Indonesia Conference Directory


<< Back

Abstract Topic: Kesejahteraan Masyarakat

Page 2 (data 31 to 40 of 40) | Displayed ini 30 data/page

Pengelolaan Keuangan, Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Strategi Pemasaran dalam Mengukur Kinerja Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
Ni Made Suindari (a*), Ni Made Rai Juniariani (b)

Show More

Corresponding Author
Ni Made Suindari

Institutions
a) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa
* madesuindari87[at]gmail.com
b) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa

Abstract
Untuk menghasilkan kinerja yang baik pelaku UMKM harus tahu bagaimana cara mengelola keuangan usahanya. UMKM dengan kinerja yang baik akan memiliki daya saing yang tinggi. Untuk mewujudkan hal itu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, agar mampu berkembang pelaku UMKM dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif agar menghasilkan kinerja usaha yang bagus. Sebuah UMKM akan sulit berkembang jika pelaku usahanya tidak mengetahui bagaimana cara memasarkan suatu produk yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengaruh pengelolaan keuangan, kompetensi sumber daya manusia dan strategi pemasaran pada kinerja UMKM. Penelitian ini menggunakan 99 sampel yaitu UMKM sektor perdagangan yang termasuk dalam UMKM binaan Koperasi Kota Denpasar. Penentuan sampel menggunakan rumus slovin dan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dengan metode survei. Untuk menjawab hipotesis penelitian menggunakan alat analisis yaitu regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan, kompetensi sumber daya manusia dan strategi pemasaran berpengaruh positif pada kinerja UMKM.

Keywords
Pengelolaan Keuangan; Kompetensi Sumber Daya Manusia; Strategi Pemasaran; Kinerja UMKM

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/4VmHDj3uUXhQ


PENINGKATAN MUTU DAN KEAMANAN PANGAN KRUPUK KULIT IKAN DENGAN PENGEMAS YANG TEPAT
NI MADE DARMADI, DEWA GEDE SEMARA EDI, I GDE SUDIARTA

Show More

Corresponding Author
Ni Made Darmadi

Institutions
Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Abstract
Dalam rangka meningkatkan sektor ekonomi unggulan diantaranya meningkatkan Industri Perikanan dengan olahannya, dan industri kecil lainnya yang dapat memperkuat Perekonomian Nasional. Untuk dapat bersaing dengan baik maka industri tradisional harus dapat meningkatkan mutu dan keamanan pangan mulai dari proses sampai terbentuknya produk, sehingga dapat memberi jaminan mutu dan keamanan pangan bagi konsumen. Krupuk kulit ikan merupakan hasil dari industri rumah tangga, banyak terdapat di Kelurahan Serangan Bali. Pembuatan Krupuk Kulit ikan di buat dengan bermacam-macam teknik, Penelitian mengenai Peningkatan mutu dan keamanan pangan krupuk kulit ikan dengan pengemas yang tepat memiliki tujuan untuk Mendapatkan jenis pengemas dan waktu simpan terlama krupuk kulit Ikan yang bermutu baik berdasarkan analisa Mikrobiologi, Kimiawi dan Organoleptik. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metoda Eksperimen, menggunakan tiga jenis pengemas, penyimpanan selama tiga bulan dilakukan pengamatan secara Kimia, Mikroba setiap bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengemas terbaik adalah pengemas Mika Plastik Polypropylene (M) dan waktu terlama yaitu penyimpanan selam tiga bulan dengan Nilai kualitas : Angka Lempeng Total (ALT) 2,1 x 104 cfu/gr sampel, Kadar Air 9,972 %, Kadar Lemak 8,400 %, Kadar Total Volatil Bases (TVB) 3,340 (mg N %), Kadar Protein 78,390 %, Nilai Subjektif 7 (Disukai). Disarankan meskipun Krupuk Kulit ikan merupakan hasil Industri Rumah Tangga harus memperhatikan Keamanan Pangan mulai dari penyiapan bahan baku, Proses, Penyimpanan dengan jenis Pengemas yang direkomendasi.

Keywords
Krupuk Kulit Ikan, Bahan Pengemas, Penyimpanan

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/dUxE3HWMp6L2


PERAN LITERASI KEUANGAN SEBAGAI PREDIKTOR KINERJA DAN KEBERLANJUTAN UMKM DI KABUPATEN BADUNG Dewa Ayu Rumini1), A.A. Media Martadiani2)
Dewa Ayu Rumini (a*), A A Media Martadiani (b*)

Show More

Corresponding Author
Dewa Ayu Rumini

Institutions
a,b Universitas Warmadewa

Abstract
Sektor UMKM memiliki peran penting bagi pembangunan ekonomi suatu negara, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun dalam praktiknya, UKM sering mengalami keterlambatan dalam pembangunan, sehingga potensi UKM belum selesai secara optimal. Banyak faktor sebagai prediktor kinerja dan keberlanjutan UKM, dalam penelitian ini menggunakan literasi keuangan sebagai prediktor kinerja dan keberlanjutan UKM di Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data primer melalui kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah 100 UMKM di Kabupaten Badung. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah literasi keuangan sebagai variabel independen, serta keberlanjutan UMKM dan UMKM sebagai variabel dependen. Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja UKM dan keberlanjutan UKM di Kabupaten Badung.

Keywords
Literasi Keuangan, Kinerja UMKM, Keberlanjutan UMKM

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/ZgeAzT2wrhaD


PERAN PERCEIVED VALUE DALAM MEMEDIASI PENGARUH GREEN MARKETING TERHADAP LOYALITAS (Studi Pada Pengguna Tumbler Starbucks Coffee di Kota Denpasar)
IA Cynthia Saisaria Mandasari (1), Ade Ruly Sumartini (2)

Show More

Corresponding Author
IA Cynthia Saisaria Mandasari

Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa, Bali, Indonesia

Abstract
Setiap komponen masyarakat mulai khawatir dengan pencemaran lingkungan yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Kepedulian akan hal ini ditunjukan dengan mulai menggunakan produk yang ramah lingkungan dan memperhatikan aktivitas bisnis yang dilakukan oleh perusahaan di sekitar mereka. Melihat kepedulian masyarakat saat ini terhadap lingkungan membuat para pelaku bisnis mulai melakukan green marketing atau pemasaran hijau. Salah satu perusahaan yang menerapkan green marketing adalah Starbucks Coffee melalui produk Tumbler. Penelitian ini memberikan sumbangan pemikiran untuk UMKM di bidang kuliner minuman untuk melakukan green marketing untuk peduli lingkungan serta meningkatkan loyalitas pelanggannya. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar langsung kepada objek penelitian. Populasi dalam penelitian adalah pengguna Tumbler Starbucks Coffee di Kota Denpasar dengan sampel sebanyak 75 responden. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis) dan uji sobel.

Keywords
green marketing, perceive value, loyalitas pelanggan

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/UuYJK7bxzqyM


PERLINDUNGAN KERJA TERHADAP PEREMPUAN DALAM SUATU PERUSAHAAN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003
Desak Gde Dwi Arini, A A Sagung Laksmi Dewi, Ni Made Puspasutari Ujianti

Show More

Corresponding Author
Desak Gde Dwi Arini

Institutions
Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Abstract
ABSTRAK Seiring dengan kemajuan teknologi dan industri di Era Globalisasi, telah membukakan mata dan wawasan perempuan, sehingga banyak perempuan merasa perlu untuk mengasah dirinya agar mampu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Dengan peralihan dari Era industri ke era transformasi informasi yang semakin cepat, yang akhirnya memasuki era pasar bebas yang merupakan manifestasi dari globalisasi, tanpa disadari telah menuntut perempuan untuk lebih memperjuangkan eksistensinya. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan masyarakat moderen telah memaksa kaum perempuan untuk semakin berperan dalam berbagai macam kegiatan kesibukan dan kerja yang produktif di luar kodrat mendampingi kaum pria. Adapun metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yaitu mengkaji dan menganalisa peraturan perundang-undangan serta menggunakan konsep-konsep pendapat sarjana. Perempuan sebagai mitra yang sejajar pria, mempunyai kesempatan yang sama dengan pria dalam pembangunan di segala bidang dan atau mendapat pekerjaan dengan memperhatikan kodrat serta harkat dan martabatnya sebagai perempuan tanpa meninggalkan tugasnya sebagai pembina muda sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Hal ini yang mendasari diadakannya aturan-aturan khusus tentang tenaga kerja perempuan yang memerlukan perlindungan sesuai dengan khodratnya sebagai seorang perempuan tanpa melihat dimana mereka bekerja atau tidak melihat jenis kelamin dan atau macam pekerjaannya dan melakukan hubungan kerja dengan pihak yang mempekerjakannya. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khusunya dalam Pasal 81 sampai dengan Pasal 83. Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan tersebut menerapkan pembatasan pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja perempuan, berdasarkan pertimbangan bahwa perempuan itu lemah badannya untuk menjaga kesehatan dan kesusilaannya. Perlindungan kerja yang dimaksud yaitu satu tentang perlindungan ekonomis,yaitu perlindungan yang berkaitan dengan usaha-usaha untuk memberikan kepada tenaga kerja suatu penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang ke dua tentang perlindungan sosial, yaitu perlindungan yang berkaitan dengan usaha kemasyarakatanyang tujuannya memungkinkan tenaga kerja mengenyam dan mengembangkan perikehidupan sebagai manusia pada umumnya, dan yang ketiga perlindungan teknis, yaitu perlindungan yang berkaitan dengan usaha-usaha untuk menjaga tenaga kerja dai bahaya kecelakaan sepanjang dalam konteks menjalankan pekerjaan di Perusahaan.

Keywords
Perlindungan Kerja; Perempuan; Perusahaan; Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/VjJdC6qPvNMa


Perlindungan Kerja Terhadap Perempuan Dalam Suatu Perusahaan Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
Desak Gde Dwi Arini, A A Sagung Laksmi Dewi dan Ni Made Puspasutari Ujianti

Show More

Corresponding Author
Wirianta Wirianta

Institutions
Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali

Abstract
Perkembangan masyarakat moderen telah memaksa kaum perempuan untuk semakin berperan dalam berbagai macam kegiatan kesibukan dan kerja yang produktif di luar kodrat mendampingi kaum pria. Sehingga penelitian ini dibangun bertujuan untuk mengetahui perlindungan kerja perempuan dalam suatu perusahaan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan kendala-kendala serta hambatan apa saja yang dihadapi pekerja perempuan dalam suatu perusahaan. Adapun metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yaitu mengkaji dan menganalisa peraturan perundang-undangan, mengkaji literatur serta menganalisa peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa perlindungan kerja perempuan dalam suatu perusahaan ditinjau dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dalam prakteknya sudah dapat dikatakan cukup baik berjalan sesuai dengan aturan hukum yang ada. Kendala-kendala dan hambatan yang dihadapi pekerja perempuan dalam suatu perusahaan meliputi hal-hal yang alamiah seperti haid, hamil, dan melahirkan, mendorong diberlakukannya pasal 81 s/d pasal 83 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 yang diwujudkan dalam bentuk cuti.

Keywords
Perlindungan Kerja, Perempuan, Perusahaan, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/HwNhZ9fJkgQ4


Tanggungjawab Pemerintah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Berbasis Partisipasi Masyarakat Untuk Pembangunan Daerah Bali
I Nyoman Gede Sugiartha; I Made Minggu Widyantara; Nyoman Sujana

Show More

Corresponding Author
Putu GD Wirianta

Institutions
Fakultas Hukum Universitas Warmadewa Denpasar

Abstract
Lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warganegara Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H UUD RI 1945. Pengelolaan lingkungan yang kurang bijaksana turut memperparah penurunan kwalitas lingkungan hidup karena itu perlu dilakukan peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan merupakan tanggungjawab pemerintah beserta masyarakat. Pertanggungjawaban pemerintah dalam melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup merupakan fungsi pelayanan publik, untuk menjamin seluruh penduduk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat. Maka pemerintah dapat diminta pertanggungjawabannya, baik secara administrative, perdata maupun pidana mana kala pemerintah lalai melaksanakan kewajibannya yang tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup yang tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat dan untuk mengetahui akibat hukum terhadap pemerintah atas keputusan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang tidak sesuai dengan partisipasi masyarakat di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menerapkan beberapa jenis pendekatan yaitu, pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, pendekatan filsafat, pendekatan sejarah, pendekatan perbandingan, pendekatan kasus termasuk pula pendekatan budaya atas dasar kearifan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya mengemban tanggungjawab sangat sulit sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan kwalitas lingkunan hidup makin nyata. Begitu pula dalam hal terjadi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup pelaku dapat diminta pertanggungjawabannya baik secara hukum perdata maupun hukum pidana. Namun demikian penegakan lingkungan partisipatif dengan mengintegrasikan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan adalah suatu bentuk idial untuk melindungi dan melakukan pengelolaan lingkungan hidup secara bijaksana untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Keywords
pertanggungjawaban Pemerintah, aspirasi masyarakat, hukum lingkungan, penegakan hukum.

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/JMUHGjcwa8ep


Tax Compliance Test Before And After It Does Tax Amnesty In Kanwil Djp Bali
Luh Kade Datrini, Ida I Dewa Ayu Mas Manik Sastri, Ni Nyoman Rusmiati

Show More

Corresponding Author
Made Dessy Kristyani

Institutions
Universitas Warmadewa

Abstract
The implementation of the tax amnesty during the period of July 2016 to March 2017 has provided a stimulus for the growth of state revenues. It was noted at the DGT Bali that the number of corporate taxpayers and individuals participating in the tax amnesty were 31,747 Statement of Assets (SPH), with the amount of assets amnesty valued at Rp. 63,219.15 billion. The total amount of ransom received by the Bali DGT Regional Office during the tax amnesty period was Rp. 1,189.58 billion. The purpose of this study is to obtain empirical evidence of differences in taxpayer compliance, before and after the passing of the tax amnesty at the Bali DGT Regional Office. The output of this research is to provide policy guidance to the Regional Office of the Directorate General of Taxes in making efforts to improve taxpayer compliance through increased tax revenues. The results of the study show that there is no significant effect on the number of additional taxpayers and the amount of tax revenue before and after the tax amnesty is implemented

Keywords
Tax Compliance, Tax Amnesty

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/ZGPbE6BAXYrv


The Relationships Among Market Orientation, Customer Engagement, And Innovation Performance Of Manufacturing Smes
Ni Made Wahyuni, I Made Sara, Ida Ayu Sri Meitri

Show More

Corresponding Author
Kadek Adi Indra Brata

Institutions
Department of Management, University Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia
Faculty of Economic, University Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model kinerja inovasi (innovation performance) berdasarkan pengaruh orientasi pasar (market orientation) dan keterlibatan pelanggan (customer engagement). Praktik orientasi pasar melalui keterlibatan pelanggan memungkinkan perusahaan mencapai kinerja inovasi konteks usaha kecil menengah (UKM) manufaktur Bali. Model konseptual dikembangkan untuk menganalisis peran mediasi keterlibatan pelanggan dalam hubungan orientasi pasar dan kinerja inovasi. Rancangan penelitian adalah cross-sectional. Data kuantitatif dikumpulkan dengan 242 tanggapan yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan pada manajer atau pemilik UKM manufaktur di Bali. Model diuji menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini menemukan bahwa memiliki praktik orientasi pasar yang kuat dan keterlibatan pelanggan yang tinggi sangat penting bagi pencapaian kinerja inovasi. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan hasil yang dapat diperoleh organisasi dengan membangun dan mengelola perilaku berorientasi pasar dan keterlibatan pelanggan. Oleh karena itu, memahami praktik orientasi pasar dan keterlibatan pelanggan penting dalam menciptakan kinerja inovasi yang lebih baik.

Keywords
Orientasi Pasar, Keterlibatan Pelanggan, Kinerja Inovasi

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/WQPXE6B8DzTh


TINGKAT PENERAPAN SAK EMKM PADA PELAKU UMKM DAN UPAYA PENINGKATAN PENERAPAN SAK EMKM DILIHAT DARI PERSEPSI UMKM DAN SOSIALISASI SAK EMKM
I Gde Agung Wira Pertama, S.E.,M.M. & I Nyoman Sutapa, SE., M.Si

Show More

Corresponding Author
I Nyoman Sutapa

Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa

Abstract
Keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sangat membantu perekonomian Indonesia. khususnya UMKM di BALI yang menurut Kementrian Komunikasi dan Informatika (kemenkominfo) RI menilai keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bali sangat maju namun, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iwan Faidi di Semarang menyatakan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih terkendala dengan penyusunan laporan keuangan dan jika dibiarkan hal itu akan berdampak negatif bagi perkembangan UMKM, salah satunya adalah produktivitas menjadi rendah karena kurangnya modal dan akan mempersulit perbankan melakukan analisa kelayakan pemberian kredit kepada pelaku UMKM. Ikatan akuntan Indonesia pada tahun 2018 telah menerbitkan SAK terbarunya yaitu SAK EMKM. SAK EMKM ini diharapkan mampu membantu UMKM dalam melakukan pencatatan laporan keuangan namun, beberapa hasil penelitian sebelumnya menemukan bahwa penerapan SAK EMKM masih rendah. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian ini dengan mengambil objek penelitian di Kota Denpasar yang memiliki UMKM terbanyak di BALI menurut BPS BALI. Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan 1) Penerapan SAK EMKM oleh pelaku UMKM di kota Denpasar. 2) Persepsi Pelaku UMKM di kota Denpasar terhadap SAK EMKM. 3)Menggambarkan sosialisasi SAK EMKM terhadap pelaku UMKM di kota Denpasar. Uji regresi berganda juga dilakukan dalam penelitian ini untuk menguji pengaruh 1) Persepsi Pelaku UMKM terhadap Penerapan SAK EMKM di kota Denpasar dan 2) Menguji pengaruh sosialisasi SAK EMKM terhadap Penerapan SAK EMKM di kota Denpasar. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang didapat dengan menyebarkan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM di kabupaten Denpasar sebanyak 97,277 (Badan pusat statistik Bali 2019). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 100 responden secara acak. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, dan menguji pengaruh antara variabel bebas dengan terikat menggunakan smart PLS. Berdasarkan hasil Analisa data maka dapat disimpulkan bahawa H1 ditolak karena Persepsi Pelaku UMKM tidak berpengaruh terhadap Penerapan SAK EMKM di kota Denpasar dan H2 diterima karena Sosialisasi SAK EMKM berpengaruh positif terhadap Penerapan SAK EMKM di kota Denpasar. Adapun beberapa saran yang dapat peneliti rangkum adalah sebagai berikut; 1) 1) Pada penelitian ini memiliki nilai R Square yang kecil yaitu 0,230. Untuk penelitian selanjutnya disarankan memperbanyak sampel dan menggunakan wilayah yang lebih luas sehingga hasil penelitian bisa lebih dapat digeneralisasi. 2) Persepsi pelaku UMKM tidak berpengaruh terhadap penerapan SAK EMKM di kota Denpasar, namun beberapa peneliti di lokasi berbeda menyatakan bahwa Persepsi pelaku UMKM berpengaruh terhadap penerapan SAK EMK

Keywords
PENERAPAN SAK EMKM, PERSEPSI UMKM DAN SOSIALISASI SAK EMKM

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/j34ERfgU6kra


Page 2 (data 31 to 40 of 40) | Displayed ini 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats