Page 15 (data 421 to 450 of 753) | Displayed in 30 data/page
Corresponding Author
RATNA RUKMANA
Institutions
Prodi S2 Pendidikan Fisika Sekolah Pascasarjana UPI, Jl. Dr. Setiabudhi 229 Bandung
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan media simulasi virtual gelombang bunyi untuk pembelajaran materi gelombang bunyi di tingkat sekolah menengah pertama. Proses pengembangan media mencakup empat tahapan kegiatan, yaitu tahap studi dan analisis kebutuhan, perancangan media, pembuatan media dan validasi media yang dihasilkan. Media simulasi virtual gelombang bunyi dibuat dengan menggunakan bantuan software macromedia flash. Dari tahap studi kebutuhan diperoleh gambaran kebutuhan akan media simulasi virtual yang dapat memvisualkan fenomena mikroskopis dan fenomena abstrak yang dijumpai pada kongten geombang bunyi, dari tahap perancangan dihasilkan storyboard media simulasi virtual, dari tahap pembuatan media dihasilkan beberapa media simulasi virtual terkait materi gelombang bunyi, diantaranya simulasi tentang pergerakan partikel medium ketika dilalui gelombang bunyi, dan hasil tahap validasi media yang dilakukan terhadap tiga orang validator yang terdiri dari dua pakar IT dan satu pakar Fisika menunjukkan bahwa media simulasi virtual yang dikembangkan memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi dengan kurikulum pembelajaran fisika SMP, Tampilan fenomena mikroskopis dalam media simulasi yang dikembangkan cukup menarik, Media simulasi yang dibuat memiliki tingkat interaktivitas yang tinggi, serta tampilan visual media simulasi virtual yang dikembangkan memiliki kualitas yang cukup baik. Selanjutnya media simulasi virtual hasil pengembangan ini akan diujicoba penggunaannya dalam pembelajaran materi gelombang bunyi untuk mendapatkan gambaran efektivitasnya dalam membantu proses konstruksi konsepsi gelombang bunyi di kalangan para siswa SMP.
Keywords
Media Simulasi Virtual, Gelombang Bunyi, Fenomena Mikroskopis
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Wiwit Denny Fitriana
Institutions
(a*) Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Jombang, Indonesia
(b) Department of Chemistry, Faculty of Mathemathics and Natural Science, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS-Sukolilo, Surabaya, Indonesia 60111
Abstract
Radikal bebas dan Reactive oxygen Species (ROS) merupakan penyebab terjadinya penyakit seperti kanker, diabetes,kardiovaskular dan inflamatori. Adanya peningkatan jumlah radikal bebas dan produksi ROS yang berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan tambahan antioksidan dari luar tubuh. Selama ini ada beberapa obat sintesis antioksidan seperti (Butil Hidroksi Anisol) BHA dan (Butil Hidroksil Toluen) BHT. Namun pada penggunaanya, obat ini menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan sumber antioksidan dari alam yang tidak memiliki efek samping jika dikonsumsi. Daun kelor merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa polifenol seperti flavonoid, kuersetin dan kamperol serta sumber vitamin C dan vitamin E. Polifenol merupakan kandungan senyawa yang sebagian besar terdapat dalam tumbuhan yang dapat berperan sebagai antioksidan alami. Kemampuan antioksidan dari tumbuhan dapat dilihat dari kemampuan tumbuhan tersebut untuk menangkap radikal bebas atau dapat mendonorkan atom hidrogen untuk menstabilkan radikal bebas. Untuk mengetahui kemampuan daun kelor sebagai antioksidan, maka telah dilakukan fraksinasi dan uji bioaktivitas penangkapan radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dan uji peluruhan warna pada 2,2�-azino-bis-[3-etilbenzotiazolin sulfonat] (ABTS) secara in vitro terhadap fraksi-fraksi daun kelor yang dihasilkan. Trolox digunakan sebagai kontrol positif dengan persentase penghambatan sebesar 96,61% pada uji DPPH dan 94,99% pada uji ABTS. Berdasarkan hasil uji tersebut, dapat diketahui jika fraksi etil asetat menununjukkan nilai aktivitas antioksidan sebesar 85,4% uji DPPH dan 92,12% uji ABTS. Aktivitas antioksidan oleh fraksi etil asetat ini dipengaruhi oleh jenis kandungan senyawa fenolat yang terdapat pada daun kelor seperti kuersetin, flavonoid dan kamperol. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut yaitu tahap isolasi senyawa metabolit sekunder untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dari fraksi etil asetat yang berpotensi sebagai antioksidan.
Keywords
antioksidan, DPPH, ABTS, daun kelor
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
Yudhi Kurniawan
Institutions
Quantum Semiconductors and Devices Laboratory, Kelompok Keilmuan Fisika Material Elektronik,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*yudhi_kurniawan[at]s.itb.ac.id
**yudi[at]fi.itb.ac.id (corresponding author)
Abstract
Pada studi ini, kami mempelajari struktur pita energi dan rapat keadaan elektron sistem ZnO dan ZnO_{1-delta} (delta = 12.5%) wurtzite yang dihitung dengan metode generalized gradient approximation (GGA) + U (U = energi Hubbard) berbasis density-functional theory (DFT). Perhitungan struktur pita energi menghasilkan celah pita energi (it E_{g}) pada sistem ZnO dan ZnO_{1-delta}; masing-masingnya sebesar 1.10 eV bertipe langsung (Gamma
ightarrow Gamma;) dan 1.78 eV bertipe tak langsung (M
ightarrow K). Sementara itu, perhitungan rapat keadaan elektron terpolarisasi spin pada kedua sistem tersebut menghasilkan bentuk simetri yang menunjukkan sifat nonmagnetik. Rapat keadaan elektron kedua sistem tersebut juga menunjukkan dua pita valensi terdekat dengan tingkat Fermi yang berasal dari hibridisasi keadaan Zn 3d dan O 2p. Dengan adanya vakansi oksigen, kedua pita valensi tersebut bergeser menuju tingkat energi yang lebih rendah dan sebuah puncak tambahan, yang berasal dari hibridisasi Zn 4s dan O 2p, muncul di daerah it E_{g}. Di sisi lain, pita konduksi kedua sistem tersebut berasal dari hibridisasi keadaan Zn 4s dan O 2p. Studi ini menunjukkan peran penting vakansi oksigen terhadap modifikasi sifat elektronik ZnO dan dapat digunakan sebagai panduan untuk eksperimen.
Keywords
Celah pita energi, Density functional theory, Generalized gradient approximation, Koreksi Hubbard, Rapat keadaan elektron
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Dindin Nasrudin
Institutions
(a) Prodi Pendidikan Fisika
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
(b) Prodi Pendidikan IPA
Sekolah Pascasarjana UPI Bandung
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran peningkatan penguasaan konsep siswa SMA pada materi Suhu dan Kalor setelah mendapatkan pembelajaran dengan model siklus belajar 5E berbasis konflik kognitif melalui metode eksperimen. Penelitian ini dilatar belakangi hasil studi pendahuluan pada salah satu SMA Negeri di Kabupaten Bekasi yang menyatakan bahwa penguasaan konsep Fisika masih rendah. Rendahnya penguasaan konsep siswa disebabkan karena pembelajaran yang masih berpusat pada guru yang menyebabkan kurangnya pengalaman belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X.9 di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Bekasi yang diperoleh melalui teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model siklus belajar 5E berbasis konflik kognitif dengan metode eksperimen dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa SMA. Hal ini terlihat pada perolehan nilai rata-rata N-Gain penguasaan konsep sebesar 0,57 (kategori sedang).
Keywords
model siklus belajar 5E, konflik kognitif, metode eksperimen, penguasaan konsep
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Ratna Dewi Syarifah
Institutions
Nuclear Physics and Biophysics Research Division, Physics Department,
Faculty of Mathematics and Natural Science, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
HTGR (High Temperature Gas Cooled Reactor) adalah salah satu reaktor nuklir berpendingin gas yang menawarkan keuntungan dalam produksi hidrogen, ramah lingkungan karena tidak menghasilkan karbondioksida, sulfur, dan nitrogen oksida yang mencemari lingkungan. HTGR didesain dengan menggunakan bahan bakar keramik yang di suport oleh inherent safety dari HTGR. Bahan bakarnya berbentuk tristruktural-isotropic (TRISO). TRISO terdiri dari kernel bahan bakar terbentuk dari UOX, UC atau UCO di tengah-tengahnya. Pada penelitian ini dilakukan analisis perhitungan neutronik teras homogen HTGR dengan bahan bakar uranium nitride (UN). Bahan bakar yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk block/prismatic TRISO. Desain reaktor yang diteliti berdaya 30MWt dengan menggunakan hexagonal cell untuk geometri pin bahan bakarnya. Perhitungan neutroniknya dihitung dengan menggunakan kode SRAC (Standard thermal reactor analysis code) yang dikembangkan oleh JAERI, Jepang dan JENDL 3.2 sebagai database nuklirnya. SRAC melakukan perhitungan dari pin sel bahan bakar, kemudian setelah data yang didapatkan sudah homogen, akan dilanjutkan perhitungan teras bahan bakar (CITATION). Burn-up dilakukan selama 660 hari pada variasi enrichment bahan bakar 2%, 3%, dan 4%, dengan dimensi teras R, θ, dan Z, dan menggunakan teras yang homogen. Dari hasil perhitungan, k-eff terbaik yang didapatkan pada enrichment 4% dengan nilai k-eff 1,0705 di beginning of life nya. Hasil perhitungan distribusi daya arah radial dan aksialnya untuk enrichment 3% dan 4% mendapatkan hasil yang tidak jauh berbeda.
Keywords
HTGR, uranium nitrida, k-eff, prismatic, triso, burn up
Topic
Energi (ENG)
Corresponding Author
Aulia Alfa Fithriyah
Institutions
Program Studi Magister Pengajaran Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Kapal Magnetohydrodinamic (MHD) Propulsion merupakan salah satu aplikasi dari kelistrikan dan kemagnetan. Kapal memanfaatkan medan listrik dan medan magnet untuk mempercepat dan mengarahkan ion dalam air laut sehingga timbul gaya dorong yang dapat menggerakkan kapal. Pada penelitian ini dibuat sebuah prototipe kapal MHD Propulsion sederhana dengan menggunakan sepasang elektroda dari bahan yang berbeda, yaitu tembaga dan seng, sehingga terdapat beda potensial antar elektroda yang menimbulkan medan listrik. Medan magnet berasal dari dua buah magnet permanen berbentuk batang dan berjenis NdFeB dengan grade N38. Satu unit pendorong terdiri dari sepasang elektroda dan dua buah magnet permanen. Uji coba kapal dengan menggunakan sebuah unit pendorong mampu membuat kapal bergerak dengan kelajuan sebesar 0.12 cm/s. Kelajuan yang dihasilkan relatif rendah, namun dapat ditingkatkan dengan menambah jumlah unit pendorong atau menghubungkan elektroda dengan baterai. Penambahan sebuah unit pendorong dapat menambah kelajuan kapal sebesar 0,10 cm/s sedangkan penambahan sebuah baterai 9 Volt dapat menambah kelajuan kapal sebesar 0,09 cm/s.
Keywords
prototipe kapal, magnetohydrodinamic propulsion, elektroda, magnet permanen
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Ruly Gumilar
Institutions
1Laboratorium Fisika Nuklir dan Energi,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir Reaktor,
Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati,
Jl. AH Nasution no. 105 Bandung, Indonesia, 40614
2Laboratorium Komputasi,
Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir,
Badan Tenaga Nuklir Nasional,
Kawasan Puspiptek, Gedung 80, Tanggerang Selatan, Indonesia, 15310
a) rulygumilar[at]gmail.com
b) zuhair[at]batan.go.id
c) nsubkhi[at]gmail.com
Abstract
Parameter kinetik reaktor nuklir merupakan salah satu aspek penting dalam analisis keselamatan reaktor nuklir karena berkaitan dengan sistem kontrol. Tiga parameter kinetik yang penting untuk diketahui secara akurat, yaitu fraksi neutron kasip efektif 〖(β〗_eff), waktu generasi neutron rerata (Λ) dan umur neutron serempak (l). Sehingga dalam studi ini dilakukan penghitungan ketiga parameter tersebut dari desain HTR (High Temperature Reactor) pebble-bed dengan memodelkan teras secara homogen untuk fraksi packing dan pengkayaan yang beda. Program transport Monte Carlo MCNPX260 digunakan untuk mendapatkan hasil perhitungan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hasil perhitungan menunjukan nilai parameter kinetik yang termasuk dalam kategori terkontrol dengan nilai β_eff kurang dari 1μs dan nilai error kurang dari 1%
Keywords
parameter kinetik, reaktor nuklir, monte carlo, MCNPX260
Topic
Physics
Corresponding Author
Irma Rahma Suwarma
Institutions
Universitas pendidikan Indonesia
Abstract
Penelitian ini merupakan bagian dari implementasi pertama pendidikan STEM dalam rancangan pembelajaran formal pada tingkat sekolah menengah pertama di Indonesia. Siswa diminta merancang mobil bertenaga balon (balloon-powered car) sebagai media untuk memahami konsep gerak lurus beraturan dalam pembelajaran IPA. Sampel dari penelitian ini adalah 30 orang siswa sekolah menengah pertama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis STEM ini mampu meningkatkan motivasi dan memberikan pengalaman dalam proses engineering (rekayasa). Selain itu, pembelajaran ini mampu meningkatkan prestasi siswa dalam ujian akhir sekolah.
Keywords
STEM, balloon-powered car, motivasi, prestasi
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Sendi Nugraha Pratama
Institutions
Quantum Semiconductors and Devices Laboratory, Kelompok Keilmuan Fisika Material Elektronik,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*sendi.pratama15[at]gmail.com
**yudi[at]fi.itb.ac.id (corresponding author)
Abstract
Pada paper ini akan dilaporkan struktur pita energi dan rapat keadaan elektron material ZnO dan Zn_{1-delta}O (delta = 6.25%) wurtzite yang dihitung dengan menggunakan metode Generalized Gradient Approximation (GGA) berbasis Density Functional Theory (DFT). Dengan adanya parameter Hubbard U pada orbital Zn 3d sebesar 7.5 eV, celah pita energi sebesar 1.1 eV bertipe langsung (Gamma
ightarrow Gamma) diperoleh pada ZnO murni dan 1.54 eV (spin up) bertipe langsung (Gamma
ightarrow Gamma) pada Zn_{1-delta}O. Di samping itu, dapat diketahui bahwa pada ZnO murni memiliki bentuk rapat keadaan elektron yang simetri untuk elektron spin up dan spin down. Hal ini mengakibatkan nilai momen magnetik totalnya bernilai nol. Di sisi lain, pada Zn_{1-delta}O, bentuk rapat keadaan elektron spin up dan spin down tidak simetris yang menunjukkan sifat setengah logam ferromagnetik dengan nilai momen magnetik total sebesar 0.118 mu_{B}/f.u.. Dari data yang diperoleh untuk kedua material, dua pita valensi berasal dari hibridisasi Zn 3d-O 2p dan Zn 4s-O 2p sedangkan pita konduksi berasal dari hibridisasi Zn 4s dan O2p. Untuk kasus vakansi Zn, keadaan puncak baru muncul pada tingkat energi 0.18 eV yang berasal dari keadaan O 2p. Studi ini menunjukkan peran penting vakansi Zn terhadap modifikasi sifat elektronik ZnO dan dapat menjadi panduan untuk analisis data eksperimen.
Keywords
Sifat elektronik, Density functional theory, Generalized gradient approximation, ZnO
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Fanni Zulaiha
Institutions
a) Mahasiswa Departemen Pendidikan Fisika Sekolah Pascasarjana UPI
*fannizulaiha[at]student.upi.edu
b) Dosen Departemen Pendidikan Fisika Sekolah Pascasarjana UPI
Abstract
Salah satu tujuan penyelenggaraan pembelajaran fisika di SMA/ MA adalah siswa memiliki keterampilan berpikir kritis. Oleh karena itu, dibutuhkan instrumen yang tepat untuk dapat mengukur keterampilan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini yaitu menyusun soal keterampilan berpikir kritis pada materi alat optik untuk siswa SMA/ MA kelas X yang dikembangkan berdasarkan aspek-aspek keterampilan berpikir kritis menurut Ennis. Soal yang dikembangkan berbentuk essay dengan jumlah 10 soal. Metode penelitian yang digunakan dalma penelitian ini adalah metode deskriptif yang mendeskripsikan data kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data dilakukan melalui teknik tes dan telaah kualitatif oleh ahli (expert judgement). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70 % item soal tes esay diterima, 30% tes direvisi, dan tidak ada item tes yang ditolak.
Keywords
Keterampilan Berpikir Kritis, Instrumen Tes Esay, Alat Optik
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Eleonora Agustine
Institutions
Departemen Geofisika
Fakultas MIPA
Universitas Padjadjara
Abstract
Telah dilakukan kajian sebaran electrical conductivity (EC) di daerah aliran sungai di sekitar penambangan emas tradisional. Conto diambil pada daerah orisinil bagian hulu sungai, di daerah aktif penambangan dan bagian hilir dari daerah penambangan. Dari beberapa conto yang diambil dipilih masing-masing 1 conto dari setiap bagian sungai, conto akan diamati mapping unsur di dalamnya. Conto dipilih untuk nilai tertingginya lalu conto diekstraksi kemudian conto diamati menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil pengamatan dari ketitga titik pengambilan data diperlihatkan daerah aktif penambangan mempunyai nilai ECcukup tinngi. Dan EC yang tetinggi ada dihilir karena tersedimentasi di hilir sungai. Dari conto yang diamati komposisi Au banyak ditemukan di daerah aktif dan komposisi Au dan Hg banyak terdapat dihilir. Dari pengukuran ini dapat melengkapi informasi EC sesuai dengan hasil pengamatan menggunakan SEM.
Keywords
unsur pencemar, tambang tradisional, hg, Au, Fe, sem
Topic
Physics
Corresponding Author
Ridwan Ramdani
Institutions
a) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*ridwanramdani[at]students.itb.ac.id
b) Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan A.H. Nasution 105, Bandung 40614, Indonesia
c) Tan Tock Seng Hospital (TTSH), Singapura
Abstract
Salah satu tahapan penting dalam perhitungan dosis pada radioterapi dengan menggunakan algoritma Monte Carlo (MC) adalah tahapan commissioning. Tahapan ini bertujuan untuk memvalidasi model virtual yang telah dibangun dengan menggunakan algoritma MC terhadap Pesawat Linear Accelerator (Linac) yang sebenarnya. Pada penelitian ini dilakukan kalibrasi model virtual pesawat Linear Accelerator Varian Clinac iX foton beam 10 MV. Pembuatan model virtual Linac menggunakan data karakteristik treatment head pesawat Linac Varian Clinac iX yang berada di Tan Tock Seng Hospital (TTSH), Singapura. Proses commissioning ini dilakukan 2 tahap yakni pemodelan virtual linac dan simulasi pada phantom air. Tahap awal dilakukan dengan menggunakan BEAMnrc/EGSnrc code system. Model Linac ini dilengkapi dengan 60 pasang Millenium MLC (multileaf collimator). Model virtual ini dibuat dengan membagi menjadi 2 bagian yakni patien-dependent component dan patient-independent component. Pembagian ini bertujuan untuk mereduksi waktu simulasi yang dibutuhkan dan mempermudah simulasi jika menggunakan field size yang berbeda. Selanjutnya, model virtual linac yang telah dibuat digunakan untuk menghitung Percentage Depth Dose (PDD) dan profil dosis di phantom air (water phantom) yang berukuran 40x40x40 cm3 menggunakan simulasi Monte Carlo pada BEAMnrc/DOSXYZnrc dengan variasi energi elektron awal 10.1 MeV, 10.2 MeV, 10.3 MeV dan 10.4 MeV. Field size dan SSD (source to surface distance) masing-masing sebesar 10x10 cm2 dan 100 cm. Tahap akhir, hasil perhitungan kemudian akan dibandingkan dengan hasil pengukuran, jika deviasi hasil perhitungan dengan pengukuran kurang dari 5% maka model virtual linac yang dibuat dikatakan telah terkalibrasi. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa energi elektron 10.3 MeV memiliki deviasi yang paling kecil yaitu PDD 1.07 %, Dmax 4.16 % dan profil dosis 19.52 %. Sehingga model virtual Linac ini terkalibrasi dengan energi elektron 10.3 MeV.
Keywords
Commissioning, Monte Carlo, EGSnrc User Code
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
JASMINE KHAIRINA
Institutions
Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Kegiatan pembelajaran yang mendidik untuk mengatasi kecenderungan masalah yang timbul dalam proses pembelajaran fisika perlu dikembangkan. Salah satu model pembelajaran yang dianjurkan berdasarkan Kurikulum 2013 adalah Problem Based Learning (PBL). Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang dirancang agar peserta didik memperoleh pengetahuan yang membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah, dan memiliki model belajar sendiri serta memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim. Model Problem Based Learning ini dapat membuat peserta didik memiliki kemampuan memahami yang baik juga dapat menumbuhkan inisiatif peserta didik dalam bekerja atau dengan kata lain peserta didik dapat memiliki kemampuan belajar mandiri (self directed learning skill). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap peningkatan kemampuan memahami serta terhadap profil level Self Directed Learning Skill siswa SMA pada materi momentum dan impuls. Penelitian yang sudah dikembangkan ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest-postest design, subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X dengan sampel dua kelas eksperimen tanpa menggunakan kelas pembanding. Dalam desain ini, sebelum perlakuan diberikan, terlebih dahulu sampel diberi pretest dan di akhir pembelajaran sampel diberi posttest. Instrumen yang dipakai adalah pre dan post tes berupa tes kemampuan memahami yang berdasarkan indikator taksonomi Bloom Revisi/Anderson, dan kuisioner Self Directed Learning Skill atau Self Directed Learning Readiness Scale (SDLRS) yang terdiri dari 34 item dengan 5 skala. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan perhitungan rata-rata N-gain kemampuan memahami dan perhitungan serta pengkategorian berdasarkan SDLRS (Self Directed Learning Rubic Score) tipe SDLRS-ABE. Hasil analisis data, didapatkan peningkatan kemampuan memahami berdasarkan N-gain yaitu 0,82 (tinggi) dan profil level Self Directed Learning Skill siswa berada pada kisaran level dibawah rata-rata yaitu sebanyak 90% dari sampel yang diambil. Dapat disimpulkan bahwa penerapan Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan memahami, juga mengembangkan keterampilan/ kemampuan belajar mandiri (Self Directed Learning Skill) siswa.
Keywords
Problem Based Learning, Kemampuan Memahami, Self Directed Learning Skill
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Twin Aji Kusumagiani
Institutions
Universitas Padjadjaran
Abstract
Perubahan nilai sifat fisika tanah pada lahan pertanian berdampak pada tingkat kesuburan tanah. Salah satu penyebabnya adalah pemakaian pupuk anorganik yang berlebih dan tidak di imbangi dengan pemupukan organik. Parameter fisika tanah yang dapat di ukur diantaranya konduktivitas listrik, kandungan volumentrik air, pori tanah, dielektrik permitivitas,dll. Dalam penelitian ini di gunakan metode kelistrikan batuan dengan parameter fisika yang di ukur adalah nilai konduktivitas listrik. Penelitian dilakukan pada lahan pertanian tanah vulkanik yang dikondisikan dengan diberi pupuk anorganik NPK dan garam dalam jumlah tertentu. Dimensi tanah terkondisi yang digunakan adalah 1 x 1 x 0.5 meter. Dengan menggunakan metode kelistrikan batuan dapat mendeliniasi perubahan nilai konduktivitas tanah akibat pemberian pupuk angorganik dan garam pada tanah.
Keywords
EC, Tanah Terkondisi, Pupuk, Garam, Tanah Vulkanik
Topic
Physics
Corresponding Author
Asep Saefullah
Institutions
Fisika Bumi dan Sistem Kompleks, Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan alam, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Metode perncerminan bayangan dapat dimanfaatkan untuk memperoleh persamaan resistivitas semu pada metode geolistrik untuk kasus bumi dua lapisan. Metode ini bekerja dengan menggangap lapisan horizontal bumi sebagai cermin. Sumber arus listrik pada permukaan bumi akan mengalami pemantulan dan menghasilkan sumber-sumber arus listrik baru. Potensial listrik di permukaan bumi merupakan hasil penjumlahan potensial yang dihasilkan sumber-sumber arus listrik hasil pemantulan. Dari persamaan potensial listrik, nantinya akan diperoleh persamaan resistivitas semu untuk bumi dua lapisan. Persamaan resistivitas semu juga dapat diperoleh memanfaatkan hubungan integral dari teori fungsi Bessel dalam koordinat selinder. Berdasarkan kedua persamaan resistivitas semu tersebut, akan akan dilakukan perbandingkan dan analisa kurva resistivitas semu pada masing-masing metode. Perbandingan kurva resistivitas akan diterapkan pada dua konfigurasi metode geolistrik, yaitu konfigurasi Schumberger dan konfigurasi Wenner.
Keywords
Kurva resistivitas semu, metode geolistrik, metode pencerminan bayangan, fungsi Bessel.
Topic
Kebumian (EPS)
Corresponding Author
Joko Sampurno
Institutions
Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Tanjungpura, Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Indonesia 78124
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang identifikasi kadar gula buah salak (Salacca edulis) berdasarkan tekstur kulitnya dengan menggunakan metode fractal lacunarity. Proses penelitian terdiri atas beberapa tahapan diantaranya: penyiapan sampel, uji kadar gula, pengolahan citra, analisis lacunarity citra dan penentuan korelasi antara kadar gula dan lacunarity. Sampel yang digunakan berupa 30 (tiga puluh) biji buah salak. Kadar gula diukur dengan menggunakan Refractometer Brix, sementara citra digital tekstur diambil dengan menggunakan Kamera DSLR. Pengolahan citra dimulai dengan pemotongan citra (cropping), penentuan nilai ambang (thresholding) dan pengubahan citra RGB menjadi citra biner dengan metode Otsu. Proses selanjutnya adalah penghitungan nilai lacunarity untuk masing-masing sampel dengan menggunakan algoritma Gliding-Box. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai lacunarity tekstur kulit salak dapat digunakan untuk mengidentifikasi kadar gula buah tersebut dan sebuah model matematis telah dibuat untuk menggambarkan hubungan kedua parameter ini.
Keywords
Salak, Kadar Gula Buah, Lacunarity, Algoritma Gliding-Box
Topic
Physics
Corresponding Author
Lintang Ratri Prastika
Institutions
Departemen Fisika
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
Abstract
Kabut/asap merupakan salah satu bentuk polusi yang sangat mengganggu aktivitas manusia, terutama kabut/asap yang berada di jalan raya. Kabut/asap tersebut dapat menjadi salah satu senjata alam yang bisa menelan korban jiwa. Hal ini dapat terjadi karena terbatasnya pandangan pengemudi saat melintasi jalan raya yang berkabut sehingga kecelakaan dapat terjadi begitu saja. Salah satu cara untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan tersebut adalah dengan menggunakan detektor ketebalan kabut/asap. Detektor ketebalan kabut/asap tersebut dirancang menggunakan sensor cahaya (LDR) berbasis Arduino. LDR dipasang sejajar dengan LED sebagai sumber cahaya utama pada alat dan dirangkai dalam sebuah kotak hitam untuk menghindari pengaruh cahaya dari luar yang mengenai LDR. Apabila ada kabut/asap yang masuk ke dalam kotak, maka intensitas cahaya LED yang diterima LDR akan berkurang. Data yang ditangkap sensor akan dikirim ke Arduino. Data hasil pengolahan Arduino ditampilkan dalam tiga indikator, yaitu LCD untuk menampilkan kondisi ketebalan asap, LED, dan alarm ketebalan kabut/asap berupa sound menggunakan buzzer. Nilai perubahan tegangan dapat dilihat pada layar serial Arduino. Dari hasil pengukuran diperoleh bahwa apabila tingkat ketebalan kabut/asap bertambah maka tegangan yang terbaca pada serial Arduino akan berkurang. Keadaan tersebut dijadikan dasar untuk membuat range keondisi asap, yaitu tipis, sedang dan pekat.
Keywords
LDR, Arduino, kabut/asap
Topic
Instrumentasi (INS)
Corresponding Author
Rizky Ulfa Permata
Institutions
Department of Chemistry Islamic University of Indonesia, Jalan Kaliurang KM 14.5, Yogyakarta 55584, Indonesia
(1) 15612165[at]students.uii.ac.id
(2) 15612153[at]students.uii.ac.id
(3) 15612154[at]students.uii.ac.id
(4) 15612176[at]students.uii.ac.id
(5) rudy.syahputra[at]uii.ac.id
Abstract
Konversi minyak jelantah menjadi biodiesel sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pada penelitian ini dilakukan dengan gabungan proses elektrolisis dan modifikasi katalis basa heterogen zeolit (OH-zeolit). Produksi biodiesel ini memiliki keunggulan, baik dalam hal metode serta katalis yang digunakan. Proses elektroilisis dilakukan pada suhu kamar (25oC) disamping metode elektrolisis juga tidak menghasilkan produk samping yaitu penyabunan. Peluang penggunaan katalis OH-zeolit dapat menghasilkan persen biodiesel yang tinggi, karena zeolit mempunyai pori yang besar untuk digunakan sebagai tempat inti aktif katalis basa. Variable yang dipelajari untuk meentukan kondisi optimum yaitu pengaruh konsentrasi katalis OH-zeolit terhadap berat minyak b/b(2%, 3%, dan 5%, ) dan pengaruh perlakuan katalis yaitu 5% tanpa dicuci dan 5% dicuci 10 kali. Waktu elektrolisis yang digunakan adalah 60 menit dengan voltage 18.2 V. Biodiesel dianalisis dengan Gas Chromatography-mass spectrometry (GC-MS) dengan penyusun utamanya berupa metil linoleat, palmitat dan stearate. Percobaan awal dilakukan dengan menggunakan soybean oil sehingga dihasilkan persen luas area kandungan biodiesel masing-masing berat persen katalis OH-zeolit (2% =0.22%, 5%=18.34%, dan pada 3% tidak didapatkan kandungan biodiesel, 5% tanpa dicuci = 43.99% , 5% dicuci 10kali = 13.12% ). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan kondisi optimum produksi biodiesel dengan penambahan katalis OH-zeolit 5% tanpa dicuci pada waktu elektrolisis 1 jam didapatkan persen area methyl ester sebesar 43.99%.
Keywords
Biodiesel, OH-zeolit, soybean oil, elektrokatalitik
Topic
Energi (ENG)
Corresponding Author
Asril Mustari
Institutions
(1) Institut teknologi bandung
(2) Universitas Indonesia
(3) Universitas Tadulako
Abstract
Mengerti sejarah merupakan pondasi utama ayng menguatkan suatu negara. Sejarah dapat memberikan nilai atau norma yang dapat dijadikan pedoman bagi kehidupan sehari-hari. Salah satu sumber sejarah adalah prasasti. Prasasti merupakan data penting untuk membangun kembali kehidupan masa lalu terutama kehidupan masyarakat. Masalah utama dari pembacaan prasasti adalah kondisi prasasti yang rusak sehingga sulit untuk mengidentifikasi aksara yang terdapat pada prasasti. Kerusakan dapat berupa tumbuhnya lumut, erosi sehingga tulisan terlihat samar, karatan yang menyebabkan warna tulisan tidak lagi jelas, dll. Untuk menyelesaikan masalah ini, maka dikembangkan alat yang untuk membaca prasasti-prasasti tersebut dengan bantuan prinsip fisika yaitu pemantulan cahaya. Data kemudian direkam dengan kamera yang kemudian diolah dengan image processing software.
Keywords
prasasti, prinsip pemantulan cahaya, image processing
Topic
Physics
Corresponding Author
Harry Mahardika
Institutions
KK Fisika Bumi dan Sistem Kompleks
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
Abstract
Metode potensial diri merupakan cara pengukuran tanggapan listrik alamiah bumi yang berasal dari proses-proses di dalam tanah. Kuat lemahnya sinyal listrik saat pengukuran bergantung pada susunan tahanan jenis bawah permukaan. Namun, dengan alasan kepraktisan informasi tahanan jenis bawah permukaan seringkali dianggap seragam atau sederhana dalam pengolahan data potensial diri. Pada catatan singkat ini akan dijelaskan bahwa penggunaan informasi tahanan jenis yang salah akan menghasilkan penafsiran data potensial diri yang tidak tepat. Padahal informasi rapat arus listrik yang dihadilkan dari data potensial diri ini akan digunakan untuk mengetahui arah aliran air tanah, penyebaranan zat polutan, maupun pertukaran ion akibat oksidasi logam. Rapat arus listrik akibat proses fisis di bawah permukaan berinteraksi dengan susunan tahanan jenis yang kompleks, sehingga penggunaan informasi tahanan jenis yang homogen akan menghasilkan ketidak-cocokan data dan model pada saat pengolahan data tersebut. Melalui catatan ini kami akan menegaskan pentingnya melakukan pengukuran potensial diri dan tahanan jenis dua dimensi bersama-sama, untuk mendapatkan besar dan orientasi rapat arus listrik secara kuantitatif.
Keywords
metode potensial diri, sebaran tahanan jenis, pengolahan data, inversi
Topic
Physics
Corresponding Author
Ani Riyani
Institutions
aPoltekkes Kemenkes Bandung, Jl. Babakan Loa 01/06, bStaba Bandung, jl. Padasuka Bandung.
Abstract
Untuk melakukan ekstraksi flavonoid dalam suatu bahan simplisia dapat digunakan berbagai metode dan berbagai jenis pelarut agar didapat ekstrak yang optimal. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi flavonoid dari batang pohon pisang ambon (Musa paradisiaca var sapientum) dengan metode soxhletasi menggunakan pelarut akuades, metanol, etanol, dan etil asetat. Ekstrak yang didapat dihitung rendemennya, diamati warnanya, diuji adanya flavonoid, dan ditetapkan kadar flavonoid dalam ekstrak yang didapat. Hasil dari penelitian ini didapat jumlah rendemen ekstraks dengan pelarut akuades 11,51%, pelarut metanol 9,01%, pelarut etanol 9,03%, dan pelarut etil asetat 1,08%. Hasil uji fitokimia flavonoid dari ekstrak batang pohon pisang metode soxhletasi menunjukkan hasil positif flavonoid pada ekstrak metanol, ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat, sedangkan pada ekstraks akuadest flavonoid negatif. Penetapan kadar flavonoid secara spektrofotometri menggunakan standar kuersetin, didapat kadar rata-rata flavonoid dari ekstrak akuades 2,6633 mg/L, ekstraks metanol 8,4301 mg/L, ekstraks etanol 7,7842 mg/L, dan ekstraks etil asetat 5,3754 mg/L. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstraksi flavonoid metode soxhletasi dari batang pohon pisang ambon (Musa paradisiaca var sapientum) optimal menggunakan pelarut metanol dengan kadar flavonoid 8,4301 mg/L.
Keywords
batang pohon pisang, soxhletasi, flavonoid, jenis pelarut
Topic
Lain-lain (ETC)
Corresponding Author
ALOYSIUS RUSLI
Institutions
Jurusan Fisika, FTIS, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
Abstract
Melanjutkan laporan sebelumnya tentang asal usul pendefinisian tetapan magnetik ataupun permeabilitas vakum μ0, dilaporkan hasil penelusuran asal usul bilangan 200 nanonewton yang dipilih pada definisi satuan ampere dalam Sistem Internasional. Ternyata definisi itu berawal dari satuan arus listrik dalam sistem satuan CGS elektromagnetik, yang memilih cara mekanika dengan pengukuran gaya antara dua arus listrik sejajar sebagai cara termudah menetapkan satuan untuk arus listrik. Ketika kemudian tegangan listrik suatu sel listrik dipilih sebagai ukuran bagi satuan volt, disimpulkan bahwa satuan yang lebih sesuai dengan kemampuan industri, yang mengait pada daya yang diperlukan untuk pemanasan air, adalah satuan yang 10 kali lebih kecil, yang lalu disebut sebagai satuan ampere. Pertimbangan-pertimbangan ini dapat digunakan di pembelajaran fisika, untuk menunjukkan bahwa upaya mengembangkan ilmu dan industri, telah saling berpengaruh sejak abad ke 19 dalam mencapai kesepakatan yang optimal.
Keywords
Sistem Internasional, satuan ampere, interaksi ilmu-industri
Topic
Physics
Corresponding Author
Taupan Syahbana Wijaya
Institutions
(a) Prodi Fisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Material,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta,
Jl. Rawamangun Muka Jakarta, Indonesia, 13220
*taupan_syahbana[at]yahoo.com
Abstract
Pembuatan material komposit Al-Cu-Mg dengan filler SiC telah berhasil dibuat menggunakan metode stir casting dengan peleburan pada temperatur 900oC. Variasi massa SiC yang digunakan ialah 3,4wt% ; 3,7wt% dan 4wt%. Pemanasan awal diberikan pada SiC dengan temperatur 900oC selama 20 menit. Matriks kemudian dicampur dengan filler hasil pemanasan awal dan diaduk dengan kecepatan 250rpm. komposit tersebut diberi perlakuan annealing pada 450oC selama 2 jam lalu didinginkan pada temperatur kamar, kemudian diberi perlakuan ageing pada 160oC selama 16 jam. Pengamatan dilakukan untuk melihat pengaruh variasi massa SiC terhadap laju korosi komposit Al-Cu-Mg/SiC. Didapatkan hasil laju korosi semakin rendah dengan meningkatnya massa SiC.
Keywords
komposit Al-Cu-Mg/SiC; stir casting; annealing; ageing; laju korosi
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Yunus Pebriyanto
Institutions
Universitas Palangka Raya
Institut Pertanian Bogor
Institut Pertanian Bogor
Abstract
Pensil selama ini dikenal sebagai alat tulis yang digunakan baik di dunia sekolah hingga di dunia perkantoran, dari kegiatan menulis, mencoret-coret hingga membuat sebuat sirkuit listrik sederhana seperti yang telah dilakukan pada penelitian ini. Sebuah percobaan telah dilakukan dengan menggunakan pensil, baterai, lampu led, dan kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pensil mana yang baik dalam menghantarkan arus listrik, sehingga nantinya lebih maksimal digunakan dalam melakukan percobaan sederhana untuk membuat rangkaian listrik sederhana. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat digunakan dalam menunjang proses pembelajaran terutama pelajaran fisika baik di sekolah dasar maupun di sekolah menengah.
Keywords
pensil, penghantar listrik, rangkaian listrik sederhana
Topic
Physics
Corresponding Author
INDRA KUSUMA WARDANI
Institutions
Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang
Abstract
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Perangkat pembelajaran dikembangkan menggunakan model 4D dengan desain penelitian one group pre-test post-test design yang diimplementasikan pada tiga kelas replikasi di FMIPA Unipdu Jombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran memenuhi kriteria validitas, kepraktisan dan ke-efektifan. Hal ini didasarkan pada tingkat reliabilitas dari setiap kriteria yang menunjukkan persentase lebih dari 80%. Keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah pada setiap kelas replikasi menunjukkan peningkatan n-gain lebih dari 0,3. Nilai n-gain berkriteria tinggi ditunjukkan oleh indikator analisis, perumusan variabel percobaan, identifikasi strategi dan evaluasi solusi. Pada penelitian ini aktivitas mahasiswa dominan pada kegiatan pembelajaran untuk mengerjakan LKM dan melakukan percobaan ilmiah. Berdasarkan temuan-temuan yang didapatkan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Keywords
Model pembelajaran inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
FITRI NURMAYANTI
Institutions
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran fisika berbentuk modul elektronik yang saintifik dengan strategi pembelajaran PDEODE (Predict � Discuss I � Explain I � Observe � Discuss II � Explain II ). Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) menggunakan model ADDIE (Analyze � Design � Develop � Implementation � Evaluation). Modul dikembangkan dengan menggunakan program 3D PageFlip Proffesional. Program ini dapat diperkaya dengan tampilan video, animasi, dan evaluasi online. Modul yang dihasilkan sudah diujicobakan secara terbatas kepada siswa kelas XI SMA. Hasil ujicoba terbatas ini memperlihatkan bahwa ada ketertarikan siswa terhadap modul yang dihasilkan. Namun, ada beberapa bagian yang memerlukan perbaikan seperti pada tampilan. Tes formatif dan sumatif yang ditampilkan dengan menggunakan program iSpring akan langsung mendapatkan umpan balik berupa skor dan terpantau pula melalui e-mail guru.
Keywords
media pembelajaran, modul elektronik fisika, PDEODE, pembelajaran saintifik
Topic
Pembelajaran (EDU)
Corresponding Author
Rafi Ichwan
Institutions
Quantum Semiconductor and Devices
Kelompok Keilmuan Fisika Material Elektronik,
Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*iwang_96[at]s.itb.ac.id
**yudi[at]fi.itb.ac.id
Abstract
Pada penelitian ini telah berhasil ditumbuhkan nanopartikel zinc oxide (ZnO) dengan metode spray sederhana. Dari analisa XRD dan SEM dapat ditunjukkan bahwa nanopartikel ZnO memiliki struktur wurtzite. Lebih lanjut, modifikasi struktur telah dilakukan menggunakan annealing termal dalam rentang 300-800 ?C. Dapat ditunjukkan bahwa peningkatan suhu annealing nanopartikel ZnO menyebabkan modifikasi struktur dan morfologi nanopartikel ZnO. Kami menemukan bahwa peningkatan suhu annealing menyebabkan ukuran partikel berubah pada kisaran 24-50,5 nm. Selain itu, annealing termal menyebabkan perubaan regangan kisi dan densitas nanopartikel. Lebih lanjut, dapat ditunjukkan hubungan modifikasi struktur dan respon polarisasi nanopartikel ZnO. Dengan perubahan struktur yang semakin rapat, nanopartikel ZnO memiliki respon polarisasi yang lebih kecil (Pr = 5,91x10-4-11,73x10-4 &
Keywords
Nanopartikel Zinc Oxide, Spray Sederhana, Annealing, Regangan Kisi, Polarisasi
Topic
Material (MAT)
Corresponding Author
Muhammad Ilham
Institutions
a) Fisika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*muhilham99[at]gmail.com
Abstract
Penelititian ini dilakukan dalam merancang reaktor termal bertekanan air di mana digunakan Thorium sebagai bahan bakar untuk mendapatkan karateristik netronik reaktor dengan kemampuan breeding ratio serta memiliki koefisien reaktivitas void yang negatif. Dilakukan konfigurasi desain reaktor dengan survey parameter yakni Moderator-to-Fuel Ratio (MFR) serta hasil pembakaran bahan bakar (burnup) dengan model kesetimbangan nuklir yang dikopel dengan perhitungan sel untuk mencapai kriteria reaktor yang diinginkan. Pengayaan 233U sebagai sebagai nuklida fisil dilakukan untuk mendapatkan nilai burnup yang diinginkan serta memenuhi syarat kekritisan reaktor. Nuklida 233U pada Thorium menunjukkan keunggulannya untuk nilai ETA value (η) dibanding dengan nuklida fisil lainnya, dimana untuk daerah MFR yang cukup lebar, nilai η selalu diatas 2.1 yang menunjukkan reaktor dengan Thorium memiliki kemampuan breeding yang tinggi. Model pin sel yang digunakan yakni silinder satu dimensi dengan pembagian region yakni fuel, cladding, dan pendingin. Nilai radius pin fuel dan cladding dibuat tetap dimana radius pendingin bergantung pada nilai MFR, geometri MFR yang digunakan yakni kisi segitiga. Digunakan model keadaan setimbang burnup yang terkopel dengan kalkulasi sel modul PIJ SRAC95 menggunakan data library nuklir JENDL 3.2 and ENDF serta rantai burnup THCM66FP, metode kalkulasi iteratif sistem kesetimbangan sel yang terkopel ini disebut ECICS. Didapatkan hasil burnup reaktor yang sebanding dengan standar reaktor bertekanan air (PWR) dengan Breeding Ratio (BR) lebih besar dari satu. Penentuan desain reaktor untuk memenuhi kriteria dengan kemampuan breeding ratio dan nilai koefisien reaktifitas void yang negatif telah didapatkan. Reaktor air berat tipe PWR berbahan bakar Th-233U dapat dirancang sebagai reaktor breeding dengan nilai koefisien reaktivitas void yang negatif.
Keywords
Thorium, Air berat, Breeding, Koefisien reaktivitas void, Burnup
Topic
Physics
Corresponding Author
Wahyudin Arif
Institutions
Prodi S3 Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana UPI, Jl. Dr. Setiabudhi 229 Bandung
Abstract
Telah dilakukan penelitian deskriptif untuk mendapatkan gambaran tentang kemampuan guru-guru fisika SMA dalam mengkonstruksi instrumen evaluasi hasil pembelajaran fisika khususnya pada hasil pembelajaran ranah kognitif serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang dilakukan terhadap para guru fisika SMA di salah satu kabupaten di Jawa Barat. Jumlah sampel penelitian sebanyak 32 orang guru dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar serta gender yang berbeda. Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah berupa tes kemampuan mengkonstruksi instrumen tes hasil pembelajaran fisika pada domain kognitif serta angket pengetahuan dan pemahaman guru terhadap berbagai aspek dan indikator domain kognitif serta pembekalan keterampilan mengkonstruksi butir-butir instrumen tes hasil pembelajaran fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak satupun guru yang menjadi sampel penelitian ini (0%) yang berda pada level kemampuan tinggi dalam mengkonstruksi butir instrumen tes hasil pembelajaran, hanya sebagian kecil (18,75%) berada dalam level kemampuan sedang, dan sebagian besar guru (81,25%) berada pada level kemampuan rendah. Rendahnya kemampuan guru dalam mengkonstruksi instrumen tes terkait dengan berbagai faktor. Berdasarkan data angket diperoleh gambaran bahwa sebagian besar responden tidak mengetahui secara utuh aspek dan indikator hasil pembelajaran ranah kognitif, sebagian dari responden tidak memiliki pemahaman yang baik terhadap aspek dan indikator domain kognitif yang diketahuinya. Keadaan ini sangat erat kaitannya dengan kurangnya pembekalan kemampuan mengkonstruksi instrumen tes yang mereka terima baik pada saat mereka menempuh pendidikan formal calon guru maupun pada saat mereka sudah bertugas menjadi guru.
Keywords
Konstruksi Instrumen Tes, domain kognitif, Guru Fisika
Topic
Pembelajaran
Corresponding Author
Almira Anissofira
Institutions
a) Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia
Jalan Setiabudhi 229, Bandung 40154, Indonesia
*almiraanissofira[at]gmail.com
b) Program Studi Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung
Abstract
Wahana permainan roller coaster yang sering kita jumpai sesungguhnya merupakan laboratorium fisika raksasa, sehingga dapat juga digunakan sebagai sarana pembelajaran fisika bagi siswa. Ketika menaiki wahana tersebut, pengendaranya akan merasakan sensasi yang berbeda di setiap lintasannya, hal ini dikarenakan lintasan roller coaster yang berkelok, menukik, dan juga melingkar menghasilkan gaya-gaya yang berbeda. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis aspek fisis dari gerak roller coaster pada lintasan vertikal berdasarkan hukum fisika. Hasil analisis ini akan digunakan sebagai studi pendahuluan untuk mengembangkan, workbook pembelajaran fisika di SMA dengan aplikasi dari keterampilan multi modus representasi. Analisis gerak roller coaster dilakukan dengan teknik pelacakan video pada data berupa video rekaman roller coaster yang kemudian dianalisis dengan perangkat lunak Tracker 4.9. Berdasarkan analisis yang dilakukan, didapati hasil bahwa dalam lintasan vertikal yang ditempuh roller coaster, geraknya bukan merupakan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Metode pelacakan video untuk analisis gerak benda ini dapat digunakan sebagai alat bantu baik bagi guru maupun siswa dalam memahami berbagai peristiwa Fisika yang berkaitan dengan konsep kinematika.
Keywords
Video analisis, roller coaster, multi modus representasi, kinematika
Topic
Physics
Page 15 (data 421 to 450 of 753) | Displayed in 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats