Page 11 (data 301 to 330 of 753) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Tika Resti Pratiwi
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian bertujuan meningkatkan sikap ilmiah melalui pembelajaran IPA terpadu tipe integrated. Konsep perubahan dipilih sebagai tema keterpaduan konten IPA Biologi, Fisika, dan Kimia SMP seperti perubahan materi, perubahan suhu, metabolisme, fotosintesis, kalor. Sedangkan sikap ilmiah dipilih sebagai keterpaduan sikap. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen yang menggunakan desain non-equivalent pretest and posttest control group. Subyek penelitian terdiri atas 70 siswa kelas 7 SMP di Kabupaten Cilacap yang terbagi kedalam dua kelas. Pengukuran Sikap ilmiah menggunakan performance checklist selama kegiatan eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain, uji t, dan uji Mann Withney. Analisis data menggunakan program IBM SPSS 22 statistics dan Microsoft Excell. Hasil uji N-Gain menunjukkan adanya peningkatan sikap ilmiah siswa kelas eksperimen sebesar 0,68 dengan kategori sedang dan kelas kontrol sebesar 0,29 dengan kategori rendah. Hasil uji t nilai N-Gain juga menunjukkan signifikansi Sig (2-Taliled) sebesar 0,00 yang berarti penolakan terhadap H0. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran IPA terpadu tipe integrated dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa.
Keywords
IPA terpadu, tipe integrated, sikap ilmiah, perubahan
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Kusharjanto Suhirman
Institutions
Jurusan Teknik Metalurgi Universitas Jenderal Ahmad Yani (UNJANI) Bandung
Abstract
Penelitian ini menginvestigasi pengaruh temperatur proses semi-solid casting untuk paduan magnesium AZ91D dalam upaya meningkat sifat mekanik untuk aplikasi struktur ringan. Dalam percobaan proses semi-solid casting ini divariasikan temperatur mulai dari 500, 510, 520, 530 dan 540C. Hasil pengujian kekerasan rata-rata tertinggi diperoleh adalah 64,4 HB pada temperatur 500C lebih tinggi dibanding dengan as-cast (bakalan) yaitu 42,56 HB (atau meningkat 33,9%). Peningkatan kekerasan terjadi karena adanya perubahan struktur mikro dari struktur dendritik menjadi butir yang globular, yang memiliki fasa α-Mg dan �-Mg17Al12. Bentuk butir bulat dan kecil yang tersebar merata dengan ukuran 40,08 �m diperoleh pada temperatur 500C dan ukuran 77,2 �m untuk 540C.
Keywords
paduan magnesium, semi-solid casting, kekerasan, struktur mikro.
Topic
Material
Corresponding Author
Habibi Abdillah
Institutions
Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Penggunaan air PDAM saat ini dihitung dengan menggunakan flowmeter konvensional yang menggunakan counter. Flowmeter ini hanya bisa memberikan data penggunaan volume air, tidak bisa memberikan data harga penggunaan air secara langsung. Pada studi ini, dirancang sebuah sistem monitoring aliran air menggunakan sensor aliran air elektronik. Data aliran diteruskan ke mikrokontroler dan diolah menjadi harga penggunaan air yang selanjutnya hasilnya ditampilkan di sistem antarmuka. Alat ini diharapkan bisa menjadi alat tambahan yang dapat memberikan informasi penggunaan air PDAM kepada pelanggan secara realtime, sehingga manajemen penggunaan air PDAM bisa lebih baik.
Keywords
Sensor, Aliran, Mikrokontroler
Topic
Physics
Corresponding Author
Mairizwan Mairizwan
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Energi matahari merupakan energi terbarukan yang memiliki prospek pengembangan yang besar. Salah satu pengembangan pada pemenenan energi matahari (cahaya) adalah dengan menggunakan sel surya. Sel surya merupakan suatu devais yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Proses pengubahan energi matahari menjadi energi listrik tergantung intensitas cahaya matahari yang diterima oleh sel surya, semakin besar intensitas matahari yang diterima sel surya maka daya yang dikeluarkan sel surya juga akan semakin besar.Intensitas matahari yang diterima sel surya sangat dipengaruhi oleh posisi sel surya terhadap matahari, daya terbesar sel surya berada pada posisi tegak lurus terhadap matahari. Posisi matahari yang berubah mengakibatkan daya yang dikeluarkan sel surya juga akan selalu berubah. Oleh karena itu, untuk menjaga daya keluaran sel surya selalu selalu pada kondisi maksimum maka dibuat sebuah sistem tracker untuk menggerakkan/ mengubah posisi sel surya agar selalu pada posisi tegak lurus terhadap matahari. Prinsip kerja dari sistem tracker ini adalah dengan mendeteksi posisi matahari menggunakan sensor cahaya photodioda. Informasi posisi matahari dari sensor ini diolah dalam mikrokontroler, sehingga sel surya dapat dikontrol setiap saat dengan posisi tegak lurus terhadap cahaya matahari. Berdasarkan data dan analisisnya maka dapat diketahui dua hasil penting yaitu ; pertama, sistem tracker sel surya ini dapat bekerja dengan baik mengikuti arah gerak matahari setiap saat. kedua, daya yang dihasilkan dari sel surya ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanpa sistem tracker sel surya.
Keywords
sel surya, Tracker, arduino
Topic
Instrumentasi (INS)
Corresponding Author
Topan Setiawan
Institutions
Mahasiswa Program Studi Magister Pengajaran Kimia
*Dosen Kelompok Keahlian Biokimia Program Studi Kimia
Institut Teknologi Bandung
Email Korespondensi: rukman[at]chem.itb.ac.id
Abstract
Mobile learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang melibatkan perangkat bergerak seperti telepon genggam dan tablet PC, dimana pembelajar dapat mengakses materi, arahan dan aplikasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Aplikasi mobile learning berbasis e-book interaktif ini dibuat dengan tujuan sebagai media pembelajaran struktur dan fungsi biomolekul dengan fokus tahap pengembangan awal pada materi struktur dan fungsi asam amino dan protein. Tahapan yang dilakukan dalam pembuatan aplikasi ini meliputi penyusunan materi, desain visualisasi materi, pengkodean, implementasi dan pemeliharaan. Penyusunan dan visualisasi materi didesain lebih menarik dan mudah dipahami oleh pengguna. Tahap pengkodean dilakukan dengan bahasa pemrograman Java dan Android. Konten aplikasi terdiri dari materi, tutorial, kuis dan petunjuk praktikum. Selain itu, aplikasi dilengkapi dengan halaman masuk bersandi, sehingga diperlukan tahap registrasi oleh pengguna untuk mendapatkan kode sandi agar dapat mengakses aplikasi, membaca materi, membaca prinsip dan prosedur dari praktikum yang berkaitan dengan materi, mengerjakan latihan-latihan, dan membaca info mengenai aplikasi. Aplikasi ini dapat digunakan oleh siswa maupun mahasiswa, dengan standar handphone berbasis android. Minimum versi android yang digunakan adalah versi android 2.1. Tampilan aplikasi bersifat user friendly dengan cara kerja yang mudah dan dapat diakses hanya dengan sentuhan jari. Konten materi disajikan dalam bentuk teks, gambar, slide, video animasi dan kuis-kuis sehingga lebih bersifat interaktif dibanding aplikasi e-book pada umumnya.
Keywords
mobile learning, mobile learning interaktif, struktur dan fungsi asam amino dan protein
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Raja Muda Pandapotan M Purba
Institutions
Laboratorium Fisika Bumi
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Momen Inersia adalah konsep teoretik (abstrak) untuk menggambarkan adanya kelembaman pada hukum dinamika Newton pada gerak rotasi. Dengan memilih massa silinder yang menggelinding pada bidang miring, keberadaan momen inersia dapat dibuktikan dan ditentukan besarnya yang dapat dibandingkan dengan rumus teoretiknya.
Keywords
momen inersia, menggelinding pada bidang miring, pengukuran empirik
Topic
Physics
Corresponding Author
Okky Fajar Tri Maryana
Institutions
1)Fisika Magnetik dan Fotonik, Departemen Fisika, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10, Bandung 40132, Jawa Barat
2)Program Profesi Psikologi Pendidikan, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia
Kampus UI, Depok, 16424, Jawa Barat
Abstract
Pemahaman terhadap faktor-faktor pembelajaran aktif mata pelajaran sains semakin diperlukan dunia pendidikan saat ini. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam mencapai penanaman karakter sekaligus transfer pengetahuan mata pelajaran sains kepada peserta didik, khususnya bidang studi fisika. Perihal tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah-sekolah dengan konsep inklusi yang sekarang mulai banyak mendapat perhatian oleh pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Sebuah konsep pendidikan sekolah yang ramah bagi semua anak. Penelitian melalui model pendekatan analogi fisis elektron ber-spin telah dilakukan pada rancangan pembelajaran aktif fisika di kelas inklusi dan telah berhasil didapatkan beberapa informasi penting. Kemudian, dengan menggunakan metode analitik Effective Medium Approximation didapatkan faktor penting lain yang mempermudah munculnya pembelajaran aktif mata pelajaran fisika yaitu berkaitan dengan posisi duduk siswa di kelas.
Keywords
fisika, effective medium approximation, elektron, pembelajaran aktif, sekolah inklusi
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Nia Nurhayati
Institutions
a) Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Pengetahuan mengenai lokasi terjadinya gerakan tanah sangat dibutuhkan dalam kajian mitigasi bencana pergerakan tanah, khususnya pada daerah rawan yang berpotensi terjadinya longsor seperti di daerah Desa Cihideung Kecamatan Parongpong Kab. Bandung Barat yang dapat mengakibatkan jalur transportasi terhambat dikarenakan tertutupi oleh longsoran. Penelitian ini menerapkan metode geofisika Geolistrik Resistivitas konfigurasi Wenner untuk mengidentifikasi penampang bawah permukaan. Pengukuran resistivitas batuan dilakukan dengan tiga lintasan menggunakan alat Naniura NRD 22 S. Berdasarkan kondisi geologis serta hasil pengukuran geolistrik resistivitas yang telah dilakukan, lapisan tanah di wilayah desa Cihideung diinterpretasi sebagai pasir tufaan dan lempung dengan resistivitas berturut turut yaitu 253Ωm - 2776Ωm dan 23,1Ωm-1250Ωm Interpretasi 2D resistivitas pada lintasan 2 menunjukkan adanya bidang gelincir berbentuk cekung dengan kemungkinan bergerak secara rotasi dengan kemiringan bidang 14�. Sesuai dengan penampang 3D yang diperoleh, bidang gelincir berbentuk cekung juga terdapat pada bagian tengah lintasan yang mengarah ke timur. Dengan kondisi tanah, kemiringan serta letak lokasi penelitian yang berada �5m diatas pemukiman dan jalan raya Parongpong, menjadikan wilayah desa Cihideung wilayah yang berpotensi longsor.
Keywords
longsor; bidang gelincir; resistivitas; konfigurasi wenner
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Geby Saputra
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Perpindahan panas pada fluida yang terjadi karena adanya perbedaan densitas fluida, seperti yang terdapat di dalam sistempendingin reaktor nuklir, disebabkan oleh perbedaan temperatur pada fluida, merupakan contoh sistem pendingin secara alami. Untuk mengamati fenomena ini, kami melakukan pemodelan dan eksperimen. Pemodelan dan eksperimen dilakukan untuk mengetahui persebaran temperatur sistem sirkulasi dan untuk mengetahui pengaruh ketinggian dan perbedaan temperatur terhadap kecepatan aliran fluida. Pada sistem sirkulasi terdapat pemanas pada bagian bawah dan pendingin pada bagian atas. Hasil pemodelan berupa gambar distribusi temperatur fluida di dalam sistem sirkulasi, grafik kecepatan fluida terhadap ketinggian sistem sirkulasi, dan grafik kecepatan fluida terhadap perbedaan temperatur pemanas dengan pendingin.
Keywords
Sirkulasi alami, temperatur dan kecepata fluida
Topic
Physics
Corresponding Author
Uswatun Khasanah
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian tentang diagnosis konsep listrik statis dilatarbelakangi oleh banyaknya mahasiswa Pendidikan Fisika yang mengalami miskonsepsi dan tidak paham konsep berdasarkan kajian di dunia internasional dan Indonesia. Untuk mendiagnosis konsepsi mahasiswa calon guru terkait konsep listrik statis menggunakan Tes Konsep Listrik Statis (TKLS) dengan format Tes Pilihan Ganda Respon Terbuka. Sampel penelitian dilakukan terhadap 19 mahasiswa calon guru Fisika. Survey dilaksanakan pada semester Genap Tahun Akademik 2014/2015 di salah satu Program Studi Pendidikan Fisika LPTK di Jawa Barat. Berdasarkan survey tersebut didapatkan data miskonsepsi, konsep benar, dan tidak paham konsep. Reliabilitas TKLS yaitu 0,7 dan validitasnya 0,54. Penelitian survey ini akan menjadi dasar pijakan peneliti atau penelitian pendahuluan bagi peneliti untuk melakukan penelitian lanjut.
Keywords
Konsepsi, Listrik Statis, TKLS, Tes Pilihan Ganda Respon Terbuka
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Ermayanti Ermayanti
Institutions
(a) Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia & Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unsri. Jalan Raya Palembang- Prabumulih Inderalaya, Ogan Ilir 30662
(b) Departemen Pendidikan Biologi FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. Jalan Dr. Setiabudhi No 229 Bandung.
Abstract
Penelitian Research and Development ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan berpikir logis mahasiswa setelah proses pembelajaran anatomi tumbuhan berbasis framing. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Biologi pada sebuah Universitas Negeri di Sumatera Selatan. Subyek penelitian terdiri atas 35 orang mahasiswa semester III, yang mengambil mata kuliah anatomi tumbuhan. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir logis, TOLT (Test of Logical Thinking). Sementara framing yang dikembangkan merupakan hasil judgment pakar. Framing diberikan dalam bentuk pertanyaan, kalimat pengarah dan juga pemberian worked examples. Kemampuan berpikir logis yang diukur dalam penelitian ini meliputi: (1) penalaran proporsional; (2) pengendalian variabel, (3) penalaran probabilitas, (4) penalaran korelasional, dan (5) penalaran kombinatorial. Data yang didapatkan diolah dengan menghitung rata-rata dan persentase (%) pada setiap indikator berpikir logis. Hasil TOLT dikelompokkan ke dalam kategori operasi konkret, transisional dan formal, untuk melihat persentase tingkat kemampuan intelektual mahasiswa sebelum dan setelah proses pembelajaran anatomi tumbuhan berbasis framing. Rata-rata persentase kemampuan penalaran mahasiswa sebelum dan setelah pembelajaran berbasis framing secara berurutan yaitu: 1. penalaran poporsional (0,05) dan (42,86); 2. pengendalian variabel (0,04) dan (32,86), 3. penalaran probabilitas (0,11) dan (27,14), 4. penalaran korelasioal (0,10) dan (45,71), dan 4. penalaran kombinatorial (0,3) dan (41,43). Pembelajaran anatomi tumbuhan berbasis framing meningkatkan perkembangan intelektual mahasiswa dengan persentase tiap kelompok sebelum dan sesudah pembelajaran yaitu: konkret dari 60% menjadi 20%, transisional dari 31% menjadi 40% dan formal dari 9% menjadi 40%. Dapat disimpulkan bahwa framing pada pembelajaran anatomi tumbuhan meningkatkan kemampuan berpikir logis mahasiswa.
Keywords
berpikir logis,framing, anatomi tumbuhan
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Qoniti Amalia
Institutions
ITB
Abstract
Indonesia memiliki penduduk usia produktif mencapai 44,89% dari jumlah total penduduk sehingga berimplikasi pada masalah produktivitas tenaga kerja. Sektor industri pengolahan merupakan salah satu sektor yang banyak menyerap tenaga kerja sehingga informasi distribusi produktivitas tenaga kerja diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai seberapa besar permintaan tenaga kerja untuk meningkatkan hasil produksi. Untuk menganalisis distribusi produktivitas tenaga kerja digunakan konsep temperatur negatif distribusi Boltzmann. Konsep temperatur negatif menjelaskan bahwa lebih banyak partikel yang terdistribusi pada energi yang lebih tinggi dibandingkan partikel yang terdistribusi pada keadaan energi yang lebih rendah. Semakin tinggi tingkat produktivitas tenaga kerja, semakin banyak tenaga kerja yang menempati tingkat produktivitas tersebut. Untuk mengetahui distribusi tenaga kerja Indonesia untuk sektor industri pengolahan digunakan data tenaga kerja dan produktivitas tenaga kerja industri besar dan sedang tahun 2008-2013, industri mikro serta industri kecil tahun 2010-2015. Dengan menerapkan konsep temperatur negatif diperoleh gambaran mengenai seberapa besar tenaga kerja yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas serta informasi mengenai golongan industri yang membutuhkan tenaga kerja yang banyak untuk meningkatkan hasil produksi.
Keywords
industri, produktivitas, tenaga kerja
Topic
Physics
Corresponding Author
Dimas Praja Purwa Aji
Institutions
a) Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*dmspraja2105[at]gmail.com
Abstract
Dalam pengamatan efek kacang brazil dua dimensi (EKB 2-D), untuk membantu menganalisa fenomena yang terjadi adalah dengan mengamati keadaan granular bed dan intruder tiap saatnya. Untuk mengamatinya, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengambil gambar sistem EKB 2-D tiap saatnya. Namun, dari gambar tersebut masih diperlukan pengolahan selanjutnya agar didapat data kuantitatif sehingga bisa didapatkan gambaran fenomena EKB 2-D yang terjadi. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah piranti lunak yang menampilkan data kuantitatif hasil digitasi posisi granular bed maupun intruder EKB 2-D dari gambar percobaan. Tulisan ini dibuat sebagai dokumentasi pengembangan piranti lunak yang telah dibuat dalam digitasi posisi granular bed maupun intruder EKB 2-D. Pengembangan piranti lunak tersebut dimaksudkan untuk memudahkan pengguna yang ingin mencoba menganalisa data gambar hasil percobaan EKB 2-D.
Keywords
Digitasi; Efek Kacang Brazil Dua Dimensi; Piranti Lunak; Posisi; Web Browser
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
Mohamad Amin
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Perubahan wujud zat adalah perubahan dari satu fase benda ke keadaan wujud zat yang lain. Perubahan wujud zat karena peristiwa pelepasan dan penyerapan kalor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen untuk merancang dan membuat sebuah bejana untuk proses perubahan wujud zat, mengetahui lama waktu yang diperlukan untuk meleburkan plastik didalam bejana dengan panas yang konstan, dan mengetahui temperatur maksimum yang diperlukan untuk meleburkan seluruh plastik dalam bejana. Eksperimen ini menggunakan gelas plastik yang dipanaskan didalam bejana proses perubahan wujud dimana untuk tekanan didalam bejana diukur dengan menggunakan manometer dan suhu didalam bejana diukur dengan menggunakan termokopel. Dalam eskperimen ini telah berhasil dibuat satu unit bejana proses perubahan wujud zat. Dengan menggunakan bejana perubahan wujud zat ini diperoleh lama waktu yang diperlukan untuk meleburkan 0,5 Kg plastik didalam bejana dengan panas yang konstan yaitu (pm ) 120 menit, dan temperatur maksimum yang diperlukan untuk meleburkan seluruh plastik dalam bejana (250^0 C ). Hasil dari peleburan ini berupa cairan yang mudah terbakar, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu sumber energi alternatif.
Keywords
Alat Peraga Perubahan Wujud Zat, Energi Alternatif
Topic
Energi (ENG)
Corresponding Author
Rizky Maiza
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Kerucut merupakan bentuk unik yang mempunyai sifat istimewa dimana kerucut tersebut dibatasi oleh selubung berkas garis melalui satu titik dengan bidang datar memotong berkas. Sifat ini mudah terlihat pada kerucut dengan alas lingkaran dan proyeksi puncak tepat pada pusat lingkaran. Irisan pada kerucut akan menghasilkan alas bidang yang berbentuk lingkaran, ellips, hiperbola dan parabola. Menghitung volume irisan kerucut dapat menggunakan perumusan integral lipat, untuk mengukur luas selubungnya dengan cara pemakaian kertas milimeter block. Penggunaan model fisik irisan kerucut pada modul ini juga memberikan visualisasi keindahan, sehingga menarik untuk mempelajarinya. Selain menggunakan kalkulus, pengukuran volume kerucut dapat dilakukan berdasarkan hukum Archimedes.
Keywords
integral lipat, koordinat silinder, volume irisan kerucut, hukum Archimedes, luas selubung
Topic
Physics
Corresponding Author
Tiarawati -
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Saat ini buku pendamping yang berupa buku pintar, kumpulan rumus, kamus pintar, buku saku, dan sejenisnya menjadi hal yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk menunjang pembelajaran di sekolah. Diketahui data bahwa 80% dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang merupakan remaja berusia 15-19 tahun yang merupakan usia siswa yang aktif menggunakan android. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi ringkasan materi dan mind map materi fisika SMA yang dapat digunakan untuk smartphone berbasis android. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development, dengan model pengembangan Dick & Carey. Survey dilakukan terhadap beberapa aplikasi pembelajaran fisika berbasis android di Play Store, diketahui belum tersedia aplikasi mind map materi fisika SMA. Aplikasi yang dikembangkan dapat menunjukkan mind map berdasarkan tingkat kelas, pembagian materi disesuaikan dengan Kompetensi Dasar, serta dilengkapi pula dengan ringkasan materi.
Keywords
mind map, fisika sma, aplikasi android
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Laili Mardiana
Institutions
Program Studi Fisika Universitas Mataram
Abstract
Sungai merupakan salah satu sumber daya alam yang keberadaannya sangat diperlukan oleh masyarakat. Yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan mempermudah aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini bukan lagi dapat dipandang secara positif, karena masyarakat cendrung menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan limbah dan sampah. hal ini sangat kontradiktif dengan kebutuhan masyarakat akan sungai dalam aktifitas sehari-hari yaitu mandi, cuci, kakus. Kondisi lain yaitu peningkatan aktivitas masyarakat yang demikian tidak diikuti oleh proses monitoring yang bergantung waktu. pengukuran kualitas air sungai masih bersifat konvensional, tidak periodik dan informasi masih bersifat diskrit. Oleh sebab itu dibuat sistem alat ukur untuk mengukur daya hantar listrik yang berbasis SMS Gateway. Daya Hantar listrik (DHL)Merupakan salah satu parameter Fisis yang dapat dijadikan indikator kualitas air sungai. sistem alat ukur ini terdiri dari sensor EC Meter sebagai piranti yang mengukur variabel DHL, mikrokontroller Atmega 328 sebagai sistem pengendali, GSM Sheild sebagai pengirim informasi dari hasil pengukuran melalui jaringan GSM dan Datalogger sebagai sistem penyimpan data pada SD card. Dilakukan kalibrasi terhadap sensor yaitu dengan membandingkan dengan EC Meter standar sehingga diperoleh galat relatif rata-rata sebesar +/- 3% dan memiliki selisih koefisien determinasi sebesar 0,002%, sensitivitas sensor sebesar (uS/cm)/mV. sistem pengiriman informasi DHL dapat dikirimkan melalui SMS pada jaringan GSM. dapat disimpulkan bahwa sistem alat ukur DHL dapat bekerja dengan performa baik, sistematis dan periodik.
Keywords
Daya Hantar Listrik, Kualitas Air Sungai, Sistem Alat Ukur, SMS Gateway
Topic
Physics
Corresponding Author
Maryam Musfiroh
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Pendidikan karakter telah menjadi wacana yang hangat dibicarakan oleh para pakar pendidikan. Pasalnya, kasus-kasus moral yang sering terjadi pada beberapa siswa sekolah menengah pertama, khususnya di kota Bandung, disebabkan oleh pendidikan yang hanya menekankan pada aspek kognitif saja dengan mengabaikan penanaman karakter di dalamnya. Penelitian kualitatif dengan metode survey crossectional terhadap 40 siswa SMP kelas 9 di Kota Bandung telah memberikan suatu pola hubungan antara tipe kecerdasan siswa berdasarkan angket identifikasi kecerdasan majemuk yang diadaptasi dari model Howard Gardner dengan karakter siswa yang diukur melalui Tes Dilema Moral pada kasus gunung meletus. Pola tersebut menghasilkan siswa dengan kecerdasan Verbal-Linguistik; Logis-Matematis memiliki karakter tinggi pada Moral-Knowing. Siswa dengan kecerdasan Visual-Spasial; Musikal; dan Intrapersonal memiliki karakter tinggi pada Moral-Feeling. Sedangkan untuk Moral-Action, tingkatan tertinggi dimiliki oleh kelompok siswa dengan kecerdasan Kinestetik; Interpersonal; dan Naturalis.
Keywords
Kecerdasan Majemuk, Karakter, dan Tes Dilema Moral (TDM).
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Diba Efriza Mahanti
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jl. Rawamangun Muka, Jakarta 13220, Indonesia
*dibaefrizamahanti[at]gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Media Belajar Pengayaan Elektronik Berbasis Android dalam Materi Optik sebagai media pembelajaran fisika untuk siswa SMA. Pengembangan media belajar pengayaan elektronik pada materi optik yang berbasis android diperlukan untuk mengatasi kurang aplikatifnya buku teks siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R & D) yang merujuk pada penelitian dan pengembangan ASSURE (Analyze learner; State objective; Select method, media and materials; Utilize media and materials; Required learner participation; Evaluate and revise). Telah dilakukan analisis kebutuhan pada 90 siswa kelas X SMA di Jakarta dengan hasil lebih dari 75% menunjukkan bahwa siswa membutuhkan buku penunjang yang memudahkan mereka untuk belajar melalui smartphone yang mereka akses. Survey yang dilakukan di play store menunjukkan bahwa belum tersedianya media belajar yang berisi materi pengayaan optik untuk SMA. Oleh karena itu, ditetapkan media belajar pengayaan fisika pada materi optik yang ditunjang dengan animasi dan video.
Keywords
media belajar pengayaan, optik, aplikasi android
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Abdul Rohman Supandi
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Material hibirda organik-anorganik adalah material yang dibuat dari molekul organik dan anorganik untuk memperoleh sifat unggul dari masing-masing penyusunnya. Pada penelitian ini, material hibrida yang disintesis tersusun dari lapisan anorganik berupa anion kompleks [MnCl4]2- polimerik dua dimensi berbentuk perovskite dan lapisan organik berupa kation alkil ammonium yaitu C6H5(CH)2NH3+ dan C6H5CH2NH3+. Material hibrida disintesis dari garam MnCl2.4H2O dengan garam RNH3Cl dalam pelarut air pada suhu 60 oC. Pertumbuhan kristal material hibrida terjadi secara self assembly melalui penguapan lambat pada suhu dan tekanan ruang. Kristal hibrida yang dihasilkan dari molekul organik C6H5(CH)2NH3Cl (PEA.HCl) berwarna salem transparan dan dinyatakan sebagai material hibrida (PEA)2MnCl4, sedangkan dari molekul organik C6H5CH2NH3Cl (BA.HCl) berwarna merah muda transparan dan dinyatakan sebagai material hibrida (BA)2MnCl4. Berdasarkan hasil uji XRD-powder, diperoleh informasi jarak antar lapisan molekul anorganik pada material hibrida (PEA)2MnCl4 sebesar 20,57 �, sedangkan (BA)2MnCl4 sebesar 17,36 �. Ini menunjukkan adanya perbedaan panjang rantai alifatik molekul organik yang terdapat diantara lapisan molekul anorganik. Pola difraktogram XRD menunjukkan bahwa pertumbuhan kristal terjadi pada salah satu sumbu kartesius, yaitu c. Berdasarkan pengukuran kerentanan magnet, material hibrida memiliki sifat paramagnetik dengan nilai momen magnet 5,62 BM untuk (PEA)2MnCl4 dan 5,69 BM untuk (BA)2MnCl4. Nilai momen magnet tersebut menunjukkan adanya ion Mn (II) dengan 5 elektron tunggal dalam kristal hibrida.
Keywords
material hibrida, self assembly, (PEA)2MnCl4, (BA)2MnCl4
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Toto Budianto
Institutions
Institut Teknologi Bandung (ITB)
Abstract
Pemanfaatan gelombang ultrasonic khususnya sebagai sensor telah menyebar luas dalam kehidupan manusia. Dalam aplikasinya, sensor ultrasonik telah digunakan untuk mengukur kedalaman atau jarak suatu benda, mendeteksi ketinggian permukaan air, memeriksa bagian dalam tubuh manusia, dan kerusakan pada logam. Kemampuan sensor ultrasonik untuk mengukur jarak suatu benda memungkinkan sensor ultrasonik untuk dimanfaatkan dalam beragam kegunaan. Dalam makalah ini akan diulas pemanfaatan sensor ultrasonic yang terintegrasi sebagai �kepala ceret pintar�. Kepala ceret pintar adalah sebuah alat yang menggunakan sensor ultrasonik dan penggunaannya dikontrol oleh microcontroller. Microcontroller yang digunakan pada penelitian ini adalah Arduino Uno yang dikolaborasikan dengan aplikasi Labview untuk membaca dan menyimpan data yang diproleh. Kepala ceret didesain sehingga dapat dipasang pada mulut ceret atau dispenser. Fungsi dari kepala ceret ini adalah mengontrol jumlah air yang dikeluarkan oleh ceret dengan mengukur ketinggian permukaan air yang telah tertuang menggunakan sensor ultrasonik. Otomatisasi dalam proses penuangan air ini akan sangat membantu meringankan beban kegiatan bagi seseorang. Hasil yang dapat diproleh dari penelitian atau pengembangan alat ini adalah berupa otomatisasi dalam proses menuangkan air sesuai takaran yang diinginkan.
Keywords
sensor ultrasonik, otomatisasi, kepala ceret pintar
Topic
Physics
Corresponding Author
Habibi Abdillah
Institutions
Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Pada pengembangan aparatus sirkulasi alamiah, diperlukan sebuah pendingin yang controllable untuk menghasilkan perbedaan temperatur di kedua sisi aparatus. Pada pengembangan awal, sistem pendingin dibuat dengan menggunakan es. Sistem pendingin ini masih manual dan belum controllable. Pada studi ini, dikembangkan sebuah pendingin dengan menggunakan pendingin Peltier yang dikontrol dengan menggunakan mikrokontroler. Percobaan peltier telah dilakukan dengan hasil suhu dingin sampai 7�C. Namun, pada penerapannya pendingin yang dibuat belum menghasilkan suhu yang diinginkan. Masalah yang ditemukan ada pada penggunaan daya, bahan pendingin, dan juga isolasi termal yang kurang baik.
Keywords
Peltier, mikrokontroler, aparatus
Topic
Physics
Corresponding Author
Robi Bhakti Awaludin
Institutions
a) Program Magister Pendidikan Biologi Sekolah Pascasarjana UPI
Jl Dr Setiabudi no 229 Bandung
*robi_awaludin[at]yahoo.com
b) Ketua program doktoral Pendidikan IPA sekolah Pascasarjana UPI
Jl Dr Setiabudi no 229 Bandung
c) Ketua Program studi Biologi Jurusan Pendidikan Biologi UPI
Jl Dr Setiabudi no 229 Bandung
Abstract
Materi subjek fotosintesis yang disajikan guru kepada siswa merupakan hal yang penting dalam pembelajaran sehingga harus terstruktur dan berurutan. Mulai dari penjelasan konsep sel tumbuhan, penemuan teori, reaksi fotosintesis, distribusi hasil, serta faktor-faktor fotosintesis. Penelitian relevan terhadap struktur materi guru pemula memiliki konten yang baik dalam memahami karakteristik pengajaran fotosintesis, struktur kimiawi fotosintesis, organel spesifik fotosintesis sehingga dapat mengatasi miskonsepsi siswa. Guru berpengalaman menekankan fotosintesis sebagai penyedia makanan dan oksigen bagi kesintasan kehidupan di bumi, menekankan persamaan fotosintesis, serta transfer energi matahari menjadi energi kimia. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan perbandingan kemampuan penyusunan skema penyajian materi fotosintesis guru pemula dan guru berpengalaman ditinjau dari jumlah konsep, kesesuaian konsep dengan skema rujukan serta keterkaitan antar konsep. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif. Subjek penelitian adalah sepuluh guru biologi pemula dan sepuluh guru biologi berpengalaman di Bandung raya. Penentuan guru sebagai sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Materi fotosintesis yang disajikan guru adalah materi kelas VII. Data diperoleh dengan cara, guru membuat skema penyajian materi fotosintesis kelas VII, kemudian dilanjutkan dengan wawancara semi terstruktur. Kesesuaian skema yang dibuat guru dibandingkan dengan skema rujukan ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah konsep guru pemula yaitu 26 dan guru berpengalaman yaitu 26. Rata-rata kesesuaian skema buatan guru dengan skema rujukan, guru pemula yaitu 74,8% dan guru berpengalaman yaitu 70%. Rata-rata jumlah keterkaitan antar konsep guru pemula yaitu 30,4 dan guru berpengalaman yaitu 29,4.
Keywords
Skema penyajian materi, fotosintesis, guru pemula, guru berpengalaman
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Nur Faizin
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Fenomena fisika yang berkaitan erat dengan proses grinding adalah peristiwa tumbukan antar dua benda. Dalam penelitian ini proses yang dikaji yaitu tumbukan antara material butiran dengan bola baja. Pada umumnya proses grinding material, berlangsung di dalam sebuah silinder yang diisi dengan bola baja. Silinder tersebut diputar hingga menghasilkan dua mode gerak yaitu cataracting dan cascading. Mode gerak cataracting dimanfaatkan untuk menumbuk material, sedangkan mode cascading berfungsi sebagai penggerus material. Untuk mempermudah terbentuknya dua mode ini, dinding silinder dibuat bergerigi. Energi ikat material merupakan salah satu faktor yang menentukan hancur tidaknya material. Energi ikat rata-rata material yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 1,36 joule. Parameter yang digunakan sebagai indikator baik tidaknya proses grinding yaitu banyaknya kelolosan
Keywords
material butiran, bola baja, silinder, energi ikat
Topic
Kebumian
Corresponding Author
Iful Amri
Institutions
1Laboratorium Fisika Instrumentasi,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
2Laboratorium Fisika Fotonik dan Magnetik,
Kelompok Keilmuan Fisika Fotonik dan Magnetik,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) iful.amri[at]yahoo.com
b) rida.elsc[at]gmail.com
c) hendro[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Jika sebuah benda dijatuhkan ke dalam air, maka akan menghasilkan gelombang pada perrmukaan air tesebut. Jika pusat getaran gelombang itu merupakan sebuah titik, muka gelombangnya akan berupa lingkaran kecil kemudian merambat menjauhi titik pusat yang akan membentuk lingkaran-lingkaran yang lebih besar. Jarak antara dua muka gelombang yang berdekatan sama dengan satu panjang gelombang (λ) dan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu panjang gelombang disebut satu periode (T). Pada penelitian ini, simulator dikembangkan untuk mengukur cepat rambat gelombang permukaan air yang dihasilkan oleh sebuah benda bermassa. Simulator ini terdiri dari kotak dengan dimensi 104x177x44 mm^3, satu buah probe detektor yang terbuat dari kawat, air sebagai media rambat gelombang, dan jarum penunjuk yang terpasang melintang pada busur sebagai indikator kemiringan simulator, serta mikrokontroler Atmega328p untuk memproses data pngukuran. Ketika terbentuk gelombang yang menjalar ke segala arah, gelombang permukaan ini akan dideteksi oleh probe detektor. Data yang dihasilkan berupa data analog sehingga akan diperoleh nilai puncak (peak) ketika gelombang air bersentuhan dengan probe detektor dengan beda waktu tertentu. Selanjutnya, data yang terukur akan ditampilkan dalam grafik secara real time.
Keywords
Gelombang permukaan air, cepat rambat, simulator
Topic
Physics
Corresponding Author
Asri Rahmaniar
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Telah dilakukan penelitian yang dilatarbelakangi oleh tingkat pemahaman konsep Fisika siswa SMA yang masih rendah. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di salah satu sekolah di Kota Sukabumi menunjukkan skor rata-rata kelas pada tes Fisika yang hanya mencapai 54 dari skala 100. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran peningkatan pemahaman konsep siswa pada materi usaha dan energi sebagai ukuran pengaruh pendekatan interactive conceptual instruction. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experiment dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI MIA di salah satu sekolah menengah atas di Kota Sukabumi semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015 sebanyak 38 siswa. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pemahaman konsep diukur dengan menggunakan tes pemahaman konsep, sedangkan peningkatan pemahaman konsep antara sebelum dan setelah pembelajaran dihitung dengan konsep effect size untuk mencari ukuran pengaruh penerapan pendekatan Interactive Conceptual Instruction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran pengaruh penerapan Interactive Conceptual Instruction pada peningkatan pemahaman konsep adalah sebesar 1.72, berarti penerapan Interactive Conceptual Instruction pada peningkatan pemahaman konsep usaha dan energi memiliki pengaruh yang kuat. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan interactive conceptual instruction dapat meningkatkan pemahaman konsep.
Keywords
Kata kunci: Interactive Conceptual Instruction, Pemahaman Konsep, effect size
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Afendi Fina
Institutions
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Advent Indonesia
Abstract
Produksi susu sapi perah segar perlu terus menerus ditingkatkan mengingat manfaat nutrisinya dan jumlah kebutuhannya yang sangat tinggi serta terus menerus meningkat. Penambahan jumlah sapi perah dan penambahan jumlah peternak telah dilakukan sebagai salah satu solusi untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi susu. Namun kendala masih ada yang dihadapi oleh para peternak yaitu susu sapi perah segar yang dihasilkan dalam waktu cepat (hitungan jam) mengalami kebasian sebagai akibat berkembangnya bakteri di dalam susu. Kendala ini berpotensi membuat peternak merugi dan pada akhirnya harus gulung tikar dari usahanya. Ketika telah mengalami kebasian, susu tidak dapat lagi dijual. Peternak belum memiliki solusi sederhana untuk mengatasi hal ini. Suatu pendekatan baru yang sederhana telah dicoba dilakukan, yaitu dengan menyuntikan gelembung udara berdiameter rata-rata dalam orde mikro hingga nano meter dengan kerapatan yang tinggi ke dalam susu. Kehadiran gelembung udara dengan ukuran yang dimaksud dalam jumlah yang sangat tinggi dapat menghasilkan spesies oksidasi berjumlah tinggi pula yang dapat mematikan seluruh mikroorganisme yang ada di dalam susu, termasuk bakteri, sehingga bakteri tidak dapat hidup dan berkembang di dalam susu. Dari data penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa bakteri pada susu dapat dibasmi dengan menghadirkan gelembung udara mikro-nano meter. Pendekatan ini tidak melibatkan zat-zat kimia yang bersifat berbahaya dan prosesnya sangat sederhana. Pada paper ini mekanisme penyuntikan gelembung udara yang dimaksud dan fenomena yang dihasilkan terhadap sterilisasi susu, selengkapnya diterangkan.
Keywords
Sterilisasi susu, susu sapi perah segar, gelembung udara mikro-nano meter
Topic
Physics
Corresponding Author
DIAN ANGGRIANI MELINDA
Institutions
SMAN3 SUMEDANG*
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk menggali keterkaitan antara strategi metakognisi dan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran biologi. Data di dalam penelitian ini digali melalui kuesioner tentang strategi metakognisi yang biasa digunakan oleh siswa dan tes kemampuan berpikir kritis yang dikaitkan dengan materi pembelajaran konsep sistem koordinasi. Penelitian ini melibatkan 135 orang siswa dari 5 SMA/MA yang telah menerapkan kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan salah satu bagian dari penelitian yang mengungkap mengenai peran guru dalam mengembangkan strategi metakognisi siswa dan kaitannya dengan kemampuan berpikir kritis siswanya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan yang kuat antara strategi metakognisi siswa dengan kemampuan berpikir kritisnya di mana semakin terbiasa siswa menggunakan strategi metakognisi maka semakin tinggi pula nilai kemampuan berpikir kritisnya. Hasil penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pengembangan metakognisinya.
Keywords
strategi metakognisi, kemampuan berpikir kritis, pembelajaran biologi, sistem koordinasi
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Agustina Nur Herawati
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Agar dapat menghasilkan bahan ajar yang dapat mengidentifikasi dan memperbaiki miskonsepsi pada siswa salah satu cara yang telah terbukti berhasil adalah dengan mengembangkan bahan ajar dengan Teks Perubahan Konseptual (TPK). TPK adalah teks saintifik yang secara spesifik didisain untuk menunjukan dan memperbaiki miskonsepsi pada siswa. TPK telah terbukti efektif untuk mengkoreksi miskonsepsi pada siswa dalam semua pelajaran sains. Beberapa siswa menunjukan TPK lebih efektif dari instruksi standar untuk memperbaiki miskonsepsi dalam berbagai topik sains. Namun, dalam penelitian-penelitian tersebut tidak dijelaskan bagaimana cara peneliti menghasilkan bahan ajar yang dengan dasar TPK, setiap penulis memiliki gaya yang berbeda-beda dalam membuat TPK. Salah satu cara untuk mengembangkan bahan ajar adalah dengan metode Empat tahap pengembangan bahan ajar/ Four Steps Teaching Material Development (4S TMD). 4S TMD merupakan salah satu metode pengembangan abahan ajar yang dapat membantu guru agar menyajikan materi pembelajaran dengan optimal sesuai dengan kurikulum dan ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Penelitian yang berjudul "Pembuatan Teks Perubahan Konseptual dengan Menggunakan Metode 4S TMD pada pokok bahasan Pencemaran Air" dirancang untuk menghasilkan satu bahan ajar IPA terpadu yang tersusun secara sistematis dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, namun juga dapat dapat meminimalisir miskonsepsi pada siswa. Pengembangan bahan ajar dengan metode 4S TMD memiliki empat tahapan pengembangan, diantaranya seleksi, strukturisasi, karakterisasi dan reduksi didaktik. Keempat tahapan dilakukan peneliti dengan memadukannya dengan tahapan pembuatan teks perubahan konseptual. Topik Pencemaran Air merupakan salah satu bagian dari pokok bahasan pencemaran lingkungan. Topik ini sangat penting karena sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari.
Keywords
Teks Perubahan Konseptual, Pengembangan Bahan Ajar, 4S TMD
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Ela Aliyani
Institutions
Magister Pengajaran Fisika Institut Teknologi Bandung
Abstract
Fisika Matematika merupakan analisis dari suatu pola berpikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat dalam mempelajari Fisika. Penggambaran fisika matematika dengan pola kreatif diperlukan untuk menambah kesan dalam memancing rasa penasaran dan rasa ingin tahu sehingga membuka wawasan lain dalam melihat persepsi fisika matematika yang berupa angka maupun rumus ternyata mampu menjelaskan sesuatu yang bernilai estetis dalam menjelaskan aspek humaniora. Salah satunya dengan mempelajari penggunaan koordinat polar ( r, θ) dapat merakit persamaan sederhana goniometri yang menghasilkan berbagai bentuk unik seperti pola kardioida, lingkaran, cincin, bunga,daun clover dsb. Berbagai bentuk tersebut memberikan suatu kesan bahwa suatu persamaan yang abstrak ternyata dapat menggambarkan pola-pola menarik, jika ditambah dengan pengaturan warna maupun aplikasi penggunaannya maka bentuk karya yang dihasilkan dapat memberikan kesan yang indah. Proses tersebut merupakan sebuah jalan yang terbentuk jika kita memandang fisika matematika sebagai sesuatu pandangan baru yang bukan hanya rumus tapi pola unik yang mampu bernilai seni dan dapat kita aplikasikan dalam berbagai bidang penerapan. Selain itu fisika matematika bisa kita hubungkan dalam aspek humaniora dalam bahasa (rumusan) matematika model esponensial untuk membantu memahami makna lain dengan analogi interaksi manusia agar mudah diserap dan dianalisa dengan suatu penjelasan yang lebih mudah dimengerti, sehingga disinilah kegunaan fisika matematika mampu memberikan goresan kesan lain dari ungkapan matematika yang membuat wawasan baru tentang fisika matematika sebagai jalan utama dalam memahami fisika.
Keywords
Fisika Matematika, Koordinat Polar, Kardioida, Model eksponensial, Seni, Humaniora
Topic
Physics
Page 11 (data 301 to 330 of 753) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats