Page 6 (data 151 to 180 of 753) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Richardo Barry Astro
Institutions
1Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
2Kelompok Keilmuan Fisika Material Elektronik,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
3Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a)richardobarryastro[at]gmail.com
b)fayfaridahratnaningsih[at]gmail.com
c)rina.asmarani16[at]gmail.com
d)akfiny[at]fi.itb.ac.id
e)neny[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Pengukuran parameter gerak benda pada eksperimen pesawat Atwood umumnya dilakukan secara manual. Pengukuran jarak tempuh menggunakan mistar atau meteran sedangkan pengukuran waktu tempuh benda dengan menggunakan stopwatch. Kedua proses pengukuran ini sangat rentan akan kesalahan, baik kesalahan dari faktor alat ukur ataupun kesalahan pada waktu pengambilan data. Salah satu solusi untuk mengurangi kesalahan pengukuran adalah dengan menggunakan aplikasi †Trackerâ€.†Tracker†merupakan perangkat lunak untuk menganalisis gerak benda melalui video. Selanjutnya dengan aplikasi†Trackerâ€, video dipecah menjadi kumpulan â€frame†sehingga dihasilkan parameter pengukuran yang lebih akurat. Data yang diperoleh dari eksperimen pesawat Atwood ini kemudian digunakan untuk menentukan momen inersia katrol yang digunakan. Momen inersia katrol yang diperoleh dari eksperimen pesawat Atwood dengan metode video tracking ini memberikan hasil sebesar 10,854 x10-5 kg.m2.
Keywords
Pesawat Atwood, â€Video Trackerâ€, Momen inersia katrol
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Hadyan Luthfan Prihadi
Institutions
Laboratorium Fisika Teoretik
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Boson komposit merupakan partikel yang dibentuk oleh dua fermion atau dua boson. Sedangkan, keadaan koheren merupakan keadaan yang memberikan ketidakpastian minimum. Keadaan koheren khususnya pada boson komposit memiliki peran yang cukup penting, dengan salah satu contohnya adalah aplikasi pada fisika optik kuantum. Sebelumnya sudah diteliti mengenai keadaan koheren pada boson komposit oleh Su-Yong Lee (Phys. Rev. A 88, 063602 (2013)) dengan aplikasinya yaitu untuk menentukan jumlah okupasi maksimum. Dalam tulisan kali ini, akan dibahas bagaimana keadaan koheren pada boson komposit ditranslasikan bagian ruang dan momentumnya menggunakan Operator Heisenberg tanpa mengubah nilai ketidakpastian posisi dan momentumnya.
Keywords
Boson Komposit; Keadaan Koheren; Operator Heisenberg
Topic
Teoretik
Corresponding Author
Yoseph Kristianto Gaspersz
Institutions
1Program Studi Pendidikan Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta,
Jl Pemuda No.10 Rawamangun, Jakarta, Indonesia, 13220
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video klip pada materi termodinamika khususnya efisiensi mesin yang layak digunakan dalam proses pembelajaran fisika untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE. Hasil penelitian ini adalah berupa video klip berisi lagu mengenai efisiensi mesin yang dapat digunakan di dalam kegiatan pembelajaran fisika. Video klip ini akan divalidasi oleh tiga ahli, yakni ahli materi, ahli metodologi, serta ahli media. Hasil validasi dari ahli media 76,92%. Setelah divalidasi oleh para ahli dan dinyatakan layak, video klip diujicoba kepada peserta didik kelas XI IPA.
Keywords
Video Klip, termodinamika, efisiensi mesin
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Resti Yunia Amri
Institutions
a) Jurusan Kimia dan b) New and Renewable Energy Research Group , Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang km. 14, Yogyakarta, 55584 Indonesia
*rudy.syahputra[at]uii.ac.id
Abstract
Ketersediaan sumber daya untuk produksi energi listrik saat ini kian menipis. Oleh karena itu dibutuhkan sumber daya terbarukan yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Biomassa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan residu pertanian yang berpotensi untuk produksi energi listrik. Penelitian ini mengkonversi TKKS menjadi energi listrik melalui metode konversi langsung menggunakan media pasangan reaksi redoks pada temperatur rendah (80-100 ºC) dan tekanan atmosfer. Biomassa dan oksidator FeCl3.6H2O direfluks dan kemudian filtrat yang dihasilkan dari filtrasi digunakan sebagai reduktor dalam kompartemen anoda pada pengukuran densitas arus listrik menggunakan multimeter yang menghubungkan larutan elektrolit KMnO4 sebagai oksidator dalam kompartemen katoda dengan jembatan garam (7,45 gram KCl dan 4 gram agar). Potensi densitas arus listrik yang dihasilkan dievaluasi dengan menggunakan perbedaan konsentrasi oksidator FeCl3.6H2O (0,1; 0,2; 0,3 dan 0,4 mol) dan jenis elektroda (grafit dan Pt/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas arus listrik yang diperoleh dari penggunaan elektroda Pt/C lebih tinggi dibandingkan dengan elektroda grafit. Pengukuran densitas arus menggunakan elektroda Pt/C dengan konsentrasi 0,2 dan 0,4 mol oksidator menghasilkan arus yang stabil selama 24 jam pengukuran dibandingkan dengan konsentrasi 0,1 dan 0,3 mol oksidator, sedangkan pada densitas arus yang stabil pada penggunaan elektroda grafit dihasilkan pada konsentrasi 0,1 dan 0,4 mol oksidator dibandingkan dengan konsentrasi 0,2 dan 0,3 mol oksidator. Densitas arus listrik mula-mula tertinggi yang dihasilkan pada penggunaan elektroda Pt/C yaitu pada konsentrasi 0,1 mol oksidator sebesar 7,97 mA sedangkan pada penggunaan elektroda grafit pada konsentrasi 0,1 mol oksidator yaitu sebesar 3,43 mA.
Keywords
produksi listrik, biomassa, tandan kosong kelapa sawit, reaksi redoks
Topic
Energi
Corresponding Author
Agus Solehudin
Institutions
a)Departemen Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung
b)Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Mesin STKIP Sebelas April Sumedang
Jl. Anggrek Situ No. 19 Sumedang
*)Korespondensi e-mail: asolehudin[at]upi.edu
Abstract
Abstrak Tiang pancang pipa baja karbon di lingkungan air laut umumnya berada pada zona dasar laut (seabed), lumpur, air laut (submerged), percikan (tidal) dan atmosfir. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya korosi yang dapat menurunkan kekuatan dan umur pakai (life time) struktur tersebut. Metode dalam penelitian ini dimulai dari pemodelan persamaan matematis laju dengan persamaan sebagai berikut: r1= 0,0018 [H_2 S]^0,85 x expâ¡[12,6 × 〖10〗^(-3) ( (T-373)/T)] (mm/th), untuk temperature dibatasi lebih dari 273 K dan maksimum 373 K , konsentrasi H2S dibatasi lebih dari nol dan maksimum 500 ppm). r2=3,1 × 〖10〗^(-5) 〖 [H^+ ]〗^0,4 x expâ¡[12,6 ( (T-373)/T)] + 1,31 x log [H+] (mm/th). Dimana pH = -log [H+] dan pH dibatasi lebih dari nol dan maksimum 14. r3= 0,082 x 〖10〗^(-6) ω^(1/2 ) mm/t h, untuk aliran dibatasi lebih dari nol dan maksimum 300 rpm. r4 = 0,109 [Cl-]x + 0,319 mm/th, untuk konsentrasi Cl dibatasi lebih dari nol dan maksimum 5,25%. r5 = 8,7 + 9,86 x 10-3 (O2) – 1,48 x 10-7 (O2)2 – 2,37 x 10-3 (H2S)(O2) – 1,11 x 10-3 (O2)(pH) (mm/th, untuk konsentrasi Oksigen dibatasi lebih dari nol dan maksimum 100 ppm. r6 = 4,93 x 10-2 (CO2)(H2S) – 4,82 x 10-5 (CO2)(O2) (mm/th), untuk konsentrasi CO2 dibatasi lebih dari nol dan maksimum 100 ppm. r7 = [Cl-]a1 x [SO4 2-] a2 x [Ca2+ ] a3 (mm/th), untuk konsentrasi Cl-,SO4 2- dan Ca2+ dibatasi lebih dari nol dan maksimum 100 ppm, dan konstanta a1, a2, a3, tergantung dari pH. Sehingga persamaan laju korosi total dipeoleh: r tot = r1 + r2 + r3 + r4 + r5 + r6 + r7 dan persamaan umur pakai tiang pancang adalah: umur pakai = CA/(laju korosi total ) dimana CA adalah corrosion allowance. Model laju korosi yang diperoleh diverifikasi dengan data hasil percobaan secara curve fitting. Hasil penelitian yang diperoleh adalah prediksi umur pakai tiang pancang pipa karbon hasil model simulasi hampir sama dengan hasil percobaan yang memberikan perbedaan sekitar 1,2%.
Keywords
tiang pancang, laju korosi, baja karbon, life time, air laut
Topic
Material
Corresponding Author
Devi Nurhanivah
Institutions
a) Physics, Faculty of Science and Mathematic, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*devinurhanivah[at]gmail.com
Abstract
Radioterapi masih menjadi cara efektif untuk pengobatan kanker. Tujuan radioterapi yaitu memaksimalkan dosis pada target kanker dan meminimalkan dosis pada organ sehat disekitar target. Terdapat beberapa tahapan dalam proses radioterapi diantaranya pengambilan citra, treatment planning system, simulasi, verifikasi, dan terapi. Dalam ranah fisika medis yang menentukan radioterapi mencapai tujuan tersebut terletak pada sistem perencanaanya atau biasa disebut dengan treatment planning system (TPS). TPS biasanya terdiri dari penentuan distribusi dosis, margin atau volume target, lamanya penyinaran dan homogenitas jaringan. Penentuan distribusi dosis menjadi salah satu yang penting dilakukan untuk verifikasi dosis. Ada kalanya suatu proses TPS tidak sesuai yang diharapkan, dikarenakan adanya suatu penyimpangan baik sistematik maupun penyimpangan acak, seperti pergerakan organ, hal ini dapat menyebabkan pergeseran distribusi dosis. Oleh karena itu, dalam penelitan kali ini akan dibahas mengenai optimasi sudut penyinaran dalam penentuan distribusi dosis menggunakan metode simulated annealing. Dalam metode simulated annealing ini melibatkan suatu fungsi objektif, yang mengevalusi sudut dan dosis agar hasil yang diperoleh optimal yaitu dengan meminimumkan nilai fungsi objektif. Selanjutnya, hasil distribusi dosis tersebut dibandingkan dengan distribusi dosis hasil dari TPS standar yang diperoleh dari percentage depth dose (PDD) dan profile dose (OA). Sehingga, distrbusi dosis yang diperoleh dengan evaluasi metode simulated annealing diharapkan lebih baik dibandingkan dengan TPS standar.
Keywords
Distribusi Dosis, Dosis Profile, Fungsi Objektif, PDD, Simulated Annealing, TPS
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Hani Kurniawati
Institutions
a) Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*fahrizal.afrianto[at]students.itb.ac.id
b) Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
c) Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
d) Laboratorium Fisika Material Elektronik,
Kelompok Keilmuan Fisika Material Elektroni,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*akfiny[at]fi.itb.ac.id
e) Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi energi pada lintasan loop the loop pada roller coaster. Penelitian dikaji menggunakan beberapa persamaan yang telah diturunkan dan dengan mengubah beberapa perubahan variabel seperti ketinggian awal peluncuran, jari-jari serta kecepatan yang dibutuhkan untuk mencapai titik tertinggi. Hasilnya diperoleh bahwa lintasan berbentuk clothoid membutuhkan lebih sedikit energi daripada loop berbentuk melingkar. Dalam kajian ini kereta roller coaster dianggap sebagai sebuah bola pejal yang menghasilkan ketinggian awal 2,47R pada loop berbentuk clothoid, sementara loop berbentuk lingkaran membutuhkan ketinggian awal lebih besar yaitu 2,7R. Pada lintasan clothoid juga memungkinkan kita untuk mengatur batas percepatan dan g-force yang dialami pengendara, sehingga lebih aman tanpa mengurangi sensasi ketegangan dalam menaiki roller coaster.
Keywords
roller coaster, kekekalan energi, loop the loop
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Kevin Yapri
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Untuk meningkatkan ketertarikan dan pemahaman pelajar mengenai teknologi, pembelajaran secara teoretik dari buku tidaklah cukup. Oleh karena itu, penggunaan alat peraga diperlukan untuk mendemonstrasikan fenomena ilmiah dalam kehidupan nyata, khususnya untuk fenomena ilmiah yang terbilang baru yang tidak banyak dikenal oleh masyarakat. Pengembangan dan penggunaan alat peraga ini diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan dan pemahaman secara signifikan terhadap dunia ilmu pengetahuan. Saat ini teknik pendinginan terbaru yang dinamakan pendinginan termoakustik sedang dikembangkan. Mesin pendingin termoakustik adalah jenis mesin yang memanfaatkan fenomena akustik untuk menciptakan efek pendinginan yang timbul dari interaksi termodinamika antara partikel gas yang berosilasi dengan dinding padatan, sehingga gradien temperatur dihasilkan. Mesin pendingin termoakustik menggunakan gas-gas inert sebagai fluida kerja sehingga tidak menyebabkan pemanasan global dan penipisan lapisan ozon. Mesin pendingin termoakustik ini terdiri dari empat komponen dasar, yaitu penggerak akustik, tabung resonator, komponen penukar panas, dan stack. Perbedaan mendasar mesin pendingin termoakustik dibandingkan dengan mesin pendingin konvensional adalah tidak menggunakan kompresor mekanikal ataupun termal dan tidak ada aliran refrigeran, tetapi gas refrigeran bergetar dan tidak mengalir serta kerja kompresor digantikan oleh penggerak akustik (loudspeaker). Kinerja mesin pendingin ini dapat dihitung dengan mengukur perbedaan temperatur gas refrigeran antara sisi dingin dengan sisi panas pada stack yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian dari pengembangan awal ini, mesin pendingin termoakustik gelombang tegak yang dibuat mampu menghasilkan beda temperatur sebesar 25,99oC, dengan kenaikan temperatur sisi panas sebesar 18,97oC dan penurunan temperatur sisi dingin sebesar 7,02oC. Hasil tersebut diperoleh dengan menggunakan tabung resonator sepanjang 100 cm, stack dengan panjang 10 cm, dan frekuensi suara 100 Hz.
Keywords
Alat peraga, mesin pendingin, gelombang tegak, termoakustik
Topic
Energi
Corresponding Author
BANUARA NADEAK
Institutions
1Universitas singaperbangsa karawang
2 Geophysics Dept., FMIPA Universitas Padjadjaran, KM 21 Jatinangor Sumedang, Indonesia
3 Ilmu Ekonomi Pertanian,FAPERTA Universitas Padjadjaran, KM 21 Jatinangor Sumedang, Indonesia
Abstract
Kecamatan Teluk Jambe Barat khususnya Desa Karangligar merupakan daerah dengan kerentanan tertinggi akan bencana banjir dan penurunan kontur tanah di wilayah Karawang barat. Hal tersebut terjadi karena kurangnya resapan air di daerah tersebut yang terjadi akibat dari pembangunan yang semakin pesat dan pengurangan lahan pertanian sebagai daerah resapan air. Pada daerah penelitian terdapat Endapan kuarter (Q) yang merupakan satuan tanah atau batuan yang berumur paling muda dan belum terkonsolidasi. Ketebalan endapan kuarter di Desa Karangligar dan sekitarnya sekitar 30 m. Pola aliran sungai pada daerah penelitian adalah pola meander. Hasil pengukuran sampel tanah, nilai koefisien permeabilitas didapatkan (k):0,000012cm/detik, dari hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai permeabilitas kecil yang menyebabkan air sukar masuk kedalam tanah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyusun alternatif solusi dan rekomendasi dengan antisipasi terhadap fenomena penurunan kontur tanah di Desa Karangligar, Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang. Kegiatan ini akan meninjau dari kondisi geologi daerah tersebut dengan melihat geomorfologi, satuan geologi teknik dan kondisi hidrogeologi umum. Metode yang digunakan dalam analisis ini yaitu dengan analisa peta topografi, analisis citra Shuttle Radar Topography Mission (SRTM), uji laboratorium sampel tanah dan pengamatan di lapangan. Data yang didapatkan berupa nilai koefisien permeabilitas, koefisien pemampatan, pola kerapatan kontur, pola aliran sungai, litologi dan struktur geologi. Kemudian data tersebut dianalisis untuk menentukan satuan geomorfologinya berdasarkan kondisi bentuk muka bumi (landform).
Keywords
Geologi tanah, Geomorfologi, Hidrogeologi, Permeabilitas, Shuttle Radar Topography Mission (SRTM)
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Istiqomah Dini Pratiwi
Institutions
a) Laboratorium Fisika Bumi, Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha no. 10 Bandung, 40132, Indonesia
*istiqomahdinip13[at]gmail.com
b) Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jalan Diponegoro no. 57 Bandung, 40144, Indonesia
Abstract
Struktur geologi bawah permukaan suatu daerah dapat diketahui melalui survei geofisika. Salah satu metode survei geofisika adalah metode magnetotelurik yang memanfaatkan medan elektromagnetik bumi untuk memetakan struktur geologi bawah permukaan berdasarkan distribusi resistivitas material bawah permukaan. Adanya sumber gangguan elektromagnetik di daerah penelitian menyebabkan rendahnya kualitas data. Pada makalah ini, kami akan meningkatkan kualitas data hasil survei magnetotelurik dengan menggunakan analisis time series dan local reference sehingga diperoleh data dengan kualitas tinggi untuk merepresentasikan kondisi bawah permukaan yang sebenarnya.
Keywords
koherensi, local reference, magnetotelurik, resistivitas, time series
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Sindy Oktava
Institutions
Universitas Advent Indonesia
Abstract
Kalsium gliseroksida telah disintesa dari cangkang telur dan telah digunakan sebagai katalis pada pembuatan biodiesel. Bahan dasar pembuatan biodiesel yang diguakan adalah minyak kelapa. Minyak kelapa ditransesterifikasi menggunakan metanol. Transesterifikasi minyak kelapa berbantuan katalis kalsium gliseroksida didasari oleh karena pengembangan biodiesel saat ini masih menggunakan katalis basa homogen seperti KOH. Katalis basa homogen memerlukan proses yang panjang dan biaya yang sangat besar. Selain itu katalis ini memiliki potensi untuk bereaksi kembali dengan biodiesel yang dihasilkan. Untuk menjawab permasalahan ini kalsium gliseroksida digunakan sebagai katalis pengganti. Kalsium gliseroksida disintesa dari CaCO3 dan gliserin. Pada penelitian ini parameter yang digunakan adalah perbandingan jumlah gliserin dalam pembuatan kalsium gliseroksida yang digunakan untuk proses transesterifikasi minyak kelapa. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa larutan gliserin sebanyak 20 ml dapat menghasilkan kalsium gliseroksida yang optimum sebagai katalis untuk proses transesteifikasi biodiesel. Konversi persentase biodiesel yang dihasilkan mencapai ± 90%.
Keywords
Kalsium gliseroksida, cangkang telur, biodiesel
Topic
Energi
Corresponding Author
Nanang Priatna
Institutions
Departemen Pendidikan Matematika,
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Indonesia, 40154
Abstract
Abstrak Perubahan pendidikan dalam bidang STEM dapat mempengaruhi minat siswa untuk menguasai dan berkarir di bidang STEM. Perubahan ini perlu untuk segera dilakukan mengingat tingginya kebutuhan SDM yang menguasai bidang STEM. Pendidikan STEM yang menekankan desain pemecahan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari belum banyak diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Melalui kajian teoritis ini diperoleh model pembelajaran yang dapat mewakili prinsip pendidikan STEM yaitu pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran berbasis proyek menekankan pada keaktifan siswa dalam memilih, merancang, dan memutuskan informasi yang digunakan selama pembelajaran berlangsung. Pembelajaran berbasis proyek tidak hanya mengembangkan kemampuan kognitif bidang STEM, lebih dari itu terdapat keterampilan lain yang secara tidak langsung dilatih. Kemampuan tersebut adalah kemampuan berpikir kritis siswa yang juga termasuk dalam keterampilan utama yang harus dilatih dalam pendidikan abad ke-21 ini.
Keywords
Project-based learning, STEM, berpikir kritis matematis
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Mirzanur Hidayat
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
Jl. Tanah Merdeka, Pasar Rebo, Jakarta, Indonesia, 13830
(a) mirza[at]uhamka.ac.id (corresponding author)
(b) s.arjo[at]uhamka.ac.id
Abstract
Salah satu keahlian yang harus dimiliki bagi mahasiswa jurusan pendidikan fisika adalah keahlian dalam visualisasi saintifik. Keahlian ini berguna baik pada saat mereka menempuh pendidikan selama kuliah maupun saat mereka menjadi guru fisika kelak. Di manuskrip ini disajikan pengenalan visualisasi saintifik bagi mahasiswa pendidikan fisika khususnya mereka yang sedang duduk di bangku kuliah tingkat tahun pertama. Visualisasi saintifik yang dimaksud adalah visualisasi saintifik sederhana yaitu bagaimana cara membuat atau memplot grafik dengan menggunakan komputer. Jenis software yang dipilih adalah yang bersifat free dan/atau open, dalam hal ini dipilih gnuplot sebagai graphing utility dan linux sebagai sistem operasi komputernya. Beberapa plot grafik yang dikenalkan yaitu plot grafik model 2D dan 3D; plot grafik yang didasarkan pada rumus dan pada data numerik; multi-plot dan multi-axis; serta animated plot. Dalam pelaksanaannya, proses pengenalan visualisasi saintifik dilakukan pada saat proses perkuliahan berlangsung (matakuliah TIK dalam pembelajaran fisika) serta dengan diadakannya sebuah workshop.
Keywords
visualisasi saintifik, plot grafik, gnuplot graphing utility, pembelajaran fisika
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Sartika Adi Ningrum
Institutions
Prodi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km. 14,5 Sleman Yogyakarta Indonesia 55584
*e-mail: Riyanto[at]uii.ac.id
Abstract
Rumah sakit merupakan tempat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat yang menjadikannya sebagai salah satu penghasil limbah cair yang berpotensi sebagai pencemar lingkungan karena mengandung berbagai macam senyawa yang berbahaya bagi lingkungan. Salah satu senyawa berbahaya tersebut adalah senyawa amonia. Kadar amonia di lingkungan perairan yang sangat tinggi dapat menjadi racun bagi ikan dan kehidupan akuatik lainnya dan menyebabkan eutrofikasi, sehingga air menjadi keruh dan berbau karena pembusukan lumut-lumut yang mati. Banyak metode yang digunakan untuk menurunkan kadar amonia salah satunya adalah metode elektrolisis. Dalam penelitian dilakukan penurunkan kadar amonia pada limbah cair rumah sakit menggunakan elektrolisis dengan memanfaatkan limbah elektroda Pb dan PbO2 yang diambil dari aki bekas karena Pb/PbO2 yang terdapat dalam aki yang tidak terpakai dapat bersifat racun apabila dibuang ke lingkungan. Proses elektrolisis limbah cair rumah sakit dilakukan dengan variasi tegangan, waktu, dan elektrolit untuk mengetahui kondisi penurunan kadar amonia yang paling optimum. Komposisi unsur dalam elektroda Pb dan PbO2 dianalisis menggunakan SEM-EDS dan hasil elektrolisis dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi elektroda Pb terdiri dari timbal (Pb) 76,52%, oksigen (O) 16,44% dan belerang (S) 7,04%. Komposisi elektroda PbO2 terdiri dari timbal (Pb) 75,64%, oksigen (O) 16,94% dan belerang (S) 7,42%. Setelah dilakukan elektrolisis, didapatkan kondisi tegangan, waktu elektrolisis, dan elektrolit terbaik untuk menurunan kadar amonia masing-masing adalah 15 V, 90 menit, dan NaCl 0,1 N. Persentase penurunan kadar amonia pada limbah cair rumah sakit JIH yang dielektrolisis pada kondisi terbaik sebesar 68,38%.
Keywords
amonia, elektroda Pb/PbO2, elektrolisis, limbah cair rumah sakit
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Ardika Lathif Marcharis
Institutions
Program Studi Kimia dan New and Renewable Energy Research Group
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia
Jln. Kaliurang KM. 14,5 Yogyakarta 55584
Abstract
Telah dilakukan eksperimen pengaruh konsentrasi NaCl, tegangan dan jenis elektroda dalam proses elektrolisis air terhadap nilai pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produksi ion H+ dan OH- dalam proses elektrolisis air sebagai katalis alami dalam sistem. Eksperimen dilakukan dengan elektrolisis aquades 100 mL yang ditambahkan elektrolit NaCl dengan variasi konsentrasi 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,6; dan 0,8 M pada variasi tegangan DC 5; 7,5; 10; 12,5; 15; dan 20 V. Elektroda yang digunakan berupa grafit, stainless steel dan Titanium beserta gabungannya. Pengukuran berupa pH, konduktivitas listrik dan arus setiap 5 menit selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukan, nilai pH meningkat secara signifikan sebesar 5,6 hingga >9 pada kondisi konsentrasi elektrolit yang tinggi dan atau tegangan yang tinggi menggunakan elektroda grafit. Konsentrasi NaCl rendah (4x10-4 M) menggunakan elektroda C(And)-SS(Ktd) dan C(And)-Ti(Ktd) pada tegangan 10V menghasilkan nilai pH yang tinggi yaitu 5,6-10 pada 5 menit pertama dan selanjutnya. Alkalinitias dan asiditas yang terbentuk membantu proses laju reaksi transesterifikasi dan esterifikasi metil ester. Maka dengan terproduksinya ion H+ dan OH- pada permukaan elektroda akan mempengaruhi tingkat asiditas alkalinitas sistem yang menunjang proses laju reaksi sehingga elektrosintesis biodiesel dapat dilakukan tanpa menggunakan katalis tambahan.
Keywords
Biodiesel, Elektrolisis, pH, Elektrolit, Elektroda
Topic
Energi
Corresponding Author
Atik Muryati
Institutions
a)Prodi Kimia dan b)New and Renewable Energy Research Group
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km 14,5 Yogyakarta 55584
*Email: rudy.syahputra[at]uii.ac.id
Abstract
Abstrak Biomassa merupakan sumber energi terbarukan untuk produksi energi listrik. Kandungan selulosa yang relatif tinggi dalam kayu sengon dan jati berpotensi sebagai bahan baku produksi energi listrik yang baik. Meskipun pendekatan termokimia (pirolisis dan gasifikasi) telah praktis digunakan untuk menghasilkan energi listrik, namun proses ini membutuhkan suhu tinggi (600-1.000 °C) dan katalis yang mahal. Sedangkan proses biologis yang dapat mengubah biomasa menjadi listrik dapat bekerja pada suhu rendah, namun energi yang dihasilkan rendah, kondisi reaksi yang spesifik dan membutuhkan waktu yang lama. Metode oksidasi biomasa dapat digunakan secara langsung untuk mengoksidasi biomassa menghasilkan arus listrik pada suhu rendah (<100 °C) dengan penambahan katalis asam. Pada penelitian ini serbuk gergaji kayu sengon dan jati dioksidasi dengan FeCl3.6H2O (0,1790 mol) melalui proses refluks pada suhu 95-98 °C selama 0, 2, 5 dan 10 jam serta penambahan HCl sebagai katalisator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu refluks tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap densitas daya yang dihasilkan. Nilai densitas daya biomassa sengon dan jati masing-masing sebesar 0,5935 mW/cm2 dan 0,5905 mW/cm2 dengan waktu optimum proses refluks selama 2 jam. Pengukuran konsentrasi sisa oksidator FeCl3 menunjukkan kecenderungan menurun seiring dengan bertambahnya waktu refluks. Persentase penguraian biomassa serbuk kayu sengon berbanding lurus dengan peningkatan waktu proses refluks, sedangkan hasil yang berbeda ditunjukkan pada penguraian biomassa serbuk kayu jati.
Keywords
Oksidasi Biomassa; FeCl3; Listrik; Jati; Sengon
Topic
Energi
Corresponding Author
siti aminah
Institutions
1) Prodi kimia dan 2) New and Renewable Energy Reaserch Group, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia, Jl.kaliurang km 14,5 Yogyakarta 55584
*rudy.syahputra[at]uii.ac.id
Abstract
Telah dilakukan penelitian produksi gas H2 menggunakan metode biomass electroyisis. Biomass electrolysis adalah proses penguraian biomassa dengan proses oksidasi sehingga menghasilkan filtrat yang dielektrolisis untuk memproduksi H2. proses ini berjalan dengan menggunakan oksidator FeCl3.6H2O (0,179 mol) dan 5 mL HCl (37%) sebagai katalisator yang direfluks pada suhu 95-97 °C. Pada penelitian ini digunakan 0,5 g ; 5,0 g dan 10 g biomasa dengan waktu refluks selama 2 jam dan filtrat yang diperoleh dianalisis dengan spektroskopi UV-vis untuk mengetahui sisa konsentrasi Fe2+. Filtrat kemudian dicampur dengan aquadest pada perbandingan rasio volume 1:5, 1:10, dan 1:15 sebelum dielektrolisis dengan tegangan DC sebesar 15 V menggunakan elektroda titanium pada anoda dan stainles steel pada katoda. Volume gas H2 yang terbentuk dihitung dengan menggunakan prinsip pemindahan massa gas dalam bejana mengikuti asas Bernouli. Perubahan arus yang terbentuk akibat pembentukan gas H2 selanjutnya digunakan untuk menghitung volume gas H2 yang diperoleh secara teoritik mengikuti hukum Faraday. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar rasio campuran tidak berpengaruh secara signifikan terhadap volume gas H2 yang dihasilkan, akan tetapi berpengaruh positif terhadap waktu yang dibutuhkan dalam pembentukan gas H2. Pengukuran langsung volume gas H2 melalui percobaan yang dibandingkan dengan perhitungan teoritik menggunakan persamaan Faraday yaitu sebesar 12%. Gas H2 yang dihasilkan dapat digunakan pada pembangkit listrik dengan proses fuel cell.
Keywords
Biomass electrolysis, fuel cell, gas H2, Jerami padi
Topic
Energi
Corresponding Author
Eko Januari Wahyudi
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Formula percepatan gravitasi tidal akibat Bulan dan Matahari membantu kita untuk menghitung koreksi tidal secara teoritis pada setiap waktu dan titik di permukaan Bumi. Aplikasi dari perhitungan percepatan gravitasi tidal tersebut sangat umum dilakukan pada tahap awal pengolahan gravimeter relatif. Pada pekerjaan ini, kami menyusun program koreksi tidal dengan menggunakan bahasa pemrograman scilab. Hasil perhitungan pada program tersebut selanjutnya diperbandingkan dengan nilai variasi tidal yang diamati dengan gravimeter kontinu (gPhone). Pola kurva yang ditunjukkan dari perbedaan nilai variasi tidal yang teramati dan perhitungan teoritis masih terlihat sebagai osilasi yang harmonik dengan rentang -6 sampai 6 μGal. Pola tersebut menunjukkan pengaruh ocean tidal loading (OTL) yang belum diperhitungkan pada pekerjaan ini.
Keywords
koreksi tidal, gravimeter relatif, gravity.
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Yeni Tirtasari
Institutions
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
yn.tirtasari[at]gmail.com*
Abstract
Beberapa praktikum atau percobaan pada topik osilasi harmonik sederhana dan osilasi teredam telah dirancang untuk memudahkan pemahaman konsep tersebut baik untuk mata pelajaran fisika tingkat SMA mupun Perguruan Tinggi. Umumnya percobaan-percobaan tersebut hanya menggunakan metode manual saja, sehingga tidak dapat melihat grafik kurva simpangan terhadap waktu. Salah satu teknik yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk perangkat percobaan yang dapat dengan mudah dikembangkan dan dibuat lebih menarik adalah video tracking dengan menggunakan aplikasi Tracker. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengamatan terhadap gerak osilasi harmonik sederhana dan osilasi teredam pada pegas, melakukan analisis jenis redaman yang dialami sistem berdasarkan variasi fluida sebagai media peredam, dan menghubungkan gaya stokes dengan konstanta redaman untuk memperoleh nilai koefisien viskositas dari suatu fluida. Percobaan penentuan nilai konstanta pegas dilakukan dengan menggunakan varisi pegas A, pegas B dan pegas C, dengan variasi massa beban total (m1= 48 g, m2= 52 g, m3= 60 g, m4= 66 g dan m5= 75 g), dan menggunakan kamera dengan mode kecepatan 120 fps dan 25 fps. Sebagai data pembanding maka dalam pengamatan ini juga digunakan metode manual (pengukuran periode menggunakan stopwatch) dan metode dinamik (pengukuran periode menggunakan teknik video tracking). Pada percobaan penentuan nilai konstanta redaman digunakan pegas A dengan massa beban 30 g, medium peredam berupa fluida yaitu air, gliserin, oli SAE 80W-90, minyak goreng Bimoli dan madu. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat dinyatakan bahwa, penggunan teknik video tracking cukup baik untuk mengamati fenomena osilasi harmonik sederhana dan osilasi teredam. Dari analisis nilai konstanta redaman dari variasi fluida dengan fit builder pada aplikasi Tracker dengan teknik video tracking, penggunaan madu sebagai medium peredam mengasilkan fenomena osilasi redaman kritis (critically damped), sedangkan gliserin, oli SAE 80W-90, minyak goreng Bimoli dan air menghasilkan fenomena osilasi redaman terlalu rendah (underdamped). Berdasarkan nilai konstanta redaman yang dihubungkan dengan gaya Stokes, perolehan nilai koefisien viskositas tersebut ternyata tidak memiliki kesesuaian dengan nilai koefisien viskositas referensi.
Keywords
Osilasi, pegas, konstanta pegas, konstanta redaman, teknik video tracking, koefisien viskositas.
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Estiyanti Ekawati
Institutions
(1) Center for Instrumentation Technology and Automation, Institut Teknologi Bandung
(2) Engineering Physics Program, Faculty of Industrial Technology, Institut Teknologi Bandung
Abstract
This paper reports the design and implementation of piezoelectric mat to harvest energy from human walking and jumping activities on the mat. The mat consisted of a rubber mat loaded with an array of piezoelectric chips. These chips produced electrical voltage when receiving a pressure. Connecting these chips to a closed electrical circuit would let the electrical current flows. The current was flown to a rectifier, and the respective electrical charge could be collected in a super capacitor. The module was also complemented with a human machine interface to monitor the capacitor�s voltage. This application was programmed in Java platform and was integrated with a serial communication RS232 and a microprocessor that function as a data acquisition module. Evaluation of the overall module consisted of chip characteristic, capacitor charging and discharging. The chip characteristic test helped to select the piezoelectric type t use underneath the carpet. The selected chips were covered by resin to protect them from excessive pressure. The ability to charge capacitor was tested by performing walking and jumping on top of the carpet in 5 minutes. These activities generated in 1.1V potential at the capacitor. Varying and intensifying these activities produced 3V and managed to light of � Watt LED. On the other hand, the time constant of capacitor discharge was 76.92 minutes.
Keywords
Piezoelectric, Energy Harvesting
Topic
Physics
Corresponding Author
Dede Trie Kurniawan
Institutions
* Mahasiswa S-3 Program Studi Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
dhe3kurniawan[at]gmail.com atau dedetriekurniawan[at]fkip-unswagati.ac.id
Abstract
Pada makalah ini dipaparkan bagaimana seharusnya perkuliahan fisika dasar diberikan untuk calon guru matematika dalam upaya pemenuhan kompetensi literasi matematikanya. Menurut NCTM (National Council Of Teacher Of Mathematics) tahun 2014 Kompetensi calon guru matematika harus memiliki kemampuan pemecahan masalah, komunikasi, penalaran inferensi logika, koneksi dan representasi. Matakuliah Fisika dasar bisa menjadi penyedia untuk pengasahan kompetensi penalaran inferensi logika dan representasi. Sayangnya perkuliahan fisika untuk calon guru matematika selama ini lebih banyak dipandang sebagai bentuk pengetahuan daripada sebagai bentuk cara berpikir atau cara menyelidiki dalam pengasahan literasi matematika. Hal inilah yang menyebabkan hasil perkuliahan fisika belum menunjukan kebermanfatan yang signifikan terhadap kompetensi calon guru matematika. Hal ini terlihat pada hasil penelitian pendahuluan yang dilakukan pada tahun 2013 terungkap bahwa kemampuan interpretasi data mahasiswa calon guru matematika di perguruan tinggi swasta �x� cirebon berada dalam kategori rendah yaitu sebesar 47.1 Persen. Dari Seluruh mahasiswa tingkat I, Hanya 34.8 Persen mahasiswa yang sudah dapat menyelesaikan soal tingkat C4 untuk keterampilan berpikir Analisis disalah satu konsep fisika yang diujiankan. Untuk itu Perlu suatu pemikiran dan pengembangan mata kuliah fisika yang khusus diberikan kepada mahasiswa calon guru matematika dalam upaya memenuhi literasi matematiknya. Penulisan makalah ini bertujuan untuk mamaparkan upaya mengembangkan dan menganalisis model perkuliahan fisika dasar dalam meningkatkan kemampuan inferensi logika dan representasi matematik calon guru matematika. Hingga saat ini belum adanya pengkajian dan penelitian yang mendalam mengenai perkuliahan fisika dasar untuk calon guru matematika yang terpublikasi luas baik di indonesia maupun internasional. Oleh karena itu, peneliti berminat untuk mengembangkan struktur perkuliahan, bahan ajar digital dan metode perkuliahan yang tepat untuk membekali kemampuan inferensi logika dan representasi matematik mahasiswa calon guru matematika. Hasil Pengembangan ini diharpakan dapat dipakai dan menjadi rujukan bagi LPTK lain yang mempersiapkan calon guru matematika melalui perkuliahan fisika dasar. Makalah ini merupakan hasil studi pendahuluan dan telaah pustaka akan program pengembangan yang akan peneliti lakukan mengenai perkuliahan fisika dasar untuk calon guru matematika di salah satu Lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) kota cirebon.
Keywords
Fisika dasar, Calon guru matematika, LPTK
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Nita Lestari
Institutions
1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UNJ, 2Dosen Pembimbing 1, 3Dosen Pembimbing 2
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berupa kursus online dalam bentuk video pembelajaran fisika pada pokok bahasan mekanika benda titik. Fokus penelitian adalah mengembangkan media pembelajaran agar dapat digunakan sebagai penunjang dalam pembelajaran mandiri yang diimplementasikan kepada warga belajar program paket C. Metode penelitian yang digunakan adalah metode research and development (R&D) dengan model pengembangan Dick and Carey yang terdiri dari sepuluh tahapan, yaitu: mengidentifikasi tujuan intruksional umum, melakukan analisis intruksional, mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa, menulis tujuan kinerja, mengembangkan butir tes acuan patokan, mengembangkan strategi intruksional, mengembangkan dan memilih bahan instruksional, mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif, merevisi kegiatan instruksional dan mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif. Penilaian produk dilakukan oleh beberapa dosen uji kelayakan media yaitu ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran. Hasil dari penelitian ini adalah website berisi video pembelajaran yang dapat diakses secara gratis oleh siapapun baik warga belajar program paket C maupun siswa SMA.
Keywords
Peneltian Pengembangan, Multimedia Interaktif, MOOCs
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Herman Santoso Pakpahan
Institutions
Magister Pengajaran Fisika, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha No. 10, Bandung 40132, Indonesia
*pakpahan.herman891[at]gmail.com
Abstract
Mengetahui karakterisasi konduktor besi (Fe), baja (Zn-C), timbal (Pb), dan semikonduktor tungsten dapat dilakukan melalui percobaan Efek Hall. Melalui percobaan ini, diperoleh Konstanta Hall (RH) untuk masing-masing bahan tersebut. Konstanta Hall sendiri menunjukkan banyaknya pembawa arus dalam sebuah plat konduktor saat dialiri arus listrik. Pembawa arus dalam mekanisme konduksi bahan konduktor dapat berupa muatan positif (hole) atau muatan negatif (elektron). Hasil percobaan memberikan nilai RH untuk tungsten pada arus bahan (Ib) tetap sebesar 1.21x 10-10 m^3/C dan B tetap sebesar 2.5 x 10 -9 m^3/C; besi untuk (Ib) tetap sebesar 1,26 x 10 -10 m^3/C dan B tetap sebesar 5,22 x 10-10 m^3/C; baja untuk Ib tetap sebesar 3,60 x 10-7 m^3/C dan B tetap sebesar 3,58 x 10-7 m^3/C; dan timbal untuk Ib tetap sebesar 1,78 x 10-9 m^3/C dan B tetap sebesar 3,03 x 10-9 m^3/C. Berdasarkan nilai tegangan hall (VH) yang diperoleh dapat dinyatakan bahwa pembawa arus pada konduktor besi, baja, dan semikonduktor tungsten adalah muatan positif, sedangkan pada konduktor timbal pembawa arusnya adalah elektron.
Keywords
pembawa arus, konstanta-tegangan Hall
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Mohammad Indra Nugraha
Institutions
a) Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha No. 10, Bandung 40132, Indonesia
*indra.indor[at]gmail.com
b) Fakultas Informatika, Telkom University
Jalan Telekomunikasi No. 01, Terusan Buah Batu, Bandung, Jawa Barat 40257, Indonesia
Abstract
Angklung adalah suatu instrumen musik yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia, yang terbuat dari bambu. Dalam suatu penampilan angklung dibutuhkan lebih dari satu orang pemain yang membentuk suatu paduan angklung. Beberapa penelitian telah banyak dilakukan untuk mengatasi permasalahan bentrok nada, yaitu keadaan dimana satu pemain harus memainkan lebih dari satu angklung yang dipegangnya pada saat yang bersamaan. Namun pendistribusian penempatan posisi pemain yang dapat menghasilkan suatu penampilan paduan angklung dengan kualitas suara yang baik belum dipertimbangkan. Untuk ini dalam penelitian ini akan dikaji mengenai pendistribusian posisi pemain angklung sehingga nada angklung tersebar merata. Distribusi pemain angklung dianalogikan sebagai distribusi muatan titik yang disimulasikan menggunakan metode algoritma genetika. Pendistribusian yang optimal diperoleh dengan meminimumkan energi total dalam sistem. Pengujian pun dilakukan dengan mensimulasikan distribusi pemain angklung untuk sebagian lagu Es Lilin dan Twinkle Twinkle Little Stars. Simulasi dilakukan terhadap beberapa variasi jumlah pemain dan pasangan main tanpa bentrok nada. Hasil simulasi menunjukkan posisi pemain angklung dengan nada yang tersebar merata.
Keywords
Angklung, Algoritma Genetika, Muatan Titik, Pendistribusian Pemain Angklung
Topic
Physics
Corresponding Author
Nina Widiawati
Institutions
1Laboratorium Fisika Nuklir,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) ninawidiawati[at]gmail.com (corresponding author)
b) szaki[at]fi.itb.ac.id
c) dirwanto[at]fi.itb.ac.id
d)pramutadi[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Studi perbandingan ukuran reflektor dalam reaktor cepat berpendingin timbal dengan skema MCANDLE telah dilakukan. Reaktor cepat berpendingin berpendingin (LFR) adalah salah satu rancangan reaktor generasi keempat. Reaktor ini dirancang dengan output daya termal 500 MWt. Skema burn-up Modifikasi yang dimodifikasi memungkinkan reaktor memiliki operasi umur panjang dengan hanya menyediakan uranium alami sebagai masukan siklus bahan bakar. Skema ini yang mengenalkan daerah diskrit, bahan bakar pada awalnya diletakkan di daerah 1, setelah satu siklus 10 tahun terbakar, bergeser ke wilayah 2 dan wilayah 1 diisi oleh bahan bakar uranium alami segar. Reaktor ini dirancang selama 100 tahun dengan 20 daerah disusun secara aksial dan radial. Reaktor didesain dengan variasi ukuran reflektor yaitu 50 cm, 60 cm dan 70 cm. Perhitungan neutronik dilakukan dengan kode SRAC menggunakan perpustakaan data nuklir berdasarkan JENDL 4.0. Nilai faktor multiplikasi efektif masing-masing untuk setiap ukuran reflektor 50 cm, 60 cm dan 70 cm adalah 1, 062365; 1, 063184; 1,064139 pada awal operasi (Begin Of Life) dan 1,095358; 1,095427; 1,095446 pada akhir operasi (End Of Life). Berdasarkan hasil yang diperoleh reflektor sebagai komponen dasar reaktor cukup berpengaruh terhadap nilai faktor multiplikasi efektif (k-eff) suatu reaktor cepat. Semakin besar ukuran reflektor maka semakin besar nilai k-eff nya. Hal ini mengindikasikan semakin sedikit neutron yang bocor dari reaktor.
Keywords
LFR, MCANDLE, SRAC, K-eff, Reflektor
Topic
Fisika Nuklir
Corresponding Author
Dede Trie Kurniawan
Institutions
1Dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unswagati Cirebon
dhe3kurniawan[at]gmail.com atau dedetriekurniawan[at]fkip-unswagati.ac.id
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan penguasaan konsep mekanika melalui pembelajaran berbantuan praktikum virtual pada mahasiswa calon guru matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan penelitian �control group pretest-posttest design�. Penelitian ini dilaksanakan pada pokok bahasan kinematika dan dinamika untuk mahasiswa calon guru matematika tingkat I disuatu LPTK swasta kota cirebon tahun ajaran 2015/2016. Subyek penelitian terdiri dari dua kelas dengan jumlah sampel masing-masing sebanyak 23 mahasiswa calon guru matematika. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data penguasaan konsep dengan indikator tingkatan berpikir menurut bloom dari C1 sampai C4. Uji hipotesis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji t pada N-gain penguasaan konsep setelah dilakukan pembelajaran menggunakan praktikum virtual. Hasil analisis data menunjukkan N-gain penguasaan konsep sebesar 0,31 (sedang). Indikator Tingkat berpikir yang tinggi berada di C2 (pemahaman) dengan N Gain sebesai 0.33 sedangkan Terendah berada di C4 (analisis) dengan N Gain sebesar 0.14. Dari analisis ini maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis praktikum virtual bagi mahasiswa calon guru matematika secara signifikan dapat lebih meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa calon guru matematika. Disamping itu pada umumnya, mahasiswa memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran menggunakan praktikum virtual.
Keywords
Mekanika, Praktikum virtual, penguasaan konsep, mahasiswa calon guru matematika
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Ikha Rizky Ramadani
Institutions
a) Jurusan Statistika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
*ikharizky[at]gmail.com
Abstract
Extreme Value Theory (EVT) merupakan salah satu metode statistika untuk mengidentifikasi kejadian ekstrim. Metode ini biasanya digunakan untuk memodelkan kejadian-kejadian yang bersifat ekstrem, seperti kerugian yang jarang terjadi tetapi memiliki dampak yang sangat besar. EVT banyak diterapkan pada bidang lingkungan (environment) misalnya kejadian cuaca ekstrim seperti badai salju, gelombang panas (heat waves), dan curah hujan ekstrim yang kerap menimbulkan dampak destruktif pada kehidupan manusia. Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, analisis kejadian ekstrim seringkali dilakukan secara univariat atau pada satu lokasi saja. Sedangkan kuantitas unsur cuaca seperti suhu dan curah hujan biasanya diukur berdasarkan lokasi dan waktu atau merupakan data spasial. Oleh sebab itu, pemodelan spasial dan temporal diperlukan pada analisis kejadian ekstrim. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kejadian ekstrim secara spasial adalah Max Stable Processes (MSP). Metode ini berfungsi untuk memodelkan dependensi ekstremal antar lokasi dengan mentransformasikan distribusi marjinal nilai ekstrim ke dalam distribusi Frechet. Pada perkembangannya, aspek temporal atau dependensi waktu turut diperhitungkan ke dalam MSP atau yang disebut dengan Space-Time Max Stable Processes. Pada penelitian ini dikaji mengenai prosedur analisis Space-Time Max Stable Processes dengan aplikasi data curah hujan ekstrim di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur.
Keywords
Extreme value theory; max stable processes; space-time max stable processes; curah hujan ekstrim; dependensi ekstremal
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Duden Saepuzaman
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika FPMIPA UPI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains (KPS) siswa yang mengikuti pembelajaran inkuiri dengan mempergunakan eksperimen nyata-virtual (PVE), eksperimen virtual-nyata (VPE), eksperimen virtual (VE), dan eksperimen nyata (PE). Penelitian ini mempergunakan empat kelompok sampel, kelompok kontrol diberi perlakuan pembelajaran inkuiri dengan menggunakan eksperimen nyata (PE) sedangkan ketiga kelompok eksperimen masing-masing diberi perlakuan pembelajaran inkuiri menggunakan eksperimen nyata-virtual (PVE sebagai Eksperimen 1), eksperimen virtual-nyata (VPE sebagai Eksperimen 2), dan eksperimen virtual (VE sebagai Eksperimen 3). Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain Comparison Group Design. Hasil analisis perbandingan peningkatan (Ngain) penguasaan konsep menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk keempat kelompok (ANOVA, Sig. = 0.00 < α = 0.05). Kelompok PVE menunjukkan nilai rerata Ngain paling tinggi dan ketika diuji statistik menununjukan perbedaan yang signifikasi dibanding tiga kelompok lainnya. Hal yang sama terjadi pada perbandingan peningkatan keterampilan proses sains siswa. Kelompok PVE menunjukkan nilai rerata Ngain keterampilan proses sains paling tinggi dan ketika diuji statistik menununjukan perbedaan yang signifikasi dibanding tiga kelompok lainnya. Tetapi rerata Ngain keterampilan proses sains kelompok VE tidak berbeda signifikan dengan kelompok PE. Berdasarkan analisis dan uji statistik disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri dengan menggunakan kombinasi eksperimen nyata-virtual (Virtual-Physical Experiment) secara signifikan dapat lebih meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa SMA dibandingkan model pembelajaran inkuiri dengan menggunakan eksperimen virtual-nyata (Virtual-Physical Experiment), eksperimen virtual (Virtual Experiment), maupun eksperimen nyata (Physical Experiment)
Keywords
eksperimen nyata-virtual, penguasaan konsep, keterampilan proses sains
Topic
Physics
Corresponding Author
Nur Eli Purnamasari
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung 40154, Indonesia
*nur_purnamasari[at]ymail.com
Abstract
Keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan di abad 21 yang semakin berkembang dengan pesat. Keterampilan berpikir kritis sangat perlu dilatihkan kepada siswa agar siswa berpikir dan mengajukan permasalahan secara kritis tentang konsep IPA yang dipelajari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMP melalui pengembangan multimedia komputer. Dalam rangka mencapai tujuan, digunakan media komputer supaya siswa dapat dengan mudah memahami materi perpindahan kalor yang abstrak menjadi lebih riil. Dalam multimedia komputer ini, terdapat beberapa menu yang dapat dipilih yaitu e-book, animasi, video, contoh soal, dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah 4D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Adapun langkah-langkah dalam pengembangan media komputer yaitu menentukan materi yang akan diambil, membuat storyboard, membuar flowchart, pembuatan multimedia dibantu oleh ahli, judgement multimedia, revisi multimedia, implementasi di sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMP di Lembang Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa meningkat setelah digunakan multimedia komputer pada konsep perpindahan kalor.
Keywords
Multimedia komputer; Kemampuan berpikir kritis; Perpindahan kalor
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Wilson Jefriyanto
Institutions
(a) Laboratorium Fisika Instrumentasi
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*wilsonjefriyanto[at]gmail.com
Abstract
Teknologi sensor telah banyak mengalami perkembangan di berbagai bidang tidak hanya pada bidang industri, tetapi juga merambah pada bidang lain, seperti bidang otomotif, teknologi pengolahan, bangunan, medis, komunikasi, teknologi informasi, mitigasi bencana dan bidang lainya. Dalam bidang mitigasi bencana, salah satu sensor yang digunakan yaitu sensor untuk mengamati pergerakan tanah dalam mangantisipasi terjadinya tanah longsor yang rawan terjadi di Indonesia. Dalam penelitian ini telah dikembangkan sensor Linear Variabel Differential Transformer (LVDT) yang merupakan sensor posisi yang dapat dijadikan sebagai sensor pergeseran tanah. Perkembangan sensor LVDT banyak mengalami perkembangan dan sudah mulai diproduksi, namun harga jualnya masih tergolong mahal sehingga tidak mudah untuk mendapatkannya. Pada penelitian ini sensor LVDT dibuat dengan menggunakan bahan yang terjangkau sehingga harganya lebih murah. Sensor LVDT yang dikembangkan pada penelitian ini terdiri dari 3 jenis konfigurasi yaitu LVDT dengan konfigurasi umum, konfigutarsi Balanced linear- tepered secondaries dan konfigurasi Overwound Linear- tapered secondary windings dengan diameter dan jumlah lilitan yang bervariasi. Dari penelitian yang telah dilakukan, konvigurasi LVDT umum menghasilkan pengukuran yang linear pada sensor dengan diameter 1.5 cm dan ukuran kawat email 0.3 mm. Sensor LVDT dengan konfigurasi Overwound linear- tapered secondary windings menghasilkan pengukuran yang sangat akurat, dengan koefisien korelasi mendekati satu (1). Sensor LVDT dengan konfigurasi ini memiliki spesifikasi nilai skala terkecil (NST) 0.1 mm dengan jangkauan pengukuran sampai 140 mm.
Keywords
LVDT, Pergeseran tanah, Sensor, Tanah longsor
Topic
Fisika Instrumentasi
Page 6 (data 151 to 180 of 753) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats