Page 10 (data 271 to 300 of 753) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Dindin Nasrudin
Institutions
1)Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung
*email:horenasrudin[at]gmail.com
2)Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan Fisika
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Pengalaman belajar siswa dalam proses pembelajaran yang tidak utuh menjadi salah satu penyebab rendahnya pemahaman konsep siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dapat dijadikan salah satu solusi untuk diterapkan, karena dalam model pembelajaran ini siswa dituntut untuk menjalani setiap proses pembelajaran dengan masalah sebagai starting point-nya. Berdasarkan pengalaman belajar tersebut diharapkan pemahaman konsep siswa akan menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah. Pemahaman yang dimaksud adalah pemahaman (comprehension) berdasarkan taxonomi Bloom yang meliputi kemampuan translasi (menterjemahkan), interpretasi (menafsirkan), dan ekstrapolasi (meramalkan). Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest posttest time series design. Sampel penelitian adalah 32 siswa kelas VIII C salah satu SMP swasta di kota Bandung. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep. Hasil rerata indeks gain ternormalisasi pada seri I = 0.42, seri II = 0.47, dan seri III = 0,65. Hal ini menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah secara efektif dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa.
Keywords
Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Pemahaman Konsep
Topic
Physics
Corresponding Author
Muhammad Farish Mutaaffif
Institutions
1Laboratorium Fisika Instrumentasi,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
2Laboratorium Fisika Nuklir,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) farish.astrof[at]gmail.com
b) mujtahid.saya[at]gmail.com
c) bilalelbari[at]gmail.com
d) maria[at]fi.itb.ac.id
e) mitra[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Peternakan merupakan satu bidang yang sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Dengan adanya penerapan aspek teknologi berupa internet of things, para peternak dapat memonitoring dan mengontrol peternakan meskipun terpaut jarak yang sangat jauh sekalipun hanya dengan berbekal smartphone. Sehingga peternak yang berada di rumahnya dapat melakukan monitoring dan kontrol parameter kadar pakan dan air minum. Dengan adanya sistem ini maka kuantitas konsumsi ternak terhadap pakan dan air minum dapat dikontrol sehingga dapat lebih efisien dan efektif. Pengontrolan ini juga menjadikan hewan ternak lebih sehat sehingga pertumbuhannya semakin cepat dan berbobot sesuai dengan harapan. Harapannya sistem ini nantinya dapat diaplikasikan di dunia peternakan, sehingga banyak orang yang berminat untuk beternak dan peternakan di Indonesia pun dapat mendominasi dan menyuplai konsumsi hewan ternak sendiri bahkan bisa ekspor ke luar negeri.
Keywords
Internet of Things, Kontrol, Monitoring, Peternakan
Topic
Fisika Instrumentasi
Corresponding Author
Triyanta Triyanta
Institutions
1SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science,
Jl. Diponegoro no. 12 Bandung, Indonesia, 40132
2Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) triyanta[at]fi.itb.ac.id (corresponding author)
b) director[at]qitepinscience.org
Abstract
Pembelajaran sains berbasis inkuiri merupakan salah satu pendekatan pembelajaran sains di antara sejumlah pendekatan atau metode pembelajaran sains yang dikenal. Di dalam pembelajaran sains berbasis inkuiri, pembelajar membangun sebuah pengetahuan seperti yang dilakukan para ilmuwan dalam memahami alam semesta. Keuntungan dari pendekatan ini adalah, selain membangun pengetahuan, pembelajar sekaligus juga membangun sikap ilmiah dan kemampuan berproses ilmiah. Keberhasilan penerapan pendekatan inkuiri di dalam kelas sangat bergantung pada kemampuan guru berinkuiri dan keseriusan guru dalam mempersiapkan rencana kegiatan inkuiri siswa. Tulisan ini akan menyajikan uraian singkat tentang pembelajaran berbasis inkuiri, kegiatan peningkatan profesional guru sains yang berkaitan dengan inkuiri oleh Regional Centre for QITEP in Science, dan menyajikan satu contoh usaha pemahaman interaksi elektromagnetik yang lebih dalam melalui pendekatan inkuiri. Contoh ini berguna bagi guru dan dosen pembelajar, dalam bidang fisika.
Keywords
inkuiri, guru pembelajar, interaksi elektromagnetik
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
INTAN DILLIA NURHADI
Institutions
Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
JL. A.H. Nasution 105, Bandung - Indonesia 40614
*Intandillia_nurhadi[at]yahoo.com
Abstract
Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh perubahan jarak sumber radiasi ke permukaan medium atau Source to Surface Distance (SSD) dan luas lapangan penyinaran (Field Size) terhadap distribusi dosis pada pesawat Linear Accelerator (LINAC) menggunakan metode Monte Carlo � EGSnrc. Simulasi Monte Carlo digunakan untuk pemodelan dan simulasi head linac pada BEAMnrc, model virtual linac dibuat berdasarkan data karakteristik pada pesawat Linac Varian Clinac iX yang kemudian output-nya diperoleh informasi karakteristik foton beam menggunakan BEAMDP, sementara pemodelan dan simulasi water phantom dikerjakan pada DOSXYZnrc ukuran phantom (40�40�40) (cm^3), menggunakan berkas foton 6 MV, pengujian variasi SSD (80 cm, 90 cm, 100,1 cm, 110 cm, 120 cm) dan variasi field size (6�6 cm^2), (10�10 cm^2), (20�20 cm^2) untuk memperoleh kurva Percentage Depth Dose (PDD) dan Profile Dose. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin dekat jarak sumber radisi ke permukaan medium (SSD), semakin besar sebaran dosis yang diserap oleh water phantom. Semakin besar luas lapangan (field size), semakin besar sebaran dosis yang diserap oleh water phantom. Pada variasi SSD dan Field Size, dosis radiasi akan terus naik mulai dari permukaan medium 0 cm sampai pada kedalaman Dmax, kemudian dosis turun setelah melewati kedalaman Dmax.
Keywords
Monte Carlo � EGSnrc, Linear Accelerator (LINAC), Source to Surface Distance (SSD) , field size, photon beam, Percentage Depth Dose (PDD) dan Profile Dose.
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Chaerul Rochman
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Penerapan pendekatan saintifik dalam praktek pembelajaran di kelas merupakan langkah yang penting dalam pengembangan kependidikan sains. Penelitian ini merupakan penerapan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik model 5M pada pembelajaran fisika di sekolah menengah pertama dan dikaitkan dengan kemampuan literarasi sains. keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik model 5M dengan rata-rata keterlaksanaan pembelajaran sebesar 83,25% dengan interpretasi sangat baik. Kemampuan literasi sains peserta didik dalam pembelajaran pada materi kalor dan penerapannya rata-rata sebesar 73,08 dan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,84 katagori tinggi. Jawaban peserta didik berdasarkan katagori literasi sains bervariasi dan bersifat dinamis.
Keywords
Pendekatan saintifik model 5M, literasi sains, Katagori jawaban literasi
Topic
Physics
Corresponding Author
Rahadi Wirawan
Institutions
1Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram, Jl. Majapahit 62 Mataram 83125
email: desiarisandi537[at]ymail.com, rwirawan[at]yahoo.co.id
Abstract
Tanah longsor merupakan salah satu fenomena alam yang dapat menimbulkan kerusakan yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Salah satu upaya penanggulangan bencana tanah longsor adalah membangun suatu sistem pendeteksian dini yang meliputi pembuatan alat pendeteksi dan monitoring pergerakan tanah serta sistem informasi deteksi dini bahaya tanah longsor. Dalam tulisan ini, ditampilkan prototipe alat pendeteksi pergerakan tanah sederhana. Alat ini tersusun atas 4 pegas paralel, sensor ultrasonik SRF08 sebagai alat pendeteksi jarak dan soil moisture sensor FC-28 untuk mengukur kandungan air sebagai parameter pemicu terjadinya pergerakan tanah serta mikrokontroler Atmega328 sebagai pengontrol kerja alat. Prototipe ini telah diujicoba dalam pendeteksian pergerakan sampel pasir untuk ukuran butir 850 m dan >850 m dengan massa yang berbeda. Hasil yang diperoleh menunjukkan sensitivitas masing-masing sensor adalah 2 cm/kg untuk sensor ultrasonik dan 5,21 %/ml hingga 8,33 %/ml untuk sensor kandungan air. Potensi pergerakan material pasir dipengaruhi oleh kandungan air dalam sampel pasir dimana pergerakan material pasir mencapai titik maksimum pada jarak 54 cm dengan kandungan air sebesar 99%.
Keywords
Longsor, deteksi dini, sensor, ultrasonik, kandungan air
Topic
Physics
Corresponding Author
liya kholida
Institutions
a) Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
liyaholida92[at]gmail.com
b)Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
lilik.hendrajaya3[at]gmail.com
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan mengukur momen inersia silinder dengan mendisain 4 buah silinder berlapis. Bahan silinder berupa tiga jenis kayu dengan massa jenis rho 1 > rho2 > rho3. Silinder pertama dan kedua mengunakan bahan rho 1 dan rho 3, dengan massa kedua silinder sama namun lapisan nya berbeda. Silinder ketiga dan keempat merupakan silinder berlapis tiga dengan menggunkan bahan rho 1, rho 2 dan rho 3. Silinder ke tiga dan ke empat didisain massanya sama namun memiliki urutan lapisan yang berbeda. Keempat silinder tersebut diglindingkan pada papan peluncur. Hasilnya diperoleh setiap silinder memiliki kecepatan yang berbeda-beda karena pengaruh momen inersia tiap silinder berbeda-beda.
Keywords
Momen inersia slinder pejal berlapis, cara desain, cara membuat
Topic
Physics
Corresponding Author
NUR INAYAH SYAR
Institutions
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Abstract
Interaksi antar peserta didik, pendidik dan sumber belajar adalah tiga hal yang membangun proses belajar mengajar. Sumber belajar yang dimaksud dalam hal ini adalah bahan ajar, baik yang digunakan oleh guru untuk mengajar maupun digunakan oleh siswa untuk belajar mandiri. Bahan ajar merupakan pokok-pokok materi yang berasal dari perumusan kompetensi dasar dan indikator yang nantinya akan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada dua jenis bahan ajar yang dapat dikembangkan dalam rangka mencapai hal-hal yang disebutkan di atas, yaitu bahan ajar untuk guru dan bahan ajar untuk siswa. Penulis akan mengambangkan bahan ajar guru dengan menggunakan metode 4 Step Teaching Material Development (4S TMD) sebagai pedoman dalam pengembangan bahan ajar. 4S TMD memiliki empat tahap pengembangan bahan ajar yaitu seleksi, strukturisasi karakterisasi dan reduksi didaktik yang merupakan kelebihan yang tak dimiliki pengembangan bahan ajar lainnya. Tahap seleksi berupa tahap pengumpulan materi yang kemudian disesuaikan dengan standar kompetensi, indikator dan nilai-nilai yang terkait IPA terpadu yang terdapat dalam bahan ajar. Tahap strukturisasi merupakan tahap pembuatan peta konsep, struktur makro dan multipel representasi. Tahap Karakterisasi yaitu tahap pengembangan instrumen untuk mengidentifikasi konsep-konsep yang beradda dalam kategori abstrak, kompleks dan rumit. Sedangkan yang terakhir yaitu tahap reduksi didaktik, merupakan tahap dimana konsep direduksi agar layak menjadi bahan ajar untuk tingkatan kelas dan jenjang pendidikan bahan ajar tersebut. Penilaian bahan ajar terdiri dari beberapa aspek yaitu penilaian kesesuaian isi dengan kurikulum, grafika, ide pokok dan keterbacaan, penyajian materi untuk menguji kelayakan bahan ajar yang telah dibuat. Bahan ajar akan berfokus pada tema cuaca yang akan mencakup materi IPA terpadu, yaitu fisika, kimia dan biologi.
Keywords
Bahan ajar, Cuaca, IPA Terpadu, 4S TMD
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Claudia Mariska Mardikawati Maing
Institutions
FKIP Fisika, Universitas Katolik Widya Mandira
Abstract
Investigasi kelompok merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Dalam investigasi kelompok, pendidik berperan sebagai fasilitator, peserta didik yang dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil didorong dan didukung agar mampu mengelola tugasnya. Model pembelajaran ini merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan aktivitas siswa di kelas, agar siswa berperan aktif dalam menemukan, menganalisis dan mengevaluasi tugas yang diberikan kepadanya Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari Model pembelajaran investigasi kelompok terhadap hasil belajar peserta didik pada materi pokok elastisitas bahan dan gerak harmonic sederhana dengan sampel berjumlah 33 peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain one grup pretest posttest design. Data hasil belajar tes awal dan tes akhir dianalisis menggunakan analisis N-gain untuk melihat peningkatan hasil belajar, diperoleh hasil analisisnya berada dalam kategori tinggi dengan nilai gain 0,78. Hasil ini dijadikan sebagai acuan untuk analisis lanjutan melihat apakah ada pengaruh dari model pembelajaran investigasi kelompok yang digunakan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik tersebut. Untuk melihat pengaruh ini, digunakan uji Mann Whitney dan didapatkan hasil bahwa ada pengaruh dari model investigasi kelompok terhadap hasil belajar yang ditandai dengan nilai sig lebih keci dari 0,05 yakni 0,000. Hasil ini mengungkapkan bahwa model pembelajaran investigasi kelompok secara signifikan mempengaruhi hasil belajar peserta didik.
Keywords
investigasi kelompok, analisis N-gain, mann Whitney
Topic
Physics
Corresponding Author
Elis Yudianingsih
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia
*elis_yudia[at]yahoo.com
Abstract
Penelitian dilatarbelakangi oleh munculnya permasalahan pembentukan karakter siswa di sekolah yang cenderung mengabaikan nilai-nilai moral. Untuk mengungkap permasalahan tersebut, penelitian dimulai dengan merancang soal penalaran moral berbasis isu-isu sains. Dengan mengacu pada rubrik Lickona, diharapkan instrument tersebut dapat mengukur moral feeling, moral knowing, dan moral behavior siswa. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian survey crosssectional. Subjek penelitiannya adalah siswa SMP dari berbagai strata yang ada di wilayah Bandung. Sebagai pembanding tingkat penalaran moral siswa mengenai isu-isu sains, digunakanlah instrument standar Defining Issue Test (DIT) yang merupakan adaptasi dari James Rest. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki moral feeling, moral knowing, dan moral behavior sepenuhnya, serta penalaran moralnya masih berada dalam tahap konvensional. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan pembelajaran berbasis karakter khususnya dalam ilmu sains, sehingga pendidikan tidak hanya menekankan pada aspek kognitif saja, tetapi juga pada aspek afektif dan psikomotor.
Keywords
Penalaran moral, Karakter, Isu-isu sains, Defining issue test
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Maria Ursula Jawa Mukin
Institutions
FKIP FISIKA, Universitas Katolik Widya Mandira
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif pan pemahaman konsep siswa yang mendapatkan model pembelajaran berbasis proyek dan model konvensional. Sampel penelitian ini berjumlah 42 siswa kelas XI IPA. Metode penelitian yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experimental. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalis mengunakan N-gain untuk melihat peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan pemahaman konsep siswa. Skor peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan pemahaman konsep pada kelas yang menggunaka pembelajaran berbasis proyek adalah 0,68 dan 0,76 masuk dalam kategori sedang dan tinggi sedangkan peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan pemahaman konsep pada kelas yang menggunakan model konvensional adalah 0,27 dan 0,56 masuk dalam kategori rendah dan sedang. Hasil uji Manova menunjukkan bahwa pembelajaran fisika berbasis proyek dapat mempengaruhi peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan pemahaman konsep siswa dengan p 0,000 < 0,05 pada taraf signifikansi 5 %.
Keywords
Pembelajaran fisika berbasis proyek, keterampilan berpikir kreatif, pemahaman konsep
Topic
Physics
Corresponding Author
Rizky Kusumawardani
Institutions
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Abstract
Analisis diskriminan merupakan salah satu metode statistika yang dapat digunakan untuk klasifikasi, metode ini sesuai digunakan untuk klasifikasi ketika variabel dependen yang digunakan bertipe kategorikal dan variabel independennya bertipe kontinu. Data penelitian yang tersedia untuk analisis diskriminan rata-rata memuat banyak variabel independen. Oleh karena itu, analisis diskriminan membutuhkan tahapan seleksi variabel untuk memilih variabel independen yang berkontribusi besar terhadap fungsi diskriminannya. Metode statistika yang sering digunakan untuk seleksi variabel adalah stepwise method. Penggunaan metode ini belum memberikan hasil yang optimal. Metode stepwise terlalu sensitif terhadap perubahan tingkat signifikasi, rentan terhadap kasus multikolinieritas, dan tidak memberikan jaminan kebaikan hasil. Oleh karena itu, diperlukan metode baru yang dapat memperbaiki kekurangan tersebut. Metode yang dapat digunakan adalah algoritma genetika, yang merupakan metode iteratif untuk mendapatkan hasil global optimum. Pada penelitian ini digunakan metode algoritma genetika untuk seleksi variabel pada klasifikasi data benchmark.
Keywords
Analisis Diskriminan, Algoritma Genetika,Benchmark.
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
Evaria Puspitaningrum
Institutions
1)Program Pascasarjana, Program Studi Astronomi, FMIPA Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung 40132 Indonesia
2)Program Studi Astronomi dan Observatorium Bosscha, FMIPA Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung 40132 Indonesia
Abstract
Astronomi merupakan ilmu alam yang melibatkan pengamatan objek-objek langit. Berbeda dengan ilmu lainnya, objek astronomi tidak dapat atau sukar sekali di-uji coba di laboratorium, namun objek ini dipelajari melalui pengamatan. Tidak semua objek langit dapat diamati di suatu lokasi di Bumi, sehingga perlu adanya usaha untuk berbagi informasi. Untuk memberikan kemudahan akses data dan meningkatkan riset kolaboratif astronomi di Indonesia, maka dilakukan usaha pengumpulan data dari pengamatan di Observatorium Bosscha, pada khususnya yaitu data spektroskopi. Spektrum-spektrum yang dikumpulkan berasal dari pengamatan dengan Bosscha Compact Spectrograph (BCS) dan NEO R-1000. BCS merupakan instrumen spektrograf resolusi menengah (R~8000) dalam rentang panjang gelombang visual, sedangkan NEO R-1000 merupakan spektrograf dengan resolusi yang lebih rendah (R~1000). Saat ini, terdapat lebih dari 170 spektrum bintang telah dikumpulkan dan direduksi secara seksama. Pada paparan ini akan ditunjukkan contoh data dan persiapan portal data (web service) yang diharapkan menjadi cikal bakal virtual observatory Indonesia.
Keywords
astronomi, spektrum, webservice.
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Dominikus Arif Budi Prasetyo
Institutions
Pendidikan Matematika
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sleman
* dominic_abp[at]yahoo.co.id
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan dan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal Geometri model TIMSS. Soal-soal yang dikerjakan merupakan soal pilihan ganda yang telah disusun untuk mendukung pembelajaran Matematika SMP kelas VII Kurikulum 2013. Soal yang diberikan meliputi topik bentuk geometri (6 soal), kesebangunan (1 soal), garis sejajar (1 soal), ukuran geometri (4 soal), ukuran sudut (4 soal), sistem koordinat (2 soal) dan transformasi geometri (3 soal). Sedangkan ranah yang diukur meliputi pengetahuan (6 soal), penerapan (11 soal), dan penalaran (4 soal). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek pada penelitian ini adalah 24 orang siswa kelas VII SMP Kanisius Sleman. Hasil uji coba diperoleh rata-rata hasil tes siswa adalah 44,25 yang tergolong dalam kategori rendah dengan rincian sebanyak 1 siswa (4,2%) tergolong dalam kategori sangat baik, 5 siswa (20,8%) tergolong dalam kategori baik, 4 siswa (16,7%) tergolong dalam kategori sedang, 9 siswa (37,5%) tergolong dalam kategori rendah, dan 5 siswa (20,8%) tergolong dalam kategori sangat rendah. Dalam penelitian ini juga diperoleh bahwa 6 soal (28,6%) dalam kategori sulit, 13 soal (61,9%) dalam kategori sedang, dan 2 soal (9,5%) dalam kategori mudah. Kategori kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal untuk topik bentuk geometri, kesebangunan, garis sejajar dan ukuran geometri tergolong rendah, topik ukuran sudut dan transformasi geometri tergolong sedang, dan topik sistem koordinat tergolong tinggi. Kategori kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pada ranah pengetahuan tergolong sedang dan pada ranah penerapan dan penalaran tergolong rendah. Kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal-soal tersebut antara lain lupa harus menggunakan rumusnya, kurang cermat dalam membaca soal, dan kurang memahami maksud dari soalnya. Sedangkan dari segi materi, siswa kurang memahami titik koordinat, besar sudut, kesebangunan, dan transformasi. Materi transformasi tidak diajarkan lagi di SMP tetapi sudah pernah diajarkan di SD, sedangkan materi keliling dan luas masih ada beberapa yang terbalik konsepnya.
Keywords
Kurikulum 2013, pembelajaran Matematika, soal geometri, TIMSS
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
KASIYAMA LUKITASARI
Institutions
(a) Kasiyama Lukitasari*
Mahasiswa S2 Pengajaran Fisika, Departemen Fisika,
Institut Teknologi Bandung
yamasari389[at]gmail.com
(b) Lilik Hendrajaya
Dosen KK Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Departemen Fisika
Institut Teknologi Bandung
lilik.hendrajaya3[at]gmail.com
Abstract
MEANDER BESAR "BRANTAS" , TANAH VULKANIK KEDAP AIR MEMBALIKKAN ALIRAN BERKEKUATAN KE UTARA. Oleh Kasiyama Lukitasari, Lilik Hendrajaya ABSTRAK Aliran sungai Brantas berawal dari lereng curam gunung Arjuna Malang Jawa Timur, melewati sisi timur pegunungan Kawi hingga aliran mengalir keselatan menemui saluran pengumpul sungai-sungai lain yang lebih rendah. Bukit-bukit batuan kristalin (metamorf) dari endapan vulkanik Wilis-Kelud-Kawi dan kapur yang terdapat di tepi selatan provinsi jawa timur menahan aliran sungai ke selatan dalam keadaan debit aliran membesar. Lembah curam antara Wilis-Kelud menjadi arah baru penjelajahan Brantas ke utara untuk mengaliri dataran lembah lebar antara Pegunungan Kapur Utara dan lereng (lebih landai) Kelud-Kawi-Arjuno-Welirang. Brantas membentuk Meander besar berkekuatan besar karena penambahan debit dan pembelokan momentum ketika masih di ketinggian dan tidak menghasilkan erosi dan sedimentasi yang mengganggu kesetimbangan. Delta yang terbentuk menghadapi Laut Jawa dan Selat Madura, sejak jaman purba mengendapkan zat organik yang menghasilkan endapan hidrokarbon (migas). Meander Brantas berbeda dengan meander daerah kontinen didataran yang merupakan meander responsif. Mengikuti aliran Brantas merupakan pembelajaran fisika mekanika fluida: hidrodinamika dan hidrolika. Dari sisi sosial budaya Brantas telah mendukung kemajuan peradaban Jawa Timur dari jaman kerajaan Hindu Kediri, Singosari, Majapahit, Mataram sampai sekarang.
Keywords
Morfologi pegunungan tektonik, pembalikan aliran sungai, pembelajaran fisika.
Topic
Physics
Corresponding Author
Sari Sobandi
Institutions
Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Penelitian ini mengkaji profil laboratorium Madrasah Aliyah dan Sekolah Menegah Atas di Jawa Barat. Dengan permasalahan dalam penelitian ini bagaimana keberadaan laboratorium kimia yang ada di Madrasah Aliyah dan Sekolah Menegah Atas Di Jawa Barat, bagaimanakah pengetahuan alat dan bahan pada Madrasah Aliyah dan Sekolah menegah Atas Di Jawa Barat dan bagaimanakah keselamatan kerja Di laboratorium Madrasah Aliyah dan Sekolah menegah Atas Di jawa barat. Untuk memecahkan permasalahan tersebut digunakan metode penelitian deskriptif. Standar keragaman jenis peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA), laboratorium bahasa, laboratorium komputer, dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia. Standar jumlah peralatan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan perpeserta didik. Laboratorium harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas, sebagus dan selengkap apapun suatu laboratorium tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang oleh manajemen yang baik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan keberadaan laboratorium untuk tingkat SMA sudah cukup memadai karena rata-rata sekolah sudah memiliki laboratorium kimia 73,79%. Berbeda halnya dengan tingkat MA belum cukup memadai karena rata-rata MA memiliki laboratorium kimia 57,17%. Pengetahuan bahan kimia untuk SMA dan MA rata-rata mencapai 47,5% dan 46,1%. SMA dan MA memiliki rak zat padat 60% dan 62,5%, rak zat cair rata-rata untuk SMA dan MA sudah maksimal mencapai 75% dan 70%. Keselamatan kerja di laboratorium merupakan hal yang penting pada waktu melakukan kegiatan di laboratorium. Sebagian SMA telah tersedia saluran pembuangan limbah praktek sebesar 52%, sedangkan di MA rata-rata 32%. Tidak terdapatnya tempat pengolahan limbah praktek, baik di SMA maupun MA. SMA yang memiliki alat pemadam kebakaran rata-rata 30% dan MA 25%.
Keywords
Profil laboratorium, Jawa Barat
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
wina fitria dewi marieta
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika, FPMIPA, UPI
Abstract
Hendaknya sebuah pembelajaran tidaklah bersifat imitatif, namun didasarkan pada landasan yang kuat. Salah satunya dengan melihat hambatan yang dialami oleh peserta didik pada materi yang akan diberikan. Peserta didik sering kali tidak menyadari bahwa konsep yang sama dapat diterapkan pada permasalahan lain dalam konteks yang berbeda, hambatan seperti ini disebut hambatan epistemologis. Dengan mengetahui hambatan yang teridentifikasi diharapkan dapat mengantisipasi respon yang muncul juga meminimalisir munculnya hambatan tersebut pada pertemuan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hambatan epistemologis yang dialami oleh peserta didik pada materi gerak lurus berubah beraturan pada arah horizontal. Instrumen pada penilitian ini adalah dua buah soal uraian terbuka yang diberikan pada 139 peserta didik pada sebuah SMA negeri dikota Bandung. Hambatan epistemologis yang dialami peserta didik yaitu tidak dapat memaknai besaran dan tanda matematis secara fisis, tidak memahami bahwa percepatan terjadi ketika kecepatan dan percepatan memiliki tanda sama, serta perlambatan terjadi ketika tanda pada percepatan dan kecepatan berbeda, belum memahami percepatan atau perlamabatan sebagai perubahan kecepatan setiap waktu, tidak dapat menentukan kecepatan awal, kecepatan akhir, waktu awal dan atau waktu akhir, tidak memahami hubunga antara kecepatan akhir, kecepatan awal, percepatan dan perubahan waktu, serta tidak memahami bahwa kecepatan pada hubungan antara perpindahan dan perubahan waktu adalah kecepatan rata-rata.
Keywords
hambatan epistemologis, gerak lurus berubah beraturan pada arah horizontal
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Pradita Adnan Wijaya
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Rancang bangun alat eksperimen telah dilakukan untuk menganalisis gerak proyektil yang dipengaruhi oleh hambatan udara (drag) dan kecepatan angin. Penelitian dilakukan melalui simulasi numerik dengan Deret Taylor menggunakan Visual Basic for Applications (VBA) pada Microsoft Excel. Selanjutnya, hasil simulasi akan dibandingkan dengan analisis video melalui software Tracker terhadap luncuran gerak proyektil di laboratorium menggunakan alat eksperimen yang telah dirancang. Diharapkan analisis menggunakan kedua metode ini dapat digunakan untuk mengetahui akurasi atau ketepatan jarak luncur gerak proyektil.
Keywords
Gerak Proyektil, Hambatan Udara, Kecepatan Angin, VBA, Tracker.
Topic
Physics
Corresponding Author
Dzikri Rahmat Romadhon
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Medan listrik statis homogen sebesar 2,0 dan 2,4 kV/m dipaparkan pada biji kacang hijau (Vigna radiata) dan padi ciherang (Oryza sativa) dengan variasi waktu 30, 60, 90, 120, dan 150 menit. Sebelum dipaparkan terhadap medan listrik, biji-bijian direndam selama 2 jam dalam air tanah. Medan listrik statis dibangkitkan dengan menyusun dua lempeng plat seng berdiameter 15 cm dan dengan jarak antar lempeng 0,5 cm. Masing-masing lempeng dihubungkan dengan kutub positif dan negatif catu daya arus searah. Setelah biji-bijian terpapar oleh medan listrik, biji-bijian tadi ditempatkan pada cawan yang telah dilapisi kapas yang telah dibasahi. Biji yang telah muncul bakal akar sepanjang 2 mm dianggap telah berkecambah. Pada kacang hijau, semua biji yang terpapar oleh medan listrik sebesar 2,0 kV/m berkecambah lebih banyak daripada kelompok kontrol di akhir pengukuran, 56% lebih banyak dari kontrol untuk kelompok dengan waktu paparan 150 menit. Untuk medan listrik 2,4 kV/m tiga kelompok dengan waktu paparan 90, 120, dan 150 menit berkecambah lebih banyak daripada kelompok kontrol di akhir pengukuran, 70% lebih banyak dari kontrol untuk kelompok dengan waktu paparan 150 menit. Pada padi ciherang, tiga kelompok biji dengan waktu papar 30, 120, dan 150 menit pada medan listrik sebesar 2,0 kV/m berkecambah lebih banyak daripada kelompok kontrol, 17% lebih banyak dari pada kontrol untuk waktu paparan 150 menit. Sedangkan pada paparan medan listrik sebesar 2,4 kV/m hanya kelompok dengan waktu paparan 60 menit yang berkecambah lebih banyak daripada kontrol, 10% lebih banyak.
Keywords
Medan listrik statis, Kacang hijau, Padi, Perkecambahan, Waktu paparan
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Ari Saldi
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Pada penelitian ini kami akan mengukur nilai tekanan kapiler dari batuan reservoir air yang berasal dari daerah Sragen. Tekanan kapiler ( Pc ) didefinisikan sebagai perbedaan tekanan yang ada antara permukaan dua fluida yang tidak bercampur ( ca iran-cairan atau gas-cairan ) sebagai akibat dari terjadinya pertemuan permukaan yang memisahkan mereka. Tekanan kapiler pada batuan merupakan kecenderungan rongga pori batuan untuk mengisi setiap pori batuan dengan fluida yang bersifat membasahi atau Wetting fase salah satunya air. Di latarbelakangi oleh penemuan keunikan susunan lapisan batuan di daerah Sragen. Lapisan batuan yang ditemukan dilapangan tampak tersusun menyerupai reflektor yang tegak. Dengan kondisi demikian kemungkinan air tanah hanya bisa terangkat ke permukaan melalui struktur horizontal transverse isotropic fracture. Metode penelitian diawali dengan mengukur sudut kontak dari batuan penyusun reservoir air yang diambil dari daerah Sragen. Dari informasi ini akan diukur tegangan permukaan di batuan tersebut . Sehingga diharapkan mendapat nilai tegangan kapiler dari batuan reservoir air yang berasal dari Sragen dari penelitian ini.
Keywords
batuan, reservoir, kapiler
Topic
Fisika Bumi
Corresponding Author
Fauziatul Fitria
Institutions
1 Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
2 Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
3 Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
4 Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
5 Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
6 Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
a) fourier[at]fi.itb.ac.id (corresponding author)
b) fauziatulfitria[at]gmail.com
c) pipityuanastia17[at]gmail.com
d) fayfaridahratnaningsih[at]gmail.com
e) fennyrahmillah[at]gmail.com
Abstract
Materi gerak parabola merupakan salah satu materi dalam pelajaran fisika yang sulit difamahi oleh siswa. Hal ini dapat disebabkan karena selama pembelajaran, siswa hanya membayangkan gerak parabola tanpa melihat secara langsung bagaimana gerak tersebut terjadi. Untuk itu, sangat dibutuhkan suatu visual tools yang dapat membantu siswa memahami peristiwa gerak parabola tersebut. Pada paper ini akan membahas tentang alat yang dibuat oleh tim penulis yang memperlihatkan peristiwa gerak parabola untuk kondisi yang divariasikan, antara lain; perubahan sudut dan ada atau tidak gesekan udara. Alat didesain dengan menggunakan pegas sebagai pelempar yang nantinya bola akan diletakkan diatas pegas tersebut. Pegas dimiringkan pada sudut tertentu dan ditarik kemudian dilepaskan. Lintasan bola ketika berada di udara dilihat dengan menggunakan video digital. Bentuk lintasan bola sangat dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi, kecapatan awal, sudut elevasi dan gesekan udara. Pada percobaan ini diperoleh hasil bahwa jarak terjauh yang ditempuh bola terjadi pada sudut 45 derajat.
Keywords
Gerak parabola, lintasan, video digital
Topic
Physics
Corresponding Author
Mirnawati Lamanimpa
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis pada siswa di kelas yang mendapat model pembelajaran Discovery dibandingkan dengan kelas konvensional. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain penelitian The Non Equivalen, Pretest-Postest Design. Sampel penelitian terdiri dari 58 orang siswa kelas VIII dari salah satu SMP N di Kota Palu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan tes kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis data menggunakan uji Normalitas, uji Homogenitas, uji N-Gain, uji t, dan uji Mann Withney dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi Sig (2-Tailed) adalah 0,00 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Diperoleh dari data peningkatan kemampuan berpikir kritis untuk siswa yang menggunakan model pembelajaran Konvensional sebesar 0,44 dengan kategori sedang dan untuk siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning sebesar 0,71 dengan kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Discocery Learning pada materi indera penglihatan dan alat optik.
Keywords
Discovery Learning, Berpikir Kritis, Optik
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Meda Cahya Fitriani
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Ditemukannya cadangan migas di bawah kedalaman 1000m oleh tim Pertamina-Exxon Mobil di Blok Cepu (Gundih-Cepu-Bojonegoro-Tuban-Lamongan) dengan cadangan besar setara cadangan di Riau (Chevron), adalah merupakan peluang daerah tersebut dalam industri migas. Terkait upaya mencerdaskan warga pada daerah tersebut dapat dilakukan melalui kurikulum pendidikan fisika yang fokus dan kontekstual di bidang migas dari pendidikan menengah sampai pendidikan tinggi, demikian juga melalui pendidikan luar sekolah, kursus profesi serta kursus terkait pekerjaan (fisika-migas). Seluruh kegiatan industri migas hampir 85% berbasis fisika langsung dan 15% berbasis kimia pada penggunaan zat kimia seperti pada lumpur bor, pencampur pengencer minyak bumi dan pengolahan bahan migas (pengilangan migas dan petrokimia). Disajikan lingkup fisika migas dan bayangan kurikulumnya (dalam mata pelajaran, kursus, ceramah) untuk pendidikan menengah dan program studi pendidikan fisika (penyiap guru fisika).
Keywords
daerah industri migas, persyaratan tenaga kerja migas, fisika-migas
Topic
Physics
Corresponding Author
Aufa Numan Fadhilah Rudiawan
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Gravity model merupakan salah satu pendekatan dalam ilmu ekonomi untuk mengamati aktivitas dagang suatu negara. Pendekatan ini menganalogikan aktivitas dagang suatu negara dengan persamaan gravitasi dalam ilmu fisika yang digagas oleh Isaac Newton. Dalam penelitian ini, data aktivitas dagang Indonesia diambil dari bank data International Trade Center, International Monetary Fund, dan World Bank. Hasil yang diperoleh dapat menunjukkan aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi laju aktivitas dagang Indonesia dengan negara lain dan dapat menunjukan hubungan dagang yang berpotensi memberikan keuntungan atau yang justru yang tidak menguntungkan.
Keywords
aktivitas dagang, gravity model, Indonesia
Topic
Fisika Sistem Kompleks
Corresponding Author
Sri Suratmi
Institutions
Politeknik Negeri Bandung
Jalan Kampus Polban, Ciwaruga, Parongpong, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Abstract
Tujuan penelitian yang direncanakan adalah menganalisis perbandingan ketelitian nilai percepatan gravitasi bumi dengan eksperimen gerak jatuh bebas dan getaran zat cair di Laboratorium Fisika Terapan Politeknik Negeri Bandung. Penelitian telah dilaksanakan mempunyai kompetensi untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memiliki sikap ilmiah untuk menentukan percepatan gravitasi bumi melalui dua macam eksperimen yaitu eksperimen Gerak Jatuh Bebas dan eksperimen Getaran Zat Cair. Metode penelitian yang telah digunakan yaitu metode analisis deskriptif dengan membandingkan nilai percepatan gravitasi dari masing-masing eksperimen. Penelitian ini menggunakan 33 data percepatan gravitasi dari masing-masing eksperimen. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan Uji Mann Whitney ditemukan nilai sinifikansi 0,02, artinya terdapat perbedaan nilai rata-rata percepatan gravitasi bumi yang diperoleh dengan metode Getaran Zat Cair dengan metode Gerak Jatuh Bebas. Percepatan gravitasi dengan menggunakan eksperimen Gerak Jatuh Bebas lebih teliti dibandingkan dengan eksperimen Getaran Zat Cair yakni ketelitian masiang-masing 96 % dan 90%. Sehingga, ekperimen Gerak Jatuh Bebas, menjadi prioritas untuk digunakan oleh mahasiswa pada kegiatan pembelajaran praktikum Fisika Terapan. Namun, alat eksperimen getaran getaran zat cair, masih rekomendasikan oleh peneliti untuk tetap digunakan pada jurusan Teknik Kimia, karena getaran zat cair adalah bagian dari materi yang terdapat dalam silabus Fisika Terapan di Teknik Kimia.
Keywords
percepatan gravitasi, getaran zat cair dan gerak jatuh bebas
Topic
Pendidikan Fisika
Corresponding Author
Zainal Hartoyo
Institutions
Program Studi Pendidikan Fisika,
Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudhi no. 229 Bandung, Indonesia, 40154
Email: zhartoyo[at]gmail.com
Abstract
Keterampilan proses sains merupakan keterampilan yang harus dikuasai siswa guna tercapainya standar kompetensi lulusan dan tujuan kurikulum 2013. Namun, ternyata pembelajaran fisika pada beberapa sekolah menengah atas di Kota Bandung masih belum memfasilitasi siswa untuk menguasai keterampilan proses sains. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keunggulan pembelajaran berbasis model ilmiah dibangdingkan dengan pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-posttest control group design yang dilaksanakan pada siswa kelas X di salah satu sekolah menengah atas di Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling kelompok (cluster sampling). Pengumpulan data menggunakan tes awal dan tes akhir untuk mengukur keterampilan proses sains siswa, skala sikap untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran berbasis model ilmiah, dan lembar observasi untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t dua sampel independen menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan proses sains siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis model ilmiah secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis model ilmiah lebih unggul dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan pembeajaran dengan model pembelajaran konvensional.
Keywords
model ilmiah, keterampilan proses sains, pembelajaran fisika, dan pembelajaran konvensional.
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Marleni Wimas
Institutions
Departemen Fisika, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Metode Self-Potential (SP) merupakan salah satu metode eksplorasi geofisika untuk mengukur anomali SP berbagai objek yang terdapat di bawah permukaan tanah, seperti aliran fluida dan logam mineral. Metode ini merupakan pengukuran pasif karena tidak menggunakan sumber arus untuk mengukur nilai besaran fisis. Secara umum, karya ilmiah ini membahas fenomena Self Potensial, faktor penyebab terjadinya self potensial, jenis-jenis self potensial beserta besarannya, dan perumusan umum serta solusi untuk menentukan parameter fisis dalam pemodelan SP. Secara khusus, karya ilmiah ini membahas tentang pemodelan anomali SP dua dimensi dalam beberapa bentuk, yaitu silinder vertikal dan horizontal, pelat vertikal dan horizontal, dan pelat dengan kemiringan tertentu. Metode yang digunakan terdiri dari derivatif (gradien) numerik dan pemodelan dengan metode inversi non-linear least square. Dari hasil yang didapat dari metode yang digunakan, didapatkan beberapa besaran fisis terkait dengan interpretasi kuantitatif model anomali SP.
Keywords
Interpretasi DP, inversi, least-square, metode gradien
Topic
Physics
Corresponding Author
Sparisoma Viridi
Institutions
Prodi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Sejumlah butiran dua dimensi dalam pengaruh dua gaya sentral yang perlahan ditarik menjauh menunjukkan fenomena yang menarik. Untuk selang penarikan yang cukup lambat sehingga semua butiran memiliki waktu untuk menata ulang konfigurasinya, diamati bahwa konfigurasi HCP-2d (two-dimension hexagonal closed-packed)selalu terpenuhi. Untuk itu selang waktu penarikan dipilih 100 kali waktu relaksasi sistem. Bentuk sistem yang dispesifikasi oleh butiran-butiran terluar sistem dilaporkan sebagai fungsi dari posisi awal gaya sentral sebelum terpisah.
Keywords
butiran dua-dimensi, pakcing, gaya sentral
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
Hasby Hasby
Institutions
Mahasiswa Program Studi Magister Pengajaran Kimia ITB
*Dosen Kelompok Keahlian Kimia Fisik Program Studi Kimia ITB
Mahasiswa Program Studi Magister Kimia ITB
Abstract
Reaksi isomerisasi HOCN-HNCO merupakan reaksi yang sederhana, namun reaksi ini memiliki dua jalur reaksi. Kedua jalur reaksi tersebut adalah pergeseran 1,3-H dan dalam pergeserannya terjadi proses yang kompleks. Proses tersebut banyak mengandung informasi fundamental dari aspek struktur dan sifat elektronik, termodinamika, dan kinetika. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari reaksi isomerisasi HOCN-HNCO dilihat dari aspek struktur dan sifat elektronik, termodinamika, dan kinetika melalui studi komputasi ab initio. Hasil pembelajaran reaksi isomerisasi melalui studi komputasi ini kemudian dikembangkan kedalam bentuk modul praktikum. Modul praktikum ini menjelaskan bagaimana tahap-tahap dalam melakukan pemodelan komputasi secara ab initio, sampai dengan analisis dasar untuk mendapatkan parameter termodinamik dan kinetik untuk dibandingkan dengan eksperimen. Modul praktikum ini diharapkan dapat membantu siswa/mahasiswa mengetahui fenomena-fenomena dalam reaksi kimia, yang tidak dapat dijelaskan secara eksperimen. Studi komputasi ab initio ini menggunakan pendekatan teori DFT, fungsional B3LYP, dan basis set 6-31(d). Hasil perhitungan komputasi menunjukkan bahwa struktur HNCO (produk) lebih stabil dibandingkan dengan reaktan. Hal ini sesuai dengan nilai energi bebas Gibbs reaktan dan produk secara berturut-turut -168,611 hartree dan -168,657 hartree yang dihitung basis set B3LYP/6-31G(d). Secara termodinamika dan kinetika jalur reaksi melalui (TS1) lebih disukai dibandingkan jalur reaksi melalui TS2. Energi pengaktifan (Ea) untuk TS1 dan TS2 berturut-turut 248,746 kJ/mol dan 452,002 kJ/mol.
Keywords
isomerisasi, DFT, jalur reaksi, Ab initio
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Erwin Randjawali
Institutions
a) Universitas Wira Wacana
*erwinrandjawali[at]gmail.com
b) Sekolah Tinggi Teknologi Bandung
robiriu[at]gmail.com
Abstract
Pembelajaran Fisika Dasar akan menjadi lebih menarik apabila tidak hanya disajikan secara teori namun juga disertai dengan simulasi-simulasi yang berkaitan dengan topik yang diajarkan. Salah satu topik yang diajarkan dalam Fisika Dasar adalah gerak benda yang dilepaskan horizontal dan gerak benda yang dijatuhkan secara vertikal dari ketinggian tertentu. Topik ini dapat disimulasikan dengan menggunakan banyak aplikasi, salah satunya adalah aplikasi Microsoft Excel. Program simulasi benda yang dilepas horizontal dan benda yang dijatuhkan vertikal ini dibuat dengan menggunakan VBA yang terdapat pada Microsoft Excel dengan menggunakan metode numerik dan kemudian hasil tersebut dibandingkan dengan hasil yang diperoleh secara analitik. Tujuan pembuatan simulasi ini adalah untuk menunjukkan ramalan Galileo bahwa sebuah benda yang dilepaskan secara horizontal dari ketinggian tertentu akan menyentuh lantai dalam waktu yang sama dengan benda yang jatuh vertikal pada ketinggian yang sama, dan sekaligus menghasilkan sebuah media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran Fisika Dasar.
Keywords
VBA, gerak benda jatuh vertikal, gerak benda dilepas horizontal
Topic
Physics
Page 10 (data 271 to 300 of 753) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats