Indonesia Conference Directory


<< Back

Search Paper

Page 14 (data 391 to 420 of 753) | Displayed in 30 data/page

Profil Pengetahuan Awal, Miskonsepsi dan Penguasaan Konsep Dalam Pembelajaran Ekosistem Dengan Menggunakan Peta Konsep
Dede Akhmad Junaedi

PDF (443 kB) Show More

Corresponding Author
Dede Akhmad Junaedi

Institutions
Indonesia University of Education

Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil pengetahuan awal, miskonsepsi, dan penguasaan konsep siswa pada materi ekosistem dengan menggunakan peta konsep. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII MTs Negeri Purwakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan rubrik penilaian pengetahuan awal, rubrik penilaian miskonsepsi, tes penguasaan konsep, lembar angket, format wawancara, dan catatan lapangan. Kegiatan penelitian dibagi menjadi tahap pengenalan dan pembiasaan pembelajaran dengan peta konsep, dan tahap pelaksanaan pembelajaran dengan peta konsep. Tahap pengenalan dan pembiasaan peta konsep meliputi perangkat peta konsep, dan Instrumen peta konsep. Tahap pelaksanaan peta konsep meliputi tahap penjaringan pengetahuan awal dan penggunaan peta konsep dalam menilai miskonsepsi dan penguasaan konsep siswa pada materi ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta konsep memuat aspek-aspek yang dapat mengungkap pengetahuan awal, miskonsepsi dan penguasaan konsep. Peta konsep dapat menjaring pengetahuan awal siswa terkait materi ekosistem pada kategori baik (33%), sedangkan pernyataan konsep dimana siswa mengalami miskonsepsi, peta konsep dapat mengungkap sekitar 23% pada kategori cukup, dan peta konsep dapat mengungkap penguasaan konsep siswa pada kategori cukup (49%). Guru dan siswa menanggapi positif terhadap penggunaan peta konsep dalam pembelajaran, serta peta konsep yang digunakan memiliki keunggulan dan keterbatasan dalam pelaksanaannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peta konsep dapat mengungkap pengetahuan awal, miskonsepsi dan penguasaan konsep siswa.

Keywords
pengetahuan awal, miskonsepsi, penguasaan konsep, peta konsep, ekosistem

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/tHjJpBa94Rqh


PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA MATERI KALOR
Sherly Yulidarti (a*), Setya Utari (b), Duden Saepuzaman (b)

PDF (381 kB) Show More

Corresponding Author
sherly yulidarti

Institutions
Departmen Pendidikan Fisika, Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan setiabudi no.229, Isola, Sukasari, Bandung 40154

Abstract
Keterampilan Proses Sains (KPS) merupakan keterampilan yang sangat penting bagi seseorang untuk mempelajari sains secara ilmiah. Meskipun keterampilan ini dipandang penting namun hasil observasi menunjukkan bahwa keterampilan ini masih belum dilatihkan secara optimal dalam proses pembelajaran sains. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif-eksploratif yang bertujuan untuk mendapatkan perkembangan KPS pada materi kalor melalui pembelajaran dengan menggunakan pendekatan KPS. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 34 siswa di salah satu SMP di Kabupaten Bandung Barat. Perkembangan KPS diperoleh melalui asesmen portofolio menggunakan rubrik penilaian LKS. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan KPS mampu mengembangkan KPS siswa dari kategori rendah ke kategori baik. Aspek KPS yang dapat berkembang dengan optimal adalah keterampilan observasi, memprediksi, mengajukan hipotesis dan merencanakan eksperimen, sedangkan aspek KPS yang belum berkembang dengan optimal adalah keterampilan melaksanakan eksperimen.

Keywords
Pendekatan Keterampilan Proses Sains, Keterampilan Proses Sains, dan Kalor

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/AdrXUcuFRwm2


Rantai Kompleks, U-Kompleks, dan (U,U′)- pemetaan dari Zn
Utih Amartiwi

PDF (805 kB) Show More

Corresponding Author
Utih Amartiwi

Institutions
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Abstract
Suatu rantai R-modul dan R-homorfisma � →C_(n+1) □(→┬d_(n+1) C_n ) →┬〖 d〗_(n ) C_(n-1) →┬d_(n-1) C_(n-2) →┬� disebut barisan eksak jika Im(d_(n+1) )=ker⁡(d_n). Rantai ini disebut juga rantai kompleks jika d_n d_(n+1) (C_(n+1) )={0}. Davvaz dan Parnian memperkenalkan generalisasi konsep barisan eksak dengan menggantikan {0} dengan Un-1 suatu submodul dari Cn-1 yang disebut dengan U-eksak. Kemudian, Davvaz dan Shabani mengembangkan konsep ini dengan mendefinisikan konsep rantai U-kompleks, U-homologi, rantai (U,U′)- pemetaan, rantai (U,U′)- homotopi, dan U-fungtor. Zn adalah himpunan bilangan bulat modulo n, dimana n∈ Z. Zn merupakan modul atas Z dengan operasi penjumlahan dan perkalian skalar. Sehingga, Zn dapat dikatakan Z-modul. Dalam makalah ini, penulis membuat bentuk umum dari rantai kompleks, U-kompleks, dan (U, U�)-pemetaan dari Zn dengan memanfaatkan sifat-sifat di aritmetika modulo.

Keywords
rantai kompleks, rantai U-kompleks, rantai (U,U′)- pemetaan, aritmetika modulo

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/WURgvD2ntKLa


Alat Peraga Penerangan Sangkil Sebagai Media Sosialisasi Polusi Cahaya
Fera Gustina Purwati, Novia Ekawanti, Endang Soegiartini

PDF (392 kB) Show More

Corresponding Author
Fera Gustina Purwati

Institutions
Departemen Astronomi, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Tingkat aktivitas yang cukup banyak di malam hari membutuhkan penerangan agar dapat menunjang aktivitas tersebut, ditambah lagi berita mengenai kriminalitas yang semakin marak terjadi di malam hari, mendorong pemangku kebijakan untuk menata kawasan yang aman dan nyaman. Namun, isu pencahayaan ini haruslah disikapi dengan bijak, paradigma tempat yang terang berarti aman, serta isu polusi cahaya harus disosialisasikan dengan baik pada semua golongan, termasuk pada anak-anak. Salah satu wujud sosialisasi adalah dibentuknya suatu paket edukasi yang dapat dibuat dan dipraktekan langsung secara mudah. Kami membuat suatu alat peraga sederhana yang terdiri dari bahan-bahan yang mudah ditemukan seperti kardus, lampu kecil, dan kertas karton. Sosialisasi perlu dilakukan terus menerus karena isu polusi cahaya mencakup berbagai aspek pada multi disiplin ilmu.

Keywords
Peraga, Penerangan, Polusi Cahaya

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/ckBTyr2EY3VD


Studi Pemanfaatan Self-Siphon pada Pemurnian Bioetanol Menggunakan Teknik Distilasi dan Dehidrasi dengan Zeolit
Nurhayati, Anjar Purba Asmara, dan Sparisoma Viridi

PDF (360 kB) Show More

Corresponding Author
Nur Hayati

Institutions
UIN Ar-Raniry Banda Aceh
ITB Bandung

Abstract
Salah satu kendala dalam proses produksi bioetanol adalah teknik pemurniannya. Teknik pemurnian dilakukan dengan cara distilasi. Teknik distilasi biasa hanya mampu menghasilkan etanol dengan kemurnian tidak lebih dari 95,6 % sehingga belum memenuhi fuel grade etanol yaitu 99%. Pada konsentrasi tersebut, air dan alkohol akan membentuk azeotrop yang sulit dipisahkan sehingga diperlukan teknik dehidrasi menggunakan adsorben. Adsorben dilakukan menggunakan zeolit yang ditanam pada alat distilasi. Zeolit digunakan untuk menyerap uap air (H2O). Kedua proses pemurnian tersebut memerlukan waktu yang cukup lama. Pada skala industri, kedua teknik ini memakan biaya yang besar. Self Siphon adalah alat yang dapat mengalirkan fluida dari potensial rendah ke potensial tinggi dengan hanya memanfaatkan perbedaan tekanan udara pada ujung-ujung pipanya. Dengan memasang Self Siphon pada labu distilasi, diduga dapat membantu mempercepat proses pemurnian etanol dengan memanfaatkan tekanan udara luar sehingga memperbesar gaya dorong yang akan mempercepat proses penjerapan molekul H2O di permukaan zeolit. Ujung utama Self Siphon dihubungkan dengan bagian atas labu distilasi dan ujung akhir dihubungkan ke pipa sebelum pendingin Leipzig. Zeolit ditanam pada dinding bagian dalam Self Siphon pada segmen pertama untuk meningkatkan tekanan udara agar penjerapan H2O meningkat di permukaan zeolit dan etanol yang dihasilkan dapat mencapai kadar 99%. Pemasangan ini dilakukan untuk meningkatkan laju alir uap distilat sehingga gaya tekan molekul H2O ke dalam pori-pori zeolit meningkat. Dengan perlakuan ini, proses adsorpsi uap air akan berlangsung secara maksimal dan proses pemurnian bioetanol akan berjalan lebih efektif dan efisien dengan satu tahap pemurnian yang menggabungkan distilasi dan dehidrasi.

Keywords
Self-Siphon, Bioetanol, Distilasi, Dehidrasi, dan Tekanan Udara

Topic
Inovasi (INV)

Link: https://ifory.id/abstract/FKAJygCdPMEW


Analisis Geokimia untuk Pemetaan Geologi Skala 1 : 50.000 Lembar Kandangan Bagian Selatan, Kalimantan Selatan
Asep Rohiman*, M. Luthfi Faturrakhman, Sonia Rijani, Kusdji D. Kusumah dan Purnama Sendjaja

PDF (943 kB) Show More

Corresponding Author
Asep Rohiman, S.Si., M.Si.

Institutions
Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia
Jln. Diponegoro No. 57 Bandung 40122
* E-mail: asep.rohiman[at]esdm.go.id

Abstract
Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya sumber daya geologi yang meliputi sumber daya mineral, minyak, dan gas. Sayangnya, potensi sumber daya geologi tersebut belum dipetakan dalam skala 1 :50.000. Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merupakan satu-satunya institusi pemerintah yang mempunyai wewenang untuk melaksanakan pemetaan geologi sistematik di seluruh Kepulauan Indonesia. Daerah Kandangan Bagian Selatan termasuk kedalam nomor lembar Peta 1713-32, secara geologi merupakan daerah penting di Jalur Meratus yang menginformasikan variasi litologi mulai dari endapan Kuarter sampai dengan himpunan batuan berumur pra-Tersier. Kegiatan pemetaan geologi ini dimaksudkan untuk menginventarisasi variasi data primer, jenis litologi, petrologi, struktur geologi, kandungan fosil, gejala mineralisasi, sumberdaya mineral dan energi, bentang alam, tataguna lahan, dan lain-lain. Adapun tujuan analisis geokimia adalah untuk dijadikan sebagai dasar dalam mengklasifikasikan jenis batuan secara kuantitatif dan objektif sehingga dalam menentukan batas kontak satuan batuan di dalam peta mempunyai tingkat keyakinan geologi yang lebih tinggi. Pada penelitian ini analisis geokimia dilakukan terhadap sampel batuan plutonik dan vulkanik dari Formasi Granit Belawayan (Kgr) dan Kelompok Haruyan (Kvh) dengan menggunakan X-Ray Flourescence (XRF) ARL 9900 untuk unsur-unsur utama dan jejak sedangkan ICP-MS untuk unsur-unsur tanah jarang. Berdasarkan hasil analisis geokimia batuan pada kedua formasi tersebut, diusulkan batas litologi satuan batuan Formasi Granit Belawayan dengan Formasi Kelompok Haruyan untuk direvisi.

Keywords
geokimia, pemetaan, XRF, geologi, granit belawayan, dan formasi haruyan

Topic
Kebumian (EPS)

Link: https://ifory.id/abstract/KWzkpPdDEUhN


Pengembangan Perangkat E-Learning dengan Learning Management System untuk Mata Kuliah Fisika Dasar II
Lidani Arifah R*), Fauzi Bakri**), Dewi Muliyati

PDF (131 kB) Show More

Corresponding Author
Lidani Arifah Ramadhan

Institutions
Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta
Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur 13220

*)lidaniarifah[at]gmail.com , **)fauzi-bakri[at]unj.ac.id

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat e-learning pada mata kuliah Fisika Dasar II. Perangkat yang digunakan dalam pengembangan ini yaitu Chamilo Learning Management System (LMS). Dalam melakukan penelitian digunakan metode Research and Development (R&D) yang mengacu pada pengembangan Dick and Carey. Perangkat e-learning yang dihasilkan dapat menampilkan peta konsep, materi, kuis, dan tes dengan tampilan yang mudah digunakan. Uji validasi dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan ahli keterbacaan dengan menggunakan instrumen berskala likert 5. Hasil validasi menyatakan perangkat e-learning berkategori baik dan dapat dijadikan sebagai perangkat pembelajaran secara elektronik.

Keywords
e-learning, Fisika Dasar II, LMS, R&D

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/e9GgvkwUNmbu


Sistem Monitoring Sedimentasi Layang Sungai Cikapundung Bandung Berbasis Wireless System Menggunakan Spektroskopi Infrared
Ahmad Suaif (a*), Dian Syah Maulana (a), Lia Yuliantini (a), Nina Siti Aminah (a) Mitra Djamal (a, b)

PDF (492 kB) Show More

Corresponding Author
Ahmad Suaif

Institutions
a) Laboratorium Elektronika,
Kelompok Keilmuan Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*ahmadsuaif[at]s.itb.ac.id

b) Departemen Fisika ,
Institut Teknologi Sumatera,
Jl. Terusan Ryacudu, Lampung 35365, Indonesia

Abstract
Pengukuran sedimentasi layang dikembangkan secara luas dengan menerapkan beragam metode spektroskopi. Pada paper ini, telah dikembangkan Sistem Pengukuran Sedimentasi Layang Sungai Cikapundung Bandung dengan menggunakan Spektroskopi Infrared. Selain digunakan pasangan transmiter dan receiver berupa LED dan fotodioda, dikembangkan pula sistem monitoring yang wireless dengan tujuan mengirimkan informasi secara kontinu yang dapat dipantau kapan saja dan dimana saja. Pada pengukuran ini, pengambilan data dilakukan pada Pintu Air Teras Cikapundung Bandung. Sejumlah air yang masuk ke sensor membawa informasi tegangan yang lantas kemudian diterjemahkan untuk mendapatkan informasi sedimentasi layang air Sungai Cikapundung Bandung. Berdasarkan pengukuran, diperoleh nilai laju sedimentasi layang sebesar 0.058701553 g/mL, dengan nilai transmitansi terukur sebesar 84.65% dan nilai absorbansi 15,35%

Keywords
Sungai Cikapundung Bandung, sedimentasi layang, wireless system

Topic
Instrumentasi (INS)

Link: https://ifory.id/abstract/cmNAXpDw3M4d


Pengembangan e-Learning Menggunakan LMS (Learning Management System) Moodle Sebagai Media Pembelajaran Fisika Dasar
Karlina Ayu Efrita*, Fauzi Bakri, dan Dewi Muliyati

PDF (392 kB) Show More

Corresponding Author
Karlina Ayu Efrita

Institutions
Universitas Negeri Jakarta

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran e-learning secara interaktif. E-learning merupakan salah satu media yang dapat menghubungkan antara dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran terpisah baik dari segi tempat maupun waktu. Model Penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian pengembangan (development research) yang dirancang oleh Walter Dick dan Lou Carey dengan sepuluh tahap pengembangan. Perangkat e-learning ini sudah melalui tahap uji validasi oleh ahli materi, ahli media dan ahli pembelajaran dengan menggunakan instrumen berskala likerts 5. Hasil validasi berkategori baik (82,3%). Setelah direvisi, e-learning ini dilakukan uji keterbacaan dengan skala kecil. Dengan demikian dapat disimpulkan e-learning menggunakan LMS Moodle ini layak sebagai media pembelajaran fisika dasar.

Keywords
E-learning, Learning Management System, Moodle, Fisika

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/aAjFVJG3t89n


Analisis Dosis Keluaran Berkas Foton dan Elektron Energi Tinggi Pesawat Linac Elekta Precise 5991 Berdasarkan Code of Practice IAEA TRS 398
Hendra Setiawan (a*), Rena Widita (a)

PDF (664 kB) Show More

Corresponding Author
Hendra Setiawan

Institutions
a) Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*hendrasetiawan[at]s.itb.ac.id

Abstract
Radioterapi adalah tindakan pengobatan yang memanfaatkan radiasi pengion untuk mematikan sel kanker pada pasien disertai upaya meminimalkan kerusakan jaringan sehat. Perencanaan terapi dan pemberian dosis yang tepat akan menentukan keberhasilan radioterapi. AAPM (American Association of Physicists in Medicine) merekomendasikan bahwa dosis keluaran berkas oleh mesin berada pada jangkauan ketidakakuratan �2-3%. Dengan demikian diperlukan suatu jaminan mutu dan kendali mutu berkas radiasi secara berkala guna mencapai keberhasilan pengobatan secara maksimal. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk menganalisis nilai dosis keluaran berkas foton dan elektron pesawat Linac Electa Precise 5991 milik Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung berdasarkan Code of Practice IAEA TRS 398. Dosis keluaran berkas foton energi 6 MV dan 10 MV, diperoleh masing-masing 1.0018 cGy/MU dan 1.0030 cGy/MU dengan deviasi masing-masing adalah 0.18% dan 0.30%. Sedangkan untuk berkas elektron energi 6 MeV, 8 MeV, 10 MeV, 12 MeV, dan 15 MeV, diperoleh nilai masing-masing 0.9994 cGy/MU, 0.9987 cGy/MU, 1.0003 cGy/MU, 1.0010 cGy/MU, dan 0.9987 cGy/MU dengan deviasi masing-masing adalah 0.06 %, 0.13%, 0.03%, 0.19%, dan 0.13%. Deviasi yang terjadi telah memenuhi batas toleransi yang direkomendasikan AAPM.

Keywords
dosis keluaran, berkas foton, berkas elektron, Linac, TRS 398

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/62hZzw3nrXVF


Prediksi Cuaca Secara Numerik Menggunakan Model Barotropik di atas Wilayah Indonesia dan Sekitarnya
Plato Martuani Siregar

PDF (912 kB) Show More

Corresponding Author
Plato Martuani Siregar

Institutions
Meteorology, ITB

Abstract
Ujicoba prediksi numerik untuk keadaan cuaca di atas Indonesia dan sekitarnya menggunakan model Barotropik telah berhasil memprediksi 24-48 Jam kedepan. Data inisial yang digunakan adalah ketinggian geopotensial dari ECMWF(European Center for Medium Range Forecast) yang mencakup luas resolusi data spasial 0,1250. Hasil prediksi memperlihatkan bahwa pengaruh syarat batas menjadi tidak terlalu penting dalam pusat area prediksi (forecast 24 jam kedepan) dan telah sukses mendapat koorelasi sebesar 0,87 antara prediksi geopotensial dan hasil pengamatan,sedangkan kesalahan relatif dari perubahan geopotensial adalah 0,58. Prediksi jangka pendek persamaan vortisitas menghasilkan keluaran yang dapat diubah menjadi upstream kecepatan angin,gradient tekanan dan medan curah hujan untuk langkah waktu 1 jam. Perolehan penting dari model adalah parameterisasi konveksi cumulus sebagai fungsi konvergensi kelembaban udara dan ada kopel kuat gerak udara naik dan medan angin melalui perhitungan tutupan awan. Pembentukan ini mendekati gambaran simulasi dari suatu vorteks.

Keywords
vortisitas,prediksi,geopotensial dan kelembaban udara

Topic
Kebumian (EPS)

Link: https://ifory.id/abstract/yj4bmT3WhrRN


Perumusan Linear-Kuadratik dan Aplikasinya Pada Radioterapi
Hasto Arief Narendra

PDF (572 kB) Show More

Corresponding Author
Hasto Arief Narendra

Institutions
Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*hastoariefn[at]students.itb.ac.id

Abstract
Sekarang ini seorang fisikawan kerap kali bekerja pada bidang kesehatatan, terutama pada bidang radioterapi dan radiodiagnostik. Banyak hal yang perlu diperhatikan seorang fisikawan apabila bekerja pada bidang ini, salah satunya radiobiologi. Untuk dapat melakukan pengukuran terhadap radiobiologi, dibuat suatu perumusan yang disebut dengan linear-kuadratik. Linear-kuadratik berisi 2 buah kejadian dalam proses radiasi, yaitu proses kerusakan sel yang disebabkan oleh satu jalur radiasi dan kerusakan sel yang disebabkan oleh dua jalur radiasi. Dalam tulisan kali ini, akan dipaparkan berbagai macam aplikasi linear-kuadratik dalam bidang kesehatan terutama pada radioterapi. Beberapa aplikasi yang dapat dikembangkan dari linear-kuadratik adalah penentuan survival factor, BED (Biological Effectiveness Dose), penentuan jaringan lambat atau jaringan awal, dan optimasi fraksinasi dosis radioterapi.

Keywords
BED, Linear-kuadratik, optimasi, radiobiologi

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/TAcJkuQHaC6p


Analisis Hubungan Aktivitas Writing to Learn dengan Keterampilan Komunikasi Lisan Siswa dalam Pembelajaran Science Writing Heuristic
Winda Yusefni

PDF (322 kB) Show More

Corresponding Author
Winda Yusefni

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas writing to learn terhadap keterampilan berkomunikasi siswa secara lisan dalam pembelajaran menggunakan pendekatan Science Writing Heuristic (SWH). Keterampilan komunikasi lisan yang diamati terdiri dari empat aspek, yaitu mengemukakan pendapat, menanggapi pendapat, mengajukan pertanyaan, dan menjawab pertanyaan yang diamati saat diskusi kelompok dan diskusi kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang mengambil sampel satu kelas terdiri dari 23 siswa kelas VIII di salah satu SMPN Sumatera Barat tahun ajaran 2014/2015. Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data mengenai aktivitas writing to learn diperoleh dari penulisan laporan menggunakan format SWH yang dinilai menggunakan rubrik penskoran yang dirumuskan Burke dan Greenbowe, sedangkan data keterampilan komunikasi lisan siswa diperoleh dari lembar observasi. Teknik pengolahan data hasil penelitian dianalisis dengan melakukan perhitungan persentase menggunakan bantuan program Microsoft office excel 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum aktivitas writing to learn memberikan kontribusi mengembangkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi secara lisan. Namun tidak semua siswa yang mempunyai kemampuan menulis yang baik dapat menunjukkan kemampuan yang baik dalam berkomunikasi lisan.

Keywords
Writing to Learn, Keterampilan Komunikasi Lisan, Pendekatan SWH

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/MBpaxwn6NQkV


PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI DENGAN AKTIVITAS LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMP
Rahmiati Darwis

PDF (284 kB) Show More

Corresponding Author
Rahmiati Darwis

Institutions
Pendidikan IPA SPs Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung

Abstract
Studi ini dilakukan untuk menemukan perbedaan peningkatan penguasaan konsep antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran latihan inkuiri yang dilakukan di sebuah SMPN di Bone. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain the static group pretest- posttest. Sejumlah siswa kelas VII (n = 42) terlibat sebagai subjek penelitian yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes penguasaan konsep (pretest dan posttest). Teknik pengolahan data melalui validitas, reliabilitas, uji normalitas dan homogenitas, uji N-gain, serta uji-t dua pihak dengan bantuan program Anatest V.4 for Windows, IBM SPSS Statistics 22, dan Microsoft office excel. Hasil analisis data penguasaan konsep menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan penguasaan konsep yang signifikan antara siswa yang belajar melalui model inkuiri terbimbing dan model latihan inkuiri, dengan nilai Sig. 0,032 < 0,05 yang berarti H�0 ditolak, H1 diterima. Hasil perhitungan N-gain menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui model inkuiri terbimbing memiliki rata-rata N-gain 0,73 yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar melalui model latihan inkuiri yang memiliki rata-rata N-gain 0,63. Sehingga, penggunaan model inkuiri terbimbing dapat membantu siswa meningkatkan penguasaan konsep yang lebih baik daripada penggunaan model latihan inkuiri.

Keywords
Inkuiri Terbimbing, Latihan Inkuiri, Penguasaan Konsep

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/DajdnAPFBbwJ


Pemanfaatan Solar Water Pump untuk Program Pengairan Sawah Desa Margasari
Dwita Suastiyanti, Edwin Kamal, Syaiful Arif, Saharudin, Pathya Rupajati

PDF (568 kB) Show More

Corresponding Author
Dwita Suastiyanti

Institutions
Institut Teknologi Indonesia

Abstract
Desa Margasari, Kelurahan Curug, Provinsi Banten memiliki potensi alam yang luar biasa yaitu sumber air tanah yang melimpah dan sinar matahari yang tidak habis-habisnya menyinari Desa Margasari terutama pada musim kemarau. Potensi alam yang dimiliki oleh Desa Margasari ini menjadi sumber kekuatan untuk penyediaan air yang dapat dimanfaatkan untuk pengairan sawah. Selama ini masyarakat Desa Margasari menggantungkan kebutuhan pangannya (terutama beras) dari lahan sawah yang hanya mengandalkan pengairannya pada air hujan saja (sawah tadah hujan). Teknologi solar water pump merupakan teknologi yang memanfaatkan potensi alam Desa Margasari, yang sumber airnya berasal dari air tanah. Solar water pump adalah pompa air yang digerakkan oleh tenaga listrik yang dibangkitkan oleh tenaga surya yang berasal dari panas matahari. Untuk penerapan teknologi tersebut telah dilakukan pengeboran tanah sedalam 18,5 m dan menghasilkan air tanah yang bersih dengan menggunakan pompa semi jet pump dengan spesifikasi : tegangan 220 volt, arus 1,6 A, frekuensi 50 Hz. Daya yang diperlukan untuk penyediaan panel surya adalah kurang lebih 1,6 A x 220 volt = 320 Watt peak (Wp). Daya sebesar 320 Wp tersebut dihasilkan dari 4 buah panel surya yang masing-masing berkapasitas 100 Wp. Untuk mengubah arus DC menjadi AC digunakan inverter dan digunakan battere untuk tarikan listrik pertama kali. Dengan teknologi solar water pump maka kegiatan pertanian di Desa Margasari dapat berlangsung sepanjang tahun sehingga kebutuhan pangan masyarakat Desa Margasari sepenuhnya disediakan oleh potensi alam mereka sendiri.

Keywords
solar water pump, inverter, battere, potensi alam

Topic
Energi (ENG)

Link: https://ifory.id/abstract/aFYPWvwpeqz9


Physics Mobile Learning �PML� sebagai Inovasi Media Pembelajaran Interaktif Berbantuan Android untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika (Physics HOTS) Peserta Didik SMA
Nana Mardiana (a*), Heru Kuswanto (b)

PDF (314 kB) Show More

Corresponding Author
Nana Mardiana

Institutions
(a) Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
Jl. Colombo 1, Yogyakarta, Indonesia
mdna.nana1[at]gmail.com

(b) Dosen Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
Jl. Colombo 1, Yogyakarta, Indonesia
herukus61[at]gmail.com

Abstract
Pergeseran paradigma pembelajaran abad 21 yang awalnya memberi tahu atau ready to use menjadi kemampuan mencari tahu atau digital literacy menuntut peserta didik untuk mampu memanfaatkan perkembangan teknologi di dalam kehidupan termasuk dalam kegiatan pembelajaran. Physics Mobile Learning "PML" bertujuan memadukan pembelajaran fisika melalui teknologi, khususnya pemanfaatan teknologi Smartphone berbantuan Andriod sebagai media pembelajaran inovatif yang sedang berkembang pesat dan dianggap dapat mengikuti perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik Physics Mobile Learning berbantuan android untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika (Physics HOTS) peserta didik SMA; (2) mengetahui kelayakan Physics Mobile Learning berbantuan android yang dikembangkan; serta (3) mengetahui pengaruh penggunaan Physics Mobile Learning berbantuan Android untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika (Physics HOTS) peserta didik SMA. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Pengembangan media pembelajaran dilakukan dengan mengadaptasi pada model Borg & Gall. Pengembangan dilakukan melalui enam tahapan yaitu; pengumpulan informasi, perencanaan produk, pengembangan produk, validasi produk, evaluasi produk, dan diseminasi. Validasi produk dilakukan oleh satu ahli materi fisika, satu ahli media pembelajaran, lima guru fisika, dan lima peer reviewer. Uji coba produk dilakukan pada peserta didik kelas X IPA SMAN 3 Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket penilaian kualitas media, tes kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika (Physics HOTS).Hasil penelitian adalah: (1) software Android package(apk) Physics Mobile Learning berbantuan Android pada materi elastisitas dengan karakteristik dapat dioperasikan menggunakan perangkat Android, mendukung pembelajaran fisika SMA yang dapat digunakan di dalam maupun di luar pembelajaran fisika di sekolah, serta menyajikan penjelasan materi, contoh soal, dan latihan soal dalam bentuk permainan yang bervariasi, menarik, dan interaktif; 2) bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dinilai layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran ditinjau dari penilaian aspek materi, media dan hasil uji coba peserta didik. Memiliki kriteria kualitas sangat baik berdasarkan penilaian ahli materi, peer reviewer, dan guru fisika dan memiliki kriteria kualitas baik berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran dan peserta didik; serta 3) terdapat pengaruh peningkatan terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika (Physics HOTS) peserta didik yang menggunakan media pembelajaran Physics Mobile Learning berbantuan Android.

Keywords
Physics Mobile Learning, Inovasi, Android, Physics HOTS.

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/rUXAPEuHG6hv


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XIS-3 SMAN 3 LAU MAROS (Studi pada Materi Pokok Stoikiometri)
Munawwarah, S.Pd., Maryono, S.Si, M.M., Apt., Dra. Hj. Ramdani, M.Si.

PDF (333 kB) Show More

Corresponding Author
Munawwarah Bahar

Institutions
Universitas Negeri Makassar

Abstract
Munawwarah, 2014. Penerapan Model Pembelajaran Tipe STAD untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XIS-3 SMAN 3 Lau Maros (Studi pada Materi Pokok Stoikiometri). Skripsi. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Maryono dan Ramdani). Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XIS-3 SMAN 3 Lau Maros melalui model pembelajaran tipe STAD. Secara garis besar terdapat empat tahapan PTK, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diterapkan pada model pembelajaran tipe STAD dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Kelas XIS-3 SMAN 3 Lau Maros. Langkah-langkah tersebut yaitu: (1) Membagi siswa dalam kelompok belajar heterogen yang baru dengan jumlah siswa yang sama dan menentukan posisi masing-masing kelompok dalam kelas; (2) Menyiapkan ringkasan materi untuk masing-masing kelompok; (3) Menunjuk siswa yang berkemampuan tinggi dari masing-masing kelompok untuk bertanggung jawab menjelaskan materi yang belum dimengerti oleh teman kelompoknya; (4) Menunjuk siswa secara acak dari masing-masing kelompok untuk mengerjakan tugasnya di depan kelas dan memberikan kesimpulan dari materi yang telah dipelajari. Motivasi siswa siklus I sebanyak 4% kategori sangat tinggi, 88% kategori tinggi. Hasil belajar siswa siklus I yaitu 52% mencapai ketuntasan. Motivasi siswa siklus II sebanyak 40% kategori sangat tinggi, 60% kategori tinggi. Hasil belajar siswa siklus II yaitu 72% mencapai ketuntasan.

Keywords
STAD, motivasi siswa, hasil belajar, stoikiometri.

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/jxvU8tcqrGKM


Estimasi Sebaran Stress Sekitar Lubang Bor Bawah Permukaan
Desnia Ayu Karlyna (a*), Bagus Endar B.N (a,b)

PDF (823 kB) Show More

Corresponding Author
Desnia Ayu Karlyna

Institutions
a) Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*desnia.ak[at]gmail.com
b) Rock Fluid Imaging Lab
Jalan Sukasenang Raya No. 2, Bandung 40124, Indonesia

Abstract
Studi mengenai estimasi sebaran stress di sekitar lubang bor pada eksplorasi minyak dan gas bumi menjadi hal utama untuk segi keamanan dan keselamatan pengeboran. Estimasi persebaran stress di sekitar lubang bor merupakan studi yang dilakukan untuk memperkirakan persebaran stress pada suatu keadaan di bawah permukaan bumi. Persebaran stress di bawah permukaan bumi dipengaruhi oleh stress yang ada di bawah permukaan bumi seperti in-situ principal stress dan tekanan pori. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan estimasi persebaran stress di sekitar lubang bor. Estimasi sebaran stress dilakukan dengan bantuan perangkat lunak MATLAB menggunakan pendekatan analitik dan pembuatan model numerik berdasarkan model Lekhnitskii- Amadei (L-A). Persebaran stress di sekitar lubang bor dipengaruhi oleh tekanan pori, tekanan pada sumur dan tekanan in-situ.

Keywords
Lubang bor; Tegangan horizontal; Tekanan Overburden; Tekanan Pori

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/JCQ8VRmy4Bde


Aktivitas Fotokatalis Nano Komposit ZnO-Polystyrene dalam Mendegradasi Senyawa Methylene Blue
Kapas Fernando Pasaribu (a*) dan Horasdia Saragih (b)

PDF (684 kB) Show More

Corresponding Author
Kapas Fernando Pasaribu

Institutions
a) Institut Teknologi Bandung
*kapasfernando[at]gmail.com
b) Universitas Advent Indonesia

Abstract
Nano ZnO dalam beragam ukuran telah berhasil difabrikasi dengan berbantuan reaktor berukuran mikro. Dalam fabrikasi tersebut, ukuran diameter nanopartikel ZnO divariasikan melalui penggunaan ragam konsentrasi PVP sebagai penyalut. Nano ZnO pada beragam ukuran selanjutnya dikompositkan ke dalam polimer polystyrene dengan berbantuan pelarut Benzene. Hasil akhir berupa polystyrene yang mengandung ZnO selanjutnya digunakan untuk mendegradasi senyawa warna methylene blue. Dari hasil uji, didapati bahwa variasi ukuran nanopartikel ZnO dalam polystyrene menunjukkan aktivitas fotokatalis yang beragam dalam mendegradasi senyawa methylene blue.

Keywords
Nanopartikel ZnO; Mikro reaktor; Polystyrene; Fotodegradasi; Methylene Blue.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/FQgaDfHkVzRW


PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU UNTUK MENINGKATKAN ASPEK SIKAP LITERASI SAINS SISWA SMP
Nisa Wulandari, Hayat Sholihin

PDF (388 kB) Show More

Corresponding Author
NISA WULANDARI

Institutions
Pendidikan IPA, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran IPA Terpadu untuk meningkatkan aspek sikap kemampuan literasi sains siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain penelitian The Static-Group Pretest-Postest Design. Penelitian ini dilakukan pada 54 orang siswa kelas VII di salah satu SMPN di Kota Bandung yang dipilih menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes skala sikap literasi sains yang disusun berdasarkan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan uji Normalitas, uji Homogenitas, dan uji t (Independent Sample T-Test) terhadap nilai N-gain dari tes skala sikap literasi sains menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 dan Microsoft Excel. Hasil rata-rata N-gain kelas eksperimen dan kontrol yang diperoleh adalah 0,48 dan 0,32 dengan kategori peningkatan sedang. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi Sig. (2-tailed) 0.023 < 0,050, berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan aspek sikap literasi sains antara siswa kelas eksperimen dan kontrol. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran IPA Terpadu dapat membantu siswa dalam meningkatkan aspek sikap literasi sains.

Keywords
Problem Based Learning (PBL), Sikap Literasi Sains

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/GpuzyexbQZ7a


Metode ERASI (Electro Assisted Phytoremediation-Aeration) dengan Tanaman Akar Wangi (Vetiveira Zizanioides L) untuk Remediasi Air Limbah Logam Cu
Rudy Syah Putra, Iis Setianingrum, Ega Dwi Sintadani, Vivin Viani, Durrotul Uuliyah, M. Faiq Faridani

PDF (543 kB) Show More

Corresponding Author
Durrotul Uuliyah

Institutions
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan tanaman akar wangi (Vetiveira zizanioides L) sebagai tanaman akumulator dalam remidiasi air limbah yang mengandung logam Cu dengan metode ERASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tanaman akar wangi untuk menyerap logam berat dalam limbah dengan parameter uji kualitatif perubahan morfologi tanaman dan kuantitatif konsentrasi logam Cu dan pengukuran angka klorofil sebagai parameter tingkat stress pada tanaman. Metode ERASI, EAPR-aerasi (electro-assisted phytoremediation-Aeration) yang merupakan metode gabungan fitoremediasi, dengan bantuan listrik yang dialirkan melalui elektroda untuk membantu mobilitas polutan dari sumber limbah ke arah akar tanaman serta penambahan aerasi untuk meningkatkan konsentrasi oksigen di dalam limbah. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan 3 metode yaitu fitoremediasi, fito-aerasi dan EAPR-aerasi (ERASI), dengan konsentrasi Cu 29 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang lebih cepat menyerap Cu adalah tanaman akar wangi pada metode ERASI yang ditandai dengan perubahan morfologi tanaman yang lebih cepat layu, kering hingga terbakar namun tidak mengalami tingkat stress yang tinggi karena angka klorofil yang dihasilkan paling tinggi.

Keywords
fito-aerasi, akar wangi (Vetiveira zizanioides L), EAPR, fitoremediasi, ERASI

Topic
Lain-lain (ETC)

Link: https://ifory.id/abstract/FVRnCNxpUtG3


Transformasi Data Vertical Seismic Profile (VSP) menjadi Data Cross-well dengan Seismik Interferometri
Jienicha Santa Dwanda (a*), Bagus Endar Bachtiar Nurhandoko (a,b*)

PDF (769 kB) Show More

Corresponding Author
Jienicha Santa

Institutions
a) Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
b) Rock Fluid Imaging Lab

Abstract
Seismik interferometri secara sederhana adalah studi mengenai interferensi antara sinyal seismik yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dari perbedaan diantara pasangan sinyal tersebut. Seismik Interferometri pertama kali diperkenalkan oleh Claerbout pada 1968, Claerbout menunjukkan bahwa respon reflektansi dari lapisan horizontal dapat disintesis dari respon transmitansi. Berdasarkan sumbernya, metode seismik interferometri dapat dibedakan menjadi seismik interferometri sumber terkontrol dan seismik interferometri pasif. Seismik interferometri membuat salah satu receiver dapat dianggap sebagai sumber, meskipun tidak ada sumber fisik, sehingga receiver ini disebut juga sebagai sumber virtual (virtual source). Kelebihan metode seismik interferometri ini adalah dapat menggunakan sumber seismik alami dengan frekuensi rendah dibandingkan dengan metode konvensional yang mengharuskan penggunaan sumber seismik aktif yang lebih memakan biaya. Pada penulisan ini akan dibahas mengenai konsep dan prinsip - prinsip dasar interferometri serta aplikasi dan pemanfaatan dari seismik interferometri untuk mentransformasi data VSP (Vertical Seismic Profile) menjadi data Xwell (Cross Well). Data crosswell disintesis dengan melakukan korelasi silang antara respon set geophone pada dua buah sumur dengan sumber berada di permukaan dan respon masing � masing set geophone telah di normalisasi dan difilter terlebih dahulu. Hasil korelasi silang yang di dapatkan tidak persis sama dengan respon asli, yaitu respon pada geophone di salah satu sumur dimana sumber berada di sumur lainnya, namun dari perbandingan hasil korelasi silang dan respon asli dapat dilihat beberapa kemiripan sehingga dapat disimpulkan bahwa metode ini dapat digunakan sebagai metode lain untuk mensitesis data crosswell tanpa harus menggunakan sumber di sumur.

Keywords
Gelombang seismik, interferometri, korelasi silang, redatuming

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/BHuhgeCm7UdT


MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU SISWA SMP
Risa Hartati, Hayat Sholihin

PDF (390 kB) Show More

Corresponding Author
RISA HARTATI

Institutions
Pendidikan IPA, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari implementasi model Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran IPA Terpadu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain the static group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini terdiri dari 50 siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Lampung Utara pada tahun ajaran 2014/2015 yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berpikir kritis materi pencemaran lingkungan yang digunakan untuk mengukur penguasaan kemampuan berpikir kritis siswa dan angket tanggapan siswa terhadap implementasi pelaksanaan PBL. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t (independent sample t-test) terhadap nilai gain yang dinormalisasi (N-gain) dari nilai pretes dan postes siswa dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas yang menerapkan model PBL dengan kelas kontrol. Hasil penelitian ini dibuktikan dari nilai sig (2-tailed) uji t sebesar 0,022 yang berarti bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 47% sedangkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas kontrol sebesar 32%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL pada pembelajaran IPA terpadu memiliki dampak yang positif terhadap penguasaan kemampuan berpikir kritis siswa.

Keywords
Model Problem Based Learning (PBL), Berpikir Kritis

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/98vP2MdXDhxu


PENERAPAN LEVELS OF INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN IPA-FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ABAD KE-21 (4C�S) PADA SISWA SMP
Mochammad Irfan N; Setya Utari; Winny Liliawati

PDF (668 kB) Show More

Corresponding Author
Mochammad Irfan Noviana

Institutions
SEKOLAH PASCASARJANA - UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Abstract
Dunia telah mengalami banyak perubahan pada berbagai aspek. Siswa di abad ke-21 harus memiliki seperangkat keterampilan, salah satunya keterampilan belajar abad ke-21 4C�s (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration), yang berbeda bila dibandingkan dengan siswa pada abad sebelumnya. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran IPA-Fisika masih dilaksanakan secara direct instruction dan kurang kontekstual. Hasil studi pendahuluan dengan tes tertulis uraian yang mengukur kemampuan Critical Thinking dan Creativity pada siswa pun masih rendah. Model pembelajaran Levels Of Inquiry dapat dijadikan solusi untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 4C�s pada siswa yang masih kurang dalam pengalaman kerja ilmiah di laboratorium. Penelitian quasi experiment dengan menggunakan One group Pretest-Postest Design dilakukan di kelas VII pada salah satu SMP Swasta di kota Bandung untuk mengetahui peningkatan keterampilan 4C�s siswa setelah penerapan Levels Of Inquiry pada topik Kalor dan Perpindahan Kalor dengan asesmen berupa soal uraian untuk keterampilan Critical Thinking dan Creativity serta rubrik dan portofolio untuk keterampilan Collaboration dan Communication. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran tersebut mampu meningkatkan keterampilan Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration secara signifikan dengan rata-rata gain ternormalisasi berturut-turut yaitu 0.62, 0.45, 0.65, dan 0.68 yang berarti terjadi peningkatan berkategori sedang pada empat keterampilan tersebut.

Keywords
Keterampilan Abad ke-21, Keterampilan 4C�s, Levels Of Inquiry

Topic
Pembelajaran

Link: https://ifory.id/abstract/zAenYjdCvhgf


Dekonvolusi pada Seismogram dengan Wavelet Bervariasi Waktu Menggunakan Metode Gated Wiener
Muhammad Lutfi Hernandi (a*), Bagus Endar Bachtiar Nurhandoko (a,b*)

PDF (914 kB) Show More

Corresponding Author
Muhammad Lutfi Hernandi

Institutions
a) Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
b) Rock Fluid Imaging Lab

Abstract
Dekonvolusi seismik merupakan sebuah proses filtering yang bertujuan untuk merekonstruksi fungsi reflektivitas dengan membalikkan proses konvolusi. Dekonvolusi dapat memampatkan wavelet pada seismogram, mengatenuasi gaung, dan multipel jangka pendek sehingga dapat meningkatkan resolusi temporal dan meningkatkan hasil interpretasi terhadap penampang seismik pantul. Cara yang paling umum dalam melakukan dekonvolusi adalah mendesain filter Wiener dengan menggunakan pendekatan least square. Sinyal seismik bersifat tidak stasioner yaitu bentuk dan lebar pitanya berubah terhadap waktu tempuh. Ketidakstasioneran adalah akibat dari efek divergensi muka gelombang dan atenuasi frekuensi. Amplitudo dan frekuensi wavelet akan semakin berkurang seiring dengan semakin dalam penjalaran gelombang seismik karena efek divergensi dan atenuasi frekuensi tinggi. Beberapa parameter seperti rata-rata, variance, fungsi korelasi, dan parameter lainnya dari sinyal seismik berubah terhadap waktu. Dekonvolusi Wiener umumnya merupakan dekonvolusi tidak bervariasi waktu karena wavelet sumber dianggap stasioner. Wavelet sumber secara alamiah tidaklah stasioner sehingga perlu dilakukan dekonvolusi bervariasi waktu untuk mengatasi ketidakstasioneran sinyal pada proses dekonvolusi. Salah satu metode dekonvolusi bervariasi waktu yang cukup efektif adalah dekonvolusi Gated Wiener. Operator dekonvolusi bervariasi waktu Gated Wiener diperoleh dengan membagi sinyal seismik menjadi berbagai bagian dengan panjang T dan memproses tiap bagian seperti proses tidak bervariasi waktu. Performa tiga buah metode dekonvolusi akan dibandingkan pada penelitian ini, yaitu metode dekonvolusi Wiener tidak bervariasi waktu, dekonvolusi tidak bervariasi waktu dengan inversi linier, dan dekonvolusi bervariasi waktu Gated Wiener pada T= 100 dengan error energy masing-masing sebesar 0.4461, 0.3948, dan 0.1882. Dekonvolusi bervariasi waktu Gated Wiener menghasilkan hasil dekonvolusi yang lebih baik dibandingkan dengan dekonvolusi tidak bervariasi waktu. Metode dekonvolusi bervariasi waktu paling optimal ketika panjang setiap pembagian T adalah 100 dari panjang data 500 dengan error energy 0.1882.

Keywords
Dekonvolusi, Gated Wiener, Ketidakstasioneran, Variasi waktu

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/kG3rjaFR9YqX


Pengaruh Implementasi Scientific Approach Bermuatan Nilai dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa
Defi Nurlatifah

PDF (320 kB) Show More

Corresponding Author
defi nurlatifah

Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi Scientific Approach bermuatan nilai dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Muatan nilai tersebut merupakan nilai religius yang disisipkan pada setiap tahapan yang terdapat dalam Scientific Approach. Metode penelitian yang digunakan adalah metode weak eksperimen dengan desain One-Group Pre test-Post test. Subjek penelitian yaitu siswa kelas X SMA Negeri 9 Tasikmalaya yang terdiri dari 30 orang siswa. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data hasil penelitian berupa pretest dan posttest keterampilan berpikir kreatif siswa yang diolah melalui program SPSS for windows dengan uji Paired Sample t-test. Berdasarkan analisis hasil belajar siswa perolehan rata-rata posttest setelah pembelajaran dengan Scientific Approach sebesar 46,17 sedangkan rata-rata pretest sebelum pembelajaran dengan Scientific Approach diperoleh hasil rata-rata tes sebesar 25,97 dengan rata-rata N-gain yang diperoleh sebesar 0,57.

Keywords
Scientific approach, muatan nilai, berpikir kreatif

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/XR3ND4FnYuw9


Pre-stack Depth Migration with Kirchhoff Method on Anisotropy Medium VTI (Vertical Transverse Isotropy)
Adriandi (a*), Dr. Eng. Bagus Endar B. Nurhandoko (b)

PDF (2,004 kB) Show More

Corresponding Author
Adriandi Adriandi

Institutions
a) Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Bandung Institut of Technology. Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*adriandi001[at]gmail.com
b) Lecturer at Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Bandung Institut of Technology. Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia

Abstract
Seismic reflection is a method that can produce high accuracy and high penetration range in the exploration of hydrocarbons. Nevertheless, problems can occur when the data signal reflections generated is not appropriate. This occurs due to the slope of the points of reflection on the position of the actual reflection. Seismic data migration process can be used to calibrate the reflector to the actual position. However, errors may occur due to incorrect assumptions that do not correspond to actual conditions. Most seismic data processing assumes that the earth layer is a layer of isotropy, when in reality the earth layer has a structure that changes the wave velocity. Such changes can occur due to the condition of the complex subsurface geology that changes with the facies of a layer. At these conditions of lithology, the speed of seismic waves will change in considerable amount. One method that can be used to handle such complex structures are anisotropy pre-stack depth migration (PSDM). Anisotropy pre-stack depth migration is used based on the assumption that which the waves are going through has Vertical Transverse Isotropy (VTI) properties. This medium assumes that the anisotropy only occurs in vertical degrees, not in horizontal degrees. This method is a method of pre-stack depth migration which adds Thomsen anisotropy parameters such as delta and epsilon. These parameters are later used to analyze the effect of anisotropy from the layers of structure. The advantages of the anisotropic pre-stack depth migration compared by the isotropy pre-stack depth migration are longer offset and better imaging. Longer offset can produce lot of subsurface information and the sharper results of seismic section compared to the gather obtained in isotropy pre-stack depth migration.

Keywords
Anisotropy, Thomsen Parameter, PSDM, Seismic Reflection, VTI.

Topic
Physics

Link: https://ifory.id/abstract/xJQdZ6NbFkwX


PENGUKURAN PERBEDAAN TEKANAN DAN LAJU ALIRAN BIOGAS PADA PIPA VENTURI MENGGUNAKAN GENERATOR BERBAHAN BAKAR BIOGAS UNTUK MENGHASILKAN ENERGI LISTRIK
Ni Ketut Lasmi, Alamta Singarimbun dan Wahyu Srigutomo

PDF (458 kB) Show More

Corresponding Author
ketut lasmi

Institutions
Prodi Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung

Abstract
Biogas merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat mengatasi kesulitan masyarakat akibat naik turunnya harga BBM karena pencabutan subsidi oleh pemerintah. Energi terbarukan ini bisa segera diaplikasikan ke masyarakat dalam rangka pemenuhan keperluan energi nasional. Biogas merupakan energi alternatif yang dibuat dengan memanfaatkan kotoran sapi melalui proses anaerobik digestion. Sehubungan dengan hal ini, maka salah satu terobosan yang dilakukan dengan membuat alat pencampur biogas dan udara melalui pipa venturi satu fase(mengganti bensin dengan biogas) dengan menggunakan teori dasar mekanika fluida .Agar menghasilkan energi listrik yang baik maka terlebih dahulu diselidiki laju aliran biogas dengan flow meter, saat mengalir menuju alat pencampur biogas dan udara untuk menuju ruang bakar. Saat biogas keluar dari alat pencampur menuju ruang bakar, laju alirannya dibuat tetap sehingga menghasilkan perbedaan tekanan antara biogas dan udara. Dengan adanya beda tekanan ini maka terjadi pembakaran biogas sehingga dapat memutar generator listrik(genset) untuk memperoleh konversi energi dari biogas menjadi energi listrik yang dapat diaplikasikan sebagai alat penerangan masa depan

Keywords
Biogas, alat pencampur,konversi energi

Topic
Energi (ENG)

Link: https://ifory.id/abstract/LRQxkMTX9J6P


Analisis Sifat Optik Lapisan Tipis ZnO di atas Substrat SiO2/Si dengan Menggunakan Spektroskopi Elipsometri
Muhammad Abiyyu Kenichi Purbayanto (a*), Gesti Rahmah (a), Eka Nurfani (a), Yudi Darma(a**)

PDF (554 kB) Show More

Corresponding Author
Muhammad Abiyyu Kenichi Purbayanto

Institutions
a)Laboratorium Quantum Semiconductor and Device
Kelompok Keilmuan Fisika Material Elektronik
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

*muhammad_abiyyu[at]students.itb.ac.id
**yudi[at]fi.itb.ac.id

Abstract
Paper ini membahas analisis sifat optik dari lapisan tipis ZnO di atas substrat SiO2/Si yang ditumbuhkan dengan teknik DC-unbalanced magnetron sputtering. Sifat optik ZnO dikarakterisasi dengan menggunakan spektroskopi elipsometri (SE) pada rentang energi 1,2-6,5 eV. SE mengukur perubahan polarisasi, yang direpresentasikan sebagai rasio amplitudo dan beda fase, saat sebelum dan sesudah menumbuk lapisan tipis ZnO. Data SE yang terukur dianalisis dan dimodelkan lebih lanjut dengan menggunakan model Tauc-Lorentz dan Gaussian untuk memperoleh informasi fisis dari sampel yang diukur. Model optik yang digunakan adalah "kekasaran permukaan/ZnO/SiO2/Si". Kekasaran permukaan disertakan sebagai kompensasi dari ketidakhomogenan permukaan lapisan tipis. Indeks bias kompleks, koefisien serapan, celah pita energi, dan ketebalan lapisan tipis diperoleh dari hasil pemodelan dengan inversi persamaan Fresnel. Nilai indeks bias yang terukur pada ~2,25 eV adalah 2,03, sedangkan lebar celah pita energi yang dihitung dengan persamaan Tauc adalah ~3.27 eV. Selain itu, ketebalan lapisan tipis yang diperoleh adalah ~50 nm. Studi ini menunjukkan pentingnya ZnO sebagai material dengan celah pita energi yang lebar untuk aplikasi perangkat optoelektrika, seperti laser, dioda, dan detektor ultraviolet

Keywords
Celah pita energi; Indeks bias; Lapisan tipis ZnO; Spektroskopi Elipsometri

Topic
Material (MAT)

Link: https://ifory.id/abstract/RDafAXEHULvz


Penerapan Learning Cycle Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Siswa SMA Pada Sistem Koordinasi
Maftuhah

PDF (509 kB) Show More

Corresponding Author
Maftuhah Maftuhah

Institutions
Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Abstract
Pembelajaran yang menekankan siswa untuk mengkonstruk pemahaman sendiri, merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep. Salah satu model pembelajaran konstruktivisme adalah learning cycle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran learning cycle 5E untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa SMA XI pada pembelajaran biologi konsep sistem koordinasi pada subkonsep sistem saraf. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah weak eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel dengan teknik purvosive sampling, siswa kelas XI di Sukabumi pada semester genap tahun pelajaran 2014-2015 sebanyak 30 siswa dengan bentuk tes penguasaan konsep berbentuk multiple choice. Peningkatan penguasaan konsep dihitung dengan siswa. Penguasaan konsep sebelum dan sesudah treatment diukur dengan menggunakan tes penguasaan rumus N-gain berdasarkan tes penguasaan konsep. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penguasaan konsep pada 29,75 (pretest), 62,5 (posttest) dan N-gain 0,46 (kategori sedang). Hasil uji-t satu pihak data N-gain diperoleh hasil 0,00 dengan tingkat kepercayaan α = 0,05, p-value < α maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model learning cycle dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa.

Keywords
learning cycle 5E, penguasaan konsep, sistem koordinasi.

Topic
Pembelajaran (EDU)

Link: https://ifory.id/abstract/zbtG36FxYdLV


Page 14 (data 391 to 420 of 753) | Displayed in 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats