunaan air bersih, menghemat biaya penggunaan air, dan mencegah terjadinya banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan rainwater tank eksisting pada Gedung Indonesia One dalam memenuhi kebutuhan air yang diperlukan berdasarkan keseimbangan antara suplai dan kebutuhan air. Analisis dari penelitian ini diperlukan data analisis potensi suplai air hujan yang di dapat dari data luas atap dan data hujan harian, bulanan, tahunan yang akan dihitung dengan analisis kebutuhan air toilet dan pertamanan pada gedung. Data tersebut untuk mendapatkan hasil perhitungan water balance dan perhitungan perubahan tampungan tangki RWT (Rainwater Tank). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa desain tangki RWT eksisting yang dihitung sebesar 234,72 m3 dengan potensi air hujan yang dapat ditampung sebesar 4591,29 m3/tahun dan kebutuhan air toilet dan pertamanan 276,77 m3/bulan dinilai kurang efisien dalam pemanfaatannya karena hanya dapat menampung 38% dari total potensi suplai air yang dapat ditampung.Dengan meningkatkan kapasitas tangki RWT menjadi 500 m3, tangki dapat menampung 88% dari total potensi suplai air.
Keywords
Rainwater harvesting, water balance, Indonesia One
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Michael Hasiholan
Institutions
Universitas Trisakti, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Abstract
Penutupan permanen perlintasan kereta api di Jalan Angkasa berpengaruh dengan kinerja ruas Jalan Angkasa karena terjadi penumpukan kendaraan di underpass ruas Jalan Angkasa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi penutupan permanen perlintasan sebidang Jalan Angkasa dan juga mencari solusi optimal sehingga kereta dapat melintas dengan aman dan dampak kemacetan lalu lintas yang diakibatkan penutupan seminim mungkin. Pada penelitian ini, penulis menggunakan data durasi kondisi palang pintu perlintasan untuk melihat menganggur selama proses penutupan yang tersedia dan menggunakan MKJI 1997 untuk menganalisis kinerja ruas jalan kondisi eksisting dan kondisi sebelum ditutup permanen. Hasil evaluasi waktu menganggur selama peroses penutupan didapatkan 2105 detik pada peak hour pagi, 2481 pada peak hour sore dan 2001 detik pada peak hour kereta, hasil analisis kinerja ruas jalan kondisi eksisting menggunakan MKJI 1997 didapatkan DS 0,70 pada peak hour pagi, DS 1,22 pada peak hour sore dan DS 1,08 pada peak hour kereta dan hasil analisis kinerja ruas jalan kondisi sebelum penutupan menggunakan MKJI 1997 didapatkan DS 0,52 pada peak hour pagi, DS 1,00 pada peak hour sore dan DS 0,90 pada peak hour kereta Jadi, dapat disimpulkan solusi optimal yang disarankan adalah dengan membuka kembali perlintasan pada Jalan Angkasa dengan syarat mengefektifkan waktu kosong sebelum kereta melewati perlintasan sehingga kereta api dapat tetap melintas dengan aman dan waktu yang bisa dibuka untuk kendaraan dapat melintas menjadi lebih banyak sehingga dapat mengurangi kemacetan pada underpass ruas Jalan Angkasa.
Keywords
Derajat Kejenuhan, Penutupan Permanen, Perlintasan Sebidang , Waktu Menganggur.
Topic
Evaluasi Kualitas Komponen Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Fahrul Hario Baadilla
Institutions
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
Abstract
Pelabuhan sebagai salah satu unsur penting dalam rangkaian jaringan transportasi di Indonesia, salah satunya Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual yang melayani kegiatan bongkar muat hasil perikanan. Meningkatnya arus barang dan arus kapal mengakibatkan operasional bongkar muat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual tidak efektif. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja bongkar muat di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual. Evaluasi dilakukan berdasarkan tinjauan Berth Occupancy Ratio dan Yard Occupancy Ratio. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh nilai Berth Occupancy Ratio pada tahun 2018 sebesar 63,74 % yang melebihi ketentuan maksimum sehingga diperlukan perluasan dermaga dan nilai Yard Occupancy Ratio pada tahun 2018 sebesar 32,50 % menunjukan terminal belum begitu berkembang sehingga dibutuhkan penambahan lapangan penumpukan.
Keywords
Berth Occupancy Ratio, Bongkar Muat, Pelabuhan Perikanan, Yard Occupancy Ratio
Topic
Evaluasi Kualitas Komponen Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Hendry Hendry
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Perancangan suatu struktur harus menggunakan peraturan terbaru agar desain struktur tersebut selalu mengikuti perkembangan peraturan yang ada. Saat ini telah terdapat peraturan gempa terbaru yakni RSNI3 1726:201x, sehingga peraturan mengenai gempa harus merujuk kepada peraturan tersebut. Studi ini akan membahas mengenai perancangan struktur rumah sakit 6 (enam) lantai yang mampu menahan beban hidup, beban mati dan beban gempa. Perancangan struktur ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi ETABS dan acuan RSNI3 1726:201x. Hasil yang diperoleh dari perancangan ini: 1) Dimensi kolom Øluar 914,4mm dengan tebal 20mm, 2) Dimensi balok induk WF 588x300, 3) Dimensi balok anak WF 500x200, dan 4) Pelat lantai dua arah dengan ketebalan 155mm..
Keywords
Perancangan, Beban, RSNI3 1729:201X, Kolom, Balok, Pelat lantai
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Dandy Adrian Fauzy
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Bandar udara merupakan salah satu fasilitas Transportasi yang dibutuhkan dalam sebuah pemerintahan. Salah satuukota besar di Indonesiaayaitu kotaaSemarang, Jawa Tengah memiliki bandar udara bersejarah yaitu bandar udara Ahmad Yani. Bandar udara ini dahulu merupakan milik pemerintah / angkatan udara yang diperuntukan untuk kepentingan militer saja. Saat ini permintaan penerbangan sipil terus meningkat dan pada tanggal 1 Oktober 1995 bandar udara Ahmad Yani berpindah tangan ke PT Angkasa Pura. Perkembangan Bandara Ahmad Yani direncanakan menjadi bandara bertaraf internasional tanpa menghilangkan bangunan bandara lama. Bandara bertaraf internasional yang akan dikembangkan dan didesain adalah bandara internasional dengan pendekatan arsitektur High – Tech. Sasaran yang akan dicapai dalam perancangan desain ini adalah keselarasan antara nilai – nilai High – Tech dengan bangunan eksisting. Tulisan ini mencoba melakukan penilaian dengan metode kualitatif dengan penyajian berupa tabel - tabel hasil penelitian.
Keywords
Bandar Udara, Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, High – Tech
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Gina Aprilia
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Estetika adalah salah satu aspek yang dibutuhkan dalam sebuah proses desain perancangan. Estetika merupakan suatu aspek yang dipertimbangkan dalam merencanakan konsep pada fasad sebuah bangunan. Fasad merupakan suatu elemen yang terlihat dan dapat mengekspresikan makna bangunan itu sendiri. Pada jurnal ini, akan dilakukan komparasi yang akan menilai fasad convention center antara lain bangunan ICE BSD, Auditorio de Tenerife, dan Shijiazhuang Internasional. Dari analisa ketiga bangunan tersebut mendapatkan kesimpulan mengenai karakter fasad yang dimiliki bangunan – bangunan convention center dengan acuan aspek – aspek bentuk, organisasi, proporsi dan skala yang diperoleh dari buku D.K. Ching sehingga fasad memiliki nilai estetika. Analisa diperoleh dengan cara mengumpulkan data – data baik dari internet, buku elektronik, ataupun mengamati langsung objek bila memungkinkan. Berdasarkan hasil komparasi dari ketiga bangunan tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor terbesar yang mempengaruhi bentuk fasad dari segi bentuk, organisasi, skala, dan proporsi yaitu fungsi kegiatan dari bangunan itu sendiri.
Keywords
fasad, estetika, ICE BSD, Auditorio de Tenerife, Shijiazhuang Internasional
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Wahyu Gita Ozi Sadevi
Institutions
1Mahasiswa Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
2,3Dosen Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta
Abstract
Bali ditetapkan sebagai Kawasan Nasional Pengembangan Energi Bersih (KNEB), pada Global Environment Forum ke-11 di Nusa Dua tahun 2010, yang berkaitan dengan pengembangan sumber energi baru dan terbarukan. Sehingga dibutuhkan infrastruktur yang dapat mewadahi kegiatan penelitian dan pengembangan yang sesuai kondisi lokal. Potensi alam dan iklim yang dimiliki daerah Jembrana, Bali sangat menunjang untuk kegiatan penelitian. Menyikapi potensi tersebut, maka dibutuhkan suatu pemecahan desain fasad yang dapat menyesuaikan iklim lokal. Pendekatan Arsitektur Bioklimatik digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut sehingga didapatkan kenyamanan ruang yang baik di dalam bangunan. Metode penelitian dan pengumpulan data dilakukan dengan melihat kondisi tapak dan penggunaan teori yang dipaparkan secara kualitatif. Analisis dilakukan dengan metode programatik sedangkan konsep bioklimatik dikembangkan melalui metode pragmatik. Komparasi menggunakan bangunan dengan penerapan parameter bioklimatik yang dicetuskan oleh Ken Yeang. Hasil kajian yang didapatkan adalah fasad yang dapat meningkatkan kemampuan insulasi fasad sehingga dapat menurunkan suhu pada ruang-ruang di bangunan penelitian.
Keywords
Bali, penelitian, bioklimatik
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Muhammad Rizcky Eros Eros
Institutions
Mahasiswa Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
Abstract
Proses pendidikan dan pengajaran dilingkungan sekolah tidak bisa terlepas dari faktor ketersedian sarana prasarana, salah satunya adalah gedung sekolah.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna terhadadp nilai kondisi bangunan gedung Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di Kota Bogor.Pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan dengan kuesioner pada pengguna bangunan sekolah.Pengelolaan data dilakukan menggunakan metode analisis regresi linier sederhana bantuan software SPSS.Variabel kondisi bangunan memiliki pengaruh terhadap variabel tingkat kepuasan sebesar 70,3%,sedangkan nilai keandalan diperoleh 78,50 dari total 20 buah bangunan Sekolah Lanjutan Atas dengan tingkat keandalan cukup baik.Variabel yang paling berpengaruh atas kondisi bangunan sekolah merupakan variabel dengan peringkat 1 sampai 3, yaitu Kenyamanan kondisi keseluruhan bangunan (Y.4) dengan nilai mean 4.10.Kebersihan selasar/koridor (X.1) dengan nilai mean 4.08.Ketersediaan sistem informasi (X.11) dengan nilai mean 4.08.
Keywords
Tingkat kepuasaan, tingkat keandalan, bangunan sekolah, regresi linier sederhana
Topic
Produktifitas dan Efektifitas Kinerja Komponen Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Adhisti Alfira Rasyid
Institutions
Universitas Trisakti, Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta
*adhistiarsyd[at]gmail.com
Abstract
ABSTRAK Rumah Sakit Ortopedi Traumatologi Prof. Dr. R. Soeharso di Surakarta adalah rumah sakit khusus dibidang pelayanan yang berfokus dalam menangani masalah otot dan tulang pada manusia. Penerapan arsitektur hijau pada rumah sakit adalah untuk mewujudkan Green Hospital agar dapat menghasilkan suatu rancangan yang mempunyai kualitas lingkungan dan kehidupan lebih baik serta berkelanjutan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kriteria material hijau yang dapat diterapkan pada fasad Rumah Sakit. Metode yang diguanakan adalah dengan penelusuran literatur dan analisis deskriptif tentang karakteristik fasad rumah sakit, kriteria arsitektur hijau dan material fasad. Maka diperoleh, dinding akan menggunakan batu bata dan pada jendela akan menggunakan material low e-glass dan kusen uPVC.
Keywords
Arsitektur hijau, Rumah sakit, Material, Green hospital
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Marizka Sabrina
Institutions
Major of Architecture, Faculty of Civil Engineering and Planning, Trisakti University
Abstract
Tri Mandala, Hulu-Teben dan Sanga Mandala adalah contoh konsep yang mengajarkan keselarasan terhadap lingkungan dan juga alam. Konsep-konsep ini teraplikasikan terhadap bagaimana manusia menentukan penataan lingkungan rumah tinggal, pola permukiman, dan juga arsitektur. Konsep Sanga Mandala ini dihasilkan dari perpaduan orientasi kosmologis (Utara-Selatan) dengan orientasi religius (Timur-Barat). Membagi area rumah tinggal menjadi sembilan zona adalah cara dari konsep Sanga Mandala. Dari hasil pembagian zona ini terbagi tiga area diagonal dari arah Tenggara menuju ke arah Barat Laut. Hubungan terhadap ekologi aliran udara ini terdapat pada ruang kosong diagonal dari hasil konsep Sanga Mandala. Dari posisi geografis pulau Bali, aliran udara musim hujan dan juga musim kemarau mereka adalah saling berlawanan, yaitu dari Tenggara menuju Barat Laut dan juga sebaliknya. Dari hal ini, terbukti bahwa masyarakat tradisional Bali sangat memikirkan ekologi. Sanga Mandala juga dapat memberikan pencahayaan dan juga penghawaan ke bangunan.
Keywords
Pola ruang, konsep tradisional, Sanga Mandala
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Muhammad Ismail Bawazir
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Berkurangnya ruang terbuka hijau, meningkatnya polusi udara, air dan tanah merupakan dampak yang timbul dari pembangunan jika tidak memperhatikan faktor lingkungan. Konsep Green Building hadir dan menjadi suatu kebutuhan di tengah fenomena global warming yang sedang melanda bumi. Green Building didefinisikan sebagai sebuah perencanaan dan perancangan bangunan melalui sebuah proses yang memeperhatikan lingkungan dan menggunakansumber daya secara efisien pada seluruh siklus hidup bangunan dari mulai perancangan, pembangunan, pemeliharaan dan renovasi. Pada penelitian kali ini penulis ingin menganalisa seberapa besar tingkat kemudahan dalam pembangunan yang terdapat dalam kategori tepatgunalahan pada green building dari sudut pandang developer yang dimana belum dibahas dalam penelitian sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penyebaran kuesioner kepada developer yang sudah pernah terlibat dalam proses pembangunan green building, lalu akan dihitung dan dipresentasikan dalam bentuk diagram kartesius Importance-Performance Analysis. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor1 merupakan yang memiliki nilai Mudah dalam kemudahan pembangunan dan Sangat Bermanfaat dalam pemanfaatan pada masa operasional.
Keywords
green building, Importance-Performance Analysis
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Muhammad Hendrananta
Institutions
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
Abstract
The limitation of energy sources, especially non-renewable energy sources or the world energy crisis and the emergence of environmental problems due to energy use in buildings are the negative impacts caused by the building sector. Therefore, energy efficiency in buildings is a must. Intelligent building systems can make a building use less energy when compared to buildings that do not use this system. Energy reduction also has an impact on reducing environmental damage caused by energy. Smart building systems are a harmonious blend of automation, communication and environmental planning to create truly good buildings. This study will compare two buildings using smart building systems. The comparable variables are energy, lighting, monitoring, charging electric cars, water use, and air regulation. Through comparison, it can be seen how the implementation of the above variables into the form of building design. All design and system solutions that are used, are for one purpose, energy efficiency.
Keywords
Smart Building, Energy efficiency, Technology.
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Willy Pramana Ramadhan
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Pelabuhan Panjang adalah salah satu pelabuhan yang terbesar di Lampung. Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, pelabuhan Panjang memiliki berbagai macam kegiatan bongkar muat. Pemanfaatan penggunaan pelabuhan sangat berpengaruh terhadap kinerja pelayanan dan kepuasan pelanggan terhadap kinerja pelabuhan yang cepat dan effisien. Oleh karena itu perlunya evalusi kinerja dermaga berdasarkan tahun 2018 terhadap fasilitas dermaga (BOR), waktu efektif di dermaga dan sampai kapan dermaga dapat dimanfaatkan dan peninjauan hanya dikhususkan dermaga D bongkar muat curah kering. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai ET/BT pada tahun 2018 sebesar 81% > 80% bahwa kinerja pelayanan di Dermaga D sangat baik dan efektif dalam melakukan kegitan bongkar muat di lapangan. Untuk nilai BOR pada tahun 2018 sebesar 34.05% < 70% dengan panjang dermaga (486 meter), maka nilai BOR pada tahun 2018 fasilitas yang ada di dermaga D masih dapat digunakan secara optimal dalam penggunaannya. Pada hasil prediksi yang dilakukan menggunakan forecasting di SPSS (Statical Package for the Social Sciences) dengan metode logarithmic dihasilkan nilai BOR dari tahun ke tahun mengalami peningkatan untuk mendapatkan nilai BOR > 70% dibutuhkan waktu cukup lama sehingga penggunaan dermaga D menjadi over investasi untuk itu penggunaan dermaga D harus meningkatkan jumlah kapal yang tambat di dermaga D, pemanfaatan dermaga agar produktifitas bongkar muat meningkat.
Keywords
Bongkar Muat, Waktu Efektif, BOR, Forecasting, SPSS
Topic
Evaluasi Kualitas Komponen Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Vivi Ade Setiana
Institutions
Universitas Trisakti
Abstract
Ibukota DKI Jakarta merupakanjsalah satu kota terpadat penduduknya dengan aktifitas penduduk yang tinggi. Aktifitas penduduk diimbangi pula dengan penggunaan transportasi. Baik transportasi umum maupun transportasi pribadi. Salah satu permasalahan yang masih belum juga tuntas ialah kemacetan. Jalan Palmerah Barat merupakanpsalah satu ruas jalan dengan kemacetan yang cukup parah. Untuk membuktikannya, maka dilakukan suatu penelitian sederhana. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dimana penelitian dimulai dari pengumpulan data-data yang dibutuhkan secara aktual dengan beberapa survei. Dan perhitungannya dengan mencari Derajat Kejenuhan (DS) dan kecepatan bergerak yangtdialami kendaran-kendaraan pada tiga titik tinjauan, didapatlah DS di titik tinjau sebelum pasar sebesar 0,89, DS di titik tinjau pada pasar sebesar 1,05 dan DS di titik tinjau setelah pasar sebesar 0,89. Lalu didapat pula kecepatan bergerak di titik tinjau sebelum pasar sebesar 32,05 km/jam, di titik tinjau pada pasar sebesar 27,5975 km/jam dan di titik tinjau setelah pasar sebesar 33,35 km/jam. Nilai tundaan di depan pasar akibat adanya hambatan samping yang disebabkan oleh pedagang kaki limakdan angkot ngetem adalah sebesar 10 menit. Hasilnya membuktikanqbahwaYmemangKada tundaan lalu lintas yang terjadi di depan pasar. Dari angka tersebut dikarenakan banyak angkot yang ngetempdan terdapat penyempitan lajur operasi didepan pasar yang diakibatkan adanya pedagang kaki lima dan motor yang berhenti di trotoar dengan aktifitas jualpbeli di trotoar. Oleh karena itu perlu adanyaspenerapan solusiNoperasi yang terbaik untuk meningkatkan arus lalumlintas pada ruas jalan tersebut.
Keywords
Arus LaluhLintas, Kemacetan,Kendaraan, Antrean
Topic
Produktifitas dan Efektifitas Kinerja Komponen Lingkungan Terbangun
Corresponding Author
Ghassani Nur Syamsi
Institutions
a)b)c) Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta
Abstract
Rancangan Bandar Udara Internasional Jawa Barat diharapkan menjadi sebuah landmark kawasan Kertajati. Selain sebagai sebuah landmark, diharapkan desain bandara tersebut dapat menjawab persoalan – persoalan ekologis lingkungan yang menjadi perhatian penting pada saat ini. Atas dasar pertimbangan tersebut, tulisan ini akan membahas tentang konsep eko teknologi dan alternatif penerapannya di dalam desain. Ekspresi struktur terhadap bangunan merupakan salah satu prinsip eko teknologi yang digunakan dalam perancangan ini. Kaitan antara pengekspresian struktur di bangunan terhadap penerapan konsep eko teknologi. Bagaimana penerapan konsep eko teknologi yaitu ekspresi struktur yang menghasilkan pengolahan cahaya pada bandara tercipta, sehingga menjadikan salah satu identitas dari bangunan terminal penumpang bandara tersebut. Metode yang digunakan adalah survey lapangan didukung dengan studi pustaka dan praktik desain studio arsitektur. Untuk sampai pada alternatif rancangan, maka dirumuskan terlebih dahulu kriteria perancangan dengan memperhatikan prinsip – prinsip eko teknologi terutama prinsip ekspresi struktur. Kriteria perancangan diperoleh melalui studi tipologi, studi preseden dan studi konteks.
Keywords
terminal penumpang, bandar udara, eko teknologi, ekspresi struktur
Topic
Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun
Page 148 (data 4411 to 4440 of 15932) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats