Page 13 (data 361 to 390 of 753) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
Abd. Haji Amahoru
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Pengukuran merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan untuk mengamati dan mempelajari fenomena fisis. Kegiatan tersebut dapat dilakukan menggunakan perangkat yang sesuai dan mudah dijangkau sekaligus juga canggih. Dalam penelitian ini dikembangkan suatu perangkat pengamatan gerak lurus pada tabung viskometer dan pengukuran viskositas zat cair metode bola jatuh (falling ball) dengan menggunakan fitur Long Exposure. Viskositas suatu fluida merupakan daya hambat yang disebabkan oleh gesekan antara molekul-molekul, yang mampu menahan aliran fluida. Sedangkan Long Exposure merupakan teknik pengambilan gambar pada kamera yang mampu merekam seluruh jejak benda yang bergerak pada suatu waktu tertentu yang tidak bisa ditangkap dengan kasat mata. Untuk metode bola jatuh (falling ball) yang menjadi bagian utama adalah cara menentukan nilai kecepatan maksimum saat bola bergerak dalam fluida. Pada proses eksperimen yang dilakukan, sebuah lightmeter berupa bola pejal yang dilapisi dengan cat fosfor dilepaskan dari permukaan zat cair (gliserin) pada tabung akan bergerak sepanjang tabung tersebut. Perangkat kamera yang telah dilengkapi fitur long exposure diletakan di depan sebuah piringan berlubang yang berfungsi sebagai pencacah (chopper) yaitu celah bagi kamera untuk menangkap lintasan dari lightmeter tersebut dan mengubahnya menjadi jejak-jejak diskrit. Jumlah cacahan yang digunakan bervariasi yaitu 1, 2, 3, dan 4. Dengan teknik pengolahan dan analisis citra digital sederhana, didapatkan jejak dari lightmeter yang menunjukan nilai posisi di tiap selang waktu, sehingga kecepatan dari objek yang bergerak di dalam tabung yang berisi gliserin dapat diamati dan didentifikasi pada saat masih bergerak dipercepat atau telah bergerak dengan kecepatan konstan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perangkat yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengamati secara teliti gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) pada tabung viskometer sehingga bisa digunakan untuk mengukur nilai viskositas.
Keywords
viskositas, metode bola jatuh, long exposure, gerak lurus.
Topic
Inovasi
Corresponding Author
Lamtiur Pasaribu
Institutions
Universitas Advent Indonesia.
Abstract
Penelitian yang dilakukan pada skripsi ini adalah penelitian studi komparatif. Populasinya adalah siswa kelas VII SMP Bandung Barat dengan sampel penelitian yang diambil adalah dua kelompok dari kelas VII SMPN 1 Cisarua. Pada kelompok satu memperoleh perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together dan kelompok dua memperoleh tipe Tutor Sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together dan tipe Tutor Sebaya dan mengetahui respon siswa terhadap model pembelajaran yang diperoleh. Instrumen yang digunakan adalah soal-soal kemampuan koneksi matematis berbentuk soal uraian dan non tes yaitu angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan koneksi matematis pada siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together dan pada siswa yang memperoleh tipe Tutor Sebaya, peningkatannya tergolong dalam kategori sedang. Terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together dan siswa yang memperoleh tipe Tutor Sebaya. Respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together dan tipe Tutor Sebaya adalah sangat suka.
Keywords
Kemampuan Koneksi Matematis, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning Together dan Tipe Tutor Sebaya.
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Agnesia Astri Suryani
Institutions
Prodi Pendidikan Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Pengembangan penelitian ini bertujuan untuk : (1) menghasilkan produk media pembelajaran dalam bentuk video pembelajaran interaktif dengan pendekatan kontekstual pada materi dinamika rotasi dan kesetimbangan benda tegar, (2) mengetahui kelayakan media video pembelajaran interaktif dengan pendekatan kontekstual pada materi dinamika rotasi dan kesetimbangan benda tegar sehingga layak untuk diterapkan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) mengacu pada model pengembangan ADDIE meliputi lima tahapan yaitu; analisis (analyse), perancangan (design), pengembangan (development), pengimplementasian (implementation) dan evaluasi (evaluation). Proses pembuatan media video pembelajaran terdapat tiga proses yaitu proses persiapan, tahap produksi dan pasca produksi. Penelitian ini memperoleh data dari angket analisis kebutuhan lapangan, uji validasi (ahli materi, ahli media, ahli pembelajaran) dan uji kelayakan produk menggunakan skala likert. Uji validasi dilakukan oleh dosen ahli pada masing-masing bidang, sedangkan uji kelayakan produk dilakukan terhadap peserta didik kelas XI. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dapat menghasilkan video pembelajaran interaktif yang layak digunakan sebagai media pembelajaran dikelas.
Keywords
Video pembelajaran interaktif, penedekatan kontekstual, dinamika rotasi dan kesetimbangan benda tegar
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
ASEP SUTIADI
Institutions
Departemen Pendidikan Fisika FPMIPA UPI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi rancangan self-assessment yang dapat digunakan untuk mengungkap pemahaman konsep siswa yang berorientasi pada Teori Marzano. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI di salah satu Madrasah Aliyah Negeri di Kota Bandung. Konstruksi self-assessment didasari pada Teori Falchikov. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif. Data dikumpulkan melalui lembar self-assessment yang berorientasi pada tes pemahaman konsep bentuk pilihan ganda, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menginformasikan bahwa: (1) Rancangan self-assessment memiliki empat fase yaitu persiapan, implementasi, evaluasi dan follow up serta replikasi yang harus dilakukan secara berkesinambungan dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan indikator tes pemahaman konsep yang telah disusun. (2) Kelebihan rancangan self-assessment adalah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kebermaknaan proses penilaian, mengembangkan sikap-sikap positif siswa dalam kegiatan penilaian, dan menghasilkan profil self-assessment yang dapat diamati setiap bagian sesuai dengan indikator tes pemahaman konsep. (3) Kekurangan rancangan self-assessment adalah membutuhkan persiapan yang panjang. (4) Tingkat akurasi lembar self-assessment yang berorientasi pemahaman konsep teori Marzano cenderung meningkat.
Keywords
Self Assessment berorientasi Pemahaman Konsep Teori Marzano
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Amanatulhay Pribadi
Institutions
Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung
Departemen Matematika, Institut Pertanian Bogor
Departemen Fisika, Institut Pertanian Bogor
Abstract
Tomografi elektrik berguna untuk mencitrakan distribusi impedansi pada suatu benda. Tomografi dapat diaplikasikan ke berbagai bidang, salah satunya untuk bidang pasca panen maupun kwalitas penjaminan mutu sebagai peranti pencitraan bagian dalam buah secara utuh tanpa merusak. Buah manggis sebagai salah satu jenis buah tropis yang eksotis memiliki resistansi yang beragam bergantung pada material jaringan yang menyusunnya. Penampang buah manggis dimodelkan dalam bentuk phantom resistor model yang merepresentasikan tiga objek dengan resistansi berbeda, yaitu kulit luar, daging buah, dan biji. Dengan menggunakan boundary data simulator (BDS) berbasis rangkaian listrik dengan menggunakan pola arus tetanggan, dibangkitkan data set untuk phantom yang merepresentasikan jaringan melintang buah manggis. Data set yang dibangkitkan akan menjadi input inversi untuk memperoleh citra Non Destructive Imaging dengan menggunakan software rekonstruksi semisal EIDORS (electrical impedance tomography and diffuse optical tomography recosntrustion software), sebagai kalibrasi rekonstruksi.
Keywords
Manggis, EIT, BDS, Non Destruktif, EIDORS
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
Heriyanto Syafutra
Institutions
Heriyanto Syafutra1), Agus Kartono2) , Hanna Afida3)
1Fakultas MIPA, Institut Pertanian Bogor
email: hsyafutra[at]apps.ipb.ac.id
2Fakultas MIPA, Institut Pertanian Bogor
email: hsyafutra[at]apps.ipb.ac.id
3Fakultas MIPA, Institut Pertanian Bogor (Mahasiswa Program Sarjana Fisika)
Abstract
Abstract Algoritma particle swarm optimization (PSO) pertama kali dikenalkan oleh Dr. Eberhart and Dr. Kennedy pada tahun 1995. Algoritma ini meniru perilaku interaksi kawanan burung atau serangga ketika menemukan lokasi sumber makanan. Kawanan ini memiliki kecerdasan individu dan kecerdasan kelompok yang memungkinkan mereka dapat menentukan posisi sumber makanan dengan cepat dan tepat. Pada penelitian ini, posisi sumber makanan adalah konstanta � konstanta pada minimal model termodifikasi. Sedangkan kriteria posisi terbaik sumber makanan adalah nilai error kuadrad antara hasil simulasi dan data eksperimen Intravenous Glucose Tolerance Test (IVGTT). Untuk mengetahui sejauh mana hubungan linier hasil simulasi dengan data eksperiman digunakan nilai koefisien korelasi (R2), dengan nilai R2 yang besar maka bisa dikatakan hasil simulasi telah dapat mendekati data eksperimen dengan baik. Konstanta sensitivitas glukosa (Sg) dan sensitivitas insulin (Si) pada model metabolisme glukosa dalam darah (model meminimal model termodifikasi) dapat dijadikan dasar penentuan apakah seseorang terkena diabetes atas tidak. Hasil yang didapatkan, algoritma particle swarm optimization dapat memprediksi konstanta pada model minimal model termodifikasi dengan baik sehingga mampu memberikan nilai R2 di atas 80% pada untuk setiap data eksperimen.
Keywords
PSO, diabetes, minimal model termodifikasi, sensitivitas glukosa, sensitvitas insulin
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Setyanto Cahyo Pranoto
Institutions
Pussainsa-LAPAN
Abstract
Pengamatan terhadap aktifitas medan magnet Bumi dapat dilakukan dengan menggunakan magnetometer landas Bumi. Intensitas medan magnet Bumi yang terekam pada magnetometer merupakan superposisi dari beberapa sumber sinyal termasuk diantaranya noise akibat interferensi sinyal dari sumber lain baik internal maupun eksternal. Adanya noise ini tentu dapat menyebabkan kesalahan pada saat proses pengolahan dan interpresasi data. Beberapa metode pemisahan noise sudah pernah dilakukan diantara dengan menggunakan filterisasi dan moving average. Namun metode ini biasanya hanya berlaku untuk noise yang sifatnya periodik. Metode lain yang biasa digunakan yaitu dengan menghitung batas differansiasi dari data variasi medan magnet Bumi kurang dari 0.8 nT. Dalam makalah ini digunakan transformasi wavelet (Continuous Wavelet Transform) untuk memisahkan noise pada data variasi medan magnet Bumi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode ini dapat mereduksi noise baik yang bersifat periodik maupun acak berupa sinyal transien atau spike.
Keywords
wavelet, noise , magnetometer
Topic
Physics
Corresponding Author
Chaerul Rochman, M.Pd
Institutions
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya gambaran yang memadai dan komprehensif tentang katakteristik dan kontribusi kemampuan mahasiswa calon guru fisika dalam menguasai materi subyek (literasi konsep dasar fisika) (Norris & Phillips, 2003; Fensham, 2002; Uus, 2013), literasi pedagogi/kurikulum dan pembelajaran (Chaerul, 2013; Hobson, 2008; Soobard & Rannikmae, 2011), literasi psikologi pembelajaran (Farida dkk, 2014; Post, 2011), serta kemampuan dalam menyusun lembar kegiatan peseta didik (LKPD) pada jenjang persekolahan. Untuk itu dilakukan penelitian yang menitik beratkan kepada bagaimana analisis literasi konsep dasar fisika, literasi kurikulum pembelajaran, literasi prikologi pembelajaran serta bagaimana kemampuan dalam menyusun LKPD para mahasiswa program studi Fisika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis kolaboratif menggunakan metode kombinasi/mixed methods (Creswell, 2012; Trowbridge, 1996; ) yang menggunakan data kuantitatif dan kualitatif secara terintegrasi baik sekuensi maupun konten. Data diperoleh dari 75 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika yang sedang dan telah mengikuti mata kuliah Fisika Dasar, Kurikulum dan Pembelajaran, Belajar dan Pembelajaran serta mereka yang sudah melakukan praktik penyusunan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD). Teknik pengumpulan data menggunakan data ujian semester, pertanyaan terbuka, kuesioner pernyataan serta portofolio penyusunan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) (. Analisis data yang digunakan adalah analisis konstruk dari keempat data dan analisis korelasional sederhana dari seluruh variabel penelitian serta analisis katagorisasi literasi dari jawaban sampel. Berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa: (1) adanya profil literasi konsep dasar fisika, literasi kurikulum pembelajaran, literasi psikologi pembelajaran serta kemampuan dalam menyusun LKPD para mahasiswa program studi Fisika yang bervariasi, (2) Adanya kecenderungan jawaban literasi konsep dasar fisika mahasiswa berturut-turut berkatagori nominal, procedural/konsepsional, fungsional dan multidimensional; (3) Adanya korelasi pada katagori sedang antara masing-masing variabel; (4) Kontribusi yang paling besar terhadap Kemampuan mahasiswa dalam penyusunan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) adalah literasi Kurikulum dan Pembelajaran dibanding dengan kedua variabel lainnya.
Keywords
Kemampuan konsep dasar fisika, literasi kurikulum dan pembelajaran, literasi psikologi pembelajaran, dan kemampuan penyusunan lembar kegiatan peserta didik (LKPD)
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Iwan Setiawan
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Penelitian tentang konsep dinamika kuantum adiabatik yang dipercepat pada sistem 2 spin telah dilakukan. Penelitian ini merupakan aplikasi dari konsep fast-forward yang telah diteliti sebelumnya oleh Masuda-Nakamura (e.g., Proc. R. Soc. A 466, 1135 (2010)). Konsep mempercepat ini dilakukan dengan menggunakan kombinasi antara dua ide yang berlawanan yaitu faktor pengali waktu yang menuju tak hingga, serta faktor waktu adiabatik yang sangat kecil dan menuju nol. Dinamika yang dipercepat ini dihasilkan dengan menghitung Hamiltonian penggerak melalui persamaan Schrodinger. Aplikasi pada sistem 2 spin : Model Ising dan Model XY telah mendapatkan Hamiltonian penggerak yang menjamin dinamika sistem 2 spin tersebut dapat dipercepat.
Keywords
Dinamika kuantum dipercepat, sistem 2 spin
Topic
Teoretik (THE)
Corresponding Author
Uum Yuliani
Institutions
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Telah dilakukan pemodelan pesawat Linac Varian untuk memperoleh Percentage Depth Dose dan profil menggunakan variasi gantry 0�,15�, 30�, 45� pada sumbu vertikal terhadap permukaan, luas lapangan 10x10cm2 , berkas foton 4 MV dan simulasi Monte Carlo. Percentage Depth Dose dan profil ini menggambarkan distribusi dosis dalam suatu phantom air berukuran 40x40x40 cm3, perubahan gantry ini merupakan salah satu factor yang menentukan distribusi dosis sampai ke pasien Hasil penelitian menunjukan perubahan Dmax pada Percentage Depth Dose yang dipengaruhi oleh perubahan sudut gantry mengakibatkan penambahan luas daerah build up sehingga dapat dipakai untuk terapi pada daerah yang dalam. Dan hasil grafik profil yang diperoleh menunjukan ketidak simetrisan pada daerah kuadran positif memiliki distribusi dosis yang lebih sedikit dibanding kuadran negatif serta adanya kemiringan permukaan sehingga hal ini dapat dimanfaatkan untuk beberapa kasus terapi yang memerlukan kedalaman dan kemiringan tertentu, perhitungan dosis lebih akurat dan dapat meminimalisir efek samping.
Keywords
Pesawat Linac Varian, Percentage Depth Dose, Profil, Gantry, dan Monte Carlo.
Topic
Komputasi dan Pemodelan
Corresponding Author
Novia Ekawanti
Institutions
a) Program Studi Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*noviafis8[at]gmail.com
b) Program Studi Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
c) Program Studi Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Pencahayaan merupakan komponen yang penting untuk memenuhi segala aktivitas, khususnya di malam hari, tetapi pencahayaan yang kurang tepat justru dapat menyebabkan hal buruk terjadi. Pencahayaan yang keliru menyebabkan polusi cahaya. Saat ini, kita masih sering mengabaikan sumber pencahayaan yang ada di lingkungan sekitar, salah satu faktor penyebabnya adalah masih minimnya pengetahuan mengenai sumber pencahayaan yang tepat guna. Kami menemukan banyak penggunaan sumber pencahayaan (lampu) yang kurang tepat di sekitar kampus ITB, oleh karena itu, kami coba mengidentifikasi sumber pencahayaan pada area tersebut dan mencari solusinya. Cara sederhana yang kami gunakan adalah dengan memberikan perlakuan sumber pencahayaan itu secara berbeda, yaitu dengan dan tanpa memberi tudung lampu serta menutup beberapa lampu yang dianggap memberi penerangan berlebih. Dengan demikian, kami berharap dapat mengurangi polusi cahaya di kawasan kampus ITB, kemudian kami dapat menyosialisasikannya kepada masyarakat sehingga kita dapat tinggal di area tersebut dengan nyaman. Hal ini sangatlah bermanfaat, bukan hanya untuk kita sendiri yang meninggali kawasan tersebut tetapi juga dapat bermanfaat untuk kelangsungan hidup bersama di lingkungan sekitar.
Keywords
Sumber Pencahayaan, Polusi Cahaya, ITB
Topic
Physics
Corresponding Author
Leni Aziyus Fitri
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik awal batu ginjal menggunakan micro-CT Skyscan 1173. Sebuah batu ginjal dari Rumah Sakit Hasan Sadikin dengan diameter 1 cm dipindai dengan menggunakan micro-CT Skyscan 1173 resolusi tinggi. Parameter pemindaian terkait sumber yakni 80 kV, arus 100 �A, dan lama paparan 1000 ms serta ukuran piksel 14,9 �m. Citra proyeksi hasil pemindaian dengan sudut rotasi 0,2� direkonstruksi dengan perangkat lunak NRecon yang kemudian akan menghasilkan citra rekonstruksi. Citra rekonstruksi ini berupa kumpulan citra 2D skala-abu (grayscale) yang kemudian dapat ditampilkan dalam 2D dan 3D. Ketebalan irisan citra rekonstruksi adalah 0,015 mm. Dari citra yang dihasilkan ini kemudian dapat dilakukan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk ROI tertentu. Analisis kualitatif menggambarkan perbedaan densitas material penyusun batu ginjal berdasarkan perbedaan warna piksel pada citra. Warna piksel yang lebih terang menggambarkan densitas yang tinggi dan sebaliknya. Sedangkan analisis kuantitatif memberikan informasi respon perbedaan material terhadap energi sinar-X dalam derajat keabuan. Derajat keabuan yang tinggi memberikan informasi bahwa material penyusun mengatenuasi sinar-X lebih besar. Nilai derajat keabuan batu ginjal diambil pada irisan 1016 dengan luas daerah pengamatan 161 piksel dan berbentuk lingkaran. Derajat keabuan yang memiliki skala 0-255 pada beberapa daerah pengamatan pada irisan yang sama kemudian dihitung. Dari analisis yang dilakukan, diperoleh 3 nilai derajat keabuan yang berbeda, yaitu 82,646, 124,894, dan 251,354. Perbedaan derajat keabuan pada irisan yang sama menginformasikan karakteristik penyusun batu, yaitu nilai derajat keabuan yang tinggi berkaitan dengan material yang memiliki massa jenis lebih tinggi. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa batu ginjal tersebut merupakan batu ginjal campuran (heterogen).
Keywords
batu ginjal, micro CT Skyscan 1173
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Nugro Wicokro
Institutions
SMA Negeri 1 Plumbon Kabupaten Cirebon
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
Abstract
Abstrak Adanya penurunan prestasi belajar mata pelajaran matematika walaupun guru telah menggunakan berbagai media. Akan dibuktikan hubungan manajemen pembelajaran islam berbasis TIK dan pemanfaatan e-learning terhadap prestasi belajar matematika siswa, menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan responden 56 orang siswa, teknik penelitian deskriptif. Hasil penelitian terdapat hubungan yang posistif antara manajemen pembelajaran Islam berbasis TIK dan pemanfaatan e-learning dengan prestasi belajar matematika siswa cukup kuat, hal tersebut ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (rx1y) sebesar 0,72 pada &
Keywords
Kata-kata kunci: prestasi belajar, manajemen pembelajaran islam
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Siti Nurdianti Muhajir
Institutions
a) Program Studi Magister Pendidikan Fisika, Sekolah Pascasarjana UPI,
Jl. Dr. Setiabudi 229 Bandung 40154, Indonesia
*sitinurdiantimuhajir[at]student.upi.edu
b) Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan MIPA, UIN Sunan Gunung Djati,
Jl. A.H Nasution 105 Bandung 40614, Indonesia
c) Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah, Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Ciputat Tangerang 15412 Indonesia
Abstract
Keterampilan berargumentasi adalah bagian dari keterampilan berkomunikasi yang harus dimiliki oleh peserta didik dan mahasiswa di era informasi dan teknologi digital abad 21. Lemahnya argumentasi ilmiah peserta didik telah menjadi perhatian. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan berargumentasi ilmiah mahasiswa dengan bantuan media ICT yaitu aplikasi whatsApp pada isu-isu yang berhubungan dengan konsep fisika modern. Penilaian Argumentasi mengacu pada Toulmin�s Argumentation Pattern (TAP) yang memuat komponen claim, evidence, reasoning, dan rebuttal. Hasil Penelitian menunjukan keterampilan berargumentasi ilmiah mahasiswa pendidikan fisika masih tergolong rendah, dibuktikan dengan skor rerata claim 43%, evidence 25%, reasoning 20%, dan rebuttal 11%. Temuan ini akan dijadikan dasar bagi penelitian lanjutan mengenai model dan strategi pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan keterampilan berargumentasi ilmiah mahasiswa pendidikan fisika.
Keywords
keterampilan argumentasi ilmiah; ICT; profil argumentasi
Topic
Physics
Corresponding Author
Aloysius Rusli
Institutions
Jurusan Fisika, FTIS, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung 40141, Indonesia
Abstract
Literasi sains (Science Literacy) merupakan salah satu kelengkapan penting seorang manusia di peradaban mutakhir ini, yang makin diwarnai dan dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Literasi biasanya didahului oleh kesadaran akan sains dan manfaatnya. Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan keterkaitan dua satuan dasar pertama Sistem Internasional, yaitu detik dan meter, diajukan hasil studi kecil ini. Sebagai picu perhatian, dipilih judul yang menonjolkan "keanehan" bahwa nilai percepatan gravitasi di permukaan Bumi praktis sama dengan nilai kuadrat bilangan yang menunjukkan perbandingan keliling suatu lingkaran dengan garis tengahnya; dua besaran yang sepintas tidak tampak memiliki hubungan apapun. Maka bagaimana mungkin nilainya dapat amat, atau cukup mirip satu dengan lainnya. Ternyata ini terjadi akibat pengaitan satuan detik yang sudah dikenal sejak jaman Sumeria 30 abad yang lalu, dengan satuan meter yang dirintis menjelang Revolusi Perancis 2+ abad yang lalu, melalui apa yang disebut sebagai "bandul detik". Akhirnya, ternyata satuan meter bukannya dikaitkan dengan satuan detik, melainkan dikaitkan dengan ukuran Bumi, akibat pertimbangan yang dapat disebut pertimbangan politik. Dengan demikian dapat ditunjukkan betapa berbagai pertimbangan dalam komunitas manusia, dapat saling berpengaruh, sehingga literasi sains kiranya perlu disertai pula oleh literasi tentang pergaulan manusia sedunia.
Keywords
science literacy, science awareness, time unit, distance unit
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Amalia Zia Salma
Institutions
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Fasilitas teknologi yang dapat menunjang peningkatan keterampilan berpikir kritis sudah dimiliki mahasiswa namun tidak digunakan secara maksimal dalam pembelajaraan kimia. Keterampilan berpikir kritis mahasiswa sulit ditingkatkan salah satunya pada pembahasan materi koloid karena materi ini sering dianggap materi yang bersifat hafalan saja. Materi koloid merupakan salah satu materi kimia yang sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan memerlukan keterampilan berpikir kritis untuk mempelajarinya. Berdasarkan beberapa permasalahan tersebut maka model pembelajaran flipped classroom dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan kritis mahasiswa pada materi koloid sekaligus memanfaatkan fasilitas teknologi yang ada pada mahasiswa. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa semester II kelas A Program Studi Pendidikan Kimia yang mengontrak mata kuliah kimia dasar II sebanyak 37 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experiment dengan desain one group pretest-posttest design. Data peningkatan keterampilan berpikir kritis mahasiswa diperoleh melalui tes soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis mahasiswa setelah diterapkan model flipped classroom yang dilihat dari hasil uji hipotesis dengan thitung=31.03 lebih besar dari ttabel=2.021 dan kategori peningkatan sedang dengan n-gain 0.69.
Keywords
Flipped classroom, keterampilan berpikir kritis, koloid
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Isti Fuji Lestari
Institutions
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran Experiential Kolb pada materi fluida statis. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan desain one shoot pretest-posttest group. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dengan cara mengambil satu kelas secara acak (random class) pada tingkat kelas XI Ilmu Alam di salah satu SMA Negeri di kabupaten Garut. Data keterampilan berpikir kritis siswa diperoleh dari hasil tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) keterampilan berpikir kritis siswa yang berbentuk soal uraian materi fluida statis. Hasil penelitian yang diperoleh setelah penerapan model pembelajaran Experiential Kolb yaitu peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa berdasarkan nilai N-Gain sebesar 0,61 dengan kategori sedang. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Experiential Kolb dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi fluida statis.
Keywords
Experiential Kolb, Keterampilan Berpikir Kritis, Fluida Statis
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Fitri Puspasari
Institutions
Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis patahan yang terbentuk oleh gempabumi tektonik di sekitar Gunungapi Merapi tahun 1977 - 2010. Manfaat dari penentuan jenis patahan ini dapat digunakan sebagai besaran fisis yang harus dipantau dan dilakukan analisis lanjutan dalam mengantisipasi peningkatan aktivitas Gunungapi Merapi paska gempabumi tektonik disekitarnya. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah penentuan mekanisme fokal. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data kegempaan tektonik yang diperoleh dari katalog Global CMT (Centroit Moment Tensor) antara tahun 1977 - 2010. Dari hasil pengolahan data, mekanisme fokal menunjukkan bahwa daerah sekitar Gunungapi Merapi bagian selatan didominasi oleh jenis patahan naik dengan sedikit pergeseran dengan kekuatan gempa lebih dari 5 Mw pada kedalaman dangkal yaitu antara 20 � 90 km.
Keywords
Gunungapi Merapi, gempabumi tektonik, patahan, mekanisme fokal
Topic
Physics
Corresponding Author
Popong Nurasiah
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Telah dilakukan penelitian deskriptif tentang kinerja calon guru Biologi sebagai agen pembelajaran Biologi di sekolah. Penelitian ini bertujuan menggali informasi tentang kualitas kinerja mahasiswa calon guru Biologi dalam pembelajaran Biologi pada saat kegiatan Program Latihan Profesi (PLP). Kinerja disini adalah kemampuan calon guru Biologi dalam merencanakan, melaksanakan, dan melakukan penilaian pembelajaran Biologi. Populasi adalah seluruh kinerja mahasiswa calon guru Biologi UPI yang sedang melaksanakan kegiatan PLP di SMA Negeri Kota Bandung semester genap tahun ajaran 2014/2015. Sampel adalah 8 kinerja calon guru Biologi yang diambil dengan teknik sampel acak. Instrumen yang digunakan adalah rubrik penilaian menggunakan rating scale. Data yang didapat berasal dari data hasil analisis rencana pelaksanaan pembelajaran, data observasi proses pembelajaran, dan data penilaian pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kinerja calon guru Biologi dalam merencanakan pembelajaran adalah 78,04% (baik), sementara kinerja dalam melaksanakan pembelajaran di kelas adalah 70,68% (cukup), dan kegiatan penilaian pembelajaran adalah 59,75% (cukup).
Keywords
Kata-kata kunci: kinerja, mahasiswa calon guru Biologi, pembelajaran Biologi, PLP
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Habibi Abdillah
Institutions
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Perkembangan teknologi pengolahan gambar saat ini, menjadikan kamera lebih cerdas dan penggunaannya tidak hanya sebatas untuk menggambil gambar. Dukungan library pemrograman untuk pengolahan gambar, seperti openCV, menjadikan pengolahan gambar lebih mudah dipelajari dan diaplikasikan. Pada penelitian ini telah dirancang sebuah sistem sensor untuk mengukur konsentrasi zat dalam larutan dengan cara mengukur intensitas cahaya menggunakan kamera. Nilai logaritmik dari perbandingan intensitas cahaya yang melalui larutan berisi zat yang akan diukur dengan intensitas cahaya yang melalui refrensi menjadi dasar penentuan konsentrasi zat dalam larutan. Sistem sensor ini telah diuji untuk mengukur perubaahan konsentrasi garam dalam larutan.Hasil pengukuran yang didapat terbilang akurat dengan error sebesar 0,2 % dibandingkan dengan metode pengukuran konsentrasi manual. Sistem sensor ini secara akurat mampu mengukur perubahan konsentrasi garam pada skala perubahan 0,024 gr/ml atau 0,43M.
Keywords
Pengolahan gambar, openCV, konsentrasi garam, intensitas cahaya
Topic
Instrumentasi (INS)
Corresponding Author
Dinar Hadiswara
Institutions
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan generik sains mahasiswa pada penentuan kadar klorida air mineral kemasan melalui pembelajaran Inkuiri Laboratorium Terbimbing (ILT). ILT mengadospsi tahapan pembelajaran Learning Cycle yang terdiri dari Orientasi, Eksplorasi, Penemuan Konsep, Aplikasi dan Penutup. Setiap tahapan yang dilakukan menitik beratkan pada proses kognitif dan keterampilan generik sains mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Kimia Analitik 2 semester IV Prodi Pendidikan Kimia sebanyak 57 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kelas. Instrumen penelitian terdiri dari lembar penilaian psikomotor, lembar kerja, lembar penilaian laporan dan presentasi yang menitik beratkan terhadap penilaian keterampilan generik sains. Pengolahan data dilakukan dengan merata-ratakan nilai setiap indikator keterampilan generik sains yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan generik sains yang dikembangkan melalui pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 88,1. Indikator membangun konsep memperoleh nilai rata-rata 95,1, inferensi logika 85,8, kerangka logika 87,7, pemodelan matematik 85,9, hukum sebab akibat 89,1, abstraksi 86,5, bahasa simbolik 76,6 pengamatan 92,8 dan kesadaran skala 93,1.
Keywords
Inkuiri Laboratorium Terbimbing (ILT), Keterampilan Generik Sains, Kadar Klorida.
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Rizqy Novid
Institutions
1. Jurusan Teknik Metalurgi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon-Banten, Indonesia
*novid.sudrajat[at]gmail.com
2. Pusat Penelitian Metalurgi dan Material, Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI), Tangerang-Banten
Abstract
Seng oksida (ZnO) memiliki sifat yang unik dan memiliki aplikasi yang luas. Namun, keadaan ekonomi global membuat harga jual ZnO cenderung fluktuatif. Hal tersebut mendorong dilakukan penelitian untuk mencari cara lain mendapatkan ZnO, salah satunya dengan daur ulang limbah. Pada penelitian ini, ZnO akan disintesis dari limbah galvanisasi (dross) dengan menggunakan metode French Process. Sintesis ZnO ini menggunakan dua proses pemanasan.Sintesis dilakukan pada 2 variasi temperature, yaitu 850oC dan 900oC (selama 3 dan 6 jam). Proses selanjutnya adalah pemanasan pada temperatur 700oC selama 1 jam dengan pemberian oksigen 1 dan 2 bar (untuk setiap hasil pemanasan pertama). Analisis XRD, SEM, dan Spektrofotometri UV-VIS (mode DRS) diterapkan untuk melihat karakterisasi ZnO yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukan ZnO terbentuk pada semua sampel pemanasan dengan memiliki struktur morfologi yang beragam, yang disebabkan karena dross memiliki luas permukaan beragam saat dilakukan pemanasan. Nilai energi celah pita (Eg) yang didapat menunjukkan semakin besar temperatur akan menurunkan nilai Eg. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pemanasan pasca-anil hasil pemanasan 900oC selama 6 jam yang dipanaskan pada temperatur 700oC selama 1 jam dengan oksigen sebanyak 2 bar merupakan hasil terbaik dengan ukuran kristalit (konstan) sebesar 80,45 nm, dan nilai Eg sebesar 3,03 eV.
Keywords
Seng Oksida (ZnO), Dross Galvanisasi, French Process.
Topic
Physics
Corresponding Author
Bambang Subali
Institutions
a) Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Semarang
Jl. Raya Sekaran Gunungpati, Semarang, Indonesia.
b) Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia.
Jl. Raya Setiabudi 229 Bandung, Indonesia.
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kemampuan membaca grafik kinematika pada mahasiswa pendidikan fisika. Metode penelitian yang dipergunakan ini adalah metode penelitian campuran (Mixed Method Research) dengan desain Exploratory Design : Instrumen Development Model (QUAN Emphasized). Sampel penelitian ini adalah 58 mahasiswa terdiri atas 38 mahasiswa sebagai kelompok eksperimen dan 20 mahasiswa sebagai kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kemampuan interpretasi grafik mahasiswa calon guru fisika untuk kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol, yaitu pada kelas eksperimen sebesar 84 % mampu menginterpretasi grafik kinematika sedangkan kelas kontrol sebesar 82 %. Hasil analisis kemampuan interpretasi grafik mahasiswa calon guru fisika diperoleh bahwa 1) mahasiswa masih kesulitan dalam menempatkan sumbu koordinat sebagai varibel penelitian, 2) dalam penelitian ini ditemukan bahwa mahasiswa yang hanya membaca trend garis pada grafik kinematika tanpa mengkaitkan dengan arti fisisnya, 3) Mahasiswa masih kesulitan dalam merumuskan persamaan matematik dari grafik yang telah dibuat, sehingga membuat interpretasi menjadi tidak tajam, serta 4) kemampuan interpretasi mahasiswa berkait dengan kemampuan pemahaman konsep, oleh karena itu untuk meningkatkan kemampuan interpretasi yang baik, maka perlu dibangun kemampuan konsep kinematika pada mahasiswa calon guru fisika.
Keywords
Kemampuab grafik, Kinematika, Calon guru fisika
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Geby Saputra
Institutions
ITB
Abstract
Perpindahan panas pada fluida yang terjadi karena adanya perbedaan densitas fluida, seperti yang terdapat di dalam sistem pendingin reaktor nuklir, disebabkan oleh perbedaan temperatur fluida, merupakan contoh sistem pendingin secara alami. Proses pendinginan ini dipengaruhi waktu yang dibutuhkan untuk pendistribusian panas melalui fluida. Pendistribusian di dalam sistem sirkulasi dipengaruhi oleh kecepatan aliran fluida. Kecepatan aliran fluida selain dipengaruhi oleh ketinggian dari sistem sirkulasi alami, boleh jadi dapat dipengaruhi oleh diameter pipa yang digunakan dalam sistem sirkulasi alami. Untuk mengamati fenomena yang timbul dengan variasi ini kami melakukan pemodelan. Hasil dari pemodelan berupa data kecepatan fluida terhadap diameter pipa dan distribusi temperatur fluida di dalam sistem.
Keywords
diameter, kecepatan fluida, sirkulasi alami, temperatur
Topic
Komputasi dan Pemodelan (COM)
Corresponding Author
Amalia Nurmala
Institutions
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
Abstract
Bio-baterai merupakan salah satu aplikasi Sel Volta dalam kehidupan sehari-hari sehingga pembelajarannya harus mencakup konten, konteks, proses sains dan sikap sains. Dalam pembelajaran berkelompok, mahasiswa cenderung mengandalkan salah satu anggota kelompoknya untuk mengerjakan tugas. Oleh karena itu, diterapkan model Task Based Learning (TBL) yang berbasis tugas peran dimulai dengan pemberian masalah, hipotesis, pembagian tugas peran (perencana, pengumpul informasi, pengorganisir data, penyiap percobaan, pendesain skema, dan presenter), melakukan percobaan, presentasi dan evaluasi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kemampuan literasi kimia mahasiswa melalui model TBL pada pembuatan bio-baterai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kelas untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Subjek penelitian terdiri dari 49 orang mahasiswa Kimia Dasar 2. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, Lembar Kerja yang berbasis literasi kimia. Pengolahan data dilakukan dengan mengidentifikasi lembar observasi beserta tugas peran dalam Lembar Kerja dan menghitung rata-rata nilai Lembar Kerja dalam setiap indikator literasi kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata mahasiswa dalam menyelesaikan LK pada proses mengkomunikasikan yaitu 86,3. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penerapan model TBL dapat mengembangkan literasi kimia dalam proses berkomunikasi.
Keywords
Model Task Bask Learning, Pembuatan Bio-baterai, Literasi Kimia, Komunikasi
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Bramianto Setiawan
Institutions
Laboratorium Listrik Dan Magnet
Departemen Fisika, Fakultas Matematika Dan Pengetahuan Alam
Insititut Teknologi Bandung
Jalan Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Smartphone merupakan telepon pintar yang memiliki kemampuan layaknya komputer dan memiliki berbagai sensor yang terpasang didalamnya. Dalam penelitian ini membahas tentang penggunaan smartphone untuk eksperimen magnetostatik khususnya pengukuran medan magnet 3 sumbu dari kawat berarus. Penggunaan smartphone pada eksperimen dapat menggantikan telsa meter yang harganya relatif mahal. Media yang digunakan adalah smartphone berbasis android yang telah terpasang aplikasi Gauss meter. Untuk mendapatkan posisi sensor magnet pada smartphone, dilakukan pemetaan pada smartphone dengan menggunakan magnet permanen. Dalam penelitian ini, eksperimen magnetostatik dilakukan dengan mengukur 3-sumbu medan magnet (x,y,z) yang dihasilkan oleh arus yang mengalir pada kawat yang berbentuk lurus dan melingkar. Variabel yang digunakan untuk menguji kemampuan smartphone sebagai alat ukur adalah jarak antara kawat dengan smartphone, arus, dan diameter kawat melingkar. Untuk menguji hasil eksperimen, dilakukan perbandingan antara hasil eksperimen dengan teori. Menurut hasil penelitian, terdapat kecocokan antara data hasil penelitian dan teori. Dapat disimpulkan bahwa smartphone dapat digunakan sebagai media eksperimen magnetostatik khususnya pengukuran medan magnet pada 3 sumbu menggunakan kawat lurus dan melingkar.
Keywords
Gauss meter, sensor magnet, magnetostatik, 3-sumbu, smartphone
Topic
Physics
Corresponding Author
SRI HARYATI
Institutions
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Abstract
Telah dibuat tiga jenis kit untuk pembelajaran reaksi kimia. Kit set 1 terdiri atas 6 jenis larutan asam basa yang jernih tak berwarna. Kit set 2 terdiri atas 5 jenis larutan yang sebagian larutannya berwarna, difokuskan untuk mempelajari reaksi pengendapan dan reaksi yang menghasilkan gas. Sementara itu, kit set 3 dibuat dengan tujuan sebagai kit uji yang bahan kimianya merupakan campuran dari kit set 1 dan kit set 2. Konsentrasi semua bahan kimia yang digunakan dalam kit sekitar 0,25 M � 0,3 M. Perangkat kit yang dibuat diujikan pada siswa kelas XI SMA dengan kurun waktu satu jam. Sebagai panduan untuk pelaksanaan praktikum menggunakan kit set 1 dan set 2, telah dibuat juga Lembar Kerja Siswa (LKS). Saat melakukan eksperimen, siswa mencoba menemukan ciri khas dari produk reaksi yang merupakan petunjuk bagi siswa untuk menemukan senyawa apa yang dicampurkan. Dari hasil uji coba kit set 1 kepada 30 kelompok siswa yang tersebar di 3 kelas, didapatkan 53 % kelompok dapat menemukan semua senyawa secara sempurna dan hanya 10 % yang tidak mampu menemukan senyawa yang merupakan bahan kimia kit tersebut. Uji coba terhadap kit set 2 diterapkan pada siswa yang sudah mencoba kit set 1. Ternyata, semua kelompok siswa dapat menjawab dengan sempurna. Tetapi uji coba untuk kit set 3 di kelas yang sama dengan kit set 2, diperoleh hasil 91% kelompok siswa dapat menjawab dengan sempurna dan sisanya masing-masing hanya 2% kelompok siswa yang dapat menemukan 5, 4, 3, dan 2 senyawa dari 6 senyawa yang diberikan. Hasil angket yang dibagikan pada semua siswa menunjukkan bahwa menggunakan kit berskala kecil dapat dijadikan sebagai metode pembelajaran reaksi kimia yang lebih efisien.
Keywords
Kit, Praktikum Skala-kecil, Reaksi Kimia
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Megarini Hersaputri
Institutions
1 Institut Teknologi Bandung
2 Bale Angklung Bandung
Abstract
Berbagai usaha pelestarian strategis dan sinergis dilakukan seiring penetapan angklung Indonesia pada Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia oleh UNESCO. Untuk mendukung hal tersebut, dilakukan beragam langkah yaitu dengan melakukan penelitian pelestarian angklung baik dari segi peningkatan kualitas bahan baku angklung, metoda pembuatan angklung, serta penyusunan panduan bermain angklung dengan baik dan benar. Berdasarkan informasi dan data dari para seniman angklung, kualitas bahan baku angklung terbaik adalah bambu jenis temen hitam (Gigantochloa Atter) yang berasal dari dua kawasan di Provinsi Jawa Barat yaitu Desa Tenjolayar, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka dan Kecamatan Sagaranten, kabupaten Sukabumi. Makalah ilmiah ini memaparkan perbandingan kualitas bambu dari kedua daerah tersebut melalui ekperimen akustik. Sampel bambu dari kedua daerah divariasikan antara waktu pemotongan (musim hujan/kemarau) dan posisi ruas pada batang (pangkal/ujung). Setiap sampel dibentuk menjadi tabung suara angklung yang baik, dengan nada tertentu. Masing-masing tabung kemudian direkam suaranya, dan dianalisis spektrum frekuensinya. Dengan membandingkan spektrum frekuensinya, kualitas suara masing-masing tabung dapat diprediksi.
Keywords
Angklung, Bambu Temen Hitam, Eksperimen Akustik, Spektrum Suara.
Topic
Physics
Corresponding Author
Yopy Mardiansyah
Institutions
Jurusan Fisika
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Dinamika material butiran dua-dimensi dalam bentuk silinder di atas alas mendatar yang digetarkan secara horisontal dilaporkan dalam tulisan ini. Sumber vibrasi adalah motor DC yang dapat diatur kecepatannya sehingga frekuensi vibrasi f dan amplitudo vibrasi A dapat ditentukan dengan bantuan sensor optocoupler yang diakuisisi menggunakan perangkat keras komputer papan tunggal Arduino Uno. Percepatan tak-berdimensi (Γ = 4π2f2A/g), yang telah umum dalam bidang material butiran, digunakan untuk mengamati transisi dari keadaan silinder stabil, berotasi tanpa slip, dan berotasi dengan slip. Kekasaran permukaan, baik silinder ataupun alas yang bervibrasi horizontal, serta kelunakan permukaan keduanya, menentukan transisi dalam ruang Γ dan f.
Keywords
vibrasi horisontal, butiran dua-dimensi, rolling friction, parameter vibrasi
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Robi Dany Riupassa
Institutions
a) Sekolah Tinggi Teknologi Bandung
b) Institut Teknologi Bandung
Abstract
Interaksi berkas elektron dengan bahan merupakan hal yang cukup kompleks untuk ditinjau. Hamburan elektron oleh inti atom bahan terjadi berkali-kali sampai elektron mencapai energi minimumnya. Informasi tentang kemungkinan keberadaan elektron pada energi minimum tersebut seringkali penting dalam studi tentang bahan, fisika medis, sel surya, dan baterai nuklir (betavoltaic). Beberapa pendekatan atau model telah dikembangkan untuk merekam jejak elektron selama berinteraksi dengan bahan. Salah satu model yang paling sederhana yaitu single scattering model yang didalamnya memanfaatkan metode simulasi monte carlo. Pada penelitian ini dilakukan simulasi lintasan elektron dalam bahan yang keluarannya berupa posisi elektron saat mencapai energi minimumnya. Single scattering model disini diselesaikan dengan menggunakan Visual Basic Application pada Microsoft Excel.
Keywords
lintasan elektron, single scattering model, metode monte carlo, VBA
Topic
Physics
Page 13 (data 361 to 390 of 753) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats