Page 5 (data 121 to 150 of 753) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Aufa Numan Fadhilah Rudiawan
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Magnet kuat, seperti magnet NdFeB, saat ini banyak diproduksi dan dijual dalam bentuk bola. Bola-bola magnet ini dapat membentuk rantai panjang yang mengingatkan kita kepada sifat mekanik dari tali elastis. Dalam makalah ini akan ditunjukkan pemodelan kelengkungan kurva pada kasus rantai butiran magnetik terentang horizontal dengan mengasumsikan bahwa rantai tersebut menyerupai sebuah tali. Kemudian, ditunjukkan pula sejumlah kasus berbeda dengan menambahkan beberapa bola besi diantara rantai bola magnet. Sampel seperti ini (terdiri dari 2 bahan berbeda) dikenal sebagai bahan komposit. Pendekatan yang digunakan adalah persamaan gelombang pada tali dan fungsi kuadrat, dan metode beda hingga untuk membandingkan hasil eksperimen dan numerik, serta metode dinamika molekular untuk simulasi gaya antar butiran.
Keywords
besi, butiran, gaya, kelengkungan, komposit, magnet, tali
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Novi Sopwan
Institutions
a) Program Studi Ilmu Falak, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya
*sopwan[at]uinsby.ac.id
b) Kelompok Keahlian Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Panjang tahun dalam penanggalan Masehi adalah 365 hari untuk tahun pendek dan 366 hari untuk tahun panjang. Panjang tahun dalam penanggalan Hijriah adalah 354 untuk tahun pendek dan 355 untuk tahun panjang. Selisih panjang tahun antara penanggalan Masehi dan Hijriah adalah 11 hari setiap tahunnya. Perbedaan tersebut menyebabkan awal tahun Hijriah akan bergeser 11 hari lebih cepat setiap tahunnya. Bulan baru merupakan fase Bulan yang menjadi kondisi awal pergantian bulan dalam sistem penanggalan Bulan, khususnya penanggalan Hijriah. Dalam makalah ini diperlihatkan distribusi kejadian Bulan baru dalam penanggalan Masehi dan Hijriah dalam rentang waktu 2500 tahun Masehi. Dengan mengetahui distribusi ini, kita dapat memperoleh gambaran kemungkinan awal bulan Hijriah disepanjang tahun Masehi.
Keywords
Kalender; Masehi; Hijriah; Bulan Baru
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Cherly Salawane
Institutions
a)Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Halmahera
Jalan Raya Wari Ino Tobelo, Halmahera Utara, Indonesia, 97762
dan
Program Studi Pendidikan IPA, Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
Jl. Kelud Utara III Semarang, Indonesia 50237
*salawanecherly[at]yahoo.co.id
b)Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang
Kampus Sekaran Gunungpati Semarang, Indonesia 50229
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan perangkat perkuliahan, mengembangkan perangkat perkuliahan berpendekatan SETS (science, environment, technology, and society) untuk mitigasi bencana debu vulkanik, mengetahui nilai validitas, realibilitas, dan efektivitas dari perangkat perkuliahan. Perangkat perkuliahan yang dikembangkan meliputi RPS (rencana pembelajaran semester), SAP (satuan acara pembelajaran), buku ajar, media pembelajaran, LKM (lembar kerja mahasiswa), panduan simulasi PRB (pengurangan resiko bencana), produk pembelajaran, dan instrumen evaluasi. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan research and development (R&D). Pengembangan perangkat perkuliahan mengadaptasi model penelitian pengembangan 4-D (define, design, develop, and disseminate) seperti yang disarankan oleh Thiagarajan (1974). Subjek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Penelitian ini diharapkan menghasilkan perangkat perkuliahan berpendekatan SETS untuk mitigasi bencana debu vulkanik yang valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam kegiatan perkuliahan sehingga menghasilkan mahasiswa/masyarakat yang tanggap terhadap bencana debu vulkanik, serta menghasilkan perguruan tinggi/universitas siaga bencana di Indonesia.
Keywords
Mitigasi Bencana; Debu Vulkanik; Perangkat Perkuliahan; SETS
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Fathimah Salma Mahfuzhah
Institutions
Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (PJBL) terhadap berpikir kreatif siswa pada materi Plantae. Metode yang digunakan adalah desain quasi eksperimen jenis pretest posttest control group design. Prosedur yang dilakukan dengan pemberian pretest, pelaksanaan pembelajaran, pemberian posttes, dan penarikan kesimpulan hasil penelitian. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMAN 74 Jakarta Selatan Tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu random sampling. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas X MIA1 berjumlah 34 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas X MIA 2 berjumlah 34 siswa sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa soal uraian sebanyak 10 soal, lembar observasi siswa dan lembar observasi guru. Berdasarkan pengujian hipotesis statistik dengan uji-t pada taraf signifikan 0,05 didapat hasil thitung lebih besar dari ttabel (2,47>1,99) sehingga H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (PJBL) terhadap berpikir kreatif peserta didik pada materi plantae di SMA Negeri 74 Jakarta Selatan.
Keywords
Berpikir Kreatif, Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL), Plantae
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Sparisoma Viridi
Institutions
(a) Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*dudung[at]fi.itb.ac.id
(b) UIN Ar-Raniry, Jl. Syeikh Abdul Rauf, Kopelma Darussalam, Banda Aceh 23111, Indonesia
Abstract
Butiran dengan massa jenis (
ho_b) yang terapung di atas fluida dengan massa jenis (
ho_f) akan bergerak vertikal bergantung pada posisi permukaan fluida (z_f). Dengan adanya pengaruh gaya gravitasi (F_G) dan gaya angkat (gaya Archimedes) (F_A), gerak vertikal benda akan sedikit terlambat (tertunda) sebesar ( au) dibandingkan dengan gerak vertikal permukaan fuida, atau posisi (z_b(t) approx z_f(t + au)). Dengan asumsi bahwa permukaan fluida selalu tegak lurus arah gaya gravitasi atau ukuran butiran (D_b) jauh lebih kecil dari panjang gelombang permukaan fluida (lambda_f), dapat diamati dinamika permukaan fluida dengan menggunakan beberapa butiran, yang tidak tepat sama dengan dinamika permukaan fluida (perambatan gelombang) itu sendiri. Diperoleh bahwa ( au = au(
ho_b,
ho_f, D_b, lambda_f)), dengan (F_G = F_G(V_b,
ho_b)) and (F_A = F_A(V_f,
ho_f)), di mana (V_b) adalah volume butiran dan (V_f) adalah volume butiran yang tercelup.
Keywords
butiran berbentuk bola, gaya Archimedes, gaya gravitasi, gelombang
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Asep Rohiman
Institutions
Pusat Survei Geologi, Badan Geologi
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Doponegoro No.57 Bandung 40122, Indonesia
*email : asep.rohiman[at]esdm.go.id
Abstract
Gunung Masurai adalah salah satu gunung berapi di Jambi, Indonesia. Literatur mengenai Gunung Masurai masih sangat terbatas. Padahal penelitian mengenai gunung berapi sangat penting sebagai deteksi dini terhadap bencana alam, seperti letusan gunung berapi dan gempa bumi. Melalui penelitian yang komprehensif periode letusan gunung berapi dapat diprediksi dan tindakan pencegahan yang optimal dapat dipersiapkan untuk meminimalkan korban bencana. Dalam penelitian ini, dilakukan studi mengenai geokima batuan dari Gunung Masurai. Sebanyak 120 sampel batuan dikarakterisasi menggunakan XRF ARL 9900 untuk unsur-unsur utama. Sedangkan untuk unsur-unsur jejak dan logam tanah jarang dikarakterisasi menggunakan ICP-MS. Kemudian sampel paleosol dan karbon dikarakterisasi penanggalan menggunakan alat carbon dating. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh klasifikasi batuan berdasarkan karakteristik secara geokimia yaitu : basal, andesit-basal, andesit, dasit, dan riolit. Batuan tersebut menyebar dari bagian selatan sampai ke utara Gunung Masurai. Berdasarkan hasil karakterisasi Carbon Dating, Gunung Masurai telah mengalami dua periode letusan. Batuan bagian utara Gunung Masurai berumur 29 kaBP sementara batuan dari bagian selatannya berumur 17,7 kaBP. Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menghasilkan data yang lebih representatif dan valid sehingga menghasilkan kesimpulan yang lebih komprehensif.
Keywords
Masurai, Geokimia, vulkanik, LTJ, carbon dating
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Etty Jaskarty
Institutions
a) Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Mesin
STKIP Sebelas April Sumedang,
Jl. Anggrek Situ no. 19 Sumedang, Indonesia, 45323
* g4refiadi[at]gmail.com
Abstract
Abstrak Kinerja guru Fisika SMA yang merupakan alumni dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK-IPA) telah dievaluasi implementasi kurikulumnya pada kelas X di SMA Negeri 1 Bandung dan SMA Negeri 2 Bandung. Penggunaan Model Countenance Stake lebih dikenal dengan matriks descriptive dan judgment sebagai instrumen untuk mengorganisasi data hasil evaluasi. Sementara istilah Contingency-Congruence dipergunakan untuk menganalisis data. Penelitian ini menggunakan metoda descriptive inquiry non-experiment dengan kriteria evaluasi meliputi: Struktur belajar Fisika bersifat hierarki, Teknik penulisan matriks, Teknik visualisasi matriks, dan Binary Square Symetric Similarity (BSSS) Matrix, dengan konversi data qualitatif-quantitatif pada kerangka stake matrix. Hasil analisis matriks observasi secara Empirical Contingency menggambarkan variabilitas pola guru mengajar. Sedangkan hasil analisis matriks Intended secara Congruence menunjukan implementasi kurikulum secara riilnya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa pola guru mengajar merupakan kualitas proses implementasi kurikulum. Sedangkan organisasi bahan ajar merupakan kualitas perencanaan implementasi kurikulum.
Keywords
Countenance, Contingency-Congruence, Stake Matrix, BSSS Matrix
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Sri Yatmani
Institutions
1Program Studi Teknik Elektro, Institut Teknologi Indonesia,
Jl. Raya Puspiptek Serpong Tangsel, Indonesia, 15314
2Program Studi Teknik Kimia, Institut Teknologi Indonesia,
Jl. Raya Puspiptek Serpong Tangsel, Indonesia, 15314
3Program Studi Teknik Mesin, Institut Teknologi Indonesia,
Jl. Raya Puspiptek Serpong Tangsel, Indonesia, 15314
a)sri.yatmani[at]iti.ac.id(corresponding author)
b) yulinurul13[at]gmail.com
c) dwita.suastiyanti[at]iti.ac.id
Abstract
Sintesis material nanomultiferoic dengan kandungan aktif bariumtitanat (BaTiO3)dan bismuth ferrite oksida (BiFeO3) dilakukan menggunakan metode sol gel yang merupakan metode paling sukses dalam mempreparasi material berukuran nano. Material nanomultiferoic yaitu material keramik yang memiliki fungsional khusus (elektrik, optik, magnetik, dll). Sintesis Material nanomultiferoic dilakukan dengan variasi rasio (BaTiO3)dan bismuth ferrite oksida (BiFeO3) dengan perbandingan 1:1 dan temperatur kalsinasi 350°C selama 4 jam, kemudian dilanjutkan proses sintering dengan variasi temperatur 700°C; 750 °C dan 800°C dengan waktu sintering 2 ; 4 dan 6 jam. Hasil sintesis dilakukan pengujian sifat magnet dengan Permagraph, uji sifat listrik menggunakan polarisasi listrik, dan pengujian besar ukuran partikel dilakukan dengan instrumen Beckman Coulter DelsaTM Nano. Hasil uji sifat magnetik diukur dengan nilai tertinggi dari remanen yaitu sebesar 0,456 T, koersivitas 448,2 Ka/m, saturasi 0,59 T, dan energi magnetik (Perkalian Remanen dan Koersivitas) 204,38 yang dimiliki oleh campuran dengan proses sintering pada suhu 750 °C selama 6 jam. Pengujian sifat listrik diukur dengan tingginya nilai remanen polarisasi listrik sebesar 50,12 µC/cm2, medan listrik koersivitas 62,5 V/cm, saturasi polarisasi listrik 60,21 µC/cm2, dan Pr/Ps 0,83. Hasil pengujian ukuran besar partikel terkecil ditunjukkan sebesar 45 nm dengan proses sintering pada suhu 750 °C selama 6 jam.
Keywords
nanomultiferoic, sol gel, material, Barium Titanat, Bismuth Ferrite
Topic
Material
Corresponding Author
Plato Martuani Siregar
Institutions
Program Studi Meteorologi,
Kelompok Sains Atmosfer,
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
paltirajass[at]gmail.com
Abstract
Abstrak Kecamatan Jalancagak merupakan sentra utama pengembangan nanas di Kab.Subang dengan luas areal 2608 Ha atau sekitar 80 % dari total pengembangan seluas 3.253 Ha. Sebagai tanaman rakyat,budidaya nanas masih bersifat sampingan yang dilakukan secara sederhana,terpencar di sekitar pekarangan rumah dan tegalan dengan produktivitas pada umumnya masih berkisar antara 20–35 ton/ha. Buah nanas mengandung enzim bromelain(enzim protease yang dapat menghidrolisa protein),sehingga dapat digunakan melunakkan daging,sebagai obat penyembuh penyakit sembelit,gangguan saluran kencing,mual-mual,flu,wasir dan kurang darah. Hal paling utama yang bernilai ekonomi penting dari nanas adalah buahnya, meskipun serat daunnya telah digunakan sebagai bahan baku tekstil serta usaha agroindustri skala kecil mengolahnya menjadi produk olahan seperti dodol,manisan,kripik dan jus.Pengetahuan para petani tentang dampak perubahan cuaca pada tanaman ini mempengaruhi intensifikasi budidaya dan produksi menurun. Keterbatasan data hujan observasi diperoleh melalui teknik remote sensing dan hasilnya data curah hujan sekunder lebih seragam tersebar,lalu iklim di Kab.Subang dihitung menggunakan metoda Schmidt-Fergutson hasilnya adalah iklim dominan dipengaruhi oleh Monsunal dengan tipe B dan C. Evaluasi lahan dilakukan untuk mengidentifikasi kesesuaian lahan pada setiap satuan lahan dan mempertimbangkan input yang diberikan berdasarkan faktor pembatas yang ada pada setiap lahan.Untuk menghitung indek iklim dan lahan dapat dilakukan dengan metode Storie dan Square Root yang dipadukan dengan metode perubahan penggunaan lahan menggunakan Geographic Information System(GIS),sehingga diperoleh faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan penggunaan lahan dan upaya pencegahannya.
Keywords
nanas,indek iklim,intensifikasi,kesesuaian lahan,monsun
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Henny Sudibyo
Institutions
Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik - LIPI
Komplek LIPI Gedung 20, Jalan Sangkuriang, Bandung, Indonesia,40135
Abstract
Penelitian tentang potensi pembangkit listrik tenaga air telah dilakukan di Jorong Buah Dama, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Propinsi Sumatera Barat. Pada penelitian tersebut telah dihasilkan pengukuran potensi debit air 1,1m3/kg dan ketinggian air yang didapatkan yaitu sebesar 110.65m. Dari data tersebut dilakukan perhitungan dan diperoleh daya sebesar 985kW. Untuk membawa air dari bak penenang ke turbin diperlukan pipa yang mampu menahan tekanan yang cukup tinggi, pipa ini disebut pipa pesat atau penstock. Dasar perancangan pipa pesat ini adalah sama dengan perencanaan tangki dan vessel (bejana tekan). Kehilangan energi di penstock yang disebut head loss disebabkan faktor-faktor, seperti kekasaran permukaan pipa, tikungan, kerugian gesekan pada penstock, adanya percabangan dan sebagainya. Dari perhitungan di peroleh nilai- nilai head loss pada pipa penstock sebesar 0.05 m (entrance losses), 1.626m (pipe friction loses), 0.057m (losses of bends), 0.039m (losses of branches), 0.0495m (losses of branch pipe to gate valve), 0.05838m (losses of bend on branch, 0.053m losses of valve, 0.046m (losses of reducer),0.016m (losses of drafttube, jika dijumlahkan total head loss sbesar 2,33m. Sehingga net head sebesar 108,32m.
Keywords
head losses, penstock, pembangkit listrik, turbin
Topic
Energi
Corresponding Author
Widya Meiriska
Institutions
Departemen Fisika, Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika,
Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*widya.meiriska[at]gmail.com
Abstract
Pengaturan partikel dan gaya dalam material granular dan materi partikulat memiliki organisasi yang kompleks pada skala spasial. Organisasi seperti ini dapat mempengaruhi bagaimana material merespon atau mengkonfigurasi ulang ketika terkena gangguan atau pemuatan eksternal. Studi teoritis sifat-sifat partikel, force-chain dan domain memerlukan pengembangan dan penerapan kerangka kerja matematis, stastistik, fisika dan komputasi yang tepat. Secara tradisional material granular telah diselidiki menggunakan partikel atau model rangkaian yang masing-masing cederung secara implisit. Dewasa ini pengembangan ilmu jaringan (network science) telah muncul sebagai pendekatan yang kuat untuk menyelidiki dan mencirikan arsitektur heterogen dalam sistem yang kompleks. Serta beragam metode telah menghasilkan wawasan yang menarik yang dapat diaplikasikan kedalam material granular. Dalam studi ini akan meninjau pendekatan berbasis jaringan (network) untuk mempelajari material granular dan mengeksplorasi potensi kerangka tersebut untuk memberikan deskripsi yang berguna dari material granular ini. Serta untuk meningkatkan pemahaman tentang fisis yang mendasarinya
Keywords
Granular; Network Analysis;
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Aloysius Rusli
Institutions
Jurusan Fisika, FTIS, Universitas Katolik Parahyangan, jl Ciumbuleuit 94, Bandung 40141, Indonesia
Abstract
Penyadaran tentang ilmu dan cara ilmiah penting pada era kini, karena dampaknya kuat dan luas. Pada kesempatan ini, didalami kesadaran tentang dua segi yang tersirat dalam "hukum" Hubble v = H r, yang dilaporkan astronom Edwin Hubble pada tahun 1929. Yang pertama adalah bahwa istilah "Ledakan Besar (Big Bang)" lebih tepat disebut "Pemuaian semi-tetap Jagad Raya". Yang kedua, bahwa mengecilnya nilai koefisien Hubble yang disimpulkan, ketika kemampuan teleskop makin peka, artinya dapat melihat berlipat kali lebih jauh, yang berarti melihat ke keadaan jagad makin jauh ke masa lalu, sudah mulai menyiratkan bahwa laju muai jagad dahulu lebih kecil daripada laju muainya masa kini. Hal ini konsisten dengan kesimpulan tahun 1998 & 1999 oleh Riess, Schmidt, dan Perlmutter beserta kelompok penelitiannya, bahwa laju muai jagad raya makin mencepat. Selain itu, juga dapat disadari pula betapa alam raya ini seperti berangsur dapat dikenali perilakunya, asalkan cara ilmiah (mengamati dengan pengukuran teliti, berpikir dengan sekritis mungkin, mengokohkannya dengan perhitungan yang konsisten, menguji setiap asumsi dan kesimpulan yang dicapai) dijalankan secara sadar di tiap langkah berhitung dan berpikirnya. Akhirnya dapatlah disadari juga adanya dua kesimpulan metafisika, yang sulit atau belum tampak cara mengukurnya, yaitu bahwa berdasarkan hukum Hubble dapat pula disimpulkan secara metafisis, bahwa jagad raya dapat disebut sebagai tak lagi berpusat, dan bahwa pemuaian jagad raya yang mencepat dapat dipandang sebagai petunjuk bahwa jagad raya ini hanya satu kali ini saja terjadi, bukannya suatu jagad raya yang berosilasi-berulang-tanpa-henti, yang dapat saja menimbulkan kesimpulan bahwa jagad raya ini tidak pernah diciptakan.
Keywords
penyadaran ilmu, cara ilmiah, metafisika
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Iman Nurzaman
Institutions
1,2 Departemen Fisika,
Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
3Laboratorium Fisika Material Elektronik,
Kelompok Keilmuan Fisika Fisika Material Elektronik,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
4Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) yogaswarayuri[at]students.itb.ac.id (corresponding author)
b) aiman.378[at]gmail.com
c) akfiny[at]fi.itb.ac.id
d)neny[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Rambut merupakan biomaterial berserabut yang tumbuh dari folikel dan ditemukan dalam dermis. Biomaterial penting pada rambut terdiri dari protein terutama keratin. Salah satu hal yang memengaruhi sifat mekanik rambut adalah diameter serat rambut tersebut. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan diameter dan modulus elastisitas dari rambut manusia dengan metode difraksi berbasis citra digital. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga sampel yang dikategorikan berdasar usia muda (17 tahun), usia sedang (30 tahun), dan usia tua (76 tahun). Diameter sampel rambut yang dihitung berdasarkan data percobaan difraksi berbasis citra digital diperoleh dalam orde 10^-5 meter (puluhan mikron); sedangkan modulus elastisitas sampel rambut berada pada orde 10^8 hingga 10^9 N/m2. Berdasarkan ketiga sampel yang digunakan, diameter terkecil dimiliki oleh rambut usia muda; modulus elastisitas rambut terbesar dimiliki oleh rambut usia muda juga; dan semakin besar diameter rambut, semakin kecil modulus elastisitasnya.
Keywords
Difraksi Cahaya, Diameter Rambut, Modulus Elastisitas Rambut, Citra Digital
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
RACHMAD LASAKA
Institutions
SMP NEGERI 2 LUWUK, SULAWESI TENGAH
Abstract
Salah satu perilaku siswa yang menunjukkan rendahnya minat belajar terhadap pelajaran matematika adalah mendengarkan musik melalui earphone pada saat jam pelajaran. Alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah pembelajaran dengan menggunakan media presentasi PowerPoint yang telah disisipkan file musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa pada pembelajaran matematika yang dibelajarkan dengan menggunakan media presentasi PowerPoint yang telah disisipkan file musik. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Luwuk kelas IXA2 yang berjumlah 36 orang, terdiri dari 16 orang laki-laki dan 20 orang perempuan. Metode pengumpulan data melalui observasi dan angket. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa kelas IXA2 terhadap mata pelajaran matematika dapat dikategorikan berminat dengan persentase predikat berminat 50% dan predikat sangat berminat 36,11%. Ini berarti bahwa sebagian besar siswa kelas IXA2 berminat mengikuti pelajaran matematika yang dibelajarkan dengan menggunakan media presentasi PowerPoint yang telah disisipkan file musik. Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat, pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran meningkat dan minat belajar siswa semakin tinggi.
Keywords
Minat belajar, Microsoft PowerPoint, Musik
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Nikodemus Umbu Janga Hauwali
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Penelitian dilakukan untuk mengukur kecepatan pelepasan formalin dari tahu yang mengandung formalin. Kecepatan pelepasan formalin diukur menggunakan sensor HCHO berbasis AT MEGA328. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahu dengan beberapa ukuran (4 sampel). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh luas permukaan tahu yang mengandung formalin terhadap kecepatan pelepasan formalin ketika suhu sampel tahu dinaikkan. Dengan mengetahui kecepatan pelepasan kandungan formalin dari sampel tahu, maka dapat diketahui mekanisme untuk mereduksi kandungan formalin dari tahu atau makanan lain berdasarkan luas permukaannya.
Keywords
Tahu, Formalin, Sensor HCHO
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
Christine Mbiliyora
Institutions
(a) Mahasiswa MIPA FISIKA-Institut Teknologi Bandung
(b) Dosen Fisika-ITB
jl, Ganesha 10, Bandung
Abstract
Telah dilakukan penelitian geofisika untuk mengamati kondisi tektonik dan gunung api yang menghasilkan endapan pasir besi di sepanjang pantai Nangaba, Ende Flores. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi tektonik dan pembentukan gunung api di Ende Flores yang mengakibatkan terbentuknya endapan pasir besi di pantai Nangaba. Endapan pasir besi di kawasan Pantai Nangaba merupakan endapan yang terbentuk dari proses fisika dan kimia batuan vulkanik yang terbentuk dari gunung api di Ende. Digunakan dua metode geofisika untuk mengetahui pola penyebaran pasir besi di daerah pantai Nangaba yaitu metode Self Potential dan metode Geolistrik. Penyelidikan geolistrik pada dua lintasan di daerah pesisir pantai memberikan hasil yaitu lintasan 1 nilai resistivitas antara 5,76-715 Ωm, dengan resistivitas 5,76-11,5 Ωm dan kedalaman (1-7,46) m diasumsikan sebagai pasir besi, nilai resistivitas batuan berkisar (22,8 - 715) Ωm diasumsikan sebagai pasir, resistivitas 715 > Ωm diperkirakan sebagai beton dan pada lintasan 2 nilai resistivitasnya adalah 41,7-431 Ωm, nilai resistivitas antara 41,7-58,2 Ωm dan kedalaman berkisar (1,25-6,38) m diasumsikan sebagai pasir besi, kemudian pada daerah yang berwarna biru muda diinterpretasikan sebagai pasir. Warna hijau, kuning, merah dan ungu diinterpretasikan sebagai batuan basalt dengan kedalaman sekitar 9,29 – 15,9 m. Dari hasil interpretasi data Self Potential diduga sumber batuan yang mengandung besi terletak di bukit yang berjarak sekitar 200 meter dari daerah pantai yang ditandai dengan nilai negatif pada data pengukuran.
Keywords
struktur tektonik pulau Flores, endapan pasir besi, self potential, resistivitas
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Aribah Zulfa Hidayah
Institutions
1 Program Studi Kimia,
Laboratorium Penelitian Kimia,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang KM.14,5 Yogyakarta 55584
2 Environmental Remediation Research Group,
Laboratorium Penelitian Kimia,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang KM.14,5 Yogyakarta 55584
a aribahzulfahidayah[at]gmail.com
b elisaputri54.69[at]gmail.com
c sitijumrah12[at]gmail.com
d rudy.syahputra[at]uii.ac.id
Abstract
Telah dilakukan penelitian pengolahan limbah air lindi menggunakan metode Elektro-Bio. Elektro-Bio adalah pengolahan limbah air lindi dengan proses elektroflotasi dengan bantuan koagulan alami. Koagulan alami yang digunakan yaitu Jagung, Kacang Arab dan Biji Asam Jawa dengan variasi dosis sebesar 0,025; 0,05; 0,1; 0,15; 0,2 dan 0,25 g/500 mL. Proses elektroflotasi dilakukan dengan elektroda Stainless Steel sebagai katoda dan Titanium sebagai anoda pada tegangan konstan 40 V DC selama 30 menit. Efektivitas proses Elektro-Bio dievaluasi dengan melihat penurunan angka Total Zat Padat Terlarut (TDS), Konduksi Listrik (EC) dan peningkatan Oksigen Terlarut (DO). Kondisi awal sampel air lindi yang telah diencerkan sebanyak 20 kali memiliki angka TDS, EC dan DO berturut turut sebesar 719 ppm; 1 ms/cm dan 2,3 mg/L. Hasil terbaik yang diperoleh dari Elektro-Bio koagulan Jagung berturut-turut sebesar 603 ppm; 0,84 ms/cm dan 4,0 mg/L dan pada Kacang Arab memiliki nilai berturut-turut sebesar 599 ppm; 0,84 ms/cm dan 3,6 pada dosis optimum yang sama yaitu 0,025 g/500 mL. Sedangkan dosis optimum yang diperoleh pada Elektro-Bio koagulan Biji Asam Jawa yaitu pada 0,05 g/500 mL dengan hasil berturut turut sebesar 584 ppm; 0,85 ms/cm dan 3,8 mg/L. Berdasarkan hasil yang diperoleh, metode Elektro-Bio untuk pengolahan limbah air lindi terbukti mampu menurunkan zat pencemar yang terdapat pada air lindi.
Keywords
Air Lindi, Elektroflotasi, Koagulan Alami
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Horasdia Saragih
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Advent Indonesia
Jl. Kol. Masturi No. 288, Bandung Barat, Indonesia 40559
Abstract
Calcium diglyceroxide dapat digunakan dan sangat attraktif sebagai katalis pada proses transesterifikasi triglycerine untuk menghasilkan fatty acid methyl ester (biodiesel). Oleh karena itu, akhir-akhir ini usaha mensintesa calcium diglyceroxide mendapat banyak perhatian karena tuntutan untuk menghasilkan biodiesel dalam jumlah yang besar dan berharga murah. Calcium diglyceroxide tidak larut ke dalam biodiesel yang dihasilkan setelah transesterifikasi sehingga dengan mudah dapat dipisahkan. Selain itu calcium diglyceroxide dapat digunakan sebagai katalis secara berulang sehingga penggunaannya sangat menguntungkan. Pada penelitian ini calcium diglyceroxide telah disintesa. Proses sintesanya menggunakan calcium acetate dan glycerine. Beragam konsentrasi glycerine telah digunakan. Pengaruh konsentrasi glycerine diinvestigasi terhadap kualitas calcium diglyceroxide yang dihasilkan. Beberapa jenis karakterisasi digunakan untuk menganalisis calcium diglyceroxide yang dihasilkan, seperti: SEM/EDX, FTIR, dan XRD. Dari hasil karakterisasi yang dilakukan diperoleh bahwa calcium diglyceroxide hasil sintesa membentuk material padatan berstruktur kristal. Temperatur penumbuhannya 60oC. Struktur kristalnya sangat dipengaruhi oleh konsentrasi glycerine yang digunakan. Konsentrasi glycerine yang berbeda menghasilkan bidang-bidang kristal yang berbeda. Morfologi butirnya juga sangat dipengaruhi oleh konsentrasi glycerine. Calcium monoglyceride dan calcium triglycerine hadir sebagai pengotor pada kristal, yang jumlahnya sangat bergantung pada konsentrasi glycerine yang digunakan.
Keywords
Calcium Diglyceroxide, Glycerine, Biodiesel
Topic
Material
Corresponding Author
Asri Setyaningrum
Institutions
ITB
Abstract
Pemodelan fenomena efek Doppler dalam penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara frekuensi yang didengar oleh pengamat dan frekuensi yang dipancarkan oleh sebuah sumber bergerak dengan kecepatan atau percepatan tertentu. Selanjutnya pemodelan ini dapat digunakan untuk pembuatan instrumen untuk mengukur kecepatan dan percepatan dari sebuah benda bergerak yang memancarkan bunyi dengan frekuensi tertentu Perancangan instrumen ini dijelaskan secara menyeluruh dimulai dari jenis “sensing element†yang digunakan,jenis “signal conditioning†yang digunakan, hingga tahap “signal processing†yang akan dilakukan. Hasil pemodelan data pada penelitian ini menunjukkan beberapa contoh perbandingan frekuensi yang ditangkap oleh receiver dengan frekuensi yang dipancarkan dari sebuah benda bergerak dengan kecepatan tertentu. Pemodelan ini juga menunjukkan data seperti apa yang akan didapatkan dari keluaran sebuah “mic condenser†dan yang kemudian akan dianalisis pada mikrokontroler menjadi data kecepatan dan percepatan benda. Kesimpulan dari penelitan ini adalah pembuatan instrumen pengukur kecepatan dan percepatan benda dengan menggunakan prinsip efek Doppler mungkin untuk dilakukan.
Keywords
Kecepatan, Percepatan, Efek Doppler, Frekuensi
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Ariq Dhia Irfanudin
Institutions
1) Program Sarjana Fisika,
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Jl. A.H Nasution 105, Bandung, Indonesia 40614
a) 1157030004[at]student.uinsgd.ac.id
b) dinda.ravi.algifari[at]gmail.com
c) ikhsanmnoor[at]gmail.com
2) Laboratorium Fisika Nuklir dan Biofisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
d) dudung[at]fi.itb.ac.id
3) Laboratorium Sistem Modeling,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir Teori,
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung,
Jl. A.H Nasution 105, Bandung, Indonesia 40614
e)yudha[at]uinsgd.ac.id
Abstract
Telah dibuat sebuah program untuk memodelkan fenomena fisis khususnya gerak parabola yang terjun ke air sebagai bahan pembelajaran yang mudah diakses melalui browser. Besaran-besaran seperti posisi awal, kecepatan awal, massa benda dan sudut tembakan dapat diatur sendiri oleh pengguna. Untuk menghasilkan data dan ilustrasi yang mendekati kejadian sebenarnya, ditambahkan faktor gravitasi maupun hambatan udara dan air. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan metode Euler untuk mendapatkan nilai perubahan posisi setiap waktunya. Program dan perhitungan disusun dalam bahasa pemograman javascript dan library p5.js agar dapat diakses dengan mudah melalui browser. Adapun hasil akhir pemodelan ini adalah nilai posisi dan waktu yang ditunjukan dalam bentuk animasi dan grafik.
Keywords
Pemodelan; Javascript; Gerak parabola; Metode Euler
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Yusni Puspha Lestari
Institutions
[1]Program Magister Sains Komputasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
[2]Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Program Studi Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
[3]Kelompok Keilmuan Fisika Teori Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Program Studi Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Perubahan iklim, misalnya seperti perubahan pola curah hujan, menyebabkan pengetahuan petani lokal terhadap pola cuaca menjadi tidak dapat diandalkan untuk kepentingan bercocok tanam. Untuk membantu kebutuhan petani tersebut maka pada penelitian ini dibuat suatu sistem ramalan hujan yang dapat memperkirakan curah hujan di masa yang akan datang dengan menggunakan sistem Evolving Fuzzy. Sistem Evolving Fuzzy ini menggunakan meode Fuzzy Logic yang dioptimasi dengan Genetic Algorithm yang diaplikasikan sebagai jalan untuk memprediksi curah hujan di hari berikutnya dengan mempertimbangkan aspek data temperatur, kelembapan, lama penyinaran, kecepatan angin, dan curah hujan pada hari ini. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa akurasi prediksi curah hujan dengan metode Evolving Fuzzy dengan Algorima Genetika sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai parameternya
Keywords
Evolving Fuzzy, Fuzzy Logic, Algoritma Genetika, Perkiraan curah hujan
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Miranti andhita Scantya
Institutions
Bandung institute of technology
Abstract
Steganography adalah pendekatan proteksi data yang prosesnya adalah dengan menyembunyikan pesan atau informasi dalam suatu media tanpa merusak kualitas media tersebut. Dengan teknik steganography ini proses transaksi informasi diharapkan akan menjadi lebih aman dan terlindungi dari pihak-pihak yang tidak berhak mengaksesnya. Media yang digunakan dalam steganography bisa berupa citra digital, teks, audio, maupun video tanpa menunjukan perubahan yang nyata dalam kualitas media yang digunakan. Pada paper ini pesan atau informasi yang disisipkan pada citra adalah file berbentuk teks. Untuk menyisipkan pesan digunakan teknik algoritma genetika. Teknik ini digunakan untuk membandingkan Kualitas citra saat disisipi pesan dengan Algoritma Genetika dan tanpa teknik apapun. Kualitas Cira setelah proses steganography selesai akan diukur menggunakan PSNR (Peak Signal to Noise Ratio) dan MSE (Mean Square Error). Hasil akhir pada pengujian ini menunjukkan bahwa Teknik steganography dengan algoritma genetika, dilihat dari hasil PSNR, lebih baik dibandingkan teknik steganography dengan metode yang digunakkan pada paper pembanding. Hasil PSNR terbesar dari pengujian adalah 66.79.
Keywords
Steganography, Algoritma Genetika, Peak Signal to Ratio
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Ikhsan Mochammad Noor
Institutions
a) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Komputasi,
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri SunanGunungDjati Bandung,
Jl. A.H Nasution no. 105 Bandung, Indonesia, 40614
*ikhsanmnoor[at]gmail.com
b) Laboratorium Fisika Nuklir dan Biofisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
Abstract
Penelitian ini membandingkan efektivitas visualisasi gerak gelombang antara Visual Basic Application (excel) dan javascript (web browser). Dibutuhkannya sebuah visualisasi sederhana mengenai gerak gelombang dengan tersedia dan akrab dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan, membandingkan secara langsung antara proses pembuatan dan penggunaan sehingga didapat analisis tingkat kesulitannya. Dengan demikian didapatkan hasil program yang lebih effektif digunakan dan dibuat untuk simulasi gelombang.
Keywords
visualisasi, VBA , javascipt, gerak gelombang , efektivitas
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Putri Mustika Widartiningsih
Institutions
a) Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*asnin.nursalamah[at]gmail.com
Abstract
Formalin sebagai zat berbahaya kerap disalahgunakan untuk pengawet makanan. Agar terhindar dari bahaya, diperlukan metode yang optimal untuk menghilangkan kandungan formalin dalam makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman larutan garam terhadap laju pelepasan formalin dari sampel tahu yang mengandung formalin. Penelitian dilakukan melalui perendaman tahu berformalin dalam larutan garam dengan konsentrasi yang berbeda selama 90 menit. Untuk mengetahui laju pelepasan formalin dilakukan pemanasan tahu dimana pengukuran menggunakan sensor HCHO untuk mendeteksi penurunan kadar atau konsentrasi formalin, serta sensor LM35 untuk mengamati perubahan suhu. Dari pengukuran diperoleh hubungan eksponensial dari perubahan suhu terhadap perubahan konsentrasi formalin, serta pengaruh konsentrasi larutan garam terhadap laju pelepasan formalin. Dari hasil penelitian akan diketahui konsentrasi larutan garam yang paling tepat untuk menghilangkan formalin berdasarkan laju pelepasan formalin yang paling besar. Untuk menentukan bahwa perendaman pada larutan garam dengan konsentrasi tertentu adalah metode yang optimal untuk menghilangkan formalin dalam tahu, maka digunakan larutan gula dan air sebagai pembanding.
Keywords
Formalin, Tahu, Larutan garam, Konsentrasi, Laju pelepasan
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
Djoko Untoro Suwarno
Institutions
Program Studi Teknik Elektro
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
Abstract
Kemajuan di bidang komponen elektronika menghasilkan berbagai modul sensor dan modul mikrokontroler yang siap dipakai. Melalui board Arduino dapat dengan mudah dilakukan interfacing dengan banyak modul sensor. Hal ini dapat sebagai pendorong untuk pemanfaatan teknologi dalam pendidikan sains. Pengukuran konstanta waktu suatu sistem memerlukan peralatan yang dapat mengukur dengan waktu sampling yang cepat. Dahulu diperlukan peralatan yang besar seperti osciloskop atau DAQ menggunakan komputer. Pengukuran parameter yang berubah terhadap waktu dapat dilakukan dengan mudah menggunakan bantuan mikrokontroler. Pada penelitian ini telah dirancang dan diuji coba modul untuk pengukuran konstanta waktu sistem RC yang dapat terhubung dengan komputer sebagai media penyimpan dan penampil secara grafis. Peralatan yang dibangun sendiri dapat menangkap sinyal masukan berupa tegangan analog untuk 15 kanal. Resolusi untuk setiap kanal sebesar 12 bit. Peralatan yang dibuat sendiri membutuhkan biaya yang relatif murah dengan kemampuan yang tidak kalah dengan pabrikan.
Keywords
Pengukuran konstanta waktu RC, mikrokontroler, peralatan buatan sendiri, ADC
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
Ike Fitriyaningsih
Institutions
(a*)Fakultas Teknik Informatika dan Elektro, Institut Teknologi Del, Jl. Sisingamangaraja, Laguboti, Sumatera Utara, ike.fitriyaningsih[at]gmail.com
(b)Fakultas Teknik Informatika dan Elektro, Institut Teknologi Del, Jl. Sisingamangaraja, Laguboti, Sumatera Utara
Abstract
Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara. Pesona keindahan Danau Toba menjadikan daerah di kawasan tersebut layak menjadi tujuan wisata. Potensi kawasan Danau Toba sebagai obyek wisata telah diakui secara nasional. Namun, pengunjung Danau Toba mengalami pasang surut sejak adanya asap yang mengganggu lalu lintas udara dan krisis moneter pada tahun 1998. Taman Eden, Museum TB Silalahi Center dan Pulau Samosir adalah tiga destinasi wisata yang menarik di kawasan Danau Toba. Pemodelan jumlah wisatawan yang mendatangi ketiga daerah tersebut dapat dilakukan secara serentak menggunakan GSTAR (Generalized Space Time Autoregressive). GSTAR merupakan model data deret waktu yang mempertimbangkan aspek lokasi. Lokasi tempat wisata Taman Eden, Museum TB Silalahi Center dan Pulau Samosir berdekatan dan telah dihitung matriks bobonya menggunakan metode invers jarak (Fitriyaningsih, 2016) menggunakan data jumlah wisatawan bulanan selama tahun 2011-2015. Selama tiga tahun tersebut, pengunjung pulau samosir adalah yang terbanyak disusul kemudian TB Silalahi Center baru setelahnya Taman Eden. Struktur model GSTAR (3,1,0)12 yang akan digunakan untuk memodelkan jumlah wisatawan tiga tempat wisata tersebut adalah sebagai berikut: egin{bmatrix}Z1 \Z2\Z3 end{bmatrix}=egin{bmatrix} heta_1 & 0&0 \0 & heta_2&0\0&0& heta_3 end{bmatrix}+egin{bmatrix}0 & w_1&w_2 \w_3 & 0&w_4\w_5&w_6&0 end{bmatrix}egin{bmatrix}Z1_t \Z2_t\Z3_t end{bmatrix} Pendugaan parameter dapat menggunakan software R yang bersifat open source. Model GSTAR tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk meramalkan berapa jumlah wisatawan yang akan mengunjungi ketiga tempat wisata tersebut secara serentak.
Keywords
wisatawan, danau toba, peramalan, GSTAR, invers jarak.
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Dinda Ravi Algifari
Institutions
a) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Komputasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Jalan A.H. Nasution No. 105, Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614
*dinda.ravi.algifari[at]gmail.com
b) Laboratorium Fisika Nuklir dan Biofisika, Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha No.10, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Abstract
Simulasi ini merupakan pengembangan dari praktikum koefisien gesek menggunakan bidang miring, yang menggambarkan jalannya praktikum dalam bentul visual dengan berbantuan Javascript. Simulasi ini diharapkan dapat mengatasi kurangnya sumber daya terkait peralatan praktikum yang ada di sekolah-sekolah dan dapat menjadikan pendekatan alternatif dari pembelajaran koefisien gesek. Metode simulasinya cukup sederhana sehingga mudah digunakan, cukup dengan hanya memasukan beberapa nilai parameter sudut 30, 45, 60, kecepatan awal v0, dan posisi awal x0. Data yang didapat berupa nilai percepatan a, gaya F yang dapat diolah lebih lanjut untuk mendapatkan nilai koefisien gesekan, baik statik maupun kinetik.
Keywords
Simulasi; Javascript; Koefisien Gesek Statis dan Kinetis;
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Mohammad Hamdan
Institutions
Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB)
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*mohammadhamdan2128[at]gmail.com
Abstract
Kelembaban tanah merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan dalam bidang pertanian. Oleh karena itu, pembuatan sistem otomatisasi untuk pengontrolan kelembaban tanah tersebut telah banyak dikembangkan. Namun dalam pembuatan sistem otomatisasi tersebut, konfigurasi penempatan sensor yang optimal untuk membangun sistem yang dapat menjaga kelembaban tanah secara merata menjadi permasalahan yang seringkali muncul. Maka analisis pola perambatan air dalam tanah dari sumbernya perlu dilakukan. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisa pola perambatan air dalam tanah dengan mengukur kelembaban tanah tersebut menggunakan sensor YL69 dan mikrokontroler ATMega 328. Empat buah sensor YL69 ditempatkan pada interval jarak tertentu dari sumber air dan pengukuran dilakukan untuk berbagai kedalaman sensor serta volume air yang berbeda-beda. Hasil penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pola perambatan air dalam tanah, mengetahui jarak penempatan sensor yang maksimum dari sumber air dengan volume tertentu, dan mengetahui kedalaman yang optimal untuk penancapan sensor tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar optimasi sistem otomatisasi kontrol kelembaban tanah baik terkait penempatan sensor maupun penempatan sumber air yang digunakan.
Keywords
Distribusi perambatan air, Sensor YL69, mikrokontroler ATMega 328
Topic
Instrumentasi
Corresponding Author
Nike Kusumawati
Institutions
1Prodi Kimia
2Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang KM 14, Yogyakarta 55584
a) 14612216[at]students.uii.ac.id
b) 14612215[at]students.uii.ac.id
c) 14612236[at]students.uii.ac.id
d) rudy.syahputra[at]uii.ac.id (Penulis Korespondensi)
Abstract
Logam berat hasil pembuangan limbah pada badan air dalam konsentrasi tinggi akan menimbulkan pencemaran air dan memberikan pengaruh pada makhluk hidup di sekitarnya. Logam-logam berat tersebut memiliki sifat yang stabil dan sulit untuk didegradasi, sehingga perlu dilakukan tindakan remediasi. Salah satu metode remediasi yang dapat digunakan adalah gabungan proses EAPR (Electro-assisted phytoremediation) dan aerasi dengan tanaman kiambang (Salvinia molesta) sebagai akumulator logam berat dalam limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan tanaman kiambang menyerap logam Cu dan Zn pada media limbah logam berat dengan parameter kualitatif dan kuantitatif yaitu pengamatan perubahan morfologi tanaman dan penurunan konsentrasi logam berat Cu dan Zn. Dalam penelitian ini dilakukan juga perbandingan empat proses yaitu fitoremediasi, fitoremediasi-aerasi, dan EAPR-Aerasi dengan lama waktu pengamatan selama 7 hari dan 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tanaman kiambang yang lebih cepat menyerap logam berat Cu dan Zn adalah pada perlakuan EAPR-Aerasi dengan persentase (49%) pada akar tanaman dan (50%) pada daun; (4,5%) pada akar tanaman dan (20%) pada daun. Sedangkan metode Fitoaerasi sebesar (37%) pada akar dan (35%) pada daun; (4%) pada akar dan (14%) pada daun serta metode Fitoremediasi sebesar (26%) pada akar dan (25%) pada daun; (3%) pada akar dan (10%) pada daun. Hasil analisis konsentrasi klorofil tanaman pada proses EAPR-Aerasi menunjukkan tanaman mengalami tingkat stress lebih rendah dibandingkan dengan proses fitoaerasi mengalami stress paling tinggi. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa metode EAPR-Aerasi mampu meningkatkan remediasi logam Cu dan Zn dengan efektif dan cepat dari kedua metode lainnya.
Keywords
Aerasi, EAPR, EAPR-Aerasi, Fitoremediasi, Kiambang
Topic
Lain-lain
Corresponding Author
Saefuddin Yusuf
Institutions
(a) Dosen Prodi Teknik Informatika FT Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu Kendari
Email: saefuddin[at]uho.ac.id
(b) Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo
(c) Dosen Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo
Abstract
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui penggunaan dan kemampuan penguasaan TIK guru IPA pada tiga kabupaten tertinggal di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang valid mengenai aplikasi komputer yang biasa digunakan oleh guru dan tingkat penguasaannya. Metode penelitian adalah survei, tes praktek dan validasi statistik. Diperoleh hasil bahwa aplikasi komputer yang pernah digunakan dan dikuasai oleh rata-rata lebih dari 50% guru adalah pengolah kata, pengolah presentasi, spreadsheet, email, internet dan navigasi dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengolah kata adalah aplikasi yang paling populer dan dikuasai oleh lebih dari 70% guru dalam ketiga kabupaten tersebut; menggunakan kolom dan section, memeriksa ejaan (spell check) dan mengatur tampilan (style) halaman adalah keterampilan dalam aplikasi ini yang tingkat penguasaannya paling rendah, masing-masing 56%, 60% dan 60%. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan profesional mengenai TIK perlu secara efektif dan berkelanjutan diberikan; terus memperbaiki infrastruktur TIK di sekolah akan berdampak positif terhadap penggunaan TIK oleh guru; sikap guru secara keseluruhan sangat positif untuk mengembangkan diri.
Keywords
TIK, aplikasi office, guru IPA, daerah tertinggal, Sulawesi Tenggara
Topic
Pembelajaran
Page 5 (data 121 to 150 of 753) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats